KATA PENGANTARPuji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunia-Nya sehingga bahan ajar Sistem Periodik Unsur (SPU) ini dapat disusun dengan baik. Bahan ajar ini disusun sebagai salah satu sumber belajar yang dapat membantu peserta didik dalam memahami materi Sistem Periodik Unsur secara lebih mudah, menarik, dan interaktif. Bahan ajar dilengkapi dengan materi pembelajaran, gambar, video, tautan, QR Code, aktivitas pembelajaran, latihan soal, serta evaluasi yang dapat diakses melalui perangkat digital. Melalui bahan ajar ini, peserta didik diharapkan dapat memahami konsep Sistem Periodik Unsur serta mengembangkan kemampuan belajar secara mandiri, aktif, dan kolaboratif. Penggunaan berbagai fitur interaktif diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Penulis menyadari bahwa bahan ajar ini masih memiliki kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan untuk penyempurnaan bahan ajar ini. Semoga bahan ajar ini dapat memberikan manfaat bagi peserta didik dan pendidik dalam proses pembelajaran kimia, khususnya pada materi Sistem Periodik Unsur. Ternate,23 agustus 2026 Arfina MuhdarI

DAFTAR ISIIIKATA PENGANTAR.........................................................i DAFTAR ISI.......................................................................ii DESKRIPSI E-MODUL....................................................iii TUJUAN PEMBELAJARAN............................................iv PETA KONSEP..................................................................v ABSENSI............................................................................vi KEMANDIRIAN BELAJAR............................................vii PENDAHULUAN.............................................................01 MATERI SISTEM PERIODIK UNSUR...........................02 1.Pengertian Sistem Periodik Unsur.................................02 2.Perkembangan Sistem Periodik Unsur..........................03 a. Hubungan Konfigurasi Elektron dengan Sistem Sistem Perodik Unsur............................................05 b. Periode..................................................................05 Sifat Periodik UnsurJari-jari Atom.......................07 c. Energi Ionisasi.......................................................08 d. Afinitas Elektron..................................................10 e. Keelektronegatifan.................................................11 KEGIATAN PEMBELAJARAN BERBASIS CUPs-SSI 1.Orientasi........................................................................12 2.Kerja Mandiri...............................................................13 3.Kerja Kelompok...........................................................14 4.Verifikasi......................................................................15 5.Presentasi dan Diskusi..................................................16 6.Kesimpulan..................................................................17 EVALUASI 1.Latihan..........................................................................18 2.Tes Pemahaman............................................................19 3.Refleksi.........................................................................20 DAFTAR PUSTAKA GLOSARIUM

E-modul Sistem Periodik Unsur (SPU) merupakan bahan ajar digital yang dirancang untuk membantu peserta didik memahami materi Sistem Periodik Unsur secara interaktif. E-modul ini memuat materi pengertian SPU, perkembangan SPU, hubungan konfigurasi elektron dengan SPU, sifat periodik unsur, dan energi ionisasi. E-modul dilengkapi dengan gambar, video pembelajaran, audio, tautan, QR Code, aktivitas pembelajaran, latihan soal, dan evaluasi yang dapat diakses melalui perangkat digital. Fitur-fitur tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik, aktif, dan memudahkan peserta didik dalam memahami materi yang dipelajari. Dalam penggunaannya, peserta didik dapat mempelajari materi secara mandiri maupun mengikuti aktivitas pembelajaran yang telah disediakan. Pendahuluan Deskripsi E-Modul III

Peserta didik memahami struktur dan sifat atom serta kaitannya dengan tabel periodik.Capaian PembelajaranIndikator CPPeserta didik mampu menjelaskan konsep Sistem Periodik Unsur. Peserta didik mampu menjelaskan perkembangan Sistem Periodik Unsur. Peserta didik mampu menentukan golongan dan periode unsur berdasarkan konfigurasi elektron. Peserta didik mampu menganalisis hubungan konfigurasi elektron dengan letak unsur dalam SPU. Peserta didik mampu menjelaskan kecenderungan sifat periodik unsur. Peserta didik mampu menganalisis hubungan letak unsur dengan sifat periodiknya. IV

