Musim kemarau panjang melanda Hutan Hijau. Makanan sulit ditemukan, namun Pipu tetap berusaha mencari harapan.
Pipu menemukan sebutir biji ajaib yang memancarkan cahaya hangat di dasar sungai yang mengering.
Meski air sangat langka, Pipu tekun merawat dan menyiram biji itu setiap hari tanpa mengeluh.
Keajaiban datang! Biji itu tumbuh menjadi pohon megah yang penuh dengan buah-buahan segar.
Pipu dengan tulus mengajak seluruh penghuni hutan untuk menikmati buah dari pohon keajaiban bersama- sama.
Kebaikan dan ketulusan hati Pipu menyelamatkan Hutan Hijau dari kemarau panjang.
