BUKU SISWA PESEMANG i
BUKU SISWA PESEMANG ii KATA PENGANTAR Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas tersusunnya Buku PESEMANG (Pembelajaran STEAM Konteks MELEMANG). Buku ini disusun sebagai pendamping kegiatan pembelajaran yang mengajak murid memanfaatkan proses melemang sebagai pengalaman belajar untuk mengamati fenomena, melakukan pengukuran, mengumpulkan data, menganalisis informasi, serta merancang solusi berdasarkan permasalahan yang ditemukan. Melemang tidak hanya dipandang sebagai kegiatan mengolah makanan tradisional. Dalam pembelajaran ini, proses melemang menjadi ruang bagi murid untuk menemukan berbagai konsep yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Murid dapat mempelajari perpindahan panas, perubahan bahan, pengukuran, perbandingan dan rasio, sekaligus menggunakan data untuk memahami suatu permasalahan. Melalui pendekatan Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics (STEAM), murid tidak hanya diarahkan untuk memperoleh jawaban, tetapi juga menjalani proses menemukan dan membuktikan. Murid melakukan pengamatan, menggunakan alat ukur, mencatat hasil, membaca data, membandingkan beberapa kondisi, mengambil keputusan, membuat rancangan, membangun prototipe, menguji, dan melakukan perbaikan. Dengan demikian, pengetahuan yang dipelajari memiliki hubungan langsung dengan pengalaman nyata. Buku panduan ini disusun agar setiap kegiatan dapat dilakukan secara terarah. Murid diharapkan membaca petunjuk dengan cermat, bekerja sama dalam kelompok, menggunakan alat dan bahan secara bertanggung jawab, mencatat data sesuai hasil pengamatan, serta menyampaikan alasan berdasarkan bukti yang diperoleh. Ketepatan data menjadi bagian penting karena data yang dikumpulkan akan digunakan sebagai dasar dalam menentukan solusi.
BUKU SISWA PESEMANG iii Setiap hasil pengamatan dan rancangan dapat menjadi bagian dari proses belajar. Tidak semua rancangan harus langsung berhasil. Kegagalan dalam pengujian justru dapat menjadi informasi untuk mengetahui bagian yang perlu diperbaiki. Oleh karena itu, keberanian mencoba, ketelitian mengamati, kemampuan menganalisis, dan kesediaan melakukan perbaikan merupakan bagian penting dalam kegiatan PESEMANG (Pembelajaran STEAM Konteks MELEMANG). Semoga buku panduan ini dapat membantu murid belajar secara aktif melalui pengalaman yang dekat dengan lingkungan dan budaya lokal. Melalui PESEMANG (Pembelajaran STEAM Konteks MELEMANG), diharapkan murid tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu menggunakan pengetahuan, data, dan kreativitas untuk menghasilkan solusi terhadap permasalahan nyata. Selamat bereksplorasi, mengukur, menganalisis, merancang, menguji, dan memperbaiki. Penulis
BUKU SISWA PESEMANG iv DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ......................................................................... i KATA PENGANTAR ........................................................................ ii DAFTAR ISI .................................................................................. iv MENGENAL STEAM MELEMANG .................................................... vi AKTIVITAS 1 .................................................................................. 1 A. Tujuan Pembelajaran B. Bacan Singkat C. Ayo Amati !!! D. Ayo Selesaikan !!! E. Jadilah Detektif Panas F. Ayo Amati dan Catat!!! G. Ayo Selidiki !!! H. Temukan Hubungan AKTIVITAS 2 .................................................................................. 6 A. Tantangan Hari Ini B. Pertanyaan Tantangan C. Ayo Amati Data! D. Ayo Temukan Hubungan! E. Mari Rancang Bersama! F. Mari Simpulkan! G. Mari Berikan Solusi
BUKU SISWA PESEMANG v PREDIKSI TKA ............................................................................. 15 A. TKA Matematika B. TKA Bahasa Indonesia BIODATA .................................................................................... 22
