Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 1
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 2 Judul Buku Menara Alabror Penulis Mufid Albatawy Editor Aba Marjani Desain Cover Mahyudin Hanafi Penerbit Alabror Publishing Jalan Nimun Raya no. 16 Kampung Perigi Tanah Kusir Kebayoran Lama Jakarta Selatan 12240 Cet : April 2021
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 3 DAFTAR ISI SAMBUTAN SESEPUH KAMPUNG PERIGI ........................................................................................... 5 SAMBUTAN KETUA RW 010 KELURAHAN KEBAYORAN LAMA SELATAN............................................ 6 SAMBUTAN KETUA MAKAM WAKAF KAMPUNG PERIGI .................................................................... 8 MUKADDIMAH.................................................................................................................................... 9 SELAYANG PANDANG KAMPUNG PERIGI TANAH KUSIR .................................................................. 13 SELAYANG PANDANG MASJID JAMI ALABROR ................................................................................. 17 SELAYANG PANDANG PEWAKIF TANAH MASJID JAMI ALABROR ..................................................... 24 SELAYANG PANDANG ALMARHUM H. ABDULLOH BIN H. NASELAN ................................................ 31 SELAYANG PANDANG ALMARHUM H. KIBAGUS HAMZAH BIN H. MERAH ...................................... 34 SELAYANG PANDANG ALMARHUM H. SAUMAR BIN H. MARUN ..................................................... 40 SELAYANG PANDANG H. AMELIH ARIEF BIN ABDULLAH .................................................................. 44 SELAYANG PANDANG H. RACHMAN SAALIH BIN H. EMIN ............................................................... 46 SELAYANG PANDANG WALDI. SE BIN MATAHYANI .......................................................................... 49 SELAYANG PANDANG H. ASEP MAHMUD. SPD BIN H. MAHALLI ..................................................... 53 SELAYANG PANDANG USTADZ ABBAS BIN ISHAQ ............................................................................ 56 SELAYANG PANDANG HABIB MUHAMMAD JADID BIN ABDURRAHMAN ASSEGAF ......................... 61 SELAYANG PANDANG USTADZ MUHAMMAD SHANDY HUSEIN BIN HANAFI .................................. 64 SELAYANG PANDANG USTADZ MAHYUDIN BIN HANAFI .................................................................. 66 SELAYANG PANDANG USTADZ MUHAMMAD ZUL IKRAM BIN USTADZ DRS SOEPARMAN ............. 69 SELAYANG PANDANG USTADZ MUFID ALBATAWY BIN DAMUNIH .................................................. 73 TINGGAL KENANGAN ........................................................................................................................ 77 1. Kali Kite ................................................................................................................................. 77 2. Nuba/Mortas ........................................................................................................................ 79 3. Intercom. .............................................................................................................................. 81 4. Break dance. ........................................................................................................................ 81 5. Kebon Kosong. ...................................................................................................................... 81 6. PGJ tanah kusir. .................................................................................................................... 82 PHOTO PHOTO.................................................................................................................................. 84 ANAK KETURUNAN KENTONG/NUMBRE .......................................................................................... 90 ANAK KETURUNAN AMRAN BIN LEPA ............................................................................................ 100 ANAK KETURUNAN H.ENENG BIN BANDJIR .................................................................................... 107 ANAK KETURUNAN AJI .................................................................................................................... 109 ANAK KETURUNAN UMAR BIN MISAN ........................................................................................... 116 ANAK KETURUNAN MASRIKI........................................................................................................... 117
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 4 ANAK KETURUNAN H.SULAIMAN BIN H.ALI ................................................................................... 119 YASIN, TAHLIL DAN DO’A ARWAH .................................................................................................. 120 PENUTUP ........................................................................................................................................ 138
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 5 SAMBUTAN SESEPUH KAMPUNG PERIGI Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Segala puji dan syukur kepada Allah SWT, semoga rahmat dan karunia-Nya dilimpahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad saw, beserta segenap keluarga dan sahabat sahabat beliau. Rasa syukur yang mendalam ini terungkap dari sanubari, karena penulis dapat memberikan sebuah buku sederhana yang berjudul Menara Kampung Perigi yang berisi sejarah kampung perigi dan silsilah, agar generasi yang sekarang ini dapat mengetahui asal usulnya dan apa yang ada pada dahulu kala dan inilah sebagai kenang kenangan kita semua , karena pada tahun 1945 terjadilah kesalahpahaman antara pasukan belanda dan inggris yang menjajah kita kembali, dan banyak korban atas kejadian tersebut. Buku ini sudah lama saya dambakan agar bisa ditulis, yang akan menjadi kenangan dan pelajaran buat generasi selanjutanya agar tidak melupakan asal usul dan orang orang tua yang telah mendahului kita, agar selalu terkenang dan mendapatkan do‘a do‘a anak cucu kita. Akhirnya saya mengucapkan syukur Alhamdulillah dan saya mengharapkan agar semua orang kampung perigi memiliki buku ini yang sangat bermanfaat buat kita dan generasi selanjutnya. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh SESEPUH KAMPUNG PERIGI… … ( H. AMELIH ARIEF BIN ABDULLOH )
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 6 SAMBUTAN KETUA RW 010 KELURAHAN KEBAYORAN LAMA SELATAN Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Mempelajari sejarah adalah suatu keharusan bagi setiap pribadi. Sejarah merupakan refleksi bagi kehidupan sesudahnya. Karenanya, sejarah akan membuat orang yang mempelajarinya semakin berhati-hati, semakin baik, bahkan sakin berusaha bagaimana membuat kehidupannya lebih baik dari sebelumnya. Alhamdulillah, di hadapan kita telah terbit buku "Menara Kampung Perigi", satu-satunya buku yang menggali sejarah tokoh-tokoh yang mewarnai kehidupan sejak dahulu di Kampung Perigi ini. Dari buku ini, generasi muda diharapkan semakin menyadari betapa pengorbanan para pendahulu dalam memperjuangkan demi menerapkan kehidupan yang Islami di tengah masyarakat. Dimulai dengan mendirikan pengajian, mushola, hingga masjid. Dengan dibinanya masjid (Al-Abror) oleh para pejuang terdahulu, lahirlah generasi penerus yang mengharumkan nama Islam dan Kampung Perigi. Para mujahid pendahulu ini telah mengorbankan jiwa dan hartanya untuk kemaslahatan ummat. Tujuan mereka membangun masyarakat yang Islami, tidak lain hanya agar generasi mendatang dapat melanjutkan apa yang telah dirintis oleh para pendahulunya, yaitu menerapkan kehidupan yang islami dan mengembangkannya. Kini tugas kita sebagai penerus mereka adalah merawat dan menumbuhkembangkan apa yang telah mereka tanam.
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 7 Insya Allah mereka akan mendapatkan kebahagiaan di alam kubur hingga akhirat nanti. Mari ajari anak keturunan kita untuk mengisi memakmurkan masjid, khususnya Masjid Al-Abror tercinta. Wallahu muwaffiq ila aqwamith thoriq Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh KETUA RW 010………………….. ( H. ASEP MAHMUD. SPD BIN H.MAHALLI )
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 8 SAMBUTAN KETUA MAKAM WAKAF KAMPUNG PERIGI Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat, iman, islam serta hidayahNya kepada kita semua, sehingga penulis dapat menyelesaikan pembuatan silsilah keluarga kampung perigi untuk generasi penerus warga kampung perigi. Sholawat dan salam kita sanjungkan kepada junjungan Nabi besar kita Muhammad SAW, kepada keluarga serta para sahabat shabatnya, agar kelak mendapat syafaat di yaumil akhir nanti dan dimasukan kegolongan husnul khotimah. Amiin yaa robbal alamin. Tujuan dari silsilah ini adalah untuk menambah wawasan sejarah , lintasan sejarah warga kampung perigi yang sudah mati obor. ― Jangan pernah putuskan silaturrahim, tebarkan silaturrahim walaupun hanya dengan salam ― Saya sangat bersyukur dengan selesainya buku ini, yang akan menjadi pedoman saya sebagai ketua makam wakaf kampung perigi, sudah terjawablah apa apa yang ada dipikiran saya, agar tersusun sejarah dan silsilah orang orang kampung perigi, yang nantinya akan menjadi pedoman siapa saja yang berhak dimakamkan di pemakaman wakaf kampung perigi, karena lahan hamper penuh sedangkan masyarakat kampung perigi semakin bertambah. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh KETUA MAKAM WAKAF KAMPUNG PERIGI ( BUNYAMIN. AMD BIN H.ILYAS )……
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 9 MUKADDIMAH بسمهللا الرمحن الرحيمِ ِْيُْ عَلى َ أُمُوْر ِْيَْ وَبِو ِ نَسْتَع ِ ا َْلَْمْد ُ هلل ِ رَب ِّ الْعَالَم َ سَيِّد ُ عَلى ُ وَالسَّالَم ِ وَالصَّالَة وَالدِّيْن ْيَا ِْيَْ الدُّن ُالْمُرْسَلَعْد ِْيَْ أ أَمَّا ب وَعَلى َ ِلِو ِ وَأَحْاَابِو ِ أ ََمَْع uku di hadapan Anda ini adalah manifestasi dari kekhawatiran, kegundahgulanaan atas apa yang terjadi pada generasi terdahulu dan sekarang yang kurang memperhatikan masalah sejarah dan nasab. Padahal, dari sejarah dapat kita ambil pelajaran, ibroh dalam menghadapi kehidupan ke depan, sedangkan nasab dapat memberikan gambaran hakikat diri kita, apakah kita menyimpang dari jalur leluhur kita ataukah kita sama seperti leluhur kita bahkan apakah kita dapat lebih baik dari leluhur kita di sisi Allah SWT. Saya mempersembahkan sebahagian tokoh yang ada dalam buku ini bukannya beliau itu lebih baik dari tokoh yang saya tidak kemukakan di buku ini, akan tetapi mereka menjadi washilah dari maksud utama, yaitu mengungkapkan sesuatu yang terpendam, menjelaskan sesuatu yang samar, B
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 10 menyambungkan sesuatu yang terputus, menyuburkan sesuatu yang gersang, dan menerangkan sesuatu yang gelap, benarlah seperti ungkapan maksud lebih afdhal dari washilah. Buku ini saya berikan nama ‗Menara Kampung Perigi‘ yang berarti buku ini menjelaskan Sejarah Masjid di Kampung Perigi dan menjelaskan penduduk yang ada di Kampung Perigi, sedangkan kata selayang pandang artinya sekilas, secuil dan singkat dalam menjelaskan keutamaan tokoh yang ada pada buku ini. Tentunya masih banyak keutamaan- keutamaan yang tidak dapat saya ungkapkan di hadapan pembaca. Tidak mudah menyusun silsilah yang terputus, yang terpendam, hampir hilang ditelan masa beberapa generasi ke atas, perlu keseriusan, kejernihan hati dan pikiran mujahadah bersambung secara ruh dengan orang orang yang mendahului kita, butuh waktu lama, tidak instan ‘abra kadabra bim sim salabim’ langsung jadi, apalagi rata-rata masyarakat tidak mengetahui dan menganggap tidak perlu tentang silsilah. Saya katakan bahwasanya orang-orang tua kita yang telah mendahului kita di alam barzakh mengharapkan, mengemis-ngemis kepada anak keturunannya agar ingat kepada mereka lalu mendoakan mereka dan menghadiahkan pahala sedekah buat mereka. Kita makan, menempati harta
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 11 peninggalan mereka di alam dunia. Jadi alangkah naifnya jika kita melupakan mereka. Maka dari itu saya suguhkan yasin, tahlil dan do‘a arwah di belakang tulisan ini. Cerita cerita yang saya ungkapkan di dalam buku ini dapat diambil hikmah dan pelajaran oleh generasi berikutnya dalam menegakkan dakwah Nabi Muhammad SAW. Dalam buku ini juga dijelaskan beberapa silsilah dari pokok (pangkal) silsilah orang Kampung Perigi, bukan untuk membangga-banggakan silsilah dan keturunan. Harus diingat kata mutiara assyarofu bil adabi laa binnasabi, ‗Kemuliaan itu dikarenakan adab, akhlak. bukan dengan nasab dan keturunan‘. Bukan berarti nasab yang baik itu tidak berarti, akan tetapi nasab keturunan orang yang baik jika diiringi dengan adab dan akhlak yang baik akan menjadi lebih mulia. Alangkah bagusnya ungkapan Sayyidina Ali Karromallohu wajhah ‗Laisal Fataa man yaquulu kaana abii, walakinnal fataa man yaquulu haa ana dzaa’ (Bukanlah seorang pemuda sejati yang berkata itu bapakku, tapi yang dikatakan pemuda sejati adalah orang yang berkata inilah aku). Saya mengucapkan terima kasih buat salah satu narasumber khususnya bapak H. Amelih Arief yang mensupport saya dan membantu dalam menyelasaikan buku ini.
