BAB I JELAJAH NUSANTARA (TEKS DESKRIPSI) Gambar 1.1 Ilustrasi jelajah nusantara Sumber: https://www.antarafoto.com/id/view/354571/jelajah-nusantara Capaian Pembelajaran Menyimak Peserta didik mampu menganalisis dan memaknai informasi berupa gagasan, pikiran, perasaan, pandangan, arahan atau pesan yang tepat dari berbagai jenis teks (nonfiksi dan fiksi) audiovisual dan aural dalam bentuk monolog, dialog, dan gelar wicara. Peserta didik mampu mengeksplorasi dan mengevaluasi berbagai informasi dari topik aktual yang didengar. Membaca dan Memirsa Peserta didik memahami informasi berupa gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau pesan dari berbagai jenis teks misalnya teks deskripsi, narasi, puisi, eksplanasi dan eksposisi dari teks visual dan audiovisual untuk menemukan makna yang tersurat dan tersirat. Peserta didik menginterpretasikan informasi untuk mengungkapkan simpati, kepedulian, empati atau pendapat pro dan kontra dari teks visual dan audiovisual. Peserta didik menggunakan sumber informasi lain untuk menilai akurasi dan kualitas data serta membandingkan informasi pada teks. Peserta didik mampu mengeksplorasi dan mengevaluasi berbagai topik aktual yang dibaca dan dipirsa. Berbicara dan Mempresentasikan Peserta didik mampu menyampaikan gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau pesan untuk tujuan pengajuan usul, pemecahan masalah, dan pemberian solusi secara lisan dalam bentuk monolog dan dialog logis, kritis, dan kreatif. Peserta didik mampu menggunakan dan memaknai kosakata baru yang memiliki makna denotatif, konotatif, dan kiasan untuk berbicara dan menyajikan gagasannya. Peserta didik mampu menggunakan ungkapan sesuai dengan norma kesopanan dalam berkomunikasi. Peserta didik mampu berdiskusi secara aktif, kontributif, efektif, dan santun. Peserta didik mampu menuturkan dan menyajikan ungkapan simpati, empati, peduli, perasaan, dan penghargaan dalam bentuk teks informatif dan fiksi melalui teks multimoda. Peserta didik mampu mengungkapkan dan mempresentasikan berbagai topik aktual secara kritis. Menulis Peserta didik mampu menulis gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau pesan tertulis untuk berbagai tujuan secara logis, kritis, dan kreatif. Peserta didik juga menuliskan hasil penelitian menggunakan metodologi sederhana dengan mengutip sumber rujukan secara etis. Menyampaikan ungkapan rasa simpati, empati, peduli, dan pendapat pro/kontra secara etis dalam memberikan penghargaan secara tertulis dalam teks multimodal. Peserta didik mampu menggunakan dan mengembangkan

kosakata baru yang memiliki makna denotatif, konotatif, dan kiasan untuk menulis. Peserta didik menyampaikan tulisan berdasarkan fakta, pengalaman, dan imajinasi secara indah dan menarik dalam bentuk prosa dan puisi dengan penggunaan kosa kata secara kreatif. Tujuan Pembelajaran Menyimak 1. Peserta didik dapat menentukan ciri-ciri teks deskripsi yang dibaca/didengar. 2. Peserta didik dapat menentukan jenis teks deskripsi yang dibaca/didengar. Membaca dan Memirsa 3. Peserta didik dapat memahami informasi dalam teks deskripsi secara tepat. 4. Peserta didik dapat menguraikan bagian-bagian dan ciri struktur teks deskripsi secara tepat. 5. Peserta didik dapat menyimpulkan prinsip penggunaan kata/kalimat/paragraf pada teks deskripsi secara tepat. Menulis 6. Peserta didik dapat menulis teks deskripsi dengan memperhatikan pilihan kata, kelengkapan struktur, dan kaidah penggunaan kata kalimat/tanda baca/ejaan secara tepat. 7. Peserta didik dapat menentukan dan memperbaiki kesalahan penggunaan kata, kalimat, ejaan, dan tanda baca. Berbicara dan Mempresentasikan 8. Peserta didik dapat menyajikan teks deksripsi sesuai dengan struktur dan kaidah kebahasaan secara lisan. Pertanyaan Pemantik 1. Apakah kalian pernah menceritakan atau mendeskripsikan sesuatu benda kepada temanmu? 2. Mengapa teks deskripsi penting bagi kita? 3. Apa saja unsur teks deskrisi yang baik? 4. Kalian tentu pernah ke tempat wisata yang menurutmu indah? Sebutkan di mana itu! 5. Ceritakan dan deskripsikan secara singkat saat pergi ke tempat tersebut! Peta Konsep Gambar 1.2 Peta konsep kegiatan pembelajaran Jelajah Nusantara (Teks Deskripsi) Menyimak Ciri-ciri teks deskripsi Jenis teks deskripsi Membaca dan Memirsa Informasi teks deskripsi Struktur teks deskripsi Aspek kebahasaan Menulis Menulis teks deskripsi Menyunting teks deskripsi Menyunting teks deskripsi Berbicara dan Mempresentasikan Menyajikan teks deskripsi secara lisan

Apersepsi Indonesia menyimpan berjuta pesona. Mulai dari kekayaan seni, budaya, makanan dan objek wisata yang beraneka ragam. Kekayaan alam, seni, budaya dan beraneka ragam objek wisata ini terdapat di berbagai daerah di seluruh wilayah Indonesia. Beragam pesona seni, budaya, makanan, objek wisata dan sebagainya tersebut dapat diungkapkan dengan teks deskripsi. Kita dapat memberikan gambaran suatu objek sedetail dan senyata-nyatanya. Dengan teks deskripsi kita dapat memberikan gambaran kepada orang lain secara jelas. Selain mendeskripsikan sesuatu secara lisan, kamu juga bisa mendeskripsikannya dalam bentuk teks yang disebut teks deskripsi. Nah, bagaimana cara kita untuk menggambarkan suatu objek melalui teks deskripsi? Mari kita coba pelajari bersama-sama. Assesmen Diagnostik Tentukanlah pernyataan-pernyataan berikut ini benar atau salah dengan menuliskan B jika benar dan S jika salah! No Pernyataan Benar/ Salah 1 Teks deskripsi menggambarkan sesuatu secara terperinci. 2 Objek dalam teks deskripsi dapat berupa keindahan alam, orang, hewan dan sebagainya. 3 Dalam menuliskan teks deskripsi penulis dapat menggunakan imajinasi 4 Data sangat diperlukan dalam menuliskan teks deskripsi 5 Teks deskripsi yang baik mampu membuat pembaca atau penyimak seolah-olah melihat, mendengar, mengalami, atau merasakan seperti apa yang dituliskan di dalam teks. 6 Teks deskripsi dapat kita temukan dalam kehidupan sehari-hari 7 Teks deskripsi merupakan hal yang tidak nyata 8 Penulis teks teks deskripsi menyampaikan isi teks menggunakan ilustrasi misal, bentuk visual, warna, rasa, dan atau kesan yang ada sesuai topik yang ingin disampaikan MENYIMAK A. Menyimak Teks Deskripsi 1. Ciri-ciri Teks Deskripsi Teks deskripsi merupakan teks yang gagasan utamanya digambarkan dengan sejelas-jelasnya. Deskripsi berasal dari kata latin describere yang berarti menulis tentang atau membeberkan sesuatu. Menurut ahli tata bahasa, Gorys Keraf, dalam bukunya Deskripsi dan Eksposisi, teks deskripsi merupakan usaha penulis memindahkan kesan, memindahkan hasil pengamatan dan perasaan kepada pembaca. Sementara berdasarkan KBBI, deskripsi merupakan pemaparan atau penggambaran dengan kata-kata secara jelas dan terperinci. Jadi, yang dimaksud teks deskripsi adalah teks yang menggambarkan suatu objek, tempat, atau peristiwa secara jelas dan terperinci sehingga pembaca seolah-olah dapat melihat, mendengar, merasakan, atau mengalami sendiri objek yang dideskripsikan. Objek tersebut dapat berupa benda atau makhluk hidup. Untuk menggambarkan suatu hal dengan jelas, kita butuh detail-detail dari hal yang ingin dijelaskan tersebut agar pembaca seolah-olah dapat melihat, mendengar, dan merasakan gambaran suatu hal. Untuk itu, penulis harus menggunakan diksi dan bahasa yang tepat agar bisa mendeskripsikan objek secara rinci. Tujuan teks deskripsi adalah menggambarkan bentuk objek, sifatnya, teksturnya, pengamatan, rasanya, atau coraknya dengan mengandalkan pancaindra dalam proses penguraiannya. Jadi keberhasilan teks deskripsi ditandai ketika pembaca atau penyimak dapat merasakan, melihat, maupun mendengar objek dan peristiwa yamng dideskripsikan. Setiap teks pasti memiliki karakter atau ciri khas masing-masing untuk membedakan teks deskripsi dengan teks yang lain. Berikut ini ciri-ciri teks deskripsi. a. Menggambarkan atau melukiskan sesuatu. b. Melibatkan kesan indera sehingga gambaran objek menjadi jelas.

c. Membuat pembaca atau pendengar merasakan sendiri atau mengalami sendiri objek yang diamati penulis. d. Menjelaskan ciri-ciri objek secara terperinci seperti warna, ukuran, bentuk, dan keadaan secara terperinci. Sementara itu, ciri-ciri kebahasaan teks deskripsi meliputi berikut. a. Penggunaan kata baku. Kata yang bersumber pada Kamus Besar Bahasa Indonesia dan sesuai dengan ejaan yang disempurnakan b. Penggunaan kata hubung/kata sambung atau konjungsi (atau, dan, tetapi, sehingga). c. Penggunaan kata berimbuhan (ber-, men-, dan ter-). d. Penggunaan kata rujukan (ini, itu, di sana, di sini, dan tersebut). Selain ciri di atas, ada yang menjelaskan ciri teks deskripsi berdasarkan 3 hal, yaitu tujuan, objek yang dideskripsikan, dan isi teks. 1) Berdasarkan tujuan teks deskripsi Karena teks deskripsi bertujuan untuk menggambarkan atau melukiskan sesuatu serinci dan sejelas mungkin mengenai suatu objek, suasana, dan perasaan, maka teks ini harus dibuat agar pembaca seakan-akan melihat, mendengar, dan mengalami apa yang dideskripsikan. 2) Berdasarkan objek yang dideskripsikan Objek yang dibahas pada teks deskripsi bersifat khusus. Dengan kata lain, disebut personal atau individual. 3) Berdasarkan isi teks deskripsi Isi teks deskripsi harus menggambarkan secara rinci, jelas, dan lengkap objek yang dijelaskan. 2. Jenis-jenis Teks Deskripsi Jenis teks deskripsi dibagi berdasarkan bentuk dan isinya. Untuk memudahkan kita dalam membedakan jenis-jenis teks deskripsi dapat kita pahami dari penjelasan berikut. a. Jenis Teks Deskripsi Berdasarkan Bentuk Berdasarkan bentuknya, teks deskripsi dibedakan menjadi dua, yaitu: 1) Teks deskripsi yang berdiri sendiri Maksudnya, teks ini tidak tergabung atau dicampur-adukkan dengan teks lain. 2) Teks deskripsi yang menjadi bagian dari teks lain Maksudnya, teks ini tergabung atau dicampur dengan teks lain. Bisa muncul dalam cerpen, novel, teks iklan, teks berita, dan lain sebagainya. b. Jenis Teks Deskripsi Berdasarkan Isi Berdasarkan isinya, teks deskripsi dibedakan menjadi: 1) Teks deskripsi spasial Merupakan teks yang menggambarkan objek dari sudut pandang ruang dan waktu. Umumnya, objek yang dideskripsikan berupa tempat, ruangan, atau benda. Contoh: "Di tengah-tengah kota, terdapat sebuah taman yang indah dan luas. Taman ini dikelilingi oleh jalan raya yang sibuk di sebelah utara dan timur, sedangkan di sebelah barat dan selatan terdapat perumahan yang tenang dan asri. Di dalam taman, terdapat sebuah danau kecil yang terletak di tengah-tengah, dikelilingi oleh jalan setapak yang berkelok-kelok. Di sebelah timur danau, terdapat sebuah gazebo yang indah dengan atap yang melengkung dan dihiasi dengan tanaman merambat. Di sebelah barat danau, terdapat sebuah area bermain anak yang dilengkapi dengan ayunan, jungkat-jungkit, dan perosotan. Di sekeliling taman, terdapat banyak pohon yang rindang dan bunga-bunga yang berwarna-warni, membuat taman ini menjadi tempat yang sangat nyaman untuk beristirahat dan menikmati alam." Teks deskripsi spasial ini menggambarkan lokasi dan susunan objek dalam ruang, dengan menggunakan kata-kata yang menunjukkan posisi dan arah, seperti: - Di tengah-tengah - Di sebelah utara - Di sebelah timur - Di sebelah barat - Di sebelah selatan - Di dalam - Di sekeliling

Teks deskripsi spasial ini juga menggunakan kata-kata yang menunjukkan hubungan spasial, seperti: - Dikembangkan oleh - Dikelilingi oleh - Terletak di Dengan menggunakan kata-kata tersebut, teks deskripsi spasial dapat membantu pembaca memvisualisasikan lokasi dan susunan objek dalam ruang. 2) Teks deskripsi objektif Merupakan teks yang menggambarkan objek apa adanya, tanpa diberi tambahan opini atau pendapat penulis. Contoh: "Gunung Rinjani adalah gunung berapi yang terletak di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Gunung ini memiliki ketinggian 3.726 meter di atas permukaan laut. Danau Segara Anak terletak di kawahnya, yang merupakan kaldera besar dengan diameter sekitar 6 kilometer. Gunung Rinjani memiliki beberapa puncak, termasuk Puncak Gunung Baru yang terbentuk dari letusan tahun 2004." Teks deskripsi objektif ini menggambarkan objek (Gunung Rinjani) dengan menggunakan fakta-fakta yang dapat dibuktikan dan tidak memasukkan pendapat atau perasaan pribadi. Ciri-ciri teks deskripsi objektif adalah: - Menggunakan bahasa yang netral dan tidak emosional - Berfokus pada fakta-fakta yang dapat dibuktikan - Tidak memasukkan pendapat atau perasaan pribadi - Menggunakan kata-kata yang akurat dan spesifik Dalam contoh di atas, teks deskripsi objektif memberikan informasi tentang lokasi, ketinggian, dan fitur-fitur Gunung Rinjani tanpa memasukkan pendapat atau perasaan pribadi. 3) Teks deskripsi subjektif Merupakan teks yang menggambarkan objek dengan adanya tambahan opini (pendapat) penulis, meliputi apa yang dilihat, didengar, atau dirasakan. Contoh: "Bandung adalah kota yang sangat cantik dan menawan. Dengan udara yang sejuk dan pemandangan yang indah, kota ini sangat cocok untuk mereka yang ingin menikmati liburan yang santai. Saya sendiri sangat suka mengunjungi Factory Outlet di kota ini, karena bisa mendapatkan pakaian dan aksesoris dengan harga yang murah dan kualitas yang baik. Selain itu, kota ini juga memiliki banyak tempat wisata yang menarik, seperti Gedung Sate dan Museum Geologi." Teks deskripsi subjektif ini menggambarkan objek (Kota Bandung) dengan menggunakan pendapat dan perasaan pribadi. Ciri-ciri teks deskripsi subjektif adalah: - Menggunakan kata-kata yang subjektif seperti "cantik", "menawan", "sangat suka" - Berfokus pada pendapat dan perasaan pribadi - Menggunakan bahasa yang emosional dan personal - Dapat memasukkan pengalaman pribadi Dalam contoh di atas, teks deskripsi subjektif memberikan gambaran tentang keindahan Kota Bandung berdasarkan pendapat dan perasaan pribadi penulis. Penggunaan kata-kata seperti "cantik", "menawan", dan "sangat suka" menunjukkan bahwa penulis memiliki kesan yang positif tentang kota ini. Asesmen Formatif 1 Simaklah temanmu yang membacakan teks berikut! Kucing Kesayanganku: Si Miko

Gambar 1.3 Kucing Lucu Sumber: https://www.google.com/search?q=gambar+kucing+lucu+jelas Aku memiliki seekor kucing jantan bernama Miko. Ia adalah kucing kampung dengan bulu dominan oranye kecoklatan yang diselingi motif belang hitam tipis, menyerupai pola harimau kecil. Ukurannya sedang, tidak terlalu besar namun lincah. Matanya berwarna kuning kehijauan yang selalu berbinar-binar saat melihatku atau mangsa kecil yang melintas di depannya. Ekornya panjang dan tegak, seringkali bergerak-gerak seperti antena saat ia penasaran. Miko adalah kucing yang sangat aktif dan penuh rasa ingin tahu. Ia suka sekali menjelajahi setiap sudut rumah, melompat dari satu sofa ke sofa lain, atau mengejar bayangan tikus di dinding. Tingkah lakunya yang paling menggemaskan adalah saat ia meminta makan. Ia akan mengelus-eluskan tubuhnya di kakiku sambil mengeong manja dengan suara yang khas, seolah-olah sedang berbicara. Bulu Miko terasa lembut dan halus saat dielus, terutama di bagian perutnya. Ia sangat senang jika digaruk- garuk di bawah dagunya, matanya akan terpejam menikmati sentuhan. Meskipun sering terlihat garang saat berburu serangga, Miko memiliki sisi yang sangat penyayang. Ia sering tidur di pangkuanku, mendengkur lembut, menciptakan kehangatan yang menenangkan. Kehadiran Miko di rumahku selalu membawa keceriaan. Ia bukan hanya sekadar hewan peliharaan, melainkan teman setia yang selalu menemaniku. Tingkah lakunya yang lucu dan manja, serta kepribadiannya yang unik, membuatku selalu rindu padanya setiap kali aku pergi. Miko adalah bagian tak terpisahkan dari keluargaku. Sumber:https://gemini.google.com/app?utm_source=app_launcher&utm_medium=owned&utm_campaign=base_all Jawablah soal berikut berdasarkan teks deskripsi tersebut! 1. Jelaskan ciri-ciri teks deskripsi yang kamu temukan pada teks “Kucing Kesayanganku: Si Miko” tersebut! Ciri-ciri Penjelasan Menggambarkan atau melukiskan objek Kucing peliharaan bernama Miko. Penggambaran dilakukan dengan jelas dan melibatkan kesan indra Penglihatan: "bulu dominan oranye kecoklatan," "motif belang hitam tipis," "matanya berwarna kuning kehijauan," "ekornya panjang dan tegak." Pendengaran: "mengeong manja dengan suara yang khas," "mendengkur lembut." Perabaan: "bulu Miko terasa lembut dan halus," "kehangatan yang menenangkan." Membuat pembaca ikut merasakan sendiri atau mengalaminya Pembaca bisa membayangkan tingkah laku Miko dan merasakan kelembutan bulunya. Menjelaskan ciri-ciri objek Warna bulu, ukuran, warna mata, bentuk ekor, perilaku aktif, manja, penyayang. Menggunakan kata sifat aktif, menggemaskan, lembut, halus, garang, penyayang, lucu, manja, unik. 2. Berdasarkan isinya, teks berjudul “Kucing Kesayanganku: Si Miko” termasuk jenis teks deskripsi apa? Beri penjelasan atas jawabanmu! …………………………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………………………

MEMBACA DAN MEMIRSA B. Membaca dan Memirsa Teks Deskripsi 1. Menemukan Informasi Teks Deskripsi Pada saat membaca atau melihat gambar suatu objek atau tempat (keindahan alam, bangunan bersejarah, sekolah, atau pertunjukan, dan sebagainya) kalian akan membayangkan seolah-olah dapat melihat, mendengar, atau merasakan secara langsung terhadap objek tersebut. Teks deskripsi adalah teks yang ide utamanya berupa penyampaian dengan menggambarkan objek, tempat, dan peristiwa tertentu dengan sangat rinci. Teks deskripsi menyampaikan fakta dan mendeskripsikan objek dengan detail atau terperinci. Setiap bacaan pasti memiliki pokok pikiran atau ide pokok. Ide pokok setiap paragrap terdapat dalam kalimat utama. Kalimat utama dijelaskan oleh beberapa kalimat penjelas. Kalimat penjelas adalah kalimat yang memberikan penjelasan tambahan sesuai ide pokok paragraf. Berdasarkan letak kalimat utamanya paragraf dibagi menjadi; a. Paragraf deduktif, yaitu paragraf yang kalimat utamanya terletak di awal paragraf. b. Paragraf induktik, yaitu paragraf yang kalimat utamanya terletak di akhir paragraf. c. Paragraf deduktif-induktif (campuran), yaitu paragraf yang kalimat utamanya terletak di awal dan di akhir paragraf. Kemudian utuk menemukan informasi dalam teks deskripsi dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut, a. Membaca secara keseluruhan dengan cermat. b. Memahami isi teks deskripsi. c. Menentukan ide pokok setiap paragraf dalam teks deskripsi. 2. Menelaah Struktur Teks Deskripsi Teks deskripsi disusun berdasarkan struktur-struktur pembentuknya. Seperti jenis teks lainnya, teks deskripsi juga memiliki struktur penulisan yang membedakan dengan teks yang lain. Bagian- bagian struktur teks deskripsi antara lain. a. Judul Judul bertujuan untuk menggambarkan isi teks. b. Identifikasi Bagian awal dari teks deskripsi yang berisi pengenalan nama objek, makna nama, lokasi, sejarah lahirnya, atau gambaran umum lainnya tentang objek yang dideskripsikan. Bagian ini biasanya berisi pengenalan awal yang memberikan konteks bagi pembaca. c. Deskripsi Bagian Gambaran rinci dari sudut pandang penulis tentang suatu objek. Penulis menggambarkan apa yang telah ia lihat, dengar, dan rasakan selama mengamati objek pilihannya. Jadi, pada bagian ini penulis akan menjelaskan ciri-ciri fisik, sifat, fungsi, atau aspek-aspek lain dari objek dengan menggunakan panca indra (penglihatan, pendengaran, penciuman, perabaan, pengecapan). Bagian ini sering dipecah menjadi beberapa paragraf untuk menjelaskan setiap aspek secara terpisah. d. Simpulan Simpulan atau kesan adalah bagian yang berisi kesimpulan atau pandangan penulis terhadap objek yang diamati. Bagian ini bersifat opsional, sehingga boleh dituliskan atau tidak. Untuk lebih memudahkan kalian memahami struktur teks deskripsi, berikut contohnya. Keindahan Candi Borobudur Identifikasi Candi Borobudur adalah candi Buddha terbesar di dunia yang terletak di Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Dibangun pada abad ke-9 oleh Dinasti Syailendra, candi ini menjadi salah satu warisan budaya dunia yang diakui oleh UNESCO. Deskripsi Bagian Candi Borobudur memiliki arsitektur yang megah dengan desain mandala yang melambangkan alam semesta dalam kepercayaan Buddha. Candi ini terdiri dari sembilan platform bertingkat, enam berbentuk bujur sangkar dan tiga berbentuk lingkaran, dengan sebuah stupa besar di puncaknya.

Setiap tingkat dihiasi dengan relief yang menggambarkan kehidupan Buddha, yang secara keseluruhan mencapai lebih dari 2.600 panel dan 504 arca Buddha. Saat memasuki area candi, pengunjung akan disambut oleh deretan anak tangga yang membawa mereka menuju ke puncak candi. Di setiap sudut dan dinding candi, terdapat relief yang menceritakan perjalanan hidup Siddhartha Gautama hingga mencapai pencerahan dan menjadi Buddha. Relief ini tidak hanya menggambarkan ajaran agama Buddha, tetapi juga kehidupan sehari-hari masyarakat pada masa itu, seperti perdagangan, pertanian, dan kebudayaan. Pada bagian puncak candi, terdapat stupa utama yang dikelilingi oleh 72 stupa kecil berbentuk lonceng yang di dalamnya terdapat arca Buddha. Dari puncak candi, pengunjung dapat menikmati pemandangan yang luar biasa indah, termasuk Gunung Merapi di sebelah timur dan perbukitan Menoreh di sebelah barat. Simpulan Candi Borobudur tidak hanya menjadi tempat ibadah bagi umat Buddha, tetapi juga menjadi destinasi wisata yang menawarkan keindahan arsitektur dan nilai sejarah yang tinggi. Keindahan reliefnya, kemegahan stupa-stupanya, dan pemandangan alam yang menakjubkan menjadikan Candi Borobudur sebagai salah satu keajaiban dunia yang patut untuk dikunjungi. Asesmen Formatif 2 Bacalah teks deskripsi berikut! Keagungan Gunung Merapi, Simbol Kekuatan Alam di Yogyakarta Gambar 1.4 Gunung Merapi Yogyakarta Sumber: https://www.goodnewsfromindonesia.id/2024/08/10/contoh-teks-deskripsi-tentang-tempat-wisata Gunung Merapi adalah salah satu gunung berapi paling aktif di Indonesia yang terletak di perbatasan Provinsi Yogyakarta dan Jawa Tengah. Gunung ini tidak hanya menjadi tujuan favorit para pendaki, tetapi juga menjadi daya tarik wisata alam dan budaya yang mempesona. Gunung Merapi memiliki ketinggian sekitar 2.930 meter di atas permukaan laut. Pemandangan dari puncak gunung ini sangat luar biasa, dengan panorama yang meliputi hamparan hijau pegunungan, lembah, dan kota Yogyakarta di kejauhan. Jalur pendakian ke puncak Merapi menawarkan tantangan bagi para pendaki dengan medan yang bervariasi, mulai dari hutan lebat hingga jalur berbatu yang terjal. Di kaki Gunung Merapi, terdapat beberapa objek wisata menarik seperti Museum Gunung Merapi yang menyediakan informasi tentang sejarah letusan dan aktivitas vulkanik gunung ini. Ada juga Kaliadem, sebuah area yang pernah hancur akibat letusan tetapi kini telah menjadi tempat wisata populer untuk melihat langsung jejak letusan dan menikmati pemandangan gunung. Selain itu, wisatawan dapat mengunjungi Desa Kinahrejo, yang merupakan desa terakhir sebelum jalur pendakian ke puncak. Di sini, pengunjung bisa belajar tentang kehidupan masyarakat lokal yang tinggal di sekitar gunung berapi dan melihat rumah-rumah yang hancur akibat letusan. Desa ini juga menawarkan pengalaman untuk mencoba berbagai makanan tradisional dan membeli kerajinan tangan lokal. Gunung Merapi juga memiliki keanekaragaman hayati yang kaya, dengan berbagai spesies flora dan fauna yang hidup di sekitarnya. Udara di sekitar gunung sangat segar dan pemandangan yang hijau membuat tempat ini menjadi destinasi yang menyenangkan untuk bersantai dan menikmati alam. Gunung Merapi adalah destinasi wisata yang menawarkan kombinasi keindahan alam, petualangan, dan kekayaan budaya. Dengan pemandangan yang menakjubkan, jalur pendakian yang menantang, dan berbagai

objek wisata di sekitarnya, Gunung Merapi adalah tempat yang harus dikunjungi bagi mereka yang mencari pengalaman wisata alam dan budaya di Yogyakarta.Teluk Lumba-Lumba merupakan objek wisata yang ada di Lampung, tepatnya terletak di daerah Pekon Segala Negeri, Kecamatan Kelumba, Kabupaten Tanggamus. Jarak tempat wisata ini dari pusat Kota Lampung yaitu sekitar 7 km dan memakan waktu selama tiga jam perjalanan dengan mengendarai mobil. Sumber: https://www.goodnewsfromindonesia.id/2024/08/10/contoh-teks-deskripsi-tentang-tempat-wisata Struktur Paragraf Ke Alasan Judul Keagungan Gunung Merapi, Simbol Kekuatan Alam di Yogyakarta Identifikasi/Kalimat Topik Paragraf 1 Paragraf ini memperkenalkan objek yang akan dideskripsikan secara umum. Bisa berisi nama objek, lokasi, atau kesan awal yang didapatkan. Deskripsi Bagian Paragraf 2, 3 Paragraf 2 mulai mendeskripsikan ciri-ciri fisik atau atribut penting dari objek secara lebih detail. Fokus pada satu atau dua aspek utama. Paragraf 3 melanjutkan deskripsi secara lebih mendalam, bisa tentang detail yang lebih spesifik, fungsi, atau pengalaman sensorik terkait objek. Simpulan Paragraf 4 Paragraf terakhir berisi kesan pribadi penulis terhadap objek, rangkuman, atau harapan terkait objek tersebut. 3. Aspek Kebahasaan Teks Deskripsi a. Kalimat Deskripsi Kalimat deskripsi merupakan kalimat yang berisi penggambaran atau penjelasan mengenai suatu objek. Biasanya ditandai dengan kata adalah, yaitu, atau merupakan. Contoh: "Kota Bandung adalah sebuah kota yang terletak di Jawa Barat. Dengan udara yang sejuk dan pemandangan yang indah, kota ini sangat cocok untuk berlibur. Jalan Braga yang terletak di pusat kota adalah sebuah jalan yang terkenal dengan arsitektur kolonialnya yang indah. Bangunan- bangunan tua yang terletak di sepanjang jalan ini memiliki gaya arsitektur yang unik dan menarik, dengan jendela-jendela besar dan atap-atap yang tinggi. Di malam hari, jalan ini menjadi lebih hidup dengan lampu-lampu yang berwarna-warni dan suara musik yang mengalun." b. Kata Depan di dan Imbuhan di- Kata di berfungsi sebagai kata depan jika diikuti dengan kata keterangan tempat, arah, posisi/letak. Sebagai kata depan, di ditulis terpisah dengan kata yang mengikutinya (di pantai, di belakang, di atas, di bagian barat, di samping). Sebagai awalan, imbuhan di- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Dalam hal ini, imbuhan di- berfungsi sebagai imbuhan pada kata kerja pasif. Penulisan di sebagai kata depan harus ditulis terpisah dengan kata yang mengikutinya. Biasanya di sebagai kata depan merupakan penentu tempat dan merupakan jawaban dari pertanyaan "di mana" atau menanyakan tempat. Misalnya, di sekolah, di rumah, di jalan, di pasar, di sungai dan lain-lain. Penulisan di- sebagai awalan harus ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Misalnya, disapu, ditulis, dilihat, diambil dan lain-lain. c. Menggunakan Kata Konkret dan Kalimat Perincian 1) Kata Konkret Kata konkret merupakan kata-kata yang memiliki makna atau acuan yang bisa dirasakan, didengar, dilihat, atau dicium oleh panca indra. Misalnya, sepeda, buku, pensil, tas, komputer, jeruk, kamera, uang, mobil dan lain-lain. 2) Kalimat Perincian Kalimat perincian merupakan jenis kalimat yang digunakan untuk menggambarkan, menjelaskan, atau merinci subjek atau objek tertentu dengan lebih mendalam. Misalnya, - Kota Bandung memiliki beberapa tempat wisata yang menarik, seperti Gedung Sate, Museum Geologi, dan Jalan Braga.

- Gedung Sate memiliki beberapa fitur arsitektur yang unik, seperti atap yang berbentuk seperti sate, jendela-jendela besar, dan dinding yang terbuat dari batu. d. Kata Cerapan Pancaindra atau Citraan Kalimat cerapan pancaindra adalah kalimat yang penulisannya berhubungan dengan indra penglihatan, pendengaran, perasa, penciuman, dan pengecap. Manfaat dari kalimat cerapan panca indera dapat menunjukkan sesuatu dan seakan-akan kita merasakan, melihat dan mendengar. Selain itu, manfaat kalimat ini juga bisa memberikan informasi tentang data yang lebih ringkas. Berikut contoh kalimat menggunakan cerapan pancaindra, 1) Penglihatan: Bunga mawar merah yang indah menghiasi taman dengan warna yang cerah dan bentuk yang elegan. 2) Pendengaran: Suara ombak yang menghantam pantai menciptakan irama yang menenangkan dan membuat pikiran menjadi rileks. 3) Penciuman: Aroma kopi yang harum memenuhi ruangan dan membuat saya merasa lebih waspada. 4) Pengecapan: Rasa es krim vanila yang manis dan lembut membuat saya merasa puas dan bahagia. 5) Perabaan: Tekstur pasir yang lembut dan halus membuat saya merasa nyaman ketika berjalan di pantai. 6) Perasaan: Suasana pagi hari di Tawangmangu membuat rasa tenang dan tentram. e. Majas Majas atau gaya bahasa merupakan pemanfaatan kekayaan bahasa, pemakaian ragam tertentu untuk memperoleh efek-efek tertentu. Majas merupakan sebuah istilah untuk gaya bahasa yang membentuk sebuah kalimat yang bertujuan untuk memberikan kesan dan maksud tersirat dalam kalimat tersebut. 1) Majas Personifikasi atau majas pengisanan Memberikan sifat manusia kepada benda mati atau bukan manusia. Majas personifikasi adalah majas yang melekatkan sifat-sifat insani (manusiawi) pada suatu benda mati sehingga seolah-olah memiliki sifat seperti benda hidup. Ciri majas ini adalah terdapatnya pilihan kata yang mengenakan sifat manusia pada benda mati. Majas personifikasi memiliki gaya bahasa perbandingan, yaitu mengibaratkan benda mati atau tidak dapat bergerak seolah-olah tampak bernyawa dan dapat berperilaku seperti manusia. Contoh: a) Matahari tersenyum ramah menyinari bumi. b) Angin berbisik pelan di antara dedaunan. c) Ombak berkejaran menuju pantai. 2) Majas Metafora Majas Metafora menggunakan perbandingan langsung tanpa kata penghubung (seperti, bagai, laksana). a) Danau itu adalah cermin raksasa yang memantulkan langit, b) Pemuda tulang punggung negara. 3) Majas Simile Majas Simile adalah membandingkan dua hal yang berbeda secara langsung menggunakan kata seperti, bagai, laksana, ibarat, bagaikan. a) Pasirnya selembut tepung. b) Matanya bagaikan bintang yang berkedip. 4) Majas Hiperbola Majas hiperbola adalah mengungkapkan sesuatu yang melebih-lebihkan. a) Suaranya menggelegar membelah angkasa. b) Keindahannya tak terlukiskan dengan kata-kata. f. Kata Ganti Orang Kata ganti orang merupakan salah satu jenis kata ganti yang paling sering digunakan. Kata ganti orang disebut juga dengan pronomina persona. Kata ganti orang merupakan jenis kata ganti yang digunakan untuk menggantikan kata benda orang atau persona dengan kata benda lain. Kata ganti orang dibagi menjadi 6 jenis. Kata ganti orang Tunggal Jamak Pertama Aku, saya Kami, kita

Kedua Kamu, anda, engkau, kau Kalian Ketiga Dia, ia, beliau Mereka 1. Kata ganti orang pertama tunggal, contohnya saya dan aku. Contoh: Aku berjalan menyusuri jalan setapak di bukit. 2. Kata ganti orang pertama jamak, contohnya kami dan kita. Contoh: Kita akan membuat api unggun di malam ini. 3. Kata ganti orang kedua tunggal, contohnya kamu, Anda, dan kau. Contoh: Anda sebaiknya mengikuti arah yang tertera di gambar. 4. Kata ganti orang kedua jamak, contohnya kalian. Contoh: Kalian dapat menikmati suasana pagi di pinggir danau. 5. Kata ganti orang ketiga tunggal, contohnya dia dan beliau. Contoh: Dia hanya bisa meratapi kepergian kucing kesayangannya. 6. Kata ganti orang ketiga jamak, contohnya mereka. Contoh: Mereka akan mengikuti penunjuk jalan agar tidak tersesat. g. Imbuhan me(N)- Imbuhan me- jika bertemu dengan beberapa kata dengan huruf pertama k, t, s, p pada kata tersebut akan luluh. Imbuhan me- akan meleburkan huruf pertama pada kata berimbuhan me- dengan beberapa syarat, yaitu: 1. kata tersebut harus kata dasar diawali dengan huruf K, T, S, atau P, 2. lebih dari satu suku kata, 3. diawali dengan suku kata yang terdiri atas KV, bukan KK (huruf pertama berupa konsonan, huruf kedua berupa vokal). Contoh: Me- + komunikasi + kan : mengomunikasikan Me- + tiup : meniup Me- + sapu : menyapu Me- + pilih : memilih Me- + produksi : memproduksi Me- + traktir : mentraktir Me- + klasifikasi + kan : mengklasifikasikan Asesmen Formatif 3 Bacalah teks deskripsi berikut! Pesona Air Terjun Tumpak Sewu Gambar 1.5 Tempat wisata air terjun Tumpak Sewu

Sumber: https://www.google.com/imgres?imgurl=https://www.travelmalang.id/wp-content/uploads/2023/08/air-terjun- tumpak-sewu. Air Terjun Tumpak Sewu, di Lumajang, Jawa Timur, adalah sebuah mahakarya alam yang menakjubkan. Dari kejauhan, air terjun ini terlihat seperti tirai raksasa yang terbuat dari jutaan tetesan air, meluncur bebas dari ketinggian sekitar 120 meter. Vegetasi hijau lebat menyelimuti tebing-tebing di sekelilingnya, menciptakan kontras yang dramatis dengan aliran air yang putih bersih. Udara di sekitarnya terasa lembap dan sejuk, dipenuhi dengan suara gemuruh air yang tak henti-hentinya, membius siapa pun yang datang. Untuk mencapai dasar air terjun, pengunjung harus menuruni jalur setapak yang cukup menantang. Tangga-tangga bambu dan pegangan tali menjadi penopang di beberapa titik yang curam dan licin. Namun, setiap langkah sulit terbayar lunas ketika pemandangan spektakuler mulai terhampar. Puluhan bahkan ratusan aliran air terjun kecil menyatu membentuk satu kesatuan yang megah, jatuh dari berbagai celah tebing vulkanik yang berbentuk setengah lingkaran. Di bawah, kolam-kolam alami terbentuk dari hempasan air, mengundang untuk dijelajahi. Airnya jernih dan sangat dingin, menyegarkan tubuh yang lelah setelah perjalanan. Kabut air yang tipis menyelimuti area dasar air terjun, menciptakan efek pelangi yang indah ketika sinar matahari menembus celah-celah dedaunan. Batu-batu besar yang licin tersebar di sekitar kolam, menjadi pijakan alami bagi mereka yang ingin mendekat. Tumpak Sewu bukan hanya tentang keindahan visual, tetapi juga tentang pengalaman petualangan yang tak terlupakan. Keagungan alamnya memberikan energi positif dan rasa takjub yang mendalam. Suasana yang tenang, jauh dari hiruk pikuk perkotaan, menjadikan tempat ini destinasi sempurna untuk mencari ketenangan dan menyatu dengan alam. Sumber: https://gemini.google.com/app/e567d72057a2e078?utm_source=app_launcher&utm_medium Jawablah pertanyaan berikut berdasarkan teks deskripsi “Wisata Teluk Lumba-Lumbal”! 1. Sebutkan aspek kebahasaan yang kamu temukan pada teks “Wisata Teluk Lumba-Lumbal”! Aspek Kebahasaan Pembuktian pada teks Kalimat deskripsi Kata depan Kalimat perincian Kata cerapan pancaindra Majas personifikasi Imbuhan me(N)- MENULIS C. Menulis dan Menyunting Teks Deskripsi 1. Menulis Teks Deskripsi Setelah kalian memahami pengertian teks deskripsi, struktur, serta aspek kebahasaannya, langkah selanjutnya adalah menulis teks deskripsi. Dalam menulis teks deskripsi harus memaparkan ciri-ciri objek, seperti tempat, benda atau orang. Ciri-ciri objek yang dideskripsikan harus jelas sehingga mudah dipahami oleh orang yang membaca atau mendengarnya. Pada tahapan menulis perlu direncanakan terlebih dahulu agar semua berjalan sesuai dengan apa yang diinginkan. Berikut adalah tahap menulis teks deskripsi. a. Menentukan Topik Dalam memilih topik dapat kita peroleh dari berbagai sumber, seperti bacaan, dari pengamatan, diskusi dengan teman, dari lingkungan sekitar dan lainnya. Topik yang dipilih harus menarik. Kalian juga harus memperhatikan dalam pemilihan topik, antara lain penguasaan bahan, ketersediaan bahan, kemenarikan, dan kemanfaatan.

b. Menentukan Tujuan Penulisan Tujuan penulisan berkaitan dengan orang yang akan mendengar atau membaca teks yang akan ditulis. Pilihan kata yang digunakan juga berkaitan dengan tujuan penulisan teks deskripsi. Penulisan teks deskripsi harus menjelaskan ciri-ciri secara detail atau rinci. Sehingga pembaca atau pendengar seolah-olah melihat atau mendengar seperti yang dideskripsikan. c. Mengumpulkan Bahan atau Informasi Informasi atau bahan yang disampaikan harus sesuai fakta. Kalian dapat memperoleh informasi atau bahan dari penelusuran artikeldari media cetak (surat kabar, tabloid, majalah dsb) atau media elektronik (televisi, radio, internet). d. Membuat Kerangka Tulisan Kerangka tulisan atau peta konsep dibuat untuk memudahkan dalam mengembangkan gagasan. Pembuatan kerangka harus runtut dan detail sehingga teks deskripsi yang akan ditulis runtut dan padu. e. Mengembangkan Kerangka Tulisan Kembangkan kerangka tulisan menjadi karangan utuh yang runtut dengan memperhatikan isi teks dan mengembangkan ide-ide baru yang berkaitan dengan dengan kerangka tulisan. Pada tahapan ini penulis harus memperhatikan aspek kebahasaan yang ada pada teks. f. Menentukan judul Beri judul semenarik mungkin. Judul harus mampu menggugah dan memengaruhi pembaca untuk menuntaskan membaca hingga akhir. 2. Menyunting Teks Deskripsi Kegiatan menyunting adalah kelanjutan setelah proses penulisan. Kegiatan ini bertujuan untuk memperbaiki, sehingga kesalahan dalam karangan dapat terhindari. Suntinglah pengguanaan ejaan, huruf kapital, tanda baca, serta keefektifan kalimatnya. Tujuan Menyunting Teks Deskripsi antara lain, - Meningkatkan kejelasan dan ketepatan teks - Menghilangkan kesalahan bahasa dan tata bahasa - Meningkatkan kualitas deskripsi dan membuatnya lebih hidup - Membuat teks lebih efektif dalam menyampaikan informasi Langkah-Langkah Menyunting Teks Deskripsi a. Baca ulang teks: Baca teks deskripsi yang telah ditulis untuk memahami isi dan struktur teks b. Periksa kejelasan: Periksa apakah teks deskripsi sudah jelas dan efektif dalam menyampaikan informasi. c. Periksa kesalahan bahasa: Periksa apakah terdapat kesalahan bahasa, seperti kesalahan ejaan, tata bahasa, dan penggunaan kata. d. Periksa struktur teks: Periksa apakah struktur teks sudah baik dan logis. e. Periksa deskripsi: Periksa apakah deskripsi sudah detail dan spesifik, serta apakah sudah menggunakan kata-kata yang tepat untuk menggambarkan objek atau tempat. f. Periksa konsistensi: Periksa apakah teks deskripsi sudah konsisten dalam menggunakan bahasa dan struktur teks. Tips Menyunting Teks Deskripsi - Gunakan checklist: Buat checklist untuk memeriksa kejelasan, kesalahan bahasa, struktur teks, dan deskripsi. - Baca teks dengan suara keras: Baca teks dengan suara keras untuk memeriksa apakah teks sudah terdengar alami dan efektif. - Minta umpan balik: Minta umpan balik dari orang lain untuk memperbaiki teks deskripsi. - Periksa kata-kata yang digunakan: Periksa apakah kata-kata yang digunakan sudah tepat dan efektif dalam menggambarkan objek atau tempat. Asesmen Formatif 4 Tulislah sebuah teks deskripsi. Lakukan Langkah-langkah berikut! 1. Ingat-ingatlah objek wisata atau objek bersejarah yang pernah kamu kunjungi! 2. Kumpulkan data-data dan informasi yang masih kalian ingat dan bisa kalian dapatkan dari buku atau internet!

