1. Laporan Pengkajian Data Koleksi Permainan Rakyat

View 1. Laporan Pengkajian Data Koleksi Permainan Rakyat flipbook.

LAPORAN PENGKAJIAN Pengembangan Permuseuman A.IV.B.12 Mengkaji Data Koleksi untuk Katalogisasi Koleksi Pengkajian Data Koleksi Permainan Rakyat No. Inv. 03.1121/2012 Achmad Al Azhari Nasution, S.S., M.Sn. NIP 19670219 199703 1 003 Pamong Budaya Ahli Madya Bidang Permuseuman UPT. Museum Sang Nila Utama dan Taman Budaya Dinas Kebudayaan Provinsi Riau 2026

LAPORAN PENGKAJIAN DATA KOLEKSI PERMAINAN RAKYAT MUSEUM SANG NILA UTAMA Dasar 1. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia, Nomor: 7 Tahun 2020, tentang Jabatan Fungsional Pamong Budaya; 2. Peraturan Badan Kepegawaian Negara Republik Indonesia, Nomor: 8 Tahun 2020, tentang Petunjuk Pelaksanaan Pembinaan Jabatan Fungsional Pamong Budaya; 3. Sasaran Kerja Pegawai Negeri Sipil, Jabatan Fungsional Pamong Budaya Madya Permuseuman Dinas Kebudayaan Provinsi Riau, tahun 2026. Data Yang Dilaporkan 1 (Satu) Naskah hasil kajian koleksi permainaan rakyat Museum Sang Nila Utama (Terlampir) Demikian laporan ini dibuat dengan sebenarnya dan dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. Pekanbaru, 31 Maret 2026 Yang melapor Pamong Budaya Ahli Madya Achmad Al Azhari Nasution, S.S., M.Sn. NIP. 19670219 199703 1 003

IDENTIFIKASI KOLEKSI PERMAINAN RAKYAT KOLEKSI MUSEUM SANG NILA UTAMA TAHUN 2026 NOMOR : 03.1121/2012 NAMA PERMAINAN : Congkak TEMPAT ASAL DITEMUKAN : Pekanbaru HASIL IDENTIFIKASI DAERAH ASAL PERMAINAN : Sedanau, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau HASIL IDENTIFIKASI JENIS KELAMIN PEMAIN : Perempuan HASIL IDENTIFIKASI USIA PEMAIN : Tidak ada batasan HASIL IDENTIFIKASI TEMPAT BERMAIN : Beranda atau teras rumah HASIL IDENTIFIKASI WAKTU BERMAIN : Tidak ada ketentuan HASIL IDENTIFIKASI SIFAT PERMAINAN : Strategi HASIL IDENTIFIKASI KLASIFIKASI PEMAIN : Perorangan HASIL IDENTIFIKASI JENIS PERMAINAN : Profan HASIL IDENTIFIKASI PENGIRING PERMAINAN : Tidak ada HASIL IDENTIFIKASI JUMLAH PEMAIN : 2 (dua) orang pemain HASIL IDENTIFIKASI ALAT YANG DIGUNAKAN • Rumah congkak • 98 buah biji-biji isian congkak HASIL IDENTIFIKASI MAKNA PERMAINAN Kebersamaan DESKRIPSI: FOTO Permainan congkak umumnya dimainkan oleh kaum perempuan, baik anak-anak, remaja maupun dewasa. Biasanya aktifitas permainan ini dilakukan pada sore hari, di beranda atau teras rumah sebagai pengisi waktu senggang dan sekedar untuk menghibur diri para pelaku permainan. Permainan congkak dimainkan oleh dua orang dengan menggunakan seperangkat alat yang terdiri dari rumah wadah congkak dan 98 (sembilan puluh delapan) buah congkak. Media wadah congkak yang disebut juga rumah congkak biasanya terbuat dari kayu, namun sekarang ini ada juga yang terbuat dari plastik. Bentuk rumah congkak menyerupai sampan atau perahu dengan ukuran lebih kurang; panjang 50 cm – 80 cm, lebar 15 cm – 20 cm dan tinggi 8 cm - 10 cm, pada kedua sisi panjangnya terdapat

