View Panduan Praktikum untuk kelas XI flipbook.
PANDUAN PRAKTIKUMPANDUAN PRAKTIKUM KIMIA SEDERHANAKIMIA SEDERHANA PANDUAN PRAKTIKUM KIMIA SEDERHANASMA KELAS XIBERBASIS GREEN CHEMISTRYHazrat Aliya Fairuza Rika Ramadhani SyafitriHazrat Aliya Fairuza Rika Ramadhani Syafitri
Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan nikmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan panduan praktikum yang berjudul “Panduan Praktikum Kimia Sederhana Berbasis Green Chemistry”. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, sebagai teladan bagi umat manusia, serta semoga kita memperoleh syafaatnya akhir kelak. Panduan Praktikum Kimia Berbasis Green Chemistry ini disusun sebagai referensi untuk mendukung pelaksanaan kegiatan praktikum kimia yang sederhana, aman, dan ramah lingkungan. Panduan ini berisi percobaan- percobaan yang sesuai dengan materi SMA kelas XI yaitu pada materi Laju Reaksi, Kesetimbangan Kimia, Asam dan Basa, dan Hidrokarbon. Adanya buku ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam mendukung pelaksanaan kegiatan praktikum yang sederhana dan ramah lingkungan, memudahkan guru dalam melaksanakan kegiatan praktikum, serta membantu sekolah menyediakan referensi praktikum yang dapat digunakan dan disesuaikan dengan kondisi serta ketersediaan alat dan bahan yang ada. Penyusunan panduan praktikum ini dapat terlaksana dengan baik berkat dukungan, arahan, dan bimbingan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1.Bapak Abdullah, S.Si., M.Si., selaku Dosen Pembimbing Lapangan, yang telah memberikan bimbingan dan arahan selama pelaksanaan kegiatan PLP serta penyusunan dan pengembangan produk EduAksi ini. 2.Ibu Nurnaini, S.Si dan Ibu Elda Jayanti, S.Pd selaku guru kimia dan guru pamong di SMAN 4 Siak Hulu, yang telah memberikan masukan dan saran terkait kesesuaian materi, pelaksanaan praktikum, serta kondisi dan kebutuhan pembelajaran di sekolah. 3.Teman-teman yang telah memberikan dukungan serta motivasi. Penulis menyadari bahwa panduan praktikum ini masih memiliki ruang untuk penyempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan sebagai bahan perbaikan untuk pengembangan panduan di masa mendatang. Semoga panduan praktikum ini dapat memberikan manfaat bagi guru, murid, serta pihak lain yang menggunakannya sebagai referensi dalam mendukung kegiatan pembelajaran kimia. Pekanbaru, Oktober 2026 PenulisKATA PENGANTARKATA PENGANTARKATA PENGANTARIII
KATA PENGANTAR ........................................................i DAFTAR ISI .................................................................. ii PRINSIP GREEN CHEMISTRY .................................. iii KESELAMATAN KERJA DI LABORATORIUM a. Tata Tertib Laboratorium .................................... 1 b. Simbol Bahaya Pada Bahan Kimia......................2 c. Alat-alat Laboratorium Kimia ............................ 3 d. Penanganan Limbah Praktikum.........................4DAFTAR ISIDAFTAR ISIDAFTAR ISIPRAKTIKUM LAJU REAKSI...........................................6 GREEN CHEMISTRY BOX..............................................7 a. Tujuan.........................................................................9 b. Landasan Teori.........................................................9 c. Alat dan Bahan.........................................................11 d. Prosedur Kerja........................................................12 e. Hasil Pengamatan..................................................13 f. Pertanyaan...............................................................14 PRAKTIKUM TERMOKIMIA........................................27 GREEN CHEMISTRY BOX............................................28 a. Tujuan.......................................................................29 b. Landasan Teori.......................................................29 c. Alat dan Bahan........................................................31 d. Prosedur Kerja.......................................................32 e. Hasil Pengamatan.................................................33 f. Pertanyaan..............................................................34IIIIII
DAFTAR ISIDAFTAR ISIDAFTAR ISIPRAKTIKUM ASAM BASA...........................................35 GREEN CHEMISTRY BOX............................................36 a. Tujuan.......................................................................38 b. Landasan Teori.......................................................38 c. Alat dan Bahan.......................................................40 d. Prosedur Kerja........................................................41 e. Hasil Pengamatan.................................................42 f. Pertanyaan..............................................................43 PRAKTIKUM LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT..................................................................56 GREEN CHEMISTRY BOX............................................57 a. Tujuan.......................................................................58 b. Landasan Teori.......................................................59 c. Alat dan Bahan.......................................................60 d. Prosedur Kerja........................................................61 e. Hasil Pengamatan.................................................62 f. Pertanyaan .............................................................63IIIIII
12 PRINSIP GREEN CHEMISTRY12 PRINSIP GREEN CHEMISTRY12 PRINSIP GREEN CHEMISTRYIIIIIIIII