V

DAFTAR HADIR ONLINEklik absensi untuk berinteraksiVI

Kemandirian belajar kimia adalah proses belajar yang dipengaruhi oleh kemampuan metakognitif, motivasi, dan perilaku diri sendiri dalam memperoleh pengetahuan dan keterampilan untuk menyelesaikan permasalahan kimia. Kamu dapat menjadi peserta didik yang memiliki kemandirian belajar kimia dengan mengikuti kegiatan-kegiatan berikut dalam mempelajari materi Sistem Periodik Unsur menggunakan e-modul:Kemandirian Belajar KimiaKamu harus tau!!!!Orientasi Isu Sosial-Sains (SSI) Amati isu berupa video yang berkaitan dengan materi Sistem Periodik Unsur Kerja Mandiri Pelajari materi dan kerjakan kegiatan secara mandiri. Kerja Kelompok Kecil Diskusikan hasil kerja bersama anggota kelompok Diskusi Kelas Sampaikan dan bahas hasil diskusi bersama. Presentasi Presentasikan hasil kerja kelompok di depan kelas Refleksi dan Evaluasi Periksa kembali pemahamanmu terhadap materi yang telah dipelajari VII

Di sekitar kita terdapat berbagai macam benda yang tersusun dari unsur-unsur kimia. Setiap unsur memiliki sifat yang berbeda, seperti warna, wujud, daya hantar listrik, dan kemampuan untuk bereaksi dengan unsur lainnya. Banyaknya unsur yang telah ditemukan membuat para ilmuwan membutuhkan suatu cara untuk mengelompokkan unsur berdasarkan keteraturan tertentuPERNAHKAH KAMU BERTANYA MENGAPA UNSUR-UNSUR KIMIA DISUSUN DALAM SEBUAH TABEL? YUK, KITA KENALI SISTEM PERIODIK UNSURPENDAHULUANPada E-modul ini, kamu akan diajak mempelajari Sistem Periodik Unsur mulai dari perkembangan sistem periodik, golongan dan periode, hubungan konfigurasi elektron dengan letak unsur, hingga sifat-sifat keperiodikan unsur. Pelajari setiap bagian dengan cermat dan temukan keterkaitan antara konsep- konsep tersebut.YUKKKKKK MARII BELAJAR!!!!!01Scan QR Code berikut untuk melihat contoh penerapan dan keterkaitan unsur-unsur kimia dalam kehidupan sehari-hari.

A. PENGERTIAN SISTEM PERIODIK UNSUR02 Sistem Periodik Unsur (SPU) merupakan susunan unsur-unsur kimia yang disusun secara sistematis berdasarkan kenaikan nomor atom dan menunjukkan keteraturan sifat unsur. Penyusunan tersebut memudahkan kita dalam mempelajari dan memahami karakteristik setiap unsur serta hubungan antara satu unsur dengan unsur lainnya. MATERI PEMBELAJARAN Gambar : SPUSumber :https://share.google/8nsEH7dvGZuuG5OJQ Dalam Sistem Periodik Unsur, setiap unsur memiliki nomor atom, simbol, nama unsur, golongan, dan periode. Kedudukan suatu unsur dalam SPU berkaitan dengan konfigurasi elektronnya. Konfigurasi elektron dapat digunakan untuk menentukan posisi suatu unsur dalam tabel periodik, sedangkan posisi tersebut dapat memberikan gambaran mengenai sifat yang dimiliki oleh unsur tersebut. Contoh Unsur dalam Kehidupan Sehari-hari Garam dapur Aluminium foil Untuk memperluas pemahamanmu mengenai Sistem Periodik Unsur, kamu dapat mengakses sumber tambahan berikut.

