Maylani Antoh (PENGUATAN AKSES CONTEN EDUKATIF ALAT PEMADAM API RINGAN) NDH 02 NIP Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi papua Barat Daya 2002121620025042001 Instansi PROVINSI PAPUA BARAT DAYA PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL GELOMBANG VII ANGKATAN XXV TAHUN 2026PACE APAR
PROFIL RIWAYAT PENDIDIKAN PESERTA MAYLANI ANTOH SD : SD YPK ELIM MALANU KOTA SORONG SMP : SMPN 6 KOTA SORONG SMA : SMAN 2 KOTA SORONG COACH : Nurwayudianti, S.S., MHRM.IR MENTOR : MEKSEN HARIS BUDJI, SH NIP : 2002121620025042001 TTL : SORONG, 16 DESEMBER 2002 Jabatan : PEMADAM KEBAKARAN PEMULA Satuan Kerja : BPBD PAPUA BARAT DAYA
LEMBAR PENGESAHAN EVALUASI PELAKSANAAN AKTUALISASI PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN VII ANGKATAN XXV PUSAT PEMBELAJARAN DAN STRATEGI KEBIJAKAN MANAJEMEN PEMERINTAHAN LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA TAHUN 2026 Nama NIP Instansi Jabatan NDH :Maylani Antoh : 2002121620025042001 : Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya : Pemadam Kebakaran Pemula :02JUDUL AKTUALISASI “Penguatan penyebaran informasi penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) kepada masyarakat melalui media sosial dengan konten edukatif yang kreatif, interaktif, informatif, dan mudah dipahami sehingga mampu meningkatkan pengetahuan, kesadaran, serta partisipasi masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran”. Bahwa Laporan Aktualisasi ini telah disampaikan di hadapan Penguji, Mentor, dan Coach pada Seminar Evaluasi Aktualisasi Pelatihan Dasar CPNS Golongan VII Angkatan XXV di Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Manajemen Pemerintahan Lembaga Administrasi Negara pada Jumat, 31 Juli 2026 Sorong, 31 Juli 2026 Disahkan oleh: Coach, Nurwayudianti, S.S., MHRM.IR NIP. 19091972199803001 Mengetahui, Kepala Pusjar SKMP LAN Dr. Muhammad Aswad, M.Si. NIP. 196702061993031001 Penguji, Viktor F Salossa S.pd, ST,MT NIP. 197008271999031008
PACE APAR (Penguatan Akses Konten Edukatif Alat Pemadam Api Ringan) merupakan program aktualisasi yang dilaksanakan untuk mengatasi belum efektifnya penyebaran informasi mengenai penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) kepada masyarakat melalui media sosial. Isu tersebut ditetapkan sebagai isu prioritas berdasarkan analisis Urgency, Seriousness, and Growth (USG) dengan skor tertinggi. Program ini bertujuan memperkuat edukasi masyarakat melalui penyampaian informasi yang kreatif, interaktif, informatif, dan mudah dipahami. Pelaksanaan PACE APAR dilakukan melalui empat tahapan utama, yaitu penyusunan strategi komunikasi digital dan kalender konten, pengembangan konten edukatif, publikasi serta interaksi dengan masyarakat melalui media sosial, dan monitoring serta evaluasi. Materi edukasi dikembangkan dalam berbagai format, antara lain poster, infografis, video singkat, dan carousel, yang memuat pengenalan APAR, jenis dan fungsi APAR, cara penggunaan yang benar, serta aspek keselamatan dalam penggunaannya Hasil aktualisasi menunjukkan adanya perubahan positif berupa tersedianya strategi komunikasi digital, kalender konten, materi edukasi yang lebih variatif, serta data monitoring mengenai publikasi, jangkauan, interaksi, dan tanggapan masyarakat. Program ini juga mendukung penerapan nilai-nilai ASN BerAKHLAK, Manajemen ASN, dan Smart ASN dalam pelaksanaan pelayanan publik berbasis digital. Dengan demikian, PACE APAR diharapkan dapat menjadi media edukasi kebakaran yang berkelanjutan serta berkontribusi dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat untuk melakukan tindakan awal secara tepat dalam menghadapi kebakaran. Kata kunci: PACE APAR, edukasi kebakaran, APAR, media sosial, literasi kebencanaan, pelayanan publik. ABSTRAK
KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yesus Kristus atas berkat dan penyertaan-Nya sehingga majalah PACE APAR (Penguatan Akses Konten Edukatif Alat Pemadam Api Ringan) ini dapat disusun dengan baik. Hormat Kami, Maylani Antoh Penulis menyadari bahwa penyusunan laporan aktualisasi ini tidak terlepas dari dukungan, arahan, serta bimbingan berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada: 1. Tuhan Yesus Kristus, atas berkat, kasih, dan penyertaan-Nya. 2. Kepala BPBD Provinsi Papua Barat Daya, atas dukungan dan arahannya. 3. Mentor, Bapak Meksen Haris Budji, S.H., atas bimbingan dan masukannya. 4. Coach Angkatan XXV, atas pendampingan dan arahannya. 5. PIC dan Widyaiswara Angkatan XXV, atas pembelajaran, motivasi, dan dukungannya. 6. Kepala BKPSDM dan Panitia Latsar CPNS Provinsi Papua Barat Daya Tahun 2026, atas fasilitasi selama pelatihan. 7. Rekan-rekan Latsar CPNS, atas dukungan dan kerja samanya. 8. Keluarga, atas doa, kasih sayang, dan dukungan yang diberikan. 9. Rekan kerja, sahabat, dan semua pihak, yang telah membantu dalam penyusunan majalah ini. 10. Diri sendiri, atas semangat, ketekunan, dan perjuangan hingga karya ini dapat diselesaikan. Penulis menyadari bahwa laporan aktualisasi ini masih memiliki keterbatasan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan demi penyempurnaan di masa mendatang. Semoga laporan ini dapat memberikan manfaat serta menjadi kontribusi nyata dalam peningkatan mutu pelayanan kebidanan dan keselamatan pasien. Majalah ini hadir sebagai media edukasi untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan partisipasi masyarakat dalam memahami penggunaan APAR serta upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran. Melalui penyajian informasi yang kreatif, interaktif, informatif, dan mudah dipahami, diharapkan masyarakat semakin siap dan mampu melakukan penanganan awal ketika terjadi kebakaran.
PENUTUP Kesimpulan Rencana Tindak Lanjut PENDAHULUAN Abstrak Kata Pengantar Latar Belakang GAMBARAN UMUM ORGANISASI DAN MATA PELATIHAN Profil Organisasi Profil Peserta RANCANGAN AKTUALISASI Identifikasi dan Deskripsi Isu Penetapan Isu Utama Dampak Jika Isu Utama Tidak Diselesaikan Analisis Isu Utama Gagasan KreatifPenyelesaian IsuUtama PELAKSANAAN AKTUALISASI & HABITUASI Ringkasan AgendaII dan Agenda III DAFTAR ISI 01 05 13 17 58
LATAR BELAKANG Aparatur Sipil Negara (ASN) memiliki peran strategis sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, serta perekat dan pemersatu bangsa. Dalam menjalankan peran tersebut, ASN dituntut memiliki integritas, profesionalisme, kompetensi, serta kemampuan beradaptasi terhadap dinamika kebutuhan masyarakat dan perkembangan lingkungan kerja. Oleh karena itu, pembentukan karakter dan kompetensi ASN sejak awal masa pengabdian menjadi hal yang sangat penting. Pelaksanaan Latsar memberikan kesempatan kepada CPNS untuk memahami dan menerapkan nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK, kedudukan dan peran ASN dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta kompetensi teknis yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas dan fungsi jabatan. Pembelajaran tersebut menjadi dasar bagi CPNS dalam melaksanakan tugas secara profesional serta mampu memberikan pelayanan publik yang berkualitas. Salah satu bagian penting dalam rangkaian pembelajaran Latsar adalah Agenda Habituasi. Agenda Habituasi memberikan kesempatan kepada peserta untuk menerapkan nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK dalam pelaksanaan tugas di lingkungan kerja. Habituasi bertujuan membentuk kebiasaan kerja yang mencerminkan karakter ASN profesional, berintegritas, berorientasi pada pelayanan, serta mampu menyesuaikan diri dengan budaya kerja organisasi. Penerapan habituasi dilakukan melalui berbagai kebiasaan positif dalam melaksanakan tugas, seperti meningkatkan kedisiplinan, menjaga kualitas pekerjaan, bertanggung jawab terhadap tugas, menerapkan etika pelayanan, membangun komunikasi yang baik dengan rekan kerja maupun pimpinan, serta mampu beradaptasi terhadap lingkungan kerja. Aktualisasi merupakan bentuk nyata dari penerapan hasil pembelajaran selama Pelatihan Dasar CPNS. Aktualisasi diwujudkan melalui serangkaian kegiatan yang disusun berdasarkan isu aktual yang terdapat di unit kerja. Dalam prosesnya, peserta dituntut untuk mampu mengidentifikasi permasalahan, menganalisis penyebab permasalahan, menentukan alternatif penyelesaian, serta melaksanakan kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsi jabatan. Dengan demikian, aktualisasi menjadi sarana bagi peserta untuk menerapkan nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK secara langsung dalam pelaksanaan tugas sehingga nilai tersebut tidak hanya dipahami secara teori, tetapi dapat diwujudkan dalam perilaku dan hasil kerja sehari-hari. Dengan demikian, Pelatihan Dasar, Agenda Habituasi, dan Aktualisasi merupakan rangkaian pembelajaran yang saling berkaitan dalam membentuk karakter dan kompetensi CPNS. Pelatihan Dasar memberikan pengetahuan dan pemahaman mengenai nilai serta peran ASN, Agenda Habituasi menjadi proses pembiasaan nilai-nilai tersebut dalam lingkungan kerja, sedangkan Aktualisasi menjadi bentuk penerapan nyata melalui penyelesaian isu aktual di unit kerja. Melalui pelaksanaan aktualisasi ini, peserta diharapkan tidak hanya mampu menyelesaikan permasalahan yang ada, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi organisasi dan masyarakat melalui peningkatan penyebaran informasi edukasi penggunaan APAR secara kreatif, informatif, dan mudah dipahami.
RUANG LINGKUPTEMPAT PELAKSANAAN Kegiatan Aktualisasi ini di laksanakan di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah(BPBD) Provindi Papua Barat Daya WAKTU PELAKSANAAN Kegiatan aktualisasi dilaksanakan selama masa habituasi Pelatihan Dasar CPNS sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, yaitu mulai dari 10 Agustus 2026 sampai 28 Agustus 2026. Meningkatkan efektivitas penyebaran informasi penggunaan APAR kepada masyarakat melalui media sosial dengan konten edukatif yang kreatif, interaktif, informatif, dan mudah dipahami guna meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan partisipasi masyarakat dalam pencegahan dan penanggulangan kebakaran. TUJUAN UMUM Menyusun strategi komunikasi digital dan kalender konten edukasi APAR. Menghasilkan konten edukasi APAR yang kreatif, informatif, dan mudah dipahami.TUJUAN KHUSUS Melaksanakan publikasi konten edukasi APAR secara konsisten melalui media sosial. Membangun interaksi dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam edukasi APAR. Melakukan monitoring dan evaluasi sebagai dasar perbaikan strategi dan konten edukasi APAR. TUJUAN KHUSUS Menerapkan nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK dalam pelaksanaan Program PACE APAR melalui penyebaran informasi yang berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif, sehingga edukasi penggunaan APAR dapat tersampaikan secara efektif kepada masyarakat. TUJUAN KHUSUS
BPBD Provinsi Papua Barat Daya PROFIL ORGANISASI Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua Barat Daya merupakan perangkat daerah yang bertugas membantu Gubernur dalam menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang penanggulangan bencana. BPBD dibentuk sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat dari risiko bencana melalui penyelenggaraan penanggulangan bencana yang terencana, terpadu, terkoordinasi, dan menyeluruh. Dalam pelaksanaan tugasnya, BPBD memiliki fungsi koordinasi, komando, dan pelaksana dalam seluruh tahapan penanggulangan bencana, yaitu prabencana, tanggap darurat, dan pascabencana. Pelaksanaan tugas tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota, instansi vertikal, TNI, Polri, lembaga nonpemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.Tugas Fungsi pokok BPBD Provinsi Papua Barat Daya meliputi: 1.Merumuskan dan melaksanakan kebijakan daerah di bidang penanggulangan bencana. 2.Mengoordinasikan penyelenggaraan penanggulangan bencana dengan perangkat daerah dan instansi terkait. 3.Melaksanakan upaya pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, peringatan dini, dan pengurangan risiko bencana. 4.Menyelenggarakan penanganan kedaruratan, pengelolaan logistik dan peralatan saat terjadi bencana. 5.Melaksanakan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. 6.Menyelenggarakan penyebarluasan informasi, edukasi, dan peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi bencana. Dalam melaksanakan tugasnya, BPBD Provinsi Papua Barat Daya berupaya mewujudkan masyarakat yang tangguh terhadap bencana melalui peningkatan kesiapsiagaan, penguatan koordinasi lintas sektor, pemanfaatan teknologi informasi, serta penyebarluasan informasi kebencanaan secara cepat, tepat, dan mudah diakses oleh masyarakat.