3. Buatlah kerangka teks deskripsi objek wisata tersebut! 4. Kembangkan kerangka teks tersebut menjadi teks deskripsi utuh dengan memperhatikan struktur dan kaidah kebahasaannya! BERBICARA DAN MEMPRESENTASIKAN D. Berbicara dan Mempresentasikan Teks Deskripsi Apakah kamu sudah bisa membuat teks deskripsi? Nah, pada pembelajaran kali ini setelah menyusun teks deskripsi kamu harus dapat menyampaikan teks deskripsi kamu secara lisan kepada guru dan teman-temanmu dengan percaya diri. Namun, sebelum menyajikan atau mempresentasikan teks deskripsi, sebaiknya perbanyak pengetahuanmu, perbanyak kegiatan membaca dan pengamatan terhadap apa pun disekitarmu yang dapat disusun menjadi teks deskripsi. Kamu bisa menggunakan berbagai media dalam mempresentasikannya. Misalnya, video presentasi, powerpoint, kertas gambar atau poster, dan lain-lain. Berikut adalah hal-hal yang harus diperhatikan saat kita menyampaikan teks deskripsi secara lisan di depan kelas agar pendengar bisa memahami dengan baik apa yang kita sampaikan. a. Lafal Lafal adalah pengucapan bunyi dalam bahasa Indonesia yang terbagi atas vokal (vokal tunggal dan diftong/vokal rangkap) dan konsonan. b. Jeda Jeda adalah pemberian jarak antara bagian-bagian pada suatu kalimat yang ditandai dengan perhentian. c. Aksentuasi Aksentuasi atau tekanan biasanya terletak di suku kata terakhir. Tekanan nada adalah suatu penonjolan pada satu bagian ujaran yang timbul dan berbeda dengan sekitarnya. d. Tempo Tempo adalah cepat atau lambatnya seseorang dalam mengucapkan kata. Jika kita mengucapkan kata atau kalimat tertentu terlalu cepat, kadang maknanya tidak bisa dipahami. e. Intonasi Intonasi adalah tinggi rendahnya nada ketika membaca suatu teks. Intonasi merupakan unsur yang berkaitan dengan aksentuasi, tempo, dan jeda. Pengaturan intonasi yang tepat dapat mengantarkan maksud tulisan secara lebih baik. Selain hal-hal tersebut, terdapat tujuh poin penting yang perlu diperhatikan ketika melakukan presentasi. 1. Pandangan harus diarahkan pada lawan bicara Pembicara perlu melakukan kontak mata dengan peserta karena menghindari kontak mata menunjukkan rasa kurang percaya diri, gugup, dan tidak siap. 2. Gestur atau gerak anggota badan dan mimik atau ekspresi yang tepat Penggunaan gerak anggota badan dan mimik yang tepat dapat menghidupkan komunikasi. Namun, yang perlu diperhatikan gerakan tersebut jangan sampai berlebihan. Saat presentasi, pembicara dapat menggunakan bahasa tubuh secara efektif, misal dengan membelalakkan mata ketika menunjukkan ekspresi keheranan atau membuka tangan ke samping dan depan untuk memperlihatkan emosi kegembiraan. 3. Volume atau kenyaringan suara Kenyaringan suara diperlukan oleh pembicara, tetapi tidak sampai berteriak. Pengaturan tingkat kenyaringan perlu diperhatikan supaya informasi dapat didengar lebih jelas. 4. Kelancaran Pembicara yang menguasai bahan dan berbicara dengan lancar membuat pendengar mudah menangkap pesan dari pembicara. Jika pembicara tidak menguasai bahan dan banyak menyisipkan bunyi “ee” setiap kali berbicara, akan menghambat penyampaian pesan. Faktor kelancaran ini perlu diperhatikan agar pesan dapat tersampaikan kepada pendengar dengan jelas. 5. Relevansi (Penalaran) Setiap gagasan yang disampaikan oleh pembicara harus berhubungan dengan logis. Antarkalimat yang diucapkan haruslah saling berhubungan hingga akhir. Ide demi ide harus berhubungan dengan logis. Begitu juga proses berpikir sampai pada kesimpulan harus tetap logis. 6. Penguasaan Topik

Penguasaan topik berkaitan dengan kelancaran. Jika pembicara menguasai topik, pembicara dapat menyampaikan gagasannya dengan lancar. Berkaitan dengan hal ini, persiapan sangat perlu dilakukan sebelum presentasi, apalagi bagi pembicara yang baru pertama kali melakukan presentasi. 7. Waktu Presentasi Satu lagi jawaban dari pertanyaan hal-hal penting apa yang perlu kamu perhatikan ketika melakukan presentasi. Itu adalah alokasi waktu yang tersedia untuk presentasi. Tidak jarang, presentasi akan dipotong ketika waktunya telah habis. Hal inilah yang kemudian memengaruhi penampilan pembicara. Asesmen Formatif 5 Gurumu akan mengelompokkan siswa menjadi beberapa kelompok. Selanjutnya, kerjakan soal berikut bersama teman satu kelompokmu. 1. Bentuklah kelompok bersama 3-4 teman kelasmu! 2. Amati taman yang ada di sekolahmu dan diskusikan dengan teman kelompokmu! Catatlah data-data dari taman yang kelompokmu amati! Kamu dapat menyebutkan nama, ciri-ciri, warna, fungsi dan lain sebagainya. 3. Tulislah teks deskripsi berdasarkan data-data yang telah kelompokmu catat! 4. Rancanglah kerangka teks yang sesuai dengan struktur teks deskripsi. 5. Susunlah teks deskripsi dengan memperhatikan struktur dan aspek kebahasaan. 6. Presentasikan hasil kerja kelompok kalian di depan kelas. 7. Gurumu akan memberi penilaian presentasi setiap kelompok. Refleksi Pembelajaran Selamat! Kamu sudah mempelajari Bab I tentang teks deskripsi. Tentu banyak hal sudah kalian pelajari. Tandai pengetahuan yang kalian pahami dengan tanda centang (√), ya! No. Capaian Pembelajaran Belum paham Cukup paham Sudah paham 1. Menjelaskan ciri-ciri teks deskripsi 2. Menentukan jenis teks deskripsi 3. Menemukan informasi teks deskripsi 4. Menelaah struktur teks deskripsi 5. Menelaah kaidah kebahasaan teks deskripsi 6. Mnyusun teks deskripsi 7. Menyunting teks deskripsi 8. Menyajikan teks deskripsi secara visual No. Pertanyaan Refleksi 1. Hal apa yang telah aku pelajari dalam materi ini? 2. Kesulitan apa yang aku alami dalam mempelajari materi ini? 3. Hal apa yang aku lakukan untuk menyelesaikan kesulitan tersebut? 4. Hal apa yang ingin aku pelajari lebih lanjut terkait materi ini? 5. Bagaimana proses pembelajaran tentang teks deskripsi ini?

Asesmen Sumatif Lingkup Materi A. Berilah tanda silang (X) huruf A, B, C, atau D pada jawaban yang benar! 1. Bacalah kutipan teks deskripsi berikut! Jenis ikan guppy sangat banyak. Misalnya kuning, merah, biru, hijau, hitam, atau oranye tergantung dari spesiesnya. Perbedaan guppy jantan dan betina dapat dilihat dari warnanya. Ukuran tubuh juga menjadi faktor penentu. Umumnya, Panjang tubuh guppy betina lebih besar, sekitar 4-6 cm. Adapaun guppy jantan hanya berukuran 2,5-3 cm. Bentuk sirip ekornya juga berbeda. Ada yang berekor kipas, ekor bendera, ekor kecapi, ekor pedang, ekor bundar, dan ekor kerudung. Ukuran ekornya dapat mencapai 2,4 inci atau sekitar 6 cm. Teks deskripsi di atas berisi tentang …. A. pendapat mengenai cara hidup ikan guppy B. penjelasan efisien mengenai ciri-ciri ikan guppy C. detail lukisan perilaku ikan guppy D. karakter ikan guppy yang mamou menyesuaikan diri dengan berbagai jenis perairan 2. Bacalah kutipan teks deskripsi berikut! Gua peninggalan penjajahan Jepang itu tidak terawat. Banyak coretan di dinding gua yang mengganggu pemandangan mata. Di pintu masuk gua ditumbuhi banyak rumput dan ilalang. Sampah- sampah berserakan di mana-mana di dasar gua. Ternyata, pemerintah setempat kurang memedulikan objek bersejarah tersebut Teks deskripsi tersebut termasuk …. A. deskripsi objektif B. deskripsi orang C. deskripsi waktu D. deskripsi tempat 3. Tanggapan sesuai teks deskripsi tersebut adalah … A. Pemerintah sebaiknya membuat pintu bar uke gua peninggalan Jepang tersebut. B. Pengelola gua peninggalan Jepang sebaiknya memperingatkan pengunjung agar membawa kantong plastik untuk sampah. C. Pengelola sebaiknya menyiangi rumput dan ilalang di sekitar gua tersebut. D. Pemerintah sebaiknya peduli terhadap objek bersejarah, seperti gua Jepang tersebut. 4. Bacalah kutipan teks deskripsi berikut! Karimunjawa sungguh menakjubkan. Begitu mata melihat ke bawah air, hamparan terumbu karang yang memesona menyambut kita. Rangkaian koral berbentuk bunga berwarna krem dan merah muda, di tengahnya ada bintik-bintik menyerupai benang sari, begitu elok. Di sisi lain ada karang dengan bentuk tumbuhan kaktus yang bergerigi, bercorak biru dan hijau, dengan ikan-ikan kecil berwarna oranye di atasnya, membuat siapa saja yang melihat ingin menyentuhnya. Tak ketinggalan, koral berbentuk jamur kuping dengan kelir cokelat dan krem sungguh mirip jamur sesungguhnya. Ada juga koral berbentuk kerang yang terbuka, berwarna oranye dan hijau dengan ukuran sedang. Dari dalam kerang keluar buih-buih air yang bergerak ke atas menyerupai mutiara. Di sebelahnya bertengger karang berbentuk bunga kol besar sangat lucu. Keelokan bawah laut menjadi surga buat koral-koral di Karimunjawa. Di dekat terumbu karang berbentuk kol, terdapat terumbu karang yang menyerupai ubur-ubur, merah merona dengan ikan-ikan kecil aneka warna saling mengejar dan bersembunyi di sela-selanya. Teks deskripsi di atas tergolong dalam jenis deskripsi... …. A. tempat B. waktu C. suasana D. objektif 5. Paragraf yang menyatakan struktur identifikasi pada teks deskripsi adalah …. A. Rumah makan Nyamleng terletak di sebelah selatan alun-alun Kota Malang. Rumah makan ini terkenal dengan masakan tradisionalnya. Nama rumah makan ini berasal dari bahasa Jawa yang berarti enak sekali.

B. Ketika memasuki rumah makan Nyamleng, kita disambut gapura bernuansa Jawa yang berdiri kukuh di pintu masuk. Di bagian depan rumah ini terpasang gapura indah bertuliskan huruf Jawa dengan warna alami. C. Di bagian tengah rumah makan Nyamleng diletakkan gamelan Jawa yang tertata rapi lengkap dengan niaganya. Warna keemasan gamelan dengan kayu warna cokelat gelap sangat indah dipandang. D. Di bagian belakang rumah makan Nyamleng terdapat kolam ikan nila. Warna merah yang mendominasi kolam tampak seperti kain indah yang sedang dimainkan seorang penari. 6. Perhatikan kalimat berikut ini! a) Ukiran yang dibuat di Krong Bade sering menjadi penanda status ekonomi pemiliknya. b) Seperti rumah tradisional pada umumnya, Krong Bade menggunakan bahan baku alami, yakni kayu, bambu, daun enau, daun rumbia, dan ilalang. c) Rumah ini sering disebut rumah Aceh dan digunakan sebagai tempat tinggal. d) Karena biaya pembuatan dan perawatannya cukup besar, masyarakat Aceh lebih senag tinggal di rumah modern. e) Krong Bade adalah rumah adat di Nangroe Aceh Darussalam. f) Saat ini, Krong Bade merupakan rumah adat yang hamper punah. Susunan kalimat yang benar sehingga menghasilkan teks deskripsi yang padu adalah …. A. (e)-(a)-(b)-(d)-(c)-(f) B. (f)-(e)-(d)-(c)-(a)-(b) C. (e)-(c)-(b)-(a)-(f)-(d) D. (f)-(e)-(a)-(c)-(b)-(d) 7. Bacalah teks deskripsi berikut ini! Di Provinsi Sumatera Barat terdapat jembatan akar yang terletak di Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisisr Selatan. …. Daerah tersebut adalah Jorong Dusun Puluik-Puluik dan Lubuak Silau, Desa Lubuak Sialu. Jembatan ini dibuat dengan cara merangkai akar dari satu pohon yang tumbuh di kedua belah sisi sungai trersebut. Jenis pohon teresebut adalah pohon kubang. Kalimat yang tepat untuk melengkapi teks tesebut adalah …. A. Jembatan akar ini unikkarena terbuat dai rajutan akar-akar tanpa campuran material lain. B. Jembatan akar ini dibangun untuk menghubungkan dua daerah yang dipisahkan oleh sungai. C. Jembatan akar ini berada di atas sungai yang panjang dan dalam. D. Jembatan akar ini bermanfaat untuk warga yang akan kelluar desa menuju kota. 8. Bacalah teks deskripsi berikut ini! Menjelang senja, kita akan disuguhi pemandangan lain yang menakjubkan. Mentari berwarna kuning keemasan, perlahan tenggelam di ufuk barat. Kepergiannya secara perlahan membuat mata kita tak berkedip untuk terus menikmati pesonanya. Sungguh ciptaan Tuhan yang luar biasa. Paragraf tersebut termasuk struktur teks deskripsi bagian…. A. identifikasi B. deskripsi bagian C. deskripsi umum D. simpulan 9. Cuplikan teks deskripsi yang termasuk bagian identifikasi adalah…. A. Gadis itu didudukkan di sebuah ruangan kecil dengan rambut yang diatur rapi. Pada leher si gadis itu digantungkan kalung dari gigi-gigi anjing. B. Suku Minangkabau memiliki banyak tari tradisional, salah satunya adalah tari Piring. Atraksi tarian tersebut menggunakan piring. Para penari mengayunkan piring di tangan mengikuti gerakan-gerakan cepat yang teratur. Sangat menakjubkan, tidak satu pun piring terlepas dari tangan. Gerakan para penari diambil dari Langkah dalam silat Minangkabau atau silek. C. Aku menatap wajah ibuku yang sedang mencuci pakaian. Meski orang desa, kecantikan ibu terlihat jelas di wajahnya. Aku sangat menyayangi wanita ini. Sikapnya yang tegas telah ikut membentuk karakterku. Kasih sayangnya padaku tak pernah habis. Perhatiannya padaku juga sangat luar biasa. D. Setelah suksesmemukau penonton pada acara pembukaan, penonton disuguhi 200 penari yang menjadi inti dari tari drama Ariah. Para penari berlenggak-lenggok di atas tiga level panggung miring denagn sudut 15 derajat. Kostum warna-warni tradisional Betawi tampak semarak dibalut sinar lamou yang dramatis. 10. Perhatikan kutipan teks deskripsi berikut ini!

Kawasan sekitar Bandara Soekarno Hatta di Cengkareng, Jakarta, dibanjiri lautan manusia. Kerumunan oorang tua, muda, anak-anak di mana-mana. Sebagian tampak berjejer di pinggir jalan masuk. Sebagian lagi duduk-duduk beralas koran dan rumput. Ada juga yang duduk santai di atsa motor dan mobil yang diparkir seenaknya di kiri dan kanan jalan masuk menuju bandara. Paragraf tersebut dikategorikan sebagai teks deskripsi karena … A. memaparkan suatu bandara dengan suasana tertentu. B. menggunakan fakta dan data yang jelas. C. menggambarkan suatu kawasan dengan terperinci. D. memerinci suatu fakta dengan pola yang sesuai. 11. Perhatikan kalimat-kalimat berikut ini! 1) Memasuki bibir pantai Senggigi kita akan disambut angin pantai yang lembut dan udara yang segar. 2) Angin lembut terasa mengelus kulit. 3) Garis Pantai Senggigi yang panjang dengan gradasi warna pasir putih dan hitam membuat keindahan pantai semakin menarik. 4) Pemandangan bawah laut Senggigi juga tidak kalah memesona. 5) Terumbu karang tampak berwarna-warni tampak indah. Kalimat di atas yang menggunakan majas personifikasi adalah …. A. 1 dan 2 B. 2 dan 3 C. 3 dan 4 D. 4 dan 5 12. Bacalah kutipan teks deskripsi berikut ini! Pasar Klewer adalah salah satu pasar tradisional tertua di Solo. Bangunannya megah dengan arsitektur perpaduan Jawa dan kolonial. Di dalamnya, ribuan jenis batik dengan motif dan warna yang beragam dijajakan, mulai dari batik tulis hingga batik cap. Aroma rempah dan wangi kain baru bercampur di udara, menciptakan pengalaman sensorik yang kaya. Keramaian pembeli yang menawar harga dan para pedagang yang sigap melayani menjadi pemandangan sehari-hari yang tak pernah sepi. Mengapa Pasar Klewer dapat dikatakan sebagai representasi budaya Solo? A. Karena merupakan pasar tertua di Solo. B. Karena menjual berbagai jenis rempah-rempah tradisional. Sepeda dapat dijumpai di mana pun. C. Karena arsitekturnya perpaduan Jawa dan kolonial. D. Karena menjadi pusat perdagangan batik dengan kekayaan motifnya.Sepeda bermanfaat bagi kesehatan masyarakat. 13. Ki Hajar Dewantara berasal dari keluarga Keraton Yogyakarta. Akan tetapi, ia begitu dekat dengan rakyatnya. Konjungsi yang digunakan di atas menunjukan hubungan…. A. perbandingan B. penambahan C. pertentangan D. kausalitas 14. Bacalah kutipan teks deskripsi berikut ini! (1) Yogyakarta, sering disebut sebagai Kota Pelajar dan Kota Budaya, adalah sebuah provinsi istimewa yang kental dengan nuansa tradisional Jawa. (2) Keraton Yogyakarta Hadiningrat berdiri megah sebagai pusat pemerintahan sekaligus penjaga tradisi dan kebudayaan. (3) Aroma dupa dan suara gamelan yang syahdu seringkali tercium dan terdengar, menciptakan suasana magis yang menenangkan hati. (4) Setiap sudut kota seolah bercerita tentang sejarah panjang dan kekayaan warisan leluhur. Kalimat yang mengandung majas personifikasi pada kutipan teks di atas adalah .... A. (1) B. (2) C. (3) D. (4) 15. Bacalah kutipan teks berikut!

Langit malam yang gelap gulita kini dipenuhi ribuan titik cahaya yang berkelip-kelip indah. Lampion- lampion berbagai ukuran dan warna merah menyala, kuning keemasan, biru elektrik, hijau zamrud perlahan terbang ke angkasa, menari-nari ditiup angin lembut. Dalam kutipan teks di atas terdapat citraan … A. perasaan. B. pendengaran. C. penglihatan. D. perabaan. B. Jodohkan kalimat berikut dengan jawaban yang tersedia! No Pernyataan Jawaban Pilihan jawaban 16. Menggambarkan suatu objek, tempat, atau peristiwa secara jelas dan terperinci sehingga pembaca seolah-olah dapat melihat, mendengar, merasakan, atau mengalami sendiri suatu objek. A. Identifikasi B. Personifikasi C. Pendengaran D. Teks deskripsi E. Metafora F. Spasial G. Objektif H. Subjektif I. Simpulan J. Teks Deskripsi K. Deskripsi bagian L. Imbuhan di M. Simile N. Kata abstrak O. Simpulan P. Kata konkret Q. Penglihatan R. Asosiasi S. Kalimat perincian T. Menyunting U. Kata depan di V. Konjungsi W. Gesture X. Karena Y. Intonasi Z. Mimik 17. Gunung Bromo adalah destinasi wisata alam yang menawarkan pemandangan matahari terbit yang menakjubkan, lautan pasir yang luas, dan pengalaman unik melihat kawah aktif. Dengan fasilitas yang memadai dan keindahan alam yang luar biasa, Gunung Bromo menjadi salah satu tempat wisata yang wajib dikunjungi di Jawa Timur. Kutipan teks tersebut termasuk dalam bagian struktur .... 18. Bandung adalah kota yang sangat cantik dan menawan. Dengan udara yang sejuk dan pemandangan yang indah, kota ini sangat cocok untuk mereka yang ingin menikmati liburan yang santai. Saya sendiri sangat suka mengunjungi Factory Outlet di kota ini, karena bisa mendapatkan pakaian dan aksesoris dengan harga yang murah dan kualitas yang baik. Selain itu, kota ini juga memiliki banyak tempat wisata yang menarik, seperti Gedung Sate dan Museum Geologi. Paragraf tersebut termasuk jenis teks deskripsi .... 19. Danau Toba, sebuah danau vulkanik raksasa yang terletak di Sumatera Utara, adalah salah satu keajaiban alam Indonesia. Pagi hari adalah waktu terbaik untuk merasakan keindahan dan ketenangan yang ditawarkannya. Kutipan teks tersebut termasuk dalam bagian struktur .... 20. Benda-benda yang nyata dan dapat dilihat, disentuh, atau dirasakan, seperti meja, buku, pohon, air, atau juga fenomena alam seperti hujan atau angin. 21. Jakarta adalah rimba beton tempat mimpi dan kenyataan beradu. Kalimat tersebut mengandung majas .... 22. Rumah itu memiliki berbagai macam hiasan, di antaranya ukiran pada dinding, lukisan di langit-langit, dan patung-patung di halaman. 23. Di pojok kamar, sebuah sofa bean bag besar berwarna biru menjadi pusat perhatian. Rak buku minimalis berwarna putih menjulang tinggi di sisi kiri, penuh sesak dengan berbagai judul. Di depannya, sebuah lampu lantai bergaya industrial memancarkan cahaya kuning lembut, sempurna untuk membaca di malam hari. Jendela besar menghadap taman berada tepat di belakang sofa, menawarkan pemandangan hijau yang menenangkan, sementara karpet bulu lembut berwarna abu-abu terhampar di bawahnya, menambah kenyamanan. Berdasarkan isinya teks di atas termasuk teks deskripsi….

24. Gelak tawa riang, bisikan kagum, dentuman musik tradisional menambah meriah suasana malam pentas lampion. Kalimat tersebut memuat citraan .... 25. Pak Karto memiliki kulit yang keriput dan cokelat gelap akibat terpaan matahari dan angin selama puluhan tahun. Tangannya kokoh dan kasar, urat-uratnya menonjol jelas, menunjukkan betapa kerasnya pekerjaan yang ia lakukan. Wajahnya penuh garis-garis kebijaksanaan, dan senyumnya yang tulus seringkali menghiasi bibirnya saat ia menyapa. Rambutnya memutih sempurna, namun masih tebal dan rapi di balik topi caping anyaman yang selalu dikenakannya. Meski usianya tak lagi muda, Pak Karto bergerak dengan lincah, langkah kakinya mantap menelusuri pematang sawah. Matanya yang teduh dan dalam selalu memancarkan kebaikan dan ketenangan. Saat berbicara, suaranya serak namun penuh wibawa, setiap nasihatnya terdengar bijaksana. Kutipan teks tersebut termasuk dalam bagian struktur .... 26. Udara pagi yang dingin dan segar menusuk kulit, namun terasa begitu menenangkan. Kalimat tersebut memuat majas …. 27. Pantai Parangtritis menawarkan hamparan pasir luas yang membentang. Pasirnya yang berwarna kelabu dan gelombang laut yang besar menambah keindahan alami pantai ini. 28. Bangunan-bangunan tua yang terletak di sepanjang jalan ini memiliki gaya arsitektur yang unik, menarik, dengan jendela- jendela besar serta atap-atap yang tinggi. Kaidah kebahasaan yang terdapat dalam kalimat tersebut adalah …. 29. Kegiatan ini bertujuan untuk memperbaiki, sehingga kesalahan dalam karangan dapat terhindari. 30. Di saat mempresentasikan hasil menulis teks deskripsi Lifia mememberikan tekanan semangat sambal mengepalkan tangan. Sesuai ilustrasi di atas, Lifia memperhatikan hal-hal saat menyampaikan teks deskripsi secara lisan yaitu …. C. Tentukanlah pernyataan-pernyataan berikut ini benar atau salah dengan menuliskan B jika benar dan S jika salah! No Pernyataan Benar/ Salah 31. Gunung Rinjani adalah gunung berapi yang terletak di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Gunung ini memiliki ketinggian 3.726 meter di atas permukaan laut. Danau Segara Anak terletak di kawahnya, yang merupakan kaldera besar dengan diameter sekitar 6 kilometer. Gunung Rinjani memiliki beberapa puncak, termasuk Puncak Gunung Baru yang terbentuk dari letusan tahun 2004. Kutipan tersebut termasuk jenis teks deskripsi objektif. 32. Tujuan teks deskripsi adalah menggambarkan bentuk objek, sifatnya, teksturnya, pengamatan, rasanya, atau coraknya dengan mengandalkan pancaindra dalam proses penguraiannya. 33. Seluruh tubuh Si Hitam diselimuti bulu hitam pekat yang mengkilap seperti beludru, terutama saat terkena sinar matahari.. Kalimat tersebut mengandung majas personifikasi. 34. Kawah Putih memiliki keunikan tersendiri dengan air danau kawahnya yang dapat berubah warna, tergantung pada suhu, cuaca, dan kandungan belerang. Danau kawah ini dikelilingi oleh dinding-dinding kawah yang tinggi, menciptakan pemandangan yang

spektakuler dan mempesona. Aroma belerang yang khas turut menambah pengalaman unik saat berada di kawasan ini. Kutipan teks deskripsi tersebut termasuk struktur identifikasi. 35. Ketika aku pulang sekolah Si Oyen mengeong lembut, suaranya yang tipis dan manja seakan memanggilku. Kalimat tersebut menggunakan citraan pendengaran. 36. Pertunjukan tari Jaipong ditampilkan 5 penari dengan gemulai. Mereka seakan mengikuti gerakan dengan sendirinya mengikuti irama. Sorak sorai penonton menambah kemeriahan suasana malam penta seni di desa Sindang Suka. Kata ganti mereka termasuk kata ganti orang ketiga tunggal. 37. Bagian awal dari teks deskripsi yang berisi pengenalan nama objek, makna nama, lokasi, sejarah lahirnya, atau gambaran umum lainnya tentang objek yang dideskripsikan. Bagian ini biasanya berisi pengenalan awal yang memberikan konteks bagi pembaca. Pernyataan tersebut disebut deskripsi bagian. 38. Kerangka tulisan atau peta konsep dibuat untuk memudahkan dalam mengembangkan gagasan. Pembuatan kerangka harus runtut dan detail sehingga teks deskripsi yang akan ditulis runtut dan padu. 39. Pasar Klewer adalah salah satu pasar tradisional tertua di Solo. Bangunannya megah dengan arsitektur perpaduan Jawa dan kolonial. Di dalamnya, ribuan jenis batik dengan motif dan warna yang beragam dijajakan, mulai dari batik tulis hingga batik cap. Aroma rempah dan wangi kain baru bercampur di udara, menciptakan pengalaman sensorik yang kaya. Keramaian pembeli yang menawar harga dan para pedagang yang sigap melayani menjadi pemandangan sehari-hari yang tak pernah sepi. Kata dijajakan termasuk kata depan di- 40. Ketika kita akan menyampaikan atau mempresentasikan teks deskripsi kita harus dapat mengatur tinggi rendahnya nada. Tinggi rendahnya nada dapat di sebut intonasi. D. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jelas dan benar! 41. Bacalah kutipan teks deskripsi berikut! Kamar tidur ini berukuran 3x4 meter. Dindingnya di cat warna putih dengan sedikit motif abstrak berwarna biru. Sebuah ranjang ukuran queen size ditempatkan di tengah ruangan, dengan kasur berwarna abu-abu. Di samping ranjang, terdapat meja kecil dengan lampu hias yang memberikan suasana hangat. Sumber: https://www.google.com/search?q=contoh+teks+deskripsi Termasuk dalam jenis teks deskripsi apa kutipan teks tersebut! Jelaskan! ………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………… 42. Simaklah temanmu yang membacakan teks berikut! Keindahan Pantai Parangtritis Pantai Parangtritis, yang terletak sekitar 27 kilometer selatan Kota Yogyakarta, selalu menjadi magnet bagi para wisatawan. Hamparan pasir hitamnya yang luas membentang seolah tak berujung, kontras dengan buih putih ombak Samudra Hindia yang tak henti-hentinya menerjang. Deretan pohon kelapa yang melambai-lambai di sepanjang garis pantai menambah kesan eksotis, mengundang setiap pasang mata untuk menikmati keindahan alam yang disuguhkan. Ketika pagi menjelang, semburat jingga matahari terbit memancar indah di ufuk timur, memantul pada permukaan air laut yang tenang, menciptakan pemandangan yang memukau. Di sore hari, gulungan ombak yang besar menjadi daya tarik bagi para peselancar, sementara banyak pengunjung lainnya memilih untuk menyewa ATV atau menunggang kuda menyusuri tepi pantai. Angin laut yang semilir membawa aroma khas asin laut, berpadu dengan aroma rempah dari jagung bakar yang dijajakan.

Suara deburan ombak yang berirama seolah menjadi melodi alam yang menenangkan. Terkadang, terdengar pula teriakan riang anak-anak yang bermain layang-layang, menambah semarak suasana. Batu-batu karang besar yang tersebar di beberapa titik pantai menjadi spot favorit untuk berfoto, memberikan latar belakang yang dramatis dan alami. Pantai Parangtritis bukan hanya sekadar destinasi wisata biasa, melainkan sebuah pengalaman yang melibatkan seluruh indra. Keindahan alamnya yang memukau, suasana yang hidup, dan beragam aktivitas yang ditawarkan membuat setiap kunjungan selalu menyisakan kesan mendalam. Pengunjung merasa seolah menyatu dengan alam, merasakan kedamaian di tengah kegarangan ombak. Sumber:https://gemini.google.com/app?utm_source=app_launcher&utm_medium=owned&utm_campaign =base_all Jelaskan ciri-ciri teks deskripsi yang kamu temukan pada teks “Keindahan Pantai Parangtritis” tersebut! Ciri-ciri Penjelasan Menggambarkan atau melukiskan objek Pantai Parangtritis secara spesifik. Penggambaran dilakukan dengan jelas dan melibatkan kesan indra Penglihatan: "hamparan pasir hitamnya yang luas," "buih putih ombak," "semburat jingga matahari terbit," "deretan pohon kelapa." Pendengaran: "suara deburan ombak yang berirama," "teriakan riang anak-anak." Penciuman: "aroma khas asin laut," "aroma rempah dari jagung bakar." Perasaan: "angin laut yang semilir," "kedamaian di tengah kegarangan ombak." Membuat pembaca ikut merasakan sendiri atau mengalaminya Penggunaan kalimat yang mengajak pembaca membayangkan diri mereka di pantai. Menjelaskan ciri-ciri objek Pasir hitam, ombak besar, pohon kelapa, batu karang, suasana yang menenangkan. Menggunakan kata sifat luas, eksotis, memukau, dramatis, menenangkan, hidup. 43. Bacalah teks deskripsi berikut dengan cermat! Gitar Akustik Tua Kesayangan Aku memiliki sebuah gitar akustik tua yang sangat berarti bagiku. Gitar ini adalah hadiah dari mendiang kakekku, sebuah peninggalan berharga yang telah menemaniku sejak kecil. Bodinya terbuat dari kayu mahoni dengan warna cokelat gelap yang sudah memudar di beberapa bagian, menampilkan jejak usia dan cerita yang panjang. Lubang suaranya dihiasi ukiran sederhana namun elegan, dan senar-senarnya yang sedikit berkarat masih mampu menghasilkan melodi yang indah. Pada bagian leher gitar, terdapat goresan-goresan halus bekas sentuhan jari yang tak terhitung jumlahnya saat kakek dan kini aku memainkannya. Permukaan kayunya terasa dingin dan halus saat disentuh, namun di beberapa tempat ada sedikit tekstur kasar akibat aus. Beratnya pas di tangan, memberikan rasa nyaman saat dipeluk. Meskipun usianya tak lagi muda, gitar ini masih kokoh dan tegar. Setiap kali senar-senar gitar ini dipetik, ia mengeluarkan suara yang hangat dan melankolis, seolah-olah memiliki jiwanya sendiri. Nada-nada yang dihasilkan terasa begitu dalam dan penuh perasaan, berbeda dengan gitar-gitar baru yang seringkali terdengar lebih tajam. Getaran resonansinya terasa hingga ke dada, mengisi ruangan dengan harmoni yang syahdu. Gitar ini bukan hanya sekadar alat musik, melainkan sebuah jembatan yang menghubungkanku dengan kenangan kakek. Ia menjadi saksi bisu setiap lagu yang kuciptakan, setiap latihan yang kulakukan, dan setiap emosi yang kutuangkan. Gitar akustik tua ini adalah benda kesayanganku, karena ia mengandung nilai sentimental yang tak ternilai harganya. https://gemini.google.com/app/2b15d9d96c208ab1?utm_source=app_launcher&utm_medium=owned&utm_camp aign=base_all Analisislah struktur teks tersebut dengan menggunakan tabel berikut!

Bagian Teks Paragraf Alasan Judul Identifikasi Deskripsi Bagian Simpulan 44. Bacalah kutipan teks deskripsi berikut! Kelezatan Rendang Daging Rendang, mahakarya kuliner dari tanah Minangkabau, adalah hidangan yang tak lekang oleh waktu dan selalu berhasil menggoda selera. Aroma rempahnya yang kuat dan eksotis langsung menyeruak begitu hidangan ini tersaji di meja. Warna cokelat pekat kehitaman pada dagingnya menunjukkan proses pemasakan yang panjang dan penuh kesabaran, menghasilkan konsistensi yang sangat khas. Daging sapi yang digunakan untuk rendang biasanya dipotong dadu atau agak besar, dimasak perlahan hingga sangat empuk dan bumbu meresap sempurna. Tekstur dagingnya lembut, namun seratnya masih terasa, memberikan sensasi gigitan yang memuaskan. Bumbu rendang merupakan perpaduan kompleks dari berbagai rempah seperti cabai, bawang merah, bawang putih, jahe, lengkuas, kunyit, serai, daun kunyit, daun jeruk, dan santan kelapa kental yang dimasak hingga mengering dan mengeluarkan minyak alami. Setiap suapan rendang adalah ledakan rasa di lidah. Pedasnya cabai berpadu harmonis dengan gurihnya santan, kekayaan aroma rempah, dan sedikit sentuhan manis dari karamelisasi bumbu. Rasanya begitu kaya dan mendalam, meninggalkan jejak hangat di tenggorokan. Tak heran jika rendang dinobatkan sebagai salah satu makanan terlezat di dunia. Sumber: https://gemini.google.com/app/2b15d9d96c208ab1?utm_source=app Carilah ciri kebahasaan yang terdapat pada kutipan teks tersebut? Ciri-ciri Kebahasaan Bukti yang Ditemukan a. Kata depan di- b. Konjungsi c. Majas d. Kata berimbuhan MeN 45. Bacalah teks deskripsi berikut dengan cermat! Sepeda Tua Ayah (1) Sepeda ini bukan sekadar alat transportasi, melainkan saksi bisu perjalanan hidup ayah. Dulu, ia digunakan untuk bekerja, mengantar barang dagangan, dan bahkan menjemput ibu saat masih pacaran. Setiap goresan dan karat di bodinya menceritakan sebuah kisah, sebuah petualangan, atau momen penting dalam hidup ayah. Saya sering membayangkan ayah mengayuh sepeda ini di bawah teriknya matahari atau dinginnya malam, dengan semangat yang tak pernah padam. (2) Meskipun ayah kini memiliki motor, sepeda tua ini tetap tersimpan rapi di gudang, sesekali dibersihkan dan dipoles. Ia adalah simbol kesederhanaan, ketahanan, dan kerja keras. Bagi saya, sepeda tua ini adalah museum bergerak yang menyimpan kenangan manis dan inspirasi dari sosok ayah yang saya kagumi. (3) Sepeda tua ayah saya adalah sebuah harta karun pribadi. Warnanya yang dulu biru terang kini pudar dan berkarat di sana-sini, namun rangka besinya masih kokoh tak tergoyahkan. Setangnya terbuat dari krom yang sudah kusam, namun grip karetnya masih terpasang rapi, meski sudah sedikit licin termakan usia. Roda depannya sedikit oleng, bukti dari perjalanan panjang dan berbagai medan yang telah dilaluinya. (4) Pelana kulitnya sudah sobek di beberapa bagian, memperlihatkan busa di dalamnya, namun tetap nyaman diduduki. Pedal-pedalnya terbuat dari besi, sedikit bengkok namun masih berfungsi sempurna. Bunyi "kriek... kriek..." khas rem depan yang sudah longgar selalu mengiringi setiap kayuhan, menjadi melodi tersendiri yang akrab di telinga. Di bagian belakang, ada boncengan besi kecil yang dulu sering mengantar saya ke sekolah.

Sumber: https://www.brainacademy.id/blog/contoh-teks-deskripsi-dan-strukturnya Teks deskripsi tersebut disusun secara acak. Susunlah teks deskripsi tersebut sehingga menjadi teks deskripsi yang benar!

BAB II BERKELANA DI DUNIA IMAJINASI (PUISI RAKYAT) Gambar 2.1 Batombe, Tradisi Berpantun dari Sumatera (Sumber: https://student-activity.binus.ac.id/) Capaian Pembelajaran Menyimak Peserta didik mampu menganalisis dan mengevaluasi informasi berupa gagasan, pikiran, perasaan, pandangan, arahan, atau pesan yang akurat dari berbagai tipe teks (nonfiksi dan fiksi) audiovisual dan aural dalam bentuk monolog, dialog, dan gelar wicara. Peserta didik mampu mengeksplorasi dan mengevaluasi berbagai informasi dari topik aktual yang didengar. Membaca dan Memirsa Peserta didik memahami informasi berupa gagasan, pikiran, pandangan, arahan, atau pesan dari teks deskripsi, narasi, puisi, eksplanasi, dan eksposisi dari teks visual dan audiovisual untuk menemukan makna yang tersurat dan tersirat. Peserta didik menginterpretasikan informasi untuk mengungkapkan simpati, kepedulian, empati, atau pendapat pro dan kontra dari teks visual dan audiovisual. Peserta didik menggunakan sumber informasi lain untuk menilai akurasi dan kualitas data serta membandingkan informasi pada teks. Peserta didik mampu mengeksplorasi dan mengevaluasi berbagai topik aktual yang dibaca dan dipirsa. Menulis Peserta didik mampu menulis gagasan, pikiran, pandangan, arahan, atau pesan tertulis untuk berbagai tujuan secara logis, kritis, dan kreatif. Peserta didik juga menuliskan hasil penelitian menggunakan metodologi sederhana dengan mengutip sumber rujukan secara etis. Menyampaikan ungkapan rasa simpati, empati, peduli, dan pendapat pro/kontra secara etis dalam memberikan penghargaan secara tertulis dalam teks multimodal. Peserta didik mampu menggunakan dan mengembangkan kosakata baru yang memiliki makna denotatif, konotatif, dan kiasan untuk menulis. Peserta didik menyampaikan tulisan berdasarkan fakta, pengalaman, dan imajinasi secara indah dan menarik dalam bentuk prosa dan puisi dengan penggunaan kosa kata secara kreatif. Berbicara dan Mempresentasikan Peserta didik mampu menyampaikan gagasan, pikiran, pandangan, arahan, atau pesan untuk tujuan pengajuan usul, pemecahan masalah, dan pemberian solusi secara lisan dalam bentuk monolog dan dialog logis, kritis, dan kreatif. Peserta didik mampu menggunakan dan mengembangkan kosakata baru yang memiliki makna denotatif, konotatif, dan kiasan untuk berbicara dan mempresentasikan. Peserta didik mampu menggunakan ungkapan sesuai dengan norma kesopanan dalam berkomunikasi. Peserta didik mampu berdiskusi secara aktif, kontributif, efektif, dan santun. Peserta didik mampu menuturkan dan menyajikan ungkapan simpati, empati, peduli, perasaan, dan penghargaan dalam bentuk teks informasional dan fiksi melalui teks multimodal. Peserta didik mampu mengungkapkan dan mempresentasikan berbagai topik aktual secara kritis.