Unsur-unsur yang sudah ditemukan harus disusun dan dikelompokkan dengan baik. Pada tahun 1829, Johann Döbereiner menyusun unsur berdasarkan massa atomnya. Döbereiner membuat kelompok unsur yang terdiri atas tiga unsur. Susunan ini dikenal dengan triade Döbereiner. Massa unsur di tengah merupakan hasil rata-rata penjumlahan kedua massa unsur di sebelah kiri dan kanannya. Setiap kelompok tiga unsur ini memiliki kemiripan sifat. Teori Döbereiner memiliki kelemahan, yakni tidak dapat menjelaskan hubungan sifat satu triade dengan triade lainnya. Pada tahun 1865, John Newlands menemukan bahwa unsur yang disusun berdasarkan kenaikan massa atomnya akan memiliki kemiripan sifat setelah atom kedelapan. Jadi, unsur kesatu sifatnya mirip dengan unsur kedelapan, unsur kedua mirip dengan unsur kesembilan, dan seterusnya. Pola ini dikenal dengan teori oktaf.Teori Döbereiner dan oktaf hanya menitikberatkan pada sifat fisika unsur. Pada tahun 1869, Dimitri Mendeleev menyusun unsur-unsur berdasarkan kemiripan sifat fisika dan kimianya. Susunan ini dikenal dengan sistem periodik unsur bentuk pendek. Sifat unsur disusun berdasarkan kenaikan massa atom. Namun, sistem periodik bentuk pendek ini memiliki kelemahan, yaitu adanya unsur yang disusun tidak sesuai dengan urutan massa atomnya. Contohnya, unsur argon (Ar) dengan massa atom 39,9 ditempatkan sebelum unsur kalium (K) yang memiliki massa atom 39,1.Kesalahan sistem periodik bentuk pendek diperbaiki oleh Moseley. Unsur-unsur tidak disusun berdasarkan kenaikan nomor massa, melainkan nomor atom. Susunan inilah yang dipakai hingga sekarang dan disebut dengan sistem periodik unsur modern. Susunan ini juga dikenal dengan sistem periodik unsur bentuk panjang. Hal ini karena terdapat periode pada jalur mendatar dan golongan pada lajur tegak, seperti terlihat pada Gambar 1.13.B. PERKEMBANGAN SISTEM PERIODIK UNSURVideo PembelajaranUntuk memahami bagaimana Sistem Periodik Unsur berkembang hingga menjadi bentuk yang digunakan saat ini, simak video singkat disamping 03

Gambar 1.13 Sistem periodik unsur bentuk panjang 04 Gambar 1.13.

C. HUBUNGAN KONFIGURASI ELEKTRON DENGAN SISTEM PERIODIK UNSUR Penulisan konfigurasi elektron dapat ditulis menurutaturanAufbau (bentuk panjang) atau dalam bentuk pendek. Konfigurasi elektron bentuk pendek dari suatu unsur dimulai dengan penulisan unsur gas mulia yang nilai konfigurasi lebih kecil dari jumlah elektron unsur tersebut, lalu diikuti dengan jumlah elektron yang tersisa. Contoh: Konfigurasi elektron untuk atom Fe26 Fe : 1s 2s 2p 3s 3p 4s 3d , bentukpendeknya[Ar]4s 3d2 2 6 2 6 2 6 2 6 26 Konfigurasi elektron atom Ar Konfigurasi elektron akan menentukan posisi unsur dalam golongan dan periode pada sistem periodik unsur, seperti yang terlihat pada Tabel 1.2. TABEL 1.2 HUBUNGAN KONFIGURASI ELEKTRON DENGAN POSISI UNSUR DALAM GOLONGAN DAN PERIODE 05

Tentukan posisi unsur Na, C, Xe, dan Zn di dalam sistem periodik unsur! Jawab:11 6 54 30 1. Na:1s2 2 6 1 11 11 3s (1) = golongan IA1 n = 3 (periode 3) 2s2p 3s Na:[Ne]3s1 Berakhir pada orbital ns, berarti golongan A. 2. C: 1s 2s 2p2 2 2 6 6 2s 2p (2 + 2 = 4) = golongan IVA2 2 n = 2 (periode 2) C: [He]2s 2p2 2 Berakhir pada orbital ns np, berarti golongan A. 3. Xe:1s 2s 2p 3s 3p 4s 3d 4p 5s 4d 5p2 2 6 2 6 2 10 6 2 10 6 54 Berakhir pada orbital ns np, berarti golongan A. 5s 5p (2 + 6 = 8) = golongan VIIIA2 6 n = 5 (periode 5) 4. Zn:1s 2s 2p 3s 3p 4s 3d2 2 6 2 6 2 10 30 30 Berakhir pada orbital ns (n – 1)d, berarti golongan B. 4s 3d (2 + 10 = 12) = golongan IIB2 10 n = 4 (periode 4) Zn:[Ar] 2 10 4s 3d 06

