MAJALAH SIKAP PASCA BENCANA

View MAJALAH SIKAP PASCA BENCANA flipbook.

Menghadapi tantangan penanganan pasca-bencana, BPBD Kabupaten Tolitoli menghadirkan terobosan strategis melalui Proyek Perubahan bertajuk "SIKAP PASCA BENCANA" (Transformasi Digital Pemulihan Pasca Bencana Melalui Sistem Koordinasi Terpadu). Inovasi ini diusung oleh Ir. Abdullah Ahruna, S.Pt dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XVII Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI. KATA PENGANTAR WW.SIKAPPASCABENCANA.COMWW.SIKAPPASCABENCANA.COMWW.SIKAPPASCABENCANA.COMWW.SIKAPPASCABENCANA.COMHarapannya, inovasi digital ini dapat menjadi pijakan kuat dalam memperkuat ketangguhan daerah dan mengoptimalkan pelayanan bagi masyarakat Kabupaten Tolitoli.Sistem ini dirancang untuk mengintegrasikan koordinasi lintas sektor, mempercepat alur pemulihan, serta memastikan penanganan dampak bencana berjalan lebih terukur, transparan, dan tepat sasaran. Keberhasilan penyusunan rancangan ini tidak terlepas dari bimbingan dan dukungan penuh berbagai pihak, di antaranya: Muhammad Asrul Bantilan, S.Sos selaku Mentor atas arahan strategisnya. Dr. Muhammad Taufiq, DEA. (Kepala LAN RI) atas kesempatan dan dukungan program. Brisma Renaldy selaku Coach atas bimbingan masif selama proses penyusunan. Jajaran Widyaiswara, Narasumber, Panitia Pelaksana LAN RI & BPSDM, serta rekan-rekan peserta PKN II Angkatan XVII Tahun 2026. Harapannya, inovasi digital ini dapat menjadi pijakan kuat dalam memperkuat ketangguhan daerah dan mengoptimalkan pelayanan bagi masyarakat Kabupaten Tolitoli. Toli-toli, 03 Oktober 2026 Ir. Abdullah Ahruna, S.Pt

WWW.SIKAPPASCABENCANA.COM 01 MILESTONES tahap 1-602 STRATEGI PEMASARAN SEKTOR PUBLIK DAN PEMBERDAYAAN ORGANISASI E-SIKAP TOLITOLI 08 09 MAIN CONTENTS BURNING PLATFORM PENGEMBANGAN KOMPETENSI

01

Milestones02 TAHAPAN IMPLEMENTASI MILESTONE JANGKA PENDEK TAHAPAN IMPLEMENTASI MILESTONE JANGKA PENDEK PEMBENTUKAN TIM EFEKTIF “Bersama Tim Efektif Wujudkan Pemulihan Terukur." Pembentukan Tim Efektif merupakan langkah awal untuk menyiapkan penggerak internal yang membantu Project Leader mengoordinasikan tahapan perubahan, mengumpulkan bukti pelaksanaan, menyusun dokumen, serta menghubungkan kegiatan teknis dengan target proyek. Bukti dukung yang tersedia meliputi SK Tim Efektif dan berita acara pembentukan tim, disertai dokumentasi rapat/koordinasi. Keberadaan tim menjadi fondasi bagi pembagian tugas dan pengendalian pelaksanaan. Pada tahap lanjutan, efektivitas tim perlu dipertahankan melalui pembagian penanggung jawab per keluaran, jadwal tindak lanjut, pencatatan kendala, dan verifikasi kelengkapan bukti. Pembentukan tim dinilai sebagai output organisasi, sementara dampak terhadap percepatan pemulihan baru dapat dievaluasi setelah mekanisme koordinasi berjalan secara berulang.MENGGERAKKAN PERUBAHAN, MENGAKSELERASI PEMULIHAN." MENGGERAKKAN PERUBAHAN, MENGAKSELERASI PEMULIHAN." Milestones 1 Evidence :