Tujuan Pembelajaran Menyimak 1. Peserta didik mampu mengenal jenis dan unsur puisi rakyat. Membaca dan Memirsa 2. Peserta didik mampu menyimpulkan isi puisi rakyat. 3. Peserta didik mampu memusikalisasi puisi. Menulis 4. Peserta didik mampu berkreasi dengan puisi rakyat. Berbicara dan Mempresentasikan 5. Peserta didik mampu mengidentiikasi tujuan puisi rakyat. Pertanyaan Pemantik 1. Apa yang kamu ketahui tentang puisi? 2. Apakah puisi itu berbeda dengan prosa ataupun drama? 3. Apakah kamu mengetahui tentang puisi rakyat? 4. Bagaimana kamu bisa menyampaikan pesan/ keinginanmu dalam sebuah puisi rakyat? Peta Konsep Bagan 1.1 Peta konsep kegiatan pembelajaran Apersepsi Bagi kamu yang suka menonton tayangan kartun Upin dan Ipin, tentu kamu tidak asing dengan tokoh yang bernama Jarjit. Tokoh ini memiliki nama lengkap Jarjit Singh. Ia adalah seorang anak laki-laki keturunan India Punjabi. Jarjit sering dikenali karena kepandaian berpantun. "Dua tiga..." adalah kata-kata yang kerap dipakai Jarjit saat mulai berpantun. Pantun merupakan salah satu bentuk puisi lama yang paling akrab dengan masyarakat. Pantun dapat dimanfaatkan dalam berbagai kesempatan dan disampaikan sembarang waktu oleh siapa pun, tanpa terikat oleh status sosial, agama, dan usia. Di masa dahulu hampir kehidupan sehari-hari berkomunikasi sesama manusia dilakukan dengan berpantun. Ketika anak-anak bermain, mereka menggunakan pantun. Ketika para remaja berkumpul mereka selalu berpantun. Orang tua memberi nasihat pada anak-anaknya, mereka mengungkapkannya menggunakan pantun. Ketika menawarkan barang dagangannya, mereka pun menggunakan pantun. Sebagai bangsa yang menghargai kebudayaan, maka kita wajib melestarikan semua kebudayaan Indonesia dari mana pun asalnya. Begitupun dengan puisi rakyat seperti pantun ini. Kebudayaan itu tidak ternilai harganya. Oleh sebab itu, kita sebagai pewaris kebudayaan wajib melestarikan kebudayaan tersebut dalam kehidupan kita sehari-hari. Jangan sampai budaya kita dicuri oleh bangsa lain atau diakui bangsa lain. Berkelana di Dunia Imajinasi (Puisi Rakyat) Menyimak Mengenal jenis dan unsur puisi rakyat Membaca dan Memirsa Menyimpulkan isi puisi rakyat Menulis Berkreasi dengan puisi rakyat Berbicara dan Mempresentasikan Mengidentiikasi tujuan puisi rakyat Musikalisasi Puisi

Puisi rakyat tidak hanya berupa pantun. Masih ada jenis-jenis puisi rakyat lainnya, seperti syair, gurindam, mantra, bidal, talibun, karmina, dan seloka. Asesmen Awal Pembelajaran Kerjakanlah soal-soal berikut sesuai dengan pemahamanmu! Jawaban yang kamu tuliskan nanti akan menjadi dasar bagi gurumu untuk mengetahui tingkat kesiapan belajarmu! 1. Apa yang kamu ketahui tentang puisi rakyat? 2. Menurut kamu, apa bedanya puisi rakyat dengan puisi modern? 3. Apakah puisi di bawah ini termasuk puisi rakyat? Bagaimana penjelasannya? Mencari ilmu wajib bagimu Mantapkan niatmu jangan ragu-ragu Dengan ilmu kau lebih bermutu Untuk bekal di masa depanmu MENYIMAK Menyimak dalam pembelajaran bahasa Indonesia merupakan keterampilan berbahasa reseptif, yaitu kemampuan peserta didik dalam menerima, memahami informasi yang didengar, dan menyiapkan tanggapan secara relevan untuk memberikan apresiasi kepada mitra tutur. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), menyimak diartikan sebagai kegiatan mendengarkan (memperhatikan) baik-baik apa yang diucapkan atau dibaca orang. Selain itu, menyimak juga bisa diartikan sebagai kegiatan meninjau (memeriksa, mempelajari). Dalam kegiatan kali ini kamu akan belajar menyimak puisi rakyat. A. Mengenal Jenis dan Unsur Puisi Rakyat Sebelum kegiatan menyimak puisi rakyat, kamu perlu tahu apa yang dimaksudkan dengan puisi rakyat itu. Menurut James Danandjaja, puisi rakyat merupakan kesusastraan rakyat yang sudah ditentukan bentuknya, biasanya terdiri dari beberapa deret kalimat, atau berbentuk mantra (dibacakan lisan), panjang pendek suku kata, lemah tekanan suara, atau hanya berdasarkan irama. Ciri-ciri umum puisi rakyat: 1) Tidak dikenal siapa nama pengarangnya karena merupakan hasil turun-temurun. 2) Penyampaiannya lewat mulut ke mulut, jadi disebut sastra lisan. 3) Terikat oleh aturan-aturan. Aturan-aturan tersebut antara lain: • Jumlah baris dalam 1 bait • Banyak suku kata tiap baris • Persajakan (rima) • Irama. Berdasarkan ciri-ciri umum puisi rakyat, maka puisi rakyat dibagi menjadi beberapa jenis, di antaranya (1) pantun, (2) syair, (3) gurindam, (4) mantra, (5) bidal, (6) talibun, (7) karmina, dan (8) seloka. Namun, untuk pembelajaran kita saat ini, kita fokus pada empat jenis puisi rakyat, yaitu pantun, syair, gurindam, dan mantra. a) Pantun Pantun berasal dari kata patuntun dalam bahasa Minangkabau yang berarti petuntun. Di berbagai daerah di Indonesia pantun disebut dengan nama berbeda. “Parikan” dalam bahasa Jawa, “Paparikan” dalam bahasa Sunda, “Umpama” dalam bahasa Batak, “Londe” dalam bahasa Toraja, “Panton” dalam bahasa Aceh, dan “Ambon Rejong” dalam bahasa Bengkulu. Ciri-ciri umum pantun: 1) Terdiri atas 4 larik atau 4 baris 2) Setiap baris terdiri dari 8-12 suku kata 3) Bersajak akhir a-b-a-b 4) Baris 1 dan 2 berupa sampiran dan baris 3 dan 4 merupakan isi. Sampiran kerap terkait dengan alam, mencirikan budaya agraris masyarakat pendukungnya, biasanya tidak ada hubungan dengan bagian kedua, hanya untuk mengantarkan rima atau sajak. Untuk bagian isi menyampaikan maksud dan merupakan tujuan dari pantun tersebut. 5) Pantun tidak terdapat nama penulis sebab penyebaran pantun dilakukan secara lisan. Contoh pantun:

Terbang rendah burung peragam Dari huma terbang ke hutan Budaya daerah beraneka ragam Mari bersama kita lestarikan b) Syair Syair merupakan bentuk puisi lama yang tiap baitnya terdiri atas 4 baris. Akan tetapi, syair bersajak rata atau a-a-a-a. Umumnya syair merupakan rangkaian kisah yang panjang. Semua baris merupakan isi dan biasanya tidak selesai dalam satu bait karena digunakan untuk menceritakan sesuatu. Ciri-ciri syair: 1) Setiap bait terdiri atas 4 baris 2) Setiap baris terdiri dari 8-14 suku kata 3) Bersajak akhir a-a-a-a 4) Semua baris adalah isi 5) Isi syair berupa nasihat, petuah, dongeng, atau cerita 6) Setiap baris dalam syair mempunyai makna yang berkaitan dengan baris-baris terdahulu Contoh syair: Dengarlah para anak muda Rajinlah belajar sepanjang masa Ilmu itu tak akan habis dieja Untuk bekal sepanjang usia Ayo ke sekolah tak perlu malas Belajar yang rajin di masing-masing kelas Jaga sikap jangan jadi orang culas Jangan biarkan hati berubah keras Ke sekolah luruskan niatmu Tekadkan hati mencari ilmu Tak ada rugi belajar tiap waktu Supaya baik masa depanmu c) Gurindam Gurindam adalah bentuk puisi lama yang terdiri dari dua bait, tiap bait terdiri dari dua baris kalimat dengan rima yang sama, yang merupakan satu kesatuan yang utuh. Gurindam dibawa oleh orang Hindu atau terpengaruh sastra Hindu. Gurindam berasal dari bahasa Tamil (India) yaitu “kirindam” yang berarti mula-mula amsal, perumpamaan. Baris pertama gurindam berisikan semacam soal, masalah atau perjanjian. Baris kedua berisikan jawaban atau akibat dari masalah atau perjanjian pada baris pertama tadi. Ciri-ciri gurindam: 1) Terdiri dari dua baris tiap bait. 2) Tiap baris memiliki jumlah suku kata antara 10-14 kata. 3) Tiap baris memiliki hubungan sebab akibat. 4) Baris pertama berisi soal, masalah, atau perjanjian 5) Baris kedua berisi jawaban, akibat dari masalah atau perjanjian pada baris pertama. (Isi atau maksud gurindam ada pada baris kedua) 6) Tiap baris memiliki rima atau bersajak akhir a-a, b-b, c-c, dan seterusnya. 7) Isi gurindam biasanya berupa nasihat-nasihat, filosofi hidup, atau kata-kata mutiara. Contoh gurindam: Barang siapa tiada memegang agama Sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama Barang siapa mengenal yang empat Maka ia itulah orang yang makrifat d) Mantra Mantra adalah perkataan atau ucapan yang memiliki kekuatan gaib (misalnya dapat menyembuhkan, mendatangkan celaka, dan sebagainya). Mantra juga diartikan sebagai susunan kata

berunsur puisi (seperti rima, irama) yang dianggap mengandung kekuatan gaib, biasanya diucapkan oleh dukun atau pawang untuk menandingi kekuatan gaib yang lain. Dikutip dari buku Mantra Muar Wanyek (Analisis Struktur dan Fungsi) yang disusun Badan Bahasa, mantra diyakini sebagai puisi yang paling tua karena berhubungan dengan bagian penting ritual-ritual masa lampau. Ciri-ciri mantra: 1) Mantra terdiri atas beberapa rangkaian kata yang memiliki irama. 2) Isi dari mantra berhubungan dengan kekuatan gaib. 3) Berbentuk puisi yang isi dan konsepnya menggambarkan kepercayaan suatu masyarakat pada saat itu. 4) Mantra dibuat dan diamalkan untuk tujuan tertentu. 5) Mantra didapat dari cara gaib, seperti keturunan atau mimpi, atau bisa juga diwarisi dari perguruan yang diikuti. 6) Mantra mengandung rayuan dan perintah. 7) Mantra memakai kesatuan pengucapan. 8) Mantra adalah sesuatu yang utuh dan tidak bisa dipahami melalui setiap bagiannya. 9) Di dalam sebuah mantra terdapat kecenderungan esoteric (susah dipahami) atau khusus pada setiap kata-katanya. 10) Mantra mementingkan keindahan permainan bunyi. Contoh mantra: a. Mantra pengusir jin Pulanglah engkau kepada rimba sekampung Pulanglah engkau kepada rimba yang besar Pulanglah engkau kepada gaung guntung Pulanglah engkau kepada sungai yang tiada berhulu b. Mantra memancing Kuat kait sisirintil Kanjut ngait ka kail Clom giriwil 3x Sungkat-sangkut jawil-menjawil Burung lelaki mengait ke kail Plung giriwil 3x Untuk memperdalam pemahamanmu tentang jenis dan unsur puisi rakyat, kamu bisa mencermati contoh analisis jenis dan unsur puisi rakyat berikut. Puisi 1 Puisi 3 Sebelum berbicara pikir dahulu Agar tidak melukai hati temanmu Ibu pergi belanja ke pasar Beli apel yang warna merah Mari kita giat belajar Agar masa depan menjadi cerah Puisi 2 Puisi 4 Tuk asa tuk asi Patah tangga ikat besi Teguh tegak semua gigi Nganga ngingai Teguh tegak engkau gigi Sama-sama kita pergi Korupsi laku yang tak terpuji Jauhkan diri sedari dini Jua orang lain yang kita cintai Untuk saat ini dan hari nanti Analisis jenis dan unsur untuk keempat puisi rakyat tersebut adalah sebagai berikut. Jumlah Bait Jumlah Baris dalam Setiap Bait Jumlah Suku Kata Tiap Baris Pola Rima Jenis Puisi Tema Pesan Puisi 1 1 2 12-13 a-a gurindam persahabatan Berbicaralah yang baik kepada temanmu! Puisi 2 1 6 4-9 a-a-a-a-a-a mantra mantra penguat gigi Jagalah kesehatan gigi kita! Puisi 3 1 4 9-11 a-b-a-b pantun nasihat untuk belajar Marilah kita giat belajar!

Puisi 4 1 4 10-12 a-a-a-a syair korupsi Jauhkan diri kita dari korupsi! Asesmen Formatif 1 Mengenal Jenis dan Unsur Puisi Rakyat Pada asesmen formatif ini gurumu akan membacakan empat puisi rakyat. Simaklah dengan baik dan selanjutnya tulislah pendapatmu tentang jenis dan unsur setiap puisi rakyat tersebut dengan cara mengisi tabel di bawah ini. Jumlah Bait Jumlah Baris dalam Setiap Bait Jumlah Suku Kata Tiap Baris Pola Rima Jenis Puisi Tema Pesan Puisi 1 Puisi 2 Puisi 3 Puisi 4 Jika kamu mengalami kendala dalam menyimak puisi yang dibacakan oleh gurumu, kamu bisa membaca puisi tersebut pada tabel berikut. Puisi 1 Puisi 3 Rebah ramu engkau berdiri ramu aku Rebah syarak engkau berdiri syarak aku Aku mengambil baja sejengkal dalam diri engkau Jikalau ingin kau masuk surga Berbaktilah kepada orang tua Bapak Ibumu orang berbudi Sudah selayaknya kau hormati Puisi 2 Puisi 4 Bersama di kebun memetik tomat Tomat ternyata masam rasanya Jika berurusan dengan lintah darat Kita bisa bangkrut dalam segalanya Dosa besar ketika kita menggunjing Itu sungguh perbuatan tak penting Dari menggunjing masalah bisa terpancing Hindarilah itu sebelum terbaring Sebelum kamu melanjutkan belajar ke kegiatan berikutnya, yaitu menyimpulkan isi puisi rakyat, kamu perlu memahami materi-materi berikut. 1. Rima dalam Puisi Rakyat Rima (persamaan bunyi) adalah pengulangan bunyi berselang, baik dalam larik maupun pada akhir puisi yang berdekatan. Rima sering disebut juga dengan istilah persajakan. Rima merupakan salah satu unsur yang sangat penting dalam puisi. Melalui unsur inilah, keindahan sebuah puisi tercipta. Rima tidak selalu terdapat di akhir baris dalam satu bait. Rima juga dapat ditemukan pada awal baris. Bahkan, rima juga dapat ditemukan dalam satu baris. Berikut ini jenis-jenis rima menurut letaknya dalam satu bait puisi. No. Nama Rima Pola Rima Contoh 1. Rima Rangkai a-a-a-a Aku Kalau sampai waktuku Kumau takkan seorang merayu Tidak juga kau ("Aku", Chairil Anwar) 2. Rima kembar/ Rima Pasang a-a-b-b Dan ingatlah aku kan jiwa-jiwa Muda belia, belum sampai umur dewasa Gugur melepaskan napas penghabisan Jatuhlah air mataku, tak dapat kutahan

("Negara Bangun", Waluyati S.) 3. Rima Peluk a-b-b-a Kau ketuk sendiri ambang dadamu anakku Usapkan jemari sudah berdarah Simpan laras bedil yang memerah Ku tahu kau kembali jua anakku ("Ku Tahu Kau Kembali Jua Anakku", Taufiq Ismail) 4. Rima Silang a-b-a-b Ibarat gunung membiru tampak di cakrawala Selalu diam tenang, membiarkan hujan, Dan angin menyiksa lerengnya, suatu kala 'kan pecah-meletus, memuntahkan ("Negara Bangun", Waluyati S.) 5. Rima Patah a-a-a-b Raja dari batu hitam Di balik rimba kelam Naga malam, Mari kemari ("Mantera", Asrul Sani) Rima menurut bunyinya : a) Rima sempurna ➔ apabila suku akhir sama bunyinya. [contoh: berduri-kemari, awan-kawan] b) Rima tak sempurna ➔ apabila hanya suku akhir saja yang sama bunyinya. [contoh: rindu-gincu, panjang- senang] c) Rima asonasi ➔ perulangan bunyi vokal dalam satu suku kata. [contoh: benang-kelam, keladi-melati] d) Rima aliterasi ➔ persamaan bunyi konsonan pada setiap awal kata. [contoh:beta-bukan-bijak] e) Rima disonansi ➔ apabila konsonan-konsonan yang membentuk kata itu sama, tetapi vokalnya berbeda. [contoh: giling-gulung] f) Rima mutlak ➔ apabila seluruh bunyi kata itu sama. (contoh: laut biru, langit biru, darah biru, tenda biru,dll.) 2. Pilihan Kata dalam Puisi Rakyat Berbicara tentang pilihan kata, tentu akan mengingatkan kita pada diksi. Diksi adalah pilihan kata yang tepat untuk mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu. Diksi, atau pilihan kata, adalah hal yang membedakan tulisan yang baik dari tulisan yang tidak atau kurang baik. Diksi yang tepat, penting untuk menyampaikan pesan. Di sisi lain, pilihan kata yang salah dapat dengan mudah mengalihkan pendengar atau pembaca, yang menghasilkan salah tafsir terhadap pesan yang ingin disampaikan. Secara umum diksi dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu diksi berdasarkan maknanya dan diksi berdasarkan leksikal. Diksi berdasarkan maknanya: a) Makna denotatif Makna denotatif adalah makna yang sebenarnya dari suatu kata atau kalimat. Contohnya, Budi selalu “kerja keras” untuk mendapatkan hasil terbaik. b) Makna konotatif Makna konotatif adalah kata atau kalimat yang memiliki arti bukan sebenarnya. Contohnya, Mario adalah seorang “kutu buku”, ia tahu banyak hal. Diksi berdasarkan leksikal: a) Sinonim. Sinonim adalah kata yang mempunyai kedekatan makna dengan kata lain. Contohnya, Bahagia = Senang, Lezat = Enak, Pintar = Pandai. b) Antonim. Antonim adalah kata yang memiliki arti berlawanan dengan kata lain. Contohnya, Naik X Turun, Besar X Kecil, Banyak X Sedikit, Cepat X Lambat. c) Homonim. Homonim adalah kata yang memiliki lafal dan ejaan yang sama namun artinya berbeda satu sama lain. Contohnya, penggunaan kata bulan pada kalimat berikut. - Bulan terlihat bulat penuh malam ini.

- Semua karyawan mendapatkan gaji setiap bulan. d) Homofon. Homofon adalah kata yang memiliki ejaan dan makna yang berbeda, namun lafal sama. Contohnya bisa dilihat pada kalimat berikut. - Anton menabung uangnya di bank secara rutin. - Bang Anton bekerja di perusahaan pembiayaan. Kata “bank” dan “Bang” pada kalimat di atas memiliki lafal yang sama, namun ejaan dan maknanya berbeda. e) Homograf. Homograf adalah kata yang memiliki lafal dan arti yang berbeda, namun ejaannya sama. Contohnya bisa dilihat pada kalimat berikut. - Makanan favorit wanita itu adalah tahu goreng. - Wanita itu tidak tahu kalau hari ini libur. Kata “tahu” pada kalimat di atas ejaannya sama, tapi memiliki arti yang berbeda. f) Polisemi. Polisemi adalah kata yang memiliki lebih dari satu arti. Contohnya bisa dilihat pada kalimat berikut. - Para nasabah yang menabung di bank akan mendapat bunga setiap bulan. - Andini adalah salah satu bunga desa yang paling cantik. Kata “bunga” pada kalimat di atas memiliki arti yang berbeda walaupun menggunakan kata yang sama. g) Hipernim dan Hiponim. Hipernim adalah kata yang dapat mewakili banyak kata lainnya. Sedangkan hiponim adalah kata yang dapat terwakili oleh kata hipernim. Contohnya, Di kebun binatang itu terdapat banyak binatang, misalnya gajah, singa, buaya, rusa, kuda, dan lain-lain. Pada kalimat di atas, “binatang” merupakan hipernim. Sedangkan kata hiponimnya adalah gajah, singa, buaya, rusa, kuda, dan lain-lain. Perhatikan tiga puisi rakyat berikut! Pantun Syair Air surut memungut bayam Sayur diisi ke dalam kantung Jangan diikuti tabiat ayam Bertelur sebiji riuh sekampung Baik bergalas baik tidak Buli-buli bertali benang Baik berbalas baik tidak Asal budi sama dikenang Diriku lemah anggotaku layu Rasakan cinta bertalu-talu Kalau begini datangnya selalu Tentulah kakanda berpulang dahulu Kakanda rindu di kalbu Mohon adik jangan lupakan daku Apapun yang adik mau Tentulah kanda memenuhi selalu Gurindam Barang siapa meninggalkan sembahyang Seperti rumah tanpa tiang Apabila kita kurang siasat Itulah tanda pekerjaan hendak tersesat Pada contoh pantun di atas, pada bait 1 baris 3 terdapat pilihan kata dengan menggunakan sinonim, yaitu kata “tabiat”. “Tabiat” merupakan sinonim dari “perilaku”. Penggunaan kata “tabiat” ini bisa dikarenakan agar memiliki bunyi akhir yang serasi dengan kata yang mengikutinya, yaitu kata “ayam”. Berbeda rasanya ketika yang dipakai adalah kata “perilaku”. Begitu pula pada baris 4. Pada baris 4 tersebut terdapat penggunaan kata yang merupakan sinonim, yaitu kata “riuh”. “Riuh” merupakan kata yang bisa menggantikan kata “ramai sekali”. Penggunaan kata “riuh” ini bisa dikarenakan agar memiliki bunyi akhir yang serasi dengan kata yang mengikutinya, yaitu kata “sekampung”. Berbeda rasanya ketika yang dipakai adalah kata “ramai sekali”. Pada pantun tersebut pilihan kata yang digunakan adalah pilihan kata yang bermakna denotatif atau makna yang sebenarnya. Pada contoh syair di atas, sebagaimana pilihan kata yang digunakan pada pantun yaitu adanya penggunaan sinonim, bait 2 baris 1 syair ini juga menggunakan sinonim, yaitu kata “kalbu”. “Kalbu” merupakan sinonim dari kata “hati”. Pemilihan kata “kalbu” ini dirasa lebih menarik daripada jika menggunakan kata “hati”. Pada syair tersebut pilihan kata yang digunakan adalah pilihan kata yang

bermakna denotatif atau makna yang sebenarnya. Misalnya penggunaan kata “layu” pada bait 1 baris 1. Sekilas, kata “layu” merujuk pada tumbuhan, bunga, daun, dan sebagainya. Namun ternyata kata “layu” ini juga berlaku untuk manusia yang berarti pucat dan lemah karena sudah tua, tidak sehat, dan sebagainya. Pada contoh gurindam di atas, terdapat pilihan penggunaan kata (frasa) yang merupakan perumpamaan dari baris gurindam yang pertama, yaitu “rumah tanpa tiang” Penggunaan perumpamaan ini tentu akan menimbulkan efek yang lebih menarik terhadap pembaca. Yang harus diingat adalah pemilihan kata pada tiap akhir baris pada pantun, syair, dan gurindam haruslah tetap memperhatikan rima karena pada puisi rakyat tersebut terdapat aturan persajakan. Pemilihan kata terakhir pada pantun baris 1 harus bersajak sama dengan kata terakhir pada baris 3. Demikian juga untuk kata terakhir pada baris 2 haruslah bersajak sama dengan kata terakhir baris 4. Hal itu disebabkan karena pantun memiliki ciri bersajak a-b-a-b. Untuk pemilihan kata terakhir pada syair baris pertama, kedua, ketiga, dan keempat haruslah memiliki rima yang sama karena syair memiliki ciri bersajak a-a-a-a. Untuk pemilihan kata terakhir pada gurindam baris pertama dan kedua haruslah memiliki rima yang sama karena gurindam memiliki ciri bersajak a-a, b-b, c-c, dan seterusnya. 3. Kebahasaan Puisi Rakyat Aspek kebahasaan yang biasa digunakan dalam puisi rakyat di antaranya sebagai berikut. a. Kalimat Perintah Kalimat perintah adalah kalimat yang berisi atau bermaksud memberi perintah atau suruhan. Contoh: Laksanakan selalu nasihat gurumu! b. Kalimat saran Kalimat saran adalah kalimat yang berisi tentang saran kepada orang lain untuk kebaikan orang lain (sebaiknya, seyogyanya). Contoh: Sebaiknya kau pikir dahulu demi keputusan yang tepat! c. Kalimat ajakan Kalimat ajakan adalah kalimat yang berisi ajakan kepada orang lain untuk melakukan suatu perbuatan (ayo dan mari). Contoh: Marilah kita jaga agar lestari! d. Kalimat seru Kalimat seru adalah kalimat yang mengungkapkan rasa hati, seperti kagum, heran, senang, dan sedih (alangkah, betapa, dan bukan main). Contoh: Alangkah indahnya alam Indonesia ini! Wahai, pemuda Indonesia teruslah berjuang melestarikan budaya kita! e. Kalimat larangan Kalimat larangan adalah kalimat yang berisi larangan agar orang lain tidak melakukan kegiatan (jangan, hindari). Contoh: Janganlah berprasangka buruk kepada sesama! f. Kata penghubung (konjungsi) yang sering digunakan pada puisi rakyat: 1) Kata penghubung tujuan Merupakan kata penghubung modalitas yang menjelaskan maksud dan tujuan suatu acara atau tindakan (supaya, untuk, agar, dan guna). 2) Kata penghubung sebab (kausal) Menjelaskan bahwa suatu peristiwa atau tindakan terjadi atas sebab tertentu (sebab, sebab itu, karena, dan oleh karena itu). 3) Kata penghubung akibat Konjungsi yang menggambarkan suatu peristiwa atau tindakan terjadi atas sebab peristiwa lain (sehingga, sampai, dan akibatnya). 4) Kata penghubung syarat Konjungsi syarat yang menjelaskan suau hal bisa terpenuhi apabila syarat yang ada dipenuhi, atau dijalankan (jika, jikalau, apabila, asalkan, kalau, dan bilamana). g. Kalimat Tunggal dan Kalimat Majemuk Kalimat tunggal adalah kalimat yang memiliki satu subjek dan satu predikat.

Kalimat majemuk adalah kalimat yang memiliki lebih dari satu subjek atau predikat. Kalimat majemuk terjadi dari penggabungan dua kalimat dasar atau lebih. Contoh kalimat tunggal - Pagi-pagi saya sarapan. Kalimat majemuk bertingkat adalah kalimat yang terjadi dari beberapa kalimat tunggal yang kedudukannya tidak setara/sederajat. Contoh-contoh kalimat majemuk bertingkat bisa dilihat pada contoh-contoh berikut. 1) Kalimat majemuk hubungan syarat Ditandai dengan: jika, seandainya, asalkan,apabila, andaikan Contoh : Jika hidup bermalas-malasan, masa depan tak tentu arah. 2) Kalimat majemuk hubungan tujuan Ditandai dengan : agar, supaya, biar. Contoh : Agar hidup tercapai tujuan, hendaklah pemuda rajin belajar. 3) Kalimat majemuk konsensif Ditandai dengan : walaupun, meskipun, biarpun, kendatipun, sungguhpun Contoh: Walaupun belajar banyak godaan, tetaplah teguh mencapai harapan. 4) Kalimat majemuk hubungan penyebaban Ditandai dengan : sebab, karena, oleh karena Contoh: Hari ini aku bersedih karena berpisah dengan sahabat. 5) Kalimat majemuk hubungan perbandingan Ditandai dengan: ibarat, seperti, bagaikan, laksana, sebagaimana, lebih baik. Contoh: Belajar di waktu kecil seperti melukis di atas batu. 6) Kalimat majemuk hubungan akibat Ditandai dengan : sehingga, sampai-sampai, maka Contoh: Dian belajar begitu keras sehingga dapat memenangi olimpiade itu. 7) Kalimat majemuk hubungan cara Ditandai dengan : dengan, secara Contoh: Dengan cara menjual koran, dia mendapatkan uang untuk hidup. Secara beruntun, Andi melempari mangga itu dengan batu. 4. Struktur Puisi Rakyat Contoh telaah struktur puisi rakyat berupa pantun, syair, dan gurindam: Cermati teks pantun berikut! Alakatak makanan khas Weru Dibungkus daun jati nikmat rasanya Ayo kawan taati selalu guru Agar kita mendapatkan ilmunya Contoh telaah pantun: Struktur penyajian pantun dua larik sampiran dan dua larik isi pantun. Dua larik pertama merupakan pengantar untuk masuk pada isi larik 3 dan 4. Makna/isi pada larik 1 dan 2 dengan larik 3 dan 4 tidak berhubungan. Ditinjau dari jenis kalimat yang digunakan, pantun larik 1 dan larik 2 menggunakan kalimat berita. Larik satu dan larik 2 merupakan kalimat berdiri sendiri. Larik 3 dan 4 merupakan kalimat ajakan dengan pola hubungan tujuan (agar). Pada larik 3 merupakan ajakan, sedangkan larik 4 merupakan hasil . Larik 3 dan 4 merupakan satu kalimat majemuk bertingkat. Cermatilah teks syair berikut! Hai muda arif budiman Hasilkan kemudi dengan pedoman Alat perahumu jua kerjakan Itulah jalan membetuli insan Contoh telaah syair: Struktur penyajian syair satu bait terdiri atas 4 larik. Pola rima sama (a-a-a -a). Keempat larik syair merupakan isi dan terkait dengan bait-bait yang lain. Ditinjau dari jenis kalimat yang digunakan, syair tersebut larik 1 menggunakan kalimat untuk menyapa (menggunakan kata seru Hai ....) Larik

2 dan 3 merupakan kalimat perintah kepada generasi muda yang disapa pada larik 1. Larik 4 pada kutipan syair tersebut merupakan akibat yang akan ditemui jika melakukan apa yang diperintahkan pada larik 2 dan 3. Pilihan kata yang digunakan pada syair tersebut merupakan kata bersifat simbolik dan ungkapan lama. Misalnya kata “perahu” dan “kemudi”. Cermatiah teks gurindam berikut! Jika engkau ingin dihormati Jadilah engkau yang rendah hati Contoh telaah gurindam: Struktur penyajian gurindam dua larik merupakan isi yang berhubungan. Larik 2 merupakan syarat terjadinya keadaan pada larik 1. Ditinjau dari jenis kalimat yang digunakan, dua larik gurindam tersebut menggunakan kalimat majemuk bertingkat dengan pola hubungan syarat (kondisi pada larik 1 akan terjadi jika syarat pada larik 2 terpenuhi). MEMBACA DAN MEMIRSA B. Menyimpulkan Isi Puisi Rakyat Cara memahami isi pada puisi rakyat berbeda dengan memahami prosa. Dalam menyimpulkan isi puisi rakyat, kita perlu memahami beberapa unsur, yaitu makna puisi rakyat, tema puisi rakyat, dan pesan puisi rakyat. Berikut penjelasan unsur-unsur puisi rakyat: 1. Makna puisi rakyat Makna puisi rakyat dapat dipahami dengan baik jika kita mengerti kata-kata yang terkandung dalam puisi rakyat. Caranya dengan menafsirkan arti setiap kata dalam puisi rakyat. Kata-kata dalam puisi rakyat sering bermakna konotasi. Berikut adalah beberapa langkah untuk bisa memahami makna puisi rakyat: a) Menemukan kata kunci dalam setiap baris atau larik karena kata-kata tersebut merupakan inti baris. b) Menguraikan bait puisi ke dalam bentuk prosa atau parafrase. c) Menafsirkan makna kata. d) Mengaitkan isi puisi dengan kehidupan nyata. 2. Tema puisi rakyat Pada dasarnya tema atau topik puisi merupakan pokok permasalahan dalam puisi. Tema adalah wujud permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Tema puisi bermacam-macam, misal keagamaan, kehidupan alam, kemanusiaan, perjuangan hingga persahabatan. 3. Pesan puisi rakyat Pesan atau amanat adalah kesan yang ditangkap pembaca setelah membaca puisi rakyat. Cara menyampaikan amanat puisi berkaitan dengan cara pandang pembaca terhadap suatu hal. Meski ditentukan dengan cara pandang pembaca, amanat tidak lepas dari tema dan isi puisi yang dikemukakan penyair. Untuk lebih jelasnya kamu dalam menyimpulkan puisi rakyat, cermatilah contoh berikut! Pantun : Baik bergalas baik tidak Buli-buli bertali benang Baik berbalas baik tidak Asal budi sama dikenang Makna : Kata sulit: - Bergalas: tongkat yang ditaruh di bahu untuk menyandang (membawa) barang-barang; pikulan - Buli-buli: wadah sejenis guci yang terbuat dari tanah liat, bentuknya bundar, tanpa leher, berkaki rendah, dan bagian atasnya diberi berlubang; botol kecil; guci kecil Makna: - Baik ketika kita membawa pikulan ataupun tidak - Membawa guci kecil yang diberi tali benang - Baik sesuatu itu dibalas ataupun tidak

- Asalkan itu adalah budi, maka akan saling dikenang Tema : Berbuat baik Pesan : Berbuat baiklah kepada siapa pun sebab budi itu akan dikenang! (Catatan: untuk pesan dalam pantun kita fokus saja pada baris 3-4 karena isi pada pantun terletak pada baris ke-3 dan ke-4). Simpulan Isi : Perbuatan baik itu akan selalu dikenang Syair : Inilah gerangan suatu madah Mengarangkan syair terlalu indah Membetuli jalan tempat berpindah Di sanalah iktikad diperbetuli sudah Makna : Kata sulit: a. Gerangan: agaknya; kiranya; konon b. Madah: kata-kata pujian c. Iktikad: kepercayaan; keyakinan yang teguh Makna: - Inilah kiranya suatu kata-kata pujian - Mengarangkan sebuah syair yang terlalu indah - (Syair) yang membetuli jalan (agar selamat menuju) tempat berpindah - Di sanalah kepercayaan/keimanan akan diperbaiki Tema : Nasihat tentang ibadah Pesan : Perbaikilah diri untuk mencapai tujuan yang lebih kekal (akhirat)! (Catatan: untuk pesan dalam syair kita harus fokus pada semua baris karena isi pada syair terletak pada semua baris). Simpulan Isi : Adanya syair yang sangat bagus yang berisi nasihat untuk memperbaiki keimanan Gurindam : Mengumpat dan memuji hendaklah pikir di situlah banyak orang yang tergelincir Makna : Kata sulit: d. Tergelincir: terpeleset Makna: - Ketika mengumpat dan memuji hendaklah selalu dipikirkan - Karena di situlah banyak orang yang tergelincir/ terpeleset. (Kata ‘tergelincir’ di sini bisa diartikan terjerumus ke dalam dosa/ kesalahan/ masalah). Tema : Nasihat tentang menjaga lisan Pesan : Hendaklah selalu menjaga atau berhati-hati dengan lisan/ perkataan kita. (Catatan: untuk pesan dalam gurindam kita harus fokus pada kedua baris karena isi pada gurindam terletak pada semua baris). Simpulan Isi : Ketika berbicara sebaiknya dipikirkan terlebih dahulu agar tidak terjadi masalah di kemudian hari. Mantra : Siji meneng Loro anteng Telu merem Puah! Turu kang enak (Mantra tersebut adalah mantra berbahasa Jawa) Makna : Kata sulit: Karena mantra tersebut adalah mantra berbahasa Jawa, maka kita bisa mencari artinya dengan cara mentransliterasikannya ke dalam bahasa Indonesia. Kita bisa menggunakan kamus bahasa Jawa luring ataupun daring. Makna: - Satu diam - Dua tenang - Tiga merem - Puah! - Tidur yang nyenyak Tema : Mantra menidurkan anak

Pesan : Pesan tersirat: Tidurkanlah anak kita dengan cara yang nyaman! Simpulan Isi : Mantra ini berisi tentang kata-kata untuk membuat sang anak bisa tertidur Asesmen Formatif 2 Menyimpulkan Isi Puisi Rakyat 1. Bacalah puisi rakyat berikut! 2. Tentukanlah simpulan isinya dan pesan yang bisa diambil dari puisi rakyat tersebut! Puisi Simpulan Isi Pesan Pergi ke kutub lihat penguin Ada yang cantik berjajar dua Hadapi soal dengan kepala dingin Jadikan hati berlapang dada Setiap hari silih berganti Mempersiapkan diri menghadapi hari Bangkitkan disiplin pada diri Bangun pagi adalah satu strategi Barang siapa meninggalkan zakat Tiadalah hartanya beroleh berkat Hai mambang kamulah mambang dari semua mambang Mambang-mambang yang cantik dan tampan Hai mambang kamulah mambang dari semua mambang Mambang-mambang yang pintar dan cerdas Hai mambang kamulah mambang dari semua mambang Mambang-mambang yang hebat dan kuat Ini sudah kami buatkan atas apa yang kamu mau Kami sembahkan ini hanya untukmu Sekarang, kamu Tolonglah anak-cucu jangan diganggu Tolong sembuhkan dia C. Musikalisasi Puisi Puisi yang dinyanyikan dengan iringan musik sering disebut dengan musikalisasi puisi. Musikalisasi puisi digunakan untuk membuat pembacaan puisi jauh lebih menarik serta ekspresif. Puisi dibawakan dengan cara dinyanyikan atau diberi iringan musik yang sesuai. Mengutip dari Musikalisasi Puisi: Tuntunan dan Pembelajaran (2008) karya Ari KPIN, musikalisasi puisi merupakan cara membawakan puisi kepada penonton lewat persembahan musik, baik nyanyian, iringan musik ataupun lagu. Musikalisasi puisi adalah bentuk penggabungan seni membaca puisi dengan seni musik. Musikalisasi puisi memiliki beberapa unsur yang harus diperhatikan, yaitu: 1) Nada Dalam musikalisasi puisi, nada menjadi unsur utama yang penting karena puisi harus dibacakan sesuai nada iringan musik yang digunakan. 2) Irama Irama dalam pembacaan musikalisasi puisi dilakukan untuk menjiwai isi puisi yang dibawakan. Penentuan irama dan temponya ditentukan dari tema puisi. Contohnya tema puisi yang bersemangat, jauh lebih cocok dibawakan dengan irama dan tempo musik yang cepat dan semangat. 3) Pelafalan Sama seperti pembacaan puisi biasa, pelafalan juga termasuk unsur musikalisasi puisi. Pelafalan dari pembacaan puisi harus jelas agar pendengar dapat memahami dan menjiwainya. 4) Harmoni Keseluruhan unsur musikalisasi puisi haruslah saling berkesinambungan dan harmonis. Mulai dari nada iringan musik hingga cara pembawaannya, semua harus harmonis dan serasi. 5) Ekspresi

Saat membaca puisi, ekspresi menjadi unsur penting. Begitu pula dengan musikalisasi puisi, ekspresi wajah dan gerak gerik tubuh harus diperhatikan karena berpengaruh pada penjiwaan. Musikalisasi puisi bisa dibagi menjadi tiga jenis, yaitu musikalisasi puisi murni, musikalisasi puisi sastra, dan musikalisasi puisi campuran. 1) Musikalisasi puisi murni Musikalisasi puisi murni adalah jenis musikalisasi puisi yang mengubah puisi menjadi syair lagu tanpa menyertakan pembacaan puisi. Seniman yang melakukan musikalisasi puisi murni akan menampilkan pentas seperti menyanyikan sebuah lagu. Musikalisasi murni seperti ini pernah dilakukan oleh grup musik BIMBO yang memusikalisasi puisi murni karya Taufik Ismail dengan judul “Sajadah Panjang”. Contoh video musikalisasi puisi murni bisa kamu tonton dengan menyecan kode QR berikut. 2) Musikalisasi puisi sastra Musikalisasi puisi sastra adalah membaca puisi dengan diiringi musik. Musikalisasi puisi murni biasanya ditampilkan dengan pembacaan puisi di dalam iringan musik. Instrumen yang digunakan dalam musikalisasi puisi sastra bisa berupa biola, gitar, piano, harmonika, atau alat musik lainnya. Contoh video musikalisasi puisi sastra bisa kamu tonton dengan menyecan kode QR berikut. 3) Musikalisasi puisi campuran Musikalisasi puisi campuran adalah kombinasi antara musikalisasi puisi murni dan sastra. Individu yang melakukan musikalisasi puisi campuran akan membacakan puisi diiringi musik dan menyanyikan syair- syair puisi sebagai lagu. Contoh musikalisasi puisi campuran biasanya terdapat dalam panggung drama teater. Terdapat orang yang bermain musik sambil bersyair menggunakan bait-bait puisi. Di sela-selanya musik itu ada juga orang yang khusus membacakan puisi. Contoh video musikalisasi puisi campuran bisa kamu tonton dengan menyecan kode QR berikut. Selanjutnya, ada langkah-langkah yang bisa dilakukan ketika kita akan memusikalisasi puisi. Mengutip dari Tirto.id, menurut Fadillah Tri Aulia dan Sefi Indra Gumilar dalam Bersastra Indonesia (2021) berikut ini langkah-langkah dalam musikalisasi puisi: 1) Memilih judul puisi yang ingin dimusikalisasi, bisa dari karya sastrawan terkenal atau karya sendiri. 2) Memahami makna puisi yang dipilih, baik secara fisik, batin, nada, suasana, tema, amanat, maupun perasaan yang terkandung di dalamnya. 3) Menentukan jenis alat musik dan harmonisasi yang ingin ditampilkan. 4) Menentukan nada dan irama. Sesuaikan tempo dan ketukan dengan karakteristik puisi yang ingin dimusikalisasi. 5) Melakukan uji coba dan latihan. 6) Menampilkan musikalisasi puisi di pentas, baik pentas formal maupun informal. Asesmen Formatif 3 Musikalisasi Puisi 1. Secara berkelompok dengan anggota 2-4 orang, buatlah video musikalisasi puisi dengan jenis musikalisasi puisi sesuai dengan kesukaan kalian! 2. Dalam membuat musikalisasi puisi, perhatikanlah unsur-unsur musikalisasi puisi yaitu nada, irama, pelafalan, harmoni dan ekspresi!

MENULIS D. Berkreasi dengan Puisi Rakyat Pada pembelajaran sebelumnya kamu sudah belajar tentang pengertian, ciri-ciri, dan juga contoh puisi rakyat yang berupa pantun, syair, gurindam, dan juga mantra. Pada kegiatan kali ini kamu akan belajar untuk menulis puisi rakyat yang berupa pantun, syair, dan gurindam. Untuk menulis ketiga puisi rakyat tersebut, berikut dituliskan langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk mempermudah kamu dalam menulis puisi rakyat. 1) Langkah-langkah menulis pantun a. Menentukan ide yang akan disampaikan Contoh 1 : nasihat untuk berbakti kepada orang tua dan tidak menyakitinya Contoh 2 : sindiran kepada anak muda zaman sekarang yang bercinta yang lebih mengutamakan harta (paket data internet) b. Menata ide menjadi dua larik (dengan bunyi akhir yang berbeda). Contoh 1 : Berbaktilah kepada orang tua Senangkan mereka jangan sakiti Contoh 2 : Engkau pemuda sungguh kasihan Cintamu kalah oleh paket data c. Membuat larik sampiran (larik 1 dan 2) dari benda/ kondisi yang tidak berkaitan langsung dengan isi. Yang perlu diperhatikan adalah untuk larik 1 harus berima akhir sama dengan larik 3, sedangkan larik 2 harus berima akhir sama dengan larik 4. Sebagai langkah awalnya adalah bisa mencari dulu kosakata yang akan digunakan pada akhir larik untuk mengaitkan rimanya dengan larik 3 dan 4. Setelah itu, rangkailah kosakata tersebut dengan kata-kata lain agar menjadi satu larik yang lengkap. Supaya menarik, meskipun hanya sebagai sampiran, antara larik 1 dan larik 2 usahakan ada kaitan maknanya. Contoh 1 : Eropa adalah nama benua (1) Eufrat adalah nama sungai (2) Berbaktilah kepada orang tua (3) Senangkan mereka jangan sakiti (4) Contoh 2 : Di kampung ada lomba balapan (1) Hadiahnya uang sejuta (2) Engkau pemuda sungguh kasihan (3) Cintamu kalah oleh paket data (4) 2) Langkah-langkah menulis syair a. Menentukan tema b. Menentukan tujuan dan amanat c. Menetukan persajakan d. Menuliskan kata kunci e. Mengembangkan ide f. Gunakan gaya bahasa Contoh penerapan langkah menulis syair: Misalnya kita sudah menentukan temanya yaitu “pentingnya mencari Ilmu”. Langkah selanjutnya kita harus menentukan tujuan dan amanat syair yang akan kita buat. Contoh : Tujuan : Menyadarkan manusia akan pentingnya mencari ilmu Amanat : Manusia harus menyadari bahwa mencari ilmu adalah hal yang sangat penting Setelah kita menentukan tema, tujuan, dan amanat, langkah selanjutnya adalah menulis kata- kata kunci pada tiap baitnya. Contoh : - tiada guna

- sengsara - bahagia - Ilmu kuncinya Dari langkah-langkah yang sudah dilalui tadi, hasil akhirnya adalah seperti syair berikut. Ke sana ke mari tiada guna Sengsara dunia karena bodohnya Jika ingin hidup bahagia Menggenggam ilmu adalah kuncinya 3) Langkah-langkah menulis gurindam a. Menentukan pesan atau nasihat yang ingin disampaikan. Nasihat yang dimaksud dapat berupa pesan agama, pesan kemanusiaan, pesan persatuan, pesan tentang ilmu, dan lain-lain. Misalnya kali ini kita akan menulis gurindam tentang pentingnya ilmu. b. Menciptakan rima Setelah menentukan pesan tentang pentingnya ilmu, selanjutnya kita mencari kata atau kelompok kata yang dapat disusun menjadi baris-baris gurindam. Kata-kata dalam dua larik tersebut harus memiliki bunyi akhir yang sama atau berirama. Misalnya kita akan berpesan “kalau ingin bertambah ilmu, harus mau belajar”, maka dapat disusun menjadi seperti ini. Kalau ingin bertambah ilmumu Banyak belajarlah pada guru Asesmen Formatif 4 Berkreasi dengan Puisi Rakyat 1. Carilah ide yang berkaitan dengan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat! Kamu bisa memilih satu ataupun beberapa ide/ tema. Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat itu adalah Bangun Pagi, Beribadah, Berolahraga, Makan Sehat dan Bergizi, Gemar Belajar, Bermasyarakat, dan Tidur Cepat. 2. Tuangkan ide-idemu itu ke dalam puisi rakyat bentuk pantun, syair, dan gurindam! BERBICARA E. Mengidentifikasi Tujuan Puisi Rakyat Tujuan puisi rakyat adalah untuk menghibur pembaca, memberikan nasihat, mendidik anak, mengajak atau melarang untuk melakukan sesuatu, menggambarkan perenungan, untuk memprotes ketidakadilan, dan lain-lain. Pada kegiatan ini kamu akan diajak untuk berbicara menyampaikan pendapat tentang tujuan penulis puisi rakyat dalam karyanya. Kamu diajak untuk belajar menginterpretasikan tujuan yang ingin disampaikan penulis puisi rakyat tersebut. Yang terpenting di sini adalah kamu bisa menyampaikan argumen atau alasan secara lisan tentang tujuan puisi rakyat yang kamu sampaikan. Berikut ini adalah contoh dalam menginterpretasikan tujuan sebuah puisi rakyat. Puisi Rakyat Tujuan Puisi Rakyat Terbang rendah burung peragam Dari huma terbang ke hutan Budaya daerah beraneka ragam Mari bersama kita lestarikan Tujuan: Mengajak kepada pembaca untuk melestarikan budaya. Alasan: Puisi ini adalah jenis pantun. Jadi kita bisa mengetahui tujuannya dengan cara melihat isinya, yaitu pada baris 3 dan 4. Pada baris ke-3 dan ke-4 itu terdapat kata Mari yang bermaksud mengajak untuk kita melestarikan budaya yang beraneka ragam. Sikap ini juga sesuai dengan profil pelajar pancasilan berupa berkebinekaan global.

