A. INFORMASI UMUM Nama Penyusun Neri Vedita Putri Haula Inayatul Ilahiyah Dr. Asep Purwo Yudi Utomo, S.Pd., M.Pd. Kha'izah, S.Pd. Instansi MTS N 1 Kota Semarang Tahun Ajaran 2026/2027 Satuan Pendidikan SMP/Sederajat Fase D Kelas/Semester VIII/Semester Ganjil Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Alokasi Waktu (JP) 16 JP x 40 menit (6 x pertemuan) Elemen Menyimak, Membaca dan Memirsa, Menulis, Berbicara, dan Mempresentasikan B. IDENTIFIKASI Murid Murid kelas VIII di MTS N 1 Kota Semarang mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi, hal ini yang menjadi modal dasar dalam memahami Teks Laporan Hasil Observasi (LHO). Melalui pendekatan Kurikulum Berbasis Cinta, rasa ingin tahu ini dibingkai oleh rasa kasih sayang dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, makhluk ciptaan Allah, serta kesadaran untuk membedakan fakta dan opini secara objektif, jujur, dan beretika. Potensi rasa ingin tahu murid sangat memudahkan murid untuk membangun pemahaman yang mendalam (deep learning) terhadap informasi yang mereka dengar. Dalam keterampilan menulis mereka masih mengalami kesulitan dalam menyusun teks secara mandiri, serta kurang tepat dalam penerapan kalimat efektif dan tanda baca. Dalam keterampilan berbicara, seringkali murid merasa kurang percaya diri dan kecemasan saat melakukan presentasi, dan artikulasi yang tidak jelas. Oleh karena itu, MODUL AJAR AJAR BAHASA INDONESIA BERBASIS DEEP LEARNING MATERI TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI FASE D KELAS VIII MTS N 1 KOTA SEMARANG
pembelajaran ini sangat penting untuk memberikan bimbingan menulis yang sistematis dan melatih teknik vokal, bahasa tubuh, dan mental murid sebelum tampil di depan publik. Materi Pelajaran 1. Mengetahui fakta dan data dalam laporan hasil observasi secara tepat. 2. Memahami struktur dalam teks laporan hasil observasi secara tepat. 3. Kaidah kebahasaan teks laporan hasil observasi. 4. Penggunaan tanda baca. 5. Penulisan kata asing/daerah. 6. Memahami langkah-langkah sistematis penyusunan teks laporan hasil observasi. 7. Mempresentasikan teks laporan hasil observasi. Target Murid 1. Murid reguler kelas VIIIA MTs dengan jumlah 31 murid. 2. Murid dengan karakteristik yang berbeda-beda. Dimensi Profil Lulusan/DPL 1 Keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan YME ✓ 2 Kewargaan ✓ 3 Penalaran Kritis ✓ 4 Kreativitas 5 Kolaborasi ✓ 6 Kemandirian ✓ 7 Kesehatan 8 Komunikasi ✓ Topik Panca Cinta Pilih topik KBC dari PANCA CINTA, yang sesuai dengan materi pembelajaran! TOPIK 1 Cinta Allah dan Rasul-Nya ✓ TOPIK 2 Cinta Ilmu ✓ TOPIK 3 Cinta Lingkungan ✓ TOPIK 4 Cinta Diri dan Sesama Manusia ✓ TOPIK 5 Cinta Tanah Air ✓ Materi Integrasi KBC 1. Cinta ilmu: tidak menyepelekan pembelajaran, memiliki niat yang sungguh-sungguh untuk menimba ilmu. 2. Cinta lingkungan: selalu menjaga kebersihan dan kerapian kelas seperti lantai dan papan tulis. 3. Cinta diri dan sesama manusia: mencintai diri
sendiri, memiliki rasa empati dan toleransi kepada teman maupun guru. C. DESAIN PEMBELAJARAN Capaian Pembelajaran 1. Menganalisis gagasan, pandangan, arahan, dan/atau pesan dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan); dan menganalisis unsur intrinsik teks sastra berbentuk teks aural. 2. Menginterpretasi informasi untuk mengungkapkan kepedulian dan/atau pendapat pro/kontra dari berbagai tipe teks berwujud teks visual dan/atau audiovisual. 3. Murid mampu menyajikan ungkapan kepedulian dari berbagai tipe teks dan/atau teks multimodal. Lintas Disiplin Ilmu 1. IPA, mengamati objek alam atau lingkungan sekitar. 2. IPS, menelaah deskripsi tempat atau kondisi sosial budaya. Tujuan Pembelajaran 1. Murid mampu menemukan fakta dan data dalam laporan hasil observasi secara tepat. 2. Murid mampu menemukan struktur dalam teks laporan hasil observasi secara tepat. 3. Murid terampil menganalisis kaidah kebahasaan teks laporan hasil observasi, penggunaan tanda baca, dan penulisan istilah teknik/kata asing secara tepat. 4. Murid mampu menulis dan menyampaikan teks laporan hasil observasi secara kreatif. Indikator Ketercapaian Pembelajaran 1. Ketercapaian pembelajaran ini difokuskan pada kemampuan murid dalam memproses informasi secara kritis dan mendalam. Murid mampu mengidentifikasi informasi yang bersifat objektif berupa fakta dan data dari teks laporan hasil observasi (LHO) dan mampu membedakan informasi objektif tersebut dari opini atau pendapat pribadi penulis. Selain itu, murid mampu mengkaji pembagian struktur teks laporan hasil observasi (LHO). 2. Murid dapat menganalisis kaidah kebahasaan teks LHO, termasuk menelaah ketepatan penggunaan tanda baca dan penulisan cetak miring (italic) untuk kata asing atau daerah. 3. Murid mampu menyajikan ungkapan kepedulian dari teks laporan hasil observasi secara sistematis dan kreatif
melalui salindia kelompok dengan memperhatikan poin- poin sebagai berikut. a. Menyusun teks laporan hasil observasi dengan memperhatikan struktur dan penggunaan bahasa yang informatif. b. Menentukan data dan fakta yang relevan berdasarkan hasil observasi eksplorasi alam di lingkungan sekolah. c. Menggunakan kosakata dan kalimat efektif untuk menjelaskan hasil pengamatan secara jelas dan logis. d. Menyampaikan laporan hasil observasi secara lisan dengan sikap percaya diri, bahasa santun, dan isi yang faktual. Topik Pembelajaran 1. Menemukan fakta dan data dalam laporan hasil observasi secara tepat. Dan menemukan struktur dalam teks laporan hasil observasi secara tepat. 2. Mencermati kaidah kebahasaan, penggunaan tanda baca, dan penulisan bahasa asing atau bahasa daerah. 3. Menyusun dan menyampaikan laporan hasil observasi mengenai eksplorasi alam di lingkungan sekolah. Praktik Pedagogis Pembelajaran berbasis proyek. Pendekatan Pembelajaran Model, dan Metode 1. Pendekatan Deep Learning a. Mindful Learning (berkesadaran) b. Meaningful Learning (bermakna) c. Joyful Learning (menyenangkan) 2.) Kurikulum Berbasis Cinta 2. 1) Model Problem Based Learning a. Orientasi murid pada masalah. b. Mengorganisasikan murid dalam belajar. c. Membimbing penyelidikan individu maupun berkelompok. d. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya. e. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. 2) Model Project Based Learning (PJBL) 3) Model Peembelajaran Kooperatif Jigsaw a. Pembentukan Kelompok b. Pembagian materi c. Penugasan segmen d. Diskusi Kelompok e. Evaluasi individual
3. Metode ceramah, tanya jawab, diskusi kelompok, Penugasan Kreatif, dan Presentasi. Kemitraan Pembelajaran 1. Guru IPA 2. Petugas kebersihan sekolah Lingkungan Pembelajaran 1. Lingkungan Fisik a. Kelas b. Lingkungan sekolah 2. Lingkungan Sosial a. Kolaborasi antar murid b. Kemitraan dengan warga sekolah Pemanfaatan Digital 1. Video dan/atau foto pembelajaran (youtube, google) PENGALAMAN BELAJAR (LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN) PERTEMUAN PERTAMA (3 X 40 MENIT) Kegiatan Awal Metode Alokasi Waktu A. Apersepsi 1. Murid menyambut sapaan dari guru. (Mindful) 2. Murid dan guru berdoa sesuai keyakinan masing-masing sebelum memulai pembelajaran. (Mindful) 3. Murid merespon guru ketika melakukan presensi. (Mindful) 4. Murid dan guru melakukan ice breaking untuk membangkitkan rasa semangat, menumbuhkan cinta tanah air, dan rasa syukur sebelum memulai pembelajaran. (Joyful) 5. Murid diajak melakukan refleksi sederhana dengan beberapa pertanyaan pemantik: (Meaningful) "Supaya kita percaya kalau sebuah informasi itu benar dan bukan hoaks, data apa sih yang biasanya harus ada di dalam kalimatnya?" B. Tujuan 1. Murid menyimak penjelasan dari guru terkait tujuan pembelajaran yang akan capai, seperti berikut ini: (Mindful) “Menemukan fakta dan data dalam laporan hasil observasi secara tepat.” Ceramah, tanya jawab, diskusi kelompok 15 Menit
C. Ilustrasi 1. Murid menyimak materi teks laporan hasil observasi yang diberikan oleh guru lewat PPT. (Meaningful) 2. Murid diajak melakukan refleksi sederhana dengan pertanyaan pemantik: (Meaningful) “Mengapa teks laporan hasil observasi harus disusun berdasarkan fakta?” D. Motivasi 1. Murid menyimak penjelasan yang disampaikan oleh guru terkait manfaat mempelajari teks laporan hasil observasi, yaitu untuk melatih kemampuan berpikir kritis, menyampaikan informasi berdasarkan data dan fakta, dan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekolah dan masyarakat. (Mindful) E. Petunjuk Umum 1. Murid memperhatikan arahan dari guru tentang langkah- langkah kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan, mulai dari kegiatan observasi di lingkungan sekolah, pencatatan hasil pengamatan, penyusunan teks laporan hasil observasi. (Mindful) Kegiatan Inti Metode Alokasi Waktu A. Menentukan Pertanyaan Dasar 1. Murid menyimak penjelasan guru mengenai contoh teks laporan hasil observasi melalui ppt. (Mindful) 2. Murid diberikan pertanyaan pemantik proyek, sebagai berikut. (Meaningful) "Di dalam ppt tadi, manakah informasi yang benar-benar berupa fakta dan data bukan hanya opini?" B. Membuat Desain Proyek 1. Murid dibagi menjadi beberapa kelompok kecil (4-5 orang). (Mindful) 2. Guru membagikan Lembar kerja murid berisi teks laporan hasil observasi. (Meaningful) 3. Murid dibimbing oleh guru mengklasifikasikan kalimat yang termasuk kalimat objektif dan subjektif ke dalam tabel. (Mindful) C. Menyusun Jadwal Proyek 1. Murid menyepakati jadwal penyelesaian proyek dan menyusun jadwal sesuai dengan batas waktu yang ditentukan. Seperti berikut ini: (Mindful dan Meaningful) “Tugas kelompok harus selesai saat jam Ceramah, Tanya jawab, diskusi kelompok 90 Menit