TATA TERTIB LABORATORIUMTATA TERTIB LABORATORIUMTATA TERTIB LABORATORIUMSecara umum, perlengkapan keamanan dan keselamatan di laboratorium dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu perlengkapan yang digunakan untuk melindungi diri sendiri atau biasa disebut APD serta perlengkapan yang digunakan untuk melindungi orang dan barang yang ada di laboratorium. A. Alat Pelindung Diri (APD) Alat Pelindung Diri (APD) merupakan suatu alat kelengkapan yang wajib digunakan pada saat bekerja sesui dengan bahaya dan risiko kerjanya untuk menjaga keselamatan seseorang serta orang lain yang ada di sekitarnya. Berikut ini beberapa alat pelindung diri yang harus digunakan saat bekerja di laboratorium kimia, yaitu:1 Jas Lab Untuk melindungi tubuh dari zat kimia, percikan api, panas, dingin, atau cairan kimia. Biasanya jas laboratorium yang digunakan berwarna putih agar mudah terlihat apabila terkena tumpahan zat kimia. 2. Sarung tangan Untuk melindungi tangan praktikan dari bahaya. Jenis sarung tangan berbeda-beda tergantung jenis kecelakaan yang dicegah. Untuk melindungi tangan dari bahan kimia berbahaya, jenis arung tangan yang digunakan yaitu Vinyl dan neoprene gloves. 3. Kaca Mata Untuk melindungi mata dari percikan zat cair, percikan bahan kimia, debu, gas atau uap, penyinaran yang berbahaya, zat yang korosif atau iritan, bahan yang mudah meledak, dan atau bahan yang mudah terbakar. 4. Masker Masker biasanya hanya digunakan untuk keperluan umum, seperti membuat larutan standar. Sedangkan masker gas khusus digunakan saat111
Simbol Bahaya pada Bahan KimiaKenali Simbonya, Pahami Risikonya, Utamakan Keselamatan!EXPLOSIVE (Mudah Meledak)Bahan kimia mudah melodek. Bahan mudah melodek jika terkena panas, percuhan bunga api, guncangan atau gesekan secara tiba-tiba.Gas hidrogen, ammonium dioksamat, dan gas LPG.Bahan kimia mudah teroksidasi. Dapat menyebabkan melodek atau memperparah pembakaran bah lan lain.• Hindari kontak dengan bahan organik, bahan pereduki, dan pastikan penyimpanan pada tempat yang sejuk dan kering.TOXIC (Bercium)Bahan kimia beracun. Dapat menyebabkan keracuna an atau atau kronis dan bahkan kematian pada kontraksi rendah. Jika terhings, terelatan, atau kontak dengan kulit.• Gunakan alat pelindung diri (APD), hindari kontak langsung, dan simpan di tempat yang aman.HARMFUL (Berbahaya)Eilen gikol, dikromentat, NaOH, C₂H₅OH, dan O₂.PencegahanHindari kontak langsung dengan kulit dan mata, gunakan APD, dan pastikan ventilasi yang baik.• Gunakan APD lengkap: hindari kontak dengan kulit, dan mata, serta simpan pada wadah yang sesuai.Bahan kimia berbahaya bagi lingkungan. Dapat mencemari udara, air, atau tanah serta orgamisir dan perkolida.Bahan Kimia yang Sering Ditemukan12OXIDIZING (Pengoksid)Arti SimbolArti SimbolBahan Kimia yang Sering DitemukanBahan Kimia yang Sering DitemukanKalium klorat, kalium permanagan, hidrogen oksida, dan asam nitrat pekat.PencegahanPencegahan• Hindari pukulan, gesekan, panas, api, dan sumber nyala lainnya.33Arti SimbolArti SimbolBahan kimia berbahaya. Dapat menyebabkan iritasi pada kulit, mata, dan saluran pernapasan.Bahan Kimia yang Sering DitemukanBahan Kimia yang Sering DitemukanKarbon tetrahidroila, hidrogen sulfida, benzena.Pencegahan7CORROSIVE (Korosif)8DANGEROUS FOR ENVIRONMENT ( Berbahaya bagi Lingkungan)Arti SimbolArti SimbolBahan kimia yang bersifat korosif. Dapat menyebabkan luka bakar pada kulit, kerusakan mata, dan merusak organ.Bahan Kimia yang Sering DitemukanHCl, H₂SO₄, NaOH, dan H₂PO₄.Pencegahan222
333
PENANGANANPENANGANAN LIMBAH PRAKTIKUMLIMBAH PRAKTIKUM PENANGANAN LIMBAH PRAKTIKUMKegiatan praktikum kimia dapat menghasilkan sisa bahan dan limbah, baik berupa sisa larutan, bahan padat, maupun bahan yang digunakan selama percobaan. Meskipun kegiatan praktikum dalam panduan ini dilakukan dengan skala kecil, limbah tetap perlu dikelola dengan baik agar tidak mencemari lingkungan dan tetap menjaga keselamatan selama kegiatan praktikum. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penanganan limbah praktikum adalah sebagai berikut: 1.Pisahkan limbah sesuai jenisnya. Sisa bahan padat dan cair dikumpulkan secara terpisah pada wadah yang sesuai. 2.Gunakan bahan dalam jumlah secukupnya. Penggunaan bahan dengan skala kecil dapat membantu mengurangi jumlah limbah yang dihasilkan. 3.Jangan mencampurkan limbah secara sembarangan. Sisa larutan atau bahan yang berbeda tidak boleh langsung dicampurkan karena dapat menimbulkan reaksi yang tidak diinginkan.444
PENANGANANPENANGANAN LIMBAH PRAKTIKUMLIMBAH PRAKTIKUM PENANGANAN LIMBAH PRAKTIKUM4.Gunakan wadah limbah yang sesuai dan diberi label. Limbah yang perlu dikumpulkan secara khusus ditempatkan pada wadah tertutup dan diberi keterangan sesuai jenis limbahnya. 5.Manfaatkan kembali bahan yang masih dapat digunakan. Jika terdapat bahan atau larutan yang masih layak digunakan dan tidak berisiko, penggunaannya dapat dipertimbangkan kembali sesuai arahan guru. 6.Limbah bahan kimia yang memerlukan penanganan khusus tidak dibuang langsung ke lingkungan. Pengelolaannya dilakukan sesuai prosedur keselamatan dan arahan guru atau petugas laboratorium. 7.Bersihkan alat dan area kerja setelah praktikum. Setelah kegiatan selesai, alat dibersihkan dan meja praktikum dikembalikan dalam kondisi rapi.555
PRAKTIKUM IPRAKTIKUM I LAJU REAKSILAJU REAKSI PRAKTIKUM I LAJU REAKSITujuan Praktikum Murid dapat menjelaskan pengaruh konsentrasi terhadap laju reaksi. Murid dapat menjelaskan pengaruh luas permukaan terhadap laju reaksi. Murid dapat menjelaskan pengaruh suhu terhadap laju reaksi. Murid dapat menghubungkan hasil percobaan dengan teori tumbukan. Murid dapat menerapkan prinsip Green Chemistry dalam kegiatan praktikum.666
