DAFTAR ISI PENDAHULUAN ................................................................................................................................. 3 Tujuan..................................................................................................................................... 3 Ruang Lingkup ....................................................................................................................... 3 Metode.................................................................................................................................... 3 Waktu Pelaksanaan ................................................................................................................ 4 Responden Kunci ................................................................................................................... 4 Keluaran Pemetaan Sosial ...................................................................................................... 4 Ringkasan Informasi Pemetaan .............................................................................................. 4 VARIABEL PROFIL DESA ................................................................................................................ 5 Identitas Desa ......................................................................................................................... 5 Kondisi Geografi .................................................................................................................... 5 Demografi............................................................................................................................... 6 Kesehatan ............................................................................................................................... 7 Infrastruktur ............................................................................................................................ 7 Sosial Budaya ......................................................................................................................... 8 VARIABEL POTENSI DESA ........................................................................................................... 12 VARIABEL MASALAH DESA ........................................................................................................ 15 VARIABEL AKTOR DESA .............................................................................................................. 17 SINTESIS HASIL PEMETAAN ....................................................................................................... 19 Ringkasan Temuan Penting .................................................................................................. 19 Analisis SWOT .................................................................................................................... 19 Isu Strategis Hasil Pemetaan ................................................................................................ 20 REKOMENDASI PROGRAM .......................................................................................................... 22 LAMPIRAN INSTRUMEN WAWANCARA RINGKAS .............................................................. 23
PENDAHULUAN Desa Mengeruda yang terletak di Kecamatan Soa, Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur, memiliki berbagai potensi sumber daya yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Potensi tersebut mencakup sumber daya manusia, budaya, kelembagaan, ekonomi, serta kekayaan alam yang menjadi identitas dan kekuatan desa. Namun, pengembangan potensi tersebut memerlukan pemahaman yang komprehensif mengenai kondisi sosial masyarakat, aset yang tersedia, serta peluang dan tantangan yang dihadapi dalam pembangunan desa. Pemetaan sosial dilakukan sebagai langkah awal untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi masyarakat Desa Mengeruda. Melalui kegiatan ini, berbagai informasi terkait karakteristik masyarakat, potensi lokal, hubungan sosial, kelembagaan, serta sumber daya