Davi's Birthday

View Davi's Birthday flipbook.

CLEO.you, between the linesL'amour nous a trouvés

“This scroll tells the story of two souls whom fate quietly brought together. May time never erase what the stars once chose to write.”Written by Cleo. For the person I'd choose in every lifetime.

Halooo sayaang,Instead of giving you something expensive, I wanted to give you something that lasts a little longer—a place where every laugh, every memory, and every feeling we've shared can live forever. don't know how stories are supposed to be written. But if I had to tell my favorite one, it would always begin with you. Happy reading, my love. the prologue.Note : kamu bacanya sambil dengerin playlist kita dong hoho

“Before you, my days were ordinary. Then you arrived, and suddenly, ordinary became worth remembering."BBYYeforeeforeouou

Setiap cerita selalu memiliki halaman pertama. Ada yang dimulai dengan sesuatu yang luar biasa, ada juga yang berawal dari hal yang begitu sederhana hingga kita tidak menyadari bahwa itulah awal dari sebuah perjalanan. Begitu juga dengan cerita kita. Waktu itu, aku tidak pernah membayangkan bahwa seseorang yang awalnya hanyalah "orang yang kutemui" akan menjadi seseorang yang paling sering kutulis dalam doa, paling sering membuatku tersenyum, dan akhirnya menjadi alasan mengapa buku ini ada. Jadi, sebelum kita melangkah ke halaman-halaman berikutnya, izinkan aku mengajakmu kembali ke tempat di mana semuanya dimulai. Sebelum mengenalmu, aku hanyalah perempuan biasa. Tidak ada yang terlalu menarik untuk diceritakan. Hidupku berjalan seperti kebanyakan orang—kuliah, pulang, menghabiskan waktu dengan orang-orang terdekat, lalu mengulang semuanya lagi keesokan harinya. chapter 1. BEFORE YOU

Tapi sebelum cerita tentang kita dimulai, ada satu bagian dari hidupku yang mungkin perlu kamu tahu. Anggap saja ini jawaban untuk semua pertanyaanmu tentang masa laluku. Saat pertama kali masuk kuliah, aku masih memiliki seseorang di sisiku. Kami sudah bersama selama dua tahun. Mungkin selama ini yang paling sering kamu dengar dariku adalah hal-hal buruk tentang dia. Memang, ada banyak hal yang membuat hubungan itu terasa berat. Tapi kalau dipikir-pikir lagi, dia juga pernah menjadi orang yang baik untukku. Mungkin itu alasan kenapa hubungan kami bisa bertahan selama dua tahun. Hanya saja, menjadi orang baik tidak selalu berarti menjadi orang yang tepat. Seiring berjalannya waktu, kami semakin sering gagal memahami satu sama lain. Kami sama-sama lelah mempertahankan sesuatu yang perlahan kehilangan arahnya. Pada akhirnya, kami memilih mengakhiri hubungan itu. BEFORE YOU

Jujur saja, masa itu bukan masa yang mudah. Apalagi semuanya terjadi di awal masa kuliah, ketika aku juga sedang sibuk menjalani Osjur. Rasanya seperti kehilangan tempat untuk bercerita. Ada banyak hal yang ingin kusampaikan, tapi tidak lagi tahu harus menceritakannya kepada siapa. Jadi, aku memilih menyimpan semuanya sendiri dan mencoba terbiasa dengan keadaan yang baru. Setelah putus, aku benar-benar tidak memiliki niat untuk menjalin hubungan lagi. Bukan karena sudah berhenti percaya pada cinta, tetapi karena aku masih takut. Takut mengalami hal yang sama. Takut dikecewakan lagi. Diselingkuhi meninggalkan pertanyaan yang sulit dijawab—Apa aku memang tidak pernah cukup? Apa ada yang kurang dari diriku? Butuh waktu untuk menyadari bahwa jawabannya bukan tentang aku. Itu adalah pilihan yang dia buat, bukan kesalahanku. Karena itu, aku tidak pernah membayangkan akan membuka hati lagi dalam waktu dekat. Aku pikir hidupku akan berjalan seperti biasa, tanpa ada cerita baru. Sampai akhirnya... aku bertemu denganmu. BEFORE YOU

