LICERIA Disusun oleh Hafshah Nur Aziza NIM 2501020028 Mata Kuliah: Teknologi Pendidikan MODUL AJAR MERANCANG DAN MENGADAKAN KEGIATAN PELATIHAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN BAGI GURU: STRATEGI DAN IMPLEMENTASI Tahun Ajaran 2026-2027

LICERIALICERIALICERIADAFTAR ISIDAFTAR ISIDAFTAR ISIMERANCANG DAN MENGADAKAN KEGIATANMERANCANG DAN MENGADAKAN KEGIATAN PELATIHAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN BAGIPELATIHAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN BAGI GURU: STRATEGI DAN IMPLEMENTASIGURU: STRATEGI DAN IMPLEMENTASI MERANCANG DAN MENGADAKAN KEGIATAN PELATIHAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN BAGI GURU: STRATEGI DAN IMPLEMENTASI A. Pengantar .......................................................... 3 B. Latar Belakang .................................................... 5 C. Merancang dan Mengadakan Kegiatan Pelatihan Teknologi Pendidikan bagi Guru: Strategi dan Implementasi ........................................................ 7 D. Teori .............................................................. 16 E. Rangkuman .......................................................... 20 F. Referensi .......................................................... 22 G. Biografi ........................................................... 24

LICERIALICERIAMODUL AJARMODUL AJARMERANCANG DAN MENGADAKAN KEGIATAN PELATIHAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN BAGI GURU: STRATEGI DAN IMPLEMENTASI MERANCANG DAN MENGADAKAN KEGIATAN PELATIHAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN BAGI GURU: STRATEGI DAN IMPLEMENTASIA.A.PENGANTARPENGANTARPerkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan. Integrasi teknologi dalam proses pembelajaran bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah kebutuhan untuk menjawab tuntutan zaman dan mempersiapkan peserta didik agar memiliki kompetensi yang relevan di era digital. Dalam konteks ini, guru memegang peran sentral sebagai fasilitator dan inovator yang mampu memanfaatkan teknologi secara efektif untuk menciptakan pengalaman belajar yang bermakna, interaktif, dan berpusat pada peserta didik. Namun, kenyataannya masih banyak guru yang menghadapi tantangan dalam memahami, mengadopsi, dan mengimplementasikan teknologi pendidikan secara optimal. Keterbatasan pengetahuan, keterampilan teknis, serta kurangnya kesempatan pelatihan yang relevan sering kali menjadi hambatan utama. Oleh karena itu, pelatihan teknologi pendidikan bagi guru menjadi langkah strategis untuk memperkuat kapasitas profesional mereka dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran berbasis teknologi. Pelatihan yang dirancang secara sistematis dan berorientasi pada kebutuhan guru dapat membantu mereka mengembangkan kompetensi digital pedagogis, meningkatkan kepercayaan diri dalam menggunakan teknologi, serta mendorong inovasi pembelajaran yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas belajar peserta didik. Dengan pemanfaatan teknologi yang tepat, guru dapat menciptakan suasana belajar yang lebih fleksibel, kolaboratif, dan adaptif terhadap berbagai gaya belajar. Modul ini disusun sebagai panduan praktis bagi perancang dan penyelenggara pelatihan dalam merancang dan mengadakan kegiatan pelatihan teknologi pendidikan bagi guru. Melalui strategi yang terstruktur dan implementasi yang tepat, pelatihan diharapkan mampu menjadi katalisator perubahan menuju ekosistem pendidikan yang lebih inovatif, berkualitas, dan berkelanjutan.33

LICERIAMODUL AJARMODUL AJARMERANCANG DAN MENGADAKAN KEGIATAN PELATIHAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN BAGI GURU: STRATEGI DAN IMPLEMENTASIA. PENGANTARA. PENGANTARModul ini dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif tentang perancangan dan pelaksanaan kegiatan pelatihan teknologi pendidikan bagi guru. Melalui modul ini, peserta diharapkan mampu mengembangkan kapasitas diri dan berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di era digital.Tujuan ModulMemahami konsep, manfaat, dan perkembangan teknologi pendidikan dalam konteks pembelajaran masa kini.22Merancang kegiatan pelatihan teknologi pendidikan yang efektif, sistematis, dan sesuai kebutuhan guru.33Menerapkan strategi dan metode pembelajaran digital dalam kegiatan pelatihan secara praktis dan kontekstual.44Mengevaluasi hasil pelatihan untuk mengukur dampak dan keberlanjutan pengembangan kompetensi guru.| MODUL AJAR| MODUL AJAR1144

MODUL AJARMODUL AJARMODUL AJARMERANCANG DAN MENGADAKAN KEGIATAN PELATIHAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN BAGI GURU: STRATEGI DAN IMPLEMENTASIB. LATAR BELAKANGB. LATAR BELAKANGB. LATAR BELAKANGDalam konteks ini, literasi digital menjadi kompetensi esensial bagi guru. Guru perlu memahami dan menggunakan berbagai perangkat, aplikasi, serta platform digital untuk mendukung pembelajaran, mengelola kelas, berkolaborasi, dan menilai capaian belajar. Namun, banyak guru yang masih menghadapi tantangan dalam mengembangkan keterampilan tersebut secara optimal.Selain itu, akses terhadap teknologi dan sumber daya digital belum merata di seluruh sekolah dan daerah. Kesenjangan infrastruktur, keterbatasan perangkat, serta dukungan teknis yang minim menjadi hambatan dalam penerapan teknologi pendidikan. Kondisi ini menuntut adanya pendekatan pelatihan yang adaptif, kontekstual, dan berbasis kebutuhan nyata guru di lapangan.Oleh karena itu, kegiatan pelatihan teknologi pendidikan harus dirancang secara strategis dan implementatif. Pelatihan harus berfokus pada peningkatan kompetensi praktis yang dapat langsung diterapkan dalam pembelajaran sehari-hari, didukung oleh pendampingan yang berkelanjutan dan ruang berbagi praktik baik antarguru.Modul ini disusun untuk memberikan panduan komprehensif bagi penyelenggara dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi kegiatan pelatihan teknologi pendidikan yang efektif dan berkelanjutan, guna memberdayakan guru menjadi pembelajar abad ke-21 yang adaptif dan inovatif.555 Lingkungan pendidikan saat ini mengalami perubahan yang sangat cepat seiring perkembangan teknologi digital, tuntutan pembelajaran abad ke-21, dan dinamika kebutuhan peserta didik yang semakin beragam. Teknologi pendidikan telah menjadi bagian integral dalam proses pembelajaran, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Transformasi digital mendorong guru untuk tidak hanya menguasai konten akademik, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi secara efektif untuk menciptakan pembelajaran yang relevan, menarik, dan bermakna.

