A. Rasional Mata Pelajaran Fisika SMA/MA/Program Paket C Fisika adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan alam yang mengkaji sifat-sifat materi dalam ruang dan waktu beserta konsep-konsep gaya dan energi terkait. Fisika mengkaji fenomena alam mulai dari skala atomik hingga jagat raya dengan menggunakan nalar ilmiah secara objektif dan kuantitatif yang terwujud dalam proses pengamatan, pengukuran, perancangan model hubungan antar variabel yang terlibat yang mencerminkan keteraturan alam, serta penarikan kesimpulan yang terwujud dalam suatu teori yang valid dan dapat diaplikasikan. Fisika mendasari perkembangan khasanah bidang ilmu pengetahuan alam lainnya serta perkembangan teknologi modern yang memudahkan kehidupan manusia diawali dari perkembangan mekanik dan permesinan, otomotif, komputer dan otomasi, serta teknologi informasi dan komunikasi. Sebagai ilmu yang mempelajari fenomena alam, fisika juga memberikan pelajaran yang baik kepada manusia untuk hidup selaras berdasarkan hukum alam serta mengelola sumber daya alam dan lingkungan dengan bijak. Pemahaman yang baik tentang fisika mendukung upaya mitigasi dan pengurangan dampak bencana alam secara optimal. Pada proses pembelajaran fisika, peserta didik dilatih untuk melakukan penelitian sederhana mengenai fenomena alam. Peserta didik belajar menemukan permasalahan, membuat hipotesis, merancang percobaan sederhana, melakukan percobaan, menganalisis data, menarik kesimpulan dan mengkomunikasikan hasil percobaan baik secara tertulis maupun secara lisan. Dari proses pembelajaran fisika peserta dilatih untuk memiliki penalaran ilmiah, kemampuan berfikir kritis serta keterampilan memecahkan masalah yang semuanya sejalan dengan upaya pengembangan profil pelajar Pancasila yakni beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebhinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif. Pada tingkat SMA/MA/Program Paket C, fisika diajarkan sebagai mata pelajaran tersendiri dengan beberapa pertimbangan. Pertama, pemahaman fisika yang benar dan mendalam berguna untuk memecahkan masalah di dalam kehidupan sehari-hari. Kedua, pemahaman fisika yang kuat menjadi jembatan keberhasilan peserta didik dalam menempuh studi lanjut di perguruan tinggi baik pada ilmu-ilmu dasar/sains maupun ilmu- ilmu keteknikan/rekayasa dan teknologi. B. Tujuan Mata Pelajaran Fisika SMA/MA/Program Paket C Dengan mempelajari ilmu fisika, peserta didik dapat: 1. membentuk sikap religius melalui fisika dengan menyadari keteraturan dan keindahan alam serta mengagungkan kebesaran Tuhan Yang Maha Esa; 2. memupuk integritas dan sikap, jujur, adil, bertanggung jawab, menghormati martabat individu, kelompok, dan komunitas, serta berkebhinekaan global; (Keputusan BSKAP Nomor : 32 Tahun 2024) CAPAIAN PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN : FISIKA
3. memperdalam pemahaman tentang prinsip-prinsip fisis alam semesta yang konsisten sehingga memiliki kemampuan berfikir kritis dilengkapi dengan keterampilan penalaran kuantitatif; 4. memiliki sikap ilmiah, mengembangkan rasa ingin tahu, pengalaman untuk dapat merumuskan masalah secara kreatif, mengajukan dan menguji hipotesis melalui percobaan, merancang dan merakit instrumen percobaan, mengumpulkan, mengolah, dan menafsirkan data, serta mengomunikasikan hasil percobaan baik lisan maupun tulisan secara mandiri; dan 5. memahami kekuatan dan keterbatasan diri untuk mendukung pembelajaran dan pengembangan diri, memiliki keinginan dalam mengembangkan pengalaman belajar, dan menjadi pemelajar sepanjang hayat. C. Karakteristik Mata Pelajaran Fisika SMA/MA/Program Paket C Matapelajaranfisikadiorganisasikandalam2(dua)kategori,pemahaman fisika dan keterampilan proses. Elemen Deskripsi Pemahaman Fisika Merupakan materi-materi yang perlu dikuasai peserta didik untuk memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pemahaman fisika yang dikuasai adalah pengukuan, mekanika, fluida, getaran dan gelombang, termodinamika, listrik magnet, fisika modern dan radioaktifitas, teknologi digital,dan keberlangsungan energi danlingkungan alam sekitar. Keterampilan Proses Merupakan keterampilan saintifik dan rekayasa yang meliputi (1) mengamati, (2) mempertanyakan dan memprediksi, (3) merencanakan dan melakukan penyelidikan, (4) memproses dan menganalisis data dan informasi, (5) mencipta (6) mengevaluasi dan merefleksi dan (7) mengomunikasikan hasil D. Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Fisika SMA/MA/Program Paket C Fase E Pada akhir fase E, peserta didik memiliki kemampuan untuk responsif terhadap isu-isu global dan berperan aktif dalam memberikan penyelesaian masalah. Kemampuan tersebut antara lain mengamati, mempertanyakan dan memprediksi, merencanakan dan melakukan penyelidikan, memproses dan menganalisis data dan informasi, mengevaluasi dan refleksi, mengkomunikasikan hasil dalam bentuk projek sederhana atau simulasi visual menggunakan apilkasi teknologi yang tersedia terkait dengan energi alternatif, pemanasan global, pencemaran lingkungan, nano teknologi, bioteknologi, kimia dalam kehidupan sehari-hari, pemanfaatan limbah dan bahan alam, pandemi akibat infeksi virus. Semua upaya tersebut diarahkan pada pencapaian tujuan pembangunan yang berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Melalui pengembangan sejumlah pengetahuan tersebut dibangun pula berakhlak mulia dan sikap ilmiah seperti jujur, obyektif, bernalar kritis, kreatif, mandiri, inovatif, bergotong royong dan berkebhinekaan global.
Fase E Berdasarkan Elemen Elemen Capaian Pembelajaran Pemahaman Fisika Peserta didik mampu mendeskripsikan gejala alam dalam cakupan keterampilan proses dalam pengukuran, perubahan iklim dan pemanasan global, pencemaran lingkungan, energi alternatif, dan pemanfaatannya. KeterampilanProses 1. Mengamati Peserta didik mampu mengoptimalkan potensi menggunakan ragam alat bantu untuk melakukan pengukuran dan pengamatan. 2. Mempertanyakan dan memprediksi Peserta didik mampu mempertanyakan danmemprediksi berdasarkan hasil observasi, mampu merumuskan permasalahan yang ada dan mampu mengajukan pertanyaan kunci untuk menyelesaikan masalah. 3. Merencanakan dan melakukan penyelidikan Peserta didik mengidentifikasi latar belakang masalah, merumuskan tujuan, dan menggunakan referensi dalam perencanaan penyelidikan/penelitian. Peserta didik membedakan variabel, termasuk yang dikendalikan dan variabel bebas, menggunakan instrumen yang sesuai dengan tujuan penyelidikan. Peserta didik menentukan langkah langkah kerja dan cara pengumpulan data. 4. Memproses, menganalisis data dan informasi Peserta didik menyiapkan peralatan/ instrumen yang sesuai untuk penelitian ilmiah, menggunakan alat ukur secara teliti dan benar, mengenal keterbatasan dan kelebihan alat ukur yang dipakai. Peserta didik menerapkan teknis/ proses pengumpulan data, mengolah data sesuai jenisnya/sesuai keperluan, menganalisis data dan menyimpulkan hasil penelitian serta memberikan rekomendasi tindak lanjut/saran dari hasil penelitian. 5. Mencipta Peserta didik mampu menggunakan hasilanalisis data dan informasi untuk menciptakan ide solusi ataupun rancang bangun untuk menyelesaikan suatu permasalahan. 6. Mengevaluasi dan refleksi Peserta didik berani dan santun dalam mengajukan pertanyaan dan berargumentasi, mengembangkan keingintahuan, danmemiliki kepedulian terhadap lingkungan.
Peserta didik mengajukan argumentasi ilmiah dan kritis berani mengusulkan perbaikan atas suatu kondisi dan bertanggungjawabterhadap usulannya. Peserta didik bersikap jujur terhadap temuan data/fakta. 7. Mengomunikasikan hasil Peserta didik menyusun laporan tertulis hasilpenelitian serta mengomunikasikan hasil penelitian, prosedur perolehan data, cara mengolah dan cara menganalisis data serta mengomunikasikan kesimpulan yang sesuai untuk menjawab masalah penelitian/penyelidikan secara lisan atau tulisan Peserta didik menyajikan hasil pengolahan data dalam bentuk tabel, grafik, diagram alur/ flowchart dan/atau peta konsep, menyajikan data dengan simbol dan standar internasional dengan benar, dan menggunakan media yang sesuai dalam penyajian hasil pengolahan data. Peserta didik mendeskripsikan kecenderungan hubungan, pola, dan keterkaitan variabel dan menggunakan bahasa, simbol dan peristilahan yang sesuai untuk bidang fisika. Mengetahui Salak, Agustus 2026 Kepala SMA Negeri 1 Salak Guru Mata Pelajaran. Nurlaila Solin, S.Pd, M.Pd Parsaoran Lam Tota Nababan, S.Si NIP. 19811227 200312 2 001 NIP. 19791230 201001 2 012
ALUR DAN TUJUAN PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN FISIKA FASE E KELAS 10 Nama Penyusun : Parsaoran Lam Tota Nababan, S.Si Nama Sekolah : SMA Negeri 1 Salak Mata Pelajaran : Fisika Fase / Kelas : E / 10 Jumlah JP / Tahun : 103 JP A. RASIONAL MATA PELAJARAN FISIKA FASE E Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) adalah aktivitas intelektual yang memberi pengalaman belajar untuk memahami cara kerja alam semesta dan kontribusi IPA terhadap keberlangsungan kehidupan melalui pendekatan-pendekatan empiris yang dapat dipertanggungjawabkan. Pemahaman IPA ini dapat mendorong peserta didik untuk mengeksplorasi hal-hal yang belum diketahui, menginvestigasi fenomena-fenomena, membuatprediksi, dan memecahkan berbagai permasalahan sains yang pada akhirnya terkait dengan sosial, ekonomi, dan kemanusiaan. Pemahaman peserta didik terhadap IPA menjadi dasar dalam melakukan aksi nyata untuk berkontribusi positif pada pengembangan diri dan lingkungannya. Pada Kurikulum Merdeka, IPA menjadi mata pelajaran tersendiri pada Fase E. Hal tersebut bertujuan memberikan kesempatan yang lebih luas pada peserta didik untuk mempelajari topik-topik dalam bidang keilmuan fisika, kimia, biologi, serta bumi dan antariksa. Pembelajaran IPA melatih sikap ilmiah, antara lain keingintahuan yang tinggi, berpikir kritis, analitis, terbuka, jujur, bertanggung jawab, objektif, tidak mudah putus asa, tekun, solutif, sistematis, dan mampu mengambil kesimpulan yang tepat. Ilmu Pengetahuan Alam berperan sangat besar dalam kehidupan peserta didik sehingga mereka dapat menjaga keselamatan diri, orang lain, dan alam; mencari potensi-potensi yang terpendam dari alam, baik yang terbarukan maupun yang tidak terbarukan; serta membantu manusia mengambil keputusan dalam menyelesaikan masalah. Mata pelajaran IPA merupakan sarana yang strategis dalam mengembangkan profil pelajar Pancasila. Peserta didik membangun iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia melalui pemahamannya terhadap alam semesta ciptaan Tuhan. Selanjutnya pendekatan saintifik dapat meningkatkan kemampuan bernalar kritis dan kreatif dalam memproses dan mengelola informasi baik kualitatif maupun kuantitatif secara objektif, membangun keterkaitan antara berbagai informasi, melakukan analisis, melakukan evaluasi, menarik kesimpulan, dan menerapkan hal yang dipelajari dalam situasi baru. Mata pelajaran IPA juga memfasilitasi peserta didik untuk mandiri dan mampu berkolaborasi, serta dapat menggali potensi yang dimiliki Indonesia dan mengidentifikasi masalah yang ada di sekitarnya dalam perspektif global.
B. TUJUAN MATA PELAJARAN FISIKA FASE E Dengan mempelajari ilmu fisika, peserta didik dapat: 1. mengembangkan ketertarikan dan rasa ingin tahu sehingga peserta didik terpacu untuk mengkaji fenomena yang ada di sekitar manusia, memahami bagaimana sistem alam semesta bekerja, memberikan dampak timbal-balik bagi kehidupan manusia, dan memahami kontribusi IPA dalam keberlangsungan kehidupan; 2. berperan aktif dalam memelihara, menjaga, melestarikan lingkungan alam, serta mengelola sumber daya alam dan lingkungan dengan bijak; 3. melakukan kerja ilmiah dan menumbuhkan sikap ilmiah; dan 4. mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsep-konsep di dalam IPA sehingga dapat berkontribusi dalam menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan dirinya dan lingkungan di sekitarnya dalam perspektif global. C. CAPAIAN PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN FISIKA FASE E Pada akhir Fase E, peserta didik mengidentifikasi benda- Pada akhir Fase E, peserta didik memiliki kemampuan untuk memahami sistem pengukuran, energi alternatif, ekosistem, bioteknologi, keanekaragaman hayati, struktur atom, reaksi kimia, hukum-hukum dasar kimia, dan perubahan iklim sehingga responsif dan dapat berperan aktif dalam menyelesaikan masalah pada isu-isu lokal dan global. Semua upaya tersebut diarahkan pada pencapaian tujuan pembangunan yang berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Elemen Capaian Pembelajaran Pemahaman IPA Peserta didik memahami proses klasifikasi makhluk hidup; peranan virus, bakteri, dan jamur dalam kehidupan; ekosistem dan interaksi antarkomponen serta faktor yang mempengaruhi; dan pemanfaatan bioteknologi dalam berbagai bidang kehidupan. Peserta didik memahami sistem pengukuran dalam kerja ilmiah; energi alternatif dan pemanfaatannya untuk mengatasi permasalahan ketersediaan energi. Peserta didik memahami struktur atom dan kaitannya dengan sifat unsur dalam tabel periodik; serta memahami reaksi kimia, hukum- hukum dasar kimia, dan perannya dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik menerapkan pemahaman IPA untuk mengatasi permasalahan berkaitan dengan perubahan iklim. Keterampilan Proses Mengamati Peserta didik mengamati fenomena ilmiah dan mencatat hasil pengamatannya dengan memperhatikan karakteristik dari objek yang diamati untuk memunculkan pertanyaan yang akan diselidiki. Mempertanyakan dan Memprediksi Peserta didik mengidentifikasi pertanyaan dan permasalahan yang dapat diselidiki secara ilmiah. Peserta didik menghubungkan pengetahuan yang
telah dimiliki dengan pengetahuan baru untuk membuat prediksi. Merencanakan dan Melakukan Penyelidikan Peserta didik merencanakan penyelidikan ilmiah dan melakukan langkah- langkah operasional berdasarkan referensi yang benar untuk menjawab pertanyaan. Peserta didik melakukan pengukuran atau membandingkan variabel terikat dengan menggunakan alat yang sesuai serta memperhatikan kaidah ilmiah. Memproses, Menganalisis Data dan Informasi Peserta didik menafsirkan informasi yang diperoleh dengan jujur dan bertanggung jawab. Peserta didik menganalisis menggunakan alat dan metode yang tepat berdasarkan data penyelidikan dengan menggunakan referensi rujukan yang sesuai, serta menyimpulkan hasil penyelidikan. Mengevaluasi dan Refleksi Peserta didik mengidentifikasi sumber ketidakpastian dan kemungkinan penjelasan alternatif dalam rangka mengevaluasi kesimpulan serta menjelaskan cara spesifik untuk meningkatkan kualitas data. Peserta didik menganalisis validitas informasi dan mengevaluasi pendekatan yang digunakan untuk menyelesaikan masalah dalam penyelidikan. Mengomunikasikan Hasil Peserta didik mengomunikasikan hasil penyelidikan secara sistematis dan utuh ditunjang dengan argumen ilmiah berdasarkan referensi sesuai konteks penyelidikan. PEMAHAMAN FISIKA Peserta didik mampu mendeskripsikan gejala alam dalam cakupan keterampilan proses dalam pengukuran, perubahan iklim dan pemanasan global, pencemaran lingkungan, energi alternatif, dan pemanfaatannya. Alur Tujuan Pembelajaran Setiap Fase Kata Kunci Alokasi Waktu Profil Pelajar Pancasila 10.1 Menjelaskan dan merancang prosedur kerja ilmiah untuk menyelidiki hubungan antar variabel pada fenomena dalam kehidupan sehari-hari. Metode ilmiah sebagai prosedur kerja secara sistematis untuk memperoleh pengetahuan 18 Berintegritas dan menjaga keselamatan diri dalam keselamatan kerja; Memahami keterhubungan ekosistem bumi dan menjaga lingkungan (akhlak mulia wujud Beriman dan Bertakwa); Menetapkan tujuan dan rencana, serta 10.2 Menerapkan prinsip-prinsip pengukuran dan menyajikan hasil pengukuran besaran fisis dengan menggunakan peralatan dan teknik yang tepat Besaran dan satuan terstandarisasi; prinsip pengukuran; alat ukur dan penggunaannya; 24
penyajian hasil ukur (angka penting dan notasi ilmiah) mengembangkan kendali dan disiplin diri (wujud Kemandirian); Menunjukkan kolaborasi dan komunikasi untuk tujuan bersama (wujud Bergotong royong); Memperoleh dan mengolah informasi serta menganalisis, mengevaluasi, merefleksi, dan mengevaluasi pikirannya sendiri (wujud Bernalar kritis); Memiliki keluwesan berpikir dalam mencari alternatif solusi permasalahan (wujud Kreativitas); 10.3 Mendiagramkan bentuk energi dan transformasinya serta menjelaskan perkembangan sumber-sumber energi yang digunakan manusia sepanjang sejarah, mulai dari penggunaan api, lava, angin, dan cahaya matahari, hingga inovasi sel elektrokimia, generator, biomassa, nuklir, dan lain sebagainya. Bentuk energi dan transformasinya; perkembangan penggunaan berbagai sumber energi; sumber energi alternatif 18 10.4 Menganalisis keterbatasan sumber energi dan dampaknya, serta merancang penggunaan sumber energi alternatif yang sesuai di lingkungan sekitar, seperti biomassa, windturbine, mikrohidro, sel surya, dan lain sebagainya. Keterbatasan sumber energi dan dampaknya; rancangan pembuatan energi alternatif. 21 10.5 Menyajikan hasil analisis gejala, penyebab, dampak, dan solusi atas perubahan iklim, serta pemanasan global dalam kehidupan sehari-hari. Gejala, penyebab, dampak, dan solusi atas perubahan iklim, dan pemanasan global 22 JUMLAH JP PER TAHUN 103 GLOSSARIUM akurasi = sifat pengukuran yang mendekati nilai sebenarnya angka penting = angka hasil pengukuran yang terdiri dari angka pasti dan taksiran besaran = sesuatu yang dapat diukur dan dinyatakan dengan angka biomassa = bahan organik yang bisa berasal dari hewan atau tumbuhan efek rumah kaca = peristiwa terperangkapnya panas di bumi akibat kondisi atmosfer energi = kemampuan untuk melakukan usaha galat pengukuran = kekeliruan pengukuran terhadap nilai sebenarnya gas rumah kaca = gas yang mengakibatkan efek rumah kaca generator = pembangkit energi listrik hipotesis = jawaban sementara terhadap masalah yang masih harus dibuktikan kebenarannya. iklim = kondisi cuaca di wilayah tertentu dalam periode waktu yang lama. metode ilmiah = metode sains yang menggunakan langkah-langkah ilmiah dan rasional untuk
Mengetahui Salak, Agustus 2026 Kepala SMA Negeri 1 Salak Guru Mata Pelajaran. Nurlaila Solin, S.Pd, M.Pd Parsaoran Lam Tota Nababan, S.Si NIP. 19811227 200312 2 001 NIP. 19791230 201001 2 012 mengungkapkan suatu permasalahan mikrohidro = tenaga air berskala kecil yang dimanfaatkan sebagai tenaga penggerak pembangkit listrik notasi ilmiah = bentuk penulisan terstandar untuk mempermudah penentuan suatu nilai presisi = sifat pengukuran yang mendekati nilai yang sama meskipun dilakukan berulang satuan = pembanding dalam pengukuran yang ditetapkan berdasar acuan tertentu sel elektrokimia = alat yang menghasilkan energi listrik berdasarkan reaksi kimia, seperti baterai sel surya = pembangkit listrik yang mengubah energi dari matahari menjadi energi listrik transformasi energi = perubahan bentuk energi variabel = sesuatu yang memiliki nilai dan dapat diubah windturbine = pembangkit listrik tenaga angin nuklir = bagian inti atom atau yang berhubungan dengan inti atom
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN FISIKA FASE E KELAS X Nama Penyusun : Parsaoran Lam Tota Nababan, S.Si Nama Sekolah : SMA Negeri 1 Salak Mata Pelajaran : Fisika Fase / Kelas : E / 10 Jumlah JP / Tahun : 103 JP CAPAIAN PEMBELAJARAN Pada akhir fase E, peserta didik memiliki kemampuan untuk responsif terhadap isu-isu global dan berperan aktif dalam memberikan penyelesaian masalah. Kemampuan tersebut antara lain mengamati, mempertanyakan dan memprediksi, merencanakan dan melakukan penyelidikan, memproses dan menganalisis data dan informasi, mengevaluasi dan refleksi, mengkomunikasikan hasil dalam bentuk projek sederhana atau simulasi visual menggunakan apilkasi teknologi yang tersedia terkait dengan energi alternatif, pemanasan global, pencemaran lingkungan, nano teknologi, bioteknologi, kimia dalam kehidupan sehari-hari, pemanfaatan limbah dan bahan alam, pandemi akibat infeksi virus. Semua upaya tersebut diarahkan pada pencapaian tujuan pembangunan yang berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Melalui pengembangan sejumlah pengetahuan tersebut dibangun pula berakhlak mulia dan sikap ilmiah seperti jujur, obyektif, bernalar kritis, kreatif, mandiri, inovatif, bergotong royong dan berkebhinekaan global. Elemen Capaian Pembelajaran Elemen Pemahaman Sains(Science Understanding) Elemen Pemahaman Sains(Science Understanding) Peserta didik mampu mendeskripsikan gejala alam dalam cakupan keterampilan proses dalam pengukuran, perubahan iklim, pemanasan global, pencemaran lingkungan energi alternatif dan pemanfaatannya Peserta didik mampu mendeskripsikan gejala alam dalam cakupan keterampilan proses dalam pengukuran, perubahan iklim, pemanasan global, pencemaran lingkungan energi alternatif, serta energi nuklir dan pemanfaatannya Elemen Keterampilan Proses(Process Skills) Elemen Keterampilan Proses(Process Skills) Mengamati Mengamati Peserta didik mampu mengoptimalkan potensi Peserta didik mampu mengoptimalkan potensi
menggunakan ragam alat bantu untuk melakukan pengukuran dan pengamatan menggunakan ragam alat bantu untuk melakukan pengukuran dan pengamatan Mempertanyakan dan memprediksi Mempertanyakan dan memprediksi Peserta didik mampu mempertanyakan dan memprediksi berdasarkan hasil observasi, mampu merumuskan permasalahan yang ada dan mampu mengajukan pertanyaan kunci untuk menyelesaikan masalah. Peserta didik mampu mempertanyakan dan memprediksi berdasarkan hasil observasi, mampu merumuskan permasalahan yang ada dan mampu mengajukan pertanyaan kunci untuk menyelesaikan masalah. Merencanakan dan melakukan penyelidikan Merencanakan dan melakukan penyelidikan peserta didik merumuskan tujuan, menyusun prosedur, dan menggunakan referensi yang benar dalam perencanaan penyelidikan/penelitian serta membedakan fakta, opini, jenis-jenis variabel peserta didik merumuskan tujuan, menyusun prosedur, dan menggunakan referensi yang benar dalam perencanaan penyelidikan/penelitian serta membedakan fakta, opini, jenis-jenis variabel Memproses dan Menganalisis data dan informasi Memproses dan Menganalisis data dan informasi Peserta didik menggunakan alat ukur yang sesuai, mengumpulkan data dan mengolah data menggunakan metode dan satuan yang benar serta menyimpulkan hasil penelitian Peserta didik menggunakan alat ukur yang sesuai, mengumpulkan data dan mengolah data menggunakan metode dan satuan yang benar serta menyimpulkan hasil penelitian Mengevaluasi dan refleksi Mengevaluasi dan refleksi Peserta didik berani dan santun dalam mengajukan pertanyaan dan mengembangkan keingintahuan serta melakukan kegiatan yang menunjukkan kepedulian lingkungan dan bersikap jujur terhadap temuan data/fakta Peserta didik berani dan santun dalam mengajukan pertanyaan dan mengembangkan keingintahuan serta melakukan kegiatan yang menunjukkan kepedulian lingkungan dan bersikap jujur terhadap temuan data/fakta Mengkomunikasikan hasil Mengkomunikasikan hasil Peserta didik menyusun laporan tertulis hasil penelitian serta mengomunikasikan hasil penelitian yang dilakukan secara lisan dan Peserta didik menyusun laporan tertulis hasil penelitian serta mengomunikasikan hasil penelitian yang dilakukan secara lisan dan
tulisan tulisan Alur Capaian Pembelajaran Per Tahun Pada akhir kelas 10, peserta didik memliki kemampuan untuk responsif terhadap isu-isu global dan berperan aktif dalam memberikan penyelesaian masalah. Kemampuan tersebut antara lain mengamati, mempertanyakan dan memprediksi, merencanakan dan melakukan penyelidikan, memproses dan menganalisis data dan informasi , mengevaluasi dan refleksi, mengkomunikasikan hasil dalam bentuk projek sederhana atau simulasi visual menggunakan aplikasi teknologi yang tersedian terkait dengan energi alternatif, pemanasan global, pencemaran lingkungan, nano teknologi, bioteknologi, kimia dalam kehidupan sehari-hari, pemanfaatan limbah dan bahan alam, pandemi akibat infeksi virus. Semua upaya tersebu diarahkan pada pencapaian tujuan pembangunan yang berkelanjutan (SDGs). Melalui pengembangan sejumlah pengetahuan tersebut dibangun pula berakhlak mulia dan sikap ilmiah seperti jujur, objektif, bernalar kritis, kreatif, mandiri, inovatif, bergotong royong, dan berkebhinekaan globaL Pada akhir kelas 10, peserta didik memliki kemampuan untuk responsif terhadap isu-isu global dan berperan aktif dalam memberikan penyelesaian masalah. Kemampuan tersebut antara lain mengamati, mempertanyakan dan memprediksi, merencanakan dan melakukan penyelidikan, memproses dan menganalisis data dan informasi , mengevaluasi dan refleksi, mengkomunikasikan hasil dalam bentuk projek sederhana atau simulasi visual menggunakan aplikasi teknologi yang tersedian terkait dengan energi alternatif, pemanasan global, pencemaran lingkungan, nano teknologi, bioteknologi, kimia dalam kehidupan sehari-hari, pemanfaatan limbah dan bahan alam, pandemi akibat infeksi virus. Semua upaya tersebu diarahkan pada pencapaian tujuan pembangunan yang berkelanjutan (SDGs). Melalui pengembangan sejumlah pengetahuan tersebut dibangun pula berakhlak mulia dan sikap ilmiah seperti jujur, objektif, bernalar kritis, kreatif, mandiri, inovatif, bergotong royong, dan berkebhinekaan globaL Elemen Pemahaman Sains Elemen Pemahaman Sains Pada akhir fase ini peserta didik memiliki kemampuan untuk melakukan pengukuran,menciptakan solusi atas permasalahan energi alternatif sehingga mengurangi terjadinya pemanasan global dan pencemaran lingkungan Pada akhir fase ini peserta didik memiliki kemampuan untuk melakukan pengukuran,menciptakan solusi atas permasalahan energi alternatif sehingga mengurangi terjadinya pemanasan global dan pencemaran lingkungan Sub Elemen Capaian Pembelajaran Per Tahun Sub Elemen Capaian Pembelajaran Per Tahun ENERGI ALTERNATIF PEMANASAN GLOBAL Pada akhir kelas X, peserta didik memiliki kemampuan untuk Pada akhir X, peserta didik memiliki kemampuan menciptakan solusi atas
melakukan pengukuran, menciptakan solusi atas permasalahan- permasalahan berdasarkan isu lokal atau global dari Pemahamannya tentang energi alternatif untuk mengurangi Penggunaan energi yang berasal dari fosil sehingga tidak terjadi pemanasan global permasalahan-permasalahan berdasarkan isu lokal atau global dari pemahamannya tentang pemanasan global dan pencemaran lingkungan Elemen Keterampilan Proses(Process Skills) Elemen Keterampilan Proses(Process Skills) Pada akhir Kelas X, peserta didik melakukan projek melalui keterampilan proses untuk merancang dan melakukan penyelidikan yang berkaitan dengan permasalahan kehidupan, mengumpulkan, mengolah dan menganalisis data dan mengembangkan keterampilan dalam membangun prediksi yang masuk akal dan kesimpulan yang valid. Selanjutnya peserta didik mengkomunikasikan hasil penyelidikannya dan menciptakan ide untuk memecahkan masalah tersebut Pada akhir Kelas X, peserta didik melakukan projek melalui keterampilan proses untuk merancang dan melakukan penyelidikan yang berkaitan dengan permasalahan kehidupan, mengumpulkan, mengolah dan menganalisis data dan mengembangkan keterampilan dalam membangun prediksi yang masuk akal dan kesimpulan yang valid. Selanjutnya peserta didik mengkomunikasikan hasil penyelidikannya dan menciptakan ide untuk memecahkan masalah tersebut Alur Tujuan Pembelajaran 10.1 Menerapkan konsep pengukuran dan metode ilmiah dengan melakukan penyelidikan sederhana, mengumpulkan data menggunakan alat ukur atau aplikasi teknologi yang tersedia, menganalisis data, menyimpulkan dan mengkomunikasikan hasil penyelidikannya baik secara lisan maupun tulisan. 10.4 Menganalisis pemanasan global serta kaitannya dengan perubahan iklim, mengumpulkan fakta-fakta gejala terjadinya dari berbagai sumber, mengidentifikasi penyebab serta dampaknya bagi kehidupan dan menyajikannya berupa tayangan video atau simulasi. 10.2 Mengidentifikasi dan memprediksi masalah penerapan transfer serta transformasi energi yang penting bagi masyarakat industri modern, dampaknya bagi kehidupan manusia melalui diskusi, tayangan dan simulasi serta menyajikan laporannya. 10.5 Menganalisis pengaruh karbondioksida terhadap kenaikan suhu pada efek rumah kaca melalui penyelidikan sederhana, mengumpulkan data menggunakan alat ukur atau aplikasi teknologi yang tersedia, menganalisis serta menyajikan hasil penyelidikannya nya.