pelajaran sudah habis.” D. Memantau Kemajuan Proyek 1. Masing-masing kelompok mulai menyusun teks laporan hasil observasi secara terbimbing oleh guru. (Meaningful) “Apakah kalian sudah memahami perintah tugas ini?” 2. Murid memperbaiki tugas jika belum tepat. Misalnya “ Kalimat tersebut bukan termasuk kalimat objektif” (Mindful) Kegiatan Penutup Metode Alokasi Waktu A. Simpulan 1. Murid bersama guru melakukan kegiatan tanya jawab untuk meninjau kembali hal-hal penting dari materi teks laporan hasil observasi. (Mindful) 2. Murid dengan bimbingan guru menyimpulkan inti pembelajaran hari ini, yaitu pentingnya memahami kalimat subjektif dan objektif dalam teks laporan hasil observasi. (Meaningful) B. Refleksi 1. Murid diajak merefleksikan pengalaman belajar dengan menjawab pertanyaan lisan seperti berikut ini: (Mindful) “Apa hal baru yang kamu pelajari hari ini?” “Bagian mana yang paling menarik bagimu?” 2. Murid menyampaikan kesan dan perasaan mereka tentang pembelajaran hari ini secara terbuka, dengan suasana santai dan positif. (Joyful) C. Evaluasi 1. Murid mendengarkan umpan balik dan penguatan dari guru mengenai konsep penting teks laporan hasil observasi dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. (Mindful) 2. Murid diberikan apresiasi atas partisipasi aktif mereka selama proses pembelajaran. (Joyful) D. Rencana Tindak Lanjut 1. Murid menyimak penjelasan dari guru mengenai kegiatan yang akan dilakukan pada pertemuan selanjutnya. (Mindful) 2. Murid bersama guru menutup pelajaran dengan doa dan ucapan syukur atas proses belajar yang telah berlangsung dengan baik. (Mindful) Ceramah, tanya jawab, diskusi kelompok 15 Menit
PENGALAMAN BELAJAR (LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN) PERTEMUAN KEDUA (2 X 40 MENIT) Kegiatan Awal Metode Alokasi Waktu A. Apersepsi 1. Murid menyambut sapaan dari guru. (Mindful) 2. Murid dan guru berdoa sesuai keyakinan masing-masing sebelum memulai pembelajaran. (Mindful) 3. Murid merespon guru ketika melakukan presensi. (Mindful) 4. Murid dan guru melakukan ice breaking untuk membangkitkan rasa semangat, menumbuhkan cinta tanah air, dan rasa syukur sebelum memulai pembelajaran. (Joyful) 5. Murid diajak mengulas materi pertemuan sebelumnya dengan beberapa pertanyaan pemantik, seperti berikut. (Meaningful) “Kemarin kita sudah belajar menentukan kalimat subjektif dan kalimat objektif, nah hari ini kita akan belajar menemukan struktur dalam teks laporan hasil observasi.” B. Tujuan 1. Murid menyimak penjelasan dari guru terkait tujuan pembelajaran yang akan capai, seperti berikut ini: (Mindful) “Hari ini kita akan belajar belajar menemukan struktur dalam teks laporan hasil observasi.” C. Ilustrasi 1. Murid dibimbing oleh guru untuk mengaitkan kegiatan dengan pengalaman sebelumnya, seperti berikut ini: (Meaningful) “Pertemuan sebelumnya sudah belajar menemukan kalimat subjektif dan kalimat objektif, hari ini kita akan beralih belajar menemukan struktur dalam teks laporan hasil observasi. Itulah tujuan belajar kita hari ini kalian bisa mengetahui struktur dalam teks laporan hasil observasi.” D. Motivasi 1. Murid menyimak penjelasan yang disampaikan oleh guru terkait manfaat mempelajari teks laporan hasil observasi, yaitu untuk melatih kemampuan berpikir kritis, menyampaikan informasi berdasarkan data dan fakta, dan Ceramah, tanya jawab, diskusi kelompok 15 Menit
menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekolah dan masyarakat. (Mindful) E. Petunjuk umum 1. Murid memperhatikan arahan dari guru tentang kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan, yaitu secara bergantian, setiap anggota kelompok asal mengajarkan bagian materinya kepada anggota kelompok yang lain. (Mindful dan Meaningful) Kegiatan Inti Metode Alokasi Waktu A. Menentukan Pertanyaan Dasar 1. Murid menyimak penjelasan guru mengenai materi teks laporan hasil observasi melalui ppt. (Mindful) 2. Murid diberikan pertanyaan pemantik proyek, sebagai berikut. (Meaningful) "Di dalam salindia tadi ibu sudah menjelaskan struktur teks laporan hasil observasi coba sebutkan kembali secara bersama-sama!” B. Membuat Desain Proyek 1. Murid dibagi menjadi beberapa kelompok kecil (4-5 orang). (Mindful) 2. Guru membagikan Lembar kerja murid berisi teks laporan hasil observasi. (Meaningful) 3. Murid dibimbing oleh guru menemukan struktur teks laporan hasil observasi lalu disajikan dalam tabel. (Mindful) C. Menyusun Jadwal Proyek 1. Murid menyepakati jadwal penyelesaian proyek dan menyusun jadwal sesuai dengan batas waktu yang ditentukan. Seperti berikut ini: (Mindful dan Meaningful) “Tugas kelompok harus selesai saat jam pelajaran sudah habis.” D. Memantau Kemajuan Proyek 1. Masing-masing kelompok mulai berdiskusi menemukan struktur teks laporan hasil observasi. (Meaningful) “Apakah ada yang ingin ditanyakan?” 2. Murid memperbaiki tugas jika belum tepat. (Mindful) Ceramah, tanya jawab, diskusi Kelompo k, presentasi 130 Menit Kegiatan Penutup Metode Alokasi Waktu A. Simpulan 1. Murid bersama guru melakukan kegiatan tanya jawab untuk meninjau kembali hal-hal penting dari materi teks laporan hasil observasi. (Mindful) Ceramah, tanya jawab, diskusi 15 Menit
2. Murid dibimbing oleh guru menyimpulkan inti pembelajaran hari ini, yaitu struktur teks laporan hasil observasi. (Meaningful) B. Refleksi 1. Murid diajak merefleksikan pengalaman belajar dengan menjawab pertanyaan lisan seperti berikut ini: (Mindful) “Apa hal baru yang kamu pelajari hari ini?” “Bagian mana yang paling menarik bagimu?” 2. Murid menyampaikan kesan dan perasaan mereka tentang pembelajaran hari ini secara terbuka, dengan suasana santai dan positif. (Joyful) C. Evaluasi 1. Murid mendengarkan umpan balik dan penguatan dari guru mengenai konsep penting teks laporan hasil observasi dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. (Mindful) 2. Murid diberikan apresiasi atas partisipasi aktif mereka selama proses pembelajaran. (Joyful) kelompok PENGALAMAN BELAJAR (LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN) PERTEMUAN KETIGA (3 X 40 MENIT) Kegiatan Awal Metode Alokasi Waktu A. Apersepsi 1. Murid menyambut sapaan dari guru. (Mindful) 2. Murid dan guru berdoa sesuai keyakinan masing-masing sebelum memulai pembelajaran. (Mindful) 3. Murid merespon guru ketika melakukan presensi. (Mindful) 4. Murid dan guru melakukan ice breaking untuk membangkitkan rasa semangat, menumbuhkan cinta tanah air, dan rasa syukur sebelum memulai pembelajaran. (Joyful) 5. Murid diajak melakukan refleksi sederhana dengan beberapa pertanyaan pemantik: (Meaningful) "Mengapa penulisan istilah ilmiah atau bahasa asing dalam laporan ilmiah harus dibedakan penulisan hurufnya?" B. Tujuan 1. Murid menyimak penjelasan dari guru terkait tujuan Ceramah, tanya jawab, diskusi 15 Menit
pembelajaran yang akan capai, seperti berikut ini: (Mindful) “Menelaah kaidah kebahasaan dan tanda baca teks laporan hasil observasi secara tepat.” C. Ilustrasi 1. Murid menyimak materi kaidah kebahasaan, penggunaan tanda baca, dan penulisan bahasa asing diberikan oleh guru. (Meaningful) 2. Murid diajak melakukan refleksi sederhana dengan pertanyaan pemantik: (Meaningful) “Mengapa teks laporan hasil observasi harus disusun menggunakan kaidah kebahsaan dan penggunaan tanda baca yang tepat.?” D. Motivasi 1. Murid menyimak penjelasan yang disampaikan oleh guru terkait manfaat mempelajari teks laporan hasil observasi, yaitu untuk melatih kemampuan berpikir kritis, menyampaikan informasi berdasarkan data dan fakta, dan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekolah dan masyarakat. (Mindful) E. Petunjuk Umum 1. Murid memperhatikan arahan dari guru tentang langkah- langkah kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan. (Mindful) Kegiatan Inti Metode Alokasi Waktu A. Menentukan Pertanyaan Dasar 1. Murid menyimak penjelasan guru mengenai kaidah kebahasaan, penggunaan tanda baca, dan penulisan bahasa asing. (Mindful) 2. Murid diberikan pertanyaan pemantik proyek, sebagai berikut. (Meaningful) “Bagaimana cara kita mengenali kata asing atau istilah teknis serta penggunaan tanda baca yang tepat dalam teks laporan hasil observasi?” B. Membuat Desain Proyek 1. Murid mengerjakan soal secara individu. (Mindful) 2. Murid menulis soal yang dibacakan oleh guru. (Meaningful) 3. Murid dibimbing oleh guru mengerjakan soal. (Mindful) C. Menyusun Jadwal Proyek 1. Murid menyepakati jadwal penyelesaian proyek dan menyusun jadwal sesuai dengan batas waktu yang ditentukan. Seperti berikut ini: (Mindful dan Meaningful) “Tugas harus selesai saat jam pelajaran sudah habis.” D. Memantau Kemajuan Proyek Ceramah, Tanya jawab, diskusi 90 Menit