Green Chemistry BoxPercobaan 1. Pengaruh Konsentrasi terhadap Laju ReaksiMenggunakan soda kue dan cuka dalam jumlah kecil untuk mengurangi penggunaan bahan dan limbah. Menggunakan kembali botol plastik bekas PengadukAir 100 mlPercobaan 2. Pengaruh Luas Permukaan terhadap Laju ReaksiMemanfaatkan cangkang telur sebagai bahan sisa rumah tangga sehingga dapat mengurangi limbah sekaligus menjadi bahan praktikum Menggunakan kembali gelas plastik bekas777
Green Chemistry BoxPercobaan 3. Pengaruh Suhu terhadap Laju Reaksi Pengaduk Memanfaatkan cangkang telur sebagai bahan sisa rumah tangga sehingga dapat mengurangi limbah sekaligus menjadi bahan praktikum Menggunakan kembali gelas plastik bekas888
Percobaan 1. Pengaruh Jumlah Baking Soda terhadap Laju Reaksi Pengaduk Air 100 mlI. Tujuan Percobaan 1.Mengamati reaksi antara baking soda dan cuka dapur. 2.Mengetahui pengaruh jumlah baking soda terhadap kecepatan reaksi. 3.Mengamati gas yang terbentuk selama reaksi berlangsung.II. Landasan Teori Laju reaksi merupakan perubahan jumlah atau konsentrasi zat yang bereaksi maupun zat hasil reaksi dalam selang waktu tertentu. Salah satu faktor yang memengaruhi laju reaksi adalah konsentrasi pereaksi. Semakin tinggi konsentrasi, semakin banyak partikel dalam volume tertentu sehingga peluang terjadinya tumbukan efektif semakin besar dan reaksi dapat berlangsung lebih cepat. Pada percobaan ini, baking soda (natrium bikarbonat, NaHCO₃) direaksikan dengan cuka dapur yang mengandung asam asetat (CH₃COOH).999
Pengaduk Air 100 mlII. Landasan Teori Gas yang terbentuk ditandai dengan munculnya gelembung dan akan mengisi balon sehingga balon mengembang. Perbedaan jumlah baking soda digunakan untuk mengamati pembentukan gas ketika jumlah pereaksi diubah, sedangkan jumlah cuka dibuat tetap. Banyaknya gas yang terbentuk bergantung pada jumlah pereaksi yang tersedia dan kecukupan cuka untuk bereaksi. Namun, ukuran balon lebih menunjukkan jumlah gas yang terkumpul, bukan secara langsung kecepatan reaksi. Persamaan reaksi sederhananya: NaHCO + CH COOH → CH COONa + H O+CO3 3 3 2 2 Percobaan 1. Pengaruh Jumlah Baking Soda terhadap Laju Reaksi101010
PengadukIII. Alat dan Bahan111111 Air 100 ml1.Alat: Botol plastik bekas 2 unit Balon 2 unit Sendok plastik 2 unit 2.Bahan: Cuka dapur secukupnya Baking soda secukupnya Percobaan 1. Pengaruh Jumlah Baking Soda terhadap Laju Reaksi
Pengaduk Air 100 mlIV. Prosedur Kerja 1.Siapkan dua botol plastik bekas dengan ukuran yang sama dan beri label A dan B. 2.Masukkan 2 sendok makan cuka dapur ke dalam masing-masing botol. 3.Siapkan dua balon. Pastikan kedua balon memiliki ukuran dan kondisi yang serupa. 4.Masukkan 1 sendok makan baking soda ke dalam balon A. 5.Masukkan 2 sendok makan baking soda ke dalam balon B. 6.Pasang mulut balon pada mulut botol masing-masing dengan hati-hati. Pastikan baking soda belum jatuh ke dalam botol. 7.Setelah kedua balon terpasang dengan baik, angkat balon secara bersamaan agar baking soda masuk ke dalam cuka. 8.Amati reaksi yang terjadi dan perubahan ukuran balon selama 5 menit. 9.Catat hasil pengamatan dan bandingkan kondisi kedua balon. Percobaan 1. Pengaruh Jumlah Baking Soda terhadap Laju Reaksi121212
Pengaduk GelasSuhu AirWaktu Muncul GelembungBanyaknya GelembungKeterangan A Dingin ... ... ... B Suhu ruang ... ... ... C Hangat ... ... ...V. Hasil Pengamatan Gelas Banyaknya gelembung Kecepatan balon mengembang Ukuran balon A B Percobaan 1. Pengaruh Jumlah Baking Soda terhadap Laju Reaksi131313
Pengaduk Air 100 mlVI. Pertanyaan1.Apa tanda bahwa reaksi antara baking soda dan cuka dapur sedang berlangsung? 2.Gas apakah yang menyebabkan balon mengembang? 3.Apa perbedaan yang kamu amati antara botol A dan botol B? 4.Mengapa jumlah baking soda yang berbeda dapat menghasilkan jumlah gas yang berbeda? 5.Apakah balon yang mengembang lebih besar selalu menunjukkan laju reaksi yang lebih cepat? Jelaskan. Percobaan 1. Pengaruh Jumlah Baking Soda terhadap Laju Reaksi141414
Pengaduk Air 100 mlI. Tujuan Percobaan 1.Mengamati pengaruh luas permukaan terhadap laju reaksi. 2.Membandingkan laju reaksi cangkang telur dengan ukuran partikel yang berbeda.II. Landasan Teori Luas permukaan merupakan salah satu faktor yang memengaruhi laju reaksi. Ketika suatu zat berbentuk padatan direaksikan dengan zat lain, reaksi terjadi pada bagian permukaan yang bersentuhan dengan pereaksi. Semakin luas permukaan zat yang bersentuhan, semakin besar kemungkinan terjadinya tumbukan antarpartikel. Padatan yang berukuran besar memiliki luas permukaan yang lebih kecil dibandingkan padatan yang telah dipotong atau dihancurkan dalam jumlah dan massa yang sama. Ketika suatu padatan dihancurkan menjadi bagian yang lebih kecil, luas permukaan totalnya menjadi lebih besar. Percobaan 1I. Pengaruh Luas Permukaan terhadap Laju Reaksi Cangkang telur dan cuka dapur151515