10.3 merancang alternatif solusi berupa produk kreatif sederhana untuk mengurangi penggunaan energi fosil dalam bidang energi alternatif terbarukan seperti energi tenaga surya atau energi tenaga mikrohidro atau energi angin sesuai kondisi lingkungan sekitar, merangkai produk, mengevaluasi produk serta mengkomunikasikannya dengan baik dan persuasive. 10.6 Merancang produk ramah lingkungan atau proyek yang bermanfaat untuk mengurangi atau memperlambat dampak pemanasan global melalui merangkai produk, mengevaluasi, memperbaiki dan mempresentasikan produknya secara lisan. JUMLAH JAM PELAJARAN PER TAHUN: 103 JAM PELAJARAN Kata Kunci isu global, energi alternatif, keterampilan proses sains perubahan iklim, ramah lingkungan, pemanasan global Profil Pelajar Pancasila Melalui pengembangan sejumlah pengetahuan dan keterampilan, pelajar menjadi pribadi yang berakhlak mulia dan sikap ilmiah seperti jujur, objektif dan mandiri saat mengumpulkan, mengolah, menganalisis data penyelidikan. Pelajar juga memiliki profil bernalar kritis dalam menyikapi berbagai permasalahan yang timbul di lingkungan sekitar atau global serta kreatif, inovatif dan senantiasa bergotong royong dalam membuat produk atau menylesaikan proyeknya. Melalui pengembangan sejumlah pengetahuan dan keterampilan, pelajar menjadi pribadi yang berakhlak mulia dan sikap ilmiah seperti jujur, objektif dan mandiri saat mengumpulkan, mengolah, menganalisis data penyelidikan. Pelajar juga memiliki profil bernalar kritis dalam menyikapi berbagai permasalahan yang timbul di lingkungan sekitar atau global serta kreatif, inovatif dan senantiasa bergotong royong dalam membuat produk atau menylesaikan proyeknya. GLOSARIUM Efek rumah kaca : naiknya suhu bumi yang disebabkan oleh terperangkapnya sinar matahari gelombang panjang (infra merah) oleh gas–gas rumah kaca Fosil : sisa, jejak, atau bekas binatang maupun tumbuhan masa lalu yang terawetkan di dalam Bumi Iklim : kondisi cuaca di wilayah tertentu dalam periode waktu yang lama Karbondioksida : sejenis senyawa kimia yang terdiri dari dua atom oksigen yang terikat secara kovalen dengan sebuah atom karbon, dihasilkan oleh semua hewan, tumbuh-tumbuhan, fungi, dan mikroorganisme pada proses respirasi, juga dihasilkan dari hasil samping pembakaran bahan bakar fosil Metode ilmiah : suatu prosedur atau tata cara sistematis yang digunakan para ilmuan untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi Pengukuran : kegiatan menentukan atau membandingkan suatu besaran, dimensi, atau kapasitas
Mengetahui Salak, Agustus 2026 Kepala SMA Negeri 1 Salak Guru Mata Pelajaran. Nurlaila Solin, S.Pd, M.Pd Parsaoran Lam Tota Nababan, S.Si NIP. 19811227 200312 2 001 NIP. 19791230 201001 2 012 dengan suatu standar atau satuan ukur tertentu. Perubahan iklim : Perubahan yang signifikan dan bertahan lama dalam distribusi statistik pola cuaca selama periode yang berkisar dari beberapa dekade hingga jutaan tahun Ramah lingkungan : Tidak bersifat merusak lingkungan Teknologi : kumpulan alat, termasuk mesin, modifikasi, pengaturan dan prosedur yang digunakan oleh manusia / keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia Tenaga mikrohidro : teknologi untuk memanfaatkan debit air yang ada di sekitar kita untuk diubah menjadi energi lain misalkan energi listrik Tenaga surya : teknologi untuk memanfaatkan cahaya matahari untuk diubah menjadi energi lain misalkan energi listrik Tranfer energi : perpindahan energi dari satu tempat ke tempat yang lain Transformasi Energi : disebut juga dengan konversi energi, adalah proses perubahan energi dari satu bentuk ke bentuk lainnya.
PERHITUNGAN MINGGU EFEKTIF SEMESTER GANJIL SEKOLAH ; SMA NEGERI 1SALAK KELAS : X FASE E MATA PELAJARAN : FISIKA No Bulan Jumlah Minggu Jumlah Jam Pelajaran /Minggu Jumlah JP 1. Juli 5 3 15 2. Agustus 4 3 12 3. September 4 3 12 4. Oktober 5 3 15 5. Nopember 4 3 12 6. Desember 4 3 12 JUMLAH 78 Asesemen dan pengisian rapor 2 minggu x 3 JP = 6 JP Libur Semeter Ganjil 2 minggu x 3 JP = 6 JP JUMLAH = 12 JP TOTAL MINGGU EFEKTIF = 78 JP - 12 JP = 66 JP 66 JP : 3 JP = 22 MINGGU Mengetahui Salak, Agustus 2026 Kepala SMA Negeri 1 Salak Guru Mata Pelajaran. Nurlaila Solin, S.Pd, M.Pd Parsaoran Lam Tota Nababan, S.Si NIP. 19811227 200312 2 001 NIP. 19791230 201001 2 012
PERHITUNGAN MINGGU EFEKTIF SEMESTER GENAP SEKOLAH ; SMA NEGERI 1SALAK KELAS : X FASE E MATA PELAJARAN : FISIKA No Bulan Jumlah Minggu Jumlah Jam Pelajaran /Minggu Jumlah JP 1. Januari 4 3 12 2. Februari 4 3 12 3. Maret 4 3 12 4. April 5 3 15 5. Mei 4 3 12 6. Juni 4 3 12 JUMLAH 75 Libur awal puasa = 1 minggu x 3 JP = 3 JP Libur Hari Raya Idul Fitri = 1 minggu x 3 JP = 3 JP Asesmen Sekolah = 1 minggu x 3 JP = 3 JP Libur Semester Genap = 1 minggu x 3 JP = 3 JP Penilaian Akhir Semester = 1 minggu x 3 JP JUMLAH = 3 JP = 15 JP TOTAL MINGGU EFEKTIF 72 JP - 15 JP = 57 JP 57 JP : 3 JP = 19 MINGGU Mengetahui Salak, Agustus 2026 Kepala SMA Negeri 1 Salak Guru Mata Pelajaran. Nurlaila Solin, S.Pd, M.Pd Parsaoran Lam Tota Nababan, S.Si NIP. 19811227 200312 2 001 NIP. 19791230 201001 2 012
Mata Pelajaran : IPA (Fisika) Satuan Pendidikan : SMA Negeri 1 Salak Tahun Pelajaran : 2026 / 2027 Kelas / Semester : X (Sepuluh) / I ( Ganjil ) No. Alur Tujuan Pembelajaran Aloka si Wakt u Juli Agustus September Oktober November Desember 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 Bab 1 : Pengukuran Dalam Kegiatan Kerja Ilmiah 1. Subb Bab : 1.1 20 Macam-Macam Alat Ukur & 1.2 Besaran, Satuan, Dan Dimensi Menyebutkan macam- macam alat ukur. Mengelompo kkan alat ukur berdasarkan besaran- besaran fisis terkait. Membedakan alat ukur yang memiliki JP A S E S M E N S U M A T I F L I B U R S E M E S T E R PROGRAM SEMESTER KURIKULUM MERDEKA IPA (FISIKA)FASE E KELAS X
besaran yang sama. Menentukan dimensi dari suatu besaran turunan. G A N J I L 2. Sub Bab 1.3 : 20 Aturan Angka Penting Dan Notasi Ilmiah Melakukan pengolahan data hasil pengukuran dengan menggunakan aturan angka penting. Menuliskan hasil pengukuran dengan menggunakan aturan penulisan notasi ilmiah. JP R E M E D I A L P E N G I S I A N R A P O R 3. Sub Bab 1.4 : 20 Nilai Ketidakpastian Pada Pengukuran JP K O K U R I K U
Berulang Menentukan nilai ketidakpastian pada pengukuran berulang. Merancang percobaan untuk menyelidiki suatu kasus terkait pengukuran. L E R umlah Jam Pelajaran 60 JP Mengetahui Salak, Agustus 2026 Kepala SMA Negeri 1 Salak Guru Mata Pelajaran. Nurlaila Solin, S.Pd, M.Pd Parsaoran Lam Tota Nababan, S.Si NIP. 19811227 200312 2 001 NIP. 19791230 201001 2 012
Mata Pelajaran : IPA (Fisika) Satuan Pendidikan : SMA Negeri 1 Salak Tahun Pelajaran : 2026 / 2027 Kelas / Semester : X (Sepuluh) / II ( Genap ) N o. Alur Tujuan Pembelajaran Alok asi Wakt u Januari Februari Maret April Mei Juni 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 b 6 : Energi Terbarukan 1. Sub Bab : 6.1. Energi & 6.2. Bentuk-Bentuk Energi Mendefinisika n pengertian usaha. Mendefinisika n energi berdasarkan konsep usaha. Mengidentifik asikan macam- macam bentuk 6 JP L L I B U R R A Y A I D U L A S E S M E N L I B U R I B U R A W A L P U A S A PROGRAM SEMESTER KURIKULUM MERDEKA IPA (FISIKA)FASE E KELAS X
energi dasar yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Menganalisis bentuk energi yang terlibat pada penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. H A R I F I T R I S E M E S T K E N A I K Sub Bab : 6.3. Hukum Kekekalan Energi Dan Konversi Energi & 6.4. Urgensi Isu Kebutuhan Energi Menganalisis keberlakuan Hukum Kekekalan Energi Mekanik pada peristiwa yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Menemukan 12 JP E R G E N A P P E N G I S I A N A N K E L A S
masalah ketersediaan energi yang ada di lingkungan sekitar tempat tinggal. 3. Sub Bab : . Sumber Energi . Sumber Energi Terbarukan Dan Sumber Energi Tak Terbarukan . Dampak Eksplorasi Dan Penggunaan Energi . Upaya Pemenuhan Kebutuhan Energi Menemukan masalah ketersediaan energi yang ada di lingkungan sekitar tempat tinggal. Menemukan potensi sumber energi 6 JP R A P O R D A N P E
yang ada di Plingkungan sekitar tempat tinggal. Merencanakan rancangan pembuatan alat atau prototipe penghasil energi sederhana sebagai solusi masalah ketersediaan energi. M B A G I A N Bab 8 : Pemanasan Global : Konsep Dan Solusi Sub Bab 8.1 : Fakta-Fakta Perubahan Lingkungan Mengidentifik asi fakta-fakta perubahan lingkungan. Menganalisis keterkaitan fakta perubahan lingkungan dengan keberlangsung 6 JP R A P O R
an makhluk hidup dan ekosistem. Mengidentifik asi fakta-fakta perubahan lingkungan. Mendeskripsik an el niño dan la niña. Menganalisis keterkaitan el niño dan la niña bagi Indonesia. 5. Sub Bab 8.2 : Peningkatan Kadar Co2 Atmosfer Di Balik Peningkatan Suhu Bumi Mendeskripsik an pemanasan global. Mendeskripsik an proses efek rumah kaca. Menganalisis hubungan antara proses pembakaran 6 JP
dengan efek rumah kaca. 6. Sub Bab 8.3 : Aktivitas Manusia Yang Menyebabkan Perubahan Lingkungan Mengidentifik asi aktivitas manusia yang menyebabkan kerusakan lingkungan. Menganalisis keterkaitan antara pembalakan liar, alih fungsi lahan, penggunaan CFC dan pembakaran bahan bakar fosil dengan peningkatan suhu bumi. 9 JP 7. Sub Bab 8.4 : Solusi Mengatasi Pemanasan Global Menganalisis 9 JP
keterkaitan antara konservasi makhluk hidup dan lingkungan dengan pencegahan kerusakan lingkungan. Menciptakan solusi terhadap perubahan lingkungan sebagai dampak pemanasan global. Mengkampan yekan hasil Proyek. umlah Jam Pelajaran 20 JP Mengetahui Salak, Agustus 2026 Kepala SMA Negeri 1 Salak Guru Mata Pelajaran. Nurlaila Solin, S.Pd, M.Pd Parsaoran Lam Tota Nababan, S.Si NIP. 19811227 200312 2 001 NIP. 19791230 201001 2 01
PROGRAM TAHUNAN KURIKULUM MERDEKA IPA (Fisika)FASE E KELAS X Mata Pelajaran : IPA (Fisika) Satuan Pendidikan : SMA Negeri 1 Salak Tahun Pelajaran : 2026 / 2027 Kelas / semwester : X (Sepuluh) / I (Ganjil)& II (Genap) Bab/ Sub Bab Alur Tujuan Pembelajaran Alokasi Waktu Semester Bab 1 : Pengukuran Dalam Kegiatan Kerja Ilmiah Subb Bab : 1.1 Macam-Macam Alat Ukur & 1.2 Besaran, Satuan, Dan Dimensi Menyebutkan macam-macam alat ukur. Mengelompokkan alat ukur berdasarkan besaran-besaran fisis terkait. Membedakan alat ukur yang memiliki besaran yang sama. Menentukan dimensi dari suatu besaran turunan. 20 JP I (Ganjil) Sub Bab 1.3 : Aturan Angka Penting Dan Notasi Ilmiah Melakukan pengolahan data hasil pengukuran dengan menggunakan aturan angka penting. Menuliskan hasil pengukuran dengan menggunakan aturan penulisan notasi ilmiah. 20 JP I (Ganjil) Sub Bab 1.4 : Nilai Ketidakpastian Pada Pengukuran Berulang Menentukan nilai ketidakpastian pada pengukuran berulang. Merancang percobaan untuk menyelidiki suatu kasus terkait pengukuran. 20 JP I (Ganjil) b 6 : Energi Terbarukan Sub Bab : 6.1. Energi & 6.2. Bentuk- Bentuk Energi Mendefinisikan pengertian usaha. Mendefinisikan energi berdasarkan konsep usaha. Mengidentifikasikan macam-macam bentuk energi dasar 6 JP II (Genap)
yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Menganalisis bentuk energi yang terlibat pada penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Sub Bab : 6.3. Hukum Kekekalan Energi Dan Konversi Energi & 6.4. Urgensi Isu Kebutuhan Energi Menganalisis keberlakuan Hukum Kekekalan Energi Mekanik pada peristiwa yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Menemukan masalah ketersediaan energi yang ada di lingkungan sekitar tempat tinggal. 12 JP II (Genap) Sub Bab : 6.5. Sumber Energi 6.6. Sumber Energi Terbarukan Dan Sumber Energi Tak Terbarukan 6.7. Dampak Eksplorasi Dan Penggunaan Energi 6.8. Upaya Pemenuhan Kebutuhan Energi Menemukan masalah ketersediaan energi yang ada di lingkungan sekitar tempat tinggal. Menemukan potensi sumber energi yang ada di lingkungan sekitar tempat tinggal. Merencanakan rancangan pembuatan alat atau prototipe penghasil energi sederhana sebagai solusi masalah ketersediaan energi. 6 JP II (Genap) Bab 8 : Pemanasan Global : Konsep Dan Solusi Sub Bab 8.1 : Fakta-Fakta Perubahan Lingkungan Mengidentifikasi fakta-fakta perubahan lingkungan. Menganalisis keterkaitan fakta perubahan lingkungan dengan keberlangsungan makhluk hidup dan ekosistem. Mengidentifikasi fakta-fakta perubahan lingkungan. Mendeskripsikan el niño dan la niña. Menganalisis keterkaitan el niño dan la niña bagi Indonesia. 6 JP II (Genap) Sub Bab 8.2 : Peningkatan Kadar Co2 Atmosfer Di Balik Peningkatan Suhu Bumi Mendeskripsikan pemanasan global. Mendeskripsikan proses efek rumah kaca. Menganalisis hubungan antara proses pembakaran dengan efek rumah kaca. 6 JP II (Genap)
Sub Bab 8.3 : Aktivitas Manusia Yang Menyebabkan Perubahan Lingkungan Mengidentifikasi aktivitas manusia yang menyebabkan kerusakan lingkungan. Menganalisis keterkaitan antara pembalakan liar, alih fungsi lahan, penggunaan CFC dan pembakaran bahan bakar fosil dengan peningkatan suhu bumi. 9 JP II (Genap) Sub Bab 8.4 : Solusi Mengatasi Pemanasan Global Menganalisis keterkaitan antara konservasi makhluk hidup dan lingkungan dengan pencegahan kerusakan lingkungan. Menciptakan solusi terhadap perubahan lingkungan sebagai dampak pemanasan global. Mengkampanyekan hasil Proyek. 9 JP II (Genap) Jumlah Jam Pelajaran 144 JP Mengetahui Salak, Agustus 2026 Kepala SMA Negeri 1 Salak Guru Mata Pelajaran. Nurlaila Solin, S.Pd, M.Pd Parsaoran Lam Tota Nababan, S.Si NIP. 19811227 200312 2 001 NIP. 19791230 201001 2 012
KRITERIA KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN (KKTP) IPA (FISIKA)FASE E KELAS X Mata Pelajaran : IPA (Fisika) Satuan Pendidikan : SMA Negeri 1 Salak Tahun Pelajaran : 2026 / 2027 Kelas : X (Sepuluh) / I ( Ganjil ) No. Alur Tujuan Pembelajaran Skala atau Interval Nilai 0 – 40% 41 – 65% 66 – 85% 86 – 100% Belum mencapai, remedial di seluruh bagian Belum mencapai ketuntasan, remedial di bagian yang diperlukan Sudah mencapai ketuntasan, tidak perlu remedial Sudah mencapai ketuntasan, perlu pengayaan Bab 1 : Pengukuran Dalam Kegiatan Kerja Ilmiah 1. Subb Bab : 1.1 Macam- Macam Alat Ukur & 1.2 Besaran, Satuan, Dan Dimensi Menyebutkan macam- macam alat ukur. Mengelompokkan alat ukur berdasarkan besaran-besaran fisis terkait. Membedakan alat ukur yang memiliki besaran yang sama. Menentukan dimensi dari suatu besaran turunan. Sub Bab 1.3 : Aturan Angka Penting Dan Notasi Ilmiah Melakukan pengolahan data hasil pengukuran dengan menggunakan aturan angka penting. Menuliskan hasil
pengukuran dengan menggunakan aturan penulisan notasi ilmiah. Sub Bab 1.4 : Nilai Ketidakpastian Pada Pengukuran Berulang Menentukan nilai ketidakpastian pada pengukuran berulang. Merancang percobaan untuk menyelidiki suatu kasus terkait pengukuran. Keterangan 0 - 40 % : Belum mencapai, remedial di seluruh bagian 41 - 65 % : Belum mencapai ketuntasan, remedial di bagian yang diperlukan 66 - 85 % : Sudah mencapai ketuntasan, tidak perlu remedial 86 - 100% : Sudah mencapai ketuntasan, perlu pengayaan atau tantangan lebih Mengetahui Salak, Agustus 2026 Kepala SMA Negeri 1 Salak Guru Mata Pelajaran. Nurlaila Solin, S.Pd, M.Pd Parsaoran Lam Tota Nababan, S.Si NIP. 19811227 200312 2 001 NIP. 19791230 201001 2 012
KRITERIA KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN (KKTP) IPA (FISIKA)FASE E KELAS X Mata Mata Pelajaran : IPA (Fisika) Satuan Pendidikan : SMA Negeri 1 Salak Tahun Pelajaran : 2026 / 2027 Kelas / Semester : X (Sepuluh) / II ( Genap ) No. Alur Tujuan Pembelajaran Skala atau Interval Nilai 0 – 40% 41 – 65% 66 – 85% 86 – 100% Belum mencapai, remedial di seluruh bagian Belum mencapai ketuntasan, remedial di bagian yang diperlukan Sudah mencapai ketuntasan, tidak perlu remedial Sudah mencapai ketuntasan, perlu pengayaan b 6 : Energi Terbarukan 1. Sub Bab : 6.1. Energi & 6.2. Bentuk-Bentuk Energi Mendefinisikan pengertian usaha. Mendefinisikan energi berdasarkan konsep usaha. Mengidentifikasikan macam-macam bentuk energi dasar yang ada dalam kehidupan sehari- hari. Menganalisis bentuk energi yang terlibat pada penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Sub Bab : 6.3. Hukum Kekekalan Energi Dan Konversi Energi & 6.4. Urgensi Isu Kebutuhan Energi Menganalisis keberlakuan Hukum Kekekalan Energi Mekanik pada peristiwa yang terjadi dalam
kehidupan sehari-hari. Menemukan masalah ketersediaan energi yang ada di lingkungan sekitar tempat tinggal. 3. Sub Bab : . Sumber Energi . Sumber Energi Terbarukan Dan Sumber Energi Tak Terbarukan . Dampak Eksplorasi Dan Penggunaan Energi . Upaya Pemenuhan Kebutuhan Energi Menemukan masalah ketersediaan energi yang ada di lingkungan sekitar tempat tinggal. Menemukan potensi sumber energi yang ada di lingkungan sekitar tempat tinggal. Merencanakan rancangan pembuatan alat atau prototipe penghasil energi sederhana sebagai solusi masalah ketersediaan energi. Bab 8 : Pemanasan Global : Konsep Dan Solusi Sub Bab 8.1 : Fakta-Fakta Perubahan Lingkungan Mengidentifikasi fakta- fakta perubahan lingkungan. Menganalisis keterkaitan fakta perubahan lingkungan dengan keberlangsungan makhluk hidup dan ekosistem. Mengidentifikasi fakta- fakta perubahan lingkungan.