Lucunya, kita sebenarnya berada di kelas yang sama. Harusnya aku sudah tahu siapa kamu sejak awal. Tapi entah bagaimana, aku benar-benar tidak pernah menyadari keberadaanmu. Sekarang kalau mengingatnya lagi rasanya lucu. Coba saja dari dulu aku sadar ada kamu, mungkin kita sudah mulai saling mengenal sejak masa Minerba. Siapa tahu, cerita kita juga dimulai lebih cepat. Tapi mungkin memang benar, setiap cerita punya waktunya sendiri untuk dimulai. Dan ternyata, saat itu bukanlah waktunya. Halaman tentang kita... baru akan dimulai setelah ini. BEFORE YOU

“Ancient tales spoke of heroes and kingdoms. Mine begins with a boy whose smile felt more precious than any crown.”WWPPhen ourhen ourATHS crossed ATHS crossed

Konon, beberapa pertemuan sudah ditulis jauh sebelum kita sempat saling mengenal. Saat itu, aku mengira kita hanyalah dua orang asing yang kebetulan berada di tempat yang sama. Aku tidak pernah berpikir bahwa langkah sederhana itu akan menjadi awal dari begitu banyak cerita yang kini kusimpan dengan rapi di dalam hati. Kalau dipikir-pikir sekarang, mungkin pertemuan itu bukanlah sebuah kebetulan. Mungkin semesta memang sedang mempertemukan dua jalan yang pada akhirnya akan berjalan berdampingan. Dan semuanya dimulai pada hari itu... Kalau dipikir-pikir sekarang, lucu juga ya. Orang yang akhirnya menjadi salah satu bagian terpenting dalam hidupku justru pertama kali berhasil menarik perhatianku dengan cara yang paling menyebalkan. Aku mulai benar-benar sadar akan keberadaanmu saat kita ikut sharing session sama kating di Bagi Kopi. Jujur aja, ini salah satu momen yang sebenarnya pengen banget aku lupakan karena... malu banget. Dan penyebabnya? Ya kamu. chapter 2. When Our Paths Crossed

Waktu itu kamu manggil aku "boiler". Mungkin buat kamu itu cuma bercandaan, tapi buatku, rasanya nyebelin banget. Posisinya waktu itu sudah malam. Selama Osjur, salah satu hal yang paling menguras tenaga buatku adalah harus mencari biodata kating. Jujur, itu benar-benar draining. Rasanya capek, menghabiskan waktu, dan kadang bikin aku cuma pengen cepat pulang dan tidur. Terus tiba-tiba kamu datang dengan bercandaan itu. Di luar aku cuma ketawa. Aku nggak mau kelihatan terlalu serius atau bikin suasana jadi canggung. Tapi di dalam hati? “Anjir... nih cowok mulutnya lemes banget." Kesel? Banget. Bahkan saat itu aku benar-benar kehilangan respect sama kamu. Bukan cuma karena candaan itu, tapi karena rasanya kamu baru pertama kali ngobrol sama aku, tapi sudah berani menyinggung salah satu hal yang paling membuatku insecure. Di depan banyak orang lagi. Pokoknya, kesan pertamaku tentang kamu... jelek. Tapi ternyata hidup memang suka bercanda. When Our Paths Crossed

Setelah itu, kita mulai sering berinteraksi di kelas. Dan entah kenapa, kamu seolah punya hobi baru: ngerjain aku. Serius deh... Bisa nggak sih stop jailin aku, mas? Awalnya aku benar-benar risih. Rasanya setiap ada kamu, pasti ada aja tingkah yang bikin aku pengen roll my eyes. Tapi anehnya, lama-kelamaan aku mulai terbiasa. Sampai akhirnya ketika kamu nggak ngeledekin aku sama sekali. Dan... rasanya kok ada yang kurang. Padahal dulu aku berharap kamu berhenti gangguin aku. Tapi sekarang, justru aku mulai menunggu- nunggu kapan kamu bakal mulai usil lagi. Mungkin dari situlah semuanya berubah. Kita mulai ngobrol lebih sering. Mulai saling bercanda. Mulai mengenal satu sama lain sedikit demi sedikit. Tanpa sadar, rasa risih itu perlahan berubah menjadi rasa nyaman. When Our Paths Crossed