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 12 Tidak ada gading yang tak retak, manusia adalah tempat salah dan lupa. Dalam buku ini tentunya banyak kesalahan baik disengaja atau tidak disengaja, mohon koreksi jika terdapat kesalahan dengan harapan nantinya akan lebih sempurna. Mudah mudahan buku ini bermanfaat buat kita dan generasi ke depan. Amiin yaa Robbal Alamin. Kampung Perigi, 21 Desember 2020 Penulis,……….. Mufid Albatawy
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 13 SELAYANG PANDANG KAMPUNG PERIGI TANAH KUSIR Biasanya nama sebuah kampung dikaitkan dengan suatu peristiwa, penduduknya, atau kekhususan tempat yang ada pada kampung tersebut. Contoh : - Dikaitkan dengan suatu peistiwa. ―Kampung Peninggaran― asalnya adalah kampung peninggalan berubah ―L‖ menjadi ‖R― karena di zaman NICA penduduknya meninggalkan kampungnya setelah aman lalu balik lagi. - Dikaitkan dengan penduduknya. ―Kampung Arab― berarti penduduknya banyak orang Arab. - Dikaitkan dengan kekhususan tempat. ―Kampung Tanah Sepengki ― dahulunya di kampung tersebut ada tanah gundukan seperti bukit yang bentuknya seperti pengki (pengki adalah keranjang tempat sampah, terbuat dari anyaman kulit bambu yang berbentuk terbuka dan agak ceper). Begitu juga Kampung Perigi. Nama kampung tersebut berkaitan dengan kekhususan yang ada pada tempat tersebut, yaitu PERIGI yang berarti sumur atau sumber air yang jernih. Secara etimologi kita dapat simpulkan menjadi ―Kampung Perigi―. Secara terminologi adalah sebuah kampung yang ada sumber airnya yang jernih yang menjadi
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 14 kekhususan ketika kampung lain kekeringan, kampung tersebut terus melimpah dengan air bersihnya. Secara geografis Kampung Perigi terletak di tiga kelurahan yaitu kelurahan kebayoran Lama Selatan (di kawasan RW 10), Kebayoran Lama Utara dan Pondok Pinang atau Jati Indah Dahulu menjadi ujung selatan Jalan Panjang, Jakarta Barat, namun terputus dengan dibangunnya Seskoal (Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut). Daerah Jati Indah atau Pondok Pinang juga awalnya masih menyatu dengan Kampung P.erigi namun kemudian terpisah dibangun Kali Baru atau Kali Sodetan pada tahun 70-an. Pantas disebut Kampung Perigi karena di sebelah barat ada Kali Pesanggrahan dan di timurnya ada kali kecil (kalenan) yang hingga sekarang masih ada. Adapun nama Tanah Kusir sebenarnya sebuah nama khusus tempat di wilayah Kebayoran Lama di wilayah RW 1, RW 8, RW 9, dan sebagian wilayah RW 7. Setelah Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir dibangun akhirnya digeneralisasikan menjadi Tanah Kusir atau Kampung Perigi Tanah Kusir. Nama ― Tanah Kusir ― berarti tanah yang dimiliki seorang kusir atau orang yang menjalankan kereta kuda (dokar, andong, dan sebagainya).
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 15 Menurut cerita orang orang tua bahwa di zaman penjajahan Belanda ada seorang tuan tanah yang memilki seorang kusir ingin berkunjung ke rumah seorang Belanda dan mengadakan rapat dengan pembesar Belanda dengan tuan tanah tersebut. Saat pertemuan akan digelar, sebenarnya tuan tanah tidak mau hadir dikarenakan sedang masuk angin. Namun, dikarenakan sang penguasa Belanda yang mengundang, akhirnya sang tuan tanah dengan kusirnya berangkat juga ke rumah Belanda (menurut orang orang tua rumah Belanda tersebut letaknya dekat masjid lama Al- Muflihun di pinggir Kali Pesanggrahan). Di tengah perjalanan sang kusir kadang-kadang mencium bau tak sedap dan dia tahu bahwa majikannya sedang masuk angin. Sang kusir diam membisu karena ia selalu setia kepada majikanya. Ketika pertemuan dimulai dan sang kusir belum keluar dari ruangan rapat, pembesar pembesar Belanda mencium bau yang tak sedap, sudah pasti pembesar belanda tahu bahwa bau tersebut adalah BAU KENTUT karena yang namanya kentut di mana mana baunya sama tinggal levelnya yang berbeda,.. hehehe… Di sinilah cerdiknya sang kusir dan kesetiaan sang kusir kepada majikannya. Spontan dia berkata dan meminta maaf
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 16 kepada seluruh yang hadir bahwa dia adalah sumber bau yang tak sedap itu alias dialah yang kentut. Atas jasa sang kusir kepada majikannya menyelamatkan kehormatan sang tuan tanah, akhirnya sang kusir diberikan sebidang tanah yang akhirnya menjadi TANAH KUSIR. Atas dasar inilah orang Kampung Perigi lebih senang disebut orang Kampung Perigi bukan orang Tanah Kusir walaupun nama tersebut terkesan udik/kampungan…. Wallohu ‗alam
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 17 SELAYANG PANDANG MASJID JAMI ALABROR Masjid merupakan tempat ibadah kaum Muslimin dan merupakan salah satu institusi keagamaan yang menjadi pusat keagamaan dan mercusuar bagi syiar agama Islam serta memiliki fungsi strategis bagi pembinaan kehidupan umat di lingkungan sekitarnya. Berdasarkan fungsi yang amat penting tersebut dapatlah dikatakan baik dan buruknya nilai-nilai keagamaan suatu daerah dapat dilihat dari kegiatan-kegiatan yang ada di masjidnya. Mengetahui sejarah amatlah penting bagi kehidupan manusia yang tidak lain untuk mendapatkan
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 18 hikmah ataupun nilai-nilai yang berharga dari perjalanan sejarah tersebut. Masjid Jami' Al-Abror berlokasi di wilayah Kampung Perigi, Tanah Kusir, Kebayoran Lama Selatan Jakarta Selatan. Sbelum masjid ini didirikan, masyarakat melaksanakan sholat Jum'at di wilayah sekitarnya, di antaranya ada yang sholat di Pondok Betung, Pondok Pinang dan Pasar Kebayoran Lama, bahkan ada juga yang tidak sholat Juma‘at. Mengingat jarak yang cukup jauh dan belum adanya masjid di wilayah tersebut, maka pada hari Selasa tanggal 1 Desember 1959 M/1 Jumadil Tsani 1379 H, terbentuklah panitia pembangunan masjid yang terdiri dari 11 (sebelas) orang. Dengan semangat yang menyala-nyala serta pengorbanan yang tidak sedikit masyarakat membangun masjid dengan bergotong royong, menebang pohon, membelah kayu, mengangkut batu, menggali pasir dari kali (sungai) dengan keringat perjuangan ikhlas lillahi ta'ala. Pada hari Jum'at tanggal 25 November 1960/6 Jumadil Tsani 1380 H adalah hari pertama diadakannya sholat Jum'at di masjid ini dan hari pertama pemberian nama masjid ini yaitu ‗MASJID AL-ISTIZDAD‘ ,االستزداد yang berarti BERTAMBAH. Dasar pemberian nama ini adalah karena hari demi hari semakin bertambahnya jama'ah yang hadir di masjid ini.
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 19 Pada ...... januari 1977/shafar 1397 diadakan pergantian nama masjid dari nama AL-ISTIZDAD االستزداد menjadi AL- ABROR (اآلبرار) yang berarti orang-orang yang berbakti kepada Allah SWT. Alasan penggantian nama tersebut adalah karena sulitnya menyebut kata االستزداد bagi lidah orang awam yang mengakibatkan kesalahan maknanya, adapun nama اآلبرار adalah nama majlis ta'lim yang ada di masjid waktu itu. Pada senin tanggal 12 juli 1976 / 15 rajab 1396 adalah hari penyerahan surat tanah wakaf masjid dari pewakaf tanah H.Saaba bin H.Sulaiman dengan 5 (lima) orang saksi yaitu H. Asikin bin H. Saaba, H. Ishaq bin H. Idris, H. Mugeni bin Umar, H. Mahalli bin Amsar, Bpk Abdul Rosid bin Liang (Kepala Kampung) dan ditandatangani oleh lurah kebayoran lama selatan yaitu H. Muhammad Isa. Pada senin 28 november 1977 / 17 dzulhijjah 1397 H adalah hari pertama dipasangnya aliran listrik serta pemasangan speaker. Pengurus Masjid dari masa ke masa Panitia pembangunan (01 des 1959) : 1. Bapak M. Soleh (Ketua) 2. Bapak H. Merah 3. Bapak Salim 4. Bapak Mahali Amsar 5. Bapak Asikin 6. Bapak Abdullah Abas
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 20 7. Bapak Aman 8. Bapak H. Naselan 9. Bapak Amas Buang 10. Bapak Asmat 11. Bapak Moh Ali Sunan Pengurus Masjid (1965 s/d 1970) 1. Bapak M. Sholeh (Ketua Masjid) 2. Bapak Mahali Amsar (Ketua Pembangunan 1) 3. Bapak M. Slamet (Ketua Pembanguan 2) 4. Bapak Abdul Gofur (Ketua Pembanguan 3) 5. Bapak Abas Arief (Sekretaris 1) 6. Bapak A. Husin H. Naselan (Sekretaris 2) 7. Bapak M. Saidih (Sekretaris 3) Pengurus Masjid (1970 s/d 1973) 1. Bapak M. Ishak H Idris (Ketua Masjid) 2. Bapak Bapak Dja‘alih (Wakil Ketua) 3. Bapak Abas Arief (Sekretaris) Pengurus Masjid (1973 s/d 1975) 1. Bapak H. M Ishak (Ketua Masjid) 2. Bapak Bapak Dja‘alih (Wakil Ketua). 3. Bapak Abas Arief (Sekretaris 1) 4. Bapak Amlih Arief (Sekretaris 2) 5. Bapak Abdul Hamid (Ketua Pembangunan) Pengurus Masjid (1975 s/d 1978) 1. Bapak H. Abdulloh (Ketua Masjid) 2. Bapak Dja‘alih (Wakil Ketua)
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 21 3. Bapak Agus Hasan (Ketua Umum) 4. Bapak Amlih Arief (Sekretaris) 5. Bapak H. Asikin (Bendahara 1) 6. Bapak Nyoman (Bendahara 2) 7. Bapak H. Saidih (Ketua Dakwah) Pengurus Masjid (1978 s/d 1985) 1. Bapak Abdul Gani Abbas (Ketua Umum) 2. Bapak H. Abas Arief (Ketua Masjid) 3. Bapak Dja‘alih (Wakil Ketua) 4. Bapak Amlih Arief (Sekretaris) Panitia pembanguan (1985 s/d 1989) 1. Bapak H. Hasan Tabrani (Ketua Pembanguan 1) 2. Bapak H. Ridhuan (ketua Pembangunan 2) 3. Bapak Bambang Hugeng (Sekretaris 1) 4. Bapak Amlih Arief (Sekretaris 2) 5. Bapak Agus Hasan (Bendahara 1) 6. Bapak H. M Ishak (Bendahara 2) Panitia Pembanguan / Pengurus Masjid (1989 s/d 2001) 1. Bapak H. Ki Bagus Hamzah (Ketua Masjid) 2. Bapak H. Drs Bambang Sugeng (Wakil Ketua) 3. Bapak Amelih Arief (Sekretaris1) 4. Bapak Agus Hasan (Sekretaris 2) 5. Bapak Mayandi Nasution (Bendahara 1) 6. Bapak H. Marup H. Ikin (Bendahara 2) Pengurus Masjid (2001 s/d 2004) 1. Bapak H. Ali Mukri (Ketua Masjid)
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 22 2. Bapak Asep Mahmud (Sekretaris) 3. Bapak H. Tabroni (Bendahara) Pengurus Masjid (2004 s/d 2006) 1. Bapak H. Bunbun Djajanggadiredja (Ketua Masjid) 2. Bapak Asep Mahmud (Sekretaris) 3. Bapak M. Najih (Bendahara) Pengurus Masjid (2006 s/d 2008) 1. Bapak Mufid Al Batawy (Ketua Masjid) 2. Bapak Ali Mursalin (Sekretaris) 3. Bapak M. Najih (Bendahara) Pengurus Masjid (2008 s/d 2011) 1. Bapak H. Sugandi (Ketua Masjid) 2. Bapak Hendro Prasetyo (Sekretaris) 3. Bapak Hermanto (Bendahara) Pengurus Masjid (2011 s/d 2016) 1. Bapak Ust. Abas (Ketua Masjid) 2. Bapak Ali Mursalin (Sekretaris 1) 3. Bapak Mahyudin (Sekretaris 2) 4. Bapak Drs. H. Soedharno. MM (Bendahara 1) 5. Bapak H. Abdur Rahman Saali (Bendahara 2) Pengurus Masjid (2016 s/d Sekarang) A. Periode Februari - Mei 2016 1. Bapak Ust. Mufid Al Batawy (Ketua Masjid) 2. Bapak A. Syakur (Sekretaris) 3. Bapak Agus Salim (Bendahara Umum) 4. Bapak H. Rachman Saali (Bendahara Harian)
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 23 B. Setelah Reshuffle 1. Bapak Ust. Mufid Al Batawy (Ketua Masjid) 2. Bapak Asep Mahmud (Sekretaris) setelah jadi ketua RW diganti oleh Dian Firmansyah. S.Kom 3. Bapak Abdul Syakur (Bendahara) Perkembangan, kemakmuran hendaklah diteruskan oleh generasi berikutnya demi tegaknya Agama Allah SWT di kampung kita, dengan mencontoh pendahulu yang gigih berjuang tanpa mengenal letih dan lelah dengan mendirikan dan membangun masjid yang didasari taqwa bukan yang.lain ………………………………. Demikian sekelumit sejarah perkembangan Masjid Jami' Al-Abror, mudah-mudahan Allah SWT memberikan pahala yang selalu mengalir bagi orang yang berjuang di jalan-Nya dengan ikhlas, bijaksana dan dapat menjadi contoh yang baik bagi orang lain.. Aamiin Ya Robbal 'Alamin.
