Universitas PGRI SemarangInspiring for a sustainable future MODUL PEMBELAJARAN SISTEM PENCERNAAN MAKANAN MANUSIA Penyusun: Ummu Chaniyah Dr. Siti Patonah, M.Pd Dr. Ary Susatyo Nugroho, M.Si Editor: Dr. M. Syaipul Hayat, M.Pd Dr. Sigit Ristanto, M.ScEnergyAdenosine triphosphate (ATP)S u s t a ina b i l i t yS u s t a i n a b l e C h o i c e s Indikator Pembelajaran Sistem Pencernaan: Menganalisis kandungan nutrisi makanan dan kebutuhan energi tubuh Menganalisis struktur organ serta mekanisme pencernaan manusia Mendiagnosis gangguan dan kelainan pada sistem pencernaan SMP/MTs VIII

ii KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat, taufik, dan hidayah-Nya, sehingga bahan ajar digital IPA terpadu dengan judul "Sistem Pencernaan Makanan Manusia: Rekayasa Piring Makan Kita untuk Kesehatan Tubuh dan Kelestarian Bumi" ini dapat diselesaikan dengan baik. Bahan ajar ini disusun secara khusus untuk siswa SMP/MTs Kelas VIII guna memenuhi kebutuhan sumber belajar yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Berbeda dengan modul konvensional, bahan ajar ini dirancang menggunakan pendekatan multidisiplin yang mengintegrasikan Sisi Sains (Science), Matematika (Mathematics), Teknologi (Technology), Rekayasa (Engineering), dan Seni (Arts) atau yang dikenal sebagai pendekatan STEAM. Melalui modul ini, siswa tidak hanya diajak untuk menghafal anatomi organ atau fungsi enzim pencernaan belaka. Lebih dari itu, siswa akan ditantang untuk berpikir kritis dalam menghubungkan pola konsumsi harian mereka dengan kesehatan sistem pencernaan, perhitungan angka kecukupan gizi (AKG), serta dampaknya secara nyata terhadap masa depan planet Bumi melalui konsep jejak karbon pangan (food carbon footprint) dan jarak tempuh makanan (food miles).

iii Penyusun mengucapkan terima kasih yang sebesar- besarnya kepada Program Studi Magister Pendidikan IPA Universitas PGRI Semarang, serta seluruh pihak yang telah memberikan bimbingan, arahan, dan dukungan moril selama proses revisi dan penyempurnaan modul ini. Penyusun menyadari bahwa bahan ajar ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun dari para pendidik, pakar, dan peserta didik sangat diharapkan demi perbaikan di masa mendatang. Semoga bahan ajar ini dapat memberikan manfaat yang luas bagi kemajuan pendidikan sains di Indonesia dan mampu menumbuhkan generasi muda yang sehat sekaligus peduli terhadap keberlanjutan lingkungan. Semarang, 13 Juni 2026 Ummu Chaniyah

iv Daftar Isi Kata Pengantar ..........................................................................ii Daftar Isi .....................................................................................iv Daftar Gambar .........................................................................vii Daftar Tabel ............................................................................. vii Bab 1: Nutrisi, Energi, Dan Jejak Karbon Pangan .......... 1 Tujuan Pembelajaran ............................................... 1 Sisi Sains (Science): Jenis Nutrisi dan Fungsinya bagi Tubuh ............................................. 2 Sisi Matematika (Mathematics): Kebutuhan Energi & Perhitungan AKG ................................... 5 Kesadaran Berkelanjutan (Sustainability): Jejak Karbon di Piring Kita ............................................... 6 Teknologi & Rekayasa (Technology & Engineering) ............................................................... 8 Ruang Komunikasi Ilmiah (Scientific Communication) ....................................................... 9 Bab 2: Rekayasa Piring Makan Kita .................................. 11 Sisi Sains (Science): Bagaimana Tubuh Kita Mencerna Nutrisi .................................................... 12 Sisi Matematika (Mathematics): Menghitung AKG dan Energi ........................................................ 13 Kesadaran Berkelanjutan (Sustainability): Jejak Karbon di Atas Piring ............................................ 15 Sisi Rekayasa & Seni (Engineering & Arts): Teknologi Pelacak Nutrisi .....................................16

v Komunikasi Ilmiah (Scientific Communication) ...................................................... 18 Lembar Refleksi Siswa (Evaluasi Mandiri) ........................................................................................ 20 Bab 3: Arsitektur Sistem Pencernaan Manusia ........... 21 Tujuan Pembelajaran ............................................ 23 Sisi Sains (Science): Anatomi & Mekanisme Sistem Pencernaan ................................................. 23 Teknologi, Rekayasa & Seni (STEAM) .............. 27 Kesadaran Berkelanjutan (Sustainability): Serat Lokal untuk Kesehatan Organ ............... 28 Ruang Komunikasi Ilmiah (Scientific Communication) ..................................................... 29 Bab 4: Mekanisme Biokimia & Arsitektur Tambahan Pencernaan ............................................................................... 31 Sisi Sains (Science): Dua Cara Tubuh Memproses Makanan ............................................ 32 Organ Pencernaan Tambahan (Accessory Digestive Organs) .................................................... 34 Sisi Seni & Rekayasa (Arts & Engineering - STEAM) ....................................................................... 36 Kesadaran Berkelanjutan (Sustainability): Kesehatan Kolon & Serat Pangan Lokal ........ 38 Ruang Komunikasi Ilmiah (Scientific Communication) ..................................................... 39

vi Bab 5: Atasi Alarm Tubuh Gangguan Pencernaan dengan Rekayasa Gaya Hidup Sehat ............................... 41 Tujuan Pembelajaran ............................................ 42 Sisi Sains (Science): Macam-Macam Gangguan Pencernaan & Penyebabnya............................... 42 Sisi Matematika & Teknologi (Mathematics & Technology - STEAM) ............................................ 45 Kesadaran Berkelanjutan (Sustainability): Pola Makan Modern Vs Kesehatan Bumi ................. 46 Ruang Komunikasi Ilmiah (Scientific Communication) ...................................................... 47 Daftar Pustaka ........................................................................ 49 Glosarium.................................................................................. 52

vii Daftar Gambar Gambar 1. Kandungan Nutrisi Pada Makanan ............... 4 Gambar 2. Piramida Makanan Untuk Gizi Seimbang ...4 Gambar 3. Proses Perjalanan Makanan (Alur Distribusi Pangan) ......................................................................................... 7 Gambar 4. Pilihan Pangan Kita terhadap Kesehatan Bumi .............................................................................................. 8 Gambar 5. Contoh Aplikasi Pelacak Nutrisi .................... 8 Gambar 6. Tantangan Rekayasa Menu (Diet Re- engineering) ............................................................................... 9 Gambar 7. Perbedaan Proses Pencernaan Mekanik dan Kimiawi ...................................................................................... 13 Daftar Tabel Tabel 1. Perbandingan Dampak Pilihan Pangan Kita terhadap Kesehatan Bumi .................................................... 7

Bayangkan di depanmu ada dua pilihan menu makan siang: Sepiring Nasi Padang (Lokal) dan sebuah Burger Junk Food (Impor). Mana yang memberikan energi lebih lama bagi tubuhmu? Dan mana yang memberikan dampak emisi karbon lebih merusak bagi ekosistem bumi kita jika dikonsumsi setiap hari? Nutrisi, Energi, Dan Jejak Karbon Pangan 1