1. Murid mengerjakan soal yang diberikan oleh guru secara tepat. (Meaningful) “Apakah kalian sudah memahami perintah tugas ini?” 2. Murid memperbaiki tugas jika belum tepat. (Mindful) Kegiatan Penutup Metode Alokasi Waktu A. Simpulan 1. Murid bersama guru melakukan kegiatan tanya jawab untuk meninjau kembali hal-hal penting dari materi teks laporan hasil observasi. (Mindful) 2. Murid dengan bimbingan guru menyimpulkan inti pembelajaran hari ini, yaitu pentingnya memahami kaidah kebahasaan, penggunaan tanda baca, dan penulisan bahasa asing dalam teks laporan hasil observasi. (Meaningful) B. Refleksi 1. Murid diajak merefleksikan pengalaman belajar dengan menjawab pertanyaan lisan seperti berikut ini: (Mindful) “Apa hal baru yang kamu pelajari hari ini?” “Bagian mana yang paling menarik bagimu?” 2. Murid menyampaikan kesan dan perasaan mereka tentang pembelajaran hari ini secara terbuka, dengan suasana santai dan positif. (Joyful) C. Evaluasi 1. Murid mendengarkan umpan balik dan penguatan dari guru mengenai konsep penting teks laporan hasil observasi dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. (Mindful) 2. Murid diberikan apresiasi atas partisipasi aktif mereka selama proses pembelajaran. (Joyful) D. Rencana Tindak Lanjut 1. Murid menyimak penjelasan dari guru mengenai kegiatan yang akan dilakukan pada pertemuan selanjutnya. (Mindful) 2. Murid bersama guru menutup pelajaran dengan doa dan ucapan syukur atas proses belajar yang telah berlangsung dengan baik. (Mindful) Ceramah, tanya jawab, diskusi 15 Menit
PENGALAMAN BELAJAR (LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN) PERTEMUAN KEEMPAT (2 X 40 MENIT) Kegiatan Awal Metode Alokasi Waktu A. Apersepsi 1. Murid menyambut sapaan dari guru dengan sopan. (Mindful) 2. Murid dan guru berdoa sesuai keyakinan masing-masing sebelum memulai pembelajaran. (Mindful) 3. Murid merespon guru ketika melakukan presensi. (Mindful) 4. Murid dan guru melakukan ice breaking untuk membangkitkan rasa semangat, menumbuhkan cinta tanah air, dan rasa syukur sebelum memulai pembelajaran. (Joyful) 5. Murid diajak melakukan refleksi sederhana dengan beberapa pertanyaan pemantik: (Meaningful) “Pernahkah kalian melakukan pengamatan terhadap sesuatu, misalnya hewan, tumbuhan, atau lingkungan sekitar?” “Bagaimana cara kalian menceritakan hasil pengamatan tersebut kepada teman atau guru?” “Apakah kalian tahu teks seperti apa yang digunakan untuk menyampaikan hasil pengamatan itu?” B.Tujuan 1. Murid menyimak penjelasan dari guru terkait tujuan pembelajaran yang akan capai, seperti berikut ini: (Mindful) “Hari ini kita akan belajar menentukan objek dan menyusun teks laporan hasil observasi.” C. Ilustrasi 1. Murid menyimak materi teks laporan hasil observasi yang diberikan oleh guru lewat PPT. (Meaningful) 2. Murid diajak melakukan refleksi sederhana dengan pertanyaan pemantik: (Meaningful) “Mengapa teks laporan hasil observasi harus disusun berdasarkan fakta?” D. Motivasi 1. Murid menyimak penjelasan yang disampaikan oleh guru terkait manfaat mempelajari teks laporan hasil observasi, yaitu untuk melatih kemampuan berpikir kritis, menyampaikan informasi berdasarkan data dan fakta, dan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan Ceramah, tanya jawab, diskusi kelompok 10 Menit
sekolah dan masyarakat. (Mindful) E. Petunjuk Umum 1. Murid memperhatikan arahan dari guru tentang langkah langkah kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan, mulai dari kegiatan observasi di lingkungan sekolah, pencatatan hasil pengamatan, penyusunan teks laporan hasil observasi. (Mindful) Kegiatan Inti Metode Alokasi Waktu A. Menentukan Pertanyaan Dasar 1. Murid menyimak penjelasan guru mengenai contoh media scrapbook yang sudah diisi dengan struktur teks laporan hasil observasi. (Mindful) 2. Murid diberikan pertanyaan pemantik proyek, sebagai berikut. (Meaningful) “Bagaimana kita dapat menyusun dan menyajikan teks laporan hasil observasi seperti contoh yang telah disajikan secara faktual, jelas, dan menarik untuk orang lain?” B. Membuat Desain Proyek 1. Murid dibagi menjadi beberapa kelompok asal yang beranggotakan 4-5 orang. (Mindful) 2. Setiap kelompok menentukan objek observasi nyata di lingkungan sekolah, tanpa merusak bagian daun/bunga dan tetap menjaga kebersihan (misalnya taman sekolah). (Meaningful) 3. Guru membagi sub-materi yang berbeda (Pengertian, tujuan, ciri-ciri, struktur, kaidah kebahasaan, langkah- langkah menyampaikan materi, langkah-langkah menulis teks laporan hasil observasi). (Mindful) 4. Anggota kelompok yang memperoleh sub-materi sama berkumpul dalam kelompok ahli untuk mendalami materi bersama. (Meaningful) 5. Murid yang ditunjuk menjadi pemateri bersiap menjelaskan materi kepada kelompok lain. (Meaningful) 6. Murid kembali ke kelompok asal masing-masing. (Joyful) 7. Setiap anggota secara bergantian menjelaskan materi Ceramah, Tanya jawab, diskusi kelompok 60 Menit
yang didapatnya kepada teman kelompok asalnya. (Meaningful) 8. Murid berdiskusi menyusun teks laporan hasil observasi, lalu dituangkan dalam media scrapbook secara kreatif. (Mindful) C. Menyusun Jadwal Proyek 1. Murid menyepakati jadwal penyelesaian proyek dan menyusun jadwal sesuai dengan batas waktu yang ditentukan. Seperti berikut ini: (Mindful dan Meaningful) • Pertemuan pertama, murid mulai menentukan objek dan menyusun teks laporan hasil observasi. • Pertemuan kedua, murid menyelesaikan teks laporan hasil observasi sesuai media yang telah ditentukan. Secara bergantian, setiap kelompok mempresentasikan di depan kelas. D. Memantau Kemajuan Proyek 1. Masing-masing kelompok mulai menyusun teks laporan hasil observasi secara terbimbing oleh guru. (Meaningful) “Apakah objek kalian dapat diamati secara langsung?” “Bagaimana cara kalian memastikan data yang dicatat faktual?” 2. Murid memperbaiki rancangan jika belum tepat (misalnya, objek terlalu luas atau kurang spesifik). (Mindful) Kegiatan Penutup Metode Alokasi Waktu A. Simpulan 1. Murid bersama guru melakukan kegiatan tanya jawab untuk meninjau kembali hal-hal penting dari materi teks laporan hasil observasi. (Mindful) 2. Murid dengan bimbingan guru menyimpulkan inti pembelajaran hari ini, yaitu pentingnya menyusun teks laporan hasil observasi secara faktual, sistematis, dan sesuai kaidah bahasa Indonesia. Pengamatan yang akurat juga merupakan bagian dari bentuk kejujuran. (Meaningful) B. Refleksi 1. Murid diajak merefleksikan pengalaman belajar dengan menjawab pertanyaan lisan seperti berikut ini: (Mindful) “Apa hal baru yang kamu pelajari hari ini?” “Bagian mana yang paling menarik bagimu?” Ceramah, tanya jawab, diskusi kelompok 10 Menit
2. Murid menyampaikan kesan dan perasaan mereka tentang pembelajaran hari ini secara terbuka, dengan suasana santai dan positif. (Joyful) C. Evaluasi 1. Murid mendengarkan umpan balik dan penguatan dari guru mengenai konsep penting teks laporan hasil observasi dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. (Mindful) 2. Murid diberikan apresiasi atas partisipasi aktif mereka selama proses pembelajaran. (Joyful) D. Rencana Tindak Lanjut 1. Murid menyimak penjelasan dari guru mengenai kegiatan yang akan dilakukan pada pertemuan selanjutnya, yaitu melanjutkan proyek media scrapbook dan setiap kelompok mempresentasikan hasil kerja kelompok di depan kelas secara bergantian. (Mindful) 2. Murid mencatat tugas atau arahan lanjutan dari guru terkait proyek observasi. (Mindful) 3. Murid bersama guru menutup pelajaran dengan doa dan ucapan syukur atas proses belajar yang telah berlangsung dengan baik. (Mindful) PENGALAMAN BELAJAR (LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN) PERTEMUAN KELIMA (3 X 40 MENIT) Kegiatan Awal Metode Alokasi Waktu A. Apersepsi 1. Murid menyambut sapaan dari guru dengan sopan. (Mindful, Cinta Diri dan Sesama Manusia) 2. Murid dan guru berdoa sebelum memulai pembelajaran. (Mindful, Cinta Allah dan Rasul-Nya) 3. Murid merespon guru ketika melakukan presensi. (Mindful) 4. Murid dan guru melakukan ice breaking untuk membangkitkan rasa semangat, menumbuhkan tanah air, dan rasa syukur sebelum memulai pembelajaran. (Joyful, Cinta Diri dan Sesama Manusia) 5. Murid diajak mengulas materi pertemuan sebelumnya Ceramah, tanya jawab, diskusi kelompok 15 Menit