yang dimiliki desa dapat diidentifikasi secara sistematis. Hasil pemetaan diharapkan menjadi dasar dalam penyusunan program pemberdayaan masyarakat yang sesuai dengan kebutuhan, potensi, dan aspirasi masyarakat setempat. Tujuan Pemetaan sosial bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendokumentasikan kondisi sosial masyarakat Desa Mengeruda, termasuk potensi, aset, kebutuhan, serta permasalahan yang ada. Selain itu, pemetaan ini bertujuan untuk memperoleh data dan informasi yang dapat digunakan sebagai dasar perencanaan program pemberdayaan masyarakat, pengembangan pariwisata berbasis masyarakat (Community Based Tourism), serta penguatan kapasitas masyarakat dalam mengelola sumber daya yang dimiliki sehingga pembangunan desa bersifat partisipatif dengan masyarakat desa setempat supaya berkelanjutan. Ruang Lingkup Ruang lingkup pemetaan sosial mencakup identifikasi aset dan potensi desa yang terdiri atas aset individu, aset kelompok atau komunitas, aset kelembagaan, aset fisik dan infrastruktur, aset ekonomi, aset budaya, serta aset lingkungan. Selain itu, pemetaan juga mencakup kondisi sosial masyarakat, peran para pemangku kepentingan, jaringan sosial yang ada, serta peluang pengembangan desa yang dapat mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. Metode Pemetaan sosial dilakukan berfokus pada identifikasi dan pengembangan aset yang dimiliki masyarakat. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam
dengan informan kunci, diskusi informal dengan masyarakat, serta dokumentasi terhadap berbagai potensi dan sumber daya desa. Pendekatan ini menempatkan masyarakat sebagai subjek utama yang terlibat aktif dalam proses identifikasi dan pemetaan aset desa. Waktu Pelaksanaan Kegiatan pemetaan sosial dilaksanakan pada periode awal pelaksanaan program KKN di Desa Mengeruda pada tanggal 7 Juli s/d 12 Juli 2026. Pengumpulan data dilakukan secara bertahap melalui observasi lapangan, wawancara, dan penggalian informasi dari masyarakat serta pemangku kepentingan desa guna memperoleh gambaran kondisi sosial yang aktual dan komprehensif. Responden Kunci Responden kunci dalam kegiatan pemetaan sosial meliputi Kepala Desa dan perangkat desa, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, pengelola destinasi wisata, pelaku UMKM, kelompok pemuda, guru, serta masyarakat yang memiliki pengetahuan dan pengalaman terkait kondisi sosial, budaya, ekonomi, dan potensi Desa Mengeruda. Keterlibatan berbagai pihak tersebut diharapkan dapat memberikan informasi yang beragam dan representatif mengenai kondisi desa. Keluaran Pemetaan Sosial Keluaran yang diharapkan dari kegiatan pemetaan sosial adalah tersusunnya profil sosial Desa Mengeruda yang memuat informasi mengenai potensi, aset, dan kondisi masyarakat secara komprehensif. Selain itu, pemetaan ini menghasilkan peta aset desa, identifikasi peluang pengembangan berbasis potensi lokal, pemetaan pemangku kepentingan, serta rekomendasi program pemberdayaan masyarakat yang dapat menjadi dasar penyusunan dan pelaksanaan program pengembangan desa, termasuk pengembangan OpenTrip berbasis Community Based Tourism (CBT) di Desa Mengeruda. Ringkasan Informasi Pemetaan Lokasi Desa Mengeruda, Kecamatan So’a, Kabupaten Ngada Waktu 7 – 12 Juli 2026 Jumlah Responden (inti) 17 Orang Metode Observasi, Wawancara, Focus Group Discussion, Data Sekunder Variabel yang dipetakan Demografi, Sosial Budaya, Ekonomi, Lingkungan, Potensi, Masalah, Kelembagaan, Jaringan & Kerjasama