TUJUAN PEMBELAJARAN 1.Siswa mampu menganalisis kandungan nutrisi makanan dan menghitung Angka Kecukupan Gizi (AKG) sesuai aktivitas tubuh. 2.Siswa mampu mengevaluasi jejak karbon (carbon footprint) dari pilihan menu makanan lokal vs impor sebagai bentuk kesadaran lingkungan. Tubuh kita menyerupai sebuah mesin biologis yang membutuhkan bahan bakar berupa makanan harian. Komponen kimia di dalam makanan yang digunakan oleh tubuh untuk menjalankan fungsinya disebut Nutrisi (Zat Gizi). Nutrisi dibagi menjadi dua kelompok besar: SISI SAINS (SCIENCE) : Jenis Nutrisi dan Fungsinya bagi Tubuh A. Makronutrisi (Dibutuhkan dalam Jumlah Besar) Sumber energi utama tubuh. Setiap 1 gram karbohidrat menghasilkan sekitar 4,1 kilokalori (kkal). Di dalam sistem pencernaan, karbohidrat kompleks (seperti pati/amilum pada nasi) dipecah menjadi glukosa yang diedarkan oleh darah ke seluruh tubuh. Karbohidrat 2

Bahan baku pembangun sel tubuh, pertumbuhan, dan perbaikan jaringan yang rusak. Protein dapat berasal dari hewan (hewani: daging, ikan) maupun tumbuhan (nabati: tempe, tahu). Protein Lemak Sumber energi cadangan yang efisien dan pelindung organ dalam tubuh. Lemak menghasilkan kalori tertinggi (9,3 kkal per gram). Namun, konsumsi lemak jenuh berlebih berisiko menyumbat pembuluh darah dan memicu obesitas. B. Mikronutrisi (Dibutuhkan dalam Jumlah Kecil tetapi Vital) Vitamin & Mineral Berfungsi sebagai ko-faktor pengatur regulasi metabolisme sel tubuh dan pencegah berbagai macam gangguan kesehatan. (Contoh: Vitamin C untuk daya tahan tubuh, Kalsium untuk kekuatan tulang). Air Komponen terbesar dalam tubuh manusia yang berfungsi sebagai pelarut zat gizi dan pengatur suhu tubuh harian. 3

Gambar 1. Kandungan Nutrisi Pada Makanan Gambar 2. Piramida Makanan Untuk Gizi Seimbang 4

energi disimpan menjadi lemak SISI MATEMATIKA (MATHEMATICS) : Kebutuhan Energi & Perhitungan AKG Setiap manusia memiliki ambang batas energi minimal yang diperlukan tubuh untuk bertahan hidup saat istirahat total, yang disebut Basal Metabolic Rate (BMR). Kebutuhan energi total atau Angka Kecukupan Gizi (AKG) harian Anda dipengaruhi secara langsung oleh aktivitas fisik. Jika kalori masuk kalori keluar berat badan ideal / seimbang artinya: Jika kalori masuk kalori keluar artinya: risiko obesitas Aktivitas Matematika Sains (Ayo Menghitung AKG!): Siswa mengukur kebutuhan kalori mereka sendiri dengan rumus aktivitas sederhana: Siswa mengukur kebutuhan kalori mereka sendiri dengan rumus aktivitas sederhana: Kebutuhan Kalori Harian = BMR × Faktor Aktivitas Fisik Tugas Mandiri: Hubungkan jenis aktivitas fisikmu (apakah hanya duduk belajar atau aktif berolahraga) dengan jumlah kalori yang kamu butuhkan setiap hari! Jelaskan mengapa seorang atlet membutuhkan asupan nutrisi 5

6 yang berbeda dengan seorang pelajar yang jarang bergerak! Jawab: .................................................................................... .................................................................................................. .................................................................................................. .................................................................................................. .................................................................................................. .................................................................................................. .................................................................................................. .................................................................................................. KESADARAN BERKELANJUTAN (SUSTAINABILITY) : Jejak Karbon di Piring Kita Sebagai konsumen, kita harus menyadari bahwa makanan tidak serta-merta muncul begitu saja di meja makan. Tahukah kamu? Pilihan makanan yang kita konsumsi sehari-hari ternyata berdampak langsung pada kesehatan planet Bumi. Konsep Jarak Tempuh Pangan (Food Miles) Setiap bahan pangan yang kita makan melepaskan emisi gas rumah kaca selama proses produksi, pengemasan, hingga distribusinya. Nah, jarak perjalanan makanan dari tempat asal produksinya (seperti ladang atau pabrik) hingga sampai ke piring

kita disebut dengan jarak tempuh pangan (food miles). Semakin jauh jarak perjalanan makanan tersebut, semakin banyak bahan bakar yang digunakan untuk mengangkutnya. Artinya, emisi polusi yang dihasilkan pun akan semakin besar dan merusak lingkungan. Gambar 3. Proses Perjalanan Makanan (Alur Distribusi Pangan) 7 Parameter Perbandingan Menu A: Camilan Produk Impor 🍫 Menu B: Buah Pisang/Jeruk Lokal 🍌 Sumber Asal Pangan Diproduksi di luar negeri, dikirim dengan kapal cargo/pesawat. Ditanam oleh petani lokal di daerah sekitar. Jarak Tempuh (Food Miles) Jauh (emisi transportasi tinggi). Dekat (emisi transportasi rendah). Kandungan Tambahan Seringkali tinggi zat aditif buatan (pengawet/pemanis sintesis). Segar, alami, dan kaya akan mikronutrisi organik. Dampak bagi Bumi Jejak karbon tinggi (memperparah pemanasan global) Jejak karbon rendah (mendukung kelestarian lingkungan). Tabel 1. Perbandingan Dampak Pilihan Pangan Kita terhadap Kesehatan Bumi

Gambar 4. Pilihan Pangan Kita terhadap Kesehatan Bumi 8 TEKNOLOGI & REKAYASA (TECHNOLOGY & ENGINEERING) Teknologi digital kini dimanfaatkan oleh sains modern untuk mempermudah kita memantau pemenuhan nutrisi tanpa merusak bumi. Aplikasi Pelacak Nutrisi: Menggunakan aplikasi gawai digital (seperti MyFitnessPal atau sejenisnya) untuk mendata secara riil komposisi menu makanan harian kita. Gambar 5. Contoh Aplikasi Pelacak Nutrisi

Tantangan Rekayasa Menu (Diet Re-engineering) : Jika hasil analisis kalori harianmu lewat aplikasi menunjukkan angka berlebih atau didominasi bahan pangan impor dengan jejak karbon masif, lakukan rekayasa ulang menu dengan menggantinya menggunakan bahan pangan berbasis protein nabati lokal (seperti tahu/tempe). 9 Gambar 6. Tantangan Rekayasa Menu (Diet Re-engineering) RUANG KOMUNIKASI ILMIAH (SCIENTIFIC COMMUNICATION) Kerjakanlah analisis data di bawah ini dan komunikasikan hasilnya secara lisan atau tertulis guna mengasah keterampilan literasi ilmiah Anda! Lembar Kerja Analisis Data Nutrisi (LKPD Ringkas) Bawalah satu kemasan makanan ringan atau mi instan yang sering kamu konsumsi, lalu amati tabel Informasi Nilai Gizi di bagian belakang kemasan.