Pengaduk Air 100 mlII. Landasan Teori Hal ini menyebabkan bagian zat yang dapat bersentuhan dengan pereaksi menjadi lebih banyak sehingga tumbukan efektif dapat terjadi lebih sering dan reaksi berlangsung lebih cepat. Pada percobaan ini digunakan cangkang telur yang mengandung kalsium karbonat (CaCO₃). Cangkang telur direaksikan dengan asam asetat yang terdapat dalam cuka. Reaksi tersebut menghasilkan kalsium asetat, air, dan gas karbon dioksida. CaCO₃ + 2CH₃COOH → Ca(CH₃COO)₂ + H₂O + CO₂ Gas karbon dioksida yang terbentuk ditandai dengan munculnya gelembung. Perbedaan ukuran cangkang telur digunakan untuk mengamati pengaruh luas permukaan terhadap laju reaksi. Cangkang yang dihancurkan memiliki luas permukaan lebih besar sehingga diharapkan menunjukkan reaksi yang lebih cepat dibandingkan cangkang dalam bentuk potongan yang lebih besar. Percobaan 1I. Pengaruh Luas Permukaan terhadap Laju Reaksi Cangkang telur dan cuka dapur161616
Pengaduk Air 100 mlIII. Alat dan Bahan 1.Alat Gelas plastik bening kecil 2 unit Sendok plastik 1 unit Stopwatch/HP 1 unit 2.Bahan Cangkang telur secukupnya Cuka dapur secukupnya Air secukupnya Percobaan 1I. Pengaruh Luas Permukaan terhadap Laju Reaksi Cangkang telur dan cuka dapur171717
Pengaduk Air 100 mlIV. Prosedur Kerja 1.Siapkan dua gelas bening dan beri label A dan B. 2.Masukkan 2 sendok makan cuka dapur ke dalam masing-masing gelas. 3.Tambahkan air dengan jumlah yang sama ke dalam kedua gelas, lalu aduk secara perlahan. 4.Masukkan cangkang telur berukuran besar (potongan kasar) ke dalam gelas A. 5.Masukkan cangkang telur yang telah dihancurkan menjadi potongan kecil (potongan halus) ke dalam gelas B. 6.Nyalakan stopwatch selama 5 menit setelah cangkang telur dimasukkan ke dalam kedua gelas. 7.Amati dan bandingkan pembentukan gelembung serta kecepatan reaksi pada gelas A dan B. 8.Catat hasil pengamatan pada tabel yang tersedia. Percobaan 1I. Pengaruh Luas Permukaan terhadap Laju Reaksi Cangkang telur dan cuka dapur181818
Pengaduk GelasSuhu AirWaktu Muncul GelembungBanyaknya GelembungKeterangan A Dingin ... ... ... B Suhu ruang ... ... ... C Hangat ... ... ...V. Hasil Pengamatan Gelas Bentuk cangkang Kecepatan reaksi Munculnya gelembung A Potongan kasar B Potongan halus Percobaan 1I. Pengaruh Luas Permukaan terhadap Laju Reaksi Cangkang telur dan cuka dapur191919
Pengaduk Air 100 mlVI. Pertanyaan1.Gelas manakah yang menunjukkan reaksi lebih cepat? 2.Bagaimana pengaruh luas permukaan terhadap laju reaksi? 3.Mengapa cangkang telur yang berukuran lebih kecil dapat bereaksi lebih cepat? 4.Bagaimana hasil percobaan ini dapat dijelaskan berdasarkan teori tumbukan? 5.Apa kesimpulan dari percobaan yang telah dilakukan? Percobaan 1I. Pengaruh Luas Permukaan terhadap Laju Reaksi Cangkang telur dan cuka dapur202020
Percobaan III. Pengaruh Suhu terhadap Laju Reaksi Reaksi Cangkang Telur dan Cuka Dapur Pengaduk Air 100 mlI. Tujuan Percobaan 1.Mengetahui pengaruh suhu terhadap laju reaksi antara cangkang telur dan cuka dapur. 2.Membandingkan reaksi cangkang telur dalam kondisi suhu berbeda. 3.Mengamati pembentukan gelembung selama reaksi berlangsung.II. Landasan Teori Laju reaksi merupakan perubahan jumlah atau konsentrasi zat yang bereaksi maupun zat hasil reaksi dalam selang waktu tertentu. Salah satu faktor yang memengaruhi laju reaksi adalah suhu. Peningkatan suhu menyebabkan partikel bergerak lebih cepat sehingga frekuensi tumbukan dan jumlah tumbukan efektif meningkat. Akibatnya, reaksi umumnya berlangsung lebih cepat pada suhu yang lebih tinggi. Cangkang telur sebagian besar tersusun atas kalsium karbonat (CaCO₃), sedangkan cuka dapur mengandung asam asetat (CH₃COOH).212121
Pengaduk Air 100 mlII. Landasan Teori Ketika keduanya dicampurkan, terjadi reaksi yang menghasilkan kalsium asetat, air, dan gas karbon dioksida (CO₂). Gas tersebut dapat diamati melalui munculnya gelembung pada campuran. Dalam percobaan ini, cangkang telur direaksikan dengan cuka pada kondisi suhu berbeda untuk membandingkan pembentukan gelembung selama waktu pengamatan. Persamaan reaksi sederhananya adalah: CaCO + 2CH COOH → Ca(CH COO) + H O + CO3 3 3 2 2 2 Percobaan III. Pengaruh Suhu terhadap Laju Reaksi Reaksi Cangkang Telur dan Cuka Dapur222222
Pengaduk Air 100 mlIII. Alat dan Bahan 1.Alat: Gelas plastik bekas 2 unit Sendok plastik 1 unit Stopwatch atau HP 1 unit 2.Bahan: Cuka dapur secukupnya Air panas secukupnya Air biasa secukupnya Cangkang telur yang sudah dihancurkan secukupnya Percobaan III. Pengaruh Suhu terhadap Laju Reaksi Reaksi Cangkang Telur dan Cuka Dapur232323
Pengaduk Air 100 mlIV. Prosedur Kerja 1.Siapkan dua gelas plastik bekas yang bersih, lalu beri label A dan B. 2.Masukkan masing-masing 4 sendok makan cuka dapur ke dalam gelas A dan B. 3.Tambahkan air panas ke gelas A dan air biasa ke gelas B dengan volume yang sama. 4.Aduk perlahan agar campuran pada kedua gelas merata. 5.Masukkan cangkang telur yang telah dihancurkan dengan jumlah yang sama ke dalam masing- masing gelas. 6.Nyalakan stopwatch selama 5 menit setelah cangkang telur dimasukkan. 7.Amati pembentukan gelembung dan perubahan cangkang telur pada kedua gelas. 8.Catat dan bandingkan hasil pengamatan. Catatan keselamatan: Jangan menggunakan air yang baru mendidih atau menuangkannya langsung ke gelas plastik yang tidak tahan panas. Gunakan air hangat-panas yang aman dan gelas yang sesuai, dengan pengawasan guru. Percobaan III. Pengaruh Suhu terhadap Laju Reaksi Reaksi Cangkang Telur dan Cuka Dapur242424
Pengaduk GelasSuhu AirWaktu Muncul GelembungBanyaknya GelembungKeterangan A Dingin ... ... ... B Suhu ruang ... ... ... C Hangat ... ... ...V. Hasil Pengamatan Gelas Munculnya gelembung Perubahan cangkang telur Kecepatan reaksi A (air panas) B (air biasa) Percobaan III. Pengaruh Suhu terhadap Laju Reaksi Reaksi Cangkang Telur dan Cuka Dapur252525