BUKU SISWA PESEMANG vi A . MENGENAL STEAM MELEMANG APA ITU STEAM? Nama STEAM MELEMANG terdiri atas dua unsur utama, yaitu STEAM dan MELEMANG. Pemilihan nama tersebut menggambarkan gagasan utama buku ini, yaitu menghadirkan pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu melalui pengalaman nyata yang berakar pada budaya lokal. STEAM merupakan akronim dari Science, Technology, Engineering, Arts, dan Mathematics. Pendekatan ini mengintegrasikan lima bidang pengetahuan dalam suatu pengalaman belajar yang saling berkaitan. Science (Sains) mengajak murid mengamati dan menjelaskan fenomena yang terjadi dalam proses melemang, seperti perpindahan kalor, perubahan suhu, dan perubahan bahan akibat pemanasan. Technology (Teknologi) digunakan untuk membantu murid memperoleh, mengolah, menyajikan, dan mendokumentasikan data, misalnya melalui termometer digital, stopwatch, kalkulator, atau perangkat digital lainnya. Engineering (Rekayasa) mendorong murid mengidentifikasi masalah, merancang solusi, membuat prototipe, mengujinya, dan melakukan perbaikan berdasarkan hasil pengujian. Arts (Seni) memberikan ruang bagi murid untuk menuangkan kreativitas melalui desain, sketsa, penyajian informasi, dan komunikasi hasil karya. Mathematics (Matematika) digunakan untuk melakukan pengukuran, perbandingan, perhitungan, membaca tabel, menganalisis data, serta mengambil keputusan berdasarkan bukti. Dengan demikian, STEAM dalam buku ini tidak ditempatkan sebagai lima bidang yang dipelajari secara terpisah, tetapi sebagai
BUKU SISWA PESEMANG vii B . C . satu kesatuan proses untuk memahami fenomena dan menghasilkan solusi. MENGAPA MELEMANG? Melemang merujuk pada aktivitas mengolah atau memasak lemang, makanan tradisional yang proses pembuatannya memanfaatkan bambu sebagai wadah dan sumber panas sebagai bagian penting dalam proses pemasakan. Dalam buku ini, kata MELEMANG sengaja dipilih sebagai nama utama, bukan sekadar LEMANG. Pemilihan kata tersebut menekankan bahwa yang menjadi pusat pengalaman belajar bukan hanya produk berupa lemang, melainkan proses melemang yang dapat diamati, diukur, dianalisis, dan dikembangkan menjadi permasalahan rekayasa. Aktivitas melemang menghadirkan berbagai fenomena nyata yang dapat dipelajari murid. Jarak bambu dari sumber panas, suhu, waktu pemasakan, perubahan tekstur, serta kondisi hasil pemasakan dapat menjadi sumber data yang kemudian digunakan untuk menemukan hubungan, membuat keputusan, dan merancang solusi. Oleh karena itu, melemang dalam buku ini tidak diposisikan hanya sebagai konteks untuk membuat soal atau contoh dalam pembelajaran. Melemang diposisikan sebagai laboratorium belajar kontekstual, tempat murid mengalami langsung proses mengamati fenomena, menghasilkan data, menemukan masalah, dan merekayasa solusi. Secara keseluruhan, STEAM MELEMANG dimaknai sebagai pembelajaran berbasis STEAM yang menjadikan aktivitas melemang sebagai sumber pengalaman, fenomena, data, masalah, dan rekayasa solusi. ALUR STEAM MELEMANG
BUKU SISWA PESEMANG viii Konsep tersebut dapat digambarkan melalui alur: Melalui alur tersebut, murid tidak berhenti pada kegiatan melakukan atau mengamati proses melemang. Murid diarahkan untuk menggunakan pengalaman nyata sebagai dasar berpikir ilmiah, menggunakan data sebagai dasar pengambilan keputusan, serta menggunakan proses rekayasa untuk menghasilkan dan memperbaiki solusi. Dengan demikian, nama STEAM MELEMANG merepresentasikan semangat untuk menghubungkan budaya lokal, pembelajaran lintas disiplin, literasi data, keterampilan berpikir kritis, kreativitas, dan rekayasa dalam satu pengalaman belajar yang bermakna. Budaya Pengalaman Fenomena Data Analisis Masalah Rekayasa Uji Perbaikan Solusi