1.Transformasi Data: Catat berapa total energi (kalori), lemak jenuh, karbohidrat, dan natrium yang terkandung di dalamnya. 2.Interpretasi Ilmiah: Berdasarkan data komposisi zat aditif dan nutrisi pada label tersebut, ujilah apakah makanan ringan ini layak dijadikan sumber nutrisi utama harian tubuhmu? 3.Argumen Keberlanjutan: Selidiki dari mana produk tersebut diproduksi. Tuliskan argumen ilmiahmu mengenai perkiraan kontribusi jejak karbon dari distribusi makanan kemasan tersebut bagi kelestarian lingkungan sekitar! 10 Jawab: ......................................................................................... ....................................................................................................... ....................................................................................................... ....................................................................................................... ....................................................................................................... ....................................................................................................... ....................................................................................................... ....................................................................................................... ....................................................................................................... ....................................................................................................... ....................................................................................................... ....................................................................................................... ....................................................................................................... ......................................................................................................

Setiap hari kita makan untuk mendapatkan energi. Namun, pernahkah kamu berpikir ke mana perginya makanan tersebut setelah masuk ke mulutmu? Dan tahukah kamu bahwa apa yang kamu pilih untuk dimakan hari ini tidak hanya berdampak pada organ pencernaan di dalam tubuhmu, melainkan juga berdampak besar pada kesehatan planet Bumi? Mari kita pelajari bagaimana sistem pencernaan kita bekerja mengekstrak nutrisi, sekaligus bagaimana kita bisa merancang diet yang sehat bagi tubuh dan berkelanjutan bagi lingkungan! REKAYASA PIRING MAKAN KITA 11

12 SISI SAINS (SCIENCE) : Bagaimana Tubuh Kita Mencerna Nutrisi? Tubuh kita membutuhkan nutrisi seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air. Proses pengolahannya terjadi melalui dua cara di dalam sistem pencernaan kita: Pencernaan Mekanik Penghancuran makanan menjadi ukuran yang lebih kecil (terjadi di mulut dengan bantuan gigi, dan di lambung). Pemecahan molekul makanan kompleks menjadi molekul sederhana menggunakan enzim. Contohnya: Enzim amilase di mulut mengubah amilum menjadi glukosa; enzim pepsin di lambung memecah protein menjadi pepton. Pencernaan Kimiawi Mulut ➔ Kerongkongan ➔ Lambung ➔ Usus Halus (Tempat penyerapan sari makanan) ➔ Usus Besar (Penyerapan air & pembusukan) ➔ Anus. Alur Perjalanan Makanan

13 Gambar 7. Perbedaan Proses Pencernaan Mekanik dan Kimiawi SISI MATEMATIKA (MATHEMATICS) : Menghitung AKG dan Energi Setiap manusia memiliki kebutuhan energi yang berbeda tergantung usia, jenis kelamin, dan aktivitas. Ini disebut dengan Angka Kecukupan Gizi (AKG). Jika kalori yang masuk > kalori yang dibakar ➔ obesitas (kelebihan berat badan). Jika kalori yang masuk < kalori yang dibakar ➔ malnutrisi/kurang gizi Tantangan Matematika Sains (Ayo Hitung!) Perhatikan tabel kalori sederhana berikut: 1 Piring Nasi Lokal + Tahu & Tempe Goreng + Sayur Lodeh = ± 450 Kalori

1 Paket Burger Impor + Kentang Goreng + Minuman Bersoda = ± 950 Kalori Jika kebutuhan kalori harianmu adalah 2.000 Kalori, berapa persen kebutuhan kalori yang sudah terpenuhi jika kamu memilih makan satu paket burger untuk makan siang? Apakah zat aditif (pemanis/pengawet) pada makanan cepat saji tersebut baik untuk usus halusmu dalam jangka panjang? Jawab: .................................................................................... .................................................................................................. .................................................................................................. .................................................................................................. .................................................................................................. .................................................................................................. .................................................................................................. .................................................................................................. 14

Sapi menghasilkan gas metana (gas rumah kaca yang kuat), dagingnya dibekukan, lalu dikirim menggunakan kapal laut/pesawat terbang dari negara lain. Jejak karbonnya sangat tinggi.15Mari kita bandingkan dua menu ini dari sudut pandang Kesadaran Berkelanjutan:Ditanam oleh petani lokal di daerahmu, didistribusikan menggunakan transportasi darat jarak pendek. Jejak karbonnya rendah. Kentang Lokal Daging Sapi ImporMemilih bahan pangan lokal dan mengurangi konsumsi daging berlebih (beralih ke protein nabati seperti tempe/tahu) adalah tindakan nyata untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan sekaligus merawat Bumi. Sistem pangan menyumbang hampir 26% emisi gas rumah kaca global yang memicu pemanasan global. Emisi ini dihitung dari Food Miles (jarak tempuh makanan dari ladang hingga ke piringmu). KESADARAN BERKELANJUTAN (SUSTAINABILITY) : Jejak Karbon di Atas Piring (Food Carbon Footprint)

1.Engineering (Rekayasa): Gunakan aplikasi pelacak nutrisi (atau tabel AKG) untuk memantau menu makanan kelompokmu selama 3 hari. Lakukan re- engineering (rekayasa ulang) pada menu tersebut jika ternyata kalori atau kandungan lemak jenuhnya terlalu tinggi! 2.Arts (Seni): Tuangkan hasil analisis menu tersebut ke dalam bentuk Infografis Kreatif Digital (menggunakan Canva atau gambar tangan). Infografis harus memuat alur organ pencernaan yang terlibat dan perbandingan visual jejak karbon dari makanan yang kalian konsumsi. 16 Tugas Proyek Kelompok (STEAM Challenge) : Sebagai seorang remaja digital, kamu bisa memanfaatkan Teknologi (Technology) berupa aplikasi pelacak nutrisi (nutrition tracker) untuk memantau apa yang masuk ke dalam tubuhmu SISI REKAYASA & SENI (ENGINEERING & ARTS) : Teknologi Pelacak Nutrisi Jawab: ...................................................................................... ..................................................................................................... ..................................................................................................... .....................................................................................................

17 ..................................................................................................... ..................................................................................................... ..................................................................................................... ..................................................................................................... ..................................................................................................... ..................................................................................................... ..................................................................................................... ..................................................................................................... ..................................................................................................... ..................................................................................................... ..................................................................................................... ..................................................................................................... ..................................................................................................... ..................................................................................................... ..................................................................................................... ..................................................................................................... ..................................................................................................... ..................................................................................................... ..................................................................................................... ..................................................................................................... ..................................................................................................... ..................................................................................................... ..................................................................................................... ..................................................................................................... ...................................................................................................

1.Pertanyaan Utama Presentasi: "Bagaimana rancangan menu makanan kami dapat memenuhi kebutuhan nutrisi organ tubuh sekaligus menekan emisi karbon bumi?" 2.Data Ilmiah yang Disajikan: (Tuliskan total kalori menu harian dan perkiraan jejak karbonnya: Rendah/Sedang/Tinggi). 3.Argumen Berbasis Bukti: (Jelaskan mengapa kelompok kalian memilih mengganti atau mempertahankan suatu bahan makanan berdasarkan fungsinya bagi sistem pencernaan dan dampaknya pada lingkungan). 18 Lembar Jurnal Komunikasi Ilmiah Kelompok Setelah menyelesaikan infografis kelompok, kalian wajib mengomunikasikannya secara ilmiah. Isilah lembar jurnal komunikasi di bawah ini sebelum melakukan presentasi di depan kelas: KOMUNIKASI ILMIAH (SCIENTIFIC COMMUNICATION) Jawab: ...................................................................................... ..................................................................................................... ..................................................................................................... .....................................................................................................