Mendeskripsikan el niño dan la niña. Menganalisis keterkaitan el niño dan la niña bagi Indonesia. 5. Sub Bab 8.2 : Peningkatan Kadar Co2 Atmosfer Di Balik Peningkatan Suhu Bumi Mendeskripsikan pemanasan global. Mendeskripsikan proses efek rumah kaca. Menganalisis hubungan antara proses pembakaran dengan efek rumah kaca. 6. Sub Bab 8.3 : Aktivitas Manusia Yang Menyebabkan Perubahan Lingkungan Mengidentifikasi aktivitas manusia yang menyebabkan kerusakan lingkungan. Menganalisis keterkaitan antara pembalakan liar, alih fungsi lahan, penggunaan CFC dan pembakaran bahan bakar fosil dengan peningkatan suhu bumi. 7. Sub Bab 8.4 : Solusi Mengatasi Pemanasan Global Menganalisis keterkaitan antara konservasi makhluk hidup dan lingkungan dengan pencegahan kerusakan lingkungan. Menciptakan solusi terhadap perubahan lingkungan sebagai dampak pemanasan global. Mengkampanyekan hasil Proyek.
Keterangan 0 - 40 % : Belum mencapai, remedial di seluruh bagian 41 - 65 % : Belum mencapai ketuntasan, remedial di bagian yang diperlukan 66 - 85 % : Sudah mencapai ketuntasan, tidak perlu remedial 86 - 100% : Sudah mencapai ketuntasan, perlu pengayaan atau tantangan lebih Mengetahui Salak, Agustus 2026 Kepala SMA Negeri 1 Salak Guru Mata Pelajaran. Nurlaila Solin, S.Pd, M.Pd Parsaoran Lam Tota Nababan, S.Si NIP. 19811227 200312 2 001 NIP. 19791230 201001 2 012
A. IDENTITAS MODUL Nama Sekolah : SMA Negeri 1 Salak Nama Penyusun : Parsaoran Lam Tota Nababan, S.Si Mata Pelajaran : IPA (Fisika) Kelas / Fase /Semester : X/ E / Ganjil Alokasi Waktu : 4 Pertemuan (3 x 45 menit) B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK Peserta didik pada umumnya telah memiliki pengetahuan dasar mengenai besaran dan satuan dari jenjang SMP, seperti panjang, massa, dan waktu, serta satuan standar yang umum digunakan (meter, kilogram, detik). Keterampilan yang dimiliki meliputi kemampuan dasar dalam mengukur menggunakan alat sederhana (penggaris, timbangan sederhana). Pemahaman awal yang sudah dimiliki adalah konsep bahwa pengukuran sangat penting dalam kehidupan sehari-hari dan dalam bidang sains. Namun, pemahaman tentang ketidakpastian pengukuran, angka penting, dan dimensi besaran mungkin masih terbatas atau belum mendalam. Beberapa peserta didik mungkin juga sudah terbiasa menggunakan media digital untuk mencari informasi. C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN Materi "Sistem Pengukuran dalam Kerja Ilmiah" mencakup jenis pengetahuan konseptual (besaran, satuan, dimensi, ketidakpastian) dan prosedural (teknik pengukuran, penulisan angka penting, analisis dimensi). Relevansi materi ini sangat tinggi dengan kehidupan nyata peserta didik, terutama dalam kegiatan sehari-hari yang melibatkan pengukuran (misalnya, menimbang bahan makanan, mengukur jarak, mengukur waktu) dan juga relevan dengan profesi di bidang sains dan teknik. Tingkat kesulitan materi ini bersifat moderat, dengan beberapa konsep abstrak seperti dimensi besaran yang mungkin memerlukan pemahaman yang lebih mendalam. Struktur materi tersusun secara hierarkis, dimulai dari konsep dasar besaran dan satuan, kemudian berkembang ke alat ukur, ketidakpastian, angka penting, dan diakhiri dengan dimensi besaran. Integrasi nilai dan karakter akan ditekankan pada ketelitian, kejujuran dalam pengukuran, rasa ingin tahu, kritis dalam menganalisis data, dan kolaborasi dalam kegiatan kelompok. PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM BAB 1 : SISTEM PENGUKURAN DALAM KERJA ILMIAH
D DIMENSI PROFIL LULUSAN Berdasarkan tujuan pembelajaran, dimensi profil lulusan yang akan dicapai adalah: Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis hasil pengukuran, mengidentifikasi ketidakpastian, dan menarik kesimpulan berdasarkan data yang akurat. Kreativitas: Peserta didik mampu merancang prosedur pengukuran sederhana dan menemukan solusi kreatif untuk mengatasi tantangan dalam pengukuran. Kolaborasi: Peserta didik dapat bekerja sama dalam kelompok untuk melakukan eksperimen, mengumpulkan data, dan mempresentasikan hasil. Kemandirian: Peserta didik mampu melakukan pengukuran secara mandiri dan bertanggung jawab atas hasil yang diperoleh. Komunikasi: Peserta didik dapat mengomunikasikan hasil pengukuran dan analisisnya secara jelas dan sistematis, baik secara lisan maupun tulisan. DESAIN PEMBELAJARAN A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) NOMOR : 32 TAHUN 2024 Pada akhir Fase E, peserta didik mengidentifikasi benda- Pada akhir Fase E, peserta didik memiliki kemampuan untuk memahami sistem pengukuran, energi alternatif, ekosistem, bioteknologi, keanekaragaman hayati, struktur atom, reaksi kimia, hukum-hukum dasar kimia, dan perubahan iklim sehingga responsif dan dapat berperan aktif dalam menyelesaikan masalah pada isu-isu lokal dan global. Semua upaya tersebut diarahkan pada pencapaian tujuan pembangunan yang berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Elemen Capaian Pembelajaran Pemahaman IPA Peserta didik memahami proses klasifikasi makhluk hidup; peranan virus, bakteri, dan jamur dalam kehidupan; ekosistem dan interaksi antarkomponen serta faktor yang mempengaruhi; dan pemanfaatan bioteknologi dalam berbagai bidang kehidupan. Peserta didik memahami sistem pengukuran dalam kerja ilmiah; energi alternatif dan pemanfaatannya untuk mengatasi permasalahan ketersediaan energi. Peserta didik memahami struktur atom dan kaitannya dengan sifat unsur dalam tabel periodik; serta memahami reaksi kimia, hukum- hukum dasar kimia, dan perannya dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik menerapkan pemahaman IPA untuk mengatasi permasalahan berkaitan dengan perubahan iklim. Keterampilan Proses Mengamati Peserta didik mengamati fenomena ilmiah dan mencatat hasil pengamatannya dengan memperhatikan karakteristik dari objek yang diamati untuk memunculkan pertanyaan yang akan diselidiki. Mempertanyakan dan Memprediksi
Peserta didik mengidentifikasi pertanyaan dan permasalahan yang dapat diselidiki secara ilmiah. Peserta didik menghubungkan pengetahuan yang telah dimiliki dengan pengetahuan baru untuk membuat prediksi. Merencanakan dan Melakukan Penyelidikan Peserta didik merencanakan penyelidikan ilmiah dan melakukan langkah- langkah operasional berdasarkan referensi yang benar untuk menjawab pertanyaan. Peserta didik melakukan pengukuran atau membandingkan variabel terikat dengan menggunakan alat yang sesuai serta memperhatikan kaidah ilmiah. Memproses, Menganalisis Data dan Informasi Peserta didik menafsirkan informasi yang diperoleh dengan jujur dan bertanggung jawab. Peserta didik menganalisis menggunakan alat dan metode yang tepat berdasarkan data penyelidikan dengan menggunakan referensi rujukan yang sesuai, serta menyimpulkan hasil penyelidikan. Mengevaluasi dan Refleksi Peserta didik mengidentifikasi sumber ketidakpastian dan kemungkinan penjelasan alternatif dalam rangka mengevaluasi kesimpulan serta menjelaskan cara spesifik untuk meningkatkan kualitas data. Peserta didik menganalisis validitas informasi dan mengevaluasi pendekatan yang digunakan untuk menyelesaikan masalah dalam penyelidikan. Mengomunikasikan Hasil Peserta didik mengomunikasikan hasil penyelidikan secara sistematis dan utuh ditunjang dengan argumen ilmiah berdasarkan referensi sesuai konteks penyelidikan. B. LINTAS DISIPLIN ILMU Matematika: Penggunaan notasi ilmiah, perhitungan angka penting, analisis data statistik sederhana (rata-rata, standar deviasi), dan pemahaman grafik. Kimia: Penggunaan pengukuran dalam praktikum kimia, seperti mengukur volume larutan atau massa zat. Biologi: Penggunaan pengukuran dalam observasi fenomena biologis, seperti mengukur pertumbuhan tanaman atau ukuran mikroorganisme. Bahasa Indonesia: Kemampuan menyampaikan gagasan dan hasil laporan secara lisan dan tulisan yang jelas dan terstruktur. Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK): Pemanfaatan perangkat lunak untuk analisis data, pencarian informasi, dan presentasi.
C. TUJUAN PEMBELAJARAN Pertemuan 1: Besaran, Satuan, dan Pengukuran Dasar Melalui diskusi kelompok dan eksplorasi lingkungan, peserta didik dapat mengidentifikasi besaran pokok dan besaran turunan dengan tepat (Meaningful Learning). Melalui praktikum sederhana menggunakan alat ukur dasar, peserta didik dapat melakukan pengukuran panjang, massa, dan waktu dengan benar dan teliti (Joyful Learning, Mindful Learning). Setelah melakukan pengukuran, peserta didik dapat menuliskan hasil pengukuran sesuai dengan kaidah notasi ilmiah (Meaningful Learning). Pertemuan 2: Ketidakpastian Pengukuran dan Angka Penting Melalui studi kasus dan diskusi, peserta didik dapat menganalisis sumber-sumber ketidakpastian dalam pengukuran dan mengidentifikasi jenis-jenis ketidakpastian (sistematis dan acak) (Meaningful Learning, Mindful Learning). Dengan melakukan serangkaian pengukuran berulang, peserta didik dapat menentukan nilai terbaik dan ketidakpastian pengukuran dengan benar (Joyful Learning, Meaningful Learning). Melalui latihan soal dan diskusi, peserta didik dapat menerapkan aturan angka penting dalam hasil pengukuran dan perhitungan (Meaningful Learning). Pertemuan 3: Dimensi Besaran dan Pengaplikasiannya Melalui eksplorasi konsep dan diskusi, peserta didik dapat menentukan dimensi dari berbagai besaran fisika, baik besaran pokok maupun besaran turunan (Meaningful Learning, Mindful Learning). Dengan menganalisis berbagai persamaan fisika, peserta didik dapat menggunakan konsep dimensi untuk memeriksa kebenaran persamaan dan menurunkan satuan (Joyful Learning, Meaningful Learning). Melalui presentasi kelompok, peserta didik dapat menyajikan contoh aplikasi analisis dimensi dalam kehidupan sehari-hari atau teknologi (Meaningful Learning, Kolaborasi, Komunikasi). D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL Mengukur Jejak Karbon Pribadi: Peserta didik mengukur dan menghitung berbagai besaran (jarak tempuh, konsumsi energi, volume air) dalam aktivitas sehari-hari untuk memahami dampaknya terhadap lingkungan. Desain Sederhana Alat Pengukur: Peserta didik merancang dan membuat alat pengukur sederhana (misalnya, pengukur tinggi air hujan, pengukur kecepatan angin sederhana) dan menguji akurasinya. Analisis Data Olahraga: Peserta didik menganalisis data pengukuran dalam olahraga (misalnya, kecepatan lari, tinggi lompatan, waktu tempuh) untuk memahami pentingnya pengukuran yang akurat. Kalibrasi Alat Ukur Rumah Tangga: Peserta didik membandingkan hasil pengukuran dari alat ukur rumah tangga (misalnya, timbangan dapur, meteran kain) dengan standar yang diketahui.
E. KERANGKA PEMBELAJARAN Praktik Pedagogik: Metode Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning): Peserta didik akan terlibat dalam proyek mini seperti "Mengukur Dunia Kita: Dari Sekitar Rumah Hingga Kelas". Proyek ini melibatkan: Eksplorasi Lapangan: Peserta didik melakukan pengukuran besaran fisis di lingkungan sekolah atau rumah (misalnya, mengukur tinggi tiang bendera, luas lapangan, kecepatan teman berjalan, volume air dalam botol, dll.) menggunakan berbagai alat ukur. Wawancara (opsional): Jika memungkinkan, peserta didik dapat mewawancarai tukang bangunan, penjahit, atau orang lain yang sering menggunakan pengukuran dalam pekerjaannya untuk memahami relevansi dan ketelitian pengukuran. Presentasi: Peserta didik mempresentasikan hasil proyek mereka, termasuk metode pengukuran, data yang dikumpulkan, analisis ketidakpastian, penerapan angka penting, dan kesimpulan. Diskusi Kelompok: Diskusi akan dilakukan untuk menganalisis konsep-konsep, memecahkan masalah, dan merefleksikan hasil eksperimen. Mitra Pembelajaran: Lingkungan Sekolah: Guru mata pelajaran lain (Matematika, Kimia, Biologi) untuk integrasi konsep; Penjaga sekolah atau staf kebersihan untuk contoh pengukuran dalam pemeliharaan fasilitas. Lingkungan Luar Sekolah: Orang tua/wali sebagai pendamping dalam eksplorasi pengukuran di rumah; Toko bangunan atau bengkel untuk melihat contoh alat ukur dan aplikasinya. Masyarakat: Para profesional yang pekerjaannya melibatkan pengukuran (misalnya, insinyur, arsitek, surveyor, ahli gizi). Lingkungan Belajar: Ruang Fisik: Laboratorium fisika (untuk praktikum alat ukur presisi), ruang kelas (untuk diskusi, presentasi), area outdoor sekolah (untuk pengukuran lapangan). Ruang Virtual: Platform pembelajaran daring situs web edukasi (PhET Interactive Simulations, Khan Academy), video tutorial pengukuran di YouTube. Pemanfaatan Digital: Perpustakaan Digital: Mengakses e-book atau jurnal ilmiah terkait pengukuran dan metrologi. Forum Diskusi Daring: Diskusi asinkron melalui platform untuk berbagi hasil, bertanya, dan memberikan umpan balik. Penilaian Daring: Kuis formatif ; Penyerahan tugas dan laporan proyek . Aplikasi Simulasi: Penggunaan simulasi virtual (misalnya, PhET) untuk eksplorasi konsep pengukuran, ketidakpastian, dan angka penting tanpa risiko kesalahan alat yang sebenarnya.
F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI A. Kegiatan Pendahuluan (15 Menit) Prinsip Pembelajaran Berkesadaran (Mindful Learning): Guru memulai dengan mengajak peserta didik untuk melakukan latihan pernapasan singkat atau mindfulness (misalnya, memusatkan perhatian pada suara di sekitar) untuk menenangkan pikiran dan mempersiapkan diri menerima pembelajaran. Guru mengajukan pertanyaan pemantik: "Pernahkah kalian berpikir mengapa pengukuran itu penting dalam kehidupan kita sehari-hari? Berikan contohnya!" (bertujuan untuk mengaktifkan skemata dan relevansi). Prinsip Pembelajaran Bermakna (Meaningful Learning): Guru menampilkan gambar atau video singkat yang menunjukkan berbagai situasi pengukuran dalam kehidupan nyata (misalnya, resep masakan, pembangunan gedung, balap mobil, pengujian produk). Guru mengaitkan dengan materi sebelumnya (jika ada) dan memperkenalkan Bab I "Sistem Pengukuran dalam Kerja Ilmiah" sebagai dasar untuk memahami dunia fisika. Prinsip Pembelajaran Menggembirakan (Joyful Learning): Guru melakukan ice breaking singkat terkait pengukuran, misalnya "Tebak Panjang" atau "Kuis Cepat Satuan" menggunakan Kahoot atau Mentimeter untuk menciptakan suasana ceria dan interaktif. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada pertemuan ini dengan bahasa yang menarik dan memotivasi. B. Kegiatan Inti (90 Menit) Prinsip Pembelajaran Memahami (Understanding): Diferensiasi Konten: Besaran dan Satuan: Guru menyajikan materi tentang besaran pokok dan besaran turunan, serta sistem satuan internasional (SI) melalui kombinasi presentasi visual (infografis, video), dan buku teks. Peserta didik dapat memilih sumber belajar tambahan (video edukasi di YouTube, artikel singkat) sesuai gaya belajar mereka. Alat Ukur: Guru menjelaskan berbagai alat ukur dan cara penggunaannya. Peserta didik yang membutuhkan visualisasi lebih dapat menonton video tutorial penggunaan alat ukur. Prinsip Pembelajaran Bermakna (Meaningful Learning) & Berkesadaran (Mindful Learning): Aktivitas Kelompok (Project-Based Learning - Eksplorasi): Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil. Setiap kelompok mendapatkan tugas untuk mengukur beberapa objek di dalam atau di luar kelas menggunakan alat ukur yang berbeda (misalnya, panjang meja dengan meteran pita, volume air dengan gelas ukur, waktu lari teman dengan stopwatch). Guru berkeliling membimbing dan memberikan pertanyaan yang memancing pemikiran kritis tentang proses pengukuran.
Studi Kasus: Guru memberikan studi kasus tentang kesalahan pengukuran dalam kehidupan nyata (misalnya, kegagalan roket karena kesalahan konversi satuan) untuk memicu diskusi dan kesadaran akan pentingnya ketelitian. Prinsip Pembelajaran Mengaplikasi (Applying): Diferensiasi Proses: Praktikum Terbimbing: Peserta didik melakukan praktikum sederhana mengenai pengukuran. Guru memberikan panduan praktikum yang jelas, namun juga memberikan ruang bagi kelompok untuk bereksplorasi. Penulisan Laporan Awal: Peserta didik mulai menyusun laporan sementara dari hasil pengukuran mereka, termasuk tabel data dan sketsa alat ukur yang digunakan. Guru memberikan format laporan yang fleksibel (misalnya, laporan tertulis, mind map, infografis digital). Diskusi dan Refleksi (Mindful Learning): Setiap kelompok mempresentasikan hasil pengukuran awal mereka dan mendiskusikan tantangan yang dihadapi. Guru memfasilitasi diskusi tentang "apa yang sudah saya pelajari hari ini tentang pengukuran?" dan "apa yang masih membuat saya penasaran?". Prinsip Pembelajaran Menggembirakan (Joyful Learning): Permainan Interaktif: Guru dapat menggunakan simulasi pengukuran online (misalnya dari PhET Interactive Simulations) yang memungkinkan peserta didik bereksperimen dengan berbagai alat ukur virtual dan melihat dampaknya secara langsung. Tantangan Kelompok: Memberikan "tantangan pengukuran" yang seru, misalnya mengukur sesuatu yang sulit dijangkau atau menggunakan alat ukur yang tidak biasa. Prinsip Pembelajaran Merefleksi (Reflecting): Refleksi Individu (Mindful Learning, Bermakna): Peserta didik menulis jurnal reflektif singkat tentang pengalaman mereka dalam melakukan pengukuran, tantangan yang dihadapi, dan pelajaran yang didapat. Guru memberikan beberapa pertanyaan pemandu refleksi (misalnya, "Apa yang paling berkesan dari kegiatan hari ini?", "Bagaimana saya bisa lebih teliti dalam mengukur?", "Apa relevansi pengukuran dengan cita-cita saya?"). Peer Feedback: Peserta didik saling memberikan umpan balik (konstruktif) terhadap laporan sementara atau hasil diskusi kelompok. C. Kegiatan Penutup (15 Menit) Prinsip Pembelajaran Umpan Balik Konstruktif: Guru memberikan umpan balik umum atas hasil diskusi dan laporan sementara peserta didik, menyoroti poin-poin kuat dan area yang perlu ditingkatkan. Guru melakukan sesi tanya jawab untuk mengklarifikasi konsep yang masih belum dipahami.
