ALATALAT PEMINDAHANPEMINDAHAN ALAT PEMINDAHAN1
ANGGOTA KELOMPOKKasih michaelia P. J./25031010114 Reyna Margaretha Wowor/25031010102 Angelica Yuliana/25031010142 Sozatri Shine Sitorus/25031010150 2
Dalam dunia industri, kelancaran proses produksi sangat bergantung pada efisiensi dan efektivitas pemindahan bahan dari satu tahap ke tahap lainnya. Pemindahan bahan yang tepat dapat membantu meningkatkan produktivitas, menghemat waktu dan tenaga, serta menunjang kelancaran kegiatan operasional. Oleh karena itu, diperlukan suatu peralatan yang mampu mendukung proses pemindahan bahan secara optimal, yang dikenal sebagai alat pemindah. PENDAHULUAN 3
Alat Pemindah adalah unit operasi yang dirancang untuk memindahkan suatu material dari satu alat proses ke alat proses lainnya secara kontinu maupun batch, dengan menjaga kondisi operasi (tekanan, suhu, dan laju alir) tetap stabil. 4 Alat pemindah dapat dikategorikan berdasarkan fase zat yang dipindahkan: 1.Pemindahan Fluida (Cairan dan Gas), contoh alatnya adalah pompa dan kompresor 2.Pemindahan Padatan, contoh alatnya adalah conveyor dan elevator. Pada flipbook, alat pemindah yang dibahas adalah pemindahan padatanApa itu alat pemindah?
JENIS-JENIS ALAT PEMINDAH JENIS-JENIS ALAT PEMINDAH5551. Belt Conveyor 2. Screw Conveyor 3. Scraper Conveyor 4. Bucket Elevator 5. Centrifuge Elevator 6. Spiral Elevator
BELT CONVEYOR Mekanisme kerja belt conveyor: Belt conveyor dimulai dari gear motor yang mengubah energi listrik menjadi energi mekanik sehingga menghasilkan putaran. Putaran bergerak ke drive pulley menyebabkan perputaran dan gaya gesek pada permukaan conveyor belt. Material yang berada diatas belt akan bergerak mengikuti pergerakan dari belt. Top idler sebagai penopang material saat proses pengangkutan. Saat mencapai ujung conveyor, material diturunkan. Belt akan bergerak berulang menuju tail pulley untuk mengubah arah pergerakan belt. Siklus ini terjadi berulang 6 u Bahan yang dapat dipindahkan belt conveyor:
SCREW CONVEYOR Mekanisme Kerja : Secara garis besar, screw conveyor bekerja menggunakan prinsip baut dan mur. Bautnya adalah komponen ulir spiral yang berputar di dalam tabung statis. Murnya adalah material curah (seperti bubuk, biji-bijian, atau semen) yang dimasukkan ke dalamnya. Ketika motor memutar poros ulir, berat material dan gesekan dengan dinding tabung menahan material agar tidak ikut berputar melingkar. Akibatnya, material terpaksa bergerak maju secara lurus (aksial) sepanjang alur ulir tersebut, dari lubang masuk (inlet) hingga keluar di lubang pembuangan (outlet). 7
SCREW CONVEYOR SPESIFIKASI Diameter screw: sekitar 100–800 mm pada salah satu rentang desain industri Kapasitas: dapat mencapai sekitar 200 m³/jam Kemiringan: bergantung desain; beberapa sistem dapat mencapai 45° Panjang: biasanya dibuat dalam beberapa section Kecepatan putar: bergantung diameter dan kebutuhan kapasitas Temperatur material: dapat dirancang untuk material panas dengan konstruksi khusus 8
Scraper Conveyor Mekanisme Alat: 9 1.Material padatan dimasukkan melalui inlet yang berada pada ujung conveyor atau bagian atas conveyor. 2.Material jatuh ke dalam trough atau palung yang menjadi jalur lintasan. 3.Putaran sprocket di head section membuat chain scraper bergerak secara melingkar melewati middle section hingga tail section. 4.Bilah-bilah pengikis yang terpasang pada rantai bagian bawah akan menyapu dan menyeret material di sepanjang dasar talang. Selama proses berlangsung, material bergerak maju dalam kondisi ruang tertutup rapat.
Scraper Conveyor Mekanisme Alat: 10 5.Material akan bergerak menuju head section. Pada bagian bawah head section terdapat discharge outlet. Material akan jatuh secara gravitasi melalui lubang untuk dialirkan ke unit proses kimia berikutnya. 6.Rantai pembawa bilah yang kosong akan berputar kembali ke jalur atas menuju tail section untuk kembali melakukan siklus penyeretan dari awal Scraper conveyor dirancang untuk memindahkan bahan padat kering hingga semi-basah. Alat tidak cocok untuk material yang terlalu basah dan sangat lengket.
