Buku komik edukasi tentang pemanasan global dan efek rumah kaca. Mengikuti percakapan Rani, Dimas, dan Kak Bilal yang menjelaskan foton, radiasi matahari, albedo, dan peran gas rumah kaca. Cocok untuk pelajar dan siapa pun yang ingin memahami perubahan iklim dengan cara yang ringan dan visual.
Buku komik edukasi ini memperkenalkan pemanasan global dan efek rumah kaca melalui percakapan sehari-hari. Target pembacanya adalah pelajar dan siapa pun yang ingin memahami perubahan iklim dengan cara yang ringan dan visual. Cerita dimulai di Surabaya dengan suhu 36°C yang memicu diskusi antara Rani dan Dimas.
Kak Bilal menjelaskan konsep foton dan radiasi matahari. Ia menguraikan bagaimana energi matahari mencapai Bumi sebagai radiasi gelombang pendek, peran albedo dalam menyerap atau memantulkan panas, dan mengapa aspal lebih panas daripada area bervegetasi. Contoh diberikan dengan Jl. Darmo di Surabaya.
Bagian selanjutnya membahas efek rumah kaca. Kak Bilal menjelaskan bahwa Bumi memancarkan radiasi inframerah, dan gas rumah kaca seperti CO₂ menyerap serta memancarkan kembali panas. Ini menyebabkan suhu malam tetap hangat. Diskusi berlanjut ke kantin dengan refleksi bahwa ozon dan efek rumah kaca adalah dua hal berbeda.
Keesokan harinya, Bu Ratna melanjutkan pelajaran di kelas. Ia membedakan lapisan ozon yang menyerap UV dengan efek rumah kaca yang menjebak panas. Data menunjukkan konsentrasi CO₂ naik dari 280 ppm sebelum revolusi industri menjadi lebih dari 420 ppm sekarang. Aktivitas manusia seperti pembakaran bahan bakar fosil dan peternakan disebut sebagai sumber utama gas rumah kaca.