PEMBENTUKAN DAN INTERNALISASI TIM SIKAPMILESTONE 2 Membangun Komitmen Lintas Sektor demi Pemulihan Pascabencana yang Tangguh Setiap inovasi besar yang berdampak luas memerlukan simpul koordinasi yang kuat. Dalam upaya mempercepat pemulihan pascabencana yang presisi dan berkelanjutan, Tim SIKAP hadir sebagai wadah kolaborasi lintas perangkat daerah. Pembentukannya menjadi fondasi utama untuk merajut sinergi, menyatukan kewenangan, dan memastikan setiap langkah pergerakan berjalan dalam satu irama yang sama.Langkah awal ini telah dikukuhkan secara formal melalui penyusunan kelengkapan administratifmulai dari Surat Keputusan (SK) Penetapan Tim SIKAP, berita acara pembentukan, hingga risalah pertemuan. Kehadiran dokumen- dokumen ini bukan sekadar pemenuhan legalitas di atas kertas, melainkan bukti nyata komitmen bersama dalam mengawal inovasi dari tahap perencanaan hingga eksekusi lapangan Tim SIKAP siap menjadi garda terdepan dalam mewujudkan pemulihan daerah yang lebih cepat, terintegrasi, dan berwawasan lingkungan. Namun, pembentukan tim hanyalah pintu masuk. Kunci keberhasilan sesungguhnya terletak pada proses internalisasi—menyamakan frekuensi dan membangun pemahaman mendalam di antara seluruh anggota tim. Melalui ruang-ruang diskusi produktif, Tim SIKAP diselaraskan untuk memahami tujuan besar proyek perubahan, pengoperasian prototipe digital, hingga pemetaan kebutuhan data yang akurat. Lebih dari itu, proses ini menanamkan kesadaran bersama akan krusialnya mengintegrasikan aspek kelestarian lingkungan ke dalam setiap tahapan pemulihan pascabencana. 03 Evidence

MILESTONE 3 PENYUSUNAN PERATURAN BUPATI TOLI-TOLI 1. Merancang Kerangka Kerjasama Lintas Sektor Proses penyusunan diawali dengan merumuskan kerangka aturan Rancangan Peraturan Bupati tentang Penerapan Sistem Koordinasi Terpadu Pemulihan Pasca Bencana Berbasis Lingkungan. Draf ini memuat landasan filosofis, yuridis, dan sosiologis pada bagian konsideran, serta memetakan secara presisi maksud, tujuan, ruang lingkup, hingga pembagian peran tiap perangkat daerah. Regulasi ini dirancang khusus untuk mengintegrasikan data kebencanaan, lingkungan, dan spasial dalam satu ekosistem informasi terpadu. Kesiapan administrasi penyusunan juga diperkuat dengan penyiapan Draf Keputusan Bupati mengenai Tim Penyusun Regulasi. Sebuah inovasi pelayanan publik yang berdampak luas membutuhkan legtimasi hukum yang kokoh agar tidak sekadar menjadi gerakan sesaat, melainkan menjadi sistem yang berkesinambungan. Dalam memperkuat implementasi proyek perubahan SIKAP PASCA BENCANA, penyusunan Rancangan Peraturan Bupati (Ranperbup) menjadi fondasi regulatif yang vital untuk membangun tata hubungan kerja terpadu antarperangkat daerah di Kabupaten Tolitoli. MENETAPKAN PAYUNG HUKUM, MENGUKUHKAN KOLABORASI 2. Memastikan Keselarasan melalui Uji Harmonisasi Melangkah pada tahap krusial berikutnya, draf aturan dilalui proses harmonisasi produk hukum daerah untuk menjamin kesesuaian substansi serta norma hukum yang berlaku. Sinergi ini diwujudkan melalui Rapat Fasilitasi Harmonisasi bersama Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Tengah serta Bagian Hukum Setda Kabupaten Tolitoli. Melalui ruang diskusi terarah ini, masukan konstruktif diserap untuk mematangkan substansi rancangan sebelum melangkah ke tahap penetapan akhir. 3. Merampungkan Naskah Siap Uji Buah dari penyelarasan dan koordinasi intensif tersebut memunculkan Naskah Lengkap Draf Peraturan Bupati. Naskah ini merincikan tata hubungan kerja, pembagian tugas teknis, hingga tata kelola platform digital dan data terpadu. Lengkap dengan pembubuhan paraf pada lembar naskah dan dokumen penjelasan pendukung, keluaran jangka pendek ini menegaskan bahwa fondasi regulasi SIKAP PASCA BENCANA telah siap melaju ke mekanisme pengesahan produk hukum daerah selanjutnya. Langkah Strategis Menuju Tata Kelola Pemulihan Pascabencana Berkelanjutan di Tolitoli Evidance04

