Perjuangan Diplomasi

Created in Canva

PERJUANGAN DIPLOMASI PERJUANGAN DIPLOMASIKELOMPOK 3M E M P E R T A H A N K A N K E M E R D E K A A N I N D O N E S I APerundingan | Negosiasi | Pengakuan Kedaulatan | Politik | Delegasi | Traktat EXSARION 2026

Tujuan utama diadakannya perjuangan diplomasi adalah: 1.Mempertahankan pengakuan terhadap kemerdekaan Indonesia; 2.Mendapatkan dukungan dari dunia internasional, atau mencari simpati dunia (mendapatkan pengakuan hukum (de jure) dari negara lain agar eksistensi Indonesia diakui pbb); 3.Menghentikan konflik bersenjata dengan Belanda; 4.Memperjuangkan kedaulatan Indonesia. Perjuangan diplomasi adalah perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia melalui perundingan, negosiasi, dan hubungan politik dengan pihak lain, terutama dengan Belanda dan pihak internasional. APA ITU PERJUANGAN DIPLOMASI?APA ITU PERJUANGAN DIPLOMASI? 11

22MENGAPA INDONESIA MEMILIH JALUR DIPLOMASI? MENGAPA INDONESIA MEMILIH JALUR DIPLOMASI? Setelah proklamasi kemerdekaan pada 17 Agustus 1945 dan setelah Jepang menyerah kepada Sekutu Belanda tidak mengakui kemerdekaan Indonesia dan berusaha kembali menguasai Indonesia. Oleh karena itu, Indonesia melakukan 2 macam perjuangan, yaitu perjuangan fisik/militer dan perjuangan diplomasi. Hal ini dilakukan karena Indonesia menyadari bahwa kekuatan militer Belanda cukup besar. Diplomasi dianggap penting karena Indonesia membutuhkan pengakuan dan dukungan internasional.

Dampak positif Dampak negatif Jawa Madura Sumatra diakui Belanda sehingga muncul perbedaan pendapat dalam negeri karena sebagian pihak menganggap hasil perundingan terlalu merugikan Indonesia. Belanda mengakui Indonesia, kedudukan Indonesia semakin kuat di mata dunia. Indonesia mendapatkan kesempatan melanjutkan perjuangan melalui jalur diplomasi. 33 PERUNDINGAN LINGGARJATI Perundingan antara Indonesia dan Belanda untuk mengakhiri ketegangan politik dan konflik bersenjata yang diselenggarakan pada tanggal 10-15 November 1946. Persetujuan tersebut ditandatangani 25 Maret 1947 di Linggarjati, Kuningan, Jawa Barat. Tokoh penting: Ketua delegasi Indonesia: Sutan Sjahrir Ketua delegasi Belanda: Wim Schermerhorn Perwakilan Inggris membantu proses perundingan: Lord Killearn Isi perundingan: 1.Belanda mengakui Republik Indonesia secara de facto (berdasarkan atas rakyat, wilayah, dan pemerintahan ukan aturan atau pengakuan resmi) atas Jawa, Madura, dan Sumatra. 2.pembentukan Republik Indonesia Serikat (RIS) 3.pembentukan Uni Indonesia- Belanda, yaitu hubungan kerja sama antara RIS dan Kerajaan Belanda. 4.penyelesaian dilakukan secara damai.

Amir Sjarifuddin (Delegasi Indonesia)R. Abdulkadir Wijoyoatmojo (Delegasi Belanda)Frank Graham (Ketua KTN/Mediator)TOKOH PENTINGTOKOH PENTING44 PERJANJIAN RENVILLEPERJANJIAN RENVILLE Perjanjian Renville adalah perundingan antara Indonesia dan Belanda yang disepakati pada 17 Januari 1948 di atas kapal perang Amerika Serikat, USS Renville yang berlabuh di Tanjung Priok, Jakarta. Adapun latar belakang terjadinya perjanjian ini adalah: 1.Konflik militer terjadi setelah Perjanjian Linggarjati dilanggar oleh Agresi Militer Belanda 1; 2.PBB membentuk Komisi Tiga Negara (KTN) yang terdiri dari Amerika Serikat, Australia, dan Belgia untuk menengahi perundingan antara Indonesia dan Belanda di Kapal USS Renville (8 Desember 1947 s.d 17 Januari 1948). Isi perjanjian: 1.Belanda hanya mengakui Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Sumatera sebagai wilayah Republik Indonesia; 2.Disepakati adanya garis demarkasi (Garis Van Mook) yang memisahkan wilayah Republik Indonesia dengan daerah pendudukan Belanda; 3.TNI harus ditarik mundur dari daerah kantong di Jawa Barat dan Jawa Timur.Perundingan Renville di atas kapal perang Amerika Serikat, USS Renville, yang berlabuh di Teluk Jakarta pada Desember 1947. Perundingan Renville di atas kapal perang Amerika Serikat, USS Renville, yang berlabuh di Teluk Jakarta pada Desember 1947.

