OUR GREATEST NEED IN PRAYER Matius 7:7-11 Shalom dan selamat sore bagi kita semua yang ada di ruangan ini dan juga bagi jemaat Immanuel yang mengikuti ibadah ini melalui livestreaming GSJA Immanuel. Sore ini saya ingin mengajak kita semua untuk sama-sama merenungkan sebuah tema yang saya berikan judul dalam Bahasa Inggris OUR GREATEST NEED IN PRAYER/KEBUTUHAN TERBESAR KITA DI DALAM DOA dari Matius 7:7-11, sebuah bacaan Alkitab yang sangat familiar bagi kita karena ini adalah ayat- ayat yang selalu digunakan orang percaya untuk menguatkan dirinya ketika dia sedang berdoa untuk sesuatu (DIBACA). Doa itu sangat penting, dan saking pentingnya Doa itu diibaratkan sebagai adik kandung dari disiplin membaca Alkitab. Bahkan beberapa tokoh gereja mengatakan jika saudara hanya tekun melakukan dua disiplin utama ini, maka saudara sedang membangun fondasi hidup Kristen yang alkitabiah/sesuai dengan maksud Tuhan. Akan tetapi, kebanyakan kita yang adalah orang-orang percaya seringkali memahami doa dalam pengertian yang dangkal, karena kita, saya, dan bapak ibu saudara kadang hanya memahami doa sebagai tindakan meminta kepada Tuhan dan kemudian kita mendapatkan apa yang kita minta di dalam doa itu (Mzm :Daud ‘Bersyukur’). Nah, sore ini saya mengajak kita untuk kembali sama-sama melihat sekali lagi apa yang sebenarnya ingin dimaksudkan Tuhan Yesus tentang disiplin berdoa (Matius 7:7-11 adalah perkataan Yesus sendiri tentang doa yang Dia ajarkan kepada murid-murid-Nya). Harapan saya ketika kita mendengar kebenaran FT ini, Roh Kudus akan menolong kita dan membawa pemahaman kita yang mungkin masih di permukaan tentang doa kepada kedalaman-kedalaman yang benar sehingga kehidupan berdoa kita akan mulai berubah kepada arah yang sesuai dengan FT. 3 POIN YANG AKAN KITA PELAJARI SORE INI BERKAITAN DENGAN TEMA KHOTBAH INI “OUR GREATEST NEED IN PRAYER” 1. JAWABAN DOA DIBERIKAN MENURUT KEHENDAK TUHAN (Matius 7:7, Matius 7:11) Kerinduan kita untuk mendapatkan jawaban doa setelah kita memanjatkannya/yang kita pinta selalu di dalam doa itu baik, bahkan Tuhan Yesus sendiri mengajari kita seperti itu, namun satu hal yang perlu kita tanamkan dalam pikiran kita bahwa jawaban doa yang kita harapkan tidak selalu baik untuk hidup kita, sehingga jawaban doa yang diberikan Tuhan itu selalu baik untuk kehidupan kita, meskipun itu tidak seperti yang kita minta di dalam doa. Jawaban doa dari Tuhan selalu punya kualitas yang lebih baik dari yang kita. Mari kita perhatikan ayat 7 dan 11, khususnya pada kata “diberikan dan memberikan”. Kata ‘diberikan’ yang muncul di ayat 7 ini berasal dari kata Yunani dothesetai dan kata ‘memberikan’ dari kata Yunani dosei, yang kedua kata ini berasal dari kata didomi yang memiliki arti yang sama yaitu diberikan yang baik. Dari pengertian kata ini , Tuhan Yesus ingin mengajarkan kepada kita anak-anak-Nya “mari datang di dalam doa-doamu kepada Bapa di surga dan naikkanlah permintaanmu kepada-Nya, tetapi jika akhirnya Bapa menjawab yang berbeda dengan yang saya dan engkau rindukan, maka jawaban itu adalah jawaban yang baik bagi hidupmu, bahkan jawaban doa yang Bapa surgawi berikan itu lebih berkualitas/lebih baik daripada yang kita minta.” Ilustrasi: Kisah Aiko meminta makan Indomie goreng tapi expired/kadarluasa, menangis karena Indomie goreng itu dibuang, tetap nangis meski sudah dijelaskan itu Indomienya sudah lewat batas untuk dikonsumsi/dimakan, karena dia waktu itu masih usia 3 tahun dan tidak mengerti arti expired/kadarluasa. Ketika dia masih nangis dan marah ke saya sebagai papanya, saya keluar naik motor dan membelikannya ayam goreng crispy Hisana, bahkan bukan ayam goreng bagian paha atau sayap yang saya beli, saya belikan ayam crispy Hisana yang bagian dada, dan menurut ilmu kesehatan makanan, makanan yang memiliki protein sangat tinggi adalah ikan Salmon, Ikan tuna, daging sapi, dan dada ayam, dan protein itu sangat baik bagi pertumbuhan badan anak kecil. Waktu Aiko masih nangis, saya datang dengan ayam crispy tersebut, dan ia makan dengan lahap, bahkan sekarang makanan favoritnya sekarang adalah ayam crispy. Ayam crispy Hisana jauh lebih