D. SIFAT PERIODIK UNSUR Penyusunan unsur-unsur dalam sistem periodik unsur modern berkaitan erat 07 Gambar 1.14 Reaksi logam alkali (dari kiri ke kanan: litium, natrium, dan kalium) dengan air Unsur kalium, natrium, dan litium berada dalam satu golongan, yakni golongan alkali (IA). Kalium berada paling bawah dari ketiga unsur tersebut dan memiliki jari-jari yang lebih besar dibandingkan unsur di atasnya (Gambar 1.15). Gambar 1.15 Jari-jari atom litium, natrium, dan kalium dengansifat-sifat atom.Kesamaan sifat atom maupun perubahan sifatnya dapat dikaitkan dengan letaknya dalam periode atau golongan. Berikut ini sifat-sifat atom berdasarkan posisinya dalam sistem periodik unsur. Kalium menghasilkan ledakan yang lebih besar dibandingkan natrium dan litium saat logam tersebut dimasukkan ke dalam air, seperti yang terlihat pada Gambar 1.14. Mengapa hal ini dapat terjadi? 1. Jari-jari atom Source: Kemendikbudristek/Nanda Saridewi (2022) Source: Kemendikbudristek/Nanda Saridewi (2022)

Gambar 1.16 Warna-warni nyala kembang api Seperti yang telah dipelajari pada materi IPA kelas X, jari-jari atom adalah jarak inti atom dengan kulit terluar. Dalam satu golongan, dari atas ke bawah, jumlah kulit semakin bertambah sehingga jarak inti atom dengan kulit terluarnya semakin besar. Sementara dalam satu periode, dari kiri ke kanan, jumlah kulitnya sama, tetapi jumlah protonnya semakin bertambah. Hal ini menyebabkan semakin besar gaya tarik-menarik elektron terluarnya ke inti atom yang bermuatan positif sehingga terjadi penciutan kulit. Akibatnya, jari-jari atomnya mengecil. Kalium memiliki jari-jari yang lebih besar, elektron terluarnya berada lebih jauh dari inti atom. Gaya tarik-menarik elektron terluarnya dengan inti atom lebih lemah sehingga lebih mudah lepas. Hal ini yang menyebabkan kalium lebih reaktif dibandingkan dengan natrium dan litium. Setiap pergantian tahun, masyarakat gemar membakar kembang api. Warna-warni pada kembang api menambah kemeriahan malam sehingga menarik untuk dinikmati. Mengapa kembang api ketika dibakar dapat menghasilkan nyala yang berwarna-warni? Setelah mempelajari materi ini, kalian akan bisa menjelaskan hal tersebut. 2. ENERGI IONISASI Source: Nick/pixabay.com(2017) 08

