View LAPORAN GLOSARIUM GERAK DASAR TARI flipbook.
LAPORAN GLOSARIUM MATA KULIAH GERAK DASAR TARI Disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Gerak Dasar Tari Dosen Pengampu: Alis Triena Permanasari, S.Sn., M.Pd. Wiwin Purwinarti, M. Sn Disusun oleh: Kayla Kirana Putri Hanafiah NIM: 2289250070 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SENI PERTUNJUKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA 2026
i KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan glosarium Mata Kuliah Gerak Dasar Tari ini dengan baik. Laporan ini disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Gerak Dasar Tari. Isinya memuat istilah gerak dasar tari, yaitu gerak kepala, gerak tangan, dan gerak kaki, yang dilengkapi dokumentasi foto serta uraian gerak sebagai bahan belajar dan pengarsipan. Penulis mengucapkan terima kasih kepada dosen pengampu Mata Kuliah Gerak Dasar Tari yang telah membimbing dan memberikan arahan selama perkuliahan, serta kepada semua pihak yang telah membantu penyusunan laporan ini. Penulis menyadari bahwa laporan ini masih memiliki kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan. Semoga laporan ini bermanfaat bagi penulis maupun pembaca. Serang, 11 Oktober 2026 Penulis Kayla Kirana Putri Hanafiah
ii DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ..................................................................................................................... i DAFTAR ISI................................................................................................................................... ii BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................................... 1 A. Latar Belakang ..................................................................................................................... 1 B. Tujuan................................................................................................................................... 2 BAB II GLOSARIUM GERAK DASAR TARI ............................................................................ 3 BAB III PENUTUP ...................................................................................................................... 15 A. Kesimpulan ........................................................................................................................ 15 B. Saran ................................................................................................................................... 15 DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................................... 16
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Tari adalah salah satu bentuk ekspresi seni yang menggunakan gerak tubuh sebagai medium utamanya. Setiap tradisi tari memiliki kosakata geraknya sendiri, sehingga seorang penari perlu memahami istilah-istilah gerak sebelum menarikan sebuah garapan. Gerak dalam tari bukan sekadar gerak biasa, melainkan gerak yang telah dirangkai dan mengandung nilai estetik (Ulfah & Giyartini, 2022), sehingga keindahannya dapat ditelaah melalui estetika (Djelantik, 2001). Gerak dasar menjadi fondasi dari kosakata tersebut, sebab gerak dasar tari diartikan sebagai gerakan yang dijadikan dasar untuk mempelajari gerak tari (Ulfah & Giyartini, 2022). Dalam tari Sunda, gerak dasar memiliki nama khas dalam bahasa Sunda, misalnya nangreu, ngeplek, dan ukel pada gerak tangan, serta adeg-adeg pada sikap berdiri. Tari Sunda sendiri berkembang melalui tiga genre, yaitu Keurseus, Kreasi Baru, dan Jaipongan (Narawati, 2003; Ramlan, 2013), dengan tradisi tari rakyat yang tidak lepas dari peran ronggeng (Caturwati, 2006; Ramlan, 2008). Nama-nama gerak tersebut tidak selalu dapat dipahami hanya dari bunyinya, sehingga diperlukan penjelasan tertulis tentang bentuk dan cara melakukannya. Makna katanya dapat ditelusuri antara lain pada kamus bahasa Sunda (Danadibrata, 2006), sedangkan uraian geraknya dibahas dalam kajian tari Sunda (Caturwati, 2007; Mulyana & Ramlan, 2012). Tanpa pemahaman istilah yang tepat, gerak dapat dilakukan dengan keliru dan nama geraknya pun menjadi berbeda. Glosarium adalah daftar istilah beserta penjelasannya yang dapat menjadi rujukan ketika berlatih. Laporan ini menjelaskan istilah gerak kepala, tangan, dan kaki secara tertulis dan mendokumentasikannya melalui foto. Foto membantu pembaca melihat bentuk gerak secara langsung, sedangkan uraian tertulis menjelaskan posisi anggota tubuh dan arah geraknya. Dengan demikian, laporan ini bermanfaat sebagai bahan belajar dan arsip gerak dasar tari yang dipelajari dalam perkuliahan. Pendokumentasian semacam ini sejalan dengan upaya menjaga ketahanan budaya (Caturwati, 2022).
2 B. Tujuan Penyusunan laporan ini bertujuan untuk: 1. Mengidentifikasi istilah dan ragam gerak dasar tari, yaitu gerak kepala, gerak tangan, dan gerak kaki. 2. Menjelaskan bentuk dan teknik pelaksanaan setiap gerak. 3. Mendokumentasikan gerak melalui foto sebagai pendukung uraian. 4. Menyusun glosarium gerak dasar tari sebagai bahan belajar dan arsip pembelajaran.