Menyimpulkan Pembelajaran (Meaningful Learning): Guru bersama peserta didik menyimpulkan poin-poin penting yang telah dipelajari tentang Sistem Pengukuran dalam Kerja Ilmiah. Guru dapat menggunakan "peta konsep" yang dibangun bersama. Guru memberikan penguatan konsep-konsep kunci dan mengaitkannya dengan pentingnya pengukuran dalam berbagai bidang ilmu. Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya (Mindful Learning): Guru menginformasikan materi untuk pertemuan selanjutnya (misalnya, ketidakpastian pengukuran dan angka penting) dan memberikan tugas rumah (misalnya, mencari artikel tentang pentingnya angka penting dalam teknologi). Guru mengajak peserta didik untuk memberikan ide atau pertanyaan untuk pembelajaran berikutnya, sehingga mereka merasa memiliki andil dalam perencanaan. Guru menutup pembelajaran dengan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik dan motivasi untuk terus belajar. G. ASESMEN PEMBELAJARAN 1. Asesmen Awal Pembelajaran: Observasi: Guru mengamati partisipasi peserta didik dalam diskusi awal dan respons terhadap pertanyaan pemantik untuk melihat tingkat pengetahuan awal dan ketertarikan. Kuesioner Singkat: 1. Tuliskan 3 besaran pokok yang kamu ketahui beserta satuannya! 2. Mengapa penting untuk mengukur sesuatu dengan teliti? Berikan satu contoh! 3. Pernahkah kamu menemukan kesalahan dalam pengukuran di kehidupan sehari-hari? Jika ya, ceritakan singkat! 4. Menurutmu, apa saja yang bisa memengaruhi hasil pengukuran? 5. Apa yang kamu harapkan bisa kamu pelajari dari bab Sistem Pengukuran ini? 2. Asesmen Proses Pembelajaran: Tugas Harian (Laporan Praktikum Sederhana): 1. Lakukan pengukuran panjang, lebar, dan tinggi sebuah kotak pensil menggunakan penggaris. Tuliskan hasil pengukuranmu lengkap dengan satuannya. 2. Ambil sebuah botol air mineral kosong, isi dengan air hingga penuh. Perkirakan volumenya, lalu ukur volume air tersebut menggunakan gelas ukur. Bandingkan hasil perkiraan dan pengukuranmu! 3. Lakukan pengukuran waktu yang dibutuhkan temanmu untuk berjalan dari pintu kelas ke papan tulis. Lakukan sebanyak 3 kali dan catat hasilnya. 4. Sebutkan dua kemungkinan sumber kesalahan (ketidakpastian) yang mungkin terjadi saat kamu melakukan pengukuran pada soal nomor 1-3. 5. Dari pengalaman pengukuranmu hari ini, apa pentingnya kita menggunakan satuan standar dalam pengukuran?
Diskusi Kelompok: 1. Bagaimana kelompokmu mengidentifikasi perbedaan antara besaran pokok dan besaran turunan? Berikan contohnya masing-masing dua! 2. Diskusikan dalam kelompok kalian, mengapa kita perlu memahami ketidakpastian dalam setiap pengukuran yang kita lakukan? Berikan satu contoh kasusnya! 3. Sajikan hasil pengukuran kalian dari proyek "Mengukur Dunia Kita" dan jelaskan alat ukur yang kalian gunakan serta tantangan yang dihadapi! 4. Apa saja faktor-faktor yang menurut kelompokmu paling dominan menyebabkan ketidakpastian pada pengukuran yang kalian lakukan? 5. Bagaimana cara kelompokmu memastikan semua anggota aktif berkontribusi dalam diskusi dan kegiatan pengukuran? Presentasi: 1. Jelaskan secara ringkas hasil proyek pengukuran kelompok Anda, termasuk tujuan, metode, dan temuan utama! 2. Bagaimana kelompok Anda mengaplikasikan konsep angka penting dalam pelaporan hasil pengukuran? Berikan contohnya dari data yang Anda miliki! 3. Bagaimana dimensi besaran membantu kelompok Anda dalam memeriksa kebenaran rumus fisika yang berkaitan dengan proyek Anda? Berikan contohnya! 4. Apa saja pelajaran paling berharga yang kelompok Anda dapatkan selama mengerjakan proyek pengukuran ini? 5. Sebutkan satu aplikasi nyata analisis dimensi dalam bidang teknologi atau kehidupan sehari-hari yang menurut kelompok Anda paling menarik! 3. Asesmen Akhir Pembelajaran: Jurnal Reflektif: 1. Apa konsep paling menantang dari bab Sistem Pengukuran yang telah kamu pelajari, dan bagaimana kamu mengatasi kesulitan tersebut? 2. Bagaimana pemahamanmu tentang Sistem Pengukuran ini mengubah caramu melihat hal-hal di sekitarmu (misalnya, saat berbelanja, membaca berita, atau melihat video)? 3. Tuliskan satu hal baru yang kamu pelajari dari teman atau kelompokmu selama pembelajaran bab ini. 4. Jika kamu diminta merancang eksperimen fisika sederhana di rumah, eksperimen apa yang akan kamu lakukan dan besaran apa yang akan kamu ukur? 5. Apa saranmu untuk pembelajaran Sistem Pengukuran selanjutnya agar lebih menyenangkan dan bermakna? Tes Tertulis: 1. Jelaskan perbedaan antara besaran pokok dan besaran turunan, berikan masing- masing dua contoh beserta satuan SI-nya!
2. Sebuah pengukuran panjang buku menghasilkan nilai 25.43 cm. Jika ketidakpastian alat ukur adalah 0.05 cm, tuliskan hasil pengukuran tersebut dengan benar menggunakan notasi ilmiah dan aturan angka penting! 3. Jelaskan mengapa ketidakpastian pengukuran selalu ada dalam setiap kegiatan pengukuran! Berikan dua contoh sumber ketidakpastian! 4. Tentukan dimensi dari besaran kecepatan dan percepatan! Bagaimana Anda dapat menggunakan analisis dimensi untuk memeriksa kebenaran persamaan gerak? 5. Sebuah benda memiliki massa 1250 gram. Jika massa tersebut diukur menggunakan timbangan dengan skala terkecil 1 gram, berapakah jumlah angka penting pada hasil pengukuran tersebut? Jelaskan jawaban Anda! Tugas Akhir (Proyek): 1. Pilihlah salah satu topik pengukuran kontekstual yang telah dibahas (misalnya, Mengukur Jejak Karbon Pribadi, Desain Sederhana Alat Pengukur, Analisis Data Olahraga). 2. Buatlah sebuah laporan proyek yang mencakup: Tujuan proyek Alat dan bahan yang digunakan Prosedur pengukuran yang jelas Data hasil pengukuran (dilengkapi dengan ketidakpastian dan angka penting) Analisis dimensi (jika relevan) Pembahasan hasil dan kesimpulan Refleksi pribadi tentang proses dan hasil proyek. 3. Laporan dapat disajikan dalam bentuk tertulis, infografis, video singkat, atau presentasi digital interaktif. Mengetahui Salak, Agustus 2026 Kepala SMA Negeri 1 Salak Guru Mata Pelajaran. Nurlaila Solin, S.Pd, M.Pd Parsaoran Lam Tota Nababan, S.Si NIP. 19811227 200312 2 001 NIP. 19791230 201001 2 012
A. IDENTITAS MODUL Nama Sekolah : SMA Negeri 1 Salak Nama Penyusun : Parsaoran Lam Tota Nababan, S.Si Mata Pelajaran : IPA (Fisika) Kelas / Fase /Semester : X/ E / Ganjil Alokasi Waktu : 3 Pertemuan (3JP x 45 menit) Tahun Pelajaran : 2026 / 2027 B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK Pengetahuan Awal: o Peserta didik umumnya memiliki pemahaman dasar tentang "energi" dari jenjang SMP (misalnya, energi listrik, energi panas, energi gerak). o Mereka mungkin sudah mengenal beberapa sumber energi (batubara, minyak bumi, matahari, air) secara umum, namun belum memahami konsep energi terbarukan secara mendalam atau perbedaan mendasar dengan energi tak terbarukan. o Konsep-konsep fisika dasar seperti hukum kekekalan energi, perubahan bentuk energi, atau konsep daya mungkin sudah pernah dikenalkan, tetapi perlu penguatan dan aplikasi dalam konteks energi terbarukan. Minat: o Topik energi terbarukan umumnya menarik bagi peserta didik karena relevansinya dengan isu lingkungan dan teknologi masa depan. o Beberapa mungkin tertarik pada aspek teknologi dan inovasi (misalnya, mobil listrik, panel surya), sementara yang lain mungkin lebih peduli pada isu lingkungan (pemanasan global, polusi). o Membawa contoh-contoh konkret dan studi kasus proyek energi terbarukan di Indonesia atau di Tegal dapat meningkatkan minat. Latar Belakang: o Peserta didik berasal dari latar belakang yang beragam, mungkin ada yang sudah terpapar berita/dokumenter tentang perubahan iklim atau inovasi energi. o Beberapa mungkin tinggal di daerah yang merasakan dampak langsung dari krisis energi atau polusi, sehingga lebih peka terhadap pentingnya energi terbarukan. Kebutuhan Belajar: o Visual: Membutuhkan banyak gambar/video ilustratif tentang berbagai jenis pembangkit energi terbarukan, infografis data energi, simulasi interaktif. PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM BAB 2 : ENERGI TERBARUKAN
o Auditori: Membutuhkan penjelasan yang jelas, diskusi kelompok, mendengarkan presentasi studi kasus, dan sesi tanya jawab dengan ahli (jika memungkinkan). o Kinestetik: Membutuhkan aktivitas praktikum sederhana (misalnya, membuat panel surya mini dari kalkulator, model kincir angin), kunjungan lapangan (jika memungkinkan), atau proyek perancangan. o Diferensiasi: Perlu adanya variasi dalam jenis tugas (misalnya, mencari informasi vs. membuat prototipe sederhana), tingkat kompleksitas materi (konsep dasar vs. perhitungan efisiensi), dan cara menyajikan hasil untuk mengakomodasi berbagai gaya belajar dan tingkat pemahaman. C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN Jenis Pengetahuan yang Akan Dicapai: o Konseptual: Pemahaman tentang definisi energi terbarukan, berbagai jenis energi terbarukan (surya, angin, air/hidro, biomassa, geotermal, ombak), prinsip dasar fisika di balik masing-masing energi terbarukan, dan perbandingan efisiensi serta dampaknya. o Prosedural: Kemampuan menganalisis potensi energi terbarukan di suatu wilayah, menghitung efisiensi sederhana dari konversi energi, serta merancang solusi sederhana berbasis energi terbarukan. o Metakognitif: Kesadaran akan pentingnya transisi energi, peran fisika dalam pengembangan teknologi energi terbarukan, dan tanggung jawab sebagai warga negara dalam mendukung keberlanjutan energi. Relevansi dengan Kehidupan Nyata Peserta Didik: o Memahami isu krisis energi global dan nasional. o Memahami potensi Indonesia sebagai negara dengan sumber energi terbarukan melimpah. o Keterkaitan dengan teknologi yang mereka gunakan sehari-hari (misalnya, pengisi daya tenaga surya, mobil listrik). o Membekali pemahaman untuk menjadi konsumen energi yang bijak dan berpartisipasi dalam solusi energi masa depan. o Keterkaitan dengan isu pemanasan global dan perubahan iklim. Tingkat Kesulitan: Materi ini memiliki tingkat kesulitan menengah. Konsep dasarnya cukup mudah dipahami, tetapi untuk menganalisis prinsip kerja dan perhitungan sederhana membutuhkan pemahaman fisika dasar yang kuat (misalnya, konsep energi potensial, kinetik, daya). Beberapa teknologi mungkin kompleks. Struktur Materi: Materi akan disajikan secara sistematis: dimulai dari urgensi energi terbarukan, dilanjutkan dengan pengenalan dan prinsip fisika berbagai jenis energi terbarukan, studi kasus implementasi, hingga tantangan dan peluang pengembangannya. Integrasi Nilai dan Karakter: o Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME: Mengagumi kebesaran Tuhan yang menyediakan energi melimpah dari alam (matahari, angin, air). o Kewargaan: Memahami tanggung jawab terhadap keberlanjutan energi dan lingkungan, berpartisipasi dalam solusi masalah energi.
o Penalaran Kritis: Menganalisis keunggulan dan kelemahan berbagai jenis energi terbarukan, mengevaluasi data dan informasi. o Kreativitas: Merancang ide atau model sederhana sistem energi terbarukan. o Kolaborasi: Bekerja sama dalam proyek atau diskusi. o Kemandirian: Mencari informasi dan belajar mandiri tentang inovasi energi. o Cinta Lingkungan: Menyadari pentingnya energi bersih untuk keberlanjutan bumi. D DIMENSI PROFIL LULUSAN Berdasarkan tujuan pembelajaran dan karakteristik materi, dimensi lulusan pembelajaran yang akan dicapai adalah: Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME: Peserta didik mampu mengagumi dan mensyukuri anugerah energi dari alam sebagai sumber daya yang harus dimanfaatkan secara bijak. Kewargaan: Peserta didik memiliki kesadaran akan krisis energi dan perubahan iklim, serta berperan aktif dalam mencari solusi energi yang berkelanjutan. Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis prinsip fisika di balik berbagai sumber energi terbarukan dan mengevaluasi potensi serta tantangan implementasinya. Kreativitas: Peserta didik mampu mengemukakan ide-ide inovatif atau merancang model sederhana pemanfaatan energi terbarukan. Kolaborasi: Peserta didik mampu bekerja sama dalam kelompok untuk mengumpulkan data, menganalisis, dan mempresentasikan proyek energi terbarukan. Kemandirian: Peserta didik mampu mencari informasi dan mengembangkan pemahaman pribadi tentang teknologi energi terbarukan. Komunikasi: Peserta didik mampu mempresentasikan hasil analisis dan ide-ide tentang energi terbarukan secara jelas dan persuasif.
DESAIN PEMBELAJARAN A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) NOMOR : 32 TAHUN 2024 Pada akhir Fase E, peserta didik mengidentifikasi benda- Pada akhir Fase E, peserta didik memiliki kemampuan untuk memahami sistem pengukuran, energi alternatif, ekosistem, bioteknologi, keanekaragaman hayati, struktur atom, reaksi kimia, hukum-hukum dasar kimia, dan perubahan iklim sehingga responsif dan dapat berperan aktif dalam menyelesaikan masalah pada isu-isu lokal dan global. Semua upaya tersebut diarahkan pada pencapaian tujuan pembangunan yang berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Elemen Capaian Pembelajaran Pemahaman IPA Peserta didik memahami proses klasifikasi makhluk hidup; peranan virus, bakteri, dan jamur dalam kehidupan; ekosistem dan interaksi antarkomponen serta faktor yang mempengaruhi; dan pemanfaatan bioteknologi dalam berbagai bidang kehidupan. Peserta didik memahami sistem pengukuran dalam kerja ilmiah; energi alternatif dan pemanfaatannya untuk mengatasi permasalahan ketersediaan energi. Peserta didik memahami struktur atom dan kaitannya dengan sifat unsur dalam tabel periodik; serta memahami reaksi kimia, hukum- hukum dasar kimia, dan perannya dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik menerapkan pemahaman IPA untuk mengatasi permasalahan berkaitan dengan perubahan iklim. Keterampilan Proses Mengamati Peserta didik mengamati fenomena ilmiah dan mencatat hasil pengamatannya dengan memperhatikan karakteristik dari objek yang diamati untuk memunculkan pertanyaan yang akan diselidiki. Mempertanyakan dan Memprediksi Peserta didik mengidentifikasi pertanyaan dan permasalahan yang dapat diselidiki secara ilmiah. Peserta didik menghubungkan pengetahuan yang telah dimiliki dengan pengetahuan baru untuk membuat prediksi. Merencanakan dan Melakukan Penyelidikan Peserta didik merencanakan penyelidikan ilmiah dan melakukan langkah- langkah operasional berdasarkan referensi yang benar untuk menjawab pertanyaan. Peserta didik melakukan pengukuran atau membandingkan variabel terikat dengan menggunakan alat yang sesuai serta memperhatikan kaidah ilmiah.
Memproses, Menganalisis Data dan Informasi Peserta didik menafsirkan informasi yang diperoleh dengan jujur dan bertanggung jawab. Peserta didik menganalisis menggunakan alat dan metode yang tepat berdasarkan data penyelidikan dengan menggunakan referensi rujukan yang sesuai, serta menyimpulkan hasil penyelidikan. Mengevaluasi dan Refleksi Peserta didik mengidentifikasi sumber ketidakpastian dan kemungkinan penjelasan alternatif dalam rangka mengevaluasi kesimpulan serta menjelaskan cara spesifik untuk meningkatkan kualitas data. Peserta didik menganalisis validitas informasi dan mengevaluasi pendekatan yang digunakan untuk menyelesaikan masalah dalam penyelidikan. Mengomunikasikan Hasil Peserta didik mengomunikasikan hasil penyelidikan secara sistematis dan utuh ditunjang dengan argumen ilmiah berdasarkan referensi sesuai konteks penyelidikan. B. LINTAS DISIPLIN ILMU Kimia: Reaksi kimia dalam biomassa, konsep baterai untuk penyimpanan energi. Geografi: Potensi sumber energi terbarukan di berbagai wilayah (misalnya, radiasi surya, kecepatan angin, curah hujan, panas bumi). Ekonomi: Analisis biaya dan manfaat investasi energi terbarukan, pasar energi. Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK): Penggunaan simulasi energi, software desain, pencarian data online, pembuatan presentasi multimedia. Matematika: Perhitungan energi, daya, efisiensi, dan grafik data. Lingkungan Hidup: Dampak energi tak terbarukan terhadap lingkungan, keuntungan energi terbarukan bagi lingkungan. Sosiologi/Ekonomi: Aspek sosial dan ekonomi dari transisi energi, kebijakan energi. C. TUJUAN PEMBELAJARAN Pertemuan 1: Urgensi dan Jenis-jenis Energi Terbarukan (2 JP) Melalui pengamatan fenomena krisis energi/perubahan iklim dan diskusi kelas, peserta didik mampu menjelaskan urgensi pengembangan energi terbarukan di tingkat global dan lokal (C2). Melalui studi literatur dan analisis gambar/video, peserta didik mampu mengidentifikasi berbagai jenis energi terbarukan (surya, angin, air/hidro, biomassa, geotermal, ombak) dengan benar (C3). Melalui diskusi kelompok, peserta didik mampu membedakan secara kualitatif keunggulan dan kelemahan masing-masing jenis energi terbarukan (C4).
Pertemuan 2: Prinsip Fisika dan Potensi Pemanfaatan Energi Terbarukan (2 JP) Melalui demonstrasi sederhana atau simulasi, peserta didik mampu menjelaskan prinsip fisika dasar yang mendasari konversi energi pada panel surya dan turbin angin (C2). Melalui analisis data dan studi kasus, peserta didik mampu menganalisis potensi sumber energi terbarukan di Indonesia (khususnya Tegal dan sekitarnya) berdasarkan karakteristik geografis dan fisik (C4). Melalui perhitungan sederhana, peserta didik mampu menghitung potensi daya listrik yang dapat dihasilkan dari sumber energi surya atau angin pada skala rumah tangga/komunitas (C3). Pertemuan 3: Inovasi, Tantangan, dan Proyek Energi Terbarukan (2 JP) Melalui studi kasus proyek nyata dan diskusi, peserta didik mampu mengevaluasi tantangan dan peluang dalam pengembangan teknologi energi terbarukan di Indonesia (C5). Melalui proyek kelompok, peserta didik mampu merancang ide inovatif atau model sederhana pemanfaatan energi terbarukan untuk mengatasi masalah energi di lingkungan sekitar (P5). Melalui presentasi dan refleksi, peserta didik mampu mengomunikasikan pentingnya peran mereka sebagai generasi muda dalam mendukung transisi energi berkelanjutan (A5). D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL Listrik padam di Tegal: Mengapa ini terjadi dan bagaimana energi terbarukan bisa menjadi solusi? Potensi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di atap rumah atau gedung sekolah di Tegal. Pemanfaatan biomassa (misalnya, dari sampah organik) sebagai sumber energi di Tegal. Inovasi sepeda listrik atau kendaraan listrik lainnya sebagai alternatif transportasi. Dampak polusi udara di kota besar dan peran energi terbarukan dalam menguranginya. Potensi Pembangkit Listrik Tenaga Ombak/Arus Laut di pesisir utara Jawa (jika relevan dengan lokasi Tegal). E. KERANGKA PEMBELAJARAN 1. Praktik Pedagogik Model Pembelajaran: Project-Based Learning (PBL), Problem-Based Learning (PBL), Inquiry-Based Learning. Strategi Pembelajaran: o Mindful Learning: Dimulai dengan aktivitas "Mindful Observation" terhadap penggunaan energi di sekitar (lampu, AC, gawai). Pertanyaan reflektif tentang "dari mana energi ini berasal?" dan "apa dampaknya?". Menumbuhkan kesadaran akan konsumsi energi.
o Meaningful Learning: Mengaitkan materi dengan isu-isu global (perubahan iklim, krisis energi) dan lokal (kebijakan energi di Indonesia/Tegal). Pembelajaran berbasis proyek nyata (misalnya, merancang solusi energi untuk sekolah). o Joyful Learning: Penggunaan video dokumenter/animasi inspiratif tentang inovasi energi. Praktikum sederhana yang melibatkan hands-on experience. Games/kuis interaktif. Diskusi yang memicu ide-ide kreatif dan optimisme terhadap masa depan energi. Metode Pembelajaran: o Diskusi kelompok dan pleno o Studi kasus (proyek energi terbarukan di Indonesia/dunia) o Demonstrasi/Eksperimen sederhana o Simulasi interaktif o Penugasan proyek (perancangan model/poster) o Presentasi o Tanya jawab o Kunjungan lapangan virtual/nyata (jika memungkinkan) 2. Kemitraan Pembelajaran Lingkungan Sekolah: Guru Kimia (untuk aspek biomassa/biofuel), Guru Geografi (untuk potensi sumber daya alam), Guru TIK (untuk desain digital/simulasi), Petugas fasilitas sekolah (untuk data konsumsi listrik sekolah). Lingkungan Luar Sekolah: Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) setempat, perusahaan penyedia PLTS, komunitas peduli lingkungan/energi, akademisi/peneliti energi terbarukan (sebagai narasumber virtual/tamu). Masyarakat: Mengajak orang tua/anggota keluarga yang bekerja di sektor energi atau memiliki pengalaman menggunakan energi terbarukan untuk berbagi. 3. Lingkungan Belajar Ruang Fisik: Kelas yang nyaman untuk diskusi, ruang laboratorium fisika untuk eksperimen sederhana, area terbuka di sekolah (untuk pengamatan potensi surya/angin). Ruang Virtual: Pemanfaatan Learning Management System (LMS) seperti Google Classroom untuk berbagi materi (video dokumenter, artikel ilmiah populer), tautan ke simulasi/kalkulator energi, pengumpulan tugas, dan forum diskusi daring. Penggunaan platform video conference untuk sesi daring dengan narasumber atau presentasi kelompok. Budaya Belajar: o Budaya berpikir kritis tentang konsumsi energi dan dampaknya. o Budaya inovasi dan mencari solusi. o Budaya kolaborasi dalam memecahkan masalah kompleks. o Budaya bertanggung jawab terhadap lingkungan. o Keterbukaan terhadap ide-ide baru dan tantangan global.