LICERIALICERIAMODUL AJARMODUL AJARMERANCANG DAN MENGADAKAN KEGIATAN PELATIHAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN BAGI GURU: STRATEGI DAN IMPLEMENTASI MERANCANG DAN MENGADAKAN KEGIATAN PELATIHAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN BAGI GURU: STRATEGI DAN IMPLEMENTASIB.B.LATAR BELAKANGLATAR BELAKANGIdentifikasi KebutuhanIdentifikasi KebutuhanProses identifikasi kebutuhan menjadi langkah awal yang penting dalam merancang program pelatihan yang relevan dan berdampak. Beberapa aspek yang perlu diidentifikasi meliputi: Proses identifikasi kebutuhan menjadi langkah awal yang penting dalam merancang program pelatihan yang relevan dan berdampak. Beberapa aspek yang perlu diidentifikasi meliputi:Kesenjangan Kompetensi GuruKesenjangan Kompetensi GuruIdentifikasi kemampuan teknologi yang sudah dimiliki guru dan kesenjangan yang perlu ditingkatkan. Identifikasi kemampuan teknologi yang sudah dimiliki guru dan kesenjangan yang perlu ditingkatkan.Ketersediaan InfrastrukturKetersediaan InfrastrukturTinjau ketersediaan perangkat, konektivitas internet, dan platform digital di sekolah. Tinjau ketersediaan perangkat, konektivitas internet, dan platform digital di sekolah.Kebutuhan Peserta DidikKebutuhan Peserta DidikPahami karakteristik dan kebutuhan pembelajaran peserta didik untuk menentukan teknologi yang relevan digunakan. Pahami karakteristik dan kebutuhan pembelajaran peserta didik untuk menentukan teknologi yang relevan digunakan.Evaluasi komitmen sekolah terhadap pelatihan dan ketersediaan waktu bagi guru untuk mengikuti kegiatan. Evaluasi komitmen sekolah terhadap pelatihan dan ketersediaan waktu bagi guru untuk mengikuti kegiatan.Tentukan topik pelatihan yang paling mendesak dan berdampak berdasarkan hasil identifikasi di atas. Tentukan topik pelatihan yang paling mendesak dan berdampak berdasarkan hasil identifikasi di atas.66Dukungan SekolahDukungan SekolahPrioritas PelatihanPrioritas Pelatihan2233554411

HalamanC. MERANCANG DAN MENGADAKAN KEGIATAN PELATIHANProses merancang dan mengadakan kegiatan pelatihan bagi guru dilakukan secara sistematis untuk memastikan kegiatan berjalan efektif dan mencapai tujuan yang diharapkan. Tahapan proses tersebut meliputi:ANALISIS KEBUTUHANMengidentifikasi kebutuhan pelatihan berdasarkan kondisi, tantangan, dan kebutuhan guru.PENETAPAN TUJUANMenetapkan tujuan pelatihan yang spesifik, terukur, dan relevan dengan kebutuhan guru.PENYUSUNAN MATERIMenyusun materi pelatihan yang sesuai dengan tujuan dan karakteristik peserta.PEMILIHAN METODEMemilih metode dan media pelatihan yang tepat untuk mendukung ketercapaian tujuan.PENJADWALANMenentukan waktu, durasi, dan lokasi pelatihan yang efisien dan sesuai dengan kesiapan peserta.PELAKSANAANMelaksanakan kegiatan pelatihan sesuai rencana dengan pendekatan partisipatif dan interaktif.EVALUASIMelakukan evaluasi untuk menilai keberhasilan pelatihan dan sebagai dasar perbaikan di masa mendatang.Setiap tahapan saling berkaitan dan berkelanjutan. Keberhasilan pelatihan sangat dipengaruhi oleh kualitas perencanaan dan konsistensi dalam pelaksanaannya.11122233344455566677701

HalamanHalamanHalamanC. MERANCANG DAN MENGADAKAN KEGIATAN PELATIHANAnalisis Kebutuhan PelatihanAnalisis Kebutuhan PelatihanAnalisis Kebutuhan PelatihanAnalisis kebutuhan bertujuan memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi aktual guru, peserta didik, serta lingkungan sekolah agar program pelatihan teknologi pendidikan relevan, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata. Tahap ini dilakukan melalui pengumpulan data yang valid dan interpretasi yang sistematis.1. IDENTIFIKASI KOMPETENSI GURU1. IDENTIFIKASI KOMPETENSI GURU1. IDENTIFIKASI KOMPETENSI GURUMengumpulkan data tentang pengetahuan, keterampilan, dan sikap guru dalam memanfaatkan teknologi pendidikan melalui kuesioner, wawancara, observasi kelas, dan telahb dokumen. Pemeatan ini mencakup kompetensi pedagogik, teknologi, dan integrasi teknologi dalam pembelajaran.2. KESENJANGAN KEMAMPUAN TEKNOLOGI2. KESENJANGAN KEMAMPUAN TEKNOLOGI2. KESENJANGAN KEMAMPUAN TEKNOLOGIMembandingkan kompetensi yang dimiliki guru dengan kompetensi yang diharapkan untuk mengidentifikasi kesenjangan (gap). Informasi diperoleh melalui self-assessment, hasil supervisi, dan analisis dokumen pelatihan sebelumnya sehingga terlihat aspek yang perlu ditingkatkan.3. KEBUTUHAN PESERTA DIDIK3. KEBUTUHAN PESERTA DIDIK3. KEBUTUHAN PESERTA DIDIKMenelaah karakteristik, gaya belajar, akses terhadap teknologi, serta capaian belajar peserta didik. Data dapat diperoleh dari hasil asesmen, observasi, dan umpan balik peserta didik. Temuan ini memastikan pelatihan mendukung guru dalam merespons kebutuhan belajar secara efektif.4. KONDISI SARANA PRASARANA4. KONDISI SARANA PRASARANA4. KONDISI SARANA PRASARANAMenginventarisasi ketersediaan dan kelayakan perangkat keras, perangkat lunak, akses internet, serta ruang pendukung pembelajaran. Analisis dilakukan melalui observasi, check list, dan dokumentasi. Hasilnya menjadi acuan penentuan materi pelatihan yang realistis sesuai kondisi sekolah.5. DUKUNGAN SEKOLAH5. DUKUNGAN SEKOLAH5. DUKUNGAN SEKOLAHMenilai komitmen dan dukungan kepala sekolah, kebijakan sekolah, alokasi anggaran, serta budaya kolaborasi. Data diperoleh melalui wawancara dan kajian dokumen. Dukungan yang kuat menjadi faktor kunci keberhasilan implementasi hasil pelatihan.Hasil analisis kebutuhan menjadi dasar penyusunan tujuan pelatihan, materi, metode, dan strategi evaluasi yang kontekstual serta terukur, sehingga pelatihan teknologi pendidikan mampu meningkatkan kompetensi guru dan berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran.080808