BUKU SISWA PESEMANG 1 A . B . AKTIVITAS 1 TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah kegiatan, diharapkan siswa mampu: 1. Menjelaskan perpindahan panas berdasarkan pengamatan proses melemang 2. Mengidentifikasi perubahan bahan akibat pemanasan 3. Melakukan pengukuran panjang, jarak, waktu, dan suhu secara tepat 4. Menggunakan rasio untuk menentukan kebutuhan bahan membuat lemang 5. Mengumpulkan data yang dapat digunakan untuk menemukan solusi pada kegiatan berikutnya. BACAAN SINGKAT Lemang adalah makanan yang dibuat dari beras ketan dan santan. Beras ketan serta santan dimasukkan ke dalam bambu. Bambu kemudian dipanaskan di dekat bara sampai ketan matang. Panas dari bara berpindah ke bambu. Setelah itu, panas berpindah dari bambu ke ketan dan santan di dalamnya. Ketika dipanaskan, ketan yang semula keras berubah menjadi lunak dan menyatu. Untuk membuat lemang, kita perlu mengukur bahan dengan tepat. Kita juga dapat mengukur panjang bambu, jarak bambu dari bara, suhu, dan lama pemasakan. Data tersebut membantu kita menentukan posisi bambu yang aman dan efektif. Keselamatan: Ikuti arahan guru. Jangan menyentuh bara, bambu panas, atau alat panas tanpa izin.
BUKU SISWA PESEMANG 2 C D E AYO AMATI !!! Resep Acuan : Untuk membuat 10 batang lemang diperlukan 2 kg beras ketan dan 1,5 liter santan. Tantangan : Kelompokmu hanya akan membuat 2 batang lemang. Berapa bahan yang diperlukan? Bahan Untuk 10 batang Untuk 2 batang Beras ketan 2 kg ………………….... gram Santan 1,5 L ……………………..... mL AYO SELESAIKAN !!! Isilah bagian kosong dengan kata yang tepat. 1. Resep acuan digunakan untuk membuat _____________ batang lemang. 2. Kelompok akan membuat _____________ batang lemang. 3. Beras ketan yang diperlukan untuk dua batang adalah _____________. 4. Santan yang diperlukan untuk dua batang adalah _____________. 5. Perbandingan antara jumlah bahan dan jumlah lemang disebut _____________. JADILAH DETEKTIF PANAS
BUKU SISWA PESEMANG 3 Pilih jawaban yang benar. 1. Alat yang tepat untuk mengukur suhu saat melemang adalah … A. Penggaris B. Termometer digital C. Timbangan D. Kamera 2. Panas dari bara pertama kali berpindah ke … A. Bambu B. Stopwatch C. Beras ketan D. Gelas ukur 3. Setelah dipanaskan, beras ketan biasanya menjadi … A. Lebih keras dan terpisah B. Lebih lunak dan menyatu C. Berubah menjadi bambu D. Hilang dari dalam bambu 4. Alat yang tepat untuk mengukur lama pemasakan adalah … A. Termometer B. Stopwatch C. Timbangan D. Meteran 5. Sikap yang paling aman saat kegiatan melemang adalah … A. Memegang bambu panas B. Bermain dekat bara C. Mengikuti arahan guru dan menjaga jarak D. Memindahkan bara sendiri
BUKU SISWA PESEMANG 4 F G AYO AMATI DAN CATAT !!! Amati proses melemang bersama kelompokmu. Catat hasil pengukuran berikut dengan bantuan guru. Data yang Diukur Hasil Pengamatan Kelompok Panjang bambu ____________________________ cm Jarak bambu dari bara ____________________________ cm Suhu di dekat bambu ____________________________ °C Waktu pemasakan _________________________ menit AYO SELIDIKI !!! Sebelum Dipanaskan Setelah Dipanaskan Tekstur ketan: __________________________ Tekstur ketan: __________________________ Warna ketan: __________________________ Warna ketan: __________________________ Kondisi ketan: Kondisi ketan:
BUKU SISWA PESEMANG 5 H __________________________ __________________________ TEMUKAN HUBUNGAN Perhatikan data contoh berikut. Kelompok Jarak Bambu dari Bara Suhu Waktu Pemasakan Hasil Lemang A 15 cm 95 °C 50 menit matang B 20 cm 88 °C 60 menit matang C 25 cm 80 °C 70 menit matang D 30 cm 72 °C 80 menit belum terlalu matang Jawablah dengan kalimat lengkap. 1. Kelompok manakah yang memiliki waktu pemasakan paling singkat? Tuliskan jarak bambunya dari bara. 2. Bagaimana hubungan antara jarak bambu dari bara dan waktu pemasakan? Gunakan data pada tabel untuk menjelaskan jawabanmu. 3. Posisi bambu manakah yang kamu pilih agar lemang matang paling cepat? Jelaskan alasanmu berdasarkan data.