Raja bernama Darmalaksana Tampan rupawan elok parasnya Adil dan jujur penuh wibawa Gagah perkasa tiada tandingnya Tujuan: Menghibur pembaca dengan sebuah cerita tentang seorang raja yang adil dan berwibawa. Alasan: Puisi ini adalah jenis syair. Jadi kita bisa mengetahui tujuannya dengan cara melihat isinya, yaitu pada baris 1 sampai 4. Dalam puisi ini diceritakan tentang seorang raja yang adil, jujur, berwibawa, gagah perkasa. Dia bernama Darmalaksana. Selain menghibur, terdapat juhga pesan tersirat bahwa ketika menjadi seorang pemimpin, dia haruslah menjadi pemimpin yang jujur dan adil. Apabila banyak berlebih-lebihan suka Itulah tanda hampir terluka Tujuan: Memberikan nasihat kepada pembaca tentang berlaku sewajarnya. Alasan: Puisi ini adalah jenis gurindam. Jadi kita bisa mengetahui tujuannya dengan cara melihat isinya, yaitu pada baris 1 dan 2. Kalimat yang digunakan dalam gurindam ini merupakan kalimat majemuk hubungan syarat. Isinya adalah Seseorang itu akan mengalami kekecewaan ataupun kesedihan jika seseorang itu sudah menyukai sesuatu secara berlebihan. Tabik tabik ya tabik Angin lalu angin balik Tubuhku kebal bagai besi Tak lulut dengan pedang tajam Tujuan: Memberitahukan kepada pembaca tentang adanya mantra yang bisa menjadikan tubuh kebal. Alasannya: Puisi ini adalah jenis mantra. Pada baris ke-3 dan ke-4 kita bisa mengambil makna bahwa tubuh kita itu adalah tubuh yang kebal bagai besi. Tubuh kebal yang tak bisa terluka oleh tajamnya pedang. Jadi, mantra ini merupakan mantra untuk kekebalan. Namun, yang perlu kita pahami adalah bagaimana kita menyikapi hal ini. Kita harus bisa menyikapinya dengan bijak. Semuanya bergantung pada keyakinan dan kepercayaan dalam diri masing- masing. Asesmen Formatif 5 Mengidentifikasi Tujuan Puisi Rakyat 1. Cermatilah puisi rakyat berikut! 2. Secara berkelompok (4 orang), diskusikan tujuan puisi rakyat tersebut! 3. Sertakan argumentasimu berkaitan dengan tujuan puisi rakyat yang sudah kamu tentukan itu! 4. Presentasikan hasil diskusimu itu di depan kelas untuk mendapatkan umpan balik dari kelompok lain! No. Puisi Rakyat Tujuan Puisi Rakyat 1 Pergi ke toko beli cokelat Membeli juga gula batu Baik-baiklah kita bermasyarakat Saling empati dan saling bantu 2 Tuhan adalah maha pencipta Menciptakan alam juga manusia Tuhan perintahkan kepada kita Untuk beribadah kepada-Nya 3 Jikalau ingin sehat sentosa Makanlah yang bergizi dan berolah raga 4 Sirih lontar pinang lontar Terletak di ujung muara Hantu buta jembalang buta Aku angkat jembalang rusa

Refleksi Pembelajaran Selamat! Kamu sudah mempelajari Bab II tentang Teks Puisi Rakyat. Tentu banyak hal sudah kalian pelajari. Tandai pengetahuan yang kalian pahami dengan tanda centang (√), ya! No. Capaian Pembelajaran Belum paham Cukup paham Sudah paham 1 Mengenal jenis dan unsur puisi rakyat 2 Menyimpulkan isi puisi rakyat 3 Musikalisasi puisi 4 Berkreasi dengan puisi rakyat 5 Mengidentifikasi tujuan puisi rakyat No. Pertanyaan Refleksi 1. Hal apa yang telah aku pelajari dalam materi ini? 2. Kesulitan apa yang aku alami dalam mempelajari materi ini? 3. Hal apa yang aku lakukan untuk menyelesaikan kesulitan ini? 4. Hal apa yang ingin aku pelajari lebih lanjut terkait materi ini? ASESMEN SUMATIF LINGKUP MATERI A. Berilah tanda silang (X) huruf A, B, C, atau D pada jawaban yang benar! 1. Pernyataan berikut yang bukan merupakan ciri puisi rakyat adalah ... A. Tidak dikenal siapa nama pengarangnya karena merupakan hasil turun-temurun. B. Penyampaiannya lewat mulut ke mulut, jadi disebut sastra lisan. C. Terikat oleh aturan-aturan yang berkaitan dengan bait, suku kata, persajakan. D. Puisi rakyat dibuat dan diperuntukkan untuk rakyat kerajaan pada masa dahulu. 2. Salah satu ciri yang membedakan antara pantun dan syair adalah .... A. jumlah baris pada setiap baitnya B. pantun berisi nasihat, sedangkan syair berisi keagamaan C. jumlah baris yang merupakan isi D. pilihan kata yang digunakan 3. Sebagai ketua kelas, Najwa ingin teman-temannya memiliki sifat mandiri. Dia yakin dengan sifat mandiri itu, dia dan teman-temannya kelak akan menjadi orang yang bahagia karena mampu hidup mandiri. Agar keinginan Najwa itu bisa disampaikan dengan cara yang menarik, dia kemudian membuat pantun. Pantun yang paling sesuai dengan keinginan Najwa tersebut adalah .... A. Bangun pagi lalu pergi Di tengah jalan ada uang Cucilah bajumu sendiri Agar beban orang tua berkurang B. Jalan nyasar ke sebuah gua Ternyata guanya ada di Kediri Jangan bergantung pada orang tua Kita harus menjadi anak mandiri C. Mari pergi ke rumah Dori Dori punya banyak mangga Mari menjadi anak yang mandiri Agar orang tua menjadi bangga D. Ibu ke pasar membeli teri Teri dimasak untuk dimakan Jadi anak harus mandiri

Agar sukses di hari depan 4. Perhatikan pantun berikut! Jalan-jalan ke pinggir pantai Lihat bulan sedang purnama ............................................ ............................................. Baris yang tepat untuk melengkapi pantun tersebut adalah .... A. Kalau ingin lekas pandai Rajin belajar wajib hukumnya B. Jawablah wahai ayah dan bunda Siapa dia yang tinggi semampai C. Jangan suka membeli tapai Bisa-bisa sakit perutmu D. Sungguh indah pemandangan pantai Minum teh bersama ayah dan bunda 5. Perhatikan pantun berikut! Rumah adat Papua namanya Honai Nama sukunya ada Nimboran Kita harus saling menghargai Agar tak terjadi ... Kata yang tepat untuk melengkapi pantun tersebut adalah .... A. kerumunan B. pertengkaran C. iri dengki D. sakit hati 6. Perhatikan syair berikut! Dengarkanlah wahai kawan sejati, Syair sederhana dari lubuk hati, Tentang hidup dunia fana ini, Tentang kerikil yang kena dihadapi, Hidup sementara hanyalah untuk beribadat, Bukan mengumpat bukan maksiat, Janganlah terbuai godaan syahwat, Hingga ibadah kena terlewat, Pesan yang disampaikan dalam syair tersebut adalah … A. Pahamilah hidup di dunia ini yang hanya sementara! B. Berhati-hatilah karena dunia ini fana! C. Kita harus bisa menyingkirkan kerikil dalam hidup ini. D. Rajinlah beribadah dan hindari berbuat maksiat! 7. Perhatikan ciri-ciri puisi rakyat berikut! (1) Bersajak a-a-a-a. (2) Jumlah suku kata tiap baris sama (3) Bait pertama dan kedua merupakan sampiran (4) Tiap baris terdiri dari 8 sampai 14 suku kata Ciri-ciri syair ditandai oleh nomor .... A. (1) dan (4) B. (1) dan (3) C. (2) dan (3) D. (2) dan (4) 8. Perhatikan syair berikut ini! Bermula kalam kami tuliskan Segenap pikiran dicurahkan Untuk menyusun syair kesejarahan Merangkai kejadian secara berurutan Adapun nama syair yang dituliskan Kerajaan Negaradipa di Kalimantan Selatan

Sebagai bahan pengetahuan Untuk Saudara, Kawan sekalian Walaupun bukti sejarah Kalimantan Selatan Tidak berupa benda bertuliskan Namun bekas kerajaan dapat dibuktikan Menurut penelitian para sejarawan Isi dari syair tersebut adalah …. A. syair yang disusun karena adanya penelitian sejarah B. di Kalimantan Selatan ada bukti sejarah. C. terdapat Kerajaan Negaradipa di Kalimantan Selatan. D. agar kita melestarikan peninggalan sejarah. 9. Cermatilah syair berikut! Aduhai adinda yang beta sayang Siang dan malam wajah terbayang Pada dinda fikirkan melayang Mandi tak basah makan tak kenyang Adinda ini mustika hati Bila berpisah terasa mati Hidup terasa tidak berarti Bila berjumpa gembira pasti Syair tersebut berisi tentang .... A. kekecewaan seorang laki-laki karena kekasihnya telah pergi B. seorang laki-laki yang sedang mencari cinta C. kerinduan seseorang kepada gadis pujaannya D. seorang gadis yang bernama Adinda yang sangat dicintai oleh kekasihnya 10. Berikut adalah pasangan kata berima sempurna .… A. kayu – perahu – itu B. layar – kabir – akar C. pisang – serang – pedang D. tomat – kesumat – tamat 11. Perhatikan gurindam berikut! Sebelum bekerja pikir dahulu Agar pekerjaan selamat selalu Isi dari gurindam tersebut adalah … A. Tidak boleh sembarangan memilih suatu pekerjaan. B. Bekerjalah sesuka hati kita! C. Bekerjalah sesuai dengan kemampuan kita! D. Tidak boleh bekerja terlalu pilih-pilih, yang terpenting adalah mendapatkan pekerjaan. 12. Berikut ini contoh mantra yang sesuai sebagai mantra perlindungan adalah .... A. Angin timur membawa kesejukan Air suci mengalir ke tubuh Sakit pergi jauh dariku Sehat datang membawa cahaya B. Hai mata Mata berlian Allah jadi mata sejati Cahayalah mata sekalian alam Sakitnya tak datang lagi C. Bumi berpijak, langit terbentang Aku berdiri di tengah-tengah Dijaga dewa, dilindungi malaikat Setan jahat tak bisa mendekat D. Yang beralun berilir simayang Mari kecil, kemari Aku menyanggul rambutmu

Aku membawa sadap gading Akan membasuh mukamu 13. Cermatilah mantra berikut! Kuat kait sisirintil Kanjut ngait ka kail Clom giriwil 3x Sungkat-sangkut jawil-menjawil Mina di kali mengait ke kail Plung giriwil 3x Berdasarkan bunyinya, rima akhir pada mantra tersebut termasuk jenis rima .... A. rima sempurna B. rima tak sempurna C. rima aliterasi D. rima disonansi 14. Cermatilah gurindam berikut! Jika ingin mengenal orang mulia Lihatlah pada kelakuan dia Larik- larik puisi tersebut menggunakan kalimat majemuk bertingkat hubungan .... A. syarat B. tujuan C. konsesif D. akibat 15. Cermatilah pantun berikut! Pergi ke kutub lihat penguin Ada yang cantik berjajar dua Hadapi soal dengan kepala dingin Jadikan hati berlapang dada Pada isi pantun tersebut terdapat unsur kebahasaan yang berupa penggunaan diksi yang bermakna konotatif. Kedua kata yang bermakna konotatif pada isi pantun tersebut mengandung arti .... A. mudah menerima – lebar dadanya B. berpikiran sehat – pemaaf C. tenang – senang D. bijaksana – mudah memaafkan B. Jodohkan kalimat berikut dengan jawaban yang tersedia! No. Pernyataan Jawaban Pilihan Jawaban 1 Puisi rakyat yang isinya berhubungan dengan kekuatan gaib disebut .... A. sempurna B. syair C. pantun D. larangan E. tujuan F. konotasi G. teka-teki H. karena I. gurindam J. mutlak K. nasihat L. ajakan M. seru N. denotasi O. mantra P. sejahtera Q. bermartabat R. akibat S. percintaan 2 Puisi rakyat yang bersajak akhir AA, BB, CC disebut ..... 3 Terbang rendah burung peragam Dari huma terbang ke hutan Dilihat dari kalimat yang digunakan, dua baris tersebut adalah larik dari sebuah .... 4 Kabut beraroma romansa Ketenangan yang ada di sebuah kota Datang seperti romansa Merindukan nafkah dan harta Baris 1 dengan baris 3 pada puisi tersebut memiliki rima akhir yang merupakan jenis rima .... 5 Kalimat indah kalimat ... Indah dibaca di dalam taman Janganlah kamu suka nyinyir Hingga kamu dijauhi teman Kata yang tepat untuk melengkapi pantun tersebut adalah .... 6 Ilmu wajib diamalkan Agar ilmu tidak terlupakan Konjungsi pada gurindam tersebut merupakan konjungsi yang menandai hubungan ....

7 Jika hendak mengenal orang yang berakal Di dalam dunia mengambil bekal Rima akhir pada gurindam tersebut merupakan jenis rima .... 8 Bersihkan kain dengan sikat Bersihkannya di kamar mandi Tebal muka jangan dibuat Introspeksi diri kita ikuti Kata yang digarisbawahi adalah penggunaan diksi yang bermakna .... 9 Alangkah indah melihat bunga Di sebuah desa yang makmur sentosa Ada yang lebih indah juga di sana Dengan adanya si bunga desa Kata “bunga” pada baris pertama merupakan pemilihan kata yang bermakna .... 10 Hendaklah peliharakan kaki Daripada berjalan yang membawa rugi Gurindam tersebut merupakan gurindam yang bertema .... 11 Makan ketupat dicampur bakmi Bakmi diaduk biar merata Banyak sekali buah di bumi Tapi buah apa yang pakai mahkota Pantun tersebut tergolong jenis pantun .... 12 Terbang rendah burung peragam Dari huma terbang ke hutan Budaya daerah beraneka ragam Mari bersama kita lestarikan Baris ke-4 pantun tersebut merupakan jenis kalimat .... 13 Ayo ke sekolah tak perlu malas Belajar yang rajin di masing-masing kelas Jaga sikap jangan jadi orang culas Jangan biarkan hati berubah keras Baris ke-4 pantun tersebut merupakan jenis kalimat .... 14 Tidak pernah ada kata terlambat belajar ... semua orang berhak menjadi pintar Kata yang sesuai untuk melengkapi gurindam tersebut adalah .... 15 Berolah raga baik bagi tubuh kita Sehatlah fisik, jiwa, dan raga Jadikanlah itu suatu yang terbiasa Demi hidup yang lebih ... Kata yang sesuai untuk melengkapi syair tersebut adalah .... C. Berilah tanda B apabila pernyataan benar dan S apabila pernyataan salah! No. Pernyataan Benar/Salah 1. Isi terdapat pada baris 2 dan 4, sedangkan baris 1 da 3 merupakan sampiran. Kalimat tersebut merupakan salah satu ciri pantun. 2. Ambillah kapas menjadi benang Ambillah benang menjadi kain Kalau kamu ingin dikenang Berbuat baiklah kepada orang lain Isi pantun tersebut merupakan jenis kalimat majemuk hubungan syarat. 3. Alakatak makanan khas Weru Dibungkus daun jati nikmat rasanya Ayo kawan taati selalu guru Agar kita mendapatkan ilmunya

Isi pantun tersebut merupakan jenis kalimat majemuk hubungan konsesif. 4. Persamaan syair dan gurindam adalah ada keterkaitan arti antarbarisnya. 5. Matahari menjulang tinggi Dengan cahayanya sinari bumi Sebuah penerang dalam hidup ini Manfaatmu begitu jelasnya Bait tersebut merupakan sebuah syair. 6. Jalan-jalan dengan si Mamat Jarak jauh tak terasa berat Ketika dunia lebih kita nikmat Maka kita kehilangan akhirat Bait tersebut merupakan sebuah pantun. 7. Membaca puisi dengan diiringi musik disebut musikalisasi puisi sastra. 8. Yang beralun berilir simayang Mari kecil, kemari Aku menyanggul rambutmu Aku membawa sadap gading Akan membasuh mukamu Puisi tersebut merupakan sebuah mantra. 9. Berbaktilah kamu kepada ibumu Niscaya surga akan bertemu Larik pertama gurindam di atas terdiri dari 4 suku kata. 10. Kambing bagus kambing etawa Jika petang harus dikandangkan Bagaimana tidak mau ketawa Kau kentut panjang bagai nyanyian Pantun tersebut termasuk jenis pantun jenaka. D. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jelas dan benar! 1. Sebutkan perbedaan pantun, syair, gurindam, dan mantra! ................................................................................................................................................................. ................................................................................................................................................................. ................................................................................................................................................................. 2. Perhatikan pantun berikut! Ada pembeli ada penjual Tawar menawar ikan betutu Jangan percaya pada pembual Karena ada udang di balik batu Simpulan isi yang bisa kita dapatkan dari pantun tersebut adalah … ................................................................................................................................................................... ................................................................................................................................................................... ................................................................................................................................................................... Bacalah syair berikut dengan saksama untuk menjawab soal nomor 3 dan 4! Jika berteman jangan bergaduh Tak ada gunanya bila bermusuh Hindarilah bersikap angkuh Karena tersisih membuah hidup keruh Walau kamu sudah besar Jangan bertutur kata dengan kasar Mari jadi pribadi yang sabar Agar tetangga tak jadi gusar Alangkah miris ikuti syahwat Hidup bisa jadi lebih berat Jiwa bisa jadi tak terawat Hati juga bisa rusak berkarat 3. Berdasarkan syair tersebut, tuliskanlah a. larik yang terdapat konjungsi hubungan syarat, b. larik yang terdapat konjungsi hubungan konsesif,

c. larik yang terdapat konjungsi hubungan tujuan, d. larik yang terdapat konjungsi hubungan sebab! 4. Berdasarkan syair tersebut, tuliskanlah a. Larik yang merupakan kalimat perintah, b. Larik yang merupakan kalimat larangan, c. Larik yang merupakan kalimat ajakan, d. Larik yang merupakan kalimat seru! 5. Buatlah masing-masing sebait pantun, syair, gurindam, dan mantra dengan tema “gemar belajar”! (Catatan: untuk mantra yang dibuat hanyalah sebagai bentuk kreativitas bersastra, bukan untuk diamalkan) ................................................................................................................................................................. ................................................................................................................................................................. .................................................................................................................................................................

Asesmen Subsumatif Tengah Semester A. Berilah tanda silang (X) huruf A, B, C, atau D pada jawaban yang benar! 1. Perhatikan paragraf berikut! Aku memiliki sahabat waktu kecil. Nama sahabatku Amanda. Amanda anak yang cantik dan periang. Ia pun ramah dengan siapa saja. Amanda selalu cekatan dalam membantu teman, sehingga banyak teman yang suka kepadanya. Amanda pun terkadang suka bertingkah kocak yang membuat teman teman selalu terhibur akan keberadaanya. Paragraf tersebut termasuk teks deskripsi…. A. tempat B. benda C. orang D. waktu 2. Perhatikan kalimat-kalimat berikut ini! 1) Bukit hijau menjadi latar pantai. 2) Debur ombak pantai terdengar berirama. 3) Udara di pinggir pantai terasa segar. 4) Air kecil dengan buih-buih kecil. 5) Pantai panjang dengan pasir putih. Kalimat yang menggunakan panca indra pengelihatan ditunjukkan dengan nomor … A. 1, 2, dan 4 B. 1, 4, dan 5 C. 1, 2, dan 5 D. 2, 3, dan 4 3. Perhatikan kutipan teks berikut! Setiap memandang wajahnya, hatiku terasa teduh. Ya, wajah ibuku memang meneduhkan. Matanya yang bulat menyiratkan kasih sayang kepada orang lain. Tangannya yang mungil dan lembut mengajari kami berjalan untuk pertama kalinya. Dengan tangannya yang mungil, ibuku menyuapi kami untuk pertama kalinya dan menghapus air mata kami saat kami menangis. Rambut ibu yang indah menggambarkan keindahan pikirannya. Tidak pernah terbesit dalam pikirannya berbuat buruk kepada orang lain. Dengan bibir mungilnya nasihat-nasihat indah tentang kehidupan mengalir ke telinga kami. Kalimat di atas merupakan deskripsi. . . A. Deskripsi subjektif B. Deskripsi objektif C. Deskripsi teknis/ekspositoris D. Deskripsi sugestif 4. Cermati kalimat berikut ini! Pemerintah Batu menawarkan paket wisata erupsi Gunung Bromo. Penawaran ini bertujuan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus memberikan jaminan bahwa gunung setinggi 2.329 mdpl tersebut aman dikunjungi, meski berstatus siaga. Wisatawan dapat menikmati pemandangan eksotis Gunung Bromo dari jauh. Penawaran paket wisata ini termasuk kegiatan menikmati hasil panen dan keindahan matahari terbit. Teks tersebut membahas… A. Pemandangan eksotis Gunung Bromo. B Peningkatan kunjungan wisatawan. C. Keindahan Gunung Bromo. D. Penawaran paket wisata erupsi Gunung Bromo. 5. Cermati kalimat berikut: (1) Pada malam hari pemandangan rumah terlihat eksotis. (2) Apalagi dengan cahaya lampu yang memantul dari seluruh penjuru rumah. (3) Dari luar bangunan itu terlihat indah, mampu memberikan kehangatan bagi siapa saja yang memandangnya. (4) Lampu-lampu taman menambah kesan eksotis yang telah ada. Urutan kalimat-kalimat tersebut agar menjadi paragraf deskripsi yang padu adalah...

A. (1)-(2)-(4)-(3) B. (1)-(3)-(2)-(4) C. (1)-(3)-(4)-(2) D. (1)-(2)-(3)-(4) 6. Perhatikan kutipan teks berikut! Kota Tua Jakarta adalah sebuah kawasan bersejarah yang terletak di Jakarta Barat. Kawasan ini dikenal sebagai pusat pemerintahan dan perdagangan saat masa kolonial Belanda. Hingga kini, Kota Tua tetap mempertahankan pesona sejarahnya dengan bangunan-bangunan tua yang terawat dan menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Paragraph di atas menunjukkan struktur teks deskripsi bagian …. A. identifikasi B. deskripsi bagian C. simpulan D. deskripsi objektif 7. Cermati kalimat berikut ini! Ayah adalah tulang punggung keluarga Kalimat yang diambil dari teks deskripsi tersebut menggunakan jenis majas …. A. Metafora B. Hiperbola C. Personifikasi D. Simile 8. Menjelang senja, kita akan disuguhi pemandangan lain yang menakjubkan. Mentari berwarna kuning keemasan, perlahan tenggelam di ufuk barat. Kepergiannya secara perlahan membuat mata kita tak berkedip untuk terus menikmati pesonanya. Sungguh ciptaan Tuhan yang luar biasa. Berdasarkan struktur teks deskripsi, paragraf di atas menunjukkan... A. Identifikasi B. Deskripsi bagian C. Deskripsi manfaat D. Simpulan/kesan 9. Berikut ini kalimat yang menggunakan kata depan “di” adalah …. A. Wisatawan disarankan untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan. B. Mentari berwarna kuning keemasan, perlahan tenggelam di ufuk barat. C. Rambut panjang gadis itu dipermainkan angin laut yang berhembus. D. Perahu nelayan seakan ditelan ombak dari kejauhan. 10. Cermati kalimat berikut ini! Keelokan bawah laut menjadi surga buat koral-koral di Karimunjawa. Kata keelokan dalam kalimat tersebut memiliki persamaan dengan kata berikut, kecuali... A. Keindahan B. Kecantikan C. Kemolekan D. Keragaman 11. Karena gemar belajar, akhirnya Putri menjadi anak yang pintar dan berprestasi. Dia sering menjadi juara dalam banyak lomba. Pantun yang sesuai dengan ilustrasi tersebut adalah .... A. Kuda poni si kuda kepang Tubuhnya tinggi larinya cepat Riang hati bukan kepalang Hadiah prestasi akan didapat B. Kebun dijaga dengan pagar Pagarnya bukan dari besi Ayo kita gemar belajar Agar jadi pintar dan berprestasi C. Sari kelapa buah nira Nira diolah untuk sedekah Gembira hati tiada terkira

Dapat hadiah karena belajar D. Pergi ke Goa Jatijajar Banyak orang bertamasya Mari kita giat belajar Supaya orang tua bahagia 12. Perhatikan puisi rakyat berikut! Yang beralun berilir simayang Mari kecil, kemari Aku menyanggul rambutmu Aku membawa sadap gading Akan membasuh mukamu Puisi tersebut adalah puisi rakyat jenis .... A. pantun B. syair C. gurindam D. mantra 13. Perhatikan larik-larik pantun berikut! 1) Mendapat kawan senang rasanya 2) Bila dimasak dan dimakan 3) Tentu boleh kita berkenalan 4) Ikan laut enak rasanya Larik pantun tersebut akan menjadi pantun yang baik bila disusun dengan urutan .... A. 4 – 3 – 2 – 1 B. 4 – 2 – 1 – 3 C. 1 – 3 – 2 – 4 D. 2 – 3 – 1 – 4 14. Cermatilah teks pantun berikut! Biarlah orang bertanam buluh Mari kita bertanam padi Biarlah orang bertanam musuh Mari kita bertanam budi Maksud isi pantun tersebut adalah … A. Melakukan kebaikan lebih mulia daripada mencari musuh. B. Janganlah mencari musuh supaya tidak berhutang budi. C. Budi harus dibalas supaya tidak menimbulkan permusuhan. D. Permusuhan akan terjadi kalau tidak pandai menanam kebaikan. 15. Bacalah dengan saksama syair berikut! Pada zaman dahulu kala Tersebutlah sebuah cerita Sebuah negeri yang aman sentosa Dipimpin sang raja nan bijaksana Negeri bernama Pasir Luhur Tanahnya luas lagi subur Rakyat teratur hidupnya makmur Rukun raharja tiada terukur Raja bernama Darmalaksana Tampan rupawan elok parasnya Adil dan jujur penuh wibawa Gagah perkasa tiada tandingnya Nilai moral yang bisa diambil dari syair tersebut adalah ... A. Seorang raja yang tampan dan rupawan tentu akan disenangi oleh rakyatnya. B. Menjadi pemimpin yang baik akan menjadikan rakyat/ bawahannya hidup dengan tenteram dan bahagia. C. Negeri Pasir Luhur adalah negeri yang dipimpin oleh Raja Darmalaksana yang adil dan bijaksana. D. Cerita tentang negeri yang aman sentosa yang tanahnya subur makmur yang dipimpin oleh Raja Darmalaksana.

16. Perhatikan gurindam berikut! Janganlah mengejar dunia semata Sehingga akhirat jadi terlupa Pada baris kedua gurindam tersebut terdapat konjungsi yang bermakna .... A. tujuan B. sebab C. akibat D. perbandingan 17. Cermatilah bait syair berikut! Jika tuan menjadi air Kakang menjadi ikan di pasir Kata nin tiada kakanda mungkir Kasih kakang batin dan lahir Kata “mungkir” pada syair tersebut memiliki arti .... A. mungkin B. pergi C. tidak cinta D. tidak setia 18. Perhatikan kutipan mantra berikut! Pulanglah engkau kepada rimba sekampung Pulanglah engkau kepada rimba yang besar Pulanglah engkau kepada gaung guntung Pulanglah engkau kepada sungai yang tiada berhulu, Ketiga baris pada mantra tersebut menggunakan jenis kalimat .... A. ajakan B. perintah C. saran D. seru 19. Cermatilah pantun berikut! Jalan-jalan bawa ... Petasan disulut dibuang ... Janganlah kita ... Hidup bermakna giat ... Kata yang tepat digunakan untuk melengkapi pantun tersebut adalah .... A. (1) petasan, (2) saja, (3) bermalas-malasan, (4) bekerja B. (1) petasan, (2) ke taman, (3) bermalas-malasan, (4) ternyaman C. (1) senapan, (2) kawan, (3) berseteru, (4) bertemu D. (1) sapu, (2) di situ, (3) ragu, (4) bermutu 20. Cermatilah pantun berikut! Penghasil batik di Yogyakarta Penghasil ulos Sumatera Utara Kalau kamu memiliki cita-cita Hendaklah mau sedikit sengsara Berdasarkan strukturnya, telaah untuk pantun tersebut adalah ... A. Struktur penyajian pantun dua larik sampiran dan dua larik isi pantun. Dua larik pertama merupakan pengantar untuk masuk pada isi larik 3 dan 4. Makna/isi pada larik 1 dan 2 dengan larik 3 dan 4 tidak berhubungan. Ditinjau dari jenis kalimat yang digunakan, pantun larik 1 dan larik 2 menggunakan kalimat berita. Larik satu dan larik 2 merupakan kalimat berdiri sendiri. Larik 3 dan 4 merupakan kalimat saran dengan pola hubungan syarat, pada larik 3 dan larik 4 merupakan hasil . Larik 3 dan 4 merupakan satu kalimat majemuk. B. Struktur penyajian pantun dua larik sampiran dan dua larik isi pantun. Dua larik pertama merupakan pengantar untuk masuk pada isi larik 3 dan 4. Makna/isi pada larik 1 dan 2 dengan larik 3 dan 4 tidak berhubungan. Ditinjau dari jenis kalimat yang digunakan, pantun larik 1 dan larik 2 menggunakan kalimat perintah. Larik satu dan larik 2 merupakan kalimat berdiri sendiri. Larik 3 dan 4 merupakan kalimat saran dengan pola hubungan syarat, pada larik 3 dan larik 4 merupakan hasil . Larik 3 dan 4 merupakan satu kalimat majemuk.

C. Struktur penyajian pantun dua larik sampiran dan dua larik isi pantun. Dua larik pertama merupakan pengantar untuk masuk pada isi larik 3 dan 4. Makna/isi pada larik 1 dan 2 dengan larik 3 dan 4 tidak berhubungan. Ditinjau dari jenis kalimat yang digunakan, pantun larik 1 dan larik 2 menggunakan kalimat berita. Larik satu dan larik 2 merupakan kalimat berdiri sendiri. Larik 3 dan 4 merupakan kalimat saran dengan pola hubungan sebab akibat, pada larik 3 dan larik 4 merupakan hasil . Larik 3 dan 4 merupakan satu kalimat majemuk. D. Struktur penyajian pantun dua larik sampiran dan dua larik isi pantun. Dua larik pertama merupakan pengantar untuk masuk pada isi larik 3 dan 4. Makna/isi pada larik 1 dan 2 dengan larik 3 dan 4 tidak berhubungan. Ditinjau dari jenis kalimat yang digunakan, pantun larik 1 dan larik 2 menggunakan kalimat berita. Larik satu dan larik 2 merupakan kalimat berdiri sendiri. Larik 3 dan 4 merupakan kalimat saran dengan pola hubungan waktu, pada larik 3 dan larik 4 merupakan hasil . Larik 3 dan 4 merupakan satu kalimat majemuk. B. Berilah tanda silang (X) huruf A, B, C, atau D pada jawaban benar! (Jawaban lebih dari satu) Pesona Danau Toba di Pagi Hari Danau Toba, sebuah danau vulkanik raksasa yang terletak di Sumatera Utara, adalah salah satu keajaiban alam Indonesia. Pagi hari adalah waktu terbaik untuk merasakan keindahan dan ketenangan yang ditawarkannya. Ketika fajar menyingsing, kabut tipis perlahan-lahan menyelimuti permukaan Danau Toba, menciptakan pemandangan mistis dan menawan. Air danau yang luas tampak tenang bagai cermin raksasa, memantulkan birunya langit dan hijau pepohonan yang mengelilinginya. Dari kejauhan, Pulau Samosir terlihat megah dengan puncak-puncak bukitnya yang hijau. Suara gemercik air yang memecah kesunyian berpadu dengan kicauan burung-burung yang terbang rendah di atas permukaan danau. Udara pagi yang dingin dan segar menusuk kulit, namun terasa begitu menenangkan. Perahu-perahu nelayan mulai melaut dengan lampu-lampu kecilnya yang berkelip, menambah cantiknya pemandangan di tengah kegelapan yang berangsur pudar. Aromanya bau tanah basah dan air danau yang khas menyeruak, memberikan kesan kesatuan dengan alam. Sumber: https://gemini.google.com/app/2b15d9d96c208ab1?utm_source=app_launcher&utm_medium=ow 21. Pernyataan berikut ini yang termasuk kalimat menggunakan kata cerapan indera pendengaran pada teks tersebut adalah … A. Ketika fajar menyingsing, kabut tipis perlahan-lahan menyelimuti permukaan Danau Toba, menciptakan pemandangan mistis dan menawan. B. Kicauan burung-burung yang terbang rendah di atas permukaan danau. C. Suara gemercik air yang memecah kesunyian. D. Aromanya bau tanah basah dan air danau yang khas menyeruak, memberikan kesan kesatuan dengan alam. 22. Kalimat majas yang terdapat pada teks deskripsi di atas adalah… A. Air danau yang luas tampak tenang bagai cermin raksasa. B. Kabut tipis perlahan-lahan menyelimuti permukaan Danau Toba. C. Udara pagi yang dingin dan segar menusuk kulit. D. Pulau Samosir terlihat megah dengan puncak-puncak bukitnya yang hijau. 23. Pernyataan berikut yang termasuk dalam struktur deskripsi bagian adalah … A. Danau Toba, sebuah danau vulkanik raksasa yang terletak di Sumatera Utara, adalah salah satu keajaiban alam Indonesia. B. Ketika fajar menyingsing, kabut tipis perlahan-lahan menyelimuti permukaan Danau Toba, menciptakan pemandangan mistis dan menawan. C. Air danau yang luas tampak tenang bagai cermin raksasa, memantulkan birunya langit dan hijau pepohonan yang mengelilinginya. D. Dari kejauhan, Pulau Samosir terlihat megah dengan puncak-puncak bukitnya yang hijau. 24. Kalimat berikut yang menggunakan kata sifat adalah … A. Air danau yang luas tampak tenang bagai cermin raksasa, memantulkan birunya langit dan hijau pepohonan yang mengelilinginya. B. Ketika fajar menyingsing, kabut perlahan-lahan menyelimuti permukaan Danau Toba.

C. Pulau Samosir terlihat megah dengan puncak-puncak bukitnya yang hijau. D. Perahu-perahu nelayan mulai melaut dengan lampu-lampu. 25. Berikut ini termasuk dalam langkah menyunting teks deskripsi adalah… A. Baca ulang teks: Baca teks deskripsi yang telah ditulis untuk memahami isi dan struktur teks. B. Periksa kejelasan: Periksa apakah teks deskripsi sudah jelas dan efektif dalam menyampaikan informasi. C. Berikan tambahan informasi berdasarkan imajinasi agar lebih menarik. D. Periksa kesalahan bahasa: Periksa apakah terdapat kesalahan bahasa, seperti kesalahan ejaan, tata bahasa, dan penggunaan kata. 26. Perhatikan puisi berikut! Dengan Ibu jangan durhaka Supaya Tuhan tidak murka Pernyataan yang tidak sesuai dengan puisi tersebut adalah ... A. Sikap durhaka itu tidak baik. B. Setiap ibu mengajarkan anaknya untuk taat terhadap Tuhan. C. Tuhan tidak senang dengan orang-orang yang menyakiti orang lain. D. Kita harus berbakti pada ibu agar tidak dimurkai Tuhan! 27. Cermati puisi berikut! Hewan kutub itu penguin Jalannya lucu bikin tertawa Cinta itu seperti angin Tak terlihat tapi terasa Pernyataan yang sesuai dengan puisi tersebut adalah ... A. Pantun tersebut berisi tentang kehidupan penguin. B. Puisi tersebut adalah puisi jenis pantun. C. Puisi tersebut adalah puisi jenis syair. D. Tema puisi tersebut adalah tentang cinta. 28. Cermati puisi berikut! Perteguh jua alat perahumu Hasilkan bekal air dan kayu Dayung pengayuh taruh di situ Supaya laju perahumu itu Pernyataan yang sesuai dengan puisi tersebut adalah ... A. Puisi tersebut adalah puisi jenis syair. B. Terdapat kata peghubung waktu C. Terdapat kata penghubung tujuan D. jumlah suku kata tiap baris lebih dari 10 29. Cermati dua puisi berikut! Puisi 1 Puisi 2 Pagi-pagi menanam kembang Disiram selalu setiap hari Ayah ibumu membanting tulang Buktikan suksesmu di hari nanti Ibu pergi membeli baju Baju dibungkus lalu dibayar Janganlah engkau kepala batu Nasihat ibu harus didengar Pernyataan yang tidak sesuai dengan isi kedua bait puisi tersebut adalah … A. Berisi nasihat kepada seorang anak agar menghargai ibunya. B. Harapan seorang ibu atas kesuksesan anak-anaknya. C. Menyerukan agar orang tua memperhatikan anak-anaknya. D. Menceritakan suka duka seorang ibu dalam menyekolahkan anaknya. 30. Perhatikan puisi berikut! Beli semangka lalu ... (1) Setelah itu dimakan santai Jangan berhenti ketika kau lelah Tapi berhentilah ketika ... (2) Kata yang sesuai untuk melengkapi puisi tersebut agar menjadi sebuah pantun adalah … A. (1) dikupas, (2) tercapai B. (1) dibelah, (2) capai

C. (1) dibelah, (2) tercapai D. (1) dibelah, (2) tergapai C. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jelas! Patung Garuda Wisnu Kencana Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) adalah sebuah mahakarya monumental yang berdiri megah di Bukit Ungasan, Bali. Menggambarkan Dewa Wisnu yang menunggangi tunggangannya, burung Garuda, patung ini menjadi salah satu patung tembaga terbesar di dunia. Dengan tinggi total mencapai 121 meter dari permukaan tanah, GWK menjulang gagah dan dapat terlihat dari jarak puluhan kilometer, menjadi landmark yang tak terlewatkan di Pulau Dewata. Detail pada patung ini sangat memukau. Wajah Dewa Wisnu yang tenang dan agung, serta sayap Garuda yang lebar dan detail, menunjukkan ketelitian luar biasa dari para seniman. Bahan tembaga yang digunakan memberikan warna keemasan yang elegan, memantulkan cahaya matahari dengan indah. Area di sekitar patung utama juga sangat luas, meliputi taman-taman yang tertata apik, amfiteater terbuka, dan beberapa fasilitas pendukung lainnya. Kompleks GWK Cultural Park bukan hanya sekadar tempat melihat patung, melainkan juga pusat seni dan budaya. Pertunjukan tari tradisional Bali seringkali dipentaskan di amfiteater, memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada pengunjung. Terdapat pula toko-toko souvenir yang menjual kerajinan tangan khas Bali, serta restoran yang menyajikan hidangan lezat. Patung GWK sendiri tidak hanya berdiri sendiri, melainkan dikelilingi oleh pilar-pilar besar yang menambah kesan agung dan sakral. Secara keseluruhan, Patung GWK adalah simbol keagungan seni dan budaya Bali yang luar biasa. Ia merefleksikan nilai-nilai spiritual dan filosofis, sekaligus menjadi daya tarik pariwisata kelas dunia. Kunjungan ke GWK bukan hanya sekadar melihat patung, tetapi juga menyelami warisan budaya yang kaya dan mengagumi keahlian artistik yang luar biasa. Sumber: https://gemini.google.com/app/e567d72057a2e078?utm_source=app_launcher&utm_medium 31. Tentukan tiga informasi penting pada teks deskripsi yang berjudul! …………………………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………………………… 32. Analisislah struktur teks tersebut dengan menggunakan tabel berikut! Bagian Teks Paragraf Alasan Judul Identifikasi Deskripsi Bagian Simpulan 33. Bacalah paragraf-paragraf acak di bawah ini. Urutkanlah menjadi sebuah teks deskripsi yang padu dan logis tentang sebuah tempat. Paragraf Acak: 1) Dinding-dindingnya yang kokoh dihiasi ukiran-ukiran naga dan awan, memancarkan aura kebesaran dan kekuatan. Di tengah ruangan, terdapat patung Buddha yang berlapis emas, duduk dengan tenang di atas singgasana teratai. 2) Gerbang utama yang megah, diapit oleh dua patung singa penjaga, menyambut setiap pengunjung dengan kesan pertama yang memukau. Setelah melangkah masuk, kita akan menemukan diri berada di halaman luas yang dikelilingi taman-taman tropis yang rindang. 3) Kuil ini, dengan arsitektur tradisional Tiongkok yang kental, adalah rumah bagi kedamaian dan keindahan. Terletak di puncak bukit yang tenang, kuil ini menawarkan pemandangan kota di bawahnya yang menakjubkan. 4) Pada sore hari, saat matahari mulai terbenam, cahaya keemasan menyinari seluruh area kuil, menciptakan pemandangan yang magis. Aroma dupa yang lembut menguar, menambah kekhusyukan suasana. Kuil ini benar-benar sebuah tempat yang menawarkan ketenangan batin dan keindahan visual.

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………………………………………………………… 34. Bacalah puisi berikut dengan saksama! Dengarlah wahai para remaja Perundungan itu hal menyiksa Yang bekasnya kan sepanjang masa Yang tak akan kembali sempurna Luka lara kan selalu dibawanya Derita batin kan lari ke lahir akhirnya Dengan demikian wahai para remaja Tinggalkan perundungan untuk selamanya Berdasarkan puisi tersebut, analisislah jenis dan unsurnya dengan cara mengisi tabel berikut! Jumlah Bait Jumlah Baris dalam Setiap Bait Jumlah Suku Kata Tiap Baris Pola Rima Jenis Puisi Tema Pesan Analisis Puisi 35. Tulislah sebuah pantun, syair, gurindam, dan mantra dengan tema rajin berolah raga! (Catatan: untuk mantra yang dibuat hanyalah sebagai bentuk kreativitas bersastra, bukan untuk diamalkan) …………………………………………………………………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

BAB III BERKELANA DI DUNIA IMAJINASI (TEKS CERITA FANTASI) Gambar 3.1 https://images.app.goo.gl/5ULugbYK9MyUiEtD7 Capaian Pembelajaran Menyimak Peserta didik mampu menganalisis dan mengevaluasi informasi berupa gagasan,pikiran, perasaan, pandangan, arahan, atau pesan yang akurat dari berbagai tipe teks (nonfiksi dan fiksi) audiovisual dan aural dalam bentuk monolog, dialog, dan gelar wicara. Peserta didik mampu mengeksplorasi dan mengevaluasi berbagai informasi dari topik aktual yang didengar. Membaca dan Memirsa Peserta didik memahami informasi berupa gagasan,pikiran, pandangan, arahan, atau pesan dari teks deskripsi, narasi, puisi, eksplanasi, dan eksposisi dari teks visual dan audiovisual untuk menemukan makna yang tersurat dan tersirat. Peserta didik menginterpretasikan informasi untuk mengungkapkan simpati, kepedulian, empati, atau pendapat pro dan kontra dari teks visual dan audiovisual. Peserta didik menggunakan sumber informasi lain untuk menilai akurasi dan kualitas data serta membandingkan informasi pada teks. Peserta didik mampu mengeksplorasi dan mengevaluasi berbagai topik aktual yang dibaca dan dipirsa. Menulis Peserta didik mampu menulis gagasan,pikiran, pandangan, arahan, atau pesan tertulis untuk berbagai tujuan secara logis, kritis, dan kreatif. Peserta didik juga menuliskan hasil penelitian menggunakan metodologi sederhana dengan mengutip sumber rujukan secara etis. Menyampaikan ungkapan rasa simpati, empati, peduli, dan pendapat pro/kontra secara etis dalam memberikan penghargaan secara tertulis dalam teks multimodal. Peserta didik mampu menggunakan dan mengembangkan kosakata baru yang memiliki makna denotatif, konotatif, dan kiasan untuk menulis. Peserta didik menyampaikan tulisan berdasarkan fakta, pengalaman, dan imajinasi secara indah dan menarik dalam bentuk prosa dan puisi dengan penggunaan kosa kata secara kreatif. Berbicara dan Mempresentasikan Peserta didik mampu menyampaikan gagasan, pikiran, pandangan, arahan, atau pesan untuk tujuan pengajuan usul, pemecahan masalah, dan pemberian solusi secara lisan dalam bentuk monolog dan dialog logis, kritis, dan kreatif. Peserta didik mampu menggunakan dan mengembangkan kosakata baru yang memiliki makna denotatif, konotatif, dan kiasan untuk berbicara dan mempresentasikan. Peserta didik mampu menggunakan ungkapan sesuai dengan norma kesopanan dalam berkomunikasi. Peserta didik mampu berdiskusi secara aktif, kontributif, efektif, dan santun. Peserta didik mampu menuturkan dan menyajikan ungkapan simpati, empati, peduli, perasaan, dan penghargaan dalam bentuk teks informasional dan fiksi melalui teks multimodal. Peserta didik mampu mengungkapkan dan mempresentasikan berbagai topik aktual secara kritis.