HalamanHalamanC. MERANCANG DAN MENGADAKAN KEGIATAN PELATIHAN C. MERANCANG DAN MENGADAKAN KEGIATAN PELATIHANPenetapan Tujuan PelatihanPenetapan Tujuan PelatihanTujuan pelatihan merupakan pernyataan yang jelas tentang perubahan kompetensi yang diharapkan pada peserta setelah mengikuti pelatihan. Tujuan yang baik membantu mengarahkan proses pelatihan dan menjadi dasar dalam penilaian keberhasilan. Tujuan pelatihan merupakan pernyataan yang jelas tentang perubahan kompetensi yang diharapkan pada peserta setelah mengikuti pelatihan. Tujuan yang baik membantu mengarahkan proses pelatihan dan menjadi dasar dalam penilaian keberhasilan.KARAKTERISTIK TUJUAN YANG BAIKKARAKTERISTIK TUJUAN YANG BAIKTujuan dirumuskan secara jelas dan fokus pada kompetensi tertentu sehingga tidak menimbulkan tafsir ganda. Tujuan dirumuskan secara jelas dan fokus pada kompetensi tertentu sehingga tidak menimbulkan tafsir ganda.22Tujuan dapat diukur melalui indikator atau kriteria keberhasilan yang nyata dan dapat diamati. Tujuan dapat diukur melalui indikator atau kriteria keberhasilan yang nyata dan dapat diamati.33DAPAT DICAPAIDAPAT DICAPAITujuan realistis dan dapat dicapai oleh peserta dengan sumber daya, waktu, dan dukungan yang tersedia. Tujuan realistis dan dapat dicapai oleh peserta dengan sumber daya, waktu, dan dukungan yang tersedia.44Tujuan selaras dengan kebutuhan peserta, tujuan organisasi, dan konteks pembelajaran. Tujuan selaras dengan kebutuhan peserta, tujuan organisasi, dan konteks pembelajaran.55BERBATAS WAKTUBERBATAS WAKTUTujuan memiliki batas waktu yang jelas sehingga mendorong komitmen dan fokus dalam pencapaiannya. Tujuan memiliki batas waktu yang jelas sehingga mendorong komitmen dan fokus dalam pencapaiannya.CONTOH TUJUAN PELATIHANCONTOH TUJUAN PELATIHANSetelah mengikuti pelatihan selama 2 hari, peserta (guru) mampu:Setelah mengikuti pelatihan selama 2 hari, peserta (guru) mampu:Menggunakan platform pembelajaran digital (misalnya Google Classroom atau Microsoft Teams) untuk mengelola kelas online dengan minimal 90% ketepatan. Menggunakan platform pembelajaran digital (misalnya Google Classroom atau Microsoft Teams) untuk mengelola kelas online dengan minimal 90% ketepatan.Merancang aktivitas belajar interaktif menggunakan alat digital (misalnya Quizizz, Padlet, atau Canva) dan menerapkannya dalam skenario pembelajaran dengan minimal 85% ketepatan. Merancang aktivitas belajar interaktif menggunakan alat digital (misalnya Quizizz, Padlet, atau Canva) dan menerapkannya dalam skenario pembelajaran dengan minimal 85% ketepatan.TERUKURTERUKURSPESIFIKSPESIFIKRELEVANRELEVAN110909

Halaman10C. MERANCANG DAN MENGADAKAN KEGIATAN PELATIHANPENYUSUNAN MATERI PELATIHANMateri pelatihan harus disusun secara sistematis, relevan, dan mudah dipahami agar peserta dapat memperoleh manfaat maksimal dalam meningkatkan kompetensi profesionalnya.PRINSIP MEMILIH MATERISESUAI KEBUTUHANMateri dipilih berdasarkan kebutuhan nyata guru sesuai hasil analisis kebutuhan pelatihan.KONTEKSTUALMateri relevan dengan konteks sekolah, karakteristik peserta, dan kondisi lingkungan belajar.Disusun secara bertahap dan konsep dasar hingga penerapan yang lebih kompleks.Materi bersifat praktis dan aplikatif agar mudah dipraktikkan oleh peserta.MUDAH DITERAPKANMateri dapat langsung diterapkan dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari.CONTOH MATERI PELATIHANPemahaman dasar keterampilan digital, pencarian informasi, manajemen informasi, dan etika berinternet.PENGGUNAAN PLATFORM PEMBELAJARANPEMBUATAN MEDIA INTERAKTIFPembuatan media pembelajaran interaktif menggunakan tools digital seperti Canva, H5P, Quizizz, atau Genially.EVALUASI PEMBELAJARANPenggunaan aplikasi atau platform digital untuk membuat evaluasi, kuis online, dan analisis hasil belajar.Materi yang baik akan meningkatkan keterlibatan peserta, memudahkan pemahaman, serta mendorong perubahan praktik pembelajaran yang lebih berkualitas.Penggunaan Learning Management System (LMS), Google Classroom, Moodle, atau platform lainnya untuk mendukung pembelajaran.Pemahaman keamanan data, privasi, perlindungan identitas digital, dan penerapan keamanan di lingkungan pembelajaran.KEAMANAN DIGITALLITERASI DIGITALBERTAHAPPRAKTIS1234512354

HalamanHalamanHalamanC. MERANCANG DAN MENGADAKAN KEGIATAN PELATIHANPEMILIHAN METODE DAN MEDIAPemilihan metode dan media yang tepat akan meningkatkan efektivitas pelatihan. Berikut beberapa metode yang dapat digunakan dan pertimbangan dalam memilih media pelatihan.1. METODE PELATIHANPenyampaian materi oleh fasilitator yang dikombinasikan dengan tanya jawab, kuis, atau polling untuk menjaga keterlibatan peserta.Fasilitator memperagakan langkah atau penggunaan teknologi secara langsung untuk memperjelas konsep dan prosedur.PRAKTIK LANGSUNGPRAKTIK LANGSUNGPRAKTIK LANGSUNGPeserta mencoba sendiri menggunakan alat, aplikasi, atau media pembelajaran untuk membangun keterampilan secara nyata.DISKUSIDISKUSIDISKUSIPeserta berdiskusi dalam kelompok untuk berbagi pengalaman, menganalisis kasus, dan menemukan solusi bersama.Peserta berlatih dalam situasi yang menyerupai kondisi nyata untuk menguji pemahaman dan pengambilan keputusan.Fasilitator mendampingi peserta secara berkelanjutan dalam menerapkan hasil pelatihan di lingkungan kerja.PEMBELAJARAN KOLABORATIFPEMBELAJARAN KOLABORATIFPEMBELAJARAN KOLABORATIFPeserta bekerja bersama dalam proyek atau tugas untuk mencapai tujuan bersama dan membangun pengetahuan kolektif.2. PEMILIHAN MEDIAMedia pelatihan dipilih dengan mempertimbangkan hal-hal berikut:TUJUANTUJUAN PELATIHANPELATIHAN TUJUAN PELATIHANPilih media yang selarasPilih media yang selaras dengan tujuan dan materidengan tujuan dan materi yang ingin dicapai.yang ingin dicapai. Pilih media yang selaras dengan tujuan dan materi yang ingin dicapai.KEMAMPUANKEMAMPUAN PESERTAPESERTA KEMAMPUAN PESERTASesuaikan media denganSesuaikan media dengan lutar belakang pengetahuanlutar belakang pengetahuan dan keterampilan peserta.dan keterampilan peserta. Sesuaikan media dengan lutar belakang pengetahuan dan keterampilan peserta.AKSESAKSES INTERNETINTERNET AKSES INTERNETPastikan media dapatPastikan media dapat diakses sesuai ketersediaandiakses sesuai ketersediaan koneksi internet peserta.koneksi internet peserta. Pastikan media dapat diakses sesuai ketersediaan koneksi internet peserta.KETERSEDIAANKETERSEDIAAN PERANGKATPERANGKAT KETERSEDIAAN PERANGKATGunakan media yang kompatibelGunakan media yang kompatibel dengan perangkat yang dimilikidengan perangkat yang dimiliki peserta dan fasilitator.peserta dan fasilitator. Gunakan media yang kompatibel dengan perangkat yang dimiliki peserta dan fasilitator.CERAMAH INTERAKTIFCERAMAH INTERAKTIFCERAMAH INTERAKTIFPENDAMPINGANPENDAMPINGANPENDAMPINGANDEMONSTRASIDEMONSTRASIDEMONSTRASISIMULASISIMULASISIMULASI030303