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 24 SELAYANG PANDANG PEWAKIF TANAH MASJID JAMI ALABROR Masjid Jami Al-Abror sebelumnya adalah sebuah Musholla berukuran 5 x 10 Meter berupa rumah panggung adalah milik SANG LEGENDARIS H.SAABA Bin H.SULAIMAN (NARUN) dan istri tercintanya HJ.MIDOT Binti SAUMIN. Letak Mushollah yang menjadi cikal bakal Masjid Al- Abror tepatnya di tempat wudhu laki-laki bertepatan dengan sekretariat atas, sedang yang menjadi imam sholat kala itu adalah H. Naselan Bin H.Tahari beliau adalah Amil Kampung Perigi. Pada tanggal 28 Agustus 1959 terbentuklah panitia kecil yang diketuai oleh Muallim Sholeh Bin H.Nimun dengan mengumpulkan sumbangan dari 30 orang sebesar Rp. 4,50
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 25 dan saling bergotong royong masyarkat Perigi Tanah Kusir membangun Musholla, lalu pada tgl 1 Desember 1959 terbentuk Panitia Resmi terdiri atas 11 orang dan masyarakat Perigi Tanah Kusir membanting tulang, memeras keringat, membuka mata, mengerahkan tenaga,bergotong royong, tidak kenal panas, tidak kenal hujan tempo tempo malam pun terus berkerja dari kaum wanitanya diprakarsai oleh Ibu Saipah Binti H.Pakun dan kaum lelakinya menebang pohon, membelah kayu, mengangkut batu, menggali pasir di kali lalu mengangkutnya semua elemen masyarakat Perigi Tanah Kusir dalam pembangunan awal Masjid Jami Al-Abror, memang sebelum masjid ini. Jadi masyarakat sholat Jumat di Pasar Kebayoran, Pondok Betung dan Pondok Pinang ada juga yang tidak sholat Jumat. Alhamdulillah SANG LEGENDARIS mewakafkan tanahnya seluas 700 M2untuk dijadikan Rumah Allah SWT, yang mana pahalanya terus mengalir kepada beliau dengan istrinya Maa Daamatissamaawatu wal Ardh,... Amiin yaa Robbal Alaamin. Beliau adalah H. SAABA bin H. SULAIMAN / NARUN. (Pondok Pinang) beliau punya adik bernama H. Romli ayahanda dari H.DORI. Istri beliau adalah HJ.MIDOT (Kampung Perigi) binTI SAUMIN. SAUMIN (menikah dengan Nyai PECUN binti KENTONG/NUMBRE).
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 26 Nyai Pecun Binti Kentong (Numbre) menikah dengan SAUMIN punya anak sbb : 1. HJ MIDOT Menikah dengan H.SAABA (Beliau berdua adalah Pewakif Masjid Al-Abror) Sedang anak dan cucu beliau akan kami jelaskan berikutnya. 2. JERIN Menikah dengan HJ.Jaidah Binti Keweh (Pondok Pinang) Punya anak sbb : a. HJ.Jaenah Menikah dengan H.MUGENI bin UMAR Punya anak sbb : Muhammad Najih, Nipah, Muhammad Nasir, Niroh dan Naali b. H.KARIM (ayahanda dari Bang Ading, Sobilah/Samblong dll) c. DASIB (meninggal masih Bujangan) d. ARABUN Meninggal di Sumatra ayahanda dari Nani e. DAMUNIH Menikah dengan Muanih Binti Muhammad punya anak sbb : Dahlia, Mursyid, Murdhi, Mufid, Muslim, Mulyadi dan Mansur 3. JERAN Punya anak sbb : a. Ranting b. Naid c. Yahya d. Rohmat 4. H.KECIL Menikah Dengan Ne KIMO (kota)
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 27 Punya anak sbb : a. Mamat 5. MIYAH 6. AMAT Menikah dengan ROHAYA Punya anak Masroh dan 2 adiknya semuanya merantau kesumatra. H. SAABA menikah Dengan Hj. MIDOT Binti SAUMIN mempunyai anak sbb : 1. HJ. BANJAR(BUNDER) Menikah Dengan TONG ALIM Punya anak sbb : a. H. Abdullah ayahanda dari Ahmad, Irianto (Buche) dan Emi (Neng Otoh) b. Ayatih (Ibunda dari Ustadz Abbas) 2. HJ. AMENIH (HJ.BENIH) Menikah dengan H. Abdullah (Pondok Pinang) Punya anak Sbb : a. Omah (Nya Omah) b. Yonih istri dari Jawahir (Bintaro) c. Rojelih (Mantan RT 11) 3. HJ.BOSEN menikah dengan - DALIH (Syahid ketika Zaman NICA anak HJ. JAIDAH) Punya anak H. AHMAD - UMAR punya anak ODING dan MURODIH - H. Sulaiman
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 28 4. HJ.ALIYAH menikah dengan H.MURSIDI (Pondok Pinang) Punya anak Sbb : a. ABU ALEH b. MUHIMMAH c. HJ.MURSANIH d. MUNIH e. ALI AGUS 5. H.ASIKIN menikah dengan HJ.ARIA binti ARIS bin AMRAN Punya anak Sbb : a. Yasin (Meninggal masih muda) b. NURAISIH menikah dengan Ust Ali Mukri c. KAMALUDDIN d. NINDEN e. KOMARIYAH f. MUHAMMAD ALI g. NURLAELA 6. HJ.WANIH Menikah dengan H.Ma’ruf bin H.IKIN (Pondok Pinang) Punya anak sbb : a. ABDUL HALIM b. MA‘ANIH c. MAYANIH d. MASRONIH e. MASRIYAH f. ROPIKOH g. TUTI MASWANIH h. AGUS SANWANI, i. MASENIH 7. HJ.SAODAH Menikah dengan H.ISHAQ Bin H.RIDWAN (Peninggaran) Punya anak sbb : a. AKROMAH b. DASUKI c. ELI d. ABDUL ROJAK e. DADIH f. IPAH g. DIDING, h. DUDUNG
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 29 8. H.TABRONIH Menikah Dengan HJ.ERNIH Binti ARI bin AMRAN Punya anak sbb : a. Alwanih b. NUNUNG c. TONI d. ICUNG e. SURYADIH (RT 12), f. TINAH g. HERMAN h. YATI i. IWAN SETIAWAN j. DENIH, k. WINDA 9. H.AMRONIH Menikah dengan HJ.MUNIROH Binti H. MAS’UD (Pondok Pinang) Punya anak sbb : a. RUSMIATI, b. MUNADIH c. ASMANIH d. MUSLIMIN e. ROMLAH ,f. HALIMAH g. MUHIDDIN h. MUKHLIS i. ASRI Yaa Allah, alangkah bahagianya beliau berdua (Kong H. Saaba beserta Istinya Nyai HJ. Midot) selalu mendapatkan pahala yang mengalir walaupun beliau berdua sudah tiada, pahala terus mengalir kelorong lorong kuburnya, menerangi kuburnya, meluaskan kuburnya,menemani di saat kesepian, menghibur di saat kesedihan. Yaa Allah, alangkah bahagianya orang orang yang berjuang mendirikan masjid, mengeluarkan keringat, mencurahkan pikiran, mengeluarkan tenaga dan harta mereka, siang dan malam tak kenal lelah,...mereka sedang menikmati jerih payah mereka di saat hidup di dunia bahagia
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 30 di alam kuburnya, dengan curahan Rahmat ampunan dosa dan Syafaat Baginda Nabi Muhammad SAW. Semoga kita mencontoh orang orang tua kita dalam berjuang tanpa kenal lelah, kita tinggal menikmati dan mengisi dengan Ibadah di Rumah Allah Masjid Jami Al-Abror. Amiin yaa Robbal Alamin...
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 31 SELAYANG PANDANG ALMARHUM H. ABDULLOH BIN H. NASELAN Beliau adalah H. ABDULLOH Bin H. NASELAN Bin H. Tahari . (H. Tahari mempunyai Istri bernama NYONA binTI KENTONG / NUMBRE). Beliau diberikan umur panjang sama Allah SWT, lahir)4 Desember 1928 Meninggal 19 Agustus 2007. 79 Tahun. Beliau Adalah Cicit dari Kentong/Numbre. KENTONG / NUMBRE adalah salah satu Pokok/Pongkol silsilah di Kampung Perigi hampir 65 % orang asli Kampung Perigi adalah anak, cucu, cicit dari beliau. Kentong/Numbre ini mempuyai anak sbb:
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 32 1. PECUN menikah dengan SAUMIN punya anak sbb : Hj.Midot, Jerin, Jeran, H. Kecil, Miyah dan Amat. 2. NYONA menikah dengan H. Tahari punya anak sbb : H. Mardzuki, H. Naselan, H. Daing, Hj. Menah, Hj. Senah, H. Damang dan Asim. 3. NAMIN menikah dengan RIPA punya anak sbb : H. Pain, H.Paun, Pian, Tonge, Hj.Jenah, HJ. Siti Fatimah, Halimah, Idris, Sidik dan Karim. 4. NIMUN menikah dengan Hj. Fatimah punya anak sbb : Hj. Mardiyah, Hj.Mariah, Hj.Mariam, Hj.Aminah, H.Moh.Sholeh (Muallim), H.Sulaiman,Hj.Umih dan H.Salim. 5. H.NIRAN Menikah dengan SAONAH. Punya anak sbb: Naiyah, H.Yusuf, Hj.Naisah, Nong Gede, Hj.Nong Kecil(Nong Apsah), Hj.Saenih, Sainah, Hj.Sofiah, H.Husin. 6. ISAH Menikah dengan NALIM punya anak sbb : Hj. Alimah, Hj. Kenong, H.Alih dan Usup. 7. MANING menikah dengan H.Usman punya anak sbb : Anah, Karim, Asemah,Hj. Rohadiah,dan H.Ma‘ruf. H. Abdulloh Bin H. Tahari menikah dengan Nyai Alus Binti Rimat punya anak sbb : 1. Ibrohim 2. Ismail 3. Nadiroh 4. Yayah 5. Dahlan 6. Ida Fhitria
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 33 Sesepuh kita ini adalah seorang Amil Kampung Perigi, urusan orang meninggal, nikah siri dan tahlilan kembali kepada beliau. Beliau belajar Agama dengan ayahnya yaitu H. Naselan yang memang adalah Amil Kampung Perigi , Sesepuh kita ini mempunyai ciri khas dari pakaian dengan jubah dan imamah (udeng-udeng) kuncup keatas seperti Habaib Al Athas. Berbeda dengan sesepuh yang penulis sebutkan bahwa sesepuh kita banyak yang belajar ke Hilir (Utara) Tanah abang dan Kwitang, sesepuh kita dan ayahandanya belajar ke selatan (Mudik) ke daerah pasar Jum‘at kepada Alhabib Yahya bin Utsman Bin Yahya (anak dari Mufti Betawi alHabib Utsman bin Yahya). Suatu ketika ketika penulis bersilaturrahmi kerumah beliau, beliau mengijazahkan (Mewariskan sebuat kitab Khotbah berbahasa arab melayu) seraya beliau mengatakan ini aba haji kasih kitab khotbah mudah2an bermanfaat buat ente dan beliau banyak bercerita tentang belajarnya beliau. Beliau adalah Ketua DKM Masjid Jami Al Abror tahun 1975 s/d 1978. Kita do‘akan diampuni dosa dosa beliau, dilipatgandakan pahala amal kebaikannya dijadikan kuburnya Raudhoh min Riyaadil Jannah dan cucu cicitnya ada yang meneruskan perjuangannya. Amiin Yaa Robbal Alamiin.