BUKU SISWA PESEMANG 6 A . B AKTIVITAS 2 TANTANGAN HARI INI Kemarin, kelompokmu membuat lemang dan mengumpulkan data tentang: 1. Jarak bambu dari bara; 2. Suhu pemanasan; 3. Waktu pemasakan; dan 4. Kondisi lemang setelah dimasak. Hari ini, gunakan data tersebut untuk menemukan solusi terbaik! PERTANYAAN TANTANGAN Bagaimana menentukan posisi bambu yang tepat dan membuat penyangga agar bambu tetap stabil sehingga pemanasan lemang berlangsung lebih efektif dan merata? Ingat! Gunakan bukti dari data, konsep kalor, serta hasil pengujian prototipe untuk mendukung keputusan kelompokmu. Jelaskan jawabanmu:
BUKU SISWA PESEMANG 7
BUKU SISWA PESEMANG 8 C D AYO AMATI DATA !!! Gunakan data hasil pengamatan kelompok pada Hari 1. Lengkapi bagian yang masih kosong. Kelompok Jarak bambu dari bara Suhu Waktu memasak Kondisi lemang A 15 cm ______ °C ______ menit __________________ B 20 cm ______ °C ______ menit __________________ C 25 cm ______ °C ______ menit __________________ D 30 cm ______ °C ______ menit __________________ AYO TEMUKAN HUBUNGAN Jawablah berdasarkan data pengamatan. Gunakan kalimat yang jelas dan sertakan bukti jika diperlukan. 1. Kelompok manakah yang menghasilkan lemang paling baik? Tuliskan kelompok dan alasanmu berdasarkan kondisi lemang, suhu, atau waktu pemasakan. Jelaskan jawabanmu:
BUKU SISWA PESEMANG 9 2. Apa hubungan antara jarak bambu dari bara dan waktu pemasakan berdasarkan data? Jelaskan jawabanmu: 3. Mengapa jarak bambu dari bara dapat memengaruhi pemanasan lemang? Gunakan konsep kalor dalam jawabanmu. Jelaskan apa yang terjadi ketika bambu berada lebih dekat atau lebih jauh dari bara. Jelaskan jawabanmu: “Setiap pengamatan adalah awal dari penemuan, setiap data adalah petunjuk, dan setiap kegagalan adalah kesempatan untuk memperbaiki.”
BUKU SISWA PESEMANG 10 Gunakan Matematika untuk Mengambil Keputusan 4. Hitunglah selisih jarak bambu yang paling dekat dan paling jauh dari bara. Perhitungan: Selisih jarak = jarak paling jauh − jarak paling dekat Selisih jarak = − = Jawaban: Selisih jaraknya adalah ______ cm. 5. Tentukan posisi bambu yang paling sesuai berdasarkan data. Menurut kelompokmu, posisi bambu yang paling sesuai adalah: __________ cm dari bara. Jelaskan jawabanmu berdasarkan data! KESIMPULAN SEMENTARA Lengkapi kalimat berikut berdasarkan hasil analisis data. Semakin __________________________________________________________, maka ______________________________________________________________.
BUKU SISWA PESEMANG 11 E MARI RANCANG BERSAMA ! 1. Tentukan Kriteria Solusi Penyangga bambu yang baik harus memenuhi kriteria berikut. Berikan tanda centang pada kriteria yang akan digunakan kelompokmu. o Stabil dan tidak mudah roboh o Mampu menopang bambu dengan kuat o Dapat mempertahankan jarak bambu dari bara o Membantu pemanasan lemang berlangsung merata o Menggunakan bahan yang tersedia dan aman 2. Rancang Solusi Berdasarkan hasil analisis data, buatlah rancangan penyangga bambu. Nama rancangan: _________________________________________________ Jarak bambu yang akan dipertahankan: __________ cm dari bara Gambarkan rancangan penyangga bambu pada kotak berikut. Beri keterangan pada bagian-bagian penting.