VARIABEL PROFIL DESA Profil desa yang disajikan terdiri dari beberapa variabel yang mencakup identitas, geografi, rona sosial-budaya, kesehatan, dan Infrastruktur yang didapat dari data sekunder yakni RPJMDes dan data primer yang didapat dari perangkat desa maupun masyarakat desa setempat. Identitas Desa Nama Lengkap Desa : Mengeruda Sejarah dan Arti Nama Desa : Sejarah terbentuknya desa Mengeruda tidak terpisahkan dari sejarah terbentuknya Kecamatan Soa. Kecamatan Soa merupakan Kecamatan yang dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Ngada Nomor 12 Tahun 1999 dan diresmikan pada tanggal 15 Desember 2000 oleh Bapak Bupati Ngada dengan jumlah 10 Desa yaitu Desa Mainai, Denatana, Nginamanu, Waepana, Seso, Masu, Piga, Loa, Tarawaja dan Mengeruda. Desa Megeruda adalah Desa hasil pemekaran dari Desa Piga pada Tahun 1998 dengan status desa Persiapan dan menjadi Desa definitive pada tahun 2000. Nama Desa Mengeruda di ambil dari kata Menge dan Ruda. Menge artinya manis atau harum dan Ruda artinya pohon teduh yang menauingi orang yang berada di bawah naungannya. Dari gabungan kedua kata ini membentuk kata Mengeruda yang berarti : pohon yang harum mewangi dan menjadi tempat naungan bagi semua orang yang berlindung di bawah-nya. Tahun Terbentuk : 2000 Jumlah Dusun : 4 (Tenga Tiba; Nusa Nuba; Tangi Watu; Nunu Bolo) Kepala Desa (2026) : Dominikus Oskar Gae Kondisi Geografi Jarak dari ibu kota (Bajawa) : 24 km Batas wilayah : 1) Sebelah Utara, berbatasan dengan desa Piga dan Focoloda 2) Sebelah Timur, berbatasan dengan Kelurahan Olakile 3) Sebelah Selatan, berbatasan dengan desa Sangadeto dan desa Bogoboa 4) Sebelah Barat, berbatasan dengan desa Piga dan Loa Luas Wilayah : 1.200 ha atau 12 km km2 Topografi dan jenis tanah : Topografi Desa Mengeruda dengan temperatur suhu rata-rata berkisar antara 24° C - 34° C, dengan suhu maksimum 34° C
(pada musim kemarau) dan suhu minimum 24° C (sekitar musim penghujan). Iklim : beriklim trops, musim hujan berkisar antara bulan Oktober sampai dengan bulan April dan musim kemarau atau panas berkisar pada bulan Mei sampai dengan September setiap tahunnya. angka rata - rata curah hujan per tahunnya adalah sekitar 2.000-3.000 mm. Demografi • Jumlah Penduduk DUSUN KK Laki-laki (jiwa) Perempuan (jiwa) TENGA TIBA 73 157 148 NUSA NUBA 64 148 179 TANGI WATU 71 137 149 NUNU BOLO 82 192 192 Jumlah 290 634 668 • Jumlah Keluarga No Dusun Jumlah Penduduk Jumlah KK 1 Tenga Tiba 305 73 2 Nusa Nuba 327 64 3 Tangi Watu 286 71 4 Nunu Bolo 384 82 JUMLAH 1.301 290 • Angkatan Kerja No Pekerjaaan Jumlah 1 Pegawai Negeri Sipil 17 2 TNI/Polri 1 3 Wiraswasta/Pedagang 18 4 Tani 516 5 Tukang 3 6 Pensiunan 7 7 Pelajar/Mahasiswa 248 8 Transportasi 3 9 Tukang Cukur 3
10 Ibu Rumah Tangga 96 11 Mekanik 1 12 Dosen 1 13 Guru 21 14 Bidan/Perawat 8 15 Perangkat Desa 12 16 Belum/Tidak Bekerja 346 Jumlah 1.301 Kesehatan Angka harapan hidup di desa Mengeruda meningkat hingga usia 100 Tahun berkat upaya yang dilakukan masyarakat untuk melakukan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), dan terdapat upaya pemeliharaan kesehatan pada kategori balita hingga lansia dengan melakukan olahraga dan memfasilitasi posyandu. Jenis Posyandu Jumlah Posyandu Balita 2 (dua) Posyandu Remaja 1 (Satu) Posyandu Lansia 1 (Satu) Posyandu Posbindu 1 (Satu) Polindes (Pondok Bersalin Desa) 1 (Satu) Selain itu juga sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan pembinaan kesehatan dan remaja di Desa Mengeruda terdapat kader bina keluarga balita (BKB), bina keluarga lansia (BKL), bina keluarga remaja (BKR) dan Pusat informasi dan konseling remaja (PIK-Remaja). Upaya pencegahan kematian bayi dan kematian ibu yang dilakukanoleh Pemerintah Desa Mengeruda antara lain : 1) Partisipasi masyarakat melalui pemberdayaan kader sehat desa (PPKBD dan Sub PPKBD) untuk pendampingan ibu hamil beresiko tinggi. 2) Kegiatan- kegiatan kelas ibu hamil dan pemberian makanan tambahan ibu hamil. Infrastruktur No Jenis Prasarana & Sarana Desa Keberadaan Jumlah 1 Kantor Desa Mengeruda Ada 1 buah 2 Fasilitas Olahraga Ada 6 buah 3 Perpustakaan Desa Ada 1 buah
4 Jalan ber aspal Ada 6 buah 5 Jalan Rabat Beton Ada 5 buah 6 Jalan berbatu/tanah Ada 15 buah 7 Jembatan kecil Ada 4 buah 8 Jembatan sedang/besar Ada 2 buah 9 Bendungan - - 10 Jaringan irigasi Ada 16 buah 11 Lapanngan Bola Ada 3 buah 12 Sawah/Kebun Desa Ada 2 buah 13 Poskamling Ada 1 buah Sosial Budaya Sosial Budaya berisikan informasi tentang keadaan sosial yang mencakup agama, adat, kemiskinan. • Agama No Dusun Katolik Kristen Islam Hindu Budha Lainnya 1 Tenga Tiba 305 - - - - - 2 Nusa Nuba 327 - - - - - 3 Tangi Watu 286 - - - - - 4 Nunu Bolo 384 - - - - - Jumlah 1.301 - - - - - • Adat Adat untuk perorangan - Setiap tahapan kehidupan terdapat upacara adat dari lahir (putus pusar); - - tusuk telinga (laki-laki dan perempuan) - potong gigi (perempuan); - sunat adat(laki-laki); - adat buni (pendewasaan laki-laki); - belis (lamaran adat); - Terdapat adat lain disesuaikan dengan musim/iklim - Setiap acara adat wajib ada makanan daging ayam, babi, kerbau/sapi