3 BAB II GLOSARIUM GERAK DASAR TARI No. Istilah/Nama Gerak Foto Gerakan Uraian Gerak Keterangan 1 Gebes Kepala digerakkan ke samping dengan hentakan yang tegas dan terkontrol. Gerak kepala. 2 Cengkat Kepala ditegakkan atau diangkat secara cepat dan tegas. Gerak kepala.
4 No. Istilah/Nama Gerak Foto Gerakan Uraian Gerak Keterangan 3 Ungkle Kepala digerakkan ke kanan dan ke kiri secara bergantian dengan gerakan leher yang lentur mengikuti irama. Gerak kepala. Istilah serupa, ungkleuk tujuh, tercatat sebagai ragam gerak khusus tari Keurseus (Ramlan, 2013). 4 Godeg Kepala menengok ke kanan dan ke kiri membentuk pola angka delapan, diawali dengan gerakan dahi. Gerak kepala. Termasuk ragam nibakeun (gerak penutup menuju goong) dalam Jaipongan (Ramlan, 2013). Uraian: Ulfah & Giyartini (2022). 5 Gilek [Tempel foto di sini] Kepala menengok ke kanan dan ke kiri membentuk pola angka delapan, diawali dengan gerakan dagu. Gerak kepala. Uraian: Ulfah & Giyartini (2022).
5 No. Istilah/Nama Gerak Foto Gerakan Uraian Gerak Keterangan 6 Galier Kepala digerakkan dengan cara menengok ke kanan dan ke kiri secara bergantian, disertai gerakan leher yang lentur dan terkontrol. Gerak kepala. Ditulis galieur oleh Ramlan (2013), yang mencatatnya sebagai ragam nibakeun dalam Jaipongan. 7 Orai Mentas menggerakkan kedua tangan secara bergantian ke arah depan dan samping, disertai gerakan pergelangan tangan yang lentur dan jari-jari yang terbuka mengikuti alur gerakan tari. Gerak kepala.
6 No. Istilah/Nama Gerak Foto Gerakan Uraian Gerak Keterangan 8 Nangreu Telapak tangan menghadap ke luar, jari-jari tangan lurus ke atas, dan ibu jari menekuk ke dalam. Sikap telapak tangan menghadap ke luar (Ulfah & Giyartini, 2022). Menjadi bentuk dasar bagi gerak tangan lain dalam glosarium ini. 9 Ngarumbay Telapak tangan tertutup dan jari-jari tangan menghadap ke bawah. Sikap telapak tangan. 10 Ngeplek Telapak tangan menghadap ke luar dan jari-jari tangan menghadap ke bawah. Sikap telapak tangan. 11 Mungkur Pergelangan tangan kanan dan kiri bertemu di depan pusar. Sikap tangan.
7 No. Istilah/Nama Gerak Foto Gerakan Uraian Gerak Keterangan 12 Selut [Tempel foto di sini] Proses gerak tangan kanan mengayun membentuk lontang kanan, sedangkan tangan kiri menghapus membentuk nangreu. Termasuk ragam gerak penghubung dalam tari Keurseus (Ramlan, 2013). 13 Lontang Kanan Pada tangan kanan, ibu jari dan telunjuk membentuk bulatan, sedangkan tangan kiri berbentuk nangreu. Berpasangan dengan Lontang Kiri. Lontang termasuk ragam gerak penghubung (Ramlan, 2013). 14 Lontang Kiri Pada tangan kiri, ibu jari dan telunjuk membentuk bulatan, sedangkan tangan kanan berbentuk nangreu. Berpasangan dengan Lontang Kanan. Lontang termasuk ragam gerak penghubung (Ramlan, 2013). 15 Capang Kanan Tangan kanan lurus ke depan dengan telapak tangan menghadap ke depan, sedangkan tangan kiri menekuk dengan telapak tangan menghadap ke siku. Kedua tangan berbentuk nangreu. Berpasangan dengan Capang Kiri. 16 Capang Kiri Tangan kiri lurus ke depan dengan telapak tangan menghadap ke depan, sedangkan tangan kanan menekuk dengan telapak tangan menghadap ke siku. Kedua tangan berbentuk nangreu. Berpasangan dengan Capang Kanan.