C. MERANCANG DAN MENGADAKAN KEGIATAN PELATIHANPerencanaan waktu dan sumber daya bertujuan memastikan kegiatan pelatihanPerencanaan waktu dan sumber daya bertujuan memastikan kegiatan pelatihan berjalan tersruktur, efisien, dan efektif. Berikut aspek-aspek yang perluberjalan tersruktur, efisien, dan efektif. Berikut aspek-aspek yang perlu direncanakan secara matang:direncanakan secara matang: Perencanaan waktu dan sumber daya bertujuan memastikan kegiatan pelatihan berjalan tersruktur, efisien, dan efektif. Berikut aspek-aspek yang perlu direncanakan secara matang:Menetapkan tanggal pelaksanaan dengan mempertimbangkanMenetapkan tanggal pelaksanaan dengan mempertimbangkan ketersediaan peserta, narasumber, dan fasilitas. Susun agendaketersediaan peserta, narasumber, dan fasilitas. Susun agenda harian secara runtut dan realistis.harian secara runtut dan realistis. Menetapkan tanggal pelaksanaan dengan mempertimbangkan ketersediaan peserta, narasumber, dan fasilitas. Susun agenda harian secara runtut dan realistis.DURASIDURASI PELATIHANPELATIHAN DURASI PELATIHANMenentukan lamanya pelatihan sesuai kebutuhan kompetensiMenentukan lamanya pelatihan sesuai kebutuhan kompetensi dan kedalaman materi. Pastikan durasi proporsional antaradan kedalaman materi. Pastikan durasi proporsional antara penyampaian materi, praktik, dan evaluasi.penyampaian materi, praktik, dan evaluasi. Menentukan lamanya pelatihan sesuai kebutuhan kompetensi dan kedalaman materi. Pastikan durasi proporsional antara penyampaian materi, praktik, dan evaluasi.TEMPATTEMPAT PELAKSANAANPELAKSANAAN TEMPAT PELAKSANAANMemilih lokasi yang nyaman, mudah diakses, dan mendukungMemilih lokasi yang nyaman, mudah diakses, dan mendukung keberhasilan kegiatan. Pertimbangkan kapasitas, kebersihan,keberhasilan kegiatan. Pertimbangkan kapasitas, kebersihan, keamanan, serta ketersediaan fasilitas pendukung.keamanan, serta ketersediaan fasilitas pendukung. Memilih lokasi yang nyaman, mudah diakses, dan mendukung keberhasilan kegiatan. Pertimbangkan kapasitas, kebersihan, keamanan, serta ketersediaan fasilitas pendukung.Menentukan narasumber yang kompeten, berpengalaman, danMenentukan narasumber yang kompeten, berpengalaman, dan sesuai dengan topik pelatihan. Pastikan narasumber memahamisesuai dengan topik pelatihan. Pastikan narasumber memahami karakteristik peserta.karakteristik peserta. Menentukan narasumber yang kompeten, berpengalaman, dan sesuai dengan topik pelatihan. Pastikan narasumber memahami karakteristik peserta.Menyiapkan perangkat dan peralatan yang dibutuhkan sepertiMenyiapkan perangkat dan peralatan yang dibutuhkan seperti laptop, proyektor, layar, pengeras suara, papan tulis, danlaptop, proyektor, layar, pengeras suara, papan tulis, dan peralatan praktik sesuai materi.peralatan praktik sesuai materi. Menyiapkan perangkat dan peralatan yang dibutuhkan seperti laptop, proyektor, layar, pengeras suara, papan tulis, dan peralatan praktik sesuai materi.JARINGANJARINGAN INTERNETINTERNET JARINGAN INTERNETMenjamin ketersediaan jaringan internet yang stabil danMenjamin ketersediaan jaringan internet yang stabil dan memadai untuk mendukung aktivitas daring, akses materi, danmemadai untuk mendukung aktivitas daring, akses materi, dan praktik teknologi.praktik teknologi. Menjamin ketersediaan jaringan internet yang stabil dan memadai untuk mendukung aktivitas daring, akses materi, dan praktik teknologi.Menyiapkan bahan ajar yang relevan, mutakhir, dan mudahMenyiapkan bahan ajar yang relevan, mutakhir, dan mudah dipahami. Dapat berupa modul, presentasi, video, lembardipahami. Dapat berupa modul, presentasi, video, lembar kerja, atau referensi digital.kerja, atau referensi digital. Menyiapkan bahan ajar yang relevan, mutakhir, dan mudah dipahami. Dapat berupa modul, presentasi, video, lembar kerja, atau referensi digital.Menyusun rencana anggaran secara rinci meliputi biayaMenyusun rencana anggaran secara rinci meliputi biaya peresensi, tempat, konsumsi, perangkat, bahan ajar, transport,peresensi, tempat, konsumsi, perangkat, bahan ajar, transport, dan kebutuhan lainnya.dan kebutuhan lainnya. Menyusun rencana anggaran secara rinci meliputi biaya peresensi, tempat, konsumsi, perangkat, bahan ajar, transport, dan kebutuhan lainnya.PEMBAGIANPEMBAGIAN TUGAS PANITIATUGAS PANITIA PEMBAGIAN TUGAS PANITIAMembagi tugas secara jelas kepada panitia sesuai peran danMembagi tugas secara jelas kepada panitia sesuai peran dan kompetensinya, seperti ketua, sekretaris, bendahara,kompetensinya, seperti ketua, sekretaris, bendahara, koordinator acara, perlengkapan, dokumentasi, dan konsumsi.koordinator acara, perlengkapan, dokumentasi, dan konsumsi. Membagi tugas secara jelas kepada panitia sesuai peran dan kompetensinya, seperti ketua, sekretaris, bendahara, koordinator acara, perlengkapan, dokumentasi, dan konsumsi.PERENCANAAN WAKTU DAN SUMBER DAYAPERENCANAAN WAKTU DAN SUMBER DAYAPERENCANAAN WAKTU DAN SUMBER DAYAPERANGKAT DANPERANGKAT DAN PERALATANPERALATAN PERANGKAT DAN PERALATANPE