dua buah lubang atau cekungan yang besar disebut lubang induk dan diantara kedua lubang induk tersebut berbanjar dua yang masing-masing terdiri dari tujuh buah lubang yang lebih kecil dari lubang induk dengan diameter lebih kurang 5 cm, yang disebut dengan lubang rumah. Sedangkan untuk 98 (sembilan puluh delapan) buah congkak, pada umumnya menggunakan cangkang siput laut dari spesies Cypraea annulus, yang disebut juga dengan kucing-kucing. Denah Rumah Congkak Lubang Induk Lubang Rumah Congkak adalah permainan rakyat yang sudah berkembang cukup lama di kawasan Melayu dengan sebutan yang berbeda-beda: di Malaysia dan beberapa daerah di kepulauan Riau dikenal dengan sebutan Congkak, di Filipina disebut Sungka, di Sri Lanka dikenal dengan Cangka, di Thailand Tungkayon, dan di beberapa daerah lain di Indonesia seperti di Sulawesi disebut Mokaotan, Maggaleceng, Aggalacang dan Nogarata. Ada juga yang menyebutnya Congklak seperti daerah-daerah yang ada di pulau Jawa Cara Bermain Permainan ini dilakukan oleh dua orang, biasanya dilakukan sambil duduk bersimpuh di atas lantai dan saling berhadapan dengan lawannya. Jalannya permainan congkak pertama-tama masing-masing lubang rumah diisi dengan tujuh buah congkak. Tidak ada ketentuan buah congkak dari lubang rumah mana yang harus pertama kali diambil dalam mengawali permainan. Permainan congkak dimulai dengan kedua pemain bersamaan mengambil semua buah congkak yang ada dari salah satu lubang rumah miliknya masing-masing, kemudian sesuai dengan putaran arah jarum jam kedua pemain tersebut mengisikan satu buah congkak yang berada ditangannya pada setiap lubang rumah yang dilewati termasuk lubang induk miliknya dan juga lubang rumah lawan yang dilewatinya. Dengan demikian akan ada lubang-lubang rumah yang kosong milik masing-masing pemain. Main congkak dikatagorikan sebagai permainan games, yaitu kegiatan bermain yang ditujukan untuk kesenangan dan kepuasan, namun dilakukan dengan kompetitif untuk menentukan menang atau kalah. Maka dalam permainan ini masing-masing pemain selain memerlukan kemampuan berhitung cermat dan cepat, juga harus memiliki kecakapan berpikir atau mengatur strategi yang merupakan hal yang tak terpisahkan dari sebuah permainan, apalagi permainan yang bersifat kompetisi seperti congkak ini. Oleh karena itu masing-masing pemain dalam memilih buah congkak yang harus diambil dari lubang rumah miliknya, pasti mereka akan memperhitungkan agar buah congkak berakhir mengisi baik lubang rumah miliknya sendiri maupun lubang rumah lawan mainnya yang berisi buah congkaknya, sehingga dapat

