DISUSUN OLEH : WINI NOPITA SARI 23301125 PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN FAKULTAS KEPERAWATAN INSTITUT KESEHATAN PAYUNG NEGERI PEKANBARU TAHUN 2026 MMEENNGGOONNTTRROOLLEEMMOOSSII MENGONTROLEMOSI PPAADDAAAANNAAKKKKAANNKKEERR PADAANAKKANKER1

Halo, Teman Hebat!Halo, Teman Hebat!Halo, Teman Hebat!Buku ini untuk belajar mengenali perasaan.Kita belajar mengontrol emosi dengan aman.Boleh dibaca bersama orang tua atau perawat.Kamu tidak sendirian.2

Halo Teman Hebat ....................................2Daftar Isi ..................................................3Pengetahuan Mengontrol Emosi ........18-23Mengenal Emosi ................................12-17Mengapa Buku Bergambar/Flipbook........27Pesan Penutup .......................................28Tips untuk Orang Tua & Pendamping...24-26Tentang Penyakitku ..............................4-9Dampak Penyakit dan Pengobatan ......10-11Daftar Pustaka ...................................29-30DDAAFFTTAARRIISSII DAFTARISI3

TENTANG PENYAKITKUTENTANG PENYAKITKUTENTANG PENYAKITKUApa itu kanker pada anak?Apa itu kanker pada anak?Apa itu kanker pada anak?222333555Kanker adalah kelompok penyakitKanker adalah kelompok penyakit akibat pertumbuhan dan pembelahanakibat pertumbuhan dan pembelahan sel abnormal yang tidak terkendali.sel abnormal yang tidak terkendali. Kanker adalah kelompok penyakit akibat pertumbuhan dan pembelahan sel abnormal yang tidak terkendali.Sel membentuk jaringan abnormal.Sel membentuk jaringan abnormal.Sel membentuk jaringan abnormal.Sel dapat merusak jaringan sehat danSel dapat merusak jaringan sehat dan mengganggu fungsi organ tubuh.mengganggu fungsi organ tubuh. Sel dapat merusak jaringan sehat dan mengganggu fungsi organ tubuh.Kanker bisa muncul di berbagaiKanker bisa muncul di berbagai bagian tubuh.bagian tubuh. Kanker bisa muncul di berbagai bagian tubuh.Jenis sel, lokasi, dan tingkatJenis sel, lokasi, dan tingkat keparahan dapat berbeda-beda.keparahan dapat berbeda-beda. Jenis sel, lokasi, dan tingkat keparahan dapat berbeda-beda.4441114

Jenis-jenisJenis-jenis kanker pada anakkanker pada anak Jenis-jenis kanker pada anakLeukemiaLeukemiaLeukemiaKanker otak danKanker otak dan sistem saraf pusatsistem saraf pusat Kanker otak dan sistem saraf pusatLimfomaLimfomaLimfomaNeuroblastomaNeuroblastomaNeuroblastomaRetinoblastomaRetinoblastomaRetinoblastomaTumor WilmsTumor WilmsTumor WilmsSarkomaSarkomaSarkomaTiap jenis berbeda sehinggaTiap jenis berbeda sehingga pemeriksaan dan perawatanpemeriksaan dan perawatan disesuaikan tiap anak.disesuaikan tiap anak. Tiap jenis berbeda sehingga pemeriksaan dan perawatan disesuaikan tiap anak.5

LLEEUUKKEEMMIIAA LEUKEMIALLIIMMFFOOBBLLAASSTTIIKKAAKKUUTT((LLLLAA)) LIMFOBLASTIKAKUT(LLA)Keganasan jaringan pembentukKeganasan jaringan pembentuk darah.darah. Keganasan jaringan pembentuk darah.222Sel limfoblas abnormal berlebihanSel limfoblas abnormal berlebihan di sumsum tulang.di sumsum tulang. Sel limfoblas abnormal berlebihan di sumsum tulang.333Pembentukan sel darahPembentukan sel darah normal dapat terhambat.normal dapat terhambat. Pembentukan sel darah normal dapat terhambat.Keluhan: pucat, mudah lelah, demam,Keluhan: pucat, mudah lelah, demam, perdarahan, risiko infeksiperdarahan, risiko infeksi meningkat.meningkat. Keluhan: pucat, mudah lelah, demam, perdarahan, risiko infeksi meningkat.Pengobatan: kemoterapi,Pengobatan: kemoterapi, pembedahan, radioterapi, ataupembedahan, radioterapi, atau gabungannya sesuai jenis kankergabungannya sesuai jenis kanker dan kondisi anak.dan kondisi anak. Pengobatan: kemoterapi, pembedahan, radioterapi, atau gabungannya sesuai jenis kanker dan kondisi anak.5551114446