BUKU SISWA PESEMANG 12 Apa bahan yang digunakan? Jelaskan jawabanmu Mengapa kelompokmu memilih rancangan tersebut? Jelaskan jawabanmu: “Amati dengan teliti, ukur dengan cermat, pikirkan dengan kritis, dan ciptakan dengan kreatif.”
BUKU SISWA PESEMANG 13 3. Buat dan Uji Prototipe Buatlah prototipe berdasarkan rancangan kelompokmu. Lakukan pengujian dengan hati-hati dan catat hasilnya. Hal yang Diuji Ya Tidak Catatan Singkat Penyangga dapat berdiri dengan kokoh ☐ ☐ _____________________ Bambu dapat ditopang dengan baik ☐ ☐ _____________________ Bambu tetap stabil saat diuji ☐ ☐ _____________________ Jarak bambu tetap sesuai rancangan ☐ ☐ _____________________ Apa yang Belum Berhasil? Jelaskan jawabanmu:
BUKU SISWA PESEMANG 14 4. Perbaiki Prototipe Gunakan hasil pengujian untuk memperbaiki prototipe kelompokmu. Perubahan yang Kami Lakukan: Mengapa Prototipe Perlu Diperbaiki? Jelaskan jawabanmu: Gambarkan bentuk prototipe setelah diperbaiki. Beri keterangan pada bagian yang mengalami perubahan
BUKU SISWA PESEMANG 15 F G SATU KALIMAT SOLUSI KELOMPOK KAMI MARI SIMPULKAN ! Lengkapi Kalimat Berikut: 1. Berdasarkan data, kami memilih jarak ______ cm karena 2. Kalor dari bara menyebabkan 3. Untuk menjaga posisi bambu tetap stabil, kami merancang 4. Setelah diuji, kami memperbaiki MARI BERIKAN SOLUSI ! Agar proses pemasakan lemang lebih efektif dan merata, kami menyarankan:
BUKU SISWA PESEMANG 16 A PREDIKSI TKA TKA MATEMATIKA Bacalah informasi berikut. Soal 1 — Rasio dan Pengambilan Keputusan Untuk membuat 10 batang lemang diperlukan 2 kg beras ketan dan 1,5 liter santan. Kelompok A hanya akan membuat 2 batang lemang. Setelah menghitung, kelompok A menyiapkan 400 gram beras ketan dan 250 mL santan. Pernyataan yang tepat adalah ... a. Takaran beras ketan dan santan sudah sesuai karena jumlah batang hanya seperlima resep. b. Takaran beras ketan sudah sesuai, tetapi santan masih kurang 50 mL. c. Takaran santan sudah sesuai, tetapi beras ketan masih kurang 50 gram. d. Kedua bahan masih kurang karena harus dikurangi setengahnya.
BUKU SISWA PESEMANG 17 Soal 2 — Analisis Data Empat kelompok memperoleh data berikut. Kelompok Jarak dari bara Suhu Waktu Kondisi lemang A 15 cm 98°C 60 menit terlalu kering B 20 cm 90°C 70 menit cukup merata C 25 cm 82°C 85 menit paling merata D 30 cm 74°C 105 menit belum matang Jika tujuan kelompok adalah memperoleh lemang yang matang merata dengan waktu yang tidak terlalu lama, keputusan yang paling beralasan berdasarkan data adalah ... a. 15 cm, karena suhunya paling tinggi. b. 20 cm, karena waktunya lebih singkat dan hasilnya cukup merata. c. 25 cm, karena semakin jauh dari bara semakin baik. d. 30 cm, karena waktu pemasakan paling lama membuat lemang lebih matang. Soal 3 — Evaluasi Pernyataan Berdasarkan tabel pada soal sebelumnya, seorang murid menyimpulkan: “Semakin dekat bambu dengan bara, semakin baik hasil lemang karena suhu yang diterima semakin tinggi.” Evaluasi yang paling tepat terhadap kesimpulan tersebut adalah ... a. Benar, karena suhu tinggi selalu menghasilkan lemang terbaik. b. Benar, karena kelompok A memiliki waktu memasak paling singkat.
