B A H A N A J A R Rotasi dan Revolusi Bumi PERGERAKAN BUMI DALAM SISTEM TATA SURYA SMP/MTs Kelas VII Tahun Ajar 2026/2027 ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA) FASE D Disusun oleh:Disusun oleh:Disusun oleh: Diva Ayu laely 240210104084

I. RENCANA PEMBELAJARAN CP (Capaian Pembelajaran) Peserta didik mampu memahami pergerakan Bumi, Bulan, dan Matahari serta dampaknya terhadap kehidupan di Bumi dalam sistem tata surya. TP (Tujuan Pembelajaran) 1. Menganalisis perbedaan rotasi dan revolusi Bumi 2. Mengkategorikan fenomena alam akibat rotasi dan revolusi Bumi 3. Menjelaskan dampak rotasi dan revolusi Bumi terhadap kehidupan 4. Merancang dan melakukan percobaan/simulasi sederhana pergerakan Bumi serta menyajikan hasilnya IPK (Indikator Capaian) 1.Menganalisis perbedaan rotasi dan revolusi Bumi berdasarkan pengertian, arah pergerakan, sumbu/orbit, dan periode waktunya. 2.Mengkategorikan berbagai fenomena alam di Bumi ke dalam kelompok akibat rotasi atau revolusi Bumi. 3.Menjelaskan dampak rotasi dan revolusi Bumi terhadap kehidupan, seperti pembagian zona waktu, perubahan musim, dan aktivitas makhluk hidup. 4.Merancang dan melakukan simulasi sederhana pergerakan Bumi menggunakan alat peraga serta menyajikan hasil pengamatannya MATA PELAJARAN : ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA) FASE D KELAS VII ( SMP/ MTS)

2. DAFTAR ISI

3. PETA KONSEP PERGERAKAN BUMI DALAM SISTEM TATA SURYA Materi: Rotasi dan Revolusi Bumi

Yuk, Kita Pikirkan Dulu! Pernahkah kalian bertanya mengapa saat di Indonesia siang hari, saudara kita di Amerika sedang mengalami malam hari? Mengapa Matahari selalu terbit di timur dan terbenam di barat? Apakah benar Matahari yang bergerak mengelilingi kita, atau justru Bumi yang berputar? Dalam kehidupan sehari-hari, kita merasakan pergantian siang dan malam serta perubahan musim. Semua fenomena alam tersebut terjadi akibat pergerakan Bumi dalam sistem Tata Surya, yaitu rotasi dan revolusi Bumi. Pendahuluan Setiap hari kita mengalami fenomena yang mana fenomena ini tidak terjadi secara kebetulan, melainkan karena Bumi senantiasa bergerak. Pada bab ini, kita akan mempelajari secara mendalam dua gerakan utama Bumi, yaitu rotasi dan revolusi Bumi, serta menguraikan dampak besar dan kontribusinya dalam menjaga kelangsungan ekosistem di planet ini. 4. MATERI BAHAN AJAR Gambar 1. Ilustrasi Bumi pada Porosnya Sumber: https://th.bing.com/th/id/OIP Pendahuluan

Bumi tempat tinggal kita bukan merupakan benda diam di alam semesta. Bumi melakukan dua gerakan secara bersamaan, yaitu berputar pada porosnya (rotasi) dan beredar mengelilingi Matahari pada orbitnya (revolusi). Poros Bumi tidak tegak lurus, melainkan miring sekitar 23,5° dari garis tegak lurus bidang orbitnya. Kemiringan dan gerakan inilah yang menciptakan dinamika kehidupan dan fenomena alam di Bumi.A Pergerakan Bumi sebagai Benda LangitKedua gerakan tersebut berlangsung secara terus- menerus dan teratur setiap hari. Rotasi Bumi mengakibatkan terjadinya pergantian siang dan malam di berbagai wilayah. Revolusi Bumi menyebabkan terjadinya perubahan musim serta perbedaan lamanya waktu siang dan malam. Seluruh makhluk hidup bergantung pada keseimbangan fenomena alam tersebut untuk bertahan hidup. Gambar 2. Revolusi Bumi mengelilingi Matahari Sumber: https://th.bing.com/th/id/OIP