Lalu datanglah hari ketika kita pergi ke rumah Kevlar. Kalau mengingatnya sekarang, rasanya lucu. Karena waktu itu kita sebenarnya belum sedekat sekarang. Tapi entah kenapa, teman-teman kita sudah lebih dulu menyadari ada sesuatu yang berbeda di antara kita. Seolah mereka bisa melihat sesuatu yang bahkan belum berani kami akui. Oh iya, ada satu pengakuan yang selama ini belum pernah aku bilang. Waktu di rumah Kevlar... Aku sebenarnya nggak benar-benar tidur. Aku cuma setengah tidur. Dan ya... Sedikit modus ke kamu. Hehe. Terus soal kamu yang sering cerita ke orang-orang kalau aku ikut ke rumah Kevlar karena ada kamu... Aku nggak bisa bilang itu sepenuhnya salah. When Our Paths Crossed

Kevlar memang temanku, jadi memang ada alasan buat datang. Tapi kalau boleh jujur, salah satu alasan yang bikin aku semakin semangat ikut ya... karena ada kamu juga. Aku senang kalau ada kesempatan untuk lebih dekat denganmu. Sesederhana itu. Jadi kalau memang kehadiranmu menjadi salah satu alasan kenapa aku semakin semangat ikut... Ya... mungkin memang iya. Tapi tolong ya. Setelah baca bagian ini, jangan dibanggain ke orang- orang. Aku masih punya harga diri. Hahaha. Kalau aku diminta menunjuk satu momen ketika hubungan kita mulai terasa berbeda, mungkin aku akan memilih hari itu. Karena sejak pulang dari rumah Kevlar, aku mulai merasa bahwa ada sesuatu yang berubah. When Our Paths Crossed

Aku mulai mencari namamu di tengah keramaian. Mulai menunggu pesan darimu. Mulai memperhatikan hal-hal kecil tentangmu. Dan tanpa kusadari, orang yang dulu paling ingin kuhindari... Perlahan berubah menjadi orang yang paling ingin kutemui. Mungkin benar, tidak semua cerita cinta dimulai dari rasa suka. Ada yang dimulai dari kesal. Lalu nyaman. Lalu, tanpa sadar... Jatuh. When Our Paths Crossed

“Perhaps we were never strangers. Perhaps the stars had simply been waiting for the right moment to let our paths cross”TTOOhe beginninghe beginningf usf us

Kalau ada yang bertanya sejak kapan semuanya dimulai, jujur saja aku tidak pernah punya jawaban yang pasti. Tidak ada satu hari yang tiba-tiba membuatku berkata, "Ya, aku jatuh cinta hari ini." Perasaan itu datang dengan cara yang jauh lebih pelan. Pelan sampai aku bahkan tidak menyadari kapan tepatnya ia tumbuh. Mungkin memang begitu cara cinta bekerja. Ia tidak selalu datang dengan gemuruh atau kejutan besar. Kadang, ia hanya hadir lewat percakapan-percakapan sederhana, candaan yang terdengar biasa, perhatian kecil yang nyaris tak terlihat, lalu diam-diam menetap. Setelah kejadian rumah Kevlar, semuanya terasa berbeda. Kita semakin sering menghabiskan waktu bersama. Obrolan kita yang awalnya hanya sesekali berubah menjadi rutinitas yang selalu kutunggu setiap hari. Rasanya selalu ada hal yang ingin kita ceritakan, sekecil apa pun itu. chapter 3. The beginning of us

Aku mulai terbiasa dengan notifikasi darimu. Mulai terbiasa menunggu balasan chat-mu. Bahkan tanpa sadar, aku mulai merasa ada yang kurang kalau satu hari saja kita tidak berbicara. Aneh ya. Padahal dulu aku berharap kamu berhenti menggangguku. Sekarang, justru aku berharap hariku selalu diisi oleh kehadiranmu. Di titik itu, rasanya kita sudah sama-sama tahu ke mana arah cerita ini berjalan. Tidak ada yang benar- benar mengatakannya secara langsung, tapi dari caramu memperlakukanku dan dari caraku yang selalu ingin berada di dekatmu, semuanya terasa begitu jelas. Lalu tibalah hari ketika kita pergi ke Jatinangor untuk menonton film yang saat itu sedang ramai dibicarakan. Kupikir hari itu akan menjadi kencan biasa—walaupun saat itu kita bahkan belum resmi menjadi apa-apa. Ternyata aku salah. The beginning of us