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 34 SELAYANG PANDANG ALMARHUM H. KIBAGUS HAMZAH BIN H. MERAH Beliau adalah H. Kibagus Hamzah Bin H. Merah Beliau dilahirkan 6 Juni 1939 meninggal 26 Maret 2020. 81 Tahun, menurut pengakuan anaknya sebenarnya lebih itu sekitar 90 tahun lebih. Ayahanda beliau adalah H. Merah Bin H. Eneng Bin Bandjir sedangkan Ibunda beliau adalah HJ. Saipa. Kakek beliau H. Eneng Menikah dengan Hj. Moneng Binti Balok mempunyai anak sbb : 1. H. Merah Menikah dengan Hj. Saipa mempnyai anak sbb :
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 35 a. HJ. Amroh menikah dengan Abdullah mempunyai anak sbb : - Amjalih - Masturoh - H. Amelih Hj. Amroh menikah dengan Suripan mempunyai anak sbb : - Rodiati - Suryawan - Suryanih - M. Raden Karyati b. Hj. Apsah Menikah dengan Abdulloh mempunyai anak sbb : Sarajuddin c. H. Mas’ud Menikah dengan Salwah mempunyai anak sbb : Jakwan d. H. Hadujih Menikah dengan Hj. Arnah binti Ari Bin Amran punya anak sbb : - Ningsih - Hazizah - Rogaya - Sunardi - Hidayat (alm) - Hasan Basri - Ibrahim Ajie - Burhanuddin -Nasron - Hartinah (alm) - Hasanah (alm) e. H. Kibagus Hamzah dengan - Hj. Armanih Binti Ari Bin Amran mempunyai anak sbb : Saleha Erba, - Iskandar (dadang), - Agustiadi, - Syarief Usman, - Hj.Elka sari, -Tuti Herawati, - Karnovi
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 36 - Nur Aini (Kampung sawah) mempunyai anak sbb : - Sri Kartika Sari - Hj. Dayati mempunyai anak sbb : Ust.H. Kartomi Hamzah, - Ade Amelia, - Zaki Mubarok, - Ricca Wahyuni, - Devi Megasari, - Intan Fadhilla - Tati Hartati mempunyai anak sbb : Ayu Linggajati, Akbar Saudi Hamzah, Intan Kamil. f. H. Abbas Arif Menikah dengan Ustadzah Hj. Aliyah mempunyai anak sbb : - Yeni Herlina dan Ibnu Abbas 2. H. Tamin Menikah dengan Hj. Ona binti Piung mempunyai anak sbb : a. H. Naidih b. Nairin 3. Jaman 4. HJ. Saanih menikah dengan Sal mempunyai anak sbb : Salbiah 5. Hj. Maanih Menikah dengan H. Sarpan mempunyai anak sbb : Sarminah Beliau diberikan umur panjang oleh Allah SWT, beliau salah satu penggagas masuknya habaib di Kampung Perigi
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 37 Tanah Kusir khususnya HABIB ALWI bin AHMAD bin ALWI bin AHMAD JAMALULLAIL (mangga dua) yang pada zamannya di kenal pemberani, ditakuti oleh pemerintah di zaman soekarno & soeharto karna beliau satu-satunya ulama yang berani menentang asas tunggal. Walaupun semenjak dahulu orang orang tua di Kampung Perigi ini banyak yang sekolah (belajar) di Jamiat Al-Khoir tanah abang di antaranya muallim sholeh bin H. nimun dan anak beliau Hj. rughoyyah (Ibu Iyok), H. Ishaq bin H. Idris, H. Saidi bin H. Idris mereka semua lulusan Jamiat Al Khhoir Tanah Abang, dan banyak juga yang istiqomah manghadiri Ta‘lim Ahad di Kwitang di antaranya H. Abdul Khoir, H. Abdul Shomad, H. Abdul Qodir (Kakak Beradik ini semua adalah Murid Habib Umar Bin Ja'far Assegaff) dll. Sesepuh kita ini sangat mengagumi gurunya sehingga tingkah lakunya, bicaranya, ceramahnya, pakaiannya, sorbannya, Imamahnya (Udeng udengnya), Jubahnya mirip dengan Gurunya yaitu Al Habib Alwi bin Ahmad Jamalullail dan sesepuh kita juga bersahabat dengan dengan anaknya habib Alwi yaitu Habib Idrus yang selalu mengisi ceramah di saat peringatan Maulid Nabi SAW setelah ayahandanya meninggal Dunia. Di masa akhir hayatnya beliau sangat memperhatikan penerus Kampung Perigi ini, beberapa tahun sebelum beliau meninggal tatkala sebelum Iedul Fhitri beliau selalu menyuruh seseorang untuk mengirimkan bingkisan satu kardus berupa
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 38 semua bumbu dapur, ikan asin, bawang, cabe dll semua komplit,.. kepada penulis dan Ust. M. Shandy Husein, begitu juga ketika ketika silaturrahmi bersama ust Husein selalau diberikan Hadiah Batu cincin. Suatu ketika penulis dipanggil sama Beliau lalu memberikan selebaran kertas yang mana isinya adalah silsilah beliau sampai ke Elang Cirebon dengan stempel keraton tahun 1967, seraya berkata ini pegang dan simpen. Suatu ketika beliau memanggil penulis saraya berkata ― Baba mau ngewarisin kitab sama ente, kitab ini warisan dari leluhur Baba ― seraya penulis menjawab ― Kitab apa Kong Haji ― lalu beliau menjawab : ― Kitab Maarif ― lalu penulis menyahut : ― Syamsul Maarif ― lalu beliau menjawab : ― lah ente tau ―... Penulis bergumam di hati : ― ini kitab Masyhur di kalangan santri salafy apalagi santri hikmah karangan Syekh Ahmad bin Ali Bin Yusuf Al Buniy dari Maroko Wafat di Mesir dikuburkan di Al Qorofah di samping makam Syekh Abdul Jalil at thohawiy ―. Beliau berkata : ― ya udah dateng tar malem kerumah ― lalu penulis menerima ini kitab dengan ijab Qobul setelah membaca alfatehah buat leluhur, ketika di akhir hayat beliau, beliau minta kitab tsb lalu penulis mengantarkannya lagi. Beliau Menjadi Ketua DKM Al-Abror Tahun 1989 s.d 2001 Alhamdulillah di antara anak anaknya ada yang meneruskan beliau yaitu Al Ustadz Khartomi Hamzah
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 39 (Lulusan Pon Pes Darunnajah dan IAIN Fakultas Adab Jurusan Sejarah Islam) yang menjadi da‘i. Mudah-mudahan diampuni segala dosa dilipatgandakan pahala amal kebaikannya, dijadikan kuburnya Raudhoh min Riyaadil Jannah, dijadikan Anak keturunannya Sholhin dan Sholihat amiin Yaa Robbal Alamiiin.
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 40 SELAYANG PANDANG ALMARHUM H. SAUMAR BIN H. MARUN Beliau adalah sang legendaris almarhum H. Saumar Bin H. Marun Bin Aji. Meninggal dalam usia 80 tahun. Lahir 30 November 1935 - meninggal 21 Januari 2015. Adapun anak, cucu dan cicit dari Kong Aji adalah sbb : Kong Aji mempunyai anak sbb : 1. Abbas menikah dengan Jiha mempunyai anak sbb : a. ABDULLAH menikah dengan BETSY SOLATI b. JOHARI Menikah dengan NA’AMAH (Pondok Pinang SMEA9) c. ABDUL GANI d. MATAHYANI menikah dengan Hj. Maswanih e. Hj Senah 2. Marun mempunyai anak sbb :
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 41 a. Mawih Kakeknya Sofwandi Sinar Voucer bin Selih b. H. Saumar c. Yusuf 3. Tarim mempunyai anak sbb: a. Amad b. Risah istri dari H. Asir – mempunyai anak – Ibu Nyai - Ishaq (ayahanda ust abbas) c. Kecil (Ayahanda Abdul Rais ketua RT 10) 4. Mait mempunyai anak - Maris (Ibundanya Dani Gopay) Masa remaja beliau dihabiskan di daerah Jl Pecenongan Kecamatan Gambir Jakarta Pusat, seperti dijelaskan ketika terjadi Insiden NICA beliau Hijrah ke Jl Pecenongan ketika itu Tahun 1949 umur beliau 14 Tahun , dan menikah dengan gadis di sana bernama Hindun Binti Isa setelah mempunyai beberapa anak beliau kembali ke tanah kelahirannya. Kelebihan beliau adalah hafal di luar kepala tentang silsilah kampung dan setiap peristiwa yang terjadi di Kampung Perigi , akan tetapi di masa tuanya menjelang akhir hayatnya banyak yang sudah beliau lupakan akan tetapi penulis sudah merekam setiap obrolan dengan beliau. Beliau selalu mampir setiap mau kerja di rumah penulis dengan cerita cerita masa lalu dan penulis banyak mendapatkan manfaat dari almarhum.
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 42 Almarhum selalu sebelum adzan maghrib menghimbau kepada para pemuda untuk siap siap sholat magrib dengan ucapan : ― Para pemuda yang main bola, yang di kuburan yang lagi mancing siap siap kita sholat maghrib ―.... Almarhum salah seorang pecinta ulama, guru guru dan selalu memperhatikan guru guru, pernah penulis dilihat oleh almarhum tidak memakai cincin langsung almarhum pulang membawa cincin dan dipakaikan ke penulis seraya berkata ― ustadz duda, tuan guru harus pakai cincin jangan kaya bencong ga pake cincin ― Suatu ketika, di saat malam takbiran beliau menangis di teras masjid sambil membawa bingkisan buat Tuan Gurunya KH. Heri Irawan, beliau khawatir dengan tuan gurunya tentang persiapan lebaran besok, apakah masak ketupat, daging dll,.. ketika itu penulis ikut menangis sambil bergumam di hati begitu cintanya beliau kepada gurunya pasti di antara cucu cicitnya ada yang jadi ulama tinggal tunggu waktu,...... Penulis teringat riwayat di salah satu kitab al imam ghozali disebutkan :َ ُ أُلْو َر ُ أَىْل ِ الْ جَنَّة ِ اَلْب كْث Kebanyak ahli syurga adalah al bulhu (Orang yang tidak pintar).-- akan tetapi taat, hormat dan cinta sm guru.-- Pen— Kita doakan beliau diampuni dosa-dosanya, dilipatgandakan pahala amal kebaikannya, medapatkan
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 43 syafaat Nabinya, dijadikan anak cucunya sholihin dan sholihat,... Amiin Al Faathihah
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 44 SELAYANG PANDANG H. AMELIH ARIEF BIN ABDULLAH Beliau adalah H. Amelih Arief Bin Abdullah, sesepuh Kampung Perigi Tanah Kusir dilahirkan 75 tahun lalu, Ayah beliau adalah Abdullah (Kampung Duku Kebayoran Lama) Ibu beliau adalah Hj. Amroh Binti H. Merah (kmp Perigi Kebayoran Lama) Menjadi PNS mabes polri tidaklah menghalangi untuk kiprah dalam perjuangan syiar agama, bisa dilihat selalu ikut andil dalam syiar sejak lama, beliau selalu hadir sholat berjamaah dan ta‘lim yang diadakan Masjid Al-Abror . Sesepuh kita ini banyak tahu tentang sejarah kampung, asal usul silsilah dan sejarah pendirian Masjid Al- Abror karena beliau juga saksi sejarah, tentunya penulis
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 45 banyak mengambil manfaat pengetahuan tentang sejarah Kampung Perigi Tanah Kusir. Tahun 1973 s.d 2001 beliau menjadi sekretaris Masjid Jami Al-Abror . Kita perlu contoh beliau selalu istiqomah sholat di masjid dan selalu hadir ta‘lim di Masjid Al-Abror apalagi setelah beliau pensiun banyak waktu beliau dihabiskan di Masjid Jami Al-Abror ,... Beliau juga selalu ta‘dzhim, hormat dan cinta dengan para guru, ulama dan habaaib, mudah mudahan di antara cucu cicitnya ada yang jadi ulama,... H. Amelih arief menikah dengan Hj. Mu‘minah Binti H. Munir (kedaung) punya anak sbb : Ali Mursalin, M. Opi Sopiar, Atikah Amelia, Akmal Mustakim, Nunung Mutmainnah, Abdullah Fauzi (alm) Arif Munandar, Siti Holilah dan Jamalullail (Alm). Setelah Hj Muminah meninggal dunia, beliau menikah dengan Ibu Muhimmah Binti H. Mursidi. Kita do‘akan beliau panjang umur dalam ketaatan kpd Allah SWT dan selalu sehat wal aafiyat. dijadikan anak cucunya anak yang sholeh dan sholehah,... Amiin
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 46 SELAYANG PANDANG H. RACHMAN SAALIH BIN H. EMIN Beliau Adalah H. Rachman Saali (H. Yoman) Bin H. Emin. Sesepuh Kampung Perigi Tanah Kusir dilahirkan ± 70 tahun lalu, ayah beliau adalah H. Emin sedangkan ibu beliau adalah Hajjah Mardhiyyah Binti H. Nimun... Kakeknya diabadikan menjadi nama jalan ketika tahun 1949 setelah Indonesia merdeka, terjadi agresi militer oleh tentara NICA Inggris yang ingin menjajah indonesia kembali, dengan politik adu domba, karasidenan Banten diadu domba dengan Karasidenan Kebayoran (Orang Kebayoran difitnah Masuk atau Pro NICA), ketika itu penduduk kebayoran laki laki mengungsi ke daerah kota dll.. akhirnya H. Nimun menjadi syuhada di insiden tersebut, Ismail Bin H. Emin adalah kakaknya seorang tentara Siliwangi yang syahid di daerah
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 47 Garut dan dimakamkan di pemakaman pahlawan di Bandung sebagai kenang-kenangan dijadikan nama jalan yaitu Jalan Ismail. H. Nimun Bin Kentong (Numbre) adalah paman (encing) dari pewakif Masjid Jami Al-Abror ibu Hajjah Midot Binti Saumin/ H. Saaba Bin H. Sulaiman (Narun). Hajjah Midot anak dari pecun (kakak dari nimun) Binti Kentong/Numbre (biasanya nama orang dahulu adalah laqob/nama Julukan). Dari keturunan H. Nimun ada yang menjadi ulama (muallim) yaitu muallim sholeh bin nimun ayahanda dari ustadzah ruqhoyyah (Ibu iyok) Ibunda beliau adalah Hj. Mardiyyah Binti . H. Nimun Bin Kentong (Numbre), H.NIMUN menikah dengan Hj. Fatimah punya anak sbb : 1. Hj. Mardiyah Menikah dengan H. Emin punya anak sbb : Hj. Mi‘nah, H. Marjuki, Hj. Romlah. Napsiah, Ismail,H. Ishaq Firdaus, H. Yahya, Hj. Mastiah dan H. Rachman Saali 2. Hj.Mariah Menikah Dengan Asil Bin Amran mempunyai anak sbb : - Asenah - Ahmad - H. Hasan - Hj.Neneng - Tihamah - Matalih - Madari 3. Hj.Mariam
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 48 4. Hj.Aminah 5. H.Moh.Sholeh (Muallim), 6. H.Sulaiman, 7. Hj.Umih 8. H.Salim. Sesepuh kita ini adalah ketua pengajian nurul mu‘minin pengajian malam jumat yang diasuh oleh KH. Herri Irawan , orang yang Istiqomah ke masjid, yang paling menonjol adalah beliau selalu Istiqomah sholat malam dan membaca alquran selepas sholat subuh dan selepas maghrib , karena beliau mengerti bahwa alqur‘an akan memberikan syafaat buat yang membacanya. Beliau di tahun 2006 menjadi bendahara Masjid Jami Al- Abror , semoga kita bisa mencontoh beliau selalu istiqomah sholat di masjid, istiqomah membaca alquran istiqomah hadir majlis ta‘lim,... Semoga beliau panjang umur dalam ketaatan kpd Allah, selalu sehat wal aafiyat, anak cucunya menjadi sholeh dan sholehah dan akan mendapatkan Syafaat dari Alqur‘an,.. Amiin,...
