Majalah Informasi Kesehatan Gembong (5)

View Majalah Informasi Kesehatan Gembong (5) flipbook.

OPTIMALISASI KOORDINASI RUJUKAN ANTAR FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN PRIMER MELALUI PEMBUATAN SIJARUM (SISTEM JEJARING RUJUKAN TERINTEGRASI PUSKESMAS GEMBONG) BERBASIS GOOGLE WORKSPACE DI UPTD PUSKESMAS GEMBONG KABUPATEN TANGERANG BAB II: Profil Kinerja PelayananBAB I: Pendahuluan BAB III: Analisis Masalah Layanan RANCANGAN AKSI PERUBAHAN (RAP) EDISI NO.01 UPTD PUSKESMAS GEMBONG, KECAMATAN BALARAJA, KABUPATEN TANGERANG Pelatihan Kepemimpinan Pengawas Angkatan XXII

KATA PENGANTAR Rancangan Aksi Perubahan (RAP) Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunia-Nya sehingga Rancangan Aksi Perubahan “Optimalisasi Koordinasi Rujukan Antar Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer melalui Pembuatan SIJARUM (Sistem Jejaring Rujukan Terintegrasi Puskesmas Gembong) Berbasis Google Workspace di UPTD Puskesmas Gembong Kabupaten Tangerang” dapat disusun dengan baik. Rancangan ini disusun sebagai upaya meningkatkan koordinasi rujukan yang sebelumnya masih dilakukan secara manual melalui pemanfaatan teknologi informasi, penguatan tata kelola, dan kolaborasi antar fasilitas pelayanan kesehatan primer agar proses rujukan menjadi lebih cepat, terintegrasi, terdokumentasi, mudah dipantau, dan berkelanjutan dalam mendukung peningkatan mutu pelayanan kesehatan. Penyusunan dokumen ini tidak terlepas dari bimbingan, arahan, dan dukungan berbagai pihak. Penulis menyampaikan terima kasih kepada Bapak dr. Hendra Tarmizi, MARS., selaku Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Bapak dr. Ahmad Sobari, M.IP., selaku Kepala UPTD Puskesmas Gembong sekaligus Mentor, dan Bapak Mochamad Fatwadi, ST, MT, M.Sc., selaku Coach, atas arahan, bimbingan, dukungan, motivasi, serta pendampingan selama penyusunan rancangan aksi perubahan, serta kepada Widyaiswara dan seluruh panitia Pelatihan Kepemimpinan Pengawas Angkatan XXII Tahun 2026 pada BPSDMD Provinsi Banten atas ilmu dan fasilitasi yang diberikan, dan seluruh jajaran staf UPTD Puskesmas Gembong atas kerja sama serta dukungannya dalam pelaksanaan rancangan aksi perubahan. Penulis menyadari bahwa Rancangan Aksi Perubahan ini masih memiliki keterbatasan sehingga kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan untuk penyempurnaan pada tahapan selanjutnya. Rancangan ini diharapkan dapat menjadi gambaran awal pengembangan inovasi dalam memperkuat koordinasi dan jejaring pelayanan kesehatan primer melalui SIJARUM, sehingga dapat memberikan manfaat bagi Puskesmas, jejaring fasilitas pelayanan kesehatan, tenaga kesehatan, dan terutama masyarakat sebagai penerima layanan.

BAB I Pendahuluan Rancangan Aksi Perubahan (RAP) Latar Belakang & Tujuan Aksi Perubahan UPTD Puskesmas Gembong

