View Salinan Tamplate majalahh 04 (1) flipbook.
LAPORANAKTUALISASIDisusun Oleh:Nama : Emiliano Arvel Da Costa Gomes NIP : 200502162026021001 Jabatan : Petugas Transportasi Darat Digitalisasi Pelaporan Kehadiran Apel Menggunakan Google Form di Dinas Perhubungan Kabupaten Muara EnimPelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan II Angkatan LXIX BPSDMD PROVINSI SUMATERA SELATAN 2026
03Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah, karena atas berkat dan rahmat-Nya, penulis dapat menyelesaikan laporan aktualisasi yang berjudul: “Digitalisasi Pelaporan Kehadiran Apel Menggunakan Google Form Di Dinas Perhubungan Kabupaten Muara Enim”. Laporan aktualisasi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat dalam menyelesaikan masa Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Dalam proses penyusunannya, penulis menyadari bahwa keberhasilan laporan ini tidak lepas dari bantuan, bimbingan, serta dukungan berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan terima kasih yang tulus kepada: 1. Ibu Ir. Hj. Sumarni, M.Si., selaku Plt. Bupati Muara Enim beserta jajaran; 2. Bapak Ir. Yulius, M.Si., selaku Sekretaris Daerah Kabupaten Muara Enim beserta jajaran; 3. Bapak Prof. Dr. H.M. Edwar Juliartha, S.Sos., M.M., selaku Kepala BPSDMPD Provinsi Sumatera Selatan beserta jajaran yang telah memfasilitasi kegiatan Latsar CPNS Golongan II; 4. Bapak Drs. Bhakti., M. Si, selaku Plt. Kepala BKPSDM Kabupaten Muara Enim beserta jajaran yang telah memfasilitasi kegiatan Latsar CPNS Golongan II; 5. Bapak H. Junaidi, SH, M.Hum, M.Si. selaku Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Muara Enim; 6. Bapak Muhamad Jumliadi, S.IP, M.Si, selaku Coach yang telah memberikan arahan dan bimbingan dalam penulisan laporan aktualisasi; 7. Bapak/Ibu Widyaiswara, yang telah memberikan materi, pendampingan, serta motivasi dalam penguatan nilai-nilai dasar BerAKHLAK; 8. PIC Pelatihan Dasar CPNS Golongan II Kabupaten Muara Enim yang selalu memberikan semangat serta informasi kepada seluruh peserta; 9. Seluruh Panitia Penyelenggara Latsar BPSDMD Provinsi Sumatera Selatan; 10. Kedua Orang Tua dan Keluarga tercinta, atas doa dan dukungan yang tidak terhingga selama ini; 11. Seluruh jajaran dan rekan kerja di Subbagian Umum & Kepegawaian Dinas Perhubungan Kabupaten Muara Enim atas kerja samanya; 12. Pasangan tercinta saya Bella Tesalonika, A.Md.Tra yang selalu dan tak pernah lelah menemani saya dalam proses pembuatan Laporan dan Rancangan Aktualisasi ini; 13. Teman-teman IKAAL STTD Daerah Kabupaten Muara Enim Tahun 2026; 14. Teman-teman Pelatihan Dasar CPNS Golongan II, khususnya Angkatan LXIX Tahun 2026, yang telah berjuang bersama dalam menyelesaikan laporan ini. Akhir kata, penulis berharap laporan aktualisasi ini dapat memberikan kontribusi positif dan manfaat bagi semua pihak. Penulis menyadari bahwa laporan ini masih memiliki kekurangan, sehingga saran dan kritik yang membangun sangat diharapkan demi kesempurnaan di masa yang akan datang. KATA PENGANTAR Palembang, 20 Oktober 2026 Penulis, Emiliano Arvel Da Costa Gomes NIP. 200502162026021001
14KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang B. Tujuan C. Manfaat D. Ruang Lingkup BAB II DESKRIPSI ORGANISASI A. Deskripsi Organisasi B. Visi dan Misi Organisasi C. Struktur Organisasi D. Identitas dan Tugas Jabatan Peserta E. Nilai-Nilai Dasar BerAKHLAK F. Kedudukan dan Peran PNS Menuju Smart Governance BAB III ANALISIS ISU DAN GAGASAN PEMECAHAN ISU A. Deskripsi Issue B. Penetapan Core Issue C. Analisis Core Issue D. Gagasan Kreatif Core Issue BAB IV PELAKSANAAN AKTUALISASI A. Penyelesaian Isu B. Pelaksanaan Kegiatan C. Matriks Rekapitulasi Rencana Habituasi Nilai-Nilai Dasar PNS BerAKHLAK D. Sebelum dan Sesudah Dilaksanakannya Aktualisasi BAB V RENCANA TINDAK LANJUT A. Penetapan Isu Lanjutan/Alternatif B. Gagasan Kreatif Pemecahan Masalah Lanjutan C. Rencana Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar PNS Lanjutan BAB VI PENUTUP A. Kesimpulan B. SaranDAFTAR ISI
03 BAB I PENDAHULUAN1A. Latar BelakangAparatur Sipil Negara (ASN) memiliki peran penting dalam mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik. Dalam menjalankan tugasnya, ASN tidak hanya dituntut menyelesaikan pekerjaan sesuai tanggung jawab, tetapi juga mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan organisasi. Hal ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara yang menjadi salah satu landasan dalam pembentukan ASN profesional dan berintegritas. Oleh karena itu, penguatan kompetensi dan penerapan nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK perlu diwujudkan melalui tindakan nyata dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Salah satu bentuk penerapan nilai tersebut adalah kesediaan untuk memperbaiki proses kerja yang belum berjalan secara optimal. Di lingkungan pemerintahan, administrasi yang tertib menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan penyediaan informasi. Proses pencatatan, pengumpulan, dan pengelolaan data perlu dilakukan secara sistematis agar informasi yang dibutuhkan dapat ditemukan dan digunakan dengan lebih mudah. Seiring berkembangnya teknologi, pemanfaatan sarana digital menjadi salah satu alternatif untuk mendukung pekerjaan administratif agar lebih praktis dan terstruktur.Administrasi yang Tertib, Berawal dari Perubahan Sederhana.Langkah Kecil Digital, Administrasi Lebih Tertib