Defenisi : Terusberinovasidan antusias ASN dituntut memahami dan memenuhi kebutuhan masyarakat dengan memberikan pelayanan yang ramah, cepat, solutif, dan berkelanjutan. Berorientasi Pelayanan Ringkasan Mata Pelatihan Agenda II NILAI - NILAI DASAR ASN Akuntabel ASN harus bertanggung jawab atas setiap tindakan, tugas, dan penggunaan kewenangan secara jujur, transparan, berintegritas, serta menghindari penyalahgunaan wewenang dan korupsi. ASN harus terus meningkatkan kemampuan melalui pembelajaran berkelanjutan (lifelong learning), pengembangan kompetensi teknis, manajerial, dan sosial kultural, serta mampu berinovasi dan berbagi pengetahuan untuk meningkatkan kualitas kinerja. Kompeten ASN harus menghargai keberagaman, membangun lingkungan kerja yang kondusif dan inklusif, serta menerapkan sikap toleran dan tidak diskriminatif demi menjaga persatuan. Harmonis Loyal ASN harus setia kepada Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan pemerintahan yang sah, dengan mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan, serta menjaga nama baik institusi dan kerahasiaan negara. ASN harus mampu menyesuaikan diri terhadap perubahan, perkembangan teknologi, dan kondisi yang dinamis dengan mengembangkan kreativitas, inovasi, serta pembelajaran organisasi secara berkelanjutan. Adaptif ASN perlu membangun kerja sama dengan berbagai pihak, baik antarinstansi pemerintah maupun dengan masyarakat dan sektor lainnya. Kolaborasi diperlukan untuk menghadapi permasalahan publik yang kompleks melalui kerja sama yang terpadu dan partisipatif. Kolaboratif
Ringkasan Mata Pelatihan Agenda III MANAJEMEN ASN & Smart ASN Manajemen ASN menempatkan ASN sebagai bagian penting dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik.Manajemen ASN mencakup seluruh siklus pengelolaan kepegawaian, mulai dari perencanaan kebutuhan ASN, pengadaan, pengembangan karier, penilaian kinerja, hingga pemberhentian. ASN juga memiliki hak berupa gaji, tunjangan, perlindungan, dan pengembangan kompetensi, serta hak jaminan pensiun bagi PNS. Di sisi lain, ASN memiliki kewajiban untuk menjaga integritas, netralitas, dan profesionalisme dalam melaksanakan tugas. Manajemen ASN mencakup pengisian jabatan secara terbuka, pengelolaan organisasi profesi, sistem informasi ASN yang terintegrasi, serta penyelesaian sengketa melalui mekanisme administratif. Penerapan sistem merit secara konsisten diharapkan dapat menghasilkan ASN yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik sehingga mendukung terwujudnya good governance di era transformasi digital KEDUDUKAN ASN Berdasarkan UU No. 5 Tahun 2014, pegawai ASN terdiri dari PNS (Pegawai Negeri Sipil) yang diangkat secara tetap, dan PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) yang diangkat untuk jangka waktu tertentu. FUNGSI & PERAN ASN Pelaksana kebijakan publik. Pelayan publik yang profesional dan berkualitas. -Perekat dan pemersatu bangsa. SISTEM MERIT Kebijakan dan manajemen ASN yang didasarkan pada kualifikasi, kompetensi, dan kinerja secara adil tanpa membedakan latar belakang politik, ras, agama, jenis kelamin, atau kondisi fisik.
Smart ASNSmart ASN berkaitan erat dengan kemampuan literasi digital, yaitu kemampuan menggunakan, memahami, mengevaluasi, dan memanfaatkan teknologi serta informasi secara bijak dan bertanggung jawab. Literasi digital dalam materi ini terdiri atas empat pilar utama, yaitu: Kecakapan digital, yaitu kemampuan menggunakan teknologi dan media digital secara efektif. Etika digital, yaitu kemampuan berperilaku secara baik, sopan, dan bertanggung jawab dalam ruang digital. Budaya digital, yaitu kemampuan membangun dan menerapkan nilai-nilai positif dalam kehidupan digital. Keamanan digital, yaitu kemampuan menjaga data, informasi, dan keamanan diri ketika menggunakan teknologi. Keempat pilar tersebut diperlukan untuk menghadapi berbagai tantangan di ruang digital, seperti hoaks, penipuan digital, cyberbullying, dan ancaman keamanan data, sekaligus mendukung pemanfaatan teknologi secara positif.
IDENTIFIKASI & DESKRIPSI ISU Isu ke-1 Isu Ke-2Peningkatan koordinasi pelaporan kejadian kebakaran hutan antara pemadam kebakaran dan BPBD Belum efisiennya pendataan dan investigasi kejadian kebakaran sebagai dasar penyusunan mitigasi bencana Belum efektifnya penyebaran informasi kepada Masyarakat melalui media sosial mengenai penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) Berdasarkan hasil polling yang dilakukan pada grup WhatsApp CPNS DKP2B & SATPOL PP Provinsi Papua Barat Daya 2024, sebanyak 41 anggota memilih opsi “YA” telah memberikan tanggapan terhadap isu "Belum efisiennya pendataan dan investigasi kejadian kebakaran sebagai dasar penyusunan mitigasi bencana." Keterkaitan Isu dengan Manajemen ASN dan Smart ASN Manajamen Asn : Berkaitan dengan pengelolaan kinerja ASN dalam menghasilkan data yang akurat, akuntabel, dan berkualitas sebagai dasar pengambilan keputusan. ASN dituntut bekerja profesional, efektif, dan berorientasi hasil dalam proses pendataan dan investigasi. Smart ASN : Berkaitan dengan kompetensi Literasi Digital dan Data Literacy, yaitu kemampuan ASN mengumpulkan, mengelola, menganalisis, dan memanfaatkan data secara digital sebagai dasar penyusunan mitigasi bencana yang tepat sasaran. Berdasarkan hasil pengamatan serta pada akun instagram https://www.instagr am.com/damkarpro vpbd? igsh=d2oybjBhdm5x cnVs Jumlah pengikut masih 57 akun followers dengan 6 postingan yang sebagian besar unggahan berisi ucapan hari besar dan kegiatan kedinasan. Belum terdapat konten edukasi mengenai cara penggunaan Alat Pemadam Api Ringan(APAR) maupun konten dan informasi pencegahan kebakarssn yang di sajikan menarik.Keterkaitan Isu dengan Manajemen ASN dan Smart ASN Manajemen Asn: Karena sebagai ASN kita harus memeberikan pelayanan informasi yang baik kepada masyarakat karena melalu penyebaran informasi penggunaan APAR melalui media sosial merupakan salah satu bentuk pelayanan publik kepada masyarakat. Smart ASN: Karena ASN harus mampu memanfaatkan teknologi digital untuk memberikan pelayanan mengenai penggunaan APAR kepada masyarakat melalui media sosial. Kegiatan berkaitan dengan literasi digital dan networking pada Smart ASN. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan selama melaksanakan tugas di lingkungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua Barat Daya, ditemukan adanya kondisi yang menunjukkan bahwa koordinasi dalam pelaporan kejadian kebakaran hutan dan lahan antara Pemadam Kebakaran (Damkar) dan BPBD masih perlu dioptimalkan. Pelaporan kejadian kebakaran merupakan bagian penting dalam proses penanggulangan bencana karena informasi yang diterima secara cepat, tepat, dan akurat menjadi dasar bagi instansi terkait untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya. Dari hasil pengamatan, informasi mengenai kejadian kebakaran hutan dan lahan perlu disampaikan secara terkoordinasi agar dapat segera diketahui oleh pihak- pihak yang memiliki kewenangan dalam penanganan bencana. Keterkaitan Isu dengan Manajemen ASN dan Smart ASN Manajemen ASN: Berkaitan dengan pengelolaan organisasi dan kolaborasi antarunit kerja dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, dan akuntabel melalui koordinasi pelaporan yang baik. Smart ASN: Berkaitan dengan kompetensi Networking, Kolaborasi, dan Literasi Digital, yaitu kemampuan ASN membangun sinergi antarinstansi serta memanfaatkan teknologi informasi untuk mempercepat pertukaran data dan pelaporan kejadian secara real time. Bukti Dukung Isu 1 Bukti Dukung Isu 2 Isu Ke-3 Bukti Dukung Isu 3https://drive.google.com/file/d/1Vpfn0 VoaOW28SiOzeQjaFkeXxRu_WjkS/view? usp=sharing
PENETAPAN ISU UTAMAUntuk memilih isu utama atau masalah yang paling mendesak untuk diselesaikan dari tiga masalah atau isu yang ada, maka metode/tapisan masalah yang digunakan adalah Tapisan Isu USG :
Dampak Jika Isu Utama Tidak Diselesaikan
Analisis Isu Utama Berikut adalah analisis masalah menggunakan Teknik Fishbone (Ishikawa) untuk isu prioritas Isu Prioritas "Belum efektifnya penyebaran informasi kepada masyarakat melalui media sosial mengenai penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR)." Berdasarkan analisis Fishbone, akar penyebab utama dari “Belum efektifnya penyebaran informasi mengenai penggunaan APAR melalui media sosial” meliputi: 1. Belum adanya strategi dan SOP pengelolaan media sosial sehingga penyampaian informasi tidak terarah dan tidak berkelanjutan. 2. Kompetensi SDM dalam pembuatan konten digital masih perlu ditingkatkan, sehingga konten yang dihasilkan kurang menarik dan edukatif. 3. Materi edukasi APAR belum dikemas secara kreatif dalam bentuk infografis, video pendek, atau konten interaktif yang mudah dipahami masyarakat. 4. Pemanfaatan fitur media sosial belum optimal, sehingga jangkauan dan interaksi dengan masyarakat masih rendah.
