PEMBELAJARAN MODUL Disusun Oleh : ISTIQFARRANY ZULLIFIA SYAHPUTRI Tahun Ajaran 2026-2027KAWASAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN MENURUT AECT 2008

DAFTAR ISIDAFTAR ISIKata PengantarKata PengantarPenghantarPenghantarKawasan Teknologi Pendidikan Menurut AECT 2008 dan Implementasinya dalam Kurikulum Merdeka Kawasan Teknologi Pendidikan Menurut AECT 2008 dan Implementasinya dalam Kurikulum Merdeka1919RangkumanRangkumanReferensiReferensiBiografiBiografi3737LatarLatarTeoriTeori3535iiiiiiA.A.B.B.D.D.E.E.3131F.F.G.G.C.C.337711

KATA PENGANTARKATA PENGANTARPuji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas tersusunnya Modul Pembelajaran berjudul “Kawasan Teknologi Pendidikan Menurut AECT 2008 dan Implementasinya dalam Kurikulum Merdeka”. Modul ini disusun sebagai bahan ajar yang sistematis dan aplikatif untuk membantu pendidik memahami konsep, prinsip, serta penerapan teknologi pendidikan dalam konteks pembelajaran abad ke-21. Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas tersusunnya Modul Pembelajaran berjudul “Kawasan Teknologi Pendidikan Menurut AECT 2008 dan Implementasinya dalam Kurikulum Merdeka”. Modul ini disusun sebagai bahan ajar yang sistematis dan aplikatif untuk membantu pendidik memahami konsep, prinsip, serta penerapan teknologi pendidikan dalam konteks pembelajaran abad ke-21.Tujuan utama modul ini adalah memberikan pemahaman komprehensif mengenai enam kawasan teknologi pendidikan menurut Association for Educational Communications and Technology (AECT) edisi 2008, yaitu desain, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan, penilaian, dan isu sosial, etika, serta hukum. Melalui pemahaman ini, pendidik diharapkan mampu merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran yang efektif, inovatif, serta relevan dengan kebutuhan peserta didik. Tujuan utama modul ini adalah memberikan pemahaman komprehensif mengenai enam kawasan teknologi pendidikan menurut Association for Educational Communications and Technology (AECT) edisi 2008, yaitu desain, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan, penilaian, dan isu sosial, etika, serta hukum. Melalui pemahaman ini, pendidik diharapkan mampu merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran yang efektif, inovatif, serta relevan dengan kebutuhan peserta didik.Teknologi pendidikan memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dengan memanfaatkan sumber belajar, media, dan teknologi secara tepat guna. Dalam implementasinya, teknologi pendidikan mendukung prinsip- prinsip Kurikulum Merdeka yang menekankan pada pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, fleksibel, diferensiatif, serta berbasis projek untuk penguatan Profil Pelajar Pancasila. Teknologi pendidikan memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dengan memanfaatkan sumber belajar, media, dan teknologi secara tepat guna. Dalam implementasinya, teknologi pendidikan mendukung prinsip- prinsip Kurikulum Merdeka yang menekankan pada pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, fleksibel, diferensiatif, serta berbasis projek untuk penguatan Profil Pelajar Pancasila.Semoga modul ini dapat menjadi referensi yang bermanfaat bagi pendidik dalam mengembangkan praktik pembelajaran yang bermakna dan berdampak positif bagi peningkatan mutu pendidikan di Indonesia. Semoga modul ini dapat menjadi referensi yang bermanfaat bagi pendidik dalam mengembangkan praktik pembelajaran yang bermakna dan berdampak positif bagi peningkatan mutu pendidikan di Indonesia.PenyusunPenyusun

A. PENGHANTARA. PENGHANTARA. PENGHANTARTeknologi memiliki hubungan yang erat dengan proses belajar mengajar. Dalam kegiatan pembelajaran, teknologi berperan sebagai jembatan yang menghubungkan guru, peserta didik, materi pelajaran, dan lingkungan belajar. Pemanfaatan teknologi yang tepat dapat membuat pembelajaran lebih menarik, interaktif, dan bermakna. Selain itu, teknologi juga memungkinkan terjadinya pembelajaran yang fleksibel tanpa terbatas ruang dan waktu, serta mendukung tercapainya tujuan pembelajaran secara lebih efektif dan efisien. Mempelajari kawasan teknologi pendidikan bertujuan agar guru dan tenaga pendidik mampu memahami, mengembangkan, dan memanfaatkan berbagai sumber belajar serta media pembelajaran secara optimal. Tujuan lainnya adalah meningkatkan kemampuan dalam merancang dan mengelola pembelajaran berbasis teknologi, sehingga mampu menjawab tantangan pendidikan di era digital. Dengan pemahaman yang baik, pendidik dapat menjadi fasilitator yang inovatif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.TUJUAN PEMBELAJARANTUJUAN PEMBELAJARANTUJUAN PEMBELAJARANMenjelaskan pengertian pengantar teknologi pendidikan. Menjelaskan hubungan teknologi dengan proses belajar mengajar. Menjelaskan tujuan mempelajari kawasan teknologi pendidikan. Menumbuhkan kesadaran akan pentingnya teknologi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Pengantar teknologi pendidikan merupakan dasar pemahaman tentang bagaimana teknologi dirancang, dikembangkan, dimanfaatkan, dan dikelola untuk mendukung proses pendidikan. Teknologi pendidikan tidak hanya berkaitan dengan perangkat keras seperti komputer, proyektor, atau media digital, tetapi juga mencakup metode, strategi, dan sistem yang digunakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Dengan demikian, teknologi pendidikan dipahami sebagai suatu disiplin yang berfokus pada pemecahan masalah belajar manusia melalui pendekatan ilmiah dan sistematis.444

A. PENGHANTARA. PENGHANTARA. PENGHANTAR1. Ruang Lingkup Pembahasan1. Ruang Lingkup Pembahasan1. Ruang Lingkup PembahasanModul ini membahas secara sistematis konsep, teori, dan praktik teknologi pendidikan dalam menunjang proses pembelajaran yang efektif dan bermakna. Cakupan pembahasan meliputi:Konsep dasar teknologi pendidikan dan relevansinya dalam pembelajaran.Pemanfaatan media dan sumber belajar berbasis teknologi.Desain, pengembangan, dan evaluasi pembelajaran.Pengelolaan pembelajaran digital dan platform pembelajaran.Etika, keamanan, dan literasi digital dalam pendidikan.2. Manfaat Mempelajari Teknologi Pendidikan2. Manfaat Mempelajari Teknologi Pendidikan2. Manfaat Mempelajari Teknologi PendidikanMempelajari teknologi pendidikan memberikan manfaat nyata bagi guru dan peserta didik dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar.Manfaat bagi GuruManfaat bagi GuruManfaat bagi GuruMemperluas pilihan strategi dan media pembelajaran yang inovatif.Meningkatkan efisiensi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran.Mendorong pengembangan profesional melalui literasi digital.Meningkatkan motivasi dan keterlibatan peserta didik dalam belajar.Manfaat bagi Peserta DidikManfaat bagi Peserta DidikManfaat bagi Peserta DidikMendapatkan pengalaman belajar yang lebih menarik dan interaktif.Akses terhadap sumber belajar yang lebih luas dan beragam.Mengembangkan kemandirian dan keterampilan belajar abad 21.Meningkatkan pemahaman konsep melalui visualisasi dan simulasi.555444111333444222111333222

