PENGENALAN INFORMATIKA DAN PENERAPANNYA DALAM KEHIDUPAN SEHARI- HARI Disusun Oleh: NAMA KELAS Muhammad Arifin Darsono X Akuntansi SMK PARIWISATA METLAND SCHOOL BOGOR 2026

i KATA PENGANTAR Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah Informatika yang berjudul “Informatika” dengan baik dan tepat waktu. Makalah ini disusun untuk menambah wawasan dan pengetahuan mengenai berbagai materi dalam bidang informatika, meliputi Keselamatan dan Kesehatan Kerja Komputer, Berpikir Komputasional, Dampak Sosial Informatika, Literasi Digital, serta Praktik Lintas Bidang. Melalui makalah ini, penulis berharap pembaca dapat memahami pentingnya penggunaan teknologi secara aman, bijak, dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. Penulis mengucapkan terima kasih kepada guru mata pelajaran Informatika yang telah memberikan arahan dan kesempatan untuk menyusun makalah ini. Penulis juga berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam proses penyusunan makalah ini. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih memiliki kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan demi perbaikan makalah di masa mendatang. Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat dan menambah pengetahuan bagi para pembaca. Cileungsi, 29 Oktober 2026 Penulis, Muhammad Arifin Darsono

ii DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ............................................................................................. i DAFTAR ISI .......................................................................................................... ii BAB I KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA KOMPUTER .............1 A. Dasar K3 Komputer ......................................................................................1 B. Aturan Keselamatan Penggunaan Komputer ...............................................1 C. Cara Menjaga Kesehatan Saat Bekerja .........................................................2 BAB II BERPIKIR KOMPUTASIONAL............................................................4 A. Konsep Berpikir Komputasional ...................................................................4 B. Empat Teknik Utama ....................................................................................4 1. Dekomposisi .............................................................................................4 2. Pengenalan Pola .......................................................................................5 3. Abstraksi ...................................................................................................6 4. Algoritma..................................................................................................6 C. Penerapan dalam Kehidupan .......................................................................6 BAB III DAMPAK SOSIAL INFORMATIKA ...................................................8 A. Informatika dalam Masyarakat ....................................................................8 B. Pengaruh yang Menguntungkan ..................................................................8 C. Risiko Penggunaan Teknologi .......................................................................9 D. Tanggung Jawab Pengguna ....................................................................... 10 BAB IV LITERASI DIGITAL ............................................................................ 11 A. Dasar Literasi Digital .................................................................................. 11 B. Kecakapan Digital ...................................................................................... 11 C. Keamanan dan Etika Digital....................................................................... 12

iii D. Kebiasaan Digital yang Baik ....................................................................... 13 BAB V PRAKTIK LINTAS BIDANG ...............................................................15 A. Konsep Kolaborasi Lintas Bidang............................................................... 15 B. Tahapan Pelaksanaan ................................................................................ 15 1. Identifikasi Masalah .............................................................................. 15 2. Pengumpulan Informasi ........................................................................ 16 3. Perencanaan Solusi ............................................................................... 16 4. Pelaksanaan .......................................................................................... 16 5. Pengujian dan Evaluasi .......................................................................... 16 6. Penyusunan Laporan ............................................................................. 16 C. Contoh dalam Dunia Akuntansi ................................................................ 17 BIOGRAFI PENULIS .........................................................................................18 DAFTAR PUSTAKA ...........................................................................................19

1 BAB I KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA KOMPUTER A. Dasar K3 Komputer Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) komputer merupakan upaya untuk menjaga keselamatan dan kesehatan pengguna selama menggunakan komputer. K3 bertujuan untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja, mengurangi risiko gangguan kesehatan, serta menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman. Penggunaan komputer dalam waktu lama dapat menimbulkan berbagai masalah apabila tidak dilakukan dengan benar. Contohnya adalah mata lelah, nyeri punggung, sakit pada leher, dan gangguan pada pergelangan tangan. Selain itu, penggunaan perangkat komputer yang tidak sesuai prosedur juga dapat menimbulkan risiko seperti korsleting listrik dan kerusakan perangkat. Oleh karena itu, setiap pengguna komputer perlu memahami prinsip K3 agar dapat menggunakan teknologi secara aman, nyaman, dan bertanggung jawab. B. Aturan Keselamatan Penggunaan Komputer Dalam menggunakan komputer, terdapat beberapa aturan keselamatan yang perlu diperhatikan, yaitu: 1. Memeriksa kondisi perangkat. Pastikan komputer, kabel, stopkontak, dan perangkat pendukung lainnya berada dalam kondisi baik sebelum digunakan. 2. Menjaga keamanan listrik. Hindari menyentuh kabel atau stopkontak dengan tangan basah serta jangan menggunakan kabel yang rusak.