Adat bersama - Bahto (masak nasi bambu disetaip rumah diantar ke saudari perempuan(lauk hrs ikan dikukus. Tidak boleh goreng/bakar)) - Musim tanam - Dero – tinju adat (syukuran musim panen) - Khaumu (makan bersama di kampung) 3 tahun sekali Aksesoris Adat Aksesoris adat: - Tas anyaman wanita (Ripe) - Tas anyaman pria (Bere) - Sarung adat wanita (Doi) - Sarung adat pria (Ragi) • Bahasa Bahasa yang digunakan oleh penduduk desa Mengeruda adalah Bahasa Menge • Makanan Makanan Berat Makanan Ringan/Kue Minuman - Lebo/Jagung bose - Ra’a rete (daging babi/hewan ternak lainnya dan darah yg dimasak) - Huta Buzu (daging babi dgn batang pohon pisang hutan) - Nasi bambu (ikan (bahto) dan ayam (sunat adat)) - Belum ada - Moke - Arak dari moke - Tidak ada minumam herbal yg khas • Modal Sosial dan Kegiatannya Komunitas Pemuda Komunitas/Lembaga Desa Investor Swasta / Csr / Sejenisnya - Orang muda katolik (OMK) / mengadakan kegiatan sosial seperti galang dana untuk yg sedang sakit - Pokdarwis / tidak aktif - Sapta pesona / kurang aktif (bentukan dari dinas pariwisata untuk mengelola wisata air panas) - Gapotani / tidak aktif - Kelompok hamparan (aktif) - BUMDes / tidak Aktif - Belum pernah ada
• Ekonomi a. Mata Pencarian No Pekerjaaan Jumlah 1 Pegawai Negeri Sipil 17 2 TNI/Polri 1 3 Wiraswasta/Pedagang 18 4 Tani 516 5 Tukang 3 6 Pensiunan 7 7 Pelajar/Mahasiswa 248 8 Transportasi 3 9 Tukang Cukur 3 10 Ibu Rumah Tangga 96 11 Mekanik 1 12 Dosen 1 13 Guru 21 14 Bidan/Perawat 8 15 Perangkat Desa 12 16 Belum/Tidak Bekerja 346 Jumlah 1.301 b. Pendapatan Desa No Uraian 2020(Rp) 2021 (Rp) 2022 (Rp) Pendapataan 1.987.879.175 1.934.037.686 1.091.238.831 A Pendapatan Asli Desa 775.829.500 752.321.000 3.000.000 1 Hasil Usaha Desa - - - 2 Hasil Aset Desa - - - 3 Lain Lain PADes 775.829.500 752.321.000 3.000.000 B Dana Transfer 1.212.049.675 1.181.716.686 1.088.238.831 1 Dana Desa 855.379.000 837.893.000 741.610.000 2 Bagi Hasil Pajak dan Retribusi Daerah 7.707.914 - - 3 Aloaksi Dana Desa 348.962.761 336.716.505 338.248.652 4 Bantuan Keuangan Provinsi - - - 5 Bantuan Keuangan Kabupaten - - -
C Pendapatan lain lain 50.000.000 - - • Pendidikan Gambaran masyarakat pada umumnya: - Rata-rata pendidikan hingga SMA dan Kuliah - Kuliah untuk menjadi PNS - Informasi beasiswa pemerintahan tidak terakses dengan baik - Masih banyak orangtua berpikir kuliah lebih mahal daripada upacara adat Jumlah Sarana Prasarana Pendidikan: No. Jenis Sarana Prasarana Nama Sarana Prasarana Lokasi Kondisi 1 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)/Kelompok Bermain (KB) Tureinka Mengeruda Dusun II Baik 2 Taman Kanak-Kanak Tureinnka Mengeruda Dusun II Baik 3 SD SDI Mengeruda Dusun II 4 SMP SMPN Satap I Soa Dusun II Baik • Kemiskinan Masalah utama di Desa Mengeruda adalah tingkat kemiskinan yang masih tinggi. Tingginya tingkat kemiskinan berkaitan erat dengan ketidak mampuan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan dan keperluannya seperti bahan makanan pokok dan rumah layak huni. Permasalahan rumah layak huni adalah satu rumah ditempati oleh lebih dari satu kepala keluarga, karena setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat, yang merupakan kebutuhan dasar manusia. Kemiskinan di desa ini dilihat dari luas atau tidaknya sawah yang dimiliki keluarga tersebut, bangunan fisik rumahnya, serta pendapatan yang dihasilkan dari persawahannya. Sebagai upaya untuk penanganan kemiskinan yang telah ada di Desa Mengeruda, diantaranya melalui Program Pembangunan Rumah Layak Huni dan Program Bantuan Langsung Tunai Desa (BLT DD).
