KKN-T PERUBAHAN IKLIM 116 Desa Ulugalung, Kec. Eremerasa, Kab BantaengDari Limbah Dapur untuk Tanaman Sehat dan Lingkungan LestariRif’ah Fadhilah Annabilah R (H081231067)2026Dr. Suci Rahmadani Artika, S.Kel

KATA PENGANTARPuji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah Yang Maha Esa atas rahmat dan karunia-Nya sehingga Buku Panduan "Pembuatan POC (Pupuk Organik Cair) dari Limbah Dapur" ini dapat diselesaikan dengan baik. Buku ini disusun sebagai media edukasi untuk memberikan pemahaman dan keterampilan kepada masyarakat mengenai pemanfaatan limbah dapur menjadi produk yang lebih bermanfaat. Penyusunan buku ini dilatarbelakangi oleh masih banyaknya limbah dapur yang belum dikelola secara optimal, padahal sisa sayuran, kulit buah, dan bahan organik rumah tangga lainnya berpotensi diolah melalui fermentasi menjadi POC — membantu mengurangi sampah organik sekaligus mendukung budidaya tanaman yang lebih ramah lingkungan. Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam proses penyusunan buku ini. Penulis menyadari buku ini masih memiliki keterbatasan, sehingga kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan. Semoga buku panduan ini bermanfaat dan mendorong pengelolaan limbah organik yang lebih bijak dan berkelanjutan. Ulugalung, 11 Agustus 2026 Rif’ah Fadhilah Annabilah RPUPUK ORGANIK CAIR KKN-T PERUBAHAN IKLIM 116 ULUGALUNG 1i

KATA PENGANTAR .......................................................... I DAFTAR ISI ................................................................... II BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG ................................................. 1 B. PERMASALAHAN YANG DIANGKAT ......................... 2 C. TUJUAN PENYUSUNAN ......................................... 2 D. SASARAN .............................................................. 2 BAB II DASAR TEORI A. PENGERTIAN PUPUK ORGANIK CAIR ...................... 3 B. JENIS-JENIS PUPUK ORGANIK CAIR ...................... 4 C. KANDUNGAN NUTRISI DAN MANFAAT .................... 4 D. PERBEDAAN PUPUK ORGANIK CAIR DAN PADAT .. 6 BAB III BAHAN DAN PERALATAN A. BAHAN UTAMA .................................................... 8 B. PERALATAN ............................................................ 9 BAB IV PROSES PEMBUATAN POC A. PENYIAPAN STARTER ............................................ 10 B. PENYIAPAN BAHAN BAKU ................................... 11 C. PENCAMPURAN BAHAN ....................................... 11 D. PEMASANGAN SISTEM KEDAP UDARA ................. 11 E. PROSES FERMENTASI DAN MASA INKUBASI .......... 13 F. PEMANENAN DAN PENYARINGAN ......................... 13 G. PENGEMASAN DAN PENYIMPANAN ..................... 14 H. BAHAN YANG HARUS DIHINDARI .......................... 14 BAB V PENGGUNAAN PUPUK ORGANIK CAIR .. 16 BAB VII PENUTUP A. KESIMPULAN ........................................................ 19 B. SARAN .................................................................. 19 DAFTAR PUSTAKA ......................................................... 20 DOKUMENTASI KEGIATAN ............................................ 21ii