dengan beberapa pertanyaan pemantik, seperti berikut. (Meaningful) “Kemarin kita sudah belajar menentukan objek pengamatan dan menyusun teks laporan hasil observasi, nah hari ini kita akan menyempurnakan hasil observasi kalian dan secara bergantian, setiap kelompok mempresentasikan di depan kelas.” B. Tujuan 1. Murid menyimak penjelasan dari guru terkait tujuan pembelajaran yang akan capai, seperti berikut ini: (Mindful) “Hari ini kita akan belajar menyempurnakan isi teks laporan hasil observasi dan secara bergantian, setiap kelompok akan mempresentasikan di depan kelas.” D. Ilustrasi 1. Murid dibimbing oleh guru untuk mengaitkan kegiatan dengan pengalaman sebelumnya, seperti berikut ini: (Meaningful) “Seorang pengamat yang baik bukan hanya mampu melihat, tetapi juga bisa menjelaskan temuannya dengan jelas dan jujur. Itulah tujuan kita hari ini, bagaimana hasil observasi kalian bisa disusun menjadi laporan yang runtut.” D. Motivasi 1. Murid menyimak penjelasan yang disampaikan oleh guru terkait manfaat mempelajari teks laporan hasil observasi, yaitu untuk melatih kemampuan berpikir kritis, menyampaikan informasi berdasarkan data dan fakta, dan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekolah dan masyarakat. (Mindful, dan Cinta Lingkungan) E. Petunjuk umum 1. Murid memperhatikan arahan dari guru tentang kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan, yaitu secara bergantian, setiap kelompok mempresentasikan hasil kerja kelompok di depan kelas. (Mindful dan Meaningful) Kegiatan Inti Metode Alokasi Waktu A. Penilaian Hasil 1. Setiap kelompok memeriksa kembali hasil teks laporan hasil observasinya. (Mindful) 2. Secara bergantian, setiap kelompok mempresentasikan di depan kelas. (Meaningful) Ceramah, tanya jawab, diskusi Kelompo 90 Menit
3. Presentasi dilakukan secara lisan dengan menggunakan hasil karya (scrapbook). (Mindful) 4. Murid lain menjadi audiens aktif dengan mencatat hal menarik. (Mindful) 5. Murid dinilai oleh guru mengenai hasil proyeknya berdasarkan kriteria, seperti kelengkapan isi, kebenaran data, kejelasan struktur, penggunaan bahasa, dan kemampuan menyampaikan informasi secara lisan. (Meaningful) 6. Setelah melakukan presentasi secara berkelompok, murid diberikan tanggapan positif dari guru. (Joyful) 7. Seluruh murid memberikan applause untuk menjaga suasana kelas yang positif dan mendukung. (Joyful) B. Evaluasi Pengalaman 1. Beberapa murid secara sukarela membagikan pengalaman belajarnya di depan kelas dan guru memberikan apresiasi. (Mindful) 2. Murid dan guru secara bersama menyimpulkan bahwa setiap langkah proyek telah membantu berpikir kritis dan berkomunikasi ilmiah. Selain itu kegiatan presentasi dapat membangun rasa percaya diri murid. (Mindful, dan Cinta Ilmu) k, presentasi Kegiatan Penutup Metode Alokasi Waktu A. Simpulan 1. Murid bersama guru melakukan kegiatan tanya jawab untuk meninjau kembali hal-hal penting dari materi teks laporan hasil observasi. (Mindful) 2. Murid dibimbing oleh guru menyimpulkan inti pembelajaran hari ini, yaitu pentingnya menyusun dan mempresentasikan teks laporan hasil observasi. (Meaningful) B.Refleksi 1. Murid diajak merefleksikan pengalaman belajar dengan menjawab pertanyaan lisan seperti berikut ini: (Mindful) “Apa hal baru yang kamu pelajari hari ini?” “Bagian mana yang paling menarik bagimu?” 2. Murid menyampaikan kesan dan perasaan mereka tentang pembelajaran hari ini secara terbuka, dengan suasana santai dan positif. (Joyful) C. Evaluasi Ceramah, tanya jawab, diskusi kelompok 15 Menit
1. Murid mendengarkan umpan balik dan penguatan dari guru mengenai konsep penting teks laporan hasil observasi dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. (Mindful) 2. Murid diberikan apresiasi atas partisipasi aktif mereka selama proses pembelajaran. (Joyful)
PENGALAMAN BELAJAR (LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN) PERTEMUAN KEENAM (2 X 40 MENIT) Kegiatan Awal Metode Alokasi Waktu A. Apersepsi 1. Murid menyambut sapaan dari guru. (Mindful) 2. Murid dan guru berdoa sesuai keyakinan masing- masing sebelum memulai pembelajaran. (Mindful) 3. Murid merespon guru ketika melakukan presensi. (Mindful) 4. Murid dan guru melakukan ice breaking untuk membangkitkan rasa semangat, menumbuhkan cinta tanah air, dan rasa syukur sebelum memulai pembelajaran. (Joyful) 5. Murid diajak mengulas materi pertemuan sebelumnya dengan beberapa pertanyaan pemantik, seperti berikut. (Meaningful) “Kemarin kita sudah belajar menentukan objek pengamatan dan menyusun teks laporan hasil observasi, nah hari ini kita akan menulis teks laporan hasil observasi secara mandiri.” B. Tujuan 1. Murid menyimak penjelasan dari guru terkait tujuan pembelajaran yang akan capai, seperti berikut ini: (Mindful) “Hari ini kita akan menulis teks laporan hasil observasi secara mandiri. C. Ilustrasi 1. Murid dibimbing oleh guru untuk mengaitkan kegiatan dengan pengalaman sebelumnya, seperti berikut ini: (Meaningful) “Seorang pengamat yang baik bukan hanya mampu melihat, tetapi juga bisa menjelaskan temuannya dengan jelas dan jujur. Itulah tujuan kita hari ini, bagaimana hasil observasi kalian bisa disusun menjadi laporan yang runtut.” D. Motivasi 1. Murid menyimak penjelasan yang disampaikan oleh guru terkait manfaat mempelajari teks laporan hasil Ceramah, tanya jawab 10 Menit
observasi, yaitu untuk melatih kemampuan berpikir kritis, menyampaikan informasi berdasarkan data dan fakta, dan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekolah dan masyarakat. (Mindful) E. Petunjuk Umum 1. Murid memperhatikan arahan dari guru tentang kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan, yaitu menulis teks laporan hasil observasi secara mandiri. (Mindful dan Meaningful) Kegiatan Inti Metode Alokasi Waktu A. Penilaian Hasil 1. Setiap murid menulis teks laporan hasil observasi. Setiap kelompok memeriksa kembali hasil teks laporan hasil observasinya. (Mindful) 2. Murid menyusun teks laporan hasil observasi secara mandiri. (Meaningful) 3. Murid dinilai oleh guru mengenai hasil proyeknya berdasarkan kriteria, seperti kelengkapan isi, kebenaran data, kejelasan struktur, penggunaan bahasa, dan kemampuan menyampaikan informasi secara lisan. (Meaningful) 4. Murid diberikan tanggapan positif dari guru. (Joyful) 5. Seluruh murid memberikan applause untu menjaga suasana kelas yang positif dan mendukung. (Joyful) B. Evaluasi Pengalaman 1. Beberapa murid secara sukarela membagikan pengalaman belajarnya di depan kelas dan guru memberikan apresiasi. (Mindful) 2. Murid dan guru secara bersama menyimpulkan bahwa setiap langkah proyek telah membantu berpikir kritis dan berkomunikasi ilmiah. (Mindful) Ceramah, tanya jawab 60 Menit Kegiatan Penutup Metode Alokasi Waktu A.Simpulan 1. Murid bersama guru melakukan kegiatan tanya jawab untuk meninjau kembali hal-hal penting dari materi teks laporan hasil observasi. (Mindful) 2. Murid dibimbing oleh guru menyimpulkan inti pembelajaran hari ini, yaitu pentingnya menyusun dan mempresentasikan Ceramah, tanya jawab 10 Menit
teks laporan hasil observasi. (Meaningful) B.Refleksi 1. Murid diajak merefleksikan pengalaman belajar dengan menjawab pertanyaan lisan seperti berikut ini: (Mindful) “Apa hal baru yang kamu pelajari hari ini?” “Bagian mana yang paling menarik bagimu?” 2. Murid menyampaikan kesan dan perasaan mereka tentang pembelajaran hari ini secara terbuka, dengan suasana santai dan positif. (Joyful) C. Evaluasi 1. Murid mendengarkan umpan balik dan penguatan dari guru mengenai konsep penting teks laporan hasil observasi dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. (Mindful) 2. Murid diberikan apresiasi atas partisipasi aktif mereka selama proses pembelajaran. (Joyful)
Nilai: Total skor x 5 ASESMEN PEMBELAJARAN ASESMEN FORMATIF Sikap Nama :................................... Presensi :................................... Kelas :................................... Petunjuk Penilaian: 1. Amati keterlibatan dan kinerja murid selama proses pelaksanaan proyek, mulai dari tahap perencanaan, observasi, penyusunan laporan, hingga presentasi hasil. 2. Perhatikan sikap murid dalam bekerja sama dan berdiskusi di dalam kelompok. 3. Catat perilaku yang menunjukkan sikap tanggung jawab, keaktifan selama kegiatan berlangsung. 4. Berikan tanda centang (✔) pada kolom yang sesuai dengan tingkat pencapaian kemampuan dan sikap murid. 5. Berikan catatan atau deskripsi singkat jika diperlukan untuk memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai proses dan hasil kerja murid. Skor maksimal: 20 Pedoman Pensekoran Kriteria tingkat kemampuan murid: 1. Skor < 60 = Kurang Mahir 2. Skor 70 -80 = Mahir 3. Skor 90 -100 = Sangat Mahir Aspek Penilaian: No Aspek yang Diamati Indikator Skor Keterangan 1 2 3 4 5 1 Partisipasi aktif Murid aktif berdiskusi dan memberi ide dalam kelompok.