GAMBAR 1.17 KECENDERUNGAN ENERGI IONISASI PERTAMA DALAM SISTEM PERIODIK UNSUR Mengapa energi ionisasi unsur semakin besar dalam satu periode (dari kiri ke kanan) dan semakin kecil dalam satu golongan (dari atas ke bawah), seperti pada Gambar 1.17? Dalam satu periode, semakin ke kanan, jari-jari atom semakin kecil. Warna nyala api dapat dijelaskan menggunakan energi ionisasi. Energi ionisasi adalah energi yang dibutuhkan oleh satu atom netral dalam fase gas untuk melepaskan satu elektronnya. Energi ionisasi pertama adalah energi yang dibutuhkan oleh satu atom untuk melepaskan satu elektronnya, sedangkan energi ionisasi kedua adalah energi yang dibutuhkan untuk melepaskan satu elektron keduanya, begitu seterusnya. Li(g) Mg(g) Mg (g)+ Li (g) + e+ – (energi ionisasi pertama) (energi ionisasi pertama) (energi ionisasi kedua) Mg+ (g) + e– Mg2+(g) + e– Perbedaan energi yang dibutuhkan oleh suatu unsur untuk melepaskan satu elektronnya akan memberikan perbedaan warna nyala yang dihasilkan unsur tersebut. Unsur dengan energi ionisasi lebih rendah dapat memancarkan cahaya pada daerah sinar tampak ketika diberikan api bunsen. Namun, unsur dengan energi ionisasi yang lebih tinggi memerlukan suhu yang lebih tinggi pula (tidak bisa dengan api bunsen saja) untuk menghasilkan nyala dan memiliki cahaya pada daerah ultraviolet. Kembang api biasanya terdiri atas beberapa unsur logam. Ketika dibakar, setiap logam akan memancarkan cahaya sesuai dengan energi ionisasinya. Hal inilah yang menyebabkan warna-warni pada nyala kembang api. Source: Kemendikbudristek/Nanda Saridewi (2022)) 09

Gambar 1.18 Afinitas elektron unsur golongan A Gaya tarik-menarik inti atom dengan elektron terluarnya semakin kuat sehingga elektron terluarnya sulit untuk lepas yang menyebabkan energi ionisasinya semakin besar. Hal sebaliknya dalam satu golongan, dari atas ke bawah, jari-jari atom semakin besar. Jarak inti atom dengan elektron terluarnya semakin jauh sehingga gaya tarik-menariknya menjadi lebih lemah yang menyebabkan elektron terluarnya mudah lepas sehingga energi ionisasinya menjadi semakin kecil. Energi ionisasi menunjukkan kecenderungan untuk membentuk kation (ion positif). Semakin kecil energi ionisasinya maka semakin mudah suatu atom untuk membentuk kation. Unsur logam cenderung memiliki energi ionisasi yang lebih kecil daripada unsur nonlogam sehingga lebih cenderung untuk melepaskan elektron membentuk kation. Hal sebaliknya terjadi pada unsur nonlogam, cenderung lebih susah untuk melepaskan elektron. Pada uraian mengenai energi ionisasi diketahui bahwa unsur golongan nonlogam memiliki energi ionisasi yang lebih besar dibandingkan unsur logam sehingga lebih sulit melepaskan elektron valensinya. Unsur nonlogam lebih cenderung untuk menerima elektron dibandingkan melepaskan elektron. Afinitas elektron menyatakan perubahan energi yang dihasilkan saat suatu atom dalam keadaan gas menerima satu elektron membentuk anion (ion negatif). Afinitas elektron menjadi sebuah ukuran mudah atau tidaknya suatu atom dalam menerima elektron. Semakin besar perubahan energi yang dihasilkan, semakin besar pula kecenderungan atom menarik elektron membentuk anion. Unsur golongan halogen (VIIA) memiliki afinitas yang paling besar dibanding golongan A lainnya, seperti terlihat pada gambar berikut. 3. AFINITAS ELEKTRON 10

4. KEELEKTRONEGATIFAN Selamapandemikitadiwajibkan untuk selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Penggunaan pembersih atau disinfektan pada ruangan, lantai, dinding, permukaan perabot, bahkan gagang pintu merupakan salah satu cara untuk mengantisipasi penularan virus Covid-19. Klorin merupakan salah satu unsur penyusun bahan disinfektan yang banyak digunakan. Mengapa klorin dapat digunakan untuk menghancurkan virus dan bakteri? Gambar 1.19 Keelektronegatifan unsur golongan A Klorin merupakan unsur golongan halogen yang memiliki keelektronegatifan yang tinggi, seperti terlihat pada data di Gambar 1.19. Keelektronegatifan merupakan suatu ukuran yang menunjukkan kemampuan suatu atom untuk menarik elektron ke arah atomnya untuk membentuk ikatan kimia. Semakin tinggi nilai keelektronegatifannya maka semakin mudah atom tersebut menerima elektron. Unsur halogen cenderung untuk menerima elektron membentuk anion. Hal ini menyebabkan unsur halogen lebih mudah tereduksi (berkurangnya bilangan oksidasi, dari 0 menjadi –1) dan bersifat sebagai oksidator kuat (mengoksidasi atom lain). Sifat oksidator inilah yang menyebabkan klorin dapat mengoksidasi virus dan bakteri sehingga jaringannya rusak dan mati atau hancur. 11