03 BAB I PENDAHULUAN2A. Latar Belakang Pengelolaan kehadiran apel merupakan salah satu bagian dari administrasi internal yang membutuhkan pencatatan dan pemantauan secara tertib. Pemanfaatan teknologi digital dapat menjadi alternatif untuk membantu proses pelaporan sekaligus memudahkan akses bagi pegawai. Berdasarkan kebutuhan tersebut, aktualisasi ini mengangkat gagasan digitalisasi pelaporan kehadiran apel menggunakan Google Form di Dinas Perhubungan Kabupaten Muara Enim. Pelaksanaannya mencakup pembuatan QR Code yang terhubung dengan formulir absensi digital, penyediaan akses melalui QR Code, serta pembuatan video tutorial pengisian absensi secara daring. Gagasan ini diharapkan menjadi media bantu kerja yang aplikatif dan terukur dalam mendukung monitoring kehadiran pegawai. Selain memanfaatkan teknologi, kegiatan ini menjadi sarana penerapan nilai-nilai ASN BerAKHLAK dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Dari Pencatatan Manual Menuju Pelaporan Digital
03 Tujuan KhususMempermudah Monitoring Kehadiran Menyediakan media bantu absensi digital untuk mempermudah monitoring kehadiran apel pegawai di Dinas Perhubungan Kabupaten Muara Enim.Menyediakan Panduan Penggunaan Menyediakan panduan sederhana untuk membantu pegawai menggunakan absensi digital berbasis barcode atau QR Code.Melaksanakan Uji Coba Melaksanakan uji coba pemanfaatan absensi digital berbasis barcode secara terbatas pada ASN Dinas Perhubungan sebagai langkah awal optimalisasi pelaporan kehadiran.3 B. Tujuan AktualisasiTujuan Umum Mewujudkan aktualisasi nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK melalui penyediaan dan uji coba absensi digital sebagai media bantu kerja yang aplikatif dan terukur untuk mendukung monitoring pegawai di Dinas Perhubungan Kabupaten Muara Enim, khususnya Subbagian Umum dan Kepegawaian.
C. Manfaat Aktualisasi2. Penguatan Profesionalisme ASNMeningkatkan kemampuan dalam melaksanakan tugas dan fungsi PNS melalui penerapan Manajemen ASN, sehingga pekerjaan dapat dilakukan secara profesional, terarah, dan sesuai dengan tanggung jawab jabatan.4 033.Peningkatan Kompetensi DigitalMenerapkan konsep Smart ASN melalui pemanfaatan teknologi digital dalam administrasi kehadiran. Upaya ini menjadi langkah untuk mendukung proses kerja yang lebih efektif serta mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik.Mengimplementasikan nilai-nilai dasar PNS BerAKHLAK dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, mulai dari memberikan pelayanan yang baik, bertanggung jawab terhadap pekerjaan, hingga membangun kerja sama di lingkungan organisasi. 1.Penerapan Nilai-Nilai Dasar ASN
032.PENEMPATAN QR CODE3.PEMBUATAN VIDEO TUTORIAL1.PEMBUATAN QR CODE LINK ABSENSI5 D. RUANG LINGKUP AKTUALISASI Membuat QR Code yang terhubung dengan tautan formulir absensi digital. Menempelkan QR Code pada halaman dan area sekitar lingkungan Dinas Perhubungan Kabupaten Muara Enim agar dapat diakses oleh pegawai. Menyediakan video tutorial sebagai panduan pengisian absensi secara daring.Aktualisasi dilaksanakan di lingkungan Dinas Perhubungan Kabupaten Muara Enim, dengan sasaran seluruh pegawai di instansi tersebut. Ruang lingkup kegiatan meliputi tiga aktivitas utama:
03A. DESKRIPSI ORGANISASI 6Dinas Perhubungan Kabupaten Muara Enim merupakan perangkat daerah yang bertugas membantu Bupati melaksanakan urusan pemerintahan di bidang perhubungan yang menjadi kewenangan daerah serta tugas pembantuan. Pelaksanaan tugas tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung penyelenggaraan transportasi dan pelayanan perhubungan di Kabupaten Muara Enim. Berdasarkan Peraturan Bupati Muara Enim Nomor 26 Tahun 2022, Dinas Perhubungan memiliki fungsi perumusan kebijakan teknis, penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum, koordinasi, pembinaan, pengelolaan kesekretariatan, serta pengawasan, evaluasi, dan pelaporan di bidang perhubungan.Gambar 1. 1 Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Muara EnimMengenal Instansi Tempat Aktualisasi BAB II GAMBARAN UMUM
1. Visi“Mewujudkan pelayanan transportasi yang andal, berdaya saing, dan memberikan nilai tambah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah berkelanjutan di Kabupaten Muara Enim”2. Misi1) Mengelola lalu lintas dan angkutan jalan: Melakukan pengaturan, manajemen, dan rekayasa lalu lintas agar lalu lintas berjalan lancar, tertib, aman, dan nyaman. 2) Menjamin keselamatan dan keamanan transportasi: Memastikan keamanan dan keselamatan dalam penyelenggaraan transportasi serta melakukan pengawasan terhadap angkutan orang dan barang. 3) Meningkatkan kualitas infrastruktur transportasi: Melaksanakan pemeliharaan dan pengawasan terhadap fasilitas transportasi umum seperti terminal, halte, dan jembatan timbang. 4) Melaksanakan pelayanan perizinan : Menyelenggarakan pelayanan perizinan angkutan umum dan kendaraan bermotor yang menjadi kewenangan daerah. 5) Meningkatkan kesadaran masyarakat : Melakukan penyuluhan dan edukasi keselamatan lalu lintas untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas. 6) Membangun kolaborasi dan inovasi : Menjalin kerja sama dengan berbagai pihak dan mendorong inovasi untuk menciptakan ekosistem transportasi yang aman, efisien, dan ramah lingkungan. 7) Mendukung pembangunan daerah : Berperan strategis dalam mendukung visi pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berdaya saing melalui pengelolaan transportasi yang efektif.7B.VISI DAN MISI ORGANISASI
C. STRUKTUR ORGANISASI8Gambar 1. 2 Struktur Organisasi Dinas Perhubungan Kabupaten MUara EnimNILAI ORGANISASI LIMA CITRA MANUSIA PERHUBUNGAN1.Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. 2.Tanggap terhadap kebutuhan masyarakat akan pelayanan yang tertib, teratur, tepat waktu, bersih, dan nyaman. 3.Tangguh menghadapi tantangan. 4.Terampil serta berperilaku gesit, ramah, sopan, dan lugas. 5.Bertanggung jawab terhadap keselamatan dan keamanan jasa perhubungan.
03Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita (RSJPDHK) merupakan rumah sakit rujukan nasional di bawah Kementerian Kesehatan RI yang berfokus pada pelayanan kesehatan jantung dan pembuluh darah. RSJPDHK menyediakan layanan komprehensif mulai dari promotif, preventif, kuratif, hingga rehabilitatif, serta berperan sebagai pusat pendidikan, pelatihan, dan penelitian di bidang kardiovaskular. Didukung oleh tenaga medis profesional dan fasilitas modern yang lengkap, RSJPDHK menangani berbagai kasus, termasuk kasus kompleks dari seluruh Indonesia. Dalam pelaksanaannya, rumah sakit ini berkomitmen pada mutu pelayanan, keselamatan pasien, dan pengembangan sumber daya manusia guna mencapai pelayanan kesehatan yang berkualitas dan berorientasi pada kepuasan pasien. Data Keterangan Nama Emiliano Arvel Da Costa Gomes NIP 200502162026021001 Jabatan Petugas Transportasi Darat9D. Identitas Peserta dan Tugas Jabatan Peserta Sebagai CPNS dengan jabatan Petugas Transportasi Darat, peserta melaksanakan tugas operasional di bidang transportasi darat sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan arahan pimpinan. Tugas tersebut meliputi: 1.Melaksanakan pelayanan dan administrasi bidang transportasi darat. 2.Mengumpulkan, mengolah, memverifikasi, dan menyajikan data transportasi. 3.Mendukung pemantauan dan pengawasan kegiatan transportasi darat. 4.Menyiapkan administrasi dan laporan kegiatan. 5.Melaksanakan koordinasi dengan unit kerja terkait. 6.Mendukung pemanfaatan teknologi informasi dalam pengolahan data, dokumentasi, dan pelaporan. Pelaksanaan tugas tersebut menuntut ketelitian, tanggung jawab, dan kemampuan beradaptasi. Pemanfaatan teknologi dalam aktualisasi menjadi salah satu upaya untuk mendukung proses kerja yang lebih terstruktur.
Berorientasi PelayananAkuntabelBertanggung jawab dan berintegritas dalam bekerja.KompetenTerus belajar dan mengembangkan kemampuan.HarmonisMenjaga hubungan baik dan saling menghargai.LoyalSetia kepada negara dan organisasi.AdaptifMampu menyesuaikan diri terhadap perubahan.KolaboratifMembangun kerja sama untuk mencapai tujuan bersama.Memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.10E. NILAI-NILAI DASAR BERAKHLAK
11F. KEDUDUKAN DAN PERAN PNS MENUJU TERWUJUDNYA SMART GOVERNANCEASN Adaptif, Tata Kelola Pemerintahan Lebih Efektif Aparatur Sipil Negara (ASN) memiliki tiga fungsi utama, yaitu sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, serta perekat dan pemersatu bangsa. Dalam menjalankan fungsi tersebut, ASN dituntut bekerja secara profesional, menjaga integritas, dan memberikan pelayanan sesuai tugas serta kewenangannya. Keterkaitan dengan Aktualisasi Digitalisasi pelaporan kehadiran apel menggunakan Google Form merupakan bentuk pemanfaatan teknologi untuk mendukung administrasi di Dinas Perhubungan Kabupaten Muara Enim. Penggunaan formulir digital dan pengelolaan respons melalui Google Spreadsheet diharapkan membantu proses pencatatan serta monitoring kehadiran pegawai secara lebih terstruktur. Melalui kegiatan ini, peserta menerapkan kemampuan digital dan tanggung jawab dalam pelaksanaan tugas sebagai bagian dari upaya mendukung tata kelola pemerintahan yang adaptif, efektif, dan berorientasi pada pelayanan. Manajemen ASN Manajemen ASN diarahkan untuk membentuk aparatur yang profesional, berintegritas, dan kompeten sesuai kebutuhan organisasi. Penerapannya didukung oleh pengelolaan administrasi yang tertib, pengelolaan data yang akurat, peningkatan kompetensi, penerapan disiplin, serta evaluasi kinerja. Smart ASN Smart ASN merupakan aparatur yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, memiliki integritas dan profesionalisme, serta terbuka terhadap inovasi. Pemanfaatan teknologi informasi mendukung pengelolaan data, penyusunan laporan, komunikasi kedinasan, dan penyediaan informasi yang akurat.
12BAB III ANALISIS ISU DAN GAGASAN PEMECAHAN ISUA. Deskripsi IsuIdentifikasi isu dilakukan melalui pengamatan terhadap pelaksanaan tugas di Dinas Perhubungan Kabupaten Muara Enim, khususnya yang berkaitan dengan administrasi, pengolahan data, penyusunan laporan, monitoring, dan pemanfaatan teknologi informasi. Berdasarkan hasil identifikasi tersebut, terdapat tiga isu yang perlu mendapat perhatian.Pelaporan kehadiran apel masih didominasi pencatatan manual dan belum didukung sistem digital yang terintegrasi serta mudah diakses. Kondisi ini berpotensi memperlambat proses pencatatan dan rekapitulasi serta meningkatkan risiko kesalahan data.1.Belum Optimalnya Digitalisasi Pelaporan Kehadiran Apel di Dinas Perhubungan Kabupaten Muara Enim 2.Belum Optimalnya Pengelolaan Arsip Administrasi Kepegawaian secara Digital di Subbagian Umum dan KepegawaianPengelolaan arsip belum didukung sistem pengarsipan digital yang terstruktur. Dokumen masih tersimpan dalam bentuk fisik maupun berkas digital yang belum terintegrasi, sehingga pencarian dan pengelolaan dokumen belum optimal. 3.Belum Optimalnya Sistem Rekapitulasi dan Monitoring Data Administrasi Kepegawaian di Subbagian Umum dan KepegawaianData administrasi kepegawaian belum dikelola melalui sistem rekapitulasi dan monitoring yang terstruktur. Kondisi ini menyulitkan pemantauan status penyelesaian administrasi dan penyediaan informasi secara cepat serta sistematis.Ketiga isu tersebut berkaitan dengan kebutuhan peningkatan efektivitas administrasi dan pemanfaatan teknologi informasi. Selanjutnya, penapisan menggunakan metode APKL dilakukan untuk menentukan isu yang paling prioritas dan layak diselesaikan melalui kegiatan aktualisasi.
NO ISU A P K L Total Rank 1 Belum optimalnya digitalisasi pelaporan kehadiran apel di Dinas Perhubungan Kabupaten Muara Enim 5 5 5 4 19 I 2 Belum optimalnya pengelolaan arsip administrasi kepegawaian secara digital di Subbagian Umum dan Kepegawaian 4 4 4 5 17 II 3 Belum optimalnya sistem rekapitulasi dan monitoring data administrasi kepegawaian di Subbagian Umum dan Kepegawaian 4 4 4 4 16 III B. Penetapan Core Issue13 Tabel 3.1 Penapisan Isu Menggunakan Metode APKL Core issue yang ditetapkan: Berdasarkan hasil penapisan, isu pertama “Belum optimalnya digitalisasi pelaporan kehadiran apel di Dinas Perhubungan Kabupaten Muara Enim” memperoleh skor tertinggi, yaitu 19, sehingga ditetapkan sebagai core issue atau isu utama dalam aktualisasi.
14Analisis Penyebab Isu Menggunakan FishboneC. Analisis Core IssueIdentifikasi Penyebab Menggunakan Fishbone Diagram Isu prioritas berupa belum optimalnya digitalisasi pelaporan kehadiran apel dianalisis menggunakan Fishbone Diagram. Analisis ini mengelompokkan faktor penyebab ke dalam empat aspek, yaitu Man (Manusia), Method (Metode), Machine (Mesin), dan Environment (Lingkungan). Keempat aspek tersebut menunjukkan bahwa permasalahan tidak hanya berkaitan dengan kebiasaan pegawai, tetapi juga dengan metode kerja, ketersediaan media, dan kebutuhan administrasi organisasi.
15C. Analisis Core IssuePenapisan Penyebab Menggunakan Metode USG Seluruh faktor penyebab selanjutnya dinilai menggunakan metode USG, yaitu Urgency (tingkat kemendesakan), Seriousness (tingkat keseriusan dampak), dan Growth (potensi perkembangan masalah). Penilaian menggunakan skala 1–5 untuk menentukan penyebab yang paling prioritas ditangani.Penyebab Utama yang Ditetapkan Berdasarkan hasil penilaian USG, faktor penyebab dengan skor tertinggi adalah belum adanya media pelaporan kehadiran yang sederhana dan terintegrasi, dengan total skor 15. Oleh karena itu, penyelesaian diarahkan pada penyediaan media pelaporan digital yang mudah digunakan dan mampu mengumpulkan data kehadiran secara langsung, yaitu melalui Google Form.
Gagasan yang Dipilih No Solusi Alternatif Kriteria Total Rank Kontribusi Biaya Kelayakan 1 Digitalisasi Pelaporan Kehadiran Apel Menggunakan Google Form di Dinas Perhubungan Kabupaten Muara Enim 5 5 5 15 I 2 Digitalisasi Pelaporan Kehadiran Apel Menggunakan Microsoft Forms di Dinas Perhubungan Kabupaten Muara Enim 4 4 4 12 II 3 Pengembangan Aplikasi Pelaporan Kehadiran Apel Berbasis Website di Dinas Perhubungan Kabupaten Muara Enim 5 2 3 10 IIIDigitalisasi Pelaporan Kehadiran Apel Menggunakan Google Form di Dinas Perhubungan Kabupaten Muara Enim.16D. Gagasan Kreatif Core Issue Analisis Alternatif Solusi dengan McNamara Tiga alternatif solusi dinilai berdasarkan kontribusi terhadap organisasi, biaya, dan kelayakan penerapan. Google Form digunakan untuk mengumpulkan data kehadiran pegawai, sedangkan Google Spreadsheet membantu menyimpan dan mengelola respons untuk mendukung rekapitulasi serta monitoring secara lebih terstruktur. Pemilihan solusi ini mempertimbangkan kontribusi, efisiensi biaya, kemudahan penggunaan, dan kelayakan penerapan selama masa aktualisasi.
Analisis 5W + 1HGagasan ini menjadi langkah perbaikan administrasi melalui pemanfaatan teknologi informasi. Pelaksanaannya juga mendukung penerapan nilai ASN BerAKHLAK, Manajemen ASN, dan Smart ASN, khususnya dalam membangun pola kerja yang lebih adaptif, tertib, dan akuntabel.Enam Kegiatan Aktualisasi17
03 BAB IV PELAKSANAAN AKTUALISASI18A. Penyelesaian IsuPelaksanaan aktualisasi dilakukan melalui enam kegiatan untuk mendukung digitalisasi pelaporan kehadiran apel menggunakan Google Form yang terhubung dengan Google Spreadsheet di Dinas Perhubungan Kabupaten Muara Enim. Setiap kegiatan dilaksanakan secara bertahap, dilengkapi bukti pendukung, dan dikaitkan dengan penerapan nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAKB. Pelaksanaan KegiatanPelaksanaan enam kegiatan aktualisasi menunjukkan bahwa seluruh nilai dasar ASN BerAKHLAK yang direncanakan telah direalisasikan sesuai target. Penerapan nilai tersebut tercermin dalam persiapan data, pengembangan sistem digital, sosialisasi, implementasi, monitoring, evaluasi, hingga penyusunan laporan dan rencana keberlanjutan.