BUKU SISWA PESEMANG 18 c. Kurang tepat, karena hasil terbaik tidak hanya ditentukan oleh tingginya suhu, tetapi juga waktu dan kondisi lemang. d. Salah, karena suhu tidak berhubungan dengan proses pemasakan. Soal 4 — Selisih dan Penalaran Kelompok C memilih mempertahankan jarak bambu 25 cm dari bara. Kelompok D menggunakan jarak 30 cm. Jika penyangga kelompok C kemudian bergeser sehingga jaraknya menjadi 18 cm, berapa perubahan jarak yang terjadi dan apa kemungkinan akibatnya? a. Berkurang 7 cm; bambu lebih dekat dengan bara sehingga pemanasan dapat menjadi lebih kuat. b. Bertambah 7 cm; bambu lebih jauh dari bara sehingga pemanasan menjadi lebih kuat. c. Berkurang 12 cm; waktu pemasakan pasti menjadi setengahnya. d. Bertambah 12 cm; suhu pasti meningkat. Soal 5 — HOTS Engineering + Matematika Sebuah kelompok ingin membuat penyangga yang dapat mempertahankan jarak bambu antara 20–25 cm dari bara. Mereka membuat empat rancangan: P: tetap pada 15 cm Q: tetap pada 22 cm R: berubah-ubah antara 18–30 cm S: tetap pada 30 cm Rancangan yang paling sesuai dengan kriteria tersebut adalah ... a. P b. Q c. R d. S
BUKU SISWA PESEMANG 19 B TKA B. INDONESIA Bacaan untuk Soal 1–3 Melemang sebagai Laboratorium Belajar Melemang merupakan salah satu kegiatan pengolahan pangan tradisional yang dapat dimanfaatkan sebagai pengalaman belajar. Dalam prosesnya, murid tidak hanya mengamati perubahan bahan akibat pemanasan, tetapi juga melakukan pengukuran dan mencatat data. Pada kegiatan pembelajaran, murid mengukur jarak bambu dari bara, suhu, dan lama pemasakan. Data tersebut kemudian dibandingkan untuk mengetahui hubungan antara jarak sumber panas dengan proses pemasakan. Hasil pengamatan menjadi dasar bagi murid untuk menentukan posisi bambu yang dianggap paling sesuai. Tahap pembelajaran tidak berhenti pada pengumpulan data. Murid kemudian mengidentifikasi masalah yang ditemukan selama proses melemang, yaitu posisi bambu yang dapat berubah sehingga jaraknya dari bara tidak selalu tetap. Berdasarkan masalah tersebut, murid merancang dan menguji penyangga bambu. Jika rancangan belum mampu mempertahankan posisi bambu, murid melakukan perbaikan. Dengan demikian, kegiatan melemang dapat dikembangkan menjadi pembelajaran yang menghubungkan pengamatan, pengukuran, analisis data, dan rekayasa solusi.
BUKU SISWA PESEMANG 20 Soal 1 — Menentukan Gagasan Utama Gagasan utama bacaan tersebut adalah ... a. Melemang merupakan kegiatan tradisional yang membutuhkan bambu dan bara. b. Murid mempelajari proses pemasakan lemang dengan melakukan pengukuran suhu. c. Kegiatan melemang dapat dikembangkan menjadi pengalaman belajar yang mengintegrasikan data dan proses rekayasa. d. Murid membuat penyangga bambu agar proses melemang berlangsung lebih lama. Soal 2 — Inferensi Berdasarkan bacaan, alasan murid perlu menguji dan memperbaiki penyangga bambu adalah ... a. Agar murid dapat membuat bentuk penyangga yang lebih menarik. b. Karena setiap kelompok harus menggunakan bahan yang berbeda. c. Karena keberhasilan rancangan perlu dibuktikan melalui pengujian dan hasil pengujian dapat menunjukkan bagian yang perlu diperbaiki. d. Karena proses melemang hanya dapat dilakukan jika penyangga dibuat oleh murid. Soal 3 — Evaluasi Informasi Seorang murid mengatakan: “Kegiatan melemang dalam pembelajaran hanya cocok untuk mempelajari perubahan bahan karena kegiatan tersebut merupakan kegiatan memasak.”