2 3. Menempatkan komputer dengan benar. Letakkan komputer di permukaan yang stabil dan memiliki sirkulasi udara yang baik. 4. Menjaga kebersihan perangkat. Bersihkan komputer secara berkala agar debu tidak menumpuk dan mengganggu kinerja perangkat. 5. Menggunakan komputer sesuai prosedur. Nyalakan dan matikan komputer dengan cara yang benar untuk menghindari kerusakan sistem. 6. Menjauhkan makanan dan minuman. Hindari meletakkan makanan atau minuman di dekat komputer untuk mencegah cairan tumpah ke perangkat. 7. Menjaga kerapian kabel. Susun kabel dengan rapi agar tidak mengganggu aktivitas dan menyebabkan pengguna tersandung. Dengan menerapkan aturan tersebut, risiko kecelakaan kerja dan kerusakan perangkat komputer dapat dikurangi. C. Cara Menjaga Kesehatan Saat Bekerja Menjaga kesehatan saat menggunakan komputer merupakan bagian penting dari penerapan K3. Penggunaan komputer yang tidak memperhatikan posisi tubuh dan waktu istirahat dapat menimbulkan gangguan kesehatan. Beberapa cara menjaga kesehatan saat bekerja menggunakan komputer adalah sebagai berikut. 1. Mengatur posisi duduk. Duduklah dengan punggung tegak dan bahu rileks. Pastikan kaki dapat menapak dengan nyaman. 2. Mengatur posisi layar. Letakkan layar di depan mata dengan jarak yang nyaman, umumnya sekitar 50–70 cm, dan atur ketinggiannya agar leher tidak terus-menerus menunduk.

3 3. Menjaga kesehatan mata. Istirahatkan mata secara berkala. Salah satu caranya adalah menerapkan aturan 20-20-20, yaitu setiap 20 menit melihat benda berjarak sekitar 20 kaki atau 6 meter selama 20 detik. 4. Melakukan peregangan. Lakukan peregangan ringan pada leher, bahu, punggung, dan tangan setelah bekerja dalam waktu tertentu. 5. Mengatur pencahayaan. Pastikan ruangan memiliki pencahayaan yang cukup agar mata tidak cepat lelah. 6. Mengatur waktu penggunaan komputer. Berikan waktu istirahat secara teratur dan hindari duduk dalam posisi yang sama terlalu lama. Dengan menerapkan kebiasaan tersebut, pengguna dapat mengurangi risiko gangguan kesehatan dan bekerja menggunakan komputer dengan lebih nyaman.

4 BAB II BERPIKIR KOMPUTASIONAL A. Konsep Berpikir Komputasional Berpikir komputasional atau computational thinking adalah metode pemecahan masalah secara logis, sistematis, dan terstruktur dengan menggunakan prinsip-prinsip yang juga diterapkan dalam ilmu komputer. Berpikir komputasional tidak hanya digunakan oleh programmer, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya adalah menyusun jadwal belajar, merencanakan perjalanan, mengatur keuangan, dan menyelesaikan tugas sekolah. Tujuan berpikir komputasional adalah membantu seseorang memahami permasalahan, menemukan pola, menentukan langkah penyelesaian, serta menghasilkan solusi yang efektif dan efisien. Kemampuan ini penting dalam pembelajaran informatika karena dapat melatih seseorang untuk berpikir kritis, kreatif, dan sistematis ketika menghadapi berbagai permasalahan. B. Empat Teknik Utama Berpikir komputasional memiliki empat teknik utama, yaitu dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan algoritma. 1. Dekomposisi Dekomposisi adalah teknik memecah masalah yang kompleks menjadi beberapa bagian kecil agar lebih mudah dipahami dan diselesaikan. Contohnya, ketika mengerjakan tugas kelompok, pekerjaan dapat dibagi menjadi beberapa bagian, seperti mencari informasi, menyusun materi, membuat presentasi, dan memeriksa hasil akhir.

5 2. Pengenalan Pola Pengenalan pola adalah teknik menemukan kesamaan atau keteraturan dari beberapa permasalahan atau informasi.