Limbah dapur merupakan salah satu sumber sampah organik rumah tangga yang jumlahnya cukup banyak dan dihasilkan setiap hari. Limbah tersebut umumnya berasal dari sisa sayuran, kulit buah, dan bahan organik lainnya yang masih mudah terurai. Apabila tidak dikelola dengan baik, limbah dapur dapat menimbulkan bau tidak sedap, mengundang serangga, serta meningkatkan jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan. Padahal, sebagian limbah tersebut masih memiliki potensi untuk dimanfaatkan dan diolah menjadi produk yang lebih bernilai guna. Salah satu alternatif pemanfaatan limbah dapur adalah mengolahnya menjadi Pupuk Organik Cair (POC) melalui proses fermentasi. POC dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bahan pendukung dalam budidaya tanaman karena berasal dari bahan organik yang telah mengalami proses penguraian. Pemanfaatan ini juga dapat menjadi bagian dari upaya mengurangi limbah rumah tangga sekaligus mendorong penerapan pengelolaan lingkungan yang lebih sederhana dan berkelanjutan. Namun, proses pembuatan POC perlu dilakukan dengan tahapan yang tepat, mulai dari pemilahan bahan, pencacahan, pencampuran, fermentasi, penyaringan, hingga penyimpanan dan penggunaannya. Oleh karena itu, diperlukan sebuah buku panduan yang menyajikan proses pembuatan POC dari limbah dapur secaraBAB I PENDAHULUANA. LATAR BELAKANGPUPUK ORGANIK CAIR KKN-T PERUBAHAN IKLIM 116 ULUGALUNG 11

B. PERMASALAHAN YANG DIANGKATPermasalahan yang diangkat adalah belum optimalnya pemanfaatan limbah dapur sebagai bahan organik yang bernilai guna serta masih terbatasnya pengetahuan mengenai proses pembuatan POC secara sederhana. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian limbah organik masih tercampur dengan sampah lainnya dan belum dimanfaatkan secara maksimal. Diperlukan suatu panduan yang mudah dipahami mengenai pemilahan bahan, proses pembuatan, fermentasi, penyimpanan, hingga penggunaan POC.C. TUJUAN PENYUSUSANPenyusunan buku panduan ini bertujuan untuk memberikan informasi dan petunjuk praktis mengenai pembuatan POC dari limbah dapur. Panduan ini disusun secara sistematis agar pengguna dapat memahami setiap tahapan pengolahan, mulai dari pemilihan bahan hingga pemanfaatan POC pada tanaman, sehingga limbah dapur dapat diolah menjadi produk yang lebih bermanfaat.Sasaran pengguna buku panduan ini adalah masyarakat umum, khususnya rumah tangga, kelompok masyarakat, kelompok wanita tani, kelompok tani, kader lingkungan, serta pelaku budidaya tanaman skala rumah tangga. Panduan ini diharapkan dapat membantu pengguna menerapkan pengolahan limbah dapur secara sederhana, mandiri, dan berkelanjutan.D. SASARANPUPUK ORGANIK CAIR KKN-T PERUBAHAN IKLIM 116 ULUGALUNG 12sistematis, praktis, dan mudah dipahami, sehingga dapat digunakan sebagai acuan oleh masyarakat dalam mengolah limbah organik yang tersedia di lingkungan sekitar menjadi produk yang bermanfaat.

BAB II DASAR TEORIPupuk Organik Cair (POC) adalah pupuk berbentuk cair yang berasal dari bahan-bahan organik yang telah mengalami proses penguraian atau fermentasi dengan bantuan mikroorganisme. POC dapat dimanfaatkan untuk membantu menyediakan bahan organik dan unsur hara yang dibutuhkan tanaman sehingga dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Pembuatan POC dari limbah dapur merupakan salah satu cara memanfaatkan bahan organik yang sebelumnya dianggap sebagai sampah menjadi produk yang bernilai guna.A. PENGERTIAN PUPUK ORGANIK CAIRPUPUK ORGANIK CAIR KKN-T PERUBAHAN IKLIM 116 ULUGALUNG 13

Pupuk organik cair (POC) dapat dibedakan berdasarkan bahan baku yang digunakan. berikut beberapa jenis POC yang umum dibuat.B. JENIS - JENIS PUPUK ORGANIK CAIRJenis POC yang dibahas dalam panduan ini adalah POC dari limbah dapur.POC dari limbah dapur dapat mengandung berbagai unsur hara yang dibutuhkan tanaman serta memberikan berbagai manfaat bagi tanaman dan lingkunganC. KANDUNGAN NUTRISI DAN MANFAAT1. Kandungan NutrisiPOC mengandung unsur hara makro utama, yaitu Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K) yang berperan penting dalam pertumbuhan tanaman.PUPUK ORGANIK CAIR KKN-T PERUBAHAN IKLIM 116 ULUGALUNG 14

