View Bahasa Indonesia BG KLS I Rev flipbook.
Sofie Dewayani SD/MI KELAS I Panduan GuruPanduan Guru BAHASA INDONESIABAHASA INDONESIA Aku Bisa!Aku Bisa! KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI REPUBLIK INDONESIA 2023 Edisi Revisi
Hak Cipta pada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. Dilindungi Undang-Undang. Penafian: Buku ini disiapkan oleh Pemerintah dalam rangka pemenuhan kebutuhan buku pendidikan yang bermutu, murah, dan merata sesuai dengan amanat dalam UU No. 3 Tahun 2017. Buku ini disusun dan ditelaah oleh berbagai pihak di bawah koordinasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Buku ini merupakan dokumen hidup yang senantiasa diperbaiki, diperbarui, dan dimutakhirkan sesuai dengan dinamika kebutuhan dan perubahan zaman. Masukan dari berbagai kalangan yang dialamatkan kepada penulis atau melalui alamat surel buku@kemdikbud.go.id diharapkan dapat meningkatkan kualitas buku ini. Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) Penulis Sofie Dewayani Penelaah Heru Kurniawan Lia Marlia Penyelia/Penyelaras Supriyatno Lenny Puspita Ekawaty Sofia Nida Khoerunnisa Kontributor Rismawati Sitorus Rifki Anugrah Ilustrator Andrianus Kokok Raharjo Karnadi Singgih Cahyo Jadmiko Elvira Novianti Ken Danu Fitra Nugraha Lyly Young Matahari Indonesia Muninggar Herdianing Naimatur Rofiqoh Ella Elviana Santosa Triwibawa Felia Febriany Gunawan Editor Agustina Purwantini Editor Visual Siti Wardiyah Desainer Dono Merdiko Penerbit Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Dikeluarkan oleh Pusat Perbukuan Kompleks Kemdikbudristek Jalan RS. Fatmawati, Cipete, Jakarta Selatan https://buku.kemdikbud.go.id Edisi Revisi, 2023 ISBN 978-623-118-509-9 (no.jil.lengkap PDF) ISBN 978-623-118-510-5 (jil.1 PDF) Isi buku ini menggunakan huruf Noto Sans 11/18 pt. SIL Open Font License. xiv, 290 hlm.: 21 x 29,7 cm.
iii Pusat Perbukuan; Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan; Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi memiliki tugas dan fungsi mengem bangkan buku pendidikan pada satuan Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, termasuk Pendidikan Khusus. Buku berkaitan erat dengan kurikulum. Buku yang dikembangkan saat ini mengacu pada kurikulum yang berlaku, yaitu Kurikulum Merdeka. Salah satu bentuk dukungan terhadap implementasi Kurikulum Merdeka di satuan pendidikan ialah mengembangkan buku teks utama yang terdiri atas Buku Siswa dan Panduan Guru. Buku ini merupakan sumber belajar utama dalam pembelajaran bagi siswa dan menjadi salah satu referensi atau inspirasi bagi guru dalam merancang dan mengembangkan pembelajaran sesuai karakteristik, potensi, dan kebutuhan peserta didik. Keberadaan buku teks utama ini diharapkan menjadi fondasi dalam membentuk Profil Pelajar Pancasila yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa, dan berakhlak mulia; berkebinekaan global, berjiwa gotong royong, mandiri, kritis, dan kreatif. Buku teks utama, sebagai salah satu sarana membangun dan meningkatkan budaya literasi masyarakat Indonesia, perlu mendapatkan perhatian khusus. Pemerintah perlu menyiapkan buku teks utama yang mengikuti perkembangan zaman untuk semua mata pelajaran wajib dan mata pelajaran peminatan, termasuk Pendidikan Khusus. Sehubungan dengan hal itu, Pusat Perbukuan merevisi dan menerbitkan bukubuku teks utama berdasarkan Capaian Pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkolaborasi dalam upaya menghadirkan buku teks utama ini. Kami berharap buku ini dapat menjadi landasan dalam memperkuat ketahanan budaya bangsa, membentuk mentalitas maju, modern, dan berkarakter bagi seluruh generasi penerus. Semoga buku teks utama ini dapat menjadi tonggak perubahan yang menginspirasi, membimbing, dan mengangkat kualitas pendidikan kita ke puncak keunggulan. Jakarta, Desember 2023 Kepala Pusat Perbukuan, Supriyatno, S.Pd., M.A. Kata Pengantar
iv Bapak dan Ibu Guru kelas satu, selamat menyambut tahun ajaran baru! Pada setiap awal tahun ajaran, guru selalu menyambut peserta didik baru. Agar peserta didik baru cepat beradaptasi dan termotivasi untuk belajar di kelas satu, guru perlu membuat suasana belajar menyenangkan. Buku panduan guru membantu Bapak dan Ibu untuk membantu peserta didik beradaptasi di kelas satu melalui kegiatan yang menumbuhkan motivasi belajar dan bermakna. Materi pada buku ini mengembangkan kecakapan menyimak, membaca dan mengamati, berbicara, berdiskusi dan mempresentasikan, serta menulis awal peserta didik kelas satu. Beragam aktivitas dalam buku ini membantu peserta didik untuk berinteraksi dengan teman dan mengenal lingkungan di sekitar mereka dengan lebih baik. Ingatlah untuk menanamkan kebiasaan membaca melalui kegiatan yang menyenangkan. Dengan membacakan buku setiap hari, para peserta didik akan mencintai bacaan. Tentunya, guru perlu memilihkan bacaan bermutu yang sesuai dengan daya konsentrasi dan kemampuan membaca mereka. Selamat berkegiatan dengan gembira bersama peserta didik di kelas satu! Salam takzim, Sofie Dewayani Prakata
v Daftar Isi Kata Pengantar ................................................................................................................. iii Prakata ............................................................................................................................... iv Daftar Isi ............................................................................................................................ v Daftar Gambar .................................................................................................................. viii Daftar Tabel ....................................................................................................................... ix Penjelasan Bagianbagian Panduan Guru ..................................................................... xii Panduan Umum ....................................................................................................... 1 A. Pendahuluan ....................................................................................................... 2 B. Capaian Pembelajaran Bahasa Indonesia Fase A ......................................... 12 C. Strategi Pembelajaran Bahasa Indonesia di Kelas Satu .............................. 14 D. Asesmen .............................................................................................................. 30 E. Komponen dalam Buku Siswa .......................................................................... 40 Panduan Khusus Bab I Bunyi Apa? ........................................................................ 43 A. Pendahuluan ....................................................................................................... 44 B. Konsep dan Keterampilan Prasyarat ............................................................... 47 C. Penyajian Materi Esensial .................................................................................. 47 D. Apersepsi ............................................................................................................. 48 E. Penilaian Sebelum Pembelajaran .................................................................... 48 F. Panduan Pembelajaran ..................................................................................... 48 G. Refleksi ................................................................................................................. 64 H. Sumber Belajar Utama ...................................................................................... 66 Panduan Khusus Bab II Ayo, Bermain! ................................................................. 67 A. Pendahuluan ....................................................................................................... 68 B. Konsep dan Keterampilan Prasyarat ............................................................... 71 C. Penyajian Materi Esensial .................................................................................. 71 D. Apersepsi ............................................................................................................. 71 E. Penilaian Sebelum Pembelajaran ..................................................................... 72 F. Panduan Pembelajaran ..................................................................................... 72 G. Refleksi ................................................................................................................. 91 H. Sumber Belajar Utama ...................................................................................... 94 Panduan Khusus Bab III Awas Kuman! ................................................................. 95 A. Pendahuluan ....................................................................................................... 96 B. Konsep dan Keterampilan Prasyarat ............................................................... 99 C. Penyajian Materi Esensial .................................................................................. 99 D. Apersepsi ............................................................................................................. 100
vi E. Penilaian Sebelum Pembelajaran ..................................................................... 100 F. Panduan Pembelajaran ..................................................................................... 100 G. Refleksi ................................................................................................................. 119 H. Sumber Belajar Utama....................................................................................... 122 Panduan Khusus Bab IV Aku Bisa! ......................................................................... 123 A. Pendahuluan ....................................................................................................... 124 B. Konsep dan Keterampilan Prasyarat ............................................................... 126 C. Penyajian Materi Esensial .................................................................................. 126 D. Apersepsi ............................................................................................................. 127 E. Penilaian Sebelum Pembelajaran ..................................................................... 127 F. Panduan Pembelajaran ..................................................................................... 128 G. Refleksi ................................................................................................................. 142 H. Sumber Belajar Utama....................................................................................... 146 Panduan Khusus Bab V Teman Baru ..................................................................... 147 A. Pendahuluan ...................................................................................................... 148 B. Konsep dan Keterampilan Prasyarat ............................................................... 150 C. Penyajian Materi Esensial .................................................................................. 151 D. Apersepsi ............................................................................................................. 151 E. Penilaian Sebelum Pembelajaran .................................................................... 151 F. Panduan Pembelajaran ..................................................................................... 152 G. Refleksi ................................................................................................................. 164 H. Sumber Belajar Utama ...................................................................................... 168 Panduan Khusus Bab VI Temanku Berbeda ......................................................... 169 A. Pendahuluan ...................................................................................................... 170 B. Konsep dan Keterampilan Prasyarat ............................................................... 172 C. Penyajian Materi Esensial .................................................................................. 173 D. Apersepsi ............................................................................................................. 173 E. Penilaian Sebelum Pembelajaran ..................................................................... 174 F. Panduan Pembelajaran ..................................................................................... 174 G. Refleksi ................................................................................................................. 188 H. Sumber Belajar Utama....................................................................................... 192 Panduan Khusus Bab VII Aku Ingin ....................................................................... 193 A. Pendahuluan ....................................................................................................... 194 B. Konsep dan Keterampilan Prasyarat ............................................................... 196 C. Penyajian Materi Esensial .................................................................................. 197 D. Apersepsi ............................................................................................................ 197 E. Penilaian Sebelum Pembelajaran ..................................................................... 197
vii F. Panduan Pembelajaran ..................................................................................... 197 G. Refleksi ................................................................................................................. 214 H. Sumber Belajar Utama ...................................................................................... 218 Panduan Khusus Bab VIII Di Sekitar Rumah ........................................................ 219 A. Pendahuluan ....................................................................................................... 220 B. Konsep dan Keterampilan Prasyarat ............................................................... 223 C. Penyajian Materi Esensial .................................................................................. 224 D. Apersepsi ............................................................................................................. 224 E. Penilaian Sebelum Pembelajaran ..................................................................... 224 F. Panduan Pembelajaran ..................................................................................... 225 G. Refleksi ................................................................................................................. 244 H. Sumber Belajar Utama ...................................................................................... 248 Lembar Kerja Siswa .......................................................................................................... 249 Glosarium .......................................................................................................................... 269 Daftar Pustaka................................................................................................................... 272 Daftar Buku Rekomendasi untuk Kelas Satu................................................................. 273 Indeks ................................................................................................................................. 275 Profil Pelaku Perbukuan .................................................................................................. 277
viii Daftar Gambar Gambar 1. Bagan Profil Pelajar Pancasila ................................................................. 3 Gambar 2. Jembatan dari Fase Fondasi ke Fase A ................................................... 9 Gambar 3. Kontinum literasi dini ke literasi awal .................................................... 14 Gambar 4. Kegiatan Berbahasa Berbasis Teks......................................................... 15 Gambar 5. Strategi Literasi Berimbang .................................................................... 16 Gambar 6. Pojok Baca Kelas ....................................................................................... 18 Gambar 7. Contoh Kamus Dinding di Kelas Satu ..................................................... 22 Gambar 8. Contoh Daftar Peserta Didik di Kelas Satu ............................................ 22 Gambar 9. Contoh Kalender Kelas Satu .................................................................... 23 Gambar 10. Contoh Pohon Buku di Kelas Satu .......................................................... 23 Gambar 11. Contoh Poster Abjad ................................................................................ 24 Gambar 12. Contoh Kartu Kata .................................................................................... 24 Gambar 13. Bukubuku Dipajang Menghadap ke Depan ......................................... 25 Gambar 14. Alat Peraga untuk Bercerita .................................................................... 26 Gambar 15. Alat Tulis di Kelas Satu.............................................................................. 26 Gambar 16. Tahapan Menyusun Asesmen Awal ........................................................ 33 Gambar 1.1 Peta Materi Bab 1 ..................................................................................... 44 Gambar 1.2 Cara Memegang Pensil dengan Benar .................................................. 59 Gambar 1.3 Cara Menggenggam Pensil yang Salah ................................................. 59 Gambar 2.1 Peta Materi Bab 2 ..................................................................................... 68 Gambar 3.1 Peta Materi Bab 3 ..................................................................................... 96 Gambar 4.1 Peta Materi Bab 4 ..................................................................................... 124 Gambar 4.2 Contoh Gambar Peserta Didik ................................................................ 136 Gambar 5.1 Peta Materi Bab 5 ..................................................................................... 148 Gambar 6.1 Peta Materi Bab 6 ..................................................................................... 170 Gambar 7.1 Peta Materi Bab 7 ..................................................................................... 194 Gambar 8.1 Peta Materi Bab 8 ..................................................................................... 220
ix Daftar Tabel Tabel 1. Profil Pelajar Pancasila dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas I 4 Tabel 5. Contoh Kegiatan Pembelajaran Harian Kelas Satu ............................... 29 Tabel 2. Contoh Pemetaan Hasil Asesmen Formatif di Bab 1 ............................. 37 Tabel 3. Lembar Amatan Merujuk Kepada Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran ............................................................................................. 38 Tabel 4. Contoh Lembar Amatan Elemen Menyimak ........................................... 39 Tabel 1.1 Materi Pembelajaran Bab 1 ...................................................................... 45 Tabel 1.2 Contoh Lembar Pengamatan Kemampuan Menyimak ........................ 50 Tabel 1.3 Contoh Rubrik Penilaian Pengenalan Huruf ......................................... 52 Tabel 1.4 Contoh Pemetaan Peserta Didik Berdasarkan Kemampuan Menulis 53 Tabel 1.5 Contoh Rubrik Penilaian Menulis Nama Sendiri ................................... 54 Tabel 1.6 Contoh Lembar Pengamatan Berbicara ................................................. 54 Tabel 1.7 Contoh Tabel Pengelompokan Kata ........................................................ 55 Tabel 1.8 Contoh Rubrik Penilaian Membaca Suku Kata ...................................... 56 Tabel 1.9 Contoh Rubrik Penilaian Sumatif Membaca Suku Kata ........................ 61 Tabel 1.10 Contoh Pemetaan Peserta Didik Berdasarkan Kompetensi yang Diajarkan di Bab 1 ............................................................................ 64 Tabel 1.11 Contoh Refleksi Strategi Pembelajaran di Bab 1 ................................... 65 Tabel 1.12 Contoh Refleksi Guru di Bab 1 ................................................................. 66 Tabel 2.1 Skema Pembelajaran Bab 2...................................................................... 69 Tabel 2.2 Contoh Jawaban Peserta Didik................................................................. 74 Tabel 2.3 Contoh Lembar Pengamatan Kemampuan Menyimak ........................ 75 Tabel 2.4 Contoh Rubrik Penilaian Pengenalan Huruf ‘h’..................................... 79 Tabel 2.5 Contoh Rubrik Penilaian Menulis Suku Kata yang Diawali dengan Huruf ‘h’...................................................................................................... 81 Tabel 2.6 Contoh Jawaban Peserta Didik................................................................. 83 Tabel 2.7 Contoh Lembar Penilaian Sumatif Bercerita .......................................... 84 Tabel 2.8 Contoh Pemetaan Peserta Didik Berdasarkan Kompetensi yang Diajarkan di Bab 2 ............................................................................ 91 Tabel 2.9 Contoh Refleksi Strategi Pembelajaran Bab 2 ....................................... 93 Tabel 2.10 Contoh Refleksi Guru di Bab 2 ................................................................. 94 Tabel 3.1 Skema Pembelajaran Bab 3...................................................................... 97 Tabel 3.2 Contoh Jawaban Peserta Didik................................................................. 102 Tabel 3.3 Contoh Lembar Pengamatan Kemampuan Menyimak ........................ 103 Tabel 3.4 Contoh Jawaban Peserta Didik................................................................. 105
x Tabel 3.5 Contoh Lembar Pengamatan Bercerita .................................................. 106 Tabel 3.6 Contoh Jawaban Peserta Didik................................................................. 107 Tabel 3.7 Rubrik Penilaian Menulis Suku Kata ‘ku’ ............................................... 110 Tabel 3.8 Contoh Jawaban Peserta Didik................................................................. 111 Tabel 3.9 Contoh Rubrik Penilaian Mengenali Suku Kata yang Diawali dengan Huruf ‘k’ ...................................................................................................... 113 Tabel 3.10 Contoh Rubrik Penilaian Sumatif: Menulis Nama Binatang ................ 115 Tabel 3.11 Jawaban Benar untuk Kegiatan Menandai Makanan Bersih dan Makanan Kotor............................................................................................................ 116 Tabel 3.12 Contoh Pemetaan Peserta Didik Berdasarkan Kompetensi yang Diajarkan di Bab 3 ....................................................................................................... 120 Tabel 3.13 Contoh Refleksi Strategi Pembelajaran di Bab 3 ................................... 121 Tabel 3.14 Contoh Refleksi Guru di Bab 3 ................................................................. 122 Tabel 4.1 Skema Pembelajaran Bab 4...................................................................... 125 Tabel 4.2 Contoh Lembar Pengamatan Kemampuan Menyimak ........................ 129 Tabel 4.3 Contoh Rubrik Penilaian Mengenali dan Merangkai Huruf Menjadi Suku Kata dan Kata ............................................................................................ 132 Tabel 4.4 Contoh Lembar Pengamatan Berbicara ................................................. 134 Tabel 4.5 Contoh Rubrik Penilaian Membedakan Gerak Mendorong dan Menarik ............................................................................................... 138 Tabel 4.6 Contoh Rubrik Penilaian Sumatif: Menulis Suku Kata .......................... 139 Tabel 4.7 Contoh Pemetaan Peserta Didik Berdasarkan Kompetensi yang Diajarkan di Bab 4 ............................................................................ 143 Tabel 4.8 Contoh Refleksi Strategi Pembelajaran di Bab 4 ................................... 144 Tabel 4.9 Contoh Refleksi Guru di Bab 4 ................................................................. 146 Tabel 5.1 Skema Pembelajaran Bab 5...................................................................... 149 Tabel 5.2 Contoh Lembar Pengamatan Kemampuan Menyimak ........................ 154 Tabel 5.3 Contoh Rubrik Penilaian Mengenali dan Merangkai Huruf Menjadi Suku Kata dan Kata .................................................................................. 156 Tabel 5.4 Contoh Rubrik Penilaian Menulis Suku Kata .......................................... 157 Tabel 5.5 Contoh Lembar Pengamatan Berbicara untuk Penilaian Sumatif ...... 160 Tabel 5.6 Contoh Pemetaan Peserta Didik Berdasarkan Kompetensi yang Dipelajari di Bab 5 ............................................................................ 164 Tabel 5.7 Contoh Refleksi Strategi Pembelajaran di Bab 5 ................................... 166 Tabel 5.8 Contoh Refleksi Guru di Bab 5 ................................................................. 168 Tabel 6.1 Skema Pembelajaran Bab 6...................................................................... 171
xi Tabel 6.2 Contoh Rubrik Penilaian Mengenali dan Merangkai Huruf Menjadi Suku Kata dan Kata ............................................................................................ 178 Tabel 6.3 Contoh Rubrik Penilaian Menulis Kata dengan Arah yang Benar ...... 181 Tabel 6.4 Contoh Lembar Pengamatan Berbicara ................................................. 182 Tabel 6.5 Contoh Lembar Pengamatan Berdiskusi................................................ 183 Tabel 6.6 Contoh Lembar Penilaian Sumatif Kemampuan Menyimak ................ 184 Tabel 6.7 Contoh Pemetaan Peserta Didik Berdasarkan Kompetensi yang Diajarkan di Bab 6 ....................................................................................................... 188 Tabel 6.8 Contoh Refleksi Strategi Pembelajaran di Bab 6 ................................... 190 Tabel 6.9 Contoh Refleksi Guru di Bab 6 ................................................................. 192 Tabel 7.1 Skema Pembelajaran Bab 7...................................................................... 195 Tabel 7.2 Contoh Lembar Pengamatan Kemampuan Menyimak ........................ 200 Tabel 7.3 Contoh Rubrik Penilaian Membaca Nama Benda ................................. 202 Tabel 7.4 Penilaian Sumatif: Mengenali Bentuk dan Bunyi Huruf ....................... 203 Tabel 7.5 Contoh Rubrik Penilaian Menulis Suku Kata untuk Melengkapi Nama Benda............................................................................................... 204 Tabel 7.6 Contoh Lembar Pengamatan Berbicara ................................................. 207 Tabel 7.7 Contoh Rubrik Penilaian Menulis Kata Benda ...................................... 207 Tabel 7.8 Contoh Pemetaan Peserta Didik Berdasarkan Kompetensi yang Diajarkan di Bab 7 ............................................................................ 214 Tabel 7.9 Contoh Refleksi Strategi Pembelajaran di Bab 7 ................................... 216 Tabel 7.10 Contoh Refleksi Guru di Bab 7 ................................................................. 218 Tabel 8.1 Skema Pembelajaran Bab 8...................................................................... 221 Tabel 8.2 Contoh Rubrik Penilaian Menemukan Informasi pada Peta ............... 228 Tabel 8.3 Contoh Lembar Pengamatan Berbicara ................................................. 229 Tabel 8.4 Contoh Rubrik Penilaian Sumatif: Membaca Kata yang Menunjukkan Letak dan Posisi ......................................................................................... 232 Tabel 8.5 Contoh Rubrik Penilaian Melengkapi Kalimat Rumpang dengan Kata Keterangan Tempat................................................................................... 233 Tabel 8.6 Contoh Lembar Pengamatan Kemampuan Menyimak ........................ 234 Tabel 8.7 Contoh Rubrik Penilaian Menulis Nama Profesi ................................... 238 Tabel 8.8 Contoh Pemetaan Peserta Didik Berdasarkan Kompetensi yang Diajarkan di Bab 8 ............................................................................ 245 Tabel 8.9 Contoh Refleksi Strategi Pembelajaran di Bab 8 ................................... 246 Tabel 8.10 Contoh Refleksi Guru di Bab 8 ................................................................. 247
xii Komponen dalam Panduan Guru Panduan Guru ini memiliki penanda visual sebagai berikut. Tujuan pembelajaran menggambarkan turunan dari Capaian Pembelajaran dalam tujuan yang dicapai pada setiap bab. Panduan Guru Bahasa Indonesia Aku Bisa! | SD/MI Kelas I (Edisi Revisi)42 A. Pendahuluan Bapak dan Ibu Guru, minggu-minggu awal akan menanamkan kesan penting bagi para peserta didik baru di kelas satu. Maka ciptakan suasana belajar yang menyenangkan untuk menumbuhkan motivasi belajar mereka. Pada hari-hari pertama di kelas satu, peserta didik mungkin merasa belum nyaman bersekolah. Oleh karena itu, guru perlu membuat suasana belajar yang menyenangkan pada masa peserta didik beradaptasi dan berkenalan dengan teman-teman barunya. Membacakan cerita bergambar merupakan salah satu kegiatan yang menenangkan dan membuat peserta didik nyaman. Bab ini dapat diajarkan setelah peserta didik berpartisipasi dalam kegiatan mengenal lingkungan sekolah, lingkungan kelas, dan berkenalan dengan teman baru. Guru mengajarkan bab ini pada saat peserta didik telah siap untuk mengikuti aktivitas pembelajaran yang membutuhkan perhatian penuh. Bab pertama ini dapat diajarkan setelah peserta didik menyelesaikan kegiatan orientasi di awal kelas satu. Pastikan peserta didik telah mengembangkan fokus, konsentrasi, dan kesiapan kognitif untuk mengikuti kegiatan dalam bab ini. Peta Materi Tujuan Pembelajaran: Dengan menyimak dan menanggapi bacaan tentang bunyi dan pancaindra secara lisan, peserta didik dapat mengenali abjad, merangkai suku kata yang diawali huruf ‘b’, menulis huruf ‘B’ dan ‘b,’ serta menulis namanya sendiri. Menulis huruf ‘b’ dan ‘B’ Mengenali dan membaca kata-kata yang diawali dengan huruf ‘b’ secara berulang-ulang. Menyimak bacaan yang menyajikan kosakata berawalan ‘b’ dan menanggapi pertanyaan guru tentang bacaan yang disimak. Menunjukkan kata- kata yang diawali dengan sukukata ‘bo-’ dan ‘bi-’ Menyimak guru melafalkan bunyi ‘kata yang berawalan dengan huruf ‘b’ dan menirukannya. Menyimak guru merangkai bunyi huruf ‘b’ dan huruf vokal kemudian menirukannya. Gambar 1.1. Peta Materi Bab 1 Tujuan Pembelajaran Bab Ini: Dengan menyimak dan menanggapi bacaan tentang bunyi dan pancaindra secara lisan, peserta didik dapat mengenali abjad, merangkai suku kata yang diawali huruf ‘b’, menulis huruf ‘B’ dan ‘b,’ serta menulis namanya sendiri. Tujuan pembelajaran ini dicapai dengan rangkaian aktivitas pembelajaran dalam skema di bawah ini. Skema ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik dan kondisi sekolah yang beragam. Contoh rubrik penilaian untuk tulisan peserta didik menampilkan rentang nilai berdasarkan beberapa aspek tulisan peserta didik. Rubrik ini dapat dimodifikasi guru sesuai kebutuhan. peserta didik. Panduan Guru Bahasa Indonesia Aku Bisa! | SD/MI Kelas I (Edisi Revisi)60 Jurnal Membaca Pastikan peserta didik membaca setiap hari. Pada kegiatan 15 menit membaca sebelum pembelajaran setiap hari, guru dapat membacakan buku pengayaan fiksi dan nonfiksi bergambar yang terkait dengan tema pembelajaran. Apabila buku dengan tema terkait tidak tersedia, guru dapat membacakan buku apa saja yang sesuai dengan minat dan jenjang peserta didik. Saat ini buku pengayaan tersedia dalam bentuk digital dan dapat diunduh dengan cuma-cuma. Guru dapat memperkenalkan buku-buku tersebut kepada peserta didik dan keluarganya di rumah. Buku yang disarankan di Buku Siswa, Biji Merah Luna, dapat diakses dari laman SIBI https://buku.kemdikbud.go.id/katalog/biji-merah-luna dan selanjutnya dapat disimpan luring. Ammy Kudo dan Mel Darmawan KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI REPUBLIK INDONESIA 2022 Biji merah itu bagus. Sayang hanya sedikit. Yuk, lihat Luna. Dia sedang apa? A HET Rp15.100 Kalian juga dapat memindai gambar berikut untuk membaca: Guru perlu memberikan petunjuk kepada orang tua tentang cara membantu peserta didik mengisi Jurnal Membaca ini. Jurnal Membaca Nama: ................................................. Judul Buku: ................................................................. Nama Penulis: ............................................................. Nama Ilustrator: ......................................................... Biji apa yang terdapat di rumah kalian? Apa warnanya? Apabila biji itu ditebar di piring, bagaimana bunyinya? Biji apakah itu? Tanyakan kepada ayah, ibu, kakak, atau orang lain di rumah, ya. Refleksi guru diberikan pada akhir bab untuk membantu guru mendata hal baik yang telah dilakukan dan yang perlu ditingkatkan.Tip Pembelajaran memberikan strategi pendekatan pada beberapa kegiatan tertentu. Inspirasi kegiatan pembelajaran memberikan alternatif kegiatan pendampingan dan kegiatan pengayaan bagi peserta didik yang membutuhkannya. Kesalahan umum adalah hal yang menyebabkan pembelajaran tidak efektif. Penjelasan Bagian-bagian Panduan Guru
Panduan UmumPanduan Umum KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI REPUBLIK INDONESIA, 2023 Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! (Edisi Revisi) untuk SD/MI Kelas 1 Penulis: Sofie Dewayani ISBN 978-623-118-510-5 (jil.1 PDF)
2Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) A. Pendahuluan 1. Latar Belakang dan Tujuan Pembelajaran Bahasa Indonesia merupakan sarana untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi efektif peserta didik, mengembangkan kreativitas dan daya kritisnya, serta memberikannya ruang untuk berkolaborasi sehingga peserta didik dapat tumbuh menjadi pribadi yang positif. Kompetensi tersebut dibutuhkan peserta didik untuk menghadapi tantangan di abad ke21 ini. Kompetisi abad ke21 bagaimanapun akan membawa peserta didik ke arena kompetisi global sehingga peserta didik perlu mengembangkan identitasnya sebagai warga dunia. Seiring dengan itu, pembelajaran Bahasa Indonesia perlu semakin mengukuhkan jati diri peserta didik Indonesia sebagai warga bangsa yang mencerminkan nilainilai Pancasila. Panduan Guru ini membantu guru Bahasa Indonesia mengembangkan kompetensi pedagogik untuk mengelola pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik kelas satu secara kreatif dan inovatif. Panduan Guru ini juga meningkatkan kompetensi profesional guru Bahasa Indonesia, yaitu kemampuan memahami kurikulum dan melaksanakan pembelajaran yang meningkatkat kecakapan literasi peserta didik. Secara khusus, Panduan Guru ini memberikan inspirasi kepada guru Bahasa Indonesia untuk mengajarkan Buku Siswa secara adaptif sesuai dengan kebutuhan peserta didiknya. Sebagai salah satu inspirasi, pemanfaatan Buku Siswa akan menjadi bermakna dan efektif untuk meningkatkan kecakapan literasi peserta didik apabila diiringi dengan penggunaan bahan ajar lain. Buku pengayaan seperti buku fiksi dan nonfiksi, alat peraga seperti kartu, teks lisan seperti lagu dan teks multimodal lain akan membuat proses pembelajaran menarik dan mengoptimalkan potensi peserta didik. Sebagian bahan ajar tersebut disarankan dalam kegiatan di Buku Siswa dan Panduan Guru, namun tentunya guru dapat menggunakan bahan atau sumber ajar yang lain. Proses pembelajaran yang bermakna dan efektif meningkatkan kecakapan literasi peserta didik pada akhirnya akan menumbuhkan sosok yang mencerminkan Profil Pelajar Pancasila. 2. Profil Pelajar Pancasila Profil Pelajar Pancasila yang menjadi dasar penyusunan buku Bahasa Indonesia ini dirumuskan sebagai berikut, “Pelajar Indonesia merupakan pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai nilainilai Pancasila.” Profil Pelajar Pancasila merumuskan enam karakter sebagai dimensi kunci yang saling terkait dan menguatkan. Keenam dimensi itu digambarkan pada bagan berikut.
Panduan Umum3 Gambar 1. Bagan Profil Pelajar Pancasila Enam dimensi tersebut menunjukkan bahwa Profil Pelajar Pancasila tidak hanya berfokus kepada kemampuan kognitif, namun juga kepada sikap dan perilaku yang sesuai dengan jati diri sebagai bangsa Indonesia sekaligus warga dunia. Profil Pelajar Pancasila telah merangkum kompetensi yang dibutuhkan peserta didik untuk menjelang tantangan abad ke-21. Enam dimensi tersebut diintegrasikan dalam kegiatan pembelajaran Bahasa Indonesia di Buku Siswa dan Panduan Guru dan dijelaskan dalam tabel di bawah ini.
4Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) Tabel 1. Profil Pelajar Pancasila dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas I Bab Dimensi Elemen Subelemen Implementasi 1 Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia Akhlak kepada manusia Berempati kepada orang lain Kegiatan 6. Memperkenalkan diri sendiri dan berkenalan dengan teman. Bernalar Kritis Memperoleh dan memproses informasi dan gagasan Mengidentifikasi, mengklarifikasi, dan mengolah informasi dan gagasan. Kegiatan 1. Menjawab pertanyaan guru. Kegiatan 3. Bahas Bahasa: Mengamati bentuk huruf besar dan huruf kecil. Kegiatan 6. Menjawab pertanyaan guru tentang gambar yang diamati. Kegiatan 8. Berbicara. Menunjukkan gambar yang terkait dengan suara pelan dan keras. Kreatif Menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal Kegiatan 3. Menulis. Membuat kartu nama sendiri Mandiri Pemahaman diri dan situasi yang dihadapi Mengenali kualitas dan minat diri serta tantangan yang dihadapi Kegiatan Refleksi pada akhir bab. 2 Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia Akhlak kepada manusia Berempati kepada orang lain Kegiatan 4. Berbicara. Mengenal apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat bermain. Bernalar Kritis Memperoleh dan memproses informasi dan gagasan Mengidentifikasi, mengklarifikasi, dan mengolah informasi dan gagasan. Kegiatan 1. Menyimak. Menjawab pertanyaan guru tentang cerita yang dibacakan. Kegiatan 3. Menjawab pertanyaan guru tentang perbuatan yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Kegiatan 8. Mengamati. Menjawab pertanyaan guru tentang tempat bermain yang aman. Kegiatan 9. Berbicara. Menjawab pertanyaan guru tentang gambar yang diamati.
Panduan Umum5 Bab Dimensi Elemen Subelemen Implementasi Kreatif Menghasilkan gagasan yang orisinal Kegiatan 11. Menulis. Menggambarkan cara Caca naik sepeda roda dua. Mandiri Pemahaman diri dan situasi yang dihadapi Mengenali kualitas dan minat diri serta tantangan yang dihadapi Kegiatan Refleksi pada akhir bab. 3 Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia Akhlak pribadi Merawat Diri secara Fisik, Mental, dan Spiritual Kegiatan 4. Menulis. Menggambarkan apa yang dilakukan saat pilek agar tidak menulari teman. Mandiri Regulasi Diri Mengenali kualitas dan minat diri serta tantangan yang dihadapi Kegiatan 2. Menggambar tentang apa yang dilakukan saat pilek. Kegiatan Refleksi pada akhir bab. Pemahaman diri dan situasi yang dihadapi Bernalar Kritis Memperoleh dan memproses informasi dan gagasan Mengidentifikasi, mengklarifikasi, dan mengolah informasi dan gagasan. Kegiatan 1. Menjawab pertanyaan guru tentang gambar yang diamati. Kegiatan 2. Menyimak. Menjawab pertanyaan guru tentang cerita yang disimak. Kegiatan 3. Kosakata. Bercerita tentang kuman. Kegiatan 9. Menjawab pertanyaan guru tentang gambar yang diamati. 4 Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia Akhlak kepada manusia Berempati kepada orang lain Kegiatan 7. Menirukan dan Melakukan. Bermain dengan baik bersama teman. Mandiri Pemahaman diri dan situasi yang dihadapi Mengenali kualitas dan minat diri serta tantangan yang dihadapi Kegiatan Refleksi pada akhir bab. Bernalar Kritis Memperoleh dan memproses informasi dan gagasan Mengidentifikasi, mengklarifikasi, dan mengolah informasi dan gagasan. Kegiatan 1. Menjawab pertanyaan guru terkait gambar yang diamati. Kegiatan 2. Meniru dan Melakukan. Menjawab pertanyaan guru dan menirukan gerakan dari cerita yang dibacakan guru.
6Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) Bab Dimensi Elemen Subelemen Implementasi Bergotong Royong Kolaborasi Komunikasi untuk mencapai tujuan bersama Kegiatan 5 dan 6. Berbicara, Menirukan dan Melakukan. Mendiskusikan dan menirukan permainan Ular Naga bersama teman. Kreatif Menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal Kegiatan 7. Menggambarkan proses bermain Ular Naga. 5 Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia Akhlak kepada manusia Berempati kepada orang lain Kegiatan 7. Berbicara. Berlatih mengucapkan empat kata ajaib. Bernalar Kritis Memperoleh dan memproses informasi dan gagasan Mengidentifikasi, mengklarifikasi, dan mengolah informasi dan gagasan. Kegiatan 1. Menjawab pertanyaan guru tentang gambar yang diamati. Kegiatan 2. Membaca. Menjawab pertanyaan guru tentang cerita yang disimak, Kegiatan 8. Mengamati. Menjawab pertanyaan guru tentang gambar yang diamati. Bergotong Royong Kolaborasi Komunikasi untuk mencapai tujuan bersama Kegiatan 8. Mengamati. Menjawab pertanyaan guru tentang kata ajaib (permisi, maaf, tolong, terima kasih). Mandiri Pemahaman diri dan situasi yang dihadapi Mengenali kualitas dan minat diri serta tantangan yang dihadapi Kegiatan Refleksi 6 Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia Akhlak kepada manusia Mengutamakan persamaan dengan orang lain dan menghargai perbedaan Kegiatan 7. Menulis. Kegiatan 8. Berbicara. Menuliskan jumlah teman yang berbeda dan mendiskusikan perbedaan di antara teman. Bernalar Kritis Memperoleh dan memproses informasi dan gagasan Mengidentifikasi, mengklarifikasi, dan mengolah informasi dan gagasan. Kegiatan 1. Menjawab pertanyaan guru terkait gambar yang diamati. Kegiatan 2. Menyimak. Menjawab pertanyaan guru tentang cerita yang disimak.
Panduan Umum7 Bab Dimensi Elemen Subelemen Implementasi Kreatif Menghasilkan gagasan yang orisinal Kegiatan 9. Menulis. Menulis atau menggambar makanan kesukaan anggota keluarga. Mandiri Pemahaman diri dan situasi yang dihadapi Mengenali kualitas dan minat diri serta tantangan yang dihadapi Kegiatan Refleksi di akhir bab. 7 Bergotongroyong Elemen kolaborasi Kerja sama Kegiatan 14. Membaca buku "Di Mana Kacang Sipet" tentang menabung untuk kepentingan bersama. Bernalar Kritis Memperoleh dan memproses informasi dan gagasan Mengidentifikasi, mengklarifikasi, dan mengolah informasi dan gagasan. Kegiatan 1. Menjawab pertanyaan guru terkait gambar yang diamati. Kegiatan 2. Menyimak. Menjawab pertanyaan guru tentang cerita yang disimak. Kegiatan 10. Menyimak. Menjawab pertanyaan guru tentang cerita yang disimak. Kreatif Menghasilkan gagasan yang orisinal Kegiatan 7. Menulis. Menulis atau menggambar benda yang diinginkan dan dibutuhkan. Mandiri Pemahaman diri dan situasi yang dihadapi Mengenali kualitas dan minat diri serta tantangan yang dihadapi Kegiatan Refleksi di akhir bab. 8 Berkebinekaan global Menghilangkan stereotip dan prasangka Mengenali orangorang di sekitarnya berdasarkan ciriciri atau atribut tertentu Kegiatan 6. Mengamati. Mengenali petugas yang bekerja di lingkungan sekitar dan atributnya. Bernalar Kritis Memperoleh dan memproses informasi dan gagasan Mengidentifikasi, mengklarifikasi, dan mengolah informasi dan gagasan. Kegiatan 1. Menjawab pertanyaan guru terkait gambar yang diamati. Kegiatan 2. Mengamati. Menjawab pertanyaan guru tentang gambar yang diamati. Kegiatan 3. Berbicara. Mendiskusikan tentang arah kiri dan kanan.
8Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) Bab Dimensi Elemen Subelemen Implementasi Gotong Royong Kolaborasi Komunikasi untuk mencapai tujuan bersama Kegiatan 8. Menyimak. Melakukan permainan memasangkan ekor gajah. Kreatif Menghasilkan gagasan yang orisinal Kegiatan 12. Menulis. Menulis atau menggambarkan hal yang dilakukan apabila tersesat. Mandiri Pemahaman diri dan situasi yang dihadapi Mengenali kualitas dan minat diri serta tantangan yang dihadapi Kegiatan Refleksi di akhir bab. 3. Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan Gerakan Transisi PAUD ke SD yang menyenangkan adalah upaya untuk memastikan setiap anak mendapatkan haknya untuk memiliki kemampuan fondasi agar menjadi pembelajar sepanjang hayat di tingkatan kelas mana pun. Kemampuan fondasi dapat dibangun sejak PAUD dan dapat diteruskan hingga SD kelas awal, maka pembelajaran di PAUD dan SD kelas awal haruslah selaras. Artinya, transisi yang dialami oleh anak dari PAUD ke SD haruslah mulus, artinya anak tidak perlu melakukan terlalu banyak penyesuaian sebagai akibat dari perpindahannya. Buku teks merupakan salah satu faktor kunci untuk memastikan pembelajaran yang mendukung transisi PAUD ke SD. Ada 3 alasan utama mengapa guru SD perlu mendukung transisi PAUD ke SD. Pertama, konsensus internasional menyatakan bahwa periode anak usia dini meliputi usia nol hingga delapan tahun (UNESCO, World Conference, 2022). Maknanya, peserta didik pada kelas awal jenjang SD masih merupakan bagian dari anak usia dini dan dengan demikian guru SD kelas awal perlu memastikan hak peserta didik kelas I dan II untuk terkembangkan kemampuan fondasinya. Kedua, periode usia dini merupakan periode yang penting untuk membangun ragam aspek kemampuan fondasi agar anak dapat berkembang secara utuh. Kemampuankemampuan yang perlu dibangun secara utuh pada anak usia dini antara lain kemampuan mengelola emosi, kemandirian, kemampuan berinteraksi, kepemilikan karakter yang baik, pemaknaan terhadap belajar yang positif, dan berbagai kemampuan lain yang dapat mendukung anak dalam kegiatan sehari harinya pada masa kini dan di masa depan. Ketiga, setiap anak memiliki hak untuk dibangun kemampuan fondasinya secara utuh. Pembangunan kemampuan fondasi tersebut dapat dibangun melalui PAUD dan
Panduan Umum9 juga harus dilanjutkan hingga SD/MI kelas awal. Guru SD/MI kelas I dan II memiliki peran penting untuk turut serta membangun kemampuan fondasi anak karena tidak semua anak di Indonesia memiliki kesempatan masuk PAUD. Selain itu, anak yang sudah masuk PAUD dapat saja tetap membutuhkan penguatan pengembangan kemampuan fondasi. Berdasarkan tiga alasan utama tersebut, maka guru SD/MI kelas I dan kelas II memiliki peran penting dalam pembangunan kemampuan fondasi anak usia dini. Selanjutnya, guru SD/MI kelas I dan II perlu memahami apa saja kemampuan fondasi yag perlu dibangun dari PAUD hingga SD. Kemampuan fondasi yang perlu dibangun pada anak PAUD dan SD/MI kelas awal pada dasarnya telah tercakup dalam Capaian Pembelajaran di Kurikulum Merdeka. Pada PAUD, ada tiga elemen Capaian Pembelajaran fase fondasi dan pada kelas I dan II SD/MI, ada Capaian Pembelajaran fase A yang dibangun melalui tujuh mata pelajaran (agama dan budi pekerti, Pendidikan Pancasila, PJOK, Bahasa Indonesia, Matematika, IPAS, seni budaya). Untuk lebih jelasnya, mari kita perhatikan ilustrasi berikut ini. Capaian Pembelajaran Fase Fondasi Capaian Pembelajaran fase A J E M B A T A N 6 K E M A M P U A N F O N D A SI Gambar 2. Jembatan dari Fase Fondasi ke Fase A Dari ilustrasi di atas, terlihat bahwa untuk memastikan keberlangsungan pembinaan fase fondasi, perlu sebuah alat bantu berupa jembatan untuk menghubungkan tiga elemen CP di PAUD dengan CP fase A yang strukturnya terdiri atas 7 mata pelajaran. Jembatan tersebut adalah enam kemampuan fondasi yang berfungsi untuk memastikan setiap anak sudah memiliki kemampuan fondasi sebelum lanjut ke capaian pembelajaran untuk SD/MI kelas awal. Jembatan berupa enam kemampuan fondasi tersebut adalah alat bantu sehingga bukan merupakan capaian pembelajaran baru. Berikut ini adalah enam kemampuan fondasi yang perlu dibangun mulai PAUD hingga SD/MI kelas awal.
10Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) 1. Mengenal nilai agama dan budi pekerti 2. Kematangan emosi yang cukup untuk berkegiatan di lingkungan belajar 3. Keterampilan sosial dan bahasa yang memadai untuk berinteraksi sehat dengan teman sebaya dan individu lain 4. Pemaknaan terhadap belajar yang positif 5. Pengembangan keterampilan motorik dan perawatan diri yang memadai untuk dapat berpartisipasi di lingkungan sekolah secara mandiri 6. Kematangan kognitif yang cukup untuk melakukan kegiatan belajar, seperti dasar literasi, numerasi, serta pemahaman tentang halhal mendasar yang terjadi dalam kehidupan seharihari. Guru SD/MI kelas awal dapat menggunakan enam kemampuan fondasi sebagai alat bantu untuk melanjutkan pembinaan kemampuan fondasi yang seharusnya terjadi di PAUD dengan tetap mengikuti struktur kompetensi/mata pelajaran yang digunakan di SD/MI. Dengan mengembangkan keenam kemampuan fondasi, guru SD/MI telah memastikan hak anak untuk terbangun semua kemampuan fondasinya di mana pun titik berangkatnya. Langkah selanjutnya adalah guru SD/MI perlu mengembangkan enam kemampuan fondasi tersebut melalui struktur mata pelajaran yang ada di SD/MI. Buku ini akan memberi inspirasi pada guru bagaimana mengembangkan keenam kemampuan fondasi pada anak melalui mata pelajaran – mata pelajaran yang ada pada struktur kurikulum SD/MI. Guru juga dapat membaca buku Panduan Pemetaan Kemampuan Fondasi untuk lebih mengenal lebih lanjut mengenai enam kemampuan fondasi melalui tautan berikut: http://repositori.kemdikbud.go.id/id/eprint/28787 Langkah umum yang perlu dilakukan guru SD/MI kelas awal untuk mendukung penguatan enam kemampuan fondasi, antara lain: Pelajari lebih lanjut di sini
Panduan Umum11 1. Melakukan asesmen awal untuk mengetahui capaian enam kemampuan fondasi peserta didik pada kelas Anda. 2. Menganalisis hasil asesmen awal. Contohnya: Jika hasil asesmen awal menunjukkan ada kemampuan fondasi yang belum terbangun, maka guru dapat mengembangkan kemampuan fondasi tersebut melalui kegiatan pembelajaran di kelas I dan II SD/MI. 3. Merancang pembelajaran efektif yang membangun keenam fase fondasi bagi peserta didik kelas I dan II dengan menggunakan struktur mata pelajaran SD/MI. 4. Karakteristik Mata Pelajaran Mata pelajaran Bahasa Indonesia membentuk keterampilan berbahasa reseptif (menyimak, membaca, dan memirsa) dan keterampilan berbahasa produktif (berbicara dan mempresentasikan, serta menulis). Kompetensi berbahasa ini berdasar pada tiga hal yang saling berhubungan dan saling mendukung untuk mengembangkan kompetensi peserta didik, yaitu Bahasa (mengembangkan kompetensi kebahasaan), sastra (kemampuan memahami, mengapresiasi, menanggapi, menganalisis, dan mencipta karya sastra); dan berpikir (kritis, kreatif, dan imajinatif). Di kelas satu, mata pelajaran Bahasa Indonesia berfokus untuk meningkatkan kemampuan berbahasa peserta didik dalam kegiatan untuk menanamkan nilai agama dan budi pekerti, meningkatkan kematangan emosi, sikap positif terhadap belajar, keterampilan sosial, motorik, serta perawatan diri. Kegiatan tersebut diperkenalkan kepada peserta didik melalui tematema yang dekat dengan keseharian mereka, seperti bermain aman, berteman, menjaga kesehatan, hingga keragaman di sekitar. Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, peserta didik diperkenalkan dengan berbagai tipe teks yaitu teks narasi, persuasi, deskripsi, argumentasi, dan eksposisi melalui struktur kalimat yang sederhana serta kosakata yang biasa digunakan peserta didik kelas satu. Berbagai tipe teks ini membantu peserta didik untuk memahami urutan sebuah kejadian atau cerita, etika dan aturan di lingkungan sosial, cara melakukan sesuatu, misalnya permainan. Tipe teks ini juga membantu peserta didik mengenali teman, orang di sekitar, sehingga meningkatkan kemampuannya bersosialisasi. Melalui mata pelajaran Bahasa Indonesia, motivasi dan minat membaca peserta didik ditumbuhkan dengan cerita yang menampilkan tokoh manusia dan binatang. Cerita ini memperkenalkan topik yang mencerminkan pengalaman keseharian peserta didik kelas satu. Guru dapat menggunakan cerita ini untuk memantik diskusi dengan peserta didik sehingga mereka mengembangkan empati, berpikir untuk
12Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) memahami dan memaknai informasi, bernalar kritis, serta kreatif. Oleh karena itu, dengan mengembangkan kemampuan berbahasanya, peserta didik meningkatkan pula kecakapan literasinya. Pembelajaran Bahasa Indonesia menggunakan Buku Siswa dapat dimulai setelah peserta didik menjalani masa pengenalan lingkungan sekolah pada dua minggu pertama di tahun ajaran baru. Setiap bab pada Buku Siswa dapat diajarkan pada periode waktu kurang lebih 25 JP. Apabila terdapat 204 jam pelajaran (JP) untuk Bahasa Indonesia dalam setahun, maka sisa 4 JP pada akhir tahun dapat digunakan guru untuk menyiapkan peserta didik untuk menampilkan produk, penampilan individu, atau pementasan karya kolaboratif yang menunjukkan capaian hasil belajar peserta didik. B. Capaian Pembelajaran Bahasa Indonesia Fase A 1. Menyimak Peserta didik mampu bersikap menjadi pendengar yang penuh perhatian. Peserta didik menunjukkan minat pada tuturan yang didengar serta mampu memahami pesan lisan dan informasi dari media audio, teks aural (teks yang dibacakan dan/ atau didengar), instruksi lisan, dan percakapan yang berkaitan dengan tujuan berkomunikasi. 2. Membaca dan Memirsa Peserta didik mampu bersikap menjadi pembaca dan yang menunjukkan minat terhadap teks yang dibaca atau dipirsa. Peserta didik mampu membaca kata kata yang dikenalinya seharihari dengan fasih. Peserta didik mampu memahami informasi dari bacaan dan tayangan yang dipirsa tentang diri dan lingkungan, narasi imajinatif, dan puisi anak. Peserta didik mampu memaknai kosakata baru dari teks yang dibaca atau tayangan yang dipirsa dengan bantuan ilustrasi. 3. Berbicara dan Mempresentasikan Peserta didik mampu berbicara dengan santun tentang beragam topik yang dikenali menggunakan volume dan intonasi yang tepat sesuai konteks. Peserta didik mampu merespons dengan bertanya tentang sesuatu, menjawab, dan menanggapi komentar orang lain (teman, guru, dan orang dewasa) dengan baik dan santun dalam suatu percakapan. Peserta didik mampu mengungkapkan gagasan secara lisan dengan atau tanpa bantuan gambar/ilustrasi. Peserta didik mampu menceritakan kembali suatu isi informasi yang dibaca atau didengar; dan menceritakan kembali teks narasi yang dibacakan atau dibaca dengan topik diri dan lingkungan.
Panduan Umum13 4. Menulis Peserta didik mampu menunjukkan keterampilan menulis permulaan dengan benar (cara memegang alat tulis, jarak mata dengan buku, menebalkan garis/huruf, dll.) di atas kertas dan/atau melalui media digital. Peserta didik mengembangkan tulisan tangan yang semakin baik. Peserta didik mampu menulis teks deskripsi dengan beberapa kalimat sederhana, menulis teks rekon tentang pengalaman diri, menulis kembali narasi berdasarkan teks fiksi yang dibaca atau didengar, menulis teks prosedur tentang kehidupan seharihari, dan menulis teks eksposisi tentang kehidupan seharihari. Menurunkan Capaian Pembelajaran Menjadi Alur Tujuan Pembelajaran dan Tujuan Pembelajaran Agar dapat merancang pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik, guru kelas satu perlu melakukan tahapan sebagai berikut. Memahami tiap elemen pada Capaian Pembelajaran Mengenali kompetensi pada akhir fase A di tiap elemen Merumuskan kompetensi tersebut dalam TP yang terukur Mengurutkan TP dalam satu rangkaian ATP. Merumuskan kompetensi yang perlu ditingkatkan dari peserta didik kelas satu untuk mencapai kompetensi di akhir fase A Dari rangkaian ATP tersebut, guru menentukan urutan fokus huruf atau suku kata yang dipelajari pada satu tahun berdasarkan keakraban huruf tersebut bagi peserta didik (misalnya huruf yang terdapat pada kata yang paling diakrabi peserta didik pada umumnya diajarkan terlebih dulu). Pada saat menyusun rancangan kegiatan pembelajaran berfokus pada huruf tersebut (misalnya dalam durasi 25 Jam Pelajaran), guru memilih tujuan pembelajaran dari ATP kemudian meramunya dalam tujuan pembelajaran lebih spesifik yang terintegrasi dalam bacaan fiksi atau nonfiksi menggunakan kosakata dengan huruf fokus dan terintegrasi dalam kegiatan dari empat elemen CP (menyimak, membaca dan memirsa, berbicara dan mempresentasikan, dan menulis). Dengan demikian, kompetensi peserta didik dibangun secara bertahap dalam tujuan pembelajaran yang berulang namun menggunakan teks dan huruf fokus yang berbeda. Gambaran ATP dan TP yang menggambarkan pendekatan spiral (berulang namun meningkat kompleksitasnya secara bertahap) digambarkan pada tabel skema pembelajaran pada awal tiap bab pada Panduan Guru ini.
14Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) C. Strategi Pembelajaran Bahasa Indonesia di Kelas Satu Kontinum Literasi Dini ke Literasi Awal di Fase A Menurut Scarborough (2001), pembelajaran membaca tidak dimulai dari kegiatan pengenalan huruf, menggabungkan bunyi huruf menjadi suku kata, kemudian menjadi kata. Agar kemampuan membaca dengan pemahaman juga berkembang, seorang peserta didik perlu mengembangkan nalar verbal, pengetahuan latar, perbendaharaan kosakata, kesadaran cetak, serta pengetahuan tentang struktur Bahasa (tata Bahasa). Semua ini dikembangkan peserta didik melalui interaksi dengan bahasa tutur dan keterpajanan dengan teks cetak. Oleh karena itu, kegiatan menyimak tuturan, menyimak buku yang dibacakan, berbicara, dan bermain mengeksplorasi lingkungan merupakan kegiatan yang mendukung kemampuan pramembaca peserta didik. Kegiatan membaca awal di kelas satu menguatkan kemampuan berbahasa lisan peserta didik. Melalui kegiatan bermain, berinteraksi dengan teman, dan mengenal lingkungan sekolah di mingguminggu pertama di kelas satu, peserta didik mengembangkan nilai karakter, menumbuhkan kemandirian, kepercayaan diri, kemampuan mengelola emosi, kematangan kognitif, sehingga peserta didik dapat menuntaskan kompetensi pada fase fondasi dan siap beraktivitas di kelas satu. Pada fase A, peserta didik sejatinya masih berada pada tahap pendidikan anak usia dini. Oleh karena itu, fase A menjadi fase yang mentransisikan peserta didik dari ketercapaian kecakapan literasi dini ke literasi awal. Pada tahapan literasi dini, peserta didik mengembangkan kemampuan bertutur, pengetahuan latar, dan perbendaharaan kosakata. Kecakapan ini menjadi fondasi perkembangan kesadaran cetak, pengenalan huruf, dan kesadaran bunyi huruf. Kontinum tersebut dijelaskan pada diagram berikut. KEMAMPUAN BERTUTUR PENGETAHUAN LATAR PERBENDAHARAAN KOSAKATA KESADARAN CETAK PENGETAHUAN HURUF KESADARAN BUNYI HURUF Gambar 3. Kontinum literasi dini ke literasi awal Selama ini kegiatan keaksaraan dianggap bermula dari pengenalan huruf dan mengeja kombinasi huruf. Padahal kegiatan membaca dimulai dari membangun kecakapan literasi dini, yaitu meningkatkan kemampuan bertutur, pengetahuan tentang lingkungan sekitar melalui kemampuan peserta didik berkomunikasi, kemampuan mengembangkan kosakata, dan kesadarannya tentang materi cetak
Panduan Umum15 di sekitarnya. Dengan semua kemampuan ini peserta didik mengenali huruf dan berlatih mengkombinasikan bunyi huruf menjadi suku kata dan kata yang bermakna. Menggunakan bahan ajar fiksi dan nonfiksi, serta berbagai kegiatan untuk mengasah kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik, peserta didik menggunakan bahasa dan pengetahuannya untuk mengenali kata dan belajar membaca. Dengan demikian, pembelajaran membaca pada Buku Siswa dan Panduan Guru ini tidak dilakukan melalui drilling (terpisah dari konteks), namun dilakukan dalam konteks makna kata yang telah dipahami peserta didik. Pendekatan ini akan membangun kemampuan membaca untuk pemahaman yang akan semakin dikuatkan pada akhir fase A (kelas dua SD), fase B, hingga fase C. Dengan menggunakan teks multimodal (gabungan antara teks tulis, visual, auditori, digital, kinestetik) dalam bahan ajar berupa buku pengayaan fiksi dan nonfiksi, nyanyian, gerak, dan lainlain, peserta didik meningkatkan kemampuan menyimak, membaca, memirsa, berbicara, mempresentasikan, dan menulis. Rangkaian kegiatan berbahasa reseptif dan produktif yang berpusat pada teks yang secara konsisten menggunakan huruf yang menjadi fokus digambarkan pada diagram berikut ini. Teks pengayaan fiksi/nonfiksi Berlatih menuliskan kata dengan huruf yang menjadi fokus. Berlatih merangkai bunyi huruf yang menjadi fokus Menyimak dan memahami teks yang dibacakan Mengenali kata dengan huruf fokus Menghubungkan pengalaman pribadi dengan informasi pada teks Menanggapi dan menyajikan gagasan terkait informasi pada teks Gambar 4. Kegiatan Berbahasa Berbasis Teks
16Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) Kegiatan Literasi Berimbang Pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas satu membimbing peserta didik untuk dapat berkomunikasi serta memahami bahasa lisan dan tulis. Strategi pembelajaran literasi di kelas satu meningkatkan kecakapan menyimak, membaca, mengamati gambar, berbicara, mempresentasikan gagasan, serta menulis. Untuk meningkatkan kecakapan literasi peserta didik kelas satu, strategi memahami bacaan dilakukan sebelum, selama, dan sesudah membaca teks. Dalam kegiatan literasi berimbang, hal ini dilakukan melalui kegiatanmenyimak buku yang dibacakan, membaca bersamasama, dan kegiatan membaca terbimbing. Guru memeragakan proses berpikir selama membaca dan menulis Guru dan peserta didik berdiskusi, bertukar ide dan gagasan selama membaca dan menulis Guru membimbing peserta didik selama membaca dan menulis agar peserta didik memahami teks dan mampu mengekspresikan gagasannya dengan baik KEGIATAN LITERASI BERIMBANG PERAGAAN KERJA MANDIRI BIMBINGAN INTERAKSI Peserta didik melakukan kegiatan membaca dan menulis secara mandiri. Guru melakukan asesmen bilamana perlu Gambar 5. Strategi Literasi Berimbang Guru perlu menyediakan waktu untuk beragam strategi literasi mingguan yang menggabungkan kegiatan menyimak, membaca, mengamati, berbicara, mempresentasikan, menulis, dan menggambar. Berikut ini adalah contoh kegiatan literasi yang dapat dilakukan bersama peserta didik. 1. Membacakan buku dengan nyaring dan mendiskusikan buku yang telah dibacakan tersebut. 2. Menggambarkan pendapat atau pengalaman dan menceritakannya.
Panduan Umum17 3. Membaca buku dengan dibimbing oleh guru dan mendiskusikan isi buku tersebut. 4. Menuliskan huruf atau suku kata dan mengenali huruf dan suku kata tersebut dalam cerita atau gambar. 5. Mengamati gambar dan mendiskusikannya. 6. Aktivitas belajar di luar kelas untuk mengamati, berkarya, dan mencipta yang terkait tema pembelajaran. Khususnya untuk mengembangkan kompetensi menyimak, membaca, mengamati, berbicara, berdiskusi, mempresentasikan, dan menulis, guru perlu melakukan strategi berikut. 1. Menyimak Saat meminta para peserta didik menyimak, guru perlu berfokus pada strategi mengembangkan kosakata aural mereka. Saat membacakan buku, jelaskan kosakata baru menggunakan gambar dan kalimat yang mendukung. 2. Membaca dan Mengamati Pada kegiatan membaca dan mengamati, guru perlu memberikan waktu kepada peserta didik untuk mengamati gambar sebelum membaca. Hal ini bertujuan agar peserta didik dapat mengaktifkan pengetahuan latar tentang topik bacaan. Selama dan sesudah membaca, kembangkan pemahaman peserta didik dengan pertanyaanpertanyaan tentang bacaan. 3. Berbicara, Berdiskusi, dan Mempresentasikan Pada kegiatan berbicara dan berdiskusi, guru dapat mengembangkan kemampuan peserta didik untuk mempertimbangkan tanggapan pendengar dan teman diskusi. Pada saat meminta peserta didik mempresentasikan karyanya, pastikan peserta didik melakukannya dengan artikulasi yang baik agar mudah dipahami oleh temannya. 4. Menulis Peserta didik perlu dibiasakan untuk memahami dan mengalami proses menulis yang diawali dengan membuat rancangan, menulis, menyunting, dan menulis ulang apabila perlu. Menata Ruang Kelas Satu Agar Menyenangkan Bagi sebagian besar peserta didik, kelas satu merupakan gerbang masuk ke jenjang pendidikan formal. Karena itu, ruang kelas perlu ditata untuk memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi mereka. Dinding kelas satu perlu memajang bahan kaya teks seperti media pembelajaran dan karya peserta didik. Pojok baca kelas
18Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) yang berisi bahan bacaan untuk peserta didik pun sebaiknya tersedia di kelas satu. Selain itu, tempat duduk peserta didik diatur saling berhadapan untuk memudahkan interaksi dan kegiatan kelompok. Gambar 6. Pojok Baca Kelas Membaca untuk Kesenangan Pembelajaran Bahasa Indonesia perlu didukung dengan penumbuhan budaya membaca peserta didik. Para peserta didik kelas satu perlu melihat dan dibacakan sebanyak mungkin buku bergambar yang sesuai dengan minat mereka. Bukubuku bacaan bergambar fiksi dan nonfiksi perlu tersedia di pojok baca kelas dan perpustakaan sekolah. Khususnya, pojok baca kelas perlu memajang buku fiksi dan nonfiksi yang sesuai dengan tema pembelajaran, serta sesuai dengan usia dan jenjang kemampuan membaca peserta didik. Buku-buku fiksi dan nonfiksi bergambar saat ini juga tersedia dalam format digital dan bisa diunduh guru dan orang tua dengan cumacuma. Kegiatan 15 menit membaca sebelum pembelajaran perlu dilakukan untuk mengawali kegiatan harian di kelas satu. Guru dapat mengenalkan kegiatan membaca yang beragam, dari membacakan buku dengan nyaring hingga mendongengkan cerita yang diadaptasi dari buku. Pada saat membacakan buku, guru perlu membacakan judul cerita serta membacakan nama penulis dan ilustrator buku. Guru juga perlu memberikan waktu kepada peserta didik untuk mengamati sampul
Panduan Umum19 buku dan mendiskusikan gambar pada sampul buku itu. Diskusi sampul buku akan mengaktifkan pengetahuan peserta didik tentang tema buku, serta mengembangkan kemampuan peserta didik kelas satu untuk menebak isi buku. Selain membacakan buku dengan nyaring, guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk membuka, melihatlihat, serta menelusuri gambar pada buku buku pada pojok baca kelas. Untuk menjaga agar kegiatan membaca menyenangkan, guru kelas satu perlu melakukan halhal berikut. 1. Menyediakan buku dengan ragam tema yang sesuai dengan minat, tahapan usia, dan kemampuan membaca peserta didik kelas satu. 2. Menyediakan buku dengan proporsi gambar lebih besar ketimbang tulisan. 3. Memberikan waktu kepada para peserta didik untuk membaca dan mengamati isi buku meskipun mereka baru mampu menikmati gambar pada buku. 4. Menghindari untuk memberikan tugas mengisi Jurnal Membaca yang terlalu berat bagi peserta didik kelas satu (misalnya merangkum isi buku) yang akan mengganggu kesenangan dalam membaca. 5. Memberikan kebebasan kepada peserta didik dalam memilih tempat yang disukai untuk membaca buku. 6. Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengunjungi perpustakaan sekolah, perpustakaan daerah, atau Taman Bacaan Masyarakat (TBM) secara berkala untuk membaca bukubuku yang disukai. Di kelas satu, peserta didik perlu terpajan dengan setidaknya 32 buku fiksi dan nonfiksi bergambar yang sesuai dengan minat dan pemahaman peserta didik kelas satu. Peserta didik dapat membaca buku secara mandiri, membaca dengan dibimbing guru, atau menyimak buku yang dibacakan kepadanya. Daftar rekomendasi buku buku yang sesuai dengan peserta didik kelas satu terlampir pada Panduan Guru ini. Format digital bukubuku tersebut dapat diunduh pada laman yang tertulis pada daftar tersebut. Tentunya guru dapat pula memberikan bukubuku lain di luar daftar ini yang sesuai dengan minat dan kebutuhan peserta didik kelas satu. Jurnal Membaca Secara berkala, peserta didik dipandu untuk membuat Jurnal Membaca. Jurnal Membaca kelas satu bertujuan untuk mencatat kegiatan membaca peserta didik dan pendapatnya terhadap buku. Jurnal Membaca kelas satu dapat dipergunakan untuk mencatat halhal sebagai berikut.
20Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) Judul Buku: Nama Penulis dan Ilustrator: Pendapat peserta didik dalam bentuk kalimat sederhana atau gambar mengenai: • tokoh-tokoh kesukaan di dalam buku; • adegan kesukaan dalam buku; • hal menarik yang dilakukan tokoh dalam buku; • kejadian dalam buku yang pernah dialami oleh peserta didik; • ilustrasi yang menarik dalam buku; dan • hal menarik lain yang perlu dieksplorasi. Jurnal Menulis Selain waktu khusus untuk membaca, peserta didik kelas satu perlu dibiasakan memiliki waktu khusus untuk menulis setiap hari. Kegiatan menulis akan membiasakan dan meningkatkan kepercayaan diri peserta didik untuk menceritakan gagasan dan pengalamannya dalam bentuk gambar dan tulisan. Tujuan jurnal menulis adalah untuk membiasakan peserta didik mengekspresikan gagasan dan pemikirannya melalui media gambar dan tulis. Peserta didik tidak dituntut untuk menuliskan kata dengan tepat dan lengkap. Peserta didik dapat menuliskan simbol berupa huruf atau gambar untuk mengungkapkan pengalaman dan pendapatnya. Kegiatan menulis jurnal ini tidak dinilai agar peserta didik dapat leluasa bercerita. Guru pun dapat membantu mengembangkan gagasan peserta didik melalui pertanyaan pemantik. Guru juga dapat membantu peserta didik mengeja suku kata dan kata yang akan ditulisnya. Bagi peserta didik kelas satu, format Jurnal Menulis dapat berupa kolom untuk menggambar, disertai dengan beberapa baris untuk menuliskan katakata kunci yang menjelaskan gambarnya. Pada akhir tahun ajaran, peserta didik diharapkan dapat menuliskan lebih banyak variasi suku kata dan kata.
Panduan Umum21 Contoh Jurnal Menulis Nama: Kelas : Jurnal Menulis dapat berupa lembaran kertas terpisah yang dibagikan kepada setiap peserta didik saat akan mulai menulis. Pada akhir bulan atau akhir semester, lembar Jurnal Menulis ini dijilid dan disimpan untuk merekam perkembangan kemampuan menulis peserta didik. Pada waktu yang disepakati untuk menulis, guru membagikan Jurnal Menulis, kemudian meminta peserta didik untuk menuliskan kegiatannya di rumah dan di sekolah. Misalnya permainan yang dilakukan bersama kakak, adik, atau tetangga di rumah; makanan yang disukai; tempat yang ingin dikunjungi bersama teman. Berikut ini adalah beberapa pertanyaan lain yang dapat diajukan untuk mengembangkan tulisan di Jurnal Menulis. 1. Siapakah nama sahabat kalian? Permainan apa yang suka kalian lakukan bersama? 2. Binatang apa yang kalian sukai? Mengapa? 3. Kegiatan apa yang paling senang kalian lakukan bersama keluarga? 4. Apa warna kesukaan kalian? Mengapa? 5. Apa yang senang kalian lakukan sebelum tidur? Mengapa? 6. Apa yang kalian lakukan sepulang sekolah? 7. Apa sarapan kalian hari ini? 8. Apa sarapan yang paling kalian sukai? 9. Permainan apa yang paling kalian sukai pada saat istirahat sekolah? Mengapa? 10. Bagaimana cara kalian pergi ke sekolah? Dengan siapa kalian pergi?
22Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) Media Pembelajaran dan Alat Peraga di Kelas Satu 1. Apa saja yang perlu dipajang di dinding kelas satu? a. Kamus dinding Kamus dinding adalah poster besar di dinding yang berisi kolom-kolom untuk menempelkan kata-kata baru yang dipelajari di kelas, juga kata-kata yang dihafalkan dalam seminggu (beserta gambarnya) sesuai urutan abjad. Gambar 7. Contoh Kamus Dinding di Kelas Satu b. Daftar peserta didik Daftar peserta didik dapat menjadi media pembelajaran bagi peserta didik kelas satu. Guru dapat memajang foto peserta didik berdasarkan urutan abjad dan menuliskan nama mereka. Para peserta didik dapat mengenali bentuk nama mereka pada daftar ini, ketika belajar menulis nama sendiri. Guru juga dapat memberikan gambar benda dengan huruf awal yang sama dengan nama peserta didik tersebut. Peserta Didik Kelas I Agus Alex Heri Arya Budi Sinta Bram Gilang Niken Ucha Erny Widya Ilham Mansur Rofiq Suci Yoga Yulia Hasan Roy Gambar 8. Contoh Daftar Peserta Didik di Kelas Satu
Panduan Umum23 c. Kalender Kalender dapat menjadi media pembelajaran kelas satu. Kalender berisi kartu angka, kartu nama hari, dan kartu nama bulan. Peserta didik dapat bergantian menempelkan kartu nama hari, angka, dan nama bulan pada kolom tanggal hari ini. Guru dapat menambahkan gambar cuaca (mendung, cerah, hujan) untuk ditempelkan peserta didik di sebelah informasi gambar. Informasi hari keberapa bersekolah juga penting untuk mengenalkan peserta didik kepada lambang bilangan. Nama: Hari: Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Bulan: Tahun 2023 2024 Kita sudah bersekolah selama hari Tanggal hari ini Cuaca hari ini Juni Maret Desember September Mei Februari Nopember Agustus April Januari Oktober Juli Gambar 9. Contoh Kalender Kelas Satu d. Pohon buku Pohon buku mencatat buku yang telah dibacakan guru kepada peserta didik kelas satu. Setelah membacakan buku, guru mengajak peserta didik membantunya mengeja huruf pada judul buku, nama penulis, dan ilustrator untuk mencatatnya pada kertas berbentuk daun, bunga, atau buah untuk ditempelkan pada pohon buku. Dengan cara ini, peserta didik mengetahui judul buku dan nama pembuat buku sebagai komponen penting pada buku. Setelah beberapa waktu, guru dapat mengajak para peserta didik menghitung buku yang telah dibacakan di kelas dan mengingat-ingat judul buku yang mereka sukai. Gambar 10. Contoh Pohon Buku di Kelas Satu
24Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) e. Poster abjad Poster huruf perlu ada untuk memperkenalkan bentuk huruf kapital dan huruf kecil. Guru dapat membuat sendiri poster huruf ini untuk memperkenalkan huruf sesuai urutannya beserta gambar benda- benda yang diawali dengan huruf tersebut. Gambar 11. Contoh Poster Abjad 2. Apa saja alat peraga yang digunakan dalam pembelajaran di kelas satu? a. Kartu kata dan kartu suku kata Kartu kata dan kartu suku kata berisi kata dan suku kata yang menjadi fokus pembahasan pada setiap bab Buku Siswa. Guru dapat mencetak suku kata dan kata yang menjadi fokus tersebut, mengguntingnya dalam ukuran kartu, lalu menempelnya pada karton atau kertas tebal lainnya. Guru menggunakan kartu suku kata dan kartu kata dalam kegiatan membaca dan kegiatan pendampingan bagi peserta didik yang belum lancar membaca. Di balik kartu kata, guru dapat menambahkan gambar yang sesuai dengan kata tersebut. elang jerapah capung kuda wayang apel Gambar 12. Contoh Kartu Kata
Panduan Umum25 b. Buku bacaan buku nonteks pelajaran yang sesuai untuk kelas satu Guru memilih buku bacaan yang kaya gambar dengan tema dan tingkat kesulitan yang sesuai dengan kemampuan membaca peserta didik kelas satu. Tema pada Buku Siswa dapat menjadi acuan pemilihan buku bacaan yang sesuai untuk peserta didik kelas satu. Gambar 13. Bukubuku Dipajang Menghadap ke Depan Di kelas satu, peserta didik diberikan kesempatan dan akses untuk memilih buku yang sesuai dengan minat dan kebutuhannya. Sesuai dengan Peraturan Kepala Badan Standar Kurikulum dan Asesmen (BSKAP) Kemdikbudristek, peserta didik di kelas satu dapat dikategorikan ke dalam pembaca dini dan pembaca awal berdasarkan kemampuan membacanya. Bukubuku nonteks yang sesuai untuk pembaca dini dan pembaca awal adalah buku di jenjang A dan B. Buku buku ini dapat diperkenalkan dalam kegiatan membaca untuk kesenangan dan dipergunakan dalam kegiatan membaca mandiri, membaca nyaring, atau membaca bersama. Bukubuku nonteks di jenjang A dan B dapat diakses pada laman buku elektronik Kemdikbudristek SIBI Sistem Informasi Perbukuan Indonesia (http://buku.kemdikbud.go.id). Selain itu, bukubuku untuk pembaca dini dan awal yang memperkenalkan tema kemandirian, aktivitas bersekolah, pertemanan, dapat menjadi bahan diskusi dengan peserta didik sehingga membantu proses adaptasinya di kelas satu. Bukubuku nonteks sesuai tema transisi PAUD–SD tersebut dapat diakses di SIBI Sistem Informasi Perbukuan Indonesia (http://buku.kemdikbud.go.id).
26Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) c. Boneka dan alat peraga lain untuk bercerita Gambar 14. Alat Peraga untuk Bercerita d. Alat tulis dan alat warna untuk berkarya Gambar 15. Alat Tulis di Kelas Satu
Panduan Umum27 Proyek Kelas Satu Proyek kelas satu memadukan keterampilan kolaborasi, komunikasi, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas satu melalui kegiatan menyimak, membaca, mengamati, berbicara, berdiskusi, dan menulis. Dalam kegiatan proyek kelas ini, peserta didik kelas satu dapat pula meningkatkan kecakapan motorik halusnya dalam kegiatan menggunting, menempel, atau melipat menggunakan berbagai bahan untuk mencipta sesuatu. Berikut beberapa inspirasi untuk kegiatan proyek kelas satu. 1. Membuat buku kelas Buku kelas mengumpulkan data informasi seluruh peserta didik kelas satu dan membukukannya dalam satu album khusus. Setiap halaman album berisi foto atau gambar peserta didik, warna, makanan kesukaan, hingga kegiatan yang digemari. Peserta didik juga dapat menambahkan foto anggota keluarganya serta menghiasi lembar namanya dengan gambar tokoh buku atau film favoritnya. Buku kelas juga dapat dihimpun dari kumpulan Jurnal Menulis peserta didik. 2. Menceritakan ulang cerita dari buku yang dibacakan dengan bahasanya sendiri Guru mendampingi peserta didik menceritakan ulang cerita yang dibacakan kepadanya dengan bahasanya sendiri. Pada saat bercerita, peserta dapat menggunakan alat peraga. Cerita yang diceritakan kembali ini dapat berasal dari buku koleksi pojok baca kelas atau Buku Siswa. 3. Membuat diorama lingkungan sekitar sekolah Pada saat mempelajari tema lingkungan sekitar di bab VIII Buku Siswa, peserta didik dapat diajak untuk berkeliling ke sekitar sekolah dan mengamati bangunan, jalan, pekerja, dan suasana di sekitar sekolah. Setelah itu, mereka dapat membuat diorama, yaitu miniatur lingkungan sekolah dari bahanbahan yang mudah ditemukan di sekolah seperti kardus, karton bekas, dan bahan alam seperti batu, kerang, daun, ranting, dan dahan. Ajak peserta didik menuliskan nama bangunan, fasilitas publik, dan jalan. Apabila kondisinya memungkinkan, peserta didik juga dapat diajak mengenakan kostum atau baju kerja salah satu profesi yang ada di lingkungan sekolah. 4. Proyek akhir tahun Akhir tahun ajaran adalah saat yang tepat untuk merayakan setiap pencapaian peserta didik kelas satu. Guru perlu membantu peserta didik mengenali kemajuan yang telah dibuatnya sepanjang tahun ajaran dan bangga terhadapnya. Selain
28Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) menyampaikan kemajuan ini kepada orang tua, guru dapat meluangkan satu hari untuk merayakan pencapaianpencapaian ini bersama peserta didik. Pada proyek akhir tahun, peserta didik dapat diminta untuk: a. memamerkan semua karya tulisan dan gambar yang telah dibuat sepanjang tahun kepada orang tua/wali yang diundang ke sekolah; b. melakukan unjuk kepakaran. Peserta didik diminta untuk berbagi tip melakukan atau memainkan sesuatu. Untuk kegiatan unjuk kepakaran ini, guru meyakinkan peserta didik bahwa setiap orang pasti memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk diajarkan kepada teman. Peserta didik dapat mengajari temannya, misalnya untuk memainkan alat musik sederhana, membuat bangunan dari balok tanpa terjatuh, berkarya dengan bahan sederhana, membuat roti lapis, dan karya sederhana lain. Selain itu, peserta didik dapat memamerkan kemampuannya menyanyi, menari, atau melakukan gerakan tertentu. Kegiatan projek yang mengoptimalkan kemampuan menyimak, membaca, memirsa, membaca, dan menulis dapat diintegrasikan dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema yang relevan untuk peserta didik kelas satu. Dalam mendampingi peserta didik kelas satu membuat proyek kelas, perlu diingat halhal sebagai berikut. 1. Guru menghargai proses peserta didik dalam mencipta dan berkarya. Dalam proses membuat proyek, guru menumbuhkan keberanian dan kepercayaan diri para peserta didik dengan memberikan apresiasi kepada pekerjaan mereka. Guru juga dapat memberikan bantuan apabila peserta didik membutuhkannya. 2. Guru membagi para peserta didik ke dalam kelompokkelompok untuk memberikan kesempatan bagi mereka untuk bekerja sama dan berkolaborasi. Biarkan peserta didik memilih bekerja sama dengan teman pilihannya agar ia merasa nyaman. 3. Guru melibatkan peserta didik untuk memilih, memikirkan judul proyek, dan memberikan gagasan seluas mungkin. Peran guru hanya memfasilitasi peserta didik. 4. Guru menumbuhkan tanggung jawab dengan memberikan peran kepada setiap peserta didik. Diskusikan pembagian tugas dalam proyek dengan peserta didik, kemudian jelaskan lingkup pekerjaan dan tanggung jawab ini kepada peserta didik dengan bahasa yang sederhana.
Panduan Umum29 Contoh Inspirasi Kegiatan Pembelajaran Harian di Kelas Satu Kegiatan pembelajaran pada Buku Siswa tentu perlu dirancang dan diturunkan dalam rencana kegiatan pembelajaran harian. Berikut adalah contoh rangkaian kegiatan pembelajaran yang dikembangkan dari kegiatan pada Buku Siswa. Rancangan kegiatan harian tersebut perlu dibuat guru dalam format modul ajar sederhana seperti contoh di bawah ini. Dalam mengembangkan modul ajar, guru dapat merumuskan tujuan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan peserta didiknya, mengembangkan tujuan pembelajaran dari Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) yang telah dikembangkan oleh Kemdikbudristek, atau memilih tujuan pembelajaran dari ATP yang dikembangkan oleh Kemdikbudristek pada platform Merdeka Mengajar. Tabel 5. Contoh Kegiatan Pembelajaran Harian Kelas Satu Hari, Tanggal: Tujuan Pembelajaran: 1. Menyimak, memahami, mengingat, menjelaskan informasi pada bacaan fiksi. 2. Menemukan informasi pada bacaan fiksi. 3. Mengenali abjad. Media Pembelajaran: 1. Buku Siswa 2. Poster abjad 3. Kartu huruf 4. Buku lain yang relevan 5. Kartu kata yang bertuliskan kata ‘bola’, ‘biru’, ‘buku’, ‘baju’, ‘batu’ 6. Kartu kata bertuliskan kata benda dan binatang lain yang diawali dengan suku kata ‘ba’, ‘bi’, ‘bu’, ‘be’, dan ‘bo’ Langkah-Langkah Pembelajaran Pendahuluan: Para peserta didik mendiskusikan halhal yang mereka lihat dalam perjalanan ke sekolah hari ini. Peserta didik mengamati sampul cerita pada Buku Siswa. Peserta didik mendiskusikan tata cara menyimak dan berdiskusi dalam bimbingan guru. Peserta didik mengamati gambar sampul dan mengajukan pertanyaan pertanyaan. Keterangan Pada pagi hari, penting bagi guru untuk mengamati kondisi psikososial dan menanyakan perasaan peserta didik. Pertanyaan seperti apakah ia senang hari ini, apakah ia sudah sarapan, penting untuk memberikan perhatian terhadap kesiapan peserta didik belajar di sekolah. Pada kegiatan ini, aturlah posisi duduk peserta didik. Guru dapat meminta peserta didik yang pasif dan pemalu untuk duduk di bagian depan. Peserta didik yang aktif berbicara sebaiknya dipisahkan satu sama lain.
30Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) Kegiatan Inti: 1. Peserta didik membaca abjad pada poster abjad atau kartu huruf dengan bimbingan guru. 2. Peserta didik berlatih mengamati kartu kata ‘bola,’ menunjuk huruf ‘b’, ‘o’, ‘l’, dan ‘a’ pada poster abjad dengan bimbingan guru. 3. Peserta didik menyimak guru menunjukkan kartu huruf ‘b’ dan memperkenalkan bunyi huruf ‘b’. 4. Peserta didik mengamati guru menggabungkan kartu huruf ‘b’ dan menggabungkannya dengan kartu huruf ‘a’ dan ‘o’. Peserta didik berlatih mengeja suku kata ‘ba‘ dan ‘bo‘ bersamasama dengan bimbingan guru. 5. Peserta didik menyimak cerita. Pada cerita yang dibacakan guru, peserta didik akan mendengar katakata yang telah dibahas sebelumnya. 6. Peserta didik menyimak guru membacakan cerita “Duk! Duk!”. 7. Peserta didik mengikuti guru dengan intonasi yang baik. 8. Peserta didik mendiskusikan pertanyaan yang diberikan guru terkait dengan cerita “Duk! Duk!” 9. Penutup: 10. Peserta didik membaca kartu kata bertuliskan ‘bola’, ‘biru’, ‘buku’, ‘baju’, ‘batu’ bersamasama dengan bimbingan guru. 11. Peserta didik menyimak penjelasan guru bahwa mereka akan menghafalkan lima kata pada kartu kata yang telah dipelajari hari itu karena guru akan menunjukkannya setiap hari. 12. Peserta didik mengingat kembali cerita “Duk! Duk!” menjelaskan kepada guru tentang kesan mereka terhadap cerita tersebut. 13. Peserta didik menyimak pesan penutup guru tentang permainan di rumah yang bisa dilakukan dengan bola dan mengingatkan peserta didik untuk bermain bola dengan aman di rumah. 14. Peserta didik menyanyikan lagu penutup. Tip Pembelajaran Atur kursi dalam posisi melingkar atau tentukan posisi duduk para peserta didik apabila mereka harus duduk di lantai saat dibacakan buku. Usahakan agar semua dapat melihat dan mengamati ilustrasi dalam buku yang dibacakan. Panduan Khusus Peserta didik yang mengalami hambatan menyimak bisa diberi perhatian khusus, misalnya ditempatkan di sebelah guru. Kesalahan Umum Guru mungkin merasa tidak nyaman ketika suasana jadi gaduh karena peserta didik terlalu bersemangat mendengar cerita dibacakan. Guru tetap perlu mengingatkan peserta didik agar jangan gaduh, namun jangan terlalu kaku dengan aturan. Biarkan para peserta didik menikmati kegembiraan dibacakan buku. Hal ini penting bagi tumbuhnya minat baca mereka. Penilaian: 1. Lembar pengamatan untuk mencatat peserta didik yang sudah dapat mengenali sebagian besar abjad, sebagian, atau belum mengenal abjad sama sekali. 2. Lembar pengamatan untuk mengamati sikap dan perilaku peserta didik saat menyimak cerita dan berdiskusi. D. Asesmen 1. Asesmen Awal Dalam mendukung pengembangan enam fase fondasi pada anak kelas I dan II SD, guru kelas perlu merancang pembelajaran efektif yang dapat membangun keenam fase fondasi tersebut. Sebelum merancang pembelajaran, guru sebaiknya melakukan asesmen awal untuk mengetahui titik berangkat peserta didik di kelasnya sehingga dapat memfasilitasi pembelajaran dengan lebih efektif.
Panduan Umum31 Mengenal Asesmen Awal Pada pelaksanaannya, asesmen awal dapat dilakukan pada tiga konteks yaitu: 1. Saat kehadiran peserta didik baru Pada masa awal kehadiran peserta didik baru, kegiatan asesmen awal dilakukan dengan tujuan agar satuan dan guru mengenal peserta didiknya. Kegiatan ini membantu pendidik mendapatkan gambaran kemampuan fondasi yang sudah dicapai anak maupun yang masih perlu dikuatkan. Dengan demikian, tujuan asesmen awal pada masa kehadiran peserta didik baru antara lain: a. Mengetahui variasi kemampuan fondasi peserta didik di kelas untuk menerima pembelajaran b. Pijakan dalam menyusun perencanaan pembelajaran untuk memfasilitasi kebutuhan belajar peserta didik yang beragam Asesmen awal pada masa penerimaan peserta didik baru TIDAK ditujukan untuk menguji peserta didik baru. Asesmen awal tersebut dapat dilakukan pada saat atau setelah kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) di satuan. Saat awal tahun ajaran 2. Saat tahun ajaran baru Pada konteks ini, asesmen awal bertujuan untuk melakukan penyesuaian tujuan pembelajaran pada satu tahun ajaran. Umumnya, sebelum tahun ajaran baru dimulai, satuan telah menyusun perencanaan di tingkat satuan dengan mengalurkan tujuantujuan menjadi alur tujuan pembelajaran. Melalui asesmen awal di tahun ajaran baru, guru dapat melakukan modifikasi atau penyesuaian terhadap alur tujuan pembelajaran tersebut untuk membantu peserta didik mencapai capaian fase fondasi sesuai kemampuan awal peserta didik di kelasnya. Penyesuaian tujuan pembelajaran berdasarkan asesmen awal di tahun ajaran baru dilakukan sebagai bentuk tanggapan yang dibuat guru terhadap kebutuhan peserta didik. 3. Sebelum memulai lingkup materi baru Pada konteks ini, asesmen awal membantu guru merancang kegiatan pembelajaran terdiferensiasi sesuai kebutuhan peserta didik.
32Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) Mengapa penting menerapkan asesmen awal? Pada konteks SD kelas I dan II, asesmen awal penting untuk diterapkan karena memiliki tujuan agar Satuan SD/MI dapat mengenal peserta didiknya dan mengidentifikasi apabila ada peserta didik yang belum memiliki kemampuan fondasi yang optimal. Dengan demikian, satuan SD/MI selanjutnya dapat melanjutkan pembinaan kemampuan fondasi (yang seharusnya terjadi di PAUD) dengan tetap mengikuti struktur mata pelajaran yang digunakan di SD/MI. Bagaimana menerapkan asesmen awal? Dalam menerapkan asesmen awal, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan oleh guru SD/MI kelas awal, yaitu 1. Kegiatan asesmen awal berpusat pada peserta didik dan menyenangkan. Artinya, asesmen awal dilakukan melalui kegiatan yang menarik minat peserta didik, misalnya melalui permainan, pembuatan hasil karya, mengeksplorasi lingkungan sekitar, dan berbagai kegiatan lain. Dengan demikian, teknik asesmen yang dapat disarankan oleh pendidik dalam mengumpulkan data peserta didik adalah observasi dan penilaian kinerja. Asesmen awal tidak boleh menggunakan kegiatan yang bersifat tes, misalnya memanggil anak satu persatu untuk diuji kemampuannya membaca dan menulis. Tes membaca dan menulis perlu dihindari karena a. Tes umumnya mensyaratkan peserta didik harus sudah dapat baca tulis sebelumnya. b. Tes berpotensi mengakibatkan stres pada peserta didik karenanya memberikan pemaknaan negatif terhadap kegiatan bersekolah. c. Hasil tes umumnya berbentuk angka saja tanpa deskriptif sehingga kurang memberi informasi untuk merancang kegiatan pembelajaran selanjutnya. Padahal, hasil asesmen awal seharusnya membantu pendidik untuk lebih mengenal peserta didiknya sehingga dapat membantu menguatkan kemampuan fondasi mereka. 2. Sederhana dan realistis. Artinya, kegiatan asesmen awal tidak menjadi tambahan pekerjaan yang membebani guru kelas. Asesmen awal dapat dilakukan sebagai kegiatan yang tidak terpisah dari kegiatan pembelajaran, sehingga tidak perlu menyediakan waktu tambahan secara khusus.
Panduan Umum33 3. Bermakna. Artinya, hasil/informasi yang diperoleh dari asesmen awal ini tidak sekadar menjadi kelengkapan administrasi belaka. Hasil dari asesmen awal harus digunakan untuk membantu guru merencanakan pembelajaran yang membantu peserta didik menguatkan kemampuan fondasinya. Setelah memahami tiga hal penting dalam melakukan asesmen awal, selanjutnya guru SD/MI kelas awal dapat mengikuti lima langkah sederhana berikut ini dalam menerapkan asesmen awal. Tentukan aspek kemampuan fondasi yang ingin dipantau Dapat lebih dari satu! Langkah 1 Rancang kegiatan yang dapat digunakan untuk mengamati perilaku tersebut Dapat lebih dari satu! Langkah 2 Identifikasi mata pelajaran yang digunakan Dapat lebih dari satu! Langkah 3 Identifikasi pertimbangan yang perlu masuk ke dalam rancangan kegiatan pembelajaran ke depan Langkah 5 Dokumentasikan informasi tersebut di lembar observasi. Anda tidak harus merekap informasi per anak. Serupa dengan prinsip asesmen formatif. Informasi dapat berupa kemampuan peserta didik secara umum serta catatan khusus untuk tindak lanjut seperti masanya peserta didik yang perlu pendampingan lebih lanjut Langkah 4 Gambar 16. Tahapan Menyusun Asesmen Awal Untuk membantu mempermudah guru dalam melakukan langkah 2, Kemendikbudristek sudah menyusun contoh perilaku/kemampuan yang teramati dari keenam kemampuan fondasi. Satuan Pendidikan dapat menambahkan contoh lain yang dirasa relevan. Berikut ini adalah contoh perilaku/kemampuan yang teramati dari keenam kemampuan fondasi: Aspek kemampuan fondasi Contoh butir perilaku dari aspek fondasi Mengenal nilai agama dan budi pekerti Menyebutkan kegiatan ibadah yang dilakukan keluarganya sehari hari. Bersedia menjalin interaksi dengan teman sebayanya
34Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) Aspek kemampuan fondasi Contoh butir perilaku dari aspek fondasi Keterampilan sosial dan bahasa yang memadai untuk berinteraksi sehat dengan teman sebaya dan individu lainnya Dapat meminta tolong, mengucapkan maaf dan terima kasih. Kematangan emosi yang cukup untuk berkegiatan di lingkungan belajar Mampu menunggu. Dapat mempertahankan perhatian untuk mengikuti kegiatan di kelas dalam rentang waktu yang sesuai dengan usianya. Pemaknaan terhadap belajar yang positif ● Senang datang ke sekolah ● Mau mencoba kembali atau memperbaiki pekerjaan jika melakukan kesalahan ● Menunjukkan keingintahuan dengan mengajukan pertanyaan Pengembangan keterampilan motorik dan perawatan diri yang memadai untuk dapat berpartisipasi di lingkungan sekolah secara mandiri ● Mampu mengelola barangbarang milik pribadi yang dibawa ke sekolah (tahu mana barang miliknya, bisa membereskan tas sendiri) ● Mampu secara bertahap menjaga kebersihan diri sendiri Kematangan kognitif yang cukup untuk melakukan kegiatan belajar, seperti kepemilikan dasar literasi, numerasi serta pemahaman dasar mengenai cara dunia bekerja ● Mampu menyimak dan menyampaikan gagasan sederhana ● Menyadari keterhubungan antara simbol angka/huruf dengan kata dan bilangan ● Mampu membilang jumlah benda atau objek dan menggunakan angka sebagai simbol jumlah objek atau benda ● Memahami kosakata konsep waktu (sekarang, nanti, kemarin, hari ini, besok, lama, sebentar, pagi, siang, malam)
Panduan Umum35 Untuk memberi gambaran yang lebih jelas, mari kita lihat penerapan lima langkah asesmen awal tersebut pada contoh kelas Bu Aruna berikut ini. Contoh lembar asesmen awal yang terisiContoh Hasil Asesmen Awal Jumlah anak dalam kelas: 15. Aspek kemampuan fase fondasi yang akan diamati Contoh perilaku kemampuan fase fondasi yang perlu diamati Rancangan kegiatan Catatan model/Hasil dari Asesmen Awal (Pertanyaan pemandu bagaimana kondisi capaian peserta didik secara umum? Apakah ada peserta didik yang perlu perhatian khusus?) Rancangan Kegiatan Pembelajaran ke depan perlu mempertimbangkan ... Keterampilan motorik dan perawatan diri yang memadai untuk dapat berpartisipasi di lingkungan sekolah secara mandiri ● Anak memiliki kordinasi gerak tubuh yang seimbang saat berkegiatan (berjalan/berlari/ melompat/ menendang/ melempar/ merangkak) ● Anak mampu menyimak dan mengikuti instruksi sederhana ● Anak mampu mengenal konsep huruf dan mampu mengemukakan pemahamannya melalui tulisan ● Anak mampu menyampaikan ● gagasannya secara verbal Kegiatan 1. Permainan “Ibu Berkata!”. Ketika guru mengucapkan “Ibu Berkata!” anak akan diajak untuk melakukan aktivitas tertentu seperti mengambil benda, bergerak, atau apapun. Contohnya, “Ibu berkata, berdiri dengan satu kaki!”. Guru juga dapat memberikan instruksi yang lebih menantang. Ke15 anak di kelas mampu mengikuti permainan dan telah memiliki koordinasi gerak yang menguatkan tubuh yang seimbang Ada beberapa anak yang kesulitan menyimak dan terus gagal dalam mengikuti instruksi walau sudah disampaikan tiga kali berturutturut. Lebih banyak permainan yang menguatkan kemampuan menyimak anak
36Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) Aspek kemampuan fase fondasi yang akan diamati Contoh perilaku kemampuan fase fondasi yang perlu diamati Rancangan kegiatan Catatan model/Hasil dari Asesmen Awal (Pertanyaan pemandu bagaimana kondisi capaian peserta didik secara umum? Apakah ada peserta didik yang perlu perhatian khusus?) Rancangan Kegiatan Pembelajaran ke depan perlu mempertimbangkan ... Kematangan kognitif yang cukup untuk melakukan kegiatan belajar, seperti kepemilikan dasar literasi, numerasi serta pemahaman dasar mengenai cara dunia belajar Kegiatan 2: Kegiatan berbagi cerita tentang sekolah, dengan menggunakan media gambar. Anak dipersilahkan untuk menambahkan mendetailkan ceritanya dengan tulisan (apabila sudah bisa). Anak diajak untuk menjelaskan hasil karyanya Hampir seluruh anak mampu mengerjakan hasil karya dengan baik, kecuali ananda A yang memilih untuk bermain di pojok balok saja. Ada 3 anak yang sudah mengenal konsep huruf dan mampu menambahkan kata di hasil karya gambarnya. Lainnya memilih untuk menggunakan media gambar saja, tidak ditambahkan katakata. Hanya sedikit anak yang sudah mampu mengemukakan pemahamannya mengenai sekolah secara verbal dengan baik. Mendampingi ananda A lebih sering agar ananda lebih nyaman dan lebih banyak kegiatan projectbased berkelompok agar A mau berinteraksi dengan teman Kegiatan pembelajaran akan mulai dari penguatan keaksaraan: membacakan buku nyaring, mengenal huruf, dan lainnya Dari contoh Bu Aruna, kita dapat belajar bahwa: 1. Asesmen awal tidak harus merekam informasi per anak pada saat yang bersamaan. Pencatatan informasi dapat dilakukan untuk sekelompok anak dalam kelas. 2. Satu kegiatan dapat digunakan untuk mengamati beberapa kemampuan fondasi. 3. Pelaksanaan asesmen awal dapat dilakukan lebih dari 1 hari. Sumber: Fitria P. Anggriani, dkk. Pedoman Umum Penyelenggaraan Gerakan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan. Jakarta: Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Kemendikbudristek, 2023. 2. Asesmen Formatif dan Sumatif Asesmen formatif dan sumatif untuk memetakan pengetahuan keaksaraan para peserta didik dilakukan pada saat mereka mengembangkan sikap belajar positif,
Panduan Umum37 kemandirian, dan konsentrasi untuk berpartisipasi dalam kegiatan keaksaraan. Asesmen ini dilakukan melalui kegiatan pembelajaran untuk mengetahui pemahaman peserta didik terhadap bacaan, kemampuan membaca, menulis, menyimak, berbicara, atau materi lain yang menjadi fokus pada bab tersebut. Pemahaman tersebut dapat didokumentasikan dalam catatan guru sebagai berikut. Tabel 2. Contoh Pemetaan Hasil Asesmen Formatif di Bab I No. Nama Peserta Didik Nilai Peserta Didik Menjawab pertanyaan tentang teks yang disimak Mengenali Huruf Membaca Suku Kata Memperkenalkan Diri dengan Jelas dan Santun Menulis Nama Diri 1. Made 2. Syifa 3. Kristina 4. Martin 5. Ahmad 6. Dayu 7. Melisa 8. Doni 9 Asesmen formatif dapat berupa dokumentasi hasil karya peserta didik, lembar kerja peserta didik, juga proyek kelas. Catatan: 1. Perhatikan apakah ada peserta didik yang mengalami kendala penglihatan, pendengaran, berbicara, atau kendala fisik dan psikologis lain yang bisa berpengaruh pada berkembangnya kecakapan berbahasa. Konsultasikan kepada orang tua, kepala sekolah, atau ahli jika diperlukan. 2. Dengan merujuk kepada Capaian Pembelajaran dan tujuan pembelajaran, guru bisa memutuskan kriteria yang dipandang tepat dalam pembuatan rubrik. 3. Rubrik bisa pula dibuat untuk memetakan minat peserta didik, misalnya apakah ia kurang menyukai, cukup menyukai, menyukai, atau sangat menyukai kegiatan tertentu. Kriterianya adalah sikap positif dan tingkat antusiasme peserta didik saat mengikuti proses pembelajaran.
38Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) ● Asesmen formatif juga dapat berupa lembar amatan yang merekam perkembangan kompetensi peserta didik yang diturunkan dari elemen menyimak, membaca dan mengamati, berbicara, serta menulis pada Capaian Pembelajaran per fase. Untuk menurunkan Capaian Pembelajaran per fase menjadi indikator yang dapat diamati, guru dapat merujuk kepada Alur Tujuan Pembelajaran pada Skema Pembelajaran di tiap bab Panduan Guru, lalu memilih tujuan pembelajaran penting yang akan ditentukan kriteria ketercapaiannya. Dalam menentukan kriteria ketercapaian ini, guru dapat mempertimbangkan beberapa pertanyaan berikut. ● Kompetensi apa yang perlu dicapai peserta didik pada akhir kelas satu? ● Untuk mencapai kompetensi tersebut, apakah indikator perilaku atau pengetahuan atau keterampilan yang teramati dari peserta didik? Berikut adalah contoh indikator untuk lembar amatan pada elemen menyimak, membaca dan mengamati, berbicara, serta menulis. Tabel 3. Lembar Amatan Merujuk Kepada Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran No. Elemen Capaian Pembelajaran Contoh Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran 1. Menyimak ● Menunjukkan sikap tubuh santun saat menyimak teks yang dibacakan. ● Melakukan instruksi lisan dengan baik. ● Menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan teks yang dibacakan dengan tepat. ● Menceritakan ide pokok dari teks yang dibacakan. 2. Membaca dan memirsa ● Mengenali bentuk dan melafalkan bunyi abjad ‘a’ sampai ‘z’ dengan tepat. ● Menyebutkan huruf pada katakata yang diperlihatkan kepadanya dengan tepat. ● Membaca suku kata dengan baik. ● Membaca katakata yang dipelajari pada Buku Siswa dengan lancar. ● Memahami informasi dari gambar yang diamatinya dan menjelaskannya dengan baik. 3. Berbicara dan mempresentasikan ● Berbicara dengan volume suara nyaring atau lantang. ● Berbicara dengan intonasi yang baik sehingga mudah dipahami. ● Berbicara dengan mematuhi etika kesopanan (misalnya berbicara secara bergiliran). ● Menjawab pertanyaan orang lain dengan tepat. ● Menceritakan gagasannya atau karya yang dibuatnya dengan baik.
Panduan Umum39 No. Elemen Capaian Pembelajaran Contoh Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran 4. Menulis ● Menunjukkan postur tubuh tegak saat menulis. ● Memegang alat tulis dengan benar saat menulis. ● Menyalin atau menjiplak kata dengan tarikan garis yang benar. ● Menulis huruf ‘a’ dan ‘z’ dengan tarikan garis yang benar. ● Menulis katakata yang sering ditemui. Berikut ini adalah contoh lembar amatan untuk elemen menyimak bagi seluruh peserta didik. Baris nama peserta didik diisi dengan mulai berkembang, sedang berkembang, berkembang sesuai harapan, sangat berkembang dan catatan lain terkait indikator kompetensi menyimak. Tabel 4. Contoh Lembar Amatan Elemen Menyimak No. Nama Peserta Didik Belum mampu menyimak dengan baik dan santun (Mulai Berkembang) Menyimak dengan Sikap Tubuh yang Baik dan Santun (Sedang Berkembang) Menjawab Pertanyaan dari Teks yang Disimak (Berkembang Sesuai Harapan) Menceritakan Ide Pokok dari Teks yang Disimak (Sangat Berkembang) 1. Made 2. Syifa 3. Kristina 4. Martin 5. 6. 7. Dst. Lembar amatan tersebut dapat diisi sebulan sekali atau dalam frekuensi lain yang dipilih guru. Pada saat mengisi laporan perkembangan peserta didik atau rapor, guru dapat merujuk kepada lembar amatan tersebut. Contoh pembimbingan guru berdasarkan hasil pengolahan asesmen tersebut adalah sebagai berikut. Pembimbingan Guru Berdasarkan Hasil Asesmen Mulai Berkembang: Peserta didik mendapatkan bimbingan khusus dari guru atau mengikuti remedial pada keseluruhan materi sebelum mengikuti pembelajaran pada elemen yang sama. Peserta didik juga dapat diberikan pembelajaran dengan Tujuan Pembelajaran yang lebih rendah pada elemen tersebut.
40Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) Sedang Berkembang: Peserta didik mengikuti remedial dengan penekanan pada aspek yang belum dikuasai sebelum mengikuti pembelajaran berikutnya. Berkembang Sesuai Harapan: Peserta didik dapat mengikuti pembelajaran berikutnya. Sangat Berkembang: Peserta didik dapat mengikuti pembelajaran menggunakan media pembelajaran yang sesuai dengan kemampuannya. Penilaian Sumatif ● Penilaian sumatif adalah penilaian pada akhir tiap bab untuk mengetahui capaian peserta didik setelah mengikuti pembelajaran pada bab tersebut. ● Penilaian sumatif untuk kelas satu memetakan kemampuan peserta didik dalam menyimak, berbicara, membaca, atau menulis. ● Inspirasi penilaian sumatif diberikan pada tiap bab di Panduan Guru ini. Tentunya guru dapat mengembangkan penilaian sumatif berdasarkan kebutuhan pembelajaran di kelas dan kebutuhan peserta didiknya. E. Komponen dalam Buku Siswa 1. Penanda Kegiatan Peserta Didik Tujuan Pembelajaran Ini adalah materi yang dipelajari peserta didik. Bahas Bahasa Bahas Bahasa memberikan materi kebahasaan. Kosakata Baru Ini adalah kata baru yang dipelajari peserta didik pada bab ini. Menyimak Ini adalah penanda kegiatan menyimak. Membaca Ini saatnya peserta didik belajar membaca atau mendengar cerita yang dibacakan. Berbicara Ini saatnya peserta didik berlatih berbicara menanggapi bacaan atau topik tertentu.
Panduan Umum41 Menulis Ini adalah saatnya peserta didik menggambarkan atau menuliskan idenya. Menirukan & Melakukan Ini saatnya peserta didik menirukan atau melakukan sesuatu. Jurnal Membaca Ini saatnya peserta didik menulis atau menggambarkan kesan dari buku yang dibacanya. Ini menunjukkan kegiatan yang dilakukan dengan bimbingan guru atau orang tua. Kreativitas Ini saatnya peserta didik membuat karya menarik dengan dibimbing guru atau orang tua. Refleksi Ini saatnya peserta didik merefleksi kegiatan yang telah dilakukan pada bab tersebut. Simbol ini merupakan penanda guru melakukan asesmen formatif dan sumatif untuk mencatat perkembangan kecakapan peserta didik dalam pelajaran Bahasa Indonesia. 2. Penanda Kosakata Kosakata baru disajikan dalam teks dan ditandai sehingga peserta didik memahami artinya dalam kalimat. sibuk Kata Baruku Kosakata Baru Dalam buku kelas satu, peserta didik melatih pemahaman kosakata dengan berbagai cara. Misalnya diskusi, bermain kosakata, dan mengamati gambar.
42Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) 3. Informasi Kapan Guru Melakukan Asesmen Formatif dan Sumatif Dalam Buku Siswa, kegiatan yang dijadikan asesmen ditulis dalam bahasa peserta didik. 39Bab 2 | Ayo Bermin 4. Bacalah suku kata berikut ini. Ikuti guru membacanya, ya. h - a h - i h - u h - e h - o ha hi hu he ho 5. Bacalah kartu kata bersama dengan guru. Kata-kata apa lagi yang dimulai dengan suku kata ‘ha-‘, ‘hi-‘, ‘hu-‘, ‘he-‘, dan ‘ho-‘? Tunjukkan kepada guru, ya. Dengan menunjukkan benda yang diawali huruf ‘h’, kalian berlatih membaca suku kata yang diawali dengan huruf ‘h’. hujan hadiah hidung helikopter hotel Dalam Panduan Guru, kegiatan yang bersimbol di samping ini merupakan kegiatan yang dijadikan asesmen formatif dan sumatif.
Panduan KhususPanduan Khusus Bab IBab I Bunyi Apa?Bunyi Apa? KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI REPUBLIK INDONESIA, 2023 Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! (Edisi Revisi) untuk SD/MI Kelas 1 Penulis: Sofie Dewayani ISBN 978-623-118-510-5 (jil.1 PDF)
44Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) A. Pendahuluan Bapak dan Ibu Guru, mingguminggu awal akan menanamkan kesan penting bagi para peserta didik baru di kelas satu. Maka ciptakan suasana belajar yang menyenangkan untuk menumbuhkan motivasi belajar mereka. Pada harihari pertama di kelas satu, peserta didik mungkin merasa belum nyaman bersekolah. Oleh karena itu, guru perlu membuat suasana belajar yang menyenangkan pada masa peserta didik beradaptasi dan berkenalan dengan temanteman barunya. Membacakan cerita bergambar merupakan salah satu kegiatan yang menenangkan dan membuat peserta didik nyaman. Bab ini dapat diajarkan setelah peserta didik berpartisipasi dalam kegiatan mengenal lingkungan sekolah, lingkungan kelas, dan berkenalan dengan teman baru. Guru mengajarkan bab ini pada saat peserta didik telah siap untuk mengikuti aktivitas pembelajaran yang membutuhkan perhatian penuh. Bab pertama ini dapat diajarkan setelah peserta didik menyelesaikan kegiatan orientasi di awal kelas satu. Pastikan peserta didik telah mengembangkan fokus, konsentrasi, dan kesiapan kognitif untuk mengikuti kegiatan dalam bab ini. Peta Materi Tujuan Pembelajaran: Dengan menyimak dan menanggapi bacaan tentang bunyi dan pancaindra secara lisan, peserta didik dapat mengenali abjad, merangkai suku kata yang diawali huruf ‘b’, menulis huruf ‘B’ dan ‘b,’ serta menulis namanya sendiri. Menulis huruf ‘b’ dan ‘B’ Mengenali dan membaca kata-kata yang diawali dengan huruf ‘b’ secara berulang-ulang. Menyimak bacaan yang menyajikan kosakata berawalan ‘b’ dan menanggapi pertanyaan guru tentang bacaan yang disimak. Menunjukkan kata- kata yang diawali dengan sukukata ‘bo-’ dan ‘bi-’ Menyimak guru melafalkan bunyi ‘kata yang berawalan dengan huruf ‘b’ dan menirukannya. Menyimak guru merangkai bunyi huruf ‘b’ dan huruf vokal kemudian menirukannya. Gambar 1.1 Peta Materi Bab I Tujuan Pembelajaran Bab Ini: Dengan menyimak dan menanggapi bacaan tentang bunyi dan pancaindra secara lisan, peserta didik dapat mengenali abjad, merangkai suku kata yang diawali huruf ‘b’, menulis huruf ‘B’ dan ‘b,’ serta menulis namanya sendiri. Tujuan pembelajaran ini dicapai dengan rangkaian aktivitas pembelajaran dalam skema di bawah ini. Skema ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik dan kondisi sekolah yang beragam.
Panduan Khusus Bab I Bunyi Apa?45 Selain kegiatan menyimak, membaca dan memirsa, berbicara, dan menulis sambil memperdalam pengetahuan huruf dan meningkatkan kesadaran bunyi huruf ‹b,› bab satu ini melatih kemampuan peserta didik untuk berkomunikasi memperkenalkan dirinya serta mengenal bunyi di lingkungannya. Keseluruhan aktivitas di bab satu dijelaskan pada tabel skema pembelajaran berikut ini. Tabel 1.1 Materi Pembelajaran Bab I Alur Tujuan Pembelajaran Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran Pokok Materi Aktivitas Kosakata Sumber Belajar Menyimak Peserta didik memahami informasi dalam teks yang disimak sesuai jenjangnya. Peserta didik dapat menemukan, menyimpulkan informasi, serta menceritakan kembali simpulannya terhadap teks yang disimak secara tepat. Cerita bergambar “Duk! Duk!” Peserta didik menyimak cerita yang dibacakan guru, lalu menjawab pertanyaan tentang bacaan. bola biru Buku Siswa Kartu kata Membaca dan Mengamati Mengenali bentuk dan melafalkan bunyi abjad. Peserta didik dapat melafalkan bentuk dan bunyi huruf dengan tepat. Abjad Peserta didik menyimak guru melafalkan bunyi abjad, lalu menirukannya. Buku Siswa Kartu huruf Membaca dan Mengamati Mengenali dan mengeja kombinasi abjad pada suku kata dan kata yang sering ditemui. Peserta didik dapat merangkaikan bunyi huruf ‘b’ dan huruf vokal lain dengan baik. Suku kata ‘bo’, ‘bi’, dan ‘ba’ Peserta didik mengikuti guru dan berlatih merangkai huruf menjadi suku kata dan kata. Batu Buku Siswa Kartu huruf Kartu suku kata Kartu kata Menulis Menuliskan kata kata yang sering ditemui. Peserta didik mampu menulis namanya sendiri dengan tepat. Nama diri Peserta didik membuat kartu nama dengan tulisan nama dan gambar dirinya. Buku Siswa Papan absen kelas yang berisi nama nama peserta didik Berbicara Berbicara dengan volume yang tepat sesuai konteks dan tempat berbicara. Peserta didik mampu memperkenalkan diri dengan lisan secara santun dan jelas. Nama diri dan benda kesukaan Peserta didik memperkenalkan dirinya dan benda kesukaannya di depan kelas. Buku Siswa Kartu nama yang dibuat sendiri
46Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) Alur Tujuan Pembelajaran Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran Pokok Materi Aktivitas Kosakata Sumber Belajar Membaca dan Mengamati Membaca kombinasi abjad pada suku kata dan kata yang sering ditemui. Peserta didik membaca suku kata yang diawali dengan huruf ‘b’ dengan baik. Kata yang diawali dengan suku kata ‘bo’ dan ‘bi’ Peserta didik meletakkan kata yang diawali dengan suku kata ‘bo’ dan ‘bi’ pada kolom yang tepat di tabel di papan tulis. Buku Siswa Kartu kata Membaca dan Mengamati Menemukan, menyimpulkan, dan merefleksi informasi dengan bantuan gambar. Peserta didik mampu menemukan, menyimpulkan, serta merefleksi suasana dan peristiwa pada gambar “Pagi yang Sibuk”. Gambar “Pagi yang Sibuk” Peserta didik mengamati gambar “Pagi yang Sibuk” dan menjawab pertanyaan yang dibacakan guru tentang gambar. Sibuk Buku Siswa Berbicara Menjawab pertanyaan guru dengan volume suara yang cukup jelas dan sikap yang santun. Peserta didik mampu menanggapi orang lain dengan relevan dan santun. Gambar binatang pada Buku Siswa Peserta didik menjawab pertanyaan yang dibacakan guru tentang gambar. Keras Pelan Buku Siswa Buku bacaan lain dengan materi yang sama Menulis Menuliskan huruf pada kata kata yang sering ditemui. Peserta didik dapat mengenali perbedaan bentuk huruf kapital dan huruf kecil dengan menuliskannya secara tepat. Huruf kapital ‘B’ dan huruf kecil ‘b’ Peserta didik menuliskan huruf ‘B’ dan ‘b’ dengan merujuk kepada huruf awal kata yang dibacakan kepadanya. Burung Bebek Bayi Beruang Buku Siswa Kartu huruf Kartu kata Membaca dan Mengamati Mengenali dan mengeja kombinasi abjad pada suku kata dan kata yang sering ditemui. Peserta didik dapat membaca kata kata dengan suku kata ‘ba’, ‘bu’, ‘be’ dengan baik. Kata yang diawali dengan suku kata ‘ba’, ‘bu’, dan ‘be’ Peserta didik mengikuti guru membaca kartu kata binatang yang diawali dengan suku kata ‘ba’, ‘bu’, ‘be’, lalu belajar membaca sendiri. Buku Baju Balok Benang Bebek Buaya Buku Siswa Kartu suku kata Kartu kata
Panduan Khusus Bab I Bunyi Apa?47 Alur Tujuan Pembelajaran Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran Pokok Materi Aktivitas Kosakata Sumber Belajar Berbicara Menjawab pertanyaan dengan merujuk kepada simpulannya terhadap gambar. Peserta didik dapat menanggapi orang lain dengan simpulannya yang jeli terhadap gambar. Gambar pada Buku Siswa Peserta didik menjawab pertanyaan guru tentang perbandingan dua gambar yang mengeksplorasi kata ‘sibuk’. Sibuk Buku Siswa Kartu kata yang menunjukkan suasana ramai dan sepi Membaca Mengenali dan mengeja kombinasi abjad pada suku kata dan kata yang sering ditemui. Peserta didik mampu membaca kata kata yang diawali dengan huruf ‘b’ secara mandiri melalui pengulangan. Kata yang diawali huruf ‘b’ Peserta didik mengikuti guru membaca kartu kata yang diawali huruf ‘b’, lalu berlatih membacanya secara mandiri. Bola Biru Buku Baju Besi Kartu kata dengan kata yang terdapat pada bab I Buku Siswa dan kata kata lain yang dikenali seharihari B. Konsep dan Keterampilan Prasyarat Kegiatan pada bab pertama ini membutuhkan peserta didik untuk mampu mengembangkan fokus dan konsentrasi, serta mampu menyimak dan memahami instruksi guru. C. Penyajian Materi Esensial Bab ini menyajikan cerita tentang bunyi dan kegiatan yang dapat peserta didik lakukan dengan pancaindra. Tema tersebut membangun pemahaman para peserta didik tentang diri mereka. Pada bab pertama sebaiknya guru mengajak peserta didik untuk: ● mengenali aneka bunyi yang didengar di kelas dan di lingkungan sekolah; ● berkenalan dan bermain dengan temanteman baru. Peserta didik juga dapat didampingi untuk menulis namanya sendiri. Mereka dapat dibimbing untuk menulis namanya pada kertas stiker, lalu menempelkan stiker nama itu di tas sekolah, tempat bekal, alat tulis, dan peralatan sekolah lainnya. Kegiatan ini juga dapat dilakukan di rumah dengan bantuan orang tua. Agar peserta didik semakin akrab dengan huruf dan suku kata yang diajarkan pada bab ini, guru dapat menempelkan kartu kata yang berisi katakata yang diawali dengan suku kata ‘ba‘, ‘bi‘, ‘bu’, ‘be’, dan ‘bo’ pada kamus dinding. Guru pun dapat menempelkan nama bendabenda yang mengandung suku kata kata ‘ba‘, ‘bi
48Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) ‘, ‘bu‘, ‘be‘, dan ‘bo’ (misalnya botol, buku) pada dinding kelas. Mengenali huruf ‹B› dan ‹b› dapat dilakukan dengan aktivitas bermain. Misalnya, peserta didik mencari huruf ‘B’ dan ‘b’ pada juduljudul buku di pojok baca kelas dan tulisan lain di kelas. D. Apersepsi Guru memulai kegiatan pembelajaran setelah peserta didik cukup beradaptasi dan telah siap untuk mengikuti kegiatan pembelajaran yang membutuhkan fokus dan konsentrasi. Namun demikian, kegiatan pembelajaran hendaknya diawali dengan kegiatan bermain yang mengajak peserta didik kelas satu untuk berkomunikasi dan berinteraksi. Guru dapat membacakan buku atau mendongengkan cerita yang menarik dan sesuai dengan rentang perhatian peserta didik kelas satu. Gunakan kesempatan bercerita untuk mengenal nama, karakteristik, dan perilaku masingmasing peserta didik. Untuk membantu mengingat nama peserta didik, guru dapat membuat kartu nama yang disematkan pada baju masingmasing peserta didik. Guru juga dapat membuat papan nama di kelas yang berisi namanama peserta didik. Tunjukkan bahwa nama pada kartu nama mereka sama dengan nama yang ditempel pada papan nama di kelas. E. Penilaian Sebelum Pembelajaran Guru dapat melakukan pengamatan terhadap kemampuan menyimak, memahami instruksi, serta daya fokus dan konsentrasi peserta didik. Salah satu caranya adalah melalui permainan untuk perkenalan. Misalnya guru dan peserta didik membentuk lingkaran, kemudian saling melempar bola kain. Peserta didik yang menangkap bola mendapatkan giliran untuk memperkenalkan namanya. Peserta didik yang belum dapat memahami instruksi guru mendapatkan bimbingan intensif dalam kegiatan pembelajaran di bab satu ini. F. Panduan Pembelajaran Bab I: Bunyi Apa? Tema: Mengenal Teman Baru Saran Periode Waktu: 25 JP
Panduan Khusus Bab I Bunyi Apa?49 Media Pembelajaran Media pembelajaran yang dipakai adalah ⦁ Buku Siswa; ⦁ kartu huruf; ⦁ kartu kata; ⦁ kartu bergambar benda-benda yang memiliki suku kata ‘ba-‘, ‘bi-‘, ‘bu-‘, ‘be-‘, ‘bo-‘; ⦁ alat tulis dan alat warna; ⦁ buku-buku bacaan fiksi dan nonfiksi yang bertema pancaindra. Aktivitas Pembelajaran Menyimak Kebiasaan dan tata cara menyimak perlu diperkenalkan kepada peserta didik kelas satu. Guru dapat memperkenalkan kode bunyi berupa alat tertentu (misalnya lonceng atau alat musik sederhana atau mainan yang mengeluarkan bunyi) atau lagu. Kode bunyi ini menjadi penanda bahwa peserta didik harus berkumpul di tengah kelas untuk mendengarkan buku dibacakan atau menyimak cerita guru dan teman. Tip Pembelajaran: Memperkenalkan Tata Cara Menyimak Diskusikan tata cara menyimak cerita dengan peserta didik. Misalnya, apakah peserta didik boleh berbicara selama cerita dibacakan? Apakah peserta didik boleh langsung memberikan komentar atau bertanya saat menyimak cerita yang dibacakan? Bagaimana cara meminta izin untuk bertanya? Membacakan Cerita “Duk! Duk!” a. Sebelum membacakan cerita “Duk! Duk!” tunjukkan sampul cerita kepada peserta didik. Bacakan judul cerita. Tanyakan kepada peserta didik mengapa judulnya “Duk! Duk!”. Bunyi apakah itu? Lalu, mintalah peserta didik mengamati gambar pada sampul tersebut. Kirakira, gambar apakah itu? Apa hubungannya dengan bunyi ‘Duk! Duk!’? b. Bacakan buku kepada peserta didik sambil menunjuk setiap kata. Berikan jeda yang cukup setelah membaca setiap kalimat, demi memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengamati gambar. c. Seusai membaca, mintalah peserta didik untuk bersamasama menirukan guru membaca.
50Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) Kegiatan menyimak akan melatih daya konsentrasi para peserta didik dan membiasakan mereka dengan aturan bersama. Kegiatan pembiasaan ini tidak dinilai. Mendiskusikan Cerita “Duk! Duk!” Tip Pembelajaran: Sikap Tubuh Saat Menyimak Kebiasaan menyimak perkataan orang lain dengan baik dapat dibangun melalui sikap tubuh. Guru perlu membiasakan peserta didik untuk menghadapkan tubuh kepada orang yang berbicara, mendengarkan dengan saksama, serta menghadapkan wajah dan tatapan mata ke arah orang yang berbicara. a. Setelah membacakan cerita dan mengajak peserta didik membaca bersama, guru mendiskusikan pertanyaan yang terdapat pada Buku Siswa. b. Guru dapat juga mengajukan pertanyaan lain. Misalnya, bola warna apa yang kalian miliki di rumah? c. Guru dapat memantulkan bola ke lantai, lalu mengajukan pertanyaan kepada peserta didik. Misalnya, bagaimana bunyinya saat memantul? Apakah bunyinya pelan atau keras? Tip Pembelajaran: Mengelaborasi Tanggapan Peserta Didik Gunakan respons peserta didik untuk membuat pertanyaan lanjutan guna membangun komunikasi pada hari pertama sekolah. Pada hari pertama ini, mungkin sebagian peserta didik masih malu dan menjawab dengan lirih. Sapalah nama-nama peserta didik yang terlihat pasif, namun jangan paksa mereka untuk menjawab pertanyaan. Tabel 1.2 Contoh Lembar Pengamatan Kemampuan Menyimak Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran Mulai Berkembang Sedang Berkembang Berkembang Sesuai Harapan Sangat Berkembang Peserta didik dapat menemukan, menyimpulkan informasi, serta menceritakan kembali simpulannya terhadap teks yang disimak dengan tepat. Masih memerlukan bantuan untuk menyimak dengan penuh perhatian. Menunjukkan sikap menyimak dengan ekspresi wajah dan gestur tubuh yang penuh perhatian. Mampu menjawab sebagian pertanyaan tentang teks yang disimak dengan tepat. Mampu menjawab semua pertanyaan tentang teks yang disimak dengan tepat. Nama Peserta Didik
Panduan Khusus Bab I Bunyi Apa?51 Membaca Sebagian peserta didik mungkin dapat menyebutkan atau menyanyikan huruf ‘a’ hingga ‘z’, tetapi mereka belum tentu dapat mengenali bentuknya. Sering pula peserta didik dapat menyebutkan dan mengenali bentuk abjad, tetapi tidak dapat melafalkan bunyinya sehingga tidak dapat merangkainya dengan bunyi huruf lain untuk membentuk bunyi suku kata. Oleh karena itu, kegiatan mengenali bentuk dan melafalkan bunyi abjad sangat penting. Melafalkan Huruf Bersama-sama a. Bacalah huruf secara berurut dengan menunjuk pada poster abjad di kelas atau kartu huruf. Tanyakan kepada para peserta didik, apakah mereka dapat melakukannya sendiri. b. Sebagai variasi, peserta didik dapat diminta untuk menyanyikan lagu abjad. c. Setelah itu, perkenalkan bunyi masingmasing abjad. Tunjuklah setiap abjad dan lafalkan bunyinya. Ajak peserta didik menirukannya. Mengidentifikasi Bentuk Huruf pada Deret Abjad a. Tanyakan beberapa huruf kepada seorang peserta didik. Apabila ia belum dapat menjawab pertanyaan, tawarkan kepada peserta didik lain untuk menjawab pertanyaan tersebut. b. Ajak peserta didik untuk membedakan bentuk huruf kapital dan huruf kecil. c. Peserta didik bisa diminta untuk bergantian menyebutkan nama huruf yang ditunjuk oleh guru. d. Minta peserta didik untuk mengidentifikasi abjad pada katakata ‘bola’, ‘biru’, ‘Boni’, dan ‘batu’. e. Lakukan kegiatan membaca huruf ini secara rutin setiap sebelum memulai pembelajaran Bahasa Indonesia, hingga seluruh peserta didik mengenali bunyi serta bentuk huruf kapital dan huruf kecil. Inspirasi Kegiatan Perancah untuk Peserta Didik yang Belum Lancar Membaca Peserta didik yang belum dapat mengidentifikasi abjad dan mengeja suku kata perlu didampingi. Petakan peserta didik yang belum lancar membaca dan ajaklah berkegiatan secara terpisah. Saat teman-temannya menulis, peserta didik yang belum lancar membaca dapat didampingi untuk mengenali abjad dengan bantuan gambar pada kartu kata dan kartu huruf.
52Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) Pada harihari pertama bersekolah, guru mungkin belum dapat mengenali peserta didik yang belum mampu mengidentifikasi huruf pada poster huruf. Setelah beberapa waktu berjalan, barulah guru dapat melakukan pemetaan dan menuliskan namanama peserta didik berdasarkan kemampuan mereka mengenali huruf. Catat kemampuan para peserta didik dalam mengenali huruf untuk memastikan bahwa masingmasing akan memperoleh bantuan yang tepat pada kegiatan berikutnya. Tabel 1.3 Contoh Rubrik Penilaian Pengenalan Huruf Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran Mulai Berkembang Sedang Berkembang Berkembang Sesuai Harapan Sangat Berkembang Peserta didik dapat melafalkan bentuk dan bunyi huruf dengan tepat. Dapat Menyebutkan 5 Huruf Dapat Menyebutkan 5 12 Huruf Dapat Menyebutkan Lebih dari 12 Huruf Dapat Menyebutkan Semua Huruf Nama Peserta Didik Tip Pembelajaran: Melatih Pelafalan Bunyi Huruf dengan Benar Biasakan peserta didik melafalkan bunyi huruf dengan benar. Anda dapat memeragakan pelafalan huruf dengan benar dan mengajak peserta didik menirukannya. Sambil bermain, ajak para peserta didik melakukan berbagai eksperimen dengan alat ucap. Misalnya melafalkan huruf dengan berbagai bentuk bibir, dengan bibir tertutup, rahang terkatup, dan lidah tak bergerak. Ingatlah untuk menghargai upaya yang telah mereka lakukan. Catatan: Beberapa peserta didik mungkin sulit melafalkan bunyi huruf tertentu. Bisa jadi penyebabnya adalah kebiasaan orang dewasa di sekitar mereka. Apabila hal itu terjadi, hindarilah mengolok-olok atau mengkritik peserta didik yang bersangkutan di hadapan teman-temannya. Namun, apabila guru menemukan permasalahan klinis terkait fungsi alat ucap yang menyebabkan peserta didik tidak dapat melafalkan huruf dengan tepat, guru perlu berkonsultasi dengan kepala sekolah, orang tua, atau pakar terkait.
Panduan Khusus Bab I Bunyi Apa?53 Menulis Tip Pembelajaran: Membiasakan Postur Tubuh yang Baik Saat Menulis Guru perlu memastikan bahwa setiap peserta didik menulis dengan postur tubuh yang baik untuk melatih kemampuan motorik halus, koordinasi otak, dan konsentrasinya. Pada kegiatan menulis, guru dapat berkeliling untuk memberikan bantuan dan mengingatkan peserta didik untuk mengoreksi postur tubuhnya. Pastikan peserta didik duduk tegak dengan posisi kaki rileks pada lantai, tubuh menghadap meja, kertas atau buku miring 30 hingga 40 derajat ke arah tangan yang menulis. Membuat Kartu Nama a. Bagikan kertas karton yang telah dipotongpotong dengan ukuran lebih besar daripada kartu nama yang disematkan di dada peserta didik (bisa berukuran kertas A5, kurang lebih 6 x 8,5 cm). b. Minta peserta didik menulis namanya di salah satu sisi kartu tersebut. Peserta didik yang belum dapat menulis namanya boleh mencontoh tulisan nama yang terdapat pada kartu nama yang dipakainya. c. Pada sisi kartu yang lain, minta para peserta didik untuk menggambar benda (bisa mainan atau makanan) kesukaan mereka dan mewarnainya. Sebagai contoh, guru dapat menulis nama dan menggambar benda/makanan kesukaan di kartunya. Tabel 1.4 Contoh Pemetaan Peserta Didik Berdasarkan Kemampuan Menulis Guru pun dapat menyesuaikan kegiatan ini dengan ragam kemampuan menulis peserta didik. Kegiatan Perancah untuk Peserta Didik yang Belum Lancar Menulis Kegiatan untuk Peserta Didik yang Telah Dapat Menulis Namanya Sendiri Kegiatan Pengayaan untuk Peserta Didik yang Telah Lancar Menulis Namanya Sendiri Peserta didik menulis namanya dengan meniru nama yang telah dibuat guru. Peserta didik menulis namanya secara mandiri. Peserta didik dapat menuliskan nama lengkapnya secara mandiri. (Daftar nama peserta didik) (Daftar nama peserta didik) (Daftar nama peserta didik)
54Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) Tabel 1.5 Contoh Rubrik Penilaian Menulis Nama Sendiri Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran Mulai Berkembang Sedang Berkembang Berkembang Sesuai Harapan Sangat Berkembang Peserta didik mampu menulis namanya sendiri dengan tepat Peserta Didik Belum Dapat Meniru Nama yang Telah Dibuat Guru Peserta Didik Mampu Menulis Namanya dengan Meniru Nama yang Telah Dibuat Guru Peserta Didik Mampu Menulis Namanya Secara Mandiri Peserta Didik Mampu Menulis Nama Lengkapnya Secara Mandiri Nama Peserta Didik Berbicara Memperkenalkan Diri di Depan Kelas Secara bergiliran, minta peserta didik untuk menunjukkan kartu nama masing masing di depan kelas. Minta peserta didik memperkenalkan namanya (beserta nama lengkap jika memang cukup waktu dan kondusif), juga benda kesukaannya yang telah digambar di bagian belakang kartu tersebut. Guru dapat memeragakan cara memperkenalkan diri dengan membacakan kartu namanya sendiri dan menceritakan benda/makanan kesukaannya yang digambar pada kartu tersebut. Tabel 1.6 Contoh Lembar Pengamatan Berbicara Kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran Mulai Berkembang Sedang Berkembang Berkembang Sesuai Harapan Sangat Berkembang Peserta didik mampu memperkenalkan diri dengan lisan secara santun dan jelas. Masih memerlukan bantuan untuk memperkenalkan nama diri dan menceritakan benda kesukaan (berbicara dengan lirih, atau sangat singkat). Hanya melakukan salah satu aktivitas; memperkenalkan nama diri atau benda kesukaan saja. Mampu memperkenalkan diri dan benda kesukaan dengan tepat namun masih berbicara dengan lirih. Mampu memperkenalkan diri dan menceritakan benda kesukaan dengan tepat dan volume suara yang baik. Nama Peserta Didik
Panduan Khusus Bab I Bunyi Apa?55 Tip Pembelajaran: Berbicara dengan Jelas Guru perlu membiasakan berbicara dengan volume suara yang baik dan artikulasi yang jelas. Peragakan berbicara dengan suara yang pelan dan menggumam. Lalu tanyakan kepada para peserta didik, apakah mereka mendengarnya? Berikan contoh bahwa volume yang cukup adalah yang dapat didengar oleh seluruh peserta didik, namun tidak berteriak. Catatan Pada kegiatan perkenalan ini, guru sebaiknya mementingkan keberanian peserta didik untuk berbicara ketimbang volume suara. Berikan apresiasi kepada peserta didik atas keberaniannya memperkenalkan diri kepada teman-teman sekelas. Pujilah benda kesukaan yang diperkenalkannya di depan kelas. Membaca Kata dan Suku Kata a. Minta peserta didik mengingat bunyi huruf yang telah dilafalkan pada kegiatan sebelumnya. Kemudian, ajak peserta didik berlatih membaca suku kata dengan kombinasi konsonan dan vokal ‘o’ dan ‘i’ pada poster di dinding kelas. b. Pada saat mengeja suku kata, beri penekanan pada bunyi huruf ‘b’ dan bunyinya ketika dirangkai dengan huruf ‘o’ dan ‘i’. c. Lalu, minta peserta didik merangkai serta mengeja huruf dan suku kata pada frasa ‘bola biru Boni’. Membaca Kartu Kata a. Minta peserta didik membaca/mengeja ulang suku kata yang diawali dengan ‘bo’ atau ‘bi’. b. Minta peserta didik mengenali suku kata ‘bo’ atau ‘bi’ pada setiap kata pada kartu kata. c. Buatlah tabel di papan tulis dengan dua kolom untuk ‘bo’ dan ‘bi’ seperti berikut. Tabel 1.7 Contoh Tabel Pengelompokan Kata ‘bo’ ‘bi’
56Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) d. Guru memberikan satu kartu kata kepada setiap peserta didik dan meminta masingmasing untuk menempelkan setiap kartu kata pada kolom ‘bo’ dan ‘bi’, tergantung pada suku kata awal kata yang terdapat di kartu yang dipegangnya. e. Buat kegiatan membaca menyenangkan dan berilah penghargaan kepada setiap capaian peserta didik. Tabel 1.8 Contoh Rubrik Penilaian Membaca Suku Kata Kriteria Ketercapaian Pembelajaran Mulai Berkembang Sedang Berkembang Berkembang Sesuai Harapan Sangat Berkembang Peserta didik mampu membaca suku kata yang diawali dengan huruf ‘b’ dengan baik. Dengan Bimbingan, Peserta Didik Mengenali Salah Satu dari Bentuk dan Bunyi Huruf ‘b’, ‘o’, dan ‘i’ Dengan Bimbingan, Peserta Didik Mengenali Bentuk dan Bunyi Huruf ‘b’, ‘o’, dan ‘i’ Peserta Didik Dapat Mengenali dan Membaca Suku Kata ‘bo’ dan ‘bi’ dalam Kata Peserta Didik Dapat Mengenali dan Membaca KataKata yang Mengandung Suku Kata ‘bo’ dan ‘bi’ Nama Peserta Didik Kesalahan Umum Huruf sering diperkenalkan nama dan bentuknya saja; tidak dengan bunyinya. Misalnya huruf ‘b’ diperkenalkan sebagai ‘be’ sehingga peserta didik sering kali tidak paham, mengapa kombinasinya dengan huruf ‘a’ menjadi ‘ba’; bukan ‘bea’. Karena itu, guru sebaiknya selalu memperkenalkan bentuk huruf, nama, dan bunyi setiap huruf kepada para peserta didik agar mereka mampu merangkainya dengan bunyi huruf yang lain. Mengamati Sibuk (KBBI): 1. banyak yang dikerjakan: ayah tidak dapat hadir karena beliau sedang — hari ini 2. giat dan rajin (mengerjakan sesuatu): dia sedang — mengatur perjalanannya 3. penuh dengan kegiatan (misalnya orang yang lalulalang, mobilmobil bersimpang siur): pasar itu — sekali; jalan raya sedang —
Panduan Khusus Bab I Bunyi Apa?57 Mengamati Gambar “Pagi yang Sibuk” a. Bacakan judul gambar “Pagi yang Sibuk”. Tanyakan kepada para peserta didik, di mana mereka mendengar kata ‘sibuk’? Biasanya, apa yang sibuk? Apa kirakira arti ‘pagi yang sibuk’? Mengamati gambar sekilas, kirakira apa maksudnya ‘pagi yang sibuk’? b. Beri waktu kepada mereka untuk mengamati gambar. Setelah itu, ajukan pertanyaan yang ada di Buku Siswa. Tentu, guru dapat memberikan pertanyaan lain yang relevan dan mengembangkan pertanyaan baru dari jawabanjawaban peserta didik. Menirukan & Melakukan Mencocokkan Bunyi Binatang a. Minta peserta didik menebak huruf depan dari setiap bunyibunyian yang terdapat pada Buku Siswa. Guru juga dapat mengajak peserta didik melafalkan bunyi bunyian tersebut bersamasama. b. Minta peserta didik menunjuk binatang sesuai dengan bunyinya. Mendiskusikan Bunyi di Sekitar a. Ajak peserta didik berjalanjalan di sekitar sekolah untuk mengenal lingkungan sekolah. Sebelum keluar dari kelas, katakan kepada para peserta didik bahwa mereka akan mengenal ruanganruangan yang ada di sekolah. Selain itu, mereka harus mendengarkan bunyibunyian yang ada di lingkungan sekolah. b. Saat kembali ke kelas, berdiskusilah dengan para peserta didik. Tanyakan, bunyi apa saja yang mereka dengar tadi? Bunyi apa yang baru sekali ini mereka dengar? Bunyi apa yang sama dengan bunyi yang ada di rumah mereka? c. Kemudian, diskusikan pertanyaan dalam Buku Siswa: bunyi apa yang mereka dengar pada siang dan malam hari? Bunyi apa yang dapat mereka dengar dari gambargambar yang ada di Buku Siswa? d. Ingatkan peserta didik untuk menaati aturan berbicara yang telah disepakati pada kegiatan menyimak. e. Kegiatan menirukan bunyi binatang ini melatih tanggapan peserta didik terhadap gambar. Kegiatan ini tidak dinilai.
58Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) Kesalahan Umum Guru sebaiknya tidak memaksa peserta didik untuk memahami satu jenis bunyi binatang dalam Bahasa Indonesia, seperti yang tercantum di Buku Siswa. Karena ada kemungkinan, peserta didik mengenali bunyi yang lain (untuk binatang yang sama) dalam bahasa daerahnya. Oleh karena itu, penting untuk tetap menggunakan bahasa daerah di kelas. Bahasa daerah atau bahasa ibu yang digunakan peserta didik di rumah merupakan kunci untuk mempelajari kosakata Bahasa Indonesia. Menyimak Membaca Teks Informasi: Pancaindra a. Guru membaca teks “Pancaindraku”, lalu meminta peserta didik menirukannya. b. Saat peserta didik menirukan membaca teks, guru menunjuk setiap kata pada kalimat dan tanda titik yang mengakhiri kalimat tersebut. Inspirasi Kegiatan Pengayaan Guru membawa aneka benda untuk diraba dan dicium peserta didik. Apa perbedaan bendabenda tersebut? Dapatkah peserta didik menebak nama benda dengan mata tertutup? Menulis Bab 1 | Bunyi Apa? 17 Simaklah, lalu ikuti guru membacanya. Aku melihat dengan mataku. Aku mencium dengan hidungku. Aku merasa dengan lidahku. Aku mendengar dengan telingaku. Aku meraba dengan kulitku. Menyimak
Panduan Khusus Bab I Bunyi Apa?59 Menulis Huruf ‘B’ dan ‘b’ Perbanyaklah salinan lembar kerja menulis huruf ‘B’ dan ‘b’ pada lampiran buku ini, kemudian bagikan kepada peserta didik. Minta peserta didik menebalkan huruf ‘B’ dan ‘b’ pada lembar kerja tersebut. Memegang Pensil dengan Benar Melatih peserta didik untuk memegang pensil dengan benar sangat penting bagi keterampilan motorik halusnya. Guru perlu memberikan bimbingan secara individual bagi setiap peserta didik untuk menulis dengan cara menggenggam pensil dan postur tubuh yang benar. ● Pensil digenggam dengan ibu jari dan jari telunjuk. Jari tengah menyangga jari telunjuk ketika menggenggam pensil (lihat gambar). Gambar 1.2 Cara Memegang Pensil dengan Benar Gambar 1.3 Cara Menggenggam Pensil yang Salah
60Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) ● Keterampilan menggunakan tiga jari tersebut dapat dilatih dengan cara menulis mempergunakan pensil yang agak pendek. Setelah terampil, barulah peserta didik diberi pensil yang lebih panjang. ● Peserta didik dapat dilatih menggunakan alat tulis berbagai ukuran, misalnya pensil warna dan krayon untuk mewarnai gambar. ● Cara memegang pensil berikut adalah cara yang salah. Berikan bimbingan individual apabila peserta didik melakukannya. Tip Pembelajaran: Menulis Huruf dengan Arah yang Benar Guru perlu membiasakan peserta didik menulis dengan arah yang benar. Ajak peserta didik mengamati titik tebal pada ujung huruf untuk memulai arah menulisnya, kemudian menulis dengan mengikuti arah panah. Arah menulis yang benar penting bagi perkembangan motorik halus peserta didik. Namun demikian, wajar apabila peserta didik kelas satu belum terbiasa menulis dengan arah yang benar dan belum tepat garis. Pada minggu-minggu awal kelas satu, pembiasaan menulis perlu dilakukan dengan tanpa tekanan agar tidak menghambat proses adaptasi peserta didik. Inspirasi Kegiatan Perancah: Persiapan Menulis Huruf Peserta didik yang belum dapat menulis dengan meniru huruf perlu dilatih menulis dengan menelusuri beragam bentuk. Guru dapat melatih keterampilan lengan, pergelangan tangan, dan jari peserta didik dengan menggandakan lembar latihan menulis bentuk pada Panduan Guru ini, lalu meminta peserta didik yang bersangkutan menelusuri bentuk-bentuk tersebut dengan arah yang benar. Membaca Membaca Kartu Kata a. Guru meminta peserta didik membaca/mengeja ulang suku kata yang diawali dengan ‘ba’, ‘bu’, dan ‘be’. b. Guru meminta peserta didik mengenali suku kata ‘ba’, ‘bu’, atau ‘be’ pada setiap kata pada kartu kata. Penilaian Sumatif Kegiatan membaca kartu kata ini dapat dijadikan asesmen sumatif untuk peserta didik pada bab ini. Hasil penilaian sumatif dapat diolah untuk mendapatkan data peserta didik yang
Panduan Khusus Bab I Bunyi Apa?61 a. mengenali salah satu dari bentuk dan bunyi huruf ‘b’, ‘a’, ‘u’, ‘e,’: peserta didik yang mulai berkembang, b. mengenali bentuk dan bunyi huruf ‘b’, ‘a’, ‘u’, ‘e,’: peserta didik yang sedang berkembang, c. mengenali dan membaca suku kata ‘ba‘, ‘bu‘, dan ‘be’ dalam kata: peserta didik yang berkembang sesuai harapan, d. mengenali dan membaca katakata yang mengandung suku kata ‘ba‘, ‘bu‘, dan ‘be‘: peserta didik yang sangat berkembang. Tabel 1.9 Contoh Rubrik Penilaian Sumatif Membaca Suku Kata Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran Mulai Berkembang Sedang Berkembang Berkembang Sesuai Harapan Sangat Berkembang Peserta didik membaca suku kata yang diawali dengan huruf ‘b’ dengan baik. Dengan Bimbingan, Peserta Didik Mengenali Salah Satu dari Bentuk dan Bunyi Huruf ‘b’, ‘a’, ‘u’, ‘e’ Dengan Bimbingan, Peserta Didik Mengenali Bentuk dan Bunyi Huruf ‘b’, ‘a’, ‘u’, ‘e’ Peserta Didik Dapat Mengenali dan Membaca Suku Kata ‘ba‘, ‘bu‘, dan ‘be’ dalam kata Peserta Didik Dapat Mengenali dan Membaca KataKata yang Mengandung Suku Kata ‘ba‘, ‘bu‘, dan ‘be‘ Nama Peserta Didik Berbicara Mendiskusikan Kata Baru: Sibuk a. Minta peserta didik mengamati gambar dan mendiskusikan adegan atau kejadian yang terdapat pada gambar tersebut. b. Dari kedua gambar tersebut, mana yang lebih ramai/sibuk? Mengapa? Kapan latar kejadian pada gambar tersebut? Pagi, siang, sore, atau malam hari? c. Kegiatan mendiskusikan gambar ini melatih tanggapan lisan peserta didik terhadap gambar yang diamatinya. Kegiatan ini tidak dinilai.
62Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) Inspirasi Kegiatan Bersama Orang Tua Tulislah surat pemberitahuan kepada orang tua/wali bahwa peserta didik telah belajar tentang bunyibunyian dan huruf ‘b’. ● Mintalah orang tua untuk mengajak peserta didik keluar rumah pada pagi hari dan mendengarkan bunyibunyian yang ada di sekitar rumah. Mintalah orang tua mencatat bunyibunyian itu untuk diceritakan peserta didik di sekolah. ● Mintalah orang tua untuk menempelkan kartu nama pada bendabenda yang diawali dengan huruf ‘b’ di rumah. Jurnal Membaca Pastikan peserta didik membaca setiap hari. Pada kegiatan 15 menit membaca sebelum pembelajaran setiap hari, guru dapat membacakan buku pengayaan fiksi dan nonfiksi bergambar yang terkait dengan tema pembelajaran. Apabila buku dengan tema terkait tidak tersedia, guru dapat membacakan buku apa saja yang sesuai dengan minat dan jenjang peserta didik. Saat ini buku pengayaan tersedia dalam bentuk digital dan dapat diunduh dengan cumacuma. Guru dapat memperkenalkan bukubuku tersebut kepada peserta didik dan keluarganya di rumah. Buku yang disarankan di Buku Siswa, Biji Merah Luna, dapat diakses dari laman SIBI https://buku.kemdikbud.go.id/katalog/biji-merah-luna dan selanjutnya dapat disimpan luring. Ammy Kudo dan Mel Darmawan KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI REPUBLIK INDONESIA 2022 Biji merah itu bagus. Sayang hanya sedikit. Yuk, lihat Luna. Dia sedang apa? A HET Rp15.100 Kalian juga dapat memindai gambar berikut untuk membaca: Guru perlu memberikan petunjuk kepada orang tua tentang cara membantu peserta didik mengisi Jurnal Membaca ini.
Panduan Khusus Bab I Bunyi Apa?63 Jurnal Membaca Nama: ................................................. Judul Buku: ................................................................. Nama Penulis: ............................................................. Nama Ilustrator: ......................................................... Biji apa yang terdapat di rumah kalian? Apa warnanya? Apabila biji itu ditebar di piring, bagaimana bunyinya? Biji apakah itu? Tanyakan kepada ayah, ibu, kakak, atau orang lain di rumah, ya. Membaca Kata Minggu Ini Peserta didik perlu terpajan dengan bentuk katakata yang sering ditemui. Hal ini akan mempercepat prosesnya belajar membaca. Cetaklah katakata tersebut pada kartukartu. Anda juga dapat menulisnya di lembaran karton yang dipotongpotong membentuk kartu. Tunjukkan katakata tersebut kepada para peserta didik setiap hari dan minta mereka membacanya. Guru kemudian dapat menyimpan kartu kartu ini pada kamus dinding kelas. Apabila kondisinya memungkinkan, kartukartu tersebut dapat diperbanyak dan diberikan kepada peserta didik yang belum lancar membaca untuk digunakan di rumah. Berikan panduan kepada orang tua/wali untuk menunjukkannya kepada peserta didik di rumah setiap hari. Bab 1 | Bunyi Apa? 2 Jurnal Membaca Nama: ................................................. Judul Buku: ................................................................. Nama Penulis: ............................................................. Nama Ilustrator: ......................................................... Biji apa yang terdapat di rumah kalian? Apa warnanya? Apabila biji itu ditebar di piring, bagaimana bunyinya? Biji apakah itu? Tanyakan kepada ayah, ibu, kakak, atau orang lain di rumah, ya. Bisakah kalian membaca kata-kata di bawah ini? Ikuti guru membacanya, ya. bola birubuku baju batu Membaca Bab 1 | Bunyi Apa? 25 Jurnal Membaca Nama: ................................................. ul Buku: ................................................................. ma Penulis: ............................................................. ma Ilustrator: ......................................................... i apa yang terdapat di rumah kalian? a warnanya? abila biji itu ditebar di piring, bagaimana bunyinya? i apakah itu? Tanyakan kepada ayah, ibu, kakak, u orang lain di rumah, ya. ah kalian membaca kata-kata di bawah ini? guru membacanya, ya. birubuku baju batu Membaca
64Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) G. Refleksi 1. Memetakan Kemampuan Peserta Didik dalam Berbahasa a. Pada akhir Bab I ini, guru telah memetakan peserta didik sesuai dengan kemampuan masingmasing melalui asesmen formatif dan sumatif dalam kegiatan sebagai berikut. 1) Menjawab pertanyaan tentang teks yang disimak (menyimak). 2) Mengenali bentuk dan bunyi huruf (membaca). 3) Membaca suku kata ‘ba’, ‘bi’, ‘bu’, ‘be’, dan ‘bo’ ( sumatif membaca). 4) Memperkenalkan diri secara lisan dengan jelas dan santun (berbicara) 5) Menulis nama sendiri (menulis). 6) Informasi ini menjadi pemetaan awal untuk merumuskan strategi pembelajaran pada bab berikutnya. b. Catat kemampuan peserta didik pada setiap kegiatan di atas pada tabel berikut. Guru juga dapat mengubah catatan kemampuan peserta didik (mulai berkembang, sedang berkembang, berkembang sesuai harapan, dan sangat berkembang) menjadi skor angka 14 agar mudah dihitung jumlah totalnya selama periode tertentu. Tabel 1.10 Contoh Pemetaan Peserta Didik Berdasarkan Kompetensi yang Diajarkan di Bab I No. Nama Peserta Didik Nilai Peserta Didik Menjawab pertanyaan tentang teks yang disimak Mengenali Huruf Membaca Suku Kata Memperkenalkan diri secara lisan dengan jelas dan santun Menulis Nama Sendiri 1. Ahmad 2. Dayu 3. Doni 4. Made 5. Martin 6. Melisa 7. Kristina 8. Syifa 9. 10.
Panduan Khusus Bab I Bunyi Apa?65 No. Nama Peserta Didik Nilai Peserta Didik Menjawab pertanyaan tentang teks yang disimak Mengenali Huruf Membaca Suku Kata Memperkenalkan diri secara lisan dengan jelas dan santun Menulis Nama Sendiri 11. 12. 1: Kurang 2: Cukup 3: Baik 4: Sangat Baik c. Merujuk pada tabel ini, guru merencanakan pendekatan pembelajaran pada bab berikutnya. Guru memetakan peserta didik untuk mendapatkan bimbingan secara individual atau bimbingan dalam kelompok kecil melalui kegiatan pendampingan atau perancah. Guru juga perlu merencanakan kegiatan pengayaan untuk peserta didik yang memiliki minat khusus atau kemampuan belajar di atas teman temannya. Dengan demikian, asesmen akhir Bab I ini membantu guru untuk merencanakan pembelajaran yang terdiferensiasi sesuai dengan kompetensi peserta didik. 2. Merefleksi Strategi Pembelajaran: Apa yang Sudah Baik dan Perlu Ditingkatkan Tabel 1.11 Contoh Refleksi Strategi Pembelajaran di Bab I No. Pendekatan/Strategi Sudah Saya Lakukan Sudah Saya Lakukan, Tetapi Belum Efektif Masih Perlu Saya Tingkatkan Lagi 1. Saya sudah menyiapkan media dan alat peraga sebelum memulai pembelajaran. 2. Saya sudah melakukan kegiatan pendahuluan dan mengajak peserta didik berdiskusi, membuat prediksi terhadap tema yang akan dibahas. 3. Saya sudah mengapresiasi pendapat dan tanggapan peserta didik untuk memotivasi mereka berbicara. 4. Saya sudah meminta peserta didik mengamati gambar sampul cerita sebelum membacakan isi cerita. 5. Saya sudah mengelaborasi tanggapan seluruh peserta didik dalam kegiatan berdiskusi. 6. Saya menyepakati tata cara menyimak dan berbicara yang baik dengan peserta didik. 7. Saya sudah memberikan alternatif kegiatan perancah dan pengayaan sesuai dengan kompetensi peserta didik.
66Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) No. Pendekatan/Strategi Sudah Saya Lakukan Sudah Saya Lakukan, Tetapi Belum Efektif Masih Perlu Saya Tingkatkan Lagi 8. Saya sudah memperhatikan reaksi peserta didik dan menyesuaikan strategi pembelajaran dengan rentang perhatian dan minat peserta didik. 9. Saya sudah memilih dan menggunakan media dan alat peraga pembelajaran yang relevan di luar yang disarankan Panduan Guru ini. 10. Saya memanfaatkan alat peraga pada dinding kelas seperti kamus dinding dan kartu kata secara efektif dalam pembelajaran. 11. Saya telah mengumpulkan hasil pekerjaan peserta didik sebagai asesmen formatif peserta didik. 12. Saya telah mengajak para peserta didik merefleksi pemahaman dan keterampilan mereka pada akhir pembelajaran bab I. Tabel 1.12 Contoh Refleksi Guru di Bab I Keberhasilan yang saya rasakan dalam mengajarkan Bab I ini: ................................................................................................................................................ Kesulitan yang saya alami dan akan saya perbaiki untuk bab berikutnya: ................................................................................................................................................ Kegiatan yang paling disukai peserta didik: ................................................................................................................................................ Kegiatan yang paling sulit dilakukan peserta didik: ................................................................................................................................................ Buku atau sumber lain yang saya temukan untuk mengajar bab ini: ................................................................................................................................................ H. Sumber Belajar Utama 1. Mengapa Transisi PAUDSD Penting? https://buku.kemdikbud.go.id/s/TPS1 2. Pentingnya Mengenalkan Bunyi Huruf pada Anak Usia Dini https://buku.kemdikbud.go.id/s/sbbi1
Bab IIBab II Ayo, Bermain!Ayo, Bermain! KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI REPUBLIK INDONESIA, 2023 Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! (Edisi Revisi) untuk SD/MI Kelas 1 Penulis: Sofie Dewayani ISBN 978-623-118-510-5 (jil.1 PDF)
68Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) A. Pendahuluan Bapak dan Ibu Guru, peserta didik Anda masih beradaptasi dengan temanteman barunya. Mereka perlu dibiasakan dengan cara menjalin pertemanan yang baik melalui sikap bermain yang baik. Mereka juga perlu mengenali tempat bermain yang aman di lingkungan sekolah dan tempat tinggal masingmasing. Keterampilan berinteraksi merupakan salah satu kompetensi pada Fase Fondasi. Selama mempelajari bab ini, guru dapat: ● membagi para peserta didik dalam kegiatan kelompok dengan anggota yang bergantiganti sehingga mereka dapat berkenalan dengan seluruh teman sekelas; ● berkeliling sekolah dan mengenalkan tempat bermain yang aman di sekolah; ● menyepakati aturan bermain dan aturan menggunakan alat permainan di dalam kelas dan di luar kelas. Peta Materi Tujuan Pembelajaran: Dengan menyimak dan menanggapi bacaan tentang tempat dan aturan bermain, peserta didik dapat mengenali tanda tanya dan tanda seru dalam kalimat, serta membaca dan menulis suku kata yang diawali dengan huruf ‘h’ dan ‘c’. Menulis huruf ‘H’ dan ‘h’ Mengenali dan membaca kata-kata yang diawali dengan huruf ‘h’ dan ‘c’ secara berulang-ulang. Menyimak bacaan yang menyajikan kosakata berawalan ‘h’ dan menanggapi pertanyaan guru tentang bacaan yang disimak. Menuliskan suku kata yang berawalan huruf ‘h.’ Menyimak guru melafalkan kalimat yang diakhiri tanda seru dan tanda tanya, lalu menirukannya. Menyimak guru merangkai bunyi huruf ‘h’ dan ‘c’ dan huruf vokal kemudian menirukannya. Gambar 2.1 Peta Materi Bab II Tujuan Pembelajaran Bab Ini: Dengan menyimak dan menanggapi bacaan tentang tempat dan aturan bermain, peserta didik dapat mengenali tanda tanya dan tanda seru dalam kalimat, serta membaca dan menulis suku kata yang diawali dengan huruf ‘h’ dan ‘c’. Tujuan pembelajaran pada ini dicapai dengan rangkaian aktivitas pembelajaran dalam skema di bawah ini. Skema ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik dan kondisi sekolah yang beragam. Selain kegiatan menyimak, membaca dan memirsa, berbicara, dan menulis sambil memperdalam pengetahuan huruf dan meningkatkan kesadaran bunyi huruf ‹h› dan ‹c,› bab dua ini melatih kemampuan peserta didik untuk mengenali cara dan tempat bermain yang aman. Keseluruhan aktivitas di bab satu dijelaskan pada tabel skema pembelajaran berikut ini.
Panduan Khusus Bab II Ayo, Bermain!69 Tabel 2.1 Skema Pembelajaran Bab II Alur Tujuan Pembelajaran Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran Pokok Materi Aktivitas Kosakata Sumber Belajar Menyimak Peserta didik menyimak dengan saksama dan menyimpulkan informasi pada teks aural (teks yang dibacakan kepadanya). Peserta didik dapat menyimpulkan informasi serta menceritakan kembali simpulannya dengan tepat. Bacaan nonfiksi “HatiHati!” Peserta didik menyimak cerita yang dibacakan guru, lalu menjawab pertanyaan tentang bacaan. hatihati ramai berebut tenang terluka berhenti nyaman Buku Siswa Membaca dan Mengamati Mengenali dan memahami kalimat tanya, kalimat ajakan, kalimat perintah, dan kalimat larangan. Peserta didik mengenali kalimat tanya, kalimat ajakan, kalimat perintah, dan kalimat larangan dengan tepat. Kalimat tanya, kalimat perintah, kalimat ajakan, dan kalimat larangan Peserta didik menyimak guru membacakan teks pada Buku Siswa; lalu menirukan guru membaca kalimat tanya, kalimat ajakan, kalimat perintah, dan kalimat larangan dengan intonasi yang benar. Buku Siswa Berbicara Berbicara menanggapi orang lain dengan relevan. Peserta didik mampu menyampaikan pendapatnya tentang perbuatan yang boleh dan tidak boleh dilakukan dengan jelas dan sopan. Gambar dan teks tentang aturan bermain Peserta didik mengamati gambar, kemudian menanggapi pertanyaan guru yang berkaitan dengan gambar dan teks yang telah dibacakan. caranya terluka begitu bersama Buku Siswa Bacaan lain dengan tema serupa. Membaca dan Mengamati Mengenali dan mengeja kombinasi huruf pada suku kata dan kata yang sering ditemui. Peserta didik dapat membaca suku kata yang diawali dengan huruf ‘h’ dengan baik. Suku kata ‘ha‘, ‘hi‘, ‘hu‘, ‘he,’ ‘ho’ Mengikuti guru membaca kata ‘hatihati’, kemudian mengurai dan mengeja bunyi suku kata dan huruf pada kata tersebut. Melafalkan bunyi huruf ‘h’ dengan benar. Mengenali binatang yang namanya diawali dengan huruf ‘h’. Membaca suku kata ‘ha‘, ‘hi‘, ‘hu‘, ‘he’, ‘ho‘. Berlatih membaca kata yang diawali dengan suku kata ‘ha‘, ‘hi‘, ‘hu ‘, ‘he‘, ‘ho‘. singa hiu hujan hadiah helikopter hidung Buku Siswa Kartu huruf Kartu suku kata Kartu kata
70Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) Alur Tujuan Pembelajaran Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran Pokok Materi Aktivitas Kosakata Sumber Belajar Menulis Menuliskan suku kata pada kata kata yang sering ditemui. Peserta didik mampu merangkai huruf ‘H’ dan ‘h’ dengan huruf vokal lain dengan tepat. Huruf kapital ‘H’, huruf kecil ‘h’, dan suku kata ‘ha‘, ‘hi‘, ‘hu’ Peserta didik menuliskan huruf ‘H’ dan ‘h’ dengan melihat contoh pada Buku Siswa. Melengkapi kata yang sering ditemui sehari hari dengan suku kata yang diawali dengan huruf ‘h’. Buku Siswa Kartu huruf Kartu suku kata Membaca dan Mengamati Mengakses, menyimpulkan, dan menghubungkan informasi pada gambar dengan kesehariannya. Peserta didik dapat memahami, menyimpulkan, dan mengaitkan hal yang dilihat pada gambar dengan pengalamannya sendiri dengan baik. Gambar “Di Taman Kota” Peserta didik mengamati gambar, lalu menjawab pertanyaan guru tentang gambar. Buku Siswa Gambar lain yang serupa Berbicara Menjawab pertanyaan guru tentang gambar dengan volume suara yang cukup jelas dan santun. Peserta didik mampu menanggapi orang lain dengan jelas dan santun. Gambar sampul cerita “Caca Bisa” Peserta didik dibacakan judul pada gambar, mengamati gambar, lalu menjawab pertanyaan yang dibacakan guru tentang gambar. bisa Buku Siswa Menulis Menuliskan atau menggambarkan simpulan dari bacaan dalam pengatur grafis sederhana. Peserta didik menuliskan simpulannya terhadap awal, tengah, akhir bacaan dengan tepat Cerita bergambar “Caca Bisa” Peserta didik dibacakan cerita dan mengamati gambar, lalu menggambarkan simpulannya terhadap cara Caca naik sepeda. Roda bantu Pelanpelan Mencoba Buku Siswa Menulis Menuliskan huruf pada kata kata yang sering ditemui. Peserta didik dapat menulis nama orang yang diawali dengan huruf ‘c’ dengan arah yang benar. Nama teman di papan nama kelas Peserta didik mengenali nama teman atau nama tokoh pada bab II Buku Siswa yang diawali dengan huruf ‘c’, lalu belajar menuliskannya. Buku Siswa Papan nama di kelas
Panduan Khusus Bab II Ayo, Bermain!71 B. Konsep dan Keterampilan Prasyarat Selain berupaya meningkatkan kemampuan peserta didik untuk berkonsentrasi serta menyimak dan memahami instruksi guru, guru memastikan peserta didik mengenali bentuk dan bunyi huruf yang menjadi fokus pada bab ini, yaitu huruf ‹h› dan ‹c.› Guru juga perlu memastikan peserta didik menyimak dengan sikap tubuh penuh perhatian dan mampu memegang alat tulis dengan baik. C. Penyajian Materi Esensial Pada bab ini, guru juga meningkatkan kecakapan literasi peserta didik kelas satu dengan cara sebagai berikut. Mengajak para peserta didik menirukan guru membaca kalimat yang diakhiri dengan tanda tanya dan tanda seru sehingga mereka memahami makna penggunaannya dalam kalimat. Belajar mengeja dan membaca katakata seharihari yang memiliki kata yang diawali dengan huruf ‘h’ dan ‘c’; menulis huruf ‘h’ dan kata yang diawali dengan huruf ‘c’. Menyimak teks fiksi dan nonfiksi yang dibacakan guru tentang aturan dan tempat bermain yang aman. Mengeja dan membaca kata yang diawali dengan huruf ‘h’ dan ‘c’ yang dikenali seharihari. Mengemukakan pendapat dan mendiskusikan perbuatan yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat bermain. Membuat gambar berurutan sesuai dengan kejadian pada teks fiksi yang dibacakan oleh guru. Menuliskan nama teman yang diawali dengan huruf ‘c’. D. Apersepsi Sebelum memulai kegiatan pembelajaran di bab ini, Bapak dan Ibu Guru memastikan bahwa peserta didik terus dibimbing untuk mencapai kompetensi pada Fase Fondasi. Peserta didik perlu dilibatkan dalam kegiatan untuk menumbuhkan kemandirian, sikap positif terhadap kegiatan belajar, dan kemampuan berinteraksi dengan teman
72Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) dan orang dewasa di lingkungan sekolah. Salah satu keterampilan penting dalam berinteraksi adalah memenuhi norma dan aturan bersama agar peserta didik dapat beraktivitas dengan nyaman. Beberapa hal yang dapat dilakukan oleh guru antara lain. ● membiasakan peserta didik untuk mengantre saat menggunakan permainan di dalam kelas atau sarana bermain di lingkungan sekolah, ● mendiskusikan aturan bermain dan menggunakan alat peraga, media pembelajaran, seperti bahan bacaan di pojok baca kelas. Aturan ini dapat dituliskan dalam kalimat sederhana dan ditempelkan di pojok baca kelas atau bagian lain di ruang kelas. Untuk menyiapkan peserta didik dengan huruf fokus pada bab ini, guru dapat melakukan beberapa hal sebagai berikut. Meletakkan kartu kata yang diawali dengan suku kata ‘ha’, ‘hi‘, ‘hu‘, ‘he‘, ‘ho’, dan ‘ca’, ‘ci’, ‘cu’, ‘ce‘, ‘co’ pada kamus dinding. Mencari kata yang diawali dengan suku kata ‘ha‘, ‘hi‘, ‘hu‘, ‘he‘, ‘ho’, serta ‘ca’, ‘ci‘, ‘cu‘, ‘ce‘, ‘co’ pada juduljudul buku di pojok baca kelas dan namanama peserta didik di kelas. E. Penilaian Sebelum Pembelajaran Guru dapat terus melakukan pengamatan terhadap kemampuan menyimak, memahami instruksi, serta daya fokus dan konsentrasi peserta didik. Sebelum melakukan aktivitas pada bab ini, guru dapat mengamati sikap tubuh dan cara peserta didik memegang alat tulis pada bab sebelumnya. Peserta didik yang belum dapat memegang alat tulis dengan benar perlu mendapatkan bimbingan intensif dari guru. F. Panduan Pembelajaran Bab II: Ayo, Bermain! Tema: Tempat dan Aturan Bermain yang Aman Saran Periode Waktu: 25 JP
Panduan Khusus Bab II Ayo, Bermain!73 Media Pembelajaran Buku Siswa; kartu huruf; kartu suku kata ‘ha‘, ‘hi‘, ‘hu‘, ‘he‘, ‘ho’, dan ‘ca’, ‘ci‘, ‘cu‘, ‘ce‘, ‘co‘; kartu bergambar bendabenda yang memiliki suku kata ‘ha‘, ‘hi‘, ‘hu‘, ‘he‘, ‘ho’, dan ‘ca’, ‘ci‘, ‘cu‘, ‘ce‘, ‘co‘; alat tulis dan alat warna; bukubuku fiksi dan nonfiksi bertema bermain bersama dengan aman. Aktivitas Pembelajaran Tip Pembelajaran: Menghubungkan Tema dengan Pengalaman Peserta Didik Ketika meminta peserta didik mengamati ilustrasi pembuka tema, mungkin Anda mendapati bahwa tak semua peserta didik mengenali gambar ayunan, jungkat-jungkit, permainan engklek, atau ular naga pada gambar tersebut. Minta para peserta didik menyebutkan alat permainan atau kegiatan bermain yang biasa mereka lakukan di rumah bersama keluarga dan teman di sekitar rumah mereka. Menyimak Tip Pembelajaran Membangun rutinitas kegiatan menyimak: Apa yang perlu dilakukan peserta didik saat mendengar cerita dibacakan? Ketika membacakan cerita, bantulah para peserta didik membuat koneksi antara gambar dengan teks. Beri mereka cukup waktu untuk mengamati gambar sebelum membaca teksnya. Misalnya saat menunjukkan gambar gajah turun dari jungkat- jungkit dan kelinci terjungkal, tanyakan kepada peserta didik: Mengapa kelinci bisa terluka kalau gajah turun dari jungkat-jungkit tanpa meminta izin terlebih dulu?
74Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) Tip Pembelajaran: Menyikapi Tanggapan Peserta didik Peserta didik mengingat informasi pada teks yang dibacakan menggunakan pengalaman keseharian dan pengetahuan latarnya. Oleh karena itu, jawaban atau tanggapan peserta didik terhadap bacaan bisa jadi bervariasi. Jawaban yang bervariasi ini tetap harus dihargai. Ingat, kegiatan mendiskusikan bacaan hanya untuk melatih peserta didik agar berani mengemukakan pendapat. Lakukan diskusi dalam suasana menyenangkan. Hentikan kegiatan berdiskusi apabila peserta didik terlihat bosan atau merasa kesulitan. Kegiatan latihan ini tidak dinilai. Tabel 2.2 Contoh Jawaban Peserta Didik Pertanyaan Contoh Jawaban Peserta didik 1. Ada di mana binatangbinatang itu? ● di taman bermain; ● di taman; ● di halaman sekolah; ● jawaban lain, misalnya tempat bermain sesuai pengalaman ● peserta didik. 2. Permainan apa saja yang kalian lihat pada gambar itu? ● Ayunan, jungkatjungkit, dan permainan bola; ● peserta didik menyebutkan satu atau dua saja dari jawaban tersebut ● berdasarkan pengalamannya. 3. Mana gambar yang menunjukkan kegiatan bermain dengan tidak aman? Tunjukkan kepada guru, lalu jelaskan alasan kalian. Alternatif penjelasan peserta didik: ● Kalau naik perosotan dari depan, nanti bertabrakan dengan teman; ● kalau naik ayunan yang terlalu kecil, nanti jatuh, atau ayunannya rusak; ● jawaban lain sesuai pemahaman peserta didik. 4. Mana gambar yang menunjukkan kegiatan bermain dengan aman?
Panduan Khusus Bab II Ayo, Bermain!75 Pertanyaan Contoh Jawaban Peserta didik 5. Kegiatan bermain apa lagi yang tidak aman buat anakanak? ● Mengejar layangan di jalan raya; ● mengendarai sepeda di jalan ramai dan hanya dengan satu tangan; ● bermain bola di jalan ramai; ● jawaban lain berdasarkan ● pengalaman peserta didik. Pada saat menyimak cerita, peserta didik memahami cerita tersebut dengan bantuan gambar. Kemampuan peserta didik untuk menghubungkan cerita yang disimak dengan gambar yang diamati mempengaruhi kecepatan dan ketepatan menjawab pertanyaan guru. Namanama peserta didik yang mampu menjawab pertanyaan tentang teks yang disimak dan menunjukkan gestur menyimak dengan penuh perhatian perlu dicatat untuk diberikan bimbingan yang sesuai. Tabel 2.3 Contoh Lembar Pengamatan Kemampuan Menyimak Kriteria Ketercapaian Kompetensi Mulai Berkembang Sedang Berkembang Berkembang Sesuai Harapan Sangat Berkembang Peserta didik dapat menyimpulkan informasi serta menceritakan kembali simpulannya dengan tepat. Masih memerlukan bantuan untuk menyimak dengan penuh perhatian. Menunjukkan sikap menyimak dengan ekspresi wajah dan gestur tubuh yang penuh perhatian. Mampu menjawab sebagian pertanyaan tentang teks yang disimak dengan tepat. Mampu menjawab semua pertanyaan tentang teks yang disimak dengan tepat. Nama Peserta Didik Inspirasi Kegiatan Perancah untuk Peserta Didik yang Mengalami Kesulitan Menyimak Sebagian peserta didik mungkin sulit memusatkan perhatian dan menanggapi instruksi guru. Peserta didik seperti ini membutuhkan pendampingan khusus. Guru dapat meminta peserta didik tersebut untuk duduk di sampingnya dan menyimak saat guru membacakan buku atau bercerita. Seandainya permasalahan ini berlanjut, peserta didik tersebut mungkin memerlukan seorang pendamping khusus. Guru juga perlu berkonsultasi dengan orang tua/walinya dan ahli terkait.
76Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) Menirukan & Melakukan 1. Ketika menyanyikan lagu bersama para peserta didik, mintalah masukan/saran dari mereka terkait cara meneruskan lagunya. Tanyakan kepada mereka, kata kata apa yang sebaiknya dipilih untuk menggantikan ‘tepuk tangan’ dan ‘pegang hidung’? 2. Lalu, ajak peserta didik untuk memeragakan kata kata tersebut sambil bernyanyi. Membaca Pada kegiatan ini guru membacakan kalimat tanya, kalimat larangan, dan kalimat perintah. Guru memperkenalkan kalimatkalimat tersebut dengan membaca kalimat kalimat dalam Buku Siswa dengan intonasi yang tepat. Selain itu, guru menunjuk tanda tanya dan tanda seru yang mengakhiri kalimatkalimat tersebut. Ingatkan peserta didik bahwa masingmasing tanda baca di akhir kalimat itu dibaca dengan intonasi yang berbeda. Berbicara Kegiatan mendiskusikan perbuatan yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat bermain bertujuan membiasakan para peserta didik menilai bacaan dengan pengetahuan mereka. Peserta didik kelas satu perlu dibiasakan untuk menanggapi pernyataan orang lain dengan relevan dan menggunakan bahasanya sendiri untuk menjelaskan alasan atau pendapatnya. Tujuan kegiatan ini adalah membiasakan peserta didik untuk berdiskusi dan bertukar pendapat. Kegiatan latihan berbicara ini tidak dinilai. 34 Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) Nyanyikan lagu di bawah ini. Gantilah kata-kata ‘tepuk tangan’ dan ‘pegang hidung’dengan kata-kata sendiri, ya. Kalau kau suka hati, tepuk tangan Kalau kau suka hati, tepuk tangan Kalau kau suka hati, ayo kita lakukan Kalau kau suka hati, tepuk tangan Kalau kau suka hati, pegang hidung Kalau kau suka hati, pegang hidung Kalau kau suka hati, ayo kita lakukan Kalau kau suka hati, pegang hidung Menirukan & Melakukan
Panduan Khusus Bab II Ayo, Bermain!77 Tip Pembelajaran Guru perlu membiasakan peserta didik memahami etika berbicara dan menyampaikan pendapat. Sampaikan bahwa peserta didik perlu menjawab pertanyaan dengan baik dan jelas. Apabila menyampaikan pendapat, peserta didik perlu mengangkat tangannya terlebih dahulu. Ia juga harus mendengarkan temannya berbicara (tidak menyelanya), baru kemudian menyampaikan pendapat. Pengenalan tanda baca adalah kemampuan literasi awal yang penting bagi peserta didik kelas satu. Dengan mengenali tanda seru dan tanda tanya pada akhir kalimat, peserta didik memahami apakah kalimat yang dibacakan kepadanya adalah kalimat larangan, kalimat ajakan, kalimat perintah, atau kalimat tanya yang perlu ditanggapinya. Mengenali tanda baca pada teks membantu peserta didik memahami makna teks yang dibacakan guru. Di kelas satu, pengenalan terhadap makna teks tersebut tentu dibantu dengan intonasi kalimat yang diakhiri dengan tanda seru dan tanda tanya. Karena itu, guru perlu membaca kalimatkalimat yang dicontohkan dengan intonasi baik. Keberadaan gambar yang mendukung teks juga berperan penting. Mengenali Tanda Seru Dan Tanda Tanya a. Bacakan kalimatkalimat yang diakhiri dengan tanda seru dan tanda tanya dengan intonasi yang tepat, lalu minta peserta didik untuk menirukannya. b. Saat membaca, tunjuklah tanda seru dan tanda tanya agar peserta didik menghubungkan bentuk tanda baca dengan intonasi membacanya. Guru juga dapat menunjukkan kartu bertuliskan tanda baca dan tanda seru kepada peserta didik. c. Pada saat membacakan kalimat tanya, tunjukkanlah bahwa kalimat tanya membutuhkan tanggapan. Tanyakan kepada peserta didik, bagaimana kirakira tanggapan binatangbinatang (gajah, kucing, monyet) dalam gambar terhadap pertanyaan yang diajukan. d. Sampaikan pengetahuan tentang tanda seru dan tanda tanya. Bukan sebagai hafalan, melainkan upaya untuk memperdalam pemahaman terhadap bacaan. Peserta didik perlu mampu menyimak, memahami makna, serta menanggapi kalimat tanya, kalimat larangan, kalimat perintah, dan kalimat ajakan. e. Pada saat meminta peserta didik untuk menirukan kalimatkalimat tersebut, lakukan secara individual agar semua peserta didik mendapatkan kesempatan untuk menanggapi.
78Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) Menulis Kegiatan menulis tanda seru dan tanda tanya bertujuan agar peserta didik mengenali kedua tanda baca tersebut, setiap kali mereka mengamati teks pada bacaan. Pastikan peserta didik menulis dengan postur tubuh dan cara menggenggam alat tulis yang benar. Membaca Kesalahan Umum Ketika membimbing peserta didik menggabungkan huruf menjadi suku kata, guru sering tidak mengajarkan bunyi huruf. Misalnya, huruf ‘h’ tidak berbunyi ‘ha’ sehingga ketika digabungkan dengan huruf ‘u’, bunyinya tidak menjadi ‘hau’. Guru sebaiknya membedakan nama huruf yang dikenal secara umum (ha untuk huruf ‘h’) dengan bunyi huruf ‘h’. Mengenal bunyi huruf membantu peserta didik mengenali bunyinya ketika huruf ini digabungkan dengan huruf vokal ‘a’, ‘i’, ‘u’, ‘e’, dan ‘o’. 1. Mengeja Kata ‘hatihati’ Ketika mendampingi peserta didik mengeja kata ‘hatihati,’ lafalkan bunyi setiap huruf, lalu rangkaikan bunyi dua huruf sehingga membentuk bunyi suku kata. Rangkaikan bunyi dua suku kata sehingga menjadi kata. Begitu seterusnya. 2. Bunyi Huruf ‘h’ Dampingi peserta didik membunyikan huruf ‘h’ dengan benar. Bantu mereka mengenali perbedaan nama huruf ‘h’ dengan bunyinya. 3. Mengenali Nama Binatang yang Diawali Huruf ‘h’ Dampingi peserta didik menyebutkan namanama binatang pada gambar. Lalu, bantulah untuk mengenali binatang yang namanya diawali dengan huruf ‘h’. Tip Pembelajaran: Menggunakan Bahasa Daerah untuk Memperkaya Kosakata Peserta Didik Peserta didik kelas satu mungkin mengenali binatang dalam bahasa ibunya. Misalnya macan; bukan harimau. Hargailah bahasa daerah ini. Pergunakan pengetahuan peserta didik tentang bahasa daerah untuk memperkenalkan nama binatang tersebut dalam bahasa Indonesia.