Pengaduk Air 100 mlVI. Pertanyaan1.Apa tanda terjadinya reaksi antara cangkang telur dan cuka dapur? 2.Pada gelas manakah gelembung terbentuk lebih cepat? 3.Apa perbedaan reaksi pada gelas yang berisi air panas dan air biasa? 4.Mengapa suhu dapat memengaruhi laju reaksi? 5.Apa kesimpulan yang dapat diambil dari percobaan ini? Percobaan III. Pengaruh Suhu terhadap Laju Reaksi Reaksi Cangkang Telur dan Cuka Dapur262626
PRAKTIKUM IIPRAKTIKUM II TERMOKIMIATERMOKIMIA PRAKTIKUM II TERMOKIMIATujuan Praktikum Murid dapat mengamati perubahan suhu yang terjadi saat baking soda dilarutkan dalam air. Murid dapat mengidentifikasi kecenderungan proses pelarutan dalam menyerap atau melepaskan kalor berdasarkan hasil pengamatan perubahan suhu. Murid dapat menganalisis hubungan antara perubahan suhu dan konsep perpindahan kalor dalam proses pelarutan.272727
Green Chemistry BoxPercobaan Perubahan Suhu pada Proses Pelarutan Baking Soda dalam AirMenggunakan soda kue dalam jumlah kecil untuk mengurangi penggunaan bahan dan limbah Menggunakan kembali gelas plastik bekas Pengaduk282828
Percobaan I1. Perubahan Suhu pada Proses Pelarutan Baking Soda dalam Air Pengaduk Air 100 mlI. Tujuan Percobaan 1.Mengamati perubahan suhu yang terjadi ketika baking soda dilarutkan dalam air. 2.Mengidentifikasi kecenderungan proses pelarutan dalam menyerap atau melepaskan kalor berdasarkan perubahan suhu. 3.Menghubungkan hasil pengamatan dengan konsep termokimia dalam kehidupan sehari-hari.II. Landasan Teori Termokimia merupakan cabang ilmu kimia yang mempelajari perubahan kalor yang menyertai suatu reaksi kimia maupun proses fisika. Dalam suatu proses, kalor dapat berpindah antara sistem dan lingkungan akibat adanya perbedaan suhu. Sistem merupakan bagian yang menjadi pusat pengamatan, sedangkan lingkungan adalah segala sesuatu di luar sistem yang dapat berinteraksi dengannya. Berdasarkan perpindahan kalor tersebut, suatu proses dapat digolongkan menjadi proses endoterm atau eksoterm.292929
Pengaduk Air 100 mlII. Landasan Teori Pada proses endoterm, perubahan entalpi (ΔH) bernilai positif, sedangkan pada proses eksoterm perubahan entalpi bernilai negatif. Perubahan suhu dapat digunakan sebagai salah satu petunjuk untuk mengamati perpindahan kalor, meskipun perubahan suhu saja tidak selalu cukup untuk menentukan sifat suatu proses secara pasti. Baking soda atau natrium bikarbonat (NaHCO₃) merupakan zat padat yang dapat larut dalam air. Saat dilarutkan, natrium bikarbonat terurai menjadi ion natrium dan ion bikarbonat. Proses pelarutannya dituliskan sebagai berikut: NaHCO₃(s) → Na⁺(aq) + HCO₃⁻(aq) Pelarutan natrium bikarbonat cenderung menyerap kalor. Hal ini dapat diamati melalui perubahan suhu larutan sebelum dan sesudah baking soda ditambahkan. Perubahan suhu dihitung menggunakan rumus: ΔT = T akhir − T awal Percobaan I1. Perubahan Suhu pada Proses Pelarutan Baking Soda dalam Air303030
Pengaduk Air 100 mlIII. Alat dan Bahan 1.Alat: Gelas plastik bekas 2 unit Sendok 1 unit Termometer 1 unit Gelas ukur 100 ml 1 unit Timbangan (opsional) 1 unit 2.Bahan: Baking soda secukupnya Air bersuhu ruang secukupnya Percobaan I1. Perubahan Suhu pada Proses Pelarutan Baking Soda dalam Air313131
Pengaduk Air 100 mlIV. Prosedur Kerja 1.Siapkan dua gelas bening dan beri label A dan B. 2.Masukkan masing-masing 100 mL air bersuhu ruang ke dalam kedua gelas. 3.Ukur dan catat suhu awal air pada kedua gelas. 4.Tambahkan 5 gram baking soda ke dalam gelas A. Gelas B dibiarkan berisi air saja sebagai pembanding. 5.Aduk gelas A secara perlahan hingga baking soda larut sebanyak mungkin. 6.Ukur suhu air pada kedua gelas setelah 1 menit menggunakan termometer. 7.Catat suhu akhir masing-masing gelas pada tabel pengamatan. 8.Bandingkan perubahan suhu pada gelas A dan gelas B. Percobaan I1. Perubahan Suhu pada Proses Pelarutan Baking Soda dalam Air323232
Pengaduk GelasSuhu AirWaktu Muncul GelembungBanyaknya GelembungKeterangan A Dingin ... ... ... B Suhu ruang ... ... ... C Hangat ... ... ...V. Hasil Pengamatan Gelas Suhu awal (°C) Suhu akhir (°C) Perubahan suhu (°C) A B Percobaan I1. Perubahan Suhu pada Proses Pelarutan Baking Soda dalam Air Perubahan suhu dihitung menggunakan rumus: ΔT = T akhir − T awal333333
Pengaduk Air 100 mlVI. Pertanyaan1.Apakah terjadi perubahan suhu setelah baking soda ditambahkan ke dalam air? 2.Bagaimana perbedaan suhu akhir pada gelas A dan gelas B? 3.Jika suhu pada gelas A mengalami penurunan, apa yang dapat disimpulkan tentang perpindahan kalor selama proses pelarutan? 4.Apa perbedaan proses endoterm dan eksoterm? 5.Mengapa gelas B diperlukan sebagai pembanding dalam percobaan ini? Percobaan I1. Perubahan Suhu pada Proses Pelarutan Baking Soda dalam Air343434
PRAKTIKUM IIIPRAKTIKUM III ASAM BASAASAM BASA PRAKTIKUM III ASAM BASATujuan Praktikum: 1.Mengidentifikasi sifat asam dan basa pada beberapa larutan menggunakan indikator asam-basa. 2.Mengamati perubahan warna indikator pada larutan asam dan basa. 3.Menentukan sifat suatu larutan berdasarkan perubahan warna indikator yang digunakan. 4.Mengelompokkan larutan ke dalam kategori asam, basa, atau netral berdasarkan hasil pengamatan. 5.Menyimpulkan sifat larutan berdasarkan data hasil praktikum.353535
Green Chemistry BoxPercobaan I : Identifikasi Asam dan Basa Menggunakan Indikator Alami Kol UngguMemanfaatkan kol ungu sebagai indikator alami pengganti indikator sintetis untuk praktikum sederhana. Menggunakan larutan dalam jumlah kecil agar sisa bahan praktikum tidak berlebihan. PengadukPercobaan II : Identifikasi Asam dan Basa Menggunakan KunyitMenggunakan kunyit yang berasal dari tumbuhan sebagai bahan indikator alami. Menggunakan air sebagai pelarut untuk menyiapkan ekstrak kunyit sehingga tidak memerlukan pelarut organik yang lebih berbahaya.363636