VARIABEL POTENSI DESA Variabel potensi desa ini digunakan untuk menggali potensi sekaligus memetakan kekuatan kekuatan internal desa yang dapat dijadikan modal untuk merencanakan pembanguan yang partisipatif. Data digali dengan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan focus group discussion dengan para informan kunci. Tema Subtema Key Informan Hasil Mata Pencaharian Pertanian 1. Kepala Dusun 1, 2, 4 2. Para Petani Masyarakat memiliki tanah sawah kurang lebih minimal 3 lahan persawahan/perkebunan Komoditas: - Padi (jumlah paling melimpah) - Jagung Komoditas sampingan: - Kacang + jambu mete (mentah) - Kakao (biji saja tanpa proses apapun) - Kelapa kering (kopra) (dijual untuk industri (ada pengepulnya) Komunitas petani hamparan aktif Peternakan 1. Kepala Dusun 1, 2, 4 2. Para Petani Ternak (Masyarakat pada umumnya memiliki ternak sendiri): - Babi - Kerbau - Sapi - Ayam - Bebek - Kuda - Anjing Pengolahan dan Penjualan: - Dikonsum sendiri - Dijual langsung ke tengkulak di pasar tanpa ada branding/merk dan tanpa pengolahan apapun Sosial Budaya Adat 1. kepala desa 2. sekertaris desa 3. kepala dusun 4. anak-anak muda Adat untuk perorangan: - Setiap tahapan kehidupan terdapat upacara adat dari lahir (putus pusar); tusuk telinga – potong gigi; sunat adat; belis (lamaran adat); dll - Terdapat adat lain disesuaikan dengan musim/iklim
- Setiap acara adat wajib ada makanan daging ayam, babi, kerbau/sapi Aksesoris adat: - Tas anyaman wanita (ripe) - Tas anyaman pria (bere) - Sarung adat wanita (doi) - Sarung adat pria (ragi) Bahasa Sekertaris Desa Bahasa Menge Agama dan kepercayaan Masyarakat Desa - Katolik 100% - Percaya pada leluhur Makanan 1. Kepala desa 2. Sekertaris Desa 3. Masyarakat saat acara adat Makanan Berat: - Lebo/Jagung bose - Ra’a rete (daging babi/hewan ternak lainnya dan darah yg dimasak) - Huta Buzu (daging babi dgn batang pohon pisang hutan) - Nasi bambu (lauk wajib ikan, dan dilakukan saat bahto) Makanan ringan/kue: - Belum ada Minuman: - Moke - Arak dari moke - Tidak ada minumal herbal yg khas Ekonomi 1. Kepala desa 2. Sekertaris Desa 3. Masyarakat saat acara adat Kondisi ekonomi masyarakat pada umumnya: - Semua warga desa Mengeruda memiliki lahan sawah maupun kebun sendiri - Juga setiap rumah memiliki ternak dibelakang rumahnya - Aset tetap lebih besar daripada aset likuid (uang) - Dalam berinteraksi (terutama adat) cenderung pakai sistem barter hewan ternak - Pengeluaran untuk 1x acara adat dapat menghabiskan lebih dari 30 juta
Pendidikan 1. Kepala desa 2. Sekertaris Desa 3. Masyarakat saat acara adat Gambaran masyarakat pada umumnya: - Rata-rata pendidikan hingga SMA dan Kuliah - Kuliah untuk menjadi PNS - Informasi beasiswa pemerintahan tidak terakses dengan baik - Masih banyak orangtua berpikir kuliah lebih mahal daripada upacara adat Modal sosial 1. Kepala desa 2. Sekertaris Desa 3. Masyarakat saat acara adat Komunitas pemuda + kegiatannya: - Orang muda katolik (OMK) / kegiatan rohani dan sosial Komunitas desa + keterangannya: - Pokdarwis / tidak aktif - Sapta pesona / aktif (bentukan dari desa untuk mengelola kebersihan wisata air panas) - Gapotani / tidak aktif - Kelompok hamparan (aktif) - BUMDes / tidak Aktif Investor swasta / CSR / Sejenisnya: - Belum pernah ada Potensi Pengembangan Pariwisata (desa wisata) 1. Kepala desa 2. Sekertaris Desa 3. Para Key Informan Yg sudah ada + Kondisi: - Hot Spring Dikelola oleh PemKab, bukan PemDes Potensi wisata (desa wisata): - Titik-titik air panas lain - Air terjun - Situs purba kala (galian fosil-fosil) - Budaya adat - Kegiatan bertani/berkebun + masak bersama - Pertunjukan seni pada bulan-bulan tertentu UMKM 1. Kepala desa 2. Sekertaris Desa 3. Para Key Informan UMKM Mandiri - Homestay Bu Sebastiana - Nusantara Cafe - Leo Homestay bali - Makanan Tradisional Bu sebastiana - Ela olshop (jualan baju di facebook)