Sebelum film diputar, kita memutuskan makan terlebih dahulu di Shihlin. Di tengah obrolan yang berjalan seperti biasanya, tiba-tiba kamu menatapku dan berkata dengan sangat sederhana, "Maukah kamu jadi pacarku?" Sesederhana itu. Tidak ada bunga. Tidak ada cincin. Tidak ada pidato panjang. Tidak ada persiapan yang terdengar rumit. Kalau boleh jujur, aku curiga kamu juga spontan waktu itu. Hahaha. Tapi justru karena sesederhana itulah, aku selalu mengingatnya. Karena yang membuat sebuah momen berharga bukanlah seberapa mewah tempatnya, melainkan dengan siapa kita mengalaminya. Aku menjawab "iya" tanpa ragu sedikit pun. The beginning of us

Tidak perlu berpikir. Tidak perlu mempertimbangkan apa-apa lagi. Seolah hatiku sudah lebih dulu memutuskan sebelum kamu selesai bertanya. Ya... sebenarnya aku memang sudah menunggu kamu menembakku. Jangan besar kepala ya haha Saat itu, ada perasaan yang benar-benar sulit dijelaskan. Rasanya seperti seluruh dunia mendadak terasa lebih ringan. Seperti ada kupu-kupu yang beterbangan di dalam perutku. Aku tidak bisa berhenti tersenyum, bahkan untuk alasan yang sederhana. Hari itu, aku pulang dengan status baru. Bukan lagi sekadar teman. Bukan lagi seseorang yang diam-diam saling menyukai. Tapi... pacarmu. The beginning of us

Dan sejak hari itu, ada satu ketakutan yang perlahan mulai hilang. Sebelum bertemu denganmu, aku selalu takut untuk jatuh cinta lagi. Aku takut mengulang luka yang sama. Takut kembali mempertanyakan apakah aku cukup untuk seseorang. Tapi kamu tidak pernah memintaku untuk langsung percaya. Kamu membuktikannya, sedikit demi sedikit. Lewat caramu yang selalu membuatku merasa diprioritaskan. Lewat kesabaranmu menghadapi semua cerewetku, ngambekku, overthinking-ku, dan sisi-sisi diriku yang bahkan terkadang sulit kupahami sendiri. Terima kasih karena sudah memperlakukanku dengan begitu baik. Terima kasih karena tanpa kamu sadari, kamu berhasil mengembalikan kepercayaanku bahwa cinta tidak selalu berakhir dengan luka. Bersamamu, aku belajar bahwa dicintai ternyata bisa terasa begitu tenang. The beginning of us

Bukan tentang hadiah besar atau kata-kata yang sempurna. Tapi tentang seseorang yang memilih tetap tinggal, bahkan di hari-hari ketika aku sedang tidak baik-baik saja. Satu bulan berlalu. Dua bulan berlalu. Akhirnya kita memutuskan untuk tidak lagi menyembunyikan hubungan ini. Dan benar saja, teman-teman kita langsung heboh seperti yang sudah kita duga sejak awal. Tapi di balik semua candaan mereka, aku justru merasa lega. Akhirnya aku tidak perlu lagi berpura-pura. Aku bisa menggenggam tanganmu tanpa harus melihat siapa yang sedang memperhatikan. Dan yang paling penting... Aku akhirnya bisa dengan bangga memanggilmu, pacarku. The beginning of us

Kalau mengingat semua perjalanan ini, rasanya masih sulit percaya. Dari seseorang yang dulu sempat membuatku kesal karena sebuah candaan... Kini justru menjadi orang yang paling ingin kugenggam lebih lama. Mungkin memang benar. Cerita yang paling indah sering kali dimulai dari hal- hal yang sama sekali tidak kita rencanakan. Dan kalau ada satu keputusan yang tidak akan pernah kusesali, jawabannya sederhana. Mengatakan "iya" pada hari itu. The beginning of us