MILESTONE 41Puncaknya ditandai dengan agenda bersejarah pada Jumat, 4 September 2026 di Ruang Suwot Molripakatan Bappeda Kabupaten Tolitoli. Dalam suasana khidmat dan penuh semangat kolaborasi, Pemerintah Kabupaten Tolitoli meresmikan Soft Launching dan Workshop Penggunaan dua aplikasi inovatif sekaligus: e-GRIYA TOLIS dan e-SIKAP PASCA BENCANA. Dihadiri langsung oleh Bupati Tolitoli, Sekretaris Daerah, para Kepala Perangkat Daerah, serta jajaran pemangku kepentingan, acara ini diakhiri dengan penandatanganan Berita Acara Komitmen Bersama—sebuah janji kolektif untuk menjadikan kedua sistem ini sebagai basis utama perencanaan dan tata kelola pembangunan daerah yang berwawasan lingkungan. Setiap terobosan teknologi membutuhkan pengujian yang matang sebelum diterapkan secara luas. Guna memastikan keandalan, kepraktisan, dan kesiapan sistem e-SIKAP PASCA BENCANA, Pemerintah Kabupaten Tolitoli menggelar serangkaian kegiatan Uji Coba Terbatas pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) percontohan. Langkah ini menjadi momentum krusial untuk mengidentifikasi kebutuhan penyempurnaan sekaligus memperkuat sinergi antar-instansi dalam pengoperasian platform digital tersebut. 2. Merancang Arus Informasi yang Presisi Agar alur kerja berjalan tanpa hambatan, dirancang Alur Pelaporan Terpadu e-SIKAP. Arus informasi disusun secara sistematis mulai dari penyediaan data risiko awal, identifikasi dampak dan tingkat kerentanan (exposure), penentuan skala prioritas intervensi, hingga pemantauan dan evaluasi pengurangan risiko jangka panjang. Arsitektur proses ini memastikan setiap data yang masuk terolah menjadi rekomendasi kebijakan yang matang dan siap dieksekusi. 3. Wajah Baru Transformasi Digital: Antarmuka e-SIKAP Sebagai muara dari seluruh rangkaian visualisasi, Desain Awal Tampilan e-SIKAP hadir dengan antarmuka (interface) yang intuitif dan informatif. Dasbor ini menyajikan peta tematik genangan air, matriks penilaian prioritas, indikator Pengurangan Risiko Bencana (PRB), hingga pemetaan kegiatan fisik proyek beserta kontribusinya. Dengan tampilan data yang serba terukur dan real-time, e- SIKAP siap menjadi navigasi utama bagi para pengambil keputusan dalam mewujudkan pemulihan pascabencana Mengintip Wajah e-SIKAP: Dasbor Digital Pengendali Pemulihan Pascabencana MENGUJI KEANDALAN E-SIKAP MELALUI UJI COBA TERBATAS DAN KOMITMEN BERSAMA Evidance05