19 ..................................................................................................... ..................................................................................................... ..................................................................................................... ..................................................................................................... ..................................................................................................... ..................................................................................................... ..................................................................................................... ..................................................................................................... ..................................................................................................... ..................................................................................................... ..................................................................................................... ..................................................................................................... ..................................................................................................... ..................................................................................................... ..................................................................................................... ..................................................................................................... ..................................................................................................... ..................................................................................................... ..................................................................................................... ..................................................................................................... ..................................................................................................... ..................................................................................................... ..................................................................................................... ..................................................................................................... ...................................................................................................

20 1.Berdasarkan materi di atas, organ pencernaan manakah yang bekerja paling keras jika kita terlalu sering mengonsumsi makanan cepat saji yang tinggi lemak jenuh dan rendah serat? Jelaskan alasannya secara biologis! 2.Mengapa membeli buah-buahan lokal yang sedang musim di lingkungan sekitar kita dinilai lebih mendukung diet berkelanjutan dibandingkan membeli buah apel impor yang mulus dan berkilau? Hubungkan dengan konsep food miles! Lembar Refleksi Siswa (Evaluasi Mandiri) Jawab: .................................................................................... .................................................................................................. .................................................................................................. .................................................................................................. .................................................................................................. .................................................................................................. .................................................................................................. .................................................................................................. .................................................................................................. .................................................................................................. ..................................................................................................

Bayangkan Ubi Cilembu dan Tahu Sumedang masuk ke dalam sebuah pabrik pengolahan paling canggih di dunia: tubuh kita! Nanti, ubi ini akan meluncur lewat sebuah 'jalur pipa tunggal' yang menyambung dari mulut sampai anus. Tapi tahu tidak? Di sepanjang jalan, ada organ-organ misterius yang tidak pernah dilewati oleh ubi ini, tapi mereka sibuk menyemprotkan 'cairan rahasia' seperti cairan empedu dan getah pankreas ke dalam pipa tersebut. ARSITEKTUR SISTEM PENCERNAAN MANUSIA 21

“Mengapa ubi ini tidak perlu mampir ke dalam hati atau pankreas? Apa jadinya kalau cairan rahasia dari organ tambahan itu macet atau tidak keluar?". Nah, sekarang bayangkan tantangan ini. Di dalam tahu sumedang ini ada kandungan lemaknya karena digoreng. Untuk mencerna lemak, organ tambahan kita yang bernama kantung empedu harus menyemprotkan cairan khusus. Bagaimana jika ada seseorang yang kantung empedunya harus diangkat karena penyakit batu empedu? Masih bolehkah dia makan makanan berminyak atau tahu goreng ini secara bebas? Penyesuaian menu seperti apa yang harus kita rekayasa untuknya? 22

TUJUAN PEMBELAJARAN 1.Siswa dapat membedakan organ pencernaan utama (saluran pencernaan) dan organ pencernaan tambahan berdasarkan struktur dan fungsinya. 2.Siswa dapat menganalisis peran biokimia organ tambahan dalam mencerna nutrisi dari pangan lokal. 3.Siswa dapat mengomunikasikan keterkaitan antara kesehatan organ pencernaan dengan pola konsumsi makanan yang berkelanjutan. Sistem pencernaan manusia ibarat sebuah pabrik pengolahan canggih. Untuk mengubah makanan menjadi energi yang siap diserap oleh sel tubuh, sistem ini dibagi menjadi dua kelompok organ besar: Organ Pencernaan Utama (Saluran Pencernaan) dan Organ Pencernaan Tambahan (Aksesori). SISI SAINS (SCIENCE): Anatomi & Mekanisme Sistem Pencernaan 23 A. Organ Pencernaan Utama (Saluran Pencernaan) Organ-organ ini membentuk satu saluran kontinu (menyambung) tempat jalannya makanan, mulai dari mulut hingga dikeluarkan kembali melalui anus.

Tempat pertama makanan masuk. Mekanis: Gigi memotong dan mengunyah makanan; lidah membolak-balikkan makanan. Kimiawi: Enzim Amilase (Ptyalin) di dalam air liur memecah karbohidrat Mulut Kerongkongan (Esophagus) Saluran penghubung mulut dengan lambung. Di sini terjadi Gerak Peristaltik—gerakan meremas dan mendorong oleh otot dinding kerongkongan agar makanan (bolus) turun ke lambung. Kantung otot besar tempat makanan ditampung dan diolah. Mekanis: Dinding lambung berkontraksi mengaduk-aduk makanan menjadi seperti bubur (chyme). Kimiawi: Getah lambung mengeluarkan Asam Klorida (HCl) untuk membunuh kuman, serta enzim Pepsin (memecah protein jadi pepton) dan Renin (menggumpalkan protein susu). 24 Lambung

Saluran terpanjang di mana proses pencernaan kimiawi selesai dan penyerapan (absorpsi) sari-sari makanan terjadi. Usus halus memiliki struktur lipatan kecil bernama vili (jonjot usus) untuk memperluas area penyerapan nutrisi. Usus Halus (Intestinum Tenue) Usus Besar (Colon) Tempat makanan yang tidak bisa dicerna masuk. Fungsinya adalah menyerap air dan garam mineral yang tersisa, serta tempat pembusukan sisa makanan dengan bantuan bakteri baik Escherichia coli. Lubang pelepasan tempat pembuangan sisa-sisa makanan berupa feses (defekasi). 25 Anus B. Organ Pencernaan Tambahan (Organ Aksesori) Makanan tidak pernah melewati organ-organ ini, tetapi organ tambahan ini sangat vital karena mereka menghasilkan enzim atau zat kimia yang dialirkan ke dalam saluran pencernaan untuk membantu memecah makanan.

Menyimpan cairan empedu yang dihasilkan oleh hati. Cairan empedu ini disemprotkan ke usus halus untuk mengemulsikan (memecah) lemak agar bisa dicerna oleh enzim. Kantun Empedu Hati (Hepar) Organ dalam terbesar. Selain menghasilkan empedu, hati berfungsi sebagai penawar racun (detoksifikasi) dari zat-zat kimia berbahaya yang ikut tertelan bersama makanan. Organ di bawah lambung yang memproduksi getah pankreas. Getah ini mengandung enzim- enzim kuat yang dialirkan ke usus halus: Tripsin: Memecah protein/pepton menjadi asam amino. Amilase Pankreas: Melanjutkan pemecahan amilum menjadi glukosa. Lipase: Memecah lemak menjadi asam lemak dan gliserol. 26 Pankreas

Bayangkan jika seseorang mengalami gangguan batu empedu sehingga kantung empedunya harus diangkat secara medis. Lakukan rekayasa atau penyesuaian menu makanan harian seperti apa yang harus ia jalani agar kerja organ pencernaan utamanya tidak keberatan? (Petunjuk: Hubungkan dengan fungsi cairan empedu). 27 TEKNOLOGI, REKAYASA & SENI (STEAM) Proses biokimia di dalam tubuh kita sering kali bersifat abstrak karena tidak terlihat langsung. Oleh karena itu, kita bisa memvisualisasikannya melalui rekayasa dan seni digital. Teknologi & Seni (Digital Infographics) Gunakan platform desain (seperti Canva) untuk membuat diagram alur peta perjalanan sepotong makanan lokal (misalnya: ubi cilembu atau tahu sumedang). Berikan warna yang berbeda untuk membedakan jalur Organ Utama dan tempat menempelnya saluran Organ Tambahan. Rekayasa Biologi (Engineering)