VARIABEL MASALAH DESA Meskipun terdapat banyak potensi, desa tidak terlepas dari permasalahan dibeberapa aspeknya dari insfrastruktur hingga pelaksanaan pemerintahannya. Berikut permasalahan desa berdasarkan bidangnya: Bidang Infrastruktur 1. Jalan lingkungan dan jalan perumahan 2. Jalan usaha tani perlu pemeliharaan dan perawatan 3. Permintaan Jalan usaha tani belum terpenuhi seluruhnya 4. Sebagian fasilitas sekolah perlu rehab dan perbaikan 5. Pembangunan/Rehabilitasi rumah warga miskin 6. Sarana Prasarana Kantor Desa 7. Jalan antar desa masih rusak Bidang Lingkungan Hidup 1 Adanya masyarakat yang tidak mengikuti program kebersihan sampah. 2 . Adanya banjir tahunan Bidang Ekonomi 1. Perlu peningkatan pelatihan dan keterampilan warga dan pemuda 2. Pengelolaan BUMDes perlu ditingakatakan dan penambahan jenis usaha 3. Belum dikembangkannya usaha pengolahan hasil pertanian, perkebunan, dan peternakan oleh masyarakat secara mandiri. 4. Kurangnya minat untuk membuat wirausaha sendiri. Bidang Sosial Budaya 1. Kesenian musik panting mulai ditinggalkan 2. Kurangnya Minat masyarakat khususnya pemuda pada bidang kesenian 3. Lembaga Kemasyarakatan kurang aktif 4. Proses Perencanaan Desa Yang Masih kurang Matang 5.Ada rumah masyarakat yang tidak layak huni A. Kemiskinan Kemiskinan dapat memberikan efek yang kurang bermanfaat lantaran masyarakat miskin bukan hanya pada
fisiknya yang terancam akan tetapi dapat menjadi beban bagi Desa. Salah satu solusi yang dilakukan dalam mengatasi masalah sosial kemiskinan ini ialah dengan mendorong Masyarakat untuk berwirausaha (menjadi pelaku usaha) di berbagai sektor yang berpotensial di desa seperti industri rumahan dan bentuk lainnya. B. Pengangguran Masalah ini terjadi adalah efek Pengangguran yang disebabkan kekalahan SDM (sumber daya manusia) desa untuk berkompetensi dengan Masyarakat dari Desa lainnya. C. Pendidikan yang rendah Pendidikan yang rendah menjadi salah satu masalah yang sering terjadi di desa. Masalah ini berhubungan erat dengan kemampuan Masyarakat tidak bisa bersaing dengan tenaga kerja daerah lain, Oleh karena itu salah satu sektor dalam Upaya mengatasi masalah sosial ini dengan meningkatkan Pendidikan dan terus menerus menyebarkan Pendidikan yang merata. Bidang Pemerintahan Untuk Bidang Pemerintahan Desa Halangan Masalah Yang Dihadapi Antara Lain; 1. Pendataan Desa 2. Administrasi desa belum tertata dengan baik. 3. Sumber Daya Manusia Yang Masih Perlu Peningkatan 4. Operasional Penyelenggaraan Pemerintah Desa 5. Kurang Aktifnya Kegiatan RT/RW
VARIABEL AKTOR DESA Dalam pembangunan desa tidak terlepas dari seorang aktor maupun tokoh masyarakat baik dari pemerintah desa maupun tokoh adat yang dituakan. Peran aktor/tokoh masyarakat adalah untuk menggerakkan massa desa untuk melakukan pembangunan yang dianggap penting sehingga pembangunan yang dimaksudkan dapat dilakukan secara partisipatif dan inklusif. Berikut pemetaan tokoh sekaligus pengaruh dan kinerjanya: Kepentingan Besar Kecil Kekuatan Besar - PemDes - Tetua Adat - Kecil - Para kepala dusun - Petani dan Peternak - Sapta Pesona - BUMDes - OMK (Orang Muda Katolik) - PokDarWis VARIABEL JARINGAN DESA
Keterangan kondisi hubungan dengan pemerintah desa: Aktor Penjelasan Tetua adat Memiliki hubungan yang sangat kuat (5/5) dengan pemerintah desa, sebab pemerintah desa merupakan juga salah satu yang sudah tuntas/sudah banyak melakukan acara adat OMK (Orang Muda Katolik) Memiliki Hubungan yang positif (4/5), Sebab dalam kegiatan sosial seperti penggalangan dana/acara adat/acara kegamaan menjadi sukarelawan untuk masyarakat Gapotani ke Petani Memiliki hubungan yang kurang interaktif (2/5), Sebab gapotani tidak begitu aktif dalam kegiatannya. Hanya sebagai jembatan