MILESTONE 5 MENGUJI KEANDALAN E-SIKAP MELALUI UJI COBA TERBATAS DAN KOMITMEN BERSAMA 1.Tahap uji coba diawali dengan penyiapan materi simulasi yang komprehensif. Melalui portal resmi https://sikapbencana.com/, para peserta diperkenalkan pada struktur data risiko, pemetaan dampak dan eksposur, penilaian prioritas, hingga pembagian peran antar-OPD. Simulasi ini memberikan gambaran nyata bagaimana data dari setiap instansi saling terhubung secara harmonis untuk mendukung pengambilan keputusan.Puncaknya ditandai dengan agenda bersejarah pada Jumat, 4 September 2026 di Ruang Suwot Molripakatan Bappeda Kabupaten Tolitoli. Dalam suasana khidmat dan penuh semangat kolaborasi, Pemerintah Kabupaten Tolitoli meresmikan Soft Launching dan Workshop Penggunaan dua aplikasi inovatif sekaligus: e-GRIYA TOLIS dan e-SIKAP PASCA BENCANA. Dihadiri langsung oleh Bupati Tolitoli, Sekretaris Daerah, para Kepala Perangkat Daerah, Setiap terobosan teknologi membutuhkan pengujian yang matang sebelum diterapkan secara luas. Guna memastikan keandalan, kepraktisan, dan kesiapan sistem e-SIKAP PASCA BENCANA, Pemerintah Kabupaten Tolitoli menggelar serangkaian kegiatan Uji Coba Terbatas pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) percontohan. Langkah ini menjadi momentum krusial untuk mengidentifikasi kebutuhan penyempurnaan sekaligus memperkuat sinergi antar-instansi dalam pengoperasian platform digital tersebut. 2. Pengujian Lapangan melalui Penginputan Data Melanjutkan komitmen tersebut, pada 13 September 2026 dilaksanakan uji coba teknis penginputan data secara terbatas. Didokumentasikan secara rinci melalui foto dan rekaman video kegiatan, para operator dan perwakilan OPD secara langsung mempraktikkan proses alur data pascabencana ke dalam sistem. Tahap ini menguji kesiapan teknis, alur navigasi antarmuka, serta kelancaran proses interaksi pengguna (user experience) di lapangan. 3. Menghimpun Umpan Balik untuk Penyempurnaan Sistem Proses uji coba dan demonstrasi interaktif melahirkan berbagai masukan konstruktif. Evaluasi terfokus pada penguatan kelengkapan data, penyempurnaan alur pelaporan, kejelasan pembagian peran, hingga kemudahan penggunaan platform. Seluruh catatan berharga ini dihimpun menjadi basis formulasi perbaikan (feedback loop), memastikan bahwa prototipe e-SIKAP yang kelak digunakan secara penuh benar-benar andal, responsif, dan tepat guna. DARI SIMULASI MENUJU AKSI NYATA Evidance06

MILESTONE 6 FINALISASI DOKUMEN DAN LAPORAN KESIAPAN 1.Menyempurnakan Seluruh Dokumen Keluaran Penyempurnaan komprehensif dilakukan terhadap seluruh substansi yang telah dihasilkan. Fokus utama diarahkan pada penyelarasan (harmonization) antara regulasi pendukung, mekanisme koordinasi antar-OPD, struktur data risiko, serta operasionalisasi prototipe e- SIKAP.Sebagai bukti kesiapan regulatif, draf Peraturan Bupati tentang SIKAP telah melalui proses harmonisasi internal dan dibubuhi paraf administratif. Momen ini menegaskan bahwa kerangka hukum telah matang dan siap melaju ke proses penetapan resmi Peraturan Bupati pada tahap berikutnya. Konsolidasi Dokumen dan Evaluasi Kesiapan e-SIKAP Pascabencana di Kabupaten Tolitoli Menutup seluruh rangkaian aksi implementasi jangka pendek, tahap Finalisasi Dokumen dan Laporan Kesiapan menjadi muara pengikat bagi seluruh hasil kerja keras yang telah dilakukan. Langkah ini tidak sekadar merangkum berkas, melainkan mengonsolidasikan seluruh aspek—mulai dari draf regulasi, arsitektur sistem digital, hasil soft launching, workshop, hingga uji coba terbatas—menjadi satu paket laporan eksekutif yang akuntabel dan siap ditindaklanjuti. 2. Memastikan Akuntabilitas melalui Verifikasi Kelengkapan Untuk menjamin kualitas dan transparansi proyek perubahan, proses Verifikasi Kelengkapan dilaksanakan secara sistematis. Tim menguji kesesuaian antara target capaian jangka pendek dengan bukti fisik (evidence) yang terkumpul di lapangan.Melalui daftar pemeriksaan kelengkapan (checklist verification), seluruh dokumen—mulai dari SK, berita acara, data spasial, risalah rapat, hingga video uji coba— dipastikan telah valid dan lengkap sebelum dibundel menjadi dokumen final. 3. Merumuskan Laporan Evaluasi Tahap Awal Sebagai penutup yang objektif, seluruh perjalanan implementasi dituangkan ke dalam Laporan Evaluasi Implementasi Tahap Awal e-SIKAP PASCA BENCANA. Laporan ini membedah kesesuaian antara rencana aksi dan realisasi di lapangan, keterlibatan stakeholder, hingga catatan kritis dari pelaksanaan soft launching pada 4 September 2026 lalu di Suwot Molripakatan Bappeda Kabupaten Tolitoli. MENUNTASKAN FONDASI, MENYONGSONG KEBERLANJUTANEvidance LAPORAN EVALUASI INI MENJADI PIJAKAN STRATEGIS DAN PETA JALAN (ROADMAP) BAGI PEMERINTAH KABUPATEN TOLITOLI UNTUK MENGEMBANGKANNYA KE FASE PENERAPAN PENUH (FULL IMPLEMENTATION) PADA JANGKA MENENGAH DAN PANJANG.07

