URBANISASIURBANISASI OLEH KELOMPOK 5

1. Audy Falena tasha 2. Loveita Resti K. 3. Firza Aisy Ramadhani 4. Nadine Widyadhana Wirawan 5. Serly Ariestia Yusti Adinta 1. Audy Falena tasha 2. Loveita Resti K. 3. Firza Aisy Ramadhani 4. Nadine Widyadhana Wirawan 5. Serly Ariestia Yusti AdintaANGGOTA KELOMPOK ANGGOTA KELOMPOK

Penjajahan Nusantara 1.Era Eropa & Portugis (Abad ke-16) Perburuan rempah-rempah memicu berdirinya benteng dan pos perdagangan di wilayah pesisir sebagai awal terbentuknya pemukiman strategis. 2.Era Belanda/VOC (Abad 17–20) Pemerintah kolonial membangun kota pelabuhan dan administrasi (Batavia, Surabaya) yang memicu sentralisasi pembangunan di kota utama. 3.Era Jepang (1942–1945) Kota-kota difokuskan menjadi pusat komando militer dan logistik perang serta sebagai pusat kendali dan desa sebagai penyedia pasokan. Penjajahan Nusantara 1.Era Eropa & Portugis (Abad ke-16) Perburuan rempah-rempah memicu berdirinya benteng dan pos perdagangan di wilayah pesisir sebagai awal terbentuknya pemukiman strategis. 2.Era Belanda/VOC (Abad 17–20) Pemerintah kolonial membangun kota pelabuhan dan administrasi (Batavia, Surabaya) yang memicu sentralisasi pembangunan di kota utama. 3.Era Jepang (1942–1945) Kota-kota difokuskan menjadi pusat komando militer dan logistik perang serta sebagai pusat kendali dan desa sebagai penyedia pasokan.LATAR BELAKANG LATAR BELAKANG

PENGERTIANPENGERTIAN- Membantu memahami asal-usul dan perkembangan kehidupan manusia - Menjadi sumber pelajaran dari peristiwa masa lalu - Membentuk identitas dan jati diri suatu masyarakat - Menjadi pedoman untuk mengambil keputusan di masa kini dan masa depan - Membantu memahami asal-usul dan perkembangan kehidupan manusia - Menjadi sumber pelajaran dari peristiwa masa lalu - Membentuk identitas dan jati diri suatu masyarakat - Menjadi pedoman untuk mengambil keputusan di masa kini dan masa depan

FAKTORFAKTORDibagi menjadi dua, yakni faktor pendorong (dari desa) dan faktor penarik (ke kota)Dibagi menjadi dua, yakni faktor pendorong (dari desa) dan faktor penarik (ke kota)Faktor pendorong (dari desa) -Revolusi pertanian: mesin dan teknologi pertanian membuat pekerjaan tani membutuhkan lebih sedikit tenaga manusia, sehingga banyak pekerja yang kehilangan pekerjaan - Keterbatasan lahan: Pertambahan penduduk mengurangi luas lahan yang bisa digarap, membuat petani sulit memperoleh penghidupan cukup. - Kemiskinan di desa: Kurangnya alternatif mata pencaharian selain pertanian tradisional memperparah kemiskinan dan mendorong orang mencari kehidupan lain.Faktor penarik (ke kota) -Peluang kerja di pabrik: Berkembangnya pabrik- pabrik manufaktur di kota menciptakan banyak lapangan kerja untuk buruh. -Upah lebih baik: Pekerjaan industri umumnya menawarkan upah lebih pasti dan cenderung lebih tinggi dibanding pendapatan bertani - Perkembangan transportasi: Pembangunan rel kereta dan prasarana transportasi lain memudahkan perpindahan orang dari desa ke kota.

DAMPAKDAMPAK Jumlah orang orang Eropa di Tanah Hindia meningkat dengan tajam, yang diakibatkan pada masa liberal ini banyak perusahaan baru yang didirikan dengan cepat dan mengalami perkembangan, maka dari itu mereka membutuhkan banyak personil dan tenaga ahli Pemerintah Belanda membangun lebih banyak sekolah, pelayanan kesehatan khusus dan pemukiman khusus orang Belanda atau Eropa yang tumbuh di Hindia Belanda Menimbulkan urbanisasi masyarakat pribumi dari pedesaan ke kota atau pusat perkebunan Peningkatan kaum miskin di wilayah pedesaan karena berkurangnya lahan pertanian Muncul perbedaan tajam antara kaum penjajah atau elit dengan rakyat pribumi (jelata) Timbul permukiman kumuh akibat lonjakan pendatang yang tidak seimbang dengan ketersediaan tempat tinggal

DAMPAKDAMPAK Contoh kota yang ikut terdampak urbanisasi: 1. Batavia (Jakarta) Menjadi pusat pemerintahan dan perdagangan voc sehingga terjadi kepadatan penduduk dan pemisahan wilayah tempat tinggal berdasarkan ras 2. Surabaya Pusat pertumbuhan industri dan perkebunan sehingga terjadi pembangunan tata kota yang pesat dan migrasi tenaga kerja 3. Medan Menjadi pusat perkebunan tembakau dan karet sehingga Medan berubah dari desa kecil yang sepi menjadi kota metropolitan yang multikultural.

Mengetahui sejarah perkembangan kota di Indonesia, terutama pada masa penjajahan Belanda Memahami penyebab pertumbuhan kota, seperti perkembangan industri, perdagangan, dan pemerintahan Mengetahui pengaruh bangsa Eropa terhadap tata kota dan pembangunan di Indonesia. Memahami perkembangan kota-kota besar seperti Bandung, Batavia, Surabaya, Semarang, dan Malang. Menambah wawasan tentang kehidupan masyarakat masa lalu serta perubahan sosial akibat perkembangan kota. Mengetahui asal mula pembangunan fasilitas kota, seperti jalan, taman kota, gedung perkantoran, dan permukiman. Dapat membandingkan perkembangan kota dahulu dan sekarang.MANFAATMANFAAT

ATAS PERHATIAN DAN WAKTU ANDATERIMA KASIH TERIMA KASIH