melanjutkan langkahnya dengan mengambil isi dilubang rumah terakhir termasuk buah congkak terakhir tersebut dan mengisikan kembali. Atau agar buah congkak diperkirakan berakhir mengisi lubang induk miliknya, maka pemain tersebut dapat melanjutkan permainan dengan kembali mengambil buah congkak dari salah satu lubang miliknya yang berisi. Namun apabila buah congkak dari salah satu pemain berakhir mengisi pada lubang rumah yang kosong, dengan demikian pemain tersebut dinyatakan kalah untuk sementara dan harus menunda permainannya hingga lawannya pun menjatuhkan buah congkak terakhirnya dalam lubang rumah yong kosong pula dan dinyatakan kalah juga untuk sementara, dengan demikian giliran bermain pindah pada lawannya, begitu terus menerus. Pada prinsipnya dalam permainan congkak ini masing-masing pemain berusaha agar dapat mengisi sebanyak mungkin buah congkak pada lubang induk miliknya dan memperhitungkan agar tidak menjatuhkan buah congkak terakhir pada lubang rumah yang kosong, terkecuali untuk melakukan strategi tertentu agar dapat menembak, yaitu bila buah congkak berakhir mengisi lubang rumah kosong miliknya dan ternyata lubang rumah lawan di depannya berisi buah congkak, maka semua buah congkak yang ada pada lubang rumah lawan tersebut dapat diambil dan diisikan pada lubang induk milik pemain yang menembak. Penentuan menang atau kalah dalam permainan ini ditentukan jumlah buah congkak yang terisi pada masing-masing lubang induk. Pemain yang pada akhir permainan memiliki jumlah buah congkak pada lubang induknya yang lebih banyak maka dinyatakan sebagai pemenang, yang disebut dengan menang papan. Biasanya permainan ini berakhir setelah ada salah satu pemain yang terlebih dahulu mendapatkan 2 kali kemenangan. Congkak adalah salah satu permainan rakyat atau permainan tradisional Indonesia yang universal dan sudah dikenal serta berkembang sejak masa lampau. Permainan ini dikenal dengan sebutan yang berbeda-beda, di Sumatera pada umumnya dikenal dengan nama congkak, kecuali di Lampung disebut dengan dentuman lamban, di Jawa permainan ini ada yang disebut dengan congklak, dakon, dhakon atau dhakonan, kalau di Sulawesi juga ada beberapa nama untuk permainan ini, yaitu Mokaotan, Maggaleceng, Aggalacang dan Nogarata. Sedangkan di beberapa negara seperti di Malaysia disebut dengan congkak, di Thailand disebut Tungkayon, di Filipina disebut Sungka dan di Sri Lanka dikenal dengan Cangka. Congkak merupakan salah satu permainan rakyat atau permainan tradisional yang ditransformasikan melalui tradisi lisan di antara masyarakat pemiliknya. Permainan ini selain sebagai aktifitas yang dapat menyenangkan hati para pelaku atau pemainnya, juga sarat akan kandungan nilai-nilai budaya, antara lain: nilai sosialisasi, nilai demokrasi, nilai kepatuhan, nilai kecakapan berpikir, nilai kecakapan berhitung, nilai kejujuran, nilai kesabaran dan nilai ketelitian. Hal ini mempunyai kesesuai dengan pendapat para ahli, bahwa permainan rakyat merupakan sarana untuk mengenalkan anak-anak pada nilai

budaya dan norma-norma sosial yang diperlukan untuk mengadakan hubungan atau kontak sosial dan memainkan peran yang sesuai dengan kedudukan sosial dalam masyarakat. Nilai – Nilai Yang Terkandung Dalam Permainan Congkak • Nilai Kesenangan atau Kegembiraan Permainan congkak dapat dilakukan kapan saja dalam mengisi waktu senggang, baik di dalam atau di luar rumah. Permainan ini pun tidak memerlukan tempat yang luas dan pada umumnya dimainkan oleh perempuan baik anak-anak maupun dewasa. Dalam bermain congkak para pelaku permainan akan merasa senang dan gembira, terlebih pada mereka yang memang menyukai permainan congkak. Walaupun congkak sebagai permainan games, yang dilakukan dengan kompetitif untuk menentukan menang atau kalah, namun pada dasarnya permainan ini adalah sebuah bentuk kegiatan dalam rangka memperoleh kesenangan dan kepuasan yang berfungsi sebagai refresing bagi para pelaku permainan. Seperti pendapat yang dikemukakan oleh Johan Huizinga dalam bukunya Homo Ludens: A Study of Play Element in Culture, bahwa manusia merupakan seorang pemain yang memainkan permainan. Aktifitas permainan adalah kegiatan yang bebas, dilakukan dengan sukarela dan sukacita, dalam permainan seseorang akan menikmati kebebasan dari prinsip kebutuhan dan produktivitas yang menandai ritme hidup yang normal sehari-hari. Lebih lanjut Johan Huizinga berpendapat bahwa kegiatan bermain itu tidak kalah pentingnya dari dua kegiatan manusia lainnya, yakni berpikir dan bekerja. Maka dengan demikian dapat tercipta sebuah keseimbangan dalam kehidupan. Keseimbangan kehidupan yang dimaksud adalah manusia tidak semata-mata harus bekerja terus tetapi manusia juga harus menyediakan waktu untuk bersantai atau bermain. • Nilai Sosialisasi Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak dapat hidup sendiri atau mencukupi kebutuhan sendiri, meskipun mempunyai kedudukan atau kekayaan, namun selalu membutuhkan manusia lain. Setiap manusia cenderung untuk berkomunikasi, berinteraksi, dan bersosialisasi dengan manusia lainnya. Nilai sosial yang terkandung pada permaianan congkak dapat dilihat dari jumlah orang yang memainkan permainan ini, sebagaimana kita ketahui congkak dimainkan oleh 2 (dua) orang, sehingga memberi kesempatan pada para pelaku permainan mau tidak mau harus menjalin kontak dan saling berkomunikasi satu sama lainnya. Berbagai macam informasi dapat disampaikan saat permainan ini dilakukan, bahkan juga banyak terlihat senda gurau dan tawa saat permainan ini berlangsung. Hubungan ini dapat menjadi media membangun sikap sosial dalam mengenali seseorang, berteman, dan memupuk persahabatan dan tali persaudaraan. Hal ini memiliki kesesuaian dengan pendapat beberapa para ahli kepribadian menegaskan bahwa fungsi kebersamaan dalam kelompok, khususnya bermain, membangun kepribadian yang lebih manusiawi, membentuk konteks sosial melalui minat sosial, membawa kepada kebutuhan yang inheren dan mendorong untuk saling memiliki, terhindar dari isolasi, membangun kerjasama dan untuk mengurangi