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 49 SELAYANG PANDANG WALDI. SE BIN MATAHYANI Beliau adalah WALDI. SE Bin MATAHYANI bin ABBAS. Dilahirkan 59 tahun yang lalu. Beliau adalah Tokoh Kampung Perigi menjadi Ketua RT 09/010 beberapa . periode, juga menjadi Ketua RW 10 berapa periode. Tokoh Masyarakat Kampung Perigi ini mempunyai Kakek bernama Abbas. ABBAS menikah Dengan JIHA mempunyai anak Sbb : 1. ABDULLAH menikah dengan BETSY SOLATI mempunyai anak sbb : a. M. Yahya b. Nuraini
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 50 2. JOHARI Menikah dengan NA’AMAH (Pondok Pinang SMEA9) Mempunyai anak yaitu Hj. Rohani istri dari H. Ishaq bin H. Emin. Beliau diabadikan menjadi nama Jalan (Jl. Johari) karena beliau adalah pejuang 45 Tentara Siliwangi syahid dalam perjuangan dan tidak diketemukan makamnya. 3. ABDUL GANI beliau adalah Ketua umum DKM Al-Abror Tahun 1975 s.d 1985 dan beliau adalah seorang tentara juga. sebelum tahun 1970 an beliau tinggal di daerah Pasar Poncol Senen Jakarta Pusat dan menjadi tokoh yang disegani di daerah tersebut. Setelah itu kembali ke kampung halaman yang tercinta. 4. MATAHYANI (ayahanda tokoh kita) menikah dengan Hj. Maswanih Mempunyai anak ibu Mahyani (ibunda Sofwandi Sinar Voucer) Hj Mahyati dan Waldi. 5. HJ. SENAH Sedangkan ibunda tokoh kita ini adalah Hj. Maswanih Binti H. Masriki Bin Engkik. Anak, cucu dan cicit Kong Engkik. KONG ENGKIK mempunyai anak sbb : 1. H.MASRIKI mempunyai anak sbb : H. Masriki menikah dengan Hj. Iti mempunyai anak sbb : Hj. Kaimah, Hj. Fathimah, Abdullah (Meninggal masih muda) dan H. Yusuf (Ahli Patah Tulang)
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 51 H. Masriki menikah dengan Jumirah mempunyai anak sbb : Hj. Maswanih (ibu dari tokoh kita), Hj. Maseroh, Hj. Masenah, Hj. Masenih (istri dari H. Yahya Bin H. Emin), Royanah (ibu dari ketua RT 6 Sofyan) 2. H. IDRIS menikah dengan AINI mempunyai anak sbb : Ipah (IKPN), H. Ishaq (Ketua DKM Al-Abror Tahun 1970 s.d 1975) (ayahanda dari Nurhadi sekretaris RW, H. Saidih (ayahanda dari ketua Rt)11 Bahruddin SH, Sa‘diyyah , ...... (Ibu dari Omsanih istri Bang Ading bin H. Karim), Masriyah (ibu dari sarkiyyah istri Bpk Ayyub khan) dan Bpk Nawi 3. ANWAR (IKPN) 4. JAENAH (KEDAUNG) 5. HINDUN (Ibu dari Bpk Rohmat Masjid Habliyyah) 6. KH. UMAR (Masjid Umariyyah IKPN Bintaro) Beliau adalah termasuk sesepuh Kampung Perigi dan beliau adalah guru tetap Majlis Ta‘lim Malam Rabu Masjid Jami Al-Abror, setelah beliau meninggal dunia lalu digantikan oleh KH. Hasan Murdhi Alwi hingga sekarang.
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 52 Istri tokoh kita ini adalah Yeni Herlina, dilahirkan 51 tahun yang lalu, anak dari H. Abbas Arief bin H. Merah, sedangkan ibu beliau adalah Ustadzah Hj Aliyyah asal Peninggaran Timur 1 beliau adalah guru mengaji penulis juga. Tokoh kita ini adalah pensiunan BUMN Pos Indonesia, walaupun beliau awwam dalam ilmu agama, menurut beliau ada jalan lain untuk menuju keridhoan Allah SWT, maka dari itu beliau menyisihkan hartanya sebagai bekal beliau di akhirat nanti dengan membayar listrik Masjid Jami Al-Abror sudah berpuluh puluh tahun beliau mengamalkan ini, sudah beberapa kali penulis agar beliau mengakhiri membayar listrik, tapi beliau tetap ingin mendapat keridhoan Allah SWT. Kita doakan Allah SWT selalu meridhoinya, diberikan panjang umur, sehat wal aafiyat , anak anaknya menjadi anak yang sholeh dan sholehah, umurnya diberikan keberkahan dan bermanfaat buat umat. Amiin yaa Robbal Alamin...
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 53 SELAYANG PANDANG H. ASEP MAHMUD. SPD BIN H. MAHALLI Beliau adalah Ustadz. H. Asep Mahmud. Spd Bin H. Mahalli Bin Amsar Bin Amran Bin Lepa, dilahirkan 50 tahun yang lalu. Beliau adalah salah satu tokoh Kampung Perigi , selain beliau mengajar di sekolah-sekolah, beliau adalah ketua RW 10 Kebayoran Lama Selatan saat ini, sebelum diembani tugas menjadi ketua RW 10, beliau adalah sekretaris Masjid Jami Al-Abror . Beliau dengan kakaknya Ust. Madanih (sekarang tinggal di Depok) adalah pelopor anak Kampung Perigi untuk belajar ke pesantren, sepengetahuan penulis, sebelumnya tidak ada anak Kampung Perigi yang belajar di pondok pesantren, Alhamdulillah sesudah beliau mondok
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 54 kepesantren maka banyak anak Kampung Perigi yang belajar ke pesantren dan insya Allah Kampung Perigi akan menjadi kampung santri yang mencetak ulama ulama betawi dan ini menjadi harapan penulis, insya Allah,... Beliau adalah lulusan pesantren modern walisongo ngabar jawa timur, 8 tahun beliau menimba ilmu di sana, setelah pulang ke kampung halaman lalu menimba ilmu menjadi Programmer lalu beliau menyelesaikan S1 nya. Tidak hanya ilmu dari pesantren modern walisongo yang beliau boyong kekampung halaman, santriwati dan mahasiswi institut agama islam riyadlotul mujahidin bernama titin Aliefah asal blitar Jawa Timur juga diboyong olehnya lalu dinikahkan. Ayah beliau H. Mahalli adalah seorang tentara ARMED dari Laskar Siliwangi yang mendapat medali sewindu Angkatan perang RI dari Presiden RI tahun 1954, dan 3 Satya Lencana dari Menteri Pertahanan RI tahun 1958, dan Piagam Penghargaan dari Gubernur DKI sebagai pengabdian Menjadi RW di Kebayoran Lama selama 25 Tahun. Ibu Beliau adalah Ma‘anih Binti Maisan Bin Ismail dan menikah dengan H. Mahalli pada tahun 1943 dan dikaruniai 11 anak sbb : Halimah, Muhammad Dalih, Mahwanih, Mahwiyah, Mulyanih, Madarif, Madanih, Maryanah, Maryanih, Euis Mulyanah dan Asep Mahmud (sibontot). Datuk beliau adalah LEPA salah satu Pongkol/pokok silsilah orang Kampung Perigi .
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 55 LEPA mempunyai anak AMRAN dan AMRAN Menikah dengan NYAI AWI mempunyai Anak Sbb: 1. ASIL Menikah dengan Mariah Binti H. Nimun 2. ARI Menikah dengan 3. AMSAR Menikah dengan Hj. Daim 4. NONG Menikah dengan H.Naselan Bin H. Tahari 5. AMSIR Menikah dengan 6. ARIS Menikah dengan 7. ATI Menikah dengan 8. AMIR Menikah dengan Kita doakan semoga Allah SWT mengampuni dosa orang-orang tua kita yang telah mendahului kita, ditempatkan Syurganya, diluaskan kuburnya. Amiiin Ya Robbal Alamiin. Semoga Tokoh kita Pak RW Ust. H. Asep Mahmud.Spd, diberikan panjang umur, sehat wal aafiyat , anak anaknya menjadi anak yang sholeh dan sholehah, umurnya diberikan keberkahan dan bermanfaat buat umat. Amiin yaa Robbal Alamin...
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 56 SELAYANG PANDANG USTADZ ABBAS BIN ISHAQ Beliau dilahirkan 54 tahun yang lalu. Ayah beliau adalah Ishaq. Sedangkan Ibu beliau adalah Ayatih Binti Tong Alim (Nyai Banjar) Binti H. Saaba . Dari silsilah Ibu (Ayatih) dan Neneknya (Nyai Banjar) beliau adalah cicit dari pewakif Masjid Jami Al-Abror (H.Saaba dan Hj. Midot). Tong Alim Menikah dengan Nyai Banjar punya anak sbb : 1. Abdullah (Aba Abb) punya anak sbb : Ahmad (Bang Ucok), Irianto (Buche) dan emi (Neng Otoh) 2. Ayatih + Ishaq punya anak sbb :
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 57 Munir (Rt seumur hidup), Abbas, Nurdin, Titin, Ahmad dan Ijah. Sedangkan ayah beliau adalah Ishaq Bin H. Asir (Menikah dengan Risah Binti Tarim Bin Aji. Beliau belajar mengaji kepada guru guru di Kampung Perigi di antaranya Hj. Minah Binti H. Emin, H. Saidih Bin H. Idris, H. Sugandi (Menantu Muallim Sholeh) dan selama ini beliau intensif menghadiri pengajian di Masjid Jami Al-Abror di malam Malam Rabu dengan KH. Hasan Murdhi Alwy dan Pengajian Malam Jumat dengan KH. Heri Irawan. Tahun 1990-an beliau membuka pengajian Al Quran di rumah beliau di Jl Musa dihadiri anak anak sekitar Kampung Perigi dan beliau mengajar di Masjid Al-Abror selepas Maghrib membaca Al Quran. Ustadz yang kalem dan ganteng ini selalu istiqomah mengimami di Masjid Jami Al-Abror. Walaupun beliau seorang pegawai swasta tidak menghalangi beliau menghadiri Majlis Ta‘lim yang diadakan di Masjid Al- Abror. Dan beliau di tahun 2011 s.d 2016 menjadi ketua DKM Masjid Jami Al-Abror. Kita doakan diberikan panjang umur, sehat wal aafiyat , anak-anaknya menjadi anak yang sholeh dan sholehah, ilmunya diberikan keberkahan dan bermanfaat buat umat. Amiin yaa Robbal Alamin...
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 58 SELAYANG PANDANG MAJLIS ALABROR Majlis ta‘lim Al-abror adalah majlis yang dibina dari beberapa anak muda yang hatinya terkait dengan Allah SWT, terpenuhi dengan cinta kepada Nabi Muhammad SAW dan Dakwahnya. Majlis Al-Abror adalah kelanjutan dari majlis yang didirikan sekitar tahun 2004 yaitu salah satu cabang dari Majlis Dzikir dan Sholawat Arridho Al Athosiyyah pimpinan Alhabib Muhammad Bin Ahmad Alathos Menteng Atas Setia Budi Jakarta Selatan, majlis tersebut dibuka dan diresmikan langsung oleh KH Fakhrurrozi Ishaq dan dihadiri dan disaksikan oleh beberapa habaib di antaranya Habib Abdullah AlAthos (cucu Alhabib Ali bin Husein Alathos Bungur) Al habib Hamid bin Abdullah Al Kaaff, habib salim bin Muhammad Sholehuddin bin salim bin jindan dan banyak
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 59 pula Ulama yang menghadiri acara pembukaan Majlis salahsatunya adalah KH. DR. Mulyadi Effendi sahabat karib penulis, hal tersebut yang bertempat di kediaman penulis. Beberapa tahun berlalu majlis diadakan setiap malam Sabtu dan dihadiri para habaib dan ulama setiap bulannya, untuk melengkapi Majlis maka dibentuklah tim hadroh dan belajar setiap pekannya langsung ke daerah Menteng yang alhamdulillah hingga saat ini terus berkembang. Waktu terus berlalu ujian, rintangan dan halangan menjadi teman karib dalam dakwah ini hingga takdir ditetapkan hingga majlis tidak dapat dihadiri oleh Habib Muhammad Alathos, hingga penulis ditemani oleh Mulyadina mendatangi seorang Habaib yang mana beliau adalah kawan karib serta guru dari penulis beliau bernama Alhabib Abu Bakar Bin Abdullah bin Muhsin Alhaddad, Kami menyodorkan 3 nama habaib yang akan menjadi guru dan pembimbing kami di daerah Tanah Kusir ini, setelah beberapa lama beliau Alhabib Abu Bakar Alhaddad beristikhoroh maka Allah SWT menentukan guru dan pembimbing kita saat ini yaitu Al Habib Muhammad Jadid Bin Abdurrahman Assegaff. Akhirnya takdirlah yang mempertemukan kami berempat yaitu AlHabib Abu Bakar Alhaddad, Alhabib Muhammad Jadid Assegaff, penulis dan Mulyadina di kediaman Alhabib Abu Bakar Alhaddad di Condet. Ditentukanlah hari untuk ta‘lim yang awalnya malam Sabtu menjadi Malam Kamis dan tempat yang semula di
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 60 kediaman penulis menjadi di Masjid Jami‘ Al-Abror dengan alasan yang semula malam Sabtu menjadi malam Kamis agar Jamaah majlis Nurussyifa pimpinan Alhabib Syekh Bin Umar Assegaff bisa dapat hadir di majlis dan kami bisa hadir di Majlis Nurussyifa, sedangkan kepindahan tempat dan nama majlis kebetulan saat itu penulis menjadi Ketua DKM Masjid Al-Abror maka dipindahkan ke Masjid Al-Abror dan nama majlis berubah menjadi Majlis Al-Abror hal itu terjadi pada tahun 2006. Adapun Ketua Majlis Al-Abror sbb : 1. Mufid Albatawy-- sejak didirikan s.d 2006 2. Ust M. Shandy Husein-- 2006 s.d 2010 3. Ust. Mahyuddin -- 2010 hingga sekarang Demikianlah sekelumit perjalanan Majlis Al-Abror. Semoga kita semua diberikan istiqomah dan diberikan keberkahan dari guru dan pembimbing kita Alhabib Muhammad Jadid bin Abdurrahman Assegaff.