“The little things you did every day became the reasons I fell in love over and over again.”WWLLhere lovehere loveIVESIVES

Dulu aku mengira bagian paling indah dari cerita kita adalah saat kamu bertanya, "Maukah kamu jadi pacarku?" Tapi setelah menjalani hari-hari bersamamu, aku sadar... bagian terbaik ternyata bukan saat cerita itu dimulai. Melainkan setiap hari setelahnya. It's been eight months since we've been together. Kalau dipikir-pikir, delapan bulan bukanlah waktu yang sangat lama. Tapi entah kenapa, rasanya seperti aku sudah mengenalmu jauh lebih lama dari itu. Kalau kamu bertanya bagaimana rasanya menjalani delapan bulan bersamamu... Jawabanku sederhana. Aku mencintaimu lebih banyak setiap harinya. Bukan karena ada hal-hal besar yang kamu lakukan. Justru sebaliknya. Aku jatuh cinta lewat hal-hal kecil yang mungkin bahkan tidak kamu sadari. chapter 4. Where Love Lives

Terima kasih karena sudah menerima aku apa adanya. Terima kasih karena selalu menjadi orang pertama yang mendengarkan semua ceritaku, bahkan ketika ceritanya berantakan, terlalu panjang, atau sebenarnya tidak terlalu penting. Terima kasih karena tidak pernah membuatku merasa "terlalu banyak." Terima kasih karena menerima semua kekuranganku tanpa pernah memintaku menjadi orang lain. Terima kasih karena selalu mengingatkan hal-hal kecil yang sering kulewatkan. Terima kasih karena setiap kali aku kedinginan, kamu tanpa berpikir panjang langsung memberikan jaketmu, seolah memastikan aku merasa hangat lebih penting daripada dirimu sendiri. Terima kasih karena setiap hujan turun, kamu selalu menyempatkan diri mengelap jok motormu terlebih dahulu sebelum aku duduk. Mungkin bagi orang lain itu hanya hal kecil. Tapi bagiku, perhatian seperti itu tidak pernah terasa kecil. Where Love Lives

Aku juga tahu kamu berusaha belajar mengendarai motor dengan lebih hati-hati. Walaupun kadang aku masih suka ngomel atau marah karena merasa takut. Terima kasih karena tidak pernah kesal menghadapi cerewetku. Terima kasih karena setiap kali aku sedang haid dan kesakitan, kamu selalu memijat perutku tanpa diminta. Pelan-pelan aku mulai mengerti bahwa cinta ternyata tidak selalu diucapkan lewat kata "aku sayang kamu." Kadang cinta hadir dalam jaket yang dipinjamkan ketika aku menggigil. Dalam tangan yang diam-diam mengusap jok motor setelah hujan. Dalam pijatan kecil saat aku kesakitan. Dalam kesabaranmu menghadapi semua sisi diriku yang tidak selalu mudah. Dan dari semua hal itu, aku belajar satu hal. Rumah ternyata bukan selalu tentang sebuah tempat. Where Love Lives

Rumah adalah seseorang yang selalu membuatmu merasa aman, didengar, dipahami, dan dicintai. Dan tanpa kusadari... Aku telah menemukan rumah itu dalam dirimu. Jadi, kalau suatu hari nanti kamu bertanya, "Apa yang membuatku begitu mencintaimu?" Jawabannya bukan satu momen besar. Melainkan ratusan hal kecil yang kamu lakukan setiap hari, yang mungkin bahkan sudah kamu lupakan, tetapi akan selalu kuingat. setiap hari selalu ada satu alasan baru untuk semakin menyayangimu. Awalnya aku ingin menuliskan semua alasan itu dalam satu halaman. Tapi ternyata tidak cukup. Jadi, izinkan aku mendedikasikan satu chapter khusus untuk menceritakan sepuluh hal yang paling kusukai darimu. Where Love Lives

“If someone asked me why I love you, I could never answer with just one reason.”TTAAen thingsen thingsbout youbout you