KEGIATAN PEMBELAJARAN BERBASIS CUPS-SSI🎥 Yuk, simak videonya! Perhatikan dengan cermat fenomena yang ditampilkan dan temukan permasalahan yang terdapat di dalamnya kaitkan dengn materi yang di pelajariKLIK VIDEO UNTUK MENONTONAYO KITA MULAI PEMBELAJARAN!1. Orientasi Isu Sosial-Sains (SSI)📝 Setelah mengamati video dan memahami isu yang disajikan, isilah jawabanmu melalui Google Form di bawah ini.[KLIK SOAL UNTUK MENGISI GOOGLE FORM]Token/Kode soal ABC123Catatan: Setelah mengisi Google Form, catat kembali jawabanmu di buku catatan. Simpan catatan tersebut karena akan digunakan pada tahap pembelajaran berikutnya, yaitu kegiatan diskusi kelompok.12

KEGIATAN PEMBELAJARAN BERBASIS CUPS-SSI🔎 Ayo Selidiki!2.ExplorationSetelah mengkaji permasalahan pada konten SSI, pelajari materi yang tersedia dalam e-modul dengan cermat. Gunakan informasi yang kamu peroleh untuk membantu memahami dan menyelesaikan permasalahan yang telah ditemukan. Selanjutnya, kumpulkan data dan informasi secara mandiri dari materi e-modul maupun sumber digital yang tersedia. 📚 Sumber Informasi Untuk membantu mengumpulkan data dan informasi, silakan scan akses sumber digital di bawah ini 13

KEGIATAN PEMBELAJARAN BERBASIS CUPS-SSI🔎 Ayo Selidiki!3.HipotesisAyo Rumuskan Solusimu! Setelah mempelajari materi dan mengumpulkan informasi secara mandiri, tuliskan jawaban atau solusi sementara terhadap permasalahan yang diberikan pada lembar kosong📌 Catatan: Pastikan jawabanmu sudah dituliskan sebelum melanjutkan ke kegiatan kelompok.👥 Saatnya Berkelompok!!!!!Setelah menyelesaikan jawaban secara individu, bergabunglah dengan kelompok yang telah ditentukan oleh guru. Bawalah hasil jawaban dan informasi yang telah kamu peroleh untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran selanjutnya.14

KEGIATAN PEMBELAJARAN BERBASIS CUPS-SSI💬 Diskusikan Bersama Dalam kelompok: 1.Sampaikan jawaban atau hipotesismu kepada anggota kelompok. 2.Bandingkan jawaban setiap anggota. 3.Diskusikan alasan yang mendukung masing-masing jawaban. 4.Periksa jawaban berdasarkan informasi dan konsep yang telah dipelajari. 5.Tentukan hasil jawaban yang disepakati oleh kelompok.4.Verifikasi)Sekarang, diskusikan permasalahan yang telah diberikan dan jawaban/hipotesis yang telah kamu susun bersama anggota kelompokmu. Bandingkan hasil pemikiran setiap anggota. Perhatikan persamaan dan perbedaan jawaban yang ditemukan, kemudian gunakan data dan informasi yang telah dikumpulkan untuk memeriksa ketepatan masing-masing jawaban.ayooo verifikasi📝 Tuliskan hasil pembahasan dan jawaban yang telah disepakati pada LKPD kelompok.📌 Catatan: Setiap anggota kelompok harus menyampaikan pendapat dan terlibat dalam pembahasan.15

