Panduan Siaga Gempa dan Kebakaran di Lingkungan Kerja BRIN

Dokumen ini adalah panduan kesiapsiagaan menghadapi gempa bumi dan kebakaran di lingkungan kerja BRIN. Disusun oleh Kelompok 3, materi ini mencakup tahapan pra-bencana, tanggap darurat, dan pascabencana. Dilengkapi dengan checklist kesiapsiagaan, alur evakuasi, prosedur di titik kumpul, kewaspadaan kebakaran, pengenalan APAR, serta panduan tas siaga dan rencana keluarga. Informasi spesifik…

Panduan Siaga Gempa dan Kebakaran di Lingkungan Kerja BRIN adalah materi edukasi yang disusun oleh Kelompok 3. Dokumen ini ditujukan bagi pegawai dan pengunjung untuk memahami langkah dasar menghadapi gempa bumi dan kebakaran di tempat kerja. Panduan ini bukan pengganti SOP resmi gedung, melainkan pelengkap yang mengacu pada sosialisasi dan simulasi yang telah dilakukan.

Dokumen membagi penanggulangan bencana dalam tiga tahap: pra-bencana, tanggap darurat, dan pascabencana. Pada tahap pra-bencana, pembaca diajak mengenali jalur evakuasi resmi, PIC atau kapten lantai, lokasi titik kumpul, dan menyimpan informasi darurat. Tahap tanggap darurat menekankan tindakan saat gempa, seperti berlindung, menunggu instruksi, dan evakuasi tertib. Tahap pascabencana mencakup pendataan, pelaporan, dan pemulihan kegiatan.

Bagian kesiapsiagaan di tempat kerja menyediakan checklist yang mencakup lokasi titik kumpul, PIC lantai, cara melaporkan orang terluka, akses keluar, perlengkapan keselamatan, kontak darurat, dan jalur evakuasi. Saat gempa, panduan menekankan prinsip tetap tenang, berlindung selama guncangan, menunggu instruksi, bergerak tertib mengikuti PIC, menuju titik kumpul, dan melapor. Lift tidak boleh digunakan kecuali prosedur resmi menginstruksikan sebaliknya.

Alur evakuasi dijelaskan secara berurutan: instruksi atau keadaan memungkinkan, PIC mengarahkan, penghuni mengikuti jalur evakuasi resmi, tiba di titik kumpul, dan lapor untuk pendataan. Setelah di titik kumpul, PIC mendata orang dari area atau lantai, hasil dilaporkan ke pengelola gedung, korban diserahkan ke tim medis, tim pemeriksaan memeriksa gedung, dan pengelola memutuskan kelanjutan aktivitas. Pelaporan harus jelas: nama, kondisi, dan area asal.

Kewaspadaan kebakaran mencakup pengenalan risiko, sumber panas, dan risiko kelistrikan. Checklist kewaspadaan meliputi tidak mengabaikan gangguan peralatan listrik, memperhatikan sumber panas, mengetahui jalur evakuasi dan titik kumpul, serta melaporkan indikasi kebakaran melalui prosedur resmi. APAR diperkenalkan sebagai alat pemadam api ringan, namun penggunaannya hanya jika sesuai pelatihan dan SOP, situasi aman, dan tersedia jalan keluar. Dokumen tidak memuat instruksi teknis penggunaan…

Bagian kesiapsiagaan dari rumah mencakup rencana keluarga, seperti menentukan titik temu di area terbuka dan cara menghubungi anggota keluarga. Tas siaga disarankan oleh narasumber BPBD, dengan isi disesuaikan kebutuhan keluarga: obat-obatan, makanan ringan, dokumen penting, power bank, pakaian, senter, dan peluit. Cek berkala diperlukan untuk memeriksa kondisi barang dan masa berlaku. Informasi tambahan mencantumkan jalur evakuasi dan titik kumpul spesifik Gedung PDDI BRIN Gatot Subroto.