Lembar kerja observasi siswa tentang pertumbuhan dan perkembangan bunga mawar (Rosa sp). Mencakup definisi pertumbuhan dan perkembangan, tahapan pertumbuhan dari biji hingga dewasa, serta faktor lingkungan yang mempengaruhi seperti cahaya, suhu, dan air. Bagian habitat menjelaskan kondisi ideal budidaya di dataran tinggi Indonesia, termasuk suhu, kelembapan, jenis tanah, dan curah hujan.…
Dokumen ini adalah lembar kerja observasi siswa untuk mata pelajaran biologi atau IPA, khusus membahas pertumbuhan dan perkembangan bunga mawar (Rosa sp). Lembar ini dirancang untuk siswa kelas X PPLG 1 dan berisi panduan pengamatan langsung di lingkungan sekitar, lengkap dengan kolom identitas, tanggal, dan hasil observasi.
Bagian pertama menjelaskan konsep dasar pertumbuhan sebagai pertambahan ukuran, volume, massa, atau jumlah sel, serta perkembangan sebagai proses menuju kedewasaan dan pematangan fungsi organ. Disertai fakta menarik tentang budidaya mawar selama ribuan tahun dan penggunaannya dalam parfum, kosmetik, dan produk pangan.
Tahapan pertumbuhan mawar diuraikan secara berurutan: dari biji berkecambah, bibit dengan batang dan daun, tanaman muda dengan akar berkembang, kuncup bunga, hingga tanaman dewasa dengan bunga sempurna. Faktor yang mempengaruhi meliputi cahaya matahari minimal 6 jam per hari, suhu ideal 15-27°C, dan penyiraman teratur tanpa genangan.
Bagian habitat mencantumkan nama lokal dan ilmiah, lokasi pengamatan di depan rumah, serta deskripsi habitat alami mawar yang berasal dari belahan bumi utara beriklim sedang. Di Indonesia, mawar tumbuh optimal di dataran tinggi 560-1.400 mdpl dengan curah hujan 1.500-3.000 mm per tahun, tanah gembur, dan kelembapan 50-80%.
Analisis adaptasi mencakup adaptasi morfologi (duri tajam, daun bergerigi, akar tunggang), adaptasi fisiologi (produksi senyawa monoterpen dan nektar), serta adaptasi tingkah laku (fotoperiodisme, menguncupkan kelopak malam hari, menggugurkan daun saat stres). Interaksi ekologis dijelaskan melalui simbiosis mutualisme dengan kupu-kupu, komensalisme dengan kumbang, kompetisi dengan rumput liar, dan predasi oleh ulat.
Bagian akhir membahas aktivitas manusia seperti menyentuh, memetik, menanam, dan memangkas, beserta dampak positif dan negatifnya. Upaya pelestarian meliputi perawatan rutin, menjaga habitat, tidak mengambil mawar liar, perbanyakan tanaman, dan peningkatan kesadaran siswa. Hubungan dengan sistem bumi mencakup peran hidrosfer dalam irigasi dan transpirasi, litosfer dalam penyediaan unsur hara, serta atmosfer dalam siklus udara.