Dokumen ini adalah laporan observasi siswa tentang pertumbuhan dan perkembangan tanaman lengkuas (Alpinia galanga). Disusun oleh Zweta Zana Sasmira, siswa kelas X PPLG 1, sebagai tugas kelompok. Laporan mencakup tahapan pertumbuhan dari bibit hingga tanaman dewasa, faktor lingkungan yang memengaruhi seperti air, sinar matahari, tanah, dan suhu, serta kebutuhan nutrisi tanaman. Bagian habitat…
Dokumen ini adalah laporan observasi siswa tentang pertumbuhan dan perkembangan tanaman lengkuas (Alpinia galanga). Disusun oleh Zweta Zana Sasmira, siswa kelas X PPLG 1, sebagai tugas kelompok. Laporan ini ditujukan untuk pembelajaran biologi dan ekologi tingkat sekolah menengah.
Bagian pertama menjelaskan perbedaan antara pertumbuhan dan perkembangan pada tanaman. Tahapan pertumbuhan lengkuas diuraikan mulai dari bibit atau rimpang usia 0-2 minggu, tunas 2-4 minggu, tanaman muda 1-3 bulan, hingga tanaman dewasa 4-10 bulan. Faktor yang memengaruhi pertumbuhan meliputi air, sinar matahari, tanah subur, unsur hara (nitrogen, fosfor, kalium), udara, dan suhu.
Habitat lengkuas dibahas secara rinci, mencakup identitas habitat abiotik seperti curah hujan 2.500-4.000 mm per tahun dan ketinggian 0-1.200 mdpl. Habitat alami berasal dari Asia Selatan dan Asia Tenggara. Adaptasi tanaman meliputi adaptasi morfologi (rimpang penyimpan cadangan makanan), fisiologi (penyimpanan air dan makanan), dan tingkah laku (fototropisme dan gravitropisme).
Interaksi dalam ekosistem dijelaskan melalui jaring-jaring interaksi. Contoh mutualisme antara lengkuas dan lebah, komensalisme dengan laba-laba, parasitisme dengan kutu daun, dan kompetisi dengan gulma. Setiap jenis interaksi disertai penjelasan singkat dan contoh konkret dari pengamatan.
Fakta menarik mencakup nama ilmiah Alpinia galanga, famili Zingiberaceae, tinggi tanaman hingga 1,5-2 meter, serta manfaat rimpang sebagai bumbu masakan dan obat tradisional. Refleksi pribadi siswa menekankan pentingnya kesabaran, ketelitian, dan kepedulian terhadap lingkungan dalam merawat tanaman.