LeukemiaLeukemia11Kanker dari jaringan pembentuk darah (sumsum tulang). Kanker dari jaringan pembentuk darah (sumsum tulang).33Paling sering pada anak: ALL (leukemia limfoblastik akut) dan AML (leukemia mieloid akut). Paling sering pada anak: ALL (leukemia limfoblastik akut) dan AML (leukemia mieloid akut).Tanda: pucat dan mudah lelah. Tanda: pucat dan mudah lelah.55Tanda lain: demam, perdarahan atau memar tidak biasa. Tanda lain: demam, perdarahan atau memar tidak biasa.Sel darah menjadi abnormal.Sel darah menjadi abnormal.44227

KKaannkkeerr OOttaakk ddaannKanker Otak danSSiisstteemmSSaarraaff PPuussaatt ddaannLLiimmffoommaa Sistem Saraf Pusat dan Limfoma111Kanker otak dan sistem saraf pusat tumbuhKanker otak dan sistem saraf pusat tumbuh di otak atau sumsum tulang belakang.di otak atau sumsum tulang belakang. Kanker otak dan sistem saraf pusat tumbuh di otak atau sumsum tulang belakang.Contoh: glioma, medulloblastoma,Contoh: glioma, medulloblastoma, ependymoma.ependymoma. Contoh: glioma, medulloblastoma, ependymoma.Gejala dapat berupa sakit kepala, muntah,Gejala dapat berupa sakit kepala, muntah, gangguan keseimbangan, kejang, ataugangguan keseimbangan, kejang, atau perubahan perilaku.perubahan perilaku. Gejala dapat berupa sakit kepala, muntah, gangguan keseimbangan, kejang, atau perubahan perilaku.Limfoma berasal dari sistem limfatik/Limfoma berasal dari sistem limfatik/ kelenjar getah bening; jenisnyakelenjar getah bening; jenisnya Hodgkin dan non-Hodgkin.Hodgkin dan non-Hodgkin. Limfoma berasal dari sistem limfatik/ kelenjar getah bening; jenisnya Hodgkin dan non-Hodgkin.Kelenjar membesar, demam berkepanjangan,Kelenjar membesar, demam berkepanjangan, keringat malam, dan berat badan turun perlukeringat malam, dan berat badan turun perlu pemeriksaan medis untuk memastikan.pemeriksaan medis untuk memastikan. Kelenjar membesar, demam berkepanjangan, keringat malam, dan berat badan turun perlu pemeriksaan medis untuk memastikan.4445552223338

NeuroblastomaNeuroblastoma dan Retinoblastomadan Retinoblastoma Neuroblastoma dan Retinoblastoma1.Neuroblastoma berasal dari sel saraf yang belum matang.2.Sering pada bayi dan anak usia dini, sekitar kelenjar adrenal.3.Tanda dapat berupa perut bengkak, benjolan, atau nyeri tulang.4.Retinoblastoma adalah kanker mata dari retina, pada anak usia dini, satu atau dua mata.Tanda: pantulan putih pada pupil atau arah mata berubah; kenali dan periksa sejak dini.5.9

Dampak penyakitDampak penyakit dan pengobatandan pengobatan Dampak penyakit dan pengobatanAktivitas harian, belajar, hubungan dengan teman, dan rasa aman dapat berubah.Kemoterapi dapat disertai mual dan muntah.Anak dapat mengalami kelelahan, nafsu makan berubah, dan ketidaknyamanan.Anak jadi sulit bermain seperti sebelum sakit.Dampaknya tidak hanya fisik.362411 0

DampakDampak psikososialpsikososial Dampak psikososial1.1.1.Cemas dan suasanaCemas dan suasana hati berubah.hati berubah. Cemas dan suasana hati berubah.2.2.2.Sulit konsentrasi.Sulit konsentrasi.Sulit konsentrasi.3.3.3.Khawatir terhadapKhawatir terhadap prosedur medis.prosedur medis. Khawatir terhadap prosedur medis.4.4.4.Interaksi sosial berubah, merasaInteraksi sosial berubah, merasa berbeda dari teman, danberbeda dari teman, dan kepercayaan diri turun.kepercayaan diri turun. Interaksi sosial berubah, merasa berbeda dari teman, dan kepercayaan diri turun.5.5.5.Dukungan keluarga dan tenagaDukungan keluarga dan tenaga kesehatan sangat penting.kesehatan sangat penting. Dukungan keluarga dan tenaga kesehatan sangat penting.1 1