6 Contohnya, seorang siswa mengamati bahwa dirinya lebih mudah memahami materi ketika belajar pada waktu tertentu. Dari pengamatan tersebut, siswa dapat mengenali pola belajar yang paling efektif baginya. 3. Abstraksi Abstraksi adalah proses memilih informasi penting dan mengabaikan informasi yang tidak relevan dengan masalah yang sedang diselesaikan. Contohnya, ketika membuat peta menuju sekolah, informasi utama yang diperlukan adalah jalan, persimpangan, dan lokasi tujuan. Informasi seperti warna bangunan di sepanjang jalan tidak selalu diperlukan. 4. Algoritma Algoritma adalah urutan langkah yang logis dan sistematis untuk menyelesaikan suatu masalah atau mencapai tujuan tertentu. Contohnya, langkah-langkah menyalakan komputer meliputi memastikan sumber listrik tersedia, menyalakan komputer, menunggu sistem beroperasi, lalu masuk ke akun pengguna. C. Penerapan dalam Kehidupan Berpikir komputasional dapat diterapkan dalam berbagai kegiatan sehari-hari. Misalnya, ketika mengatur jadwal belajar, seseorang dapat membagi mata pelajaran berdasarkan tingkat kesulitan, mengenali waktu belajar yang efektif, memilih kegiatan yang menjadi prioritas, dan menyusun urutan belajar. Dalam bidang pendidikan, berpikir komputasional membantu siswa menyelesaikan tugas secara terstruktur. Dalam bidang bisnis, teknik ini dapat digunakan untuk mengelola persediaan barang, menghitung biaya produksi, dan menganalisis penjualan.

7 Sementara itu, dalam bidang teknologi, berpikir komputasional digunakan untuk merancang aplikasi, mengembangkan perangkat lunak, dan mengolah data. Dengan demikian, berpikir komputasional merupakan keterampilan yang bermanfaat untuk menyelesaikan masalah secara logis dan efisien dalam berbagai bidang kehidupan.

8 BAB III DAMPAK SOSIAL INFORMATIKA A. Informatika dalam Masyarakat Informatika merupakan bidang ilmu yang mempelajari pengolahan informasi dengan memanfaatkan teknologi komputer. Perkembangan informatika telah membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat, mulai dari cara berkomunikasi hingga cara bekerja dan belajar. Dalam bidang pendidikan, teknologi informatika memungkinkan siswa mengakses materi pembelajaran melalui internet, mengikuti pembelajaran daring, dan menggunakan aplikasi untuk mengerjakan tugas. Dalam bidang ekonomi, informatika membantu kegiatan transaksi digital, pemasaran produk melalui media sosial, serta pengelolaan data keuangan. Dalam bidang kesehatan, teknologi digunakan untuk menyimpan rekam medis dan mendukung pelayanan kepada pasien. Meskipun memberikan banyak kemudahan, perkembangan informatika juga menimbulkan tantangan. Oleh karena itu, masyarakat perlu memahami manfaat dan risiko teknologi agar dapat menggunakannya secara bijak. B. Pengaruh yang Menguntungkan Perkembangan informatika memberikan berbagai dampak positif bagi kehidupan masyarakat, di antaranya: 1. Mempermudah komunikasi. Teknologi memungkinkan seseorang berkomunikasi dengan orang lain melalui pesan instan, panggilan video, dan media sosial. 2. Memperluas akses informasi. Internet memudahkan masyarakat memperoleh informasi dari berbagai sumber dalam waktu singkat.

9 3. Mendukung pendidikan. Teknologi menyediakan berbagai sumber belajar digital yang dapat digunakan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. 4. Meningkatkan efisiensi pekerjaan. Penggunaan komputer dan aplikasi membantu menyelesaikan pekerjaan dengan lebih cepat dan teratur. 5. Membuka peluang usaha. Platform digital memungkinkan pelaku usaha memasarkan produk dan menjangkau konsumen yang lebih luas. 6. Mendorong inovasi. Perkembangan teknologi mendorong terciptanya berbagai aplikasi dan layanan yang membantu memenuhi kebutuhan masyarakat. Dampak positif tersebut dapat dirasakan apabila teknologi digunakan sesuai kebutuhan dan tujuan yang bermanfaat. C. Risiko Penggunaan Teknologi Selain memberikan manfaat, penggunaan teknologi informatika juga memiliki sejumlah risiko yang perlu diperhatikan. 1. Penyebaran informasi palsu. Informasi yang belum terverifikasi dapat menyesatkan masyarakat apabila langsung dipercaya dan disebarkan. 2. Pelanggaran privasi. Data pribadi yang dibagikan secara sembarangan dapat disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. 3. Kejahatan siber. Teknologi dapat dimanfaatkan untuk melakukan penipuan daring, pencurian akun, dan penyalahgunaan data. 4. Ketergantungan pada teknologi. Penggunaan perangkat digital secara berlebihan dapat mengganggu kegiatan belajar, istirahat, dan interaksi sosial.