STRATEGI PEMASARAN SEKTOR PUBLIK DAN PEMBERDAYAAN ORGANISASI E-SIKAP TOLITOLI2. Mobilisasi Lintas Stakeholder Sinergi dibangun secara bertahap dengan merangkulkan seluruh elemen, baik internal birokrasi maupun ekstralokal: Promotor (Penentu Kebijakan): Menggalang legitimasi dan arahan strategis dari Bupati, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah (Mentor), Wakil Ketua DPRD, serta Bappeda dan BPBD. Latens (Pendukung Regulasi & Teknis): Melibatkan Bagian Hukum Setda, Kanwil Kemenkumham Sulteng, BPKAD, dan BPBD Provinsi Sulteng untuk memantapkan payung hukum dan dukungan teknis. Stakeholder Eksternal & Media: Membangun kemitraan dengan akademisi (Universitas Madako, LPPM Untad), komunitas peduli bencana (KMPB, DESTANA Tuweley, Komunitas Bumi Kita), serta media massa (TVRI Sulteng, Radar Palu) guna menjamin transparansi publik. 1. Pemasaran Sektor Publik (4P + 1C) Product (Produk): Mekanisme koordinasi terpadu berbasis regulasi dan prototipe dasbor digital e- SIKAP untuk pengelolaan data risiko, pemulihan, dan pemantauan pascabencana. Price (Biaya): Efisiensi anggaran dengan mengoptimalkan sumber daya dan infrastruktur IT Pemkab Tolitoli yang sudah ada secara bertahap. Place (Lokasi & Akses): Diterapkan di lingkungan Pemkab Tolitoli dengan melibatkan OPD teknis (BPBD, Bappeda, PUPR, DLH, Dinkes) hingga pemerintah kecamatan dan kelurahan. Promotion (Promosi): Sosialisasi intensif melalui internalisasi tim, workshop, soft launching, simulasi aplikasi, dan diseminasi media massa. Customer/Stakeholder (Pengguna): Perangkat daerah pengambil kebijakan, unit teknis operasional, hingga masyarakat terdampak bencana sebagai penerima manfaat utama. "Merajut Kolaborasi, Membangun Tolitoli Tangguh Bencana."Evidance08ProductProduct PROMOSI PRICESkehlrsSkehlrs

Mobilisasi Stakeholders Secara keseluruhan, mobilisasi stakeholders telah mendorong berkembangnya dukungan dari sekadar penyampaian informasi menjadi jejaring dukungan dan kolaborasi lintas stakeholder, yang ditunjukkan melalui surat dukungan, forum koordinasi, workshop, soft launching, pengembangan dashboard, uji coba terbatas, dan komunikasi dengan stakeholder eksternal. Dampak tersebut menjadi fondasi awal keberlanjutan SIKAP PASCA BENCANA. Namun, penguatan komitmen dan keterlibatan stakeholder masih perlu dilanjutkan melalui penguatan regulasi, standardisasi data, peningkatan kapasitas, perluasan penggunaan sistem, serta integrasi SIKAP dalam perencanaan dan penganggaran daerah. Pada kelompok Promotor, mobilisasi memperkuat dukungan kebijakan, arahan, koordinasi, dan dukungan teknis dalam pengembangan SIKAP. Pada kelompok Laten, mobilisasi meningkatkan pemahaman dan membuka ruang keterlibatan sesuai kewenangan, khususnya dalam aspek regulasi, koordinasi, dan dukungan teknis. Pada kelompok Defender, mobilisasi membuka ruang partisipasi untuk penyampaian informasi, masukan, dan perspektif lapangan maupun akademik. Sementara pada kelompok Apathetics, komunikasi memberikan pemahaman mengenai manfaat SIKAP serta membuka peluang keterlibatan dalam pendampingan, penyebarluasan informasi, dan penguatan partisipasi masyarakat. Rangkaian komunikasi, koordinasi, penyampaian gagasan, permohonan dukungan, pelibatan dalam forum, dan uji coba terbatas memberikan dampak berupa meningkatnya pemahaman, dukungan, dan keterlibatan stakeholders terhadap pelaksanaan SIKAP PASCA BENCANA. Mobilisasi juga membangun pemahaman bahwa SIKAP merupakan perubahan tata kelola yang membutuhkan dukungan regulasi, koordinasi lintas sektor, keterpaduan data, pembagian peran, dan partisipasi berbagai pihak.Dampak upaya mobilisasi stakeholders9

