Kelompok 2aftar si Hukum Penguburan Jenazah Pihak yang Berhak Menguburkan Alat yang Diperlukan Adab Pengerjaannya Urutan Penguburan Jenazah Arti Takziah & Ziarahﻢﻴﺣﺮﻟا ﻦﻤﺣﺮﻟا ﷲ ﻢﺴﺑ"Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang."

ukum"Fardu Kifayah" Kewajiban kolektif bagi umat Islam. Jika sebagian orang sudah melaksanakannya, kewajiban gugur bagi yang lain. Jika tidak ada yang melakukannya, maka seluruh penduduk satu wilayah berdosa .Kelompok 2enguburanenazah"Diwajibkan atas umatku memandikan, menshalatkan, dan menguburkan mayat sesamanya." (HR. Al-Mawardi)Syarat & Ketentuan Wajib segera dilakukan: Tidak boleh ditunda tanpa alasan yang dibenarkan. Dikuburkan di pekuburan muslim terdekat: Tidak perlu dibawa jauh ke tempat lain Kedalaman kuburan: Minimal setinggi dada orang dewasa (1,5 meter). Posisi jenazah: Miring ke kanan, wajah menghadap kiblat.

Ketentuan Siapa yang Berhak Menguburkan Jenazah iapa yang berhak menguburkan? Orang yang paling berhak untuk turun ke liang lahat dan menguburkan jenazah adalah wali atau keluarga terdekat dari almarhum, terutama dari kalangan laki-lakiKelompok 2Laki-laki: Keluarga atau wali laki-laki terdekat lebih diutamakan untuk turun ke liang kubur. Perempuan: Para ulama sepakat bahwa pihak yang paling berhak turun ke liang lahat untuk menguburkan wanita adalah mahramnya (seperti suami, ayah, atau anak laki-laki). Jika mahramnya tidak ada, laki-laki lain yang saleh tetap dibolehkan. (Tugas memasukkan dan menguburkan jenazah di liang lahat secara umum diutamakan bagi kaum laki-laki).QS. Al-Anfal [8]: 75 "...Orang-orang yang mempunyai hubungan kerabat itu sebagiannya lebih berhak terhadap sesamanya (daripada yang bukan kerabat) dalam kitab Allah…"

Perlengkapan di Liang Kubur Papan kayu / bambu atau batu pipih: Untuk menutup liang lahat agar jenazah tidak tertimpa tanah secara langsung. Tali/tambang: Untuk membantu menurunkan jenazah secara perlahan ke dalam liang kubur. Batu bata atau ganjalan tanah: Untuk menopang posisi jenazah agar miring menghadap kiblat. latyangiperlukanKelompok 2 Alat Penggalian dan Penimbunan Cangkul: Untuk menggali tanah Sekop: Untuk mengangkat dan merapikan galian serta menimbun tanah kembali Linggis: Untuk memecah tanah yang keras atau berbatu Ember: Untuk mengeluarkan air jika liang kubur tergenang Perlengkapan Pendukung di Pemakaman Tandu atau keranda: Untuk membawa jenazah dari kendaraan pengantar menuju ke liang kubur. Tali tambang/kain penopang: Biasanya disiapkan untuk membantu menurunkan jenazah secara perlahan ke dalam liang kubur yang dalam. Gunting atau pisau: Untuk memotong atau membuka ikatan tali kain kafan saat jenazah sudah berada di dalam kubur. Nisan dan papan penanda: Sebagai tanda identitas di atas makam setelah proses pengurukan selesai.

agaimanadabnyaKelompok 2Mengurus jenazah termasuk Fardhu Kifayah, jika sebagian orang melaksanakannya, gugur kewajiban yang lain. Ada 4 hal wajib: memandikan, mengkafani, menshalatkan, dan menguburkan . 1. Menggali Kubur Kubur sedalam ±1,5 m, cukup dalam agar aman dan tidak berbau. Buat liang lahad (ceruk samping menghadap kiblat) lebih utama dari lubang biasa. 2. Menurunkan Jenazah Yang berhak menurunkan: keluarga laki-laki terdekat. Turunkan perlahan dari sisi kepala, baca: Bismillāhi wa 'alā millati rasūlillāh. Letakkan miring di rusuk kanan, wajah menghadap kiblat. Lepas semua tali kafan, buka sedikit bagian wajah. Sandarkan dengan tanah agar tetap menghadap kiblat. 3. Menimbun Kubur Keluarga mulai menimbun dengan 3 kepalan tanah. Tinggikan kubur sekitar sejengkal, bentuk melengkung , jangan diratakan. Beri tanda sederhana agar dikenal. Dilarang membangun berlebihan, mengecat, atau menulis berlebihan. 4. Doa di Atas Kubur Setelah selesai, berdiri di sisi kepala dan berdoa untuk ampunan & keteguhan hati almarhum. Ajak yang hadir ikut berdoa.