10 5. Perundungan siber. Media digital dapat digunakan untuk menyebarkan hinaan, ancaman, atau tindakan yang merugikan orang lain. 6. Berkurangnya interaksi langsung. Penggunaan perangkat digital secara berlebihan dapat mengurangi kesempatan untuk berkomunikasi secara langsung dengan orang di sekitar. Untuk mengurangi risiko tersebut, pengguna perlu meningkatkan pengetahuan digital, menjaga keamanan data, membatasi penggunaan teknologi sesuai kebutuhan, dan mempertimbangkan dampak setiap tindakan di internet. D. Tanggung Jawab Pengguna Setiap pengguna teknologi memiliki tanggung jawab untuk memanfaatkan informatika secara aman, etis, dan sesuai aturan. Tanggung jawab tersebut dapat dilakukan dengan memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya, menghormati privasi orang lain, menggunakan bahasa yang sopan, serta tidak menyebarkan konten yang merugikan pihak lain. Pengguna juga harus menjaga keamanan akun dengan menggunakan kata sandi yang kuat, mengaktifkan autentikasi dua faktor jika tersedia, dan tidak membagikan kode verifikasi kepada orang lain. Selain itu, pengguna perlu menghargai hak cipta dengan mencantumkan sumber ketika menggunakan karya atau informasi milik pihak lain. Penggunaan teknologi juga harus memperhatikan peraturan yang berlaku. Dengan menerapkan tanggung jawab tersebut, masyarakat dapat menciptakan lingkungan digital yang aman, nyaman, dan saling menghormati.

11 BAB IV LITERASI DIGITAL A. Dasar Literasi Digital Literasi digital adalah kemampuan seseorang untuk mengakses, memahami, mengevaluasi, membuat, dan menggunakan informasi melalui teknologi digital secara tepat dan bertanggung jawab. Literasi digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengoperasikan komputer atau menggunakan aplikasi. Kemampuan ini juga mencakup pemahaman terhadap keamanan data, etika berkomunikasi, serta kemampuan membedakan informasi yang benar dan salah. Di era perkembangan teknologi, literasi digital menjadi penting karena masyarakat semakin sering menggunakan internet untuk belajar, bekerja, berkomunikasi, dan melakukan transaksi. Seseorang yang memiliki literasi digital yang baik diharapkan mampu memanfaatkan teknologi secara produktif, melindungi dirinya dari risiko digital, dan berpartisipasi secara positif di lingkungan digital. B. Kecakapan Digital Kecakapan digital merupakan kemampuan menggunakan perangkat, aplikasi, dan layanan digital untuk menyelesaikan berbagai kebutuhan. Kecakapan digital mencakup beberapa kemampuan berikut. 1. Mengoperasikan perangkat digital. Pengguna mampu menggunakan komputer, telepon pintar, dan perangkat lainnya sesuai fungsinya. 2. Menggunakan aplikasi. Pengguna mampu memanfaatkan aplikasi pengolah kata, lembar kerja, presentasi, dan aplikasi komunikasi. 3. Mencari informasi. Pengguna mampu menggunakan mesin pencari dengan kata kunci yang sesuai untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan.