HalamanHalamanHalamanC. MERANCANG DAN MENGADAKAN KEGIATAN PELATIHANPelaksanaan Kegiatan PelatihanPelaksanaan Kegiatan PelatihanPelaksanaan Kegiatan PelatihanPelaksanaan kegiatan pelatihan dirancang dengan pendekatan partisipatif, interaktif, inklusif, dan berpusat pada kebutuhan guru agar guru terlibat aktif, memperoleh pengalaman belajar yang bermakna, serta mampu menerapkan hasil pelatihan dalam praktik pembelajaran.Fasilitasor membuka kegiatan dengan salam, pengenalan, penyampaian tujuan, agenda, dan kesepakatan kelas untuk membangun suasana nyaman dan kolaboratif.Fasilitasor menyampaikan materi secara interaktif melalui paparan singkat, tanya jawab, studi kasus, atau demonstrasi yang relevan dengan kebutuhan guru.PRAKTIKPRAKTIKPRAKTIKPeserta melakukan praktik langsung menggunakan alat, media, atau aplikasi yang dipelajari melalui tugas mandiri maupun kerja berpasangan/ berkelompok.Peserta berdiskusi, berbagi pengalaman, dan memberikan umpan balik untuk memperkaya pemahaman serta menemukan solusi bersama.Fasilitasor memberikan pendampingan dan bimbingan, membantu peserta mengatasi kendala, dan memastikan setiap peserta mendapatkan dukungan yang dibutuhkan.Peserta mempresentasikan hasil praktik atau rancangan yang telah dibuat. Peserta lain memberikan apresiasi dan saran perbaikan.Fasilitasor menyimpulkan pembelajaran, melakukan refleksi bersama, menyampaikan tindak lanjut, dan menutup kegiatan dengan apresiasi kepada peserta.Dengan pendekatan partisipatif, interaktif, inklusif, dan berpusat pada kebutuhan guru, pelatihan menjadi bermakna, relevan, dan mendorong guru untuk terus belajar, berinovasi, serta meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas.PENYAMPAIAN MATERIPENYAMPAIAN MATERIPENYAMPAIAN MATERIPRESENTASI HASILPRESENTASI HASILPRESENTASI HASILPENDAMPINGANPENDAMPINGANPENDAMPINGANPEMBUKAANPEMBUKAANPEMBUKAANPENUTUPANPENUTUPANPENUTUPANDISKUSIDISKUSIDISKUSI111333444222555666777131313

HalamanHalamanC. MERANCANG DAN MENGADAKAN KEGIATAN PELATIHAN C. MERANCANG DAN MENGADAKAN KEGIATAN PELATIHANEvaluasi Kegiatan PelatihanEvaluasi Kegiatan PelatihanEvaluasi dilakukan untuk mengetahui efektivitas kegiatan pelatihan serta dampaknya terhadap peningkatan kompetensi guru. Evaluasi bukan hanya di akhir kegiatan, tetapi juga dilakukan secara berkelanjutan untuk memperoleh umpan balik yang akurat, sehingga hasilnya dapat digunakan sebagai dasar perbaikan pada penyelenggaraan pelatihan berikutnya.Evaluasi mencakup reaksi peserta, pemahaman materi, keterampilan praktik, perubahan sikap, serta penerapan hasil pelatihan dalam pembelajaran. Pendekatan evaluasi komprehensif ini membantu memastikan bahwa pelatihan benar-benar memberikan nilai tambah bagi guru dan berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran di kelas.Mengukur tingkat kepuasan dan persepsi peserta terhadap pelatihan melalui angket, refleksi singkat, atau diskusi. Indikator meliputi relevansi materi, metode penyampaian, fasilitator, dan fasilitas.Penerapan Hasil Pelatihan Penerapan Hasil PelatihanMenilai implementasi hasil pelatihan dalam pembelajaran melalui monitoring, supervisi, atau portofolio untuk mengetahui dampaknya terhadap kualitas pembelajaran di kelas.Menilai perubahan sikap dan komitmen peserta terhadap pembelajaran inovatif melalui refleksi diri, jurnal, atau wawancara untuk memastikan tercapainya tujuan efektif.Menilai sejauh mana peserta memahami konsep dan teori yang disampaikan melalui tes tertulis, kuis, atau tugas terstruktur untuk memastikan tercapainya tujuan kognitif.Menilai kemampuan peserta menerapkan materi melalui observasi praktik, penilaian produk, atau simulasi untuk memastikan tercapainya tujuan psikomotorik.Hasil evaluasi dianalisis untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, dan area perbaikan. Umpan balik dari evaluasi menjadi dasar revisi program pelatihan agar lebih relevan, efektif, dan berkelanjutan, serta memastikan peningkatan kompetensi guru secara nyata dan berdampak pada pembelajaran.Keterampilan PraktikKeterampilan PraktikPemahaman MateriPemahaman MateriPerubahan SikapPerubahan SikapReaksi PesertaReaksi Peserta1414

151515HalamanC. MERANCANG DAN MENGADAKAN KEGIATAN PELATIHANInstrumen dan Tindak LanjutEvaluasi pelatihan dilakukan secara komprehensif menggunakan beragam instrumen untuk memperoleh data yang valid dan holistik, serta memastikan keberlanjutan dampak pelatihan melalui tindak lanjut yang sistematis.111Digunakan untuk mengukur kepuasan peserta, relevansi materi, kualitas fasilitator, dan efektivitas pelatihan secara keseluruhan.222LEMBAR OBSERVASIDigunakan oleh fasilitator untuk mengamati partisipasi, kolaborasi, dan penerapan keterampilan selama kegiatan berlangsung.TES PRAKTIKMenilai kemampuan peserta dalam menerapkan keterampilan teknologi pendidikan melalui tugas atau simulasi praktik.444JURNAL REFLEKSIPeserta menuliskan pengalaman, pembelajaran, tantangan, dan rencana penerapan setelah mengikuti pelatihan.555WAWANCARADilakukan kepada peserta atau pihak terkait untuk menggali pemahaman mendalam tentang dampak dan kebutuhan lanjutan.666DOKUMENTASIBerupa foto, video, contoh karya, dan catatan kegiatan sebagai bukti pelaksanaan dan bahan evaluasi.REKAPITULASI DAN ANALISIS DATASemua data dari instrumen di atas direkap dan dianalisis untuk menentukan efektivitas pelatihan dan rekomendasi perbaikan.RENCANA TINDAK LANJUTPENDAMPINGANFasilitator melakukan pendampingan lanjutan secara berkala untuk membantu peserta mengimplementasikan hasil pelatihan di lingkungan kerja.KOMUNITAS BELAJAR GURUPeserta bergabung dalam komunitas belajar untuk berbagi praktik baik, berdiskusi, dan terus mengembangkan kompetensi secara berkelanjutan.Tindak lanjut yang berkelanjutan akan memastikan hasil pelatihan terinternalisasi dan berdampak nyata pada peningkatan kualitas pembelajaran.333777ANGKET