MENGENAL EMOSIApa itu emosi?Emosi adalah respons berupa perasaan.Emosi juga mencakup penilaian terhadap keadaan.Emosi memengaruhi kecenderungan bertindak.Pada anak tampak sebagai senang, sedih, takut, cemas, kecewa, kesal, dan marah.Emosi dapat menimbulkan perubahan tubuh.3.2.5.4.1.1 2

EEmmoossiiEmosiEmosi memberi tahu apa yangEmosi memberi tahu apa yang dirasakan atau dibutuhkan anak.dirasakan atau dibutuhkan anak. Emosi memberi tahu apa yang dirasakan atau dibutuhkan anak.Yang perlu dipelajari: mengenali perasaan.Yang perlu dipelajari: mengenali perasaan.Yang perlu dipelajari: mengenali perasaan.Mengungkapkannya dengan amanMengungkapkannya dengan aman dan memilih tindakan sesuai situasi.dan memilih tindakan sesuai situasi. Mengungkapkannya dengan aman dan memilih tindakan sesuai situasi.Bercerita dan mengobrol membantuBercerita dan mengobrol membantu memberi nama pada emosi.memberi nama pada emosi. Bercerita dan mengobrol membantu memberi nama pada emosi.Emosi bukan perilaku nakal.Emosi bukan perilaku nakal.Emosi bukan perilaku nakal.2223335551114441 3

Wajah-wajah emosiWajah-wajah emosiWajah-wajah emosisenangsenangsenang SEDIHSEDIHSEDIH TAKUTTAKUTTAKUT CEMASCEMASCEMAS KECEWAKECEWAKECEWA KESALKESALKESAL MARAHMARAHMARAH 1 4

PengertianPengertianPengertianregulasi/kontrol emosiregulasi/kontrol emosiregulasi/kontrol emosi111Proses mengenali perasaan.Proses mengenali perasaan.Proses mengenali perasaan.222 MEMAHAMI PERASAAN DAN EKSPRESIMEMAHAMI PERASAAN DAN EKSPRESIMEMAHAMI PERASAAN DAN EKSPRESI333 MENGELOLA PERASAAN DENGAN CARA YANG AMANMENGELOLA PERASAAN DENGAN CARA YANG AMANMENGELOLA PERASAAN DENGAN CARA YANG AMAN444 SUPAYA BISA MENGHADAPISUPAYA BISA MENGHADAPI SITUASI DENGAN BAIKSITUASI DENGAN BAIK SUPAYA BISA MENGHADAPI SITUASI DENGAN BAIK 1 5

Mengontrol emosiMengontrol emosi BUKAN menahan atauBUKAN menahan atau menghilangkan semua perasaanmenghilangkan semua perasaan Mengontrol emosi BUKAN menahan atau menghilangkan semua perasaanMenyadari apaMenyadari apa yang dirasakan.yang dirasakan. Menyadari apa yang dirasakan.222Mengambil jedaMengambil jeda sebelum bertindak.sebelum bertindak. Mengambil jeda sebelum bertindak.333Memilih caraMemilih cara mengungkapkan perasaan.mengungkapkan perasaan. Memilih cara mengungkapkan perasaan.444Cara yang dipilih tidakCara yang dipilih tidak merugikan diri sendirimerugikan diri sendiri dan orang lain.dan orang lain. Cara yang dipilih tidak merugikan diri sendiri dan orang lain.1111 6

Keterampilan iniKeterampilan ini berkembang bertahapberkembang bertahap Keterampilan ini berkembang bertahapDipengaruhi tahapDipengaruhi tahap perkembangan.perkembangan. Dipengaruhi tahap perkembangan.222 DipengaruhiDipengaruhi pengalaman sehari-pengalaman sehari- hari.hari. Dipengaruhi pengalaman sehari- hari.333 Dipengaruhi responsDipengaruhi respons orang tua atauorang tua atau pengasuh.pengasuh. Dipengaruhi respons orang tua atau pengasuh.444 Edukasi emosiEdukasi emosi memakai contoh nyatamemakai contoh nyata dan bahasadan bahasa sederhana.sederhana. Edukasi emosi memakai contoh nyata dan bahasa sederhana.555Sampaikan tanpaSampaikan tanpa menghakimi.menghakimi. Sampaikan tanpa menghakimi.111 1 7

Situasi yangSituasi yang bisa memicu perasaanbisa memicu perasaan Situasi yang bisa memicu perasaanMenjalani pemeriksaan.Menjalani prosedur pengobatan.Merasa tidak nyaman.Menunggu hasil.Rutinitas dan hubungan sosial berubah.23451

