KELAS 11 SMK AKUNTANSI friscyla

KELAS 11 SMK AKUNTANSI Pencatatan Transaksi Penjualan Secara Kredit Akuntansi Keuangan Lembaga

Penjualan Secara Kredit Penjualan secara kredit adalah kegiatan penjualan barang atau jasa yang pembayarannya dilakukan beberapa waktu setelah barang diserahkan kepada pembeli. Dalam transaksi ini, penjual memberikan kesempatan kepada pembeli untuk melunasi pembayaran sesuai dengan waktu yang telah disepakati bersama. Dengan kata lain, barang diterima terlebih dahulu oleh pembeli, sedangkan pembayaran dilakukan kemudian hari. Penjualan kredit dilakukan perusahaan untuk menarik minat pelanggan dan menghadapi persaingan usaha. Melalui sistem kredit, pelanggan merasa lebih mudah dalam melakukan pembelian karena tidak harus membayar secara langsung pada saat transaksi terjadi. Namun, perusahaan tetap harus berhati-hati dalam memberikan kredit agar dapat mengurangi risiko terjadinya kecurangan atau keterlambatan pembayaran dari pembeli. Dalam transaksi penjualan kredit terdapat beberapa dokumen sumber yang digunakan sebagai bukti transaksi. Dokumen tersebut antara lain : 1. Faktur Penjualan 2. Bukti Kas Masuk 3. Nota Kredit Setelah transaksi penjualan kredit terjadi, bagian akuntansi akan melakukan pencatatan ke dalam jurnal. Pencatatan ini bertujuan untuk mengetahui jumlah piutang, penjualan, serta pembayaran yang diterima perusahaan. Dengan adanya pencatatan akuntansi, perusahaan dapat mengelola transaksi penjualan kredit dengan lebih tertib dan teratur. 1. Pencatatan Penjualan Kredit ▪ Semua transaksi keuangan yang terjadi dalam suatu perusahaan harus dicatat, tidak terkecuali transaksi penjualan secara kredit. Pencatatan transaksi penjualan secara kredit dapat dilakukan dengan dua metode. Kedua metode tersebut adalah gross method dan net method. ▪ Penjualan secara kredit yang dilakukan oleh perusahaan akan menimbulkan akun piutang Pencatatan piutang dapat dilakukan dengan dua metode, yaitu metode kotor atau gross method dan metode bersih atau net method. 1. Net method adalah metode pencatatan piutang yang berasal dari penjualan barang dagang sebesar nilai bersih piutang setelah dikurangi dengan potongan penjualan, Artinya perusahaan akan mencatat piutang dan penjualan secara kredit sebesar nilai yang dihasilkan dari penjualan setelah dikurangi dengan potongan penjualan. 2. Gros method adalah metode pencatatan piutang yang berasal dari kegiatan penjualan barang dagang sebesar nilai kotor dari piutang tersebut. Artinya perusahaan akan mencatat piutang sebesar nilai yang dihasilkan dari penjualan barang dagang tidak termasuk dengan potongan penjualannya. ▪ Jika penjualan kredit dicatat dengan dua metode, yaitu gross method dan net method. Dalam gross method, piutang diakui sebesar penjualan yang dilakukan, tanpa memperhatikan potongan yang diberikan. Dalam net method, jumlah piutang diakui setelah dikurangi dengan potongan penjualan. Jika ternyata potongan penjualan tidak dimanfaatkan oleh debitur, maka akan menimbulkan kelebihan pembayaran atas jumlah piutang dan kelebihan tersebut akan dicatat sebagai penghasilan lain-lain.

Gambar 1.1 KETERANGAN Piutang sebesar Rp980.000,00, didapatkan dari jumlah piutang Rp1.000.000,00 dikurangi potongan penjualan sebesar Rp20.000,00. Potongan penjualan sebesar Rp20.000,00 didapatkan karena adanya syarat pembayaran 2/10, n/30. Syarat pembayaran 2/10, n/30 artinya pembeli atau pelanggan akan mendapatkan potongan sebesar 2%, apabila pembayaran dilakukan dalam jangka waktu 10 hari setelah faktur penjualan dikeluarkan, pembayaran dilakukan paling lambat 30 hari setelah tanggal transaksi tanpa mendapatkan potongan. Oleh karena itu, dapat dihitung potongan penjualan sebagai berikut. 2% x Rp1.000.000,00 = Rp20.000,00. Di atas, kamu telah mempelajari pencatatan penjualan dalam jurnal umum. Jurnal umum biasa digunakan oleh perusahaan dagang berskala mikro, karena transaksi penjualan yang terjadi tidak sebanyak perusahaan dagang berskala besar atau menengah. Perusahan dagang berskala besar atau menengah akan mencatat transaksi penjualan secara kredit dalam jurnal khusus.