2 Kesadaran dalam bekerja Murid fokus dan sadar pada tujuan kegiatan. 3 Kerja sama Murid menghargai pendapat teman dan berbagi peran. 4 Sikap positif Murid menunjukkan antusiasme dan semangat belajar. Keterampilan Aspek Penilaian Perlu Bimbingan (1) Cukup (2) Baik (3) Sangat Baik (4) Keterampilan Membedakan Informasi Memilih kesesuaian informasi < 2 yang tepat dari teks. Memilih 2–3 kesesuaian informasi secara tepat. Memilih 4 kesesuaian informasi secara tepat. Memilih seluruh (5) kesesuaian informasi secara tepat tanpa ragu. Keterampilan Mengklasifikasi Kalimat Hanya mampu mengidentifikasi 1–2 kalimat objektif/subjektif dengan benar. Mampu mengidentifikasi 3 kalimat objektif/subjektif dengan benar. Mampu mengidentifikasi 4 kalimat objektif/subjektif dengan benar. Mampu mengidentifikasi seluruh (5) kalimat objektif/subjektif secara tepat. Keterampilan Menganalisis Struktur Teks Hanya mampu menentukan 1–2 bagian struktur teks dengan alasan yang kurang tepat. Mampu menentukan 3 bagian struktur teks dengan alasan yang memadai. Mampu menentukan 4 bagian struktur teks beserta alasannya secara tepat. Mampu menentukan seluruh (5) bagian struktur teks secara lengkap beserta alasan analisis yang sangat jelas dan akurat. Keterampilan Menyajikan Hasil / Presentasi Penyajian LKPD tidak rapi dan tidak mampu menyampaikan hasil kerja kelompok saat dipanggil. Penyajian LKPD cukup rapi, namun menyampaikan hasil kerja masih ragu- ragu/kurang jelas. Penyajian LKPD rapi dan mampu menyampaikan hasil diskusi dengan lancar. Penyajian LKPD sangat rapi, komunikatif, percaya diri, dan mampu menjawab pertanyaan dari kelompok lain. Nilai Akhir Keterampilan = (Total Skor yang Diperoleh 16 ) × 100
Pertemuan 1 LEMBAR KERJA MURID Materi: Mencermati Objektivitas dan Data dalam Laporan Hasil Observasi yang Disimak Nama Anggota Kelompok: Kelas: Aktivitas 1: Menyimak Teks Laporan Hasil Observasi Teks laporan hasil observasi adalah jenis teks yang menyajikan informasi atau hasil pengamatan atas suatu objek, kejadian, atau fenomena secara sistematis. Observasi dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh data yang akurat dan menyeluruh terkait dengan topik yang diamati. Amatilah contoh teks laporan hasil observasi di bawah ini! Sampah Sampah adalah residu yang tidak diinginkan setelah suatu proses selesai. Sampah dapat berasal dari alam, manusia, konsumsi, tenaga nuklir, industri dan pertambangan. Selama ada aktivitas alam dan manusia, jumlah sampah di Bumi akan terus bertambah. Jumlah sampah yang dihasilkan di Indonesia mencapai 11.330 ton per hari. Sampah dapat dibedakan menurut jenis dan bentuknya. Sampah dibedakan menjadi sampah organik dan sampah anorganik menurut jenisnya. Sampah organik adalah sampah yang dapat. terurai. Contoh sampah organik adalah sisa makanan, sayuran, daun kering, dan sampah lain yang mudah terurai. Sampah ini dapat diolah menjadi kompos. Adapun sampah anorganik adalah sampah yang tidak mudah terurai. Contoh sampah anorganik antara lain sampah yang tidak mudah rusak seperti plastik, kayu, kaca dan kaleng. Sampah anorganik didaur ulang oleh industri rumahan untuk mengurangi sampah dan dijadikan sebagai peluang bisnis. Sampah dapat diklasifikasikan kembali menjadi sampah padat, cair, alam, konsumen, manusia, dan radioaktif menurut morfologinya. Sampah padat adalah sampah yang padat. Sampah padat dapat berupa sampah rumah tangga seperti sampah dapur, sampah kebun, plastik, logam, dan kaca. Sampah organik dan anorganik termasuk sampah padat. Sampah ini merupakan sampah padat biodegradable (sampah yang dapat terurai oleh proses biologis) dan sampah padat non-biodegradable (tidak dapat terurai oleh proses biologis). Ada dua jenis sampah padat yang tidak dapat terurai secara hayati: dapat didaur ulang dan tidak dapat didaur ulang. Sampah cair adalah sampah cair yang sudah digunakan dan tidak diperlukan lagi biasanya dihasilkan oleh kegiatan industri. Sampah cair dibedakan menjadi dua yaitu sampah hitam dan sampah rumah tangga, sampah hitam adalah sampah cair yang mengandung patogen berbahaya dari toilet, dan sampah rumah tangga adalah sampah cair
yang dihasilkan dari dapur, kamar mandi, dan ruang cuci. Sampah alam adalah sampah yang dihasilkan dari alam dan terurai melalui proses daur ulang secara alami. Contoh sampah alam adalah daun-daun kering hutan yang terurai menjadi tanah. Kotoran adalah istilah yang digunakan untuk produk pencernaan manusia seperti feses dan urine. Kotoran manusia dapat merugikan kesehatan manusia karena dapat dikatakan sebagai sarana berkembangnya penyakit yang disebabkan oleh virus dan bakteri. Sampah konsumsi adalah sampah yang dihasilkan oleh kegiatan konsumsi manusia dan dibuang ke tempat sampah. Sejauh ini, jumlah sampah konsumen belum melebihi jumlah sampah industri. Sampah radioaktif merupakan hasil fusi dan fisi yang menghasilkan uranium dan thorium. Sampah radioaktif berbahaya bagi lingkungan dan kehidupan manusia karena menghasilkan radiasi yang berdampak buruk bagi kesehatan manusia. Oleh karena itu, sampah radioaktif dibuang di tempat-tempat yang tidak mungkin aktif. Umumnya dibuang di bekas tambang garam atau dasar laut. Sumber: https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-6202496/5-contoh-teks-laporan-hasil-observasi-lengkap- dengan-struktur-dan-ciri-ciri diakses pada 4 Desember 2023 pukul 08.42 WIB Aktivitas 2: Mencari Informasi dari Teks Laporan Hasil Observasi Kalian sudah membaca teks "Sampah". Dalam tabel berikut terdapat beberapa kalimat informasi. Cermatilah sesuai atau tidaknya informasi tersebut di dalam teks, kemudian centanglah (✔️ ) kolom yang sesuai. Informasi Sesuai Tidak Sesuai Contoh sampah organik adalah sisa makanan, sayuran, daun kering dan sampah lain yang mudah terurai. Sampah anorganik tidak dapat didaur ulang oleh industri rumahan sehingga sulit untuk mengurangi sampah dan dijadikan sebagai peluang bisnis. Sampah padat dapat berupa sampah rumah tangga yang berwujud padat, seperti botol kaca, kayu, dan lain-lain. Kotoran manusia dapat merugikan kesehatan manusia karena dapat dikatakan sebagai sarana berkembangnya penyakit yang disebabkan oleh virus dan bakteri. Sampah radioaktif tidak terlalu berbahaya bagi lingkungan dan kehidupan manusia karena hanya sedikit menghasilkan radiasi. Aktivitas 3: Menentukan Kalimat Objektif dan Kalimat Subjektif Kalian sudah membaca intisari materi di atas mengenai kalimat objektif dan kalimat subjektif. Ayo berlatih mengenali kalimat objektif dan kalimat subjektif. Perhatikan kalimat-kalimat dalam tabel berikut! Selanjutnya, berilah tanda centang (✔️ ) pada kolom yang sesuai dengan jenis kalimat tersebut: termasuk objektif atau
subjektif! Ingat, ciri-ciri kalimat objektif adalah tidak dipengaruhi pendapat pribadi penulisnya, sedangkan kalimat subjektif dipengaruhi pendapat pribadi penulis dan menggunakan bahasa yang emotif atau memancing emosi. Kalimat Objektif Subjektif Selama ada aktivitas alam dan manusia, jumlah sampah di Bumi akan terus bertambah. Jumlah sampah yang dihasilkan di Indonesia mencapai 11.330 ton per hari. Sampah radioaktif sangat berbahaya bagi lingkungan dan kehidupan manusia karena menghasilkan radiasi yang berdampak buruk bagi kesehatan manusia. Oleh karena itu, sampah radioaktif harus dibuang ke tempat-tempat yang tidak mungkin aktif. Biasanya dibuang di bekas tambang garam atau dasar laut. Kotoran manusia sangat mungkin dapat merugikan kesehatan manusia karena dapat dikatakan sebagai sarana berkembangnya penyakit yang disebabkan oleh virus dan bakteri. Sampah cair dibedakan menjadi dua yaitu sampah hitam dan sampah rumah tangga. Sampah hitam adalah sampah cair yang mengandung patogen berbahaya dari toilet. Sampah rumah tangga adalah sampah cair yang dihasilkan dari dapur, kamar mandi, dan ruang cuci. Sampah cair adalah sampah yang sudah digunakan dan tidak diperlukan lagi. Biasanya dihasilkan oleh kegiatan industri. Selamat Mengerjakan! Pedoman Penilaian a. Aktivitas 2: 5 soal X 10 Poin = 50 Poin b. Aktivitas 3: 5 Soal X 10 Poin = 50 Poin Nilai Akhir = (Skor Perolehan Aktivitas 2 + Skor Perolehan Aktivitas 3 Skor Maksimal (100) ) × 𝟏𝟎𝟎 Nilai KKM (Tuntas) = 78 Rentang Nilai 89 – 100 = Sangat Baik 78 – 88 = Baik 65 – 77 = Cukup < 65 = Perlu Bimbingan
