3. Kanen Aku Suka Bermain Basket aditya hendrawan

View 3. Kanen Aku Suka Bermain Basket aditya hendrawan flipbook.

Nama: I Gede Bandem Kanendra Praditya Hendrawan AKU SUKA BERMAIN BASKET Saat aku kelas tiga,aku baru menenal basket.Akupun mengikuti extrakurikuler basket.Beberapa bulan kemudian,saat aku lagi belajar tiba-tiba aku di panggil untuk mengikuti seleksi basket.Saat selesai seleksi ternyata aku lolos seleksi, padahal aku tidak menyangka akan mewakili sekolah.Saat hari pertandingan ,aku sangat grogi karena ini adalah pertandingan pertamaku.Di tempat pertandingan aku bertemu dengan banyak sekali pemain basket dari berbagai club basket di bali maupun luar bali, mereka sangat jago dan aku pun sempat berkenalan dengan salah satu pemain basket dari club YPDK bernama Samy. Samy sangat ramah dan aku pun langsung akrab dengan nya .Saat pertandingan ternyata Tim ku melawan tim Samy yaitu club YPDK, namun Tim ku kalah di pertandingan pertama .Saat pertandingan ke dua kami melawan club Cute Ballers B dan berhasil mengalahkan nya.Di pertandingan ketiga kami juga menang melawan club Dewata.Tim ku berhasil masuk ke babak final,tetapi saat final tim ku kalah sehingga kami harus puas mendapat juara tiga. Awalnya aku tidak menyangka bisa medapat juara ketiga dan bisa menang melawan club Dewata yang pada saat itu menjadi tuan rumah dari pertandingan tersebut. Setelah dari pertandingan Dewata Cup 3X3 aku sadar bahwa aku belum bisa dalam bermain basket. Beberapa hari setelah itu,akhirnya aku memberanikan diri meminta ke orang tua ku untuk masuk ke club basket agar bisa berlatih lebih baik lagi dalam bermain basket, dan akhirnya aku memutuskan untuk mendaftar ke DC Basketball. DCB adalah salah satu club ternama di Denpasar, aku memilih DC karena direkomendasikan oleh salah satu teman ku yang bernama Gus Wis. Di hari pertama latihan aku belum mampunyai teman dan tiba-tiba ada seseorang yang menghampiri ku ternyata mereka datang untuk berkenalan mereka bernama Danis dan Kayika.Di awal latihan aku masih merasa

kebingungan karena aku belum tahu perturan-peraturan basket dan aku juga minder melihat skil-skil teman ku yang sudah lebih dulu belajar di sana setiap fun game yang di ada kan setelah sesi latihan aku selalu menjadi pilihan terakhir pelatih dan tim ku di bantai oleh tim musuh,dan kejadian ini selalu berulang-ulang di bulan pertama. Di bulan ke dua aku menggikuti kelas privat dengan harapan bisa mengejar ketertinggalan ku dari teman-teman ku di club dan benar saja dengan banyak jam latihan dan semangat pantang menyerah di bulan berikutnya aku berhasil megalahkan teman-teman ku. Di bulan februari aku di beri kesempatan dari sekolah untuk mengikuti seleksi basket di kecamatan,saat seleksi kecamatan aku berhasil lolos sebagai pemain termuda di tim Mengwi, aku merasa senang sekali saat di pilih. Namun sayang tim kami harus tersingkir di babak pertama tapi aku tidak patah semangat itu menjadi motivasiku untuk berlatih lebih giat lagi, aku berharap di tahun berikutnya bisa terpilih kembali untuk memperkuat tim porjar Mengwi dan juga bisa meraih hasil yang lebih baik dari tahun ini. Setelah porjar selesai, aku kembali ke rutinitas sehari-hari ku belajar di sekolah dan latihan basket di club, suatu hari di bulan ke 4 di club tiba-tiba coach Dana memanggilku , coach Dana adalah salah satu coach favoritku di DC yang dari awal mendampingiku. Coach bertanya “ kanen kamu mau masuk KU 10 kuning apa tidak?”sesaat aku terdiam dalam hati aku berkata , wah secepat ini aku masuk KU, sedangkan teman teman ku ada yang sudah hampir setahun masuk club ini belum juga naik ke KU dan masih tetap di hoops , malah ada yang masuk ke Ruki. Ruki adalah jenjang dimana pemain sudah melewati umur di hoops tapi tidak bisa naik ke KU. Dengan cepat aku menjawab , “mau coach .” kataku dengan semangat. Di hari pertama aku latihan KU , aku lagi lagi merasa minder dan takut karena belum kenal dengan teman teman disana. Aku juga merasa gugup, dan benar saja sampai disana aku yang

dulu merasa jago di kelas hoops kembali merasa tidak ada apa apa nya di banding mereka yang ada di KU Kuning. Aku juga merasa takut kejadian awal di kelas Hoops terulang kembali. Tapi aku tidak boleh menyerah begitu saja, di awal aku sudah mulai akrab dengan dengan beberapa teman dan sudah bisa mengikuti latihan dengan baik, walaupun aku sempat kaget karena latian di KU sangat berat, jauh berbeda saat aku di kelas Hoops. Aku terus berlatih dan tidak pernah bolos latihan , walaupun aku sangat lelah karena kegiatan sekolah ku juga cukup padat dan jarak dari rumah ketempat latihan juga jauh. Hal ini terus berulang , di bulan pertama dan ketiga aku di kelas KU sudah terlihat progress ku, aku mulai bisa mengikuti latihan , walau terkadang masih salah. Di bulan bulan berikut nya aku mulai percaya diri dengan kemampuanku, dan mulai paham dengan teknik teknik basket, aku mulai di percaya oleh coach Ode dan Coach Ratna dalam fun game saat berlatih, tidak lagi menjadi yang terakhir di pilih saat game. Di awal Bulan Agustus 2026 aku mengikuti pertandingan 3x3 di Buleleng dengan tim independent yang dimana kitab isa memilih sendiri tim kita , ini adalah pertandingan pertama ku setelah aku ikut club, rasanya senang dan aku sudah mulai percaya diri, aku berangkat dengan kedua orang tua dan adik ku. Hari pertama aku melawan tim yang anggotanya dari club ku sendiri tetapi aku kalah dengan point 2:4 ada sedikit rasa kecewa tapi seru point ku juga tidak terlalu jauh tertinggal, di hari kedua aku menanang melawan Singaraja Muda dengan point 4:0, rasanya sangat senang karena aku bisa mengalahkan tim dari tuan rumah, aku mulai percaya diri tapi sayang nya aku tidak masuk final karena perhitungan skor. Akhirnya hari terakhir aku kembali ke rumah. Setelah pertandingan terakhir di Buleleng aku merasa semakin semangat berlatih , walaupun aku belum bisa membawa piala atau piagam, dari sini aku akan lebih giat lagi, apalagi di bulan bulan terakir ini aku akan mengikuti sekitar 3 pertandingan lagi ,

aku bertekad untuk menang dan bisa membuktikan ke pada orang tua dan orang orang yang sempat meremahkan ku.