B.B.B.LATARLATARLATARLatar BelakangLatar BelakangLatar BelakangPerkembangan teknologi digital telah mengubah cara manusia memperoleh, mengolah, danPerkembangan teknologi digital telah mengubah cara manusia memperoleh, mengolah, dan membagikan informasi. Generasi saat ini, yang akrab dengan internet, perangkat gawai,membagikan informasi. Generasi saat ini, yang akrab dengan internet, perangkat gawai, dan media sosial, memiliki gaya belajar yang lebih visual, interaktif, dan kolaboratif. Olehdan media sosial, memiliki gaya belajar yang lebih visual, interaktif, dan kolaboratif. Oleh karena itu, kebutuhan belajar tidak lagi terbatas pada penguasaan pengetahuan, tetapi jugakarena itu, kebutuhan belajar tidak lagi terbatas pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga meliputi literasi digital, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, sertameliputi literasi digital, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, serta kolaborasi dalam lingkungan digital. Pendidikan dituntut untuk bertransformasi agarkolaborasi dalam lingkungan digital. Pendidikan dituntut untuk bertransformasi agar mampu menyiapkan peserta didik menghadapi tantangan abad ke-21.mampu menyiapkan peserta didik menghadapi tantangan abad ke-21. Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara manusia memperoleh, mengolah, dan membagikan informasi. Generasi saat ini, yang akrab dengan internet, perangkat gawai, dan media sosial, memiliki gaya belajar yang lebih visual, interaktif, dan kolaboratif. Oleh karena itu, kebutuhan belajar tidak lagi terbatas pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga meliputi literasi digital, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, serta kolaborasi dalam lingkungan digital. Pendidikan dituntut untuk bertransformasi agar mampu menyiapkan peserta didik menghadapi tantangan abad ke-21.Di sekolah, terdapat berbagai tantangan dalam mengimplementasikan pembelajaranDi sekolah, terdapat berbagai tantangan dalam mengimplementasikan pembelajaran yang relevan dengan era digital. Keterbatasan infrastruktur, kompetensi guru dalamyang relevan dengan era digital. Keterbatasan infrastruktur, kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi, serta kurikulum yang masih berorientasi pada hafalanmemanfaatkan teknologi, serta kurikulum yang masih berorientasi pada hafalan menjadi kendala utama. Selain itu, kesenjangan akses teknologi dan perbedaanmenjadi kendala utama. Selain itu, kesenjangan akses teknologi dan perbedaan kesiapan peserta didik menuntut strategi pembelajaran yang inklusif, adaptif, dankesiapan peserta didik menuntut strategi pembelajaran yang inklusif, adaptif, dan berpusat pada peserta didik agar setiap siswa dapat berkembang sesuai potensinya.berpusat pada peserta didik agar setiap siswa dapat berkembang sesuai potensinya. Di sekolah, terdapat berbagai tantangan dalam mengimplementasikan pembelajaran yang relevan dengan era digital. Keterbatasan infrastruktur, kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi, serta kurikulum yang masih berorientasi pada hafalan menjadi kendala utama. Selain itu, kesenjangan akses teknologi dan perbedaan kesiapan peserta didik menuntut strategi pembelajaran yang inklusif, adaptif, dan berpusat pada peserta didik agar setiap siswa dapat berkembang sesuai potensinya.Untuk menjawab tantangan tersebut, diperlukan kerangka kerja yang sistematis dalamUntuk menjawab tantangan tersebut, diperlukan kerangka kerja yang sistematis dalam merancang dan mengevaluasi proses pembelajaran berbasis teknologi. Kerangkamerancang dan mengevaluasi proses pembelajaran berbasis teknologi. Kerangka AECT 2008 (Association for Educational Communications and Technology)AECT 2008 (Association for Educational Communications and Technology) memberikan panduan komprehensif yang menekankan pada integrasi teknologimemberikan panduan komprehensif yang menekankan pada integrasi teknologi dengan pedagogi dan konteks pembelajaran. Kerangka ini membuntu pendidikdengan pedagogi dan konteks pembelajaran. Kerangka ini membuntu pendidik merancang pengalaman belajar yang bermakna, efektif, dan berkelanjutan.merancang pengalaman belajar yang bermakna, efektif, dan berkelanjutan. Untuk menjawab tantangan tersebut, diperlukan kerangka kerja yang sistematis dalam merancang dan mengevaluasi proses pembelajaran berbasis teknologi. Kerangka AECT 2008 (Association for Educational Communications and Technology) memberikan panduan komprehensif yang menekankan pada integrasi teknologi dengan pedagogi dan konteks pembelajaran. Kerangka ini membuntu pendidik merancang pengalaman belajar yang bermakna, efektif, dan berkelanjutan.Memahami kerangka AECT 2008 penting bagi pendidikan di Indonesia karenaMemahami kerangka AECT 2008 penting bagi pendidikan di Indonesia karena sejalan dengan kebijakan Merdeka Belajar dan transformasi digital nasional. Dengansejalan dengan kebijakan Merdeka Belajar dan transformasi digital nasional. Dengan menerapkan kerangka ini, sekolah dapat meningkatkan kualitas pembelajaran,menerapkan kerangka ini, sekolah