Pertemuan 2 LEMBAR KERJA MURID Materi: Mencermati Objektivitas dan Data dalam Laporan Hasil Observasi yang Disimak Nama Anggota Kelompok: Kelas: Sepeda Motor di Indonesia Saat ini sebagian besar jalan-jalan di Indonesia ramai oleh sepeda motor. Banyak orang menggunakan sepeda motor sebagai alat transportasi, baik alat transportasi pribadi maupun transportasi umum. Sepeda motor adalah alat transportasi roda dua yang digerakkan oleh mesin. Ada bermacam-macam tipe sepeda motor. Ada sepeda motor jenis sport yang berkecepatan tinggi, bersuara bising. dan biasa digunakan oleh pembalap. Ada sepeda motor skuter matik yang dapat hidup otomatis tanpa menggunakan operan gigi manual. Ada sepeda motor bebek manual tanpa kopling. Ada sepeda motor trail yang biasa digunakan di medan berat/off road. Terakhir, ada sepeda motor cruiser yang dikenal dengan motor gede (moge) yang berkecepatan tinggi. Sepeda motor banyak digunakan di Indonesia karena harganya cukup terjangkau. Dengan uang 15 juta rupiah, orang sudah bisa memiliki sepeda motor baru. Selain itu, sepeda motor juga dapat dibeli dengan cara cicilan melalui lembaga pembiayaan dan bank-bank. Kemudahan itu membuat jumlah pengendara sepeda motor di Indonesia semakin meningkat. Sepeda motor bermanfaat sebagai alat transportasi pribadi. Ia digunakan untuk pergi bekerja karena termasuk salah satu alat transportasi yang hemat. Dengan bahan bakar seharga Rp7.800,00 per liter, pengendara sepeda motor bisa menempuh jarak sejauh 47 kilometer. Selain itu, sepeda motor juga bermanfaat untuk memudahkan pengendara dalam mengakses rute-rute sulit, gang-gang sempit, dan jalan-jalan yang macet untuk mencapai tujuan. Sepeda motor hanya boleh dikendarai oleh warga negara Indonesia yang berusia 17 tahun ke atas dan sudah memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Jika ada pengendara sepeda motor berusia di bawah 17 tahun, mereka akan dikenakan sanksi tilang. Setiap pengendara sepeda motor diwajibkan memakai helm, membawa SIM dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), serta harus mematuhi semua rambu-rambu lalu lintas. Selain sebagai alat transportasi pribadi, sepeda motor juga digunakan sebagai alat transportasi publik, yaitu sebagai ojek, baik ojek konvensional maupun ojek online (ojol). Ojek konvensional biasanya disebut "ojek" dan merupakan alat transportasi yang menggunakan sepeda motor tanpa aplikasi, sedangkan ojol merupakan alat transportasi yang menggunakan sepeda motor dan aplikasi khusus dalam menerima pesanan. Saat ini sebagian besar ojek sudah beralih ke ojol. Mereka bergabung dengan mitra perusahaan pengelola aplikasi ojol. Keberadaan ojol cukup diminati karena tidak hanya melayani jasa transportasi antar-jemput penumpang, tetapi juga melayani pesanan makanan, antar-jemput barang, berbelanja, dan lain-lain. Demikianlah laporan mengenai
sepeda motor dan manfaatnya sebagai salah satu alat transportasi publik yang keberadaannya tidak bisa diabaikan di Indonesia. Sumber: Bahasa Indonesia Kelas VIII Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi him. 24-25 Aktivitas 1: Menelaah Struktur Laporan Hasil Observasi Struktur Teks Paragraf ke- Alasan Judul Pernyataan Umum Deskripsi Bagian Deskripsi Manfaat Selamat Mengerjakan! Pedoman Penskoran a. 25 Poin : Alasan sangat jelas, tepat, dan menjelaskan mengapa paragraf tersebut masuk ke dalam bagian struktur terkait. b. 15 Poin : Alasan kurang lengkap atau bahasa kurang runtut, tetapi pemahamannya sudah benar. c. 10 Poin : Alasan kurang tepat/ hanya menyalin ulang seluruh kalimat dari paragraf tanpa penjelasan. d. 0 Poin : Tidak diisi/salah total.
Nilai Akhir = Skor Judul + Skor Pernyataan Umum + Skor Deskripsi Bagian + Skor Deskripsi Manfaat (Skor Maksimal = 25 + 25 + 25 + 25 = 100) Nilai KKM (Tuntas) = 75 Rentang Nilai 89 – 100 = Sangat Baik 78 – 88 = Baik 65 – 77 = Cukup < 65 = Perlu Bimbingan Pertemuan 3 LEMBAR KERJA MURID Nama: Kelas: Petunjuk Pengerjaan 1. Cermati soal dibawah ini! 2. Kerjakan secara mandiri pada buku tugas. 3. Berdo`alah sebelum mengerjakan soal. 4. Dikumpulkan Kamis, 6 Agustus 2026. Aktivitas 1: Lidah Buaya Lidah buaya mempunyai nama Latin Aloe barbadensis millear atau Aloe vera. Lidah buaya menjadi 1 dari 10 tipe tanaman terlaris yang ada di dunia, serta memiliki potensi untuk bisa dikembangkan menjadi tanaman obat sekaligus bahan baku industri. Lidah buaya ini bisa hidup di tempat dengan suhu yang panas atau biasa ditanam di dalam pot maupun pekarangan rumah yang dijadikan sebagai tanaman hias. Tumbuhan ini memiliki daun yang cukup runcing seperti taji. tidak tipis, getas, pinggirnya bergerigi, dengan permukaannya yang berbintik-bintik, panjang 15-36 sentimeter dan lebar 2-6 sentimeter. Selain itu, tumbuhan ini juga kaya akan kandungan vitaminnya, seperti vitamin A (beta-karoten) vitamin C, vitamin E. serta beberapa vitamin B kompleks seperti B1 (tianina). B2 (riboflavin), B3 (niasin), 86, B12, asam folat, dan kolin. beberapa penyakit, seperti cacingan, amandel, keseleo, sakit mata, bisul, luka Lidah buava biasanya dimanfaatkan sebagai media untuk menyembuhkan bakar bernanah, luka, dan jerawat. Tidak hanya itu. lidah buaya juga bermanfaat untuk menebalkan serta menghitamkan rambut. Sumber: https://www.detik.com/jatim/berita/d-6979425/9-contoh-teks-laporan-hasil- observasidengan penyesuaian, Soal
1. Berikut yang merupakan informasi fakta dalam teks adalah .... A. Lidah buaya merupakan tanaman yang paling bermanfaat. B. Lidah buaya memiliki daun sepanjang 15–36 sentimeter dan lebar 2–6 sentimeter. C. Lidah buaya sangat cocok ditanam oleh semua orang. D. Lidah buaya adalah tanaman yang paling cantik."Tumbuhan ini memiliki daun yang cukup runcing seperti taji." 2. Kalimat "Lidah buaya mempunyai nama Latin Aloe barbadensis millear atau Aloe vera" menunjukkan penggunaan kaidah kebahasaan berupa .... A. Kata kerja mental B. Istilah ilmiah C. Kalimat perintah D. Kalimat persuasi 3. Berikut yang bukan merupakan manfaat lidah buaya berdasarkan teks adalah .... A. Menyembuhkan luka bakar B. Mengobati jerawat C. Menebalkan rambut D. Menghasilkan minyak goreng 4. Informasi yang terdapat pada paragraf kedua adalah .... A. Khasiat lidah buaya bagi kesehatan B. Pengertian lidah buaya secara umum C. Ciri-ciri fisik dan kandungan lidah buaya D. Kesimpulan hasil pengamatan 5. Paragraf pertama pada teks di atas merupakan bagian struktur teks laporan hasil Observasi yang disebut .... A. Deskripsi manfaat B. Simpulan C. Pernyataan umum D. Deskripsi bagian Aktivitas 2: No Kalimat Tanda Baca 1. Rina berangkat ke Surabaya Perbaikan Rina berangkat ke Surabaya. Tanda Titik (.) 2. Di warung dekat terminal harga makanan relative mahal harga minuman relatif murah Perbaikan 3. Aku makan kue cokelat sedangkan Hana makan singkong rebus. Perbaikan 4. Ibu membeli buah untuk aku kakak dan adik. Perbaikan 5. Kakak membeli peralatan dapur panci wajan sendok dan garpu. Perbaikan
Pedoman Penilaian Skor Maksimal Aktivitas 1 = 5 Skor Maksimal Aktivitas 2 = 5 Nilai Akhir = Skor Total Perolehan × 10. Nilai KKM = 71 Kriteria Ketuntasan 86 – 100 = A (Sangat Baik) 71 – 85 = B (Baik) 56 – 70 = C (Cukup) < 56 = D (Perlu Bimbingan) 6. Saya naik kereta gerbong nomor 5 Ayu naik kereta gerbong nomor 7. Perbaikan Selamat Mengerjakan!
Pertemuan 4 dan 5 LEMBAR PERENCANAAN KERJA KELOMPOK Nama Kelompok: Nama Anggota Kelompok : A. Tujuan Proyek Murid akan belajar berpikir kritis dengan melakukan eksplorasi alam di lingkungan sekolah untuk mengumpulkan fakta, menyusun ke dalam struktur teks laporan hasil observasi, dan menyajikannya dalam bentuk scrapbook yang kreatif. B. Alat dan Bahan 1. Kertas Manila warna hitam 2. Kertas origami 3. Gunting 4. Lem Kertas/double tip 5. Penggaris 6. Spidol warna -warni C. Langkah-Langkah Pengerjaan proyek 1. Duduklah bersama anggota kelompok yang sudah ditentukan guru. 2. Diskusikan dan pilih satu objek di lingkungan sekolah MTS N 1 Kota Semarang untuk diamati secara langsung. 3. Tulis nama objek yang dipilih pada lembar perencanaan kerja kelompok. 4. Pergilah ke lokasi objek bersama kelompokmu dengan tertib membawa alat tulis. 5. Lakukan pengamatan terhadap objek. 6. Kembalilah ke dalam kelas untuk menyusun teks laporan hasil observasi. 7. Setelah menyelesaikan penulisan, lalu siapkan alat dan bahan pengerjaan. 8. Salin teks laporan hasil observasi pada kertas. 9. Tata tulisan secara runtut sesuai strukturnya. 10. Hias karya tulis teks laporan hasil observasi kalian secara kreatif. D. Panduan Presentasi 1. Pastikan hasil karya sudah siap untuk dipresentasikan. 2. Pastikan semua anggota kelompok mendapat bagian berbicara saat presentasi. 3. Gunakanlah bahasa yang santun. 4. Kelompok yang tidak maju memperhatikan kelompok yang presentasi dengan saksama. Selamat Mengerjakan!