CONTOH FORMAT PENJUALAN Gambar 1.2 KETERANGAN a. Kolom tanggal diisi dengan tanggal terjadinya transaksi penjualan kredit. b. Kolom nomor faktur diisi dengan nomor faktur penjualan. c. Kolom keterangan diisi dengan nama pelanggan atau debitur. d. Kolom syarat diisi dengan syarat pembayaran. e. Kolom ref diisi dengan tanda centang setelah jurnal khusus diposting ke dalam buku besar. f. Kolom piutang dagang diisi dengan jumlah piutang yang muncul karena transaksi penjualan kredit. g. Kolom penjualan diisi dengan jumlah penjualan yang muncul karena transaksi penjualan kredit.

Berdasarkan format Gambar 1.2 , pencatatan transaksi penjualan kredit PD Adi Jaya pada Toko Maju dalam jurnal penjualan adalah sebagai berikut. Gambar 1.3

2. Pencatatan Retur Penjualan Barang dagangan yang telah dibeli terkadang ada yang dikembalikan lagi kepada penjual karena rusak atau tidak sesuai dengan pesanan. Hal ini akan menyebabkan piutang dagang berkurang sebesar barang yang dikembalikan. Berikut ini contoh pencatatan retur penjualan secara kredit. ▪ Contoh Transaksi Retur Penjualan Gambar 2.1

3. Pencatatan Pembayaran Penjualan Kredit Transaksi pembayaran penjualan kredit dicatat sesuai dengan pencatatan penjualannya. Misalnya, jika PT A mencatat transaksi penjualan kredit dengan gross method, maka begitu juga transaksi pembayarannya. Jika PT A mencatat transaksi penjualan kredit dengan net method, maka begitu juga transaksi pembayarannya. Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh permasalahan berikut. ▪ Contoh Transaksi Pembayaran Penjualan Kredit Pada tanggal 5 April 2020, PD Adi Jaya menjual barang dagangan pada Toko Maju sebesar Rp1.000.000,00 dengan syarat 2/10, n/30. Pada tanggal 14 April 2020, PD Adi Jaya menerima pembayaran dari Toko Maju untuk piutang yang terbentuk pada 5 April 2020. Catatlah transaksi pembayaran piutang dagang di atas dengan menggunakan gross method dan net method! Gambar 3.1

Gambar 3.2 Jumal khusus yang digunakan untuk mencatat pembayaran penjualan kredit adalah jurnal peneriman kas. Berikut format jurnal penerimaan kas yang dapat digunakan.

Berikut ini jurnal penerimaan kas untuk transaksi penerimaan pembayaran piutang dengan potongan penjualan.

4. Pencatatan Penjualan dengan Kartu Kredit Penjualan kredit dapat pula dilakukan dengan menggunakan kartu kredit. Kartu kredit dikeluarkan oleh bank dan juga lembaga keuangan bukan bank. Penjualan dengan menggunakan kartu kredit dari lembaga keuangan bukan bank harus dilaporkan secara berkala kepada perusahaan yang mengelola kartu kredit tersebut sebelum dapat dicairkan menjadi uang tunai. Penjualan seperti ini menimbulkan piutang pada perusahaan pengelola kartu kredit tersebut. Pengelola kartu kredit akan memungut ongkos jasa pengurusan sebelum mengirimkan uang tunai pencairan kartu kredit tersebut. Bagaimana cara pencatatannya? Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh berikut. Contoh Pencatatan Penjualan dengan Kartu Kredit Pada tanggal 10 Januari 2020, PD Amanah menjual barang dagangannya dengan menggunakan kartu kredit bukan bank sebesar Rp10.000.000,00. Transaksi tersebut dilaporkan kepada perusahaan pengelola kartu kredit pada tanggal 10 Januari 2020. Pada tanggal 15 Januari 2020, perusahaan pengelola kartu kredit, memotong beban penagihan kartu kredit sebesar Rp200.000,00 dan mengirimkan uang sebesar Rp9.800.000,00 pada perusahaan. Catatlah transaksi-transaksi yang terjadi di atas dengan tepat! Penyelesaian : Gambar 4.1