MODULMODUL PEMBELAJARANPEMBELAJARAN MODUL PEMBELAJARANTahun AjaranTahun Ajaran 2024-20252024-2025 Tahun Ajaran 2024-2025B.B. LATARLATARB. LATARKonteks Kurikulum MerdekaKonteks Kurikulum MerdekaKonteks Kurikulum MerdekaPembelajaran berpusat pada peserta didik menempatkan peserta didik sebagai pelaku utama dalam proses belajar. Guru berperan sebagai fasilitator yang merancang pengalaman belajar yang bermakna, menumbuhkan kemandirian, rasa ingin tahu, dan kemampuan berpikir kritis melalui kegiatan yang kontekstual dan relevan dengan kehidupan nyata.Diferensiasi dilakukan untuk mengakomodasi perbedaan minat, kesiapan, dan profil belajar peserta didik. Guru menyesuaikan strategi, media, dan penilaian agar setiap peserta didik dapat berkembang optimal sesuai potensinya.Pemanfaatan teknologi secara bermakna menjadi bagian penting dalam pembelajaran. Teknologi digunakan bukan sekadar untuk alat bantu, tetapi sebagai sarana untuk memperkaya pengalaman belajar, memfasilitasi kolaborasi, dan memperluas akses terhadap sumber belajar yang berkualitas.Penguatan Profil Pelajar Pancasila menjadi tujuan utama Kurikulum Merdeka. Melalui pembelajaran, peserta didik dibimbing untuk mengembangkan karakter berimam, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif sebagai bekal menjadi warga dunia yang berkontribusi positif bagi masyarakat.Keterkaitan Kebutuhan Belajar, Teknologi Pendidikan, dan Kurikulum MerdekaPerbedaan minat,Perbedaan minat, kesiapan, dan gayakesiapan, dan gaya belajar peserta didikbelajar peserta didik menjadi titik awalmenjadi titik awal perancanganperancangan pembelajaran.pembelajaran. Perbedaan minat, kesiapan, dan gaya belajar peserta didik menjadi titik awal perancangan pembelajaran.Teknologi dipilih secara tepatTeknologi dipilih secara tepat guna untuk memperkayaguna untuk memperkaya pengalaman belajar,pengalaman belajar, memfasilitasi kolaborasi, danmemfasilitasi kolaborasi, dan memperluas akses sumbermemperluas akses sumber belajar.belajar. Teknologi dipilih secara tepat guna untuk memperkaya pengalaman belajar, memfasilitasi kolaborasi, dan memperluas akses sumber belajar.Pembelajaran yang fleksibel,Pembelajaran yang fleksibel, bermakna, dan berpusat padabermakna, dan berpusat pada peserta didik untukpeserta didik untuk mewujudkan Profilmewujudkan Profil Pelajar Pancasila.Pelajar Pancasila. Pembelajaran yang fleksibel, bermakna, dan berpusat pada peserta didik untuk mewujudkan Profil Pelajar Pancasila.777Hasil Akhir: Peserta didik berkembangHasil Akhir: Peserta didik berkembang utuh, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.utuh, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Hasil Akhir: Peserta didik berkembang utuh, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.Teknologi PendidikanTeknologi PendidikanTeknologi PendidikanKurikulum MerdekaKurikulum MerdekaKurikulum MerdekaKebutuhan BelajarKebutuhan BelajarKebutuhan Belajar

MODUL PEMBELAJARAN MODUL PEMBELAJARANTahun Ajaran 2024-2025 Tahun Ajaran 2024-2025KAWASAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN MENURUT AECT 2008Association for Educational Communications and Technology (AECT) pada tahun 2008 mendefinisikan teknologi pendidikan sebagai studi dan praktik etis untuk memfasilitasi belajar dan meningkatkan kinerja melalui penciptaan, penggunaan, dan pengelolaan proses serta sumber teknologi yang tepat. Definisi ini menegaskan bahwa teknologi pendidikan bukan sekadar penggunaan alat, tetapi merupakan disiplin ilmu terapan yang berlandaskan teori, riset, dan prinsip etika untuk mencapai hasil belajar yang bermakna.Sebagai studi, teknologi pendidikan berfokus pada pengembangan teori, penelitian, dan pemahaman tentang bagaimana proses serta sumber teknologi dapat dirancang dan dimanfaatkan secara efektif dalam konteks pembelajaran. Studi ini mencakup analisis kebutuhan, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi untuk memastikan bahwa intervensi teknologi selaras dengan tujuan pendidikan dan karakteristik peserta didik.Sebagai praktik etis, teknologi pendidikan menuntut penerapan nilai-nilai moral dan profesional seperti keadilan akses, privasi, inklusivitas, dan akuntabilitas dalam setiap keputusan dan tindakan. Melalui penciptaan, penggunaan, dan pengelolaan proses serta sumber yang tepat, teknologi pendidikan berperan strategis untuk memfasilitasi belajar yang bermakna, meningkatkan kinerja individu maupun organisasi, serta menyiapkan peserta didik menghadapi tantangan abad ke-21 secara berkelanjutan.peningkatan kinerjaKATA KUNCIfasilitasi belajarpraktik etisprosessumberstudi

MODUL PEMBELAJARAN MODUL PEMBELAJARANTahun Ajaran 2024-2025 Tahun Ajaran 2024-2025LIMA KAWASAN TEKNOLOGI PENDIDIKANModel AECT (Association for Educational Communications and Technology) 2008 merumuskan lima kawasan Teknologi Pendidikan sebagai berikut.0101Proses sistematis untuk menganalisis kebutuhan, merumuskan tujuan, menentukan strategi, serta merancang solusi pembelajaran yang efektif dan efisien.0202Kegiatan menghasilkan dan memvalidasi sumber belajar, media, serta sistem pembelajaran melalui produksi, pengujian, dan revisi hingga layak digunakan.0303Penerapan dan penggunaan sumber, media, serta strategi pembelajaran dalam konteks nyata untuk mendukung tercapainya tujuan belajar secara optimal.0404Pengorganisasian sumber daya, fasilitas, informasi, dan proses pembelajaran secara efektif, efisien, dan berkelanjutan untuk mendukung kualitas layanan pendidikan.0505Proses mengumpulkan, menganalisis, dan menafsirkan data untuk menilai kualitas program, produk, dan proses pembelajaran sebagai dasar pengambilan keputusan.9PENGEMBANGANPEMANFAATANPENGELOLAANEVALUASIDESAINC.

MODUL PEMBELAJARAN MODUL PEMBELAJARANC. DESAIN DAN PENGEMBANGANDesain dalam teknologi pendidikan merupakan proses perencanaan sistematis untuk menciptakan pengalaman belajar yang efektif, efisien, dan bermakna. Desain yang baik berangkat dari analisis kebutuhan dan karakteristik peserta didik, lalu menerjemahkannya ke dalam sistem pembelajaran, pesan, strategi, serta pemilihan teknologi yang sesuai. Desain yang tepat akan mendukung tujuan pembelajaran Kurikulum Merdeka, yaitu membentuk Profil Pelajar Pancasila melalui pengalaman belajar yang relevan, kontekstual, dan berbasis pada minat serta potensi peserta didik.Menyusun kerangka sistem pembelajaran secara menyeluruh, meliputi tujuan, capaian pembelajaran, asesmen, alur kegiatan, sumber daya, dan evaluasi. Sistem ini harus fleksibel, adaptif, dan mendukung diferensiasi.Merancang pesan pembelajaran agar jelas, akurat, menarik, dan mudah dipahami. Pesan disusun secara sistematis dengan memperhatikan prinsip komunikasi visual dan verbal yang sesuai dengan karakteristik peserta didik.Menentukan pendekatan, model pembelajaran yang mendorong keterlibatan aktif, kolaborasi, pemecahan masalah, serta refleksi sesuai dengan tujuan dan konteks belajar.Memahami kebutuhan, minat, gaya belajar, latar belakang budaya, serta belakang belajar peserta didik agar desain pembelajaran relevan dan berdampak maksimal.Pengembangan merupakan proses mewujudkan desain ke dalam produk dan lingkungan belajar yang nyata. Pengembangan teknologi pendidikan dilakukan melalui penciptaan bahan ajar, media, perangkat lunak, serta pengelolaan lingkungan belajar yang mendukung pengalaman belajar bermakna.Contoh Penerapan dalam Kurikulum MerdekaBahan AjarPenyusunan modul, lembar kerja, buku digital, atau sumber belajar yang sesuai capaian pembelajaran.Modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) tentang kearifan lokal daerah.Pengembangan media cetak, audio, visual, atau digital untuk memperjelas pesan dan meningkatkan motivasi.Video pembelajaran, infografis digital, poster interaktif pada topik literasi lingkungan.Penciptaan aplikasi atau platform digital yang mendukung pembelajaran, asesmen, dan manajemen kelas.Penggunaan LMS seperti Google Classroom atau Platform Merdeka Mengajar untuk asesmen formatif.Penataan lingkungan fisik, sosial, dan virtual yang aman, inklusif, kolaboratif, dan merangsang belajar.Sudut baca kelas, ruang diskusi kolaboratif, atau kelas virtual dengan aturan dan etika digital.1. Desain dan PengembanganTahun Ajaran 2024-2025 Tahun Ajaran 2024-2025Pengembangan Teknologi PendidikanPengembangan Teknologi PendidikanDesain Sistem Pembelajaran Desain Sistem PembelajaranStrategi Pembelajaran Strategi PembelajaranKarakteristik Peserta Didik Karakteristik Peserta DidikAspek PengembanganLingkungan BelajarPerangkat LunakPenjelasanDesain PesanDesain PesanMedia

