Modul Panel Kendali – SMKN Nusawungu Siswanta, S.Pd KEGIATAN BELAJAR 2 ALAT-ALAT PENGENDALI Lembar Informasi Alat-alat pengendali yaitu peralatan yang digunakan untuk mengendalikan suatu mesin produksi. Peralatan ini biasanya digolongkan menjadi elemen awal dan elemen akhir. 1. KONTAKTOR Kontaktor termasuk elemen awal dalam sistem pengendali. Penandaan Alat Operasi = K Simbol : Gambar 17. Simbol kontaktor Jenis Kontak Pada Kontaktor:  Kontak NO : Normally Open Dalam Keadaan normal terbuka  Kontak NC : Normally Closed Dalam Keadaan normal tertutup  Kontak Utama Digunakan pada rangkaian utama  Kontak Bantu/ Tambahan Digunakan pada rangkaian pengendali Cara Kerja Kontaktor Jika Coil (A1, A2) diberi sumber tegangan, koil akan menjadi magnet dan menarik kontak-kontak kontaktor, Kontak NO-nya menutup, kontak NC-nya membuka. A1 A2 K COIL KONTAKTOR 111 2 3 5 4 6 13 23 21 14 12 24 22 A1 A2 111 2 3 5 4 6 13 23 21 14 12 24 22 A1 A2 P N 111 2 3 5 4 6 13 23 21 14 12 24 22 A1 A2 Simbol lengkap kontaktor

Modul Panel Kendali – SMKN Nusawungu Siswanta, S.Pd 2. TOMBOL TEKAN / PUSH BUTTON Tombol tekan merupakan saklar dengan gaya balik. Mempunyai gerakan linier atau berputar. Penandaan Alat Operasi = S Simbol – Susunan Kontak Tombol tekan manual untuk mematikan (OFF) Biasanya dipakai warna merah Tombol tekan manual untuk menyalakan (ON) Biasanya dipakai warna hijau Tombol tekan manual ON -OFF Gambar 18. Simbol tombol tekan 3. Tombol Tekan OFF Darurat /Emergency Jika terjadi bahaya, maka seluruh jaringan harus dimatikan dengan cara mengoperasikan tombol tekan OFF darurat Penandaan Alat Operasi : S Simbol: Warna Merah - tombol tekan kepala jamur besar Gambar 19. Simbol saklar darurat 4. Saklar Pembatas Kontak Normal terbuka (NO) Dioperasikan dengan sensor mekanik (cakram, rol) Kontak Normal tertutup (NC) Dioperasikan dengan tekanan Kontak Normal terbuka (NO) Dioperasikan dengan tegangan Kontak pemindah (changeover) Dioperasikan dengan putaran S 1 2 S 3 4 1 2 S 3 4 1 2 S 3 4 P 1 2 3 4 3 42 1

Modul Panel Kendali – SMKN Nusawungu Siswanta, S.Pd 5. SAKLAR Saklar tidak mempunyai gaya balik dan harus dikembalik ke posisi awal secara manual. Saklar satu arah kutub tunggal Saklar pemindah dengan posisi nol Saklar dua arah kutub tunggal Saklar pemindah tanpa posisi nol Saklar tingkat atau saklar pemilih / selector switch Gambar 20. Simbol saklar 6 RELAI WAKTU / TIMING RELAY Relai waktu mempunyai skala dan dapat disetel untuk berbagai waktu pengoperasian. Waktu operasi dapat dikontrol secara mekanik atau elektronik Penandaan Alat Operasi : K Simbol : Masuk tunda Putus tunda Kontaktor tambahan dengan waktu tunda Gambar 21. Simbol Relay Waktu K K tK t Kontak NO, penutupan tertunda Kontak NC, pembukaan tertunda Kontak NO, pembukaan tertunda Kontak NC, penutupan tertunda

Modul Panel Kendali – SMKN Nusawungu Siswanta, S.Pd 7 KEMUDI BEBAN LEBIH TERMAL Thermal overload trip (TOT), Thermal overload relay (TOR), Overload (OL) Karena sekering tidak memberikan pelindung motor yang dapat diandalkan, maka digunakan saklar pelindung motor dari kemudi beban lebih termal dengan lempeng bimetal. Bimetal ini dipanaskan oleh arus motor. Jika motor memakai terlalu banyak arus, bimetal akan bengkok dan rangkaian kontrol akan diputus melalui sambungan mekanik. Penandaan Alat Operasi : F Simbol : Gambar 22. Simbol Overload 8. PELINDUNG MOTOR PENUH Pada perkakas mesin, dengan menggunakan motor, pelindung motor kemudi arus termal kadang tidak digunakan. Dalam pelindung motor penuh, temperatur lilitan diukur dengan elemen semikonduktor, dan dimasukkan ke relai kemudi (tripping) yang akan mematikan kontaktor motor saat temperatur tertentu telah dicapai. Sensor temperatur (Resistor PTC/NTC) dipasang oleh pabrik didalam lilitan motor pada sisi dimana udara dikeluarkan. Sensor temperatur mempunyai tahanan hampir konstan yang akan berubah dengan cepat saat temperatur operasi mencapai kisaran antara - 20o C dan temperatur yang telah ditentukan. Kenaikan tahanan diukur oleh alat kemudi elektronik yang akan mengatur kontaktor utama pada motor. Penandaan alat operasi: F Simbol Gambar 23. Simbol pelindung motor penuh 96 95 98 F F 96 95 98 96 F 97 95 a b P1 P2 21 22 13 14 F

Modul Panel Kendali – SMKN Nusawungu Siswanta, S.Pd 9. MCB 1 Fasa dan 3 Fasa  MCB kependekan dari Miniatur Circuit Breaker yaitu sebuah alat yang berfungsi sebagai pembatas arus rangkaian.  Bekerja atas prinsip elektromagnetik (lilitan elektromagnetik) dan termolistrik (bimetal).  Akan memutuskan arus rangkaian apabila terjadi beban lebih (overload) pada rangkaian, Putus setelah bimetal panas. (ada selang waktu)  Bimetal yang bekerja.  Akan memutuskan arus rangkaian apabila terjadi hubung singkat (Konslet) pada rangkaian. Putus seketika  lilitan elektromagnetik yang bekerja.  Setelah alat trip /putus dapat dikembalikan ke posisi awal (ON) Penandaan alat Operasi : F Simbol : Gambar 24. MCB Lembar Kerja Alat dan bahan : 1. Kontaktor Magnet SN-21 / SK 12 .............................. 1 buah 2. Push Button On /OFF ................................................. 1 buah 3. MCB 1 Fasa ............................................................... 1 buah 4. MCB 3 Fasa ................................................................ 1 buah 5. Over load ................................................................... 1 buah 6. Relay waktu / timer ..................................................... 1 buah 7. Macam-macam saklar................................................. 1 buah 8. Peralatan Gambar....................................................... 1 buah MCB 1 Fasa MCB 3 Fasa F

Modul Panel Kendali, Alat-Alat Pengendali

Report