12 4. Mengevaluasi informasi. Pengguna dapat memeriksa sumber, tanggal publikasi, bukti pendukung, dan kesesuaian informasi sebelum mempercayainya. 5. Mengolah dan membuat konten. Pengguna mampu membuat dokumen, desain grafis, video, dan berbagai bentuk konten digital lainnya. 6. Berkomunikasi secara digital. Pengguna mampu menggunakan surat elektronik, aplikasi pesan, dan platform kolaborasi untuk berkomunikasi secara efektif. Kecakapan digital perlu dikembangkan secara berkelanjutan agar pengguna mampu mengikuti perkembangan teknologi dan menggunakannya untuk kegiatan yang produktif. C. Keamanan dan Etika Digital Keamanan dan etika digital merupakan dua aspek penting dalam literasi digital. Keamanan digital berkaitan dengan upaya melindungi perangkat, akun, dan data pribadi dari ancaman. Sementara itu, etika digital berkaitan dengan perilaku yang baik dan bertanggung jawab ketika menggunakan teknologi. Beberapa cara menjaga keamanan digital adalah sebagai berikut. 1. Menggunakan kata sandi yang kuat dan berbeda untuk akun penting. 2. Mengaktifkan autentikasi dua faktor apabila tersedia. 3. Tidak membagikan kata sandi, PIN, atau kode verifikasi kepada orang lain. 4. Menghindari tautan dan berkas mencurigakan. 5. Memperbarui sistem operasi dan aplikasi secara berkala. 6. Membatasi penyebaran informasi pribadi di internet.

13 Selain keamanan, pengguna juga perlu menerapkan etika digital. Contohnya adalah menggunakan bahasa yang sopan saat berkomunikasi, tidak melakukan perundungan siber, menghargai pendapat orang lain, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terbukti kebenarannya. Pengguna juga harus menghormati hak cipta dengan meminta izin jika diperlukan dan mencantumkan sumber ketika menggunakan karya orang lain. Dengan demikian, keamanan dan etika digital dapat membantu menciptakan lingkungan digital yang lebih aman dan bertanggung jawab. D. Kebiasaan Digital yang Baik Kebiasaan digital yang baik merupakan perilaku positif yang diterapkan secara konsisten ketika menggunakan perangkat dan layanan digital. Beberapa kebiasaan digital yang baik antara lain: 1. Mengatur waktu penggunaan perangkat. Gunakan teknologi sesuai kebutuhan dan berikan waktu untuk beristirahat serta melakukan aktivitas lain. 2. Memeriksa informasi sebelum membagikannya. Pastikan informasi berasal dari sumber yang dapat dipercaya. 3. Menjaga privasi. Hindari membagikan alamat rumah, nomor telepon, kata sandi, atau informasi pribadi lainnya secara sembarangan. 4. Menggunakan teknologi untuk kegiatan produktif. Manfaatkan perangkat digital untuk belajar, berkarya, mencari informasi, dan mengembangkan keterampilan. 5. Menjaga sopan santun. Gunakan bahasa yang baik dan hindari komentar yang menghina atau merendahkan orang lain. 6. Mengelola berkas digital. Simpan dokumen dalam folder yang teratur dan buat salinan cadangan untuk berkas penting.

14 7. Menghormati hak cipta. Cantumkan sumber informasi dan gunakan materi digital sesuai ketentuan yang berlaku. Dengan membiasakan perilaku tersebut, pengguna dapat memanfaatkan teknologi secara lebih aman, efektif, dan bertanggung jawab.

15 BAB V PRAKTIK LINTAS BIDANG A. Konsep Kolaborasi Lintas Bidang Kolaborasi lintas bidang adalah kegiatan kerja sama yang melibatkan dua atau lebih bidang ilmu atau keahlian untuk menyelesaikan suatu permasalahan atau menghasilkan suatu produk. Dalam informatika, kolaborasi lintas bidang dilakukan dengan menggabungkan teknologi informasi dengan bidang lain, seperti pendidikan, ekonomi, kesehatan, seni, dan akuntansi. Sebagai contoh, dalam pembuatan aplikasi pencatatan keuangan, bidang informatika berperan dalam pengembangan aplikasi, sedangkan bidang akuntansi berperan dalam menentukan cara pencatatan transaksi dan penyusunan laporan keuangan. Kolaborasi lintas bidang memiliki beberapa manfaat, yaitu meningkatkan efektivitas pekerjaan, menghasilkan solusi yang lebih menyeluruh, menggabungkan berbagai keahlian, dan mendorong terciptanya inovasi. Agar kolaborasi berjalan dengan baik, setiap anggota perlu memahami tugasnya, berkomunikasi secara efektif, dan bertanggung jawab terhadap pekerjaan yang diberikan. B. Tahapan Pelaksanaan Pelaksanaan praktik lintas bidang memerlukan tahapan yang sistematis agar tujuan kegiatan dapat tercapai. Tahapan tersebut meliputi: 1. Identifikasi Masalah Tahap pertama adalah menentukan masalah yang ingin diselesaikan. Masalah harus dijelaskan secara jelas agar solusi yang dibuat sesuai dengan kebutuhan.