Gagasan Kreatif Penyelesaian Isu Utama Dengan merujuk pada akar penyebabnya menggunakan Teknik Fishbone, maka gagasan kreatif “Penguatan penyebaran informasi penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) kepada masyarakat melalui media sosial dengan konten edukatif yang kreatif, interaktif, informatif, dan mudah dipahami sehingga mampu meningkatkan pengetahuan, kesadaran, serta partisipasi masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran”. saling berkesinambungan dan sesuai dengan isu prioritas serta solusi utama yang, empat kegiatan berikut sudah saling berkesinambungan dan sesuai dengan isu prioritas serta solusi utama Adapun gagasan kegiatan yang akan di lakukan untuk menyelesaikan isu tersebut selama 30 hari yakni:
Melakukan Penyusunan strategi komunikasi digital dan Kalender konten edukasi APAR.34 1 KEGIATAN 12 KETERKAITAN KEGIATAN DENGAN AGENDA PEMBELAJARAN III KONTRIBUSI TERHADAP VISI/MISI MANFAAT KEGIATAN KENDALA DAN ANTISIPASIKegiatan ini berkaitan dengan Manajemen ASN, karena menunjukkan pelaksanaan tugas ASN secara terencana, efektif, dan berorientasi pada pelayanan publik. ASN tidak hanya melaksanakan tugas administratif, tetapi juga dituntut mampu memberikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat melalui media yang mudah dijangkau. Penyusunan strategi dan kalender konten menjadi bentuk perencanaan kerja yang sistematis sehingga kegiatan edukasi APAR dapat dilaksanakan secara terarah dan memiliki tujuan yang jelas. Selain itu, kegiatan ini mendukung penerapan Smart ASN, khususnya dalam pemanfaatan teknologi informasi dan media digital untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Pemanfaatan media sosial sebagai sarana edukasi menunjukkan kemampuan ASN untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi, memiliki literasi digital, serta mampu menghasilkan informasi yang kreatif, informatif, dan mudah dipahami masyarakat. Dengan strategi komunikasi digital yang tepat, informasi mengenai pencegahan dan penanggulangan kebakaran dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dan cepat. Kegiatan ini juga mendukung Visi Provinsi Papua Barat Daya, yaitu “Masyarakat Papua Barat Daya yang Maju, Mandiri dan Sejahtera Berbasis Pertumbuhan Ekonomi Lokal Sebagai Upaya Pembangunan yang Berkesinambungan dan Berkelanjutan.” Edukasi mengenai penggunaan APAR berkontribusi terhadap terciptanya masyarakat yang lebih sadar dan mandiri dalam melakukan pencegahan serta penanganan awal kebakaran. Masyarakat yang memiliki pengetahuan mengenai APAR diharapkan mampu mengambil tindakan awal yang tepat sehingga dapat mengurangi risiko kerugian akibat kebakaran. Secara khusus, kegiatan ini mendukung Misi Provinsi Papua Barat Daya yang berkaitan dengan pembangunan tata kelola pemerintahan yang baik dengan mengadopsi teknologi berbasis e-government. Pemanfaatan media sosial sebagai media edukasi merupakan salah satu bentuk adaptasi teknologi digital dalam mendukung pelayanan informasi kepada masyarakat. Melalui strategi komunikasi digital dan kalender konten yang terencana, informasi pelayanan publik di bidang pencegahan dan penanggulangan kebakaran dapat disampaikan secara lebih efektif. Bagi masyarakat, kegiatan ini memberikan manfaat berupa meningkatnya akses terhadap informasi dan edukasi mengenai APAR, sehingga dapat meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kemampuan masyarakat dalam melakukan pencegahan serta enanganan awal kebakaran secara tepat dan aman. Bagi instansi, kegiatan ini mendukung peningkatan kualitas pelayanan informasi publik melalui pemanfaatan media digital. Selain itu, kegiatan ini membantu mewujudkan penyebarluasan informasi kebakaran yang lebih kreatif, informatif, dan sesuai dengan perkembangan teknologi, sekaligus mendukung penerapan Manajemen ASN dan Smart ASN dalam memberikan pelayanan publik yang efektif dan adaptif. beberapa kendala, seperti keterbatasan sumber informasi dan bahan edukasi, keterbatasan waktu dalam menyusun materi, serta belum optimalnya data mengenai karakteristik dan kebutuhan sasaran audiens. Selain itu, diperlukan penyesuaian antara materi edukasi APAR dengan media sosial yang digunakan agar informasi dapat disampaikan secara menarik, sederhana, dan mudah dipahami masyarakat.Untuk mengantisipasi kendala tersebut, dilakukan pengumpulan informasi dari sumber yang relevan, melakukan koordinasi dengan Pimpinan dan pihak terkait, serta menyusun materi berdasarkan kebutuhan masyarakat. Kalender konten juga dibuat secara fleksibel dengan menentukan prioritas materi dan jadwal publikasi. Dengan langkah tersebut, penyusunan strategi komunikasi digital dan kalender konten dapat tetap berjalan secara terarah dan mendukung pelaksanaan edukasi APAR secara efektif.
Pemenuhan kebutuhan informasi masyarakat serta menentukan tujuan komunikasi digital Mengidentifikasi terkait edukasi penggunaan APAR.TAHAPAN 1 OUTPUTKegiatan ini saya laksanakan pada tanggal 10 Agustus juli sampai dengan tanggal 28 Agistus 2026 pelaksanaan aktualisasi bertempat di BPBD Provinsi Papua Barat Daya. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan mengidentifikasi kebutuhan informasi masyarakat terkait edukasi penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) pada Media Sosial Instagram melalui fitur Polling. Identifikasi dilakukan dengan melihat informasi apa saja yang perlu diketahui masyarakat, seperti pengertian dan fungsi APAR, jenis-jenis APAR, cara memilih APAR yang sesuai, langkah-langkah penggunaan APAR yang benar, serta hal-hal yang perlu diperhatikan untuk menjaga keselamatan saat terjadi kebakaran. Hasil identifikasi kebutuhan informasi masyarakat terkait APAR pada media sosial Instagram.
Berorientasi Pelayanan Akuntabel saya mengidentifikasi kebutuhan informasi masyarakat terkait penggunaan APAR agar informasi yang disampaikan benar-benar sesuai kebutuhan dan mudah dipahami oleh masyarakat. Saya mewujudkan dengan memanfaatkan media digital sebagai sarana penyampaian informasi kepada masyarakat, menyesuaikan dengan perkembangan teknologi dan kebiasaan masyarakat dalam mengakses informasi saat ini. berdampak pada meningkatnya kepercayaan terhadap informasi yang disampaikan, karena seluruh tujuan komunikasi dan materi edukasi disusun berdasarkan data dan sumber yang jelas serta dapat dipertanggungjawabkan. memberikan dampak berupa meningkatnya efektivitas penyampaian informasi melalui media digital, sehingga edukasi APAR dapat menjangkau masyarakat lebih luas dan sesuai dengan perkembangan teknologi serta kebiasaan masyarakat dalam mengakses informasi.Penerapan Nilai Berakhlak dan Analisis Dampak Dampak bila diterapkan Dampak bila diterapkan Dampak bila diterapkan memberikan dampak berupa meningkatnya ketepatan informasi yang disampaikan kepada masyarakat terkait penggunaan APAR, sehingga masyarakat memperoleh informasi yang sesuai dengan kebutuhan dan lebih mudah dipahami. Adaptifsaya menerapkan dan memastikan bahwa tujuan komunikasi serta seluruh informasi edukasi yang disusun memiliki dasar yang jelas, benar, dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Kegiatan ini saya laksanakan pada tanggal 10 Agustus juli sampai dengan tanggal 28 Agustus 2026 pelaksanaan aktualisasi bertempat di BPBD Provinsi Papua Barat Daya. Pada tahap ini dilakukan penyusunan strategi komunikasi digital untuk mendukung penyebarluasan informasi mengenai penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) kepada masyarakat. Penyusunan strategi diawali dengan menentukan sasaran audiens, yaitu masyarakat umum sebagai pengguna informasi, khususnya masyarakat yang membutuhkan pengetahuan dasar mengenai pencegahan dan penanggulangan kebakaran Selanjutnya, ditentukan jenis media sosial yang akan digunakan sebagai sarana penyampaian informasi, dengan mempertimbangkan media yang mudah diakses dan banyak digunakan oleh masyarakat, seperti Instagram, Facebook, dan TikTok. Kemudian ditentukan jenis konten yang akan disampaikan, antara lain infografis, video edukasi, dan konten interaktif yang dikemas secara sederhana, menarik, informatif, dan mudah dipahami. Strategi tersebut juga menetapkan pesan utama edukasi APAR, meliputi pengenalan APAR, jenis-jenis APAR, fungsi dan kegunaannya, serta langkah-langkah penggunaan APAR yang benar dan aman. Penyusunan strategi ini diharapkan dapat menjadi pedoman dalam menghasilkan konten edukasi yang konsisten dan tepat sasaran sehingga mampu meningkatkan pengetahuan, kesadaran, serta partisipasi masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaranPenyusun strategi komunikasi digital yang meliputi sasaran audiens, jenis media sosial, jenis konten, dan pesan utama edukasi APAR. TAHAPAN 2 OUTPUT Membuat DOKUMEN STRATEGI KOMUNIKASI DIGITAL EDUKASI ALAT PEMADAM API RINGAN (APAR)
Kompeten saya terapkan melalui proses penyusunan strategi yang mempertimbangkan ketepatan pemilihan media, jenis konten, serta pesan utama yang disampaikan. Setiap elemen saya rancang secara cermat agar sesuai dengan karakteristik audiens, sehingga informasi yang diberikan tidak hanya menarik, tetapi juga akurat dan berkualitas dalam meningkatkan pemahaman masyarakat.saya wujudkan dengan menyusun strategi yang benar-benar berfokus pada kebutuhan masyarakat sebagai sasaran utama. Hal ini saya lakukan melalui pemilihan media sosial yang mudah diakses oleh masyarakat luas, serta penyusunan konten yang sederhana, informatif, dan mudah dipahami. Dengan demikian, informasi mengenai APAR dapat tersampaikan secara optimal dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. memberikan dampak berupa kemampuan untuk menyesuaikan strategi komunikasi dengan perkembangan teknologi dan perilaku masyarakat dalam mengakses informasi digital. Pemanfaatan media sosial seperti Instagram, Facebook, dan TikTok membuat penyebaran informasi menjadi lebih cepat, luas, dan efektif, sehingga jangkauan edukasi APAR semakin meningkat. Dampak bila diterapkan Dampak bila diterapkan berdampak pada meningkatnya kualitas perencanaan strategi komunikasi digital. Setiap elemen yang disusun menjadi lebih terarah, akurat, dan sesuai dengan karakteristik audiens. Hal ini menghasilkan konten edukasi yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki nilai informasi yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan. meningkatnya relevansi strategi komunikasi yang disusun dengan kebutuhan masyarakat. Konten yang dihasilkan menjadi lebih mudah dipahami, sederhana, dan tepat sasaran, sehingga informasi mengenai APAR dapat diterima dengan baik oleh masyarakat serta meningkatkan pemahaman mereka dalam upaya pencegahan kebakaran. Dampak bila diterapkanPenerapan Nilai Berakhlak dan Analisis DampakBerorientasi Pelayanan Adaptif saya tunjukkan dengan menyesuaikan strategi komunikasi terhadap perkembangan teknologi dan kebiasaan masyarakat dalam mengakses informasi digital. Pemanfaatan platform seperti Instagram, Facebook, dan TikTok mencerminkan sikap responsif saya terhadap perubahan pola komunikasi masyarakat yang semakin digital, sehingga penyebaran informasi dapat dilakukan secara lebih luas, cepat, dan efektif.