B. Klasifikasi Pergerakan Bumi dan Dampaknya Secara umum dalam ilmu pengetahuan, pergerakan Bumi dikelompokkan menjadi dua jenis gerakan utama, yaitu rotasi Bumi dan revolusi Bumi. 1. Rotasi Bumi Sumber: https://images.bloombergtechnoz.com Rotasi Bumi adalah pergerakan Bumi berputar pada poros atau sumbunya dari arah barat ke timur. Waktu yang diperlukan Bumi untuk melakukan satu kali rotasi penuh adalah 23 jam 56 menit 4 detik (dibulatkan menjadi 24 jam atau 1 hari). Dampak utama dari rotasi Bumi antara lain: 1.Pergantian siang dan malam 2.Gerak semu harian Matahari dan benda-benda langit 3.Perbedaan dan pembagian waktu di berbagai belahan Bumi (setiap 15° garis bujur berselisih 1 jam) 4.Pembelokan arah angin dan arus laut (Efek Coriolis) Proses berputarnya Bumi pada porosnya ini tidak dapat kita rasakan secara langsung karena Bumi berputar dengan kecepatan tetap, sementara atmosfer dan seluruh isinya ikut berputar bersama Bumi (gaya gravitasi menjaga kita tetap menempel di permukaan Bumi). Kecepatan perputaran bumi di

area khatulistiwa mencapai sekitar 1.670 kilometer per jam. Arah putaran dari barat ke timur membuat Matahari seolah-olah terbit di sebelah timur dan terbenam di sebelah barat. Fenomena ini juga mempengaruhi pola pembagian zona waktu lokal di seluruh negara Gambar 3. Rotasi Bumi Sumber: https://3.bp.blogspot.com TP4 “Ayo Coba: Simulasi Siang dan Malam” Alat: senter (sebagai Matahari), bola atau globe (sebagai Bumi), stiker kecil (sebagai Indonesia). Langkah: 1.Redupkan ruangan dan nyalakan senter ke arah bola. 2.Tempelkan stiker pada bola. 3.Putar bola perlahan dari barat ke timur (berlawanan arah jarum jam jika dilihat dari atas Kutub Utara). 4.Amati kapan stiker berada di sisi terang dan sisi gelap, lalu catat hasilnya.

2. Revolusi Bumi Gambar 4. Revolusi Bumi Sumber: https://roboguru-forum-cdn.ruangguru.com Revolusi Bumi adalah pergerakan Bumi mengelilingi Matahari pada lintasan (orbit) berbentuk elips. Waktu yang dibutuhkan Bumi untuk sekali mengelilingi Matahari adalah 365,25 hari (1 tahun). Dampak utama revolusi Bumi yang dikombinasikan dengan kemiringan poros Bumi antara lain: 1.Perubahan dan pergantian musim (musim panas, dingin, semi, gugur) 2.Gerak semu tahunan Matahari 3.Perubahan lamanya waktu siang dan malam di daerah subtropis/kutub 4.Perubahan penampakan rasi bintang di langit Pergerakan Bumi mengelilingi Matahari ini berlangsung secara konstan dengan kecepatan rata-rata sekitar 30 kilometer per detik. Bentuk orbit yang elips menyebabkan jarak antara Bumi dan Matahari mengalami sedikit perubahan sepanjang tahun. Fenomena penampakan rasi bintang yang berbeda setiap bulan dimanfaatkan oleh ma

anusia sejak zaman dahulu sebagai penanda musim tanam. Penanggalan kalender Masehi yang kita gunakan saat ini dirancang berdasarkan perhitungan durasi revolusi Bumi Gambar 5: Gerak Revolusi Bumi dan Kemiringan Sumbu 23,5° Sumber: https://i.pinimg.com Ingat! Musim Bukan karena Jarak! Musim terjadi karena kemiringan sumbu Bumi (23,5°) yang dikombinasikan dengan revolusi, bukan karena Bumi lebih dekat atau lebih jauh dari Matahari. Wilayah yang dekat khatulistiwa seperti Indonesia hanya mengenal dua musim, yaitu musim kemarau dan musim hujan. Hal ini terjadi karena wilayah tropis menerima pancaran sinar matahari yang relatif stabil sepanjang tahun. Sementara itu, daerah yang berada di lintang sedang hingga tinggi mengalami empat musim yang jauh lebih kontras. Fenomena astronomis tersebut tidak hanya memengaruhi iklim, tetapi jugasiklus hidup flora. Dengan mempelajari sistem tata surya, kita dapat lebih mengapresiasi keseimbangan alam yang menopang kehidupan di Bumi

C. Perbandingan Rotasi dan Revolusi Perbandingan rotasi dan revolusi Bumi dapat dilihat pada tabel berikut: Mengkategorikan Fenomena Alam Kelompokkan fenomena berikut dengan benar. Ingat: rotasi terkait dengan sehari, sedangkan revolusi terkait dengan setahun Fakta Menarik 1.Kecepatan rotasi di khatulistiwa sekitar 1.670 km/jam, namun kita tidak merasakannya. 2.Kecepatan revolusi Bumi sekitar 30 km/detik, jauh lebih cepat dari pesawat jet. 3.Tahun kabisat (366 hari) ada karena revolusi Bumi memerlukan 365,25 hari, sehingga sisa seperempat hari dikumpulkan setiap empat tahun. 4.Rotasi bumi pada porosnya menciptakan pergantian siang dan malam yang konsisten.