Percobaan III : Menguji Sifat Asam dan Basa Menggunakan Kertas Indikator Alami Bunga SepatuMenggunakan potongan kertas kecil dan beberapa tetes larutan untuk mengurangi limbah praktikum. Menggunakan bahan rumah tangga yang relatif aman dan menghindari bahan kimia berbahaya untuk mengurangi risiko praktikum.Percobaan Prinsip yang diterapkan Bentuk penerapan Kol ungu Prinsip 1 dan 7 Mengurangi sisa larutan dan memanfaatkan indikator alami Kunyit Prinsip 5 dan 7 Menggunakan air sebagai pelarut dan kunyit sebagai bahan terbarukan Bunga sepatu Prinsip 1 dan 12 Mengurangi limbah dan memilih bahan yang relatif aman Green Chemistry Box Pengaduk Ringkasan penerapan 12 prinsip Green Chemistry373737
Percobaan I : Identifikasi Asam dan Basa Menggunakan Indikator Alami Kol Unggu Pengaduk Air 100 mlI. Tujuan Percobaan Mengidentifikasi sifat asam dan basa menggunakan ekstrak kol ungu sebagai indikator alami.II. Landasan Teori Asam dan basa merupakan zat yang memiliki sifat berbeda berdasarkan nilai pH. Larutan asam memiliki pH kurang dari 7, larutan netral memiliki pH 7, sedangkan larutan basa memiliki pH lebih dari 7 . Kol ungu dapat digunakan sebagai indikator alami karena mengandung antosianin yang mengalami perubahan warna sesuai dengan pH larutan. Larutan asam cenderung menghasilkan warna merah muda, larutan netra.l berwarna ungu, sedangkan larutan basa dapat menghasilkan warna biru hingga hijau383838
Percobaan I : Identifikasi Asam dan Basa Menggunakan Indikator Alami Kol Unggu Pengaduk Air 100 mlII. Landasan Teori Penggunaan ekstrak kol ungu dalam praktikum merupakan alternatif sederhana untuk mengidentifikasi asam dan basa. Selain mudah diperoleh, indikator alami ini mendukung prinsip kimia hijau melalui pemanfaatan bahan alam . Selain untuk mengidentifikasi asam dan basa, penggunaan kol ungu juga membantu murid memahami hubungan antara perubahan warna indikator dan tingkat keasaman larutan. Percobaan ini mudah dilakukan, hemat biaya, serta memanfaatkan bahan alami sehingga sesuai dengan penerapan prinsip kimia hijau dalam pembelajaran kimia.393939
Pengaduk Air 100 mlIII. Alat dan Bahan 1.Alat: Botol plastik bekas 5 unit Pisau 1 unit Saringan 1 unit 2.Bahan: Kol ungu 3 - 5 lembar Air 100 ml Air jeruk nipis 10 ml Cuka 10 ml Air Sabun 10 ml Sendok 1 unit Pipet tetes 1 unit Percobaan I : Identifikasi Asam dan Basa Menggunakan Indikator Alami Kol Unggu404040
Pengaduk Air 100 mlIV. Prosedur Kerja 1.Potong kecil-kecil 3–5 lembar kol ungu. 2. Rendam kol ungu dalam 100 mL air hangat, lalu saring ekstraknya. 3.Siapkan gelas berisi air jeruk nipis, cuka, air sabun, dan air biasa. 4. Tambahkan ekstrak kol ungu ke setiap gelas secukupnya. 5.Amati dan catat perubahan warna pada setiap larutan. 6.Tentukan sifat larutan berdasarkan warna yang dihasilkan, apakah asam, basa, atau netral. 7. Buang sisa bahan sesuai prosedur dan bersihkan alat yang digunakan. Percobaan I : Identifikasi Asam dan Basa Menggunakan Indikator Alami Kol Unggu414141
Pengaduk GelasSuhu AirWaktu Muncul GelembungBanyaknya GelembungKeterangan A Dingin ... ... ... B Suhu ruang ... ... ... C Hangat ... ... ...V. Hasil Pengamatan No Larutan yang diuji Warna setelah ditambahkan Sifat larutan 1 Air jeruk nipis 2 Cuka 3 Air Sabun 4 Air biasa Percobaan I : Identifikasi Asam dan Basa Menggunakan Indikator Alami Kol Unggu424242
Pengaduk Air 100 mlVI. Pertanyaan1.Apa perubahan warna yang terjadi setelah ekstrak kol ungu ditambahkan ke setiap larutan? 2.Larutan manakah yang bersifat asam, basa, dan netral berdasarkan hasil pengamatan? 3.Mengapa kol ungu dapat digunakan sebagai indikator alami? 4.Bagaimana penggunaan kol ungu mendukung penerapan prinsip kimia hijau? Percobaan I : Identifikasi Asam dan Basa Menggunakan Indikator Alami Kol Unggu434343
Percobaan II : Identifikasi Asam dan Basa Menggunakan Kunyit Pengaduk Air 100 mlI. Tujuan Percobaan Mengidentifikasi sifat asam dan basa pada beberapa larutan menggunakan kunyit sebagai indikator alami.II. Landasan Teori Kunyit mengandung kurkumin, yaitu pigmen alami yang dapat mengalami perubahan warna ketika bereaksi dengan larutan tertentu. Kurkumin berwarna kuning dalam kondisi asam dan netral, sedangkan dalam kondisi basa dapat berubah menjadi merah kecokelatan. Oleh karena itu, kunyit dapat dimanfaatkan sebagai indikator alami untuk mengidentifikasi larutan asam dan basa. Kurkumin dalam kunyit merupakan senyawa yang sensitif terhadap perubahan pH. Pada kondisi basa, kurkumin mengalami perubahan struktur kimia yang menyebabkan perubahan warna dari kuning menjadi merah kecokelatan. Perubahan ini dapat digunakan sebagai tanda adanya sifat basa pada suatu larutan.444444
Pengaduk Air 100 mlII. Landasan Teori Penggunaan kunyit sebagai indikator alami memiliki beberapa kelebihan, yaitu mudah diperoleh, murah, dan sederhana dalam penggunaannya. Kunyit juga dapat menjadi alternatif indikator sintetis dalam praktikum kimia skala kecil sehingga mendukung pemanfaatan bahan alam dalam pembelajaran. Melalui percobaan ini, murid dapat membandingkan perubahan warna ekstrak kunyit pada larutan yang berbeda. Hasil pengamatan membantu murid memahami bahwa indikator alami memiliki keterbatasan, karena kunyit lebih jelas menunjukkan perubahan pada larutan basa dibandingkan larutan asam dan netral. Oleh sebab itu, hasil pengujian perlu diamati dengan cermat dan dapat dibandingkan dengan indikator lain. Percobaan II : Identifikasi Asam dan Basa Menggunakan Kunyit454545