Contoh bahan yang mengandung NPKCatatan: kandungan NPK pada POC dapat berbeda tergantung Jenis Bahan Dan Proses Pembuatan.2.Manfaat POCa. Mendukung Budidaya Tanaman Membantu menyediakan unsur hara yang dibutuhkan tanaman. b. Mengurangi Limbah Organik Mengurangi jumlah limbah organik rumah tangga yang dibuang. c. Mendukung Pengelolaan Lingkungan Membantu menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. d. Memanfaatkan Kembali Bahan Organik Mengolah bahan yang masih bernilai menjadi produk bermanfaat.PUPUK ORGANIK CAIR KKN-T PERUBAHAN IKLIM 116 ULUGALUNG 15

Aspek Pupuk Organik Cair (POC) Pupuk Organik Padat Bentuk Berbentuk cair Berbentuk padat Bahan Bahan organik yang difermentasi dalam bentuk cair Bahan organik yang dikomposkan atau diolah Cara penggunaan Disiramkan pada tanah atau disemprotkan pada Ditaburkan atau dicampurkan ke tanah Penyerapan Relatif cepat tersedia dalam bentuk larutan Pelepasan unsur hara cenderung lebih bertahap Contoh POC limbah dapur, POC sisa tanaman Kompos, pupuk kandang, pupuk organik padatD. Perbedaan Pupuk Organik Cair dan Pupuk Organik PadatPupuk Organik Cair (POC) dan pupuk organik padat sama-sama berasal dari bahan organik, tetapi memiliki bentuk dan cara penggunaan yang berbeda. POC berbentuk cair sehingga lebih mudah diaplikasikan dengan cara disiramkan pada media tanam atau disemprotkan sesuai kebutuhan. Sementara itu, pupuk organik padat berbentuk padat dan umumnya diberikan langsung pada tanah atau media tanam.PUPUK ORGANIK CAIR KKN-T PERUBAHAN IKLIM 116 ULUGALUNG 16

Catatan: POC dan pupuk organik padat memiliki fungsi dan karakteristik yang berbeda sehingga penggunaannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan tanaman dan kondisi media tanam.Kelebihan Praktis, mudah diaplikasikan, dan dapat digunakan dengan pengenceran Dapat membantu menambah bahan organik dan memperbaiki kondisi tanah Pemanfaatan Cocok sebagai pendukung pemupukan tanaman Cocok sebagai sumber bahan organik danPUPUK ORGANIK CAIR KKN-T PERUBAHAN IKLIM 116 ULUGALUNG 17

No. Bahan Utama Fungsi 1 EM4 / MOL Sebagai sumber mikroorganisme untuk membantu proses fermentasi 2 Gula merah/gula putih/molase Sumber karbon dan energi bagi mikroorganisme 3 Air beras Bahan pendukung proses fermentasi 4 Air kelapa (opsional) Bahan tambahan pendukung fermentasi 5 Air Sebagai media fermentasi 6 Sisa sayuran dan buah Bahan organik utama 7 Limbah dapur Bahan organik tambahan, seperti kulit bawang, kulit telur, ampas kopi, dan ampas tehBAB III BAHAN & PERALATANBahan utama yang diperlukan dalam pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari limbah dapur adalah:A. BAHAN UTAMAPUPUK ORGANIK CAIR KKN-T PERUBAHAN IKLIM 116 ULUGALUNG 18