I. The Way You Listen Ada banyak orang yang mendengar, tapi tidak benar- benar mendengarkan. Kamu berbeda. Kamu selalu membiarkanku menyelesaikan cerita, bahkan ketika ceritaku meloncat ke mana-mana. Kamu tidak pernah membuatku merasa terlalu banyak bicara atau terlalu berlebihan. Bersamamu, aku tidak pernah takut menjadi diriku sendiri. Terima kasih karena selalu mendengarkan, bahkan ketika aku sendiri tidak tahu bagaimana menjelaskan apa yang sedang kurasakan. 10 Things About You II. Your Patience Aku tahu aku bukan orang yang paling mudah dipahami. Aku bisa ngambek karena hal-hal kecil. Aku bisa overthinking. Tapi kamu selalu memilih untuk tetap tinggal. Kesabaranmu mengajariku bahwa dicintai bukan berarti menjadi sempurna.

Aku sering lupa pada hal-hal kecil. Tapi kamu justru selalu mengingatnya. Mengingat kalau aku sering lupa makan. Mengingat hal-hal yang bahkan pernah kuucapkan sambil bercanda. Rasanya menyenangkan mengetahui bahwa ada seseorang yang menyimpan hal-hal kecil tentangku di dalam ingatannya. III. The Way You Remember 10 Things About You IV. Your Dreams Ada satu hal tentangmu yang selalu membuatku kagum. Kamu punya banyak mimpi. Dan aku berharap suatu hari nanti, tidak ada lagi yang membuatmu merasa harus mengorbankan mimpi- mimpi itu. Aku ingin melihatmu berhasil, bukan hanya demi dirimu sendiri, tapi karena aku tahu kamu pantas mendapatkannya.

Di dunia yang penuh pilihan, kamu tetap memilih untuk berjalan di sampingku. Dan aku tidak pernah ingin menganggap itu sebagai sesuatu yang biasa. Karena dicintai dengan sengaja adalah salah satu hadiah terindah yang pernah kuterima. V. The Boy Who Makes Me Laugh 10 Things About You Kamu mungkin tidak sadar. Tapi banyak hari burukku berubah menjadi hari yang lebih ringan hanya karena tingkahmu yang receh. Kadang aku pura-pura kesal. Padahal diam-diam aku ikut tertawa. VI. The Way You Choose Me VII. You Make Me Feel Enough Kamu tidak pernah membuatku merasa harus menjadi orang lain agar pantas dicintai. Bersamamu, aku belajar bahwa menjadi diri sendiri ternyata sudah lebih dari cukup.

Ada hari-hari ketika aku meragukan diriku sendiri. Tapi anehnya, kamu selalu percaya padaku lebih dulu. Kamu selalu mendukung apa pun yang ingin kulakukan, bahkan ketika aku sendiri belum yakin bisa melakukannya. Terima kasih karena selalu menjadi orang yang mengingatkanku bahwa aku lebih kuat daripada yang kupikirkan. VIII. The Way You Believe in Me 10 Things About You IX. The Future I See Dulu, ketika membayangkan masa depan, aku selalu melihat diriku berjalan sendirian. Sekarang, entah kenapa, setiap kali aku membayangkannya... Selalu ada kamu di sana. Bukan karena aku tahu apa yang akan terjadi nanti. Tapi karena kalau memang ada seseorang yang ingin terus berada di sampingku, aku berharap orang itu adalah kamu.

Aku sempat berpikir akan mudah menulis sepuluh hal yang kusukai darimu. Ternyata tidak. Karena setiap kali aku selesai menulis satu alasan, selalu muncul alasan lainnya. Mungkin memang begitu rasanya mencintai seseorang. Selalu ada hal baru untuk disyukuri. Selalu ada alasan baru untuk tetap memilihnya. Jadi kalau suatu hari nanti kamu bertanya apa hal favoritku tentangmu... Jawabannya tetap sama. Kamu. X. Simply, You 10 Things About You

“A chapter about the dreams you sacrificed, the battles you never told me, and the person you became because of them.”TTYYhe dreamshe dreamsou set asideou set aside