Latar Belakang Rancangan Aksi Perubahan (RAP) BAB I — Pendahuluan Aksi Perubahan Pelayanan Kesehatan UPTD Puskesmas Gembong memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu, berkesinambungan, dan sesuai kebutuhan masyarakat. Sejalan dengan Transformasi Sistem Kesehatan Nasional dan Integrasi Layanan Primer (ILP), Puskesmas perlu memperkuat koordinasi pelayanan serta memanfaatkan teknologi informasi untuk meningkatkan efektivitas tata kelola pelayanan. Hasil diagnosis organisasi menunjukkan bahwa belum optimalnya koordinasi rujukan antar fasilitas pelayanan kesehatan primer menjadi salah satu masalah prioritas. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh komunikasi yang belum efektif, proses koordinasi yang masih manual, serta belum tersedianya media yang dapat mengintegrasikan pencatatan, komunikasi, dan monitoring rujukan. Sebagai solusi, dikembangkan SIJARUM (Sistem Jejaring Rujukan Terintegrasi Puskesmas Gembong) sebagai inovasi untuk memperkuat koordinasi rujukan berbasis teknologi informasi. SIJARUM mengintegrasikan SOP, jejaring fasilitas pelayanan kesehatan, media komunikasi, pengelolaan data, dan dashboard monitoring agar proses rujukan menjadi lebih cepat, terdokumentasi, mudah dipantau, dan mendukung pengambilan keputusan berbasis data.

Rancangan Aksi Perubahan (RAP) Tujuan aksi perubahan ini adalah mewujudkan koordinasi rujukan antar fasilitas pelayanan kesehatan primer yang lebih terintegrasi, efektif, akuntabel, dan berkelanjutan melalui implementasi SIJARUM (Sistem Jejaring Rujukan Terintegrasi Puskesmas Gembong) sebagai inovasi tata kelola koordinasi rujukan berbasis teknologi informasi untuk mendukung peningkatan mutu pelayanan kesehatan di UPTD Puskesmas Gembong. Tujuan jangka panjang yang akan dicapai setelah lebih dari satu tahun adalah mewujudkan implementasi SIJARUM pada 20 fasilitas pelayanan kesehatan primer di wilayah kerja UPTD Puskesmas Gembong sehingga tercipta koordinasi rujukan yang terintegrasi, terstandar, berkelanjutan, dan mendukung peningkatan mutu pelayanan kesehatan. Tujuan jangka pendek yang akan dicapai selama 60 hari adalah membangun fondasi implementasi SIJARUM (Sistem Jejaring Rujukan Terintegrasi Puskesmas Gembong) melalui penguatan tata kelola, penyusunan SOP, pembentukan media koordinasi, sosialisasi, dan uji coba pada 6 fasilitas pelayanan kesehatan primer di wilayah kerja UPTD Puskesmas Gembong. Aksi perubahan SIJARUM berlandaskan pada amanat peningkatan mutu layanan kesehatan primer, Permenkes tentang sistem rujukan, serta komitmen UPTD Puskesmas Gembong untuk menghadirkan layanan yang responsif, terkoordinasi, dan berorientasi pada keselamatan pasien. Tujuan jangka menengah yang akan dicapai dalam kurun waktu 6 bulan sampai 1 tahun adalah mengimplementasikan SIJARUM pada 10 fasilitas pelayanan kesehatan primer di wilayah kerja UPTD Puskesmas Gembong sehingga koordinasi sistem rujukan berjalan lebih efektif, terstandar, dan berkelanjutan. Tujuan Aksi Perubahan Tujuan Umum Tujuan Jangka Panjang (> 1 Tahun) 01 04 02 05 03 Tujuan Jangka Pendek (60 Hari) Landasan Aksi Perubahan Tujuan Jangka Menengah (6 Bulan – 1 Tahun)

Rancangan Aksi Perubahan (RAP) Manfaat Aksi Perubahan Bagi Stakeholder: Memperkuat sinergi antara Puskesmas Gembong dengan fasilitas kesehatan rujukan, dinas kesehatan, dan mitra lintas sektor. Bagi Masyarakat: Meningkatkan akses layanan rujukan yang cepat, tepat, dan terkoordinasi sehingga masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih berkualitas dan berkeadilan. Bagi Reformer: Meningkatkan kompetensi kepemimpinan dan manajerial dalam pengelolaan sistem rujukan. Bagi Unit Kerja: Memperkuat koordinasi internal lintas program, meningkatkan efisiensi administrasi, dan mendorong budaya kerja berbasis inovasi digital di lingkungan Puskesmas Gembong. Manfaat bagi Stakeholder & Masyarakat Manfaat bagi Reformer & Unit Kerja