4. Pemanfaatan Digital Perpustakaan Digital/Sumber Daring: Mengarahkan peserta didik ke situs web Kementerian ESDM, IRENA (International Renewable Energy Agency), NASA (data radiasi surya), World Bank (data energi), atau platform berita/jurnal ilmiah yang relevan. Forum Diskusi Daring: Telegram atau platform lain untuk diskusi asinkron, berbagi artikel/video berita tentang inovasi energi terbarukan, dan brainstorming ide proyek. Penilaian Daring : Kahoot untuk kuis interaktif. Multimedia: Video dokumenter (misalnya, "Before the Flood", "Our Planet"), video animasi prinsip kerja pembangkit listrik terbarukan, infografis interaktif. Simulasi/Kalkulator Energi: Menggunakan simulasi online (misalnya, PhET Simulations tentang energi, atau kalkulator panel surya). F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI PERTEMUAN 1: URGENSI DAN JENIS-JENIS ENERGI TERBARUKAN KEGIATAN PENDAHULUAN (MINDFUL LEARNING, JOYFUL LEARNING): o Pembukaan & Kesadaran (Mindful): Guru memulai dengan "Mindful Breathing" singkat, kemudian meminta peserta didik untuk merenungkan: "Bayangkan dunia tanpa listrik. Apa yang akan terjadi? Seberapa bergantung kita pada energi?". Menumbuhkan kesadaran akan pentingnya energi dalam kehidupan sehari-hari. o Apersepsi & Motivasi (Joyful & Meaningful): Guru menampilkan grafik peningkatan suhu bumi/pencairan es kutub (video singkat dari dokumenter lingkungan) atau berita tentang krisis energi/polusi udara di kota-kota besar. Mengajukan pertanyaan: "Apa penyebabnya?", "Bisakah kita hidup tanpa energi?", "Apa solusi yang bisa kita temukan?". Membangkitkan kepedulian dan rasa ingin tahu. o Tujuan Pembelajaran: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini. o Asesmen Diagnostik (Awal): Kuis singkat (Google Forms/Mentimeter) dengan pertanyaan seperti: "Sebutkan 3 sumber energi yang kamu tahu!", "Apa itu energi terbarukan?", "Menurutmu, apa bedanya energi terbarukan dan tidak terbarukan?". Untuk mengidentifikasi pengetahuan awal dan miskonsepsi. KEGIATAN INTI (MEMAHAMI, MENGAPLIKASI, MEREFLEKSI): o Eksplorasi (Memahami): Guru membagi kelompok. Setiap kelompok diberikan paket kartu bergambar jenis-jenis pembangkit energi (batubara, minyak, nuklir, surya, angin, hidro, geotermal, biomassa, ombak). Diferensiasi Konten: Kelompok dengan pengetahuan awal lebih tinggi dapat diminta untuk mengelompokkan berdasarkan "terbarukan" dan "tak terbarukan" tanpa penjelasan awal. Kelompok yang butuh dukungan dapat diberikan sedikit petunjuk. Peserta didik diminta untuk mendiskusikan keunggulan dan kelemahan masing- masing, serta dampaknya.
o Konseptualisasi (Memahami): Guru menjelaskan secara interaktif definisi energi terbarukan, mengapa penting, dan mengenalkan berbagai jenis energi terbarukan (surya, angin, air, biomassa, geotermal, ombak) dengan menampilkan video/gambar ilustratif. Menekankan prinsip dasar konversi energi pada setiap jenis. o Aplikasi (Mengaplikasi): Diferensiasi Produk: Kelompok A (Visual/Kreatif): Membuat "Peta Pikiran" atau "Infografis Digital" yang membandingkan minimal 3 jenis energi terbarukan (keunggulan, kelemahan, contoh implementasi). Kelompok B (Analitis/Debat): Mempersiapkan argumen pro dan kontra untuk 2 jenis energi terbarukan yang paling relevan dengan Tegal (misalnya, surya vs. biomassa). Kelompok C (Narasi/Studi Kasus): Mencari 1-2 contoh proyek energi terbarukan sukses di Indonesia dan menceritakan kisahnya dalam format presentasi singkat. Guru berkeliling membimbing, memberikan umpan balik, dan memastikan pemahaman konsep. o Refleksi (Merefleksi): Peserta didik menuliskan dalam buku catatan: "Setelah pertemuan ini, saya semakin menyadari bahwa...", "Satu hal yang paling menarik dari energi terbarukan adalah...". KEGIATAN PENUTUP (UMPAN BALIK, MENYIMPULKAN, PERENCANAAN): o Umpan Balik Konstruktif: Guru memberikan apresiasi terhadap hasil diskusi dan presentasi kelompok. Mengklarifikasi miskonsepsi umum tentang jenis-jenis energi terbarukan. o Menyimpulkan Pembelajaran: Bersama peserta didik, merangkum poin-poin penting tentang urgensi dan jenis-jenis energi terbarukan. o Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya: Guru memberikan pengantar singkat tentang prinsip fisika di balik energi surya dan angin. Memberikan penugasan mandiri: mencari tahu "bagaimana panel surya mengubah cahaya menjadi listrik?" dan "bagaimana kincir angin menghasilkan listrik?". PERTEMUAN 2: PRINSIP FISIKA DAN POTENSI PEMANFAATAN ENERGI TERBARUKAN KEGIATAN PENDAHULUAN (MINDFUL LEARNING, JOYFUL LEARNING): o Review & Kesadaran (Mindful): Guru meminta peserta didik untuk duduk tenang, dan membayangkan diri mereka sebagai "energi" yang mengalir dari matahari atau angin. Bagaimana "energi" itu bisa dimanfaatkan? Ini untuk membangun intuisi fisika. o Apersepsi & Motivasi (Joyful & Meaningful): Guru menampilkan video "How Solar Panels Work" atau "How Wind Turbines Generate Electricity" (animasi 3D yang jelas). Mengajukan pertanyaan: "Bagaimana proses fisika ini terjadi?", "Seberapa efisien alat- alat ini?". Membangkitkan rasa ingin tahu tentang mekanisme konversi energi.
o Tujuan Pembelajaran: Menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini. KEGIATAN INTI (MEMAHAMI, MENGAPLIKASI, MEREFLEKSI): o Eksplorasi (Memahami): Diferensiasi Proses: Kelompok A (Praktikal): Melakukan eksperimen sederhana (misalnya, menggunakan kalkulator bertenaga surya untuk mengukur respons terhadap cahaya, atau membuat model kincir angin sederhana dari kertas/plastik dan mengamati putarannya). Kelompok B (Simulasi Digital): Menggunakan simulasi online (misalnya, PhET Energy Skate Park dengan modifikasi energi atau simulasi panel surya) untuk memahami konsep energi kinetik/potensial dan konversi energi. Kelompok C (Data Analisis): Diberikan data radiasi surya rata-rata di Tegal dan Jakarta. Mereka menganalisis perbedaan potensi energi surya di kedua kota. o Konseptualisasi (Memahami): Guru menjelaskan prinsip fisika dasar konversi energi pada PLTS (efek fotovoltaik) dan PLTB (energi kinetik angin menjadi energi listrik). Menggunakan rumus sederhana (daya, energi) untuk menunjukkan perhitungan dasar. o Aplikasi (Mengaplikasi): Diferensiasi Produk: Setiap kelompok diminta untuk membuat "Laporan Potensi Energi Lokal" sederhana. Tugas Utama: Memilih salah satu jenis energi terbarukan (surya atau angin) dan menganalisis potensi penerapannya di lingkungan sekolah atau rumah mereka di Tegal, dengan mempertimbangkan: Kondisi geografis/fisik (misalnya, luas atap, rata-rata kecepatan angin). Perkiraan kebutuhan energi (misalnya, berapa lampu yang bisa dinyalakan). Perhitungan daya/energi sederhana yang bisa dihasilkan (misalnya, berapa panel surya yang dibutuhkan). Sketsa/desain sederhana sistem. Guru memberikan data dasar (misalnya, rata-rata intensitas surya di Tegal) untuk membantu perhitungan. Produk dapat berupa poster fisik/digital, presentasi singkat, atau laporan tertulis. o Refleksi (Merefleksi): Peserta didik menuliskan: "Saya sekarang lebih mengerti bahwa energi tidak hanya dihasilkan, tetapi dikonversi dari...", "Bagaimana ilmu fisika sangat penting untuk mengembangkan energi terbarukan?".
KEGIATAN PENUTUP (UMPAN BALIK, MENYIMPULKAN, PERENCANAAN): o Umpan Balik Konstruktif: Guru memberikan apresiasi terhadap hasil analisis potensi dan perhitungan sederhana. Menguatkan pemahaman tentang hubungan antara prinsip fisika dan aplikasi teknologi. o Menyimpulkan Pembelajaran: Bersama peserta didik, menyimpulkan prinsip fisika di balik energi surya dan angin, serta potensi penerapannya di lingkungan lokal. o Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya: Guru memberikan pengantar tentang tantangan dan peluang inovasi energi terbarukan. Memberikan penugasan: mencari informasi tentang "inovasi terbaru dalam energi terbarukan" dan "apa saja hambatan pengembangan energi terbarukan di Indonesia?". PERTEMUAN 3: INOVASI, TANTANGAN, DAN PROYEK ENERGI TERBARUKAN KEGIATAN PENDAHULUAN (MINDFUL LEARNING, JOYFUL LEARNING): o Review & Kesadaran (Mindful): Guru meminta peserta didik untuk melakukan "Mindful Brainstorming": memikirkan satu masalah energi yang paling mengkhawatirkan mereka. Kemudian, memikirkan satu solusi inovatif yang mereka harap bisa terwujud. Ini untuk membangun pemikiran solusi. o Apersepsi & Motivasi (Joyful & Meaningful): Guru menampilkan video inspiratif tentang proyek energi terbarukan skala besar atau startup inovatif (misalnya, Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap, proyek energi terbarukan di pedesaan terpencil). Mengajukan pertanyaan: "Apa tantangan terbesar yang dihadapi mereka?", "Bagaimana kita bisa berkontribusi?". Membangkitkan semangat optimisme dan kolaborasi. o Tujuan Pembelajaran: Menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini. KEGIATAN INTI (MEMAHAMI, MENGAPLIKASI, MEREFLEKSI): o Eksplorasi (Memahami): Peserta didik dalam kelompok mendiskusikan hasil penugasan mandiri mereka tentang inovasi dan hambatan energi terbarukan. Guru memfasilitasi diskusi tentang "Apakah kita sudah cukup serius mengembangkan energi terbarukan?". o Konseptualisasi (Memahami): Guru menjelaskan tantangan teknis, ekonomi, sosial, dan kebijakan dalam pengembangan energi terbarukan. Dilanjutkan dengan potensi inovasi dan arah pengembangan energi terbarukan di masa depan. o Aplikasi (Mengaplikasi): Diferensiasi Produk (Project-Based Learning): Setiap kelompok ditugaskan untuk mengembangkan "Ide Proyek Inovatif Energi Terbarukan". Tugas Utama: Merancang sebuah ide proyek (konsep) pemanfaatan energi terbarukan untuk mengatasi masalah spesifik di lingkungan sekolah, rumah, atau komunitas Tegal. Ide harus mencakup: Identifikasi masalah energi yang ingin diatasi. Jenis energi terbarukan yang dipilih dan alasannya. Sketsa/diagram konsep kerja sistem.
Perkiraan manfaat (fisika, ekonomi, lingkungan). Tantangan yang mungkin dihadapi dan solusi awal. Pilihan Format: Presentasi (PowerPoint/Google Slides). Poster digital (Canva/Google Drawings). Video penjelasan singkat. Laporan konsep tertulis. Guru memberikan dukungan dalam bentuk pertanyaan pemandu dan sumber referensi tambahan. o Refleksi (Merefleksi): Setiap kelompok mempresentasikan ide proyek mereka. Setelah presentasi, guru meminta peserta didik untuk mengisi "Refleksi Masa Depan Energi": "Bagaimana peran saya sebagai pelajar dalam mewujudkan masa depan energi yang lebih baik?". KEGIATAN PENUTUP (UMPAN BALIK, MENYIMPULKAN, PERENCANAAN): o Umpan Balik Konstruktif: Guru memberikan apresiasi yang mendalam terhadap ide-ide kreatif dan analisis peserta didik. Memberikan masukan konstruktif untuk setiap proyek. Menguatkan pentingnya kolaborasi lintas disiplin dalam mengembangkan solusi energi. o Menyimpulkan Pembelajaran: Bersama peserta didik, menyimpulkan tantangan dan peluang energi terbarukan, serta peran generasi muda dalam mewujudkan energi bersih. o Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya: Mengajak peserta didik untuk terus mengembangkan pemikiran inovatif dan menjadi agen perubahan dalam transisi energi. Menyarankan untuk mengikuti perkembangan teknologi energi terbarukan di media massa. G. ASESMEN PEMBELAJARAN a. Asesmen Awal Pembelajaran (Diagnostik): Tujuan: Mengukur pengetahuan awal peserta didik tentang konsep energi, sumber energi, dan pemahaman dasar tentang isu lingkungan/energi. Format: o Kuis Pra-Materi (Google Forms/Lisan): Contoh Pertanyaan: "Dari mana asal listrik di rumahmu?", "Apa itu pemanasan global?", "Apa yang kamu tahu tentang 'energi matahari'?", "Apakah Indonesia membutuhkan energi terbarukan?". o Jamboard/Padlet: Meminta peserta didik menuliskan "Satu kata tentang energi" atau "Satu hal yang ingin saya tahu tentang energi masa depan". o Diskusi Terbuka: Mengajukan pertanyaan pemantik tentang berita terbaru mengenai energi atau lingkungan. b. Asesmen Proses Pembelajaran (Formatif): Tujuan: Memantau pemahaman peserta didik selama proses pembelajaran, memberikan umpan balik berkelanjutan, dan menyesuaikan strategi pengajaran.
Format: o Observasi Partisipasi (Lampiran Rubrik Observasi): Guru mengamati keaktifan dalam diskusi, kualitas pertanyaan, kerja sama kelompok, dan kemampuan mengidentifikasi contoh-contoh energi terbarukan. Contoh Indikator: Menunjukkan rasa ingin tahu dengan mengajukan pertanyaan terkait energi. Memberikan kontribusi yang relevan dalam diskusi kelompok. Mampu menganalisis data sederhana terkait potensi energi. Menunjukkan kepedulian terhadap isu lingkungan. o Penilaian Kinerja Kelompok (Rubrik Penilaian Presentasi/Produk): Pertemuan 1: Penilaian Peta Pikiran/Infografis perbandingan energi terbarukan. Pertemuan 2: Penilaian Laporan Potensi Energi Lokal (sketsa, perhitungan sederhana). Pertemuan 3: Penilaian Ide Proyek Inovatif Energi Terbarukan. Contoh Kriteria: Kesesuaian dengan konsep fisika yang dipelajari. Kreativitas dan kejelasan penyajian. Kerja sama tim. Kemampuan menjelaskan/mempresentasikan. o Jurnal Refleksi: Peserta didik menuliskan pemahaman, kesulitan, dan koneksi pribadi mereka dengan materi setiap akhir sesi. o Kuis Singkat Lisan/Tertulis: Pertanyaan spontan atau kuis singkat untuk mengecek pemahaman konsep kunci (misalnya, prinsip fotovoltaik, konversi energi kinetik angin). c. Asesmen Akhir Pembelajaran (Sumatif): Tujuan: Mengukur pencapaian tujuan pembelajaran secara keseluruhan setelah materi selesai. Format: o Penilaian Proyek "Desain Solusi Energi Terbarukan" (Proyek Akhir): Tugas: Setiap kelompok (atau individu, disesuaikan) membuat proposal lengkap untuk "Desain Solusi Energi Terbarukan" yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah, rumah, atau komunitas lokal Tegal. Proposal harus mencakup: Latar belakang masalah energi yang ingin diatasi. Pemilihan jenis energi terbarukan (justifikasi fisika). Desain/sketsa sistem (dengan label komponen dan prinsip kerja). Analisis potensi (perkiraan daya/energi yang dihasilkan, efisiensi sederhana). Perkiraan dampak lingkungan, sosial, dan ekonomi (positif & negatif).
Rencana implementasi awal dan tantangan. Kesimpulan dan rekomendasi. Rubrik Penilaian Proyek "Desain Solusi Energi Terbarukan": Pemahaman Konsep Fisika (25%): Ketepatan dalam menjelaskan prinsip fisika yang mendasari sistem yang dirancang. Akurasi perhitungan daya/efisiensi sederhana. Analisis Potensi dan Relevansi (25%): Kejelasan identifikasi masalah dan relevansi solusi dengan konteks lokal. Kualitas analisis potensi sumber energi terbarukan. Kreativitas dan Inovasi Desain (25%): Orisinalitas dan kelayakan ide proyek. Kejelasan sketsa/diagram dan komponen. Komunikasi dan Kolaborasi (25%): Kualitas proposal (terstruktur, jelas, bahasa ilmiah). Kualitas presentasi (jika ada) dan kemampuan menjawab pertanyaan. Kerja sama tim yang efektif. o Tes Tertulis (Esai Analitis): Tugas: Peserta didik diberikan studi kasus tentang sebuah negara/daerah yang sedang menghadapi krisis energi. Mereka diminta untuk menganalisis situasi tersebut dari sudut pandang fisika dan energi terbarukan. Contoh Pertanyaan: "Kota Tegal menghadapi tantangan meningkatnya kebutuhan listrik dan polusi udara. Berdasarkan pemahaman Anda tentang energi terbarukan, jenis energi terbarukan apa yang paling potensial dikembangkan di Tegal? Jelaskan prinsip fisika di baliknya, bagaimana penerapannya, serta tantangan dan peluangnya untuk mengatasi masalah tersebut. Berikan argumentasi fisika yang kuat!" Mengetahui Salak, Agustus 2026 Kepala SMA Negeri 1 Salak Guru Mata Pelajaran. Nurlaila Solin, S.Pd, M.Pd Parsaoran Lam Tota Nababan, S.Si NIP. 19811227 200312 2 001 NIP. 19791230 201001 2 012
A. IDENTITAS MODUL Nama Sekolah : SMA Negeri 1 Salak Nama Penyusun : Parsaoran Lam Tota Nababan, S.Si Mata Pelajaran : IPA (Fisika) Kelas / Fase /Semester : X/ E / Gena Alokasi Waktu : 3 pertemuan ( 3 JP x 45 menit ) Tahun Pelajaran : 2026 / 2027 B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK Pengetahuan Awal: Peserta didik diharapkan memiliki pemahaman dasar tentang konsep materi dan energi dari pelajaran IPA SMP. Beberapa peserta didik mungkin sudah memiliki pengetahuan umum tentang masalah lingkungan yang sering diberitakan di media (misalnya, sampah plastik, polusi udara di kota besar). Pengetahuan tentang perubahan wujud zat, sifat-sifat dasar zat, dan konsep energi (panas, bunyi) akan sangat membantu. Minat: Peserta didik umumnya memiliki minat terhadap isu-isu yang relevan dengan kehidupan sehari-hari mereka, dan pencemaran lingkungan adalah salah satunya. Minat dapat ditingkatkan dengan studi kasus lokal atau global yang menarik perhatian mereka (misalnya, polusi sungai dekat rumah, smog di kota besar). Kegiatan yang melibatkan observasi lapangan atau eksperimen sederhana dapat memicu minat yang lebih besar. Latar Belakang: Peserta didik berasal dari berbagai latar belakang sosial ekonomi dan lingkungan tempat tinggal yang mungkin memiliki tingkat paparan masalah pencemaran yang berbeda. Beberapa peserta didik mungkin sudah aktif dalam kegiatan lingkungan di sekolah atau komunitas, sementara yang lain mungkin belum terlalu sadar. PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM BAB 3 : PENCEMARAN LINGKUNGAN
Kebutuhan Belajar: Peserta didik dengan gaya belajar visual akan membutuhkan banyak gambar, video, infografis, dan peta. Peserta didik dengan gaya belajar auditori akan membutuhkan penjelasan lisan yang jelas, diskusi kelompok, dan mendengarkan presentasi. Peserta didik dengan gaya belajar kinestetik akan membutuhkan kegiatan observasi, praktikum sederhana, atau proyek pembuatan model/prototipe. Diferensiasi diperlukan untuk mengakomodasi peserta didik dengan kecepatan belajar dan kedalaman pemahaman yang berbeda. C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN Jenis Pengetahuan yang Akan Dicapai: Faktual: Jenis-jenis pencemaran (udara, air, tanah, suara), sumber-sumber pencemar, dampak pencemaran, metode penanggulangan sederhana. Konseptual: Pengertian pencemaran, ambang batas pencemaran, konsep pH dalam pencemaran air, efek rumah kaca, dampak pemanasan global, peran fisika dalam fenomena pencemaran (misalnya, perambatan bunyi, penyebaran partikel di udara). Prosedural: Keterampilan mengumpulkan data sederhana terkait pencemaran (misalnya, mengamati jenis sampah, mengukur tingkat kebisingan), menganalisis data, merancang solusi sederhana, dan mengkomunikasikan hasil. Metakognitif: Kemampuan untuk menghubungkan perilaku manusia dengan dampak lingkungan, ke mampuan merefleksikan peran diri dalam menjaga lingkungan, dan kemampuan berpikir kritis dalam mengevaluasi informasi tentang pencemaran. Relevansi dengan Kehidupan Nyata Peserta Didik: Memahami kualitas udara yang mereka hirup setiap hari. Memahami kualitas air yang mereka konsumsi dan gunakan. Kesadaran terhadap dampak sampah dan limbah rumah tangga. Mendorong perilaku ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari (misalnya, mengurangi penggunaan plastik, hemat energi). Pentingnya menjaga kesehatan yang dipengaruhi oleh lingkungan. Tingkat Kesulitan: Konsep pencemaran bersifat multidisiplin, membutuhkan pemahaman fisika, kimia, dan biologi. Beberapa konsep fisika (misalnya, efek rumah kaca, resonansi suara) mungkin memerlukan abstraksi. Kuantifikasi pencemaran (misalnya, kadar polutan) bisa menjadi tantangan.
Struktur Materi: Pengertian dan Jenis Pencemaran: o Pencemaran Udara (polutan, sumber, dampak, efek rumah kaca) o Pencemaran Air (polutan, sumber, dampak, pH) o Pencemaran Tanah (polutan, sumber, dampak) o Pencemaran Suara (intensitas bunyi, sumber, dampak) Dampak Pencemaran Lingkungan: o Bagi Kesehatan Manusia o Bagi Ekosistem o Bagi Iklim Global Penanggulangan Pencemaran Lingkungan: o Upaya preventif dan kuratif o Peran teknologi fisika dalam mitigasi pencemaran Integrasi Nilai dan Karakter: Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME: Menyadari bahwa menjaga lingkungan adalah bentuk rasa syukur atas ciptaan Tuhan. Kewargaan Global: Memiliki kesadaran akan isu lingkungan global dan berperan aktif sebagai warga negara yang bertanggung jawab. Penalaran Kritis: Menganalisis penyebab dan dampak pencemaran, serta mengevaluasi solusi yang ditawarkan. Kreativitas: Merancang solusi inovatif untuk masalah pencemaran. Kolaborasi: Bekerja sama dalam proyek atau kampanye lingkungan. Kemandirian: Inisiatif dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mencari informasi. Kesehatan: Memahami hubungan antara lingkungan sehat dan kesehatan diri. Komunikasi: Menyampaikan gagasan dan temuan terkait isu lingkungan. D DIMENSI PROFIL LULUSAN Berdasarkan tujuan pembelajaran dan karakteristik materi, dimensi profil lulusan yang akan dicapai adalah: 1. Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME dan Berakhlak Mulia: Peserta didik memiliki kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan sebagai amanah dari Tuhan YME, serta menunjukkan perilaku menjaga kelestarian alam. 2. Kewargaan: Peserta didik menunjukkan kepedulian dan tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar, serta berpartisipasi aktif dalam upaya mengatasi masalah pencemaran. 3. Penalaran Kritis: Peserta didik mampu mengidentifikasi masalah pencemaran lingkungan, menganalisis faktor penyebab dan dampaknya, serta mengevaluasi solusi yang ada berdasarkan prinsip-prinsip fisika. 4. Kreativitas: Peserta didik mampu menghasilkan gagasan atau rancangan sederhana untuk mengatasi masalah pencemaran di lingkungan sekitar.