Sebelum mengenalmu, aku selalu berpikir bahwa cinta adalah tentang menerima. Menerima perhatian. Menerima kasih sayang. Menerima seseorang yang memilih untuk tetap tinggal. Tapi setelah mengenalmu, aku belajar bahwa cinta juga tentang merelakan. Aku pernah bertanya-tanya, ada berapa banyak mimpi yang kamu simpan sendiri? Ada berapa banyak hal yang sebenarnya ingin kamu kejar, tapi perlahan kamu lepaskan karena keadaan, karena tanggung jawab, atau karena kamu lebih memilih memikirkan orang lain dibanding dirimu sendiri. Aku mengenal seorang anak laki-laki yang menghabiskan banyak waktunya di dalam air, mengejar satu tujuan yang begitu besar. Menjadi bagian dari tim nasional bukan hanya sekadar mimpi bagimu, tapi sesuatu yang kamu usahakan dengan seluruh kemampuanmu. The Dreams You Set Aside

Aku tahu, pasti tidak mudah ketika kamu harus menerima kenyataan bahwa ada hal-hal yang berada di luar kendalimu. Tentang mata yang membuat langkahmu menjadi lebih sulit, tentang tangan kirimu yang membuat perjalananmu tidak semudah orang lain. Hal-hal yang mungkin terlihat kecil bagi sebagian orang, tapi menjadi tantangan besar untukmu. Dan perlahan, kamu harus merelakan mimpi yang dulu begitu kamu cintai. Tapi ternyata, itu bukan satu-satunya mimpi yang harus kamu lepaskan. Kamu pernah punya mimpi lain. Mimpi untuk mengenakan seragam yang selama ini kamu bayangkan. Kamu bahkan rela meninggalkan sesuatu yang sudah menjadi bagian dari dirimu, sesuatu yang sudah menemani perjalananmu selama ini, demi mengejar jalan yang baru. Kamu berani memulai dari awal. Kamu berani mencoba. Kamu berani berharap. Tapi sekali lagi, hidup membawamu ke arah yang berbeda. The Dreams You Set Aside

Ada tahap terakhir yang tidak bisa kamu lewati. Ada kesempatan yang ternyata bukan menjadi milikmu. Ada mimpi yang harus kamu terima tidak berjalan sesuai dengan rencana. Dan ketika satu pintu lain terbuka, kamu kembali dihadapkan dengan pilihan yang tidak mudah. Kamu berhasil mendapatkan kesempatan untuk masuk ke jurusan yang sebenarnya juga kamu inginkan. Tapi keadaan membuatmu harus kembali mengalah. Kamu memilih menerima jalan yang berbeda, memilih tempat yang akhirnya menjadi bagian dari perjalanan hidupmu sekarang. Kadang aku berpikir, bagaimana rasanya menjadi kamu? Seseorang yang berkali-kali harus mengucapkan selamat tinggal kepada hal-hal yang pernah dia perjuangkan. Mungkin tidak banyak orang yang tahu berapa banyak hal yang pernah kamu korbankan. Mereka hanya melihat kamu yang sekarang, tanpa tahu berapa banyak versi dirimu yang pernah kamu tinggalkan untuk sampai di titik ini. The Dreams You Set Aside

Tapi aku ingin kamu tahu satu hal. Tidak semua mimpi yang tidak tercapai berarti sebuah kegagalan. Karena mungkin, mimpi-mimpi itu tidak benar-benar hilang. Mungkin mereka hanya mengantarkanmu ke jalan lain yang tidak pernah kamu bayangkan sebelumnya. Karena kalau semua berjalan sesuai rencanamu dulu, mungkin kita tidak akan pernah bertemu. Mungkin aku tidak akan pernah mengenal seseorang yang sekuat kamu. Seseorang yang tetap berjalan meskipun berkali-kali harus menerima kenyataan yang tidak sesuai harapan. Terima kasih sudah tetap berjuang meskipun ada banyak hal yang harus kamu relakan. Karena setiap mimpi yang kamu lepaskan, setiap jalan yang tidak berhasil kamu tempuh, ternyata membawa kamu sampai ke tempat di mana aku bisa menemukanmu. The Dreams You Set Aside