MODUL PEMBELAJARAN MODUL PEMBELAJARANTahun Ajaran 2024-2025 Tahun Ajaran 2024-2025C. INTIC. INTI2. Pemanfaatan2. PemanfaatanPemanfaatan teknologi pendidikan adalah proses memilih, menggunakan, dan mengintegrasikan media, sumber belajar, serta strategi pembelajaran secara tepat guna untuk mencapai tujuan belajar. Dalam Kurikulum Merdeka, pemanfaatan teknologi tidak hanya tentang penggunaan alat digital, tetapi juga bagaimana teknologi menjadi sarana untuk menciptakan pengalaman belajar yang bermakna, relevan, dan memberdayakan peserta didik.Melalui pembelajaran berdiferensiasi, teknologi memungkinkan guru menyesuaikan konten, proses, dan produk belajar sesuai kebutuhan, minat, serta profil belajar peserta didik. Platform adaptif, video interaktif, podcast, dan simulasi digital membantu menyediakan berbagai pilihan belajar, sehingga setiap peserta didik dapat belajar dengan cara yang paling sesuai dan optimal bagi dirinya.Dalam pembelajaran projek, kolaborasi, dan akses sumber digital, teknologi membuka ruang bagi peserta didik untuk merancang projek berbasis masalah nyata, bekerja sama dalam tim secara daring maupun luring, serta mengakses berbagai sumber informasi terpercaya. Dengan pemanfaatan yang tepat, teknologi pendidikan mendukung terbentuknya Profil Pelajar Pancasila serta membekali peserta didik dengan keterampilan abad ke-21.Prinsip Pemanfaatan Teknologi Pendidikan yang Bertanggung JawabTujuan Pembelajaran: teknologi digunakan untuk mendukung pencapaian tujuan belajar, bukan sebagai tujuan utama.Relevan dan Tepat Guna: memilih teknologi, media, dan sumber belajar yang sesuai dengan kebutuhan, konteks, dan karakteristik peserta didik.Aman dan Etis: menjaga keamanan data, privasi, dan etika digital dalam setiap aktivitas pembelajaran.Inklusif dan Aksesibel: memastikan semua peserta didik dapat mengakses dan memanfaatkan teknologi tanpa diskriminasi.Kritis dan Selektif: mengembangkan kemampuan literasi digital untuk mengevaluasi informasi secara kritis dan bertanggung jawab.Reflektif dan Berkelanjutan: melakukan evaluasi berkala terhadap pemanfaatan teknologi untuk perbaikan dan pengembangan berkelanjutan.1111

MODUL PEMBELAJARANTahun Ajaran 2024-2025C. PENGELOLAAN3. PengelolaanPengelolaan dalam Kurikulum Merdeka mencakup pengelolaan sumber daya, teknologi, informasi, proyek, dan sistem pembelajaran secara terintegrasi, kolaboratif, dan berkelanjutan. Tujuannya adalah menciptakan ekosistem belajar yang adaptif, efektif, serta berpusat pada peserta didik.Optimalisasi sumber daya manusia, sarana prasarana, dan dana untuk mendukung pembelajaran yang bermakna dan inklusif.Pemanfaatan teknologi secara tepat guna untuk mendukung pembelajaran diferensiatif, kolaborasi, dan pengembangan kompetensi abad ke-21.Pengelolaan data dan informasi pembelajaran secara akurat, aman, dan transparan untuk pengambilan keputusan berbasis data.Perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian proyek berbasis masalah untuk mengembangkan karakter, keterampilan, dan kreativitas peserta didik.Perencanaan sistem pembelajaran yang fleksibel, berdiferensiasi, dan berkelanjutan sesuai kebutuhan peserta didik.PERAN DAN KOLABORASIMerancang dan melaksanakan pembelajaran, mengelola kelas, memanfaatkan teknologi, serta melakukan asesmen formatif untuk peningkatan kualitas belajar.Menyediakan kebijakan, sarana prasarana, pendampingan, serta budaya sekolah yang mendukung pembelajaran berkualitas dan berkelanjutan.Wadah kolaborasi guru dan tenaga kependidikan untuk berbagi praktik baik, refleksi, dan pengembangan profesional berkelanjutan.Pemanfaatan platform digital seperti PMM, LMS, dan aplikasi pendukung untuk perencanaan, pelaksanaan, dokumentasi, dan evaluasi pembelajaran.Menganalisis kebutuhan, merumuskan tujuan, menyusun strategi, dan menyiapkan sumber daya.Melaksanakan proses pembelajaran, proyek, dan pemanfaatan teknologi sesuai rencana.Berkoordinasi antar guru, tenaga kependidikan, sekolah, dan komunitas belajar secara kolaboratif.Memantau, mengevaluasi, dan merefleksi hasil untuk perbaikan dan inovasi berkelanjutan.ALUR PENGELOLAAN PEMBELAJARANPENGELOLAAN SISTEM PEMBELAJARANPENGELOLAAN SUMBER DAYAPENGELOLAAN TEKNOLOGIPENGELOLAAN INFORMASIPENGELOLAAN PROYEKKOMUNITAS BELAJARPLATFORM DIGITALPERENCANAANPELAKSANAANPEMANTAUANKOORDINASI12SEKOLAHGURU