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 61 SELAYANG PANDANG HABIB MUHAMMAD JADID BIN ABDURRAHMAN ASSEGAF Habib Muhammad Jadid bin Abdurrahman Assegaff Beliau adalah Pimpinan Majlis Jalsatul Musthofa nama Jalsatul Musthofa diberikan langsung oleh Al Habib Anis bin Alwi Al Habsy (cucu Sohib Simthud Duror) Solo Jawa Tengah ketika itu beliau bersama sowan bersama Al Habib Hasan Bin Ja‘far Assegaff pimpinan Majlis Nurul Musthofa, Al Habib Hasan diberikan nama Nurul Musthofa sedangkan Al Habib Jadid diberikan nama Jalsatul Musthofa. Beliau dilahirkan di Cisarua Bogor. Biasa disebut Habib TURBO (Turunan Bogor).
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 62 Beliau adalah Sohibul Istiqomah wa Mujaabud Da‘wah, beliau mengajar di Tanah Kusir sudah belasan tahun berkah Sohibul Washiilah Al Habib Abu Bakar Haddad, ketika penulis mengadukan masalah dakwah di Tanah Kusir akhirnya Al Habib Abu Bakar memilih Al Habib Jadid untuk mengajar di Tanah Kusir. Beliau sempat jadi rebutan 2 orang Ulama dan Waliyullah, Guru beliau sendiri Al Habib Hasan Baharun pendiri Pondok Pesantren Daarullughoh Wad Da‘wah Bangil Jawa Timur dengan As Sayyid Muhammad Bin Alwi Al Maliki Mekkah Al Mukarroh, beliau meminta Al Habib Jadid diboyong ke Mekkah tapi ditahan guru beliau Al Habib Hasan Bahaarun. Beliau sangat ta‘dzhim, takriim, taat, menjaga adab, khidmah dengan guru guru beliau dan beiau sohibul istiqomah.ِ ِْيَْكُن ْ حَاحِب َ اْالِسْتِقَامَة ِ ال َ طَالِب َ الْكَرَامَة َعْض ُ الْعَارِف َ قَال َ ب ٌ ِفِ طَل ِّكَةَ مُتَاَر َفْسَك َّ ن َ فَإِنَ يُطَالِبُك ِ وَرَبَّك ِ الْكَرَامَة ِ ب بِاْالِسْتِقَامَة. Berkata Sebagian Arif Billah : Jadilah orang yang istiqomah jangan kau mencari karomah sesungguhnya dirimu berusaha mencari karomah akan tetapi Allah Jalla Wa Alaa meminta dirimu istiqomah.
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 63 Silsilah beliau: HABIB MUHAMMAD JADID bin ABDURRAHMAN bin JADID bin MUHSIN bin MUHAMMAD bin AHMAD bin ALI bin ABDULLAH bin ABDURRAHMAN bin ALI bin AQIL bin ABDULLAH bin ABU BAKAR bin ALWI bin AHMAD bin ABU BAKAR ASSAKRAN bin SYEKHUL KABIR ABDURRAHMAN ASSEGAFF bin MUHAMMAD MAULA DAWILEH bin ALI bin ALWI AL GHUYUR bin MUHAMMAD FAQIH MUQODDAM bin ALI bin MUHAMMAD SOHIB MIRBATH bin ALI KHOLI QOSAM bin ALWI bin MUHAMMAD bin ALWI bin UBAIDILLAH bin AHMAD ALMUHAAJIR bin ISA ANNAQIIB bin ALI ALURAIDI bin JA‘FAR ASSHODIQ bin MUHAMMAD ALBAQIR bin ALI ZAINAL ABIDIN bin IMAM HUSEIN ASSIBITH bin IMAM ALI KARROMALLAHU WAJHAH bin FATHIMAH AZZAHRA binTI NABI MUHAMMAD SHOLLALLAHU ALAIHI WASALLAM.
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 64 SELAYANG PANDANG USTADZ MUHAMMAD SHANDY HUSEIN BIN HANAFI Beliau dilahirkan 43 Tahun yang lalu, dengan nama Mustaqim lalu diganti oleh sesepuh kita Almarhum H. Ki Bagus Hamzah Bin H. Merah menjadi menjadi Muhammad Shandy (Husein). Ayah beliau adalah Hanafi bin Mu'assyim (Pondok Pinang) dan ibu beliau adalah Ibu Muhimmah binti H. Mursidi (Pondok Pinang). Nenek dari ibu yaitu Hj Aliyah binti H. Saaba Bin H. Sulaiman (Narun). Dari silsilah ibu dan nenek, ustadz kita ini adalah cicit dari pewakif Masjid Jami Al-Abror.
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 65 Tahun 1990 beliau mondok di Pondok Pesantren Salafy Bani Tohir Jl Raya Serang Pelamunan Keramatwatu Serang merupakan salah satu pusat kajian Islam tertua di Banten. Setelah itu beliau mondok di Cibadak Sukabumi Pesantren Al Ikhlas di bawah bimbingan KH. Jamaluddin beliau belajar Fiqh, Nahwu, Shorof dll, yang nantinya beliau dapat keberkahan ilmu dari beliau KH. Jamaluddin, lalu beliau meneruskan Madrasah Aliyah di Man 4 Jurusan Bahasa Arab. Beliau senang bergaul dari orang yang alim sampai orang yang bangor tetap dia bergaul tanpa membedakan status. Ust. Gaul ini membuat Majlis Al Ghauli. Alhamdulillah Majlis sudah berjalan puluhan tahun mewarnai para pemuda yang ada di lingkungan RW 10. Selain pimpinan Majlis Alghauli, beliau adalah Amil (Mudin/modin/lebai) Kampung Perigi yang semua orang Kampung Perigi laki-laki, kaya, miskin, ahli ibadah, ahli maksiat ... Ketika mereka meninggal akan kembali ke ustadz kita ini tentunya dimandikan jenazahnya lalu didoakan,.. Kecuali kena CORONA langsung dibungkus,..... Semoga panjang umur guru kita, sehat wal aafiyat diberkahkan ilmunya, dibanyakkan rezekinya, diberikan kerturunan sholeh dan sholehah,...Amiiin
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 66 SELAYANG PANDANG USTADZ MAHYUDIN BIN HANAFI Beliau dilahirkan 45 Tahun yang lalu, kakak dari Ustadz Muhammad Shandy Husein Alkusiri. Ayah beliau Hanafi Bin Muasyim (Pondok Pinang) ibu beliau adalah Muhimmah binti H. Mursidi (Pondok Pinang). Dari silsilah ibu dan neneknya (Hj Aliyah), beliau adalah cicit dari pewakif Masjid Al-Abror . Beliau adalah Sohibul Hadroh (guru hadroh) / Sohibul Qoshidah (Vokalis Qoshidah) belajar di Menteng Atas Dengan Ustadz Amir, bakat kesenian diturunkan dari ibunya dan Kakeknya (H. Mursidi), sebagai Professional, beliau menguasai ilmu Hadroh dari Nikahi, ganaki, bass, tam/tung, keprak, qoshidah, banjari dll....
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 67 Dengan ketulusan Ust Amir memberikan Ilmunya, Ust Mahyuddin mendapat keberkahan ilmu dengan mengajar Hadroh dan Maulid di berbagai tempat, biasanya ust Mahyuddin selalu mengirimkan surat Alfatehah untuk gurunya ini yaitu ust Amir.... Beliau juga menguasai Design Grafis, dan dari nya timbul team Hadroh Syabaabul Akhyaar, Perigi post, Facebook Masjid Al-Abror, Al Abror tv, menurut beliau dakwah tidak hanya sekedar menghadiri majlis, tidur, selfi selfi, pulang lalu lupa apa yang disampaikan guru akan tetapi menggunakan teknologi multimedia menjadi sarana dakwah yang mumpuni. Sejak mudanya (emang dah tua ye skrng) beliau adalah seorang aktifis, menurut beliau seorang aktifis harus mempunyai visi dan misi kedepan bukan hanya melakukan aktifitas rutinitas yang membosankan, ketika orang sekitar tidak memahami apa yang ada dalam pikirannya beliau hanya diam lalu menarikan jari jemarinya untuk membuat karya seni berupa air mancur mini, tanaman hias unik dan ikan hias karena bakat yang diturunkan leluhurnya. Walaupun beliau tidak sempat belajar di pondok pesantren, beliau bertekad semua anak anaknya belajar di pesantren jika perlu istrinya pesantrenin tapi istrinya ga mau, maunya dekat dekat sama suaminya,...... Beliau adalah seorang yang istiqomah dalam rangka da‘wah, sekarang mejadi ketua Majlis Al-Abror malam kamis.
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 68 Mudah mudahan panjang umur sehat wal aafiyat banyak rejekinya anak anaknya sholeh dan sholehah,.. amiiin
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 69 SELAYANG PANDANG USTADZ MUHAMMAD ZUL IKRAM BIN USTADZ DRS SOEPARMAN Beliau adalah Muhammad Zul Ikram (Tuanku Endah Basa) Bin Al Ustadz Drs. Soeparman Bin Syachroni, Dilahirkan 30 tahun lalu. Ibunda Beliau adalah Yenni Krisna Seorang Guru. Masa kecil beliau di Kampung Perigi, Masjid Al-Abror tempat yang berkenang di hatinya, ikut kegiatan Pesantren Kilat dll,.. Beliau sejak kecil mendapat didikan agama oleh orang tua beliau, setelah lulus sd langsung mondok di Pesantren Modern Darun Najah 6 tahun di sana. Pada tahun 2008 beliau mendapatkan beasiswa ke Universitas Al Azhar Kairo Mesir tempat idam idaman para penuntut ilmu Agama karena perannya begitu penting di
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 70 dunia islam dengan mencetak Ulama Ulama Kaliber dunia, tidak tanggung tanggung beliau 11 tahun di sana,… (biasanya kalau lebih 10 tahun seseorang tinggal di sana, mengigaunya saja pakai bahasa arab,.yang aneh lagi anak kecil di Mesir ngomongnye pakai bahasa arab,.. hehehe.pen). Beliau mengambil Jurusan Ilmu Hadits di Alazhar, 11 tahun di sana setelah lulus kuliah beliau menjadi imam masjid di sana, sambil berziarah para auliya para ulama seperti seperti Sayyidina Husein, Imam Syafii, Imam Jalaluddin Assuyuthi dll, beliau juga berkunjung ke Ulama ulama Al Azhar untuk mengambilkan Ilmu dengan sanad sanadnya sebagai ahli hadits tentu sanad ilmu sangat beliau perhatikan. Bukan saja Ilmu yang segudang yang beliau ambil dari kotanya ilmu yaitu kairo bahkan mahasiswi alazhar asal Bangka juga beliau boyong ke tanah air lalu dinikahkan, kita doakan panjang umur sehat walaafiyat diberikan keturunan yang Sholeh an Sholehah,… amiiin Sebagai pecinta ilmu selain sibuk mengajar juga beliau sedang berkarya menulis beberapa kitab. Selain guru di Universitas Al Azhar sebagai pecinta ilmu, ada beberapa guru yang pernah diambil ilmunya dalam bentuk talaqqi di beberapa majelis Ilmu. Di antaranya : 1. Syaikh Ahmad Ma‘bad Abdul Karim : Ilmu Mustholah Hadist serta Majlis Pembacaan Hadits dalam perayaan malam Nisfu Sya‘ban pada tanggal 11 –)5 – 2017 dan juga kitab Al-Arba‘in Al-‗Ajluniyah pada tanggal)4 – 12 - 2017
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 71 2. Syaikh Saad Jawish Rohimahullahu Ta‘ala : Ilmu Mustholah Hadits serta Majelis Pembacaan Hadits perayaan malam Nisfu Sya‘ban pada tanggan 11-)5 - 2017 3. Syaikh Dr. Musthafa Abu ‗Imaroh : Ilmu Mustholah Hadits 4. Syaikh Dr. Yusri ‗Ajur : Ilmu Mustholah Hadits 5. Syaikh Dr. ‗Abdul Fattah Al-A‘wari : Tafsir Jalalain 6. Habib Umar bin Hafizh : Kitab ― Kimyaul Yaqin‖ beserta barokah Ijazah Sanad beliau tentang keutamaan belajar dan mengajar 7. Syaikh Ahmad bin Husein bin Muhyiddin bin ‗Ali Al-Azhari : Kajian Kitab Arbain An-Nawawi dengan Ijazah Khossoh hingga khatam 8. Syaikh Rif‘at Fauzi : Dalam majelis beliau sekaligus pengijazahan Hadits Musalsal hari Asyuro dan Hadits Musalsal bil Awwaliyyah 9. Syaikh Hisyam Kamil Hamid Musa As-Syafi‘I : Kitab Khoridah Bahiyyah, Al-imta‘ fi Matni Abi Syuja‘ sekaligus Ijazah Hadis Musalsal bil Mahabbah dan Kitab Is‘audul Bariyyah fi Ahkamil Adh-hiyah 10. Syaikh Muhammad bin Sholih bin Abdul Ghoni bin Sholih Al-Ja‘fari : Ijazah Ammah dari beliau, dari Ayahnya Syaikh ‗Abdul Ghony dan Dari Ayahnya Syaikh Sholih Ja‘fari untuk semua kitab-kitab karangan Al-Imam Al-Ja‘fary dengan Sanad yang terkumpul dalam kitab Al-Jawahirul ghowaly min Asanid Al-Imam Al-Azhari Asy-Syaikh Sholih Al-Ja‘fary yang
