Created in Canva
Di sebuah dapur rumah tua yang selalu beraroma pandan, hiduplah Tomi, seekor kucing berbulu jingga yang gemuk, dan Ciko, tikus kecil bertelinga lebar yang lincah. Selama bertahun-tahun, Tomi dan Ciko menjalankan tradisi harian mereka: kejar- kejaran. Bagi penghuni rumah, Tomi terlihat sedang menjalankan tugasnya sebagai penjaga dapur. Namun sebenarnya, pengejaran itu hanyalah permainan pura-pura. Tomi selalu sengaja memperlambat lari di tikungan, dan Ciko selalu berakting ketakutan sambil melompat ke dalam lubang dinding. Suatu sore, suasana dapur mendadak berubah. Pemilik rumah memasang perangkap besi baru berukuran besar di dekat rak piring dan mengumpaninya dengan sepotong keju cheddar yang wangi. Ciko, yang belum pernah melihat benda semacam itu, tergiur oleh aroma keju. Dari balik lubang dinding, ia bersiap melompat keluar. Tomi yang melihat hal tersebut langsung menyadari bahayanya. Dengan refleks cepat, Tomi melompat melintasi lantai dan memukul perangkap besi itu hingga meluncur jauh dan menabrak pintu dengan suara dentangan keras. Brak! Perangkap itu terpelanting dan terkunci tanpa menangkap apa pun. Ciko tertegun di tepi lubang, menyadari bahwa benda itu hampir saja menjepitnya. Tomi berjalan santai mendekati Ciko, lalu mengibaskan ekornya. Ia menggunakan cakarnya untuk menggeser keju yang terlepas dari perangkap ke dekat kaki Ciko. Ciko menatap keju itu, lalu mendongak menatap Tomi. Tanpa bersuara, tikus kecil itu menganggukkan kepala dan membawa kejunya masuk ke dalam lubang. Sejak sore itu, permainan kejar-kejaran mereka tetap berlanjut, tetapi Tomi selalu memastikan jalur lari Ciko aman dari bahaya apa pun.
Di sebuah dapur rumah tua yang selalu beraroma pandan, hiduplah Tomi, seekor kucing berbulu jingga yang gemuk, dan Ciko, tikus kecil bertelinga lebar yang lincah.
Selama bertahun-tahun, Tomi dan Ciko menjalankan tradisi harian mereka: kejar-kejaran. Bagi penghuni rumah, Tomi terlihat sedang menjalankan tugasnya sebagai penjaga dapur.
Namun sebenarnya, pengejaran itu hanyalah permainan pura-pura.
Tomi selalu sengaja memperlambat lari di tikungan, dan Ciko selalu berakting ketakutan sambil melompat ke dalam lubang dinding.
Suatu sore, suasana dapur mendadak berubah. Pemilik rumah memasang perangkap besi baru berukuran besar di dekat rak piring dan mengumpaninya dengan sepotong keju cheddar yang wangi.
Ciko, yang belum pernah melihat benda semacam itu, tergiur oleh aroma keju. Dari balik lubang dinding, ia bersiap melompat keluar.
Ciko, yang belum pernah melihat benda semacam itu, tergiur oleh aroma keju. Dari balik lubang dinding, ia bersiap melompat keluar.
Tomi yang melihat hal tersebut langsung menyadari bahayanya. Dengan refleks cepat,
Tomi melompat melintasi lantai dan memukul perangkap besi itu hingga meluncur jauh dan menabrak pintu dengan suara dentangan keras. Brak!
Tomi melompat melintasi lantai dan memukul perangkap besi itu hingga meluncur jauh dan menabrak pintu dengan suara dentangan keras. Brak!
Perangkap itu terpelanting dan terkunci tanpa menangkap apa pun. Ciko tertegun di tepi lubang, menyadari bahwa benda itu hampir saja menjepitnya.
Tomi berjalan santai mendekati Ciko, lalu mengibaskan ekornya. Ia menggunakan cakarnya untuk menggeser keju yang terlepas dari perangkap ke dekat kaki Ciko.
Ciko menatap keju itu, lalu mendongak menatap Tomi. Tanpa bersuara, tikus kecil itu menganggukkan kepala dan membawa kejunya masuk ke dalam lubang.
Sejak sore itu, permainan kejar-kejaran mereka tetap berlanjut, tetapi Tomi selalu memastikan jalur lari Ciko aman dari bahaya apa pun.