Alat dan Perlengkapan Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) 1. Wadah proses dan penyimpanan Tong/drum/jirigen/galon bertutup rapat dan kokoh, ukurannya menyesuaikan target volume produksi POC. Jerigen bertutup rapat untuk menampung POC yang baru dipanen. Botol plastik tebal dan kedap cahaya (kapasitas 1 liter) atau jerigen kecil (kapasitas 5 liter) sebagai kemasan POC yang siap dibagikan atau dijual. 2. Alat pemotong dan penghalus bahan baku Pisau dapur biasa, dipakai untuk bahan yang tipis dan lunak. Parang, dipakai untuk bahan yang teksturnya lebih keras. Blender, dipakai bila bahan perlu dihaluskan. 3. Perlengkapan penunjang selama proses Selang berdiameter sekitar 1–1,5 cm, berfungsi mengalirkan gas fermentasi dari dalam tong ke botol plastik berisi air, sehingga gas keluar sebagai gelembung udara. Botol plastik bekas minuman berkapasitas 1,5 liter, sebagai penampung ujung selang tadi. Lem lilin, untuk menutup celah pada lubang tempat selang masuk agar tong dan botol tetap kedap udara. Ember berkapasitas 20 liter, saringan, dan corong — digunakan saat proses pemanenan POC.B. PERALATANPUPUK ORGANIK CAIR KKN-T PERUBAHAN IKLIM 116 ULUGALUNG 19

BAB IV PROSES PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIRStarter adalah larutan berisi mikroba pengurai bahan organik. Di dalam EM4, mikroba ini pada mulanya berada dalam kondisi tidak aktif, dan gula ditambahkan untuk merangsangnya agar mulai tumbuh dan berkembang biak. Setelah aktif, mikroba tersebut akan langsung bekerja mengurai bahan organik menjadi mineral dan senyawa-senyawa sederhana begitu bertemu limbah organik. Cara membuatnya: campurkan 500 cc cairan EM4 dan 500 gram gula ke dalam air hingga volume total mencapai 5 liter. Aduk hingga gula benar-benar larut, lalu tuang ke jerigen, tutup rapat, dan biarkan (inkubasi) selama 3–5 hari. Penambahan EM4 pada pembuatan POC diketahui mampu menaikkan kadar unsur nitrogen (N) di dalamnya. Ini berkaitan dengan proses metabolisme, di mana nitrogen bisa terserap (terasimilasi) sekaligus berpotensi hilang melalui penguapan sebagai amoniak atau melalui proses denitrifikasi (Nur dkk., 2016).A. PENYIAPAN STARTERPUPUK ORGANIK CAIR KKN-T PERUBAHAN IKLIM 116 ULUGALUNG 110

Masukkan bahan organik yang telah dihaluskan (2 kg), dedak/bekatul (250 gram), dan air kelapa (400 ml) ke dalam tong atau ember bertutup. Tambahkan larutan starter yang telah diinkubasi 3–5 hari (1,5 liter) beserta air bersih (3 liter). Aduk seluruh campuran hingga merata, lalu amati dan catat kondisi awal fisiknya (warna, aroma) sebagai data pembanding.C. PENCAMPURAN BAHANPasang tutup tong/galon/jirigen yang telah dilengkapi selang kecil, dengan ujung selang di dalam tong berada di atas permukaan cairan (tidak tercelup). Ujung selang di luar dicelupkan ke dalam botol plastik berisi air setengah penuh, sehingga gas hasil fermentasi keluar dalam bentuk gelembung udara. Olesi celah pada lubang tutup dengan lem lilin agar sistem benar-benar kedap udara.D. PEMASANGAN SISTEM KEDAP UDARAPUPUK ORGANIK CAIR KKN-T PERUBAHAN IKLIM 116 ULUGALUNG 111B. PENYIAPAN BAHAN BAKUBahan utama yang digunakan adalah limbah dapur rumah tangga, seperti sisa sayuran, kulit buah, dan sisa bahan makanan, sebanyak 2 kg. Bahan pendukungnya adalah dedak/bekatul 250 gram, air kelapa 400 ml (opsional), dan air bersih 3 liter. Semua bahan baku dipotong sekitar 3–5 cm lalu dicincang atau diblender — semakin halus hasilnya, semakin baik prosesnya nanti.

PUPUK ORGANIK CAIR KKN-T PERUBAHAN IKLIM 116 ULUGALUNG 112

Setelah 7–14 hari dan tanda-tanda kematangan terlihat, buka tutup tong dan periksa kembali kondisi fisiknya. Saring cairan secara bertahap: pertama menggunakan saringan kasar (kawat kasa berukuran 2 cm), kedua menggunakan saringan halus (kasa nyamuk), dan terakhir menggunakan kain saring. Ampas hasil penyaringan dapat dimanfaatkan kembali sebagai bahan campuran kompos padat.F. PEMANENAN DAN PENYARINGANPUPUK ORGANIK CAIR KKN-T PERUBAHAN IKLIM 116 ULUGALUNG 113Simpan tong di tempat teduh, tidak terkena sinar matahari langsung, dengan suhu ruang normal. Biarkan campuran berinkubasi selama 7–14 hari — bahan baku rumah tangga yang telah dicacah halus umumnya matang dalam rentang waktu ini. Setiap 2–3 hari sekali, buka tutup tong sebentar untuk mengaduk seperlunya sambil memeriksa kondisi fisik, warna, aroma, suhu, dan pH campuran, kemudian tutup kembali dengan rapat. Ciri fermentasi berhasil: POC yang berhasil difermentasi akan berbau asam segar seperti tapai, berwarna kecokelatan, dan pada akhir proses biasanya muncul lapisan tipis berwarna putih di permukaan cairan sebagai tanda kematangan. Jika muncul bau busuk menyengat, kemungkinan sistem kurang kedap udara atau proporsi air terlalu banyak.E. PROSES FERMENTASI DAN MASA INKUBASI

PUPUK ORGANIK CAIR KKN-T PERUBAHAN IKLIM 116 ULUGALUNG 114Berikut daftar bahan yang tidak boleh atau sebaiknya dihindari dalam pembuatan POC: 1. Sisa makanan berminyak dan bersantan Minyak dan santan melapisi bahan organik sehingga sulit diurai mikroorganisme, serta memicu bau tengik. 2. Daging, ikan, dan tulang dalam jumlah banyak Mudah membusuk, menimbulkan bau menyengat, dan mengundang belatung serta lalat. 3. Produk susu dan olahannya Keju, mentega, dan susu basi memicu pembusukan, bukan fermentasi yang sehat. 4. Makanan bersantan atau bergaram tinggi Kadar garam tinggi menghambat aktivitas mikroorganisme pengurai.H. BAHAN YANG HARUS DIHINDARICairan hasil saringan akhir merupakan POC yang telah bersih dan siap digunakan. Tuang ke dalam jerigen besar berlabel sesuai tanggal pembuatan, kemudian kemas ulang ke dalam botol kecil (1 liter) atau jerigen (5 liter) untuk memudahkan penggunaan. Simpan di tempat sejuk, terhindar dari sinar matahari langsung — POC yang disimpan dengan baik dapat bertahan hingga 3–6 bulan.G. PENGEMASAN DAN PENYIMPANAN

PUPUK ORGANIK CAIR KKN-T PERUBAHAN IKLIM 116 ULUGALUNG 1155. Sisa makanan berjamur atau busuk parah Bakteri pembusuk yang dominan dapat mengalahkan mikroorganisme fermentasi (EM4/MOL). 6. Bahan mengandung bahan kimia/pestisida Residu pestisida atau kontaminasi deterjen dapat mematikan mikroorganisme fermentasi. 7. Kulit buah/tanaman keras dan sulit terurai Kulit durian, biji besar, atau batang keras sebaiknya dicacah terlebih dahulu. 8. Sampah non-organik Plastik, kertas berlapis, karet, dan logam tidak dapat terurai secara biologis. 9. Bahan tanaman yang sakit/terserang penyakit Berisiko menyebarkan patogen ke tanaman lain melalui POC yang disiramkan.

BAB V PENGGUNAAN PUPUK ORGANIK CAIRPemupukan yang baik idealnya membuat tanaman tumbuh sehat dan mampu menyerap seluruh unsur hara yang dibutuhkannya — padahal selama ini pemupukan konvensional biasanya hanya mengandalkan beberapa unsur utama saja (seperti N, P, K), sementara kebutuhan hara lainnya diserahkan sepenuhnya pada kondisi alami tanah. Jika pemupukan kurang memadai dalam jangka panjang, tanaman bisa menunjukkan gejala pertumbuhan lambat, daun pucat, batang kerdil, mudah terserang penyakit, hingga produktivitas menurun. Keberhasilan pemupukan sendiri dipengaruhi oleh beberapa faktor sekaligus: kondisi tanah, jenis dan komposisi pupuk, karakteristik tanaman, serta cara aplikasinya. Karena itu, POC buatan sendiri perlu diaplikasikan dengan cara yang tepat agar efektivitasnya optimal. Berikut prinsip-prinsip penggunaannya:1.Selalu Encerkan POC Sebelum DigunakanPOC tidak boleh diaplikasikan dalam kondisi pekat. Pengenceran penting agar unsur hara bisa diserap tanaman secara merata dan tidak berisiko merusak jaringan tanaman. Sebagai patokan umum, konsentrasi POC maksimal sekitar 10% dari total larutan — misalnya, jika menggunakan 9 liter air, POC yang dicampurkan maksimal 1 liter.PUPUK ORGANIK CAIR KKN-T PERUBAHAN IKLIM 116 ULUGALUNG 116

4.Bisa Juga Disiramkan ke Media TanamSelain disemprotkan ke daun, POC dapat pula disiramkan di sekitar area akar atau media tanam. Cara ini membuat larutan pupuk meresap ke tanah, bereaksi dengan komponen tanah, lalu diserap melalui akar. Metode penyiraman ini juga membantu menguraikan residu pupuk kimia yang mungkin masih tertinggal di tanah, sehingga struktur tanah menjadi lebih gembur.3. Semprotkan ke Bagian Bawah DaunPermukaan bawah daun memiliki lebih banyak stomata (pori-pori mikroskopis) dibanding permukaan atas. Karena unsur hara masuk ke tanaman melalui stomata ini, menyemprotkan POC langsung ke bagian bawah daun akan membuat penyerapannya jauh lebih efektif.PUPUK ORGANIK CAIR KKN-T PERUBAHAN IKLIM 116 ULUGALUNG 1172.Semprotkan ke Bagian Tanaman yang Masih MudaBagian-bagian muda seperti tunas, daun baru, atau pucuk tanaman punya kemampuan menyerap unsur hara lebih baik dibanding bagian yang sudah tua. Menyemprotkan POC ke area ini membuat nutrisi lebih cepat dimanfaatkan tanaman, sekaligus mengurangi risiko POC terbuang percuma akibat tercuci hujan atau menguap terkena matahari. Untuk merangsang pertumbuhan daun, semprotkan saat tanaman baru bertunas; untuk merangsang pembungaan/pembuahan, semprotkan saat tanaman memasuki masa peralihan dari fase pertumbuhan ke fase pembungaan.