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 72 di Takhrij oleh Syaikh Muhammad Fu‘ad bin Kamal Ad-Din Ar-Rimbawy (Wakil Torikoh Ja‘fariyah) 11. Syaikh Asrof : Kitab Al-Arba‘in fi Fadhoili Kalami Robbil ‗Alamin. 12. Syaikh Dr. Umar Hasyim : Ijazah A‘mmah dari Sanad beliau tanpa memberi tahu rincian sanadnya tentang hadits shohih, hasan dan dhoif tentang malam Nisfu Sya‘ban. Kajian ini dilaksanakan pada tanggal 21 – May – 2016 13. Syaikh Sayyid Muhammad bin As-Sayyid ‗Alawy Al-Maliky Al-Hasani : Ijazah beliau kitab Al-Qowaidu Al-Asasiyyah Fi ‗Ilmi Mustholah Al-Hadits (beliau beri Ijazah kitab ini ketika berada di Madinah menghadiri Majelis Shalawat beliau dengan adik beliau Ahmad Zul Jalal)
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 73 SELAYANG PANDANG USTADZ MUFID ALBATAWY BIN DAMUNIH Beliau dilahirkan 46 tahun yang lalu ayah beliau adalah Damunih Bin Jerin bin Saumin (Jerin kakak beradik dengan Hj. Midot Binti Saumin/ Pewakif Masjid Jami Al-Abror Sedangkan Ibu beliau adalah Muanih Binti Muhammad Bin Umar Bin Misan. Beliau belajar di pondok di Cibadak Sukabumi Pesantren Al Ikhlas Cibadak Sukabumi lalu beliau pindah ke Pesantren Modern Darul Ihsan Cibadak Sukabumi setelah lulus lalu mengabdi satu tahun, beliau pindah kepesantren An nidzhom (Panjalu Salabintana Sukabumi) lalu beliau balik ke jakarta kuliah di Universitas Islam Attahiriyyah Fakultas Adab (Bahasa Dan Sastra Arab) setelah itu beliau balik lagi ke pesanteren An Nidzhom Sukabumi merasa belum puas
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 74 dengan ilmu yang didapat, dari sinilah beliau mendapat sanad keilmuan, setelah pesantren annidzhom beliau pesantren lagi ke Pesantren Istiqomah sukalarang Sukabumi di sinalah beliau mendapat ijazah ijazah Hikmah, Riyaadhoh, suluk, setelah itu beliau ingin pindah pesantren ke Buya Dimyati Banten takdir berkata lain ketika hendak berangkat ke banten bertemu dengan teman karibnya KH. DR. Mulyadi Effendi. MA yang sedang merintis pondok yang meminta untuk mengajar di sana karena beliau sibuk mencari nafkah buat santri santri Pondok yang mayoritas yatim, 2 tahun mengajar di sana, setelah itu balik ke kampung halaman berziarah dan silaturrahmi ke orang orang sholeh lalu membuat Majlis arridho Alatthosiyyah... Dengan beliau balik ke kampung halaman babak baru terjadi dalam dakwah di kampung dengan didatangi ulama ulama para habaib dan pengkaderan ulama terjadi yang sebentar lagi akan memetik hasilnya. Di tahun 2006 beliau menjadi ketua DKM dan beliau masih bujangan, bukan karena mampu beliau berfikir tidak ada regenerasi dan kaderisasi dalam bidang agama di Kampung Perigi ini sehingga putus beberapa generasi di atas beliau yang memperhatikan dakwah di Kampung Perigi . Dan di ahun 2016 beliau menjadi ketua DKM hingga sekarang, menjadi cita cita beliau kaderisasi dakwah yang mumpuni menguasai ilmu ilmu Agama sehingga dakwah di
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 75 Kampung Perigi selalu hidup tidak dilekang masa yang Alhamdulillah Kampung Perigi terus mengirim mujahid tinta para pecinta ilmu yaitu santri di pesantren di Jawa Barat, Tengah dan Timur. Sudah beberapa buku yang beliau tulis, di antaranya Risalah Al-Abror berisi amalan amalan doa yang dipakai orang tua di Masjid Jami Al-Abror , dan buku yang anda baca ini terinspirasi setelah beliau melihat orang Kampung Perigi tidak mengetahui silsilah keturunan mereka, siapa saudara mereka dan sangat memperihatinkan keadaan seperti ini. Dan beliau masih terus berkarya berupa terjemahan dan ringkasan kitab kitab. Sanad Keilmuan beliau yang didapatkan di pesantren Annidzom salabintana sukabumi sbb : Sayyiduna wa Maulana Muhammad SAW → Imam Abdullah bin Umar bin Khaththab ra → Imam Nafi` maula Ibnu Umar → Imam Darul Hijrah Abu Abdillah Malik bin Anas → Imamul Aimmah Abu Abdillah Muhammad bin Idris as Syafi`i → Imamul Kabir Abi Ibrahim Ismail bin Yahya al Muzanni → Imam Abil Qasim Utsman bin Sa`id al Anamathi → Abil Abbas Ahmad bin Umar bin Suraij → Abi Ishaq Ibrahim bin Muhammad al Marwadzi → Imam Abi Zaid Muhammad bin Ahmad al Marwadzi → Imam Abi Bakar Abdullah bin Ahmad al Qaffal al Marwadzi as Shaghir → Rukunul Islam Abi Muhammad Abdullah bin Yusuf al Juwaini
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 76 → Imamul Haramain Abi Ma`ali Abdul Malik → Imam Hujjatul Islam Abi Hamid Muhammad bin Muhammad bin Muhammad al Ghazali → Imam Abu Abdillah Muhammad bin Yahya an Naisaburi → Imam Abu Bakar Muhammad bin Fadhl → Imam Abil Qasim Abdul Karim bin Muhammad ar Rafi`I → Najmuddin Abdul Ghaffar bin Abdurrahim al Quzwaini shahibul Hawi → Muhammad bin Muhammad Shahib asy Syamil shaghir → Jamaluddin Abil Hasan Sallar bin Hasan al Irbili → Imam Muhyiddin Yahya bin Syaraf an Nawawi → Abil Hasan Ali bin Ibrahim al Aththar ad Damsyiqi → al Hafidz Zainuddin Abil Fadhl Abdurrahim bin Husain al Iraqi → al Hafidz Syihabuddin Abil Fadhl Ahmad bin Ali bin Muhammad bin Hajar al Asqalani → Syaikhul Islam Zakariyya bin Muhammad al Anshari → Syihabuddin Ahmad bin Muhammad bin Hajar al Makki → Nuruddin Ali bin Yahya az Ziyadi → Imam Nuruddin Abi Dhiya Ali bin Ali as Subramilsi → Syihabuddin Ahmad bin Muhammad bin Athiyyah al Khulaifi → Syamsuddin Muhammad bin Salim al Hafni → Syaikh Abdullah as Syarqawi → Syaikh Utsman bin Hasan ad Dimyathi → Sayyid Ahmad bin Zaini Dahlan → Al habib syaikh bin salim al-athos → Abuya KH Abdullah Mukhtar Sukabumi → Mufid Albatawy
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 77 TINGGAL KENANGAN 1. Kali Kite Kampung perigi salah satu kampung yang dilewati kali pesanggrahan, adapun istilah yang dipakai menamai kali adalah ― Kali Kita ―, orang kampung perigi menamainya dengan kali milik mereka. Kali kita adalah sumber kehidupan dijaman dahulu, mereka bercocok tanam disisi kali, mencari ikan sebagai lauk, menebang bambu untuk kebutuhan, hampir 99 % orang kampung perigi bisa berenang dengan mahir. Kali ini berlimpah dengan bermacam macam jenis ikan diantaranya : Ikan Cere, ikan keting, ikan lempuk, ikan baung, ikan lele, ikan melem, ikan marcoca( buntut mereh ), ikan gurame, udang kali, udang satang, lopis, sili, ikan bawal, gabus, mujair dan ikan mas, sedangkan yang masih tersisa yaitu ikan marcoca ( buntut merah dan ikan empang lainnya. Adapun kali milik kampung perigi ada nama ada sejarahnya diawali dari sebelah hulu ( udik ) : Pangkalan gedong, diawali dari pas bertemu kali pesanggrahan dan kali baru hingga kali dibawah kumpi kampung perigi. konon dahulu kalanya ada gedung belanda yang megah disana, dan orang belanda tersebut mempunyai anak yang begitu cantiknya atau disebut dengan None Belanda, lalu none belanda tersebut dinikahkan oleh orang pribumi ( seorang tokoh pejuang yg juga ulama ) dan mempunyai anak, dan anak itulah menjadi Kumpi kampung perigi. Pangkalan rengas, diawali dari bawah kumpi sampai berbatasan dengan kali bara. Dinamakan pangkalan rengas karena ada pohon rengas yang besar disisi kali dan dibawah
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 78 pohon rengas inilah orang orang kampung perigi mencuci pakaian disana, disisi kali tersebut ada batu batu besar untuk mencuci dan tak jauh dari situ ada empang mati yaitu tanah rendah di pinggir kali menjadi empang ( kali mati ) tatkala kali banjir, maka airnya menggenang disana, diempang mati ini juga banyak ikannya, penulis teringat 79 an 80 an mencuci dipangkalan rengas ini dan mencari ikan dikali mati ini.
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 79 2. Nuba/Mortas Suatu istilah meracuni ikan dengan daun tuba yang ditumbuk lalu di campur air kali dan ikan yang akan terkena menjadi mabuk, setelah belakangan dipakailah bahan kimia yaitu potasium yang disebut portas oleh lidah orang kampung perigi adapun pekerjaannya disebut mortas, lalu endrin dan tiodan yang lebih keras lagi dari potasium, sehingga ikan terancam punah, adapun alat alat yang dipakai untuk menangkap ikan berupa seser ( serokan ) umbing dan kepis ( tempat menaruh ikan ) terbuat dari anyaman bambu. SESER ( SEROKAN ) KEPIS
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 80 UMBING KECRIK TANGGOK
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 81 3. Intercom. Ditahun 80 an alat ini cukup populer dikalangan anak muda, disetiap rumah pasang intercom untuk alat komunikasi, untuk bercada ria dan diplopori oleh bang iwo sebagai perakit dan teknisi. 4. Break dance. Di tahun 80an juga sangat ngetrend dimana mana menari break dance, sebuah tarian dengan alat musik barat, dan kelompok dikampung perigi yang terkenal adalam BMC (break Mechine Crew). 5. Kebon Kosong. Ditahun 80 an hingga akhir tahun 90 an, sebuah tempat yang dipakai untuk segala kegiatan orang kampung perigi adalah sebuah tempat yang sekarang menjadi Perigi Residence, tempat ini sungguh memberikan kesan buat anak tahun 80 an dan akhir 90 an, dengan adanya lomba seka
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 82 bola antar Rt, yang menjadi team pavorit adalah team RT 12 yang diplopori oleh Debew ( erwin ), kemudian juga lomba lomba 17 an lainnya dan diakhiri dengan panggung pentas seni dan pembagian hadiah, yang sangat berkesan. Di tempat ini juga ditumbuhi pepohonan besar yang apabila anak anak ingin melihat monas bisa menaiki pohon yang tinggi sambil makan buah kecapi atau rambutan. 6. PGJ tanah kusir. Masa keemasan kampung perigi yaitu dengan adanya PGJ ( Persatuan gerak jalan ) tanah kusir, dengan menyabet juara di Provinsi Dki jakarta dan nasional, dan yang sangat berkesan adalah di setiap bulan muharram, anak anak muda kampung perigi pergi ke gunung kapur parung bogor dan pulangnya jalan kaki, walaupun cape‘ dengan adanya yel yel yang dinyanyika bersama terasa ringan hingga tibanya di kampung perigi. Selain Pgj ada juga yg cukup monumental yaitu persatuan sepak bola yang hingga kini masih tetap eksis, diantaranya Persima, Anira dan sekarang menjadi Nira FC.