Pengaduk Air 100 mlIII. Alat dan Bahan 1.Alat: Botol plastik bekas 4 unit Parutan 1 unit Saringan 1 unit Sendok 1 unit 2.Bahan: Kunyit 1 ruas Air 50 ml Air jeruk nipis 10 ml Cuka 10 ml Air Sabun 10 ml Percobaan II : Identifikasi Asam dan Basa Menggunakan Kunyit464646
Pengaduk Air 100 mlIV. Prosedur Kerja 1.Parut kunyit hingga halus. 2.Campurkan kunyit dengan 50 mL air, lalu saring untuk memperoleh ekstraknya. 3.Siapkan tiga gelas yang masing-masing berisi air jeruk nipis, air sabun, dan cuka. 4.Tambahkan ekstrak kunyit ke setiap gelas. 5.Amati dan catat perubahan warna yang terjadi. 6.Tentukan sifat masing-masing larutan berdasarkan hasil pengamatan. Percobaan II : Identifikasi Asam dan Basa Menggunakan Kunyit474747
Pengaduk GelasSuhu AirWaktu Muncul GelembungBanyaknya GelembungKeterangan A Dingin ... ... ... B Suhu ruang ... ... ... C Hangat ... ... ...V. Hasil Pengamatan No Larutan yang diuji Warna setelah ditambahkan Sifat larutan 1 Air jeruk nipis 2 Cuka 3 Air Sabun Percobaan II : Identifikasi Asam dan Basa Menggunakan Kunyit484848
Pengaduk Air 100 mlVI. Pertanyaan1.Bagaimana perubahan warna ekstrak kunyit setelah dicampurkan dengan larutan yang diuji? 2.Larutan manakah yang menunjukkan sifat basa berdasarkan perubahan warna kunyit? 3.Mengapa kunyit lebih mudah digunakan untuk mengidentifikasi larutan basa dibandingkan membedakan larutan asam dan netral? 4.Apa manfaat penggunaan kunyit sebagai indikator alami dalam mengurangi penggunaan bahan kimia sintetis? Percobaan II : Identifikasi Asam dan Basa Menggunakan Kunyit494949
Percobaan III : Menguji Sifat Asam dan Basa Menggunakan Kertas Indikator Alami Bunga Sepatu Pengaduk Air 100 mlI. Tujuan Percobaan Mengidentifikasi sifat asam dan basa pada beberapa larutan menggunakan kertas indikator alami bunga sepatu.II. Landasan Teori Bunga sepatu (Hibiscus rosa-sinensis) mengandung pigmen antosianin yang dapat mengalami perubahan warna akibat perubahan pH. Pigmen ini dapat dimanfaatkan sebagai indikator alami untuk mengidentifikasi sifat asam dan basa suatu larutan. Dalam larutan asam, ekstrak bunga sepatu cenderung berwarna merah atau merah muda, sedangkan dalam larutan basa warnanya dapat berubah menjadi kehijauan atau lebih gelap. Warna yang dihasilkan bergantung pada pH dan konsentrasi larutan.505050
Pengaduk Air 100 mlII. Landasan Teori Kertas indikator alami bunga sepatu dibuat dengan merendam kertas dalam ekstrak bunga sepatu, kemudian mengeringkannya. Kertas tersebut dapat digunakan dengan mencelupkannya ke dalam larutan yang diuji dan mengamati perubahan warnanya. Penggunaan bahan alami ini dapat mendukung praktikum yang sederhana dan penerapan prinsip kimia hijau. Antosianin pada bunga sepatu bekerja sebagai pigmen yang sensitif terhadap kondisi asam dan basa. Perubahan pH dapat mengubah struktur pigmen sehingga menghasilkan warna yang berbeda. Oleh karena itu, ekstrak bunga sepatu dapat digunakan sebagai bahan dasar pembuatan indikator alami Percobaan III : Menguji Sifat Asam dan Basa Menggunakan Kertas Indikator Alami Bunga Sepatu515151
Pengaduk Air 100 mlIII. Alat dan Bahan 1.Alat: Botol plastik bekas 4 unit Gunting 1 unit Saringan 1 unit Piring 1 unit 2.Bahan: Bunga sepatu 3 -5 bunga Air hangat 50 ml Kertas saring/kertas putih secukupnya Air jeruk nipis 10 ml Air Sabun 10 ml Percobaan III : Menguji Sifat Asam dan Basa Menggunakan Kertas Indikator Alami Bunga Sepatu525252
Pengaduk Air 100 mlIV. Prosedur Kerja 1.Ambil kelopak bunga sepatu, lalu remas atau tumbuk hingga halus. 2.Tambahkan 50 mL air hangat, kemudian saring ekstraknya. 3.Celupkan potongan kertas ke dalam ekstrak bunga sepatu hingga merata. 4.Angkat kertas dan keringkan hingga siap digunakan. 5.Siapkan gelas berisi air jeruk nipis, air sabun, dan air biasa. 6.Celupkan kertas indikator ke setiap larutan secara bergantian. 7.Amati dan catat perubahan warna kertas indikator. Percobaan III : Menguji Sifat Asam dan Basa Menggunakan Kertas Indikator Alami Bunga Sepatu535353
Pengaduk GelasSuhu AirWaktu Muncul GelembungBanyaknya GelembungKeterangan A Dingin ... ... ... B Suhu ruang ... ... ... C Hangat ... ... ...V. Hasil Pengamatan No Larutan yang diuji Warna kertas setalah diuji Sifat larutan 1 Air jeruk nipis 2 Air biasa 3 Air Sabun Percobaan III : Menguji Sifat Asam dan Basa Menggunakan Kertas Indikator Alami Bunga Sepatu545454
Pengaduk Air 100 mlVI. Pertanyaan 1.Bagaimana perubahan warna kertas indikator bunga sepatu ketika dicelupkan ke dalam larutan yang berbeda? 2.Larutan manakah yang bersifat asam, basa, dan netral berdasarkan hasil pengamatan? 3.Apa fungsi ekstrak bunga sepatu dalam pembuatan kertas indikator alami? 4.Bagaimana penggunaan kertas indikator bunga sepatu dapat membantu mengurangi limbah praktikum? Percobaan III : Menguji Sifat Asam dan Basa Menggunakan Kertas Indikator Alami Bunga Sepatu555555
PRAKTIKUM IVPRAKTIKUM IV LARUTAN ELEKTROLITLARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLITDAN NON ELEKTROLIT PRAKTIKUM IV LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLITTujuan Praktikum: 1.Tujuan Percobaan Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit: 2.Mengidentifikasi larutan elektrolit dan nonelektrolit berdasarkan kemampuan menghantarkan arus listrik. 3.Membedakan larutan elektrolit kuat, elektrolit lemah, dan nonelektrolit berdasarkan hasil pengamatan. 4.Mengetahui hubungan antara keberadaan ion dalam larutan dengan kemampuan menghantarkan arus listrik.565656