Kelompok 2rutanenguburanMenurunkan JenazahMemasukkan Jenazah : Jenazah dikeluarkan dari keranda dan diturunkan ke dalam kubur dengan mendahulukan bagian kepalanya secara perlahan. Membaca Doa : ِ الل ِ لْ ُ َ ر ِ َّ لِ ىَ لَ َ و ِ الل ِ ْ ِ (Dengan nama Allah dan atas agama/sunnah Rasulullah)Memposisikan Jenazah Membaringkan Miring ke Kanan : Seluruh tubuh menghadap secara penuh ke arah Kiblat Mendirikan Ganjalan Tanah : Diletakkan gumpalan tanah di belakang punggung, kepala, dan kaki agar posisi miring jenazah tetap stabil dan tidak terlentang kembali. Membuka Tali Kafir & Pipi Menempel Tanah : Tali-tali pengikat kain kafan (terutama di bagian kepala dan kaki) dilepas. Kain kafan di bagian wajah dibuka sedikit agar pipi kanan jenazah menempel langsung ke tanah.Penutupan Liang Lahat Memasang Papan Penutup : Papan kayu, bambu, atau penutup khusus dipasang miring di atas celah liang lahat agar tanah urukan tidak langsung menimpa tubuh jenazah. Anjuran Melempar Tiga Genggam Tanah : Disunnahkan bagi peziarah untuk melemparkan tiga genggaman tanah ke dalam liang sebelum ditimbun penuh. Penimbunan : Liang ditimbun dengan tanah menggunakan sekop/cangkul hingga penuh. Peninggian Tanah : Tanah urukan ditinggikan sekitar satu jengkal dari permukaan tanah sekitarnya dan dibentuk agak cembung sebagai penanda. Pemasangan Nisan : Batu nisan dipasang di bagian arah kepala dan kaki sebagai penanda makam.Penyelesaian dan Doa Menyiram Air & Menabur Bunga : Permukaan tanah makam disiram air bersih secukupnya (dan bunga jika menjadi tradisi setempat) agar tanah tidak mudah berdebu/terbawa angin Mendoakan & Istighfar (Talqin/Doa Bersama) : Para peziarah berdiri/duduk di sekitar kubur untuk memohonkan ampunan (istighfar) dan keteguhan (tsabat) bagi jenazah dalam menghadapi pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir.

Kelompok 2akziahTakziah (Ta'ziyah) = al-'azā (kesabaran / menyabarkan). Kegiatan mengunjungi atau mendatangi keluarga yang tertimpa musibah kematian untuk menghibur, menyabarkan, menguatkan hati, meringankan kesedihan keluarga yang ditinggalkan, serta mendoakan orang yang telah meninggal. Bisa dilakukan sebelum maupun sesudah pemakaman, tidak dibatasi waktu. Hukum Sunnah muakkadah (dianjurkan dan termasuk hak sesama muslim). Tujuan - Menghibur & menguatkan keluarga yang berduka - Mendoakan ampunan bagi yang meninggal - Mengajak keluarga bersabar dan menerima takdir Allah - Mempererat silaturahmi antar sesama muslimQS. Al-Baqarah [2]: 156–157 "Orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata: 'Inna lillāhi wa inna ilaihi rāji'ūn.' Mereka itulah yang mendapat keberkahan dan rahmat dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk."

iarahKelompok 2Ziarah = ziyārah (kunjungan). Ziarah Kubur adalah kegiatan mengunjungi makam/kuburan orang yang telah meninggal, orang tua, kerabat, ulama, wali, Nabi, dll, dengan tujuan mendoakan ampunan bagi yang meninggal, mengambil pelajaran/hikmah, serta mengingatkan diri sendiri akan kematian dan hari akhir. Hukum Sunnah — dianjurkan bagi laki-laki. Bagi ulama berbeda pendapat tentang perempuan; sebagian membolehkan dengan syarat tidak berlebihan, tidak berdoa memohon kepada kuburan, dan tidak menampakkan kesedihan berlebihan. Tujuan - Mendoakan ampunan & rahmat Allah bagi penghuni kubur - Mengingatkan diri sendiri akan kematian & akhirat - Mengambil pelajaran bahwa setiap manusia akan kembali kepada AllahQS. At-Taubah [9]: 84 "Dan janganlah kamu shalat atas salah seorang dari mereka yang mati selamanya, dan janganlah kamu berdiri di atas kuburnya…" Ayat ini melarang berdoa di atas kubur orang-orang munafik, yang justru menegaskan kebolehan berziarah dan berdoa untuk orang- orang mukmin.

agaimanadabnya🪦 Adab dalam Ziarah KuburMengucapkan salam saat memasuki area pemakaman. Menjaga ketenangan dan tidak berisik di area kuburan. Mendoakan kebaikan dan ampunan bagi ahli kubur sambil menghadap kiblat.Tidak duduk, menginjak, atau berjalan di atas makam orang lain. Tidak meratap (menangis berlebihan secara histeris) karena tidak rida atas takdir.Kelompok 2Menunjukkan rasa duka cita dan simpati yang tulus. Menghindari obrolan duniawi yang berlebihan atau bercanda di rumah duka. Membawa bantuan materi atau makanan untuk keluarga yang ditinggalkan. 🫂 Adab dalam Takziah Mendoakan jenazah dan memberikan nasihat kesabaran kepada keluarga.

Kelompok 2lhamdulillahDoa salam penghuni kuburَيُِِْْلا َ ِ ِ راَِّال َ َْأ ْ ُْيَلَ ُ مَالَّال ،َنوَُِال ْ ُِ ُ الل َ ءاَ ْ نِإ اَِّإَو ،َيِِلُْْلاَوَ َيِاَْلا ُ َُلَو اََل َ الل ُ لََْ"Keselamatan semoga terlimpah kepada kalian, wahai penghuni kuburan dari kalangan orang- orang mukmin dan muslim. Sesungguhnya kami, jika Allah menghendaki, pasti akan menyusul kalian. Kami memohon kepada Allah keselamatan untuk kami dan untuk kalian."Kelompok 2 (XI-12) Kiara, Sabiya, Anya, Fayza, Kayla, Venia, Nasywa,