5. Kolaborasi: Peserta didik mampu bekerja sama dalam kelompok untuk mengumpulkan data, menganalisis masalah, dan merancang solusi terkait pencemaran lingkungan. 6. Kemandirian: Peserta didik memiliki inisiatif untuk mencari informasi tentang isu pencemaran, serta mengambil tindakan kecil secara mandiri untuk mengurangi dampak pencemaran. 7. Kesehatan: Peserta didik memahami dampak pencemaran terhadap kesehatan dan termotivasi untuk menjaga lingkungan yang sehat. 8. Komunikasi: Peserta didik mampu mengkomunikasikan hasil analisis, gagasan, dan solusi terkait pencemaran lingkungan secara efektif kepada orang lain. DESAIN PEMBELAJARAN A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) NOMOR : 32 TAHUN 2024 Pada akhir Fase E, peserta didik mengidentifikasi benda- Pada akhir Fase E, peserta didik memiliki kemampuan untuk memahami sistem pengukuran, energi alternatif, ekosistem, bioteknologi, keanekaragaman hayati, struktur atom, reaksi kimia, hukum-hukum dasar kimia, dan perubahan iklim sehingga responsif dan dapat berperan aktif dalam menyelesaikan masalah pada isu-isu lokal dan global. Semua upaya tersebut diarahkan pada pencapaian tujuan pembangunan yang berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Elemen Capaian Pembelajaran Pemahaman IPA Peserta didik memahami proses klasifikasi makhluk hidup; peranan virus, bakteri, dan jamur dalam kehidupan; ekosistem dan interaksi antarkomponen serta faktor yang mempengaruhi; dan pemanfaatan bioteknologi dalam berbagai bidang kehidupan. Peserta didik memahami sistem pengukuran dalam kerja ilmiah; energi alternatif dan pemanfaatannya untuk mengatasi permasalahan ketersediaan energi. Peserta didik memahami struktur atom dan kaitannya dengan sifat unsur dalam tabel periodik; serta memahami reaksi kimia, hukum- hukum dasar kimia, dan perannya dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik menerapkan pemahaman IPA untuk mengatasi permasalahan berkaitan dengan perubahan iklim. Keterampilan Proses Mengamati Peserta didik mengamati fenomena ilmiah dan mencatat hasil pengamatannya dengan memperhatikan karakteristik dari objek yang diamati untuk memunculkan pertanyaan yang akan diselidiki. Mempertanyakan dan Memprediksi Peserta didik mengidentifikasi pertanyaan dan permasalahan yang dapat diselidiki secara ilmiah. Peserta didik menghubungkan pengetahuan yang
telah dimiliki dengan pengetahuan baru untuk membuat prediksi. Merencanakan dan Melakukan Penyelidikan Peserta didik merencanakan penyelidikan ilmiah dan melakukan langkah- langkah operasional berdasarkan referensi yang benar untuk menjawab pertanyaan. Peserta didik melakukan pengukuran atau membandingkan variabel terikat dengan menggunakan alat yang sesuai serta memperhatikan kaidah ilmiah. Memproses, Menganalisis Data dan Informasi Peserta didik menafsirkan informasi yang diperoleh dengan jujur dan bertanggung jawab. Peserta didik menganalisis menggunakan alat dan metode yang tepat berdasarkan data penyelidikan dengan menggunakan referensi rujukan yang sesuai, serta menyimpulkan hasil penyelidikan. Mengevaluasi dan Refleksi Peserta didik mengidentifikasi sumber ketidakpastian dan kemungkinan penjelasan alternatif dalam rangka mengevaluasi kesimpulan serta menjelaskan cara spesifik untuk meningkatkan kualitas data. Peserta didik menganalisis validitas informasi dan mengevaluasi pendekatan yang digunakan untuk menyelesaikan masalah dalam penyelidikan. Mengomunikasikan Hasil Peserta didik mengomunikasikan hasil penyelidikan secara sistematis dan utuh ditunjang dengan argumen ilmiah berdasarkan referensi sesuai konteks penyelidikan. B. LINTAS DISIPLIN ILMU Kimia: Reaksi kimia polutan, pH air, sifat-sifat zat pencemar. Biologi: Dampak pencemaran terhadap ekosistem dan makhluk hidup, bioakumulasi. Geografi: Persebaran polutan, perubahan iklim, dampak bencana lingkungan. Matematika: Pengolahan data (statistik sederhana), perhitungan kadar polutan (jika ada data kuantitatif), pengukuran intensitas bunyi. Teknologi Informasi dan Komunikasi: Penggunaan aplikasi untuk visualisasi data, presentasi, pencarian informasi daring. Ekonomi: Dampak ekonomi dari pencemaran, biaya penanggulangan, konsep ekonomi sirkular. Sosiologi/Pendidikan Kewarganegaraan: Peran masyarakat, kebijakan pemerintah, etika lingkungan. Seni Rupa/Desain: Desain infografis, poster kampanye lingkungan.
C. TUJUAN PEMBELAJARAN Pertemuan 1: Pencemaran Udara dan Suara (2 JP) Tujuan: Melalui studi kasus, pengamatan visual, dan diskusi, peserta didik mampu: o Mengidentifikasi minimal 3 jenis polutan udara dan sumbernya di lingkungan sekitar dengan tepat. o Menjelaskan konsep efek rumah kaca dan dampaknya terhadap pemanasan global secara sederhana. o Menganalisis dampak pencemaran udara terhadap kesehatan manusia dan lingkungan dengan kritis. o Mengukur dan menginterpretasikan tingkat kebisingan di berbagai lokasi menggunakan aplikasi sederhana pada ponsel. o Merumuskan ide awal solusi sederhana untuk mengurangi pencemaran udara dan suara di lingkungan sekolah. o Menunjukkan rasa syukur atas udara bersih sebagai karunia Tuhan YME. Pertemuan 2: Pencemaran Air dan Tanah (2 JP) Tujuan: Melalui pengamatan lingkungan sekitar, praktikum sederhana, dan diskusi, peserta didik mampu: o Mengidentifikasi minimal 3 jenis polutan air dan sumbernya yang umum ditemukan di lingkungan tempat tinggal atau sekolah. o Menganalisis dampak pencemaran air terhadap ekosistem akuatik dan kesehatan manusia dengan tepat. o Menjelaskan konsep pH dan perannya sebagai indikator pencemaran air. o Mengidentifikasi minimal 2 jenis polutan tanah dan sumbernya yang sering dijumpai. o Menganalisis dampak pencemaran tanah terhadap produktivitas lahan dan ekosistem darat. o Merancang solusi sederhana untuk mengurangi pencemaran air dan tanah di lingkungan sekitar. Pertemuan 3: Solusi dan Kampanye Lingkungan (2 JP) Tujuan: Melalui studi kasus, kerja kelompok, dan presentasi, peserta didik mampu: o Menganalisis berbagai upaya penanggulangan pencemaran lingkungan (preventif dan kuratif) dengan prinsip fisika yang relevan. o Merancang sebuah proyek kampanye sederhana (misalnya, poster digital, video singkat, infografis) untuk meningkatkan kesadaran tentang masalah pencemaran dan solusinya. o Mempresentasikan hasil proyek kampanye dengan percaya diri dan komunikatif. o Menunjukkan sikap kolaboratif dan bertanggung jawab dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan.
D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL Kualitas Udara di Kota Besar: Fenomena smog di Jakarta atau kota-kota industri lainnya. Sampah Plastik di Laut: Dampak mikroplastik terhadap rantai makanan. Limbah Rumah Tangga: Bagaimana limbah dapur dan deterjen mencemari air. Kebisingan Lalu Lintas/Pabrik: Dampak suara bising terhadap kesehatan. Efek Rumah Kaca dan Perubahan Iklim: Kenaikan suhu bumi dan dampaknya. Penanaman Pohon dan Ruang Terbuka Hijau: Peran dalam mengurangi polusi udara. Dampak Penggunaan Pestisida Berlebihan: Pencemaran tanah dan air. Gerakan 3R (Reduce, Reuse, Recycle): Penerapan nyata dalam kehidupan sehari-hari. E. KERANGKA PEMBELAJARAN 1. Praktik Pedagogik (Model, Strategi, Metode) Mindful Learning: Refleksi awal tentang lingkungan sekitar, mindfulness breaks singkat, fokus pada dampak nyata. Meaningful Learning: Mengaitkan langsung dengan isu lokal/global, studi kasus otentik, eksplorasi solusi yang relevan. Joyful Learning: Eksperimen sederhana, observasi lapangan, penggunaan media interaktif, permainan peran, kompetisi ide. Metode: Diskusi kelompok, presentasi, observasi lapangan/lingkungan sekolah, studi literatur, simulasi, pembuatan proyek. 2. Kemitraan Pembelajaran Lingkungan Sekolah: o Pihak Sekolah (Kebersihan/Adiwiyata): Kolaborasi dalam program kebersihan, pengelolaan sampah, atau penghijauan sekolah. o Laboratorium Fisika/IPA: Untuk praktikum sederhana (misalnya, uji pH air). o Perpustakaan Sekolah: Menyediakan sumber bacaan tentang lingkungan. Lingkungan Luar Sekolah: o Dinas Lingkungan Hidup (DLH): Mengundang narasumber atau melakukan kunjungan (opsional) untuk mendapatkan data dan informasi. o Bank Sampah/Komunitas Peduli Lingkungan: Mendapatkan inspirasi tentang pengelolaan sampah. o Orang Tua/Komunitas Lokal: Mengajak orang tua berpartisipasi dalam proyek kebersihan lingkungan atau kampanye. Masyarakat: Mengajak masyarakat sekitar sekolah untuk berpartisipasi dalam kampanye lingkungan yang dirancang peserta didik.
3. Lingkungan Belajar Ruang Fisik: o Kelas yang diatur fleksibel untuk diskusi kelompok, presentasi, dan kerja proyek. o Area luar kelas (halaman sekolah, taman, atau area terdekat yang relevan) untuk observasi langsung. o Laboratorium Fisika/IPA untuk praktikum sederhana. Ruang Virtual: o Youtube sebagai platform utama untuk berbagi materi, dan e-mail untuk penugasan, dan pengumpulan tugas. o Sumber belajar daring: video dokumenter (National Geographic, BBC Earth), website resmi DLH, artikel ilmiah populer, peta polusi udara real-time. Budaya Belajar: o Budaya peduli lingkungan dan bertanggung jawab. o Budaya berpikir kritis dan mencari solusi. o Budaya kolaborasi dan berbagi ide. o Budaya komunikasi efektif dan persuasif. o Budaya refleksi dan empati terhadap lingkungan. 4. Pemanfaatan Digital Perpustakaan Digital: Akses ke e-book, jurnal, atau artikel tentang pencemaran. Forum Diskusi Daring (Google Classroom): Untuk diskusi mendalam, berbagi tautan, dan tanya jawab di luar jam pelajaran. Penilaian: Quiz untuk asesmen formatif. Video Dokumenter/Edukasi: Menampilkan video tentang dampak pencemaran atau inovasi teknologi hijau. Aplikasi Pengukur Kebisingan (Noise Meter App): Pada smartphone peserta didik untuk pengamatan praktis. Situs Web Peta Kualitas Udara (misalnya, IQAir): Untuk melihat data kualitas udara real-time. Aplikasi Pembuat Poster/Infografis/Video: Canva, InShot, CapCut (untuk tugas proyek). F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT) - MINDFUL LEARNING, MEANINGFUL LEARNING, JOYFUL LEARNING Pembukaan & Sambutan (Mindful & Joyful): o Guru menyapa peserta didik dengan hangat. o Mengajak peserta didik untuk mengamati lingkungan sekitar mereka saat ini (di dalam kelas atau melihat keluar jendela), lalu menanyakan: "Apa yang pertama kali
terlintas di pikiranmu ketika mendengar kata 'lingkungan'?" atau "Bayangkan kamu menghirup udara di pegunungan, apa yang kamu rasakan?" (Mindful). o Melakukan ice-breaking berupa tebak gambar atau video singkat tentang kondisi lingkungan yang kontras (bersih vs. tercemar) untuk menarik perhatian dan menciptakan suasana gembira (Joyful). Apersepsi (Meaningful): o Guru mengajukan pertanyaan pemantik yang mengaitkan dengan pengalaman nyata: "Pernahkah kalian merasa sesak napas saat di jalan raya? Atau melihat air sungai berwarna keruh? Apa yang menyebabkannya?" (Meaningful). o Menghubungkan dengan konsep IPA sebelumnya tentang interaksi makhluk hidup dengan lingkungan. o Menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan mengapa topik ini relevan bagi mereka dan masa depan (Meaningful). Asesmen Awal (Diagnostik Kognitif dan Non-Kognitif): o Melalui pertanyaan lisan singkat atau kuis awal (misalnya, 3 pertanyaan di Mentimeter atau fitur polling di Google Classroom): "Sebutkan 1 masalah lingkungan yang kamu ketahui?", "Menurutmu, apa penyebab utama polusi udara?", "Bagaimana perasaanmu tentang kondisi lingkungan di tempat tinggalmu?". (untuk mengidentifikasi pengetahuan awal dan kepedulian). KEGIATAN INTI (60-70 MENIT) - MEMAHAMI, MENGAPLIKASI, MEREFLEKSI PERTEMUAN 1: PENCEMARAN UDARA DAN SUARA Eksplorasi Masalah (Memahami): o Menampilkan kliping berita atau video pendek tentang kasus pencemaran udara di kota besar (misalnya, Jakarta) atau dampak kebisingan. o Guru memandu diskusi singkat tentang apa yang mereka lihat dan rasakan. o Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil. Setiap kelompok mendapatkan kasus mini (misalnya, pabrik dekat permukiman, area konstruksi, jalan raya yang padat). o Diferensiasi Konten: Kelompok A (Visual/Auditori): Fokus pada analisis video/artikel berita, mencari data kualitas udara online (misalnya, IQAir). Kelompok B (Kinestetik/Hands-on): Melakukan observasi di area sekolah (misalnya, dekat jalan, kantin, perpustakaan) dengan aplikasi pengukur kebisingan di ponsel mereka, mencatat hasilnya. Guru menyediakan artikel atau infografis dengan tingkat kerumitan berbeda sesuai kebutuhan kelompok. Penelusuran Konsep & Data (Mengaplikasi): o Kelompok menganalisis kasus yang diberikan, mengidentifikasi sumber polutan, dan mendiskusikan dampaknya. o Mereka mencari informasi tambahan dari buku teks atau sumber daring tentang polutan udara (partikulat, gas berbahaya), efek rumah kaca, dan konsep intensitas bunyi.
o Diferensiasi Proses: Guru menyediakan template laporan sederhana untuk pencatatan observasi atau analisis data. Bagi kelompok yang telah mengukur kebisingan, mereka diminta menginterpretasikan angka yang diperoleh. Diskusi dan Refleksi (Penalaran Kritis & Komunikasi): o Setiap kelompok mempresentasikan temuan mereka. o Guru memfasilitasi diskusi lintas kelompok, menghubungkan temuan lokal dengan konsep global (misalnya, bagaimana emisi kendaraan berkontribusi pada efek rumah kaca). o Refleksi: "Apa yang membuat polutan udara sulit diatasi? Bagaimana kita bisa berkontribusi?" (Merefleksi, Penalaran Kritis). Penguatan Konsep (Mengaplikasi): o Kuis interaktif singkat (Kahoot) tentang jenis polutan, sumber, dan dampak pencemaran udara/suara. PERTEMUAN 2: PENCEMARAN AIR DAN TANAH Eksplorasi Masalah (Memahami): o Menampilkan gambar/video tentang sungai tercemar, lahan tandus, atau sampah menumpuk. o Guru memicu diskusi tentang penyebab dan dampaknya. o Diferensiasi Konten: Kelompok A (Kinestetik/Praktikum): Melakukan praktikum sederhana uji pH air (air keran, air got/selokan (jika aman dan tersedia), air sabun). Mengamati tekstur dan warna sampel tanah yang berbeda. Kelompok B (Visual/Auditori): Studi kasus tentang pencemaran sungai lokal atau dampak limbah industri/pertanian melalui video dan artikel. Fokus pada identifikasi polutan dan dampaknya. Guru menyediakan LKPD yang berbeda sesuai aktivitas kelompok. Penelusuran Konsep & Solusi (Mengaplikasi): o Kelompok menganalisis hasil pengamatan/praktikum mereka atau data dari studi kasus. o Mereka mendiskusikan polutan utama dalam air (limbah domestik, industri, pertanian) dan tanah (sampah, pestisida, limbah B3). o Mencari informasi tentang konsep pH dan ambang batas pencemaran. o Mulai memikirkan solusi sederhana di tingkat individu atau komunitas (misalnya, pengolahan limbah rumah tangga, komposting). o Diferensiasi Proses: Guru memberikan daftar pertanyaan panduan yang berbeda untuk membantu kelompok mengidentifikasi polutan dan dampaknya.
Bagi yang sudah memahami, diminta merumuskan ide solusi yang lebih inovatif. Diskusi dan Refleksi (Penalaran Kritis & Komunikasi): o Setiap kelompok mempresentasikan temuan dan ide solusi awal mereka. o Guru memandu diskusi, menyoroti hubungan antara aktivitas manusia dan pencemaran air/tanah. o Refleksi: "Bagaimana sampah yang kita hasilkan setiap hari bisa mencemari air dan tanah? Apa yang bisa kita lakukan untuk mengurangi dampaknya?" Penguatan Konsep (Mengaplikasi): o Permainan peran singkat: "Kamu adalah seorang aktivis lingkungan. Apa yang akan kamu katakan untuk menyadarkan masyarakat tentang bahaya sampah? PERTEMUAN 3: SOLUSI DAN KAMPANYE LINGKUNGAN Eksplorasi Solusi (Memahami): o Menampilkan berbagai contoh teknologi dan inovasi untuk mengatasi pencemaran (misalnya, filter udara, bioremediasi, pengolahan limbah, energi terbarukan). o Guru memandu diskusi singkat tentang prinsip fisika di balik solusi-solusi tersebut (misalnya, filtrasi, konversi energi). Perencanaan Proyek Kampanye (Mengaplikasi & Kreativitas): o Guru menjelaskan proyek akhir: Merancang kampanye sederhana (poster digital, infografis, video singkat, podcast) untuk meningkatkan kesadaran tentang pencemaran dan solusi fisika yang relevan. o Peserta didik bekerja dalam kelompok (bisa kelompok yang sama atau baru). Mereka memilih jenis pencemaran yang ingin mereka fokuskan. o Setiap kelompok membuat rencana kampanye: target audiens, pesan kunci, media yang digunakan, dan langkah-langkah implementasi. o Diferensiasi Produk: Guru memberikan pilihan media kampanye (poster, video, infografis, podcast). Guru menyediakan template atau contoh untuk berbagai jenis media. Bagi yang memiliki keterampilan digital, didorong untuk membuat produk yang lebih kompleks. Pelaksanaan Proyek & Pembimbingan (Mengaplikasi & Mandiri): o Peserta didik mulai membuat materi kampanye mereka. o Guru berkeliling, memberikan bimbingan, masukan desain, dan memastikan pesan kampanye jelas dan akurat secara ilmiah (terutama terkait prinsip fisika). Presentasi dan Evaluasi Proyek (Komunikasi & Kolaborasi): o Setiap kelompok mempresentasikan hasil proyek kampanye mereka di depan kelas. o Sesi tanya jawab dan umpan balik dari teman dan guru. o Guru mengajak peserta didik untuk merefleksikan proses pembuatan proyek dan pesan yang ingin disampaikan.
KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT) - MEMBERIKAN UMPAN BALIK, MENYIMPULKAN, PERENCANAAN SELANJUTNYA Umpan Balik Konstruktif (Merefleksi): o Guru memberikan apresiasi atas partisipasi dan upaya peserta didik. o Sesi "Refleksi Pribadi": Peserta didik menuliskan satu hal yang paling mereka sadari tentang pentingnya menjaga lingkungan setelah belajar topik ini, dan satu tindakan kecil yang akan mereka lakukan mulai sekarang. (Mindful) o Guru memberikan umpan balik spesifik terhadap proyek kampanye, menyoroti kekuatan pesan dan area yang perlu ditingkatkan. Penyimpulan Pembelajaran (Meaningful): o Guru memfasilitasi peserta didik untuk menyimpulkan secara kolektif konsep- konsep kunci pencemaran lingkungan, dampak, dan solusi fisika yang relevan. o Mengajukan pertanyaan "Apa yang membuat kita, sebagai manusia, bertanggung jawab atas kondisi lingkungan?" untuk memicu pemikiran yang lebih dalam. Refleksi & Perencanaan Selanjutnya (Joyful & Mindful): o Guru menanyakan: "Apa yang membuat kalian merasa paling berdaya setelah mempelajari topik ini?" (Joyful). o Mengajak peserta didik untuk berpartisipasi dalam diskusi perencanaan: "Proyek lingkungan apa lagi yang ingin kalian lakukan di sekolah atau rumah?" atau "Topik fisika apa yang bisa kita pelajari untuk mendukung upaya menjaga lingkungan?" (Memberdayakan peserta didik). o Menginformasikan materi untuk pertemuan berikutnya dan memberikan motivasi untuk terus menjadi agen perubahan. o Mengakhiri dengan ajakan untuk menjaga lingkungan sebagai bentuk syukur dan tanggung jawab. G. ASESMEN PEMBELAJARAN A. Asesmen Awal Pembelajaran (Diagnostik) Tujuan: Mengidentifikasi pengetahuan awal, kepedulian, dan gaya belajar peserta didik terhadap isu pencemaran lingkungan. Format: o Tes Lisan Singkat: Pertanyaan pemantik di awal pelajaran. Contoh: "Apa yang kamu tahu tentang polusi?", "Sebutkan 1 contoh sampah yang paling sering kamu lihat!", "Bagaimana perasaanmu jika melihat sungai kotor?". o Kuis Interaktif (Mentimeter/Google Forms): Beberapa pertanyaan pilihan ganda atau skala likert mengenai tingkat kepedulian terhadap lingkungan atau kebiasaan ramah lingkungan. o Observasi: Mengamati ekspresi, respon, dan partisipasi peserta didik saat sesi apersepsi.