Kegiatan ini saya laksanakan pada tanggal 10 Agustus juli sampai dengan tanggal 28 Agustus 2026 pelaksanaan aktualisasi bertempat di BPBD Provinsi Papua Barat Daya. Penyusunan kalender konten dilakukan sebagai pedoman dalam pelaksanaan publikasi edukasi Alat Pemadam Api Ringan (APAR) melalui media sosial. Kalender konten disusun dengan menentukan jadwal publikasi, tema yang akan disampaikan, serta format konten yang digunakan agar penyebaran informasi dapat dilakukan secara terencana, konsisten, dan mudah dipahami oleh masyarakat. Penyusunan jadwal ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap konten memiliki waktu publikasi yang teratur sehingga tidak terjadi penumpukan atau kekosongan informasi. Tema konten yang dirancang mencakup pengenalan APAR, jenis-jenis APAR, bagian dan fungsi APAR, cara penggunaan APAR yang benar, serta tips keselamatan dalam menghadapi kebakaran. Setiap tema disusun secara bertahap dari materi dasar hingga materi praktik agar audiens dapat memahami informasi secara sistematis. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya mengenal APAR secara teori, tetapi juga memahami cara penggunaannya dalam situasi darurat. Penyusunan kalender konten (content calendar) yang berisi jadwal publikasi, tema konten, dan format konten edukasi APAR TAHAPAN 3 OUTPUT Membuat dan Menyusun Dokumen Kalender Konten
berdampak pada terciptanya konten yang inklusif dan dapat diterima oleh berbagai kalangan masyarakat. Penggunaan bahasa yang sederhana dan penyajian yang tidak diskriminatif membuat informasi lebih mudah dipahami serta menjangkau audiens yang lebih luas tanpa menimbulkan kesalahpahaman. Harmonis saya terapkan dengan memperhatikan keberagaman audiens dalam penyusunan konten. Saya memastikan bahasa dan penyajian informasi dibuat sederhana, inklusif, dan tidak menyinggung pihak tertentu, sehingga dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat dengan baik.Saya menerapkan nilai Berorientasi Pelayanan dengan menyusun kalender konten yang bertujuan untuk memberikan informasi edukasi APAR yang mudah dipahami oleh masyarakat. Saya memastikan setiap konten yang dirancang dapat menjawab kebutuhan informasi masyarakat terkait pencegahan dan penanggulangan kebakaran, sehingga informasi yang disampaikan benar-benar bermanfaat dan dapat digunakan dalam situasi darurat Harmonis Kompeten berdampak pada meningkatnya relevansi dan kebermanfaatan konten yang disusun. Informasi yang disajikan menjadi lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam hal pencegahan dan penanggulangan kebakaran, sehingga konten yang dihasilkan tidak hanya informatif tetapi juga aplikatif dalam situasi darurat. memberikan dampak pada meningkatnya kualitas pengelolaan dan penyajian informasi. Konten edukasi APAR menjadi lebih terstruktur, sistematis, dan menarik, sehingga memudahkan masyarakat dalam memahami materi yang disampaikan. Hal ini juga meningkatkan kemampuan dalam mengemas informasi menjadi media edukasi yang efektif. saya juga menerapkan nilai Kompeten dengan menyusun konten secara sistematis mulai dari pengenalan APAR hingga cara penggunaannya. Saya berupaya meningkatkan kemampuan dalam mengelola informasi dan mengemasnya menjadi konten edukatif yang menarik, informatif, serta sesuai dengan karakteristik media sosial agar pesan dapat tersampaikan secara efektif. Dampak bila diterapkan Dampak bila diterapkan Dampak bila diterapkanBerorientasi Pelayanan Adaptif saya menerapkan nilai Adaptif dengan menyesuaikan format konten sesuai perkembangan media sosial, seperti penggunaan infografis, video edukasi, dan konten interaktif. Saya juga menyesuaikan strategi penyampaian agar lebih menarik dan relevan dengan kebiasaan masyarakat dalam mengakses informasi digital Dampak bila diterapkan memberikan dampak pada meningkatnya relevansi konten dengan perkembangan teknologi dan kebiasaan masyarakat dalam mengakses informasi. Pemanfaatan berbagai format media seperti infografis, video, dan konten interaktif membuat penyampaian edukasi menjadi lebih menarik dan efektif.Penerapan Nilai Berakhlak dan Analisis Dampak
Pengembangan konten edukatif PACE APAR Kendala dan Antisipasi KEGIATAN 2 KETERKAITAN KEGIATAN DENGAN AGENDA PEMBELAJARAN III 1 KONTRIBUSI TERHADAP VISI/MISI2 Manfaat Kegiatan3 Kegiatan ini juga merupakan implementasi nilai-nilai Manajemen ASN yang menekankan pada profesionalisme, akuntabilitas, serta orientasi pelayanan publik, di mana ASN dituntut untuk mampu menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Sejalan dengan konsep Smart ASN, pengembangan konten ini memanfaatkan teknologi digital dan media komunikasi modern dalam bentuk infografis, gambar, dan video pendek yang menarik. Hal ini mencerminkan kompetensi ASN yang adaptif, melek digital, serta mampu bertransformasi dalam memberikan edukasi publik secara efektif di era digital. Materi yang dikembangkan mencakup pengenalan APAR, jenis-jenis APAR, fungsi dan kegunaannya, cara penggunaan APAR yang benar, serta hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan APAR saat terjadi kebakaran awal Kegiatan ini juga merupakan implementasi nilai-nilai Manajemen ASN yang menekankan pada profesionalisme, akuntabilitas, serta orientasi pelayanan publik, di mana ASN dituntut untuk mampu menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Sejalan dengan konsep Smart ASN, pengembangan konten ini memanfaatkan teknologi digital dan media komunikasi modern dalam bentuk infografis, gambar, dan video pendek yang menarik. Hal ini mencerminkan kompetensi ASN yang adaptif, melek digital, serta mampu bertransformasi dalam memberikan edukasi publik secara efektif di era digital. Materi yang dikembangkan mencakup pengenalan APAR, jenis-jenis APAR, fungsi dan kegunaannya, cara penggunaan APAR yang benar, serta hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan APAR saat terjadi kebakaran awalKegiatan pengembangan konten edukatif PACE APAR memberikan berbagai manfaat strategis, baik bagi masyarakat maupun bagi penyelenggara layanan publik. Bagi masyarakat, kegiatan ini meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mengenai Alat Pemadam Api Ringan (APAR), mulai dari jenis, fungsi, hingga cara penggunaannya yang benar dalam menghadapi kebakaran awal. Dengan adanya konten yang mudah dipahami dan menarik, masyarakat menjadi lebih sadar akan pentingnya kesiapsiagaan terhadap risiko kebakaran serta memiliki kemampuan dasar dalam melakukan tindakan pencegahan dan penanganan awal. Selain itu, kegiatan ini juga berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran keselamatan (safety awareness) di lingkungan masyarakat, sehingga dapat membentuk budaya tanggap darurat yang lebih baik. Edukasi yang disampaikan melalui media digital memungkinkan informasi menjangkau lebih luas dan cepat, sehingga efektivitas penyebaran pengetahuan menjadi lebih optimal. Bagi ASN dan instansi pelaksana, kegiatan ini memperkuat penerapan nilai-nilai Manajemen ASN seperti profesionalisme, akuntabilitas, dan orientasi pelayanan publik. Penggunaan teknologi digital dalam penyampaian edukasi juga mendukung terwujudnya Smart ASN yang adaptif, inovatif, dan melek teknologi. Hal ini sekaligus menjadi sarana pengembangan kompetensi ASN dalam bidang komunikasi publik berbasis digital.Dalam pengembangan konten edukatif PACE APAR, terdapat beberapa kendala seperti keterbatasan referensi visual, kesulitan menyederhanakan materi teknis, serta keterbatasan kemampuan desain konten digital. Hal ini menyebabkan proses penyusunan konten membutuhkan waktu lebih lama agar informasi tetap akurat, sederhana, dan mudah dipahami. Sebagai antisipasi, dilakukan pencarian referensi dari sumber resmi, penyusunan materi secara bertahap dengan bahasa yang lebih sederhana, serta review berulang untuk menjaga kejelasan informasi. Selain itu, peningkatan kemampuan desain dilakukan melalui pembelajaran mandiri dan penggunaan template, serta didukung koordinasi dengan pihak yang lebih berpengalaman agar kualitas konten tetap terjaga.
Kegiatan ini saya laksanakan tanggal 13 Agustus Sampai 17 Agustus 2026 di Kantor BPBD Provinsi Papua Barat Daya. Pada tahap ini, dilakukan penyusunan konsep dan naskah konten edukasi APAR berdasarkan strategi komunikasi digital dan kalender konten yang telah disusun sebelumnya. Konsep konten disesuaikan dengan sasaran audiens, media yang digunakan, tema, format, serta pesan utama yang telah ditentukan agar informasi mengenai APAR dapat disampaikan secara informatif, menarik, sederhana, dan mudah dipahami oleh masyarakat. Naskah konten mencakup materi tentang pengenalan APAR, jenis-jenis APAR, fungsi, cara penggunaan yang benar, serta langkah-langkah keselamatan dalam menghadapi kebakaran awal. Penyusunan konsep dan naskah ini menjadi dasar dalam pembuatan konten edukasi yang konsisten, kreatif, dan sesuai dengan jadwal publikasi sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai penggunaan APAR.Penyusun konsep dan naskah konten edukasi APAR berdasarkan strategi komunikasi digital dan kalender konten yang telah disusun. TAHAPAN 1 OUTPUTMembuat DOKUMEN PENYUSUNAN KONSEP DAN NASKAH KONTEN EDUKASI APAR
menyesuaikan gaya penyampaian konten. Saya menyadari bahwa setiap platform memiliki karakteristik yang berbeda, sehingga saya menyesuaikan bahasa, visual, dan format penyampaian agar informasi tentang APAR dapat tersampaikan secara efektif dan menarik. Saya juga terus terbuka terhadap masukan dan perkembangan teknologi komunikasi agar konten yang saya hasilkan tetap relevan dan mudah diakses oleh masyarakat.saya berkomitmen untuk selalu berorientasi pelayanan kepada masyarakat. Saya menyadari bahwa informasi mengenai Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sangat penting untuk keselamatan, sehingga saya berupaya menyusun materi yang jelas, mudah dipahami, dan dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Setiap konten yang saya buat saya arahkan agar benar-benar menjawab kebutuhan informasi masyarakat, khususnya terkait kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran.Harmonis Kompetenmembuat konten yang disusun menjadi lebih relevan dan bermanfaat bagi masyarakat. Informasi mengenai APAR disajikan secara jelas, sederhana, dan mudah dipahami sehingga dapat langsung digunakan dalam situasi nyata. Hal ini berdampak pada meningkatnya pemahaman masyarakat terkait kesiapsiagaan menghadapi kebakaran.mendorong peningkatan kualitas kerja melalui penyusunan konten yang terstruktur, sistematis, dan sesuai dengan strategi komunikasi digital serta kalender konten yang telah ditetapkan. Hal ini berdampak pada konsistensi pesan dan efektivitas penyampaian informasi kepada berbagai segmen audiens. mengacu pada strategi komunikasi digital dan kalender konten yang telah ditetapkan. Hal ini saya lakukan agar setiap materi yang saya susun memiliki arah yang jelas, terstruktur, dan konsisten. Saya mempelajari karakteristik audiens dengan cermat agar pesan yang saya sampaikan dapat diterima dengan baik oleh berbagai kalangan, baik melalui media sosial, infografis, video pendek, maupun poster digital Dampak bila diterapkan Dampak bila diterapkan Dampak bila diterapkan Berorientasi Pelayanan Adaptif membangun kerja sama dan komunikasi yang baik dengan berbagai pihak yang terlibat, sehingga proses penyusunan konten dapat berjalan lancar dan saling mendukung Dampak bila diterapkan memberikan dampak positif dalam bentuk terjalinnya kerja sama dan komunikasi yang baik dengan pihak terkait. Suasana kerja yang kolaboratif membuat proses penyusunan konten berjalan lebih lancar, efektif, dan minim hambatan.Penerapan Nilai Berakhlak dan Analisis Dampak memungkinkan penyesuaian terhadap berbagai platform dan karakteristik audiens. Dampaknya, konten APAR dapat disajikan dalam berbagai format yang menarik seperti video, infografis, dan poster digital, sehingga lebih mudah diterima dan menjangkau masyarakat yang lebih luas.
Kegiatan ini saya laksanakan tanggal 13 Agustus Sampai 17 Agustus 2026 di Kantor BPBD Provinsi Papua Barat Daya. Pada tahap ini dilakukan pembuatan desain dan konten edukatif mengenai Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dalam berbagai format kreatif, seperti infografis, poster, video singkat, dan carousel media sosial. Konten disusun dengan menggunakan bahasa yang sederhana, informatif, dan mudah dipahami oleh masyarakat. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan APAR, jenis-jenis APAR, fungsi APAR, cara penggunaan APAR yang benar, serta langkah-langkah keselamatan saat menghadapi kebakaran. Desain dibuat dengan memperhatikan unsur visual yang menarik, penggunaan gambar atau ilustrasi yang relevan, serta penyampaian pesan secara singkat dan jelas agar dapat meningkatkan perhatian dan pemahaman masyarakat. Selanjutnya, setiap konten disesuaikan dengan karakteristik media sosial yang digunakan sehingga informasi edukasi APAR dapat disampaikan secara efektif, menarik, dan mudah dibagikan. Hasil dari kegiatan ini berupa tersedianya materi edukasi APAR dalam berbagai format kreatif yang siap digunakan untuk mendukung penyebarluasan informasi kepada masyarakat.Pembuatan desain dan konten edukatif APAR dalam berbagai format kreatif (infografis, poster, video singkat, atau carousel media sosial. TAHAPAN 2 OUTPUT pembuatan Desian Konten edukatif APAR
berdampak pada terciptanya konten yang inklusif dan dapat diterima oleh berbagai kalangan. Penggunaan bahasa yang sederhana serta visual yang ramah membantu mengurangi potensi kesalahpahaman, sehingga pesan edukasi dapat tersampaikan dengan lebih efektif kepada audiens yang beragam.Dalam kegiatan ini, saya membuat desain dan konten edukatif APAR dengan tujuan utama memberikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Saya memastikan setiap materi yang dibuat mudah dipahami, menarik, dan informatif agar dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan kebakaran. Harmonis Kompeten1.berdampak pada meningkatnya kualitas konten yang lebih informatif, mudah dipahami, dan tepat sasaran. Hal ini membuat masyarakat lebih mudah menerima pesan edukasi mengenai APAR sehingga kesadaran terhadap pentingnya keselamatan kebakaran menjadi lebih baik.1Memberikan dampak berupa peningkatan kemampuan dalam mengolah informasi menjadi berbagai bentuk konten kreatif seperti infografis, poster, video singkat, dan carousel media sosial. Selain itu, ketelitian dalam menyajikan informasi yang akurat membuat konten yang dihasilkan lebih kredibel dan dapat dipercaya oleh masyarakat. Saya mengembangkan kemampuan dalam menyusun konten edukatif dalam berbagai format, seperti infografis, poster, video singkat, dan carousel media sosial. Saya juga berupaya menyajikan informasi APAR secara akurat, mulai dari pengenalan, jenis, fungsi, hingga cara penggunaan yang benar, sehingga konten yang dihasilkan berkualitas dan dapat dipercaya. Dampak bila diterapkan Dampak bila diterapkan Dampak bila diterapkan Berorientasi Pelayanan AdaptifSaya menyesuaikan desain dan format konten dengan karakteristik media sosial yang digunakan agar informasi dapat tersampaikan secara efektif dan menjangkau lebih banyak audiens. Selain itu, saya juga terbuka terhadap masukan dan perubahan untuk terus meningkatkan kualitas konten edukatif APAR yang saya buat. Dampak bila diterapkanmemberikan dampak pada kemampuan untuk menyesuaikan desain dan format konten dengan perkembangan media sosial serta kebutuhan audiens. Hal ini membuat penyebaran informasi menjadi lebih luas, efektif, dan relevan dengan kebiasaan masyarakat dalam mengakses informasi digital.Penerapan Nilai Berakhlak dan Analisis Dampak Dalam penyusunan konten, saya memperhatikan keberagaman audiens agar pesan dapat diterima oleh semua kalangan masyarakat. Saya menggunakan bahasa yang sederhana serta visual yang ramah, sehingga informasi dapat dipahami dengan baik tanpa menimbulkan kebingungan atau kesalahpahaman.