untuk PPL melakukan penyuluhan dan pemberian pupuk Petani peternak Memiliki hubungan yang positif (4/5), Sebab mayoritas penduduk bermata pencarian sebagai petani dan beternak BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) Memiliki hubungan yang kurang interaktif (2/5), Sebab BUMDes memiliki penganggaran 20% dari APBDes namun dalam operasi simpan pinjamnya malah banyak menghadapi banyak kredit macet. PemKab Ngada Memiliki hubungan timbal baik yg sangat kuat (5/5), Dapat dilihat dari pembagian atau permintaan peletakan mahasiswa KKN di Desa Mengeruda. Dinas Pariwisata Memiliki Hubungan yang lemah cenderung tidak akur (2/5), Awal mulanya antara pemdes dengan dinas pariwisata buat janji pembagian hasil dari pariwisata hot spring secara lisan, tapi seiring berjalannya waktu, perjanjian tersebut tidak dilaksanakan sehingga desa tidak memiliki bagian dari hasil wisata sekaligus Dinas membentuk kelompok pengeloaan baru selain PokDarWis. Sapta Pesona Memiliki hubungan yang lemah (2/5), Sebab sapta pesona merupakan komunitas baru bentukan dari desa dan di SK kan untuk kepentingan dinas pariwisata. Namun dalam operasinya, komunitas ini tidak berjalan dan tidfak mengelola wisata dengan sebagaimana tujuan dan maksud awal dibentuk sehingga yang bekerja pada wisata tetaplah masyarakat desa yang tidak memiliki pekerjaan. Wisata Hot Spring Memiliki hubungan yang lemah (2/5), Wisata ini menjadi “sengketa” soal pengelolaan antara PemDes sekaligus Dinas Pariwisata dan sekaligus ini sedikit memberikan efek buruk secara sosial kepada pemerintah desa. Sebab tidak jarang para wisatawan mengira wisata tersebut dikelola oleh PemDes
SINTESIS HASIL PEMETAAN Sintesis ini merupakan hasil dari penggalian data secara berkala dari 7 Juli s/d 12 Juli 2026 dengan observasi dan wawancara semi-terstruktur kepada pemerintah setempat, tokoh adat masyarakat, dan masyarakat setempat saat ada acara adat. Ringkasan Temuan Penting Hasil pemetaan sosial menunjukkan bahwa Desa Mengeruda memiliki potensi besar pada sektor pertanian, peternakan, budaya, dan pariwisata. Potensi unggulan meliputi Pemandian Air Panas Mengeruda, air terjun, situs purbakala, budaya adat, kuliner tradisional, serta kepemilikan lahan dan ternak oleh sebagian besar masyarakat. Potensi tersebut menjadi modal utama dalam pengembangan desa berbasis Community Based Tourism (CBT). Di sisi lain, pemetaan juga mengidentifikasi beberapa permasalahan, antara lain belum optimalnya pengelolaan kelembagaan desa (BUMDes, Pokdarwis, Gapoktan), rendahnya nilai tambah hasil pertanian, tingginya tingkat kemiskinan dan pengangguran, serta belum optimalnya pengelolaan destinasi wisata dan infrastruktur pendukung. Secara keseluruhan, Desa Mengeruda memiliki peluang yang besar untuk dikembangkan sebagai desa wisata berbasis masyarakat. Penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas masyarakat, pengembangan UMKM, serta optimalisasi potensi wisata dan budaya menjadi strategi utama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Analisis SWOT Strengths Weakness - Memiliki potensi wisata alam yang beragam seperti pemandian air panas (Hot Spring), titik-titik air panas lainnya, air terjun, dan situs purbakala. - Memiliki budaya adat yang masih terjaga, termasuk upacara adat, Bahasa Menge, makanan tradisional, dan kerajinan tenun serta anyaman. - Sebagian besar masyarakat memiliki lahan pertanian, kebun, dan ternak sebagai aset ekonomi rumah tangga. - Pengelolaan kelembagaan desa masih lemah, ditandai dengan tidak aktifnya BUMDes, Pokdarwis, Gapoktan, dan Sapta Pesona. - Hasil pertanian dan peternakan dijual dalam bentuk bahan mentah tanpa proses pengolahan maupun branding. - Minat masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap kewirausahaan dan kesenian tradisional masih rendah.