Pertanyaan & Tugas: o "Menurutmu, apa saja bentuk pencemaran yang ada di sekitar kita?" o "Apa dampak paling besar dari polusi udara menurutmu?" o "Bagaimana kamu biasanya membuang sampah di rumah?" B. Asesmen Proses Pembelajaran (Formatif) Tujuan: Memantau pemahaman peserta didik selama proses pembelajaran, memberikan umpan balik, dan menyesuaikan instruksi. Format: o Observasi Langsung (Penilaian Kinerja): Keterlibatan aktif dalam diskusi kelompok (mengemukakan ide, mendengarkan, menghargai pendapat). Keterampilan observasi dan pencatatan data (saat mengukur kebisingan, mengamati lingkungan). Kemampuan analisis dalam studi kasus. Kerja sama dalam kelompok. o Penilaian Produk (LKPD, Catatan, Konsep Solusi): Kelengkapan dan keakuratan identifikasi polutan dan dampaknya pada LKPD. Keterkaitan antara masalah dan ide solusi yang diajukan. Kejelasan konsep fisika yang digunakan dalam penjelasan. o Kuis Singkat (Tes Tertulis/Daring): Kuis interaktif di akhir setiap sesi inti (misalnya, melalui Kahoot atau Google Forms) tentang konsep spesifik (efek rumah kaca, pH air, sumber polutan). o Jurnal Refleksi/Exit Ticket: "Satu hal baru yang saya pelajari hari ini tentang pencemaran dan satu pertanyaan yang masih ingin saya tanyakan." "Tuliskan satu tindakan sederhana yang bisa kamu lakukan untuk mengurangi pencemaran di rumah/sekolah!" Pertanyaan & Tugas (Contoh): o Pertemuan 1: "Apa saja gas rumah kaca yang berkontribusi pada pemanasan global? Jelaskan peran fisika dalam fenomena ini!" "Berdasarkan pengukuranmu, di area mana di sekolah tingkat kebisingan paling tinggi? Apa yang bisa kita lakukan untuk menguranginya?" "Menurutmu, mengapa partikel debu di udara berbahaya bagi paru-paru?" o Pertemuan 2: "Jelaskan mengapa air limbah deterjen dapat mencemari lingkungan perairan dan bagaimana cara mengatasinya?" "Jika pH air sungai menjadi sangat rendah (asam), dampak apa yang akan terjadi pada ikan di dalamnya?"
"Bagaimana sampah plastik yang tidak terurai dapat memengaruhi kesuburan tanah?" o Pertemuan 3: "Identifikasi minimal dua prinsip fisika yang mendasari teknologi pengolahan limbah atau energi terbarukan dalam upaya mengatasi pencemaran!" C. Asesmen Akhir Pembelajaran (Sumatif) Tujuan: Mengukur pencapaian kompetensi peserta didik secara keseluruhan setelah seluruh rangkaian pembelajaran selesai. Format: o Penilaian Proyek (Produk dan Presentasi): Produk: Poster Digital/Infografis/Video Singkat/Podcast Kampanye Lingkungan. Presentasi: Kemampuan mempresentasikan proyek dengan jelas, persuasif, dan menjawab pertanyaan. Rubrik Penilaian Proyek: Kriteria: Relevansi dan Akurasi Konten (informasi tentang jenis pencemaran, dampak, dan solusi berbasis fisika). Kreativitas dan Estetika Produk. Kejelasan Pesan dan Daya Persuasi. Kemampuan Presentasi (percaya diri, komunikasi efektif). Kemandirian dan Kolaborasi dalam Pengerjaan. o Tes Tertulis (Essay/Studi Kasus Analitis): Berisi pertanyaan yang menguji pemahaman konseptual mendalam, kemampuan analisis masalah, dan perumusan solusi. Pertanyaan & Tugas (Contoh): o Tes Tertulis (Studi Kasus): "Di sebuah kota industri, sering terjadi smog yang menyebabkan banyak warga mengalami gangguan pernapasan. Analisislah penyebab smog ini dari sudut pandang fisika, polutan apa saja yang terlibat, dan bagaimana teknologi fisika dapat diterapkan untuk mengurangi masalah ini. Jelaskan juga dampak jangka panjangnya terhadap kesehatan dan lingkungan." (Penalaran Kritis, Aplikasi) "Sebuah desa yang terletak di tepi sungai menghadapi masalah air yang keruh dan berbau akibat limbah rumah tangga dan pertanian. Sebagai seorang fisikawan muda, rancanglah sebuah solusi sederhana berbasis prinsip fisika untuk membantu masyarakat desa tersebut mendapatkan air bersih. Jelaskan prinsip kerjanya dan material yang dibutuhkan!" (Kreativitas, Penalaran Kritis, Aplikasi) "Jelaskan bagaimana konsep efek rumah kaca dapat menyebabkan pemanasan global, dan bagaimana peran kita sebagai individu dalam mengurangi dampaknya?" (Memahami, Merefleksi)
o Penilaian Proyek: "Buatlah sebuah kampanye digital (pilih salah satu: poster digital, infografis, atau video singkat berdurasi 1-2 menit) yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya pencemaran lingkungan (pilih salah satu: udara, air, tanah, atau suara) dan menawarkan solusi nyata yang dapat dilakukan. Pastikan kampanye Anda mencakup penjelasan singkat mengenai aspek fisika yang relevan." Mengetahui Salak, Agustus 2026 Kepala SMA Negeri 1 Salak Guru Mata Pelajaran. Nurlaila Solin, S.Pd, M.Pd Parsaoran Lam Tota Nababan, S.Si NIP. 19811227 200312 2 001 NIP. 19791230 201001 2 012
A. IDENTITAS MODUL Nama Sekolah : SMA Negeri 1 Salak Nama Penyusun : Parsaoran Lam Tota Nababan, S.Si Mata Pelajaran : IPA (Fisika) Kelas / Fase /Semester : X/ E / Ganjil Alokasi Waktu : 4 Pertemuan ( 3JP x 45 menit) B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK Pengetahuan Awal: Peserta didik diharapkan telah memiliki pemahaman dasar tentang konsep energi panas, suhu, radiasi, dan efek rumah kaca sederhana dari jenjang SMP atau mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam sebelumnya. Beberapa peserta didik mungkin sudah familiar dengan istilah "pemanasan global" atau "perubahan iklim" dari media massa, berita, atau lingkungan sekitar, namun pemahaman mendalam tentang konsep fisis di baliknya mungkin belum ada. Pemahaman tentang komposisi dasar atmosfer (gas-gas utama) juga akan menjadi modal. Minat: Peserta didik yang peduli terhadap isu lingkungan, keberlanjutan, atau memiliki pengalaman pribadi terkait dampak perubahan iklim (misalnya, banjir, cuaca ekstrem, kekeringan) akan lebih termotivasi. Minat pada teknologi hijau, energi terbarukan, atau inovasi dalam mengatasi masalah lingkungan juga dapat memicu antusiasme. Rasa ingin tahu tentang bagaimana aktivitas manusia dapat mempengaruhi alam dan bagaimana sains (Fisika) dapat memberikan solusi. Latar Belakang: Peserta didik memiliki latar belakang yang bervariasi dalam pemahaman isu-isu lingkungan. Ada yang terpapar banyak informasi, ada yang terbatas. Akses terhadap sumber belajar (internet, berita, dokumenter) dan pengalaman observasi lingkungan (misalnya, kondisi cuaca di daerah mereka) akan mempengaruhi persepsi mereka terhadap isu ini. Kebutuhan Belajar: Beberapa peserta didik membutuhkan visualisasi yang jelas (grafik data iklim, simulasi efek rumah kaca, video eksperimen) untuk memahami fenomena abstrak. PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM BAB 4 : PERUBAHAN IKLIM DAN PEMANASAN GLOBAL
Peserta didik dengan gaya belajar kinestetik akan lebih baik dalam melakukan eksperimen sederhana, membuat model, atau merancang proyek mitigasi. Peserta didik yang cenderung auditori akan memperoleh manfaat dari penjelasan guru, diskusi kelompok, atau mendengarkan narasumber. Kebutuhan akan data dan fakta yang kuat untuk meyakinkan dan membangun argumen. Kebutuhan akan penekanan pada solusi dan tindakan nyata agar tidak merasa terbebani atau putus asa dengan isu yang kompleks ini. C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN Jenis Pengetahuan yang Akan Dicapai: Faktual: Mengenal definisi perubahan iklim dan pemanasan global, gas-gas rumah kaca utama, sumber-sumber emisi, dan dampak nyata. Konseptual: Memahami konsep fisika di balik efek rumah kaca alami dan buatan, mekanisme penyerapan dan pemancaran radiasi inframerah oleh gas rumah kaca, serta perbedaan antara cuaca dan iklim. Memahami konsep keseimbangan energi Bumi. Prosedural: Mampu melakukan eksperimen sederhana untuk mengamati efek panas, menginterpretasi data iklim (grafik suhu/CO2), dan merumuskan solusi berbasis sains. Metakognitif: Mengembangkan kesadaran akan urgensi isu perubahan iklim, memahami peran Fisika dalam menganalisis dan mencari solusi, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab sebagai warga global. Relevansi dengan Kehidupan Nyata Peserta Didik: Pentingnya memahami fenomena cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi di sekitar mereka (banjir, kekeringan, gelombang panas). Dasar untuk memahami kebijakan lingkungan, energi terbarukan, dan pembangunan berkelanjutan. Mendorong perubahan perilaku sehari-hari yang lebih ramah lingkungan (hemat energi, daur ulang). Membekali peserta didik untuk menjadi warga negara yang sadar lingkungan dan mampu berkontribusi dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim di masa depan. Tingkat Kesulitan: Materi ini memiliki tingkat kesulitan menengah ke tinggi. Konsep dasar efek rumah kaca mungkin sudah dikenal, tetapi pemahaman mendalam tentang interaksi radiasi dengan molekul gas dan implikasi globalnya memerlukan penalaran abstrak. Membutuhkan kemampuan mengaitkan konsep Fisika (panas, radiasi, energi) dengan fenomena lingkungan yang kompleks. Struktur Materi: Pendahuluan: Cuaca vs. Iklim, Sejarah Perubahan Iklim. Konsep Fisika: Efek Rumah Kaca Alami dan Buatan, Gas Rumah Kaca. Sumber Emisi dan Dampak: Aktivitas manusia, dampak global dan lokal. Mitigasi dan Adaptasi: Solusi Fisika dan Teknologi, Peran Individu.
Integrasi Nilai dan Karakter: Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME: Menyadari keteraturan alam semesta sebagai ciptaan Tuhan dan tanggung jawab manusia untuk menjaga keseimbangan lingkungan. Kewargaan: Memahami isu perubahan iklim sebagai masalah global yang membutuhkan aksi kolektif, menumbuhkan rasa tanggung jawab sebagai warga negara yang baik. Penalaran Kritis: Melatih kemampuan menganalisis data ilmiah, mengidentifikasi hubungan sebab-akibat, dan mengevaluasi informasi tentang perubahan iklim. Kreativitas: Mendorong peserta didik untuk mencari solusi inovatif dalam mitigasi dan adaptasi, merancang kampanye atau proyek sederhana. Kolaborasi: Mendorong kerja sama dalam menganalisis data, melakukan eksperimen, dan merancang proyek. Kemandirian: Membangun inisiatif dalam mencari informasi, menganalisis masalah, dan merumuskan ide solusi. Komunikasi: Melatih kemampuan menyampaikan data, argumen, dan solusi secara efektif kepada publik. D DIMENSI PROFIL LULUSAN Berdasarkan tujuan pembelajaran dan karakteristik materi, dimensi lulusan pembelajaran yang akan dicapai adalah: 1. Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME: Menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga keseimbangan alam sebagai bentuk syukur atas karunia Tuhan, serta berpartisipasi aktif dalam upaya pelestarian lingkungan. 2. Kewargaan: Mampu mengidentifikasi isu perubahan iklim sebagai masalah global yang mendesak, serta menunjukkan kepedulian dan tanggung jawab untuk berkontribusi dalam solusi di tingkat lokal maupun global. 3. Penalaran Kritis: Mampu menganalisis data dan informasi terkait perubahan iklim dan pemanasan global menggunakan konsep-konsep fisika, serta mengevaluasi argumen dan solusi yang diusulkan. 4. Kreativitas: Mampu merancang ide-ide inovatif atau solusi sederhana untuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. 5. Kolaborasi: Berinteraksi dan bekerja sama dengan anggota kelompok dalam melakukan analisis data, eksperimen, dan proyek. 6. Kemandirian: Menunjukkan inisiatif dalam mencari informasi ilmiah, melakukan penyelidikan, dan merumuskan gagasan solusi. 7. Komunikasi: Mampu menjelaskan fenomena perubahan iklim dan pemanasan global secara ilmiah, serta mengkomunikasikan dampak dan solusi kepada audiens yang beragam.
DESAIN PEMBELAJARAN A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) NOMOR : 32 TAHUN 2024 Pada akhir Fase E, peserta didik mengidentifikasi benda- Pada akhir Fase E, peserta didik memiliki kemampuan untuk memahami sistem pengukuran, energi alternatif, ekosistem, bioteknologi, keanekaragaman hayati, struktur atom, reaksi kimia, hukum-hukum dasar kimia, dan perubahan iklim sehingga responsif dan dapat berperan aktif dalam menyelesaikan masalah pada isu-isu lokal dan global. Semua upaya tersebut diarahkan pada pencapaian tujuan pembangunan yang berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Elemen Capaian Pembelajaran Pemahaman IPA Peserta didik memahami proses klasifikasi makhluk hidup; peranan virus, bakteri, dan jamur dalam kehidupan; ekosistem dan interaksi antarkomponen serta faktor yang mempengaruhi; dan pemanfaatan bioteknologi dalam berbagai bidang kehidupan. Peserta didik memahami sistem pengukuran dalam kerja ilmiah; energi alternatif dan pemanfaatannya untuk mengatasi permasalahan ketersediaan energi. Peserta didik memahami struktur atom dan kaitannya dengan sifat unsur dalam tabel periodik; serta memahami reaksi kimia, hukum- hukum dasar kimia, dan perannya dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik menerapkan pemahaman IPA untuk mengatasi permasalahan berkaitan dengan perubahan iklim. Keterampilan Proses Mengamati Peserta didik mengamati fenomena ilmiah dan mencatat hasil pengamatannya dengan memperhatikan karakteristik dari objek yang diamati untuk memunculkan pertanyaan yang akan diselidiki. Mempertanyakan dan Memprediksi Peserta didik mengidentifikasi pertanyaan dan permasalahan yang dapat diselidiki secara ilmiah. Peserta didik menghubungkan pengetahuan yang telah dimiliki dengan pengetahuan baru untuk membuat prediksi. Merencanakan dan Melakukan Penyelidikan Peserta didik merencanakan penyelidikan ilmiah dan melakukan langkah- langkah operasional berdasarkan referensi yang benar untuk menjawab pertanyaan. Peserta didik melakukan pengukuran atau membandingkan variabel terikat dengan menggunakan alat yang sesuai serta memperhatikan kaidah ilmiah. Memproses, Menganalisis Data dan Informasi Peserta didik menafsirkan informasi yang diperoleh dengan jujur dan bertanggung jawab. Peserta didik menganalisis menggunakan alat dan metode yang tepat
berdasarkan data penyelidikan dengan menggunakan referensi rujukan yang sesuai, serta menyimpulkan hasil penyelidikan. Mengevaluasi dan Refleksi Peserta didik mengidentifikasi sumber ketidakpastian dan kemungkinan penjelasan alternatif dalam rangka mengevaluasi kesimpulan serta menjelaskan cara spesifik untuk meningkatkan kualitas data. Peserta didik menganalisis validitas informasi dan mengevaluasi pendekatan yang digunakan untuk menyelesaikan masalah dalam penyelidikan. Mengomunikasikan Hasil Peserta didik mengomunikasikan hasil penyelidikan secara sistematis dan utuh ditunjang dengan argumen ilmiah berdasarkan referensi sesuai konteks penyelidikan. B. LINTAS DISIPLIN ILMU Geografi: Konsep iklim, cuaca, pola angin, arus laut, geologi (sumber energi fosil), persebaran penduduk dan aktivitas ekonomi. Kimia: Struktur molekul gas rumah kaca dan kemampuannya menyerap radiasi inframerah, reaksi pembakaran bahan bakar fosil, siklus karbon, metana, dan nitrogen. Biologi: Dampak perubahan iklim terhadap keanekaragaman hayati (flora dan fauna), ekosistem, pertanian, dan kesehatan manusia. Ekonomi: Dampak ekonomi dari perubahan iklim, biaya mitigasi dan adaptasi, ekonomi sirkular, energi terbarukan, dan pasar karbon. Sosiologi/Antropologi: Perilaku manusia yang berkontribusi pada emisi, perubahan gaya hidup, keadilan iklim, peran masyarakat dalam mengatasi masalah lingkungan. Matematika: Analisis data statistik (grafik, tren), pemodelan matematika sederhana untuk proyeksi iklim. Pendidikan Lingkungan Hidup: Etika lingkungan, gaya hidup berkelanjutan, konservasi. C. TUJUAN PEMBELAJARAN Pertemuan 1: Memahami Dasar-dasar Iklim dan Fenomena Panas Melalui diskusi interaktif, peserta didik dapat membedakan konsep cuaca dan iklim serta memberikan contoh fenomena yang terkait dengan keduanya. (Pengetahuan, Penalaran Kritis) Dengan melakukan eksperimen sederhana tentang penyerapan panas, peserta didik dapat menjelaskan konsep penyerapan dan pemancaran radiasi termal oleh permukaan bumi. (Pengetahuan, Keterampilan, Kemandirian) Melalui studi kasus sejarah iklim bumi, peserta didik dapat mengidentifikasi bukti-bukti perubahan iklim alami di masa lalu. (Pengetahuan, Penalaran Kritis)
Pertemuan 2: Efek Rumah Kaca dan Gas Rumah Kaca Melalui simulasi virtual atau model sederhana, peserta didik dapat menjelaskan mekanisme terjadinya efek rumah kaca alami sebagai bagian penting dari keseimbangan energi bumi. (Pengetahuan, Penalaran Kritis) Dengan menganalisis data, peserta didik dapat mengidentifikasi gas-gas utama penyebab efek rumah kaca buatan (CO2, CH4, N2O, dll.) dan menjelaskan mengapa gas-gas tersebut memerangkap panas. (Pengetahuan, Penalaran Kritis) Melalui diskusi kasus, peserta didik dapat menganalisis hubungan antara peningkatan konsentrasi gas rumah kaca akibat aktivitas manusia (misalnya, pembakaran bahan bakar fosil, deforestasi) dan fenomena pemanasan global. (Pengetahuan, Kewargaan, Penalaran Kritis) Pertemuan 3: Dampak Perubahan Iklim dan Pemanasan Global Dengan menganalisis infografis dan berita aktual, peserta didik dapat mengidentifikasi berbagai dampak perubahan iklim dan pemanasan global (misalnya, kenaikan muka air laut, cuaca ekstrem, krisis pangan dan air, kesehatan) di tingkat global dan lokal. (Pengetahuan, Penalaran Kritis, Kewargaan) Melalui studi kasus, peserta didik dapat mengevaluasi risiko dan kerentanan suatu daerah atau komunitas terhadap dampak perubahan iklim. (Penalaran Kritis, Kolaborasi) Melalui curah pendapat, peserta didik dapat mengusulkan contoh-contoh nyata dari dampak perubahan iklim yang mereka amati di lingkungan sekitar. (Kemandirian, Komunikasi) Pertemuan 4: Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim (Solusi Fisika) Dengan menganalisis data dan teknologi, peserta didik dapat menjelaskan upaya mitigasi perubahan iklim berbasis fisika (misalnya, transisi energi terbarukan: surya, angin, hidro; efisiensi energi; penangkapan karbon). (Pengetahuan, Penalaran Kritis, Kreativitas) Melalui proyek kelompok, peserta didik dapat merancang ide-ide adaptasi sederhana terhadap dampak perubahan iklim yang relevan dengan komunitas mereka. (Kreativitas, Kolaborasi, Komunikasi) Dengan melakukan refleksi, peserta didik dapat mengembangkan kesadaran diri dan komitmen untuk mengambil peran aktif dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan dan mitigasi perubahan iklim di tingkat pribadi maupun kolektif. (Keimanan dan Ketakwaan, Kewargaan, Kemandirian) D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL Pertemuan 1: "Mengapa suhu di desaku makin panas saat siang hari? Apa bedanya dengan ramalan cuaca besok?" Pertemuan 2: "Bagaimana rumah kaca petani bisa menghangatkan tanaman? Apa hubungannya dengan suhu bumi yang naik?" Pertemuan 3: "Mengapa Jakarta sering banjir padahal tidak hujan lebat? Apakah ini terkait dengan iklim?"
Pertemuan 4: "Bisakah kita menghentikan pemanasan global? Teknologi fisika apa yang bisa membantu?" E. KERANGKA PEMBELAJARAN 1. Praktik Pedagogik Model Pembelajaran: o Project-Based Learning (PjBL): Mendorong peserta didik untuk membuat proyek solusi nyata atau kampanye kesadaran terkait perubahan iklim. o Inquiry-Based Learning: Mendorong peserta didik untuk mengajukan pertanyaan investigasi tentang fenomena iklim dan mencari jawabannya melalui data dan eksperimen. o Problem-Based Learning (PBL): Memberikan masalah nyata terkait perubahan iklim untuk dianalisis dan dicari solusinya oleh peserta didik. Strategi Pembelajaran: o Eksperimen Sederhana/Demonstrasi Fisika: Mengamati konsep penyerapan panas, efek rumah kaca mini (Joyful Learning, Meaningful Learning). o Analisis Data dan Grafik: Menginterpretasi data suhu global, konsentrasi CO2 dari sumber terpercaya (Meaningful Learning, Penalaran Kritis). o Diskusi Kasus/Debat: Menganalisis isu-isu kontroversial atau studi kasus dampak perubahan iklim (Meaningful Learning, Penalaran Kritis, Komunikasi). o Simulasi Interaktif: Menggunakan simulasi daring efek rumah kaca atau model iklim sederhana (Joyful Learning, Meaningful Learning). o Kunjungan Lapangan Virtual/Nyata (jika memungkinkan): Mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya/angin atau area yang terdampak perubahan iklim (Meaningful Learning, Kewargaan). o Refleksi Personal dan Kolektif: Mendorong peserta didik untuk merenungkan peran mereka dan tindakan nyata (Mindful Learning, Kewargaan). Metode Pembelajaran: o Tanya Jawab o Diskusi Kelompok o Eksperimen/Demonstrasi o Analisis Data o Studi Kasus o Presentasi o Proyek 2. Kemitraan Pembelajaran Lingkungan Sekolah: o Guru mata pelajaran lain (Geografi, Kimia, Biologi, Ekonomi, Bahasa Indonesia) untuk integrasi materi dan proyek interdisipliner. o Tim Adiwiyata sekolah untuk praktik baik lingkungan. o Petugas kantin/kebersihan untuk diskusi tentang pengelolaan sampah.
Lingkungan Luar Sekolah: o BMKG setempat (jika memungkinkan untuk narasumber/data iklim lokal). o Dinas Lingkungan Hidup atau Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk diskusi tentang dampak dan upaya mitigasi/adaptasi lokal. o Komunitas peduli lingkungan atau organisasi nirlaba (misalnya, WWF, Greenpeace) untuk inspirasi dan aksi nyata. o Pusat energi terbarukan (jika ada kunjungan). Masyarakat: o Orang tua/wali untuk mendukung penerapan perilaku ramah lingkungan di rumah. o Tokoh masyarakat/pemuka agama untuk memperkuat pesan moral dan etika lingkungan. 3. Lingkungan Belajar (Mendukung Pembelajaran Mendalam) Ruang Fisik: o Kelas yang memungkinkan diskusi kelompok dan presentasi. o Laboratorium Fisika/IPA untuk eksperimen sederhana. o Akses ke perpustakaan sekolah untuk sumber bacaan (buku fisika, majalah ilmiah, artikel tentang lingkungan). o Area luar kelas/sekolah untuk observasi fenomena cuaca atau praktik pengelolaan sampah. Ruang Virtual: o Akses internet stabil untuk mencari data, menonton video edukasi, dan menggunakan platform digital. o Penggunaan perangkat proyektor/TV untuk presentasi, menampilkan grafik data iklim, dan simulasi. o Platform online untuk berbagi data, berdiskusi, dan berkolaborasi dalam proyek. Budaya Belajar: o Mendorong rasa ingin tahu, kritis, dan skeptisisme yang sehat terhadap informasi yang beredar. o Menciptakan suasana kelas yang kolaboratif, inklusif, dan saling menghargai pendapat. o Menumbuhkan rasa urgensi dan tanggung jawab terhadap isu perubahan iklim. o Mendorong sikap proaktif dalam mencari solusi dan bertindak nyata. 4. Pemanfaatan Digital Perpustakaan Digital: Mengakses jurnal ilmiah (misalnya, dari BMKG, LAPAN), artikel berita terpercaya tentang perubahan iklim, laporan IPCC, atau e-book tentang Fisika Lingkungan.