Kegiatan ini saya laksanakan pada tanggal 13 Agustus sampai dengan 17 Agustus 2026 di kantor BPBD Provinsi Papua Barat Daya. Pelaksanaan reviu dan penyempurnaan konten merupakan tahapan penting dalam proses pembuatan materi edukasi APAR sebelum konten tersebut dipublikasikan kepada masyarakat luas. Pada tahap ini, seluruh materi yang telah disusun sebelumnya tidak langsung dianggap final, melainkan terlebih dahulu ditinjau kembali secara menyeluruh untuk memastikan bahwa informasi yang disampaikan sudah benar, relevan, dan sesuai dengan tujuan edukasi yang ingin dicapai. Proses peninjauan ini dilakukan dengan penuh ketelitian karena konten edukasi APAR memiliki peran penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penggunaan alat pemadam api ringan serta langkah-langkah penanganan awal kebakaran. Pelaksanaan reviu dan penyempurnaan konten berdasarkan masukan Pimpinan sebelum dipublikasikan. TAHAPAN 3 OUTPUT Membuat dan membahas DRAFT KONTEN HASIL REVIU PIMPINAN
Saya juga menerapkan nilai Kompeten dengan melakukan pengecekan ulang terhadap setiap materi yang saya susun, baik dari segi isi, bahasa, maupun visual. Saya tidak langsung menganggap konten sudah final, tetapi terus melakukan perbaikan berdasarkan masukan dari Pimpinan atau atasan agar kualitas konten semakin baik dan sesuai standar yang diharapkan KolaboratifKompeten saya menerapkan nilai Kolaboratif dengan aktif meminta dan menerima masukan dari Pimpinan atau atasan selama proses reviu. Saya membangun komunikasi yang baik, terbuka terhadap kritik, serta bekerja sama dalam menyempurnakan konten agar hasil akhir menjadi lebih optimal dan tepat sasaran. konten yang dihasilkan menjadi lebih bermanfaat bagi masyarakat karena disajikan secara jelas, akurat, dan mudah dipahami. Hal ini berdampak pada meningkatnya efektivitas pesan edukasi, sehingga masyarakat lebih mudah memahami pentingnya penggunaan APAR dan kesiapsiagaan terhadap potensi kebakaran.mendorong peningkatan kualitas konten secara berkelanjutan. Proses pengecekan dan perbaikan yang dilakukan secara teliti membuat materi yang dihasilkan menjadi lebih profesional, sesuai standar, serta minim kesalahan. Dampaknya, konten yang dipublikasikan memiliki kredibilitas yang lebih tinggi dan dapat dipercaya sebagai sumber informasi edukasi. memberikan dampak positif dalam bentuk terjalinnya komunikasi yang baik dengan Pimpinan atau atasan. Masukan yang diterima dapat diolah menjadi perbaikan yang konstruktif, sehingga hasil akhir konten menjadi lebih optimal, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan audiens. Dampak bila diterapkan Dampak bila diterapkan Dampak bila diterapkan . Saya menunjukkan nilai Berorientasi Pelayanan dengan memastikan bahwa setiap konten yang saya buat benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Saya berupaya menyajikan informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga pesan edukasi tentang penggunaan APAR dapat diterima dengan baik dan membantu meningkatkan kesiapsiagaan kebakaran. Berorientasi PelayananPenerapan Nilai Berakhlak dan Analisis Dampak
Kendala dan Antisipasi Pelaksanaan publikasi dan interaksi edukatif melalui media sosial PACE APARKEGIATAN 3 KETERKAITAN KEGIATAN DENGAN AGENDA PEMBELAJARAN III 1 KONTRIBUSI TERHADAP VISI/MISI2 Manfaat Kegiatan3 Kegiatan ini juga selaras dengan prinsip Manajemen ASN yang menekankan pada profesionalisme, akuntabilitas, serta orientasi pelayanan publik, di mana ASN dituntut untuk mampu memberikan edukasi yang efektif dan mudah diakses oleh masyarakat. Dalam konteks Smart ASN, pelaksanaan kegiatan ini mencerminkan kompetensi digital, kemampuan beradaptasi dengan teknologi informasi, serta literasi komunikasi publik yang baik. Melalui pemanfaatan media sosial, ASN dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas, cepat, dan efisien, sekaligus menunjukkan peran ASN yang inovatif dan responsif terhadap perkembangan era digital Kegiatan ini mendukung visi Provinsi Papua Barat Daya dalam mewujudkan masyarakat yang aman, tangguh, dan memiliki pengetahuan kebencanaan yang baik. Informasi disampaikan melalui media sosial agar lebih mudah diakses, cepat, dan dapat menjangkau banyak orang. Sejalan dengan misi tersebut, kegiatan ini juga mendukung visi Provinsi Papua Barat Daya dalam mewujudkan masyarakat yang aman, tangguh, serta memiliki kesiapsiagaan dan pengetahuan kebencanaan yang baik. Penyampaian informasi dilakukan melalui media sosial sebagai sarana komunikasi yang efektif dan sesuai dengan perkembangan teknologi digital saat ini.Manfaat dari kegiatan publikasi dan interaksi edukatif melalui media sosial PACE APAR sangat dirasakan dalam upaya peningkatan literasi kebencanaan di masyarakat. Melalui penyebaran informasi yang cepat, mudah, dan menjangkau berbagai lapisan masyarakat, kegiatan ini membantu meningkatkan pemahaman publik mengenai pentingnya pencegahan dan penanggulangan kebakaran, khususnya melalui penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Selain itu, kegiatan ini memberikan manfaat dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat terhadap risiko kebakaran. Informasi yang disampaikan secara berkelanjutan melalui media sosial membuat masyarakat lebih siap dan sigap dalam menghadapi situasi darurat, sehingga potensi kerugian akibat kebakaran dapat diminimalkan. Manfaat lainnya adalah terbangunnya komunikasi dua arah antara ASN sebagai penyampai informasi dengan masyarakat sebagai penerima layanan. Interaksi melalui komentar dan pesan memungkinkan masyarakat memperoleh penjelasan yang lebih jelas dan langsung, sehingga meningkatkan pemahaman serta kepercayaan terhadap informasi yang diberikan. Kegiatan ini juga berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik yang lebih modern, transparan, dan responsif. Pemanfaatan media sosial sebagai sarana edukasi menunjukkan adaptasi terhadap perkembangan teknologi digital, sekaligus mendekatkan layanan pemerintah kepada masyarakat. Secara keseluruhan, kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan masyarakat, tetapi juga membangun kesadaran kolektif akan pentingnya keselamatan dan kesiapsiagaan bencana, sejalan dengan visi Provinsi Papua Barat Daya dalam mewujudkan masyarakat yang aman, tangguh, dan berdaya dalam menghadapi risiko kebakaran.Pelaksanaan publikasi dan interaksi edukatif melalui media sosial PACE APAR dalam meningkatkan literasi kebencanaan di masyarakat masih menghadapi beberapa kendala. Salah satunya adalah keterbatasan akses internet di beberapa wilayah, sehingga tidak semua masyarakat dapat menerima informasi dengan baik. Akibatnya, penyebaran informasi tentang pencegahan dan penanggulangan kebakaran, termasuk penggunaan APAR, belum merata. Selain itu, kemampuan masyarakat dalam menggunakan media sosial juga berbeda-beda. Masih ada masyarakat yang belum terbiasa menjadikan media sosial sebagai sumber informasi, sehingga diperlukan penyampaian informasi yang sederhana dan mudah dipahami. Keterbatasan dalam pembuatan konten yang menarik dan konsisten juga menjadi tantangan dalam kegiatan ini. Untuk mengatasi hal tersebut, dilakukan beberapa upaya. Informasi disebarkan melalui berbagai platform media sosial dan juga melalui jaringan komunikasi lokal agar lebih banyak masyarakat yang terjangkau. Konten edukatif dibuat dengan bahasa yang sederhana, disertai gambar atau video yang menarik agar mudah dipahami oleh semua kalangan. Selain itu, pengelola media sosial juga diberikan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan dalam membuat konten yang kreatif dan informatif. Kerja sama dengan berbagai pihak juga terus dilakukan untuk memperluas penyebaran informasi kebencanaan.