Memilih serat dari pertanian pangan lokal di sekitar tempat tinggal kita berarti memangkas emisi bahan bakar transportasi pengiriman (food miles). Sebaliknya, terlalu banyak mengonsumsi makanan cepat saji berbasis daging impor rendah serat justru memicu radang usus dan menyumbang emisi metana yang merusak atmosfer bumi. Umbi-umbian local (singkong, ubi jalar, talas) dan sayuran musiman kaya akan serat alami dan pati resisten yang sangat disukai oleh bakteri usus besar kita 28 KESADARAN BERKELANJUTAN (SUSTAINABILITY) : Serat Lokal untuk Kesehatan Organ Tahukah kamu bahwa usus besar kita memerlukan makanan yang tepat agar bakterinya tetap sehat? Serat pangan (dietary fiber) tidak dapat dicerna oleh organ pencernaan utama kita, tetapi serat difermentasi oleh bakteri baik di usus besar untuk menjaga kesehatan sistem imun tubuh Pangan Lokal Ramah Organ & Bumi Sisi Keberlanjutan

Studi Kasus: Budi adalah seorang remaja yang sering melewatkan sarapan pagi demi terburu-buru pergi ke sekolah. Di siang hari, ia lebih suka mengonsumsi mi instan kemasan yang pedas dan bersoda. Akibatnya, Budi sering mengalami nyeri perih di ulu hati (penyakit Maag/Gastritis). 29 Aktivitas Diskusi Kelompok : Analisis Kasus Maag & Gaya Hidup Gunakan pengetahuan anatomi di atas untuk menganalisis studi kasus nyata di bawah ini dan sajikan argumenmu secara ilmiah! RUANG KOMUNIKASI ILMIAH (SCIENTIFIC COMMUNICATION) Diskusikan dengan kelompokmu dan komunikasikan hasilnya: 1.Identifikasi Masalah: Organ pencernaan utama mana yang mengalami gangguan pada kasus Budi? Cairan/asam apa yang diproduksi oleh organ tersebut yang menyebabkan rasa perih ketika perut kosong? 2.Analisis Zat Makanan: Bagaimana pengaruh makanan pedas dan zat aditif pada mi instan instan terhadap dinding lambung Budi? 3.Solusi Keberlanjutan: Rancanglah 1 rekomendasi menu sarapan pagi berbasis pangan lokal yang praktis, berserat tinggi, aman bagi lambung Budi,

30 Jawab: ....................................................................................... ..................................................................................................... ..................................................................................................... ..................................................................................................... ..................................................................................................... ..................................................................................................... ..................................................................................................... ..................................................................................................... ..................................................................................................... ..................................................................................................... ..................................................................................................... ..................................................................................................... ..................................................................................................... ..................................................................................................... ..................................................................................................... ..................................................................................................... ..................................................................................................... ..................................................................................................... ..................................................................................................... ..................................................................................................... ..................................................................................................... ..................................................................................................... ..................................................................................................... sekaligus memiliki jejak karbon rendah! Tuliskan dalam bentuk paragraf argumentatif ilmiah untuk dipresentasikan di depan kelas.

MEKANISME BIOKIMIA & ARSITEKTUR TAMBAHAN PENCERNAAN Bayangkan makanan yang kita makan masuk ke dalam mesin cuci tercanggih di dunia: tubuh kita! Makanan ini diolah secara Mekanis lewat remasan gigi dan lambung seperti tabung mesin cuci yang berputar, serta secara Kimiawi oleh enzim yang bertindak sebagai detergen untuk memutus ikatan zat makanan. Hebatnya, di luar tabung utama ada kotak dispenser (Organ Tambahan). Makanan kita tidak pernah masuk ke sana, tapi dari sanalah rahasia 'cairan' disemprotkan agar nutrisi terserap sempurna! Hari ini kita akan membedah arsitektur biokimia ini, melihat pentingnya serat pangan lokal, sekaligus memecahkan misteri jika kotak dispenser tersebut tiba-tiba tersumbat. 31

32 SISI SAINS (SCIENCE): Dua Cara Tubuh Memproses Makanan Proses memecah makanan yang berukuran besar menjadi potongan-potongan yang lebih kecil tanpa mengubah sifat kimia zat makanan tersebut. Tujuan: Memperluas permukaan makanan agar enzim pencernaan dapat bekerja lebih cepat dan efisien. Lokasi Utama: A. Pencernaan Mekanik Di dalam tubuh kita, makanan tidak hanya lewat begitu saja. Agar zat gizi dapat menembus dinding usus dan masuk ke sel darah, makanan harus disederhanakan melalui dua jenis mekanisme pencernaan: 1.Mulut: Dilakukan oleh gigi yang mengunyah dan memotong makanan, serta lidah yang membantu mengaduk makanan. 2.Lambung: Dilakukan oleh kontraksi otot-otot dinding lambung yang meremas dan mengocok makanan hingga menjadi seperti bubur halus (chyme). B. Percernaan Kimiawi Proses mengubah molekul makanan yang kompleks (seperti karbohidrat, protein, dan lemak) menjadi

33 molekul yang sangat sederhana (glukosa, asam amino, asam lemak) dengan bantuan Enzim Pencernaan. Tujuan: Menyederhanakan struktur kimia makanan agar dapat diserap (absorpsi) oleh jonjot usus halus. Contoh Enzim & Getah Biokimia: Amilase (Ptialin): Di mulut dan usus halus, bertugas mengubah amilum (pati) menjadi maltosa/glukosa. Pepsin & Tripsin: Memecah protein yang kompleks menjadi asam amino. Lipase: Memecah molekul lemak menjadi asam lemak dan gliserol.

Fungsi: Organ tambahan terbesar yang berfungsi menawarkan racun (detoksifikasi) dari zat kimia makanan berbahaya. Hati juga memproduksi cairan empedu yang berfungsi memecah atau mengemulsikan lemak menjadi butiran kecil agar mudah diurai oleh enzim lipase. 34 ORGAN PENCERNAAN TAMBAHAN (Accessory Digestive Organs) Saluran pencernaan utama kita (mulut hingga usus besar) tidak akan mampu menyelesaikan pencernaan kimiawi tanpa bantuan Organ Pencernaan Tambahan. Makanan tidak pernah masuk ke dalam organ-organ ini, tetapi mereka berfungsi memproduksi cairan kimia penting yang dialirkan langsung ke dalam usus halus. Hati (Hepar) Kantung Empedu Fungsi: Tempat penampungan sementara cairan empedu yang dihasilkan hati sebelum disemprotkan ke usus halus saat ada makanan berlemak yang masuk. Pankreas Fungsi: Berada di bawah lambung, pankreas adalah pabrik enzim pencernaan kimiawi terbesar. Pankreas menghasilkan getah pankreas yang

35 mengandung zat natrium bikarbonat (untuk menetralkan asam lambung yang masuk ke usus) serta menghasilkan enzim Amilase, Tripsin, dan Lipase.