Kolaboratif Berkoordinasi dengan kepala ruangan dalam penentuan jadwal sosialisasi.loyal Mendukung kebijakan dan peningkatan mutu pelayanan rumah sakit.19KEGIATAN 1. PERSIAPAN DAN VALIDASI DATA TANGGAL PELAKSANAAN: 24–28 AGUSTUS 2026EvidenceKeterkaitan Kegiatan dengan Nilai- Nilai Dasar ASN (BerAKHLAK)Uraian Kegiatan yang Dilaksanakan1. Berorientasi Pelayanan Mengidentifikasi kebutuhan informasi dan menentukan komponen data dengan memperhatikan kemudahan pegawai dalam melakukan pelaporan kehadiran apel. 2. Akuntabel Menentukan komponen data sesuai kebutuhan pelaporan serta memeriksa kelengkapan dan kesesuaian data pendukung secara cermat. 3. Kompeten Meningkatkan pemahaman mengenai kebutuhan data administrasi dan ketelitian dalam menyiapkan informasi untuk sistem pelaporan digital. 4. Harmonis Menghargai arahan dan pendapat Mentor serta menjaga komunikasi yang baik selama konsultasi. 5. Loyal Menjaga kerahasiaan data kepegawaian dan menggunakan informasi sesuai kebutuhan kedinasan. 6. Adaptif Mengidentifikasi mekanisme pelaporan manual sebagai dasar penyesuaian proses kerja melalui pemanfaatan teknologi digital serta menyiapkan data untuk pengembangan sistem. 7. Kolaboratif Berkoordinasi dengan Mentor dan pihak terkait untuk memperoleh informasi serta menyelaraskan kebutuhan sistem dengan kondisi di lingkungan kerja.1.Melakukan koordinasi dan konsultasi dengan Mentor Kegiatan diawali dengan konsultasi bersama Mentor untuk menyampaikan isu belum optimalnya digitalisasi pelaporan kehadiran apel serta membahas gagasan penggunaan Google Form yang terhubung dengan Google Spreadsheet. Arahan yang diperoleh menjadi pedoman dalam mempersiapkan kegiatan selanjutnya. 2. Mengidentifikasi kebutuhan data dan informasi Identifikasi dilakukan untuk mengetahui informasi yang diperlukan dalam pencatatan dan rekapitulasi kehadiran apel. Hasilnya digunakan sebagai dasar penyusunan sistem pelaporan digital sesuai kebutuhan administrasi. 3. Mengidentifikasi komponen data kehadiran Komponen data yang diperlukan ditetapkan meliputi nama, NIP/NIK, unit kerja, tanggal, waktu, dan keterangan kehadiran. Penetapan ini bertujuan agar informasi yang dikumpulkan jelas, relevan, dan dapat digunakan untuk rekapitulasi. 4. Mengidentifikasi mekanisme pelaporan kehadiran apel secara manual Proses pelaporan yang selama ini berjalan ditelaah untuk mengetahui mekanisme pencatatan dan pengelolaan data kehadiran. Hasilnya menjadi bahan pertimbangan dalam mengembangkan sistem digital yang sesuai dengan kondisi kerja. 5. Mengumpulkan dan memeriksa data pendukung Data pendukung dikumpulkan dan diperiksa berdasarkan kelengkapan serta kesesuaiannya dengan komponen yang telah ditentukan. Pemeriksaan ini menjadi dasar penyiapan data untuk pengembangan Google Form dan Google Spreadsheet.Kegiatan 1Kegiatan 2Kegiatan 3Kegiatan 4Kegiatan 5
Kolaboratif Berkoordinasi dengan kepala ruangan dalam penentuan jadwal sosialisasi.loyal Mendukung kebijakan dan peningkatan mutu pelayanan rumah sakit.20KEGIATAN 2. PEMBUATAN DAN PENGEMBANGAN GOOGLE FORM PELAPORAN KEHADIRAN APEL TANGGAL PELAKSANAAN: 31 AGUSTUS–4 SEPTEMBER 2026EvidenceKeterkaitan Kegiatan dengan Nilai- Nilai Dasar ASN (BerAKHLAK)Uraian Kegiatan yang Dilaksanakan1. Berorientasi Pelayanan Menyusun formulir dengan memperhatikan kejelasan pertanyaan dan kemudahan pengisian agar pegawai dapat melaporkan kehadiran secara praktis. 2. Akuntabel Memastikan komponen pertanyaan sesuai kebutuhan serta memeriksa keterhubungan formulir dan penyimpanan respons agar data dapat dipertanggungjawabkan. 3. Kompeten Mengembangkan keterampilan dalam memanfaatkan Google Form dan Google Spreadsheet untuk mendukung pengelolaan administrasi kepegawaian. 4. Harmonis Menghargai arahan Mentor dan masukan pihak terkait dalam penyusunan rancangan komponen data. 5. Loyal Mengembangkan media digital untuk mendukung tertib administrasi serta menjaga penggunaan data kehadiran sesuai kewenangan dan kepentingan organisasi. 6. Adaptif Memanfaatkan teknologi informasi sebagai inovasi untuk mendukung peralihan pelaporan dari metode manual menuju sistem digital. 7. Kolaboratif Berkoordinasi dengan Mentor dan pihak terkait serta terbuka terhadap masukan dalam penyusunan rancangan dan pengujian sistem.1. Menyusun rancangan komponen data pelaporan kehadiran apel. Rancangan disusun berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan pada kegiatan sebelumnya. Komponen yang ditetapkan meliputi nama, NIP/NIK, unit kerja, tanggal, waktu, dan keterangan kehadiran agar informasi yang dikumpulkan sesuai dengan kebutuhan pencatatan dan rekapitulasi. 2. Membuat Google Form sebagai media pelaporan kehadiran apel. Google Form dibuat dengan memasukkan komponen data yang telah ditetapkan. Pertanyaan dan kolom pengisian disusun secara jelas agar mudah dipahami pegawai dan dapat digunakan sebagai media pengumpulan data kehadiran secara digital. 3. Menghubungkan Google Form dengan Google Spreadsheet sebagai media penyimpanan dan rekapitulasi data. Google Form dihubungkan dengan Google Spreadsheet melalui fitur pengelolaan respons. Dengan pengaturan ini, data yang dikirimkan dapat tersimpan secara otomatis dan dikelola untuk mendukung rekapitulasi kehadiran secara lebih teratur. 4. Melakukan uji coba awal pengisian Google Form. Uji coba dilakukan dengan memeriksa proses pengisian, pengiriman respons, dan hasil penyimpanan data pada Google Spreadsheet. Hasilnya menjadi bahan evaluasi awal untuk memastikan formulir berfungsi sesuai rancangan sebelum disempurnakan pada kegiatan berikutnya.Kegiatan 1Kegiatan 2Kegiatan 3Kegiatan 4