BUKU SISWA PESEMANG 21 Pernyataan tersebut kurang tepat berdasarkan bacaan karena ... a. Kegiatan memasak tidak dapat digunakan dalam pembelajaran. b. Melemang hanya berkaitan dengan budaya, bukan pembelajaran. c. Kegiatan tersebut juga melibatkan pengukuran, analisis data, identifikasi masalah, dan perancangan solusi. d. Murid seharusnya hanya mempelajari matematika ketika membuat lemang. Soal 4 — Membandingkan Informasi Perhatikan informasi berikut. Kelompok A menempatkan bambu 15 cm dari bara. Suhu yang terukur 98°C dan lemang selesai dalam 60 menit, tetapi hasilnya terlalu kering. Kelompok C menempatkan bambu 25 cm dari bara. Suhu yang terukur 82°C dan lemang membutuhkan 85 menit, tetapi hasilnya paling merata. Kesimpulan yang paling tepat berdasarkan informasi tersebut adalah ... a. Kelompok A memiliki hasil terbaik karena waktu pemasakan lebih singkat. b. Kelompok C memiliki hasil lebih baik karena hasil pemasakan menjadi lebih merata meskipun membutuhkan waktu lebih lama. c. Kelompok A dan C memiliki hasil yang sama karena keduanya menghasilkan lemang. d. Kelompok C gagal karena suhu pemanasannya lebih rendah.
BUKU SISWA PESEMANG 22 Soal 5 — HOTS Evaluasi Argumen Dua murid memberikan pendapat. Murid 1: “Jarak 15 cm harus dipilih karena menghasilkan waktu pemasakan paling singkat.” Murid 2: “Jarak 25 cm lebih layak dipertimbangkan karena hasil lemang paling merata.” Berdasarkan data yang tersedia, pendapat siapa yang lebih kuat? a. Murid 1, karena waktu merupakan satu-satunya ukuran keberhasilan. b. Murid 1, karena suhu tinggi selalu menghasilkan kualitas terbaik. c. Murid 2, karena mempertimbangkan kondisi hasil lemang, bukan hanya lama pemasakan. d. Keduanya tidak dapat dibandingkan karena menggunakan jarak yang berbeda. “Setiap soal adalah kesempatan untuk berpikir lebih tajam, setiap data adalah petunjuk, dan setiap kesalahan adalah langkah menuju solusi yang lebih baik.”
BUKU SISWA PESEMANG 23 BIODATA Dr. Arbella Sri Marleny. M, M.Pd. Dr. Arbella Sri Marleny. M, M.Pd. merupakan guru di SDN 1 Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Dalam menjalankan tugas sebagai pendidik, ia memiliki perhatian pada pengembangan pembelajaran yang kontekstual, bermakna, dan dekat dengan kehidupan serta potensi budaya lokal. Ketertarikannya pada inovasi pembelajaran diwujudkan melalui pengembangan berbagai aktivitas yang mendorong murid untuk mengamati fenomena nyata, melakukan pengukuran, mengumpulkan dan menganalisis data, menggunakan teknologi secara fungsional, serta memecahkan masalah melalui proses perancangan dan pengujian solusi. Melalui PESEMANG (Pembelajaran STEAM Konteks MELEMANG), ia mengembangkan proses melemang sebagai sumber pengalaman belajar yang mengintegrasikan Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics (STEAM). Aktivitas budaya lokal tidak ditempatkan hanya sebagai konteks soal, tetapi dikembangkan menjadi ruang belajar tempat murid melakukan eksplorasi, menghasilkan data, menemukan permasalahan, merancang solusi, membuat prototipe, menguji, dan melakukan perbaikan. Buku panduan PESEMANG (Pembelajaran STEAM Konteks MELEMANG). disusun sebagai bagian dari upaya menghadirkan pembelajaran yang menghubungkan pengetahuan dengan pengalaman nyata, sekaligus menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, literasi, numerasi, dan pemecahan masalah pada murid.
BUKU SISWA PESEMANG 24