Panduan Khusus Bab II Ayo, Bermain!79 4. Membaca Suku Kata yang Diawali Huruf ‘h’ Setelah membaca kata ‘hatihati’, mengenali bunyi huruf ‘h’, mengenali binatang yang namanya diawali huruf ‘h’, seharusnya peserta didik telah dapat mengeja suku kata yang diawali dengan huruf ‘h’ secara mandiri. Tumbuhkan kepercayaan diri peserta didik untuk mengeja suku kata yang diawali dengan huruf ‘h’ secara mandiri. 5. Membaca Kartu Kata Benda yang Namanya Diawali dengan Huruf ‘h’ a. Sama seperti mengenali nama binatang, para peserta didik mungkin mengenali nama bendabenda dalam bahasa yang mereka kenali. Misalnya kado; bukan hadiah. Gunakan pengetahuan peserta didik untuk mengenalkan nama yang lebih baku dari bendabenda tersebut. b. Ketika meminta peserta didik untuk menyebutkan nama benda yang namanya diawali dengan huruf ‘h’, beri penghargaan kepada para peserta didik yang mampu menyebutkan nama benda yang namanya diawali dengan huruf ‘h’ dalam bahasa daerah mereka. c. Beri penghargaan juga kepada peserta didik yang mampu menyebutkan nama binatang, nama orang, nama merek benda yang dikenalinya, dan segala sesuatu yang namanya diawali dengan huruf ‘h’. Tabel 2.4 Contoh Rubrik Penilaian Pengenalan Huruf ‘h’ Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran Mulai Berkembang Sedang Berkembang Berkembang Sesuai Harapan Sangat Berkembang Peserta didik dapat membaca suku kata yang terdiri atas huruf 'h' dan huruf vokal dengan baik. Tidak Dapat Menyebutkan Satu pun Nama Benda yang Diawali dengan Huruf ‘h’ Dapat Menyebutkan Satu Nama Benda yang Diawali dengan Huruf ‘h’ Dapat Menyebutkan DuaTiga Nama Benda yang Diawali dengan Huruf ‘h’ Dapat Menyebutkan Empat Benda yang Diawali dengan Huruf ‘h’ atau Lebih Nama Peserta Didik Inspirasi Kegiatan Pengayaan Katakata yang digunakan pada Bab II Buku Siswa ini sekadar contoh katakata yang diawali dengan huruf ‘h’ dan ‘c’. Guru tentu dapat menggunakan katakata lain yang dikenali peserta didik, baik dalam bahasa daerah maupun bahasa Indonesia. Katakata tersebut dapat diperkenalkan melalui kartu kata yang digunakan dengan pendekatan yang sama dengan kegiatan pada Bab II Buku Siswa.
80Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) 1. Menulis Huruf ‘H’ dan ‘h’ 40 Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) 1. Menulis Huruf ‘h’. Tulislah huruf ini di buku tulis kalian. Menulis Hh 1 3 2 1 2 H H h h a. Perbanyak halaman menulis ‘H’ dan ‘h’ (terlampir pada Panduan Guru ini) dan bagikan kepada peserta didik. b. Minta peserta didik menebalkan dan menulis huruf ‘H’ dan ‘h’ pada halaman tersebut. c. Ingatkan peserta didik untuk berlatih menulis huruf dengan memperhatikan arah menulis yang benar. d. Selama peserta didik menulis, guru dapat berkeliling dan mengingatkan peserta didik untuk duduk dengan postur tubuh yang benar. e. Peserta didik yang mengalami kesulitan dengan kegiatan menulis, misalnya sulit memegang alat tulis dengan benar atau belum dapat menulis sama sekali, perlu mendapatkan bimbingan secara individual. 2. Melengkapi Kata yang Memiliki Suku Kata yang Diawali dengan Huruf ‘h’ a. Perbanyak halaman menulis benda yang diawali dengan huruf ‘h’ (terlampir pada Panduan Guru ini) dan bagikan kepada peserta didik. b. Sebelum para peserta didik mulai menulis, pastikan mereka memahami bahwa nama baku kedua benda tersebut ‘hujan’ (bukan ‘ujan’ atau bahasa daerah lain) dan ‘hidung’ (bukan ‘idung’ atau bahasa daerah yang lain).
Panduan Khusus Bab II Ayo, Bermain!81 39Bab 2 | Ayo, Bermain! 5. Bacalah kartu kata bersama dengan guru. Kata-kata apa lagi yang dimulai dengan suku kata ‘ha-‘, ‘hi-‘, ‘hu-‘, ‘he-‘, dan ‘ho-‘? Tunjukkan kepada guru, ya. Dengan menunjukkan benda yang diawali huruf ‘h’, kalian berlatih membaca suku kata yang diawali dengan huruf ‘h’. hujan hadiah hidung helikopter hotel Inspirasi Kegiatan Perancah Peserta didik yang belum dapat melengkapi nama benda tersebut dapat dibantu dengan menuliskan huruf vokal dari suku kata yang harus ditulis sehingga ia tinggal menulis huruf ‘h’ saja. Inspirasi Kegiatan Pengayaan Peserta didik yang telah dapat melengkapi nama benda tersebut dengan lancar dapat diberi gambar benda lain yang diawali suku kata ‘ha‘, ‘hi‘, ‘hu‘, ‘he‘, atau ‘ho’ yang telah disiapkan oleh guru. Tabel 2.5 Contoh Rubrik Penilaian Menulis Suku Kata yang Diawali dengan Huruf ‘h’ Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran Mulai Berkembang Sedang Berkembang Berkembang Sesuai Harapan Sangat Berkembang Peserta didik mampu merangkai huruf 'H' dan ‘h’ dengan huruf vokal lain dengan tepat. Menulis Suku Kata dengan Bimbingan Penuh, Misalnya Mencontoh Tulisan Guru Menulis Suku Kata dengan Bimbingan Parsial, Misalnya Menuliskan Huruf yang Didiktekan Guru Menuliskan Suku Kata dengan Mandiri, Tetapi dengan Beberapa Kesalahan Perangkaian Huruf Menuliskan Semua Suku Kata dengan Mandiri dan Tepat Nama Peserta Didik
82Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) Mengamati Kemampuan mengamati gambar membangun kecakapan literasi awal. Namun patut disayangkan, ketika para peserta didik dapat membaca dengan lancar, mereka cenderung mengabaikan gambar dan hanya berfokus pada teks. Biasakan para peserta didik mengamati gambar dengan cermat, dengan memperhatikan setiap elemen perinci pada gambar. Guru dapat menunjukkan elemen perinci itu untuk mengarahkan perhatian mereka. Meskipun kegiatan latihan ini tidak dinilai, guru perlu mengamati sikap para peserta didik agar dapat membimbing mereka untuk terus mempertahankan fokus dan konsentrasi saat mengamati. Minta para peserta didik mengamati gambar “Di Taman Kota”, lalu minta mereka menjawab pertanyaanpertanyaan di bawahnya. Tunjukkan bagianbagian pada gambar tersebut untuk mengarahkan peserta didik ke jawaban yang tepat. Namun demikian, tetaplah hargai variasi jawaban peserta didik berdasarkan pengalaman masingmasing.
Panduan Khusus Bab II Ayo, Bermain!83 Tabel 2.6 Contoh Jawaban Peserta Didik Pertanyaan Alternatif Jawaban Peserta didik 1. Tempat apa yang kalian lihat pada gambar itu? taman; jalan; jawaban lain, misalnya tempat bermain sesuai pengalaman peserta didik. 2. Kegiatan apa yang tidak boleh kalian tiru? Mengapa? bersepeda di jalan raya; membonceng sepeda sambil berdiri; jawaban lain sesuai dengan pengalaman peserta didik. 3. Di mana tempat bermain yang aman? taman kota; jawaban lain sesuai pengalaman peserta didik (misalnya taman). Jawaban jalan raya tentu merupakan jawaban yang salah. 4. Adakah tempat bermain yang aman di dekat rumah kalian? Disebut apakah tempat itu? jawaban sesuai pengalaman peserta didik. Tip Pembelajaran Perhatikan peserta didik yang tidak merespons pertanyaan secara aktif. Apakah ia merasa tidak nyaman menyampaikan pendapatnya atau malu? Cari cara lain agar ia dapat menanggapi pertanyaan terkait bacaan. Misalnya menanyainya secara individu atau dalam kelompok kecil. Caca Bisa
84Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) Tip Pembelajaran Mendiskusikan gambar sampul meningkatkan kemampuan peserta didik untuk melakukan prediksi. Dalam menyajikan prediksinya tentang isi cerita, peserta didik perlu mendukungnya dengan bukti pada gambar. Misalnya saat menanyakan ‘Kira- kira, yang mana Caca?’, tanyakan juga alasannya memilih salah satu tokoh sebagai Caca. Bagaimana asumsi itu terkait dengan judul “Caca Bisa”? Demikian pula, ketika meminta peserta didik memprediksi isi cerita, tanyakan bagian mana pada gambar yang memperkuat prediksinya itu. Penilaian Sumatif Kegiatan berbicara dapat dijadikan penilaian sumatif. Guru dapat mendata peserta didik yang sedang berproses dan membutuhkan bantuan untuk mengungkapkan gagasannya terkait gambar yang diamati dan peserta didik yang telah mampu mengungkapkan gagasan. Kemampuan mengungkapkan gagasan merupakan salah satu aspek yang penting pada Fase Fondasi dan Fase A. Pada saat guru menanyakan pertanyaan terkait gambar kepada sejumlah peserta didik, beberapa peserta didik mungkin akan menjawab spontan dan cepat serta mampu menjelaskan jawabannya. Beberapa peserta didik yang lain mampu menjawab pertanyaan tentang mana Caca, namun belum mampu menjelaskan jawabannya. Beberapa peserta didik yang lain mungkin belum memberikan tanggapan lisan. Catat namanama peserta didik ini pada lembar amatan. Tabel 2.7 Contoh Lembar Penilaian Sumatif Bercerita Indikator Ketercapaian Tujuan Pembelajaran Mulai Berkembang Sedang Berkembang Berkembang Sesuai Harapan Sangat Berkembang Peserta didik mampu menanggapi orang lain dengan jelas dan santun. Tidak menjawab pertanyaan tentang gambar. Menjawab sebagian pertanyaan tentang gambar. Menjawab pertanyaan tentang gambar dengan spontan, tepat, namun belum menunjuk kepada bukti pada gambar yang mendukung jawabannya. Menjawab pertanyaan tentang gambar dengan spontan, tepat, dilengkapi dengan bukti pada gambar yang mendukung. Nama Peserta Didik Tip Pembelajaran Satu halaman ilustrasi pada cerita “Caca Bisa” terdiri atas beberapa gambar. Guru perlu memahami urutan kejadian pada gambar sebelum membacakannya kepada peserta didik. Saat membacakan cerita, tunjukkan gambar-gambar tersebut secara berurutan agar peserta didik mampu memahami cerita.
Panduan Khusus Bab II Ayo, Bermain!85 Menulis Sebelum para peserta didik kelas satu dapat menulis dengan lancar, mereka perlu dibiasakan mengungkapkan gagasan dalam bentuk gambar. Kegiatan menggambarkan gagasan itu penting bagi kecakapan literasi dasar peserta didik kelas satu. Namun demikian, tidak semua peserta didik kelas satu terbiasa menggambarkan idenya dengan baik. Sebagian besar peserta didik mungkin belum percaya diri untuk menggambar. Karena itu, guru perlu memodelkan proses menggambarkan ide melalui strategi berpikir lantang atau think aloud. Saat melakukannya, guru dapat berpurapura menjadi peserta didik kelas satu dan berpikir seperti peserta didik kelas satu. Tip Pembelajaran: Memodelkan Proses Berpikir Lantang 1. Setelah membacakan cerita “Caca Bisa”, guru meminta pendapat para peserta didik terhadap cerita tersebut dan menanyakan apakah mereka pernah belajar naik sepeda. 2. Kemudian, guru mengajak peserta didik menyimpulkan cerita tersebut. Guru mengajukan pertanyaan pemantik seperti, “Jadi, bagaimana cerita Caca tadi? Pertama-tama, .... Lalu, Setelah itu bagaimana? Kemudian, 3. bagaimana akhirnya?” Dengan pertanyaan itu, guru mendorong peserta didik menyimpulkan cerita dengan bahasa masing-masing. 4. Lalu, guru menyampaikan bahwa mereka akan menggambarkan cerita tersebut. Misalnya, “Sekarang, kita akan menggambarkan bagaimana Caca tadi bisa naik sepeda. Lihat ke papan tulis dan bantu Ibu mengingat cerita tadi.” Guru dapat menggambar tiga kotak di papan tulis untuk bagian awal, tengah, dan akhir cerita. 5. Guru mengisi setiap kotak itu sambil terus memeragakan berpikir lantang. Misalnya,”Pertama-tama, Caca sudah bisa naik sepeda atau belum, ya? Mengapa tadi Caca ingin naik sepeda? Di sini Ibu akan menggambar Caca dan sepedanya.” Begitu seterusnya hingga ketiga kotak terisi. 6. Setelah ketiga kotak terisi, ceritakan ulang gambar tersebut dengan bahasa yang mudah dipahami peserta didik kelas satu. 7. Setelah memastikan peserta didik memahaminya, guru dapat menghapus gambar yang dibuatnya di papan tulis tersebut.
86Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) 1. Menyajikan Kembali Cerita “Caca Bisa” dalam Gambar 48 Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) 1. Bagaimana cara Caca dapat naik sepeda roda dua? Gambarkan caranya di buku tulis kalian. a. Pertama-tama, ... b. Lalu, ... c. Akhirnya, ... Menulis Inspirasi Kegiatan Perancah Peserta didik yang belum dapat menulis hanya menggambarkan bagian awal, tengah, dan akhir cerita “Caca Bisa”. Namun, guru perlu memintanya untuk menceritakan gambarnya tersebut. Inspirasi Kegiatan Pengayaan Peserta didik yang telah dapat menulis dapat membubuhkan beberapa kata yang menjelaskan gambarnya tentang bagian awal, tengah, dan akhir cerita “Caca Bisa”.
Panduan Khusus Bab II Ayo, Bermain!87 Alternatif Jawaban Alur Cerita “Caca Bisa” Jawaban di atas tentunya merupakan contoh yang baik. Dalam kenyataannya, peserta didik Anda mungkin baru mampu menggambar satu objek yang menyerupai gambar atau sedikit goresan saja. Namun, apa pun bentuk yang digambar oleh peserta didik kelas satu, guru sebaiknya menyampaikan apresiasi terhadap upayanya itu. Karena peserta didik mungkin lebih lancar berkomunikasi secara lisan ketimbang melalui gambar, guru dapat memintanya untuk menceritakan gambar yang telah dibuatnya. Kegiatan menceritakan ulang cerita melalui tulisan dan/atau gambar ini merupakan latihan untuk membiasakan peserta didik mengungkapkan simpulannya terhadap bacaan secara runtut. Karena bersifat pembiasaan, kegiatan latihan ini tidak dinilai. Akan tetapi, guru tetap wajib mengupayakan kegiatan tersebut menyenangkan. Apabila peserta didik sulit menggambarkan pemikirannya, guru dapat membantu. 2. Menulis Nama Teman a. Tanyakan kepada seluruh peserta didik, siapakah di antara mereka yang namanya diawali dengan huruf ‘c’. b. Minta para peserta didik untuk memperhatikan nama teman di poster daftar nama mereka di dinding kelas. Siapa lagi yang memiliki nama yang diawali dengan huruf ‘c’? c. Minta peserta didik menyebutkan hurufhuruf yang terdapat pada nama yang diawali dengan huruf ‘c’ tersebut. d. Minta peserta didik menuliskan nama temannya yang diawali dengan huruf ‘c’ itu pada lembar kerja masingmasing. e. Beberapa nama yang diawali dengan huruf ‘c’ tidak dilafalkan dengan ‘ch’ (seperti pada Caca), tetapi dilafalkan ‘kh’ (seperti pada Cristine). Apabila ada peserta didik yang memiliki nama seperti itu, perkenalkanlah pengecualian pelafalan bunyi tersebut kepada temantemannya.
88Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) Tip Pembelajaran Seandainya tidak ada peserta didik yang memiliki nama diawali dengan huruf ‘c’, guru dapat menuliskan nama-nama orang atau anak yang namanya diawali dengan huruf ‘c’ di papan tulis. Ajak peserta didik untuk mengenali huruf-huruf pada nama-nama tersebut dan mengejanya. Kemudian, dampingi peserta didik menuliskan nama-nama itu di buku masing-masing. Inspirasi Kegiatan Bersama Orang Tua Bapak dan Ibu Guru, untuk mendukung pembelajaran di sekolah, ajak pula orang tua untuk memperkenalkan cara dan tempat bermain yang aman. Minta orang tua untuk: ● mulai mendiskusikan aturan, waktu, dan tempat yang aman untuk bermain dengan saudara dan teman di rumah, ● mengajak putra/putri mereka untuk mengenali kata benda serta nama orang di rumah dan di sekitar rumah yang diawali dengan huruf ‹h› dan ‹c›, ● membacakan buku cerita dan mengajak putra/putri mereka untuk mengenali huruf ‹h› dan ‹c› pada buku tersebut, Pastikan peserta didik membaca setiap hari. Pada kegiatan 15 menit membaca sebelum pembelajaran setiap hari, guru dapat membacakan buku pengayaan fiksi dan nonfiksi bergambar yang terkait dengan tema pembelajaran. Apabila buku dengan tema terkait tidak tersedia, guru dapat membacakan buku apa saja yang sesuai dengan minat dan jenjang peserta didik. Buku yang disarankan di Buku Siswa dapat diakses di https://buku.kemdikbud.go.id/katalog/aku-sudah-besar secara cuma cuma dan selanjutnya dapat disimpan luring. Kalian juga dapat memindai gambar berikut untuk membaca: KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI REPUBLIK INDONESIA 2022 A Futri Wijayanti dan Rizkia Gita n Ibu sibuk an Adik. mulai iri. u sudah besar. ah aku ikut suh Adik?
Panduan Khusus Bab II Ayo, Bermain!89 Saat ini buku pengayaan tersedia dalam bentuk digital dan dapat diunduh dengan cumacuma. Guru dapat memperkenalkan bukubuku tersebut kepada peserta didik dan keluarganya di rumah. Guru perlu memberikan petunjuk kepada orang tua tentang cara membantu peserta didik mengisi Jurnal Membaca ini. 51Bab 2 | Ayo, Bermain! Jurnal Membaca Nama: ................................................. Judul Buku: ................................................................ Nama Penulis: ............................................................. Nama Ilustrator: ........................................................ Apakah kalian suka buku ini? Warnai salah satu gambar di bawah ini untuk menjelaskan apakah kalian suka, tidak suka, atau biasa saja. Contoh Surat kepada Orang Tua Bapak dan Ibu Orang Tua/Wali Peserta Didik Kelas Satu, Ananda … (diisi dengan nama peserta didik) telah menyelesaikan pembelajaran di Bab 2 Buku Siswa. Pada bulan ini, Ananda terus mengenal teman-teman barunya dan mempelajari tempat dan cara bermain yang baik. Tentunya akan baik sekali apabila Ananda juga diajak berdiskusi tentang tempat bermain yang aman di sekitar rumah, serta waktu dan aturan bermain dengan kakak, adik, atau teman di rumah. Berikan pujian dan penghargaan apabila Ananda bermain dengan tertib sesuai dengan aturan tersebut. Bersama ini, kami pinjamkan buku perpustakaan sekolah. Membacakan buku kepada Ananda akan semakin meningkatkan semangatnya untuk pergi ke sekolah. Bantulah Ananda menuliskan judul buku, nama penulis, dan nama ilustrator pada Jurnal Membacanya. Tanyakan apakah ia menyukai buku tersebut, tidak menyukainya, atau biasa saja. Lalu, minta ia mewarnai emotikon yang sesuai dengan pendapatnya. Salam hangat.
90Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) Membaca Kata Minggu Ini Peserta didik perlu terpajan dengan bentuk katakata yang sering ditemui. Hal ini akan mempercepat prosesnya belajar membaca. Cetaklah katakata tersebut pada kartukartu. Anda juga dapat menulisnya di lembaran karton yang dipotongpotong membentuk kartu. Tunjukkan katakata tersebut kepada para peserta didik setiap hari dan minta mereka membacanya. Guru kemudian dapat menyimpan kartu kartu ini pada kamus dinding kelas. Apabila kondisinya memungkinkan, kartukartu tersebut dapat diperbanyak dan diberikan kepada peserta didik yang belum lancar membaca untuk digunakan di rumah. Berikan panduan kepada orang tua/wali untuk menunjukkannya kepada peserta didik di rumah setiap hari. Tentunya orang tua juga dapat menunjukkan katakata lain yang diawali dengan huruf ‘h’ dan huruf ‘c’, baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa daerah yang dikenali peserta didik. hijau cabai hati hujan cecak
Panduan Khusus Bab II Ayo, Bermain!91 G. Refleksi 1. Memetakan Kemampuan Berbahasa Peserta Didik a. Pada akhir Bab II ini, guru telah memetakan peserta didik sesuai dengan kemampuan masingmasing melalui asesmen formatif dan sumatif dalam kegiatan sebagai berikut. 1) Menyimpulkan informasi dari teks yang disimak dengan tepat (menyimak). 2) Mengenali huruf ‘h’ dan suku kata dengan huruf ‘c’ dalam kata benda di sekitar mereka (membaca). 3) Menjelaskan gambar dengan tepat disertai bukti (sumatif berbicara). 4) Menulis suku kata yang diawali dengan huruf ‘h’ pada katakata yang dikenali (menulis). b. Catat kemampuan peserta didik pada setiap kegiatan di atas pada tabel berikut. Guru juga dapat mengubah catatan kemampuan peserta didik (mulai berkembang, sedang berkembang, berkembang sesuai harapan, dan sangat berkembang) menjadi skor angka 14 agar mudah dihitung jumlah totalnya selama periode tertentu. Tabel 2.8 Contoh Pemetaan Peserta Didik Berdasarkan Kompetensi yang Diajarkan di Bab II No. Nama Peserta Didik Nilai Peserta Didik Menyimpulkan informasi dari teks yang disimak Mengenali Huruf ‘h’ dan ‘c’ Menjelaskan gambar dengan tepat disertai bukti Menuliskan Suku Kata yang Diawali dengan Huruf ‘h’ 1. Ahmad 2. Dayu 3. Doni 4. Made 5. Martin
92Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) No. Nama Peserta Didik Nilai Peserta Didik Menyimpulkan informasi dari teks yang disimak Mengenali Huruf ‘h’ dan ‘c’ Menjelaskan gambar dengan tepat disertai bukti Menuliskan Suku Kata yang Diawali dengan Huruf ‘h’ 6. Melisa 7. Kristina 8. Syifa 9. 10. 11. 12. dst. 1: Kurang 2: Cukup 3: Baik 4: Sangat Baik 3. Merujuk kepada tabel ini, guru merencanakan pendekatan pembelajaran pada bab berikutnya. Guru memetakan peserta didik untuk mendapatkan bimbingan secara individual atau bimbingan dalam kelompok kecil melalui kegiatan pendampingan atau perancah. Guru juga perlu merencanakan kegiatan pengayaan untuk peserta didik yang memiliki minat khusus atau kemampuan belajar di atas teman temannya. Dengan demikian, asesmen akhir bab ini membantu guru untuk merencanakan pembelajaran yang terdiferensiasi sesuai dengan kompetensi peserta didik.
Panduan Khusus Bab II Ayo, Bermain!93 2. Merefleksi Strategi Pembelajaran: Apa yang Sudah Baik dan Perlu Ditingkatkan Tabel 2.9 Contoh Refleksi Strategi Pembelajaran Bab II No. Pendekatan/Strategi Sudah Saya Lakukan Sudah Saya Lakukan, Tetapi Belum Efektif Masih Perlu Saya Tingkatkan Lagi 1. Saya sudah menyiapkan media dan alat peraga sebelum memulai pembelajaran. 2. Saya sudah melakukan kegiatan pendahuluan dan mengajak peserta didik berdiskusi, membuat prediksi terhadap tema yang akan dibahas. 3. Saya sudah meminta peserta didik mengamati gambar sampul cerita sebelum membacakan isi cerita. 4. Saya sudah mengelaborasi tanggapan seluruh peserta didik dalam kegiatan berdiskusi. 5. Saya sudah memberikan alternatif kegiatan pendampingan dan pengayaan sesuai dengan kompetensi peserta didik. 6. Saya sudah membantu peserta didik menggambarkan simpulannya terhadap awal, tengah, dan akhir cerita melalui metode berpikir lantang. 7. Saya sudah memperhatikan reaksi peserta didik dan menyesuaikan strategi pembelajaran dengan rentang perhatian dan minat peserta didik. 8. Saya sudah memilih dan menggunakan media dan alat peraga pembelajaran yang relevan di luar yang disarankan Panduan Guru ini. 9. Saya memanfaatkan alat peraga pada dinding kelas seperti kamus dinding dan kartu kata secara efektif dalam pembelajaran. 10. Saya telah mengumpulkan hasil pekerjaan peserta didik sebagai asesmen formatif peserta didik. 11. Saya telah mengajak para peserta didik merefleksi pemahaman dan keterampilan mereka pada akhir pembelajaran Bab II.
94Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) Tabel 2.10 Contoh Refleksi Guru di Bab II Keberhasilan yang saya rasakan dalam mengajarkan bab ini: ............................................................................................................................................... Kesulitan yang saya alami dan akan saya perbaiki untuk bab berikutnya: ............................................................................................................................................... Kegiatan yang paling disukai peserta didik: ............................................................................................................................................... Kegiatan yang paling sulit dilakukan peserta didik: ............................................................................................................................................... Buku atau sumber lain yang saya temukan untuk mengajar bab ini: ............................................................................................................................................... H. Sumber Belajar Utama 1. Bagaimana Membangun Lingkungan Belajar yang Mendukung Transisi PAUDSD? https://buku.kemdikbud.go.id/s/TPS2 2. Pengembangan Imajinasi dan Kreativitas Murid Melalui Playword https://buku.kemdikbud.go.id/s/sbbi2
Bab IIIBab III Awas Kuman!Awas Kuman! KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI REPUBLIK INDONESIA, 2023 Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! (Edisi Revisi) untuk SD/MI Kelas 1 Penulis: Sofie Dewayani ISBN 978-623-118-510-5 (jil.1 PDF)
96Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) A. Pendahuluan Bapak dan Ibu Guru, setelah membahas tentang pancaindra pada Bab I dan bermain yang baik pada Bab II, pada Bab III peserta didik akan dikenalkan kepada kecakapan hidup lainnya, yaitu hidup bersih dan sehat. Menjaga kebersihan dan kesehatan diri penting agar peserta didik dapat berinteraksi dengan teman dan beraktivitas dengan bugar. Selama mempelajari bab ini, guru dapat mengingatkan peserta didik untuk rajin mencuci tangan, terutama setelah buang air dan sebelum makan (sekolah pun sebaiknya menyediakan tempat cuci tangan di dekat setiap kelas demi mendukung kebiasaan sehat yang hendak ditanamkan); membacakan buku cerita tentang kebiasaan hidup bersih dan sehat; mengingatkan peserta didik untuk mengonsumsi makanan sehat dan seimbang. Sarankan agar peserta didik membawa bekal makanan sehat dari rumah. Apabila kondisinya tidak memungkinkan, anjurkan peserta didik untuk membeli makanan di warung yang bersih di lingkungan sekolah. Pada bab ini, guru juga meningkatkan kecakapan literasi peserta didik kelas satu dengan: mengajak peserta didik menirukan guru membaca kalimat dalam bacaan fiksi dan nonfiksi tentang kebersihan dan kesehatan; belajar mengeja dan membaca katakata seharihari yang memiliki suku kata yang diawali dengan huruf ‘k’; menulis suku kata dan kata yang diawali dengan huruf ‘k’. Peta Materi Tujuan Pembelajaran: Dengan menyimak dan menanggapi bacaan tentang cara menjaga kebersihan diri, peserta didik dapat membaca dan menulis suku kata yang diawali dengan huruf ‘k’. Menuliskan suku kata ‘ku.’ Mengenali dan membaca kata-kata yang diawali dengan huruf ‘k’ secara berulang-ulang. Menyimak bacaan yang menyajikan kosakata berawalan ‘k’ dan menanggapi pertanyaan guru tentang bacaan yang disimak. Menuliskan suku kata ‘ku.’ Menyimak guru melafalkan kata yang berawalan huruf ‘k’, lalu menirukannya. Menyimak guru merangkai bunyi huruf ‘k’ dan huruf vokal kemudian menirukannya. Gambar 3.1 Peta Materi Bab III Tujuan Pembelajaran Bab Ini: Dengan menyimak dan menanggapi bacaan tentang cara menjaga kebersihan diri, peserta didik dapat membaca dan menulis suku kata yang diawali dengan huruf ‘k’.
Panduan Khusus Bab III Awas Kuman!97 Tujuan pembelajaran ini dicapai melalui rangkaian aktivitas yang digambarkan pada skema di bawah ini. Skema ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik dan kondisi sekolah yang beragam. Selain kegiatan menyimak, membaca dan memirsa, berbicara, dan menulis sambil memperdalam pengetahuan huruf dan meningkatkan kesadaran bunyi huruf ‘k’ dan suku kata berawalan huruf 'k', bab dua ini juga melatih kemampuan peserta didik untuk menjaga kebersihan dan kesehatan diri. Keseluruhan aktivitas di bab satu dijelaskan pada tabel skema pembelajaran berikut ini. Tabel 3.1 Skema Pembelajaran Bab III Alur Tujuan Pembelajaran Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran Pokok Materi Aktivitas Kosakata Sumber Belajar Menyimak Peserta didik menyimak dengan saksama, menyimpulkan dan menjelaskan simpulan terhadap informasi dari teks aural (teks yang dibacakan kepadanya). Peserta didik dapat menyimpulkan informasi serta menjelaskan simpulannya terhadap teks tentang kuman yang dibacakan dengan benar. Cerita bergambar “Awas Kuman!” Peserta didik menyimak cerita yang dibacakan guru, lalu menjawab pertanyaan tentang bacaan. Pilek Kuman Gatal Mencuci buah Mencuci tangan Buku Siswa Menulis Menuliskan atau menggambarkan gagasan terkait tema bacaan. Peserta didik mampu menggambarkan gagasan terkait ide pokok bacaan dengan baik. Cerita bergambar “Awas Kuman!” Peserta didik menyimak guru membacakan teks yang ada di Buku Siswa, lalu melengkapi kalimat tidak lengkap terkait ide pokok pada bacaan. Buku Siswa Berbicara Menceritakan gagasan dengan jelas dan baik. Peserta didik mampu menyampaikan gagasan dengan runtut, jelas, dan baik melalui gambar yang dibuatnya. Cerita bergambar “Awas Kuman!” Peserta didik menceritakan gambar yang telah dibuatnya kepada guru dan teman. Buku Siswa
98Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) Alur Tujuan Pembelajaran Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran Pokok Materi Aktivitas Kosakata Sumber Belajar Membaca dan Mengamati Memahami katakata yang sering digunakan seharihari dan katakata baru pada teks yang sesuai jenjang dengan menggunakan petunjuk gambar dan konteks kalimat yang mendukung. Peserta didik mampu mengenali arti kata baru dengan tepat dengan menjawab pertanyaan guru. Kata ‘kuman’ Peserta didik menjawab pertanyaan guru yang berkaitan dengan kata ‘kuman’. kuman Buku Siswa Membaca dan Mengamati Mengenali dan mengeja kombinasi huruf pada suku kata dan kata yang sering ditemui. Peserta didik mampu merangkai bunyi huruf ‘k’ dan huruf vokal lain dengan baik. Huruf dan suku kata pada kata ‘kuman’ Mengikuti guru membaca kata ‘kuman’, kemudian mengurai dan mengeja bunyi suku kata dan huruf pada kata tersebut. Menunjuk gambar binatang yang namanya diawali dengan huruf ‘k’. Buku Siswa Kartu huruf Kartu suku kata Menulis Menuliskan kombinasi huruf pada suku kata dan kata yang sering ditemui. Peserta didik mampu menuliskan suku kata 'ku' pada nama binatang. Menyimak Menyimak dengan saksama, menyimpulkan dan menjelaskan simpulannya terhadap informasi dari teks aural (teks yang dibacakan kepadanya). Peserta didik mampu menyimpulkan informasi serta menjelaskan simpulannya dengan relevan berdasarkan pengalamannya. Teks nonfiksi “Jangan Lupa!” Menyimak teks nonfiksi yang dibacakan guru, kemudian menjawab pertanyaan tentang teks tersebut. Bersin Batuk Tutup mulut Siku Lengan Membagi kuman Buku Siswa Buku lain dengan tema yang sama Membaca dan Mengamati Mengenali dan mengeja kombinasi huruf pada suku kata dan kata yang sering ditemui. Peserta didik mampu merangkai bunyi huruf ‘k’ dan huruf vokal lain peserta didik dengan baik. Kata yang diawali dengan huruf ‘k’ Mengikuti guru membaca suku kata ‘ka’, ‘ki’, ‘ku’, ‘ke’, ‘ko’. Menunjuk suku kata ‘ka’, ‘ki’, ‘ku,’ ‘ke’, ‘ko’ pada namanama binatang dalam gambar. katak kelinci keledai kerapu kijang kakatua Buku Siswa Kartu kata Kartu suku kata Kartu huruf
Panduan Khusus Bab III Awas Kuman!99 Alur Tujuan Pembelajaran Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran Pokok Materi Aktivitas Kosakata Sumber Belajar Menulis Menuliskan katakata yang sering ditemui. Peserta didik mampu merangkai huruf dan suku kata pada nama binatang secara tertulis. Nama binatang yang diawali dengan huruf ‘k’ Peserta didik menulis nama binatang dan menggambarkan makanan kesukaannya. bisa Buku Siswa Membaca dan Mengamati Mengenali, menyimpulkan informasi pada gambar, dan menjelaskan simpulannya tersebut secara lisan dan tulisan. Peserta didik mampu mengenali dan menyimpulkan informasi pada gambar dengan tepat. Gambar “Ke Pasar” Peserta didik mengamati gambar “Ke Pasar”, lalu menjawab pertanyaan guru tentang gambar. Peserta didik menandai gambar makanan yang bersih dan tidak bersih. bersih kotor Buku Siswa B. Konsep dan Keterampilan Prasyarat Setelah mengikuti pembelajaran selama dua bab, peserta didik seharusnya telah mengetahui bentuk dan bunyi beberapa huruf konsonan dan vokal. Melalui buku ini, peserta didik mengenali huruf ‹b,› ‹c,› dan ‹h› serta huruf vokal. Peserta didik mungkin juga telah mengenali bentuk dan bunyi huruf konsonan lain yang terdapat pada kata kata yang diakrabi yang telah diajarkan guru. C. Penyajian Materi Esensial Kegiatan utama sesuai dengan tujuan pembelajaran pada bab ini adalah sebagai berikut. ● Menyimak teks fiksi dan nonfiksi yang dibacakan guru, yang bertema kebersihan dan kesehatan diri. ● Mengeja serta membaca suku kata dan kata yang diawali dengan huruf ‘k’ yang dikenali seharihari. ● Menulis suku kata yang diawali dengan huruf ‘k’. ● Mengemukakan pendapat dan mendiskusikan gambar tentang makanan yang bersih dan tidak bersih. ● Menggambarkan peristiwa dengan hubungan sebabakibat.
100Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) D. Apersepsi Untuk mempersiapkan peserta didik beraktivitas dalam bab ini, guru dapat ● Meletakkan kartu kata yang diawali dengan suku kata ‘ka,’ ‘ki,’ ‘ku,’ ‘ke,’ ‘ko’ pada kamus dinding. ● Menempelkan nama benda yang diawali dengan huruf ‘k’ (seperti kursi, keset, kaca, kipas) pada bendabenda yang terdapat di kelas. ● Mempersiapkan bukubuku fiksi dan nonfiksi yang bertema kebersihan dan kesehatan diri di pojok baca kelas. ● Mengundang dokter dan tenaga medis lain untuk membacakan buku dan bercerita tentang cara memelihara kebersihan dan kesehatan diri. E. Penilaian Sebelum Pembelajaran Guru dapat mengingatkan peserta didik tentang hurufhuruf yang telah dipelajari. Guru dapat menunjukkan kartu kata yang telah digunakan dalam aktivitas pada bab I dan bab II untuk menguji pengetahuan peserta didik tentang huruf, suku kata, dan kata yang telah dipelajari. F. Panduan Pembelajaran Bab III: Awas Kuman! Tema: Kebersihan dan Kesehatan Diri Saran Periode Waktu: 25 JP Media Pembelajaran Media pembelajaran yang dipakai adalah Buku Siswa; kartu huruf; ● kartu suku kata ‘ka’, ‘ki’, ‘ku’, ‘ke’, ‘ko’; ● kartu bergambar bendabenda yang namanya diawali dengan suku kata ‘ka’, ‘ki’, ‘ku’, ‘ke’, ‘ko’. alat tulis dan alat warna; bukubuku bacaan fiksi dan nonfiksi bertema kebersihan dan kesehatan yang sesuai untuk peserta didik kelas satu.
Panduan Khusus Bab III Awas Kuman!101 Aktivitas Pembelajaran Menyimak Tip Pembelajaran Membangun imajinasi dan membangun pemahaman peserta didik dalam kegiatan menyimak cerita bergambar. Ketika membacakan cerita “Kuman Dilo”, bangun imajinasi peserta didik dengan membayangkan kegiatan kuman di dalam hidung Dilo. Guru perlu mempelajari cerita sebelum membacakannya agar dapat membedakan latar cerita yang beragam (di dalam hidung dan di ruang kelas). Selama membacakan cerita, arahkan perhatian peserta didik kepada apa yang terjadi pada kuman di setiap halaman. Simpulkan pengamatan peserta didik dengan pertanyaan seperti, “Seandainya kuman menempel di apel dan apelnya dimakan teman Dilo, kira-kira apa yang akan terjadi kepadanya?” Tip Pembelajaran Mengajak Peserta Didik Mengamati dengan Perinci Dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak dapat melihat kuman karena ukurannya yang sangat kecil. Dengan membahas kuman dalam cerita fabel, peserta didik pun mampu melihat bentuknya meskipun dalam ilustrasi yang imajiner. Arahkan perhatian peserta didik kepada kuman-kuman yang beterbangan dari hidung Dilo. Buatlah komentar tentang di mana kuman-kuman itu mungkin hinggap. Ajukan pertanyaan seperti, “Apa kira-kira yang akan terjadi kalau kuman itu hinggap di orang lain?”
102Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) Tip Pembelajaran: Menilai Tanggapan Peserta didik Seberapa baik peserta didik menanggapi bacaan ditentukan oleh seberapa baik pemahamannya terhadap cerita yang disimaknya. Karena itu, pastikan guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengamati gambar dan menyimak teks cerita dengan baik. Tanggapan peserta didik pun dipengaruhi oleh pengamatan, pengalaman, dan pemahamannya. Berikan pula ruang bagi peserta didik untuk menjelaskan jawabannya lebih jauh. Sebaiknya guru selalu bertanya kepada peserta didik, “Apa yang membuat kalian berpikir seperti itu?” Berikut adalah contoh tanggapan peserta didik terhadap pertanyaan setelah membaca cerita “Kuman Dilo”. Tabel 3.2 Contoh Jawaban Peserta Didik Pertanyaan Alternatif Jawaban Peserta didik 1. Apa yang terjadi pada hidung Dilo saat ia pilek? Kata kunci: kuman Banyak kumannya; kuman bermain di hidung; jawaban lain dengan menyebutkan tentang kuman. 2. Apa yang terjadi saat Dilo bersin? Kata kunci: kuman dan keluar Kuman beterbangan dari hidung Dilo; kuman keluar; jawaban lain yang menyebutkan kata kuman dan/atau keluar. 3. Apa yang dilakukan teman Dilo terhadap apel yang akan dimakannya? Penjelasan: Pada gambar kedua, kuman hinggap pada apel milik teman Dilo. Pada gambar ketiga, teman Dilo mencuci air tersebut. Kata kunci: mencuci Mencuci atau teman Dilo mencuci; teman Dilo mencuci apel di air keran; jawaban lain yang mengandung kata mencuci dan sinonimnya. 4. Mengapa ia melakukannya? Agar kuman pergi; agar apel bersih dari kuman; jawaban lain sesuai dengan kosakata yang dikuasai peserta didik. 5. Apa yang Bu Guru pakaikan ke wajah Dilo? Masker; penutup muka, penutup mulut; jawaban lain sesuai dengan penguasaan kosakata dan pengalaman peserta didik. 6. Mengapa Dilo memakainya saat pilek? Agar temannya tidak tertular; agar kuman dari hidung tidak mengenai teman; jawaban lain sesuai dengan kosakata yang dikuasai peserta didik.
Panduan Khusus Bab III Awas Kuman!103 Jawaban terhadap pertanyaan nomor 4 dan 6 membutuhkan pemahaman dan penafsiran peserta didik terhadap bacaan yang disimaknya. Pertanyaan ini cukup menantang, oleh karena itu mungkin hanya dapat dijawab oleh sebagian peserta didik. Namanama peserta didik yang mampu menjawab pertanyaan terbuka ini dicatat pada lembar amatan berikut. Demikian pula peserta didik yang mampu menjawab pertanyaan lain, serta mampu menyimak dengan gestur yang penuh perhatian. Tabel 3.3 Contoh Lembar Pengamatan Kemampuan Menyimak Kriteria Ketercapaian Kompetensi Mulai Berkembang Sedang Berkembang Berkembang Sesuai Harapan Sangat Berkembang Peserta didik dapat menyimpulkan informasi serta menjelaskan simpulannya terhadap teks tentang kuman yang dibacakan dengan benar. Masih memerlukan bantuan untuk menyimak dengan penuh perhatian. Menunjukkan sikap menyimak dengan ekspresi wajah dan gestur tubuh yang penuh perhatian. Mampu menjawab pertanyaan tentang teks yang disimak dengan tepat. Mampu menyampaikan pemikiran dan pendapat terhadap pertanyaan terbuka (nomor 4 dan 6) Nama Peserta Didik Menulis Kegiatan menulis awal ini bertujuan agar peserta didik berlatih mengungkapkan perasaan dan pendapat melalui gambar. Karena itu, alternatif jawaban peserta didik bisa sangat beragam. Namun, guru perlu membantu menyampaikan kembali pertanyaan agar dapat mudah dipahami peserta didik. 64 Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) 1. Bacalah lagi sebelum menuliskannya. Ikuti guru membacanya. 2. Sekarang, dapatkah kalian menuliskannya? k-u ku Menulis 1 2 1 2
104Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) Seperti pada bab sebelumnya, menuliskan gagasan melalui gambar mungkin merupakan hal yang baru bagi peserta didik kelas satu. Karena itu, guru perlu memodelkan proses berpikir lantang pada saat menggambar. Saat memodelkan menggambar di papan tulis, guru dapat mengungkapkan apa yang dipikirkannya seperti berikut ini. ● Waktu Ibu pilek, Ibu tidak bisa tidur karena sulit bernapas. Ibu juga terus bersin- bersin. Jadi, Ibu akan gambar wajah sedih di sini (sambil menggambar bibir melengkung ke bawah pada gambar wajah). ● Karena Ibu ingin cepat sembuh dari pilek, Ibu banyak minum air putih dan tidur. Ibu juga minum obat yang diberikan dokter (sambil menggambar kegiatan yang diceritakan tersebut di papan tulis). Setelah selesai menggambar, guru dapat menghapus contoh gambarnya di papan tulis. Hal ini dilakukan agar peserta didik tidak terpaku kepada gambar yang dibuat guru dan dapat membuat gambarnya sendiri. Kegiatan menuangkan ide dalam bentuk gambar ini tidak dinilai karena sekadar membiasakan peserta didik mengungkapkan gagasan secara tertulis.
Panduan Khusus Bab III Awas Kuman!105 Tabel 3.4 Contoh Jawaban Peserta Didik Pertanyaan Alternatif Jawaban Peserta didik 1. Saat aku pilek, aku merasa Peserta didik dapat menggambar dengan emotikon wajah datar, sedih, atau ekspresi lain. 2. Agar aku cepat sembuh dari pilek, aku Peserta didik dapat menggambar: makan; minum obat; tidur; jawaban lain sesuai dengan pengalaman peserta didik. 3. Agar temanku tidak tertular pilek, aku Peserta didik dapat menggambar: pakai masker; jawaban lain sesuai dengan pengalaman peserta didik. Bercerita Peserta didik menceritakan gambar yang dibuatnya pada kegiatan di atas kepada temanteman sekelas. Guru dapat memberikan kesempatan kepada peserta didik yang kurang aktif berbicara untuk menceritakan gambarnya di depan kelas atau di kelompok kecil peserta didik. Guru dapat meminta peserta didik untuk menceritakan gambar kepada peserta didik di sebelahnya secara bergantian. Tip Pembelajaran: Mengembangkan Kecakapan Berbicara dan Mendengar Kecakapan berbicara dan mendengarkan paparan teman perlu dilatih. Guru perlu memperhatikan beberapa hal sebagai berikut. a. Pastikan semua peserta didik mendapatkan kesempatan untuk menjelaskan idenya atau mempresentasikan karyanya kepada seorang teman, kelompok kecil, kelompok besar, maupun seluruh kelas. Hal ini bertujuan untuk melatih keberanian berbicara peserta didik secara bertahap. b. Tentukan dan beritahukan kriteria berbicara dengan jelas kepada peserta didik, misalnya: ⦁ berbicara dengan volume suara cukup keras sehingga dapat didengar oleh pendengar dengan baik; ⦁ mengartikulasikan kata-kata dengan baik (tidak bergumam); ⦁ berbicara dengan sikap tubuh yang baik (duduk atau berdiri tegak) dengan pandangan mata mengarah kepada pendengar. c. Guru juga perlu menentukan dan memberitahukan kriteria mendengarkan presentasi yang baik, misalnya:
106Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) ⦁ duduk dengan sikap tubuh menghadap ke pembicara; ⦁ menatap mata pembicara; ⦁ tidak berbicara selama menyimak presentasi teman; ⦁ meminta izin kepada pembicara untuk berkomentar atau bertanya dengan mengangkat tangan. Kecakapan bercerita peserta didik perlu dilatih. Sebagian peserta didik mungkin telah memiliki kepercayaan diri dan berani bercerita. Sebagian yang lain masih belum menyajikan ide secara terelaborasi. Nama peserta didik yang telah dan belum mampu bercerita dicatat dalam lembar amatan untuk mendapatkan bimbingan sesuai dengan kebutuhannya. Tabel 3.5 Contoh Lembar Pengamatan Bercerita Indikator Ketercapaian Kompetensi Mulai Berkembang Sedang Berkembang Berkembang Sesuai Harapan Sangat Berkembang Peserta didik mampu menyampaikan gagasan dengan runtut, jelas, dan baik melalui gambar yang dibuatnya. Masih memerlukan bantuan atau dorongan untuk bercerita tentang pengalaman Mampu bercerita tentang pengalamannya dengan menyebutkan beberapa kata kunci dan suara lirih. Mampu bercerita tentang pengalamannya saat pilek dengan singkat dan volume suara yang baik. Mampu bercerita tentang pengalamannya saat pilek dengan lengkap dan volume suara yang baik. Nama Peserta Didik Kosakata Baru Peserta didik menceritakan pemahamannya terhadap kata ‘kuman’. Pada kegiatan ini, peserta didik memperoleh pemahaman tentang kata ‘kuman’ melalui gambar pada cerita “Kuman Dilo”. Guru dapat mengajak peserta didik mengamati gambar untuk memperdalam pemahamannya. Pemahaman peserta didik terhadap kata baru ini diukur dari kemampuannya untuk: a. menunjukkan gambar yang mewakili kata baru tersebut pada cerita; b. menjelaskan tentang kata baru tersebut dengan bahasa yang sederhana; c. menjelaskan pemahamannya tentang hal lain terkait kata baru (di mana dan bagaimana). Kegiatan mendiskusikan kosakata ‘kuman’ merupakan pembiasaan kegiatan bernalar untuk peserta didik kelas satu. Kegiatan ini tidak dinilai. Namun, latihan
Panduan Khusus Bab III Awas Kuman!107 berdiskusi ini perlu berlangsung dalam suasana menyenangkan dan tidak membebani peserta didik. Guru perlu memberikan apresiasi terhadap setiap jawaban peserta didik. Berikut adalah contoh jawaban peserta didik sesuai dengan pengalaman dan pengetahuannya. Tentu peserta didik dapat memberikan jawaban lain. Tabel 3.6 Contoh Jawaban Peserta Didik Pertanyaan Alternatif Jawaban Peserta didik 1. Tunjuk gambar kuman pada cerita “Awas Kuman”. Peserta didik menunjuk gambar kuman pada salah satu gambar. 2. Menurut kalian, apakah kuman itu? Peserta didik dapat menjawab: ● yang ini (menunjuk gambar, tetapi tidak mengelaborasi); ● yang membuat sakit; ● benda kecil; ● jawaban lain sesuai dengan pengalaman dan pemahaman peserta didik. 3. Kuman bisa terdapat di mana saja? Peserta didik dapat menjawab: ● di dalam hidung; ● di apel atau di sini (sesuai gambar); ● di manamana; ● jawaban lain sesuai dengan pengalaman dan pemahaman peserta didik. 4. Apa yang terjadi bila kalian tertular penyakit? ● sakit; ● pilek; ● demam; ● tidak dapat bermain; ● jawaban lain sesuai dengan kosakata yang dikuasai peserta didik. 5. Bagaimana caranya agar kita terhindar dari kuman? Peserta didik dapat menjawab: ● mencuci tangan; ● jauh dari orang sakit; ● jawaban lain sesuai dengan pengalaman dan pemahaman peserta didik. Membaca Kegiatan berlatih membaca dan merangkai bunyi huruf, suku kata, dan kata terdapat pada setiap bab di Buku Siswa. Guru perlu memperkaya kegiatan ini dengan ragam kombinasi suku kata dan kata yang diawali dengan huruf ‘k’. Guru mengajak peserta didik untuk melakukan halhal berikut.
108Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) 1. Mengeja dan merangkai huruf menjadi suku kata dan kata. 2. Kenalkan bunyi setiap huruf sebelum merangkainya. Tunjukkan bagaimana bunyi dua huruf yang berbeda menjadi bunyi suku kata. 3. Mengenali binatangbinatang yang namanya diawali dengan suku kata ‘ku’. a. Minta peserta didik mengenali semua binatang yang dapat ditemukannya pada gambar tersebut. b. Kemudian, tunjuklah kembali binatangbinatang tersebut satu per satu. Misalnya kucing. Tanyakan kepada peserta didik, bagaimana bunyi awal kata ‘kucing’? Huruf apa kirakira yang mengawali kata ‘kucing’? Tip Pembelajaran Untuk memastikan semua peserta didik mendapat giliran menjawab, guru perlu menyampaikan bahwa pertanyaan ditujukan untuk peserta didik yang namanya disebut. Peserta didik lain harus dapat menunggu dengan tenang dan tidak berbicara meskipun sudah mengetahui jawabannya. Apabila peserta didik yang ditanya tidak dapat menjawab pertanyaan, segera tawarkan ke peserta didik lain untuk membantunya. Jangan menunggu peserta didik menjawab terlalu lama karena dapat membuatnya merasa gelisah dan tidak nyaman. Menulis Kegiatan ini dapat dilakukan dengan meminta peserta didik untuk: 1. mengikuti guru mengeja serta membaca ‘k’ dan ‘u’ sebelum menuliskannya; 1. Bacalah lagi sebelum menuliskannya. Ikuti guru membacanya. 2. Sekarang, dapatkah kalian menuliskannya? k-u ku Menulis 63Bab 3 | Awas Kuman! 1. Huruf apa saja yang terdapat pada kata ‘kuman’? Bacalah. 2. Nama binatang-binatang di bawah ini ada yang berawalan dengan suku kata ‘ku-‘. Apa saja? Tunjukkan dan sebutkan namanya kepada teman dan guru, ya. kuman ku - man k - u - m – a - n ku - man kuman Membaca
Panduan Khusus Bab III Awas Kuman!109 2. menuliskan suku kata ‘ku’ secara berulang mengikuti titiktitik pada huruf (guru dapat menggandakan lembar menulis pada Buku Siswa dan membagikannya kepada peserta didik); 64 Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) 1. Bacalah lagi sebelum menuliskannya. Ikuti guru membacanya. 2. Sekarang, dapatkah kalian menuliskannya? k-u ku Menulis 1 2 1 2 3. menuliskan suku kata ‘ku’ dalam namanama binatang pada kolom yang tersedia (guru dapat menggandakan lembar menulis pada Buku Siswa dan membagikannya kepada peserta didik). 65Bab 3 | Awas Kuman! ... pu - ... pu ... cing ... ra - ... ra 3. Lalu, tuliskan suku kata ‘ku-’ dalam nama-nama binatang di bawah ini. Dengan menuliskan suku kata ‘ku-’ pada nama-nama binatang, kalian berlatih menulis suku kata sederhana. ... da
110Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) Tabel 3.7 Rubrik Penilaian Menulis Suku Kata ‘ku-’ Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran Mulai Berkembang Sedang Berkembang Berkembang Sesuai Harapan Sangat Berkembang Peserta didik mampu menuliskan suku kata 'ku' pada nama binatang dengan tepat. Menulis Sedikit Bagian pada Salah Satu Huruf atau Tidak Menulis Sama Sekali Menulis Kedua Huruf dengan Bimbingan Menulis Kedua Huruf dengan Mandiri Menulis Kedua Huruf dengan Mandiri dan Sangat Baik Nama Peserta Didik Inspirasi Kegiatan Pengayaan Bagi para peserta didik yang telah dapat membaca dan menulis suku kata, kegiatan ini mungkin kurang sesuai. Guru dapat meminta mereka menulis keseluruhan nama binatang secara mandiri dalam buku tulis masingmasing. Inspirasi Kegiatan Pendampingan Sebagian peserta didik mungkin belum dapat memegang alat tulis dengan baik dan belum dapat menulis dengan postur tubuh duduk yang baik. Peserta didik seperti ini memerlukan pendampingan individual. Guru dapat mengelompokkan peserta didik seperti ini pada bangku yang berdekatan dalam kegiatan menulis agar guru mudah mengawasi dan memberikan bimbingan. Menyimak Teks bacaan ini memperdalam pemahaman peserta didik tentang kuman. Apabila pada teks sebelumnya peserta didik menunjuk gambar kuman dan menjelaskan tempatnya, pada teks ini peserta didik menerapkan pengetahuannya dalam mencegah penyebaran kuman.
Panduan Khusus Bab III Awas Kuman!111 66 Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) 1. Guru akan membacakan cerita ini. Simak baik-baik, ya. Jangan Lupa! Kalau kalian bersin, Ha...ha...ha Menyimak a. Cerita ini ditulis dengan urutan ilustrasi agar para peserta didik mampu memikirkan apa yang perlu dilakukan saat mereka batuk, bersin, dan keluar dari toilet. b. Saat membacakan cerita, guru dapat berjeda sejenak setelah membaca “Kalau kalian bersin ” demi memberikan kesempatan kepada para peserta didik untuk menjelaskan apa yang perlu mereka lakukan saat bersin. c. Jeda juga dapat dilakukan setelah meminta peserta didik mengamati gambar dengan teks “Kalau kalian batuk ... “ dan “Setelah kalian keluar dari kamar mandi”. d. Setelah membacakan cerita, periksa pemahaman peserta didik melalui pertanyaan menanggapi bacaan. Pemahaman peserta didik dapat terlihat dari jawaban lisannya terhadap pertanyaan tersebut. Tabel 3.8 Contoh Jawaban Peserta Didik Pertanyaan Alternatif Jawaban Peserta didik 1. Mengapa kita tidak boleh menularkan kuman kepada orang lain? ● nanti orang lain bisa sakit; ● bisa membuat orang lain sakit. 2. Apa yang bisa kalian lakukan agar kuman tidak menulari orang lain? ● pakai masker; ● menutup mulut kalau bersin; ● menutup mulut kalau batuk; ● mencuci tangan; ● jawaban lain sesuai dengan pengalaman dan pemahaman peserta didik.
112Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) Kegiatan ini mempertegas simpulan pada kegiatan menanggapi bacaan sebelumnya. Guru sebaiknya meminta para peserta didik untuk menyimpulkan kapan mereka perlu mencuci tangan. Diskusikan pula kondisi lain yang menuntut peserta didik perlu mencuci tangan (misalnya sebelum menyentuh makanan, sepulang bepergian, dan sebelum tidur). Bernyanyi 72 Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) Bernyanyi Lalu, dengarkan penjelasan guru di bawah ini. Cuci tangan perlu dilakukan sesering mungkin: • setiap selesai buang air kecil dan buang air besar; • sebelum menyentuh makanan; • sepulang dari bepergian atau bermain; • sebelum tidur. Balonku Balonku ada lima Rupa-rupa warnanya Hijau, kuning, kelabu Merah muda dan biru Meletus balon hijau, dor! Hatiku sangat kacau Balonku tinggal empat Kupegang erat-erat Cuci tangan harus sampai bersih. Cuci tangan tidak harus cepat-cepat. Kalian bisa melakukannya sambil menyanyikan lagu ini. 1 2 3 4 5 Di tempat cuci tangan yang tersedia di sekolah, ajak peserta didik mencuci tangan bersamasama dengan urutan yang benar sambil menyanyikan lagu yang terdapat di Buku Siswa atau lagu lain. Lagu pada Buku Siswa dinyanyikan dengan nada lagu Balonku. Membaca Setelah membaca suku kata ‘ka’ ,’ki’, ‘ku’, ‘ke’, dan ‘ko’ bersamasama, guru mengajak peserta didik menemukan suku kata yang diawali huruf ‘k’ pada nama nama binatang. Guru dapat memperbanyak halaman pada Buku Siswa dan meminta peserta didik menggarisbawahi atau melingkari suku kata yang diawali dengan huruf ‘k’. Setelahnya guru mengajak peserta didik untuk membaca namanama binatang tersebut bersamasama.
Panduan Khusus Bab III Awas Kuman!113 73Bab 3 | Awas Kuman! 2. Temukan dan bacalah suku kata ‘ka-‘, ‘ki-‘, ‘ku-‘, ‘ke-‘, ‘ko-‘ dalam nama-nama binatang di bawah ini. Tandai suku kata yang diawali dengan huruf ‘k,’ ya. katak keledai kelinci kutu kijang kakaktua Dengan membaca ‘ka-’, ‘ki-’, ‘ku-’, ‘ke-’, dan ‘ko-’, kalian berlatih merangkai huruf menjadi suku kata. Kesalahan Umum Suku kata adalah kesatuan bunyi yang merupakan bagian dari kata. Mengenali suku kata yang tepat merupakan kemampuan fonemik yang penting bagi peserta didik. Misalnya, penggalan suku kata pertama kelinci adalah ‘ke’; bukan ‘kel-‘. Namun, dalam proses pengenalan ini, tentunya tidak apa-apa apabila peserta didik menandai (melingkari/menggarisbawahi) suku kata yang diawali huruf ‘k’ saja dan tidak terkait dengan bunyi suku kata pertama. Tabel 3.9 Contoh Rubrik Penilaian Mengenali Suku Kata yang Diawali dengan Huruf ‘k’ (Beri tanda centang (✔) pada baris nama peserta didik sesuai nilainya) Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran Mulai Berkembang Sedang Berkembang Berkembang Sesuai Harapan Sangat Berkembang Peserta didik mampu merangkai bunyi huruf ‘k’ dan huruf vokal lain dengan baik. Tidak Menandai (Melingkari/ Menggarisbawahi) Suku Kata yang Diawali Huruf ‘k’ Sama Sekali Menandai (Melingkari/ Menggarisbawahi Huruf ‘k’ Saja Menandai (Melingkari/ Menggarisbawahi Suku Kata yang Diawali dengan Huruf ‘k’ Menandai (Melingkari/ Menggarisbawahi Suku Kata yang Diawali dengan Huruf ‘k’ dan Menambahkan Pengetahuannya Tentang Bunyi (Misalnya Menandai ‘ka’ pada Kata ‘katak’ dan ‘ki’ pada Kata ‘kijang’) Nama Peserta Didik
114Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) Menulis 75Bab 3 | Awas Kuman! Dengan menuliskan nama binatang, kalian berlatih menulis kata yang diawali dengan huruf ‘k’. Nama: Nama: Nama: Makanan kesukaan: Makanan kesukaan: Makanan kesukaan: Penilaian Sumatif: Membuat Kartu Nama Pada kegiatan ini, peserta didik berlatih menulis nama binatang yang diawali huruf ‘k’. Peserta didik dapat merujuk pada nama binatang dari kegiatan sebelumnya. Guru dapat memperbanyak dan membagikan kartu nama binatang yang terdapat di Buku Siswa untuk ditulisi oleh peserta didik. a. Peserta didik yang belum lancar menulis perlu dibimbing untuk mencontoh nama binatang yang terdapat pada kegiatan sebelumnya.
Panduan Khusus Bab III Awas Kuman!115 b. Peserta didik yang telah lancar menulis dapat dimotivasi untuk menulis nama binatang secara mandiri atau dengan sedikit bimbingan. Tabel 3.10 Contoh Rubrik Penilaian Sumatif: Menulis Nama Binatang Kriteria ketercapaian Tujuan Pembelajaran Mulai Berkembang Sedang Berkembang Berkembang Sesuai Harapan Sangat Berkembang Peserta didik mampu merangkai huruf dan suku kata pada nama binatang dengan baik secara tertulis. Menulis dengan Bimbingan Guru Secara Penuh, Misalnya dengan Mencontoh Model Huruf yang Diberikan Kepadanya Menulis dengan Bimbingan Guru Secara Parsial, Misalnya Menuliskan Huruf yang Didikte oleh Guru Menulis Nama Binatang dengan Mandiri, Tetapi dengan Banyak Kesalahan Ejaan Menulis nama Binatang dengan Mandiri, Tulisan Memiliki Beberapa Kesalahan Ejaan Nama Peserta Didik Mengamati Sebelum memulai diskusi dengan peserta didik, ajak peserta didik mengamati gambar dengan saksama. Arahkan perhatian peserta didik ke gambar kegiatan yang ada di pasar dan barangbarang yang dijual di sana. Kemudian, ajukan pertanyaanpertanyaan di bawah gambar untuk memandu diskusi dengan peserta didik. Tip Pembelajaran Guru perlu mengingatkan peserta didik tentang etika berdiskusi sesering mungkin. Ingatkan peserta didik untuk meminta izin sebelum berbicara dengan mengangkat tangannya, menyimak teman berbicara, dan menunggu teman menyelesaikan ucapannya sebelum menyampaikan pendapat. Para peserta didik diminta untuk mengungkapkan pemahaman mereka terhadap makanan kotor dan makanan bersih yang terdapat pada gambar pasar di atas. Pastikan para peserta didik memahami instruksi memberikan tanda silang pada makanan kotor dan tanda centang pada makanan bersih. Jelaskan hingga mereka memahaminya.
116Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) Tabel 3.11 Jawaban Benar untuk Kegiatan Menandai Makanan Bersih dan Makanan Kotor Makanan Bersih atau Kotor? Berikan Tanda Centang atau Silang Tip Pembelajaran Guru perlu mengingat bahwa jawaban para peserta didik dipengaruhi oleh pengalaman dan pemahaman mereka. Apabila jawaban mereka tidak tepat, tanyakan alasannya. Guru perlu bersikap fleksibel apabila jawaban tersebut tidak tepat, namun didasari oleh alasan yang masuk akal. Contohnya begini. Bisa jadi peserta didik menyebutkan bahwa makanan yang biasa ia konsumsi (misalnya yang dijual di gerobak) adalah makanan bersih. Untuk menyikapi jawaban ini, guru perlu bersikap bijak dengan tidak menghakimi makanan yang dikonsumsi peserta didik dan keluarganya. Namun, guru perlu mengingatkan peserta didik bahwa makanan yang dibeli dari berbagai tempat sebaiknya dikemas dengan baik serta tertutup sehingga terhindar dari debu dan lalat.
Panduan Khusus Bab III Awas Kuman!117 Inspirasi Kegiatan Bersama Orang Tua Bapak dan Ibu Guru, libatkan orang tua untuk meneruskan pembelajaran dan mengenalkan kebiasaan baik di rumah. Terkait dengan tema bab ini, orang tua dapat diajak untuk membiasakan peserta didik hidup bersih dan sehat. Minta orang tua untuk: ● berupaya menyiapkan bekal kudapan atau makan siang agar peserta didik tidak membeli makanan dari tempat yang tidak terjamin kebersihannya; ● membiasakan hidup bersih dan sehat di rumah, seperti cuci kaki sepulang dari sekolah atau tempat lain dan sebelum tidur, sering mencuci tangan, serta mengonsumsi makanan sehat dan bersih; ● membacakan buku cerita kepada peserta didik dengan tema kebersihan dan kesehatan, serta mengajak peserta didik mengenali huruf ‘k’ pada buku tersebut. Tentu orang tua dapat berkonsultasi dengan guru apabila mengalami hambatan atau kendala dalam melakukan kegiatankegiatan di atas. Jurnal Membaca Pastikan peserta didik membaca setiap hari. Pada kegiatan 15 menit membaca sebelum pembelajaran setiap hari, guru dapat membacakan buku pengayaan fiksi dan nonfiksi bergambar yang terkait dengan tema pembelajaran. Apabila buku dengan tema terkait tidak tersedia, guru dapat membacakan buku apa saja yang sesuai dengan minat dan jenjang peserta didik. Saat ini, buku pengayaan tersedia dalam bentuk digital dan dapat diunduh dengan cumacuma. Guru dapat memperkenalkan bukubuku tersebut kepada peserta didik dan keluarganya di rumah. Buku Kue Kimu ini dapat diunduh dengan cumacuma dari laman SIBI https://buku.kemdikbud.go.id/katalog/kue-kimu Kalian juga dapat memindai gambar berikut untuk membaca: A Lia Herliana dan Ratu Wulan KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI REPUBLIK INDONESIA 2022
118Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) Guru perlu memberikan petunjuk kepada orang tua tentang cara membantu peserta didik mengisi Jurnal Membaca ini. 80 Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) Jurnal Membaca Nama: ................................................. Judul Buku: ..................................................................... Nama Penulis: ................................................................. Nama Ilustrator: ............................................................ Apakah kalian pernah menengok teman atau saudara yang sakit? Apa yang kalian bawa untuknya? Gambarkan di sini, ya. Contoh Surat kepada Orang Tua Bapak dan Ibu Orang Tua/Wali Peserta Didik Kelas Satu, Ananda … (diisi dengan nama peserta didik) telah menyelesaikan pembelajaran di Bab 3 pada Buku Siswa. Pada bulan ini, Ananda mengenali kebiasaan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan diri di sekolah. Semoga Ananda dapat meneruskan kebiasaan baik tersebut di rumah. Diskusikan hal baru yang telah Ananda pelajari di sekolah. Berikan pujian dan penghargaan apabila Ananda menerapkan kebiasaan baik tersebut di rumah. Bersama ini, kami pinjamkan buku perpustakaan sekolah. Anda juga dapat membacakan buku-buku lain tentang kebiasaan merawat kebersihan dan kesehatan diri lainnya. Seperti biasanya, bantu Ananda menulis judul buku, nama penulis, dan nama ilustrator pada Jurnal Membacanya. Lalu, diskusikan isi buku tersebut dengan Ananda; apakah ia menyukai tokoh ceritanya? Mengapa? Selamat membacakan buku dan salam hangat.
Panduan Khusus Bab III Awas Kuman!119 Membaca Kata Minggu Ini Peserta didik perlu melihat bentuk katakata berulang kali agar dapat mengenal bentuk kata dengan baik, serta menghubungkannya dengan bunyi dan arti kata tersebut. Karena itu, materi cetak berperan penting dalam meningkatkan kemampuan membaca peserta didik kelas satu. Lima kata berikut adalah kata kata yang perlu dihafalkan oleh peserta didik sepanjang pembelajaran Bab III. Katakata ini ditempelkan pada kamus dinding dan dibaca bersamasama setiap hari. Apabila perlu, guru dapat membuat kartu dengan lima kata ini dan membagikannya kepada peserta didik untuk dibawa ke rumah. Guru dapat menyampaikan kepada orang tua peserta didik untuk membaca katakata ini bersamasama dengan peserta didik di rumah setiap hari. 81Bab 3 | Awas Kuman! Bisakah kalian membaca kata-kata di bawah ini? Ikuti guru membacanya, ya. Membaca kuda kotak kaca kelapa kita G. Refleksi 1. Memetakan Kemampuan Peserta Didik a. Pada akhir Bab III ini, guru telah memetakan peserta didik sesuai dengan kemampuan masingmasing melalui asesmen formatif dan sumatif dalam kegiatan sebagai berikut. 1) Menjelaskan informasi dari teks yang disimak dengan tepat (menyimak). 2) Mengenali dan membaca suku kata yang diawali dengan huruf ‘k’ (membaca). 3) Menceritakan pengalamannya dengan runtut dan jelas (berbicara). 4) Menulis nama binatang yang diawali dengan huruf ‘k’ (sumatif menulis).
120Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) b. Catat kemampuan peserta didik dari setiap kegiatan tersebut pada tabel di bawah ini. Guru juga dapat mengubah catatan kemampuan peserta didik (mulai berkembang, sedang berkembang, berkembang sesuai harapan, dan sangat berkembang) menjadi skor angka 14 agar mudah dihitung jumlah totalnya selama periode tertentu. Tabel 3.12 Contoh Pemetaan Peserta Didik Berdasarkan Kompetensi yang Diajarkan di Bab III No. Nama Peserta Didik Nilai Peserta Didik Menjelaskan informasi dari teks yang disimaknya dengan tepat Menceritakan pengalamannya dengan jelas dan runtut Mengenali dan Membaca Suku Kata yang Diawali Huruf ‘k’ Menulis Nama Binatang yang Diawali dengan Huruf ‘k’ 1. Ahmad 2. Dayu 3. Doni 4. Made 5. Martin 6. Melisa 7. Kristina 8. Syifa 9. 10. 11. 12. dst. 4. Merujuk kepada tabel ini, guru merencanakan pendekatan pembelajaran pada bab berikutnya. Guru memetakan peserta didik untuk mendapatkan bimbingan secara individual atau bimbingan dalam kelompok kecil melalui kegiatan pendampingan atau perancah. Guru juga perlu merencanakan kegiatan pengayaan untuk peserta didik yang memiliki minat khusus atau kemampuan belajar di atas teman temannya. Dengan demikian, penilaian akhir bab ini membantu guru untuk merencanakan pembelajaran yang terdiferensiasi sesuai dengan kompetensi peserta didik.