BUCKET ELEVATOR 11Mekanisme kerja bucket elevator Material dimasukkan melalui inlet yang ada pada boot. Material lalu masuk kedalam bucket saat bergerak melewati bagian bawah elevator Belt yang membawa bucket bergerak karena pulley ke bagian atas sehingga bucket juga naik sepanjang middle casing. Saat bucket mencapai head casing, bucket akan berputar mengikuti pulley sehingga terjadi perubahan arah dan gaya sentrifugal. Material akan keluar dari bucket dan menuju discharge port. Setelah material keluar, bucket kembali ke bawa melalui casing untuk mengambil material lainnya. Pada bucket elevator, material berpindah dari elevasi rendah ke elvasi yang lebih tinggi. Material yang dapat diangkut: Semen, kapur, gypsum, dan pasir
Centrifuge Elevator 12 Centrifuge elevator adalah salah satu jenis elevator yang digunakan untuk memindahkan bahan secara vertikal dengan memanfaatkan gaya sentrifugal. Alat ini menggunakan bucket (mangkuk penampung) yang terpasang pada sabuk atau rantai untuk mengangkut bahan ke atas, kemudian bahan dikeluarkan melalui gaya sentrifugal saat bucket bergerak dengan kecepatan tinggi.Karakteristik bahan yang cocok: Bahan berbentuk butiran atau granular. Bahan yang kering dan mudah mengalir (free-flowing). Bahan yang tidak lengket dan tidak mudah menggumpal.
Centrifuge Elevator 13 Centrifuge elevator bekerja dengan cara mengambil bahan dari bagian bawah menggunakan bucket (mangkuk penampung) yang terpasang pada sabuk atau rantai. Bahan kemudian diangkut secara vertikal menuju bagian atas elevator. Saat bucket mencapai roda penggerak di bagian atas dengan kecepatan tinggi, gaya sentrifugal membantu melemparkan bahan keluar dari bucket menuju saluran pengeluaran (outlet). Setelah bahan dikeluarkan, bucket yang kosong bergerak turun kembali ke bagian bawah untuk mengambil bahan berikutnya, sehingga proses pemindahan dapat berlangsung secara terus-menerus.
Spiral Elevator1.Dua motor gear dipasang secara simetris pada bagian atas dan dinyalakan bersamaan sehingga menghasilkan gaya getar vertikal dan gaya putar horizontal secara simultan. 2.Padatan berbentuk butiran, pelet, atau bubuk dimasukkan ke dalam penampung bawah melalui inlet. Material mendarat di awal lintasan berbentuk jalur melingkar spiral. 3.Adanya getaran frekuensi tinggi dari motor, material di atas jalur spiral mengalami fenomena melompat-lompat kecil secara kontinu. Lompatan inilah yang secara otomatis mengarahkan material untuk merangkak ke atas secara mandiri mengikuti kontur lintasan spiral menuju puncak. 14 Mekanisme:
Spiral Elevator 4.Selama material bergerak ke atas, air dingin dialirkan secara kontinu dari water inlet menuju water outlet di dalam dinding jaket lintasan. Terjadi perpindahan panas secara konduksi dari material kimia yang panas ke dinding yang didinginkan oleh air. 5.Setelah mencapai puncak, material akan terdorong keluar secara otomatis melalui saluran outlet untuk dialirkan ke silo penampung akhir. 15 Mekanisme: Keunggulan: Minim kontaminasi karena tidak memakai rantai atau oli pelumas di sepanjang jalurnya dan efisiensi ruang karena mengangkat sekaligus mendinginkan material hanya dalam satu footprint vertikal yang kecil.
KESIMPULAN Alat pemindah merupakan salah satu komponen penting dalam sistem peralatan industri kimia yang berfungsi menunjang perpindahan bahan antarunit proses secara kontinu dan terkendali. Belt conveyor, screw conveyor, apron/scraper conveyor, bucket elevator, centrifugal-discharge elevator, dan spiral elevator memiliki karakteristik operasi yang berbeda, baik dari segi prinsip pemindahan, kapasitas, arah perpindahan, maupun jenis material yang dapat ditangani. Pemilihan alat pemindah perlu mempertimbangkan sifat fisik dan karakteristik material, kapasitas pengangkutan, jarak dan elevasi perpindahan, ukuran partikel, serta kondisi operasi agar diperoleh kinerja yang efektif dan efisien. Selain aspek kapasitas, pertimbangan terhadap konsumsi energi, keausan komponen, kemudahan pemeliharaan, dan aspek keselamatan juga diperlukan dalam penerapan alat pemindah pada industri kimia. Dengan demikian, pemahaman terhadap prinsip kerja, komponen, spesifikasi teknis, serta batas operasional setiap jenis alat menjadi dasar penting dalam menentukan dan mengoperasikan sistem pemindahan bahan yang sesuai dengan kebutuhan proses industri kimia. 16
Terima Kasih17