8 No. Istilah/Nama Gerak Foto Gerakan Uraian Gerak Keterangan 17 Nyawang Kanan Siku dan pergelangan tangan kanan menekuk dengan telunjuk kanan berada di atas ujung alis, sedangkan tangan kiri menekuk dengan telapak tangan kiri menghadap ke siku. Kedua tangan berbentuk nangreu. Berpasangan dengan Nyawang Kiri. 18 Nyawang Kiri Siku dan pergelangan tangan kiri ditekuk, lalu telunjuk kiri diletakkan di atas ujung alis. Tangan kanan menekuk dan telapak tangan kanan menghadap ke arah siku. Kedua tangan membentuk nangreu. Berpasangan dengan Nyawang Kanan. 19 Sembadha Kanan Siku tangan kanan menekuk dengan pergelangan tangan berada di depan pusar, sedangkan tangan kiri mengarah ke samping kiri. Kedua tangan berbentuk nangreu. Berpasangan dengan Sembadha Kiri. Tangan lainnya bersikap nangreu (lih. Ulfah & Giyartini, 2022). 20 Sembadha Kiri Siku tangan kiri menekuk dengan pergelangan tangan berada di depan pusar, sedangkan tangan kanan mengarah ke samping kanan. Kedua tangan berbentuk nangreu. Berpasangan dengan Sembadha Kanan. Tangan lainnya bersikap nangreu (lih. Ulfah & Giyartini, 2022).
9 No. Istilah/Nama Gerak Foto Gerakan Uraian Gerak Keterangan 21 Tumpang Tali Tangan kanan berada di atas pergelangan tangan kiri. Prosesnya, kedua pergelangan tangan diputar hingga jari-jari kedua tangan menghadap ke bawah, kemudian diukel dan berakhir dengan bentuk nangreu. Termasuk ragam gerak penghubung dalam tari Keurseus (Ramlan, 2013). 22 Ukel Alit Kedua tangan lurus ke depan dan sejajar dengan kaki. Tangan kanan dan kiri diputar ke bawah hingga ibu jari dan jari tengah bertemu, lalu diputar mengarah ke luar dan diputar sekali lagi hingga berbentuk nangreu. Gerak memutar tangan berskala kecil (alit); lih. Ulfah & Giyartini (2022). 23 Ukel Ageung Tangan kanan dan kiri bertemu dalam bentuk mungkur, lalu ngeplek ke samping kanan dan kiri, kemudian diukel hingga kedua tangan berbentuk nangreu. Gerak memutar tangan berskala besar (ageung); lih. Ulfah & Giyartini (2022).
10 No. Istilah/Nama Gerak Foto Gerakan Uraian Gerak Keterangan 24 Adeg-Adeg Kembar Sikap dasar berdiri awal yang bersifat simetris. Kedua tumit kaki dirapatkan, sedangkan ujung jari kaki dibuka melebar ke arah serong luar (membentuk huruf V). Badan diturunkan sedikit dengan menekuk kedua lutut (rengkuh) dan posisi tubuh tetap tegak. Adeg-adeg termasuk ragam gerak pokok (Ramlan, 2013). 25 Masekor Kanan/Kiri Sikap kuda-kuda berdiri dengan posisi satu kaki melangkah maju. Pada masekor kanan, kaki kanan melangkah serong ke depan sementara kaki kiri menopang berat badan di belakang. Pada masekor kiri, posisi kaki kiri yang maju ke depan. Gerak kaki.
11 No. Istilah/Nama Gerak Foto Gerakan Uraian Gerak Keterangan 26 Seset Gerakan menggeser telapak kaki ke arah samping secara halus. Kaki bergerak ke kanan atau kiri bergantian dengan posisi menyusur lantai tanpa diangkat tinggi. Gerak kaki. 27 Trisi Gerakan berjalan atau berlari kecil dengan cepat. bertumpu pada ujung jari kaki (jinjit), lutut tetap ditekuk (rengkuh), lalu melangkah pendek-pendek dengan tempo cepat untuk berpindah tempat secara dinamis. Termasuk ragam gerak peralihan (Ramlan, 2013).
12 No. Istilah/Nama Gerak Foto Gerakan Uraian Gerak Keterangan 28 Tindak Tilu Motif gerak melangkah dengan pola tiga hitungan. Kaki melangkah maju, mundur, atau berputar dengan ritme tiga ketukan (contoh: kanan-kiri- kanan, lalu kiri-kanan-kiri). Termasuk ragam gerak pokok (Ramlan, 2013). 29 Jiwir Jari tengah dan Jempol memegang selendang.