Tujuan Pembelajaran Menyimak 6. Peserta didik mampu menganalisis alur cerita dalam teks cerita fantasi yang diperdengarkan 7. Peserta didik mampu menganalisis penokohan dalam teks cerita fantasi yang diperdengarkan Membaca dan Memirsa 1. Peserta didik mampu menemukan makna yang tersurat dan tersirat dari teks cerita fantasi yang dibaca. 2. Peserta didik mampu memahami struktur teks cerita fantasi yang dibaca. 3. Peserta didik mempu memahami unsur kebahasaan dalam teks cerita fantasi yang dibaca. Menulis 1. Peserta didik mampu menyampaikan tulisan berdasarkan fakta, pengalaman, dan imajinasi secara indah dan menarik dalam bentuk teks cerita fantasi Berbicara dan Mempresentasikan 1. Peserta didik mampu menuturkan cerita fantasi 2. Peserta didik mampu menyajikan penokohan, makna tersurat dan tersirat, struktur teks, dan ciri kebahasaan teks cerita fantasi dalam bentuk presentasi Pertanyaan Pemantik 5. Bagaimana jika mimpi seseorang bisa dilihat dan bahkan dimasuki oleh orang lain? 6. Bayangkan sebuah artefak kuno yang bisa mengabulkan satu permintaan, tetapi dengan konsekuensi yang tak terduga. Permintaan apa yang akan Anda ajukan? 7. Bayangkan ada sebuah pintu rahasia di rumahmu yang mengarah ke dunia di mana hukum fisika tidak berlaku. Apa yang akan Anda temukan di sana? Peta Konsep Berkelana di Dunia Imajinasi (Teks Cerita Fantasi) Menyimak Menganalisis alur cerita fantasi Menganalisis penokohan dalam cerita fantasi Membaca dan Memirsa Menemukan makna tersurat dan tersirat dalam cerita fantasi Memahami struktur teks cerita fantasi Memahami unsur kebahasaan teks cerita fantasi Menulis Menyusun kerangka teks cerita fantasi Menulis teks cerita fantasi Berbicara dan Mempresentasikan Menuturkan teks cerita fantasi Menyampaikan penokohan, makna tersurat dan tersirat, struktur teks, dan unsur kebahasaan teks cerita fantasi dalam bentuk presentasi

Apersepsi Mari kita bayangkan sejenak... pernahkah kalian membayangkan dunia di mana naga terbang melintasi langit senja, di mana pohon-pohon memiliki mata dan telinga, atau di mana sihir bukan lagi sekadar ilusi panggung? Dunia-dunia seperti itu, yang melampaui batas realitas yang kita kenal, adalah inti dari cerita fantasi. Dalam cerita fantasi, segalanya mungkin terjadi. Hukum alam yang biasa kita patuhi sehari-hari seringkali dikesampingkan, membuka pintu bagi petualangan yang luar biasa dan karakter-karakter yang tak terlupakan. Kita akan menjelajahi kerajaan-kerajaan yang hilang, bertemu dengan makhluk-makhluk mitos, dan menyaksikan pertempuran antara kebaikan dan kejahatan dalam skala yang epik. Hari ini, kita akan menyelami lebih dalam ke dalam dunia yang penuh keajaiban dan misteri ini. Bersiaplah untuk melepaskan imajinasi kalian, karena kita akan bersama-sama mengupas unsur-unsur yang membangun sebuah teks cerita fantasi yang memukau. Mari kita buka gerbang menuju dunia "seandainya" yang tak terbatas! Asesmen Diagnostik 1. Menurut pendapat kalian, apa yang membedakan cerita fantasi dengan jenis cerita lainnya (misalnya, cerita pendek, cerita fabel)? Sebutkan minimal satu perbedaan utama! 2. Berikan satu contoh judul buku atau film yang menurut kalian termasuk dalam genre fantasi! 3. Sebutkan minimal satu elemen atau unsur yang sering ditemukan dalam cerita fantasi! 4. Menurut kalian, apa hal yang paling menarik dari membaca atau menonton cerita fantasi? Menyimak Cerita fantasi dibagi menjadi dua kata, yaitu cerita dan fantasi. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), cerita adalah karangan yang menuturkan perbuatan, pengalaman, atau penderitaan orang atau kejadian dan sebagainya (baik yang sungguh-sungguh terjadi maupun yang hanya rekaan belaka). Sedangkan fantasi dalam KBBI beraru daya untuk menciptakan angan-angan. Sementara itu, Nurgiyantoro (dalam Siti Badriyah) mengatakan bahwa cerita fantasi adalah cerita yang menampilkan tokoh, alur, latar, atau tema yang derajat kebenarannya diragukan, baik menyangkut (hampir) seluruh ataupun hanya sebagian cerita. Dengan demikian, cerita fantasi adalah sebuah karangan yang dibuat dengan daya imajinasi atau khayalan seseorang yang didalamnya terdapat berbagai kisah. Sama dengan cerita-cerita pada umumnya, cerita fantasi termasuk ke dalam salah satu bentuk karya sastra, sebab memiliki tokoh, alur, latar, serta yang lainnya. Pada umumnya, berbagai macam hal yang mudah dipahami oleh anak-anak akan diceritakan pada cerita fantasi yang ditulis penulis. Kisah yang dibuat oleh seseorang yang menulis kisah fantasi biasanya akan dikembangkan agar para pembaca terutama anak-anak mudah memahami serta menerimanya. Dalam kisah fantasi, seorang pengarang akan membuat dunia fantasinya. Dunia fantasi itu ialah dunia yang diciptakan sendiri oleh pengarang. Daya imajinasi pada setiap orang akan meningkat jika orang tersebut membaca cerita fantasi. Ide-ide kreatif yang dapat dijadikan karya akan dihasilkan dan diciptakan dari daya imajinasi yang meningkat itu. Salah satu contoh teks cerita fantasi yang sangat populer adalah novel Harry Potter karya J. K. Rowling. Novel yang terdiri atas tujuh seri ini berkisah tentang petualangan seorang penyihir remaja bernama Harry Potter bersama dua sahabatnya, yaitu Ronald Bilius Weasley dan Hermione Jean Granger yang merupakan pelajar di Sekolah Sihir Hogwarts. Terdapat beberapa unsur yang dapat ditemukan pada setiap teks cerita fantasi, di antaranya adalah sebagai berikut. 1. Mengandung keajaiban, keanehan, dan kemisteriusan Teks cerita fantasi ditulis dengan ide cerita berdasarkan imajinasi yang tidak terbatas. Umumnya, pada teks cerita fantasi kerap ditemukan unsur keajaiban, keanehan, kemisteriusan, ataupun hal-hal lainnya yang bersifat gaib atau tidak nyata, serta tidak masuk akal. 2. Menggunakan berbagai latar (lintas ruang dan waktu)

Berbeda dengan cerita biasa, cerita bergenre fantasi umumnya akan menggunakan berbagai macam latar bahkan hingga melintasi ruang dan waktu. Misalnya, latar ruang angkasa, kerajaan bawah laut, atau dunia multiverse. 3. Tokoh unik (memiliki kesaktian) Tokoh dalam teks cerita fantasi biasanya memiliki keunikan tersendiri, seperti memiliki kesaktian, superpower, atau kekuatan sihir. Selain itu, ada juga teks cerita fantasi yang karakternya merupakan makhluk selain manusia, seperti putri duyung, manusia setengah kuda, manusia bersayap kupu-kupu, alien, dan lain sebagainya. 4. Bersifat fiksi Karena ceritanya yang pure imagination, maka teks cerita fantasi tergolong dalam teks yang bersifat fiksi alias merupakan karangan penulis dan tidak terjadi di dunia nyata. A. Menganalisis Alur Cerita Fantasi Alur disebut juga plot. Menurut KBBI, plot adalah jalan (alur) cerita (dalam novel, sandiwara, dan sebagainya). Mengutip Literary Terms, plot adalah bagaimana cerita berkembang, terungkap, dan bergerak dalam waktu. Dalam narasi atau penulisan kreatif, plot adalah urutan peristiwa yang membentuk sebuah cerita. Mengapa alur penting? Karena alur itulah yang membuat sebuah cerita menjadi cerita. Alur memungkinkan penulis mengembangkan tema. Yang terpenting, konflik dalam alur membuat sebuah cerita menarik secara emosional. Mengutip Kemdikbud RI (dalam Arum Sutrisni) garis besar rangkaian peristiwa sebuah cerita atau rangkaian jalinan cerita (alur atau plot) biasanya mengikuti pola tertentu. Tiga ragam alur cerita fantasi sebagai berikut: 1. Alur lengkap (dimulai dari orientasi yaitu pengenalan latar terjadinya, siapa yang mengalami), muncul masalah, masalah memuncak, pemecahan masalah. • Bagian Awal: Sering juga disebut bagian pengenalan (orientasi), fungsinya adalah mengantarkan cerita. Pada bagian ini dikenalkan latar cerita, tokoh dan watak-wataknya. • Bagian Tengah: Merupakan rangkaian kejadian/peristiwa hingga ke bagian klimaks atau inti cerita. • Bagian Akhir: Bagian ini menjawab masalah utama, tentu saja dijawab dalam bentuk rangkaian peristiwa/kejadian juga. Bagian terakhir adalah kesimpulan dan penutup cerita. 2. Alur peristiwa (dimulai dari munculnya masalah, masalah memuncak, dan ditutup denga pemecahan masalah). Berikut ini gambar pola alur peristiwa. 3. Alur tanpa resolusi (dimulai dari pengenalan, rangkaian peristiwa hingga klimaks). Berikut ini gambar pola alur tanpa resolusi.

Berikut ini contoh analisis alur sebuah cerita fantasi yang berjudul “Penghapus Ajaib” untuk menambah pemahaman kalian dalam materi ini. Penghapus Ajaib Aku adalah seorang pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang sering dikenal siswa yang selalu mendapatkan nilai-nilai pas-pasan. Aku juga tak tahu mengapa selalu mendapatkan nilai pas- pasan. Nilai-nilai pas-pasan yang aku miliki membuat diriku selalu berada di peringkat bawah. Aku seperti selalu merasa kecewa karena selalu mendapatkan nilai yang tidak bisa memuaskan diriku dan orangtuaku. Padahal hampir setiap hari aku selalu belajar dan tidak lupa untuk mengerjakan PR. Orangtuaku tidak pernah marah kepadaku ketika aku mendapatkan nilai yang jelek. Mereka selalu mendukung dan selalu berkata,”selama nilai yang kamu dapatkan berasal dari kejujuran kami tidak akan pernah marah dan kecewa”. Seperti ada suatu hal yang dapat membuat hatiku terasa sejuk, sehingga aku merasakan ketenangan yang belum pernah aku rasakan. Keesokan harinya ketika aku berangkat sekolah, aku bertemu dengan temanku di tengah jalan dan kami pun mengobrol sambil berjalan ke sekolah. Berbeda dengan diriku, temanku ini sangat pintar serta selalu mendapatkan nilai bagus. Aku pun merasakan kebahagiaan ketika berjalan dengan temanku ini, ia selalu memberikan semangat kepada diriku supaya jangan pernah menyerah untuk mendapatkan nilai bagus. Hujan turun dengan sangat deras, sehingga membuat diriku terpaksa menunggu hujan reda. Sangat disayangkan, hujan yang aku tunggu-tunggu supaya reda tak kunjung datang. Aku tidak ingin berlama-lama di sekolah, jadi aku memberanikan diri untuk hujan-hujanan sampai rumah. Aku berlari-lari sangat kencang supaya diriku tidak terlalu lama terkena hujan. Hingga pada saat aku berlari aku terpeleset oleh sebuah penghapus kecil. Aku pun bingung mengapa ada sebuah penghapus kecil yang tergeletak di tengah jalan. Anehnya lagi, penghapus itu tidak segera aku tinggal malah aku bawa pulang. Aku dan penghapus itu seperti ada sebuah kemistri. Sesampainya di rumah, ibu langsung menyiapkan baju baru untuk diriku dan segera menyuruhku untuk mandai. Setelah selesai mandi aku mulai mengerjakan PR di kamar dan sambil bergumam, “aneh penghapus ini malah aku bawa pulang”. Tak disangka-sangak penghapus itu menjawab, “aku bisa membantumu untuk mendapatkan nilai bagus”. Aku terkejut mendengar jawaban dari penghapus itu. Keanehan kalau penghapus itu bisa berbicara dan rasa penasaranku yang tinggi membuat diriku memberanikan diri untuk membuktikan apa yang dikatakan oleh penghapus itu. Kebetulan sekali bahwa hari ini sedang ada ujian matematika. Setiap pertanyaan yang muncul, aku cermati dengan teliti supaya tidak salah menjawab. Lagi dan lagi aku terkejut karena penghapus itu bergerak sendiri dan bergerak ke arah jawaban yang telah aku tulis. Aku pun berkata di dalam hati, “benar-benar penghapus ajaib”. Tiba-tiba jawaban yang aku tulis dihapus oleh penghapus itu. Penghapus itu selalu mengganti jawabanku yang salah. Hingga pada akhirnya hal yang selalu ku harapkan terwujud. Aku pun selalu membawa penghapus itu saat berangkat ke sekolah. Hingga pada suatu hari aku menyimpan penghapus itu di dalam kantong seragam sekolah. Aku pulang dengan rasa bahagia karena mendapatkan nilai bagus. Tiba-tiba hujan turun dengan sangat lebat, karena aku lupa membawa jas hujan, aku berlari sekencang-kencangnya agar cepat sampai rumah. Setelah sampai rumah dengan keadaan basah kuyup, aku langsung memegang kantong seragam. Benar saja penghapus ajaib itu hilang begitu saja seperti ditelan bumi. Aku merasa kecewa

dan khawatir akan mendapatkan nilai yang kurang bagus lagi. Dibalik kekecewaanku selalu terselip harapan dan doa agar penghapus ajaib kembali kepada diriku. Sumber:https://www.gramedia.com/literasi/teks- fantasi/?srsltid=AfmBOop7GXfZhqh4S7hrzMUwA2K3uJVuUbIckqwC6o3JDsRLEKJFk7KC Berdasarkan cerita tersebut, kita bisa membuat contoh analisis alur cerita sebagai berikut. Kali ini kita menganalisis alur dengan menggunakan model alur lengkap. Gambar Alur No. Bagian Alur Peristiwa/Cerita Letak dalam Paragraf 1 Bagian awal (Berisi pengenalan tokoh, latar, dan konflik) - Berisi pengenalan tokoh “aku” seorang pelajar sekolah menengah pertama. - Berisi pengenalan awal konflik atau masalah yang dialami tokoh “aku” yaitu selalu mendapatkan nilai jelek walaupun sudah belajar dan mengerjakan PR. - Pengenalan latar suasana yaitu suasana kesedihan, kekecewaan, dan ketenangan. Paragraf ke-1 s.d. 3 2 Bagian Tengah (Berisi rangkaian peristiwa dalam konflik sampai menuju puncak/klimaks konflik) - Tokoh aku berangkat ke sekolah bersama temannya. - Hujan turun saat pulang sekolah, tokoh aku menunggu hujan reda, tetapi hujan tidak kunjung reda. Tokoh aku memberanikan diri untuk hujan-hujanan sampai rumah. - Tokoh aku berlari sangat kencang, saat berlari tokoh aku terpeleset penghapus kecil, lalu penghapus kecil itu dibawa pulang. - Sesampainya di rumah, tokoh aku segera mandi kemudian mengerjakan pr. - Tokoh aku merasakan keanehan dengan penghapus kecil itu. Penghapus kecil bisa berbicara dan akan membantu tokoh aku mendapatkan nilai bagus. - Tokoh aku membuktikan apa yang dikatakan penghapus kecil saat ujian matematika. - Tokoh aku terkejut karena penghapus itu bergerak sendiri dan bergerak ke arah jawaban yang benar. - Karena penghapus ajaib itu tokoh aku bisa mendapatkan nilai bagus ujian matematika. Paragraf ke-2 s.d. 10 3 Bagian akhir - Hingga pada suatu hari aku menyimpan penghapus itu di dalam kantong seragam sekolah. - Tiba-tiba hujan turun dengan sangat lebat, karena aku lupa membawa jas hujan, aku berlari sekencang-kencangnya agar cepat sampai rumah. - Setelah sampai rumah dengan keadaan basah kuyup, aku langsung memegang kantong seragam. - Penghapus ajaib itu hilang begitu saja seperti ditelan bumi. Paragraf ke-11 s.d. 12

- Aku merasa kecewa dan khawatir akan mendapatkan nilai yang kurang bagus lagi B. Menganalisis Penokohan dalam Cerita Fantasi Menganalisis penokohan dalam cerita fantasi berarti memahami bagaimana karakter-karakter dikembangkan dan bagaimana mereka berperan dalam cerita. Penokohan dalam cerita fantasi sering kali melibatkan karakter-karakter unik dengan kemampuan khusus, mengalami perubahan, dan memicu konflik yang menarik. Berikut adalah poin-poin penting dalam menganalisis penokohan dalam cerita fantasi: 1. Jenis-jenis tokoh berdasarkan peran dalam Cerita: 1) Tokoh Protagonis: Tokoh utama dalam cerita, biasanya memiliki watak yang baik atau simpatik, dan menjadi fokus utama perkembangan alur. Pembaca atau penonton seringkali diharapkan untuk berempati dengan tokoh ini. Contoh: Arjuna dalam Mahabharata, Harry Potter dalam seri Harry Potter. 2) Tokoh Antagonis: Tokoh yang menentang protagonis dan menciptakan konflik dalam cerita. Seringkali digambarkan memiliki watak yang buruk, meskipun tidak selalu demikian. Contoh: Rahwana dalam Ramayana, Lord Voldemort dalam seri Harry Potter. 3) Tokoh Tritagonis: Tokoh penengah atau pendukung, yang membantu menyelesaikan konflik antara protagonis dan antagonis. Mereka bisa berpihak pada salah satu atau menjadi netral. Contoh: Srikandi dalam Mahabharata, Ron Weasley dan Hermione Granger dalam seri Harry Potter. 2. Berdasarkan Perkembangan Watak: 1) Tokoh Statis (Tokoh Pipih atau Flat Character): Tokoh yang karakternya cenderung tetap sepanjang cerita, tanpa mengalami perubahan atau perkembangan yang signifikan. Mereka biasanya memiliki satu atau dua sifat yang menonjol. Contoh: Biasanya tokoh figuran yang hanya berfungsi untuk menggerakkan alur atau memberikan informasi. 2) Tokoh Dinamis (Tokoh Bulat atau Round Character): Tokoh yang mengalami perubahan dan perkembangan watak seiring dengan jalannya cerita, akibat dari peristiwa yang dialaminya. Mereka memiliki karakter yang kompleks dan berlapis-lapis, seperti manusia sesungguhnya. Contoh: Hanif dalam novel Ayah..., Elizabeth Bennet dalam Pride and Prejudice. 3. Berdasarkan Kompleksitas Watak: 1) Tokoh Sederhana (Tokoh Satu Dimensi): Mirip dengan tokoh statis, tokoh ini hanya memiliki satu dimensi watak yang menonjol dan mudah ditebak. 2) Tokoh Bulat (Tokoh Multi Dimensi atau Kompleks): Seperti tokoh dinamis, tokoh ini memiliki berbagai sisi kepribadian, tidak selalu konsisten, dan mampu memberikan kejutan bagi pembaca. Mereka lebih terasa "hidup" dan realistis. 4. Berdasarkan Fungsi dalam Alur: 1) Tokoh Utama: Tokoh yang memiliki peran sentral dalam menggerakkan alur cerita dan biasanya paling banyak diceritakan. Protagonis seringkali merupakan tokoh utama, tetapi tidak selalu. 2) Tokoh Tambahan (Tokoh Bawahan atau Figuran): Tokoh yang perannya tidak terlalu signifikan dalam perkembangan alur utama, tetapi kehadirannya bisa mendukung atau mewarnai cerita. 5. Cara pengarang menggambarkan tokoh dapat dibagi menjadi dua kategori utama: 1) Cara Langsung (Analitik atau Telling) Dalam metode ini, pengarang secara eksplisit dan langsung menyebutkan sifat-sifat, watak, atau karakteristik tokoh. Pembaca tidak perlu menebak atau menyimpulkan sendiri karena semuanya sudah dijelaskan oleh narator. Contoh: "Arya adalah anak yang rajin dan bertanggung jawab. Sejak kecil, ia selalu membantu orang tuanya berjualan di pasar." 2) Cara Tidak Langsung (Dramatik atau Showing) Dalam metode ini, pengarang tidak secara langsung menyebutkan sifat-sifat tokoh. Sebaliknya, pengarang menggambarkan tokoh melalui: a. Dialog: Apa yang dikatakan tokoh, bagaimana cara ia berbicara, dan kepada siapa ia berbicara dapat mengungkapkan banyak hal tentang dirinya. Contoh: "Aku tidak mungkin mengambil uang itu," kata Rina dengan nada tegas sambil menatap mata temannya.

b. Tindakan atau Perbuatan: Apa yang dilakukan tokoh, bagaimana ia bereaksi terhadap suatu peristiwa, dan pilihan-pilihan yang diambilnya mencerminkan karakternya. Contoh: Meskipun hujan deras, Budi tetap mengantarkan makanan pesanan pelanggan tepat waktu. c. Pikiran atau Perasaan: Apa yang dipikirkan dan dirasakan tokoh (biasanya melalui teknik inner monologue atau sudut pandang orang ketiga terbatas) memberikan wawasan tentang motivasi dan kepribadiannya. Contoh: Mengapa dia selalu bersikap dingin padaku? Apa salahku? batin Sinta dengan perasaan sedih. d. Penampilan Fisik: Deskripsi tentang bagaimana tokoh terlihat, pakaian yang dikenakannya, dan ekspresi wajahnya dapat memberikan petunjuk tentang status sosial, suasana hati, atau bahkan kepribadiannya. Contoh: Dengan kemeja lusuh dan tangan yang kasar, tampak jelas bahwa lelaki itu adalah seorang pekerja keras. e. Lingkungan Sekitar: Bagaimana tokoh berinteraksi dengan lingkungannya, bagaimana rumahnya terlihat, atau bagaimana orang lain memperlakukannya dapat mengindikasikan karakternya. Contoh: Kamar Anton yang selalu rapi dan penuh dengan buku-buku ilmiah menunjukkan ketelitian dan minatnya pada ilmu pengetahuan. f. Reaksi Tokoh Lain: Bagaimana tokoh-tokoh lain dalam cerita berinteraksi dan memberikan penilaian terhadap tokoh yang sedang digambarkan dapat menjadi indikator karakternya. Contoh: "Dia memang selalu bisa diandalkan," kata kepala sekolah sambil tersenyum kepada Doni. Dalam sebuah karya sastra yang baik, pengarang sering kali menggunakan kombinasi kedua cara penggambaran tokoh ini untuk menciptakan karakter yang kompleks, hidup, dan meyakinkan. Cara langsung memberikan informasi dasar dengan cepat, sementara cara tidak langsung memberikan kedalaman dan nuansa pada karakter tersebut. Berikut diberikan sebuah contoh analisis penokohan dari sebuah cerita fantasi yang berjudul “Kalung Kristal dan Putri Cahaya” agar lebih memahami penokohan dalam sebah cerita, Kalung Kristal dan Putri Cahaya Di sebuah kerajaan yang tersembunyi di balik kabut abadi, hiduplah seorang putri bernama Anya. Ia bukan putri biasa. Sejak lahir, Anya memiliki kalung kristal bercahaya yang melingkar di lehernya. Kalung itu bukan sekadar perhiasan, melainkan sumber kekuatan yang melindunginya dan kerajaannya dari kegelapan yang mengintai. Anya adalah gadis yang baik hati dan pemberani. Ia sangat menyayangi rakyatnya dan selalu berusaha membantu mereka. Namun, ia juga merasa terasing karena keunikan kalungnya dan tanggung jawab besar yang ia emban. Suatu malam, kegelapan mulai menyelimuti kerajaan. Makhluk-makhluk bayangan muncul dari balik kabut, mencuri cahaya dan menebarkan ketakutan. Raja dan Ratu panik, tetapi Anya tahu ia harus bertindak. Dengan tekad yang kuat, ia memutuskan untuk mencari asal-usul kalungnya dan cara mengalahkan kegelapan. Dalam perjalanannya, Anya bertemu dengan seorang pertapa tua di hutan terlarang. Pertapa itu bijaksana dan misterius. Ia menjelaskan bahwa kalung Anya adalah peninggalan dari ras Cahaya kuno dan hanya bisa diaktifkan dengan hati yang murni dan keberanian yang tulus. Pertapa itu juga memperingatkan Anya tentang penyihir jahat bernama Morwen, penguasa kegelapan yang ingin merebut kalungnya untuk menguasai seluruh dunia. Anya melanjutkan perjalanannya, menghadapi berbagai rintangan dan bahaya. Ia menunjukkan kecerdikan dan ketangguhan dalam setiap kesulitan. Akhirnya, ia tiba di istana Morwen. Pertarungan sengit terjadi. Morwen, dengan sihir kegelapannya, berusaha merebut kalung Anya. Namun, dengan keberanian dan cinta untuk kerajaannya, kalung kristal Anya memancarkan cahaya yang sangat terang, menghancurkan kegelapan dan mengalahkan Morwen. Setelah kegelapan sirna, kerajaan kembali damai. Anya, yang kini dikenal sebagai Putri Cahaya, memerintah dengan adil dan bijaksana, selalu mengandalkan kekuatan hatinya dan cahaya kalungnya untuk melindungi rakyatnya. https://gemini.google.com/app/b15629434bef8814?utm_source=app_launcher&utm_medium=owned&utm_campaign=base_all #:~:text=Kalung%20Kristal%20dan,untuk%20melindungi%20rakyatnya.

Contoh analisis Penokohan: • Anya (Putri Cahaya): o Protagonis: Ia adalah tokoh utama yang menggerakkan alur cerita dan menjadi fokus perhatian pembaca. o Tokoh Bulat (Dinamis): Di awal cerita, ia merasa terasing, namun seiring perjalanan dan tantangan yang dihadapi, ia tumbuh menjadi sosok yang lebih percaya diri, berani, dan bijaksana. o Cara Penggambaran: ▪ Langsung (Telling): Disebutkan bahwa ia baik hati dan pemberani. ▪ Tidak Langsung (Showing): Tindakannya dalam menghadapi kegelapan, tekadnya untuk mencari solusi, dan keberaniannya melawan Morwen menunjukkan sifat-sifat tersebut. Perasaannya yang terasing juga diungkapkan melalui narasi. • Pertapa Tua: o Tokoh Pembantu (Tritagonis): Ia membantu Anya dengan memberikan informasi penting dan bimbingan. o Tokoh Statis: Karakternya digambarkan bijaksana dan misterius sejak awal dan tidak mengalami perubahan signifikan. o Cara Penggambaran: ▪ Langsung (Telling): Disebutkan bahwa ia bijaksana dan misterius. ▪ Tidak Langsung (Showing): Kata-kata nasihatnya dan pengetahuannya tentang kalung kristal menunjukkan kebijaksanaannya. • Morwen: o Antagonis: Ia adalah tokoh yang menentang protagonis dan menjadi sumber konflik utama. o Tokoh Statis: Karakternya digambarkan sebagai penyihir jahat yang haus kekuasaan sejak awal dan tidak mengalami perubahan. o Cara Penggambaran: ▪ Langsung (Telling): Disebutkan sebagai penyihir jahat. ▪ Tidak Langsung (Showing): Tindakannya mencuri cahaya dan keinginannya menguasai dunia menunjukkan sifat jahatnya. • Raja dan Ratu: o Tokoh Pembantu (Figuran): Peran mereka lebih sebagai latar belakang dan menunjukkan situasi kerajaan sebelum Anya bertindak. o Tokoh Statis: Digambarkan panik saat menghadapi kegelapan dan tidak memiliki peran aktif dalam penyelesaian konflik. o Cara Penggambaran: ▪ Tidak Langsung (Showing): Reaksi panik mereka terhadap kegelapan digambarkan melalui narasi. Dalam cerita ini, pengarang menggunakan kombinasi cara penggambaran langsung dan tidak langsung untuk membangun karakter. Anya sebagai protagonis digambarkan lebih mendalam dengan menunjukkan perkembangan karakternya melalui tindakan dan perasaannya. Sementara itu, tokoh antagonis dan pembantu digambarkan lebih sederhana sesuai dengan fungsi mereka dalam cerita. Asesmen Formatif 1 Analisis Alur dan Penokohan Cerita Fantasi 1. Bacalah dengan cermat teks cerita fantasi yang berjudul “Batu Zamrud dan Pengembara Waktu”! Batu Zamrud dan Pengembara Waktu Di sebuah lembah terpencil yang diselimuti kabut magis, hiduplah seorang pemuda bernama Elara. Ia bukan pemuda biasa; di dahinya terukir tanda lahir berbentuk pusaran aneh. Elara adalah sosok yang penuh rasa ingin tahu dan berjiwa petualang. Ia sering merasa tidak cocok dengan kehidupan desanya yang tenang dan memimpikan petualangan di luar batas lembah. Suatu hari, saat menjelajahi reruntuhan kuno di ujung lembah, Elara menemukan sebuah batu zamrud berdenyut. Ketika ia menyentuhnya, pusaran di dahinya bersinar terang, dan tiba-tiba, pemandangan di sekelilingnya berubah drastis. Ia terlempar ke masa lalu, ke sebuah kota megah yang dipenuhi dengan makhluk-makhluk bersayap dan bangunan-bangunan berkilauan.

Di kota kuno itu, Elara bertemu dengan seorang wanita tua bernama Lyra. Lyra adalah seorang bijak dan pengetahuan tentang sejarah waktu. Ia menjelaskan bahwa Elara adalah seorang "Pengembara Waktu", seseorang yang ditakdirkan untuk menjaga keseimbangan garis waktu. Batu zamrud itu adalah kunci untuk mengendalikan kemampuan berpindahnya. Lyra juga memperingatkan Elara tentang penyihir jahat bernama Chronos, yang berusaha mengubah masa lalu untuk menguasai masa depan. Chronos digambarkan sebagai sosok yang licik dan kejam, dengan ambisi yang tak terbatas. Elara, yang awalnya kebingungan dan ketakutan, perlahan mulai menerima takdirnya. Dengan bimbingan Lyra, ia belajar mengendalikan kekuatannya dan memahami pentingnya menjaga sejarah. Ia menghadapi berbagai tantangan dan harus membuat pilihan sulit yang dapat mengubah alur waktu. Dalam perjalanannya, ia menunjukkan keberanian dan kecerdasan dalam mengatasi setiap rintangan. Puncak cerita terjadi ketika Elara harus berhadapan langsung dengan Chronos. Pertarungan terjadi di pusat pusaran waktu, tempat di mana semua garis waktu bertemu. Chronos berusaha menggunakan sihirnya untuk memanipulasi masa lalu, tetapi Elara, dengan bantuan pengetahuan Lyra dan kekuatan batu zamrud, berhasil menggagalkan rencana Chronos. Chronos akhirnya terperangkap dalam pusaran waktu yang tak berujung. Setelah mengalahkan Chronos, Elara dihadapkan pada pilihan: kembali ke masanya atau melanjutkan perjalanannya sebagai penjaga waktu. Ia memilih untuk kembali ke lembahnya, namun kini dengan pemahaman dan tujuan yang baru. Ia tidak lagi merasa tidak cocok, karena ia tahu bahwa ia memiliki peran penting, meskipun tersembunyi. Ia menjadi lebih bijaksana dan bertanggung jawab, siap untuk menjaga keseimbangan waktu jika ancaman lain muncul. https://gemini.google.com/app/b15629434bef8814?utm_source=app_launcher&utm_medium=owned&utm_campaign=base_all #:~:text=Judul%3A%20Batu%20Zamrud,ancaman%20lain%20muncul. 2. Analisislah alur cerita fantasi tersebut sesuai dengan contoh yang sudah diberikan! Gambar Alur No. Bagian Alur Peristiwa/Cerita 1 2 3 3. Analisislah penokohan cerita fantasi tersebut sesuai dengan contoh yang sudah diberikan! MEMBACA DAN MEMIRSA C. Menemukan Makna Tersurat dan Tersirat dalam Cerita Fantasi Genre fantasi sering kali menggunakan lapisan-lapisan makna yang menarik untuk diungkap. 1. Memahami Makna Tersurat (Literal) Makna tersurat adalah makna yang dinyatakan secara eksplisit atau langsung dalam teks. Untuk menemukannya, kita perlu fokus pada: • Peristiwa dan Tindakan: Apa saja yang terjadi dalam cerita? Tindakan apa yang dilakukan oleh para karakter? Perhatikan alur cerita dan bagaimana kejadian-kejadian itu terhubung. • Deskripsi: Bagaimana latar tempat, karakter, dan objek digambarkan? Detail-detail ini penting untuk memahami dunia fantasi yang dibangun oleh penulis.

• Dialog: Apa yang dikatakan oleh para karakter? Dialog sering kali mengungkapkan informasi penting tentang plot, karakter, dan tema. • Narasi: Apa yang diceritakan oleh narator? Narator memberikan informasi faktual tentang dunia cerita dan perkembangan peristiwa. Contoh Makna Tersurat: Dalam cerita tentang seorang penyihir muda bernama Elara yang harus melakukan perjalanan berbahaya untuk mendapatkan ramuan penyembuh bagi desanya yang terkena wabah, makna tersuratnya adalah: • Ada seorang penyihir muda bernama Elara. • Desa Elara terkena wabah. • Elara harus melakukan perjalanan untuk mencari ramuan penyembuh. 2. Menggali Makna Tersirat (Implisit) Makna tersirat adalah makna yang tidak dinyatakan secara langsung, melainkan tersembunyi di balik kata-kata, tindakan, dan simbolisme. Untuk menemukannya, kita perlu melakukan interpretasi dan analisis yang lebih mendalam: • Simbolisme: Apakah ada objek, karakter, atau tempat yang memiliki makna di luar representasi literalnya? Misalnya, naga sering kali melambangkan kekuatan atau bahaya, hutan belantara bisa melambangkan ketidaktahuan atau ujian. • Metafora dan Alegori: Apakah cerita menggunakan perbandingan tidak langsung (metafora) atau cerita dengan makna tersembunyi yang lebih luas (alegori)? Misalnya, perjalanan seorang tokoh bisa menjadi metafora untuk pertumbuhan pribadi. • Tema: Apa pesan atau gagasan mendasar yang ingin disampaikan oleh penulis? Tema sering kali berkaitan dengan isu-isu universal seperti kebaikan dan kejahatan, keberanian, pengorbanan, atau pentingnya harapan. • Karakterisasi: Bagaimana karakter berkembang dan apa yang mereka pelajari? Tindakan dan motivasi karakter sering kali mengungkapkan makna yang lebih dalam. • Latar Belakang Budaya dan Sosial (jika relevan): Terkadang, cerita fantasi dipengaruhi oleh mitos, legenda, atau isu sosial tertentu. Memahami konteks ini dapat membantu mengungkap makna tersirat. Contoh Makna Tersirat (melanjutkan contoh di atas): Perjalanan Elara untuk mendapatkan ramuan penyembuh bisa mengandung makna tersirat: • Keberanian dan Tanggung Jawab: Perjalanan berbahaya Elara menunjukkan keberaniannya dan rasa tanggung jawabnya terhadap komunitasnya. • Pengorbanan: Rintangan yang dihadapi Elara mungkin melambangkan pengorbanan yang perlu dilakukan demi kebaikan bersama. • Harapan: Ramuan penyembuh bisa menjadi simbol harapan di tengah kesulitan dan keputusasaan. • Keseimbangan Alam: Wabah yang melanda desa bisa menjadi representasi dari ketidakseimbangan alam atau konsekuensi dari tindakan tertentu. Dengan melatih kemampuan untuk mengidentifikasi makna tersurat dan menggali makna tersirat, kita dapat menikmati cerita fantasi pada tingkatan yang lebih dalam dan mendapatkan pemahaman yang lebih kaya tentang pesan yang ingin disampaikan oleh penulis. Selamat membaca dan menafsirkan! Makna yang tersurat dan tersirat dalam sebuah cerita bisa dilihat pada contoh berikut. Obor dan Kabut di Lembah Sunyi Di lembah sunyi yang diselimuti kabut abadi, hiduplah seorang pemuda bernama Arka. Kabut itu bukan hanya menyelimuti lembah, tetapi juga hati penduduknya, membuat mereka kehilangan harapan dan dilanda ketakutan akan makhluk misterius yang konon bersembunyi di dalamnya. Suatu malam, Arka menemukan sebuah obor kuno di reruntuhan kuil tua. Obor itu tidak mengeluarkan api biasa, melainkan cahaya keemasan yang mampu menembus kabut di sekitarnya. Dengan tekad membara, Arka memutuskan untuk membawa obor itu mengarungi lembah, mencari sumber kabut dan mengembalikan cahaya serta harapan bagi desanya. Dalam perjalanannya, ia menghadapi berbagai rintangan: jalan setapak yang licin, suara-suara aneh dari dalam kabut, dan rasa lelah yang hampir membuatnya menyerah. Namun, setiap kali keraguannya muncul, cahaya obor itu seolah memberinya kekuatan baru. Akhirnya, Arka tiba di jantung lembah, di mana ia menemukan sebuah batu hitam besar yang memancarkan kabut pekat. Dengan berani, ia mengarahkan

obornya ke batu itu. Seketika, batu itu retak dan hancur, dan kabut di lembah perlahan menghilang, digantikan oleh sinar matahari yang hangat. Makhluk misterius yang ditakuti ternyata hanyalah bayangan pepohonan yang tertiup angin dalam kabut. Arka kembali ke desanya disambut sorak sorai penduduk yang kini wajahnya berseri-seri. Obor itu ia letakkan di tengah desa, menjadi simbol harapan dan keberanian untuk menghadapi ketidakpastian. Makna tersurat dan makna tersirat dari teks cerita di atas yaitu; 1) Analisis Makna Tersurat: • Karakter: Ada seorang pemuda bernama Arka yang tinggal di lembah berkabut. • Latar: Lembah sunyi yang diselimuti kabut abadi. • Objek: Sebuah obor kuno yang mengeluarkan cahaya keemasan. Batu hitam besar di jantung lembah yang memancarkan kabut. • Peristiwa: o Penduduk lembah hidup dalam ketakutan karena kabut dan makhluk misterius. o Arka menemukan obor kuno. o Arka melakukan perjalanan mengarungi lembah dengan obor. 2) Analisis Makna Tersirat: • Kabut: Dapat melambangkan ketidakpastian, ketakutan yang tidak berdasar, kegelapan pikiran, atau hilangnya harapan. Keabadian kabut menunjukkan bahwa kondisi ini telah berlangsung lama dan terasa sulit diatasi. • Obor dengan Cahaya Keemasan: Melambangkan harapan, keberanian, pengetahuan, atau pencerahan. Cahayanya yang mampu menembus kabut menunjukkan kemampuannya untuk mengatasi kesulitan dan mengungkap kebenaran. • Batu Hitam: Melambangkan sumber masalah, ketakutan yang terpendam, atau rintangan utama yang menghalangi kemajuan. Warna hitam sering kali diasosiasikan dengan kegelapan dan hal yang tidak diketahui. 3) Tema yang Mungkin Tersirat: • Keberanian Mengalahkan Ketakutan: Arka berani menghadapi ketidakpastian dan ketakutan yang melanda desanya. • Harapan sebagai Kekuatan: Cahaya obor menjadi sumber kekuatan dan motivasi bagi Arka. Dengan memahami makna tersurat cerita, kita memiliki dasar untuk menggali makna tersirat yang lebih dalam. Cerita fantasi sering kali menggunakan elemen-elemen simbolis untuk menyampaikan pesan-pesan yang relevan dengan kehidupan nyata. Asesmen Formatif 2 Menemukan Makna Tersurat dan Tersirat dalam Cerita Fantasi 1. Bacalah cerita fantasi “Batu Menangis” berikut dengan saksama kemudian tentukan makna tersurat dan tersiratnya! Bulu Sayap Perak dan Sumur Kehilangan" Di sebuah kerajaan yang dulunya gemerlap, kini dilanda kesuraman setelah Sumur Kehilangan mengering. Sumur itu bukan hanya sumber air, tetapi juga dipercaya menyimpan kenangan dan kebahagiaan seluruh negeri. Putri Anya, yang dikenal dengan keberaniannya, menemukan sehelai bulu sayap berwarna perak di dekat sumur yang kering. Bulu itu memancarkan kehangatan aneh dan terasa berbeda dari bulu burung biasa. Seorang tetua desa berbisik bahwa bulu itu mungkin berasal dari bangsa Aetheria, makhluk langit yang konon menyimpan air mata kebahagiaan yang dapat menghidupkan kembali sumur. Dengan tekad bulat, Putri Anya memulai perjalanan menuju Pegunungan Aetheria yang menjulang tinggi di batas kerajaan. Perjalanannya penuh dengan tantangan: melewati hutan berkabut yang menyesatkan, mendaki tebing terjal yang menguji nyali, dan menghindari penjaga langit yang tidak ramah. Setiap kali ia merasa putus asa, bulu perak itu bersinar lebih terang, seolah memberikannya kekuatan dan petunjuk. Akhirnya, Anya tiba di sebuah lembah tersembunyi di puncak gunung, tempat tinggal bangsa Aetheria. Mereka adalah makhluk anggun dengan sayap seindah perak dan mata yang memancarkan kedamaian. Setelah menceritakan kesedihan kerajaannya, Ratu Aetheria meneteskan air mata yang berkilauan ke dalam sebuah wadah kecil. Air mata itu adalah esensi kebahagiaan dan kenangan murni. Dalam perjalanan pulang, Anya menghadapi badai salju yang dahsyat. Ia hampir menyerah, namun kehangatan bulu perak di dadanya terus menyemangatinya. Setibanya di kerajaan, Anya

menuangkan air mata kebahagiaan ke dalam Sumur Kehilangan. Seketika, sumur itu memancarkan air jernih, dan bunga-bunga yang layu kembali bermekaran. Kenangan dan kebahagiaan yang hilang perlahan kembali memenuhi hati setiap penduduk kerajaan, mengakhiri masa suram mereka. Bulu sayap perak itu kemudian disimpan di istana sebagai pengingat akan keberanian, harapan, dan kekuatan kenangan. D. Memahami Struktur Teks Cerita Fantasi Teks cerita fantasi memiliki struktur yang perlu kamu tahu agar dapat mempermudah kamu ketika menentukan, menganalisis teks tersebut. Struktur teks cerita fantasi terdiri atas: 1. Orientasi Orientasi adalah struktur awal atau pembuka dalam teks cerita fantasi. Bagian orientasi berisi pengenalan tokoh, latar, karakter atau watak tokoh, serta pengenalan konflik awal kepada pembaca. 2. Komplikasi Pada bagian komplikasi, konflik atau masalah dalam cerita mulai banyak bermunculan dan mencapai puncaknya (klimaks). Bagian ini biasanya berisi hubungan sebab-akibat sehingga muncul permasalahan satu per satu hingga masalah-masalah tersebut mencapai klimaks. 3. Resolusi Bagian resolusi merupakan bagian akhir dalam cerita fantasi. Bagian ini berisi penyelesaian dari masalah atau konflik yang muncul pada bagian komplikasi. Untuk bisa lebih memahami tentang struktur cerita fantasi tersebut, kamu bisa melihat contoh cerita beserta strukturnya pada cerita “Sloth (Kungkang) dan Semut Ajaib” berikut. Struktur Kalimat Alasan Orientasi . Di suatu hutan tropis, hiduplah Simon, seekor sloth yang selalu tertidur dan bergerak sangat pelan. Dia sering bermimpi terbang seperti burung atau lari cepat seperti harimau, tetapi dia malas melakukannya. Sementara itu, di tanah yang sama, hiduplah Sami, seekor semut merah yang dikenal sebagai semut paling kuat di hutan tersebut. Paragraf tersebut termasuk struktur orientasi karena berisi pengenalan tokoh, latar, dan karakter/watak tokoh. Komplikasi Suatu hari, saat Simon sedang tertidur di dahan, sebuah angin kencang datang dan meniupnya hingga jatuh ke tanah. Dalam keadaan setengah sadar, Simon tak sengaja jatuh tepat di atas Sami. Karena tubuh Simon yang besar, Sami pun seketika pecah. Paragraf tersebut termasuk struktur komplikasi karena konflik atau masalah dalam cerita mulai banyak bermunculan dan mencapai puncaknya (klimaks). Jenis Makna Unsur Pembuktian pada teks Makna tersurat Karakter Objek Latar Peristiwa Jenis Makna Contoh Makna yang terkandung Makna tersirat

Namun, yang terjadi selanjutnya sangat mengejutkan. Bukannya mati, Sami berubah menjadi ribuan semut kecil yang bersinar. Mereka mulai mengelilingi Simon, menaikinya, dan membawanya terbang di udara. Bagian ini biasanya berisi hubungan sebab-akibat sehingga muncul permasalahan satu per satu hingga masalah-masalah tersebut mencapai klimaks. Resolusi Simon kagum dengan kekuatan bersama semut-semut kecil itu. Ia akhirnya bisa merasakan bagaimana rasanya terbang di atas hutan, merasakan angin sepoi-sepoi di wajahnya, dan melihat keindahan hutan dari ketinggian. Setelah menikmati penerbangan singkat, Simon kemudian diletakkan kembali di dahan pohon kesukaannya. Semut-semut kecil itu kembali bersatu dan bertransformasi menjadi Sami yang utuh seperti semula. Sami dan Simon kemudian menjadi teman dekat. Mereka juga sering keliling hutan bersama. Simon mengajarkan Sami cara bersantai, sementara Sami memberikan semangat untuk terus bergerak maju. https://mamikos.com/info/contoh-cerita-fantasi-singkat-beserta- strukturnya-pljr/ Paragraf tersebut termasuk struktur resolusi karena bagian ini berisi penyelesaian dari masalah atau konflik yang muncul pada bagian komplikasi. Asesmen Formatif 3 Memahami Struktur Cerita Fantasi Setelah kamu memahami struktur cerita fantasi, sekarang bacalah cerita “Kalung Pemanggil Angin” berikut ini dan selanjutnya tentukan struktur ceritanya! Kerjakan sesuai tabel di bawahnya! Kalung Pemanggil Angin Nara, seorang anak gembala yang tinggal di sebuah perkampungan di dataran tinggi yang selalu dilanda kekeringan. Ia dikenal memiliki kepekaan yang tinggi terhadap alam. Perkampungan Bukit Tandus yang kering kerontang dan legenda tentang Kalung Pemanggil Angin yang tersembunyi di puncak Gunung Kabut. Kekeringan parah melanda perkampungan Nara, sungai mengering, dan tanaman mati. Penduduk desa mulai putus asa. Nara mendengar cerita turun-temurun tentang Kalung Pemanggil Angin yang konon dapat mendatangkan hujan dan kesuburan. Kalung itu diyakini dijaga oleh makhluk gaib di puncak Gunung Kabut yang jarang dijamah manusia karena medannya yang berbahaya dan penuh ilusi. Dengan tekad menyelamatkan desanya, Nara memutuskan untuk mencari kalung tersebut, meskipun banyak yang meragukan keberhasilannya. Dalam pendakiannya, Nara menghadapi berbagai kesulitan: badai pasir tiba-tiba, jurang terjal yang harus diseberangi dengan bantuan akar pohon ajaib, dan kabut tebal yang menyesatkan. Ia bertemu dengan makhluk fantasi: seekor burung raksasa berbulu emas yang awalnya menguji keberaniannya dengan teka-teki kuno, dan kemudian memberikan petunjuk jalan setelah Nara berhasil menjawabnya. Setelah melewati ujian dan rintangan, Nara akhirnya mencapai puncak Gunung Kabut. Di sana, di atas altar batu yang tertutup lumut, tergantung sebuah kalung yang terbuat dari kerang laut berkilauan dan batu-batu berwarna langit. Itulah Kalung Pemanggil Angin. Nara mengambil kalung itu dan merasakan energi aneh mengalir melaluinya. Saat Nara turun gunung, ia mencoba menggunakan kalung itu. Ia memejamkan mata, membayangkan hujan yang menyegarkan, dan meniup kalung tersebut. Tiba-tiba, angin bertiup kencang, awan hitam berkumpul di langit, dan hujan deras pun turun membasahi Bukit Tandus. Kekeringan berakhir, dan Bukit Tandus kembali hijau dan subur. Nara dielu-elukan sebagai penyelamat desa. No Struktur Paragraf ke- Alasan 1 Orientasi 2 Komplikasi 3 Resolusi E. Memahami Unsur Kebahasaan Teks Cerita fantasi

Unsur kebahasaan dalam teks cerita fantasi memiliki peran penting untuk membangun dunia imajiner dan menarik pembaca masuk ke dalamnya. Berikut adalah unsur-unsur kebahasaan yang sering ditemukan: 1. Penggunaan Kata Ganti Orang Ketiga (Dia, Mereka) Cerita fantasi sering kali menggunakan sudut pandang orang ketiga. Ini memungkinkan narator untuk memiliki pandangan yang lebih luas terhadap peristiwa dan karakter. 2. Kata yang berhubungan dengan panca indera Kata ini bertujuan untuk mendeskripsikan latar tempat, waktu, dan suasana. Contohnya: “Setiap sore, aku sering membantu ayahku menjahit di rumah setelah pulang sekolah”. 3. Penggunaan Kata Kerja Aksi (Verba Aksi) Kata kerja aksi digunakan untuk menggambarkan pergerakan, tindakan, dan peristiwa yang terjadi dalam cerita. Ini membuat cerita lebih dinamis dan hidup. Contohnya: "melayang," "bertarung," "menjelajah," "menghilang." 4. Penggunaan Kata Keterangan (Adverbia) Kata keterangan berfungsi untuk memberikan informasi tambahan tentang cara, waktu, tempat, atau derajat suatu peristiwa. Ini membantu pembaca memahami lebih detail latar dan suasana cerita. Contohnya: "diam-diam," "segera," "di kejauhan," "sangat." 5. Konjungsi Temporal (Kata Sambung Waktu) Konjungsi temporal digunakan untuk menunjukkan urutan waktu kejadian dalam cerita, membantu alur cerita tetap koheren. Contohnya: "setelah itu," "kemudian," "akhirnya," "pada suatu hari." 6. Kalimat Langsung dan Tidak Langsung • Kalimat Langsung: Digunakan untuk menampilkan dialog antarkarakter secara langsung, membuat percakapan terasa lebih nyata dan ekspresif. Contoh: "Jangan takut!" seru sang penyihir. • Kalimat Tidak Langsung: Digunakan untuk melaporkan perkataan seseorang tanpa mengulang kata-kata aslinya. Contoh: Sang putri mengatakan bahwa ia merasa senang. 7. Penggunaan Majas (Gaya Bahasa) Majas sering digunakan untuk memperindah cerita, memberikan efek emosional, dan memperkaya imajinasi pembaca. Beberapa majas yang umum dalam cerita fantasi: • Personifikasi: Memberikan sifat manusia kepada benda mati atau makhluk non-manusia. Contoh: "Angin berbisik di antara pepohonan." • Metafora: Membandingkan dua hal yang berbeda secara implisit tanpa menggunakan kata "seperti" atau "bagai." Contoh: "Rambutnya adalah untaian sutra." • Hiperbola: Ungkapan yang melebih-lebihkan kenyataan. Contoh: "Suaranya membelah angkasa." • Simile: Membandingkan dua hal menggunakan kata "seperti" atau "bagai." Contoh: "Pedangnya bersinar seperti bintang." 8. Latar Waktu Lampau Cerita fantasi umumnya menggunakan latar waktu lampau, ditandai dengan penggunaan kata kerja berimbuhan "-lah" atau frasa waktu seperti "dahulu kala," "pada zaman dahulu." Untuk lebih memahami tentang ciri kebahasaan cerita fantasi, bacalah teks cerita fantasi berjudul “Batu Cahaya di Lembah Tersembunyi”. Kemudian, cermatilah contoh-contoh kebahasaan pada cerita fantasi berikut! Batu Cahaya di Lembah Tersembunyi Di sebuah lembah tersembunyi yang jarang terjamah manusia, hiduplah seorang gadis bernama Elara. Dia memiliki rambut merah menyala seperti api dan mata hijau sebening zamrud. Sejak kecil, Elara selalu mendengar cerita tentang Batu Cahaya, sebuah artefak kuno yang konon bisa mengembalikan kejayaan desanya yang terkena kutukan. Suatu pagi yang mendung, Elara memutuskan untuk mencari batu itu. Dia melangkahkan kakinya dengan hati-hati, menjelajahi hutan lebat yang penuh misteri. Pohon-pohon raksasa menjulang tinggi, seolah-olah ingin menyentuh langit. Tiba-tiba, seekor kelinci berbulu putih berlari melintas di depannya, menarik perhatian Elara. Kelinci itu terlihat ketakutan, seperti dikejar sesuatu. Elara mengikuti kelinci itu hingga ia menemukan sebuah gua gelap yang ditutupi sulur-sulur tebal.