Ruang Lingkup Aksi Perubahan Aksi perubahan berfokus pada penguatan koordinasi rujukan antar fasilitas pelayanan kesehatan primer di wilayah kerja UPTD Puskesmas Gembong. SIJARUM dikembangkan untuk mengintegrasikan SOP, jejaring fasilitas pelayanan kesehatan, media komunikasi, pengelolaan data, serta dashboard monitoring dalam satu mekanisme kerja BAB I — Pendahuluan UPTD Puskesmas Gembong, Kab. Tangerang Implementasi dilakukan melalui pembentukan Tim Koordinasi, penyusunan SOP, sosialisasi, uji coba, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Perubahan yang diharapkan mencakup tata kelola organisasi, proses koordinasi rujukan, komunikasi antar fasilitas pelayanan kesehatan, pemanfaatan teknologi informasi, dan budaya kerja kolaboratif sehingga pelayanan rujukan menjadi lebih efektif, akuntabel, dan berorientasi pada mutu. Rancangan Aksi Perubahan (RAP)

BAB II Profil Kinerja Pelayanan Rancangan Aksi Perubahan (RAP) Mengenal lebih dekat profil, visi, misi, wilayah kerja, dan struktur organisasi UPTD Puskesmas Gembong yang telah melayani masyarakat sejak tahun 1984. UPTD Puskesmas Gembong Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang

Profil UPTD Puskesmas Gembong Rancangan Aksi Perubahan (RAP) Lokasi: Jl. Raya Serang Km. 31 Desa Gembong, Kec. Balaraja, Kab. Tangerang UPTD Puskesmas Gembong berdiri sejak tahun 1984 dan telah melayani masyarakat selama lebih dari empat dekade. Puskesmas ini berlokasi di Jalan Raya Serang Km. 31, Desa Gembong, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Luas wilayah kerja Puskesmas Gembong mencapai 17,42 km², mencakup empat desa binaan yaitu Desa Gembong, Desa Cangkudu, Desa Sukamurni, dan Desa Tobat. Sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama, UPTD Puskesmas Gembong berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan yang komprehensif, merata, dan berkualitas bagi seluruh masyarakat di wilayah kerjanya. Dengan dukungan tenaga kesehatan profesional dan sarana prasarana yang terus ditingkatkan, Puskesmas Gembong terus berinovasi dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan primer demi terwujudnya masyarakat yang sehat, mandiri, dan berkeadilan.

Rancangan Aksi Perubahan (RAP) VISI KABUPATEN TANGERANG “Mewujudkan Masyarakat Kabupaten Tangerang yang Cerdas, Makmur, Religius, dan Berwawasan Lingkungan.” Untuk mewujudkan visi tersebut, Kabupaten tangerang menjalankan lima misi, yaitu Peningkatan pemerataan akses dan fasilitas pelayanan pendidikan dan kesehatan bagi masyarakat, Peningkatan pengembangan perekonomian daerah dan perekonomian masyarakat menuju peningkatan daya saing daerah dan daya saing masyarakat, Peningkatan dan pengembangan nilai-nilai agama dalam penyelenggaraan pemerintahan serta kehidupan bermasyarakat menuju masyarakat yang religious, Penciptaan iklim investasi dan usaha yang kondusif yang didukung oleh peningkatan pembangunan infrastruktur dasar yang merujuk pada keseimbangan ruang dan lingkungan, Peningkatan pelayanan publik yang didukung oleh birokrasi yang bersih, profesional, berwibawa, transparan dan bertanggung jawab VISI UPTD PUSKESMAS GEMBONG “Pelayanan Kesehatan Dasar yang Berkualitas dan Kompeten Menuju Terwujudnya Kemandirian Masyarakat untuk Hidup yang Lebih Sehat dan Cerdas.” Untuk mewujudkan visi tersebut, Puskesmas Gembong menjalankan lima misi, yaitu mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat, meningkatkan kinerja dan mutu pelayanan kesehatan, meningkatkan profesionalisme SDM, memperkuat kerja sama lintas program dan lintas sektor, serta meningkatkan tertib administrasi dan keuangan.