KEGIATAN PEMBELAJARAN BERBASIS CUPS-SSI🎤 Ayo Presentasikan!5.PresentasiSebelum melakukan presentasi, periksa kembali hasil diskusi kelompokmu. Pastikan jawaban yang telah disepakati sudah sesuai dengan informasi dan konsep yang telah dipelajari. Selanjutnya, presentasikan hasil kerja kelompokmu di depan kelas dengan menyampaikan permasalahan, hasil pembahasan, serta jawaban atau solusi yang telah diperoleh.💬 Berikan Tanggapan! Saat kelompok lain melakukan presentasi, simak dengan cermat. Setiap kelompok diberikan kesempatan untuk: Mengajukan pertanyaan. Memberikan tanggapan. Menyampaikan pendapat jika terdapat perbedaan jawaban.📌 Catatan: Sampaikan pertanyaan dan tanggapan dengan sopan serta berdasarkan informasi atau konsep yang telah dipelajari.16

KEGIATAN PEMBELAJARAN BERBASIS CUPS-SSI6.Generalization🧠 Ayo Simpulkan! Setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan pembelajaran, buatlah kesimpulan berdasarkan hasil pengamatan, pengumpulan informasi, diskusi kelompok, dan presentasi yang telah dilakukan. Tuliskan kesimpulanmu dengan menjawab pertanyaan berikut: 1.Apa konsep penting yang kamu pahami dari pembelajaran hari ini? 2.Bagaimana konsep tersebut dapat membantu menjelaskan permasalahan pada konten SSI? 3.Apa perubahan pemahaman yang kamu peroleh setelah mengikuti kegiatan pembelajaran? 📝 Tuliskan kesimpulanmu pada LKPD atau buku catatan. 💡 Refleksi: Bandingkan kembali kesimpulanmu dengan jawaban awal yang kamu tuliskan pada tahap Orientasi. Apakah pemahamanmu mengalami perubahan? 17

18

Pilihlah jawaban yang paling tepat! 19 1.Perhatikan tabel berikut Pasangan yang merupakan isoton adalah …. a. W dan X b. X dan Y c. Y dan Z d. W dan Y e. X dan Z 2.Atom kalium memiliki nomor atom 19. Ketika atom kalium terionisasi membentuk kation, bilangan kuantumnya adalah …. a. n = 3, l = 1, m = 0, s = +½ b. n = 3, l = 1, m = –1, s = +½ c. n = 3, l = 1, m = +1, s = –½ d. n = 4, l = 0, m = 0, s = +½ e. n = 4, l = 0, m = 0, s = –½ 3.Pernyataan yang tidak tepat dari sifat periodik unsur adalah … a. Dalam satu periode (dari kiri ke kanan), jari-jari atom semakin kecil. b. Dalam satu golongan (dari atas ke bawah), afinitas elektron semakin kecil. c. Unsur golongan IA memiliki energi ionisasi yang lebih besar dibandingkan golongan IIA. d. Unsur golongan halogen memiliki kelektronegatifan yang tinggi. e. Unsur golongan VIIA lebih mudah menerima elektron dibandingkan golongan VIA 4.Suatu atom memiliki konigurasi elektron 2 2 6 2 6 2 10 1 X:1s2s2p 3s 3p 4s 3d 4p .31 Unsur dari atom tersebut berada pada sistem periodik …. a. golongan IA periode 4 b. golongan IIIB periode 4 c. golongan IB periode 4 d. golongan IIIA periode 4 e. golongan IIIA periode 3