KOMUNIKASIKOMUNIKASI PUBLIK DANPUBLIK DAN PUBLIKASIPUBLIKASI KOMUNIKASI PUBLIK DAN PUBLIKASI Komunikasi publik dilakukan sebagai bagian dari strategi diseminasi untuk memperkenalkan SIKAP PASCA BENCANA kepada perangkat daerah, stakeholder, dan masyarakat. Kegiatan soft launching pada 4 September 2026 di Suwot Molripakatan Bappeda Kabupaten Toli-Toli, yang dilanjutkan dengan workshop serta demonstrasi/simulasi aplikasi Rekap media yang tersedia menunjukkan adanya publikasi melalui sejumlah media lokal serta kanal media sosial SIKAP PASCA BENCANA.Komunikasi dan publikasi tersebut memberikan dukungan terhadap pengenalan, pemahaman, dan penerimaan awal terhadap inovasi.10

DARI POTENSI DIRI MENUJU AKSI NYATA Mengasah Kepemimpinan, Membangun Sinergi Pemulihan Bencana Tolitoli Pelaksanaan proyek perubahan SIKAP PASCA BENCANA di Kabupaten Tolitoli tidak hanya berfokus pada pembangunan sistem, tetapi juga pada transformasi kapasitas kepemimpinan dan penguatan kompetensi organisasi. Berbasis hasil asesmen potensi diri 1. Pengembangan Kompetensi Diri (Talent DNA) Melalui asesmen Talent DNA oleh ESQ Training, teridentifikasi peta talenta individu yang menjadi dasar penyusunan strategi pengembangan diri. Kekuatan Utama (Top Talent): Mengoptimalkan karakter Advisor, Aversive, Collector, Focused, Forging, Genuine, Harmony, Logical, Personalizer, dan Sociable untuk mengawal tata kelola proyek secara cermat, tulus, dan komunikatif. Pengembangan Potensi (Bottom Talent): Mengasah variabel Personalizer, Caring, Generous, Contemplative, dan Vigorous melalui peningkatan literasi kebencanaan dan kepemimpinan kolaboratif. Aksi Literasi & Mentoring: Literasi Kebencanaan: Mempelajari buku Manajemen Penanggulangan Bencana (Dr. I. Khambali, 2017) untuk memperkuat basis data dan mitigasi risiko. Kepemimpinan Kolaboratif: Membedah buku Kepemimpinan Kolaboratif pada Tanggap Darurat Bencana (Dr. Abdul Haris Achadi, 2023) guna mengasah komunikasi lintas sektor. Mentoring Berkelanjutan: Konsultasi rutin bersama Mentor dan Coach untuk menjamin ketepatan milestone, validasi evidence, dan keberlanjutan dampak. 2. Penguatan Kompetensi Kelompok: Kolaborasi Lintas Sektor Pengembangan kelompok diarahkan untuk mengikis ego sektoral antar-OPD (BPBD, Bappeda, PUPR, DLH, dan unit teknis lainnya) melalui dua pendekatan utama: 1. Kesetaraan & Kolaborasi: Membuka ruang dialog yang setara agar pemulihan pascabencana dipahami sebagai tanggung jawab bersama, bukan beban satu instansi semata. 2. Kepercayaan & Kepedulian: Membangun kepedulian tulus terhadap kebutuhan masyarakat terdampak, menjadikan masukan lapangan sebagai dasar penyempurnaan prototipe e- SIKAP.Evidance11