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 83
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 84 PHOTO PHOTO MAKAM KENTONG/NUMBRE SALAH SATU PONGKOL SILSILAH KAMPUNG PERIGI
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 85
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 86 =
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 87
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 88
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 89
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 90 ANAK KETURUNAN KENTONG/NUMBRE NUMBRE
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 91
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 92
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 93
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 94
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 95
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 96
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 97
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 98
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 99
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 100 ANAK KETURUNAN AMRAN BIN LEPA
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 101
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 102
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 103
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 104
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 105
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 106
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 107 ANAK KETURUNAN H.ENENG BIN BANDJIR
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 108
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 109 ANAK KETURUNAN AJI
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 110
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 111
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 112
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 113
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 114
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 115
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 116 ANAK KETURUNAN UMAR BIN MISAN
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 117 ANAK KETURUNAN MASRIKI
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 118
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 119 ANAK KETURUNAN H.SULAIMAN BIN H.ALI
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 120 YASIN, TAHLIL DAN DO’A ARWAH بسم هللا الرمحن الرحيمِ ُمَُمَّد ٍ حَلى َّ هللا ُ عَلَيْو َِلَ حَضْرَة ِ النَّب ِِّ الْمُصْطَفَى ِ إ ِ وَأَحْاَابِو ِ وَذُرِّيَّاتِو ِ وَأَزْوَاجِو َ ِلِو َ وَعَلى وَسَلَّم شَيْء ٌ ِهلل ِ َلَُم ُ الْفَا ِتَِة ْ أأأ َِلَ حَضْرَة ِ إِخْوَانِو ِ مِن َ اْألَنْبِيَآء ِ وَا ِْيَْ ُثَُّ إِْيَْ لْمُرْسَل ْلِِْيَْ وَالصَّاَابَة ِ وَالتَّابِع ِْيَْ وَاْألَوْلِيَآء ِ وَالشُّهَدَاء ِ وَالصَّا ِ الْمُقَرَّب ِ الْمَآلئِكَة ِْيَْ و ََمَِيْع ِ اْلعَامِل وَالْعُلَمَاء شَيْء ٌ ِهلل ِ َلَُم ُ الْفَا ِتَِة ْ أأأِ ُوْر ِ َمَِيْع ِ أَىْل ِ الْقُب َِلَ حَضْرَة ِْيَْ ُثَُّ إِ مِن َ الْمُسْلِم ِْيَْ وَالْمُؤْمِنَات ِ مِن ْ مَشَارِق َِلَ وَالْمُسْلِمَات ِ وَالْمُؤْمِن َ َبَْرِىَا خُصُوْحًا إ َِلَ مَغَار ِِبَِا بَرِّىَا و اْألَرْض ِ إ رُوْح ِ أsebutkan nama Almarhumشَيْء ٌ ِهلل ِ َلَُم ُ الْفَا ِتَِة ْ أ
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 121
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 122
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 123
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 124
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 125
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 126
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 127 3 xَْر آلإِلو َ إِال َّ هللا ُ وَهللا ُ أَكْب َْر آلإِلو َ إِال َّ هللا ُ وَهللا ُ أَكْب
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 128ْ َر آلإِلو َ إِال َّ هللا ُ وَهللا ُ أَكْب
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 129
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 130 َ َغْفِر ُ هللا َ الْعَظِيْم أَسْت3 xُ أَفْضَل ُ الذِّكْر ِ فَاعْلَم ْ أَنَّوْ آل إِلو َ إِال َّ هللا ْ أ أ أ أ أ أ حَي ٌّ مَوْجُودْ آل إِلو َ إِال َّ هللا أ أ أ أ أ أ حَي ٌّ مَعْبُودْ آل إِلَو َ إِال َّ هللا أ أ أ أ أ أ حَي ٌّ بَاق
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 131ُ ْ ُمَُمَّد ٌ رَسُوْل ُ هللا ِ حَلى َّ هللاعَلَيْو ِ و َ سَلَّمْ آل إِلو َ إِال َّ هللا40 xْ ُمَُمَّد ٌ رَسُوْل ُ هللا ِ حَلى َّ هللا ُ عَلَيْو ِ و َ سَلَّمْ آل إِلو َ إِال َّ هللاْآل إِلو َ إِال َّ هللاْ ْآل إِلو َ إِال َّ هللا آل إِلو َ إِال َّ هللاَ ُمَُمَّد ٌ ر ْسَيِّدُنَا آل إِلو َ إِال َّ هللاسُوْل ُ هللاَ ْاَللهُم َّ حَل ِّ عَلَيْو ِ و ُمَُمَّد ْ اَللهُم َّ حَل ِّ عَلى َ سَيِّدِنَا سَلِّمَ ْاَللهُم َّ حَل ِّ عَلَيْو ِ و ُمَُمَّد ْ اَللهُم َّ حَل ِّ عَلى َ سَيِّدِنَا سَلِّمِ ْيَا رَب ِّ حَل ِّ عَلَيْو ُمَُمَّد ْ اَللهُم َّ حَل ِّ عَلى َ سَيِّدِنَا و َ سَلِّمُ ْ سَ َبَِمْدِه َ َبَِمْدِه ِسُبْاَان َ هللا ِ و بْاَان َ هللا ِ و11 x
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 132َ َ ِلِو ِ و ُمَُمَّد ْ و ْ اَللهُم َّ حَل ِّ عَلى َ حَبِيْبِك َ سَيِّدِنَا حَاْبِو ِ و َ سَلِّمَ َ ِلِو ِ و ُمَُمَّد ْ و ْ اَللهُم َّ حَل ِّ عَلى َ حَبِيْبِك َ سَيِّدِنَا حَاْبِو ِ و َ سَلِّم ِ اَللهُم َّ حَل ِّ عَلُمَُمَّد ْ و َ عَلى َ ِلِو ْى َ حَبِيْبِك َ سَيِّدِنَا و َ أَحْاَابِو ِ و َ بَارِك ْ و َ سَلِّم اَلْفَا ِتَِة ْأ أ أ أ أ
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 133ِ َّهْلِيْل دُعَاء ُ التَ َغْفِر ُ هللا َ الْعَظِيْم أَسْت3 xلَك َ ا ْلَْمْد ُ يآ اَهلل ْ يَا َ مَوْالَنَا يَا مَعْبُودْأ اَللهُم َّ حَل ِّ وَسَلِّم ْ وَبَارِك ْ عَلى ْ ِْيَْ وَاْآلخِرِيْن َ وَحَل ِّ وَسَلِّم ٍ ِفِ اْألَوَّل ُمَُمَّد سَيِّدِنَاَلَ َعَا وَرَضِي َ هللا ُ تِعَن ْ سَادَاتِنَا أَحْاَاب ِ رَسُوْل ِ هللا َِْْي أ ََمَْع بسم هللا الرمحن الرحيمَ ِْيَْ محَْد َ الشَّاكِرِيْن َ محَْد ا َْلَْمْد ُ هلل ِ رَب ِّ الْعَالَم ِفِ نِعَمَو ُ و َ يُكَافِئ ُ مَزِيْدَهْأ يَا ُوَا ِْيَْ محَْدًا ي ُالنَّاعِم َّنَا لَك َ ا ْلَْمْد ُ وَلَك َ الشُّكْر ِ رَبِلَِالَل َنْبَغِى كَمَا ي وَجْهِك َ الْكَر ِْيِْ وَلِعَظِيْم ِ سُلْطَانِكَأً ُمَُمَّد ٍ حَالَة اَللّهُم َّ حَل ِّ وَسَلِّم ْ وَبَارِك ْ عَلى َ سَيِّدِنَا َقْضِى لَنَا ْ َمَِيْع ِ اْألَىْوَال ِ وَاْآلفَات ِ وَت ِبَِا مِن ْنَا ُنْجِي ت
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 134ُ َمَِيْع َ ا ْلَْاجَات ِ وَتُطَهِّر ِبَِا ِْ َمَِيْع ِ السَّيِّئَات ِبَِا مِن نَا ِبَِا ُبَلِّغُنَا ِبَِا عِنْدَك َ أَعْلى َ الدَّرَجَات ِ وَت َعُنَا َرْف ِ وَت ِ ِفِ ا ْلَْيَات ْرَات ْ َمَِيْع ِ ا ْلَْي ِ أَقْصَى الْغَايَات ِ مِن ٌ ُمُِيْب ُ الدَّعَوَات َ َسَِيْع ٌ قَرِيْب َعْد َ الْمَمَات ِ إِنَّك ْلَْ وَب ِ وَيَا قَاضِي َ ااجَاتَ َرَأْنَاه ُ مِن َوَاب َ مَا ق َقَبَّل ْ ث ُ اَللّهُم َّ اجْعَل ْ و َ أَوْحِل ْ و َ ت َوْل ِ آل إِلو َ إِال َّ هللا ِ الْقُر ِْن ِ الْعَظِيْم ِ وَمَا ىَلَّلْنَاه ُ مِن ْ ق ُمَُمَّد ٌ رَسُوْل ُ هللا ِ وَمَا سَبَّاْنَاه ُ مِن ْ سُبْاَان َ هللا ْنَا عَل ُ و ََبَِمْدِه ِ وَمَا حَلَّيُمَُمَّد ٍ حَلى َّ هللا ى َ سَيِّدِنَا َ ِفِ ىذَا الْمَجْلِس ِ الْمُبَارَك ِ ىَدِيَّة ً مِنَّا عَلَيْو ِ و َ سَلَّم ْهَا ُهْدِي ُقَدِّمُهَا وَن َكَة ً شَامِلَة ً نَر َ ُثَُّ وَاحِلَة ً وَرَمحَْة ً نَازِلَة ً وَب ُمَُمَّد ٍ حَلى َّ هللا ُ عَلَيْو ِ و َ سَلَّم َِلَ حَضْرَة ِ سَيِدِنَا ِْيَْإ َبْيِآء ِ وَالْمُرْسَل ِ ِبآئِو ِ وَإِخْوَانِو ِ مِن َ اْألن َِلَ أَرْوَاح إ
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 135ِ َِلَ أَرْوَاح ُثَُّ إ ِْيَْأ ْهُم ْ وَالصَّاَابَة أ ََمَْع وَلِكُل ٍّ مِن وَألَِىْلِنَا و َِلَِدَّاتِنَا وَألَِجْدَادِنَا وَأُمَّهَاتِنَا ْ ِبآئِنَا ِ الْمُس و َِلَِمْيع ِ وَلِقَرَبَاتِنَاِْيَْ وَالْمُسْلِمَات لِم َِلَ رُوْح ِأ أ ُثَُّ خُصُوْحًا إ ِْيَْ وَالْمُؤْمِنَاتِأ وَالْمُؤْمِن أ أ أ أ أ أ أ أَ َلَُم ْ مِن ً َلَُم ْ مِن َ النَّار ِ و َ فِكَاكًا ِ اَللّهُم َّ اجْعَلْو ُ فِدَاء َلَُم ْ مِن َ النَّار ْرًا َ النَّار ِ و َ حِجَابًا مِن َ النَّار ِ و َ سِت ْ وَْيَْ أَيْدِيْهِم َتَؤلْأل َُ ب ُوْرًا ي نْ ْهُم ْ َلَُم ْ وَارْمحَْهُم ْ وَعَافِهِم ْ وَاعْف ُ عَن َ اَللّهُم َّ اغْفِر ِ ا ِلَْنَّة ْ وَاجْعَل ْ مَدْخَلَهُم ْ وَوَسِّع ُزُو َْلَُم ْ ن ْ وَأَكْرِم مَأْوَاىُمِ ُوْرَىُم ْ رَوْضَة ً مِن ْ رِيَاض ِ ا ِلَْنَّة ُب َ اَللّهُم َّ اجْعَل ْ قِ وَال ْرَان ُوْرَىُم ْ حُفْرَة ً مِن ْ حُفَر ِ النِّي ُب َتَْعَل ْ ق
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 136ً َِلَ رَبِّك ِ رَاضِيَة َّفْس ُ الْمُطْمَئِنَّة ُ إِرْجِعِي ْ إ ُهَا الن َّت يَآأَي ِفِ عِبَادِى وَادْخُلِى جَنَّتِ ى مَّرْضِيَّة ً فَادْخُلِىَ َنَا وَى ْت َعْد َ إِذ ْ ىَدَي َنَا ب ُلُوْب ِغ ْ قَّنَا ال َ تُز ْ رَبُ ب ْ لَنَا مِن لَدُنْك َ رَمحَْة ً إِنَّك َ أَنْت َ الْوَىَّاب َِفِ اْآلخِرَة ِ حَسَنَة ً وَقِنَا ْيَا حَسَنَة ً و ِفِ الدُّن َّنَا ِتِنَا ِ رَب عَذَاب َ النَّارِ ُمَُمَّد ٍ وَعَلى َ ِلِو ِ و َ حَاْبِو ْ وَحَلى َّ هللا ُ عَلى َ سَيِّدِنَا َ و َ سَلَّم َ سُبْاَان َ رَبِّك َ رَب ِّ العِزَّة ِ عَمَّا يَصِفُوْن ِْيَْأ ِْيَْ وَا ْلَْمْد ُ ِهلل ِ رَب ِّ اْلعَالَم وَسَالَم ٌ عَلى َ الْمُرْسَل الفاِتة أأأأأأ
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 137 ِِْيَْ إِرْمحَْنَا كَر ِْيُْ يَآ أَرْحَم َ الرَّامح وَاعْف ُ عَنَّا يَا َّ َبَِق ِّ الْفَا ِتَِة ِ و َ بِسِر ِّ الْفَا ِتَِة ِ وَبِكَرَمَة ِ ا ِ اَللّهُملْفَا ِتَِة ِج َ ا َلَْم ِّ وَيَا كَاشِف َ الْغَم ِّ وَيَاَ وَبِعَظَمَة ِ الْفَا ِتَِة ِ يَافَار ْنَا بِاْإل ِْيَْان ِ و َرْحَمْأ اَللّهُم َّ ثَبِّت َغْفِر ُ وَي ِ مَن ْ لِعَبْدِه ِ ي ْنَا عَلى َ دِيْن ْنَا بِالْمَعْرِفَة ِ وَثَبِّت َّوْحِيْد ِ وَثَبِّت ْنَا بِالت َ ثَبِّت اْإلِسْالْهَا ْيَا وَدَار ِ اْألَخِرَة ِ دَعْوَاىُم ْ فِي ُ م ِ مِن ْ دَار ِ الدُّن ٌ و َِخِر سَالَم ْهَا ْ فِي ُهُم و َِتَِيَّت َّ َ اللّهُم سُبْاَانَك ِْيَْأ دَعْوَاىُم ْ أَن ِ ا ْلَْمْد ُ ِهلل ِ رَب ِّ الْعَالَم
Mufid Albatawy MENARA KAMPUNG PERIGI HALAMAN 138 PENUTUP Dengan mengucap alhamdulilah selesailah tulisan ini, mudah mudahan bermanfaat bagi orang kampung perigi khususnya, memberikan pelajaran yang tersirat dari semua kisah yang dikemukakan. Semoga tulisan yang ringan ini menjadi khazanah kajian hitoris masjid jami alabror dan orang kampung perigi dan menjadi rujukan buat orang kampung perigi, untuk mengetahui asal usul keturunannya dan nantinya akan mendoakan saudara saudaranya agar Allah SWT selalu melimpahkan rahmat dan maghfiroh-Nya dan inilah tujuan hakiki dari tulisan yang ringan ini.