HalamanHalamanD. TEORID. TEORIPengertian Teknologi PendidikanPengertian Teknologi PendidikanTeknologi pendidikan merupakan bidang interdisipliner yang mempelajari dan mempraktikkan desain, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan, serta evaluasi proses dan sumber belajar untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pembelajaran.Secara sederhana, teknologi pendidikan adalah penerapan pengetahuan, sumber daya, proses, dan teknologi secara sistematis untuk memfasilitasi pembelajaran, memecahkan masalah belajar, dan meningkatkan kinerja dalam konteks pendidikan.Teknologi Pendidikan Teknologi Pendidikanuntuk memfasilitasi pembelajaranPENGETAHUANPENGETAHUANKumpulan teori, konsep, dan prinsip yang menjadi dasar dalam merancang solusi pendidikan.SUMBER DAYASUMBER DAYAManusia, bahan, informasi, dan fasilitas yang digunakan untuk mendukung proses pembelajaran.Langkah-langkah sistematis untuk merancang, mengembangkan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran.TEKNOLOGITEKNOLOGIAlat, media, dan sistem (informasi dan komunikasi) yang dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.PROSESPROSES1616

D. TEORI BELAJAR DAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN D. TEORI BELAJAR DAN TEKNOLOGI PENDIDIKANPemanfaatan teknologi dalam pembelajaran akan lebih efektif apabila selaras dengan teori belajar yang mendasarinya. Berikut perbandingan empat teori belajar utama dan kaitannya dengan pemanfaatan teknologi.Belajar terjadi melalui pembentukan kebiasaan dan penguatan terhadap respon yang benar.Memberikan latihan berulang dan umpan balik segera. Memperkuat perilaku positif melalui reward. Melacak kemajuan belajar secara objektif.Kuis interaktif dan latihan berbasis drill. Aplikasi pembelajaran adaptif dengan skor dan reward. Sistem kelas dengan poin/badge.Kognitivisme (Proses Mental) Kognitivisme (Proses Mental)Belajar adalah proses berpikir, memproses, menyimpan, dan mengorganisasi informasi.Menyajikan informasi secara terstruktur. Membantu organisasi dan visualisasi konsep. Mendukuma laidah permelahur rialaih.Peta konsep dan mind mapping digital. Video pembelajaran dan simulasi. Software latihan soal adaptif.KONSTRUKTIVISME (MEMBANGUN MAKNA) KONSTRUKTIVISME (MEMBANGUN MAKNA)Pengetahuan dibangun oleh peserta didik melalui pengalaman, eksplorasi, dan refleksi.Memfasilitasi eksplorasi dan penemuan. Mendukung kolaborasi dan diskusi. Menganjikan konteks nyata dengan konsep.Proyek berbasis masalah (PBL) dengan teknologi. Forum diskusi dan kolaborasi online. Augmented reality (AR) dan virtual lab.Belajar terjadi melalui jaringan, koneksi, dan akses terhadap informasi yang tersebar.Menghubungkan peserta dengan sumber dan komunitas luas. Memfasilitasi berbagi dan kurasi informasi. Mendukung belajar sepanjang hayat.LMS dan platform MOOC. Media sosial edukatif dan jaringan profesional. Kurasi konten digital dan cloud storage.Tidak ada satu teori yang paling unggul untuk semua situasi. Guru perlu memilih dan mengintegrasikan pemanfaatan teknologi sesuai karakteristik peserta didik, tujuan pembelajaran, dan konteks agar proses belajar menjadi bermakna, relevan, dan efektif.BEHAVIORISME (STIMULUS–RESPON) BEHAVIORISME (STIMULUS–RESPON)CONTOH PEMANFAATANCONTOH PEMANFAATANPERAN TEKNOLOGIPERAN TEKNOLOGIPRINSIP UTAMAPRINSIP UTAMATEORI BELAJARTEORI BELAJARHalamanHalaman1717

HalamanHalamanHalamanD. PERAN GURU DALAMD. PERAN GURU DALAM PEMBELAJARAN BERBASISPEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGITEKNOLOGI D. PERAN GURU DALAM PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGIGuru memiliki peran strategis dalam memastikan pemanfaatan teknologi mendukung tercapainya tujuan pembelajaran. Berikut peran utama guru dalam pembelajaran berbasis teknologi.111Guru merancang pengalaman belajar yang bermakna dengan memilih teknologi yang sesuai, menyusun aktivitas, dan menentukan strategi pembelajaran yang efektif.222Guru memfasilitasi interaksi, kolaborasi, dan diskusi peserta didik melalui teknologi, serta menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan partisipatif.333PEMBIMBING LITERASI DIGITALPEMBIMBING LITERASI DIGITALPEMBIMBING LITERASI DIGITALGuru membimbing peserta didik menggunakan teknologi secara bijak, kritis, dan bertanggung jawab, serta menanamkan budaya literasi digital.EVALUATOREVALUATOREVALUATORGuru menggunakan teknologi untuk menilai proses dan hasil belajar secara autentik, memberikan umpan balik yang konstruktif, dan merancang tindak lanjut pembelajaran.Menjunjung nilai moral, kejujuran, dan menghargai hak cipta serta privasi.Melindungi data diri dan peserta didik, serta menerapkan praktik keamanan digital yang baik.Memastikan teknologi dapat diakses oleh semua peserta didik tanpa diskriminasi.TANGGUNG JAWABTANGGUNG JAWAB DIGITALDIGITAL TANGGUNG JAWAB DIGITALBertanggung jawab atas penggunaan teknologi secara positif, aman, dan berdampak baik.Peran guru dalam pembelajaran berbasis teknologi menuntutPeran guru dalam pembelajaran berbasis teknologi menuntut kompetensikompetensi pedagogik, teknologi, dan profesionalpedagogik, teknologi, dan profesional yang seimbang, serta komitmenyang seimbang, serta komitmen untuk terus belajar, berinovasi, dan menjadi teladan dalam penggunaanuntuk terus belajar, berinovasi, dan menjadi teladan dalam penggunaan teknologi secarateknologi secara etis dan bertanggung jawab.etis dan bertanggung jawab. Peran guru dalam pembelajaran berbasis teknologi menuntut kompetensi pedagogik, teknologi, dan profesional yang seimbang, serta komitmen untuk terus belajar, berinovasi, dan menjadi teladan dalam penggunaan teknologi secara etis dan bertanggung jawab.Guru memilih, mengelola, dan mengorganisasi sumber belajar digital agar relevan, berkualitas, dan mudah diakses oleh peserta didik.Prinsip dalam Peran GuruPrinsip dalam Peran GuruPrinsip dalam Peran GuruPENGELOLA SUMBER BELAJARPENGELOLA SUMBER BELAJARPENGELOLA SUMBER BELAJARPERANCANG PEMBELAJARANPERANCANG PEMBELAJARANPERANCANG PEMBELAJARANAKSESIBILITASAKSESIBILITASAKSESIBILITASFASILITATORFASILITATORFASILITATORKEAMANANKEAMANANKEAMANAN444555ETIKAETIKAETIKA181818