Forum Diskusi Daring: Google Classroom, Edmodo, atau platform lain untuk berbagi artikel, video, data, serta melakukan diskusi asinkron tentang isu-isu yang kompleks. Penilaian Daring: Menggunakan Google Forms untuk kuis pemahaman konsep, Mentimeter untuk survei pendapat atau refleksi cepat. Kahoot!/Quizizz: Untuk kuis interaktif tentang istilah kunci, gas rumah kaca, atau dampak perubahan iklim. Youtube/Platform Video Edukasi: Menonton video animasi tentang efek rumah kaca, dokumenter tentang dampak perubahan iklim (misalnya, dari National Geographic, BBC), atau video tentang energi terbarukan. Aplikasi/Situs Simulasi Interaktif: PhET Interactive Simulations (misalnya, Greenhouse Gas), NASA Climate Change website, IPCC data portal untuk visualisasi dan analisis data iklim. Google Earth/Maps: Untuk melihat perubahan garis pantai, pencairan gletser, atau dampak deforestasi. F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI PERTEMUAN 1: MEMAHAMI DASAR-DASAR IKLIM DAN FENOMENA PANAS KEGIATAN PENDAHULUAN (20 MENIT) Pembelajaran Berkesadaran (Mindful Learning): Guru menampilkan gambar/video perbandingan kondisi cuaca ekstrem (misalnya, kekeringan vs. banjir bandang, musim panas vs. musim dingin ekstrem) di berbagai belahan dunia atau di Indonesia sendiri. "Apakah kalian merasakan perubahan cuaca di sekitar kita akhir-akhir ini? Apakah ini hanya 'cuaca' biasa atau ada sesuatu yang lebih besar?" (membangun kesadaran akan fenomena dan memicu pertanyaan). Pembelajaran Bermakna (Meaningful Learning): Guru meminta peserta didik berbagi pengalaman terkait cuaca atau iklim di daerah mereka. "Apa bedanya cuaca dan iklim menurut kalian? Mengapa penting untuk membedakannya?" (mengaitkan dengan pengalaman personal). Pembelajaran Menggembirakan (Joyful Learning): Guru melakukan permainan "Benar atau Salah" dengan pernyataan terkait cuaca dan iklim (misalnya, "Hujan hari ini adalah contoh iklim." -> Salah). Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dengan antusias, "Hari ini kita akan menjadi ilmuwan iklim, menyelidiki dasar-dasar bagaimana bumi kita menghangat dan apa yang memengaruhinya!" KEGIATAN INTI (100 MENIT) Memahami (Understanding): Diferensiasi Konten: Visual-Auditori: Guru menyajikan video singkat yang menjelaskan perbedaan cuaca dan iklim, serta demonstrasi sederhana tentang bagaimana permukaan gelap menyerap panas lebih baik daripada permukaan terang (misalnya, botol berisi air dengan cat hitam vs. bening di bawah sinar matahari). Baca-Tulis: Guru menyediakan infografis atau teks singkat tentang definisi cuaca dan iklim, serta konsep penyerapan dan pemancaran radiasi termal, meminta peserta didik membuat catatan penting.
Aktivitas Eksplorasi Terbimbing: Peserta didik dalam kelompok kecil (heterogen) melakukan eksperimen sederhana: menempatkan termometer di dalam dua wadah (satu dicat hitam, satu putih) di bawah sinar matahari/lampu untuk mengamati perbedaan kenaikan suhu. Mengaplikasi (Applying): Diferensiasi Proses: Kelompok A (Perlu Bimbingan Lebih): Guru menyediakan tabel dengan beberapa contoh fenomena alam, meminta mereka mengkategorikan apakah itu "cuaca" atau "iklim" dan menjelaskan alasannya. Kelompok B (Cukup Mandiri): Peserta didik diminta untuk menganalisis data suhu historis dari daerah mereka (jika tersedia daring) dan mencari tahu apakah ada tren perubahan iklim dalam 10-20 tahun terakhir. Membuat Laporan/Analisis (Berdiferensiasi Produk): Peserta didik diminta untuk: Produk 1 (Laporan Observasi Sederhana): Melaporkan hasil eksperimen penyerapan panas, dilengkapi dengan grafik sederhana dan kesimpulan. Produk 2 (Mini-Infografis): Membuat mini-infografis tentang perbedaan cuaca dan iklim, serta contoh fenomena masing-masing. Merefleksi (Reflecting): Setiap kelompok mempresentasikan hasil eksperimen atau infografis mereka. Diskusi: "Mengapa kita bisa merasakan 'panas' atau 'dingin'? Apa peran matahari dalam hal ini?" "Bagaimana suhu permukaan bumi dapat memengaruhi cuaca dan iklim?" KEGIATAN PENUTUP (20 MENIT) Umpan Balik Konstruktif: Guru memberikan umpan balik atas pemahaman konsep dan hasil eksperimen. Guru meminta peserta didik menuliskan "1 hal yang paling menarik tentang panas dan iklim hari ini" dan "1 pertanyaan yang masih mengganggu saya tentang bagaimana bumi menjadi hangat". Menyimpulkan Pembelajaran: Guru bersama peserta didik merangkum perbedaan cuaca dan iklim, serta pentingnya penyerapan dan pemancaran energi panas. Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya: Guru memberikan tugas untuk mencari tahu "gas-gas apa saja yang ada di atmosfer" sebagai pancingan untuk materi efek rumah kaca. PERTEMUAN 2: EFEK RUMAH KACA DAN GAS RUMAH KACA KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT) Pembelajaran Berkesadaran (Mindful Learning): Guru menampilkan gambar rumah kaca pertanian yang berisi tanaman. "Mengapa rumah kaca bisa membuat tanaman tetap hangat bahkan di musim dingin? Apakah bumi kita punya 'rumah kaca'?" (membangun kesadaran akan konsep dasar efek rumah kaca). Pembelajaran Bermakna (Meaningful Learning): Guru meminta peserta didik berbagi hasil temuan mereka tentang "gas-gas di atmosfer". "Gas apa yang paling banyak? Gas apa yang menurut kalian paling penting?"
Pembelajaran Menggembirakan (Joyful Learning): Guru memutar video singkat animasi atau ilustrasi sederhana tentang bagaimana cahaya matahari masuk ke bumi dan sebagian panasnya terperangkap. "Coba bayangkan, kalau tidak ada efek rumah kaca ini, apa yang akan terjadi pada bumi?" KEGIATAN INTI (105 MENIT) Memahami (Understanding): Diferensiasi Konten: Visual-Auditori: Guru menyajikan simulasi interaktif daring (misalnya, PhET Greenhouse Gas) yang menunjukkan bagaimana berbagai gas menyerap radiasi inframerah, serta video animasi detail tentang efek rumah kaca alami dan buatan. Baca-Tulis: Guru menyediakan teks bacaan tentang komposisi atmosfer, struktur molekul gas rumah kaca utama (CO2, CH4, N2O), dan proses penyerapan radiasi, meminta peserta didik membuat rangkuman. Aktivitas Diskusi Terbimbing: Peserta didik dalam kelompok menganalisis grafik peningkatan konsentrasi CO2 global dari waktu ke waktu dan menghubungkannya dengan aktivitas manusia. Mengaplikasi (Applying): Diferensiasi Proses: Kelompok A (Perlu Bimbingan Lebih): Guru memberikan kartu nama gas rumah kaca dan gambar sumber emisinya, meminta mereka mencocokkan dan menjelaskan mengapa gas tersebut penting. Kelompok B (Cukup Mandiri): Peserta didik diminta untuk menghitung perkiraan kontribusi emisi CO2 dari aktivitas sehari-hari di rumah mereka (misalnya, penggunaan listrik, transportasi). Membuat Diagram/Skema Konseptual (Berdiferensiasi Produk): Peserta didik diminta untuk: Produk 1 (Diagram Alir Sederhana): Menggambar diagram alir yang menjelaskan proses efek rumah kaca, baik alami maupun buatan, dengan panah radiasi yang jelas. Produk 2 (Infografis Mini): Mendesain infografis mini tentang "Musuh Tak Terlihat: Gas Rumah Kaca", menjelaskan jenis-jenis gas, sumbernya, dan mengapa mereka berbahaya. Merefleksi (Reflecting): Setiap kelompok mempresentasikan diagram/skema mereka. Diskusi: "Apakah efek rumah kaca itu sepenuhnya buruk? Mengapa kita perlu membedakan efek rumah kaca alami dan buatan?" "Apa aktivitas manusia yang paling banyak menyumbang gas rumah kaca?" KEGIATAN PENUTUP (20 MENIT) Umpan Balik Konstruktif: Guru memberikan umpan balik atas pemahaman konsep efek rumah kaca dan gas-gasnya. Guru meminta peserta didik menuliskan "1 gas rumah kaca yang paling membuat saya khawatir dan mengapa" dan "1 kebiasaan sehari-hari yang menyumbang emisi gas rumah kaca". Menyimpulkan Pembelajaran: Guru dan peserta didik bersama-sama merangkum mekanisme efek rumah kaca dan peran gas-gas rumah kaca dalam pemanasan global.
Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya: Guru memberikan tugas untuk mencari berita atau artikel tentang "dampak pemanasan global di Indonesia" sebagai pancingan. PERTEMUAN 3: DAMPAK PERUBAHAN IKLIM DAN PEMANASAN GLOBAL KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT) Pembelajaran Berkesadaran (Mindful Learning): Guru menampilkan berita/video dampak perubahan iklim di berbagai belahan dunia (misalnya, es kutub mencair, kebakaran hutan, kekeringan panjang, banjir rob). "Apa perasaan kalian melihat gambar-gambar ini? Apakah ini juga bisa terjadi di dekat kita?" (membangun empati dan urgensi). Pembelajaran Bermakna (Meaningful Learning): Guru meminta peserta didik berbagi hasil temuan mereka tentang "dampak pemanasan global di Indonesia". "Dampak apa yang paling sering kalian dengar? Apakah ada yang pernah mengalaminya langsung?" Pembelajaran Menggembirakan (Joyful Learning): Guru mengajak peserta didik membuat "Peta Dampak" sederhana di papan tulis/digital, di mana mereka menempelkan atau menuliskan dampak yang mereka tahu di wilayah Indonesia. KEGIATAN INTI (105 MENIT) Memahami (Understanding): Diferensiasi Konten: Visual-Auditori: Guru menyajikan infografis dari lembaga terpercaya (misalnya, IPCC, NASA) tentang berbagai dampak perubahan iklim global, serta video dokumenter pendek tentang komunitas yang terdampak. Baca-Tulis: Guru menyediakan artikel berita atau laporan singkat tentang dampak perubahan iklim di sektor yang berbeda (misalnya, pertanian, pesisir, kesehatan), meminta peserta didik menganalisis dan mencatat dampak utamanya. Aktivitas Analisis Data/Studi Kasus: Peserta didik dalam kelompok menganalisis studi kasus nyata (misalnya, dampak kenaikan muka air laut di pesisir utara Jawa, dampak kekeringan di daerah pertanian, penyebaran penyakit vektor). Mereka menggunakan data atau informasi dari studi kasus untuk mengidentifikasi dampak. Mengaplikasi (Applying): Diferensiasi Proses: Kelompok A (Perlu Bimbingan Lebih): Guru memberikan beberapa dampak perubahan iklim dan meminta mereka mengaitkan dengan sistem alam yang terpengaruh (misalnya, mencairnya es kutub -> kenaikan muka air laut). Kelompok B (Cukup Mandiri): Peserta didik diminta untuk meneliti dan menyajikan data tentang salah satu dampak perubahan iklim yang paling relevan dengan daerah mereka (misalnya, frekuensi banjir, perubahan pola musim hujan). Membuat Peta Pikiran/Presentasi (Berdiferensiasi Produk): Peserta didik diminta untuk: Produk 1 (Peta Pikiran/Konsep): Membuat peta pikiran yang menghubungkan pemanasan global dengan berbagai dampaknya secara sistematis. Produk 2 (Presentasi Mini): Menyiapkan presentasi mini (3-5 slide) tentang "Dampak Perubahan Iklim di Daerahku" atau "Dampak Perubahan Iklim pada Salah Satu Sektor (misalnya, pangan/kesehatan)".
Merefleksi (Reflecting): Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisis atau presentasi mini mereka. Diskusi: "Dari semua dampak ini, mana yang menurutmu paling mendesak untuk diatasi? Mengapa?" "Bagaimana kita sebagai individu dapat merasakan dampak-dampak ini?" KEGIATAN PENUTUP (20 MENIT) Umpan Balik Konstruktif: Guru memberikan umpan balik atas kedalaman analisis dampak dan kemampuan presentasi. Guru meminta peserta didik menuliskan "1 dampak perubahan iklim yang paling membuat saya prihatin" dan "1 hal yang saya sadari setelah mempelajari dampak ini". Menyimpulkan Pembelajaran: Guru dan peserta didik bersama-sama merangkum berbagai dampak nyata perubahan iklim dan pemanasan global. Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya: Guru memberikan tugas untuk mencari tahu "apa yang bisa kita lakukan untuk mengurangi dampak perubahan iklim" sebagai pancingan. PERTEMUAN 4: MITIGASI DAN ADAPTASI PERUBAHAN IKLIM (SOLUSI FISIKA) KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT) Pembelajaran Berkesadaran (Mindful Learning): Guru menampilkan gambar/video teknologi energi terbarukan (panel surya, turbin angin) atau inovasi ramah lingkungan. "Adakah harapan untuk mengatasi masalah perubahan iklim? Teknologi apa yang bisa membantu?" (membangun optimisme dan orientasi solusi). Pembelajaran Bermakna (Meaningful Learning): Guru meminta peserta didik berbagi hasil temuan mereka tentang "apa yang bisa kita lakukan untuk mengurangi dampak perubahan iklim". "Mana yang menurut kalian paling efektif?" Pembelajaran Menggembirakan (Joyful Learning): Guru mengajak peserta didik membuat "Dinding Ide" (fisik/digital) di mana mereka menempelkan/menuliskan ide-ide solusi mereka untuk masalah perubahan iklim. KEGIATAN INTI (105 MENIT) Memahami (Understanding): Diferensiasi Konten: Visual-Auditori: Guru menyajikan video tentang berbagai teknologi energi terbarukan, konsep efisiensi energi, dan video kampanye lingkungan. Baca-Tulis: Guru menyediakan artikel tentang mitigasi (misalnya, Carbon Capture Storage, energi terbarukan) dan adaptasi (misalnya, pembangunan tanggul laut, pertanian tahan iklim), meminta peserta didik menganalisis dan membuat daftar strategi. Aktivitas Eksplorasi Solusi: Peserta didik dalam kelompok mengeksplorasi berbagai teknologi dan strategi mitigasi/adaptasi yang relevan dengan Fisika (misalnya, konsep Pembangkit Listrik Tenaga Surya/Angin, desain bangunan hijau, efisiensi penggunaan alat elektronik).
Mengaplikasi (Applying): Diferensiasi Proses: Kelompok A (Perlu Bimbingan Lebih): Guru memberikan beberapa contoh masalah iklim dan meminta mereka mengusulkan 1-2 solusi mitigasi atau adaptasi sederhana yang bisa dilakukan di sekolah/rumah. Kelompok B (Cukup Mandiri): Peserta didik diminta untuk merancang proposal proyek mini untuk mengurangi jejak karbon di lingkungan sekolah atau komunitas mereka (misalnya, kampanye hemat listrik, bank sampah). Proyek Desain Solusi/Kampanye (Berdiferensiasi Produk): Peserta didik secara berkelompok merancang dan (jika memungkinkan) membuat: Produk 1 (Desain Poster Kampanye): Mendesain poster digital/fisik untuk kampanye "Hemat Energi, Selamatkan Bumi" atau "Tanam Pohon, Sejukkan Dunia". Produk 2 (Video Edukasi Singkat): Membuat video edukasi singkat (maksimal 3 menit) tentang salah satu teknologi energi terbarukan atau strategi adaptasi. Produk 3 (Model Prototipe Sederhana): Membuat model prototipe sederhana dari alat/solusi yang ramah lingkungan (misalnya, model rumah hemat energi, sistem daur ulang air). Presentasi: Setiap kelompok mempresentasikan proyek mereka, menjelaskan solusi yang diusulkan, konsep Fisika di baliknya, dan potensi dampaknya. Merefleksi (Reflecting): Setiap kelompok mempresentasikan proyek mereka. Diskusi: "Setelah mempelajari materi ini, apa peran paling penting yang bisa kita lakukan sebagai individu untuk mengatasi perubahan iklim?" "Bagaimana Fisika dapat menjadi kunci dalam menciptakan solusi untuk masalah lingkungan?" KEGIATAN PENUTUP (20 MENIT) Umpan Balik Konstruktif: Guru memberikan umpan balik menyeluruh tentang seluruh proses pembelajaran dan kualitas proyek yang dihasilkan, menekankan pentingnya aksi nyata dan kolaborasi. Menyimpulkan Pembelajaran: Guru bersama peserta didik menyimpulkan bahwa perubahan iklim adalah masalah kompleks yang membutuhkan pemahaman ilmiah (Fisika), kesadaran, dan tindakan nyata dari setiap individu dan komunitas. Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya: Guru mendorong peserta didik untuk terus menjadi agen perubahan yang peduli lingkungan dan menerapkan ilmu Fisika dalam kehidupan sehari-hari. Guru dapat merekomendasikan film dokumenter atau buku tentang perubahan iklim.
G. ASESMEN PEMBELAJARAN A. Asesmen Awal Pembelajaran (Diagnostik) Tujuan: Mengidentifikasi pengetahuan awal peserta didik tentang konsep dasar panas, cuaca, iklim, dan pemahaman mereka tentang isu pemanasan global, serta minat dan gaya belajar mereka. Format: o Kuesioner Pra-konsepsi/Survei Singkat (Daring/Luring): Contoh Pertanyaan: 1. Menurutmu, apa perbedaan antara cuaca dan iklim? 2. Pernahkah kamu mendengar istilah "efek rumah kaca"? Jelaskan dengan bahasamu sendiri! 3. Sebutkan 3 hal yang menurutmu menyebabkan bumi semakin panas! 4. Apa saja dampak yang kamu ketahui dari pemanasan global? 5. Bagaimana perasaanmu ketika mendengar berita tentang perubahan iklim? (pilihan ganda: khawatir, tidak peduli, penasaran, dll.) o Diskusi Awal Kelas: "Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'perubahan iklim'?" B. Asesmen Proses Pembelajaran (Formatif) Tujuan: Memantau kemajuan belajar peserta didik, memberikan umpan balik, dan menyesuaikan strategi pembelajaran. Format: o Observasi (Non-tes): Lembar Observasi Diskusi Kelompok: Mengamati partisipasi aktif, kemampuan bernalar kritis, kemampuan berargumen, dan kolaborasi dalam menganalisis data/studi kasus. Lembar Observasi Saat Eksperimen/Simulasi: Mengamati pemahaman prosedur, ketelitian, dan kemampuan menarik kesimpulan sederhana. Catatan Anekdot: Mencatat interaksi individual, pertanyaan, atau kesulitan yang muncul saat eksplorasi atau analisis kasus. o Penilaian Kinerja (Non-tes): Rubrik Penilaian Laporan Eksperimen Sederhana (Pertemuan 1): Mengukur kelengkapan data, ketepatan analisis, dan kesimpulan. Rubrik Penilaian Diagram/Infografis/Peta Pikiran (Pertemuan 2, 3): Mengukur ketepatan konsep, kejelasan visualisasi, kreativitas, dan kelengkapan informasi. o Kuis Singkat/Tanya Jawab Lisan (Tes Lisan): Di akhir setiap sub-topik atau di awal pertemuan berikutnya untuk mengecek pemahaman konsep-konsep kunci (misalnya, perbedaan gas rumah kaca, dampak spesifik). o Jurnal Refleksi Peserta Didik: Contoh Pertanyaan: "Konsep Fisika apa yang paling membantuku memahami perubahan iklim hari ini?" "Bagaimana saya dapat menerapkan pengetahuan ini
dalam tindakan nyata sehari-hari?" "Apa tantangan terbesar yang saya hadapi dalam memahami materi ini dan bagaimana saya mengatasinya?" o Umpan Balik Teman Sebaya: Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk saling memberikan umpan balik terhadap presentasi mini atau ide solusi yang diusulkan. C. Asesmen Akhir Pembelajaran (Sumatif) Tujuan: Mengukur pencapaian kompetensi peserta didik secara keseluruhan setelah menyelesaikan tema. Format: o Penilaian Proyek (Produk dan Presentasi): Proyek Akhir (Pertemuan 4): "Inovasi Fisika untuk Iklim Berkelanjutan" Tugas: Peserta didik secara berkelompok (3-4 orang) diminta untuk merancang sebuah "Inovasi Fisika" (bisa berupa ide konsep, prototipe sederhana, atau kampanye edukasi) yang berkontribusi pada mitigasi atau adaptasi perubahan iklim. Proyek ini harus jelas mengaitkan konsep Fisika yang telah dipelajari. Produk: Dapat berupa: Makalah Konseptual (maksimal 3 halaman) + Desain Visual (poster/infografis) ide inovasi. Video Edukasi/Kampanye (durasi maksimal 5 menit) tentang pentingnya inovasi Fisika dalam mengatasi perubahan iklim. Model Prototipe Sederhana dari alat/solusi yang diusulkan (misalnya, model rumah hemat energi, sistem pengumpul air hujan, panel surya mini). Aplikasi/Situs Web sederhana (jika ada yang memiliki keterampilan coding) untuk memvisualisasikan data atau memberikan informasi solusi iklim. Presentasi: Setiap kelompok mempresentasikan proyek mereka di hadapan kelas, menjelaskan: Masalah iklim yang ingin diatasi. Konsep Fisika yang mendasari inovasi. Cara kerja atau implementasi inovasi. Dampak positif yang diharapkan. Relevansi dengan kehidupan sehari-hari dan keberlanjutan. Rubrik Penilaian Proyek: Aspek Penilaian: Pemahaman Konsep Fisika dan Relevansinya (25%) Kreativitas dan Orisinalitas Ide Solusi (20%) Potensi Dampak dan Keberlanjutan (20%) Kualitas Produk/Output (15%)
Kolaborasi Kelompok (10%) Kualitas Presentasi dan Komunikasi (10%) o Tes Tertulis (Essay Analitis): Tugas: Analisis Fenomena Iklim. Deskripsi Tugas: Peserta didik diberikan data atau skenario tentang fenomena iklim tertentu (misalnya, data peningkatan suhu rata-rata di suatu kota, kejadian gelombang panas yang tidak biasa, kasus pencairan gletser). Mereka diminta untuk: 1. Menjelaskan fenomena tersebut menggunakan konsep-konsep Fisika yang relevan (efek rumah kaca, radiasi, transfer panas). 2. Mengidentifikasi faktor-faktor (baik alami maupun antropogenik) yang kemungkinan berkontribusi pada fenomena tersebut. 3. Menganalisis dampak yang mungkin terjadi dari fenomena tersebut terhadap lingkungan dan masyarakat. 4. Mengusulkan minimal dua solusi (mitigasi atau adaptasi) yang relevan dan berbasis ilmiah untuk mengatasi fenomena tersebut atau mengurangi dampaknya. Kriteria Penilaian: Ketepatan penjelasan konsep Fisika. Kedalaman analisis faktor penyebab dan dampaknya. Kemampuan mengintegrasikan informasi dari berbagai sumber. Kualitas usulan solusi (realistis, berbasis sains). Keterampilan bernalar kritis dan kemampuan argumentasi ilmiah. Kualitas komunikasi tertulis. Mengetahui Salak, Agustus 2026 Kepala SMA Negeri 1 Salak Guru Mata Pelajaran. Nurlaila Solin, S.Pd, M.Pd Parsaoran Lam Tota Nababan, S.Si NIP. 19811227 200312 2 001 NIP. 19791230 201001 2 012