Kolaboratif Berkoordinasi dengan kepala ruangan dalam penentuan jadwal sosialisasi.loyal Mendukung kebijakan dan peningkatan mutu pelayanan rumah sakit.21KEGIATAN 3. PENYEMPURNAAN SISTEM, PENGATURAN AKSES, DAN PUBLIKASI GOOGLE FORM PELAPORAN KEHADIRAN APEL TANGGAL PELAKSANAAN: 7–11 SEPTEMBER 2026EvidenceKeterkaitan Kegiatan dengan Nilai- Nilai Dasar ASN (BerAKHLAK)Uraian Kegiatan yang Dilaksanakan1. Berorientasi Pelayanan Penyempurnaan formulir dilakukan dengan memperhatikan kejelasan pertanyaan dan kemudahan pengisian. 2. Akuntabel Tautan, QR Code, pengaturan akses, dan penyimpanan respons diperiksa untuk memastikan sistem berfungsi sesuai rancangan. Langkah ini mendukung ketertiban dan pertanggungjawaban dalam pengelolaan data kehadiran. 3. Kompeten Evaluasi dan pengujian sistem meningkatkan keterampilan dalam memeriksa fungsi formulir, mengatur akses, serta memastikan data tersimpan dengan benar pada Google Spreadsheet. 4. Harmonis Masukan Mentor dan pihak terkait diterima sebagai bahan evaluasi dengan tetap menjaga komunikasi yang baik. Sikap saling menghargai membantu proses penyempurnaan sistem berjalan secara terbuka. 5. Loyal Penyediaan media akses dan publikasi diarahkan untuk mendukung kebutuhan administrasi Dinas Perhubungan Kabupaten Muara Enim serta meningkatkan ketertiban pelaporan kehadiran. 6. Adaptif Formulir disempurnakan berdasarkan hasil evaluasi dan diuji melalui perangkat yang berbeda. Langkah ini menunjukkan kesiapan menyesuaikan sistem dengan kebutuhan pengguna serta perkembangan teknologi. 7. Kolaboratif Masukan Mentor dan pihak terkait menjadi pertimbangan dalam evaluasi dan penyempurnaan sistem.1. Melakukan evaluasi hasil uji coba awal Google Form. Evaluasi dilakukan untuk memeriksa kesesuaian formulir dengan kebutuhan pelaporan kehadiran apel. Pemeriksaan mencakup kelengkapan komponen data, kejelasan pertanyaan, keseragaman format jawaban, serta keterhubungan respons dengan Google Spreadsheet. Hasil evaluasi digunakan untuk menentukan bagian yang perlu diperbaiki sebelum sistem digunakan lebih lanjut. 2. Melakukan penyempurnaan Google Form Pelaporan Kehadiran Apel. Berdasarkan hasil evaluasi, dilakukan penyempurnaan pada susunan pertanyaan, format jawaban, komponen identitas pegawai, dan tampilan formulir. 3. Membuat tautan akses dan QR Code serta menyiapkan media publikasi. Tautan Google Form dan QR Code disiapkan untuk memudahkan pegawai mengakses formulir melalui perangkat yang tersedia. Media publikasi juga dipersiapkan sebagai sarana penyampaian informasi mengenai akses dan penggunaan formulir, sehingga pegawai tidak perlu mencari alamat formulir secara manual. 4. Melakukan pengaturan akses dan pengujian sistem melalui berbagai perangkat. Pengaturan akses dan pengujian dilakukan melalui komputer serta telepon genggam. Pengujian meliputi pemeriksaan tautan, pemindaian QR Code, proses pengisian formulir, dan penyimpanan respons pada Google Spreadsheet. Tahap ini dilakukan untuk memastikan sistem dapat diakses dan berfungsi sesuai kebutuhan sebelum digunakan dalam kegiatan sosialisasi dan implementasi.Kegiatan 1Kegiatan 2Kegiatan 3Kegiatan 4
Kolaboratif Berkoordinasi dengan kepala ruangan dalam penentuan jadwal sosialisasi.loyal Mendukung kebijakan dan peningkatan mutu pelayanan rumah sakit.22KEGIATAN 4. SOSIALISASI DAN IMPLEMENTASI GOOGLE FORM PELAPORAN KEHADIRAN APEL TANGGAL PELAKSANAAN: 14–18 SEPTEMBER 2026EvidenceKeterkaitan Kegiatan dengan Nilai- Nilai Dasar ASN (BerAKHLAK)Uraian Kegiatan yang Dilaksanakan1. Menyusun panduan dan materi sosialisasi penggunaan Google Form. Materi sosialisasi disiapkan untuk menjelaskan tujuan, manfaat, dan tata cara penggunaan Google Form dalam pelaporan kehadiran apel. Panduan disusun secara sederhana agar mudah dipahami pegawai, mulai dari cara mengakses formulir melalui tautan atau QR Code hingga proses pengisian dan pengiriman data. 2. Melakukan sosialisasi kepada pegawai mengenai penggunaan Google Form dalam pelaporan kehadiran apel. Sosialisasi dilakukan dengan memberikan penjelasan mengenai manfaat sistem digital dan tata cara penggunaannya. Kegiatan ini bertujuan membantu pegawai memahami perubahan mekanisme pelaporan dari pencatatan manual menuju penggunaan Google Form serta mendorong penyesuaian terhadap sistem yang diterapkan. 3. Melakukan simulasi pengisian Google Form. Simulasi dilakukan melalui praktik langsung, mulai dari membuka tautan atau memindai QR Code, mengisi identitas pegawai dan informasi kehadiran, hingga mengirimkan formulir. Hasil pengisian kemudian diperiksa pada Google Spreadsheet untuk memastikan data tersimpan dengan baik. 4. Menerapkan Google Form dalam pelaporan kehadiran apel. Setelah sosialisasi dan simulasi, Google Form mulai digunakan dalam pelaporan kehadiran apel. Pelaksanaan ini mencakup pengisian formulir oleh pegawai serta pemeriksaan respons yang masuk pada Google Spreadsheet. Data yang terkumpul menjadi dokumentasi digital dan bahan untuk monitoring serta evaluasi pada kegiatan berikutnya.Kegiatan 1Kegiatan 2Kegiatan 3Kegiatan 41. Berorientasi Pelayanan Memberikan panduan dan pendampingan agar pegawai mudah memahami serta menggunakan Google Form. 2. Akuntabel Memastikan panduan sesuai mekanisme sistem dan memeriksa data kehadiran yang tersimpan. 3. Kompeten Meningkatkan kemampuan dalam menjelaskan dan menerapkan teknologi digital untuk administrasi. 4. Harmonis Berkomunikasi dengan sopan serta menghargai perbedaan kemampuan pegawai dalam menggunakan teknologi. 5. Loyal Mendukung peningkatan kualitas administrasi dan pelaksanaan tugas organisasi melalui penerapan sistem digital. 6. Adaptif Mendorong penyesuaian dari pelaporan manual menuju pelaporan digital yang lebih praktis. 7. Kolaboratif Melibatkan pegawai dalam sosialisasi dan simulasi untuk mendukung penerapan sistem sesuai kebutuhan organisasi.