Yang perlu kamu tahuYang perlu kamu tahuYang perlu kamu tahuJenis emosi: marah,Jenis emosi: marah, sedih, takut, kecewa.sedih, takut, kecewa. Jenis emosi: marah, sedih, takut, kecewa.222Pemicu emosi.Pemicu emosi.Pemicu emosi.333Tanda-tanda emosi meningkat.Tanda-tanda emosi meningkat.Tanda-tanda emosi meningkat.444Pilihan tindakan sederhana.Pilihan tindakan sederhana.Pilihan tindakan sederhana.555Pilih tindakan yang aman.Pilih tindakan yang aman.Pilih tindakan yang aman.1111 9

KKeennaallii ttaannddaa aawwaallKenali tanda awalTubuh mulai menegang.Tubuh mulai menegang.Tubuh mulai menegang.Suara mulai meninggi.Suara mulai meninggi.Suara mulai meninggi.Berhenti sejenak danBerhenti sejenak dan perhatikan tubuhmu.perhatikan tubuhmu. Berhenti sejenak dan perhatikan tubuhmu.Mengenali tanda awalMengenali tanda awal membantu memilihmembantu memilih tindakan yang aman.tindakan yang aman. Mengenali tanda awal membantu memilih tindakan yang aman. 2 0

Langkah 1 dan 2: Ambil jeda dulu1 .Berhenti sebentar.2.Tarik napas perlahan.3.Tarik napas... keluarkan perlahan.4.Bayangkan seperti meniup balon. 2 1

Langkah 3 dan 4Langkah 3 dan 4Langkah 3 dan 4Sampaikan perasaan dengan kata-kata.Alihkan perhatian ke aktivitas yang aman: menggambar, mendengarkan musik, bermain tenang.1 5AKU TAKUT2AKU SEDIH3AKU KESAL3 2 2

Langkah 5:Langkah 5: Minta bantuanMinta bantuan Langkah 5: Minta bantuanMinta bantuan orang tua, pengasuh, atau tenaga kesehatan.Kamu boleh mengatakan apa yang kamu rasakan.Contoh: takut sebelum prosedur medis.Contoh: kesal karena harus menunggu.4.3.2.1.2 3

UNTUK ORANG TUA DAN PENDAMPINGUNTUK ORANG TUA DAN PENDAMPINGUNTUK ORANG TUA DAN PENDAMPINGPertimbangkanPertimbangkan kebutuhan setiap anakkebutuhan setiap anak Pertimbangkan kebutuhan setiap anakUsia dan tahap perkembangan.Usia dan tahap perkembangan.Usia dan tahap perkembangan. Kemampuan membaca dan bahasa.Kemampuan membaca dan bahasa.Kemampuan membaca dan bahasa. Kondisi fisik dan rasa lelah.Kondisi fisik dan rasa lelah.Kondisi fisik dan rasa lelah. Kesiapan emosional anak.Kesiapan emosional anak.Kesiapan emosional anak. Rentang perhatian.Rentang perhatian.Rentang perhatian. 2 4

Pilih waktu edukasi yang nyaman Pilih waktu edukasi yang nyaman1 3 4 Sepakati waktu bersama anak dan pendamping. Efek samping dapat memengaruhi konsentrasi. Berikan waktu saat anak lebih siap dan tidak terlalu lelah. Jadwal terapi dapat memengaruhi kenyamanan.2 2 5

11Sampaikan tanpa menyalahkan. Sampaikan tanpa menyalahkan.22Jangan menakut-nakuti atau memaksa anak bercerita. Jangan menakut-nakuti atau memaksa anak bercerita.33Libatkan orang tua atau pengasuh. Libatkan orang tua atau pengasuh.44Hargai jawaban dan pengalaman anak. Hargai jawaban dan pengalaman anak.55Kebutuhan psikososial tiap anak berbeda. Kebutuhan psikososial tiap anak berbeda.262626SSaammppaaiikkaann Sampaikanddeennggaannaammaann denganaman

Kamu hebat.Kamu hebat.Kamu hebat.Kamu kuat.Kamu kuat.Kamu kuat.Perasaanmu penting.Perasaanmu penting.Perasaanmu penting.Kamu tidak sendirian.Kamu tidak sendirian.Kamu tidak sendirian.272727PPEENNUUTTUUPP PENUTUPPPEESSAANN PESAN