Dengan keberanian yang menggumpal di dadanya, Elara memasuki gua itu. Udara di dalamnya dingin dan lembab. Di kejauhan, terdengar suara gemericik air. Semakin dalam dia melangkah, semakin terang cahaya yang memancar dari celah dinding gua. Akhirnya, dia tiba di sebuah ruangan luas di mana sebuah batu besar bercahaya keemasan tergeletak di tengahnya. Cahaya itu membuat gua terlihat seperti bintang jatuh. Tiba-tiba, suara serak terdengar dari belakang Elara. "Jangan sentuh batu itu, Nak!" Kata sesosok makhluk tinggi dengan kulit bersisik dan mata merah menyala. Itu adalah penjaga gua, seekor naga tua yang pernah melindungi Batu Cahaya dari orang-orang serakah. Elara tidak gentar. Dia menjelaskan tujuannya kepada sang naga. Dia menceritakan tentang desa mereka yang sengsara dan harapan mereka pada batu itu. Naga itu, yang awalnya bersikap garang, perlahan melunak mendengar cerita Elara. Dia melihat ketulusan di mata gadis itu. Akhirnya, naga itu mengizinkan Elara membawa Batu Cahaya. Dia berpesan agar Elara menggunakan kekuatannya dengan bijak. Dengan hati penuh syukur, Elara membawa batu itu kembali ke desanya. Begitu Batu Cahaya ditempatkan di pusat desa, cahaya keemasan memancar dan menyembuhkan kutukan yang telah lama melanda. Desa mereka kembali makmur dan dipenuhi tawa riang. Contoh unsur kebahasaan yang terdapat pada cerita “Perundung dan Monster Kertas” tersebut bisa dilihat pada tabel berikut ini. No. Kebahasaan Contoh pada Teks 1 Kata ganti orang ketiga Dia, mereka, dia (pada kalimat "Dia memiliki rambut merah...", "Dia melangkahkan kakinya...", "mereka yang sengsara...") 2 Kata yang berhubungan dengan panca indera rambut merah menyala, mata hijau sebening zamrud, hutan lebat, gua gelap, suara serak, naga tua, desa sengsara. Kata ini membangun gambaran visual yang kuat tentang dunia fantasi. 3 Kata kerja aksi "Elara memutuskan untuk mencari," "Kelinci itu berlari melintas," "Elara memasuki gua." Kata kerja ini menunjukkan tindakan dan pergerakan dalam cerita. 4 Kata keterangan jarang (terjamah), selalu (mendengar), suatu (pagi), dengan (hati-hati), tiba-tiba, seolah-olah (ingin menyentuh), hingga, semakin (dalam), semakin (terang), di (kejauhan), dengan (keberanian), perlahan (melunak), dengan (bijak), dengan (hati penuh syukur). Kata keterangan ini memberikan detail tentang bagaimana, kapan, dan di mana peristiwa terjadi. 5 Konjungsi temporal Sejak kecil (menunjukkan waktu mulai), Suatu pagi, Tiba-tiba, Semakin dalam dia melangkah, semakin terang cahaya, Akhirnya, Begitu. Kata Ini membantu mengurutkan alur cerita dan menunjukkan hubungan waktu antarkalimat. 6 Kalimat langsung dan kalimat tidak langsung Kalimat Langsung: "Jangan sentuh batu itu, Nak!" kata sesosok makhluk... (digunakan untuk dialog) Kalimat Tidak Langsung: Dia berpesan agar Elara menggunakan kekuatannya dengan bijak. (melaporkan pesan naga) 7 Penggunaan majas Simile: "rambut merah menyala seperti api," "mata hijau sebening zamrud," "Pohon-pohon raksasa menjulang tinggi, seolah-olah ingin menyentuh langit," "Kelinci itu terlihat ketakutan, seperti dikejar sesuatu," "Cahaya itu membuat gua terlihat seperti bintang jatuh." (membandingkan dua hal menggunakan kata "seperti" atau "bagai") Personifikasi: "Angin berbisik," "Pohon-pohon raksasa menjulang tinggi, seolah-olah ingin menyentuh langit." (memberikan sifat manusia pada benda mati/non-manusia, meskipun tidak secara langsung dalam contoh ini, konsep "ingin menyentuh" adalah personifikasi kecil).

8 Latar waktu lampau Kutukan yang "telah lama melanda" juga menunjukkan waktu lampau. Asesmen Formatif 4 Memahami Unsur Kebahasaan Cerita Fantasi 1. Bacalah cerita “Bisikan Kristal di Hutan Luminai” berikut dengan saksama! Bisikan Kristal di Hutan Lumina Di kedalaman Hutan Lumina yang dikelilingi kabut abadi, hiduplah seorang penjaga hutan bernama Lyra. Dia memiliki rambut pirang keperakan yang berkilauan seperti embun pagi dan mata biru setenang danau di pegunungan. Lyra adalah keturunan terakhir dari para Penjaga Kristal, yang tugasnya melindungi Kristal Hati Hutan—sebuah artefak kuno yang dipercaya memberikan kehidupan dan keharmonisan pada seluruh Lumina. Suatu malam, saat bulan purnama menggantung rendah di atas kanopi hutan, Lyra mendengar bisikan aneh dari dalam hutan. Bisikan itu terdengar seperti gesekan seribu daun kering yang berpadu dengan alunan melodi mistis. Dia tahu itu adalah pertanda buruk. Kristal Hati Hutan sedang terancam. Tanpa ragu, Lyra mengenakan jubah hijau lumutnya dan membawa busur kayu elvennya yang selalu menemaninya. Dia melangkah perlahan di antara pepohonan raksasa yang memancarkan cahaya redup dari lumut-lumut fosfor yang menyelimutinya. Pohon-pohon itu seolah-olah berbisik kepadanya, "Hati-hati, kegelapan datang..." Udara menjadi dingin dan berat, seperti ada sesuatu yang mencengkeram jiwa hutan. Lyra merasakan denyutan lemah dari Kristal Hati Hutan, dan dia tahu dia harus segera bertindak. Akhirnya, dia tiba di sebuah area terbuka tempat Kristal Hati Hutan terletak di atas altar batu yang dikelilingi bunga-bunga langka yang bercahaya. Namun, di sana, sesosok makhluk berbayang hitam sedang mencoba menarik energi dari kristal itu. Makhluk itu memiliki mata merah menyala seperti bara api dan tangan kurus panjang yang menjuntai ke tanah. "Hentikan!" seru Lyra, suaranya bergema di seluruh hutan. Makhluk itu terkejut dan berbalik. "Siapa kau, manusia fana?" geramnya, suaranya serak dan menusuk telinga. "Jangan menghalangi jalanku, atau kau akan menyesal!" Lyra tidak gentar. "Aku adalah penjaga hutan, dan aku tidak akan membiarkanmu menghancurkan Lumina!" Dia menarik busurnya dan menembakkan panah berujung kristal ke arah makhluk itu. Panah itu melesat cepat dan menancap di bahu makhluk bayangan. Makhluk itu meraung kesakitan dan cahaya hitam di sekelilingnya mulai meredup. Pertarungan sengit pun terjadi. Lyra bergerak lincah di antara pohon-pohon, menghindari serangan makhluk bayangan yang brutal. Setiap panah yang ditembakkan Lyra selalu mengenai sasaran, meskipun makhluk itu berusaha keras menghindar. Akhirnya, Lyra melihat celah: jantung makhluk itu bercahaya redup di balik bayangannya. Dia memfokuskan seluruh kekuatannya, menarik napas dalam-dalam, dan menembakkan panah terakhirnya tepat ke jantung bayangan. Makhluk itu meraung kesakitan sekali lagi, dan perlahan, tubuhnya larut menjadi asap hitam yang kemudian lenyap ditelan udara. Hutan Lumina kembali terasa damai. Kristal Hati Hutan bersinar lebih terang dari sebelumnya, memulihkan energi dan keharmonisan yang sempat hilang. Lyra tersenyum, mengetahui bahwa Lumina telah selamat, untuk sementara waktu. 2. Tuliskanlah contoh-contoh kalimat pada cerita tersebut yang menunjukkan ciri kebahasaan cerita fantasi! 3. Kerjakanlah sesuai format berikut! No. Kebahasaan Contoh pada Teks 1 Kata ganti orang ketiga 2 Kata yang berhubungan dengan panca indera 3 Kata kerja aksi 4 Kata keterangan 5 Konjungsi temporal

6 Kalimat langsung dan kalimat tidak langsung 7 Penggunaan majas 8 Latar waktu lampau MENULIS F. Menyusun Kerangka Teks Cerita Fantasi Terdapat langkah-langkah sederhana yang bisa kamu ikuti untuk memudahkan kamu dalam membuat teks cerita fantasi. Apa saja, ya? Yuk, simak penjelasan berikut. 1. Menentukan Tema atau Ide Cerita Langkah pertama dalam membuat teks cerita fantasi adalah tentukan dulu tema ceritanya, nih. Tema adalah ide atau gagasan utama yang disampaikan pengarang dalam cerita. Nah, kalau kamu merasa bingung untuk menentukan ide dalam menulis teks cerita fantasi, kamu bisa memulainya dari pengalaman pribadi masing-masing. Misalnya seperti pengalaman kamu saat mengunjungi tempat wisata, pengalaman menonton film di bioskop, dan lain sebagainya. 2. Menentukan Latar Cerita Kemudian, kamu bisa menentukan latar cerita yang ingin kamu buat. Tujuannya agar cerita kamu mudah dimengerti pembaca dan semakin menarik. Latar cerita fantasi sifatnya tak terbatas ruang dan waktu, ya. Jadi, kamu bisa semakin bebas berimajinasi. 3. Deskripsikan Tokoh dan Penokohan Selanjutnya, deskripsikan siapa saja tokoh yang ada dalam cerita kamu. Jelaskan siapa saja namanya, bagaimana watak dan karakternya, dan informasi lain yang lebih menggambarkan tokoh kepada pembaca. 4. Sudut Pandang Cerita Setelah menentukan tokoh, kamu juga perlu menentukan sudut pandang ceritanya. Apa itu sudut pandang? Sudut pandang adalah posisi pengarang dalam menceritakan kisahnya. Sudut pandang cerita terbagi menjadi 2, yaitu sudut pandang orang pertama dan sudut pandang orang ketiga. Sudut pandang orang pertama maksudnya pengarang atau penulis menjadi tokoh yang turut terlibat dalam cerita tersebut. Di sini, penulis akan menggunakan kata ‘aku’ untuk menjelaskan perannya dalam cerita. Sementara itu, sudut pandang orang ketiga maksudnya pengarang atau penulis merupakan orang di luar cerita, yang tidak punya hubungan sama sekali dengan tokoh maupun kisah tersebut. Di sini, penulis akan menggunakan kata ganti orang, seperti ‘dia’, ‘ia’, dan ‘mereka’. 5. Berikan Sentuhan Fantasi Setelah itu, kamu perlu memberikan hal yang tidak masuk akal pada cerita. Misalnya saja, kamu bisa membuat seakan-akan kamu memiliki kekuatan super. Jika kamu mengambil contoh cerita pengalaman jalan-jalan ke tempat wisata, kamu bisa menghubungkannya dengan legenda yang ada di tempat tersebut, dan masih banyak lagi. 6. Munculkan Sebuah Konflik/Masalah Konflik atau masalah sangat penting dalam sebuah cerita karena dapat membuat cerita kamu menjadi lebih menarik untuk dibaca. Konflik bisa dibuat dari mulai munculnya masalah sampai masalah memuncak. Misalnya, saat kamu mengunjungi tempat wisata, tiba-tiba kamu bertemu dengan monster yang mengerikan, kemudian kamu bertarung dengan monster itu agar bisa selamat. 7. Selesaikan Konflik/Masalah Setelah masalah dalam cerita kamu dimunculkan dan sudah memuncak, masalah tersebut harus diselesaikan, sehingga bisa menjadi solusi cerita dan penanda bahwa cerita yang kalian buat sudah selesai. Misalnya, saat kamu bertarung melawan monster, kamu menggunakan kekuatan super yang kalian miliki sampai akhirnya monster tersebut bisa kalah dan kamu selamat. 8. Buat Beberapa Percakapan

Pada teks cerita fantasi, biasanya terdapat beberapa percakapan antar tokoh. Percakapan yang dibuat harus diberi tanda petik dan menggunakan bahasa yang tidak baku atau formal. 9. Amanat Cerita Amanat adalah pesan moral yang diberikan penulis dalam cerita. Meskipun cerita yang kamu buat ini sifatnya fiktif (tidak nyata), tapi usahakan masih tetap mengandung pesan moral yang bisa diteladani oleh pembaca. Contoh Kerangka Teks Cerita Fantasi: Perjalanan ke Negeri Mimpi 1. Orientasi • Tokoh: Luna, seorang gadis remaja yang menyukai membaca dan berimajinasi. • Latar: Kamar Luna yang penuh dengan buku-buku cerita. Suasana tenang, tapi sedikit bosan. • Konflik: Luna merasa bosan karena tidak ada hal menarik yang terjadi di sekitarnya. Ia ingin pergi ke tempat yang penuh petualangan. 2. Komplikasi • Luna menemukan buku dongeng kuno yang berjudul "Perjalanan ke Negeri Mimpi". • Buku itu bercerita tentang seorang anak yang dapat memasuki negeri yang penuh dengan mimpi dan fantasi. • Luna memutuskan untuk mencoba mengikuti petunjuk di buku itu. • Ia membaca mantra di buku itu dan tiba-tiba kamar Luna berubah menjadi hutan belantara yang penuh dengan pohon-pohon ajaib. • Luna mulai berjalan di hutan itu, bertemu dengan berbagai makhluk aneh dan unik. • Ia bertemu dengan peri yang dapat berbicara dengan bunga, dan seekor serigala putih yang ramah. 3. Resolusi • Luna terus berjalan dan menemukan pintu yang bercahaya. Pintu itu adalah pintu menuju Negeri Mimpi. • Saat Luna melewati pintu, ia tiba di dunia yang penuh dengan warna-warni, permen, dan pernak- pernik lucu. • Luna berpetualang di Negeri Mimpi, bertemu dengan banyak tokoh dongeng seperti Ratu Salju, Pangeran Serigala, dan naga yang ramah. • Luna juga belajar banyak hal baru, seperti bermain dengan bintang-bintang, mengobrol dengan awan, dan menari dengan angin. • Setelah beberapa hari, Luna memutuskan untuk kembali ke dunia nyata. • Ia mengucapkan selamat tinggal pada teman-temannya di Negeri Mimpi dan kembali ke kamarnya yang biasa. • Luna membawa pengalaman dan pelajaran berharga dari Negeri Mimpi, dan ia tidak lagi merasa bosan. Ia tahu bahwa dunia nyata juga bisa menjadi tempat yang penuh dengan petualangan jika kita mau berimajinasi. G. Menulis Cerita Fantasi Setelah kamu selesai membuat kerangka cerita, kini saatnya kamu bisa mengembangkan kerangka cerita itu menjadi sebuah cerita fantasi yang utuh. Ketika mengembangkan kerangka cerita tersebut, kamu perlu mengingat struktur cerita dan juga unsur kebahasaan cerita fantasi agar cerita fantasi yang kamu buat bisa menjadi cerita fantasi yang baik. Sebagai contohnya, kamu bisa melihat cerita fantasi berikut ini sebagai hasil pengembangan dari kerangka cerita yang sudah ditulis sebelumnya tadi. Perjalanan ke Negeri Mimpi Luna, seorang gadis remaja yang suka membaca dan berimajinasi, merasa bosan dengan kehidupannya. Kamarnya yang penuh dengan buku-buku cerita terasa sepi dan membosankan. Ia ingin pergi ke tempat yang penuh petualangan, tapi tidak tahu bagaimana caranya. Suatu sore, Luna menemukan buku dongeng kuno yang berjudul "Perjalanan ke Negeri Mimpi" di rak buku kakeknya. Buku itu bercerita tentang seorang anak yang dapat memasuki negeri yang penuh dengan mimpi dan fantasi. Luna tertarik dan mulai membacanya. Setelah membaca buku itu, Luna merasa penasaran dan ingin mencoba petunjuk di dalamnya. Ia mengikuti petunjuk dalam buku, membaca mantra yang aneh, dan tiba-tiba kamar Luna

berubah. Pohon-pohon ajaib dengan daun berwarna-warni tumbuh di sekelilingnya, dan langit menjadi biru cerah dengan awan berbentuk permen. Luna mulai berjalan di hutan yang baru saja muncul, bertemu dengan berbagai makhluk aneh dan unik. Ia bertemu dengan peri yang dapat berbicara dengan bunga, dan serigala putih yang ramah. Peri itu menjelaskan bahwa hutan ini adalah pintu gerbang menuju Negeri Mimpi. Serigala putih menawarkan untuk menjadi temannya dalam perjalanan. Luna menerima tawaran itu dan melanjutkan perjalanan. Setelah berjalan jauh, Luna menemukan pintu yang bercahaya. Pintu itu adalah pintu menuju Negeri Mimpi. Saat Luna melewati pintu, ia tiba di dunia yang penuh dengan warna-warni, permen, dan pernak-pernik lucu. Di Negeri Mimpi, Luna berpetualang dengan penuh semangat. Ia bertemu dengan Ratu Salju yang dingin tapi ramah, Pangeran Serigala yang gagah dan berani, serta naga yang ramah dan selalu siap membantu. Ia belajar banyak hal baru, seperti bermain dengan bintang-bintang, mengobrol dengan awan, dan menari dengan angin. Setelah beberapa hari yang menyenangkan, Luna memutuskan untuk kembali ke dunia nyata. Ia mengucapkan selamat tinggal pada teman-temannya di Negeri Mimpi dan kembali ke kamarnya yang biasa. Luna membawa pengalaman dan pelajaran berharga dari Negeri Mimpi. Ia tidak lagi merasa bosan. Ia tahu bahwa dunia nyata juga bisa menjadi tempat yang penuh dengan petualangan jika kita mau berimajinasi. Dari saat itu, Luna sering bermimpi tentang Negeri Mimpi dan selalu merasa bahagia karena ia tahu bahwa dunia fantasi itu ada di dalam dirinya. Asesmen Formatif 5 Menulis Cerita Fantasi Tulislah sebuah teks cerita fantasi berdasarkan pengalaman yang pernah kamu alami atau kamu amati dengan ketentuan sebagai berikut. a. Buatlah terlebih dahulu rancangan atau kerangka ceritanya yang meliputi orientasi, komplikasi, dan resolusi! b. Selanjutnya, kembangkanlah rangkaian peristiwa yang sudah kamu rancang tersebut menjadi sebuah cerita fantasi! c. Berilah judul yang menarik berdasarkan isi cerita fantasi yang kamu buat! BERBICARA DAN MEMPRESENTASIKAN H. Menuturkan Cerita Fantasi Menuturkan teks cerita fantasi adalah kegiatan yang mengasyikkan karena kita dapat membawa pendengar ke dunia imajinasi yang penuh keajaiban. Dalam cerita fantasi, kita bertemu dengan makhluk ajaib, tempat-tempat misterius, dan peristiwa luar biasa yang tidak terjadi di dunia nyata. Sebagai penutur, kita harus mampu menghidupkan cerita dengan ekspresi, intonasi, dan gaya bercerita yang menarik agar pendengar seolah-olah merasakan petualangan yang dialami tokoh. Dengan demikian, menuturkan cerita fantasi tidak hanya sekadar membacakan teks, tetapi juga menciptakan pengalaman mendengarkan yang memukau dan tak terlupakan. Asesmen Formatif 5 Menuturkan Cerita Fantasi 1. Ceritakanlah secara lisan cerita fantasi yang sudah kamu buat pada kegiatan sebelumnya! 2. Dalam bercerita, perhatikanlah aspek-aspek yang menjadi penilaian dari gurumu! Refleksi Pembelajaran

Selamat! Kamu sudah mempelajari Bab III tentang Teks Cerita fantasi. Tentu banyak hal sudah kalian pelajari. Tandai pengetahuan yang kalian pahami dengan tanda centang (√), ya! No. Capaian Pembelajaran Belum paham Cukup paham Sudah paham 1. Menganalisis alur cerita fantasi 2. Menganalisis penokohan dalam cerita fantasi 3. Menemukan makna tersurat dan tersirat dalam cerita fantasi 4. Memahami struktur cerita fantasi 5. Memahami unsur kebahasaan cerita fantasi 6. Menulis cerita fantasi 7. Menuturkan cerita fantasi No. Pertanyaan Refleksi 1. Hal apa yang telah aku pelajari dalam materi ini? 2. Kesulitan apa yang aku alami dalam mempelajari materi ini? 3. Hal apa yang aku lakukan untuk menyelesaikan kesulitan tersebut? 4. Hal apa yang ingin aku pelajari lebih lanjut terkait materi ini? Asesmen Sumatif Lingkup Materi A. Berilah tanda silang (X) huruf A, B, C, atau D pada jawaban yang benar! 1. Fungsi bagian orientasi dalam struktur alur cerita fantasi adalah …. a. Memunculkan konflik utama b. Mengenalkan tokoh, latar, dan konflik awal c. Menyelesaikan masalah d. Menjelaskan klimaks cerita 2. Berikut adalah contoh alur tanpa resolusi dalam cerita fantasi, kecuali … a. Cerita berakhir dengan klimaks tanpa penyelesaian. b. Pembaca diberi kebebasan menebak akhir cerita. c. Konflik diselesaikan dengan jelas di akhir cerita. d. Cerita diakhiri dengan pertanyaan menggantung. 3. Mengapa konflik dalam cerita fantasi cenderung lebih kompleks? a. Banyak tokoh tambahan b. Tidak ada konflik nyata c. Dunia fantasi membuka peluang untuk banyak kemungkinan konflik d. Cerita terlalu panjang 4. Manakah berikut ini yang merupakan contoh konflik internal dalam cerita fantasi? a. Tokoh bertarung melawan naga b. Tokoh ragu menggunakan kekuatan sihirnya c. Tokoh melawan penyihir jahat d. Tokoh tersesat di dunia lain 5. Perbedaan utama cerita fantasi dengan cerita realis terletak pada.... a. Bahasa yang digunakan b. Jenis konflik c. Keberadaan unsur magis d. Struktur naratif 6. Bacalah kutipan teks cerita fantasi di bawah ini! Ia menjelaskan bahwa kalung Anya adalah peninggalan dari ras Cahaya kuno dan hanya bisa diaktifkan dengan hati yang murni dan keberanian yang tulus. Pertapa itu juga memperingatkan

Anya tentang penyihir jahat bernama Morwen, penguasa kegelapan yang ingin merebut kalungnya untuk menguasai seluruh dunia. Tokoh antagonis dalam kutipan teks di atas adalah…. a. Anya b. Pertapa tua c. Ratu Aetheria d. Morwen 7. Bacalah kutipan teks cerita fantasi di bawah ini! Di sebuah kerajaan yang dulunya gemerlap, kini dilanda kesuraman setelah Sumur Kehilangan mengering. Sumur itu bukan hanya sumber air, tetapi juga dipercaya menyimpan kenangan dan kebahagiaan seluruh negeri. Apa makna tersirat dari "Sumur Kehilangan" dalam teks cerita di atas …. a. Simbol kenangan dan kebahagiaan b. Sumber air biasa c. Tempat penyimpanan harta d. Lubang misterius 8. Urutan struktur teks cerita fantasi yang benar adalah …. a. Resolusi – Komplikasi – Orientasi b. Klimaks – Orientasi – Resolusi c. Komplikasi – Resolusi – Orientasi d. Orientasi – Komplikasi – Resolusi 9. Contoh orientasi dalam cerita adalah … a. "Di sebuah desa kecil, hiduplah seorang anak yatim bernama Lina." b. "Pertarungan sengit terjadi antara dua penyihir." c. "Akhirnya, kerajaan kembali damai.” d. "Mereka berhasil menemukan harta karun." 10. Bacalah kutipan teks cerita fantasi di bawah ini! "Buku itu memperingatkan Lara bahwa dunia manusia akan hancur jika artefak sihir tidak dikembalikan." Struktur cerita yang tercermin dari kutipan tersebut adalah.... a. koda b. resolusi c. komplikasi d. orientasi 11. Kutipan cerita berikut yang merupakan struktur resolusi dalam cerita fantasi adalah…. a. Tiga rumah bergaya kerucut menyambut mataku. Ketika aku memandang satu persatu, ternyata rumah itu memiliki model yang sama. Hanya satu yang membedakan ketiga rumah itu, yaitu warna pintunya. b. Pak Raden mengambil cangkul yang ada di sampingnya, dan mengarahkan kepada harimau itu. Lalu tembuslah cangkul itu diperut harimau, kemudian harimau itupun mati. Setelah berhasil membunuh harimau itu, Pak Raden mengangkat bayi itu dan membawanya pulang bersamanya untuk diurus dan di angkat menjadi anaknya. c. Alien itu berhidung mancung. Dengan hidungnya yang menjulang ia mengendus sekeliling. Sepertinya ia bingung dan mencoba mengenali tempat itu. Matanya yang sebesar biji kemiri berkedip-kedip memamerkan cahaya kehijauan. d. Pasukan terdepan dari binatang-binatang hutan segera mengepung para serigala dengan lemparan bola api. Pasukan serigala sempat kaget tak percaya, karena korban berjatuhan di pihak mereka karena lemparan bola api. Namun pemimpin pasukan serigala kembali mengatur siasat pada posisi menyerang. 12. Kalimat berikut yang tidak menggunakan kata sambung penanda urutan waktu adalah …. a. Setelah kantong ajaib terbuka Doraemon kembali ke masa lampau. b. Farta sampai di planet Mars dan bertemu Tatao, hal itu terjadi dua tahun kemudian. c. Akhirnya, Nataga bingung mendengar kekalahan pasukan serigala. d. Tanpa di duga labu itu berisikan perhiasan emas dan berlian.

13. Penulisan kalimat langsung yang tepat adalah …. a. Ibu Peri berkata, “Pergilah cinderella, tapi kamu harus pulang sebelum tengah malam”. b. “Mengapa engkau menangis, Cinderella”, sebuah suara lembut berbisik . c. Sekarang saatnya kamu harus pergi Cinderella, “Bisik ibu peri”. d. Dengan gugup Cinderlla berkata, “saya ingin pergi pergi ke pesta, tapi mereka meninggalkan aku di sana”. 14. Bacalah kalimat-kalimat berikut dengan saksama! (1) Karena tubuhnya kecil, ia mengajak beberapa binatang liar di hutan untuk membantu membuat jebakan itu. (2) Harimau dan monyet membantu mengikat tali jebakan. (3) Gajah membantu mematahkan cabang kayu yang kuat untuk dijadikan alat penggali. (4) Yaap, akhirnya semua siap, tinggal waktunya beraksi. (5) Badak dan banteng membantu mengangkat kayu. (6) Suatu hari Sena pergi ke hutan melalui jalan yang diduga dilalui Yumi saat menculik ke Negeri Menara. (7) Di sana Sena membuat lubang jebakan. Susunan peristiwa yang runtut dan logis dari kalimat-kalimat tersebut adalah .... a. (6), (7), (1), (3), (2), (5), (4) b. (6), (7), (3), (2), (1), (5), (4) c. (6), (1), (7), (3), (2), (5), (4) d. (6), (7), (2), (1), (3), (4), (5) 15. Majas personifikasi dalam cerita fantasi contohnya… a. "Dia secepat kilat." b. "Rumah itu sangat besar." c. "Mereka berjuang dengan gagah." d. "Langit menangis." B. Jodohkan kalimat berikut dengan jawaban yang tersedia! No Pernyataan Jawaban Pilihan jawaban 16. Unsur cerita fantasi yang melibatkan makhluk dengan kekuatan sihir. a. Lutung kasarung b. Resolusi c. Komplikasi d. Orientasi e. Kekuatan super f. Showing g. Alur tanpa resolusi h. Setelah itu i. Personifikasi j. Fantasi lintas ruang/waktu k. "Aku merasa takut saat itu." l. "Mereka sedang berdiskusi." m. Pada suatu hari n. Harapan dan keberanian o. Dahulu kala, p. Penampilan fisik 17. “Batu itu tertidur pulas di dasar sungai.” Kalimat tersebut mengandung gaya bahasa atau majas … 18. Konjungsi yang menunjukkan urutan waktu. 19. Teknik penggambaran tokoh melalui tindakan dan dialog. 20. Alur cerita yang tidak memiliki penyelesaian konflik. 21. “Peri yang Dina temui ternyata sedang dalam misi menyelamatkan dunia sihir dari kehancuran.” Struktur cerita tersebut merupakan bagian dari… 22. “Dengan bantuan peri, Dina berhasil menutup celah dimensi yang mengancam kedua dunia.” Struktur yang ditunjukkan adalah… 23. “Dina adalah anak yang suka membaca buku dan bermimpi bertemu peri sungguhan.” Struktur yang tercermin dalam kutipan adalah… 24. Cerita fantasi dengan latar multiverse termasuk kategori … 25. Contoh cerita fantasi tradisional Indonesia adalah … 26. Contoh sudut pandang orang pertama adalah ….

27. Latar waktu lampau dalam cerita fantasi ditandai dengan kata seperti … q. Adanya keajaiban atau kemisteriusan28. “Di lembah sunyi yang diselimuti kabut abadi, hiduplah seorang pemuda bernama Arka. Kabut itu bukan hanya menyelimuti lembah, tetapi juga hati penduduknya”. Dalam cerita "Obor dan Kabut di Lembah Sunyi", obor melambangkan… 29. Unsur yang membedakan cerita fantasi dengan cerpen biasa adalah …. 30. Dengan kemeja lusuh dan tangan yang kasar, tampak jelas bahwa lelaki itu adalah seorang pekerja keras. Berdasarkan kutipan teks tersebut cara penggambaran tokoh secara dramatik melalui …. C. Tentukanlah pernyataan-pernyataan berikut ini benar atau salah dengan menuliskan B jika benar dan S jika salah! No. Pernyataan Benar/Salah 31. Cerita fantasi selalu berlatar dunia nyata dengan hukum fisika yang berlaku normal. 32. Tokoh protagonis dalam cerita fantasi harus selalu memiliki kekuatan super. 33. Alur cerita fantasi dapat menggunakan pola alur lengkap, alur peristiwa, atau alur tanpa resolusi. 34. Makna tersirat dalam cerita fantasi hanya ditemukan melalui dialog tokoh. 35. Struktur teks cerita fantasi terdiri atas orientasi, komplikasi, dan resolusi. 36. Penggunaan majas seperti personifikasi dan metafora jarang ditemukan dalam cerita fantasi. 37. Latar waktu lampau adalah ciri khas kebahasaan cerita fantasi. 38. Konflik dalam cerita fantasi harus selalu diselesaikan dengan kekerasan. 39. Tokoh antagonis dalam cerita fantasi tidak boleh memiliki motivasi yang kompleks. 40. Cerita fantasi "Harry Potter" termasuk contoh cerita dengan alur lengkap. D. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jelas! 41. Tuliskan sebuah paragraf pembuka cerita fantasi baru dengan menggunakan minimal 3 unsur kebahasaan (majas, kata kerja aksi, konjungsi temporal)! ................................................................................................................................................................ ................................................................................................................................................................ ................................................................................................................................................................ 42. Bacalah kembali teks cerita fantasi yang berjudul “Penghapus Ajaib”! Jika kamu diminta menambahkan satu tokoh antagonis baru dalam cerita "Penghapus Ajaib", bagaimana rancangan tokoh tersebut agar konflik cerita lebih menarik? Jelaskan! ................................................................................................................................................................ ................................................................................................................................................................ ................................................................................................................................................................ 43. Cermati pernyataan di bawah ini! Premis (pernyataan yang menjadi dasar): "Seorang anak menemukan cincin yang bisa mengubah benda menjadi hidup, tetapi setiap penggunaan membuatnya lupa satu kenangan." Rancanglah struktur cerita fantasi (orientasi, komplikasi, klimaks, resolusi) berdasarkan premis di atas!

................................................................................................................................................................ ................................................................................................................................................................ ................................................................................................................................................................ 44. Cermati kutipan teks di bawah ini! Teks: "Ketika pasukan monster hampir menang, tiba-tiba dewa turun dari langit dan menghancurkan mereka dengan sekali tepuk tangan." Mengapa penyelesaian konflik seperti di atas dianggap lemah dalam struktur cerita? Berikan saran perbaikan! ................................................................................................................................................................ ................................................................................................................................................................ ................................................................................................................................................................ 45. Cermati kutipan teks di bawah ini! Teks: "Di sebuah kerajaan antah-berantah, hiduplah seorang pangeran muda bernama Aria yang memiliki kekuatan mengendalikan angin. Suatu pagi, ia menemukan pintu misterius di hutan terlarang yang memancarkan cahaya ungu." Identifikasi dan jelaskan bagaimana pengarang menyusun orientasi dalam cerita fantasi tersebut! Apa saja unsur yang membuat pembaca tertarik? ................................................................................................................................................................ ................................................................................................................................................................ ................................................................................................................................................................

BAB IV HAL YANG BAIK BAGI TUBUH (TEKS PROSEDUR) Gambar 4.1 Ilustrasi anak yang sedang makan makanan bergizi (id.pinterest.com) Capaian Pembelajaran Menyimak Peserta didik mampu menganalisis dan mengevaluasi informasi berupa gagasan, pikiran, perasaan, pandangan, arahan, atau pesan yang akurat dari berbagai tipe teks (nonfiksi dan fiksi) audiovisual dan aural dalam bentuk monolog, dialog, dan gelar wicara. Peserta didik mampu mengeksplorasi dan mengevaluasi berbagai informasi dari topik aktual yang didengar. Membaca dan Memirsa Peserta didik memahami informasi berupa gagasan, pikiran, pandangan, arahan, atau pesan dari teks deskripsi, narasi, puisi, eksplanasi, dan eksposisi dari teks visual dan audiovisual untuk menemukan makna yang tersurat dan tersirat. Peserta didik menginterpretasikan informasi untuk mengungkapkan simpati, kepedulian, empati, atau pendapat pro dan kontra dari teks visual dan audiovisual. Peserta didik menggunakan sumber informasi lain untuk menilai akurasi dan kualitas data serta membandingkan informasi pada teks. Peserta didik mampu mengeksplorasi dan mengevaluasi berbagai topik aktual yang dibaca dan dipirsa. Menulis Peserta didik mampu menulis gagasan, pikiran, pandangan, arahan, atau pesan tertulis untuk berbagai tujuan secara logis, kritis, dan kreatif. Peserta didik juga menuliskan hasil penelitian menggunakan metodologi sederhana dengan mengutip sumber rujukan secara etis. Menyampaikan ungkapan rasa simpati, empati, peduli, dan pendapat pro/kontra secara etis dalam memberikan penghargaan secara tertulis dalam teks multimodal. Peserta didik mampu menggunakan dan mengembangkan kosakata baru yang memiliki makna denotatif, konotatif, dan kiasan untuk menulis. Peserta didik menyampaikan tulisan berdasarkan fakta, pengalaman, dan imajinasi secara indah dan menarik dalam bentuk prosa dan puisi dengan penggunaan kosa kata secara kreatif. Berbicara dan Mempresentasikan Peserta didik mampu menyampaikan gagasan, pikiran, pandangan, arahan, atau pesan untuk tujuan pengajuan usul, pemecahan masalah, dan pemberian solusi secara lisan dalam bentuk monolog dan dialog logis, kritis, dan kreatif. Peserta didik mampu menggunakan dan mengembangkan kosakata baru yang memiliki makna

Capaian Pembelajaran denotatif, konotatif, dan kiasan untuk berbicara dan mempresentasikan. Peserta didik mampu menggunakan ungkapan sesuai dengan norma kesopanan dalam berkomunikasi. Peserta didik mampu berdiskusi secara aktif, kontributif, efektif, dan santun. Peserta didik mampu menuturkan dan menyajikan ungkapan simpati, empati, peduli, perasaan, dan penghargaan dalam bentuk teks informasional dan fiksi melalui teks multimodal. Peserta didik mampu mengungkapkan dan mempresentasikan berbagai topik aktual secara kritis. Tujuan Pembelajaran 1. Peserta didik mampu mengidentifikasi informasi dalam teks prosedur. 2. Peserta didik mampu mengenali tujuan teks prosedur. 3. Peserta didik mampu menemukan teks prosedur dalam fiksi. 4. Peserta didik mampu menelaah struktur teks prosedur. 5. Peserta didik mampu mengidentifikasi kaidah kebahasaan teks prosedur. 6. Peserta didik mampu menulis teks prosedur. 7. Peserta didik mampu menyunting teks prosedur. 8. Peserta didik mampu menyajikan teks prosedur secara lisan. 9. Peserta didik mampu menyajikan teks prosedur secara visual. Pertanyaan Pemantik “Kenikmatan hidup paling nikmat di dunia ini adalah sehat, karena apa pun yang kamu miliki di dunia ini tak akan kamu nikmati jika kamu sakit." – Dani Kaizen – Kalimat di atas merupakan ungkapan mengenai pentingnya menjaga kesehatan. Sebanyak apa pun harta yang kita miliki, setinggi apa pun jabatan kita, atau seindah apa pun pengalaman yang kita alami, semuanya tidak akan berarti jika tubuh kita dalam keadaan sakit. Dari kutipan kalimat di atas, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut. 1. Bagaimana pendapat kalian tentang kutipan tersebut? Apakah kalian setuju bahwa kesehatan itu lebih penting daripada harta atau hal lainnya? Mengapa? 2. Jika kesehatan itu penting, langkah-langkah apa saja yang bisa kita lakukan untuk menjaga tubuh tetap sehat setiap hari? 3. Mengapa dalam melakukan sesuatu, termasuk menjaga kesehatan, kita perlu mengikuti langkah-langkah atau urutan yang benar? Peta Konsep

Bagan 4.1 Peta konsep kegiatan pembelajaran Apersepsi Gambar 4.2 Cristiano Ronaldo Id.pinterest.com Cristiano Ronaldo tetap menjadi atlet puncak di usia 40 tahun berkat komitmennya pada pola hidup sehat. Kunci utamanya adalah disiplin dalam menjaga pola makan dan rutinitas olahraga. Ronaldo mengonsumsi makanan tinggi protein seperti ikan, daging tanpa lemak, dan sayuran, serta menghindari gula dan makanan olahan. Selain itu, ia makan dalam porsi kecil namun sering hingga enam kali sehari untuk menjaga metabolisme tubuh tetap optimal. Selain pola makan, Ronaldo juga sangat menjaga kebugaran dengan latihan intensif dan teratur. Rutinitasnya mencakup latihan kardio, angkat beban, serta latihan khusus sepak bola untuk menjaga kelincahan dan kekuatan. Yang patut dicontoh adalah konsistensinya; bahkan di luar musim kompetisi, ia tetap berlatih secara rutin. Kebugaran Ronaldo sebenarnya bisa diadopsi oleh orang biasa. Kuncinya adalah konsistensi dan disiplin dalam menerapkan pola makan sehat, olahraga teratur, serta istirahat yang cukup. Tidak perlu latihan ekstrem seperti atlet profesional, cukup dengan aktivitas fisik rutin seperti lari, bersepeda, atau Hal Yang Baik Bagi Tubuh (Teks Prosedur) Menyimak Mengidentifikasi informasi teks prosedur Mengenali tujuan teks prosedur Membaca dan Memirsa Menelaah struktur teks prosedur Mengidentifikasi kaidah kebahasaan teks prosedur Menemukan teks prosedur dalam fiksi Menulis Menyusun teks prosedur Menyusun teks prosedur dalam bentuk infografik Berbicara dan Mempresentasikan Menyajikan teks prosedur secara lisan Menyajikan teks prosedur secara visual

angkat beban ringan, serta menghindari kebiasaan buruk seperti konsumsi junk food berlebihan. Dengan komitmen yang sama, siapa pun bisa mencapai tingkat kebugaran yang lebih baik, meski tidak selevel Ronaldo. Kalian bisa mengikuti gaya hidup sehat tersebut dengan mempelajari tip atau kiat melakukan kegiatan dengan berurutan. Tip atau kiat tersebut termasuk teks prosedur. Dalam bab ini, kalian akan menemukan lebih banyak tentang teks prosedur. Ayo, pelajari bersama! Asesmen Diagnostik Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan memberikan tanda (✓) pada pilihan (Ya) atau (Tidak)! No Pertanyaan Ya Tidak 1. Apakah kamu pernah mencoba membuat sesuatu sendiri tanpa membaca petunjuk terlebih dahulu? 2. Pernahkah kamu gagal melakukan sesuatu karena melewatkan salah satu langkah penting ketika mencoba membuat sesuatu? 3. Menurutmu, mengikuti langkah-langkah secara berurutan itu penting? 4. Apakah kamu tahu cara membuat infused water yang benar? 5. Apakah kamu pernah membaca panduan penggunaan sebelum mengoperasikan sebuah alat? 6. Apakah semua kegiatan harus dilakukan secara acak agar lebih cepat selesai? 7. Jika kamu ingin tubuh sehat, apakah kamu perlu mengikuti langkah- langkah tertentu? 8. Apakah kamu merasa lebih mudah memahami instruksi jika ditulis secara urut dan jelas? 9. Menurutmu, teks prosedur hanya digunakan dalam pelajaran sekolah saja? 10. Apakah kamu bisa memasak makanan tertentu tanpa mengikuti resep? MENYIMAK 1. Mengidentifikasi Informasi Teks Prosedur Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, prosedur berarti tahap kegiatan untuk menyelesaikan suatu kegiatan. Teks prosedur adalah sebuah bahan tertulis yang dijadikan dasar untuk menjelaskan tahap kegiatan dalam menyelesaikan suatu aktivitas. Sebab, pada dasarnya teks prosedur bisa membantu siapapun untuk melakukan suatu hal, aktivitas, kebiasaan, dan suatu cara tertentu secara berurutan dan dengan tahapan yang benar. Teks tersebut kemudian dapat kita katakan sebagai teks yang berisi mengenai tutorial. Sehingga bisa membantu siapa saja untuk mencapai tujuan mereka, baik dalam membuat suatu hal ataupun untuk mencapai suatu yang mereka inginkan. Tujuan dari teks prosedur adalah menjelaskan bagaimana kegiatan harus dilakukan, agar pembaca dapat secara tepat dan akurat mengikuti sebuah proses membuat sesuatu, melakukan suatu pekerjaan, atau menggunakan suatu alat. Sama halnya dengan teks yang lain, teks prosedur memiliki beberapa ciri-ciri antara lain: a. Berisi langkah-langkah; b. Disusun secara informatif; c. Bersifat objektif; d. Bersifat aktual dan akurat. Menemukan informasi dalam teks prosedur dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut. a. Membaca keseluruhan teks prosedur. b. Memahami isi teks prosedur. c. Menemukan ide pokok setiap paragraf dalam teks prosedur.