bergizi daripada Indomie goreng yang hanya mengenyangkan namun minus gizinya. SEBERANGKAN POIN INI KE JEMAAT …. 2. TUHAN SELALU MENDAHULUKAN MEMBERIKAN HAL-HAL ROHANI SEBAGAI KEBUTUHAN KITA (Matius 7:7) Perlu kita ketahui bahwa Tuhan selalu berfokus untuk memberikan sesuatu yang membuat kita menjadi dewasa di dalam Dia daripada sekedar hanya memberikan berkat-berkat materi yang kita minta di dalam doa, meski memang berkat-berkat materi itu juga akan diberikan namun ada hal yang lebih besar yang ingin Tuhan berikan kepada kita di dalam doa-doa yang kita panjatkan kepada-Nya. Hal besar yang ingin Tuhan berikan kepada kita adalah hal-hal yang bersifat rohani. (Lihat slide di tv dan bahas kata AGATHA dari bahasa Yunani untuk kata ‘baik’ dan kata Agatha ini di dalam Alkitab lebih banyak dipakai untuk hal-hal yang bersifat rohani, contoh Lukas 8;15, Roma 12:2). Bapa surgawi selalu mendahulukan/selalu berfokus untuk mengajari kita bagaimana kerohanian kita bertumbuh di dalam diri-Nya. Ketika kita minta kesembuhan_Tuhan memberikan kita kesabaran untuk menunggu kesembuhan itu, ketika kita minta jalan keluar secepatnya_Tuhan ingin kita belajar menunggu waktu Tuhan yang tepat untuk menolong kita, dan ketika kita minta kepada Tuhan agar badai hidup kita segera berlalu_Tuhan ingin kita bertahan dan menjadi kuat di dalam badai tersebut. Kesabaran untuk menunggu mujizat Tuhan terjadi, ketekunan menunggu waktu Tuhan dikerjakan dalam hidup kita, dan ketahanan serta memiliki perspektif yang benar terhadap badai hidup kita adalah hal-hal rohani yang Tuhan berikan dalam hidup kita. Tidak jauh dari Matius 7:7 ini, jika kita mundur ke pasal 6:33 Tuhan Yesus mengatakan “tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya, maka semuanya akan ditambahkan kepadamu”, inilah yang saya maksudkan bahwa Tuhan selalu sejalan dengan firman-Nya, bahwa hal-hal rohani Kerajaan Allah yang akan selalu menjadi fokus utama Tuhan dalam menjawab doa-doa kita daripada sekedar hanya menjawab apa yang kita pinta. (Kisah Abraham tentang iman, kisah Daud yang semakin bergantung kepada Tuhan ketika lari dari Saul, kisah Elia yang takut kepada ratu Izebel dan ingin mati tapi Tuhan datang melalui malaikatnya menghibur Elia dan kembali menyegarkan mental dan jiwanya untuk tetap setia meski banyak ancaman dan penolakan dari bangsa israel, dan masih banyak lagi bagaimana Tuhan selalu mendahulukan hal-hal rohani daripada sekedar memberikan kita berkat materi yang bisa kita lihat dan pegang di tangan kita). 3. KEBUTUHAN DAN JAWABAN DOA TERBESAR ORANG PERCAYA ADALAH PRIBADI ROH KUDUS (Baca: Lukas 11:13) Sebenarnya inilah point utama dari tema khotbah sore ini ‘OUR GREATEST NEED IN PRAYER’. Kebutuhan terbesar kita di dalam doa atau apa yang paling kita butuhkan bagi kehidupan Kristen kita adalah Roh Kudus. Meski Matius tidak menyebutkan secara spesifik kebutuhan dan jawaban terbesar kita di dalam doa yang adalah Roh Kudus, namun Matius dan Lukas tidak bertentangan dalam menyeberangkan pengajaran Yesus ini tentang berdoa. (CERITAKAN KISAH HIDUP DOKTER LUKAS) (Slide Matius dan Lukas) Matius dan Lukas tidak bertentangan dalam menyeberangkan maksud kedua ayat ini. Matius adalah murid Tuhan Yesus, Lukas adalah murid Tuhan Yesus juga, bahkan beberapa tradisi mengatakan Petrus adalah narasumber atau orang yang menjadi sumber utama dari Lukas menulis Injilnya. Matius mengatakan secara umum bahwa hal-hal rohani yang dibutuhkkan dalam kehidupan orang percaya, sedangkan Lukas langsung menyebutkan secara spesifik/khusus hal rohani terbesar yang dibutuhkan oleh orang Kristen yaitu Roh Kudus, yang adalah diri Allah sendiri. (Contoh tempat duduk dan kursi) GOSPEL CONNECTION, HATI-HATI DAN PELAN-PELAN WAKTU DIJELASKAN. KEMUDIAN PINDAH KE SLIDE “NAMUN” DAN SLIDE SHERLY TJOANDA DAN PUTAR VIDEO KESAKSIANNYA DI GBI ROCK TENTANG ROH KUDUS.