- Solidaritas sosial masyarakat cukup tinggi melalui kegiatan OMK, tokoh adat, dan gotong royong. - Infrastruktur dasar seperti jalan, irigasi, fasilitas olahraga, sekolah, dan fasilitas kesehatan telah tersedia. - Tingkat kemiskinan dan pengangguran masih relatif tinggi serta masih terdapat rumah tidak layak huni. - Administrasi desa, pendataan, serta kapasitas SDM pemerintahan masih memerlukan peningkatan. Oppotunities Threats - Pengembangan Desa Wisata berbasis Community Based Tourism (CBT) dengan memanfaatkan kekayaan alam dan budaya lokal. - Pengembangan homestay, paket live-in, wisata pertanian, wisata budaya, dan wisata kuliner tradisional. - Peningkatan nilai tambah melalui pengolahan hasil pertanian, peternakan, dan produk UMKM lokal. - Dukungan pemerintah melalui program pemberdayaan masyarakat, Dana Desa, dan pengembangan desa wisata. - Peluang kerja sama dengan perguruan tinggi, pelaku usaha, komunitas, dan sektor swasta dalam pengembangan desa. - Konflik atau ketidakjelasan pengelolaan wisata Air Panas Mengeruda antara pemerintah desa dan Dinas Pariwisata berpotensi menghambat pengembangan wisata. - Persaingan dengan destinasi wisata lain di Kabupaten Ngada yang telah memiliki sistem pengelolaan lebih baik. - Banjir tahunan dan permasalahan lingkungan dapat mengganggu aktivitas masyarakat maupun pariwisata. - Perubahan pola pikir generasi muda yang mulai meninggalkan budaya lokal dan kesenian tradisional. - Ketergantungan ekonomi pada sektor pertanian primer menyebabkan masyarakat rentan terhadap perubahan harga dan hasil panen. Isu Strategis Hasil Pemetaan 1. Belum optimalnya pengelolaan potensi pariwisata desa, meskipun Desa Mengeruda memiliki berbagai daya tarik wisata alam dan budaya yang berpotensi dikembangkan menjadi desa wisata berbasis masyarakat (Community Based Tourism). 2. Lemahnya kelembagaan ekonomi dan pariwisata, ditandai dengan belum optimalnya fungsi BUMDes, Pokdarwis, Gapoktan, dan Sapta Pesona dalam mendukung pembangunan desa.
3. Rendahnya nilai tambah produk lokal, karena hasil pertanian, peternakan, dan UMKM sebagian besar masih dipasarkan dalam bentuk bahan mentah tanpa pengolahan maupun branding. 4. Kapasitas sumber daya manusia dan kewirausahaan masyarakat masih perlu ditingkatkan, khususnya dalam pengelolaan usaha, pemasaran, dan pengembangan pariwisata.
REKOMENDASI PROGRAM Hasil dari penggalian data dan pengolahan data yang telah didapatkan hingga dipetakan, berikut program beserta projek-projek yang kami rekomendasikan: A. Mengeruda Bangkit: a. Peta Mengeruda: Geografical Information System (GIS) b. Logical Framework Analysis (LFA) c. Jelajah destinasi lokal d. Lestari Mengeruda e. Tourisme Information Centre B. Digitalisasi Sistem Informasi Wisata Desa: a. Website b. Pembuatan video: profil desa, budaya, kuliner, dan pariwisata C. Integrasi Samrt Tourism dan Akselerasi UMKM Mandiri: - Ekosistem Wisata Digital dan UMKM Mengeruda D. Side Project: - Teras Merameda Inspiratif E. Kegiatan Pra-Agustus F. Puncak KKN
LAMPIRAN INSTRUMEN WAWANCARA RINGKAS GUIDE INTERVIEW TEMA SUB TEMA (DITANYAKAN) Key Informan Poin Mata pencarian Pertanian Para Kepala Dusun dan Masyarakat Desa Komoditas Penjualan panen Produk olahan hasil tani: 1. pupuk 2. air 3. vitamin 4. pestisida Masalah tentang pertanian Komunitas pertanian Limbah pertanian Peternakan Bapak dari pak sekdes Mayoritas jenis hewan Penjualan peternakan Produk hasil peternakan permasalahan merawat peternakan Komunitas para peternak Limbah Peternakan Sosial Budaya Adat Bapa Kaka nona grace Jumlah banyak adat Jenis adat Durasi setiap acara adat Aksesoris Makanan adat Modal sosial Kak grace/kak Alan Komunitas pemuda Komunitas Masyarakat lain setiap sektor Kegiatan setiap komunitas CSR Perusahaan Investor Makanan Mama ermi marlela Makanan setiap upacara adat Harga bahan makanan Potensi Pariwisata Para key informan Penginapan / homestay Lokasi potensi alam Produksi makanan khas UMKM Tetangga sekdes Pengrajin bambu Bapa yoseph Mebel kayu Mama sebastian Keripik singkong Kue Kaka Irma