Rancangan Aksi Perubahan (RAP) WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS GEMBONG UPTD Puskesmas Gembong memiliki wilayah kerja seluas 17,42 km² yang mencakup 4 desa di Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, yaitu: • Desa Gembong — Desa induk tempat Puskesmas berdiri, menjadi pusat pelayanan kesehatan primer bagi masyarakat sekitar. • Desa Cangkudu — Wilayah binaan yang terlayani program kesehatan promotif, preventif, dan kuratif oleh tim Puskesmas Gembong. • Desa Sukamurni — Desa dengan cakupan pelayanan kesehatan ibu, anak, dan imunisasi yang aktif dilaksanakan secara berkala. • Desa Tobat — Wilayah paling ujung yang tetap terjangkau oleh layanan Puskesmas melalui program posyandu dan kunjungan lapangan. Seluruh wilayah kerja ini dilayani oleh tenaga kesehatan profesional yang berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan dasar yang merata, bermutu, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat. Peta wilayah kerja UPTD Puskesmas Gembong mencakup 4 desa di Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang.

Struktur organisasi UPTD Puskesmas Gembong Kabupaten Tangerang disusun berdasarkan prinsip pembagian fungsi, kewenangan, dan tanggung jawab yang jelas, dengan Kepala Puskesmas sebagai pimpinan organisasi yang didukung oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha dalam penyelenggaraan fungsi administrasi dan manajemen, serta lima klaster pelayanan yang meliputi Klaster Manajemen, Klaster Ibu, Anak, dan Remaja, Klaster Usia Dewasa dan Lanjut Usia, Klaster Penanggulangan Penyakit Menular, serta Klaster Lintas Klaster. Struktur Organisasi UPTD Puskesmas Gembong Rancangan Aksi Perubahan (RAP) BAB II — Profil Kinerja Pelayanan Sub Bagian: Struktur Organisasi & Tugas Fungsi Deskripsi Tugas dan Fungsi Serta Jenis Layanan Yang Diberikan

BAB III ANALISIS MASALAH LAYANAN Rancangan Aksi Perubahan (RAP)

Identifikasi Masalah Layanan Koordinasi Rujukan Antar Faskes Primer Layanan Pengaduan Masyarakat Koordinasi Lintas Program Belum optimalnya koordinasi rujukan antar fasilitas pelayanan kesehatan primer. Belum optimalnya sistem pengelolaan dan tindak lanjut pengaduan masyarakat terkait pelayanan kesehatan di Puskesmas Gembong. Koordinasi antar program kesehatan di internal Puskesmas Gembong belum berjalan secara sistematis dan terdokumentasi dengan baik. 01 02 03 Administrasi Surat- Menyurat Pengelolaan administrasi surat-menyurat belum tertata secara digital sehingga menyulitkan pencarian arsip dan monitoring tindak lanjut surat. 04 Rancangan Aksi Perubahan (RAP)

Rancangan Aksi Perubahan (RAP) PENETAPAN ISU PRIORITAS – METODE APKL Metode APKL (Aktual, Problematik, Khas, Layak) digunakan untuk menetapkan isu prioritas dari berbagai masalah layanan yang teridentifikasi di UPTD Puskesmas Gembong. Setiap isu dinilai dengan skor 1–5 pada masing-masing kriteria. Kriteria Penilaian: • Aktual (A): Seberapa nyata dan terkini isu tersebut terjadi saat ini. • Problematik (P): Seberapa besar dampak negatif yang ditimbulkan isu tersebut. • Khas (K): Seberapa spesifik isu tersebut berkaitan dengan tugas dan fungsi unit kerja. • Layak (L): Seberapa realistis isu tersebut untuk diselesaikan dalam konteks kewenangan reformer. Hasil Penilaian APKL: 1.Koordinasi Rujukan Antar Fasyankes Primer — A:5, P:5, K:5, L:5 — Total: 20 ✔ PRIORITAS 2.Layanan Pengaduan Masyarakat — A:4, P:4, K:4, L:4 — Total: 16 3.Koordinasi Lintas Program — A:4, P:3, K:4, L:4 — Total: 15 4.Administrasi Surat-Menyurat — A:3, P:3, K:4, L:4 — Total: 14 Kesimpulan: Berdasarkan tapisan APKL, didapat isu/masalah yang menjadi prioritas adalah isu layanan terkait dengan “Belum optimalnya Koordinasi rujukan antar fasilitas pelayanan kesehatan primer”. "Penetapan isu prioritas dengan metode APKL memastikan masalah yang paling Aktual, Problematik, Khas, dan Layak ditangani menjadi fokus utama perbaikan layanan."