13 No. Istilah/Nama Gerak Foto Gerakan Uraian Gerak Keterangan 30 Capit Jari telunjuk dan tengah menjepit selendang. 31 Seblak Gerakan seperti kepret dengan posisi jiwir, selendang tidak di lepas atau di hempas 32 Ngepret Tangan mengambil selendang dari tengah dengan Posisi tangan mungkur lalu dihempaskan ke te Belakang
14 No. Istilah/Nama Gerak Foto Gerakan Uraian Gerak Keterangan 33 Kewong Tangan dimasukan ke dalam selendang dan dililit. 34 Baplang Sembadha tapi di luruskan Tepak Bahu Gerakan tangan menepuk bahu, bergantian antara bahu kanan dan bahu kiri. Bahu Soder Gerakan meletakkan atau memegang soder (selendang) di bahu.
15 BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan penyusunan glosarium ini, gerak dasar tari yang dipelajari dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu gerak kepala, gerak tangan, dan gerak kaki. Gerak kepala meliputi gebes, cengkat, ungkle, godeg, gilek, galier, dan orai mentas; godeg dan galier (galieur) termasuk ragam nibakeun dalam Jaipongan (Ramlan, 2013). Pembagian ini sejalan dengan pengelompokan gerak dasar tari Sunda ke dalam gerak kepala, tangan, badan, serta tungkai dan kaki (Ulfah & Giyartini, 2022). Gerak tangan meliputi nangreu, ngarumbay, ngeplek, mungkur, selut, lontang, capang, nyawang, sembadha, tumpang tali, ukel alit, dan ukel ageung. Gerak kaki meliputi adeg-adeg kembar, masekor, seset, trisi, dan tindak tilu. Setiap istilah memiliki bentuk dan aturan pelaksanaan yang khusus, terutama pada arah telapak tangan, arah jari, dan posisi lengan, sehingga perbedaan kecil dapat membuat nama geraknya berbeda. Sebagai contoh, nangreu, ngarumbay, dan ngeplek dibedakan oleh arah telapak tangan dan arah jari. Bentuk nangreu, yaitu sikap telapak tangan menghadap ke luar (Ulfah & Giyartini, 2022), juga menjadi dasar bagi banyak gerak tangan lain, seperti selut, lontang, capang, nyawang, dan sembadha. Selut, lontang, dan tumpang tali sendiri tercatat sebagai ragam gerak penghubung dalam tari Keurseus (Ramlan, 2013). Dengan adanya uraian tertulis dan dokumentasi foto, istilah dan bentuk gerak tersebut menjadi lebih mudah dipahami dan dipelajari kembali. Melalui penyusunan laporan ini, penulis memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang nama dan teknik pelaksanaan gerak dasar tari. B. Saran Pembelajaran gerak dasar tari sebaiknya dilakukan dengan latihan yang teratur dan berulang, disertai pemahaman terhadap istilah gerak, agar bentuk gerak dapat dilakukan dengan tepat. Untuk penyusunan glosarium berikutnya, dokumentasi sebaiknya dilengkapi dengan keterangan hitungan atau irama, posisi awal, dan posisi akhir setiap gerak, serta foto dari beberapa arah agar uraian lebih lengkap. Apabila terdapat perbedaan penyebutan atau bentuk gerak, pembaca disarankan merujuk pada sumber lain dan berkonsultasi dengan dosen atau pelatih tari, karena istilah gerak dapat berbeda antarsanggar atau antardaerah.
16 DAFTAR PUSTAKA Caturwati, E. (2006). Perempuan & ronggeng di Tatar Sunda: Telaahan sejarah budaya. Pusat Kajian LBPB. Caturwati, E. (2007). Tari di Tatar Sunda. Sunan Ambu Press. Caturwati, E. (2022). Seni & ketahanan budaya. Sunan Ambu Press. Danadibrata, R. A. (2006). Kamus basa Sunda. Kiblat Buku Utama. Djelantik, A. A. M. (2001). Estetika: Sebuah pengantar. Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia. Mulyana, E., & Ramlan, L. (2012). Tari Jaipongan. Jurusan Tari STSI Bandung. Narawati, T. (2003). Wajah tari Sunda dari masa ke masa. P4ST UPI. Ramlan, L. (2008). Tayub Cirebonan: Artefak budaya masyarakat priyayi. Sunan Ambu Press. Ramlan, L. (2013). Jaipongan: Genre tari generasi ketiga dalam perkembangan seni pertunjukan tari Sunda. Resital: Jurnal Seni Pertunjukan, 14(1), 41–55. https://journal.isi.ac.id/index.php/resital/article/download/394/33 Ulfah, D. U., & Giyartini, R. (2022). Pengenalan gerak dasar tari Sunda di sekolah dasar. Pedadidaktika: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 9(3), 495–506. https://ejournal.upi.edu/index.php/pedadidaktika/article/download/53496/21307