Buku saku edukasi gizi tentang pencegahan stunting pada anak, disusun oleh mahasiswa Program Sarjana Terapan Gizi dan Dietetika Poltekkes Kemenkes Malang. Ditujukan untuk keluarga, terutama orang tua dan calon orang tua, sebagai panduan sederhana memahami dan mencegah stunting sejak masa kehamilan hingga anak usia dua tahun.
Booklet edukasi gizi ini berjudul Gen-Zero Kelompok 5, disusun oleh mahasiswa Program Sarjana Terapan Gizi dan Dietetika Poltekkes Kemenkes Malang. Dokumen ini ditujukan bagi keluarga, terutama orang tua dan calon orang tua, sebagai panduan sederhana untuk memahami dan mencegah stunting pada anak sejak masa kehamilan hingga usia dua tahun.
Halaman pertama menjelaskan definisi stunting sebagai gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Ditegaskan bahwa anak pendek karena faktor genetik belum tentu stunting, dan stunting dapat dicegah karena disebabkan masalah gizi dan lingkungan.
Bagian ciri dan dampak stunting memaparkan tanda-tanda yang bisa diamati seperti tinggi badan lebih pendek dari seusia, berat badan sulit naik, dan mudah sakit. Dampak jangka pendek mencakup perkembangan otak terhambat dan daya tahan tubuh lemah, sedangkan jangka panjang meliputi risiko diabetes dan penyakit jantung saat dewasa.
Penyebab stunting dibagi menjadi penyebab langsung (asupan gizi kurang dan infeksi berulang) dan tidak langsung (pola asuh kurang tepat, sanitasi buruk, jarang periksa kehamilan). Bagian pencegahan sejak kehamilan memberikan panduan bagi ibu hamil: makan gizi seimbang, minum Tablet Tambah Darah, periksa kehamilan minimal 6 kali, dan peran keluarga mendukung.
Halaman selanjutnya membahas fondasi gizi anak melalui Inisiasi Menyusu Dini, ASI Eksklusif 0-6 bulan, dan MP-ASI dengan prinsip WHO. Panduan Isi Piringku dari Kemenkes menekankan separuh piring sayur dan buah, separuh lagi makanan pokok dan lauk dengan protein hewani setiap makan, serta contoh menu sehari untuk balita.
Bagian pola asuh dan kebiasaan makan mengajarkan pemberian makan responsif, jadwal makan teratur, dan tips 3A (Asih, Asuh, Asah). Halaman terakhir mencakup pencegahan infeksi melalui cuci tangan, imunisasi, dan pemantauan pertumbuhan di Posyandu, serta tantangan 7 hari GEN-ZERO untuk keluarga menerapkan kebiasaan sehat.