Penilaian LKM Nama Kelompok : .............................................. Kelas : .............................................. Petunjuk Penilaian: 1. Murid diberikan waktu 5-7 menit untuk mempresentasikan laporan hasil observasi. 2. Berikan tanda centang (✔) pada kolom yang sesuai dengan tingkat pencapaian kemampuan murid. No Indikator Skor Keterangan 1 2 3 4 1 Ketepatan isi laporan dengan hasil observasi nyata. 2 Terdapat pernyataan umum, deskripsi bagian, dan deskripsi manfaat. 3 Terdapat kata baku, kalimat definisi dan fakta, konjungsi/kata hubung, kata umum dan istilah, kalimat aktif dan pasif. 4 Kolaborasi selama proses presentasi. 5 Kelancaran, intonasi, pelafalan, dan kontak mata. 6 Pemanfaatan media dan daya tarik presentasi.
Pedoman Penskoran Penilaian Unjuk Kerja Skor Kriteria Penilaian Indikator 4 Isi laporan lengkap dan faktual dan sangat sesuai dengan data hasil pengamatan. Ketepatan isi laporan dengan hasil observasi nyata. 3 Isi laporan cukup lengkap dan sesuai dengan pengamatan. 2 Isi laporan kurang lengkap, beberapa data tidak sesuai. 1 Isi laporan tidak sesuai atau tidak berdasarkan pengamatan. 4 Teks memuat seluruh 3 komponen struktur secara lengkap dan runtut. Terdapat pernyataan umum, deskripsi bagian, dan deskripsi manfaat. 3 Teks memuat 2 dari 3 komponen struktur. 2 Teks hanya memuat 1 dari 3 komponen struktur. 1 Teks tidak memuat dari 3 komponen struktur atau tidak terstruktur. 4 Teks memuat seluruh 5 komponen kaidah kebahasaan secara lengkap dan runtut. Terdapat kata baku, kalimat definisi dan fakta, konjungsi/kata hubung, kata umum dan istilah, kalimat aktif dan pasif. 3 Teks memuat 4 dari 5 komponen kaidah kebahasaan. 2 Teks hanya memuat 2 dari 5 komponen kaidah kebahasaan. 1 Teks memuat kurang dari 2 komponen kaidah kebahasaan. 4 Seluruh anggota kelompok berkontribusi aktif dan setara dalam pembagian tugas presentasi. Kolaborasi selama proses presentasi. 3 Sebagian besar anggota kelompok (mayoritas) berkontribusi aktif dalam presentasi. 2 Hanya sebagian kecil anggota (minoritas) yang aktif berkontribusi dalam presentasi.
1 Hanya didominasi oleh satu orang, anggota lain tidak menunjukkan inisiatif atau tanggung jawab untuk berkontribusi aktif dalam presentasi. 4 Presentasi sangat lancar, intonasi dan pelafalan jelas dan menarik, dan kontak mata terjaga dengan audiens. Kelancaran, intonasi, pelafalan, dan kontak mata. 3 Presentasi cukup lancar, intonasi dan pelafalan cukup jelas. 2 Presentasi kurang lancar dan sering berhenti, intonasi dan pelafalan kurang jelas. 1 Presentasi tidak lancar (terbata-bata), tidak ada intonasi yang jelas, dan pelafalan sulit dipahami. 4 Media sangat kreatif, mendukung penuh isi laporan, dan presentasi sangat menarik serta interaktif. Pemanfaatan media dan daya tarik presentasi. 3 Media sesuai dan cukup mendukung isi laporan, presentasi cukup menarik (misalnya menggunakan media pendukung). 2 Media sederhana tetapi kurang mendukung isi, presentasi kurang menarik. 1 Tidak ada pemanfaatan media atau media tidak relevan dengan isi presentasi. Kriteria Ketuntasan: Nilai ≥ 75 = Tuntas Nilai ≤ 75 = Belum Tuntas Skor maksimal: 24 Pedoman Penskoran Rentang Skor 88 – 100 : Sangat Baik 71 – 87 : Baik 54 – 70 : Cukup 25 – 50 : Kurang
Pertemuan 6 LEMBAR KERJA INDIVIDU Nama: No. Presensi: Kelas: Mata Pelajaran: Tugas Praktik Mandiri Menulis Teks Laporan Hasil Observasi A. Petunjuk Pengerjaan 1. Kemarin sudah menyelesaikan tugas secara kelompok. 2. Kemudian anda berlatih menyusun dan menulis teks secara mandiri. 3. Pilihlah satu objek mengenai alam di lingkungan sekolah. 4. Lakukan pengamatan terhadap objek yang dituju. 5. Susunlah hasil pengamatan menggunakan satu lembar kertas ke dalam teks laporan hasil observasi sesuai struktur. 6. Kumpulkanlah pada guru setelah selesai mengerjakan. Selamat Mengerjakan! Skor Penilaian Individu No Aspek Penilaian Skor 4 (Sangat Baik) Skor 3 (Baik) Skor 2 (Cukup) Skor 1 (Kurang) 1. Kesesuaian Isi & Fakta Isi laporan sangat sesuai dengan objek nyata yang diamati, bersifat objektif, dan seluruh data yang disajikan berbasis fakta lapangan. Isi laporan sesuai dengan objek, bersifat objektif, namun ada sedikit detail fakta yang kurang lengkap. Isi laporan kurang objektif (tercampur opini pribadi) atau data fakta yang disajikan sangat minim. Isi laporan tidak sesuai dengan objek pengamatan atau sepenuhnya berisi opini/karangan fiktif. 2. Kelengkapan Struktur Teks LHO Struktur teks sangat lengkap (memuat Judul, Pernyataan Umum, Deskripsi Bagian, Deskripsi Manfaat, dan Kesimpulan) secara runtut. Struktur teks memuat 4 komponen struktur dengan runtut, atau lengkap tetapi penempatannya kurang pas. Struktur teks hanya memuat 2–3 komponen struktur saja, alur tulisan agak melompat. Struktur teks tidak jelas (hanya memuat 1 komponen atau tidak membentuk struktur LHO sama sekali). 3. Penerapan Kalimat Efektif & Tanda Baca Kalimat disusun secara efektif (logis dan hemat), serta penggunaan tanda Kalimat umumnya efektif, namun terdapat 1–3 kesalahan minor pada penggunaan Kalimat kurang efektif (berbelit- belit) dan terdapat banyak kesalahan tanda Kalimat sangat sulit dipahami (tidak efektif) dan tidak memperhatikan
Rumus Pedoman Penskoran Skor Maksimal Per Aspek: 4 Total Skor Keseluruhan: 16 Kriteria Ketuntasan: Nilai ≥ 75 = Tuntas Nilai ≤ 75 = Belum Tuntas Pedoman Penskoran Rentang Skor 90-100 : Sangat Mahir 75-89 : Mahir 60-74 : Cukup Mahir < 60 : Kurang Mahir baca (titik, koma, huruf kapital) seluruhnya tepat. tanda baca atau huruf kapital. baca serta huruf kapital. aturan tanda baca sama sekali. 4. Penggunaan Kebahasaan Teks LHO Menggunakan kosakata baku dengan tepat, serta berhasil memadukan istilah ilmiah, kata umum, kalimat definisi, aktif/pasif. Menggunakan kosakata baku, menerapkan kalimat definisi/istilah ilmiah namun ragamnya terbatas. Banyak menggunakan kata tidak baku/bahasa santai dan minim penggunaan istilah ilmiah/kalimat definisi. Tidak memenuhi kaidah kebahasaan teks LHO (menggunakan bahasa percakapan sehari-hari/tidak baku).
REFLEKSI Refleksi Pendidik 1. Apakah peserta didik mampu berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan pembelajaran? 2. Apa saja kendala, kesulitan, atau permasalahan yang dialami pendidik selama kegiatan pembelajaran berlangsung? 3. Strategi apa yang sudah berjalan dengan baik dan perlu dipertahankan? 4. Apa saja hal yang harus diperbaiki dan dipersiapkan untuk kegiatan pembelajaran selanjutnya? Refleksi Murid 1. Apa saja pengetahuan dan keterampilan yang kamu peroleh dari kegiatan pembelajaran ini? 2. Bagian mana dari kegiatan pembelajaran yang menurutmu paling menarik dan membantu memahami materi? 3. Apa saja kendala, kesulitan, atau permasalahan yang kamu alami selama kegiatan pembelajaran berlangsung? 4. Apa harapanmu untuk kegiatan pembelajaran selanjutnya agar kamu lebih mudah memahami materi?