36 Aktivitas Diskusi Kelompok Proses pencernaan kimiawi oleh enzim bersifat abstrak dan tidak kasat mata. Mari kita memvisualisasikannya secara kreatif! SISI SENI & REKAYASA (ARTS & ENGINEERING - STEAM) Art (Seni Visual): Secara berkelompok, buatlah Infografis Alur Pencernaan Interaktif atau peta konsep digital menggunakan aplikasi Canva. Gambarlah jalur utama makanan, lalu berikan tanda panah atau warna khusus (misal warna emas) untuk menunjukkan di mana cairan dari organ tambahan (hati dan pankreas) disuntikkan ke dalam usus halus untuk menyerap nutrisi pangan lokal secara maksimal. Engineering (Rekayasa Struktur): Rancanglah sebuah analogi sederhana mekanis di rumah. Jika pencernaan mekanis di lambung diibaratkan seperti kerja blender makanan, maka pencernaan kimiawi diibaratkan seperti gunting mikroskopis (enzim) yang memutus rantai ikatan zat makanan.

37 Jawab: ....................................................................................... ..................................................................................................... ..................................................................................................... ..................................................................................................... ..................................................................................................... ..................................................................................................... ..................................................................................................... ..................................................................................................... ..................................................................................................... ..................................................................................................... ..................................................................................................... ..................................................................................................... ..................................................................................................... ..................................................................................................... ..................................................................................................... ..................................................................................................... ..................................................................................................... ..................................................................................................... ..................................................................................................... ..................................................................................................... ..................................................................................................... ..................................................................................................... ..................................................................................................... ..................................................................................................... .....................................................................................................

Mengonsumsi pangan lokal berserat tinggi seperti ubi jalar, singkong, atau sayur-sayuran lokal membantu mengoptimalkan gerakan peristaltik mekanis otot usus dan mendukung kesehatan kolon (usus besar) jangka panjang. Langkah ini sekaligus mengurangi emisi karbon dari transportasi pengiriman pangan jarak jauh (food miles). Makanan cepat saji (fast food) yang diimpor dari luar negeri cenderung melewati proses pabrikasi berlebih sehingga teksturnya sangat lembut dan rendah serat. Akibatnya, organ pencernaan mekanis kita menjadi kurang aktif bekerja, dan usus besar kehilangan pasokan makanan bagi bakteri baiknya. 38 KESADARAN BERKELANJUTAN (SUSTAINABILITY): Kesehatan Kolon & Serat Pangan Lokal Pencernaan mekanis dan kimiawi kita dirancang secara evolusioner untuk mengolah makanan yang padat serat dan alami. Dilema Pangan Modern: Aksi Berkelanjutan

Studi Kasus: "Seseorang mengalami penyumbatan pada saluran pankreasnya akibat peradangan, sehingga getah pankreas tidak dapat mengalir masuk ke dalam usus halus." 39 Aktivitas Analisis Data Kelompok (LKPD Ringkas) Gunakan pemahaman sains dan data di atas untuk memecahkan studi kasus biokimia pencernaan di bawah ini: RUANG KOMUNIKASI ILMIAH (SCIENTIFIC COMMUNICATION) Berdasarkan pengetahuanmu tentang organ tambahan dan proses pencernaan kimiawi, diskusikan pertanyaan berikut dan komunikasikan hasilnya melalui presentasi ilmiah di depan kelas: 1.Analisis Variabel Biokimia: Jenis nutrisi apa (karbohidrat, protein, atau lemak) yang proses pencernaan kimiawinya akan paling terganggu akibat penyumbatan ini? Jelaskan alasannya dengan menyebutkan nama enzim yang hilang! 2.Transformasi Informasi: Apa dampak kesehatan yang dirasakan oleh tubuh orang tersebut jika sari-sari makanan di usus halusnya gagal diserap dengan baik?

40 Jawab: ....................................................................................... ...................................................................................................... ...................................................................................................... ...................................................................................................... ...................................................................................................... ...................................................................................................... ...................................................................................................... ...................................................................................................... ...................................................................................................... ...................................................................................................... ...................................................................................................... ...................................................................................................... ...................................................................................................... ...................................................................................................... ...................................................................................................... ...................................................................................................... ...................................................................................................... ...................................................................................................... ..................................................................................................... 3.Solusi Diet Berkelanjutan: Rancanglah rekomendasi diet sementara yang ramah bagi organ pencernaan pasien tersebut dengan memilih bahan makanan yang mudah diserap tubuh serta berbahan dasar pangan lokal yang rendah jejak karbonnya!

ATASI ALARM TUBUH GANGGUAN PENCERNAAN DENGAN REKAYASA GAYA HIDUP SEHAT Pernahkah perut kalian terasa perih, melilit, hingga mengalami sembelit akut dan berat badan naik setelah sering mengonsumsi makanan instan atau siap saji? Jika tubuh sudah mengirim 'alarm' sakit seperti itu, mengapa solusinya adalah beralih ke pangan lokal seperti ubi, pepaya, atau sayuran, dan bukan makan mi instan lagi? Apa hebatnya pangan lokal ini bagi kesembuhan usus kita sekaligus kesehatan bumi? 41

1.Siswa mampu mendiagnosis macam-macam gangguan pada sistem pencernaan manusia berdasarkan gejala klinisnya. 2.Siswa mampu merancang solusi preventif (pencegahan) melalui pemanfaatan pangan lokal berserat tinggi. 3.Siswa mampu mengomunikasikan keterkaitan antara konsumsi makanan instan (tinggi jejak karbon) dengan risiko penyakit pencernaan modern. TUJUAN PEMBELAJARAN Sistem pencernaan kita bekerja tanpa henti. Namun, pola makan yang buruk, infeksi bakteri, atau stres dapat mengganggu kinerja organ-organ tersebut. Berikut adalah beberapa gangguan pencernaan yang sering dialami manusia: SISI SAINS (SCIENCE): Macam-Macam Gangguan Pencernaan & Penyebabnya 42 Gejala & Penyebab: Peradangan pada lapisan dinding lambung yang menyebabkan rasa perih dan membakar di ulu hati. Dipicu oleh produksi asam lambung (HCl) yang berlebih akibat telat makan, stres, atau konsumsi makanan yang Gastritis (Maag)

43 Upaya Penanggulangan: Makan tepat waktu secara teratur, menghindari makanan pemicu asam, dan mengelola stres. terlalu pedas/asam. Konstipasi (Sembelit) Gejala & Penyebab: Feses menjadi sangat keras dan kering sehingga sulit dikeluarkan (defekasi). Terjadi karena usus besar menyerap terlalu banyak air akibat sisa makanan bergerak terlalu lambat. Penyebab utamanya adalah kurang mengonsumsi serat dan kurang minum air. Upaya Penanggulangan: Meningkatkan konsumsi makanan berserat (buah dan sayur) serta berolahraga secara teratur. Diare Gejala & Penyebab: Feses yang dikeluarkan encer dan terjadi dalam intensitas yang sering. Terjadi karena usus besar tidak mampu menyerap air dengan maksimal akibat adanya infeksi bakteri (seperti E. coli dari makanan yang tidak higienis) atau keracunan makanan. Upaya Penanggulangan: Menjaga kebersihan makanan, mencuci tangan sebelum makan, dan meminum larutan oralit untuk mencegah dehidrasi.