MODUL PEMBELAJARAN MODUL PEMBELAJARANTahun Ajaran 2024-2025 Tahun Ajaran 2024-2025C. EVALUASIC. EVALUASI4. Evaluasi4. EvaluasiEvaluasi dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan untuk mengetahui ketercapaian tujuan pembelajaran, kualitas proses, serta efektivitas program. Hasil evaluasi digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan dan perbaikan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.Menilai pelaksanaan pembelajaran, interaksi guru–peserta didik, keterlibatan, strategi, dan pengelolaan kelas untuk memastikan proses sesuai prinsip Kurikulum Merdeka.Evaluasi HasilEvaluasi HasilMenilai pencapaian kompetensi, pemahaman konsep, dan Profil Pelajar Pancasila melalui berbagai bukti belajar guna melihat perkembangan belajar peserta didik.Menilai kesesuaian, aksesibilitas, dan efektivitas media serta teknologi yang digunakan untuk mendukung ketercapaian tujuan pembelajaran.Menilai keterlaksanaan program pembelajaran secara menyeluruh, termasuk perencanaan, pelaksanaan, dan capaian, untuk menentukan keberhasilan dan kebutuhan perbaikan.Menilai kinerja guru dan peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran, termasuk kompetensi pedagogik, sosial-emosional, dan profesional.Evaluasi Terintegrasi dengan Asesmen dalam Kurikulum MerdekaAsesmen DiagnostikAsesmen DiagnostikDilakukan di awal untuk mencatat kebutuhan, kompetensi awal, minat, dan profil belajar peserta didik sebagai dasar perencanaan pembelajaran.Asesmen FormatifAsesmen FormatifDilakukan selama proses pembelajaran untuk memantau perkembangan, memberikan umpan balik, dan menyesuaikan strategi pembelajaran.Asesmen SumatifAsesmen SumatifDilakukan di akhir pembelajaran untuk menilai pencapaian tujuan pembelajaran dan menjadi bahan pelaporan kemajuan belajar peserta didik.Bukti belajar dari ketiga asesmen dianalisis untuk memahami kebutuhan peserta didik, mengidentifikasi kekuatan dan area yang perlu ditingkatkan, serta menangang strategi, diferensiasi, dan intervensi agar pembelajaran semakin bermakna dan efektif.Pertanyaan Evaluasi Pertanyaan EvaluasiAspek mana dari proses, hasil, media, program, dan kinerja yang perlu ditingkatkan di kelas Anda, dan strategi perbaikannya?Bagaimana hasil asesmen diagnostik membantu guru memahami kebutuhan belajar peserta didik?Bagaimana guru memanfaatkan asesmen formatif untuk menyesuaikan strategi pembelajaran?Bagaimana bukti belajar dari asesmen sumatif digunakan untuk menentukan tindak lanjut?Penggunaan Bukti Belajar untuk Perbaikan PembelajaranEvaluasi ProgramEvaluasi ProgramEvaluasi KinerjaEvaluasi KinerjaEvaluasi ProsesEvaluasi ProsesEvaluasi MediaEvaluasi Media1313

Landasan Teoretis Teknologi PendidikanLandasan Teoretis Teknologi PendidikanTeknologi pendidikan berakar pada teori belajar yang menjelaskan bagaimana peserta didik memperoleh pengetahuan, serta teori pembelajaran yang merancang pengalaman belajar agar efektif. Keduanya menjadi dasar pemilihan strategi dan media pembelajaran yang sesuai dengan tujuan, karakteristik peserta didik, dan konteks Kurikulum Merdeka. Teknologi pendidikan berakar pada teori belajar yang menjelaskan bagaimana peserta didik memperoleh pengetahuan, serta teori pembelajaran yang merancang pengalaman belajar agar efektif. Keduanya menjadi dasar pemilihan strategi dan media pembelajaran yang sesuai dengan tujuan, karakteristik peserta didik, dan konteks Kurikulum Merdeka.Menjelaskan bagaimana individu belajar dan memperoleh pengetahuan.Merancang pengalaman belajar berdasarkan prinsip teori belajar agar tujuan tercapai.Memilih dan memanfaatkan strategi, media, dan sumber belajar untuk mendukung pembelajaran yang efektif dan bermakna.1. Behaviorisme (Perilaku) 1. Behaviorisme (Perilaku)Fokus pada perubahan perilaku yang dapat diamati melalui stimulus-respon. Fokus pada perubahan perilaku yang dapat diamati melalui stimulus-respon.Belajar melalui penguatan dan pengulangan. Tujuan jelas dan terukur. Umpan balik segera memperkuat perilaku.Drill and practice Pembelajaran langsung Aplikasi (reinforcement) Penilaian formatif seringLembar kerja, kuis online Video demonstrasi Aplikasi latihan Flashcard, simulasi sederhana2. Kognitivisme (Proses Mental) 2. Kognitivisme (Proses Mental)Fokus pada proses mental seperti perhatian, memori, pemahaman, dan pemecahan masalah. Fokus pada proses mental seperti perhatian, memori, pemahaman, dan pemecahan masalah.Belajar sebagai proses Belajar sepanjang hayat. Organisasi pengetahuan dalam memori. Pentingnya strategi kognitif.Penyajian informasi terstruktur Peta konsep, ringkasan termom solving ScaffoldingMultimedia interaktif Infografis, peta konsep digital Video penjelasan E-book, modul digital3. Konstruktivisme (Membangun Makna) 3. Konstruktivisme (Membangun Makna)Peserta didik membangun pengetahuan berdasarkan pengalaman dan interaksi dengan lingkungannya. Peserta didik membangun pengetahuan berdasarkan pengalaman dan interaksi dengan lingkungannya.Pembelajaran dibangun secara aktif. Konteks nyata dan bermakna. Interaksi sosial penting.Pembelajaran berbasis masalah Proyek, inkuri, eksperimen Diskusi dan kolaborasi RefleksiPlatform kolaborasi (Google Workspace, Padlet) Simulasi virtual lab Video, podcast Sumber belajar autentik4. Konstruktivisme (Jaringan) 4. Konstruktivisme (Jaringan)Belajar terjadi melalui ringinan berdasarkan informasi yang luas dan dinamis. Belajar terjadi melalui ringinan berdasarkan informasi yang luas dan dinamis.Pengetahuan tersebar di jaringan. Belajar sepanjang hayat. Memenkankan kemampuan mencari dan memilih informasi.Web quest Pembelajaran berbasis proyek global Kursal informasi Jaringan dan komunitas belajarInternet dan sumber terbuka LMS, MOOC Media sosial edukatif Forum, blog, wikiDalam Kurikulum Merdeka, guru memadukan berbagai teori belajar sesuai kebutuhan dan profil belajar peserta didik, memilih strategi serta media yang mendukung pembelajaran berdimensiasi, bermakna, dan relevan dengan kehidupan nyata. Dalam Kurikulum Merdeka, guru memadukan berbagai teori belajar sesuai kebutuhan dan profil belajar peserta didik, memilih strategi serta media yang mendukung pembelajaran berdimensiasi, bermakna, dan relevan dengan kehidupan nyata.Teori Belajar dan Implikasinya terhadap Strategi dan Media PembelajaranTeori Belajar dan Implikasinya terhadap Strategi dan Media PembelajaranUmpan balik untuk perbaikan berkelanjutanUmpan balik untuk perbaikan berkelanjutanD. TEORID. TEORITeknologi PendidikanTeknologi PendidikanTeori PembelajaranTeori PembelajaranImplikasi StrategiImplikasi StrategiImplikasi MediaImplikasi MediaTeori BelajarTeori BelajarCiri UtamaCiri Utama1414