LAMPIRAN Materi Teks Laporan Hasil Observasi A. Pengertian Teks Laporan Hasil Observasi Teks laporan hasil observasi menurut (Badriyah, n.d.) merupakan teks yang memuat tentang penjelasan secara umum atau bisa juga untuk melaporkan sesuatu berdasarkan apa yang diperoleh dari hasil pengamatan. Teks laporan hasil observasi ini memiliki isi mengenai klasifikasi tentang jenis-jenis apa yang diamati berdasarkan kriteria tertentu. B. Tujuan Teks Laporan Hasil Observasi Tujuan teks laporan hasil observasi secara umum adalah untuk memberikan informasi dan penjelasan secara rinci mengenai suatu hal yang bersifat objektif. Kalimat objektif adalah kalimat yang tidak terpengaruh oleh pendapat pribadi penulisnya. Sebaliknya, kalimat subjektif adalah kalimat yang terpengaruh oleh pendapat pribadi penulisnya. Kalimat objektif memiliki ciri-ciri sebagai berikut. 6. Berisi fakta yang dapat dibuktikan kebenarannya. 7. Tidak terpengaruh pendapat atau pandangan pribadi. 8. Menyampaikan informasi yang sebenarnya sesuai fakta atau kenyataan yang ada tanpa ditambah dan dikurangi. 9. Tidak menggunakan kata-kata yang bersifat subjektif dan emotif atau kata yang menyebabkan orang mengeluarkan emosi marah, sedih, dan ragu-ragu, seperti kata sangat, sekali, luar biasa, kira-kira, mungkin, dan barangkali Selain yang sudah dijelaskan di atas, teks laporan hasil observasi juga bertujuan untuk menyampaikan segala hal yang diperlukan berdasarkan hasil pengamatan secara rinci, sistematis, faktual, dan cermat kepada pembaca. Teks laporan hasil observasi harus memiliki data. Data-data yang dihasilkan pada teks laporan hasil observasi bertujuan untuk menjelaskan kepada pembaca bahwa teks yang ditulis adalah fakta yang merupakan hasil dari sebuah pengamatan yang dapat dibuktikan secara ilmiah. C. Ciri-ciri Teks Laporan Hasil Observasi Ciri-ciri teks laporan hasil observasi menurut (Badriyah, n.d.) yang membedakannya dari teks deskripsi atau narasi biasa, berikut ciri-cirinya. 1. Bersifat objektif 2. Berdasarkan fakta 3. Bersifat khusus atau spesifik 4. Disajikan secara lengkap 5. Disajikan menarik dan mudah dimengerti pembaca D. Struktur Teks Laporan Hasil Observasi Teks laporan hasil observasi menurut (Badriyah, n.d.) biasanya dibagi menjadi tiga
bagian, yaitu pernyataan umum, deskripsi bagian. 1. Judul: Bagian pertama dari teks laporan hasil observasi adalah judul. Judul ini sendiri biasanya terletak di bagian depan sebelum paragraf awal. Judul biasa dapat menjadi ciri khas yang mengandung tentang informasi secara keseluruhan dari hasil pengamatan yang telah dilakukan. 2. Pernyataan Umum: Bagian kedua dari teks laporan hasil observasi adalah klasifikasi umum. Klasifikasi umum sendiri memuat garis besar dari sebuah fenomena benda yang sedang dibicarakan. Dalam teks laporan observasi ini klasifikasi umum memiliki tugas untuk mengenalkan berbagai informasi yang akan disajikan kepada pembaca. 3. Deskripsi Bagian: Bagian yang ketiga dari teks laporan hasil observasi adalah deskripsi bagian. Deskripsi bagian biasanya memuat berbagai gambaran tentang benda atau fenomena yang sedang dilakukan observasi. Sebagai contoh, apabila sedang meneliti tumbuhan, maka informasi yang disajikan harus mampu mengenalkan tentang fisik bunga, akar, buah, dan juga data dari orang lain. 4. Deskripsi Manfaat: Bagian yang keempat dari teks laporan hasil observasi adalah deskripsi bagian atau manfaat dari laporan yang ditulis. Deskripsi manfaat sendiri berisi tentang berbagai segi manfaat sekaligus beberapa sifat khusus dari objek yang dilaporkan. Pada deskripsi manfaat, biasanya penulis juga menyajikan suatu simpulan yang mewakili seluruh informasi dari teks laporan hasil observasi. E. Kaidah Kebahasaan Teks Laporan Hasil Observasi 1. Kata Benda Kata yang digunakan untuk menyebutkan nama benda. Misalnya. tanaman atau hewan. 2. Kalimat Deskripsi Kalimat yang menggambarkan suatu objek dengan detail dan rinci. 3. Kalimat Definisi Kalimat yang menjelaskan makna atau pengertian dari suatu kata atau istilah. 4. Kata Kerja Pertalian Kata kerja yang berfungsi sebagai penghubung antara subjek dan objek dalam kalimat. Misalnya, terdiri atas, tergolong, kategori, termasuk, dan lain-lain. 5. Istilah Teknis Istilah yang digunakan dalam bidang tertentu. 6. Kopula Kata kerja yang menunjukkan hubungan subjek dengan pelengkap. Misalnya, merupakan, adalah, dan yaitu. F. Penggunaan Tanda Baca 1. Tanda Titik (.) Tanda titik digunakan pada akhir kalimat pernyataan. Contoh: Mereka duduk di sana. Tanda titik dipakai di belakang huruf dalam suatu bagan, ikhtisar, atau daftar. Contoh: 1.1 Latar Belakang 1.2 Masalah Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu. Contoh: pukul 01.35.20 (pukul 1 lewat 35 menit 20 detik atau pukul 1, 35 menit, 20 detik. Tanda titik digunakan untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang menunjukkan jumlah. Contoh: Indonesia memiliki lebih dari 13.000 pulau Tanda titik tidak dipakai di akhir judul. Contoh: Pulang ke Kota (judul cerpen)
2. Tanda Koma (.) Tanda koma dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilangan. Contoh: Telepon, seluler, atau internet bukan barang mewah lagi. Tanda koma digunakan untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara berikutnya yang didahului dengan kata tetapi, melainkan, sedangkan, dan kecuali. Contoh: Saya ingin membeli kamera, telapi uang saya tidak cukup. Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat mendahului induk kalimatnya. Contoh: Jika diundang, saya akan datang. Tanda koma dipakai di belakang kata penghubung antarkalimat yang umumnya berada di awal kalimat. Contoh: Oleh karena itu, dia memperoleh beasiswa di luar negeri. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kata seru, seperti o, ya, wah, Contoh: O, begitu? Tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat. Contoh: Kata nenek saya, "Kita harus berbagi dalam hidup ini." 3. Tanda Titik Dua (:) Tanda titik dua digunakan pada akhir suatu pernyataan lengkap yang diikuti perincian Contoh: Mereka membutuhkan alat tulis kantor: kertas, tinta, spidol, dan pensil. Tanda titik dua digunakan sesudah kata atau frasa yang memerlukan pemerian. Ketua : Ahmad Wijaya Tanda titik dua digunakan dalam naskah drama sesudah kata yang menunjuk pelaku dalam Sekretaris Siti Aryani percakapan. Contoh: Ibu "Bawa koper ini, Nak!" Tanda titik dua digunakan di antara (a) jilid atau nomor dan halaman, (b) surah dan ayat dalam kitab suci, serta (c) judul dan anak judul suatu karangan. Amir "Baik, Bu." Contoh: Surah Ibrahim: 2-5 Tanda titik dua dapat digunakan untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu atau jangka waktu. Contoh: 01:35:20 (1 jam, 35 menit, 20 detik) Tanda titik dua digunakan untuk menuliskan rasio dan hal lain yang menyatakan perbandingan dalam bentuk angka. Contoh: Skala peta ini 1:10.000 4. Tanda Titik Koma (;) Tanda titik koma dapat digunakan sebagai pengganti kata penghubung untuk memisahkan kalimat setara di dalam kalimat majemuk. Contoh: Hari sudah malam; anak-anak masih membaca buku. Tanda titik koma digunakan pada bagian perincian yang berupa frasa verbal. Contoh: mengikuti ujian ini adalah (1) Berkewarganegaraan Indonesia; (2) Berijazah S1; dan (3) Berbadan sehat Tanda titik koma digunakan untuk memisahkan bagian-bagian perincian dalam kalimat yang sudah menggunakan tanda koma. Contoh: Ibu membeli buku, pensil dan finta: baju, celana, dan kaus: serta pisang, apel, dan jeruk Tanda titik koma digunakan untuk memisahkan sumber-sumber kutipan. Contoh Kasus perencanaan bahasa di Indonesia dianggap sebagai salah satu yang paling berhast (Fistuman, 1974; Moeliono, 1985; Samuel, 2008; Wardhaugh dan Fuller, 2015). G. Penulisan Bahasa Asing atau Bahasa Daerah Penulisan bahasa asing atau bahasa daerah yang belum ada padanan kata yang sesuai dalam bahasa Indonesia ditulis menggunakan huruf miring. Nama diri seperti nama
orang, lembaga, organisasi, atau merek dagang dalam bahasa asing atau bahasa daerah ditulis dengan huruf miring. Contoh: Nama Ilmiah buah manggis adalah Garnicia Mangostana. Ungkapan Tut Wuri Handayani merupakan semboyan pendidikan. H. Langkah-langkah dalam menyampaikan laporan hasil observasi yang sesuai data dan fakta 1. Memahami isi laporan yang akan disampaikan dengan baik. 2. Mencatat poin-poin yang ingin kamu sampaikan. 3. Melatih diri untuk menyampaikan informasi sesuai dengan yang telah dicatat. 4. Melakukan kontak mata dan interaksi dengan audiens 5. Menggunakan ekspresi dan gestur yang mendukung 6. Menggunakan bahasa yang baku dan artikulasi yang jelas I. Langkah-langkah dalam menulis teks laporan hasil observasi 1. Menentukan objek dan tujuan pengamatan. 2. Melakukan pengamatan serta mencatat fakta dari pengamatan langsung. 3. Mengumpulkan informasi pendukung dari media digital yang terpercaya. 4. Menyusun kerangka teks. 5. Menulis teks laporan hasil observasi sesuai dengan kerangka. 6. Memeriksa isi teks dan kata-kata yang digunakan.
DAFTAR PUSTAKA Alfari, S. (2024, January 9). Pengertian Teks Eksplanasi, Ciri, Tujuan, Struktur & Contohnya. Ruang Guru. https://www.ruangguru.com/blog/ciri-ciri-dan-contoh-teks eksplanasi#:~:text=Sebuah%20teks%20bisa%20dikategorikan%20sebagai%20teks%20ek splanasi%20jika,tentang%20gambaran%20umum%20fenomena%2Fperistiwa%20alam% 20ya ng%20akan%20dibahas. Badriyah, S. (n.d.). Pengertian dan Struktur Laporan Hasil Observasi serta Contoh Teksnya. Gramedia Blog. Retrieved November 30, 2025, from https://www.gramedia.com/literasi/laporan-hasil-observasi/