Asesmen Formatif 1 Mengidentifikasi Informasi Teks Prosedur Kerjakan kegiatan berikut secara mandiri! Bacalah teks berikut dengan saksama! Cara Membuat Sayur Lodeh Gambar 4.3 Sayur Lodeh Id.pinterest.com Siapa yang tidak tahu sayur lodeh? Makanan yang terdiri dari berbagai sayuran ini kerap jadi hidangan favorit masyarakat Indonesia sehari-hari. Sayur lodeh kaya akan serat, vitamin, dan mineral karena menggunakan beragam sayuran seperti labu siam, terong, kacang panjang, dan wortel. Konsumsi sayur lodeh secara rutin dapat membantu melancarkan pencernaan, memperkuat daya tahan tubuh, dan memenuhi kebutuhan gizi harian. Bagi kalian yang ingin membuat hidangan ini, simak variasi resep sayur lodeh yang enak dan mudah dicoba di rumah berikut. Bahan • 200 g labu siam, kupas, potong dadu. • 100 g terong ungu, potong dengan ketebalan 2 cm, rendam di air. • 100 g kacang panjang, potong 5 cm. • 50 g daun melinjo. • 600 ml santan. • 3 buah cabai hijau, iris miring. • 1 buah cabai merah, iris miring. • 1 iris lengkuas. • 2 lembar daun salam. • 1 sdm udang kering, rendam di dalam air panas. • 1 buah tomat, potong menjadi 4 bagian. Bumbu halus • 3 sdm bawang merah iris. • 1 sdm bawang putih iris. • 1 sdt terasi. • 1 sdm garam. Cara membuat 1. Rebus santan bersama dengan bumbu yang dihaluskan hingga mendidih. 2. Masukkan lengkuas, daun salam, udang kering, labu siam, kacang panjang, dan melinjo, lalu masak hingga matang. 3. Masukkan cabai merah, cabai hijau, terong, dan daun melinjo, aduk lalu masak kembali hingga matang. 4. Hidangkan dalam mangkuk. Mudah bukan? Membuat sayur lodeh merupakan salah satu cara mudah untuk menyediakan makanan sehat bagi keluarga. Dengan kandungan gizi dari berbagai sayuran, sayur lodeh tidak hanya nikmat tetapi juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan tubuh, meningkatkan imunitas, dan melancarkan sistem pencernaan. Sumber: https://hellosehat.com/nutrisi/resep-sehat/resep-sayur-lodeh/ diakses 27 April 2025

Setelah membaca bacaan, jawablah pertanyaan berikut! 1. Apa isi teks prosedur tersebut? ................................................................................................................................................................ 2. Siapa sasaran pembaca teks tersebut? ................................................................................................................................................................ 3. Sebutkan sayuran yang menjadi bahan membuat sayur lodeh? ................................................................................................................................................................ 4. Sebutkan kandungan gizi yang terkandung dalam sayur lodeh? ................................................................................................................................................................ 5. Apa manfaat dari mengonsumsi sayur lodeh? ................................................................................................................................................................ 2. Mengenali Tujuan Teks Prosedur Teks prosedur merupakan salah satu jenis teks yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Teks ini berisi langkah-langkah sistematis untuk melakukan atau membuat sesuatu. Tujuan teks prosedur adalah memberikan petunjuk bagi pembacanya tentang langkah-langkah secara urut dalam membuat, melakukan aktivitas atau menyelesaikan sesuatu. Selain itu, teks prosedur juga memudahkan pembaca untuk mengetahui cara yang benar dalam melakukan sesuatu dan memberikan petunjuk jelas agar mendapatkan hasil maksimal. Dengan mengenali tujuan teks prosedur, kalian tidak hanya belajar membaca dan menulis teks, tetapi juga melatih keterampilan berpikir logis, menyusun informasi, serta memahami instruksi. Hal ini penting untuk kehidupan sehari-hari, seperti mengikuti petunjuk resep, cara menggunakan alat, atau instruksi keselamatan. Oleh karena itu, kemampuan memahami tujuan teks prosedur merupakan dasar untuk menjadi individu yang cermat dan mandiri. Asesmen Formatif 2 Mengenali Tujuan Teks Prosedur Kerjakan kegiatan berikut secara mandiri! Bacalah teks berikut dengan saksama! Cara Membuat Infused Water Lemon Segar dan Menyehatkan Gambar 4.4 Lemon Infused Water Selain sayuran, buah-buahan juga penting untuk dikonsumsi setiap hari guna menjaga kebugaran tubuh. Buah mengandung vitamin C yang berperan dalam meningkatkan daya tahan tubuh serta menjaga kesehatan mulut dan gusi. Kekurangan vitamin C dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti gusi berdarah, sembelit, atau sariawan. Untuk menghindari kejenuhan dalam mengonsumsi buah secara langsung, Anda dapat mengolahnya menjadi minuman sehat seperti infused water. Terdapat berbagai varian infused water yang mudah dibuat dari berbagai buah, salah satunya yaitu dari buah lemon. Berikut cara membuatnya. Alat dan Bahan - 1 buah lemon segar - 500 ml air matang - Wadah atau botol kaca berpenutup - Pisau dan talenan

Langkah-Langkah 1. Cuci bersih buah lemon menggunakan air mengalir. 2. Iris tipis lemon dengan hati-hati menggunakan pisau yang bersih. 3. Masukkan irisan lemon ke dalam botol atau wadah kaca. 4. Tuangkan 500 ml air matang ke dalam wadah tersebut hingga seluruh lemon terendam. 5. Tutup wadah dengan rapat, kemudian simpan di dalam lemari pendingin selama 1–2 jam agar sari buah lemon meresap sempurna. 6. Setelah didiamkan, infused water siap dikonsumsi dalam keadaan dingin. Infused water merupakan pilihan minuman sehat yang dapat dibuat dengan mudah di rumah. Selain menyegarkan, infused water membantu mencukupi kebutuhan cairan harian dan memberikan manfaat detoksifikasi secara alami. Dengan bahan-bahan sederhana dan tanpa pemanis buatan, minuman ini sangat baik dikonsumsi secara rutin untuk menunjang gaya hidup sehat. Sumber: https://www.listerine.co.id/artikel/coba-berkreasi-dengan-infused-water-yuk Setelah membaca bacaan, jawablah pertanyaan berikut dengan memberi tanda (✓) pada kolom yang tersedia! No Pertanyaan Jawaban Ya Tidak 1. Apakah infused water hanya bisa dibuat dengan buah lemon saja? 2. Apakah tujuan dari teks tersebut adalah untuk membuat minuman sehat yang menyegarkan tubuh? 3. Apakah kita perlu memasak air terlebih dahulu sebelum membuat infused water? 4. Apakah salah satu bahan dalam resep tersebut adalah daun mint? 5. Apakah kita langsung bisa meminum infused water setelah mencampurkan semua bahan tanpa menunggu? 6. Apakah menyimpan infused water di kulkas selama 1–2 jam bertujuan agar sari buah lebih meresap? 7. Apakah infused water dibuat dengan cara direbus bersama bahan lainnya? 8. Apakah teks tersebut termasuk ke dalam jenis teks prosedur karena berisi langkah-langkah pembuatan sesuatu? 9. Apakah infused water bisa menjadi alternatif minuman sehat tanpa tambahan gula? 10. Apakah teks tersebut menggunakan bahasa informal dan percakapan sehari-hari? Membaca dan Memirsa 1. Menelaah Struktur Teks Prosedur Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mengikuti petunjuk, baik saat memasak, merakit sesuatu, maupun menggunakan alat. Petunjuk-petunjuk tersebut merupakan bagian dari teks prosedur. Agar mudah dipahami dan diikuti, teks prosedur memiliki struktur yang sistematis. Struktur ini membantu pembaca mengetahui apa tujuan dari prosedur tersebut, langkah-langkah yang harus dilakukan, dan hasil atau manfaat akhir yang bisa diperoleh. Dalam penyusunannya, struktur teks prosedur terdiri dari 4 bagian, yaitu tujuan, material, langkah- langkah penyusunan/pengerjaan, dan penegasan ulang (simpulan). Penjelasan lengkapnya sebagai berikut: a. Tujuan Pada awal pembuatan teks prosedur, penulis biasanya memberikan penjelasan terkait tujuan dalam penyusunan teks prosedur. Hal ini juga bisa menginformasikan hasil akhir yang akan dicapai. b. Material Merupakan hal-hal apa saja yang perlu dipersiapkan dan yang dibutuhkan dalam pelaksanaan atau pembuatan kegiatan tersebut. Bagian ini berisi informasi tentang alat dan bahan yang dibutuhkan dalam pelaksanaan kegiatan. c. Langkah-langkah

Bagian ini menjelaskan tentang proses atau tahapan yang harus dilakukan demi mendapatkan hasil maksimal sesuai dengan tujuan dari teks prosedur. Langkah-langkah yang dibuat harus secara berurutan. Selain itu, susunannya harus logis, sistematis, dan mudah dipahami oleh pembaca. d. Penegasan Ulang/Simpulan Bagian terakhir ini menjelaskan tentang simpulan dari suatu prosedur yang telah dilakukan. Bagian ini bersifat opsional, yakni boleh ada dan boleh tidak ada dalam teks prosedur. Perhatikan contoh berikut! Teks Struktur Prosedur Menjaga Kesehatan Gigi Menjaga kesehatan gigi adalah langkah penting dalam menjaga kesehatan mulut secara keseluruhan. Dengan menerapkan kebiasaan perawatan gigi yang baik, kita dapat mencegah kerusakan gigi, masalah gusi, dan menjaga senyuman yang indah. Berikut adalah langkah-langkah dalam menjaga kesehatan gigi. Tujuan Daftar Peralatan/Bahan 1. Sikat gigi dengan bulu sikat yang lembut 2. Pasta gigi yang mengandung fluoride 3. Benang gigi atau tusuk gigi 4. Kumur-kumur berbasis antiseptik Material Langkah-Langkah 1. Sikat gigi secara teratur: a. Sikat gigi paling tidak dua kali dalam satu hari. Yaitu, pagi serta malam sebelum waktu tidur. b. Gunakan sikat gigi dengan bulu sikat lembut dan kepala sikat yang dapat mencapai semua bagian gigi. c. Oleskan pasta gigi yang mengandung fluoride pada sikat gigi, seukuran kacang polong. d. Sikat gigi dengan gerakan melingkar dan lembut selama minimal 2 menit, memastikan menyikat semua permukaan gigi, termasuk gigi belakang dan bagian dalam gigi. 2. Gunakan benang gigi atau tusuk gigi: a. Setelah menyikat gigi, gunakan benang gigi atau tusuk gigi untuk membersihkan sela-sela gigi. b. Ambil sepotong benang gigi sepanjang sekitar 45 cm dan lilitkan pada jari tengah kedua tangan. c. Masukkan benang gigi perlahan antara gigi dan geser ke atas dan ke bawah, membentuk gerakan melengkung. d. Bersihkan setiap sela gigi dengan benang gigi atau tusuk gigi dengan hati-hati untuk menghilangkan sisa makanan dan plak. 3. Gunakan kumur-kumur berbasis antiseptik: a. Setelah menyikat gigi dan membersihkan sela-sela gigi, gunakan kumur-kumur berbasis antiseptik untuk menghilangkan kuman dan bakteri di mulut. b. Ambil jumlah yang sesuai sesuai petunjuk pada label kumur-kumur dan kumur-kumur selama minimal 30 detik, menggerakkan cairan di sekitar gigi dan gusi. c. Jangan telan cairan kumur-kumur. Setelah berkumur, berkumurlah dengan air bersih untuk menghilangkan sisa kumur-kumur. Langkah-langkah Menjaga kesehatan gigi adalah kunci untuk menjaga kesehatan mulut yang baik. Dengan mengikuti langkah-langkah ini secara teratur, kita dapat mencegah masalah gigi dan menjaga senyuman yang indah. Selalu ingat untuk merawat gigi dengan baik demi kesehatan dan kepercayaan diri yang optimal. Sumber: https://www.sonora.id Penegasan ulang/simpulan

Asesmen Formatif 3 Menelaah Struktur Teks Prosedur Perhatikan penggalan teks berikut, kemudian pasangkanlah sesuai dengan strukturnya! Ingatlah bahwa luka sayat dan luka gores ringan biasanya sembuh dengan sendirinya. Jika tanda-tanda infeksi (kemerahan, pembengkakan, nanah) tetap ada atau memburuk, konsultasikan dengan tenaga medis profesional. □ □ Tujuan Kecelakaan bisa terjadi kapan saja, dan mengetahui cara memberikan pertolongan pertama dasar untuk luka sayat dan luka gores adalah hal yang penting. Perawatan segera dapat mencegah infeksi dan mempercepat penyembuhan. Bagaimana caranya? Perhatikan langkah-langkah berikut! □ □ Material Langkah-Langkah Secara Bertahap 1. Menilai Situasi: • Pastikan keselamatan kamu dan orang yang terluka. • Tentukan sejauh mana luka sayat atau luka gores tersebut. 2. Mencuci Tangan: • Jika tersedia, pakai sarung tangan sekali pakai. • Jangan lupa untuk mencuci tangan kamu memakai air dan sabun. 3. Mengontrol Pendarahan (jika berlaku): • Untuk pendarahan ringan, tekan perlahan dengan kain bersih atau kasa steril. • Angkat area yang terluka jika memungkinkan. 4. Membersihkan Luka: • Gunakan larutan antiseptik atau tisu basah antiseptik untuk membersihkan luka dengan lembut. • Jika ada benda asing, gunakan pinset yang dibersihkan dengan alkohol untuk mengeluarkannya. 5. Mengoleskan Antiseptik: • Oleskan sedikit larutan antiseptik ke luka untuk mencegah infeksi. 6. Menutupi dengan Perban: • Tempatkan plester perekat di atas luka yang telah dibersihkan. • Pastikan plester tersebut menutupi seluruh area yang terkena. 7. Menyegel dengan Pita Medis: • Gunakan pita medis untuk menyegel tepi plester agar tetap di tempat. 8. Memeriksa dan Mengganti Pembalut: • Secara berkala periksa luka untuk tanda-tanda infeksi atau jika plester menjadi kotor. • Ganti plester dan ulangi langkah-langkah 4 hingga 7 sesuai kebutuhan. □ □ Langkah- langkah Bahan dan Alat: • Kain bersih atau kasa steril • Larutan antiseptik atau tisu basah antiseptik • Perban perekat (berbagai ukuran) • Plester medis • Sarung tangan sekali pakai (opsional) □ □ Penegasan Ulang/Simpulan 2. Mengidentifikasi Kaidah Kebahasaan Teks Prosedur Teks prosedur ditulis untuk memberi petunjuk yang jelas dan mudah diikuti. Di dalamnya terdapat kaidah kebahasaan yang membedakan dengan teks yang lain.

Kaidah kebahasaan adalah aturan kebahasaan atau ciri tertentu yang melekat pada suatu teks. Penggunaan kaidah kebahasaan teks prosedur tentunya berbeda dengan kaidah kebahasaan teks yang lain. Dalam teks prosedur, terdapat kaidah-kaidah kebahasaan yang biasa digunakan, yaitu: a. Menggunakan Kata Kerja Imperatif Kata kerja imperatif adalah jenis kata kerja yang meminta pendengar atau pembaca melakukan suatu tindakan biasanya berakhiran -an, dan -i. Selain itu kata kerja juga menggunakan partikel -kan dan -lah. Contoh: masukan, perhatikanlah, hindari, siapkan, masukkanlah, dinginkanlah, dan lain sebagainya. b. Menggunakan Kata Teknis Kaidah kebahasaan yang kedua adalah menggunakan kata teknis yang berkaitan dengan topik yang sedang dibahas di dalam teks tersebut. Contohnya saja ketika menjelaskan tentang “Manfaat brokoli dan sayur hijau lain untuk kesehatan tubuh” bisa menggunakan kata teknis seperti halnya protein, nutrisi, dan lain sebagainya. c. Menggunakan Konjungsi Temporal Konjungsi merupakan salah satu jenis kata hubung yang berfungsi untuk menjelaskan suatu urutan dan dijelaskan secara kronologis. Contoh: setelah itu, selanjutnya, kemudian, lalu. d. Penggunaan Numeralia (kata bilangan) Ada 2 numeralia dalam teks prosedur yaitu numeralia urutan dan numeralia kuantitas (jumlah) 1) Numeralia Urutan adalah kata yang bisa menjadi kata pengganti konjungsi temporal. Contohnya: pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya. 2) Numeralia Kuantitas adalah kata yang berfungsi sebagai petunjuk jumlah atau durasi dalam teks prosedur. Contohnya: “tambahkan garam 1 sendok makan,” “diamkan selama 1 jam di dalam kulkas,” dan sejenisnya. e. Penggunaan Kriteria batasan Teks prosedur dibuat agar orang bisa melakukan seperti apa yang ditulis. Oleh karena itu, kalimat pada teks prosedur harus rinci dan jelas batasannya. Tanpa batasan : Tambahkan air. Dengan batasan : Tambahkan air sebanyak 500 ml. f. Penggunaan Kata Keterangan (Adverbia) Adverbia atau kata keterangan adalah kelas kata yang memberikan keterangan kepada kata lain. Jenisnya antara lain sebagai berikut. 1) Keterangan cara, ditandai dengan penggunaan konjungsi dengan, cara, dan secara. Contoh: a) Lakukan gerakan dengan memutar. b) Putarlah kayuh secara perlahan. 2) Keterangan alat Adverbia ini menjelaskan alat yang digunakan pada sebuah kegiatan atau peristiwa, misalnya dengan..., menggunakan..., dengan menggunakan.... Contoh: a) Bentuk kue dengan cetakan! b) Aduklah adonan dengan menggunakan sendok. 3) Keterangan tujuan, ditandai dengan konjungsi untuk, supaya, dan agar. Contoh: a) Aduk secara merata agar tidak mengental. b) Masukkan ke dalam kulkas supaya hidangan lebih fresh. 4) Keterangan syarat, ditandai dengan konjungsi jika, seandainya, kalau, dan lain-lain. Contoh: a) Jika adonan mulai mengental kecilkan apinya. b) Jika ingin mendapat hasil maksimal, lakukan gerakan secara berulang. 5) Keterangan akibat, ditandai dengan konjungsi hingga, akibatnya, sehingga, sampai, dan lain-lain. Contoh: a) Masukkan bahan sedikit demi sedikit hingga semua bahan tercampur. b) Aduklah bahan dan bumbu sampai mendidih.

g. Menggunakan Kalimat Saran/ Larangan Kalimat saran ditandai dengan konjungsi sebaiknya, seharusnya, lebih baik jika, dan lain-lain. Sedangkan kalimat larangan ditandai dengan konjungsi jangan, hindari, tidak boleh, dan lain-lain. Contoh: 1) Sebaiknya, kegiatan dilakukan secara berulang untukmendapat hasil yang maksimal. 2) Angkat segera jangan terlalu kecoklatan. h. Menggunakan Kalimat Persuasif Kalimat persuasif yaitu kalimat yang bertujuan untuk membujuk atau mengajak para pembaca untuk melakukan sebuah tindakan tertentu. Sehingga kebanyakan teks prosedur akan menggunakan kalimat persuasif. Contoh: Marilah menjaga kesehatan tubuh dengan memilih secara bijak apa yang kita makan. Asesmen Formatif 4 Mengidentidikasi Kaidah Kebahasaan Teks Prosedur Bacalah teks prosedur berikut kemudian jawablah pertanyaan dengan jawaban yang tepat dan benar! Cara Menerapkan Mindful Eating Gambar 4.5 Mindful Eating Aladokter.com Mindful eating adalah metode makan dengan kesadaran penuh, yang melibatkan perhatian terhadap rasa, aroma, tekstur, dan proses makan secara keseluruhan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas makan, mencegah gangguan makan, dan membawa dampak positif bagi kesehatan, seperti menjaga berat badan ideal dan kesehatan pencernaan. Sesuai dengan namanya, cara makan mindful eating mengacu pada konsep mindfulness yang mendorong manusia untuk memperhatikan segala sesuatu dengan saksama dan sepenuh hati menikmatinya. Mindful eating berfokus pada kesadaran diri saat makan, menyadari rasa lapar atau kenyang, serta melibatkan seluruh fungsi indra saat menikmati makanan. Agar dapat menerapkan mindful eating sebagai rutinitas saat makan, berikut ini adalah beberapa cara yang dapat dilakukan: 1. Buat Pola Makan Bergizi Rancang jadwal makan yang mencakup makanan bergizi, termasuk saat cheat day, agar tubuh tetap mendapatkan asupan nutrisi yang seimbang. 2. Hargai dan Ubah Pandangan terhadap Makanan Renungkan proses mendapatkan makanan, mulai dari pengolahan hingga penyajiannya, dan niatkan makan untuk menjaga kesehatan tubuh dan mental. 3. Sajikan Makanan dengan Porsi yang Pas Hindari porsi yang terlalu sedikit atau berlebihan untuk mencegah konsumsi makanan berlebih. 4. Kunyah Makanan secara Perlahan Perlambat proses makan dan rasakan makanan sepenuhnya untuk mengenali kapan rasa kenyang muncul. 5. Libatkan Seluruh Indra Perhatikan tekstur, warna, bau, suara, dan rasa serta perasaan saat mengonsumsi makanan tersebut. 6. Perhatikan Efek Makan terhadap Tubuh Rasakan bagaimana makanan yang dikonsumsi dapat mengembalikan energi dan kekuatan tubuh. 7. Hentikan Makan saat Kenyang Segera hentikan makan sebelum atau saat kenyang untuk mencegah makan berlebihan. 8. Selipkan Jadwal Makan Ringan Jika terbiasa makan dengan porsi besar, cobalah untuk menyelipkan jadwal makan makanan ringan, seperti sepotong buah, yoghurt, atau kacang-kacangan, setidaknya setiap 3 jam.

Ayo menerapkan mindful eating agar dapat meningkatkan kesadaran saat makan, menikmati makanan dengan lebih baik, dan menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Konsistensi dalam menerapkan langkah-langkah di atas akan membantu Anda mencapai manfaat maksimal dari mindful eating. (Mindful Eating, Begini Cara Menerapkan dan Manfaatnya - Alodokter) 1. Tuliskan 3 contoh kata kerja imperatif yang terdapat dalam teks prosedur tersebut! …………………………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………………………… 2. Tuliskan 2 contoh kata konjungsi temporal yang terdapat dalam teks prosedur tersebut! …………………………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………………………… 3. Temukan partikel yang terdapat dalam teks prosedur tersebut! …………………………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………………………… 4. Tuliskan 2 kata teknis yang berkaitan dengan topik kesehatan atau pola makan dalam teks tersebut! …………………………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………………………… 5. Tuliskan kalimat persuasif yang terdapat dalam teks prosedur tersebut! …………………………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………………………… 3. Menemukan Teks Prosedur dalam Fiksi Teks prosedur dapat ditemukan pada karya fiksi. Teks prosedur pada karya fiksi memiliki konteks yang khas. Teks cerita fiksi adalah karya sastra yang memuat cerita fiksi atau berdasarkan fantasi “fantasi” berbasis imajinasi yang bukan pada kejadian yang sebenarnya, tetapi hanya mengandalkan imajinasi atas pengalaman faktual pengarang. Imajinasi pengarang diolah atas dasar penilaiannya terhadap berbagai peristiwa pengalaman, wawasan, pandangan, interpretasi, ilmu pengetahuan, realitas dan peristiwa yang murni fiktif. Sama dengan teks prosedur sebelumnya, teks prosedur dalam fiksi juga memiliki ciri-ciri yang sama yaitu berisi langkah-langkah, disusun secara informatif, bersifat objektif, dan bersifat akurat. Biasanya kita menemukan teks prosedur dalam buku nonfiksi atau panduan praktis. Namun, teks prosedur juga bisa muncul dalam teks fiksi, misalnya dalam bentuk: • Dialog antar tokoh yang menjelaskan cara melakukan sesuatu (seperti memasak, merawat tanaman, atau menggunakan alat). • Deskripsi penulis yang menjabarkan tahapan kegiatan yang dilakukan tokoh. Perhatikan contoh berikut Kue Ulang Tahun Widi Karya: Caecilia Krismariana Gambar 4.6 Cerita Fiksi

Hari ini Widi berulang tahun dan Nenek datang untuk membuatkan kue spesial untuknya. Eh, tunggu dulu… kenapa Nenek menyiapkan beras, kelapa, gula merah… dan daun pisang? Bahan-bahan itu untuk apa? Benarkah Nenek bisa membuatkan kue ulang tahun untuk Widi? Ulang tahun Mbak Widi! Nenek pasti membuatkan kue lezat untuknya. Coba lihat bawaan Nenek! Itu bahan-bahan untuk membuat bubur merah putih. Bubur? Hi hi hi! BUBUR? Mbak Widi tampak kecewa Mbak Widi tetap menginginkan kue. Bagaimana kalau dibeli saja? Nenek hanya tersenyum. Nenek tetap akan membuat bubur. Mbak Widi ingin warnanya cokelat. Mbak Widi ingin ada hiasan putih. Mbak Widi ingin ada buah ceri di atasnya. Nenek tersenyum dan mengiyakan. Aku dan Mbak Widi terkejut. Bisa, ya? Didihkan beras dan masukkan santan. Setelah menjadi bubur, pisah jadi dua bagian. Masukkan gula merah ke salah satu bagian bubur. Daun apa ini? Oh, itu daun pandan untuk mewangikan bubur. Aku senang membantu Nenek. Hei, Nenek sedang membuat apa? Bentuknya seperti kapal. Akulah kapten kapal! Asyik, sudah matang! Kata Nenek, bubur merah putih ini untuk memperingati hari lahir. Ini untuk Mbak Widi. Aku mau coba! Tambah, Nek! Mbak Widi jadi ingin mencicipi. Selamat ulang tahun, Mbak Widi! Sumber: https://literacycloud.org/stories/312-widi-s-birthday-cake/readStoryPage Teks tersebut menceritakan tentang bagaimana cara membuat bubur merah putih yang disertai dengan langkah-langkah. Jadi termasuk dalam teks prosedur dalam fiksi. Berikut adalah analisis beserta bukti ciri- cirinya: a. Mengandung urutan atau langkah-langkah kegiatan Contoh: “Didihkan beras dan masukkan santan.” “Setelah menjadi bubur, pisah jadi dua bagian.” “Masukkan gula merah ke salah satu bagian bubur.” b. Menggunakan kalimat imperatif atau deskriptif Contoh: “Didihkan beras...” “Masukkan gula merah...” Teks tersebut bisa diubah menjadi teks prosedur sesuai dengan strukturnya sebagai berikut.

Cara Membuat Bubur Merah Putih Acara ulang tahun biasanya identik dengan kue, namun bisa kita ganti dengan makanan yang lain agar terdapat suasana yang berbeda. Salah satu makanan yang wajib dicoba yaitu bubur merah putih. Cara membuatnya tidak sulit, berikut langkah-langkahnya. Alat dan Bahan • 1 cangkir beras • 1 liter santan • 1 bongkah gula merah • 1 lembar daun pandan • Garam secukupnya • Air untuk merebus • Daun pisang (untuk wadah atau hiasan) Langkah-langkah 1. Cuci bersih beras, lalu rebus dengan air hingga setengah matang. 2. Tambahkan santan dan sedikit garam, lalu aduk rata agar santan tidak pecah. 3. Masak hingga menjadi bubur kental. 4. Bagi bubur menjadi dua bagian. 5. Tambahkan gula merah yang telah dilelehkan ke salah satu bagian bubur untuk membuat bubur merah. 6. Tambahkan daun pandan ke dalam rebusan untuk memberi aroma harum. 7. Siapkan daun pisang sebagai wadah atau hiasan, bentuk sesuai selera (misalnya menyerupai kapal). 8. Sajikan bubur merah dan putih secara berdampingan. Bubur merah putih siap disajikan sebagai hidangan ulang tahun. Bisa kalian tambahkan hiasan agar lebih menarik. Asesmen Formatif 5 Menemukan Teks Prosedur dalam Fiksi Bacalah teks berikut ! Perangkap Hebat Soma Karya: Yovita Siswati Gambar 4.7 Tokoh Soma Musim menangkap belut telah tiba. Soma ingin ikut kakaknya, mereka harus bersiap-siap. Pertama mereka harus membuat corak bambu.

Bagaimana caranya? Sepertinya sulit! Aha! Ambil ini saja! Setelah itu, mereka perlu membuat sikur. Bagaimana caranya? Begini? Atau begini? Lalu sikur dimasukkan ke dalam corak bambu. Mereka mencari cacing untuk umpan. Soma pun berusaha. Waktunya meramu umpan. Aku juga bisa! Tumbuk, tumbuk….. Oles, oles Bagaimana cara memasang corak? Begini? Ah, begitu baru betul! Corak dibiarkan semalaman. Corak saya, corak buluh! Dimasuki belut sampai penuh! Dipepes, enak sungguh!! Dipepes, enak sungguh! Eoaah…! Ayo kita angkat perangkapnya! Bagaimana dengan Soma? Wah! Hebat! Nyam, sedap sekali! Sumber: https://literacycloud.org/stories/467-soma-s-great-trap/readStoryPage 1. Menurutmu, mengapa teks tersebut memuat tahapan prosedur? ..................................................................................................................................................................... ..................................................................................................................................................................... ..................................................................................................................................................................... 2. Apa isi prosedur yang dimuat dalam teks tersebut? ..................................................................................................................................................................... ..................................................................................................................................................................... ..................................................................................................................................................................... 3. Ubahlah teks tersebut menjadi teks prosedur! ................................................................................................................................................................. ................................................................................................................................................................. ................................................................................................................................................................. ................................................................................................................................................................. ................................................................................................................................................................. .................................................................................................................................................................

................................................................................................................................................................. ................................................................................................................................................................. ................................................................................................................................................................. ................................................................................................................................................................. ................................................................................................................................................................. ................................................................................................................................................................. ................................................................................................................................................................. ................................................................................................................................................................. ................................................................................................................................................................. ................................................................................................................................................................. ................................................................................................................................................................. ................................................................................................................................................................. ................................................................................................................................................................. ................................................................................................................................................................. ................................................................................................................................................................. ................................................................................................................................................................. ................................................................................................................................................................. ................................................................................................................................................................. MENULIS 1. Menyusun Teks Prosedur Setelah kalian mempelajari struktur dan kaidah kebahasaan yang terdapat dalam teks prosedur, kalian diharapkan dapat menulis atau menyusun teks prosedur dengan baik dan benar. Bagaimana agar kita dapat menulis atau menyusun teks prosedur dengan baik dan benar? Berikut penjabaran langkah- langkahnya. a. Menentukan Topik Langkah pertama adalah memilih topik yang ingin dijelaskan, seperti membuat makanan, melakukan aktivitas tertentu, atau menggunakan suatu alat. Pilih topik yang kamu kuasai agar isi prosedur lebih akurat dan jelas. Contoh: “Cara Membuat Jus Jeruk Segar” atau “Langkah Menjaga Kesehatan Saat Musim Hujan”. b. Menuliskan Tujuan Tujuan menjelaskan maksud dari teks prosedur. Ini menjawab pertanyaan “untuk apa” teks itu dibuat. Tujuan harus spesifik, misalnya: “Untuk membuat jus jeruk yang segar dan menyehatkan”. c. Mengamati Cara Membuat, Melakukan, atau Memainkan Sesuatu Lakukan pengamatan langsung atau berdasarkan pengalaman/pengamatan orang lain tentang cara membuat atau melakukan sesuatu yang dipilih sebagai topik. Observasi ini penting agar langkah-langkah yang ditulis realistis dan dapat diikuti orang lain. d. Mencatat Alat dan Bahan yang Digunakan Jika topik melibatkan alat dan bahan (misalnya membuat makanan atau prakarya), daftarkan semua alat dan bahan secara rinci. Hal ini membantu pembaca mempersiapkan apa saja yang dibutuhkan sebelum melakukan langkah-langkahnya. e. Mencatat Langkah-Langkah Secara Sistematis Tuliskan langkah-langkah dalam urutan yang logis, tidak melompat-lompat. Gunakan penanda urutan seperti “Pertama”, “Kemudian”, “Setelah itu”, dan “Terakhir”. Gunakan kalimat perintah atau petunjuk yang jelas. f. Menyusun Teks Prosedur Secara Utuh Gabungkan semua bagian menjadi sebuah teks yang utuh, mulai dari judul, tujuan, alat dan bahan (jika ada), hingga langkah-langkah. Gunakan bahasa baku dan efektif, serta perhatikan ejaan dan tanda baca.

Asesmen Formatif 6 Menyusun Teks Prosedur 1. Buatlah kelompok yang terdiri dari 3-4 anggota! 2. Buatlah satu teks prosedur dengan memilih salah satu topik berikut! a. Cara membuat makanan atau minuman yang bermanfaat bagi tubuh b. Cara melakukan gerak olahraga yang bermanfaat bagi tubuh c. Cara memakai suatu alat olahraga 3. Sebelum membuat teks prosedur kalian dapat menulis kerangka teks prosedur sesuai dengan tabel berikut Anggota Kelompok Tujuan teks prosedur Bahan dan alat yang digunakan Langkah kegiatan Penutup 4. Susunlah teks prosedur yang dipilih dengan memperhatikan struktur dan kaidah kebahasaannya! 5. Sunting dan diskusikan kembali dengan anggota kelompokmu apakah penulisan sudah sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia! 6. Kumpulkan hasil tugas kelompokmu agar mendapat penilaian dan tanggapan dari guru! 2. Menyusun Teks Prosedur dalam Bentuk Infografik Teks prosedur dapat disajikan dalam bentuk teks, namun juga bisa disajikan dalam bentuk infografik. Infografik menyajikan informasi secara ringkas dan visual. Teks prosedur yang divisualisasikan menjadi lebih menarik dan mudah dipahami, karena menggabungkan antara teks, simbol, gambar, dan warna. Perhatikan contoh berikut! Berdasarkan contoh tersebut bisa dianalisis bahwa infografik tersebut masuk ke dalam teks prosedur karena berisi langkah-langkah berurutan pertolongan pertama pada sesak napas. Selain itu terdapat gambar yang digunakan untuk mendukung isi.

Asesmen Formatif 7 Menyusun Teks Prosedur dalam Bentuk Infografik 1. Bergabunglah kembali dengan kelompokmu berdasarkan kegiatan sebelumnya! 2. Ubahlah teks prosedur yang sudah kalian buat menjadi sebuah infografik yang menarik! 3. Tambahkan ilustrasi atau gambar yang mendukung isi dari teks prosedur yang sudah kalian buat! 4. Perhatikan penggunaan bahasa agar sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia! BERBICARA DAN MEMPRESENTASIKAN 1. Menyajikan Teks Prosedur Secara Lisan Menyajikan teks prosedur secara lisan dapat diartikan melisankan teks prosedur tulis. Dalam mempresentasikan secara lisan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebagai berikut. a. Volume Volume suara adalah tinggi rendahnya suara. Ketika presentasi, pastikan suara kamu terdengar jelas oleh teman-temanmu. Volume suara yang tinggi atau keras tidak berarti harus teriak. Kamu bisa mengukur volume suara yang bisa terdengar jelas dan nyaman di telinga. b. Artikulasi Artikulasi adalah pengucapan atau pelafalan huruf. Kamu harus melafalkan huruf, kata, kalimat secara tepat agar teman-temanmu memahami kata-kata yang kamu sampaikan. Kamu bisa berlatih melafalkan huruf/kata dengan berbicara di depan cermin dan memperhatikank gerak bibir/mulut. c. Intonasi Intonasi adalah tinggi rendahnya nada. Pengaturan intonasi yang tepat dapat mengantarkan maksud tulisan secara lebih baik. d. Gestur Gestur adalah gerak anggota tubuh. Kamu bisa mengiringi presentasi cerita dengan gerakan tangan, gerakan kaki, gelengan kepala, atau gerakan yang lain. e. Mimik atau ekspresi Mimik adalah ekspresi wajah. Mimik berfungsi untuk memperkuat dan memperjelas teks, sehingga orang yang melihat akan lebih mudah mengerti isi teks. 2. Menyajikan Teks Prosedur Secara Visual Menyajikan teks prosedur secara visual dapat diartikan dengan menampilkan infografik. Dalam mempresentasikan secara visual. Seperti yang sudah dijelaskan di materi sebelumnya bahwa infografik yang ditampilkan harus memuat struktur teks prosedur. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebagai berikut. a. Judul b. Alat dan bahan c. Langkah-langkah d. Gambar ilustrasi pendukung e. Kombinasi warna Asesmen Formatif 8 Menyajikan Teks Prosedur Secara Lisan dan Visual a. Bergabunglah kembali dengan kelompokmu berdasarkan kegiatan sebelumnya! b. Tunjukkan dan presentasikan teks prosedur dalam bentuk infografik yang sudah kalian buat bersama kelompokmu! c. Perhatikan intonasi, jeda, gestur, dan mimik selama penyampaian teks prosedur! d. Beri penilaian kelompok yang maju dengan menggunakan tabel berikut! No. Nama Judul Teks Nilai Catatan 1. 2. 3.

e. Beri penilaian infografik teks prosedur yang presentasi dengan kriteria sebagai berikut! Nama kelompok: Judul presentasi: Kriteria yang dinilai Nilai Tujuan teks prosedur jelas disampaikan Kalimat yang digunakan mudah dipahami Gambar infografik menarik Nilai keseluruhan Refleksi Pembelajaran Selamat, kalian telah menyelesaikan materi teks prosedur. Ayo, merefleksi apa saja yang kalian dapatkan! Isi tabel berikut dengan memberi tanda (✓) pada kolom Ya atau Tidak. No. Pertanyaan Ya Tidak 1. Saya dapat memahami isi teks prosedur 2. Saya dapat menjelaskan ciri-ciri teks prosedur 3. Saya dapat menyebutkan jenis- jenis teks prosedur 4. Saya dapat menelaah struktur teks prosedur 5. Saya dapat memahami teks prosedur dalam fiksi 6. Saya dapat menelaah kaidah kebahasaan teks prosedur 7. Saya dapat menyusun teks prosedur 8. Saya dapat menyajikan teks prosedur secara lisan 9. Saya dapat menyajikan teks prosedur secara visual Asesmen Sumatif Lingkup Materi A. Berilah tanda silang (X) huruf A, B, C, atau D pada jawaban yang benar! Teks prosedur berikut untuk nomor 1-5. Panduan cara membersihkan kotoran kucing yang benar Membersihkan kotoran kucing secara rutin adalah hal penting yang harus dilakukan oleh setiap pemilik kucing. Hal ini tidak hanya membantu mengurangi bau tidak sedap di rumah, tetapi juga efektif dalam mencegah berkembangnya bakteri, kuman, atau parasit penyebab penyakit pada kucing. Menjaga kebersihan perlengkapan anabul juga penting untuk mencegah infeksi parasit Toxoplasma gondii yang berbahaya bagi anak kecil, ibu hamil, atau orang dengan daya tahan tubuh lemah. Nah, berikut ini panduan membersihkan kotoran kucing yang benar. 1. Buang kotoran kucing Buang pup kucing dengan menggunakan sekop khusus yang memang dirancang untuk membersihkan litter box. Untuk mencegah kontaminasi bakteri, gunakan sarung tangan saat mengambil kotoran kucing agar kotoran tidak menempel di tangan. 2. Masukkan kotoran ke dalam kantong plastik Agar bau dan kotoran tidak menyebar, gunakanlah kantong plastik. Masukkan kotoran ke dalam kantong plastik, lalu ikat bagian atas kantong plastik dengan ikatan simpul atau tali yang rapat. 3. Ganti pasir secara berkala Mengganti pasir kucing secara teratur penting untuk mengurangi risiko tumbuhnya bakteri. Langkah ini juga bisa jadi cara menghilangkan bau kotoran kucing di lingkungan rumah. 4. Bersihkan litter box Cara membersihkan litter box kucing juga tidak bisa sembarangan. Gunakanlah air mengalir, seperti dari keran atau air hangat untuk membilas sisa-sisa debu, bau, atau kotoran halus yang mungkin masih menempel pada litter box. 5. Bersihkan peralatan kucing

Hal ini bertujuan untuk mencegah penyebaran kuman atau pasir ke area lain di rumah. Jika Anda menggunakan sarung tangan sekali pakai, pastikan membuangnya ke tempat sampah setelah digunakan. 6. Mencuci tangan hingga bersih Setelah proses membersihkan kotoran kucing selesai, langkah terpenting yang tidak boleh dilupakan adalah mencuci tangan hingga benar-benar bersih. Nah, itulah beberapa cara membersihkan kotoran kucing. Dengan rutin membersihkan kotorannya, kucing akan merasa lebih nyaman saat buang air dan terhindar dari risiko penyakit. Sumber: https://hellosehat.com/sehat/informasi-kesehatan/cara-membersihkan-kotoran-kucing/ 1. Sasaran pembaca teks prosedur tersebut adalah.... A. orang tua B. semua orang C. anak-anak D. pemelihara kucing 2. Informasi yang terdapat dalam teks prosedur tersebut adalah... A. Kebersihan kandang kucing harus selalu terjaga. B. Kotoran kucing tidak harus dibersihkan secara rutin. C. Menjaga kebersihan perlengkapan kucing juga penting untuk mencegah infeksi parasit Toxoplasma gondii yang berbahaya D. Kotoran kucing bisa untuk mencegah infeksi parasit Toxoplasma gondii yang berbahaya. 3. Simpulan yang sesuai dengan teks prosedur tersebut adalah... A. Membersihkan kotoran kucing secara rutin sesuai langkahnya penting untuk mencegah penyebaran penyakit dan menjaga kebersihan lingkungan. B. Membersihkan kotoran kucing sangat penting untuk mencegah hewan lain masuk ke rumah. C. Membersihkan kotoran kucing wajib bagi pemilik kucing dan warga lingkungan sekitar untuk menjaga kebersihan lingkungan. D. Membersihkan kotoran kucing akan lebih praktis menggunakan alat yang modern tanpa harus bersinggungan langsung dengan kotorannya. 4. Alasan penulis membuat teks prosedur tersebut adalah... A. Agar pembaca memahami cara memelihara kucing. B. Agar pembaca memahami cara membersihkan kotoran kucing yang benar. C. Agar pembaca memahami perilaku kucing ketika akan pup. D. Agar pembaca memahami waktu yang tepat ketika membarikan makan kucing. 5. Paragraf 2 teks prosedur tersebut merupakan struktur.... A. tujuan B. alat dan bahan C. langkah-langkah D. simpulan Teks prosedur berikut untuk nomor 6 dan 7. 6. Urutan langkah-langkah yang tepat adalah.... A. 5)-2)-4)-3)-1) B. 5)-3)-2)-1)-4) C. 5)-3)-2)-4)-1) D. 5)-2)-4)-1)-3) 1) Terakhir, tambahkan potongan buah mangga diatasnya. 2) Siapkan blender lalu masukkan potongan buah mangga, es, gula pasir (sesuai selera) dan susu full cream. Blender hingga teksturnya halus. 3) Smoothies mangga siap disajikan. 4) Tuangkan smoothies tersebut kedalam gelas, lalu beri whipping cream diatas smoothiesnya. 5) Kupas buah mangga lalu potong-potong, sisihkan secukupnya potongan buah mangga untuk topping.

