Disusun oleh: Mahasiswa AMSD Universitas Negeri Makassar Windy Vatika Putri Yanus & Marya Ulfhiati Tahun Ajaran 2026 BUKU PANDUAN MEDIA PEMBELAJARAN IPAS : TEBAK PETAKUUntuk Siswa SD/MI4 K e l a sMateri: Bagian-Bagian Peta, Jenis-Jenis Peta, serta Perbandingan Peta Manual dan Peta Digital
KATA PENGANTAR Puji syukur ke hadirat Allah Swt. atas rahmat dan karunia-Nya sehingga buku panduan media pembelajaran “Tebak Petaku” untuk mata pelajaran IPAS kelas IV sekolah dasar ini dapat disusun. Buku panduan ini dibuat sebagai pedoman penggunaan media kartu pertanyaan dan kartu gambar dalam pembelajaran materi peta. Media “Tebak Petaku” dirancang agar peserta didik dapat belajar melalui permainan yang sederhana, menyenangkan, dan melibatkan keaktifan siswa. Melalui kegiatan menebak gambar berdasarkan petunjuk, siswa diharapkan mampu mengenali bagian-bagian peta, memahami beberapa jenis peta, serta membedakan peta manual dan peta digital. Penyusun menyadari bahwa buku panduan ini masih dapat dikembangkan sesuai kebutuhan dan kondisi pembelajaran. Oleh karena itu, saran dan masukan yang membangun sangat diharapkan. Semoga buku panduan ini bermanfaat bagi guru dan peserta didik dalam melaksanakan pembelajaran IPAS. Buku Panduan Media “Tebak Petaku” | Halaman 1
DAFTAR ISI Kata Pengantar DAFTAR ISI BAB I Pendahuluan A. Latar Belakang B. Deskripsi Media C. Tujuan Penggunaan Media D. Sasaran Pengguna BAB II Materi Pembelajaran A. Bagian-Bagian Peta B. Jenis-Jenis Peta C. Peta Manual dan Peta Digital BAB III Panduan Penggunaan Media A. Alat dan Bahan B. Komponen Media C. Langkah-Langkah Permainan D. Aturan Permainan BAB IV Kartu Pertanyaan dan Kunci Jawaban BAB V Penilaian dan Penutup Buku Panduan Media “Tebak Petaku” | Halaman 21 2 3 3 3 3 34 4 4 45 5 5 5 5 6 6
A. Latar Belakang Pembelajaran IPAS di sekolah dasar perlu memberikan pengalaman belajar yang konkret, menarik, dan sesuai dengan perkembangan peserta didik. Materi peta mencakup sejumlah istilah dan simbol yang akan lebih mudah dipahami apabila dipelajari melalui pengamatan dan aktivitas langsung. Media “Tebak Petaku” menggunakan kartu pertanyaan dan kartu gambar untuk mengajak siswa menebak objek atau konsep peta berdasarkan petunjuk. Permainan ini memberi kesempatan kepada siswa untuk berdiskusi, bekerja sama, menyampaikan jawaban, dan belajar dengan suasana yang menyenangkan. B. Deskripsi Media “Tebak Petaku” adalah media pembelajaran berbentuk permainan kartu. Media ini terdiri atas dua jenis kartu, yaitu kartu pertanyaan yang berisi petunjuk atau teka-teki dan kartu gambar yang berisi gambar serta nama objek atau konsep. Dalam permainan, satu siswa membacakan petunjuk, sedangkan temannya menempelkan kartu gambar di dahi tanpa melihat gambar tersebut lalu menebaknya berdasarkan petunjuk. C. Tujuan Penggunaan Media • Membantu siswa mengenali komponen atau bagian-bagian peta. • Membantu siswa membedakan beberapa jenis peta. • Mengenalkan persamaan dan perbedaan peta manual dan peta digital. • Mendorong keaktifan, kerja sama, keberanian, dan komunikasi siswa. • Menciptakan suasana belajar yang menyenangkan melalui permainan. D. Sasaran Pengguna Media ini ditujukan untuk peserta didik kelas IV sekolah dasar pada mata pelajaran IPAS. Guru dapat menyesuaikan jumlah kartu, durasi, dan tingkat kesulitan petunjuk sesuai kebutuhan kelas. BAB I PENDAHULUAN Buku Panduan Media “Tebak Petaku” | Halaman 3
