19. SAVITRI PERUBAHAN KEBIASAAN YANG MEMBUAT SAYA MERASA BANGGA PADA DIRI SENDIRI Junia Dewi (1)

View 19. SAVITRI PERUBAHAN KEBIASAAN YANG MEMBUAT SAYA MERASA BANGGA PADA DIRI SENDIRI Junia Dewi (1) flipbook.

PERUBAHAN KEBIASAAN YANG MEMBUAT SAYA MERASA BANGGA PADA DIRI SENDIRI NI KETUT SAVITRI ARI DEWI Hai, perkenalkan nama saya Ni Ketut Savitri Ari Dewi bisa juga dipanggil Savitri. Saya bersekolah di SD Taman Tirta kelas 5. Saya berumur 10 tahun, asal saya dari Gulingan Mengwi. Sekarang saya mau menceritakan beberapa perubahan kebiasaan yang membuat saya bangga pada diri saya. 2 tahun yang lalu saat saya berumur 8 tahun, kelas 3 SD, saya sangat malas untuk bangun pagi. Biasanya saya baru bangun jam 7 pagi, sehingga saat saya siap-siap ke sekolah itu sangat tergesa-gesa, sehingga sampai sekolah, teman-teman saya sudah mau berbaris. Kadang-kadang, teman-teman saya sudah berbaris saya baru datang. Beberapa kali kejadian itu terulang lagi, saya menjadi malu karena sering terlambat datang ke sekolah. Selama perjalanan menuju sekolah saya sering kena omelan ibu saya karena kebiasana buruk saya yang sering bangun siang. Tapi walaupun ibu saya sering ngomel ibu saya selalu memberikan nasihat agar saya tidak malas bangun pagi, dan diajak memikirkan cara agar saya bisa bangun lebih pagi dari sebelumnya saya pun memikirkan sesuatu agar kejadian itu tidak terulang lagi. Lalu, saya mendapat ide untuk membeli alarm. Lalu saya meminta kepada Bapak saya untuk dibelikan alarm dan setelah Bapak saya membelikan saya alarm, setiap hari, saya menyetel alarm jam 6 pagi. Di awal-awal memang terasa sangat sulit untuk mengubah kebiasaan itu, tapi karena niat saya ingin mengubah kebiasaan tersebut sangat kuat

dan selalu diingatkan oleh orang tua agar tidak menyerah, akhirnya lama kelamaan kebiasaan itu bisa berubah juga tanpa merasa terpaksa. Ditambah lagi saya selalu tidur tidak lebih dari jam 9 malam, maka setiap bangun pagi saya merasa segar dan memulai hari dengan sangat semangat. Sekarang saya sudah tidak pernah terlambat sekolah lagi. Kadang-kadang, saya datang paling awal ke sekolah. Jadi, hal itu yang membuat saya merasa bangga pada diri sendiri. Hal lain yang membuat saya bangga yaitu menghilangkan rasa takut pada hal-hal yang tidak ada. Dulu saya itu sangat penakut. Saya tidak berani kalau harus tidur sendiri, takut tempat gelap, dan apalagi tidur di tempat yang gelap. Hal itu membuat orang tua saya bingung karena hanya saya yang begitu. Orang tua saya bilang kalau ketiga kakak saya begitu kelas 1 SD selalu minta kamar sendiri, tidak ada rasa takut sedikitpun tidak seperti saya. Suatu saat, orang tua saya menasihati saya dan berkata “Jangan takut pada hal-hal yang tidak ada, jangan takut dengan gelap, nanti ketakutan itu akan tumbuh bersama kita dan jadi ketakutan terbesar”. Lalu ibu saya pun memberikan saran yaitu, sebelum tidur selalu memanggil saudara empat dan ber Trisandya terlebih dahulu, akan membuat kita tidak memikirkan hal-hal yang tidak ada dan jika takut gelap cobalah memakai lampu tidur saat tidur malam, Karena jika memakai lampu biasa saat tidur maka otak tidak bisa beristirahat karena lampu terlalu terang. Lalu saya mencoba saran yang diberikan oleh ibu saya. Sebelum tidur selalu memanggil saudara empat untuk menemani saya tidur malam dan

mengucapkan mantram Tri Sandya, Perlahan-lahan rasa takut saya menghilang sedikit demi sedikit. Selain itu Ibu saya juga memberikan satu saran lagi yaitu, jangan terlalu sering menonton film horror. Saya pun menuruti kata ibu saya. Saya mencoba untuk tidak menonton film horror selama 2 bulan. Lama-kelamaan, rasa takut itu pun sedikit demi sedikit menghilang. Sampai sekarang saya tidak pernah takut lagi kalau tidur sendiri, Saya pun sangat senang karena rasa takut itu sudah menghilang dan hal itu yang membuat saya bangga. Ada satu hal lagi yang membuat saya bangga. Saat saya TK saya selalu digendong kemana-mana setiap berpergian, sangat malas untuk berjalan sendiri. Orang tua saya takut kebiasaan saya itu akan berlanjut sampai SD. Suatu ketika, saat saya kelas 2 SD saya dan keluarga pergi tirta yatra ke Pura Lempuyang. Saat itu, saya takut kalau akan memberatkan orang tua. Jadi, saya pun mulai membulatkan tekad untuk berjalan sendiri. Selama perjalanan mencapai puncak Pura Lempuyang diisi dengan bernyanyi dan sambil makan makanan ringan, sesekali bercanda bersenda gurau dengan kakak kakak. Jika sangat lelah maka kami beristirahat dulu dan setelah segar kembali, perjalanan dilanjutkan. Kami mulai naik jam 8 pagi, dan turun kembali sekiktar jam 4 sore dan sampai di parkir sekitar jam 7 malam. Memang sangat lelah tapi pencapaian saya dan keluarga sampai ke puncak pura lempuyang sangat membuat saya bangga, sehingga saya pun berjanji pada diri sendiri tidak akan malas lagi berjalan kalau diajak bepergian.

Nah itulah beberapa hal yang membuat saya bangga pada diri saya sendiri, walapun hal kecil tapi sangat bermanfaat bagi saya untuk mengubah kebiasaan buruk saya menjadi kebiasaan baik dan semoga bermanfaat bagi saya untuk masa depan saya nanti. Sekian dan terima kasih, jika ada salah kata mohon dimaafkan.