RANGKUMAN Penjualan secara kredit merupakan transaksi penjualan barang atau jasa yang pembayarannya dilakukan pada waktu yang telah disepakati di kemudian hari. Melalui transaksi ini, perusahaan akan memiliki piutang dagang sebagai hak untuk menagih pembayaran kepada pelanggan. Penjualan kredit bertujuan untuk meningkatkan penjualan dan menarik lebih banyak pelanggan, namun juga memiliki risiko keterlambatan pembayaran dan piutang tak tertagih. Dokumen yang digunakan dalam transaksi penjualan kredit antara lain faktur penjualan, nota kredit, dan bukti kas masuk sebagai dasar pencatatan transaksi. Pencatatan penjualan secara kredit dapat dilakukan menggunakan dua metode, yaitu gross method dan net method. Gross method mencatat piutang sebesar nilai penuh penjualan tanpa memperhitungkan potongan penjualan, sedangkan net method mencatat piutang sebesar nilai bersih setelah dikurangi potongan penjualan. Perbedaan kedua metode tersebut terletak pada pengakuan nilai piutang dan perlakuan terhadap potongan penjualan. Dalam transaksi penjualan kredit dapat terjadi retur penjualan, yaitu pengembalian barang oleh pembeli karena barang rusak, cacat, atau tidak sesuai dengan pesanan. Retur penjualan mengakibatkan berkurangnya nilai penjualan dan piutang dagang sehingga harus dicatat dalam jurnal. Selain itu, ketika pelanggan melunasi utangnya, perusahaan akan mencatat pembayaran piutang melalui jurnal penerimaan kas. Apabila pembayaran dilakukan sesuai syarat yang ditentukan, perusahaan dapat memberikan potongan penjualan sesuai metode pencatatan yang digunakan. Perusahaan juga dapat melakukan penjualan menggunakan kartu kredit. Pada transaksi ini, perusahaan menerima pembayaran melalui bank atau lembaga pengelola kartu kredit. Dana yang diterima perusahaan umumnya telah dikurangi biaya administrasi atau merchant fee yang dibebankan oleh pihak pengelola kartu kredit. Oleh karena itu, perusahaan perlu mencatat transaksi penjualan, penerimaan kas, serta beban administrasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dengan memahami materi ini, peserta didik diharapkan mampu memahami konsep penjualan secara kredit, membedakan gross method dan net method, serta mencatat transaksi penjualan kredit, retur penjualan, pembayaran piutang, dan penjualan menggunakan kartu kredit secara tepat sesuai dengan prinsip akuntansi.

GLOSARIUM Bukti Kas Masuk: Dokumen yang digunakan sebagai bukti penerimaan uang kas oleh perusahaan. Faktur Penjualan: Dokumen yang dibuat penjual sebagai bukti terjadinya transaksi penjualan barang atau jasa. Gross Method: Metode pencatatan penjualan kredit yang mencatat piutang sebesar nilai kotor penjualan sebelum dikurangi potongan penjualan. Jurnal Penjualan: Jurnal khusus yang digunakan untuk mencatat transaksi penjualan secara kredit. Jurnal Penerimaan Kas: Jurnal khusus yang digunakan untuk mencatat seluruh transaksi penerimaan kas perusahaan. Kartu Kredit: Alat pembayaran yang dikeluarkan oleh bank atau lembaga keuangan yang memungkinkan transaksi dilakukan secara kredit. Net Method: Metode pencatatan penjualan kredit yang mencatat piutang sebesar nilai bersih setelah dikurangi potongan penjualan. Nota Kredit: Dokumen yang dibuat penjual sebagai bukti pengurangan piutang karena adanya retur penjualan atau pengurangan harga. Penjualan Kredit: Penjualan barang atau jasa yang pembayarannya dilakukan di kemudian hari sesuai waktu yang telah disepakati. Piutang Dagang: Tagihan perusahaan kepada pelanggan akibat transaksi penjualan secara kredit. Potongan Penjualan: Pengurangan harga yang diberikan penjual kepada pembeli karena pembayaran dilakukan lebih cepat sesuai syarat pembayaran. Retur Penjualan: Pengembalian barang oleh pembeli kepada penjual karena barang rusak, cacat, atau tidak sesuai pesanan. Syarat Pembayaran: Ketentuan pembayaran dalam transaksi kredit yang berisi jangka waktu pembayaran dan potongan yang diberikan. Debitur: Pihak yang memiliki kewajiban membayar utang atau piutang kepada perusahaan. Kas: Uang tunai yang dimiliki perusahaan dan digunakan dalam kegiatan operasional. Piutang Tak Tertagih: Piutang pelanggan yang tidak dapat ditagih atau tidak dapat dibayarkan kembali.

Potongan Penjualan yang Hilang: Tambahan pendapatan yang muncul karena pembeli tidak memanfaatkan masa potongan pembayaran dalam net method. Retur: Pengembalian barang yang telah dibeli kepada penjual. Transaksi: Kegiatan ekonomi yang dapat diukur dengan satuan uang dan memengaruhi posisi keuangan perusahaan.

Daftar Pustaka Astuti, Sari Dwi & Muhammad Riyal Ali S. 2017. Akuntansi Keuangan (Lengkap dengan Petunjuk Praktik) Bidang Keahlian Bisnis dan Manajemen C3 (Kompetensi Keahlian Akuntansi dan Keuangan Lembaga) untuk SMK/MAK Kelas XI. Surakarta: CV Mediatama.