MODUL PEMBELAJARAN MODUL PEMBELAJARANTahun Ajaran 2024-2025 Tahun Ajaran 2024-2025D. TEORID. TEORI1.1.Teori Belajar dan Peran TeknologiTeori Belajar dan Peran TeknologiPemahaman terhadap teori belajar membantu guru memilih strategi dan memanfaatkan teknologi secara tepat sesuai kebutuhan peserta didik dalam Kurikulum Merdeka. Empat teori belajar berikut dapat diterapkan dengan dukungan teknologi untuk menciptakan pengalaman belajar yang bermakna, relevan, dan kontekstual.Belajar terjadi melalui pembentukan kebiasaan melalui stimulus dan respon. Teknologi digunakan untuk menyediakan latihan berolong dan umpan balik segera sehingga peserta didik dapat memperkuat perilaku yang diharapkan.Belajar melibatkan proses mental seperti perhatian, pemrosesan, penyimpanan, dan pemanggilan informasi. Teknologi membantu mengorganisasi informasi secara visual dan terstruktur agar lebih mudah dipahami dan diingat.Pengetahuan dibangun melalui pengalaman dan refleksi dalam konteks nyata. Teknologi mendukung kolaborasi, eksplorasi, dan pembuatan produk melalui proyek yang autentik.Belajar terjadi melalui membangun dan memanfaatkan jaringan informasi. Teknologi memungkinkan peserta didik terhubung dengan sumber belajar, ahli, dan komunitas untuk memperluas wawasan dan pengetahuan.Pembentukan perilaku melalui stimulus, respon, dan penguatan.Latihan soal interaktif di platform digital dengan umpan balik otomatis untuk menguatkan pemahaman konsep.Proses mental dalam pengorganisasian, penyimpanan, dan pemanggilan informasi.Peta konsep digital, mind mapping, dan bahan ajar multimedia untuk membantu memahami dan mengingat informasi.Membangun pengetahuan melalui pengalaman, kolaborasi, dan refleksi.Projek berbasis masalah menggunakan aplikasi kolaboratif untuk menghasilkan produk nyata sesuai konteks kehidupan.Belajar melalui jaringan informasi dan koneksi antar sumber belajar.Diskusi di forum daring, mengikuti webinar, dan berkolaborasi dengan komunitas atau ahli melalui jejaring digital.Ringkasan Teori Belajar dan PenerapannyaRingkasan Teori Belajar dan PenerapannyaKonstruktivisme - Pembelajaran Berbasis ProjekKonstruktivisme - Pembelajaran Berbasis ProjekContoh Penerapan dalam Kurikulum MerdekaContoh Penerapan dalam Kurikulum MerdekaKognitivisme - Pengorganisasian InformasiKognitivisme - Pengorganisasian InformasiBehaviorisme - Latihan dan Umpan BalikBehaviorisme - Latihan dan Umpan BalikKonektivisme - Jejaring DigitalKonektivisme - Jejaring DigitalKonstruktivismeKonstruktivismeKonektivismeKonektivismeKognitivismeKognitivismeFokus UtamaFokus UtamaBehaviorismeBehaviorismeTeoriTeori1515

MODULMODUL PEMBELAJARANPEMBELAJARAN MODUL PEMBELAJARANTahun AjaranTahun Ajaran 2024-20252024-2025 Tahun Ajaran 2024-2025D.D. TEORITEORID. TEORIPembelajaran Berpusat pada Peserta DidikPembelajaran Berpusat pada Peserta DidikPembelajaran Berpusat pada Peserta DidikPembelajaran berpusat pada peserta didik menempatkan peserta didik sebagai subjek aktif yang memiliki kebutuhan, minat, dan potensi yang beragam. Tujuan utamanya adalah membangun pengalaman belajar yang relevan, bermakna, dan menumbuhkan kemandirian belajar sepanjang hayat. Untuk itu, pembelajaran dirancang melalui diferensiasi, peran guru sebagai fasilitator, asesmen berkelanjutan, dan pemanfaatan teknologi secara bijak.Diferensiasi memastikan setiap peserta didik dapat mencapai tujuan belajar melalui cara yang sesuai dengan kesiapan, minat, dan profil belajarnya. Diferensiasi Konten: Menyediakan materi belajar dalam kompleksitas, kedalaman, atau sumber agar relevan dengan kebutuhan peserta didik. Diferensiasi Proses: Menyediakan variasi strategi, aktivitas, dan dukungan agar peserta didik dapat mengonstruksi pengetahuan melalui cara yang paling sesuai. Diferensiasi Produk: Memberi pilihan bentuk luaran atau tugas yang beragam untuk menunjukkan pemahaman dan keterampilan yang dikuasai peserta didik.Peran Guru sebagai FasilitatorPeran Guru sebagai FasilitatorPeran Guru sebagai FasilitatorGuru berperan sebagai fasilitator yang merancang lingkungan belajar aman, inklusif, dan menantang. Guru memantik motivasi, memberi bimbingan, menyediakan sumber dan scaffolding, mengajukan pertanyaan bermakna, serta mendorong refleksi. Dengan demikian, guru mengglikan peran dari sumber informasi utama menjadi pendamping perjalanan belajar peserta didik.Teknologi dimanfaatkan secara bijakTeknologi dimanfaatkan secara bijak untuk memperluas akses sumberuntuk memperluas akses sumber belajar, memfasilitasi interaksi, danbelajar, memfasilitasi interaksi, dan mendukung pengelolaan belajar yangmendukung pengelolaan belajar yang personal. Teknologi menjadi saranapersonal. Teknologi menjadi sarana untuk mengembangkan kompetensiuntuk mengembangkan kompetensi abad 21, bukan tujuan itu sendiri.abad 21, bukan tujuan itu sendiri. Teknologi dimanfaatkan secara bijak untuk memperluas akses sumber belajar, memfasilitasi interaksi, dan mendukung pengelolaan belajar yang personal. Teknologi menjadi sarana untuk mengembangkan kompetensi abad 21, bukan tujuan itu sendiri.Peserta didik mampuPeserta didik mampu mengatur tujuan, strategi,mengatur tujuan, strategi, dan refleksi belajarnyadan refleksi belajarnya sendiri melalui dukungansendiri melalui dukungan sumber dan bimbingansumber dan bimbingan yang tepat.yang tepat. Peserta didik mampu mengatur tujuan, strategi, dan refleksi belajarnya sendiri melalui dukungan sumber dan bimbingan yang tepat.Peserta didik belajarPeserta didik belajar bersama, berbagi ide,bersama, berbagi ide, mengharapai perbedaan,mengharapai perbedaan, dan bekerja efektif untukdan bekerja efektif untuk mencapai tujuanmencapai tujuan bersama.bersama. Peserta didik belajar bersama, berbagi ide, mengharapai perbedaan, dan bekerja efektif untuk mencapai tujuan bersama.Peserta didik didorongPeserta didik didorong untuk menghasilkan ideuntuk menghasilkan ide orisinal, mencobaorisinal, mencoba berbagai pendekatan, danberbagai pendekatan, dan mengekspresikan gagasanmengekspresikan gagasan secara bermakna.secara bermakna. Peserta didik didorong untuk menghasilkan ide orisinal, mencoba berbagai pendekatan, dan mengekspresikan gagasan secara bermakna.Peserta didik mampuPeserta didik mampu mengidentifikasi masalah,mengidentifikasi masalah, ide orisinal, mencobaide orisinal, mencoba solusi, dan mengevaluasisolusi, dan mengevaluasi hasil untuk pengambilanhasil untuk pengambilan keputusan yang tepat.keputusan yang tepat. Peserta didik mampu mengidentifikasi masalah, ide orisinal, mencoba solusi, dan mengevaluasi hasil untuk pengambilan keputusan yang tepat.Asesmen dilakukan secara berkelanjutan untuk memantau kemajuan dan menentukanAsesmen dilakukan secara berkelanjutan untuk memantau kemajuan dan menentukan langkah berikutnya. Asesmen formatif membantu guru menyesuaikan pembelajaran,langkah berikutnya. Asesmen formatif membantu guru menyesuaikan pembelajaran, sedangkan asesmen sumatif menilai capaian tujuan. Umpan balik yang spesifik, tepatsedangkan asesmen sumatif menilai capaian tujuan. Umpan balik yang spesifik, tepat waktu, dan konstruktif membantu peserta didik memahami kekuatan, area yang perluwaktu, dan konstruktif membantu peserta didik memahami kekuatan, area yang perlu diperbaiki, serta strategi untuk meningkatkan hasil belajarnya.diperbaiki, serta strategi untuk meningkatkan hasil belajarnya. Asesmen dilakukan secara berkelanjutan untuk memantau kemajuan dan menentukan langkah berikutnya. Asesmen formatif membantu guru menyesuaikan pembelajaran, sedangkan asesmen sumatif menilai capaian tujuan. Umpan balik yang spesifik, tepat waktu, dan konstruktif membantu peserta did

