Herbarium Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman Wortel

Dokumen ini adalah laporan proyek herbarium digital oleh siswa kelas X PPLG 2. Berisi pengamatan morfologi, fisiologi, adaptasi, faktor lingkungan abiotik dan biotik, serta jaring-jaring interaksi wortel dengan makhluk hidup lain. Dilengkapi cerita ilmiah tentang dampak perubahan lingkungan terhadap pertumbuhan tanaman.

Dokumen ini adalah laporan herbarium digital karya siswa Kelompok 3, kelas X PPLG 2, tentang tanaman wortel (Daucus carota). Laporan ini ditujukan untuk tugas observasi pertumbuhan dan perkembangan tanaman, cocok dibaca oleh pelajar atau guru biologi yang membutuhkan contoh studi kasus ekosistem sederhana.

Bagian pertama menjelaskan identitas tanaman, termasuk nama lokal dan ilmiah, lokasi pengamatan di halaman belakang rumah, serta tanggal observasi pada Kamis, 30 Juli 2026. Disajikan pula fakta menarik seperti kandungan beta-karoten pada wortel, variasi warna (oranye, ungu, putih, kuning, merah), dan fungsi akar sebagai penyimpan cadangan makanan.

Selanjutnya diuraikan tahapan pertumbuhan dan faktor yang memengaruhinya. Faktor abiotik meliputi cahaya matahari, suhu hangat, kelembapan sedang, tanah gembur dan subur, ketersediaan air, serta angin. Faktor biotik mencakup lebah, cacing, dan kupu-kupu. Adaptasi morfologi, fisiologi (fotosintesis), dan tingkah laku (akar tumbuh menuju air) juga dijelaskan.

Bagian habitat alami menyebutkan asal tanaman dari Asia Barat dan Eropa, ketinggian tempat 800-1.500 mdpl, iklim sejuk 15-25°C, serta curah hujan yang tidak menggenang. Karakteristik habitat meliputi kondisi tanah gembur, drainase baik, dan kebutuhan cahaya serta air teratur.

Dokumen ini juga memuat jaring-jaring interaksi dalam ekosistem: cacing tanah menyuburkan tanah, lebah membantu penyerbukan, sinar matahari untuk fotosintesis, dan mikroorganisme menguraikan bahan organik. Jenis interaksi meliputi mutualisme, komensalisme, kompetisi, dan herbivori. Kesimpulan menekankan bahwa setiap komponen ekosistem saling membutuhkan.

Bagian akhir berisi cerita ilmiah tentang perubahan lingkungan seperti suhu panas, tanah kering, dan hama yang menyebabkan daun menguning, bercak cokelat, serta pertumbuhan terhambat. Solusi yang disarankan meliputi penyiraman teratur, menjaga tanah gembur, pemberian pupuk organik, dan membersihkan gulma. Refleksi menekankan pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan.