“OPTIMALISASI STAF PELAYANAN DALAM MENINGKATKAN“OPTIMALISASI STAF PELAYANAN DALAM MENINGKATKAN KENYAMANAN WAJIB PAJAK PADA UPTP/SAMSAT KOTA SORONG”KENYAMANAN WAJIB PAJAK PADA UPTP/SAMSAT KOTA SORONG” “OPTIMALISASI STAF PELAYANAN DALAM MENINGKATKAN KENYAMANAN WAJIB PAJAK PADA UPTP/SAMSAT KOTA SORONG” LAPORAN RANCANGANLAPORAN RANCANGAN AKTUALISASIAKTUALISASI LAPORAN RANCANGAN AKTUALISASI LAPORAN RANCANGAN AKTUALISASI LAPORAN RANCANGAN AKTUALISASI RUBEN ISIR, S.E NDH : 16PC - SAMSATPC - SAMSAT Mentor Moch. Samsoel Hoeda, S. Sos Penguji Dr. George Yarangga, A. Pi. MM Coach Muskamal, S. Sos. M. Si

Rangkuman ini disusun untuk menyajikan kembali substansi aktualisasi secara lebih ringkas dan sistematis dalam bentuk dokumen Word biasa. Pembahasan mempertahankan fokus dokumen pada optimalisasi staf pelayanan dalam meningkatkan kenyamanan wajib pajak di UPTP/Samsat Kota Sorong. Rangkaian pembahasan mencakup latar belakang, profil organisasi, identifikasi dan penetapan isu, rancangan PACE-SAMSAT, pelaksanaan kegiatan, penerapan nilai BerAKHLAK, monitoring dan evaluasi, serta penutup. Dokumen ini merupakan rangkuman dari materi aktualisasi yang tersedia. Bagian yang belum memiliki hasil kuantitatif dalam sumber tidak ditambahkan sebagai fakta baru. Kata Pengantar

DAFTAR ISI BAB I BAB II BAB III BAB IV BAB V PENDAHULUAN GAMBARAN UMUM ORGANISASI DAN MATA PELATIHAN RANCANGAN AKTUALISASI PELAKSANAAN AKTUALISASI DAN HABITUASI PENUTUPLatar Belakang Tujuan Akutansi Manfaat Akutansi Ruang LingkupProfil Organisasi Visi dan Misi Nilai-nilai Berakhlak Profil Peserta Agenda II dan agenda IIIIdentifikasi Isu Penetapan Core Isue dengan APKL Dampak Isu Analisis Fishbone Gagasan Kreatif PACE - SAMSAT Matriks dan JadwalKegiatan I Kegiatan II Kegiatan III - Budaya 3S Kegiatan IV - Coaching Kegiatan V - Monitoring dan EvaluasiKesimpulan Rencana tindak Lanjut

BAB IBAB I PENDAHULUANPENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG Aktualisasi merupakan bagian dari proses pembentukan ASN yang profesional, kompeten, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik. Dokumen sumber mengaitkan kegiatan dengan kedudukan ASN sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, serta perekat dan pemersatu bangsa. Pelaksanaan aktualisasi menjadi sarana untuk menghubungkan pembelajaran dengan praktik nyata di tempat kerja. Nilai dasar BerAKHLAK digunakan sebagai pedoman perilaku, sedangkan Manajemen ASN dan Smart ASN menjadi kerangka untuk menjalankan tugas secara profesional dan adaptif. Dalam konteks UPTP/Samsat Kota Sorong, fokus aktualisasi diarahkan pada peningkatan kualitas pelayanan melalui optimalisasi staf pelayanan agar kenyamanan wajib pajak dapat ditingkatkan. Pokok Pembahasan Keterkaitan kegiatan dengan peningkatan kualitas pelayanan. Penerapan nilai-nilai BerAKHLAK dalam pelaksanaan. Output, dokumentasi, evaluasi, dan keberlanjutan kegiatan.

KONTEKS ASN DAN LATSAR Latsar CPNS memberikan ruang bagi peserta untuk mengenali masalah nyata di unit kerja, menganalisis penyebabnya, merancang gagasan pemecahan, dan membiasakan nilai BerAKHLAK dalam pekerjaan. Manajemen ASN menempatkan ASN sebagai unsur aparatur negara yang memiliki tanggung jawab dalam pelaksanaan kebijakan dan pelayanan publik. Smart ASN menekankan kebutuhan ASN yang berintegritas, profesional, menguasai teknologi, adaptif, dan mampu bekerja dalam lingkungan digital. Karena itu, aktualisasi tidak hanya menghasilkan dokumen, tetapi diarahkan menjadi praktik kerja yang dapat diamati, dievaluasi, dan dilanjutkan. Pokok Pembahasan Keterkaitan kegiatan dengan peningkatan kualitas pelayanan. Penerapan nilai-nilai BerAKHLAK dalam pelaksanaan. Output, dokumentasi, evaluasi, dan keberlanjutan kegiatan.

TUJUAN AKTUALISASI Tujuan aktualisasi adalah melatih kemampuan mengenali dan menganalisis isu aktual di unit kerja, mengembangkan kemampuan berpikir kreatif dan inovatif dalam menemukan solusi, serta mengaktualisasikan dan membiasakan nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK. Secara praktis, tujuan tersebut diarahkan pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat/wajib pajak. Peserta diharapkan mampu menghubungkan pembelajaran dengan kebutuhan nyata di tempat kerja. Tujuan juga mencakup kemampuan melakukan evaluasi terhadap kegiatan sehingga perbaikan pelayanan dapat dilakukan secara berkelanjutan. Pokok bahasan Keterkaitan kegiatan dengan peningkatan kualitas pelayanan. Penerapan nilai-nilai BerAKHLAK dalam pelaksanaan. Output, dokumentasi, evaluasi, dan keberlanjutan kegiatan.

Pokok Pembahasan Keterkaitan kegiatan dengan peningkatan kualitas pelayanan. Penerapan nilai-nilai BerAKHLAK dalam pelaksanaan. Output, dokumentasi, evaluasi, dan keberlanjutan kegiatan. Bagi instansi, aktualisasi membantu mengatasi masalah, meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelayanan, serta memperkuat akuntabilitas. Bagi masyarakat, kegiatan diarahkan pada pelayanan yang lebih baik, ramah, jelas, dan profesional sehingga pengalaman wajib pajak menjadi lebih nyaman. Bagi peserta Latsar, aktualisasi memberikan pengalaman nyata dalam menganalisis masalah, menyusun solusi, melaksanakan kegiatan, berkoordinasi, mendokumentasikan proses, dan melakukan evaluasi. M A N F A A T P E N E L I T I A N

Ruang lingkup aktualisasi berfokus pada core issue belum optimalnya staf pelayanan dalam meningkatkan kenyamanan wajib pajak di UPTP/Samsat Kota Sorong. Ruang Lingkup Pelaksanaan berada pada lingkungan BPPKAD Provinsi Papua Barat Daya, khususnya UPTP Samsat Kota Sorong, dalam masa habituasi Latsar CPNS sebagaimana direncanakan dalam dokumen sumber. Rangkaian kegiatan mencakup persiapan, peningkatan kapasitas internal, penerapan budaya 3S, coaching/pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Pokok bahasan Keterkaitan kegiatan dengan peningkatan kualitas pelayanan. Penerapan nilai-nilai BerAKHLAK dalam pelaksanaan. Output, dokumentasi, evaluasi, dan keberlanjutan kegiatan.

B A B IIP R O F I L O R G A N I S A S I

Provinsi Papua Barat Daya merupakan provinsi yang membawahi Kabupaten Sorong, Raja Ampat, Tambrauw, Sorong Selatan, Maybrat, dan Kota Sorong sebagai ibu kota. UPTP Samsat Kota Sorong berada di bawah BPPKAD Provinsi Papua Barat Daya dan menjadi bagian penting dalam pelayanan publik, khususnya pelayanan pemungutan pajak daerah kendaraan bermotor. Konsep Samsat satu atap mengintegrasikan tiga instansi dalam satu gedung sehingga masyarakat dapat menyelesaikan berbagai urusan dokumen kendaraan secara lebih PROFIL ORGANISASI Pokok bahasan Keterkaitan kegiatan dengan peningkatan kualitas pelayanan. Penerapan nilai-nilai BerAKHLAK dalam pelaksanaan. Output, dokumentasi, evaluasi, dan keberlanjutan kegiatan.

2.Mewujudkan tata kelola pemerintahan dan kelembagaan berbasis e-government.3.Mewujudkan pembangunan konsep kota cluster dalam provinsi berbasis wisata industri-UMKM4.Meningkatkan pengembangan ekonomi kreatif melalui kerjasama antar daerah-negara 1. Mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas dan inovatif berbasis modal sosial.Visi & MisiVisi & MisiVisi & MisiVisi & MisiProvinsi Papua Barat DayaVisi“Masyarakat Papua Barat Daya yang Maju, Mandiri dan Sejahtera Berbasis Pertumbuhan Ekonomi Lokal sebagai Upaya Pembangunan yang Berkesinambungan dan Berkelanjutan.”Misi5.Mewujudkan pembangunan melalui jalur konektivitas wilayah sebagai basis pertumbuhan ekonomi Pokok bahasan ·Keterkaitan kegiatan dengan peningkatan kualitas pelayanan. ·Penerapan nilai-nilai BerAKHLAK dalam pelaksanaan. ·Output, dokumentasi, evaluasi, dan keberlanjutan kegiatan.

BERAKHLAKNILAI - NILAImemahami kebutuhan masyarakat dan memberikanmemahami kebutuhan masyarakat dan memberikan pelayanan yang ramah, cekatan, solutif, serta terus melakukanpelayanan yang ramah, cekatan, solutif, serta terus melakukan perbaikan.perbaikan. memahami kebutuhan masyarakat dan memberikan pelayanan yang ramah, cekatan, solutif, serta terus melakukan perbaikan. menghargai setiap orang, suka menolong, dan membangun lingkungan kerja yang kondusif. BERORIENTASI PELAYANAN AKUNTABEL bekerja jujur, bertanggung jawab, cermat, disiplin, berintegritas,bekerja jujur, bertanggung jawab, cermat, disiplin, berintegritas, dan menggunakan sumber daya secara efektif.dan menggunakan sumber daya secara efektif. bekerja jujur, bertanggung jawab, cermat, disiplin, berintegritas, dan menggunakan sumber daya secara efektif. KOMPETEN terus meningkatkan kompetensi, membantu orang lain belajar, dan menghasilkan kualitas terbaik. HARMONIS1234 menghargai setiap orang, suka menolong, dan membangun lingkungan kerja yang kondusif. LOYAL5 ADAPTIF cepat menyesuaikan diri, terus berinovasi, dan bertindak proaktif.6 KOLABORATIF terbuka bekerja sama, memberi ruang kontribusi, dan menggerakkan sumber daya untuk mencapai tujuan bersama.7Ketujuh nilai tersebut digunakan secara berulang dalam kegiatan aktualisasi, terutama dalam pelayanan, koordinasi, pelatihan, coaching, dan evaluasi. Ketujuh nilai tersebut digunakan secara berulang dalam kegiatan aktualisasi,Ketujuh nilai tersebut digunakan secara berulang dalam kegiatan aktualisasi, terutama dalam pelayanan, koordinasi, pelatihan, coaching, dan evaluasi.terutama dalam pelayanan, koordinasi, pelatihan, coaching, dan evaluasi.

UraianUraian TugasTugas Uraian Tugas1Menyusun kebutuhan ASN berdasarkan analis jabatan dan beban kerja2 Merancang analis kebutuhan (need asessment) dan rencana program pengembangan program ASN4 Menyusun dokumen tindak lanjut penilaian kinerja.3 Menyusun rencana kinerja pegawai, melakukan pemantauan dan memberikan konselin terkait kinerja pegawai5 Kesiapan Sumber Daya Manusia Pokok bahasan Keterkaitan kegiatan dengan peningkatan kualitas pelayanan. Penerapan nilai-nilai BerAKHLAK dalam pelaksanaan. Output, dokumentasi, evaluasi, dan keberlanjutan kegiatan.

Nama : Ruben Isir NIP : 198203182025041001 Jabatan : Analis SDM Aparatur Ahli Pertama TTL : Sorong 18 Mareth 1982 Jenis Kelamin : Laki-Laki Agama : Kristen Protestan SD : YPK Imanuel Jitmau (1996) SMP : SMPN Kambuaya (1999) SMA : SMA YPK Imanuel Sorong (2001) Perguruan Tinggi : Universitas Cenderawasih (2005) Pendidikan Terakhir : S1 (Strata Satu) 2005 DATA PRIBADI PENDIDIKANP R O F I LP R O F I L D I R ID I R I 0822 3958 4389 KONTAK Ruben Isir rubenisir81@gmail.com Alamat Jl. Layang. RT.01/RW 05Kel Kofkerbu. Kec Sorong Provinsi Papua Barat DayaPROPROFILFILPROFILDIRIDIRIDIRI

UraianUraian TugasTugas Uraian Tugas1Menyusun kebutuhan ASN berdasarkan analis jabatan dan beban kerja2 Merancang analis kebutuhan (need asessment) dan rencana program pengembangan program ASN4 Menyusun dokumen tindak lanjut penilaian kinerja.3 Menyusun rencana kinerja pegawai, melakukan pemantauan dan memberikan konselin terkait kinerja pegawai5 Kesiapan Sumber Daya Manusia Pokok bahasan Keterkaitan kegiatan dengan peningkatan kualitas pelayanan. Penerapan nilai-nilai BerAKHLAK dalam pelaksanaan. Output, dokumentasi, evaluasi, dan keberlanjutan kegiatan.

Agenda II menekankan Core Values ASN BerAKHLAK dan employer branding “Bangga Melayani Bangsa”. Agenda III membahas kedudukan dan peran ASN, termasuk Manajemen ASN dan Smart ASN. Literasi digital mencakup digital ethics, digital culture, digital safety, dan digital skills. Dalam aktualisasi, nilai BerAKHLAK menjadi dasar perilaku, sedangkan Manajemen ASN dan Smart ASN memberikan kerangka peran dan kompetensi dalam menjalankan pelayanan publik. AGENDA II DAN AGENDA III Pokok bahasan Keterkaitan kegiatan dengan peningkatan kualitas pelayanan. Penerapan nilai-nilai BerAKHLAK dalam pelaksanaan. Output, dokumentasi, evaluasi, dan keberlanjutan kegiatan. AGENDA II DAN AGENDA III

B A B I I IR A N C A N G A N A K T U A L I S A S I

Dokumen mengidentifikasi tiga isu utama: rendahnya kedisiplinan ASN di UPTP Samsat Kota Sorong; belum optimalnya staf pelayanan dalam meningkatkan kenyamanan wajib pajak; serta belum optimalnya pengelolaan arsip surat masuk dan surat keluar. Ketiga isu memiliki kaitan dengan kualitas tata kelola dan pelayanan. Namun isu mengenai staf pelayanan paling langsung menyentuh pengalaman wajib pajak. Identifikasi isu menjadi tahap awal untuk menentukan masalah yang paling penting dan layak ditangani melalui aktualisasi. IDENTIFIKASI ISU Pokok bahasan Keterkaitan kegiatan dengan peningkatan kualitas pelayanan. Penerapan nilai-nilai BerAKHLAK dalam pelaksanaan. Output, dokumentasi, evaluasi, dan keberlanjutan kegiatan.

PENETAPAN CORE ISSUE DENGAN APKLPenetapan isu prioritas menggunakan metode APKL, yaitu Aktual, Problematik, Kekhalayakan, dan Layak. Masing-masing unsur dinilai dengan skala 1–5. Isu 1 memperoleh total 17, isu 2 memperoleh total 20, dan isu 3 memperoleh total 18. Dengan demikian isu kedua menjadi prioritas. Core issue yang dipilih adalah “Belum optimalnya staf pelayanan dalam meningkatkan kenyamanan wajib pajak di UPTP/Samsat Kota Sorong”. Pokok bahasan Keterkaitan kegiatan dengan peningkatan kualitas pelayanan. Penerapan nilai-nilai BerAKHLAK dalam pelaksanaan. Output, dokumentasi, evaluasi, dan keberlanjutan kegiatan.

DAMPAK CORE ISSUEJika isu tidak diselesaikan, pelayanan umum kesamsatan berpotensi tidak berjalan sesuai harapan. Proses administrasi juga dapat melambat karena miskomunikasi. Dampak lain adalah menurunnya kepercayaan publik terhadap tata kelola pelayanan. Pada sisi internal, petugas dapat mengalami hambatan dalam melaksanakan tugas dan koordinasi teknis menjadi kurang efektif. Pada sisi masyarakat, wajib pajak berpotensi memperoleh pelayanan dan fasilitas yang belum optimal.DAMPAK CORE ISSUE

Analisis fishbone mengelompokkan penyebab masalah menjadi Man, Method, Material, Machine, dan Environment. Man/SDM: kurangnya pelatihan Service Excellence serta rendahnya empati dan motivasi. Method/Proses: SOP belum jelas atau kaku, alur pelayanan membingungkan, dan evaluasi belum rutin. Material/Sarana: media informasi kurang jelas. Machine/Alat dukung: ketersediaan alat bantu digital masih minim. Environment/Lingkungan: pengaturan suhu, tata letak, dan fasilitas ruang tunggu belum optimal. ANALISIS PENYEBAB DENGAN FISHBONE

GAGASAN KREATIF PACE- SAMSAT GAGASAN KREATIF PACE-SAMSATGAGASAN KREATIF PACE-SAMSAT PACE-SAMSAT merupakan gagasan pemecahan isu yang diarahkan pada penguatan staf pelayanan dan peningkatan kenyamanan wajib pajak. Rangkaian kegiatan terdiri atas persiapan dan identifikasi sarana prasarana/ruang tunggu; peningkatan kapasitas internal; penerapan budaya Senyum, Sapa, Salam; coaching/pendampingan; serta monitoring dan evaluasi. Gagasan ini menghubungkan perbaikan SDM, perilaku pelayanan, proses kerja, sarana pendukung, dan evaluasi menjadi satu rangkaian.

Matriks rancangan menghubungkan kegiatan dengan output, substansi mata pelatihan, nilai BerAKHLAK, serta kontribusi terhadap visi dan misi organisasi. Dokumen juga mengaitkan kegiatan dengan Manajemen ASN dan Smart ASN. Nilai BerAKHLAK digunakan sepanjang tahapan, terutama Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Adaptif, dan Kolaboratif. Jadwal kegiatan disusun untuk memastikan setiap tahapan dapat dilaksanakan, didokumentasikan, dievaluasi, dan dilaporkan.JADWALJADWALMATRIKS DAN MATRIKS DAN

JADWALJADWALMATRIKS DAN MATRIKS DANLanjutan

JADWALJADWALMATRIKS DAN MATRIKS DANLanjutan

JADWALJADWALMATRIKS DAN MATRIKS DANLanjutan

JADWALJADWALMATRIKS DAN MATRIKS DANLanjutan

JADWALJADWALMATRIKS DAN MATRIKS DANLanjutan

JADWALJADWALMATRIKS DAN MATRIKS DANLanjutan

JADWALJADWALMATRIKS DAN MATRIKS DANLanjutanA. Matriks Rekapitulasi Rencana Habituasi NND ASN (BerAKHLAK)

JADWALJADWALMATRIKS DAN MATRIKS DANLanjutanMatriks Keterkaitan Kegiatan Terhadap Visi dan Misi Organisasi

JADWALJADWALMATRIKS DAN MATRIKS DANLanjutan

JADWALJADWALMATRIKS DAN MATRIKS DANLanjutan

BAB IVBAB IV PELAKSANAAN AKTUALISASI DAN HABITUASI PELAKSANAAN AKTUALISASI DAN HABITUASI

PERSIAPAN DAN IDENTIFIKASIKonsultasi Dengan Mentor Menyampaikan RKA Mengidentifikasi masalah awal diarea pelayanan 1.Pemetaan masalah prioritas yang paling penting dan relevan untuk dasar penyusunan RKA 1.Berkoordinasi dengan rekan kerja Menyampaikan rencana kegiatan observasi1243 Kegiatan pertama berfokus pada identifikasi sarana prasarana dan ruang tunggu. Kegiatan ini berkaitan dengan Berorientasi Pelayanan karena bertujuan meningkatkan kenyamanan masyarakat, serta Akuntabel melalui pendataan kondisi fasilitas secara objektif. Tahap kegiatan meliputi konsultasi dengan mentor/KUPT, identifikasi masalah awal, koordinasi dengan rekan kerja, dan persiapan bahan observasi. Output berupa dokumen arahan/persetujuan, catatan masalah awal, instrumen observasi, checklist, serta dokumentasi proses. Kompeten diterapkan dengan menyiapkan tugas dan instrumen dengan kualitas terbaik. Adaptif diterapkan melalui pemilihan cara dan alat yang sesuai kebutuhan. Kolaboratif diterapkan melalui kerja sama dengan SDM terkait. Akuntabel diterapkan melalui dokumentasi kondisi yang dapat dipertanggungjawabkan. Dampak positifnya adalah persiapan lebih lengkap, observasi lebih efektif, risiko teknis berkurang, data lebih valid, koordinasi meningkat, dan profesionalisme terjaga. Jika nilai tersebut tidak diterapkan, terdapat risiko keterlambatan, data kurang lengkap atau kurang valid, koordinasi tidak efektif, pemborosan waktu, dan hasil observasi sulit dipertanggungjawabkan. KEGIATAN TAHAP 1DAMPAK 1.Menyiapkan bahan dan alat pendukung observasi (alat tulis, kamera, HP, Kamera dan bahan lainnya sesuai kebutuhan5

PENINGKATAN KAPASITAS INTERNALKonsultasi Dengan Mentor Menyampaikan kegiatan peningkatan kapasitas kepada mentor Penyusunan Materi dan Istumen sosialisasi 3S Pelaksanaan kegiatan sosialisasi 3S sosialisasi sesuai dengan materi yang telah di susun Coaching/Pelatihan Singkat 3S1243 Koordinasi dengan pimpinan terkait Rencana tindak lanjut penerapan budaya 3S5 Kegiatan kedua berupa internalisasi dan simulasi staf pelayanan. Tujuannya meningkatkan pemahaman dan kompetensi staf agar materi Agenda 3 dapat diterapkan dalam pelayanan. Tahapan mencakup konsultasi, penyusunan materi dan instrumen, undangan, pelaksanaan sosialisasi/internalisasi, serta simulasi penerapan materi. Output meliputi materi pelatihan, daftar hadir, hasil evaluasi atau umpan balik, notulen, dan dokumentasi foto/video BerAKHLAK diterapkan melalui pelayanan yang berorientasi kebutuhan masyarakat, tanggung jawab terhadap materi, peningkatan kompetensi, komunikasi harmonis, loyalitas terhadap organisasi, adaptasi terhadap kebutuhan pelayanan, dan kolaborasi. Coaching/pelatihan mendukung peningkatan kompetensi dan keterampilan staf, pemahaman SOP, kepercayaan diri, kecepatan pelayanan, serta budaya kerja kolaboratif. Jika nilai tidak diterapkan, pemahaman dapat kurang optimal, kesalahan SOP berulang, komunikasi melemah, dan kualitas pelayanan berpotensi menurun.KEGIATAN TAHAP 2NILAI DAN DAMPAK

Media pengingat seperti poster atau exbanner berfungsi mengingatkan petugas agar perilaku 3S diterapkan secara konsisten dalam proses pelayanan. Umpan balik singkat dari penerima layanan digunakan untuk mengetahui pengalaman masyarakat terhadap keramahan pelayanan. Output kegiatan berupa media edukasi, dokumentasi penerapan, kuesioner atau umpan balik, rekap hasil, dan laporan aktualisasi penerapan budaya 3S. Membuat Media Pengingat Penerapan Budaya 3S seperti exbener atau poster Mengaktualisasikan budaya 3S secara konsisten saat melayani penerima layanan Meminta umpan balik Penyusunan laporan Aktualisasi penerapan 3S1243 Penerapan Senyum, Sapa, Salam (3S) merupakan inti perbaikan pengalaman wajib pajak. Budaya ini diarahkan untuk membangun sikap ramah, sopan, dan profesional. Tahapan meliputi koordinasi dengan pimpinan, pembuatan media pengingat/edukasi seperti poster atau exbanner, penerapan 3S dalam pelayanan, pengumpulan umpan balik, dan penyusunan laporan aktualisasi. Kendala yang diantisipasi adalah petugas belum terbiasa konsisten dan beban kerja yang tinggi. Antisipasinya melalui sosialisasi, contoh langsung, pengingat berkala, dan evaluasi.KEGIATAN TAHAP 3 MEDIA, UMPAN BALIK, DAN OUTPUT 3SPENERAPANPENERAPANBUDAYABUDAYA3S3S

Melakukan monitoring berkala terhadap sistim/program pasca rilis Menyusun laporan akhir pelaksanaan aktualisasi dan menyampaikan kepada mentor Mengumpulkan data umpan balik dari mentor dan penerima layanan Menganalisis hasil evaluasi untuk mengukur efektifitas kegiatan1243 Coaching/pendampingan diarahkan untuk membantu staf menerapkan pengetahuan dan standar pelayanan secara konsisten. Tahapan meliputi monitoring berkala terhadap sistem/program pasca penerapan, penyusunan laporan akhir aktualisasi dan penyampaian kepada mentor, penyusunan instrumen evaluasi berupa kuesioner, serta pengumpulan umpan balik dari mentor dan penerima layanan. Nilai BerAKHLAK mendukung staf agar lebih memahami SOP, percaya diri, mampu memberikan layanan cepat dan profesional, serta membangun budaya kerja kolaboratif.KEGIATAN TAHAP 4COACHINGCOACHING (PENDAMPINGAN DALAM(PENDAMPINGAN DALAM PELAYANAN)PELAYANAN) COACHING (PENDAMPINGAN DALAM PELAYANAN)

Evalusasi akhir efektifitas penerapan 3S Menyusun laporan Monev dan melaporan ke atasan12 Monitoring dan evaluasi digunakan untuk mengetahui tingkat keberhasilan kegiatan, mengidentifikasi kendala, dan menyusun perbaikan. Tahapannya mencakup analisis hasil evaluasi, pengolahan dan interpretasi data secara objektif, identifikasi kelebihan dan kekurangan, penyusunan rekomendasi, serta pelaporan kepada atasan. Output berupa dokumen analisis, rekapitulasi data, kesimpulan efektivitas kegiatan, rekomendasi, serta dokumentasi proses analisis.KEGIATAN TAHAP 5 MONITORINGMONITORING DAN EVALUASIDAN EVALUASI MONITORING DAN EVALUASI Kendala yang dapat muncul antara lain keterbatasan waktu, data atau umpan balik belum lengkap, perbedaan persepsi, serta penyesuaian jadwal dengan mentor atau pihak terkait. Antisipasi dilakukan melalui penyusunan jadwal terencana, penggunaan instrumen sederhana, koordinasi intensif, dan pembahasan bersama mentor. Pelaporan hasil monitoring dan evaluasi menjadi bentuk pertanggungjawaban sekaligus bahan pengambilan keputusan dan perbaikan pelayanan berikutnya. KENDALA DAN TINDAK LANJUT MONEV

BAB V PENUTUP BAB V PENUTUP

Core issue yang dipilih adalah belum optimalnya staf pelayanan dalam meningkatkan kenyamanan wajib pajak di UPTP/Samsat Kota Sorong. Gagasan PACE-SAMSAT menjawab isu melalui persiapan, peningkatan kapasitas, budaya 3S, coaching/pendampingan, dan monitoring serta evaluasi. Peningkatan kualitas pelayanan tidak hanya bergantung pada sarana, tetapi juga kompetensi staf, perilaku pelayanan, komunikasi, koordinasi, dukungan pimpinan, dan evaluasi berkelanjutan. Core issue yang dipilih adalah belum optimalnya staf pelayanan dalam meningkatkan kenyamanan wajib pajak di UPTP/Samsat Kota Sorong. Gagasan PACE-SAMSAT menjawab isu melalui persiapan, peningkatan kapasitas, budaya 3S, coaching/pendampingan, dan monitoring serta evaluasi. Peningkatan kualitas pelayanan tidak hanya bergantung pada sarana, tetapi juga kompetensi staf, perilaku pelayanan, komunikasi, koordinasi, dukungan pimpinan, dan evaluasi berkelanjutan.KESIMPULANPC - SAMSATPC - SAMSAT