Mata Pelatihan Pilihan Kepemimpinan Adaptif & Digital Leadership: Menguatkan keluwesan memimpin perubahan dan pemanfaatan teknologi digital, yang diterapkan secara nyata dalam pembentukan Tim Efektif dan Tim SIKAP, mobilisasi stakeholder, serta pengawalan operasional proyek perubahan. Manajemen Pemulihan Pasca Bencana Terpadu Berbasis Lingkungan & Ketahanan Wilayah di manfaatkan untuk: Penyusunan Draf Perbup, pembagian peran OPD, dan alur pemulihan berbasis lingkungan Pemimpin Melek teknologi dalam Integrasi Data Spasial/GIS & Teknologi Digital: Memperkuat kemampuan pengolahan data spasial dan sistem digital kebencanaan, yang diwujudkan melalui penyusunan alur data terpadu, perancangan prototipe dashboard, hingga simulasi dan uji coba aplikasi e- SIKAP.Evidance12

Ringkasan Output dan Outcome 1. Output Jangka Pendek (2 Bulan) Peraturan Bupati PERATURAN BUPATI TOLI-TOLI NOMOR 17 TAHUN 2026 TENTANG PENERAPAN SISTEM KOORDINASI TERPADU PEMULIHAN PASCA BENCANA BERBASIS LINGKUNGAN dipercepat ke Jangka Pendek Prototipe Dasbor Digital e- SIKAP: Sistem informasi terintegrasi untuk pengelolaan data risiko, dampak, dan pemantauan pemulihan. Alur Koordinasi & Standar Indikator Data: Pedoman pembagian peran antar-OPD (BPBD, Bappeda, PUPR, DLH, dll.). Uji Coba Terbatas & Simulasi: Pelaksanaan simulasi dan workshop bersama OPD percontohan.www.sikappascabencana .comO U T P U TO U T P U TJANGKA PENDEKJANGKA PENDEK13

Langkah Nyata Kabupaten Toli-Toli Menuju Ketahanan Wilayah yang Berkelanjutan Toli-Toli — Bencana tidak hanya meninggalkan jejak kerusakan fisik, tetapi juga menguji sejauh mana sebuah daerah mampu bangkit secara cepat, tepat, dan terarah. Di Kabupaten Toli-Toli, kesadaran ini melahirkan sebuah terobosan strategis: SIKAP PASCA BENCANA (Sistem Koordinasi Terpadu Pemulihan Pasca Bencana). Sebuah proyek perubahan yang diikhtiarkan bukan sekadar sebagai pembaruan teknologi, melainkan sebagai bentuk transformasi menyeluruh dalam tata kelola pemulihan daerah. Pondasi Kokoh dalam Enam Langkah Strategis Menyadari pentingnya kesiapan tata kelola, implementasi SIKAP PASCA BENCANA pada tahap jangka pendek difokuskan pada pembentukan fondasi yang solid melalui enam milestone utama. Diawali dengan pembentukan Tim EFEKTIF serta pembentukan dan internalisasi Tim SIKAP, proyek ini meletakkan kolaborasi lintas instansi sebagai pilar utama. Langkah ini disusul dengan penyusunan Draf Peraturan Bupati (Perbup) sebagai payung hukum formal, perancangan alur kerja terpadu, hingga pembuatan prototipe dashboard digital e-SIKAP. Melalui rangkaian uji coba terbatas (piloting) serta finalisasi dokumen kesiapan, seluruh keluaran jangka pendek ini berhasil diwujudkan sebagai pijakan kuat menuju operasionalisasi penuh di masa depan. kesimpulanMENTRANSFORMASI TATA KELOLA PEMULIHAN PASCA BENCANA "PROYEK INI MENUNJUKKAN BAHWA TEKNOLOGI HANYALAH ALAT PENUNJANG. KUNCI UTAMA KEBERHASILAN TERLETAK PADA KEPEMIMPINAN KOLABORATIF, KOMUNIKASI YANG TERBUKA, DAN SEMANGAT BELAJAR BERSAMA."14