7. Judul yang tepat untuk teks prosedur tersebut adalah.... A. Cara Membuat Smoothies Mangga yang Segar B. Cara Memakan Smoothies Mangga yang Benar C. Cara Membuat Smoothies Buah yang Segar D. Cara Menggunakan Alat untuk membuat Smoothies 8. Judul teks berikut yang sesuai untuk pembuatan sesuatu adalah.... A. Cara Membuat Magic Water B. Bagaimana Cara Menggosok Gigi yang Baik dan Benar C. Makanan Gizi Seimbang untuk Remaja D. Cara Menyembuhkan Luka Terkena Benda Tajam Makro Teks prosedur berikut untuk nomor 9 dan 10. 1) Berdirilah di sisi treadmill, pegang handrail. 2) [...] 3) Mulai dengan kecepatan 2-3 km/jam (pemanasan). 4) [...] 5) Tingkatkan kecepatan bertahap setiap 5 menit. 6) Untuk berhenti, turunkan kecepatan secara perlahan. 9. Kalimat yang tepat untuk melengkapi bagian nomor 2) dan 4) pada teks prosedur tersebut adalah... A. 2) Tekan tombol off tahan tiga detik. 4) Lepaskan tali pengaman yang ada di pundak. B. 2) Cabut kabel listrik yang masih menancap. 4) Berlarilah sekuat tenaga. C. 2) Mulai lari sekuat tenaga. 4) Tekan tombol + untuk menambah kecepatan. D. 2) Tekan tombol power dan pilih program. 4) Lepaskan tangan dari handrail saat sudah seimbang. 10. Teks prosedur tersebut memuat... A. Cara membuat sesuatu. B. Cara menggunakan sesuatu. C. Cara melakukan sesuatu. D. Cara memilih sesuatu. Teks fiksi berikut untuk nomor 11 dan 12. Puspa dan Burung Pipit Oleh: Debluenamoo …. Aha! Dia mendapat sebuah ide. Puspa kemudian masuk ke dapur dan menemui ibunya yang sedang sibuk memasak. “Ibu, apa kita punya botol bekas?” tanya Puspa. Ibu Puspa menoleh, “Iya, punya. Ada apa?” Puspa kemudian menjelaskan masalah yang dia dan burung pipitnya alami. Tentang ayam jago nakal yang selalu mengganggu mereka dan menyebabkan burung-burung pipit kesukaan Puspa itu, tidak bisa makan. “Jadi, Puspa ingin membuatkan tempat untuk burung-burung itu makan, Bu. Tempat yang bisa digantung seperti pot bunga itu, agar ayam jago tidak mengganggu sarapan mereka lagi.” Ibu Puspa mengangguk-angguk mengerti. Kemudian Ibu Puspa membuka sebuah lemari dan mengambil sebuah botol sabun bekas berukuran cukup besar. “Ini botolnya. Ada lagi yang kamu perlukan?” tanya Ibu. “Apakah Ibu bisa membantu Puspa memotong botol ini?” Ibu dengan senang hati membantu. Puspa dan Ibu pergi ke halaman depan membawa botol, spidol, dan juga pemotong. Puspa mulai menandai bagian yang akan dipotong dan menyerahkannya kepada ibunya untuk dipotong. Ibu Puspa memotong dengan hati-hati supaya tidak terluka.

Kini botol itu memiliki dua lubang di sisi kanan dan kirinya, untuk tempat burung-burung pipit mengambil makanan mereka. Puspa kemudian memasang tali pada atas botol dan menggantungnya dekat jendela. Dia juga memasukkan biji-bijian, makanan favorit para burung pipit. Sumber: https://repositori.kemdikbud.go.id/31423/1/Kumpulan-Dongeng-Profil-Pelajar-Pancasila.pdf 11. Kutipan fiksi tersebut mengandung teks prosedur yaitu... A. Cara membuat sangkar burung. B. Cara membuat jebakan burung. C. Cara membuat tempat makan burung. D. Cara menggunakan tempat makan burung. 12. Alat dan bahan yang diperlukan dalam membuat tempat makan burung sesuai teks tersebut adalah... A. Botol sabun bekas, pisau, gergaji, dan solder. B. Botol sabun bekas, kawat, air, dan jagung. C. Botol sabun bekas, pisau, spidol, dan tali. D. Botol sabun bekas, pisau, kawat, dan tali. 13. Tujuan teks prosedur berdasarkan teks fiksi tersebut adalah... A. Membuat tempat makan burung agar aman dari ayam. B. Membuat tempat tinggal burung agar aman dari pemburu. C. Membuat tempat makan burung agar aman dari kucing. D. Membuat tempat makan burung agar nyaman ketika makan. Infografik berikut untuk soal nomor 14 dan 15. 14. Kata kerja imperatif yang muncul sesuai infografik adalah.... A. kesetrum, irama, dan bernapas B. listrik, PCR, dan kabel C. matikan, tutupi, dan lakukan D. aliran, kondisi, dan nadi 15. Urutan langkah-langkah yang benar sesuai infografik tersebut adalah... A. 1. Matikan sumber listrik atau jauhkan dengan benda kering nonkonduktor seperti kayu dan karton. 2. Telepon nomor darurat 112. 3. Periksa kondisi tubuh, cek pernapasan dan denyut nadi. 4. Lakukan PCR jika tidak bernapas, batuk, atau bergerak. 5. Tutupi area luka dengan kasa steril atau kain bersih. Jangan gunakan selimut atau handuk. 6. Tunggu hingga ambulans datang. B. 1. Matikan sumber listrik atau jauhkan dengan benda kering nonkonduktor seperti kayu dan karton. 2. Tarik korban menggunakan tali. 3. Periksa kondisi tubuh, cek pernapasan dan denyut nadi. 4. Lakukan PCR jika tidak bernapas, batuk, atau bergerak.

5. Tutupi area luka dengan kasa steril atau kain bersih. Jangan gunakan selimut atau handuk. 6. Tutupi dengan tanah basah agar listrik di tubuh dapat hilang. C. 1. Matikan sumber listrik pusat PLN. 2. Telepon keluarga terdekat. 3. Periksa kondisi tubuh, cek pernapasan dan denyut nadi. 4. Lakukan PCR jika tidak bernapas, batuk, atau bergerak. 5. Tutupi area luka dengan kasa steril atau kain bersih. Jangan gunakan selimut atau handuk. 6. Tunggu hingga ambulans datang. D. 1. Matikan sumber listrik atau jauhkan dengan benda kering nonkonduktor seperti kayu dan karton. 2. Telepon keluarga terdekat. 3. Periksa kondisi tubuh, cek pernapasan dan denyut nadi. 4. Lakukan PCR dengan posisi badan lebih tinggi dari kaki. 5. Tutupi area luka dengan kasa steril atau kain bersih. Jangan gunakan selimut atau handuk. 6. Tunggu hingga ambulans datang. B. Jodohkan kalimat berikut dengan jawaban yang tersedia! No Pernyataan Jawaban Pilihan jawaban 16. Berisi langkah-langkah, disusun secara informatif, dan bersifat objektif merupakan ... teks prosedur. A. kalimat persuasif B. struktur C. menentukan topik D. cara menambal ban E. mencatat alat dan bahan F. ciri-ciri G. infografik H. membersihkan ponsel I. volume J. penggunaan kriteria batasan K. tujuan L. intonasi M. memakai sesuatu N. melakukan sesuatu O. kalimat imperatif P. Q. cara memperbaiki sepeda R. S. membuat sesuatu 17. Memberikan petunjuk bagi pembacanya tentang langkah-langkah secara urut dalam membuat, melakukan aktivitas atau menyelesaikan sesuatu merupakan ... teks prosedur. 18. Tujuan, material, langkah-langkah, dan simpulan merupakan ... teks prosedur. 19. Gosoklah telapak tangan secara perlahan dengan gerakan memutar empat ruas jari tangan yang lain hingga sabun berbusa dan lakukan secara bergantian. Kata pertama dalam kalimat tersebut memuat kaidah kebahasaan teks prosedur yaitu.... 20. Diamkan dan tunggu sekitar 15 menit hingga masker mengering. Kalimat bercetak miring memuat kaidah kebahasaan teks prosedur yaitu.... 21. Dengan memanfaatkan bahan-bahan alami seperti akar kelapa hijau dan biji teratai, kamu bisa mencoba ramuan tradisional warisan nenek moyang ini sebagai alternatif yang aman dan menenangkan. Yuk, coba buat sendiri di rumah dan rasakan manfaatnya untuk tidur yang lebih nyenyak dan berkualitas! Kalimat bercetak miring memuat kaidah kebahasaan teks prosedur yaitu.... 22. a. Cara Membuat Masker Wajah Alami dari Buah Alpukat b. Cara Membuat Smoothie Hijau dari Sayuran Segar c. Cara Membuat Jamu Kunir Asem Judul teks prosedur tersebut merupakan cara untuk.... 23. a. Cara Melakukan Teknik Pernapasan Dalam b. Langkah-Langkah Melakukan Olahraga Jalan Cepat c. Cara Mencuci Tangan yang Benar Judul teks prosedur tersebut merupakan cara untuk.... 24. a. Cara Memakai Sepeda Statis b. Cara Menggunakan Tali Skipping c. Cara Memakai Masker Wajah yang Benar Judul teks prosedur tersebut merupakan cara untuk....

25. Ini bagian yang paling Arum suka saat bekerja di bengkel. Arum jago mencari lubang ban dalam yang bocor. Ban dicelupkan ke air. Apakah ada gelembung udara yang muncul? “Pak, lubangnya sudah kutandai!” Dengan cekatan, Bapak menambal lubang-lubang itu. Sumber: Suatu Hari di Bengkel karya Oky E. Noorsari dalam Berdasarkan kutipan teks fiksi tersebut, terdapat teks prosedur yaitu.... 26. Langkah pertama dalam menyusun teks prosedur adalah.... 27. Teks prosedur yang divisualisasikan menjadi lebih menarik dan mudah dipahami, karena menggabungkan antara teks, simbol, gambar, dan warna disebut.... 28. Tujuan dari teks prosedur berbentuk infografik tersebut adalah memberikan informasi cara.... 29. Tinggi rendahnya suara saat presentasi teks prosedur dinamakan.... 30. Tinggi rendahnya nada saat presentasi teks prosedur dinamakan.... C. Tentukanlah pernyataan-pernyataan berikut ini benar atau salah dengan menuliskan B jika benar dan S jika salah! No Pernyataan Benar/ Salah 31. Teks prosedur adalah teks yang berisi langkah-langkah cara membuat, melakukan, dan memakai sesuatu. 32. Menemukan informasi dalam teks prosedur dapat dilakukan dengan langkah-langkah yaitu membaca keseluruhan dan memahami isi teks prosedur. 33. Struktur teks prosedur terdiri dari tujuan, langkah-langkah, dan amanat. 34. Iris buah lemon dengan pisau tajam agar hasil potongan rapi dan tidak hancur. Kalimat tersebut terdapat kaidah kebahasaan teks prosedur yaitu adverbia keterangan alat. 35. Langkah-langkah dalam teks prosedur tidak harus dilakukan secara urut, yang terpenting semua langkah dilakukan. 36. Tambahkan 1 sendok teh madu ke dalam air perasan jeruk nipis. Kalimat tersebut terdapat unsur kebahasaan teks prosedur yaitu pronomina persona. 37. Si Maumau dan Hujan Badai Karya: Mita Septiana .... “Baik, aku bagi sekarang. Aku sebagai penanggung jawab, sekaligus mencari bahan-bahan pembuatan rumah antibadai. Mulai dari kayu hingga atap. Gaga membuat lubang, pintu, dan jendela. Buya mencari pasir dan batu. Lala dan Kaka membantu Gaga untuk membuat

lubang dan mendirikan tembok. Sesa dan pasukan membantu teman-teman, membawa bahan-bahan ke lokasi pembuatan rumah.” Sumber: https://repositori.kemdikbud.go.id Kutipan teks fiksi tersebut memuat cara membuat sesuatu. 38. Infografik tersebut termasuk teks prosedur karena terdapat langkah-langkah yang harus dilakukan. 39. Menyajikan teks prosedur secara visual harus memperhatikan komposisi tulisan, ilustrasi, dan kombinasi warna. 40. Menyajikan teks prosedur secara lisan harus memperhatikan volume, intonasi, dan irama. D. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jelas! Perhatikan kutipan teks prosedur berikut untuk menjawab soal nomor 41-43! Keluar darah dari hidung atau disebut mimisan sering membuat Anda panik. Saat terjadi mimisan, kebanyakan orang langsung berbaring atau mendongakkan kepala ke belakang. Namun, sebenarnya cara itu tidak benar. Lantas, bagaimana pertolongan pertama mimisan yang benar? 1. Duduk tegak dan condongkan tubuh ke depan Langkah pertama saat mengalami mimisan adalah pastikan posisi Anda tetap tegak dan arahkan tubuh Anda sedikit ke depan. Dengan tetap tegak, Anda dapat mengurangi tekanan darah di pembuluh darah hidung Anda. Ini juga dapat mencegah darah semakin banyak keluar. Selain itu, dengan mencondongkan tubuh ke depan, Anda dapat mencegah darah kembali masuk ke hidung atau saluran napas, atau tertelan, yang dapat mengiritasi perut Anda. Jika Anda berbaring, darah justru akan masuk kembali dan bisa menyumbat jalan napas. 2. Cubit cuping hidung Cara mengatasi mimisan yang kedua adalah gunakan ibu jari dan jari telunjuk untuk mencubit cuping hidung Anda. Lakukan selama 10 – 15 menit. Selama melakukan pertolongan pertama mimisan ini, Anda dapat mencoba untuk bernapas melalui mulut. Bila darah mengalir ke mulut, meludahlah agar tidak tertelan. Mencubit memberikan tekanan pada titik perdarahan di bagian tulang hidung tengah bagian bawah (septum). 3. Gunakan kompres dingin Untuk mengatasi mimisan, Anda dapat menggunakan kompres dingin pada hidung. Namun, jangan langsung menempelkan es batu ke hidung. Bungkus es batu dengan kain lembut atau handuk bersih, dan tempelkan ke hidung untuk menghentikan mimisan. 4. Jangan napas melalui hidung dulu Untuk mencegah perdarahan ulang, jangan bernapas melalui hidung dan tidak membungkuk selama beberapa jam setelah mimisan. Bila mimisan masih berlanjut, ulangi langkah pertolongan pertama mimisan dengan mencubit cuping hidung selama 10 – 15 menit. Hindari mengorek lubang hidung. Anda bisa embuskan udara di dalam hidung dengan kuat untuk mengeluarkan sisa darah. Kemudian, semprotkan kedua sisi hidung Anda dengan semprotan hidung dekongestan yang mengandung oxymetazoline. 41. Tuliskan alat dan bahan yang diperlukan dalam teks prosedur tersebut!

...................................................................................................................................................................... ...................................................................................................................................................................... ...................................................................................................................................................................... ...................................................................................................................................................................... 42. Tuliskan satu paragraf simpulan teks prosedur tersebut! ...................................................................................................................................................................... ...................................................................................................................................................................... ...................................................................................................................................................................... ...................................................................................................................................................................... 43. Analisislah kaidah kebahasaan yang muncul berdasarkan kutipan teks prosedur tersebut! ………………………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………………………………. Perhatikan kutipan teks prosedur berikut untuk menjawab soal nomor 44-45! 44. Buatlah tiga paragraf teks fiksi bedasarkan infografik tersebut! ………………………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………………………… 45. Buatlah sebuah teks prosedur berdasarkan infografik berikut! ………………………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………………………………

Asesmen Sumatif Akhir Semester A. Berilah tanda silang (X) huruf A, B, C, atau D pada jawaban yang benar! Perhatikan teks berikut untuk menjadi pertanyaan nomor 1-3! Rumah nenek berdiri kokoh di ujung jalan setapak, dikelilingi pepohonan rindang yang selalu meneduhkan. Dindingnya terbuat dari kayu jati tua yang berwarna cokelat gelap, menunjukkan usianya yang telah puluhan tahun. Jendela-jendela kayunya yang besar selalu terbuka, membiarkan angin sepoi- sepoi masuk membawa aroma bunga melati dari halaman depan. Di berandanya yang luas, terdapat kursi goyang bambu tempat Nenek sering menikmati senja. Suara decitan pintu kayunya selalu menjadi penanda kedatangan kami, seolah menyambut hangat setiap langkah. Di dalamnya, perabot sederhana tertata rapi, menciptakan suasana nyaman dan damai. 1. Ide pokok yang dideskripsikan dalam teks tersebut adalah… A. Sejarah dan usia rumah nenek. B. Lokasi dan lingkungan sekitar rumah nenek. C. Ciri-ciri fisik dan suasana rumah nenek. D. Aktivitas yang sering dilakukan di rumah nenek. 2. Majas yang paling dominan digunakan dalam teks deskripsi ini adalah... A. Metafora B. Personifikasi C. Hiperbola D. Litotes 3. Penggunaan kata "menunjukkan usianya yang telah puluhan tahun" pada kalimat "Dindingnya terbuat dari kayu jati tua yang berwarna cokelat gelap, menunjukkan usianya yang telah puluhan tahun" berfungsi sebagai... A. Keterangan ciri fisik. B. Pernyataan pendapat. C. Penjelasan kausalitas. D. Penekanan kualitas. 4. Bacalah kutipan teks deskripsi berikut untuk menjawab soal no 4 dan 5! Sungai Amazon, Paru-paru Dunia Sungai Amazon adalah sungai terpanjang kedua di dunia, membentang ribuan kilometer melintasi beberapa negara di Amerika Selatan. Lebarnya yang luar biasa, bahkan di beberapa titik menyerupai lautan, membuatnya dijuluki "paru-paru dunia" karena hutan hujan tropis yang tumbuh subur di sekitarnya. Airnya berwarna kecoklatan karena kandungan sedimen yang tinggi, mengalir tenang namun menyimpan kehidupan yang sangat beragam. Dari anaconda raksasa hingga piranha ganas, serta ribuan spesies ikan dan tumbuhan air, Amazon adalah rumah bagi keanekaragaman hayati yang tak tertandingi. Kelembaban udara di sekitarnya terasa tebal, dengan suara serangga dan burung yang saling bersahutan membentuk simfoni alam yang megah. Pernyataan yang termasuk dalam kategori identifikasi objek pada teks di atas adalah… A. Kelembaban udara di sekitarnya terasa tebal, dengan suara serangga dan burung yang saling bersahutan. B. Dari anaconda raksasa hingga piranha ganas, serta ribuan spesies ikan dan tumbuhan air. C. Airnya berwarna kecoklatan karena kandungan sedimen yang tinggi. D. Sungai Amazon adalah sungai terpanjang kedua di dunia, membentang ribuan kilometer. 5. Bagaimana cara penulis membangun kesan indra pendengaran dalam teks ini? A. Melalui deskripsi warna air. B. Melalui deskripsi kelembaban udara. C. Melalui deskripsi suara serangga dan burung. D. Melalui deskripsi ukuran sungai. 6. Berikut yang bukan ciri mantra adalah .... A. terdiri atas beberapa rangkaian kata yang memiliki irama B. memiliki rima akhir sama

C. isinya berhubungan dengan kekuatan gaib. D. larik-lariknya merupakan sesuatu yang utuh dan tidak bisa dipahami melalui setiap bagiannya 7. Berikut yang merupakan contoh gurindam adalah .... A. Buah duku, buah rambutan Hanya kamu yang jadi kesayangan B. Buah duku buah durian Jadilah anak yang berperasaan C. Jika kamu ingin jadi pintar Setiap waktu harus belajar D. Apabila ingin menjadi mulia Berlaku baiklah setiap waktu 8. Perhatikan pantun berikut! Api unggun api membara Diselingi suara gemertak […] (1) […] (2) Larik yang tepat untuk melengkapi pantun tersebut adalah … A. (1) Beli baju ke Barcelona (2) Adik menangis karena dijitak B. (1) Janganlah kau suka membentak (2) Yang berlebihan keras suara C. (1) Hidup ini hanyalah sementara (2) Carilah bekal tuk akhirat kelak D. (1) Adik kecil kepalanya botak (2) Sungguh manis berbaju kotak-kotak 9. Berikut yang tidak termasuk unsur yang harus diperhatikan dalam musikalilsasi puisi adalah .... A. kenyaringan suara B. irama C. pelafalan D. harmoni 10. Bigo adalah seorang anak yang suka berbohong. Sering kali dia bercanda seolah-olah dia dalam keadaan bahaya. Teman-temannya sering terjebak oleh kebohongan atau candaan Bigo itu. Nah, pada suatu hari Bigo benar-benar dalam keadaan bahaya dan berusaha meminta bantuan teman- temannya. Namun, teman-temannya tidak mau menolongnya karena khawatir hanya akan dipermainkan atau dibohongi oleh Bigo. Gurindam yang sesuai dengan ilustrasi tersebut adalah .... A. Jikalau kau mudah berbohong Itu pertanda kau telah sombong B. Bila bohong jadi kebisaanmu Maka temanmu kan membohongimu C. Meskipun kau meminta tolong Karena sifatmu kau jadi celaka D. Jikalau ingin kau dipercaya Berlaku jujurlah pada sesama 11. Bacalah penggalan teks fantasi berikut! Nunez berjumpa dengan Saarce si putri Belanda yang dapat mengubah dirinya menjadi burung kenari. Ciri teks fantasi yang tampak pada penggalan cerita adalah …. A. menggunakan latar lintas waktu B. cerita mengandung keajaiban C. cerita berdasarkan fakta D. menggunakan latar sezaman 12. Bacalah penggalan teks fantasi berikut!

Dahulu kala ada seorang anak yang sangat baik dan pintar, namanya Ely. Ely anak yang sangat baik dan pintar. Suatu ketika peristiwa terjadi pada malam yang sunyi, ada sebuah cahaya yang masuk ke kamar Ely. Lalu Ely mengikutinya, dan sampailah di titik cahaya itu. Dia melihat sesosok wanita cantik bagaikan peri. Mengapa penggalan cerita fantasi di atas disebut bagian orientasi? A. Karena terdapat pengenalan tokoh dan latar yang digunakan B. Karena terdapat penyelesaikan masalah atas konflik yang terjadi. C. Karena terdapat cerita yang mengandung misteri dan keajaiban D. Karena terdapat pengenalan masalah dan masalah mulai memuncak 13. Bacalah penggalan teks cerita fantasi berikut! Nenek tersebut memaksa Kimberly dan Willy agar menyantap cokelat lebih banyak lagi. Willy jadi menyadari ada yang tidak beres dengan ini, ia mulai meminta Jo dan Hans untuk berhenti menyantap cokelat dan pulang. Nenek itu menjadi marah. Kimberly yang menyadari bahwa ini sudah tidak benar, memaksa Hans dan Jo untuk segera keluar rumah. Latar yang digunakan dalam cerita fantasi di atas adalah …. A. toko cokelat B. sekolah C. hutan D. rumah 14. Bacalah penggalan teks cerita fantasi berikut! Manusia purba itu harus hidup. Setiap mahkluk berhak untuk hidup. Aku yang membawanya, aku juga yang harus mengembalikannya. Orang tuaku tak pernah mengajarkanku untuk melarikan diri sesulit apapun masalah yang kuhadapi. Sudut pandang penulis yang digunakan dalam cerita fantasi di atas adalah …. A. orang pertama B. orang kedua C. orang ketiga D. orang pertama jamak 15. Bacalah penggalan teks cerita fantasi berikut! Tiga rumah bergaya kerucut menyambut mataku. Ketika aku memandanginya satu persatu, ternyata rumah itu memiliki model yang sama. Hanya satu hal yang membedakan ketiga rumah itu. Warna pintunya. Setiap pintu mengikuti gradasi warna seperti yang kulihat di custom colour laptopku. Pola pengembangan cerita fantasi di atas menggunakan pola …. A. dikembangkan dari deskripsi latar B. dikembangkan dari pengenalan tokoh C. dikembangkan dari pengenalan konflik D. dikembangkan dengan adanya keterkejutan 16. Bacalah penggalan teks cerita fantasi berikut! Seluruh pasukan Nataga sudah siap hari itu. Nataga membagi tugas kepada seluruh panglima dan pasukannya di titik-titik yang sudah ditentukan. Seluruh binatang di Tana Modo tampak gagah dengan keyakinan di dalam hati mempertahankan milik mereka. Hari itu, sejarah besar Tana modo akan terukir dihati seluruh binatang. Berdasarkan kesesuaian dengan dunia nyata, cerita fantasi di atas termasuk jenis teks fantasi …. A. Irisan B. Total C. Sezaman D. Lintas waktu 17. Bacalah penggalan teks cerita fantasi berikut! “Serbuuuu …!” teriak Nataga sambung-menyambung dengan seluruh panglima. Pasukan terdepan dari binatang-binatang hutan segera mengepung para serigala dengan lemparan bola api. Pasukan serigala sempat kaget, tak percaya. Cukup banyak korban yang jatuh di pihak serigala karena lemparan bola api. Namun, pemimpin pasukan tiap kelompok serigala langsung mengatur kembali anak buahnya pada posisi siap menyerang.

Latar suasana yang tampak dalam cerita fantasi di atas adalah …. A. Membingungkan B. Meresahkan C. Menegangkan D. Menenangkan 18. Bacalah penggalan teks cerita fantasi berikut! Pada malam yang sunyi ada sebuah cahaya yang masuk ke kamar Tea. Tea pun mengikutinya. Sesampailah ia di titik cahaya itu. Ia melihat wanita yang cantik bagaikan peri dan ternyata itu memanglah peri yang dikirim oleh tuhan untuk Tea. Latar yang digunakan dalam penggalan cerita fantasi di atas adalah …. A. Malam B. Pagi C. Siang D. Sore 19. Bacalah penggalan teks cerita fantasi berikut! “Ardi maafkan aku! Maaf telah merusak labolatorium untuk penelitian ini,” kataku mengiba. “Enggak apa-apa asalkan dirimu bisa selamat,” Ardi memelukku dengan erat. Kulihat Erza membawa air minum untukku. Watak tokoh Ardi dalam penggalan teks fantasi di atas adalah …. A. Perhatian B. Penyayang C. Dermawan D. Pemaaf 20. Bacalah penggalan teks cerita fantasi berikut! Aku masih takut dengan monster itu, tetapi aku harus menyelamatkan Jerry. Aku terbang dengan sayapku. Tiba-tiba muncul sebuah busur panah di tanganku. Aku belum pernah memanah sebelumnya, tetapi apa salahnya aku mencoba. Berdasarkan ciri isinya, bagian teks cerita fantasi tersebut disebut …. A. Orientasi B. Komplikasi C. Resolusi D. Identifikasi Perhatikan teks prosedur berikut untuk menjawab soal nomor 21-25! .............................................................................................. Oralit merupakan ramuan turun-temurun yang sudah dikenal untuk mengatasi dan mencegah risiko dehidrasi saat diare. Tahukah kamu bagaimana cara membuat oralit sendiri di rumah? Cairan elektrolit atau oral rehydration salts (ORS) ini merupakan ramuan yang terdiri dari kombinasi khusus dari garam kering yang dicampur dengan air. Minuman ini pun dipercaya dapat membantu menggantikan cairan yang hilang karena diare. Untuk membuatnya, yuk simak caranya di bawah ini! Bahan-bahan: • 6 sendok teh gula pasir • Setengah sendok teh garam • 1 liter air minum atau air matang Cara membuat oralit: 1. Cuci tangan dengan sabun dan air sebelum membuat oralit. 2. Pastikan gelas dan sendok serta wadah yang di gunakan untuk membuat oralit benar-benar bersih. Untuk menjaga kebersihannya kamu dapat mencucinya kembali. 3. Siapkan larutan dalam wadah bersih dan steril yang sudah diisi oleh 1 liter air dengan mencampurkan setengah sendok teh garam dan 6 sendok teh gula Aduk semua campuran tersebut hingga semua isinya larut Agar oralit dapat bekerja secara efektif, sebaiknya perhatikanlah anjuran yang harus diberikan. Dosis oralit pada masing-masing individu tidaklah sama, hal ini dikarenakan dosis sangat begantung pada usia.

• Anak-anak di bawah usia 24 bulan: 50 hingga 100 ml setelah buang air besar (sekitar 500 ml setiap hari) • Untuk anak-anak berusia 2 hingga 10 tahun: 100 hingga 200 ml setelah buang air besar (sekitar 1.000 ml setiap hari) • Anak-anak berusia di atas 10 tahun dan orang dewasa: 200 hingga 400 ml setelah buang air besar (sekitar 2.000 ml setiap hari) Nah, sudah tahu bukan bagaimana cara membuat oralit sendiri di rumah? Selalu ingatlah untuk memperhatikan kebersihan serta dosis penggunaan oralit agar oralit dapat bekerja secara optimal. Lakukan juga langkah pencegahan dengan memerhatikan apa yang kamu makan, ya. Sumber: https://www.gooddoctor.co.id/hidup-sehat/info-sehat/jangan-asal-ini-cara-membuat-oralit- sendiri-yang-benar/ 21. Tujuan teks prosedur tersebut adalah.... A. memberikan informasi cara membuat oralit untuk mengatasi diare B. memberikan informasi cara meminum obat untuk mengatasi diare C. memberikan informasi cara melakukan tindakan ketika diare D. memberikan informasi cara mengatasi diare dengan bahan seadanya 22. Judul yang tepat sesuai teks prosedur tersebut adalah.... A. Cara Mengonsumsi Oralit Sesuai Dosis B. Atasi Diare dengan Oralit, Bagaimana Cara Mendapatkannya? C. Atasi Diare dengan Oralit, Bagaimana Cara Membuatnya Sendiri di Rumah? D. Cara Mengonsumsi Oralit dengan Benar 23. Penggunaan kriteria batasan yang sesuai dengan teks prosedur tersebut adalah... A. Masukkan gula pasir. B. 6 sendok teh gula pasir. C. Aduk terus menerus. D. Cuci tangan dengan sabun. 24. Penulisan kalimat “Pastikan gelas dan sendok serta wadah yang di gunakan untuk membuat oralit benar-benar bersih” adalah salah. Perbaikan yang benar adalah... A. Pastikan gelas dan sendok serta wadah yang di gunakan untuk membuat oralit benar-benar- benar bersih. B. Pastikan gelas-sendok, dan wadah yang di gunakan untuk membuat oralit benar-benar bersih. C. Pastikan gelas-sendok serta wadah yang di gunakan untuk membuat oralit benar-benar bersih. D. Pastikan gelas dan sendok serta wadah yang digunakan untuk membuat oralit benar-benar bersih. 25. Dosis yang diberikan untuk anak-anak berusia 12 tahun sesuai teks prosedur tersebut adalah.... A. 50 hingga 100 ml setelah buang air besar (sekitar 500 ml setiap hari) B. 200 hingga 400 ml setelah buang air besar (sekitar 2.000 ml setiap hari) C. 100 hingga 200 ml setelah buang air besar (sekitar 1.000 ml setiap hari) D. 300 hingga 500 ml setelah buang air besar (sekitar 25.000 ml setiap hari) 26. Berikut yang merupakan contoh teks prosedur menggunakan alat adalah... A. Langkah-langkah menyalakan dan menggunakan treadmill. B. Cara menyimpan daging agar tahan lama. C. Cara membuat obat batuk dari bahan sederhana. D. Langkah-langkah sebelum olahraga lari. 27. Berikut merupakan tujuan teks prosedur membuat obat sakit gigi menggunakan air garam adalah.... A. menjelaskan kelebihan air garam B. memberikan informasi cara mengobati sakit gigi dengan air garam C. memberi informasi sejarah penggunaan air garam D. menjelaskan dampak buruk sakit gigi Teks prosedur berikut untuk menjawab soal nomor 28-30. 1. Kupas jahe, lalu cuci bersih dan parut atau geprek hingga keluar sarinya. 2. Rebus air dalam panci kecil. 3. [...]

4. Biarkan mendidih selama 5–7 menit hingga air berubah warna dan beraroma. 5. Saring rebusan jahe ke dalam gelas. 6. Tambahkan 1 sendok makan madu, lalu aduk rata. 7. Minum saat hangat, 2 kali sehari (pagi dan malam) untuk meredakan batuk. 28. Teks prosedur tersebut menjelaskan cara membuat... A. obat batuk dari jahe. B. obat batuk dari bahan yang ada di rumah. C. obat batuk yang mudah dan berkhasiat. D. obat batuk yang bisa dibuat siapa saja. 29. Langkah nomor 3 yang tepat adalah... A. Tambahkan sebatang serai. B. Pindahkan air ke dalam gelas. C. Tutup panci selama 30 menit. D. Masukkan jahe yang sudah diparut/geprek. 30. Alat dan bahan sesuai dengan teks tersebut adalah.... A. 1 ruas jahe segar 1 sendok makan madu 1 gelas air (± 200 ml) Parutan atau ulekan Saringan Panci kecil Gelas saji B. 1 ruas jahe segar 1 sendok makan madu 1 gelas air (± 200 ml) C. 1 ruas jahe segar 1 sendok makan gula 1 gelas air teh (± 200 ml) Parutan atau ulekan Saringan Panci kecil Gelas saji D. 1 ruas jahe atau kunyit Madu 1 botol ukuran 500 ml 1 gelas air (± 200 ml) B. Berilah tanda silang (X) huruf A, B, C, atau D pada jawaban benar! (Jawaban lebih dari satu) Pantai Pink, Lombok Pantai Pink, atau Pantai Tangsi, adalah salah satu permata tersembunyi di Lombok Timur. Keunikan utamanya terletak pada pasirnya yang berwarna merah muda, sebuah fenomena langka yang disebabkan oleh pecahan karang merah bercampur dengan pasir putih. Air lautnya yang jernih membiru dan ombaknya yang tenang menjadikannya tempat ideal untuk berenang dan snorkeling. Terumbu karang di bawah laut masih terjaga dengan baik, dihuni oleh berbagai jenis ikan tropis berwarna-warni. Di sekitar pantai, terdapat bukit-bukit hijau yang menambah keindahan panorama. Akses menuju pantai ini memang sedikit menantang, membutuhkan perjalanan darat yang cukup panjang dan dilanjutkan dengan perahu atau berjalan kaki. Namun, keindahan yang ditawarkan sepadan dengan usaha yang dikeluarkan. Sumber: https://gemini.google.com/app?utm_source=app_launcher&utm_medium=owned&utm_campaign=base_all 31. Pernyataan yang sesuai dengan deskripsi Pantai Pink adalah... A. Pantai ini cocok untuk aktivitas air seperti berenang dan snorkeling. B. Keanekaragaman hayati bawah lautnya masih terjaga. C. Pemandangan di sekitar pantai diperkaya oleh bukit-bukit hijau. D. Akses menuju pantai ini mudah dijangkau oleh wisatawan. 32. Berikut merupakan ciri-ciri teks deskripsi adalah …

A. Menggambarkan atau melukiskan sesuatu. B. Menjelaskan karakter tokoh cerita. C. Membuat pembaca atau pendengar merasakan atau mengalami sendiri. D. Bersifat imajinatif. 33. Berikut ini yang merupakan puisi rakyat jenis mantra adalah .... A Tabik tabik ya tabik Angin lalu angin balik Tubuhku kebal bagai besi Tak lutut dengan pedang tajam B Sayur di pasar untuk dibeli Tapi tanyalah dulu harganya Jika memang engkau orang ahli Emas tahan uji kau seharusnya C Jika tuan menjadi kayu rampak Kakanda menjadi seekor merak Tiadalah mau kakanda berjarak Seketika pun tiada dapat bergerak D Yang beralun berilir simayang Mari kecil, kemari Aku menyanggul rambutmu Aku membawa sadap gading Akan membasuh mukamu 34. Berikut ini yang bukan pantun nasihat adalah .... A Ke kantor pos beli materai Segera tanya ke petugasnya Jika ingin kita dihargai Mau menghargai adalah kuncinya B Jalan-jalan bawa petasan Petasan dibawa ke perempatan Janganlah kita bermalas-malasan Hidup bermakna ayo kita lakukan C Wisata ke Jogja beli bakpia Saling tawar dengan pedagangnya Bingung aku melihat dia Naik eskalator salah arahnya D Bersama ibu pergi ke pasar Karena ramai jadi berjejal Jangan takut bermimpi besar Selalu berani ketika gagal 35. Perhatikan kutipan cerita fantasi berikut! "Di negeri Aetheria, waktu berjalan mundur. Setiap matahari terbit, manusia menjadi lebih muda. Suatu hari, Raya menemukan jam pasir ajaib yang bisa mengendalikan waktu. Ia pun memutuskan untuk menyelamatkan neneknya dari kutukan zaman." Struktur cerita fantasi yang dominan pada kutipan tersebut adalah... A. Orientasi (pengenalan dunia fantasi) B. Komplikasi (munculnya konflik) C. Resolusi (penyelesaian masalah) D. Koda (pesan moral) 36. Ciri struktur orientasi dalam cerita fantasi adalah... A. Memperkenalkan latar yang tidak realistis B. Menampilkan puncak ketegangan C. Menggambarkan penyelesaian masalah D. Menyajikan aturan dunia fantasi 37. Perhatikan paragraf ini! "Luna terbangun di hutan kristal, di mana pohon-pohon bersinar seperti berlian. Tiba-tiba, seekor naga berbisik, 'Kau adalah penyihir terakhir yang bisa mengembalikan cahaya bulan.”

Unsur intrinsik yang terkandung adalah... A. Latar fantastis B. Tema persahabatan C. Konflik tersirat D. Amanat eksplisit Teks prosedur berikut untuk soal nomor 38 dan 39. 1. Ambil ½ sdm baking soda. 2. Campurkan air hingga kental. 3. Gunakan pada kulit kepala. 4. Diamkan 5-10 menit. 5. Keramas hingga bersih 38. Struktur teks prosedur yang tidak muncul dalam teks prosedur tersebut adalah.... A. tujuan B. langkah-langkah C. alat dan bahan D. simpulan 39. Kata bilangan yang muncul berdasarkan teks prosedur tersebut adalah.... A. ½ sdm baking soda B. campurkan air hingga kental C. diamkan 5-10 menit D. gunakan pada kulit kepala Perhatikan infografik berikut! 40. Infografik tersebut tidak memuat teks prosedur karena.... A. Tidak terdapat sumber informasi B. tidak berisi langkah-langkah yang berurutan C. tidak terdapat alat dan bahan D. tidak terdapat simpulan C. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan tepat! Pantai Melasti Ungasan Sebagai salah satu destinasi wisata terpopuler di Indonesia, Bali mempunyai ratusan pantai cantik yang wajib dikunjungi. Salah satunya Pantai Melasti yang terletak di Desa Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. Tepatnya berada di semenanjung bukit Ungasan. Pantai ini disebut sebagai pesaing Pantai Pandawa karena keindahannya. Daya tarik Pantai Melasti sudah terlihat dari akses jalan menuju pantai. Jalan berliku dan tebing menjulang justru membuat wisatawan tak bisa menahan diri untuk mengabadikan momen. Sesampainya di sana, kamu akan disambut dengan pemandangan laut yang jernih, gua-gua kecil, dan pasir putih yang bersih. Banyak aktivitas yang bisa dilakukan di Pantai Melasti. Selain menikmati sunset, kamu bisa snorkeling dan berenang karena ombaknya tidak terlalu besar. Meskipun masih dalam pengembangan, Pantai Melasti menyediakan toilet, tempat membilas kaki, serta ruang ganti yang nyaman. Untuk menikmati suasana Pantai Melasti, kamu tidak dikenakan biaya alias gratis. Maka dari itu, pengunjung diharapkan terus menjaga kebersihan dan kelestarian di area pantai. Sumber:https://gemini.google.com/app?utm_source=app_launcher&utm_medium=owned&utm_campaign=baseall

41. Analisislah struktur teks tersebut dengan menggunakan tabel berikut! Bagian Teks Paragraf Alasan Judul Identifikasi Deskripsi Bagian Simpulan 42. Cermatilah pantun berikut! Pagi-pagi ada tukang koran Korannya ditata dengan penjepit Bertindaklah slalu dengan ukuran Agar tak mendapatkan kopi pahit Apa tujuan dari pantun tersebut? Sertakan argumentasi berkaitan dengan tujuan pantun yang kamu tentukan itu! 43. Bacalah kutipan teks cerita fantasi berikut! "Nadia, seorang anak manusia yang terdampar di dunia peri, harus menemukan bunga matahari emas sebelum bulan purnama untuk menghilangkan kutukan yang membuatnya perlahan berubah menjadi batu." Analisislah komplikasi dalam cerita di atas! Mengapa komplikasi tersebut efektif menciptakan ketegangan? Teks prosedur berikut untuk soal nomor 44 dan 45. Cara dan Manfaat Membersihkan Gigi dengan Benang Gigi Benang gigi atau dental floss merupakan solusi untuk membersihkan sisa makanan yang masih menempel di sela-sela gigi. Membiasakan diri untuk menyikat gigi secara teratur serta menggunakan benang gigi dapat mengurangi risiko terjadinya beragam penyakit gigi dan mulut. Alat dan bahan • Benang gigi (dental floss) – bisa berupa benang gigi biasa atau benang gigi dengan gagang (floss pick). • Cermin – untuk membantu melihat posisi gigi saat membersihkan. Berikut ini adalah cara yang benar untuk menggunakan benang gigi: 1. Ambillah benang gigi sepanjang sekitar 45 cm dan lilitkan kedua ujung benang pada jari tengah tangan kanan dan kiri. 2. Peganglah erat benang gigi dengan dibantu oleh ibu jari dan jari telunjuk. 3. Selipkan benang gigi secara perlahan pada salah satu sela gigi, lalu gesekkan dengan membentuk pola huruf C. 4. Gerakkan benang naik dan turun secara lembut dan perlahan agar tidak melukai gusi. 5. Terapkan hal yang sama pada sela-sela gigi yang lain. ..... 44. Tunjukkan kata kerja imperatif berdasarkan teks prosedur tersebut! ...................................................................................................................................................................... ...................................................................................................................................................................... ...................................................................................................................................................................... 45. Buatlah simpulan berdasarkan teks tersebut dengan bahasa yang lebih mudah dipahami! ...................................................................................................................................................................... ......................................................................................................................................................................