16 Contohnya, sebuah usaha mengalami kesulitan dalam mencatat pemasukan, pengeluaran, dan keuntungan karena masih menggunakan pencatatan manual. 2. Pengumpulan Informasi Pada tahap ini, informasi yang berkaitan dengan permasalahan dikumpulkan melalui pengamatan, wawancara, studi pustaka, atau metode lain yang sesuai. Informasi tersebut digunakan untuk memahami kebutuhan pengguna dan menentukan solusi yang tepat. 3. Perencanaan Solusi Setelah masalah dipahami, langkah berikutnya adalah menyusun rencana penyelesaian. Perencanaan mencakup tujuan, pembagian tugas, alat yang dibutuhkan, jadwal kegiatan, dan hasil yang ingin dicapai. 4. Pelaksanaan Tahap pelaksanaan merupakan proses menerapkan rencana yang telah dibuat. Setiap anggota menjalankan tugas sesuai bidang keahliannya dan bekerja sama untuk menghasilkan solusi. 5. Pengujian dan Evaluasi Hasil pekerjaan diperiksa untuk mengetahui apakah solusi telah berfungsi sesuai tujuan. Apabila ditemukan kekurangan atau kesalahan, perbaikan perlu dilakukan. 6. Penyusunan Laporan Tahap terakhir adalah menyusun laporan yang menjelaskan latar belakang masalah, tujuan, proses pelaksanaan, hasil, dan kesimpulan kegiatan.

17 Laporan berguna sebagai dokumentasi serta bahan evaluasi untuk pengembangan kegiatan selanjutnya. C. Contoh dalam Dunia Akuntansi Salah satu contoh penerapan praktik lintas bidang adalah penggunaan teknologi informatika dalam kegiatan akuntansi. Akuntansi merupakan bidang yang berkaitan dengan proses pencatatan, pengelompokan, pengolahan, dan pelaporan transaksi keuangan. Dalam pelaksanaannya, teknologi informatika membantu proses tersebut menjadi lebih teratur dan efisien. Contohnya adalah pembuatan sistem pencatatan keuangan sederhana menggunakan aplikasi lembar kerja seperti Microsoft Excel atau Google Sheets. Dalam kegiatan tersebut, bidang akuntansi digunakan untuk menentukan kategori pemasukan, pengeluaran, aset, dan keuntungan. Sementara itu, bidang informatika digunakan untuk membuat tabel, menyusun rumus perhitungan, dan mengatur penyimpanan data. Sebagai contoh, sebuah usaha kecil mencatat pemasukan sebesar Rp500.000 dan pengeluaran sebesar Rp300.000. Dengan menggunakan perhitungan sederhana, selisih antara pemasukan dan pengeluaran tersebut adalah Rp200.000. Penggunaan teknologi membantu proses perhitungan dan penyusunan laporan menjadi lebih praktis. Namun, ketepatan hasil tetap bergantung pada kebenaran data yang dimasukkan dan rumus yang digunakan. Dengan demikian, kolaborasi antara informatika dan akuntansi dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan keuangan serta membantu pengambilan keputusan berdasarkan data yang tersedia.

18 BIOGRAFI PENULIS Muhammad Arifin Darsono merupakan seorang siswa kelas XI Akuntansi Sekolah Menengah Kejuruan Pariwisata Metland School yang memiliki minat dalam bidang Akuntansi. Penulis memiliki keinginan untuk terus belajar, meningkatkan keterampilan, serta memperluas pengetahuan melalui berbagai kegiatan akademik maupun nonakademik. Penyusunan makalah ini bertujuan untuk menambah wawasan mengenai informatika, khususnya tentang keselamatan dan kesehatan kerja komputer, berpikir komputasional, dampak sosial informatika, literasi digital, serta praktik lintas bidang. Penulis berharap makalah ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca dan menjadi sarana untuk memahami pentingnya penggunaan teknologi secara aman, bijak, dan bertanggung jawab.

19 DAFTAR PUSTAKA Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. (t.t.). Informasi mengenai teknologi informasi dan komunikasi. https://www.kominfo.go.id/ Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. (t.t.). Informatika untuk SMA/MA Kelas X. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. (t.t.). Buku Panduan Guru Informatika untuk SMA/MA Kelas X. Siberkreasi. (t.t.). Sumber pembelajaran literasi digital. https://literasidigital.id/

Pengenalan Informatika dan Penerapannya dalam Kehidupan Sehari-hari

ghani tamam
Пожаловаться