Rancangan Aksi Perubahan (RAP) ANALISIS PENYEBAB MASALAH - FISHBONE 5M Metode Fishbone (Ishikawa) digunakan untuk mengidentifikasi akar penyebab masalah koordinasi rujukan. Analisis dilakukan berdasarkan 5 kategori utama: Man (Manusia): Kemampuan komunikasi antar fasilitas pelayanan kesehatan primer yang belum baik dan Pemahaman petugas terhadap mekanisme koordinasi rujukan belum seragam. Machine (Alat/Teknologi): Belum tersedia media koordinasi rujukan yang terintegrasi dan Status rujukan belum dapat dipantau secara real-time. Method (Metode): SOP koordinasi rujukan belum diterapkan secara konsisten dan Monitoring dan evaluasi pelaksanaan rujukan belum dilakukan secara berkala. Material (Bahan/Dokumen): Dokumen rujukan masih dikirim secara manual dan Data rujukan belum tersimpan dalam satu sistem yang terintegrasi. Money (Anggaran): Belum tersedia anggaran khusus untuk pengembangan sistem koordinasi rujukan berbasis digital dan Ketersediaan sarana pendukung koordinasi masih terbatas. "Belum tersedia media koordinasi rujukan yang terintegrasi menjadi akar masalah utama yang menghambat efektivitas layanan rujukan di Puskesmas Gembong." Diagram Fishbone 5M: Visualisasi akar penyebab masalah koordinasi rujukan UPTD Puskesmas Gembong Analisis Penyebab Masalah

Rancangan Aksi Perubahan (RAP) PENETAPAN PENYEBAB PRIORITAS — METODE USG Setelah analisis Fishbone 5M, penyebab masalah dievaluasi menggunakan metode USG (Urgency, Seriousness, Growth) dengan skala 1–5. URGENCY (U): Seberapa mendesak masalah harus ditangani. SERIOUSNESS (S): Seberapa serius dampak jika tidak ditangani. GROWTH (G): Seberapa cepat masalah berkembang. HASIL PENILAIAN USG: KESIMPULAN: Berdasarkan hasil analisis pentapisan penyebab masalah, didapat penyebab masalah prioritas yang akan dicarikan alternatif gagasan kreatif pemecahannya adalah “Belum tersedia media koordinasi rujukan yang terintegrasi”. . "Penetapan penyebab prioritas dengan metode USG memastikan intervensi yang tepat sasaran dan berdampak nyata bagi layanan kesehatan masyarakat."

BAB IV STRATEGI PENYELESAIAN MASALAH Rancangan Aksi Perubahan (RAP)

Rancangan Aksi Perubahan (RAP) Terobosan Inovasi Diperoleh lima alternatif pengembangan sistem, yaitu berbasis Google Workspace, Microsoft 365, Apple iCloud, Airtable, dan Notion. Alternatif tersebut kemudian menjadi bahan pertimbangan untuk memilih teknologi yang paling sesuai dengan kebutuhan, kemudahan penerapan, dan kemampuan sumber daya UPTD Puskesmas Gembong. Milestone dan Kegiatan

Pemanfaatan Sumber Daya Rancangan Aksi Perubahan (RAP)

Rancangan Aksi Perubahan (RAP) Pemanfaatan Teknologi Informasi

Rancangan Aksi Perubahan (RAP) Pengendalian Mutu Layanan Rencana Strategi Pengembangan Kompetensi

BAB V STRATEGI PENYELESAIAN MASALAH Rancangan Aksi Perubahan (RAP)

Rancangan Aksi Perubahan (RAP)