1Materi tersaji berurutan seperti buku.Memadukan teks, ilustrasi, warna, dan alur cerita.Informasi menjadi lebih visual, menarik, sederhana, dan konkret.Kalimat pendek dan ilustrasi situasi sehari-hari tanpa stigma.5Alur: mengenali emosi, memahami pemicu dan tanda, lalu pilihan respons aman.Mengenali EmosiMemahami Pemicu dan TandaPilihan Respons Aman28432BBUUKKUUBBEERRGGAAMMBBAARR BUKUBERGAMBAR((FFLLIIPPBBOOOOKK)) (FLIPBOOK)KKEENNAAPPAA KENAPA

Daftar Pustaka – 1Daftar Pustaka – 1Ambarita, & Gampu. (2025). Bercerita dan Pengaturan Emosi pada Anak Usia Dini: Tinjauan Literatur Sistematis. Jurnal Obsesi, 9(5). Ambarita, & Gampu. (2025). Bercerita dan Pengaturan Emosi pada Anak Usia Dini: Tinjauan Literatur Sistematis. Jurnal Obsesi, 9(5).Arpaci, & Altay, (2024). Psychosocial interventions for childhood cancer survivors: Systematic review and meta-analysis of randomized control trials. European Journal of Oncology Nursing, 69, 102541. Arpaci, & Altay, (2024). Psychosocial interventions for childhood cancer survivors: Systematic review and meta-analysis of randomized control trials. European Journal of Oncology Nursing, 69, 102541.Chairunisa. (2025). Pengaruh Pendidikan Kesehatan dengan Flipbook terhadap Kecemasan Menghadapi Menarche pada Remaja Putri. Jurnal Integrasi Kesehatan & Sains, 7(1), 53-58. Chairunisa. (2025). Pengaruh Pendidikan Kesehatan dengan Flipbook terhadap Kecemasan Menghadapi Menarche pada Remaja Putri. Jurnal Integrasi Kesehatan & Sains, 7(1), 53-58.Kamilah, S., Mayetti, M., & Deswita, D. (2023). Karakteristik Anak Leukemia Limfoblastik Akut yang Menjalani Kemoterapi. Jurnal Keperawatan Silampari, 6(2). Kamilah, S., Mayetti, M., & Deswita, D. (2023). Karakteristik Anak Leukemia Limfoblastik Akut yang Menjalani Kemoterapi. Jurnal Keperawatan Silampari, 6(2).Kharunia, & Indrawati. (2024). Keluarga Dalam Pendampingan Anak Penderita Kanker Di Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) Provinsi Riau. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 10(22), 715-726. Kharunia, & Indrawati. (2024). Keluarga Dalam Pendampingan Anak Penderita Kanker Di Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) Provinsi Riau. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 10(22), 715-726.293.3.4.4.5.5.2.2.1.1.

DAFTAR PUSTAKA – 2DAFTAR PUSTAKA – 2DAFTAR PUSTAKA – 2Kurniasih, S. A., Nurhidayah, I., & Sumarni, N. (2026). Dampak Psikososial Anak dan Remaja dengan Kanker dalam Reintegrasi Sekolah dan Sosial: Scoping Review. Jurnal Kesehatan Saelmakers PERDANA, 9(1), 118-133.Latrianingsih, N. L., Utami, K. C., & Devi, N. L. P. S. (2024). Gambaran Tingkat Kelelahan Anak dengan Kanker yang Mendapatkan Kemoterapi di Rumah Singgah Yayasan Peduli Kanker Anak Bali. Coping: Community of Publishing in Nursing, 12(1), 112-115.3.3.3.Mustikaningrum, Infitharina, & Nafilah. (2025). Pocket-flipbook mengenai gizi seimbang sebagai media pendidikan kesehatan pada anak sekolah dasar. Nutri-Sains, 9(2), 45-52.4.4.4.Nabilla, H., Utami, A., & Roza Adila, D. (2023). Gambaran Tindakan Orang Tua dalam Mengatasi Efek Samping Kemoterapi pada Anak Kanker. Al-Asamiya Nursing, 12(1), 74-85.Nurhidayah, I. (2023). Self Efficacy Orang Tua dalam Merawat Anak Kanker. Indonesian Journal for Health Sciences, 7(1), 43-56.Paul. (2023). Emotional and behavioral problems of pediatric cancer survivors and their siblings. Psycho-Oncology, 32(8), 1248-1256.Wahyudi, T., Huwaida, H., & Ernawati, M. (2024). Hubungan Kualitas Hidup Terhadap Tingkat Kecemasan Anak Penderita Kanker Yang Menjalani Kemoterapi Di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. JINTAN, 4(1).3030305.5.5.6.6.6.2.2.2.1.1.1.