PUPUK ORGANIK CAIR KKN-T PERUBAHAN IKLIM 116 ULUGALUNG 118Karena sifatnya yang mudah luntur oleh air hujan maupun menguap terkena sinar matahari, POC perlu diaplikasikan secara teratur — idealnya seminggu sekali saat musim kemarau, dan lebih sering (misalnya setiap hari) saat musim hujan agar tetap efektif meski sering tercuci. Aplikasi pertama bisa dimulai sekitar seminggu setelah tanam, lalu diulang sesuai kondisi tanaman. Waktu terbaik untuk menyemprot adalah pagi hari (sekitar pukul 06.00– 09.00) atau sore hari (sekitar pukul 16.00–18.00), saat kondisi tanaman tidak sedang basah.5.Bisa Juga Disiramkan ke Media Tanam

BAB VI PENUTUPPengolahan limbah dapur menjadi Pupuk Organik Cair (POC) merupakan solusi sederhana, murah, dan ramah lingkungan yang dapat diterapkan oleh setiap rumah tangga. Selain membantu mengurangi volume sampah organik, POC juga memberikan manfaat nyata bagi kesuburan tanah dan pertumbuhan tanaman. Dengan mengikuti tahapan yang telah dijelaskan dalam buku panduan ini, masyarakat dapat memproduksi POC secara mandiri menggunakan bahan-bahan yang mudah didapatkan di lingkungan sekitar.A. KESIMPULANB. SARANAgar pemanfaatan limbah dapur menjadi POC dapat berjalan optimal, disarankan agar masyarakat mulai membiasakan diri melakukan pemilahan sampah organik dan non-organik secara konsisten di tingkat rumah tangga, sehingga bahan baku POC lebih mudah dikumpulkan dan diolah. Pembuatan POC juga sebaiknya diterapkan secara berkelanjutan, bukan hanya sekali percobaan, sehingga dapat menjadi bagian dari kebiasaan ramah lingkungan sehari-hari. Selain itu, keterlibatan kelompok masyarakat atau komunitas di tingkat RT/RW sangat dianjurkan agar kegiatan ini dapat berjalan secara kolektif dan lebih berkelanjutan, misalnya melalui pembentukan kelompok kecil yang memproduksi POC secara bersama-sama. Terakhir, pencatatan rutin terhadap proses produksi— mulai dari tanggal pembuatan, bahan yang digunakan, hingga hasil aplikasi pada tanaman—perlu dilakukan untuk menjaga kualitas dan konsistensi hasil POC dari waktu ke waktu.PUPUK ORGANIK CAIR KKN-T PERUBAHAN IKLIM 116 ULUGALUNG 119

DAFTAR PUSTAKAD’Wijaya. Teknologi Tepat Guna (TTG): Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dengan Metode d’Wijaya. UWKS Press. Hadisuwito, S. (2007). Membuat Pupuk Kompos Cair. Cetakan Ketiga. Jakarta: Agromedia Pustaka. Jalaludin, Nasrul, Z. A., & Rizki, S. (2016). Pengolahan sampah organik buah-buahan menjadi pupuk dengan menggunakan efektif mikroorganisme. Jurnal Teknologi Kimia Unimal, 5(1), 17– 29. Nur, M. (2019). Analisis Potensi Limbah Buah-buahan sebagai Pupuk Organik Cair. Seminar Nasional Teknik Industri Universitas Gadjah Mada 2019. Nur, T., Rizali, A., & Muthia, E. (2016). Pembuatan pupuk organik cair dari sampah organik rumah tangga dengan bioaktivator EM4 (Effective Microorganisms). Konversi, 5(2), 5–12. Simbolon, V. A., & Diansafitri, M. (2021). Pemanfaatan sampah organik rumah tangga menjadi pupuk organik cair sebagai salah satu upaya mengurangi volume sampah di RT 005 Kelurahan Kampung Baru Tahun 2021. Jurnal Salam Sehat Masyarakat (JSSM), 2(2).PUPUK ORGANIK CAIR KKN-T PERUBAHAN IKLIM 116 ULUGALUNG 120

DOKUMENTASI KEGIATANPUPUK ORGANIK CAIR KKN-T PERUBAHAN IKLIM 116 ULUGALUNG 121

@kkn.116.ulugalung1@kakaeng.116.ulugalung1E-book

@kkn.116.ulugalung1@kakaeng.116.ulugalung1

@kkn.116.ulugalung1@kakaeng.116.ulugalung1