Modul Pembelajaran Limbah Baglog dan Organik Desa Dlingo

Modul pembelajaran ini disusun oleh tim YSI UKM KPM UMY sebagai panduan praktis bagi masyarakat Desa Dlingo dalam mengolah limbah baglog jamur dan limbah organik rumah tangga menjadi pupuk kompos. Dokumen ini ditujukan untuk warga desa, pelaku budidaya jamur, dan siapa pun yang tertarik pada pengelolaan limbah ramah lingkungan. Bagian pendahuluan menjelaskan potensi Desa Dlingo yang menghasilkan…

Modul pembelajaran ini disusun oleh tim YSI UKM KPM UMY sebagai panduan praktis bagi masyarakat Desa Dlingo dalam mengolah limbah baglog jamur dan limbah organik rumah tangga menjadi pupuk kompos. Dokumen ini ditujukan untuk warga desa, pelaku budidaya jamur, dan siapa pun yang tertarik pada pengelolaan limbah ramah lingkungan.

Bagian pendahuluan menjelaskan potensi Desa Dlingo yang menghasilkan sekitar 19.000 baglog jamur lingzhi serta limbah organik rumah tangga yang selama ini tidak dimanfaatkan. Modul ini mengidentifikasi masalah lingkungan seperti penumpukan limbah, bau tidak sedap, dan pembakaran terbuka yang merusak kualitas udara.

Selanjutnya, modul memaparkan manfaat pupuk kompos bagi pertanian, seperti memperbaiki struktur tanah dan menyediakan unsur hara organik. Dijelaskan pula peluang ekonomi bagi masyarakat, yaitu mengurangi belanja sayur harian dan menjual hasil panen sebagai tambahan pendapatan.

Bagian alat dan bahan mencantumkan perlengkapan yang diperlukan, antara lain sekop, ember plastik, gentong, poly bag, keran air, serta bahan seperti dedak padi, molase, EM4 pertanian, dolomit, dan serbuk jati atau limbah baglog. Dokumen ini juga mulai membahas proses pembuatan pupuk kompos cair.