Dari rangkaian perjalanan jangka pendek yang telah dilalui, lahir enam pilar pembelajaran strategis (lesson learnt) yang menjadi pijakan penting bagi keberlanjutan perubahan di masa depan.Menyatukan Langkah, Menyelaraskan Persepsi Inovasi terbaik sekalipun akan runtuh jika tidak disertai dengan kesamaan pandangan. Perbedaan tugas, fungsi, dan ego sektoral antar-Perangkat Daerah (OPD) menjadi tantangan awal yang harus dilalui. Melalui komunikasi yang intensif dan pelibatan aktif seluruh pemangku kepentingan, SIKAP PASCA BENCANA berhasil menyamakan persepsi mengenai tujuan, peran, dan mekanisme kerja bersama. Ketika seluruh pihak memahami kontribusinya, pendekatan sektoral yang kaku dapat digantikan oleh pola kerja terpadu. Setiap proses transformasi tata kelola pemerintahan selalu menyisakan pelajaran berharga. Proyek perubahan SIKAP PASCA BENCANA (Sistem Koordinasi Terpadu Pemulihan Pasca Bencana) di Kabupaten Toli-Toli bukan sekadar menghadirkan perangkat lunak baru, melainkan sebuah proses reflektif tentang bagaimana birokrasi belajar, beradaptasi, dan membangun fondasi pemulihan daerah yang lebih tangguh. LESSON LEARNT Transformatif: Teknologi yang Mengubah Cara Kerja Pengembangan platform digital e-SIKAP membuktikan bahwa digitalisasi bukan sekadar menghadirkan dasbor cerdas atau aplikasi di layar komputer. Teknologi hanya akan bernilai jika diikuti oleh perubahan budaya kerja, kejelasan sumber data, standardisasi informasi, serta mekanisme validasi yang ketat. Kunci keberhasilan e-SIKAP terletak pada kesiapan aparatur dalam memanfaatkan data berkualitas sebagai basis pengambilan keputusan.15

Toli-Toli — Keberhasilan menyelesaikan milestone jangka pendek bukanlah titik akhir, melainkan gerbang pembuka menuju transformasi yang sesungguhnya. Fondasi yang telah diletakkan melalui pembentukan Tim Efektif, draf Peraturan Bupati, hingga hadirnya prototipe dasbor e-SIKAP kini siap ditindaklanjuti melalui peta jalan (roadmap) yang terukur demi mewujudkan Kabupaten Toli-Toli yang tangguh bencana. Jangka Menengah (6 Bulan): Dari Regulasi Menuju Operasionalisasi Penuh Dalam enam bulan ke depan, fokus utama dialihkan pada legalisasi formal dan kesiapan operasional di lapangan. Agenda strategis yang akan segera dieksekusi meliputi: Pengesahan Peraturan Bupati (Perbup): Memfinalisasi dan mengesahkan Perbup SIKAP PASCA BENCANA sebagai payung hukum resmi tata hubungan kerja antar-OPD. Operasionalisasi Penuh Dasbor e-SIKAP: Mengembangkan prototipe menjadi sistem produksi yang terintegrasi penuh dengan standar input data yang seragam. Penguatan Kapasitas SDM: Menggelar pelatihan intensif dan workshop berkala bagi operator serta pejabat teknis di BPBD, Bappeda, PUPR, DLH, hingga tingkat kecamatan. Standardisasi Protocols & Data: Menyusun Standard Operating Procedures (SOP) baku interkoneksi data antar-sektor agar alur pelaporan berjalan lancar tanpa hambatan birokrasi. Jangka Panjang, Agar inovasi ini tidak berhenti di tengah jalan, strategi keberlanjutan dibangun di atas empat pilar utama: 1.Keberlanjutan Regulasi: Memastikan payung hukum selalu relevan dan mengikat secara kelembagaan. 2.Keberlanjutan Sumber Daya & Anggaran: Memastikan alokasi pemeliharaan sistem dan peningkatan kapasitas masuk dalam DPA bulanan/tahunan OPD. 3.Keberlanjutan Teknologi & Data: Menjaga keandalan infrastruktur server, keamanan data, serta pembaharuan fitur sesuai kebutuhan pengguna. 4.Keberlanjutan Kolaborasi Lintas Sektor: Merawat budaya kerja adaptif dan sinergi antar-stakeholder secara konsisten.16RencanaRencanatindak lanjuttindak lanjut

Galery Foto17

bpbdtolitoli.com B P B D T O L I T O L I B P B D T O L I T O L I Darurat: 112 | Email: info@bpbdtolitoli.com | Alamat: Kantor BPBD Daerah Darurat: 112 | Email: info@bpbdtolitoli.com | Alamat: Kantor BPBD Daerah INSTAGRAM @BPBDTOLITOLI.COM FACEBOOK BPBD TOLITOLI