Dokumen ini adalah laporan pengamatan ilmiah siswa tentang tanaman daun kelor (Moringa oleifera). Mencakup pengaruh perubahan lingkungan seperti suhu panas, tanah kering, dan jarang hujan terhadap pertumbuhan kelor, serta analisis hubungan tanaman dengan sistem Bumi (hidrosfer, litosfer, atmosfer).
Dokumen ini adalah laporan pengamatan ilmiah sederhana tentang tanaman daun kelor (Moringa oleifera) yang disusun oleh Dimas dan kelompoknya. Laporan ini ditujukan untuk tugas sekolah dan menjelaskan bagaimana perubahan lingkungan memengaruhi pertumbuhan tanaman, khususnya kelor.
Bagian pertama mengamati kondisi lingkungan yang panas, kering, dan berangin di halaman belakang pada 20 Agustus 2026. Ditemukan bahwa suhu tinggi mempercepat penguapan air tanah, tanah menjadi kering, dan angin membantu penyerbukan. Daun kelor tetap bertahan dengan daun lebih kecil dan tebal, akar lebih dalam, serta pertumbuhan lebih lambat namun stabil.
Selanjutnya, dokumen membahas hubungan tanaman dengan sistem Bumi. Akar kelor menyerap air dan unsur hara, membantu mengikat tanah dan mencegah erosi. Daun melakukan fotosintesis dengan menyerap CO2 dan menghasilkan O2, serta transpirasi membantu menjaga kelembapan lingkungan dan kesejukan sekitar.
Bagian akhir memuat rencana pelestarian dan pemanfaatan tanaman kelor. Kegiatan manusia seperti pencemaran udara, penggunaan pestisida, dan penebangan dapat merusak tanaman. Upaya yang disarankan meliputi menanam dan merawat kelor, mengurangi sampah, memberi mulsa, dan menyiram secara teratur untuk menjaga kelestarian lingkungan.