A. Bagian-Bagian Peta Peta adalah gambaran permukaan bumi atau sebagian wilayah yang disajikan pada bidang datar dengan skala tertentu. Peta memiliki beberapa komponen yang membantu pembaca memahami informasi di dalamnya. • Judul peta: Menunjukkan nama atau isi peta. • Arah mata angin: Menunjukkan arah, seperti utara, selatan, timur, dan barat. • Skala peta: Menunjukkan perbandingan jarak pada peta dengan jarak sebenarnya. • Legenda: Menjelaskan arti simbol-simbol yang digunakan pada peta. • Simbol peta: Tanda atau gambar yang mewakili objek, misalnya sungai, jalan, atau gunung. • Garis tepi: Garis yang membatasi bagian tepi peta. B. Jenis-Jenis Peta Peta dapat dikelompokkan menjadi peta umum dan peta tematik. Peta umum menggambarkan berbagai kenampakan geografis suatu wilayah, sedangkan peta tematik menampilkan informasi khusus mengenai tema tertentu. • Peta umum: Menampilkan berbagai kenampakan, seperti jalan, sungai, dan kota. • Peta topografi: Menggambarkan bentuk permukaan bumi dan ketinggian tempat, misalnya melalui garis kontur. • Peta persebaran penduduk: Menampilkan persebaran penduduk di suatu wilayah. • Peta curah hujan: Menampilkan informasi curah hujan pada wilayah tertentu. • Peta persebaran hasil pertanian: Menampilkan daerah penghasil komoditas pertanian. C. Peta Manual dan Peta Digital Peta manual adalah peta yang disajikan dalam bentuk fisik, misalnya pada kertas atau atlas. Peta digital adalah peta yang ditampilkan melalui perangkat elektronik seperti telepon genggam, tablet, atau komputer. Keduanya dapat menampilkan informasi lokasi dan kenampakan wilayah. Peta manual dapat dibaca tanpa perangkat elektronik, sedangkan peta digital dapat memiliki fitur pencarian lokasi, pembesaran tampilan, dan petunjuk arah, bergantung pada aplikasi yang digunakan. BAB II PENDAHULUAN Buku Panduan Media “Tebak Petaku” | Halaman 4
A. Alat dan Bahan • Kartu pertanyaan. • Kartu gambar yang memuat gambar dan nama objek atau konsep. • Perekat yang aman untuk menempelkan kartu di dahi, misalnya selotip kertas yang mudah dilepas. • Papan tulis atau kertas untuk mencatat poin. B. Komponen Media Media terdiri atas 15 kartu pertanyaan dan 15 kartu gambar. Kartu pertanyaan memuat teka-teki atau petunjuk. Kartu gambar hanya memuat gambar dan nama jawaban, tanpa penjelasan tambahan. Kartu gambar ditempelkan di dahi pemain sehingga pemain tidak dapat melihatnya sendiri. C. Langkah-Langkah Permainan 1. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran dan aturan permainan kepada seluruh siswa. 2. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok. 3. Kelompok pertama maju ke depan kelas. 4. Dua siswa dari kelompok tersebut bermain pada satu giliran. Siswa pertama memegang dan membacakan kartu pertanyaan, sedangkan siswa kedua menempelkan kartu gambar di dahinya tanpa melihat gambar. 5. Siswa yang memakai kartu gambar menebak gambar berdasarkan petunjuk yang dibacakan temannya. Pembaca pertanyaan tidak boleh menyebutkan nama jawaban secara langsung. 6. Jika jawaban benar, kelompok memperoleh poin. Jika belum benar, guru dapat memberi satu petunjuk tambahan atau melanjutkan ke kartu berikutnya sesuai aturan yang ditetapkan. 7. Setelah satu giliran selesai, pemain diganti oleh anggota lain dari kelompok yang sama agar anggota kelompok mendapat kesempatan. 8. Kelompok berikutnya maju dan melakukan kegiatan yang sama. 9. Guru mencatat poin, mengoreksi jawaban, dan memberikan penjelasan singkat tentang konsep yang muncul pada kartu. 10. Di akhir permainan, guru bersama siswa menyimpulkan materi yang telah dipelajari. D. Aturan Permainan • Siswa harus menjaga kartu agar tidak rusak dan tidak melihat kartu yang ditempelkan di dahinya. • Siswa yang membacakan petunjuk tidak boleh menyebutkan jawaban secara langsung. • Teman satu kelompok boleh memberikan petunjuk sesuai arahan guru, tetapi tidak boleh langsung menyebut nama jawaban. • Setiap jawaban benar mendapat 1 poin. Guru dapat menetapkan aturan waktu, misalnya 30–60 detik untuk setiap kartu. • Perekat harus aman dan mudah dilepas. Jika tidak nyaman ditempel di dahi, kartu dapat dipegang di atas kepala dengan sisi gambar menghadap teman. • Guru memastikan permainan berlangsung tertib, aman, dan semua siswa memperoleh kesempatan. BAB III PANDUAN PENGGUNAAN MEDIA Buku Panduan Media “Tebak Petaku” | Halaman 5