permasalahan hubungan interpersonal. Lebih lanjut menurut Tim Play Plus Indonesia, bahwa salah satu manfaat permainan rakyat, yaitu memberikan pembelajaran kepada anak untuk belajar berinteraksi dengan orang lain. • Nilai Demokrasi Pada umumnya kegiatan permainan rakyat atau permainan tradisional dapat dikatakan sangat demokrasi, karena dapat dimainkan oleh siapa saja, begitu halnya terhadap dengan permainan congkak ini dimainkan oleh para pelaku permainan tanpa mempersoalkan ras, agama, strata sosial, budaya dan lainnya, sehingga dalam permainan ini telah menanamkan “Unity in diversity” . Selain itu nilai demokrasi dalam kegiatan main congkak sebenarnya terlihat juga ketika para pelaku permainan sebelum mulai bermain, mereka akan menyepakati keputusan peraturan permainan serta cara bermain dengan berunding atau bermusyawarah secara sukarela dan tidak ada paksaan atau tekanan dari luar, jadi sangat jelaslah bahwa masing-masing pemain mempunyai kedudukan dan hak yang sama. Cara-cara tersebut merupakan salah satu bentuk implementasi dari nilai demokrasi. • Nilai Kepatuhan atau Disiplin Pada permainan ini masing-masing pelaku permainan harus dapat dan biasa mematuhi peraturan permainan yang harus dipenuhi. Sebagaimana telah disebutkan pada halaman terdahulu bahwa peraturan dalam permainan congkak ini selalu dimufakatkan bersama oleh mereka sebelum permainan dimulai. Jadi dengan demikian masing-masing pelaku permainan merasa ikut menentukan permainan itu, maka tentunya mereka akan dan turut pula bertanggung jawab untuk berlakunya dan dipatuhinya peraturan permainan. Dengan demikian dalam permainan ini seseorang belajar menumbuhkan kebiasaan bersikap tunduk dan patuh pada aturan-aturan dalam bentuk lisan maupun tulisan yang disepakati bersama dengan baik serta meninggalkan apa yang menjadi larangannya agar terhindar dari sanksi hukuman. • Nilai Kecakapan Berpikir Pada permainan congkak ini, kecakapan berpikir masing-masing pemain dapat terlihat ketika mereka mengatur strategi dalam mempertimbangkan kemungkinan untung atau rugi memilih buah congkak yang akan diambil sekarang dan langkah-langkah berikutnya, baik dirinya sendiri maupun dari pihak lawan mainnya, kesemuanya itu merupakan stretegi yang ditujukan untuk meraih kemenangan. Masing-masing pemain belajar melatih kecakapan berpikir dengan perhitungan yang cermat guna mengatur strategi yang tepat dalam menentukan dan memilih buah congkak yang diambil untuk dapat memenuhi lubang induknya dengan banyak dan cepat, ataupun mempertimbangkan kemungkinan tempat jatuhnya buah congkak terakhir yang mungkin akan menghasilkan banyak buah congkak lawan dengan cara menembak untuk mengisi lubang induknya.