44 Obesitas Gejala & Penyebab: Penumpukan lemak tubuh yang berlebih akibat asupan kalori dari makanan jauh lebih besar dibandingkan energi yang dikeluarkan melalui aktivitas fisik. Obesitas memicu penyakit kronis lain seperti diabetes dan jantung. Upaya Penanggulangan: Melakukan diet seimbang dan meningkatkan aktivitas fisik harian.

Perhatikan perbandingan kandungan serat di bawah ini: 100 gram Mie Instan Impor = Hanya ±1 gram Serat 100 gram Ubi Jalar Lokal = ±3 gram Serat 100 gram Sayur Kangkung/Bayam = ±2,5 gram Serat Kita dapat mencegah obesitas dan malnutrisi menggunakan aplikasi pelacak nutrisi digital. Aplikasi ini membantu menghitung asupan kalori harian agar tidak melebihi Angka Kecukupan Gizi (AKG) personal kita. 45 SISI MATEMATIKA & TEKNOLOGI (MATHEMATICS & TECHNOLOGY - STEAM) Teknologi (Digital Tracking) : Matematika (Analisis Grafik): Tantangan Logika Jika tubuh kita membutuhkan minimal 25 gram serat per hari untuk mencegah konstipasi, manakah kombinasi bahan makanan di atas yang paling efisien untuk memenuhi kebutuhan usus besarmu? Jawab: ....................................................................................... ...................................................................................................... ...................................................................................................... ......................................................................................................

46 KESADARAN BERKELANJUTAN (SUSTAINABILITY): Pola Makan Modern Vs Kesehatan Bumi Penyakit pencernaan modern seperti obesitas dan gastritis sangat erat kaitannya dengan maraknya konsumsi Ultra-Processed Food (makanan olahan pabrik) seperti makanan cepat saji berbasis daging/gandum impor. Dampak Bagi Tubuh: Makanan olahan pabrik tinggi akan zat aditif sintesis, garam jenuh, dan sangat rendah serat, sehingga merusak keseimbangan bakteri baik di usus besar kita. Dampak Bagi Bumi: Industri makanan olahan pabrik dan pengiriman bahan impor (seperti daging sapi dari luar negeri) menghasilkan emisi gas rumah kaca yang sangat masif (high carbon footprint). Aksi Nyata: Berpindah ke Diet Berkelanjutan (Sustainable Diet) dengan memperbanyak konsumsi pangan lokal (seperti umbi-umbian, buah, dan sayur lokal) tidak hanya menyelamatkan lambung dan ususmu dari penyakit, tetapi juga memangkas emisi karbon dunia karena memperpendek jarak tempuh makanan (food miles).

Studi Kasus: "Siti adalah seorang remaja berusia 14 tahun yang jarang beraktivitas fisik. Menu harian Siti didominasi oleh makanan siap saji impor seperti burger, kentang goreng beku, dan mi instan. Belakangan ini, Siti sering mengeluhkan perutnya begah, mengalami sembelit akut (konstipasi), dan berat badannya terus naik secara drastis" 47 Aktivitas Kelompok: Proyek Rekayasa Ulang Menu Diet (Diet Re-engineering) Gunakan pengetahuan sains, data kalori, dan isu lingkungan di atas untuk memecahkan tantangan rekayasa menu di bawah ini bersama kelompokmu! RUANG KOMUNIKASI ILMIAH (SCIENTIFIC COMMUNICATION) Petunjuk Tugas Kelompok: 1.Analisis Masalah Biologi: Gangguan pencernaan apa saja yang sedang mengancam Siti? Jelaskan mekanismenya di dalam organ pencernaan berdasarkan menu makanannya! 2.Rekayasa Solusi Menu (Engineering): Lakukan re- engineering (rekayasa ulang) terhadap menu makanan Siti untuk 1 hari. Ganti makanan siap saji impornya dengan menu alternatif berbasis pangan lokal yang kaya serat dan memiliki jejak karbon rendah.

48 Jawab: ....................................................................................... ...................................................................................................... ...................................................................................................... ...................................................................................................... ...................................................................................................... ...................................................................................................... ...................................................................................................... ...................................................................................................... ...................................................................................................... ...................................................................................................... ...................................................................................................... ...................................................................................................... ...................................................................................................... ...................................................................................................... ...................................................................................................... ...................................................................................................... ...................................................................................................... ...................................................................................................... 3.Komunikasi Ilmiah: Tuangkan rancangan menu baru tersebut ke dalam Tabel Nutrisi dan Jejak Karbon (kategorikan: Jejak Karbon Rendah/Sedang/Tinggi). Siapkan argumen ilmiah kelompokmu untuk dipresentasikan di depan kelas menggunakan media visual (Canva atau papan tulis)!

49 Daftar Pustaka Almatsier, S. (2024). Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Ammar, M., Syarif, H., & Wijaya, A. (2024). Inovasi Pembelajaran IPA Berbasis STEAM di Sekolah Menengah. Jurnal Pendidikan Sains Indonesia, 12(2), 145-158. Budiman, A., & Lestari, P. (2025). Gizi Seimbang dan Pencegahan Penyakit Degeneratif pada Remaja. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. Crippa, M., Solazzo, E., & Guizzardi, D. (2023). Food Systems and Global Anthropogenic GHG Emissions. Nature Food, 4(1), 12-25. Fitriani, R., & Nugroho, S. (2024). Analisis Konsumsi Makanan Olahan (Ultra-Processed Food) pada Remaja. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 16(3), 310-322. Hall, J. E., & Hall, M. E. (2024). Guyton and Hall Textbook of Medical Physiology (15th Edition). Philadelphia: Elsevier. Handayani, T. (2023). Buku Ajar Ilmu Pengetahuan Alam Kelas VIII. Yogyakarta: Deepublish. Harris, J. A., & Benedict, F. G. (2023). The Basal Metabolic Rate and Energy Expenditure Equations. Cambridge: Cambridge University Press. Kementerian Kesehatan RI. (2024). Panduan Praktis Perhitungan AKG Remaja. Jakarta: Kemenkes RI.

50 Kementerian Kesehatan RI. (2024). Pedoman Penerapan Gizi Seimbang. Jakarta: Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat. Kusuma, W. A., & Wardani, K. (2025). Pemanfaatan Aplikasi Digital Tracking dalam Pembelajaran Biologi Berbasis Proyek. Jurnal Teknologi Pendidikan, 13(1), 45-56. Lestari, S., Utami, T., & Subagio, A. (2023). Potensi Pangan Lokal Berserat Tinggi dalam Menjaga Mikrobioma Usus Besar. Jurnal Biokimia Nusantara, 5(2), 89-101. Poedjiadi, A. (2023). Dasar-Dasar Biokimia (Edisi Revisi). Jakarta: UI-Press. Poore, J., & Nemecek, T. (2024). Reducing Food’s Environmental Impacts through Localized Food Chains. Science, 383(6680), 415-422. Pratama, M. R. (2024). Desain Infografis Kreatif Digital Menggunakan Canva untuk Pembelajaran STEAM. Bandung: Informatika. Rahmawati, D., & Setiawan, B. (2025). Edukasi Konsep Food Miles dan Jejak Karbon Pangan pada Siswa SMP. Jurnal Lingkungan dan Pendidikan, 9(1), 14-27. Sherwood, L. (2023). Human Physiology: From Cells to Systems (10th Edition). Boston: Cengage Learning. Smith, J., & Jones, M. (2025). Carbon Footprint of Global vs Local Food Supply Chains. Environmental

51 Research Letters, 20(2), 104-118. Sukamto, H. (2024). Diet Re-engineering: Panduan Merancang Menu Sehat Berbasis Protein Nabati Lokal. Jakarta: Penebar Swadaya. Tortora, G. J., & Derrickson, B. (2023). Principles of Anatomy and Physiology (16th Edition). New York: John Wiley & Sons.