TP4 Ayo Coba: Simulasi Revolusi dan Musim ? Cek Pemahaman 1. Apa perbedaan utama rotasi dan revolusi Bumi? 2. Mengapa Indonesia hanya mengenal dua musim? 3. Mengapa tahun kabisat memiliki 366 hari? Alat: 1.senter atau lampu meja (sebagai Matahari) 2.globe atau bola bersumbu miring (sebagai Bumi) Langkah: 1.Letakkan senter di tengah meja. 2.Miringkan globe dan jaga agar sumbunya selalu mengarah ke arah yang sama. 3.Jalankan globe mengelilingi senter berlawanan arah jarum jam dan berhenti di empat posisi. 4.Pada tiap posisi, amati belahan Bumi mana yang menerima cahaya lebih banyak, lalu catat dalam tabel pengamatan.

D. Pembagian Zona Waktu dan Dampaknya Karena Bumi berbentuk bulat dan berotasi 360° dalam kurun waktu 24 jam, maka setiap 15° garis bujur mengalami perbedaan waktu sebesar 1 jam (360° / 24 jam = 15°/jam). Di Indonesia, lokasi geografisnya terbagi menjadi tiga zona waktu utama: Rumus Contoh Menghitung Perbedaan Waktu Jika di Jakarta pukul 07.00 WIB, maka: Di Makassar (WITA) = 07.00 + 1 jam = 08.00 WITA Di Jayapura (WIT) = 07.00 + 2 jam = 09.00 WIT Sulawesi, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat Aturan: semakin ke timur, waktu semakin maju (ditambah). Semakin ke barat, waktu semakin mundur (dikurangi)

Dampak bagi Kehidupan: 1.Pembagian zona waktu memudahkan pengaturan jadwal siaran, penerbangan, transportasi, perdagangan, dan komunikasi antarwilayah. 2.Pergantian siang dan malam juga mengatur ritme sirkadian, yaitu pola bangun dan tidur makhluk hidup selama 24 jam. 3.Variasi durasi siang dan malam yang dipengaruhi oleh gerak semu matahari membantu mengatur siklus reproduksi serta migrasi musiman berbagai spesies hewan. 4.Pergeseran musim dan pencahayaan matahari secara langsung mengontrol siklus penanaman serta masa panen komoditas pertanian di berbagai belahan dunia Tahukah kamu? Indonesia membentang sekitar 95° BT sampai 141° BT (sekitar 46° bujur, setara kurang lebih 3 jam), sehingga memiliki tiga zona waktu. Selisih waktu sebesar satu jam antarzona ini sering kali memerlukan penyesuaian saat melakukan perjalanan jarak jauh atau komunikasi lintas daerah. Hal inilah yang menyebabkan masyarakat di wilayah timur Indonesia menyambut matahari dan memulai aktivitasnya lebih awal dibanding wilayah barat Uji Latihan Singkat 1.Jika di Jayapura pukul 15.00 WIT, pukul berapa di Jakarta? 2.Jika di Makassar pukul 10.00 WITA, pukul berapa di Jayapura?

5. ASSESMEN A. Soal Pilihan Ganda Pilihlah satu jawaban yang paling tepat!

B. Tugas Proyek Mini: Simulasi Pergerakan Bumi Rancanglah simulasi sederhana rotasi dan revolusi Bumi menggunakan senter dan bola/globe, lalu sajikan hasil pengamatanmu di depan kelas.

C. Kunci Jawaban & Pedoman Penskoran 1.Kunci Jawaban 2.Skor Pedoman Penskoran Setiap jawaban benar bernilai 10 poin (skor maksimal 100). Nilai = jumlah jawaban benar x 10 90 - 100 : Sangat Baik 75 - 89 : Baik 60 - 74 : Cukup < 60 : Perlu belajar lagi, ayo ulangi materinya!

VI. DAFTAR PUSTAKA

VII. GLOSARIUM

Bahan Ajar Rotasi dan Revolusi Bumi

Denunciar