Kegiatan ini akan sayalaksanakan pada tanggal 18 Agustus Sampai 20 Agustus 2026 di Kantor BPBD Provinsi Papua Barat Daya. Pelaksanaan publikasi konten edukatif APAR sesuai jadwal pada kalender konten melalui media sosial resmi dilakukan sebagai upaya meningkatkan penyebarluasan informasi kepada masyarakat mengenai penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Kegiatan dilaksanakan dengan mempublikasikan konten edukatif sesuai tema, format, dan jadwal yang telah ditetapkan dalam kalender konten melalui media sosial resmi instansi. Konten yang dipublikasikan disusun dengan bahasa yang sederhana, informatif, menarik, dan mudah dipahami oleh masyarakat. Materi publikasi mencakup pengenalan APAR, jenis-jenis APAR, fungsi, cara penggunaan yang benar, serta langkah-langkah keselamatan dalam menghadapi kebakaran awal. Setelah publikasi, dilakukan pemantauan terhadap interaksi masyarakat berupa tanggapan, komentar, pertanyaan, dan respons terhadap konten sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas publikasi berikutnya. Melalui kegiatan ini, diharapkan informasi mengenai APAR dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, serta partisipasi masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran. Pelaksanaan publikasi konten edukatif APAR sesuai jadwal pada kalender konten melalui media sosial resmi TAHAPAN 1 OUTPUTTerlaksananya publikasi konten edukatif APAR melalui media sosial resmi sesuai kalender konten, disertai dokumentasi publikasi dan data interaksi masyarakat sebagai bahan monitoring dan evaluasi
saya terapkan dengan menyesuaikan cara penyampaian informasi sesuai perkembangan teknologi dan kebiasaan masyarakat dalam menggunakan media sosial. Saya berusaha membuat konten edukasi APAR yang kreatif, menarik, interaktif, dan mudah dipahami sehingga informasi dapat diterima dengan lebih efektif oleh masyarakat. Akuntabel Berorientasi Pelayanan saya wujudkan dengan berupaya menyampaikan informasi mengenai penggunaan APAR yang mudah dipahami, informatif, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Saya menggunakan bahasa yang sederhana dalam setiap konten edukasi agar masyarakat dapat dengan mudah memahami cara mencegah dan menanggulangi kebakaran. saya tunjukkan dengan menghargai setiap pendapat, masukan, dan perbedaan pemahaman dari rekan kerja maupun masyarakat. Saya menjaga komunikasi yang baik dan membangun suasana kerja yang saling menghargai agar kegiatan edukasi dapat berjalan dengan nyaman dan efektif. saya terapkan dengan melaksanakan setiap tahapan kegiatan secara penuh tanggung jawab, mulai dari penyusunan strategi, pembuatan konten, publikasi, hingga evaluasi. Selain itu, saya memastikan bahwa seluruh informasi yang disampaikan mengenai APAR bersumber dari referensi yang dapat dipertanggungjawabkan, serta mendokumentasikan setiap proses sebagai bentuk transparansi. memberikan dampak berupa meningkatnya kepercayaan terhadap informasi yang disampaikan. Dengan memastikan setiap konten bersumber dari referensi yang valid serta didokumentasikan secara transparan, kegiatan menjadi lebih kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan, baik dalam proses maupun hasilnya. berdampak pada meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap informasi penggunaan APAR. Penyampaian informasi yang sederhana, jelas, dan sesuai kebutuhan masyarakat membuat konten edukasi lebih mudah dipahami, sehingga masyarakat lebih cepat mengetahui langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan kebakaran. menciptakan lingkungan kerja yang kondusif dan kolaboratif. Sikap saling menghargai pendapat dan terbukanya komunikasi yang baik membuat proses diskusi dan pengembangan konten berjalan lebih lancar, sehingga kualitas hasil kerja menjadi lebih optimal. Adaptif berdampak pada meningkatnya efektivitas penyampaian informasi. Penyesuaian konten dengan perkembangan teknologi dan tren media sosial membuat edukasi APAR lebih menarik, interaktif, dan relevan dengan kebiasaan masyarakat saat ini, sehingga jangkauan informasi menjadi lebih luas. Dampak bila diterapkan Dampak bila diterapkan Dampak bila diterapkan Dampak bila diterapkan Akuntabel Harmonis Kolaboratif saya wujudkan melalui kerja sama dengan Pimpinan, rekan kerja, dan pihak terkait dalam menyusun, mengembangkan, serta menyebarluaskan konten edukasi APAR. Saya juga terbuka terhadap saran dan masukan untuk meningkatkan kualitas konten agar tujuan kegiatan dapat tercapai secara optimal. Dampak bila diterapkan menghasilkan sinergi yang baik antara berbagai pihak yang terlibat. Kerja sama dengan Pimpinan, rekan kerja, dan pihak terkait memungkinkan terciptanya konten edukasi yang lebih berkualitas melalui pertukaran ide, masukan, dan pengalaman.Penerapan Nilai Berakhlak dan Analisis Dampak
Kegiatan ini akan saya laksanakan pada tanggal 18 Agustus Sampai 20 Agustus 2026 di Kantor BPBD Provinsi Papua Barat Daya.Pengembangan interaksi edukatif dengan masyarakat melalui fitur media sosial dilakukan sebagai upaya meningkatkan keterlibatan dan pemahaman masyarakat mengenai penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Kegiatan ini dilaksanakan dengan merespons komentar dan pertanyaan masyarakat secara informatif, ramah, dan mudah dipahami, serta memberikan penjelasan yang sesuai dengan kebutuhan Masyarakat Selain itu, interaksi edukatif dikembangkan melalui fitur media sosial seperti polling, kuis, dan sesi tanya jawab untuk mengetahui tingkat pemahaman masyarakat sekaligus mendorong partisipasi aktif. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat tidak hanya menerima informasi, tetapi juga memiliki kesempatan untuk bertanya, memberikan pendapat, dan menguji pengetahuan mengenai APAR. Dengan demikian, media sosial dapat dimanfaatkan sebagai sarana komunikasi dua arah yang interaktif dalam meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap pencegahan serta penanggulangan kebakaran.Pengembangan interaksi edukatif dengan masyarakat melalui fitur media sosial, seperti membalas komentar, menjawab pertanyaan, dan membuat sesi edukasi interakti. TAHAPAN 2 OUTPUTTerlaksananya interaksi edukatif dengan masyarakat melalui fitur media sosial berupa komentar penggunaan APAR, yang dibuktikan dengan dokumentasi interaksi.
Saya melakukan pengembangan interaksi edukatif dengan masyarakat melalui fitur media sosial sebagai upaya meningkatkan keterlibatan dan pemahaman masyarakat mengenai penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Dalam pelaksanaannya, saya merespons komentar dan pertanyaan masyarakat secara informatif, ramah, dan mudah dipahami, serta memberikan penjelasan yang sesuai dengan kebutuhan mereka. KolabooratifHarmonis membuat masyarakat memperoleh jawaban yang cepat, tepat, dan mudah dipahami terkait penggunaan APAR, sehingga meningkatkan kepuasan dan kepercayaan masyarakat terhadap informasi yang diberikan. berdampak pada terciptanya suasana komunikasi yang positif, sopan, dan saling menghargai antara pengelola media sosial dan masyarakat. Hal ini mendorong masyarakat untuk lebih nyaman dalam bertanya dan berpartisipasi tanpa rasa ragu, sehingga interaksi menjadi lebih terbuka dan inklusif. saya mengembangkan interaksi edukatif melalui fitur media sosial seperti polling, kuis, dan sesi tanya jawab untuk mengetahui tingkat pemahaman masyarakat sekaligus mendorong partisipasi aktif. Dalam proses ini, saya membangun komunikasi yang saling menghargai dan menjaga hubungan yang baik dengan masyarakat, sehingga tercipta suasana yang positif dan inklusif.memberikan dampak berupa meningkatnya partisipasi aktif masyarakat dalam berbagai kegiatan interaktif seperti polling, kuis, dan sesi tanya jawab. Kolaborasi ini tidak hanya memperkuat pemahaman masyarakat mengenai APAR, tetapi juga membangun kesadaran bersama dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran. Saya juga melibatkan masyarakat secara aktif dalam setiap kegiatan interaktif tersebut, baik dalam memberikan pendapat, menjawab pertanyaan, maupun menguji pengetahuan mengenai APAR. Melalui kolaborasi ini, saya tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membangun kerja sama dua arah yang efektif. Dampak bila diterapkan Dampak bila diterapkan Dampak bila diterapkan Berorientasi PelayananPenerapan Nilai Berakhlak dan Analisis Dampak
Kegiatan ini akan saya laksanakan pada tanggal 18 Agustus Sampai 20 Agustus 2026 di Kantor BPBD Provinsi Papua Barat Daya.Pendokumentasian hasil publikasi dan interaksi dilakukan sebagai bagian dari tahapan evaluasi pelaksanaan komunikasi digital edukasi penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Kegiatan ini dilakukan dengan mengumpulkan dan menyimpan bukti pelaksanaan publikasi, seperti tangkapan layar unggahan, jumlah tayangan, jangkauan, tanda suka, komentar, bagikan, serta bentuk interaksi lainnya yang terjadi pada media sosial.Selain mendokumentasikan hasil publikasi, setiap interaksi dari masyarakat juga dicatat dan diperhatikan untuk mengetahui tingkat respons dan pemahaman masyarakat terhadap informasi yang disampaikan. Komentar, pertanyaan, maupun tanggapan masyarakat menjadi bahan untuk mengidentifikasi materi yang masih belum dipahami serta mengetahui jenis konten yang paling menarik dan mudah diterima oleh audiens. Hasil dokumentasi tersebut kemudian digunakan sebagai bahan evaluasi untuk menilai efektivitas pelaksanaan komunikasi digital. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan hasil publikasi dan tingkat interaksi dengan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Dari hasil evaluasi tersebut dapat diketahui keberhasilan kegiatan, kendala yang ditemukan, serta aspek yang perlu diperbaiki, baik dari segi materi, format konten, waktu publikasi, maupun strategi interaksi dengan masyarakat. Dengan demikian, pendokumentasian tidak hanya menjadi bukti pelaksanaan kegiatan, tetapi juga menjadi dasar dalam melakukan perbaikan dan pengembangan strategi komunikasi digital edukasi APAR agar lebih informatif, interaktif, dan tepat sasaran.Pendokumentasian hasil publikasi dan interaksi sebagai bahan evaluasi pelaksanaan komunikasi digital. TAHAPAN 3 OUTPUT Terlaksananya dokumentasi REKAP DOKUMENTASI HASIL PUBLIKASI DAN INTERAKSI
saya berupaya menganalisis data interaksi dengan baik agar dapat menghasilkan evaluasi yang tepat dan bermanfaat untuk peningkatan kualitas komunikasi digital. Selanjutnya, hasil dokumentasi tersebut saya gunakan sebagai bahan evaluasi untuk menilai efektivitas pelaksanaan komunikasi digitalsaya memastikan setiap data dan bukti dokumentasi dicatat secara lengkap, jujur, dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai dasar evaluasi kegiatan. Selain itu, saya juga mencatat dan memperhatikan setiap interaksi dari masyarakat untuk mengetahui tingkat respons serta pemahaman mereka terhadap informasi yang disampaikan. Komentar, pertanyaan, maupun tanggapan masyarakat saya jadikan bahan untuk mengidentifikasi materi yang masih belum dipahami serta mengetahui jenis konten yang paling menarik dan mudah diterima oleh audiens.Harmoniskompetenmembuat proses pendokumentasian menjadi lebih tertib, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Setiap data seperti tangkapan layar, jumlah tayangan, jangkauan, serta bentuk interaksi masyarakat dicatat secara lengkap dan jujur. Hal ini berdampak pada tersedianya data yang valid sebagai dasar evaluasi, sehingga hasil analisis yang dilakukan menjadi lebih objektif dan dapat dipercaya.memberikan dampak pada meningkatnya kemampuan dalam menganalisis data interaksi media sosial secara lebih mendalam. Saya menjadi lebih mampu mengidentifikasi pola respons masyarakat, memahami kebutuhan audiens, serta menentukan aspek konten yang perlu diperbaiki. Dampaknya, hasil evaluasi tidak hanya bersifat deskriptif, tetapi juga menghasilkan rekomendasi yang relevan untuk peningkatan kualitas komunikasi digital ke depan. yaitu saya menjaga sikap terbuka terhadap masukan masyarakat dan berupaya membangun komunikasi yang positif agar tercipta hubungan yang baik antara penyelenggara kegiatan dan audiens.berdampak pada terciptanya sikap terbuka dan positif terhadap setiap masukan dari masyarakat. Hal ini membantu membangun komunikasi yang lebih baik antara penyelenggara kegiatan dan audiens, serta menciptakan suasana interaksi yang konstruktif. Dampaknya, setiap kritik dan saran dapat diterima sebagai bahan perbaikan tanpa menimbulkan konflik, sehingga hubungan dengan masyarakat tetap terjaga dengan baik. Dampak bila diterapkan Dampak bila diterapkan Dampak bila diterapkan AkuntabelPenerapan Nilai Berakhlak dan Analisis Dampak
Kendala dan Antisipasi Memonitoring dan evaluasi efektivita PACE APAR KEGIATAN 4 KETERKAITAN KEGIATAN DENGAN AGENDA PEMBELAJARAN III 1 KONTRIBUSI TERHADAP VISI/MISI2 Manfaat Kegiatan3 Kegiatan ini juga selaras dengan prinsip Manajemen ASN yang menekankan pada profesionalisme, akuntabilitas, serta orientasi pelayanan publik, di mana ASN dituntut untuk mampu memberikan edukasi yang efektif dan mudah diakses oleh masyarakat. Dalam konteks Smart ASN, pelaksanaan kegiatan ini mencerminkan kompetensi digital, kemampuan beradaptasi dengan teknologi informasi, serta literasi komunikasi publik yang baik. Melalui pemanfaatan media sosial, ASN dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas, cepat, dan efisien, sekaligus menunjukkan peran ASN yang inovatif dan responsif terhadap perkembangan era digital Kegiatan ini mendukung visi Provinsi Papua Barat Daya dalam mewujudkan masyarakat yang aman, tangguh, dan memiliki pengetahuan kebencanaan yang baik. Informasi disampaikan melalui media sosial agar lebih mudah diakses, cepat, dan dapat menjangkau banyak orang. Sejalan dengan misi tersebut, kegiatan ini juga mendukung visi Provinsi Papua Barat Daya dalam mewujudkan masyarakat yang aman, tangguh, serta memiliki kesiapsiagaan dan pengetahuan kebencanaan yang baik. Penyampaian informasi dilakukan melalui media sosial sebagai sarana komunikasi yang efektif dan sesuai dengan perkembangan teknologi digital saat ini.Manfaat dari kegiatan publikasi dan interaksi edukatif melalui media sosial PACE APAR sangat dirasakan dalam upaya peningkatan literasi kebencanaan di masyarakat. Melalui penyebaran informasi yang cepat, mudah, dan menjangkau berbagai lapisan masyarakat, kegiatan ini membantu meningkatkan pemahaman publik mengenai pentingnya pencegahan dan penanggulangan kebakaran, khususnya melalui penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Selain itu, kegiatan ini memberikan manfaat dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat terhadap risiko kebakaran. Informasi yang disampaikan secara berkelanjutan melalui media sosial membuat masyarakat lebih siap dan sigap dalam menghadapi situasi darurat, sehingga potensi kerugian akibat kebakaran dapat diminimalkan. Manfaat lainnya adalah terbangunnya komunikasi dua arah antara ASN sebagai penyampai informasi dengan masyarakat sebagai penerima layanan. Interaksi melalui komentar dan pesan memungkinkan masyarakat memperoleh penjelasan yang lebih jelas dan langsung, sehingga meningkatkan pemahaman serta kepercayaan terhadap informasi yang diberikan. Kegiatan ini juga berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik yang lebih modern, transparan, dan responsif. Pemanfaatan media sosial sebagai sarana edukasi menunjukkan adaptasi terhadap perkembangan teknologi digital, sekaligus mendekatkan layanan pemerintah kepada masyarakat. Secara keseluruhan, kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan masyarakat, tetapi juga membangun kesadaran kolektif akan pentingnya keselamatan dan kesiapsiagaan bencana, sejalan dengan visi Provinsi Papua Barat Daya dalam mewujudkan masyarakat yang aman, tangguh, dan berdaya dalam menghadapi risiko kebakaran.Pelaksanaan publikasi dan interaksi edukatif melalui media sosial PACE APAR dalam meningkatkan literasi kebencanaan di masyarakat masih menghadapi beberapa kendala. Salah satunya adalah keterbatasan akses internet di beberapa wilayah, sehingga tidak semua masyarakat dapat menerima informasi dengan baik. Akibatnya, penyebaran informasi tentang pencegahan dan penanggulangan kebakaran, termasuk penggunaan APAR, belum merata. Selain itu, kemampuan masyarakat dalam menggunakan media sosial juga berbeda-beda. Masih ada masyarakat yang belum terbiasa menjadikan media sosial sebagai sumber informasi, sehingga diperlukan penyampaian informasi yang sederhana dan mudah dipahami. Keterbatasan dalam pembuatan konten yang menarik dan konsisten juga menjadi tantangan dalam kegiatan ini. Untuk mengatasi hal tersebut, dilakukan beberapa upaya. Informasi disebarkan melalui berbagai platform media sosial dan juga melalui jaringan komunikasi lokal agar lebih banyak masyarakat yang terjangkau. Konten edukatif dibuat dengan bahasa yang sederhana, disertai gambar atau video yang menarik agar mudah dipahami oleh semua kalangan. Selain itu, pengelola media sosial juga diberikan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan dalam membuat konten yang kreatif dan informatif. Kerja sama dengan berbagai pihak juga terus dilakukan untuk memperluas penyebaran informasi kebencanaan.
Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 20–28 Agustus 2026 di Kantor BPBD Provinsi Papua Barat Daya dengan melakukan pengumpulan data secara sistematis terkait pelaksanaan Program PACE APAR melalui media sosial. Data yang dikumpulkan meliputi jumlah konten edukasi yang dipublikasikan, jangkauan (reach), serta tingkat interaksi masyarakat berupa like, komentar, share, dan save. Selain itu, tanggapan dan komentar masyarakat dianalisis untuk mengetahui respons dan pemahaman terhadap informasi penggunaan APAR. Hasil pengumpulan data tersebut digunakan sebagai bahan evaluasi untuk mengetahui efektivitas penyebaran informasi dan edukasi APAR melalui media sosial serta tingkat keterlibatan masyarakat terhadap konten yang telah dipublikasikan. Pengumpulan data pelaksanaan Program PACE APAR melalui media sosial (jumlah unggahan, jangkauan, interaksi, dan tanggapan masyarakat) TAHAPAN 1 OUTPUT Tersusunnya rekapitulasi data pelaksanaan Program PACE APAR melalui media sosial yang meliputi jumlah unggahan, jangkauan, interaksi, dan tanggapan masyarakat sebagai bahan evaluasi efektivitas penyebaran informasi edukasi APAR
Saya menunjukkan sikap KOMPETEN dengan berupaya memahami dan menggunakan fitur analitik media sosial secara tepat untuk mengukur efektivitas penyebaran informasi APAR. Saya terus meningkatkan kemampuan saya dalam membaca data engagement seperti like, komentar, share, dan save, serta menganalisis tanggapan masyarakat baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Dengan demikian, saya dapat menghasilkan analisis yang akurat sebagai dasar pengambilan keputusan dalam pengembangan program Saya memastikan seluruh proses pengumpulan data dilakukan secara sistematis, jujur, dan dapat dipertanggungjawabkan. Saya mencatat setiap indikator seperti jumlah unggahan, jangkauan, serta tingkat interaksi secara teliti dan tidak memanipulasi data. Saya juga mendokumentasikan hasil analitik media sosial secara berkala agar data yang saya gunakan dalam monitoring dan evaluasi benar benar valid dan dapat dipercaya AdaptifKompeten Kegiatan ini meningkatkan kemampuan dalam mengelola dan menganalisis data media sosial secara lebih profesional. Pemahaman terhadap fitur analitik dan engagement membantu menghasilkan evaluasi Program PACE APAR yang lebih tepat sasaran serta rekomendasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Kegiatan ini meningkatkan fleksibilitas dalam menghadapi perkembangan teknologi dan dinamika media sosial. Kemampuan menyesuaikan metode pengumpulan data dan evaluasi membuat Program PACE APAR lebih responsif terhadap perubahan perilaku masyarakat sehingga edukasi dapat disampaikan secara efektif dan relevan.Saya juga bersikap ADAPTIF dengan menyesuaikan metode pengumpulan dan analisis data sesuai dengan perkembangan platform media sosial yang digunakan. Saya tidak hanya terpaku pada satu cara, tetapi juga terbuka terhadap perubahan fitur dan tren digital agar proses pengumpulan data tetap relevan dan efektif. Selain itu, saya menyesuaikan strategi evaluasi berdasarkan respon masyarakat yang terus berkembang, sehingga program PACE APAR dapat terus diperbaiki dan ditingkatkan kualitasnya. Penerapan Nilai Berakhlak dan Analisis Dampak Dampak bila diterapkan Dampak bila diterapkan Dampak bila diterapkan Akuntabel proses pengumpulan data menjadi lebih tertib, transparan, dan dapat dipercaya. Setiap data yang dikumpulkan seperti jumlah unggahan, jangkauan, serta tingkat interaksi dapat dipertanggungjawabkan karena dicatat secara sistematis dan tidak dimanipulasi. Hal ini berdampak pada meningkatnya keakuratan hasil monitoring dan evaluasi, sehingga keputusan yang diambil berdasarkan data tersebut menjadi lebih valid dan objektif.
Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 20–28 Agustus 2026 di Kantor BPBD Provinsi Papua Barat Daya dengan melakukan pengolahan dan analisis data monitoring penyebaran informasi edukasi APAR melalui media sosial. Data yang dianalisis meliputi jumlah konten, jangkauan, tayangan, serta interaksi dan tanggapan masyarakat. Hasil analisis digunakan untuk mengetahui efektivitas program, mengidentifikasi kelebihan dan kendala, serta menjadi dasar dalam menentukan perbaikan dan pengembangan strategi publikasi edukasi APAR agar lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Penganalisisan data monitoring untuk menilai efektivitas penyebaran informasi serta mengidentifikasi kelebihan dan kendala pelaksanaan program. TAHAPAN 2 OUTPUTTersusunnya hasil identifikasi kelebihan dan kendala pelaksanaan Program PACE APAR berdasarkan data monitoring.
Kompeten Akuntabel Pada tahap penganalisisan data monitoring, saya menerapkan nilai akuntabel dengan cara memastikan setiap data yang saya olah berasal dari sumber yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan. Saya mencatat dan menganalisis data seperti jumlah konten, jangkauan, tayangan, serta interaksi masyarakat secara teliti agar hasil analisis yang saya lakukan dapat dipercaya dan sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.saya juga menunjukkan nilai loyal dengan tetap berkomitmen mendukung tujuan program penyebaran informasi APAR. Saya memastikan bahwa seluruh proses analisis yang saya lakukan sejalan dengan tujuan organisasi, yaitu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya penggunaan APAR sebagai upaya pencegahan kebakaran saya menerapkan nilai adaptif dengan menyesuaikan diri terhadap berbagai kondisi data dan respons masyarakat yang beragam. Saya menyesuaikan cara analisis ketika menemukan kendala seperti rendahnya interaksi atau keterbatasan jangkauan, serta menjadikannya sebagai bahan perbaikan untuk strategi penyebaran informasi pada tahap selanjutnya. saya menerapkan nilai kompeten dengan berusaha memahami dan mengolah data monitoring secara tepat dan sistematis. Saya menganalisis setiap indikator seperti like, komentar, dan share untuk mengetahui efektivitas penyebaran informasi APAR melalui media sosial. Dengan kemampuan yang saya miliki, saya berupaya menghasilkan analisis yang akurat sebagai dasar evaluasi program. memberikan dampak berupa meningkatnya ketelitian dan ketepatan dalam mengolah data monitoring. Dengan kemampuan analisis yang sistematis, setiap indikator seperti jumlah tayangan, jangkauan, serta interaksi masyarakat dapat diinterpretasikan dengan lebih baik. Dampaknya, hasil analisis menjadi lebih akurat dan mampu menggambarkan efektivitas penyebaran informasi APAR secara nyata. membuat proses pengolahan data menjadi lebih terpercaya karena seluruh data yang digunakan berasal dari sumber yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan. Hal ini berdampak pada meningkatnya validitas hasil analisis sehingga dapat dijadikan dasar evaluasi yang objektif. memberikan dampak positif terhadap konsistensi pelaksanaan analisis, karena adanya komitmen untuk selalu mendukung tujuan organisasi. Hal ini berdampak pada keselarasan hasil analisis dengan tujuan program, yaitu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya APAR sebagai upaya pencegahan kebakaran. Dengan demikian, setiap proses yang dilakukan tetap berada dalam koridor pencapaian tujuan instansi.Kegiatan analisis membantu menyesuaikan strategi berdasarkan kondisi dan respons masyarakat. Jika interaksi atau jangkauan masih rendah, dilakukan perbaikan agar strategi komunikasi lebih efektif. Dengan demikian, hasil evaluasi dapat menghasilkan rekomendasi yang tepat untuk meningkatkan penyebaran informasi APAR selanjutnya. Dampak bila diterapkan Dampak bila diterapkan Dampak bila diterapkan Dampak bila diterapkan Adaptif LoyalPenerapan Nilai Berakhlak dan Analisis Dampak
Kegiatan ini merupakan tahap akhir Program PACE APAR yang dilaksanakan pada tanggal 20–28 Agustus 2026 di Kantor BPBD Provinsi Papua Barat Daya. Kegiatan berfokus pada pengumpulan dan analisis data hasil pelaksanaan program, meliputi publikasi konten, jangkauan, interaksi, serta tanggapan masyarakat. Hasil analisis digunakan untuk mengetahui tingkat keberhasilan program, mengidentifikasi kelebihan dan kendala, serta menentukan aspek yang perlu diperbaiki. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, disusun rekomendasi untuk meningkatkan kualitas konten, jangkauan, dan interaksi masyarakat pada pelaksanaan berikutnya. Seluruh hasil kegiatan kemudian dituangkan dalam laporan evaluasi sebagai bentuk dokumentasi dan pertanggungjawaban. Laporan tersebut selanjutnya disampaikan kepada pihak terkait sebagai bahan pertimbangan dalam pengembangan strategi komunikasi digital dan peningkatan penyebaran informasi edukasi APAR secara berkelanjutan. Penyusunan laporan hasil evaluasi dan rekomendasi perbaikan sebagai bahan peningkatan pelaksanaan Program PACE APAR TAHAPAN 3 OUTPUT Tersusunya Laporan hasil evaluasi dan rekomendasi perbaikan pelaksanaan Program PACE APAR.