Dalam kecakapan berpikir masing-masing pelaku permainan congkak ini terdapat indikator yang dapat membuktikan bahwa permainan tersebut juga mampu untuk meningkatkan kemampuan belajar memecahkan masalah. Hal ini terlihat ketika dari salah satu pemain memiliki jumlah buah congkak dalam lubang induknya masih sedikit, maka perlu menyusun strategi dengan baik untuk mengejar ketertinggalan tersebut, misalnya dengan cara menembak lubang rumah lawan yang banyak berisi buah congkak. • Nilai Kecakapan Berhitung Kecakapan berhitung merupakan suatu yang harus dimiliki masing-masing pemain dalam permainan congkak ini. Sebab masing-masing pemain dilatih untuk menggunakan kecakapan berhitung dalam memilih lubang rumah miliknya yang mana dengan jumlah buah congkak dapat diperkirakan berakhir mengeisi lubang induknya atau berakhir mengisi lubang rumah baik miliknya maupun lawan yang tidak kosong. Dalam permainan congkak pada dasarnya seseorang dapat melatih kecakapan berhitung, seperti operasi pengalian dari jumlah buah congkak yang digunakan dalam permainan sebanyak 7x7x2, yaitu 7 buah congkak dikalikan dengan 7 lubang rumah yang tersedia, dikalikan lagi dengan 2, karena jumlah deret lubang rumah ada 2, maka diperoleh hasil 98 yang merupakan total keseluruhan jumlah buah congkak yang dipergunakan dalam permainan ini.. Operasi pembagian bilangan dengan variabel 7, dapat dilakukan pada babak kedua, yaitu ketika masing-masing pemain mengisi lubang rumahnya dengan buah congkak yang telah terkumpul dalam lubang induk sebagai hasil dari permainan pada babak pertama. Operasi penjumlahan dan pengurangan, dapat dilakukan ketika menghitung sisa buah congkak yang tersedia pada masing- masing pemain, setelah dituangkan ke dalam deret buah congkak. • Nilai Kejujuran dan Sportifitas Pada hakekatnya permainan congkak tidak berbeda dengan permainan rakyat yang lainnya, masing- masing pemain harus bertindak jujur. Nilai kejujuran pada permainan ini terlihat ketika seorang pemain mengisikan satu buah congkak yang berada ditangannya pada setiap lubang rumah yang dilewati termasuk lubang induk miliknya dan juga lubang rumah lawan yang dilewatinya. Di sinilah seseorang dapat dilatih jujur, dan tetap sportif. Hal ini tidak berarti bahwa kecurangan dalam permainan congkak tidak ada, sebab seperti kita ketahui bahwa dalam permainan apapun mesti ada kesempatan untuk melakukan kecurangan. Selain masing-masing pelaku permainan dituntut untuk bertindak jujur, biasanya juga didukung pengawasan oleh orang-orang disekitarnya yang ikut menyaksikan jalannya permainan ini. Maka ketika masing-masing pemain ada yang berbuat curang biasanya mereka berkewajiban pula untuk memperingatkan atau menegurnya. Dengan demikian seseorang dapat pengajaran kejujuran dan sprotifitas, menang atau kalah bukanlah perkara, tetapi kemenangan yang paling hebat adalah berhasil memenangkan pertarungan emosi. Kemenangan

yang diraih oleh lawan main harus dihargai dan diakui, bahwa lawan main tersebut mempunyai keunggulan yang lebih baik. • Nilai Kesabaran Kesabaran menjadi bagian yang tak kalah pentingnya dalam pelaksanaan permainan ini. Seorang pemain harus sabar menunggu gilirannya untuk bermain, terlebih jika lawannya tangguh dan berhasil mengendalikan permainan dimana buah congkak terakhirnya selalu mengisi lubang induknya atau jatuh pada lubang rumah yang berisi buah congkak. • Nilai Ketelitian Dalam permainan congkak ini masing-masing pemain dilatih ketelitiannya, melalui gerakan tangan yang mengisikan buah congkak satu per satu ke setiap lubang rumah yang dilewati maupun lubang induk miliknya yang tersedia, tanpa ada yang terlewat.