Moham mad RoemD r . J . H V a n R o y e n( K etu a D ele gasi Indonesia)( K e t u a D e l e g a s i B e l a n d a )Isi Perjanjian: 1.Pemerintah Republik Indonesia sepakat untuk menghentikan segala bentuk perang gerilya dan berusaha mencapai penyelesaian damai dengan Belanda. 2.Penarikan tentara Belanda dari Yogyakarta dilakukan selama tanggal 24- 29 Juni 1949. 3.Indonesia menyatakan kesiapannya untuk berpartisipasi dalam Konferensi Meja Bundar yang akan diselenggarakan di Den Haag sebagai langkah menuju pengakuan kedaulatan. 4.Belanda menyetujui pengembalian ibu kota sementara Republik Indonesia ke Yogyakarta. PERJANJIAN ROEM-ROYENPERJANJIAN ROEM-ROYEN Perjanjian Roem-Royen merupakan kesepakatan yang ditanda tangani antara Republik Indonesia dan Belanda pada 7 Mei 1949 di hotel Des Indes, Jakarta. Adapun latar belakang terjadinya perjanjian ini: 1.Terjadi setelah Belanda melancarkan Agresi Militer Belanda II pada Desember 1948 (untuk meredakan ketegangan). 2.Banyak pemimpin Indonesia ditangkap, termasuk Soekarno, Mohammad Hatta, dan Sultan Sjahrir. 3.Tekanan dari dunia internasional, terutama melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), mendorong kedua pihak untuk berunding. 55 Dampak: 1.Pemerintah RI kembali ke Yogyakarta. 2.Para pemimpin RI dibebaskan. 3.Membuka jalan menuju Konferensi Meja Bundar. 4.Meningkatkan tekanan internasional terhadap Belanda untuk mengakhiri konflik.

J a n H e r ma nS u l t a n H a m id I IM o h . H at t aMenghasilkan beberapa kesepakatan diantaranya sebagai berikut: 1.Belanda mengakui kedaulatan Indonesia & menyerahkannya kepada RIS pada 27 Desember 1949. 2.Indonesia berbentuk negara federal (RIS) dengan 16 negara bagian, meskipun akhirnya kembali ke bentuk negara kesatuan pada 17 Agustus 1950. 3.Belanda masih menunda penyelesaian masalah Irian Barat. 4.Indonesia menanggung hutang Hindia Belanda sejak 1942 (4,3 miliar gulden) 5.RIS mengembalikan hak milik Belanda, memberikan konsesi & izin baru pada perusahaan Belanda. KONFERENSI MEJA BUNDARKONFERENSI MEJA BUNDAR Konferensi Meja Bundar (KMB) adalah perundingan antara Indonesia, Belanda, dan BFO yang berlangsung di Den Haag, Belanda (23 Agustus s.d 2 November 1949), untuk menyelesaikan konflik Indonesia–Belanda dan membahas pengakuan kedaulatan Indonesia. Peserta KMB terdiri dari: 1.Republik Indonesia: Dipimpin Moh. Hatta. 2.Belanda: Dipimpin Ratu Juliana & Perdana Menteri Willem Drees. 3.BFO (Bijeenkomst voor Federaal Overleg): Perwakilan negara yang dibentuk oleh Belanda di Indonesia. Dampak-dampak Konferensi Meja Bundar bagi Indonesia: 1.Kedaulatan Indonesia diakui secara penuh oleh Belanda, meski berbentuk RIS. 2.Masalah Irian Barat belum terselesaikan, memicu konflik lebih lanjut, diselesaikan melalui perundingan New York 1962. 3.Muncul sistem pemerintahan federal tetapi ditolak sebagian besar rakyat Indonesia, RIS dibubarkan, dan Indonesia kembali ke sistem negara kesatuan pada 1950.R a t u J u l i a naM o h . H a t t aM o h . H attaS u l t a n H a mid I IW i l l e m D r e e s Upacara Penyerahan Kedaulatan Indonesia di Istana Dam, Amsterdam, Belanda, 27 Desember 1949. Upacara Penyerahan Kedaulatan Indonesia di Istana Dam, Amsterdam, Belanda, 27 Desember 1949. Penandatanganan naskah hasil KMB di Ridderzaal, Den Haag, Belanda, 2 November 1949. Penandatanganan naskah hasil KMB di Ridderzaal, Den Haag, Belanda, 2 November 1949. 66

KESIMPULANKESIMPULAN Perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia tidak hanya dilakukan melalui perjuangan fisik dan peperangan, tetapi juga melalui perjuangan diplomasi. Diplomasi dilakukan untuk memperoleh pengakuan dan dukungan internasional, menghentikan konflik dengan Belanda, serta mempertahankan dan memperjuangkan kedaulatan Indonesia. Perjuangan diplomasi berlangsung melalui beberapa perundingan penting, yaitu Perundingan Linggarjati, Perjanjian Renville, Perundingan Roem-Royen, dan Konferensi Meja Bundar (KMB). Meskipun beberapa perundingan memberikan keuntungan sekaligus kerugian bagi Indonesia, proses tersebut secara bertahap memperkuat posisi Indonesia di mata dunia internasional dan memberikan tekanan kepada Belanda. Puncak perjuangan diplomasi terjadi pada 27 Desember 1949, ketika Belanda menyerahkan kedaulatan kepada Republik Indonesia Serikat (RIS). Dengan demikian, perjuangan diplomasi menjadi salah satu faktor penting dalam mempertahankan kemerdekaan dan mencapai pengakuan kedaulatan Indonesia setelah melalui perjuangan panjang.

DAFTAR SUMBERDAFTAR SUMBER https://chatgpt.com/s/p_6a7d1167cab88191a3c37b05baf4ae 02 LKS Sejarah Kelas XII SMA/MA Semester 1 dan 2, Hal. 15 s.d. 18 *Semua foto berasal dari pencarian google

ANGGOTA KELOMPOKANGGOTA KELOMPOKNAJMI AISHA R. (23)NAJMI AISHA R. (23)ASYIFA NAJA A.U. (06)ASYIFA NAJA A.U. (06)NABILA K. T. (22)NABILA K. T. (22)AN. ZHAFIRAH (04)AN. ZHAFIRAH (04)O. DAFFA N. (25)O. DAFFA N. (25)TWICETYA H.S. (31)TWICETYA H.S. (31)