Pembuatan Keputusan Etis pada Mahasiswa, artikel jurnal…

Ini adalah artikel ilmiah dalam Psympathic: Jurnal Ilmiah Psikologi, Volume 7 Nomor 2 tahun 2020, halaman 197 sampai 216. Penulisnya Retno Kumolohadi, Frieda Mangunsong, dan Julia Suleeman dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Penelitian ini membahas bagaimana mahasiswa membuat keputusan etis ketika menghadapi dilema, dengan metode kualitatif fenomenologi. Data dikumpulkan lewat…

Artikel ini adalah laporan penelitian kualitatif yang diterbitkan di Psympathic: Jurnal Ilmiah Psikologi, Volume 7 Nomor 2 tahun 2020. Penulisnya Retno Kumolohadi, Frieda Mangunsong, dan Julia Suleeman dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Sasaran pembacanya adalah peneliti dan pengajar psikologi serta pihak yang berkepentingan dengan pendidikan tinggi.

Bagian pendahuluan menguraikan tugas akademik dan non akademik mahasiswa, lalu menunjukkan benturan waktu dan kepentingan yang memunculkan dilema. Contoh yang dibahas adalah terlambat kuliah karena tidur larut, memilih absen, dan kebiasaan mengebut di jalan. Teks juga menyebut plagiarisme, pelecehan seksual, kekerasan dalam pacaran, dan perundungan sebagai persoalan etis yang menjadi perhatian pemerintah, dengan Yogyakarta dipakai sebagai barometer kondisi mahasiswa.

Kerangka teori membahas usia dewasa awal menurut Hurlock serta pandangan Hughes dan McCabe tentang moralitas dan keputusan etis di perguruan tinggi. Dari Treviño dan rekan, teks membedakan tiga dasar keputusan etis, yaitu keputusan normatif berdasarkan aturan, keputusan terstandar berdasarkan nilai bermasyarakat, dan keputusan luar biasa berdasarkan nilai kemanusiaan. Disinggung pula kaitan menyontek dengan perilaku di sekolah menengah, penyalahgunaan NAPZA, dan pelanggaran hak cipta atas…

Bagian selanjutnya memilah faktor personal dan situasional yang memengaruhi keputusan etis. Faktor personal mencakup karakter moral, religiusitas, kepribadian big five, harga diri, emosi, dan love of money. Faktor situasional mencakup kepatuhan pada otoritas, konformitas, sanksi, peluang, pengaruh keluarga, serta sosialisasi kode etik dalam organisasi.

Bagian metode menjelaskan pendekatan fenomenologi, pertanyaan penelitian tentang apa yang dialami subjek dan bagaimana mengalaminya, serta pengumpulan data lewat kuesioner semi terbuka pada 124 responden dan diskusi kelompok terfokus pada 14 peserta. Tabel karakteristik subjek memuat sebaran jenis kelamin, kelompok usia, dan rata-rata usia responden.

Hasil yang dilaporkan mencakup tema etis seputar kehadiran di kelas dan tugas akademik, masalah dengan orang tua, masalah dengan teman, dan ketertiban umum. Strategi mengatasi dilema berpusat pada pertimbangan risiko dan konsekuensi, prinsip hukum dan agama, saran dari teman atau orang tua, serta karakter. Penulis menyebut implikasi teoretis dan praktisnya bagi pengembangan model pembuatan keputusan etis dan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.