Berikut 15 contoh kartu pertanyaan beserta jawaban yang sesuai. Kartu pertanyaan dan kartu gambar dibuat terpisah. Pada kartu gambar, cukup tampilkan gambar dan nama jawaban. 1. Pertanyaan: Aku menunjukkan arah utara, selatan, timur, dan barat pada peta. Siapakah aku? Kunci jawaban: Arah mata angin 2. Pertanyaan: Aku menunjukkan nama atau isi sebuah peta dan biasanya terletak di bagian atas. Siapakah aku? Kunci jawaban: Judul peta 3. Pertanyaan: Aku menunjukkan perbandingan jarak pada peta dengan jarak sebenarnya. Siapakah aku? Kunci jawaban: Skala peta 4. Pertanyaan: Aku menjelaskan arti simbol-simbol yang terdapat pada peta. Siapakah aku? Kunci jawaban: Legenda peta 5. Pertanyaan: Aku berupa tanda atau gambar yang mewakili objek seperti gunung, sungai, dan jalan. Siapakah aku? Kunci jawaban: Simbol peta 6. Pertanyaan: Aku merupakan garis yang membatasi bagian tepi peta. Siapakah aku? Kunci jawaban: Garis tepi peta 7. Pertanyaan: Aku menggambarkan wilayah Indonesia yang terdiri atas banyak pulau. Peta apakah aku? Kunci jawaban: Peta Indonesia 8. Pertanyaan: Aku menampilkan berbagai kenampakan geografis seperti sungai, jalan, dan kota. Jenis peta apakah aku? Kunci jawaban: Peta umum 9. Pertanyaan: Aku menggambarkan bentuk permukaan bumi dan ketinggian tempat menggunakan garis kontur. Jenis peta apakah aku? Kunci jawaban: Peta topografi 10. Pertanyaan: Aku menunjukkan persebaran penduduk di berbagai daerah. Jenis peta apakah aku? Kunci jawaban: Peta persebaran penduduk 11. Pertanyaan: Aku menunjukkan wilayah yang memiliki curah hujan tinggi atau rendah. Jenis peta apakah aku? Kunci jawaban: Peta curah hujan 12. Pertanyaan: Aku menunjukkan persebaran hasil pertanian, seperti padi dan jagung. Jenis peta apakah aku? Kunci jawaban: Peta persebaran hasil pertanian 13. Pertanyaan: Aku disajikan di atas kertas dan dapat dibaca tanpa HP atau komputer. Peta apakah aku? Kunci jawaban: Peta manual 14. Pertanyaan: Aku dapat dibuka melalui HP atau komputer untuk melihat suatu wilayah. Peta apakah aku? Kunci jawaban: Peta digital 15. Pertanyaan: Aku berupa tanda pada peta digital yang membantu pengguna melihat lokasi yang dituju. Fitur apakah aku? Kunci jawaban: Penunjuk lokasi digital BAB IV KARTU PERTANYAAN DAN KUNCI JAWABAN Buku Panduan Media “Tebak Petaku” | Halaman 6
A. Penilaian Penilaian dapat dilakukan melalui pengamatan selama permainan. Guru dapat menilai ketepatan jawaban, partisipasi, kerja sama, dan kemampuan siswa menjelaskan jawaban. Contoh pedoman pemberian poin: • Jawaban benar: 1 poin. • Jawaban belum tepat: 0 poin; guru boleh memberikan kesempatan mencoba kembali. • Sikap kerja sama dan sportivitas: diamati guru sebagai penilaian proses. B. Tindak Lanjut Setelah permainan selesai, guru mengulas kartu yang paling sulit dijawab dan memberikan penjelasan tambahan. Guru dapat meminta siswa menggambar satu komponen peta atau menyebutkan perbedaan peta manual dan peta digital sebagai kegiatan penguatan. C. Penutup Media “Tebak Petaku” diharapkan dapat menjadi alternatif pembelajaran IPAS yang sederhana, menarik, dan mudah digunakan. Melalui permainan ini, siswa belajar mengenali bagian-bagian peta, memahami jenis peta, serta membandingkan peta manual dan peta digital. Guru dapat menyesuaikan pelaksanaan permainan dengan waktu, jumlah siswa, dan kondisi kelas. DAFTAR PUSTAKA Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) untuk SD/MI Kelas IV. Jakarta: Pusat Perbukuan. Catatan: Guru dapat menyesuaikan istilah, contoh peta, dan aktivitas dengan buku ajar IPAS yang digunakan di sekolah serta capaian pembelajaran yang berlaku. BAB V PENILAIAN DAN PENUTUP Buku Panduan Media “Tebak Petaku” | Halaman 7 Gambar Visual Media Kartu Tebak Petaku
