Melawan Rasa Takut

Created in Canva

Eisha adalah anak TK yang ceria. Namun, suatu hari ia merasa takut mengikuti kelas sentra karena sering melakukan kesalahan. Bersama Aba, Eisha belajar bahwa rasa takut adalah hal yang wajar. Dengan keberanian untuk terus mencoba, Eisha menemukan bahwa setiap kesalahan adalah kesempatan untuk belajar. Sebuah cerita hangat yang mengajarkan anak bahwa takut itu boleh, menyerah jangan!

Eisha berusia lima tahun. Sekarang Eisha belajar di TK B. Eisha senang belajar, bermain, dan bertemu teman-temannya. 1 2

Suatu hari, Eisha mengikuti kelas sentra. Teman-temannya terlihat senang. Tetapi Eisha tampak murung. Eisha merasa kelas sentra itu sulit. 3 4

Saat pulang sekolah, Eisha langsung menangis. Eisha sedih karena merasa belum bisa mengikuti kelas sentra. 5 6

Di rumah, Eisha bercerita kepada Aba. "Aba, besok Eisha tidak mau sekolah." Aba tersenyum lalu bertanya, "Kenapa, Nak?" Eisha menjawab, "Besok ada kelas sentra. Eisha takut. Eisha sering salah. Eisha tidak suka pindah kelas." Aba merangkul Eisha dan berkata, "Tidak apa-apa merasa takut. Semua orang pernah takut. Semua orang juga pernah salah. Yang penting, jangan berhenti mencoba. Takut itu boleh. Menyerah jangan. 7 8

Eisha bertanya, "Apa teman-teman Eisha juga pernah takut?" Aba mengangguk. "Tentu. Semua orang pernah merasa takut. Bedanya, mereka tetap mau mencoba. 9 10

Eisha memeluk Aba. "Kalau begitu, besok Eisha mau sekolah." Aba tersenyum. "Hebat. Eisha belajar sedikit demi sedikit. Lama-lama Eisha akan semakin pintar dan semakin berani." 11 12

Keesokan harinya, Eisha kembali ke sekolah dengan semangat. Saat bermain di kelas sentra balok, menaranya beberapa kali roboh. Tetapi Eisha tidak menyerah. Eisha mencoba lagi. Akhirnya, Eisha berhasil membuat sebuah menara. 13 12