MODUL PEMBELAJARANTahun Ajaran 2024-2025D. TEORIImplementasi Teori dalam Kurikulum MerdekaTeori pembelajaran menjadi landasan penting dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran yang bermakna. Dalam Kurikulum Merdeka, implementasi teori dilakukan melalui langkah-langkah sistematis berikut agar pembelajaran berpusat pada peserta didik dan kontekstual.Mengidentifikasi karakteristik, minat, gaya belajar, serta kebutuhan peserta didik melalui observasi, wawancara, angket, dan data hasil belajar untuk menentukan prioritas belajar.Merumuskan tujuan pembelajaran yang spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, dan berbatas waktu (SMART) sesuai Capaian Pembelajaran.Memilih strategi pembelajaran yang tepat (seperti PBL, PJBL, diskusi, eksperimen) serta media dan sumber belajar, termasuk pemanfaatan teknologi digital.Pelaksanaan PembelajaranMelaksanakan pembelajaran secara aktif, kolaboratif, dan diferensiatif dengan menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan menyenangkan.AsesmenMelakukan asesmen formatif dan sumatif secara berkelanjutan untuk memantau kemajuan belajar dan memberikan umpan balik yang konstruktif.Guru dan peserta didik merefleksikan proses, hasil, dan pengalaman belajar untuk mengidentifikasi kekuatan, tantangan, serta peluang pengembangan.PerbaikanMenggunakan hasil refleksi dan asesmen sebagai dasar untuk melakukan perbaikan strategi, media, dan kegiatan pembelajaran secara berkelanjutan.Siklus ini menegaskan hubungan terpadu antara teori, praktik, teknologi, asesmen, dan refleksi. Guru memulai dari teori sebagai dasar perencanaan, mengaplikasikannya dalam praktik pembelajaran dengan dukungan teknologi, melakukan asesmen untuk memperoleh data, merefleksikan proses dan hasil, serta melakukan perbaikan berkelanjutan demi peningkatan kualitas belajar.Inti ImplementasiImplementasi teori dalam Kurikulum Merdeka bukan sekadar menerapkan langkah, tetapi membangun siklus pembelajaran yang adaptif, reflektif, dan berkelanjutan untuk mewujudkan peserta didik yang berkarakter, kompeten, dan siap menghadapi tantangan masa depan.Siklus Pembelajaran Berbasis TeoriAnalisis Kebutuhan Peserta DidikPemilihan Strategi dan MediaPerumusan TujuanTEKNOLOGIASESMEN17REFLEKSIPRAKTIKRefleksiTEORI1234576