Kolaboratif Berkoordinasi dengan kepala ruangan dalam penentuan jadwal sosialisasi.loyal Mendukung kebijakan dan peningkatan mutu pelayanan rumah sakit.23KEGIATAN 5. MONITORING DAN EVALUASI PENGGUNAAN SISTEM PELAPORAN KEHADIRAN APEL TANGGAL PELAKSANAAN: 21–30 SEPTEMBER 2026EvidenceKeterkaitan Kegiatan dengan Nilai- Nilai Dasar ASN (BerAKHLAK)Uraian Kegiatan yang Dilaksanakan1. Berorientasi Pelayanan Memantau dan mengevaluasi sistem untuk memastikan pelaporan kehadiran lebih mudah dan sesuai kebutuhan pegawai. 2. Akuntabel Memeriksa ketepatan data, menyusun rekapitulasi secara teliti, dan menggunakan hasil evaluasi sebagai dasar perbaikan. 3. Kompeten Meningkatkan keterampilan dalam mengolah data, mengevaluasi penggunaan sistem, dan melakukan penyempurnaan teknologi digital. 4. Harmonis Menghargai pendapat serta masukan pegawai dan Mentor dalam proses evaluasi dan perbaikan sistem. 5. Loyal Mendukung peningkatan kualitas administrasi kepegawaian melalui pengelolaan dan evaluasi sistem pelaporan digital. 6. Adaptif Menyesuaikan sistem berdasarkan hasil evaluasi dan kebutuhan pengguna agar pemanfaatan teknologi semakin optimal. 7. Kolaboratif Melibatkan pegawai dan pihak terkait dalam mengidentifikasi kendala serta menentukan perbaikan sistem.1. Melakukan monitoring penggunaan sistem dan data kehadiran. Pemeriksaan mencakup kelengkapan informasi, kesesuaian data, serta keteraturan penyimpanan respons. Hasil monitoring digunakan untuk mengetahui kondisi penerapan sistem dan memastikan proses pelaporan berjalan sesuai rancangan. 2. Melakukan pengolahan dan rekapitulasi data pada Google Spreadsheet. Pengolahan dilakukan dengan memperhatikan kelengkapan informasi, susunan data, dan kemudahan pencarian. Hasil rekapitulasi membantu menyajikan data kehadiran secara lebih teratur untuk mendukung administrasi kepegawaian. 3. Melakukan evaluasi efektivitas penggunaan sistem pelaporan kehadiran apel. Penilaian memperhatikan kemudahan akses, proses pengisian, penyimpanan data, serta rekapitulasi dibandingkan dengan mekanisme manual sebelumnya. Hasil evaluasi menjadi dasar untuk mengetahui kesesuaian sistem dengan kebutuhan administrasi dan menentukan aspek yang perlu ditingkatkan. 4. Mengidentifikasi kendala dan masukan pegawai. Hal yang ditinjau meliputi kemudahan akses, pemahaman terhadap tata cara pengisian, serta kendala teknis yang memengaruhi pelaporan. Masukan yang diperoleh digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan perbaikan sistem. 5. Melakukan penyempurnaan sistem berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi. Perbaikan diarahkan pada bagian yang membutuhkan penyesuaian, baik pada susunan formulir, kemudahan penggunaan, maupun pengelolaan data pada Google Spreadsheet.Kegiatan 1Kegiatan 2Kegiatan 3Kegiatan 4Kegiatan 5
Kolaboratif Berkoordinasi dengan kepala ruangan dalam penentuan jadwal sosialisasi.loyal Mendukung kebijakan dan peningkatan mutu pelayanan rumah sakit.24KEGIATAN 6. FINALISASI HASIL AKTUALISASI, PENYUSUNAN LAPORAN, DAN RENCANA KEBERLANJUTAN SISTEM PELAPORAN KEHADIRAN DIGITAL TANGGAL PELAKSANAAN: 1–10 OKTOBER 2026EvidenceKeterkaitan Kegiatan dengan Nilai- Nilai Dasar ASN (BerAKHLAK)Uraian Kegiatan yang Dilaksanakan1. Melakukan rekapitulasi hasil pelaksanaan aktualisasi. Rekapitulasi dilakukan dengan mengumpulkan dan menyusun dokumentasi seluruh kegiatan, mulai dari persiapan dan validasi data, pembuatan Google Form, penyempurnaan sistem, sosialisasi dan implementasi, hingga monitoring dan evaluasi. Seluruh bukti diperiksa kesesuaiannya dengan tahapan dan hasil kegiatan sebagai dasar penyusunan laporan aktualisasi. 2. Melakukan evaluasi akhir terhadap capaian aktualisasi. Evaluasi akhir dilakukan untuk menilai ketercapaian tujuan dan manfaat penerapan Google Form dalam pelaporan kehadiran apel. Penilaian memperhatikan perubahan proses pencatatan, penyimpanan, dan rekapitulasi data dari metode manual menuju sistem digital. Hasil evaluasi digunakan untuk menggambarkan capaian aktualisasi dan manfaatnya bagi administrasi kepegawaian. 3. Melakukan konsultasi akhir dengan Mentor. Masukan Mentor digunakan sebagai bahan penyempurnaan laporan agar isi dan dokumentasi sesuai dengan kegiatan yang telah dilaksanakan serta kebutuhan organisasi. 4. Menyusun laporan aktualisasi dan rencana keberlanjutan sistem. Laporan disusun secara sistematis berdasarkan proses, hasil, penerapan nilai BerAKHLAK, dan bukti pelaksanaan aktualisasi. Selain itu, disiapkan rencana keberlanjutan agar Google Form dan Google Spreadsheet tetap dapat dimanfaatkan, diperiksa secara berkala, serta disempurnakan apabila terdapat kebutuhan baru di lingkungan Dinas Perhubungan Kabupaten Muara Enim.Kegiatan 1Kegiatan 2Kegiatan 3Kegiatan 41. Berorientasi Pelayanan Menyusun evaluasi dan rencana keberlanjutan dengan memperhatikan kemudahan pelaporan bagi pegawai. 2. Akuntabel Menyusun laporan berdasarkan kegiatan yang benar- benar dilaksanakan dan dilengkapi bukti yang sesuai. 3. Kompeten Mengolah informasi, mengevaluasi hasil, dan menyajikan dokumentasi secara sistematis. 4. Harmonis Menghargai arahan Mentor dan menjaga komunikasi yang baik selama konsultasi akhir. 5. Loyal Menyiapkan keberlanjutan sistem untuk mendukung kebutuhan administrasi organisasi. 6. Adaptif Menyusun rencana perbaikan sistem dengan mempertimbangkan perkembangan teknologi dan kebutuhan baru. 7. Kolaboratif Mempertimbangkan masukan Mentor dan pihak terkait dalam penyusunan laporan serta rencana keberlanjutan.