HalamanHalamanHalamanHalamanD. STRATEGI INTEGRASI TEKNOLOGI DALAM PEMBELAJARANIntegrasi teknologi dilakukan secara terencana, bermakna, dan relevan dengan tujuan pembelajaran. Berikut langkah strategis yang dapat diterapkan guru dalam merancang pembelajaran yang memanfaatkan teknologi.1111PERENCANAAN TUJUANTetapkan tujuan pembelajaran yang spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, dan berbasis kompetensi dengan memanfaatkan teknologi secara tepat.2222PEMILIHAN MEDIAPilih media dan alat teknologi yang sesuai dengan tujuan, karakteristik peserta didik, materi, serta ketersediaan sumber daya.Rancang aktivitas belajar yang interaktif, kolaboratif, dan berpusat pada peserta didik dengan dukungan teknologi.4444Gunakan teknologi untuk melakukan asesmen formatif maupun sumatif secara efektif dan efisien.5555UMPAN BALIKBerikan umpan balik yang cepat, konstruktif, dan personal melalui teknologi untuk mendukung perbaikan belajar.Lakukan refleksi untuk menilai efektivitas pembelajaran dan merencanakan perbaikan berkelanjutan.Contoh PenerapanMenetapkan tujuan: Peserta didik dapat menjelaskan konsep ekosistem melalui simulasi interaktif dengan akurasi 80%.Contoh PenerapanMenggunakan video pendek dari YouTube Edu dan simulasi PhET untuk materi gerak parabola.Peserta didik hingga dalam kelompok menggunakan Google Docs untuk menyusun laporan hasil pengamatan.Memberikan kuis interaktif menggunakan Google Forms dan kuisiz untuk mengukur pemahaman materi.Contoh PenerapanKomentar langsung pada dokumen digital atau rekaman suara melalui aplikasi seperti Google Classroom.Peserta didik mengisi jurnal refleksi digital melalui Padlet tentang pengalaman belajar dan kesulitan yang dihadapi.Strategi integrasi teknologi yang terencana mulai dari perencanaan tujuan, pemilihan media, pengelolaan aktivitas, asesmen digital, umpan balik, hingga refleksi membantu guru menciptakan pembelajaran yang bermakna, efektif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.PENGELOLAAN AKTIVITASASESMEN DIGITALContoh PenerapanContoh PenerapanContoh PenerapanREFLEKSI3333666619191919

E. RANGKUMANE. RANGKUMANPelatihan teknologi pendidikan bagi guru merupakan upaya strategis untuk meningkatkan kompetensi profesional dalam memanfaatkan teknologi secara efektif dan bermakna. Pelatihan ini dirancang agar guru mampu mengintegrasikan teknologi ke dalam proses pembelajaran secara kontekstual, inovatif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Pelatihan teknologi pendidikan bagi guru merupakan upaya strategis untuk meningkatkan kompetensi profesional dalam memanfaatkan teknologi secara efektif dan bermakna. Pelatihan ini dirancang agar guru mampu mengintegrasikan teknologi ke dalam proses pembelajaran secara kontekstual, inovatif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.Tahap awal yang krusial adalah analisis kebutuhan pelatihan. Melalui identifikasi kebutuhan nyata guru, pelatihan dapat dirancang secara tepat sasaran, relevan dengan tantangan pembelajaran, serta selaras dengan kebijakan dan visi pengembangan sekolah atau lembaga pendidikan. Tahap awal yang krusial adalah analisis kebutuhan pelatihan. Melalui identifikasi kebutuhan nyata guru, pelatihan dapat dirancang secara tepat sasaran, relevan dengan tantangan pembelajaran, serta selaras dengan kebijakan dan visi pengembangan sekolah atau lembaga pendidikan.Penetapan tujuan yang jelas dan terukur menjadi landasan penting dalam memastikan pelatihan menghasilkan perubahan kompetensi yang nyata. Tujuan perlu dirumuskan dengan indikator yang dapat diukur sehingga efektivitas pelatihan dapat dievaluasi secara objektif. Penetapan tujuan yang jelas dan terukur menjadi landasan penting dalam memastikan pelatihan menghasilkan perubahan kompetensi yang nyata. Tujuan perlu dirumuskan dengan indikator yang dapat diukur sehingga efektivitas pelatihan dapat dievaluasi secara objektif.Materi pelatihan harus kontekstual dan aplikatif, mencakup teknologi yang relevan dengan kebutuhan pembelajaran masa kini seperti pembelajaran digital, pengembangan media interaktif, penilaian berbasis teknologi, serta literasi digital dan keamanan data. Materi pelatihan harus kontekstual dan aplikatif, mencakup teknologi yang relevan dengan kebutuhan pembelajaran masa kini seperti pembelajaran digital, pengembangan media interaktif, penilaian berbasis teknologi, serta literasi digital dan keamanan data.Pemanfaatan media dan sumber belajar yang tepat menjadi penunjang penting keberhasilan pelatihan. Penggunaan platform digital, video tutorial, modul interaktif, dan komunitas daring memperkaya pengalaman belajar serta memfasilitasi pembelajaran yang fleksibel. Pemanfaatan media dan sumber belajar yang tepat menjadi penunjang penting keberhasilan pelatihan. Penggunaan platform digital, video tutorial, modul interaktif, dan komunitas daring memperkaya pengalaman belajar serta memfasilitasi pembelajaran yang fleksibel.Evaluasi dan tindak lanjut berkelanjutan sangat penting untuk menilai dampak pelatihan dan memastikan kompetensi yang diperoleh dapat diterapkan dalam praktik pembelajaran sehari- hari. Refleksi, umpan balik, dan pendampingan lanjutan menjadi kunci keberlanjutan pengembangan profesional guru. Evaluasi dan tindak lanjut berkelanjutan sangat penting untuk menilai dampak pelatihan dan memastikan kompetensi yang diperoleh dapat diterapkan dalam praktik pembelajaran sehari- hari. Refleksi, umpan balik, dan pendampingan lanjutan menjadi kunci keberlanjutan pengembangan profesional guru.Metode pelatihan yang menekankan praktik langsung lebih efektif dalam membangun keterampilan guru. Pendekatan seperti workshop, simulasi, studi interaktif, dan komunitas daring mendorong guru untuk belajar dari pengalaman nyata dan saling bertukar praktik baik. Metode pelatihan yang menekankan praktik langsung lebih efektif dalam membangun keterampilan guru. Pendekatan seperti workshop, simulasi, studi interaktif, dan komunitas daring mendorong guru untuk belajar dari pengalaman nyata dan saling bertukar praktik baik.Pelaksanaan pelatihan perlu bersifat partisipatif dan kolaboratif. Keterlibatan aktif guru sebagai peserta sekaligus kontributor, di dalam komunitas belajar, membantu membangun budaya berbagi, saling mendukung, dan berinovasi secara berkelanjutan. Pelaksanaan pelatihan perlu bersifat partisipatif dan kolaboratif. Keterlibatan aktif guru sebagai peserta sekaligus kontributor, di dalam komunitas belajar, membantu membangun budaya berbagi, saling mendukung, dan berinovasi secara berkelanjutan.HalamanHalaman2020