52 GLOSARIUM A Air: Komponen terbesar dalam tubuh manusia yang berfungsi sebagai pelarut zat gizi dan pengatur suhu tubuh harian. Amilase (Ptialin): Enzim pencernaan yang terdapat di mulut dan usus halus yang berfungsi memecah karbohidrat (pati/amilum) menjadi gula sederhana atau maltosa/glukosa. Angka Kecukupan Gizi (AKG): Jumlah kebutuhan energi total harian seseorang yang dipengaruhi secara langsung oleh aktivitas fisik, usia, dan jenis kelamin. Anus: Lubang pelepasan pada saluran pencernaan yang berfungsi sebagai tempat pembuangan sisa-sisa makanan dalam bentuk feses (defekasi). Asam Klorida (HCl): Asam yang diproduksi oleh getah lambung untuk membunuh kuman yang masuk bersama makanan. B Basal Metabolic Rate (BMR): Ambang batas energi minimal yang diperlukan oleh tubuh manusia untuk bertahan hidup saat berada dalam kondisi istirahat total. Bolus: Sebutan untuk gumpalan makanan yang telah dikunyah di mulut dan siap didorong melalui kerongkongan menuju lambung.

53 C Chyme (Bubur Makanan): Makanan yang telah diolah dan diaduk oleh kontraksi dinding otot lambung sehingga teksturnya berubah menjadi seperti bubur halus. D Diare: Gangguan pencernaan yang ditandai dengan feses yang encer dan dikeluarkan secara sering akibat usus besar gagal menyerap air secara maksimal akibat infeksi bakteri atau keracunan. Diet Re-engineering (Rekayasa Ulang Menu): Langkah merekayasa atau mengubah susunan menu makanan harian (misalnya mengganti bahan impor tinggi kalori dengan bahan lokal tinggi serat) untuk menyesuaikan kebutuhan tubuh dan menjaga lingkungan. F Food Miles (Jarak Tempuh Pangan): Jarak perjalanan makanan dari tempat asal produksinya (ladang atau pabrik) hingga sampai ke piring konsumen; semakin jauh jaraknya, semakin besar emisi karbon yang dihasilkan. G Gastritis (Maag): Peradangan pada lapisan dinding lambung yang menimbulkan rasa perih di ulu hati akibat produksi asam lambung (HCl) berlebih, stres, telat makan, atau makanan pedas.

54 H Hati (Hepar): Organ pencernaan tambahan terbesar yang berfungsi memproduksi cairan empedu serta menawarkan racun (detoksifikasi) dari zat kimia berbahaya yang tertelan. J Jejak Karbon (Carbon Footprint) Pangan: Jumlah emisi gas rumah kaca yang dilepaskan ke atmosfer selama proses produksi, pengemasan, hingga distribusi suatu bahan makanan. K Kantung Empedu: Organ tambahan yang berfungsi menyimpan dan menyemprotkan cairan empedu ke usus halus untuk mengemulsikan (memecah) lemak. Karbohidrat: Nutrisi makro yang menjadi sumber energi utama bagi tubuh; setiap 1 gramnya menghasilkan sekitar 4,1 kilokalori (kkal). Kerongkongan (Esophagus): Saluran otot yang menghubungkan rongga mulut dengan lambung. Konstipasi (Sembelit): Keadaan di mana feses menjadi keras dan kering sehingga sulit dikeluarkan akibat usus besar menyerap terlalu banyak air karena kurangnya konsumsi serat dan air. L Lambung: Kantung otot besar tempat makanan ditampung, diaduk secara mekanik, dan dicerna secara kimiawi menggunakan asam lambung dan

55 enzim. Lemak: Sumber energi cadangan yang efisien dan pelindung organ dalam, menghasilkan kalori tertinggi yaitu 9,3 kkal per gram. Lipase: Enzim yang diproduksi oleh pankreas untuk memecah molekul lemak menjadi asam lemak dan gliserol di dalam usus halus. M Makronutrisi: Kelompok zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah yang besar, meliputi karbohidrat, protein, dan lemak. Mikronutrisi: Kelompok zat gizi yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah kecil tetapi bersifat vital, meliputi vitamin, mineral, dan air. N Nutrisi (Zat Gizi): Komponen kimia di dalam makanan yang digunakan oleh tubuh untuk menjalankan fungsi-fungsi biologisnya. O Obesitas: Penumpukan lemak tubuh yang berlebih akibat asupan kalori makanan yang jauh lebih besar daripada energi yang dikeluarkan melalui aktivitas fisik. P Pankreas: Organ aksesori di bawah lambung yang berfungsi memproduksi getah pankreas berisi natrium bikarbonat dan enzim-enzim kuat (seperti

56 tripsin, amilase, dan lipase). Pencernaan Kimiawi: Proses penguraian molekul makanan yang kompleks menjadi molekul sederhana dengan bantuan enzim dan zat kimia agar bisa diserap tubuh. Pencernaan Mekanik: Proses penghancuran atau pemecahan makanan secara fisik menjadi ukuran yang lebih kecil tanpa mengubah sifat kimia zat penyusunnya. Pepsin: Enzim di lambung yang berfungsi memecah protein kompleks menjadi peptida atau pepton. Peristaltik: Gerakan meremas dan mendorong secara bergelombang oleh otot dinding saluran pencernaan (seperti pada kerongkongan dan usus halus) untuk menggerakkan makanan. Protein: Bahan baku pembangun sel tubuh, pertumbuhan, dan perbaikan jaringan yang rusak, yang dapat berasal dari hewan (hewani) atau tumbuhan (nabati). R Renin: Enzim pada lambung yang berfungsi untuk menggumpalkan protein susu. S Serat Pangan (Dietary Fiber): Komponen pangan yang tidak dapat dicerna oleh saluran pencernaan utama manusia, tetapi berfungsi vital untuk difermentasi oleh bakteri baik di usus besar guna menjaga

57 kesehatan sistem imun dan kelancaran pencernaan. T Tripsin: Enzim yang dihasilkan oleh pankreas untuk memecah protein atau pepton menjadi asam amino di dalam usus halus. U Usus Besar (Colon): Saluran pencernaan yang berfungsi menyerap air dan garam mineral tersisa dari sisa makanan, serta menjadi tempat pembusukan feses dengan bantuan bakteri Escherichia coli. Usus Halus (Intestinum Tenue): Saluran pencernaan terpanjang tempat selesainya proses pencernaan kimiawi dan terjadinya penyerapan (absorpsi) sari- sari makanan melalui struktur lipatan yang disebut vili. V Vili (Jonjot Usus): Struktur lipatan-lipatan kecil pada dinding usus halus yang berfungsi memperluas area permukaan untuk mengoptimalkan penyerapan nutrisi ke dalam darah atau limfa. Vitamin & Mineral: Zat makanan mikro yang berfungsi sebagai ko-faktor pengatur regulasi metabolisme sel tubuh serta pencegah berbagai macam gangguan kesehatan.

Modul Pembelajaran Sistem Pencernaan Makanan Manusia

Report