C. Matriks Rekapitulasi Rencana Habituasi Nilai-Nilai Dasar PNS BerAKHLAKNo Nilai-Nilai Dasar PNS (Mata Pelatihan Agenda 2) Kegiatan Jumlah Aktualisasi Per Mata Pelatihan1 2 3 4 5 6 1 Berorientasi Pelayanan 2 2 2 3 3 2 14 2 Akuntabel 2 2 2 2 3 2 13 3 Kompeten 2 3 3 2 3 2 15 4 Harmonis 1 1 1 2 2 1 8 5 Loyal 1 3 1 1 2 2 9 6 Adaptif 2 3 3 2 3 2 14 7 Kolaboratif 2 3 2 2 2 2 12 Jumlah MP yang Diaktualisasikan per 12 14 14 14 18 13 8525
D. Sebelum dan Sesudah dilaksanakannya Aktualisasi26
BAB V RENCANA TINDAK LANJUT27A. Penetapan Isu Lanjutan/Alternatif Isu lanjutan yang ditetapkan adalah keberlanjutan penggunaan Google Form dalam pelaporan kehadiran apel di Dinas Perhubungan Kabupaten Muara Enim. Penerapan sistem digital menjadi langkah awal untuk mendukung pencatatan dan rekapitulasi kehadiran secara lebih terstruktur. Agar manfaatnya tetap terjaga, diperlukan konsistensi penggunaan, ketepatan pengisian data, serta pemeliharaan sistem secara berkala. Tindak lanjut akan difokuskan pada monitoring penggunaan, pembaruan data, evaluasi, dan penyempurnaan sistem sesuai kebutuhan organisasi. Pelaksanaannya dikoordinasikan dengan Mentor dan pimpinan agar keberlanjutan sistem berjalan sesuai kebutuhan administrasi. B. Gagasan Kreatif Pemecahan Masalah Lanjutan 1.Penyusunan Petunjuk Penggunaan 2.Penguatan Sosialisasi dan Monitoring 3.Pemeliharaan dan Pembaruan Sistem 4.Evaluasi dan Koordinasi Berkelanjutan
28C. Rencana Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar PNS Lanjutan
29C. Rencana Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar PNS Lanjutan
BAB VI PENUTUP30A. KESIMPULAN Digitalisasi pelaporan kehadiran apel menggunakan Google Form yang terintegrasi dengan Google Spreadsheet menjadi upaya untuk meningkatkan efektivitas dan ketertiban administrasi kehadiran di Dinas Perhubungan Kabupaten Muara Enim. Sistem ini mendukung proses pencatatan, penyimpanan, dan rekapitulasi data secara lebih terstruktur serta mudah dikelola. Pelaksanaan aktualisasi melalui enam kegiatan, mulai dari persiapan dan validasi data hingga evaluasi serta penyusunan rencana keberlanjutan, menjadi rangkaian upaya untuk mewujudkan pelaporan kehadiran berbasis digital. Kegiatan ini juga menjadi sarana penerapan nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK dalam pelaksanaan tugas dan pengembangan inovasi di lingkungan kerja. Dengan demikian, aktualisasi ini diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas administrasi kepegawaian sekaligus memperkuat tata kelola pemerintahan yang profesional, efektif, dan akuntabel. Keberlanjutan pemanfaatan sistem perlu dijaga agar manfaat digitalisasi dapat dirasakan secara berkesinambungan. B. SARAN Agar manfaat aktualisasi dapat dipertahankan dan dikembangkan, beberapa langkah yang perlu diperhatikan adalah: 1. Optimalisasi Penggunaan Sistem Digital Google Form dan Google Spreadsheet perlu digunakan secara konsisten sesuai mekanisme yang telah ditetapkan agar pencatatan dan rekapitulasi kehadiran berjalan lebih tertib. 2. Peningkatan Pemahaman dan Kedisiplinan Pegawai Pegawai diharapkan mengisi formulir secara tepat sesuai kondisi sebenarnya. Panduan penggunaan dan sosialisasi perlu diberikan apabila diperlukan agar sistem dapat dimanfaatkan dengan baik. 3. Monitoring dan Evaluasi Berkala Pemeriksaan terhadap kelengkapan data, penggunaan sistem, dan kendala yang muncul perlu dilakukan secara berkala. Hasil evaluasi menjadi dasar perbaikan sesuai kebutuhan administrasi organisasi. 4. Pemeliharaan dan Keberlanjutan Sistem Google Form dan Google Spreadsheet perlu dipelihara serta diperbarui sesuai kebutuhan. Pengaturan akses, penyimpanan, dan keamanan informasi juga harus diperhatikan untuk menjaga keberlangsungan sistem dan kerahasiaan data.
LAMPIRAN31
TERIMAK A S I H