HalamanHalamanE. RANGKUMANE. RANGKUMANPoin-Poin PentingPoin-Poin PentingGuru berperan sebagai fasilitator, pembimbing, dan inovator yang memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.Teknologi diintegrasikan secara terencana, bermakna, dan relevan dengan tujuan pembelajaran serta karakteristik peserta didik.3. PEMBELAJARAN BERPUSAT PADA PESERTA DIDIK3. PEMBELAJARAN BERPUSAT PADA PESERTA DIDIKStrategi pembelajaran dirancang agar peserta didik aktif, kolaboratif, dan kritis melalui pemanfaatan teknologi.Asesmen dilakukan menggunakan alat digital untuk menilai pemahaman, keterampilan, dan sikap secara formatif maupun sumatif.Refleksi berkelanjutan membantu guru mengevaluasi efektivitas pembelajaran dan merencanakan perbaikan ke depan.7. ETIKA PENGGUNAAN TEKNOLOGI7. ETIKA PENGGUNAAN TEKNOLOGIPenggunaan teknologi harus menjunjung nilai etika seperti kejujuran, penghargaan terhadap karya, dan tanggung jawab digital.Melindungi data pribadi, menggunakan kata sandi yang kuat, dan waspada terhadap ancaman siber merupakan bagian penting dalam pembelajaran digital.9. AKSESIBILITAS9. AKSESIBILITASTeknologi harus digunakan secara inklusif agar semua peserta didik, tanpa terkecuali, memiliki kesempatan belajar yang setara.10. TINDAK LANJUT PELATIHAN10. TINDAK LANJUT PELATIHANTindak lanjut melalui praktik, berbagi pengalaman, dan komunitas belajar memperkuat keberlanjutan hasil pelatihan.Strategi integrasi teknologi apa yang paling relevan untuk diterapkan di kelas Anda? Tantangan apa yang mungkin Anda hadapi dalam mengintegrasikan teknologi? Langkah konkret apa yang akan Anda lakukan setelah mengikuti pelatihan ini?Umpan balik yang cepat, konstruktif, dan personal melalui teknologi membantu meningkatkan hasil belajar peserta didik.Luangkan waktu sejenak untuk merefleksikan pemahaman Anda.Luangkan waktu sejenak untuk merefleksikan pemahaman Anda.2. INTEGRASI TEKNOLOGI2. INTEGRASI TEKNOLOGIREFLEKSI GURUREFLEKSI GURU8. KEAMANAN DIGITAL8. KEAMANAN DIGITAL4. ASESMEN DIGITAL4. ASESMEN DIGITAL5. UMPAN BALIK5. UMPAN BALIK1. PERAN GURU1. PERAN GURU6. REFLEKSI6. REFLEKSI2121

HalamanHalamanHalamanF. REFERENSIF. REFERENSIF. REFERENSIBerikut adalah referensi akademik yang dapat mendukung pemahaman dan implementasi strategi serta kegiatan pelatihan teknologi pendidikan bagi guru. Referensi ini mencakup buku penting di bidang teknologi pendidikan, teori belajar, desain pembelajaran, pengembangan profesional, dan pembelajaran digital. Anderson, T., & Dron, J. (2011). Three generations of technology enhanced learning and beyond. In R. A. Reiser & J. V. Dempsey (Eds.), Trends and issues in instructional design and technology (3rd ed.). Clark, R. C., & Mayer, R. E. (2020). E-learning and the science of instruction: Proven guidelines for consumers and designers of multimedia learning (5th ed.). Dick, W., Carey, L., & Carey, J. O. (2015). The systematic design of instruction (8th ed.).Gagne, R. M., Briggs, I., J., & Wager, W. W. (1992). Principles of instructional design (4th ed.).Koehler, M. J., Mishra, P., & Cain, W. (2013). What is technological pedagogical content knowledge (TPACK)? Journal of Education, 193(3), 13–19.Mishra, P., & Koehler, M. J. (2006). Technical pedagogical content knowledge: A framework for teacher knowledge. Teachers College Record, 108(6), 1017–1054.Reigeluth, C. M. (2016). Instructional-design theories and models: A new paradigm of instructional theory (Volume III).Siemens, G. (2005). Connectivism: A learning theory for the digital age. International Journal of Instructional Technology and Distance Learning, 2(1), 3– 10. Voogt, J., & Knezek, G. (2018). International handbook of information technology in primary and secondary education. Yuen, A. H. K., Law, N., & Wong, K. F. (2017). Teacher professional development in the digital age: Impacts on teachers and students. Educational Research Review, 22, 1–17. Zhao, Y., & Frank, K. A. (Eds.). (2003). Teacher professional development in teaching and learning: Building knowledge bridges. Hattie, J. (2012). Visible learning for teachers: Maximizing impact on learning. Salmon, G. (2013). E-moderating: The key to teaching and learning online.232323

HalamanHalamanG. BIOGRAFIG. BIOGRAFIPENULISPENULISPenulis lahir pada tanggal 23 Juni 2005 di Jakarta. Penulis menempuh pendidikan di SD Alfalah 2 Pagi (2011-2018), SMP dan SMA di Pondok Assobariyyah kota Sukabumi Jawa Barat. Penulis melanjutkan studinya di Universitas Draunnajah Prodi Manajemen Pendidikan Islam. Selain menjalani kegiatan akademik, penulis juga aktif dalam organisasi kemahasiswaan, yaitu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Dakwah Kampus (LDK) pada bidang Syiar dan Dakwah. Melalui kegiatan organisasi tersebut, penulis berupaya mengembangkan kemampuan berorganisasi, meningkatkan keterampilan komunikasi, memperluas wawasan keislaman, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Keaktifan ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi penulis dalam mengembangkan potensi diri, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Penulis lahir pada tanggal 23 Juni 2005 di Jakarta. Penulis menempuh pendidikan di SD Alfalah 2 Pagi (2011-2018), SMP dan SMA di Pondok Assobariyyah kota Sukabumi Jawa Barat. Penulis melanjutkan studinya di Universitas Draunnajah Prodi Manajemen Pendidikan Islam. Selain menjalani kegiatan akademik, penulis juga aktif dalam organisasi kemahasiswaan, yaitu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Dakwah Kampus (LDK) pada bidang Syiar dan Dakwah. Melalui kegiatan organisasi tersebut, penulis berupaya mengembangkan kemampuan berorganisasi, meningkatkan keterampilan komunikasi, memperluas wawasan keislaman, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Keaktifan ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi penulis dalam mengembangkan potensi diri, baik di bidang akademik maupun nonakademik.2424