Dalam penyusunan laporan hasil evaluasi dan rekomendasi perbaikan Program PACE APAR, saya menerapkan nilai Akuntabel dengan memastikan seluruh data dikumpulkan, diolah, dan dianalisis secara jujur, teliti, sistematis, dan dapat dipertanggungjawabkan. Laporan disusun berdasarkan fakta dan bukti yang diperoleh, seperti jumlah konten, jangkauan, dan interaksi masyarakat, sehingga hasil evaluasi dapat dipercaya dan menjadi dasar perbaikan program selanjutnya. Kompeten Adaptif Dampaknya adalah meningkatnya kepercayaan dan kredibilitas laporan karena data disusun secara jujur, teliti, dan berdasarkan fakta. Hasil evaluasi menjadi lebih valid dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai dasar pengambilan keputusan serta perbaikan Program PACE APAR. Dampaknya adalah meningkatnya kualitas analisis dan laporan evaluasi sehingga lebih sistematis, mendalam, dan solutif. Rekomendasi yang dihasilkan menjadi lebih tepat sasaran, realistis, dan dapat diterapkan untuk meningkatkan efektivitas Program PACE APAR ke depan. Pada aspek Kompeten, saya mengoptimalkan kemampuan dalam mengolah data, menganalisis hasil kegiatan, dan menyusun laporan evaluasi secara sistematis. Saya juga mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat serta menyusun rekomendasi yang realistis dan aplikatif untuk meningkatkan pelaksanaan Program PACE APAR. Dampaknya adalah meningkatnya kemampuan dalam menyesuaikan strategi berdasarkan perubahan kondisi dan respons masyarakat. Hal ini menghasilkan rekomendasi yang lebih relevan, sehingga Program PACE APAR dapat terus berkembang sesuai kebutuhan masyarakat dan perkembangan media sosial.Pada aspek Adaptif, saya menyesuaikan diri dengan perkembangan pelaksanaan program dan respons masyarakat terhadap konten edukasi APAR. Saya terbuka terhadap temuan baru dan menyesuaikan rekomendasi berdasarkan kondisi aktual, sehingga hasil evaluasi tetap relevan dan dapat mendukung peningkatan Program PACE APAR di masa mendatang. Penerapan Nilai Berakhlak dan Analisis Dampak Dampak bila diterapkan Dampak bila diterapkan Dampak bila diterapkan Akuntabel
barcode bukti dukung
Penerapan Nilai BerAKHLAK dalam Pelaksanaan Aktualisasi PACE APARPenerapan Nilai BerAKHLAK dalam Aktualisasi PACE APAR Pelaksanaan aktualisasi PACE APAR (Penguatan Akses Konten Edukatif Alat Pemadam Api Ringan) menerapkan nilai BerAKHLAK dalam setiap kegiatan, mulai dari perencanaan hingga evaluasi. Nilai Berorientasi Pelayanan diwujudkan dengan menyesuaikan informasi edukasi APAR dengan kebutuhan masyarakat agar mudah dipahami dan bermanfaat. Nilai Akuntabel diterapkan melalui penyusunan tujuan, strategi komunikasi, kalender konten, serta pelaksanaan publikasi secara terencana dan dapat dipertanggungjawabkan. Setiap kegiatan juga didukung dengan dokumentasi sebagai bukti pelaksanaan aktualisasi. Nilai Kompeten diwujudkan melalui peningkatan pemahaman mengenai APAR serta keterampilan dalam menyusun naskah dan membuat konten edukatif berupa infografis, poster, video, dan carousel. Nilai Adaptif diterapkan dengan memanfaatkan teknologi dan media sosial, khususnya Instagram, sebagai sarana penyebaran informasi kepada masyarakat. Nilai Harmonis diterapkan melalui penyampaian informasi dengan bahasa yang santun, sederhana, dan mudah dipahami serta memberikan respons yang baik terhadap masyarakat. Nilai Kolaboratif diwujudkan dengan mendorong partisipasi masyarakat melalui interaksi edukatif seperti komentar, tanya jawab, polling, dan kuis. Sementara itu, nilai Loyal diwujudkan melalui komitmen dalam mendukung tugas dan tujuan organisasi di bidang pencegahan dan penanggulangan kebakaran. Penerapan seluruh nilai BerAKHLAK tersebut diharapkan dapat menjadikan PACE APAR sebagai kegiatan yang memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai penggunaan APAR.
Nilai Dasar ASN (BerAKHLAK) Indikator Perilaku Kegiatan 1 Kegiatan 2 Kegiatan 3 Kegiatan 4 Total Nilai 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 Berorientasi Pelayanan Memahami dan memenuhi kebutuhan 6 Ramah, cekatan, solutif, dan dapat 3 Melakukan perbaikan tiada henti 3 Akuntabel Melaksanakan tugas dengan jujur, bertanggung 7 Menggunakan kekayaan dan barang milik negara secara 2 Tidak menyalahguna kan kewenangan 4 Kompeten Meningkatkan kompetensi diri untuk menjawab 7 Membantu orang lain belajar 2 Melaksanakan tugas dengan kualitas terbaik 8 Harmonis Menghargai setiap orang apapun latar belakangnya 2 Suka menolong orang lain 5 Membangun lingkungan kerja yang kondusif 3 Loyal Memegang teguh ideologi Pancasila, UUD 1945 Menjaga nama baik sesama ASN, pimpinan 2 Menjaga rahasia jabatan dan negara Adaptif Cepat menyesuaikan diri menghadapi 8 Terus berinovasi dan mengembang kan kreativitas 7 Bertindak proaktif 3 Kolaboratif Memberi kesempatan kepada berbagai pihak 2 Terbuka dalam bekerja sama untuk menghasilkan 2 Menggerakkan pemanfaatan berbagai sumber daya Total NND Selama Habituasi 76 MATRIKSREKAPITULASI HABITUASI
Keterkaitan terhadap Visi & Misi Kegiatan I Kegiatan II Kegiatan III Kegiatan IV Total Visi Masyarakat Papua Barat Daya yang Maju, Mandiri dan Sejahtera Berbasis Pertumbuhan Ekonomi Lokal Sebagai Upaya Pembangunan yang Berkesinambungan dan Berkelanjutan. P P P P 4 Misi .Mewujudkan SDM yang Berkualitas dan Inovatif Berbasis Modal Sosial. Peningkatan kualitas sumber daya manusia, dengan fokus pada sektor pendidikan dan kesehatan dimulai dari ibu hamil hingga anak-anak, serta memastikan pendidikan berkualitas yang dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat. Membangun tata kelola pemerintahan yang baik dengan mengadopsi teknologi berbasis e-goverment untuk menciptakan transparansi dan efisiensi dalam pemerintahan. P P P P 4 Pengembangan ekonomiberbasis potensi lokal, dengan memanfaatkan sumber daya alam yang melimpah di Papua Barat Daya sebagai penggerak utama ekonomi Peningkatan konektivitas wilayah, untuk mengatasi masalah keterisolasian beberapa daerah dan memastikan pemerataan pembangunan P 1 Penguatan adat dan budaya lokal, yang menjadi dasar dari otonomi khusus Papua Barat Daya. Kami berkomitmen untuk menjaga hak- hak masyarakat adat dan melibatkan MATRIKSKETERKAITAN KEGIATANTERHADAP VISI DAN MISI ORGANISASI
Keterkaitan dengan Agenda III Kegiatan I Kegiatan II Kegiatan III Kegiatan IV Total Manajemen ASN P P P P 4 Smart ASN P P P P 4 MATRIKSKedudukan Dan Peran ASN
Pelaksanaan aktualisasi dengan judul “Penguatan Penyebaran Informasi Penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) kepada Masyarakat melalui Media Sosial dengan Konten Edukatif yang Kreatif, Interaktif, Informatif, dan Mudah Dipahami” telah dilaksanakan sebagai upaya menyelesaikan isu utama, yaitu belum efektifnya penyebaran informasi mengenai penggunaan APAR kepada masyarakat melalui media sosial. Isu tersebut ditetapkan sebagai prioritas utama berdasarkan hasil analisis USG dengan memperoleh skor tertinggi. Pelaksanaan Program PACE APAR dilakukan melalui empat kegiatan yang saling berkaitan, yaitu penyusunan strategi komunikasi digital dan kalender konten edukasi APAR, pengembangan konten edukatif, pelaksanaan publikasi dan interaksi edukatif melalui media sosial, serta monitoring dan evaluasi efektivitas program. Keempat kegiatan tersebut dilaksanakan secara sistematis mulai dari tahap perencanaan, produksi, implementasi, hingga evaluasi. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya perubahan positif dibandingkan kondisi sebelum aktualisasi. Sebelum aktualisasi, belum tersedia strategi komunikasi digital yang terstruktur, konten edukasi APAR masih terbatas, pemanfaatan media sosial belum optimal, serta belum terdapat monitoring yang terstruktur. Setelah aktualisasi, telah tersedia strategi komunikasi digital, kalender konten, serta berbagai materi edukasi APAR berupa poster, infografis, video singkat, dan carousel, disertai data monitoring berupa jumlah unggahan, jangkauan, interaksi, dan tanggapan masyarakat. Program PACE APAR juga memberikan kemudahan akses masyarakat terhadap informasi mengenai APAR melalui penyajian materi yang lebih menarik, sederhana, dan mudah dipahami. Materi mencakup pengenalan APAR, jenis-jenis APAR, fungsi dan kegunaan, cara penggunaan yang benar, serta hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaannya. Selain menyelesaikan isu utama, aktualisasi ini menjadi sarana penerapan nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK, Manajemen ASN, dan Smart ASN. Seluruh rangkaian terdiri atas 4 kegiatan dan 12 tahapan, dengan penerapan 76 poin habituasi nilai BerAKHLAK, yang meliputi Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. Dengan demikian, Program PACE APAR telah memberikan kontribusi dalam memperkuat penyebaran informasi edukasi APAR melalui media sosial, meningkatkan kemudahan akses informasi bagi masyarakat, serta menyediakan dasar untuk melanjutkan edukasi pencegahan dan penanggulangan kebakaran secara lebih terarah, kreatif, dan berkelanjutan. KESIMPULAN
.Pelaksanaan aktualisasi melalui Program PACE APAR telah menghasilkan berbagai materi edukasi mengenai Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang disebarluaskan melalui media sosial resmi instansi. Agar hasil yang telah dicapai tidak berhenti pada masa pelaksanaan aktualisasi, diperlukan rencana tindak lanjut yang dilakukan secara terarah, konsisten, dan berkelanjutan. Rencana tindak lanjut ini diharapkan dapat menjaga keberlangsungan penyebaran informasi mengenai APAR sekaligus meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan serta penanggulangan kebakaran. Rencana tindak lanjut juga disusun dengan memanfaatkan hasil pelaksanaan kegiatan, termasuk strategi komunikasi digital, kalender konten, materi edukasi, serta hasil monitoring dan evaluasi. Dengan demikian, kegiatan edukasi APAR tidak hanya dilakukan sebagai kegiatan sesaat, tetapi dapat dikembangkan menjadi media informasi yang terus memberikan manfaat bagi masyarakat. Adapun rencana tindak lanjut Program PACE APAR yang akan dilaksanakan adalah sebagai berikut: 1. Melanjutkan publikasi edukasi APAR secara berkala melalui media sosial resmi instansi. 2. Mengembangkan variasi konten seperti infografis, poster, carousel, video, animasi, kuis, dan polling. 3. Memperbarui materi sesuai kebutuhan masyarakat dan hasil evaluasi. 4. Meningkatkan interaksi dengan masyarakat melalui komentar, pesan, kuis, polling, dan tanya jawab. 5. Melakukan monitoring secara berkala terhadap jangkauan dan interaksi konten. 6. Mengevaluasi serta memperbaiki strategi dan konten berdasarkan hasil monitoring. 7. Mendokumentasikan publikasi dan hasil monitoring sebagai bahan evaluasi dan arsip. 8. Meningkatkan kolaborasi dengan pimpinan, rekan kerja, dan pihak terkait untuk memperluas edukasi APAR. 9. Menjadikan strategi, kalender konten, materi edukasi, dan hasil monitoring sebagai dasar pengembangan program secara berkelanjutan. Rencana tindak lanjut
Demikian pelaksanaan aktualisasi PACE APAR (Penguatan Akses Konten Edukatif Alat Pemadam Api Ringan) sebagai upaya memperkuat penyebaran informasi mengenai penggunaan APAR kepada masyarakat melalui media sosial. Melalui kegiatan ini, diharapkan informasi mengenai APAR dapat disampaikan secara lebih kreatif, interaktif, informatif, dan mudah dipahami, sehingga dapat meningkatkan pengetahuan, kesadaran, serta partisipasi masyarakat dalam pencegahan dan penanggulangan kebakaran. Ke depan, PACE APAR diharapkan dapat terus dikembangkan dan dilaksanakan secara berkelanjutan melalui publikasi konten, interaksi dengan masyarakat, serta monitoring dan evaluasi secara berkala. Dengan demikian, media sosial dapat menjadi sarana edukasi kebakaran yang efektif dan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas. PENUTUP
