Blue Red and Beige Vintage Envelope Illutration Project Presentation

surat untuk sahabatku tersayang by Izmafa

UNTUK ERINA CHOIRIN LULUK TSABITA

Perjalanan hampir 4 tahun ini. Seorang gadis dari Banyumas yang merantau sekitar 175 km dengan waktu tempuh kurang lebih 5 jam sekali jalan. Aku sangat bersyukur dipertemukan dengan orang-orang hebat seperti kalian. Ya! Kalian yang sedang membaca surat ini. Kalian adalah salah satu takdir terbaik yang Allah berikan. Allah mempertemukan kita agar bisa saling belajar, saling menguatkan, saling mendoakan, dan bertumbuh bersama. Kalian adalah bagian penting dari kisahku di Magelang.Assalamu'alaikum wr.wb

Tidak terasa, fase studi S1 di Kota Magelang ini akan segera usai. Mau tidak mau, ada takdir baru yang harus kita jemput masing-masing. Tentang perjalanan, pengorbanan, dan perjuangan yang tidak pernah usai untuk membentuk kita menjadi pribadi yang lebih baik. Rasanya baru kemarin kita pertama kali dipertemukan. Lalu hari-hari berjalan begitu saja. Masuk kelas, mengerjakan tugas, mengejar deadline, bercanda di sela-sela perkuliahan, sampai mengeluh bersama ketika keadaan terasa melelahkan. Dulu, saat mata kuliah berlangsung, kita duduk berjejer, saling melempar candaan, saling menunggu, dan tanpa sadar menjadi bagian dari keseharian satu sama lain. BAGIAN 1

Sekarang sudah nggak ada lagi jeda mata kuliah di kos Izma. Nggak ada lagi beli batagor, Cimur, es teh 3 ribuan, dan bakso ojek di depan kampus. Nggak ada lagi sesi mampir ke Warung Sunshine; Luluk pesan kwetiaw, Mba Choi nasi goreng, Izma dan Erina yang ikut-ikutan, lalu Mba Bita yang selalu pesan minum dua gelas. Rasanya baru kemarin juga kita ke Ayam Lunak Bu Ani, makan sambil ngobrol dan bercanda, tanpa pernah berpikir bahwa suatu hari nanti, momen-momen sederhana itu justru menjadi hal yang paling dirindukan. Kadang aku masih suka membayangkan suasana kelas itu. Siapa ya yang sekarang mengisi baris kedua dekat deret pintu? Siapa yang duduk di tempat-tempat yang dulu begitu akrab dengan cerita kita?

Yang tersisa hanyalah cerita-cerita sederhana yang tak lagi bisa diulang persis sama. Tawa yang dulu terdengar biasa, ternyata kini menjadi kenangan yang begitu berharga. Dan dari semua itu, yang paling tersisa adalah rasa syukur karena pernah dipertemukan dengan kalian. Waktu memang berjalan pelan saat dijalani. Namun ketika menoleh ke belakang, ternyata banyak hal telah berubah. Orang- orang yang dulu selalu ada setiap hari, kini perlahan berjalan menuju tujuan dan mimpinya masing-masing. BAGIAN 2 Semoga Allah selalu melindungi langkah kita, memudahkan segala urusan, melapangkan jalan yang sedang kita tempuh, serta mengantarkan kita pada keberhasilan dan keberkahan di dunia maupun akhirat. 🤲💖

Terima kasih sudah menjadi bagian dari perjalanan ini. Meski pertemanan ini termasuk singkat, kalian akan selalu menjadi teman yang aku ingat, kapan pun dan di mana pun. Terus berkabar ya, bestt. Jarak boleh memisahkan, tetapi doa akan selalu mempersatukan. 💗 POSKO KENANGAN

Sekaligus dalam momentum 10 Muharram 1448 H, tahun baru Hijriah kita, izinkan aku berintropeksi dengan bantuan kalian semua. Tolong isi form di bawah ini sesuai POV kalian masing-masing. https://forms.gle/wVCotUeKPD83Zwap8 Tidak perlu ada yang ditutupi. Kritik, saran, dan masukan dari kalian akan sangat berarti untuk membantuku menjadi pribadi yang lebih baik. MUHASABAH

Thank You Wassalamu'alaikum wr.wb