Judul Percobaan: Uji Daya Hantar Listrik Larutan Elektrolit dan NonelektrolitGunakan bahan yang umum dijumpai, seperti garam dapur, gula, cuka, dan air. Hindari penggunaan larutan berbahaya jika bahan yang lebih aman dapat digunakan untuk menunjukkan perbedaan daya hantar listrik.Pesan Green Chemistry: “Gunakan bahan secukupnya, pilih bahan yang lebih aman, dan kelola limbah praktikum dengan bertanggung jawab demi lingkungan yang lebih bersih.”Green Chemistry Box575757
Judul Percobaan: Uji Daya Hantar Listrik Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit Pengaduk Air 100 mlI. Tujuan Percobaan Setelah melakukan praktikum, murid dapat: 1.Mengidentifikasi larutan elektrolit dan nonelektrolit berdasarkan hasil pengujian daya hantar listrik. 2.Membedakan karakteristik larutan elektrolit kuat, elektrolit lemah, dan nonelektrolit berdasarkan nyala lampu dan pembentukan gelembung. 3.Menganalisis hubungan antara keberadaan ion dalam larutan dan kemampuan larutan menghantarkan arus listrik.585858
Pengaduk Air 100 mlII. Landasan Teori Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik karena mengandung ion- ion yang bergerak bebas. Ion-ion tersebut dapat terbentuk ketika zat terlarut terurai atau terionisasi di dalam air. Berdasarkan kemampuan menghantarkan listrik, larutan elektrolit dibedakan menjadi elektrolit kuat dan elektrolit lemah. Larutan elektrolit kuat menghasilkan ion dalam jumlah relatif besar sehingga dapat menghantarkan arus listrik dengan baik. Larutan elektrolit lemah menghasilkan ion dalam jumlah lebih sedikit karena hanya sebagian zat terlarut yang terionisasi. Sebaliknya, larutan nonelektrolit tidak menghasilkan ion dalam larutan sehingga tidak dapat menghantarkan arus listrik secara berarti. Pengujian daya hantar listrik dapat dilakukan menggunakan alat uji sederhana yang terdiri atas sumber listrik bertegangan rendah, lampu LED, kabel, dan dua elektroda. Larutan elektrolit dapat ditandai dengan lampu yang menyala dan/atau terbentuknya gelembung gas pada elektroda. Sementara itu, larutan nonelektrolit umumnya tidak menyalakan lampu dan tidak menunjukkan pembentukan gelembung. Judul Percobaan: Uji Daya Hantar Listrik Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit595959
Pengaduk Air 100 mlIII. Alat dan Bahan 1.Alat: Aat uji elektrolit sederhana bertegangan rendah 1 unit Dua elektroda, misal grafit Gelas bening 1 unit Sendok pengaduk 1 unit Gelas ukur 1 unit 2.Bahan: Air mineral secukupnya Larutan gula dapur secukupnya Larutan gula pasir secukupnya Larutan baking soda secukupnya Judul Percobaan: Uji Daya Hantar Listrik Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit606060
Pengaduk Air 100 mlIV. Prosedur Kerja 1.Siapkan gelas dan beri label sesuai jenis larutan yang akan diuji. 2.Masukkan masing-masing larutan dengan volume yang sama ke dalam gelas. 3.Rangkai alat uji elektrolit sederhana sesuai petunjuk alat. 4.Celupkan kedua elektroda ke dalam larutan pertama tanpa membiarkan kedua elektroda bersentuhan. 5.Amati kondisi lampu dan ada atau tidaknya gelembung pada elektroda. 6.Matikan alat, lalu bilas elektroda dengan air dan keringkan sebelum digunakan pada larutan berikutnya. 7.Ulangi pengujian untuk semua larutan dengan cara yang sama. 8.Catat seluruh hasil pengamatan pada tabel. Judul Percobaan: Uji Daya Hantar Listrik Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit616161
PengadukV. Hasil Pengamatan No Jenis Larutan Nyala Lampu Gelembung Jenis larutan 1 Air mineral 2 Larutan garam 3 Larutan gula 4 Larutan baking soda Judul Percobaan: Uji Daya Hantar Listrik Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit626262
Pengaduk Air 100 mlVI. Pertanyaan 1.Larutan mana yang dapat menghantarkan arus listrik berdasarkan hasil pengamatan? 2.Apa perbedaan hasil pengujian larutan garam dan larutan gula? 3.Mengapa larutan garam dapat menghantarkan arus listrik, sedangkan larutan gula umumnya tidak? 4.Bagaimana hubungan keberadaan ion dalam larutan dengan kemampuan menghantarkan arus listrik? 5.Berdasarkan hasil pengamatan, kelompokkan larutan menjadi elektrolit dan nonelektrolit. Judul Percobaan: Uji Daya Hantar Listrik Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit636363
Pengaduk636363PROFIL PENULIS Hazrat Aliya Fairuza dan Rika Ramadhani Syafitri mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia, angkatan 2023, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Riau. Panduan Praktikum Kimia Sederhana Berbasis Green Chemistry untuk SMA/MA disusun sebagai salah satu luaran program EduAksi dalam rangka pelaksanaan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) di SMAN 4 Siak Hulu. Panduan ini dikembangkan untuk mendukung kegiatan pembelajaran kimia melalui praktikum sederhana yang memanfaatkan alat dan bahan yang relatif mudah diperoleh, dengan tetap memperhatikan ketepatan konsep kimia, keselamatan kerja, serta penerapan prinsip Green Chemistry. Panduan ini diharapkan dapat menjadi sumber belajar pendukung bagi guru dan murid dalam melaksanakan kegiatan praktikum kimia yang kontekstual, praktis, dan lebih ramah lingkungan. Penyusunan buku ini dilaksanakan di bawah bimbingan Bapak Abdullah, S.Si., M.Si. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) PLP Ibu Nurnaini, S.Si. dan Ibu Elda Jayanti, S.Pd. selaku Guru Kimia di SMAN 4 Siak Hulu. Identitas Institusi Program Studi Pendidikan Kimia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau Kampus Bina Widya, Jalan HR Soebrantas KM 12,5, Simpang Baru, Kecamatan Binawidya, Pekanbaru, Riau. Hazrat Aliya Fairuza Rika Ramadhani Syafitri