5.Diketahui unsur Na dan Mg. Pernyataan yang tepat tentang kedua unsur tersebut adalah … a. Jari-jari atom Na lebih kecil dari Mg. b. Energi ionisasi Na lebih besar dari Mg. c. Atom Na dan Mg berada dalam satu golongan. d. Keelektronegatifan Na lebih kecil dari Mg. e. Afinitas elektron Na lebih besar dari Mg. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan tepat! 20 1.Rutherford melakukan percobaan menggunakan lempeng emas tipis dan menembakkannya dengan sinar alfa yang berasal dari uranium. Dari percobaan tersebut diketahui bahwa atom bukanlah bola pejal yang bermuatan positif. Bagaimanakah Rutherford dapat menjelaskan posisi proton dan elektron berdasarkan percobaan yang dilakukannya? 2.Kaporit atau kalsium hipoklorit merupakan salah satu zat yang digunakan sebagai disinfektan pada kolam renang. Kaporit mengandung sekitar 70 persen klorin. Disinfektan ini dapat menghancurkan bakteri yang ada di dalam air kolam renang. Namun, perlu diperhatikan bahwa penggunaannya tidak boleh berlebihan. Mengapa klorin dapat digunakan sebagai disinfektan? 3.Unsur logam berilium tidak beraksi ketika dimasukkan ke dalam air. Sementara unsur magnesium bereaksi lambat dalam air dingin, tetapi bereaksi lebih baik dalam air panas. Lebih lanjut, logam kalsium dapat menghasilkan reaksi yang kuat ketika dimasukkan ke dalam air dingin. Mengapa hal ini dapat terjadi?

21DAFTAR PUSTAKA lDamayanti, Y. D., Priatmoko, S., Susilaningsih, E., & Nurhayati, S. (2023). Pengembangan instrumen tes diagnostik Three-Tier Multiple Choice Test (TTMCT) untuk menganalisis miskonsepsi siswa pada konsep sifat keperiodikan unsur. Chemistry in Education, 12(2). Rozi, F., & Romadhoni, S. (2023). Media pembelajaran Sistem Periodik Unsur berbasis Android dengan metode self-directed learning. Edu Komputika Journal, 10(1), 27–37. Jelita, D., Hadi, K., Afrianis, N., Ardiansyah, & Okmarisa, H. (2023). Pengembangan blog berbasis STREAM (Science, Technology, Religion, Engineering, Art, and Mathematics) sebagai media pada pembelajaran Sistem Periodik Unsur. Konfigurasi: Jurnal Pendidikan Kimia dan Terapan, 7(2) Sipayung, D. N., & Purba, J. (2024). Pengembangan e-modul pembelajaran berbasis Chemo- Edutainment pada pokok bahasan Sistem Periodik Unsur. Jurnal Pendidikan Kimia FKIP Universitas Halu Oleo, 9(1), 85–98 Sitompul, N. S. D., Yugianus, P., & Suharsono, S. (2024). Rancang bangun media pembelajaran interaktif tabel periodik unsur kimia di SMAN 1 Sei Bambang menggunakan metode ADDIE. JoMMiT: Jurnal Multi Media dan IT, 8(1), 54–61

22GLOSARIUM.Sistem Periodik Unsur (SPU)= Susunan unsur-unsur kimia berdasarkan kenaikan nomor atom yang menunjukkan keteraturan sifat unsur. Perkembangan SPU= Proses perkembangan cara pengelompokan dan penyusunan unsur dari sistem periodik awal hingga sistem periodik modern. Konfigurasi Elektron= Susunan elektron dalam kulit atau orbital atom berdasarkan tingkat energi tertentu Golongan= Kolom vertikal dalam SPU yang menunjukkan pengelompokan unsur berdasarkan kemiripan sifat dan konfigurasi elektron valensi. Periode = Baris horizontal dalam SPU yang menunjukkan jumlah kulit elektron yang terisi pada suatu atom. Sifat Periodik Unsur = Sifat-sifat unsur yang berubah secara teratur berdasarkan posisi unsur dalam SPU. Jari-jari Atom= Ukuran jarak dari inti atom hingga batas terluar elektron dalam suatu atom. Energi Ionisasi = Energi minimum yang diperlukan untuk melepaskan satu elektron dari atom netral dalam fase gas. Afinitas Elektron = Perubahan energi yang terjadi ketika sebuah atom netral dalam fase gas menerima satu elektron. Keelektronegatifan = kemampuan suatu atom dalam suatu molekul untuk menarik pasangan elektron ikatan ke dirinya. Elektron Valensi = Elektron yang terdapat pada kulit terluar suatu atom dan berperan dalam pembentukan ikatan kimia. Nomor Atom = jumlah proton yang terdapat dalam inti atom suatu unsur. Unsur = Zat murni yang tersusun atas atom-atom dengan jumlah proton yang sama