MODULMODUL PEMBELAJARANPEMBELAJARAN MODUL PEMBELAJARANTahun AjaranTahun Ajaran 2024-20252024-2025 Tahun Ajaran 2024-2025E.E. RANGKUMANRANGKUMANE. RANGKUMANTeknologi pendidikan adalah studi dan praktik etis dalam memfasilitasiTeknologi pendidikan adalah studi dan praktik etis dalam memfasilitasi belajar dan meningkatkan kinerja dengan menciptakan, menggunakan,belajar dan meningkatkan kinerja dengan menciptakan, menggunakan, dan mengelola proses serta sumber teknologi yang tepat.dan mengelola proses serta sumber teknologi yang tepat. Teknologi pendidikan adalah studi dan praktik etis dalam memfasilitasi belajar dan meningkatkan kinerja dengan menciptakan, menggunakan, dan mengelola proses serta sumber teknologi yang tepat.Lima Kawasan Teknologi PendidikanLima Kawasan Teknologi PendidikanLima Kawasan Teknologi PendidikanDesain, Pengembangan, Pemanfaatan, Pengelolaan, dan Evaluasi—kelimaDesain, Pengembangan, Pemanfaatan, Pengelolaan, dan Evaluasi—kelima kawasan ini saling terkait dalam mendukung proses pembelajaran yangkawasan ini saling terkait dalam mendukung proses pembelajaran yang efektif dan efisien.efektif dan efisien. Desain, Pengembangan, Pemanfaatan, Pengelolaan, dan Evaluasi—kelima kawasan ini saling terkait dalam mendukung proses pembelajaran yang efektif dan efisien.Hubungan Teori Belajar dengan TeknologiHubungan Teori Belajar dengan TeknologiHubungan Teori Belajar dengan TeknologiTeori belajar menjadi landasan pemilihan strategi dan teknologi yangTeori belajar menjadi landasan pemilihan strategi dan teknologi yang sesuai. Pendekatan behavioristik, kognitivistik, konstruktivistik, dan sosial–sesuai. Pendekatan behavioristik, kognitivistik, konstruktivistik, dan sosial– kultural memandu desain pengalaman belajar yang bermakna.kultural memandu desain pengalaman belajar yang bermakna. Teori belajar menjadi landasan pemilihan strategi dan teknologi yang sesuai. Pendekatan behavioristik, kognitivistik, konstruktivistik, dan sosial– kultural memandu desain pengalaman belajar yang bermakna.Teknologi sebagai Sarana, Bukan TujuanTeknologi sebagai Sarana, Bukan TujuanTeknologi sebagai Sarana, Bukan TujuanTeknologi digunakan untuk memfasilitasi ketercapaian tujuanTeknologi digunakan untuk memfasilitasi ketercapaian tujuan pembelajaran, bukan sekadar mengikuti tren. Fokus utama tetap padapembelajaran, bukan sekadar mengikuti tren. Fokus utama tetap pada kebutuhan belajar peserta didik dan pencapaian kompetensi.kebutuhan belajar peserta didik dan pencapaian kompetensi. Teknologi digunakan untuk memfasilitasi ketercapaian tujuan pembelajaran, bukan sekadar mengikuti tren. Fokus utama tetap pada kebutuhan belajar peserta didik dan pencapaian kompetensi.Implementasi dalam Kurikulum MerdekaImplementasi dalam Kurikulum MerdekaImplementasi dalam Kurikulum MerdekaTeknologi pendidikan mendukung prinsip fleksibilitas, diferensiasi,Teknologi pendidikan mendukung prinsip fleksibilitas, diferensiasi, dan pembelajaran berbasis proyek melalui pemanfaatan media digital,dan pembelajaran berbasis proyek melalui pemanfaatan media digital, asesmen autentik, dan sumber belajar yang beragam.asesmen autentik, dan sumber belajar yang beragam. Teknologi pendidikan mendukung prinsip fleksibilitas, diferensiasi, dan pembelajaran berbasis proyek melalui pemanfaatan media digital, asesmen autentik, dan sumber belajar yang beragam.Peran Guru sebagai Desainer PembelajaranPeran Guru sebagai Desainer PembelajaranPeran Guru sebagai Desainer PembelajaranGuru berperan merancang, melaksanakan, dan merefleksikan pembelajaranGuru berperan merancang, melaksanakan, dan merefleksikan pembelajaran berbasis teknologi dengan memperhatikan karakteristik peserta didik,berbasis teknologi dengan memperhatikan karakteristik peserta didik, konteks, dan tujuan pembelajaran.konteks, dan tujuan pembelajaran. Guru berperan merancang, melaksanakan, dan merefleksikan pembelajaran berbasis teknologi dengan memperhatikan karakteristik peserta didik, konteks, dan tujuan pembelajaran.Dampak pada Pembelajaran BermaknaDampak pada Pembelajaran BermaknaDampak pada Pembelajaran BermaknaIntegrasi teori belajar dan teknologi yang tepat akan meningkatkan motivasi,Integrasi teori belajar dan teknologi yang tepat akan meningkatkan motivasi, keterlibatan, kreativitas, serta hasil belajar yang relevan dengan kehidupanketerlibatan, kreativitas, serta hasil belajar yang relevan dengan kehidupan nyata dan kebutuhan masa depan.nyata dan kebutuhan masa depan. Integrasi teori belajar dan teknologi yang tepat akan meningkatkan motivasi, keterlibatan, kreativitas, serta hasil belajar yang relevan dengan kehidupan nyata dan kebutuhan masa depan.RefleksiRefleksiRefleksiRangkuman ini menegaskan bahwa teknologi pendidikan bukan sekadar penggunaanRangkuman ini menegaskan bahwa teknologi pendidikan bukan sekadar penggunaan perangkat digital, melainkan proses sistematis yang berlandaskan teori belajar danperangkat digital, melainkan proses sistematis yang berlandaskan teori belajar dan berorienta

MODUL PEMBELAJARAN MODUL PEMBELAJARANTahun Ajaran 2024-2025 Tahun Ajaran 2024-2025F. REFERENSIF. REFERENSIAssociation for Educational Communications and Technology (AECT). (2008). Standards for the field of educational technology (3rd ed.). AECT.Branch, R. M. (2010). Instructional design: The ADDIF approach (2nd ed.). Springer.Januszewski, A., & Molenda, M. (Eds.). (2013). Educational technology: A definition with commentary (2nd ed.). Routledge.Reiser, R. A., & Dempsey, J. V. (2017). Trends and issues in instructional design and technology (4th ed.). Pearson.Smaldino, S. E., Lowther, D. L., & Russell, J. D. (2019). Instructional technology and media for learning (12th ed.). Pearson.Martin, F., & Bolliger, D. U. (2018). Engagement matters: Student perceptions on the importance of engagement strategies in the online learning environment. Online Learning, 22(1), 205–222.Bloom, B. S. (1956). Taxonomy of educational objectives: The classification of educational goals. Handbook I: Cognitive domain. David McKay.Gagné, R. M. (1985). The conditions of learning and theory of instruction (4th ed.). Holt, Rinehart and Winston.Vygotsky, L. S. (1978). Mind in society: The development of higher psychological processes. Harvard University Press.Ausubel, D. P. (1968). Educational psychology: A cognitive view. Holt, Rinehart and Winston.Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Nomor 008/H/KR/2022 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah pada Kurikulum Merdeka. Jakarta: Kemendikbudristek.Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Nomor 033/ H/KR/2022 tentang Perubahan atas Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Nomor 008/H/KR/2022 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah pada Kurikulum Merdeka. Jakarta: Kemendikbudristek.Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Buku saku: Tanya jawab Kurikulum Merdeka. Jakarta: Kemendikbudristek.Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Panduan pembelajaran dan asesmen. Jakarta: Kemendikbudristek.D. Kurikulum Merdeka dan Kebijakan Pendidikan IndonesiaAECT 2008 (Standar Teknologi Pendidikan)Piaget, J. (1972). The psychology of the child. Basic Books.B. Buku Teknologi PendidikanC. Teori Belajar19

G. BIOGRAFIG. BIOGRAFIBiografi IstiqfarannyBiografi IstiqfarannyMODUL PEMBELAJARAN MODUL PEMBELAJARANIstiqfaranny Zullifia Syahputri Mahasiswa Universitas Darunnajah • Lahir di Jakarta, 20 Juli 2007 Sosok pembelajar yang tekun, bertanggung jawab, dan memiliki semangat untuk terus berkembang. Profil Singkat Istiqfaranny merupakan mahasiswa Universitas Darunnajah yang dikenal tekun dan bertanggung jawab. Ia menjalani proses belajar dengan sikap terbuka, disiplin, serta kemauan untuk memperbaiki diri secara berkelanjutan. Pendidikan Istiqfaranny menempuh pendidikan tinggi di Universitas Darunnajah. Pengalaman belajar tersebut menjadi ruang untuk memperluas wawasan, mengasah cara berpikir, dan membangun kepedulian terhadap perkembangan pendidikan. Minat dan Potensi Ia tertarik pada bidang pendidikan dan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. Ketekunan, rasa ingin tahu, dan kemampuan belajar yang aktif menjadi potensi untuk menghasilkan gagasan pembelajaran yang relevan. Harapan Istiqfaranny berharap dapat terus bertumbuh sebagai pribadi yang bermanfaat dan berkontribusi dalam pengembangan pendidikan. Ia ingin memadukan semangat belajar dengan pemanfaatan teknologi secara bijak dan bermakna.

Kawasan Teknologi Pendidikan Menurut AECT 2008 dan Implementasinya…

Raportează