Dan aku harap kamu tahu, aku bangga dengan semua versi dirimu. Termasuk versi dirimu yang pernah punya mimpi, pernah kehilangan, dan tetap memilih untuk melanjutkan perjalanan. Kalau suatu hari nanti dunia memintamu memilih antara mimpimu dan aku... Pilihlah mimpimu. Karena aku tidak pernah ingin dicintai dengan cara membuatmu kehilangan dirimu sendiri. Aku ingin mencintaimu sambil melihatmu bertumbuh, bukan sambil melihatmu terus mengalah. Aku tidak ingin menjadi alasan kamu kembali mengubur mimpimu. Aku ingin menjadi orang yang berdiri di sampingmu ketika kamu mengejarnya. The Dreams You Set Aside

HHMMappy birthdayappy birthdayy lovey love

Happy Birthday, Sayang! Hari ini adalah hari ketika dunia pertama kali bertemu dengan seseorang yang, tanpa pernah kusangka, akan mengubah hidupku dengan cara yang begitu indah. Awalnya aku bingung harus memberikan hadiah apa untuk ulang tahunmu. Aku sempat berpikir untuk membelikan sesuatu yang bisa kamu simpan, tapi akhirnya aku sadar bahwa semua benda suatu hari nanti bisa rusak, hilang, atau terlupakan. Karena itu, aku memilih memberikan sesuatu yang mungkin jauh lebih sederhana: sebuah cerita. Cerita tentang kita, yang kutulis dari sudut pandang seseorang yang setiap harinya semakin bersyukur karena dipertemukan denganmu.HBappyirthday

Terima kasih sudah hadir di hidupku. Terima kasih sudah mengajarkanku bahwa cinta tidak selalu harus datang dengan sesuatu yang besar. Kadang cinta hadir lewat hal-hal sederhana—cara kamu mendengarkan ceritaku, meminjamkan jaketmu saat aku kedinginan, mengelap jok motor ketika hujan, memijat perutku saat aku kesakitan, atau sekadar memastikan aku sudah makan. Mungkin bagimu itu hanyalah kebiasaan, tetapi bagiku, semua itu adalah bentuk cinta yang akan selalu kuingat. Di usiamu yang baru ini, aku punya begitu banyak harapan untukmu. Aku berharap kamu selalu diberi kesehatan, kebahagiaan, hati yang tenang, dan langkah yang dimudahkan dalam setiap perjalananmu. Aku berharap semua doa yang selama ini kamu simpan diam-diam, satu per satu menemukan jalannya untuk menjadi nyata. Aku berharap kamu dipertemukan dengan lebih banyak kesempatan baik, orang-orang yang tulus, dan rezeki yang tidak pernah putus.HBappyirthday

Kalau nanti ada hari ketika kamu merasa lelah, gagal, atau mulai meragukan dirimu sendiri, semoga kamu mengingat bahwa selalu ada seseorang yang percaya padamu. Seseorang yang akan selalu bangga pada setiap langkahmu, sekecil apa pun itu. Aku mungkin tidak bisa menghilangkan semua bebanmu, tetapi aku ingin menjadi tempatmu beristirahat ketika dunia terasa terlalu berat. Ada harapan yang selalu kusimpan untukmu. Aku berharap kamu tidak pernah berhenti mengejar mimpi-mimpimu. Aku tahu ada beberapa mimpi yang pernah harus kamu relakan, dan aku tahu itu bukan hal yang mudah. Tapi bagiku, semua itu tidak pernah mengurangi siapa dirimu. Aku percaya suatu hari nanti kamu akan menemukan jalanmu sendiri, dan saat hari itu tiba, aku ingin menjadi orang yang berdiri paling depan untuk ikut bangga melihatmu berhasil.HBappyirthday

Aku juga punya harapan untuk kita. Semoga kita terus bertumbuh bersama, saling menguatkan, saling mengingatkan, dan saling memilih, bahkan ketika semuanya tidak selalu mudah. Semoga kita tidak pernah kehilangan cara untuk saling mendengarkan, meminta maaf, memaafkan, dan tertawa bersama. Terakhir, terima kasih sudah memilihku. Terima kasih sudah menjadi rumah yang bahkan tidak pernah kusadari sedang kucari. Semoga, kalau Tuhan mengizinkan, aku masih bisa menjadi bagian dari perjalanan panjangmu. Happy Birthday, my love. I love you more than these pages could ever say. With all my love, Cey.HBappyirthday

To Be Continued.....