Panduan Khusus Bab III Awas Kuman!121 2. Merefleksi Strategi Pembelajaran: Apa yang Sudah Baik dan Perlu Ditingkatkan Tabel 3.13 Contoh Refleksi Strategi Pembelajaran di Bab III No. Pendekatan/Strategi Sudah Saya Lakukan Sudah Saya Lakukan, Tetapi Belum Efektif Masih Perlu Saya Tingkatkan Lagi 1. Saya sudah menyiapkan media dan alat peraga sebelum memulai pembelajaran. 2. Saya sudah melakukan kegiatan pendahuluan dan mengajak peserta didik berdiskusi, membuat prediksi terhadap tema yang akan dibahas. 3. Saya sudah meminta peserta didik mengamati gambar sampul cerita sebelum membacakan isi cerita. 4. Saya sudah mengelaborasi tanggapan seluruh peserta didik dalam kegiatan berdiskusi. 5. Saya sudah membiasakan peserta didik untuk berbicara dalam kelompok dan di depan kelas dengan volume yang baik dan artikulasi yang jelas. 6. Saya sudah membiasakan peserta didik untuk mendengarkan paparan teman dengan sikap yang baik dan menghargai teman. 7. Saya sudah memberikan alternatif kegiatan pendampingan dan pengayaan sesuai dengan kompetensi peserta didik. 8. Saya sudah memperhatikan reaksi peserta didik dan menyesuaikan strategi pembelajaran dengan rentang perhatian dan minat peserta didik. 9. Saya sudah memilih dan menggunakan media dan alat peraga pembelajaran yang relevan di luar yang disarankan Panduan Guru ini. 10. Saya memanfaatkan alat peraga pada dinding kelas seperti kamus dinding dan kartu kata secara efektif dalam pembelajaran.
122Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) No. Pendekatan/Strategi Sudah Saya Lakukan Sudah Saya Lakukan, Tetapi Belum Efektif Masih Perlu Saya Tingkatkan Lagi 11. Saya telah mengumpulkan hasil pekerjaan peserta didik sebagai asesmen formatif peserta didik. 12. Saya telah mengajak para peserta didik merefleksi pemahaman dan keterampilan mereka pada akhir pembelajaran bab III. Tabel 3.14 Contoh Refleksi Guru di Bab III Keberhasilan yang saya rasakan dalam mengajarkan bab ini: ............................................................................................................................................... Kesulitan yang saya alami dan akan saya perbaiki untuk bab berikutnya: ............................................................................................................................................... Kegiatan yang paling disukai peserta didik: ............................................................................................................................................... Kegiatan yang paling sulit dilakukan peserta didik: ............................................................................................................................................... Buku atau sumber lain yang saya temukan untuk mengajar bab ini: ............................................................................................................................................... H. Sumber Belajar Utama 1. Transisi PAUDSD: Penguatan Melalui Pembelajaran yang Menyenangkan https://buku.kemdikbud.go.id/s/TPS3 2. Asah Kemampuan Bernalar Kritis dan Kreatif Melalui Membaca https://buku.kemdikbud.go.id/s/sbbi3
Bab IVBab IV Aku Bisa!Aku Bisa! KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI REPUBLIK INDONESIA, 2023 Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! (Edisi Revisi) untuk SD/MI Kelas 1 Penulis: Sofie Dewayani ISBN 978-623-118-510-5 (jil.1 PDF)
Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi)124 A. Pendahuluan Bapak dan Ibu Guru, Bab IV ini mengajak peserta didik untuk bergerak dan bergembira. Kegiatan bermain sambil belajar ini akan membantu mereka untuk beradaptasi meningkatkan motivasi belajar di kelas. Peserta didik diajak untuk menirukan berbagai gerak binatang sambil meningkatkan keterampilan berbahasanya. Selama mempelajari Bab IV ini, guru dapat: ● melakukan kegiatan pembelajaran di luar kelas; ● mengajak peserta didik bernyanyi dan menggerakkan badan sesuai syair lagu serta memanfaatkan media permainan seperti bola, balok, dan boneka. Kegiatan ini sangat baik dilakukan untuk membangkitkan semangat sebelum mulai pembelajaran. Peta Materi Tujuan Pembelajaran: Dengan menyimak, menanggapi, dan menirukan gerakan pada bacaan tentang aneka gerak, peserta didik dapat melakukan instruksi serta membaca dan menulis suku kata yang diawali dengan huruf ‘l’. Menulis suku kata ‘la-,’ ‘lu-,’ ‘li-,’ ‘le-.’ Mengenali dan membaca nama binatang yang diawali dengan huruf ‘l’ secara berulang-ulang. Menyimak guru membaca nama binatang yang berawalan ‘l’ dan menirukan gerakannya. Menunjukkan suku kata ‘la-,’ ‘lu-,’ ‘li- ,’ ‘le-,’ pada nama binatang. Menyimak guru melafalkan nama binatang yang diawali dengan huruf ‘l’ dan menirukannya. Menyimak guru merangkai bunyi huruf ‘l’ dan huruf vokal kemudian menirukannya. Gambar 4.1 Peta Materi Bab IV Tujuan Pembelajaran Bab Ini: Dengan menyimak, menanggapi, dan menirukan gerakan pada bacaan tentang aneka gerak, peserta didik dapat melakukan instruksi serta membaca dan menulis suku kata yang diawali dengan huruf ‘l’. Tujuan pembelajaran ini dicapai dengan rangkaian aktivitas pada skema di bawah ini. Skema ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik dan kondisi sekolah yang beragam. Selain kegiatan menyimak, membaca dan memirsa, berbicara, dan menulis sambil memperdalam pengetahuan huruf, meningkatkan kesadaran bunyi huruf ‘l’, dan berlatih merangkainya dengan bunyi huruf vokal, bab empat ini mengajak peserta didik bergerak sesuai instruksi dan bermain sesuai aturan. Keseluruhan aktivitas di bab empat dijelaskan pada tabel skema pembelajaran berikut ini.
Panduan Khusus Bab IV Aku Bisa!125 Tabel 4.1 Skema Pembelajaran Bab IV Alur Tujuan Pembelajaran Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran Pokok Materi Aktivitas Kosakata Sumber Belajar Menyimak Menyimak dengan saksama dan memahami informasi yang dibacakan dengan bantuan gambar. Peserta didik menirukan gerakan dalam cerita yang dibacakan guru. Cerita “Parade Binatang” Peserta didik menyimak cerita yang dibacakan guru, lalu mengikuti instruksi guru untuk mengikuti gerakan dalam cerita tersebut. suara ribut menari Mengentakkan kaki melompat tirukan berdansa Buku Siswa Membaca Mengenali dan mengeja kombinasi huruf pada suku kata dan kata yang sering ditemui. Peserta didik mampu merangkai bunyi huruf ‘l’ dan huruf vokal lain dengan baik. Kata yang diawali huruf ‘l’ Mengikuti guru membaca nama nama binatang yang diawali dengan huruf ‘l’ dan mencocokkannya dengan gerakannya. Mengikuti guru membaca kalimat pendek. Melafalkan bunyi huruf ‘l’. Membaca dan menguraikan huruf dan suku kata dalam kata ‘labalaba’. cecak belalang paus lalat lebah lutung kuda laut berenang merayap Buku Siswa Kartu huruf Kartu kata Kartu suku kata Menulis Menulis huruf kapital dan huruf kecil. Peserta didik mampu menulis huruf ‘L’ dan ‘l’ dengan baik. Huruf ‘L’ dan ‘l’ Peserta didik menulis huruf ‘L’ dan ‘l’, lalu menunjukkan letaknya dalam kalimat. Buku Siswa Kartu huruf Berbicara Mengungkapkan pengalaman dan pendapatnya dengan jelas dan tertib. Peserta didik mampu menyampaikan pendapatnya terhadap gambar “Bermain Ular Naga” dengan tertib. Gambar “Bermain Ular Naga” Peserta didik menjawab pertanyaan guru terkait gambar “Bermain Ular Naga”. ular naga Buku Siswa Menyimak Menyimak, memahami, dan melakukan instruksi orang lain. Peserta didik mampu melakukan instruksi melalui kegiatan “Bermain Ular Naga” dengan baik. Gambar “Bermain Ular Naga” Peserta didik menyimak penjelasan guru tentang cara bermain ular naga dan melakukannya. Buku Siswa
Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi)126 Alur Tujuan Pembelajaran Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran Pokok Materi Aktivitas Kosakata Sumber Belajar Menulis Menuliskan atau menggambarkan pengalamannya dalam struktur prosedur sederhana. Peserta didik mampu menggambarkan pengalamannya bermain ular naga dengan runtut. Gambar “Bermain Ular Naga” Peserta didik menanggapi pertanyaan guru dalam bentuk gambar yang berurut dengan struktur prosedur sederhana. Buku Siswa Membaca dan Mengamati Menyimpulkan dan mengklasifikasi informasi pada gambar. Peserta didik mampu menunjukkan gambar objek yang ditarik dan didorong dengan baik. Gambar “Dorong atau Tarik?” Peserta didik mengamati gambar, kemudian menandai gambar objek yang didorong dan ditarik. Buku Siswa Menulis Menulis dan merangkai kombinasi huruf pada suku kata dan kata yang sering ditemui. Peserta didik mampu melengkapi nama binatang dengan suku kata ‘la’, ‘lu’, ‘li’, dan ‘le ’ dengan baik. Suku kata ‘la’, ‘lu’, ‘li’, dan ‘le’ Peserta didik mengeja nama binatang dengan bantuan gambar, kemudian melengkapi nama binatang tersebut dengan suku kata ‘la’, ‘lu’, ‘li’, dan ‘le’. Luwak Lipan Lele Buku Siswa Kartu huruf Kartu suku kata B. Konsep dan Keterampilan Prasyarat Aktivitas pada bab ini membutuhkan partisipasi aktif peserta didik untuk melakukan gerakan motorik sesuai instruksi guru. Pada awal fase A, peserta didik seharusnya telah dapat berlari, melempar bola, melompat dengan satu atau dua kaki. C. Penyajian Materi Esensial Pada bab ini guru juga meningkatkan kecakapan literasi peserta didik kelas satu dengan: ● Mengajak peserta didik menirukan guru membaca kalimat dalam bacaan fiksi dan nonfiksi tentang gerak; belajar mengeja dan membaca kata-kata sehari-hari yang memiliki suku kata ‘la‘, ‘li‘, ‘lu‘, ‘le‘, dan ‘lo.‘
Panduan Khusus Bab IV Aku Bisa!127 ● Menulis suku kata ‘la‘, ‘li‘, ‘lu‘, ‘le‘, dan ‘lo’; menggambarkan urutan kejadian sederhana. ● Menyimak teks fiksi dan nonfiksi yang dibacakan guru tentang gerak. ● Mengeja kata yang memiliki suku kata ‘la‘, ‘li‘, ‘lu‘, ‘le‘, dan ‘lo‘ yang dikenali sehari hari . ● Menulis kata yang memiliki suku kata ‘la‘, ‘li‘, ‘lu‘, ‘le‘, dan ‘lo‘. ● Mengemukakan pendapat dan mendiskusikan permainan ular naga. ● Menggambarkan cara bermain ular naga. D. Apersepsi Sebelum memulai aktivitas pada bab ini, guru dapat menyiapkan peserta didik dengan ● Meletakkan kartu kata yang memiliki suku kata ‘la‘, ‘li‘, ‘lu‘, ‘le‘, dan ‘lo‘ pada kamus dinding. ● Menempelkan nama benda pada bendabenda di kelas yang namanya diawali dengan huruf ‘l’ (seperti lampu dan lemari). ● Membacakan bukubuku fiksi dan nonfiksi tentang permainan dan olahraga. ● Mengajak peserta didik mengenali kata yang memiliki suku kata ‘la‘, ‘li‘, ‘lu‘, ‘le‘, dan ‘lo‘ pada juduljudul buku di pojok baca kelas. E. Penilaian Sebelum Pembelajaran Guru dapat melakukan pengamatan terhadap kemampuan motorik peserta didik dalam aktivitas bermain dan kemampuan mereka untuk dapat melakukan gerakan sesuai instruksi. Sebelum melakukan aktivitas pada bab ini, ajak peserta didik untuk melakukan permainan yang membutuhkan peserta didik untuk berlari, berjalan, melempar bola, serta melompat dengan satu atau dua kaki. Berikan abaaba untuk berjalan, berlari, melempar bola, melompat satu kaki dan dua kaki. Peserta didik yang belum dapat melakukan gerakan sesuai instruksi perlu dicatat dan diberikan instruksi secara individual. Guru juga dapat melaporkan nama peserta didik yang belum dapat melakukan gerakan yang diinstruksikan kepada guru PJOK untuk diberikan bimbingan khusus.
Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi)128 F. Panduan Pembelajaran Bab IV: Aku Bisa! Tema: Bermain dan Bergerak Saran Periode Waktu: 25 JP Media Pembelajaran ● Buku Siswa; ● kartu huruf; ⦁ kartu suku kata ‘la‘, ‘li‘, ‘lu‘, ‘le‘, dan ‘lo‘; ⦁ kartu bergambar bendabenda yang namanya diawali dengan suku kata ‘la‘, ‘li‘, ‘lu‘, ‘le‘, dan ‘lo‘; ● alat tulis dan alat warna; ⦁ bukubuku bacaan fiksi dan nonfiksi bertema kebersihan dan kesehatan yang sesuai untuk peserta didik kelas satu. Aktivitas Pembelajaran Bermain dan bergerak dapat menumbuhkan motivasi, minat belajar, serta daya konsentrasi peserta didik. Untuk dapat bergerak dengan baik dan mengoptimalkan potensi fisiknya, peserta didik perlu memahami gerak, mengenali kosakata terkait gerak, menyimak dan melakukan instruksi untuk bergerak, serta dapat menyajikan pengalamannya secara lisan dan tertulis. Tip Pembelajaran: Mengenali dan Mengamati Gerak Ketika mengajak peserta didik mengamati gambar tentang gerak pada awal bab, guru mengajak peserta didik untuk menebak kegiatan dan gerakan yang dilakukan anak- anak pada gambar. Tanyakan kepada para peserta didik, apakah mereka mengenali permainan atau olahraga yang dilakukan pada gambar tersebut dan apakah mereka pernah atau sering melakukannya.
Panduan Khusus Bab IV Aku Bisa!129 Menyimak Tip Pembelajaran Membangun imajinasi dengan menyimak dan mengamati gambar tentang gerak. Ketika membacakan cerita “Parade Binatang”, minta peserta didik menebak suara apa yang dijelaskan oleh teks dengan melihat ilustrasi pada cerita. Mintalah peserta didik untuk mengamati gambar kelinci (dan gambar binatang-binatang lain; apa yang mereka lakukan? Lalu, minta peserta didik untuk mengikuti gerakan setiap binatang yang tampil dalam parade. Tabel 4.2 Contoh Lembar Pengamatan Kemampuan Menyimak Kriteria Ketercapaian Kompetensi Mulai Berkembang Sedang Berkembang Berkembang Sesuai Harapan Sangat Berkembang Peserta didik menirukan gerakan dalam cerita yang dibacakan guru. Masih memerlukan bantuan untuk menyimak dengan penuh perhatian. Menunjukkan sikap menyimak dengan ekspresi wajah dan gestur tubuh yang penuh perhatian. Mampu melakukan salah satu; menyebutkan nama binatang atau menirukan gerakannya dengan tepat. Mampu menyebutkan nama binatang dan menirukan gerakannya dengan tepat. Nama Peserta Didik Menirukan & Melakukan Ketika meminta peserta didik menirukan gerakangerakan binatang dalam parade, guru mengupayakan agar peserta didik mengekspresikan kegembiraan melalui gerak. Tentu, peserta didik dapat mengekspresikan gerakan tersebut secara kreatif. Para peserta didik juga dapat memodifikasi gerakan sesuai imajinasi dan pemahaman mereka tentang gerakan tersebut.
Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi)130 a. Beri kebebasan kepada para peserta didik untuk memilih binatang yang mereka sukai. b. Beri kebebasan kepada peserta didik untuk mengembangkan gerakan binatang tersebut sesuai dengan imajinasi masingmasing. c. Beri kebebasan kepada peserta didik untuk menggabungkan gerakan binatang dengan suara binatang tersebut. d. Bergeraklah bersama peserta didik dan bersenangsenanglah! Tip Pembelajaran: Mengakui Keunikan Peserta Peserta didik dengan kebutuhan khusus juga perlu diberi kesempatan untuk mengeksplorasi gerak. Berikanlah kesempatan kepadanya untuk bergerak dengan gembira sesuai dengan keunikannya. Mintalah bantuan pendamping peserta didik berkebutuhan khusus, apabila tersedia, untuk membantu peserta didik berkebutuhan khusus mengembangkan kreativitas dan imajinasinya. Begitu pula dengan sebagian peserta didik yang sulit mengekspresikan kegembiraannya karena sangat pemalu. Tentunya guru tidak dapat memaksa para peserta didik seperti ini untuk mengekspresikan diri seperti teman-temannya. 1. Sebelum meminta peserta didik mengenali gerak binatang, bacakan nama binatang dan nama gerakan kepada peserta didik. Guru dapat menunjukkan nama gerakan, lalu meminta peserta didik menyebutkan nama binatang yang memiliki gerakan seperti itu. Misalnya, binatang apa yang melompat di sini? Sebaliknya, guru dapat menunjukkan nama binatang, lalu meminta peserta didik menyebutkan gerakannya. Misalnya, bagaimana harimau bergerak? 92 Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) 1. Ikuti guru membaca nama binatang-binatang di bawah ini, lalu ceritakan cara mereka bergerak. Setelah itu tirukan gerakan mereka, ya. Membaca lompat lari merayap berenang terbang
Panduan Khusus Bab IV Aku Bisa!131 2. Membaca teks tentang gerakan binatang a. Ketika membacakan teks tentang gerakan binatang, tunjuk setiap kata pada teks tersebut agar peserta didik dapat menghubungkan bunyi dan bentuk kata. b. Berikan jeda antarkalimat yang dibaca demi memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk meneruskan kalimat berdasarkan pemahamannya terhadap huruf awal pada kata tersebut. Misalnya, “lalat terbang, lebah t...?” 93Bab 4 | Aku Bisa! 2. Bacalah bersama guru dan teman-teman. Lalat terbang. Lebah terbang. Kuda laut berenang. Lutung melompat. Laba-laba merayap. Tip Pembelajaran: Memanfaatkan Pengetahuan Latar Bangun pengetahuan baru dari pengetahuan yang telah dimiliki peserta didik. Peserta didik mungkin lebih mengenali nama-nama binatang pada gambar (lalat, lebah, lutung, lumba-lumba, dan laba-laba) dalam bahasa daerah mereka. Gunakan pengetahuan tentang bahasa daerah ini untuk memperkenalkan nama binatang tersebut dalam bahasa Indonesia. 3. Mengenali huruf ‘l’ dan bunyi huruf ‘l’ Seperti pada huruf lain yang dikenalkan pada bab sebelumnya, guru sebaiknya memperkenalkan nama huruf dan bunyinya agar peserta didik dapat menggabungkan bunyi ini dengan bunyi huruf lain, terutama huruf vokal. Hal ini bertujuan membantu peserta didik menggabungkan kedua bunyi huruf tersebut menjadi bunyi suku kata.
Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi)132 4. Membaca suku kata Saat mengajak peserta didik mengeja serta menguraikan suku kata dan huruf dalam kata ‘labalaba’, peragakan juga bagaimana menguraikan bunyi suku kata dari kata dan bunyi huruf dari suku kata tersebut. Lakukan hal yang sama untuk katakata yang diawali huruf ‘l’ yang lain. Pada kegiatan ini, guru dapat menggunakan kartu kata pada kamus dinding kelas (catatan: mengenai kartu kata, telah dijelaskan pada panduan umum buku Panduan Guru). Dengan menggunakan kartu kata yang ada di kelas, guru dapat melakukan aktivitas dengan katakata lain yang mengandung suku kata ‘la’, ‘li’, ‘lu’, ‘le’, ‘lo’ selain contoh kata yang diperkenalkan pada Bab IV ini. Tabel 4.3 Contoh Rubrik Penilaian Mengenali dan Merangkai Huruf Menjadi Suku Kata dan Kata Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran Mulai Berkembang Sedang Berkembang Berkembang Sesuai Harapan Sangat Berkembang Peserta didik mampu merangkai bunyi huruf ‘l’ dan huruf vokal lain dengan baik. Tidak Dapat Mengenali Huruf dalam Kata ‘laba laba’. Dapat Mengenali Huruf dalam Kata ‘labalaba’ Dapat Mengenali Huruf dan Merangkainya, serta Membaca Suku Kata ‘la’ dan ‘ba’ dalam Kata ‘labalaba’. Dapat Mengenali Huruf, Merangkainya, Membaca Suku Kata, serta Membaca Kata ‘labalaba’. Nama Peserta Didik. Inspirasi Kegiatan Perancah Peserta didik yang belum dapat mengenali huruf dan bunyi huruf perlu mendapatkan pendampingan individual. Guru dapat membantunya berlatih mengenali huruf dan bunyinya, serta mengenali huruf awal dalam kata-kata benda. Dalam kegiatan pendampingan ini, guru perlu menggunakan alat peraga berupa kartu huruf, kartu suku kata, dan kartu kata dengan gambar benda. Peserta didik yang memerlukan pendampingan khusus dapat dipisahkan ke dalam kelompok kecil untuk mendapatkan bimbingan langsung dari guru. Ketika temannya mengerjakan tugas mandiri, mereka dapat belajar dalam kelompok kecil itu.
Panduan Khusus Bab IV Aku Bisa!133 Inspirasi Kegiatan Pengayaan Peserta didik yang telah dapat membaca suku kata dan kata secara mandiri perlu diperkenalkan dengan berbagai kombinasi suku kata. Berikan buku bergambar dan kartu kata kepadanya agar ia dapat mengenal beragam bentuk dan bunyi kata beserta maknanya dalam buku. Peserta didik seperti ini juga memerlukan pendampingan khusus agar kecakapannya dapat berkembang secara optimal. Peserta didik dapat bekerja mandiri pada saat guru mendampingi peserta didik lain dalam kegiatan perancah. Namun demikian, peserta didik yang mendapatkan tugas pengayaan ini tetap perlu dipantau. Siapa tahu mereka ternyata juga membutuhkan bantuan. Menulis Selain melatih motorik halus peserta didik, kegiatan menulis juga dapat meningkatkan kepercayaan diri peserta didik terhadap kecakapannya menulis dengan tangan. Peserta didik yang terbiasa melatih keterampilan tangannya akan dapat menulis dengan rapi. Ia pun akan senang menikmati tulisannya tersebut. Saat melatih peserta didik menulis ‘L’ dan ‘l’, guru memastikan bahwa: a. peserta didik menulis dengan cara menggenggam pensil dan postur tubuh yang baik; b. peserta didik mampu membedakan penggunaan huruf ‘L’ dan ‘l’. Minta peserta didik menunjukkan letak kedua huruf tersebut pada kalimat ‘Lalat terbang’ dan ‘Kuda laut berenang’ di Buku Siswa. Berbicara Pada kegiatan ini, peserta didik berlatih mengungkapkan simpulan dan kemampuannya menghubungkan judul “Bermain Ular Naga” dengan gambar yang dilihatnya tentang permainan tersebut. Untuk dapat membuat koneksi, peserta didik perlu mengenali dan memahami makna kata ular dan/atau naga. Guru dapat membantu peserta didik mengembangkan imajinasinya tentang bentuk ular dan kegiatan permainan tersebut. Berikut adalah beberapa pertanyaan yang dapat mendorong peserta didik berpikir kritis. 96 Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) Amati gambar di atas bersama teman-teman, lalu diskusikan pertanyaan-pertanyaan guru berikut ini. 1. Pernahkah kalian bermain ular naga seperti pada gambar di atas? 2. Menurut kalian, mengapa namanya permainan ular naga? Ketika akan berbicara, mintalah izin kepada guru dengan mengangkat tangan. Kalian juga harus menunggu teman selesai berbicara. Berbicara
Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi)134 a. Apa yang dilakukan anakanak pada gambar ini? b. Bagaimana bentuk barisan anakanak ini? c. Apakah barisan ini panjang atau pendek? d. Menurut kalian, mengapa permainan ini disebut ular naga? Pada kegiatan ini, guru tidak mengevaluasi keakuratan jawaban peserta didik atau kecakapan peserta didik membuat simpulan terhadap gambar. Yang dinilai guru adalah kecakapan peserta didik untuk mematuhi kesepakatan dan etika berbicara pada saat menyampaikan pendapat. Karena itu, sebelum mulai berdiskusi hendaknya dibuat kesepakatan sebagai berikut. a. Meminta izin kepada guru dengan mengangkat tangan sebelum mulai berbicara. b. Tidak memotong pembicaraan teman dan menyimak teman hingga selesai berbicara. c. Berbicara dengan volume yang jelas sehingga dapat didengar oleh guru dan teman. d. Berbicara tentang topik yang didiskusikan. Kegiatan berbicara ini melatih peserta didik berbicara dengan mematuhi aturan kesopanan. Secara bergantian, guru dapat mencatat nama peserta didik yang telah mampu melakukannya dengan baik pada lembar amatan berikut. Tabel 4.4 Contoh Lembar Pengamatan Berbicara Indikator Ketercapaian Kompetensi Mulai Berkembang Sedang Berkembang Berkembang Sesuai Harapan Sangat Berkembang Peserta didik mampu menyampaikan pendapatnya terhadap gambar “Bermain Ular Naga” dengan tertib. Tidak menjawab pertanyaan tentang gambar. Menjawab sebagian pertanyaan tentang gambar dengan salah satu kriteria perilaku; jawaban tepat atau santun. Menjawab pertanyaan tentang gambar dengan salah satu kriteria perilaku; jawaban tepat atau santun. Menjawab pertanyaan tentang gambar dengan spontan, tepat, dan santun, sesuai dengan kesepakatan tentang aturan berbicara. Nama Peserta Didik Menirukan & Melakukan 1. Membacakan cara bermain “Ular Naga” Menjelaskan teks prosedur (seperti permainan ular naga ini) kepada peserta didik kelas satu akan lebih mudah apabila guru juga langsung mengajak berpraktik. Gunakan gambar pada Buku Siswa sebagai panduan visual cara memainkan permainan ular naga tersebut.
Panduan Khusus Bab IV Aku Bisa!135 Tip Pembelajaran Libatkan peserta didik dalam mengambil keputusan tentang cara dan pembagian peran saat bermain. Sebelum bermain, sepakati peraturan permainan dengan peserta didik. Misalnya siapa yang menentukan pembagian peran, apakah guru atau peserta didik; siapa yang menjadi kepala, badan, dan ekor naga. Lalu, bagaimana giliran selanjutnya akan ditentukan. Kemudian, sepakati juga bahwa peserta didik tidak diperbolehkan mendorong, menarik teman, atau berkelakuan tidak menyenangkan lainnya. Ingatkan peserta didik kepada tujuan bermain, yaitu bersenang-senang; bukan menang atau bersaing. 2. Menyanyikan lagu “Ular Naga” Mungkin terdapat beberapa versi lagu “Ular Naga”. Seandainya guru menemukan versi lagu yang berbeda dari yang tertulis pada Buku Siswa, tentu guru dapat menggunakannya. Seandainya lagu “Ular Naga” itu tidak dikenali, guru dapat menggunakan lagu lain yang lebih dikenal peserta didik. Menulis Kegiatan menuliskan pengalaman ini bertujuan agar peserta didik dapat bercerita secara runtut. Pada saat peserta didik kelas satu belum lancar menulis, kemampuan menggambarkan gagasan merupakan kegiatan persiapan menulis yang penting. Guru perlu memodelkan kegiatan menggambar agar peserta didik terbiasa dengan proses berpikir melalui 101Bab 4 | Aku Bisa! Saat bermain ular naga, kalian menjadi apa? Apakah: • gerbang? • kepala naga? • badan naga? • ekor naga? Gambarkan apa yang kalian lakukan saat bermain tadi, ya. Tuliskan apa yang kalian pilih: lebah atau laba-laba? Mengapa kalian memilih itu? Dengarkan penjelasan guru. 1. Pertama-tama ... 2. Lalu, aku pilih ... 3. Akhirnya ... Menulis
Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi)136 gambar. Dengan melakukan pemodelan, guru menyampaikan pesan kepada peserta didik bahwa kegiatan menggambar bukanlah sekadar menggambar objek secara realistik (mirip dengan aslinya). Pada saat memodelkan proses menggambar pengalaman bermain ular naga, guru dapat melakukan halhal sebagai berikut. a. Menggambar dirinya secara sederhana. b. Berbicara sambil menggambar. Misalnya, “Tadi Ibu menjadi kepala naga, lalu Ibu berdiri di sini. Di sebelah Ibu, Ibu akan menggambar..., lalu“ c. Demikian seterusnya. d. Menghapus rangkaian gambar adegan yang dibuatnya demi memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menggambar dengan bebas. e. Menyampaikan bahwa gambar objek tidak perlu mirip dengan benda aslinya. Menggambarkan Kegiatan yang Dilakukan Saat Bermain Ular Naga Jelaskan bahwa peserta didik harus menggambar urutan kegiatan yang dilakukannya saat bermain sebagai kepala/badan/ekor naga tadi. Kegiatan menggambarkan pengalaman secara runtut ini melatih peserta didik berpikir secara sistematis. Kegiatan ini tidak dinilai. Pertama, aku baris Lalu, aku pilih lebah Akhirnya, aku di sini Gambar 4.2 Contoh Gambar Peserta Didik
Panduan Khusus Bab IV Aku Bisa!137 Tip Pembelajaran: Menumbuhkan Kepercayaan Diri untuk Menggambar Menggambarkan ide merupakan kegiatan baru bagi sebagian besar peserta didik kelas satu. Karena itu, guru perlu menumbuhkan kepercayaan diri peserta didik untuk melakukannya. Tanamkan kepada para peserta didik bahwa mereka dapat menggambar apa saja yang mereka pikirkan. Beri apresiasi pada setiap coretan gambar peserta didik secara spesifik. Minta peserta didik untuk menceritakan setiap coretan atau objek yang dibuatnya. Mengamati Memahami gerak dalam gambar merupakan kecakapan yang penting. Peserta didik perlu didampingi untuk menyimpulkan makna gerak yang tersaji dalam bahasa visual. a. Sebelum mengamati gambar tentang menarik dan mendorong, peragakan kedua jenis gerak ini di depan peserta didik. Guru dapat juga meminta beberapa peserta didik memeragakan gerakan menarik dan mendorong objek di kelas. Apabila mungkin, guru juga dapat menggunakan barang yang memiliki roda (seperti gerobak kecil) untuk memeragakan kedua jenis gerak tersebut. Peragakan gerak berkalikali dengan beragam benda hingga peserta didik memahaminya. b. Guru mendiskusikan dua contoh gambar pada Buku Siswa untuk menguji pemahaman peserta didik tentang perbedaan menarik dan mendorong. c. Seusai berdiskusi, guru membagikan salinan tabel pertanyaan tentang menarik dan mendorong di Buku Siswa kepada peserta didik. d. Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menandai gambar secara mandiri. Pastikan peserta didik memahami instruksi pada kegiatan tersebut. Gambar 4.3 Jawaban Benar untuk Mengenali Gambar Mendorong dan Menarik Objek
Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi)138 Tabel 4.5 Contoh Rubrik Penilaian Membedakan Gerak Mendorong dan Menarik Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran Mulai Berkembang Sedang Berkembang Berkembang Sesuai Harapan Sangat Berkembang Peserta didik mampu menunjukkan gambar objek yang ditarik dan didorong dengan baik. Mampu Memberikan Setidaknya 2 Jawaban Benar Mampu Memberikan Setidaknya 4 Jawaban Benar Mampu Memberikan Setidaknya 6 Jawaban Benar Mampu Menjawab Semua Pertanyaan dengan Benar Nama Peserta Didik
Panduan Khusus Bab IV Aku Bisa!139 Penilaian Sumatif: Menulis Suku Kata Pada kegiatan ini, peserta didik berlatih menulis suku kata ‘la’, ‘lu’, ‘li’, ‘le’. Setelah berlatih menuliskan suku kata pada tiga bab berikutnya, kegiatan ini dapat dijadikan penilaian sumatif. Inspirasi Kegiatan Perancah Peserta didik yang belum dapat menuliskan huruf dan suku kata perlu mendapatkan pendampingan individual. Guru dapat membantunya berlatih menulis dengan sikap duduk yang baik dan cara memegang pensil dengan benar. Dalam kegiatan pendampingan ini, guru memeragakan cara menulis setiap garis pada huruf dengan arah yang benar. Inspirasi Kegiatan Pengayaan Peserta didik yang telah dapat menulis huruf dan suku kata secara mandiri diberi kesempatan berlatih menulis kata secara mandiri. Berikan tugas kepadanya untuk menulis nama binatang yang diawali dengan huruf ‘l’ di buku tulisnya. Tabel 4.6 Contoh Rubrik Penilaian Sumatif: Menulis Suku Kata Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran Mulai Berkembang Sedang Berkembang Berkembang Sesuai Harapan Sangat Berkembang Peserta didik mampu melengkapi nama binatang dengan suku kata ‘la’, ‘lu’, ‘li’, dan ‘le ’ dengan baik. Menulis dengan Bimbingan Guru Secara Penuh, Misalnya dengan Mencontoh Model Huruf yang Diberikan kepadanya Nilai = 1 Menulis dengan Bimbingan Guru Secara Parsial, Misalnya Menuliskan Huruf yang Didikte oleh Guru Nilai = 2 Menulis Suku Kata dengan Mandiri, Tetapi dengan Beberapa Kesalahan Ejaan Nilai = 3 Menulis Suku Kata dengan Mandiri dan Benar Nilai = 4 Nama Peserta Didik Inspirasi Kegiatan Bersama Orang Tua Bapak dan Ibu Guru, libatkan orang tua untuk ikut menanamkan kebiasaan baik menjaga kebugaran jasmani dan kegembiraan peserta didik. Berilah beberapa inspirasi kegiatan yang menyenangkan di rumah seperti: ● berolahraga bersama keluarga secara rutin, misalnya seminggu sekali;
Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi)140 ● membatasi penggunaan gawai dan peranti elektronik, terutama apabila peranti ● itu menjadikan peserta didik enggan bergerak; ● membacakan buku cerita dengan tema permainan dan olahraga serta mengajak peserta didik mengenali huruf ‘l’ pada buku tersebut. Tentu orang tua dapat berkonsultasi dengan guru apabila mengalami hambatan atau kendala dalam melakukan kegiatankegiatan di atas. Jurnal Membaca Pastikan peserta didik membaca setiap hari. Pada kegiatan 15 menit membaca sebelum pembelajaran setiap hari, guru dapat membacakan buku pengayaan fiksi dan nonfiksi bergambar yang terkait dengan tema pembelajaran. Apabila buku dengan tema terkait tidak tersedia, guru dapat membacakan buku apa saja yang sesuai dengan minat dan jenjang peserta didik. Saat ini, buku pengayaan tersedia dalam bentuk digital dan dapat diunduh dengan cumacuma. Guru dapat memperkenalkan bukubuku ini kepada peserta didik dan keluarganya di rumah. Buku Bukan Salah Laba-Laba ini dapat diunduh di laman Badan Bahasa Kemendikbud ini https://buku.kemdikbud.go.id/s/bukansalahlabalaba Kalian juga dapat memindai gambar berikut untuk membaca: Guru perlu memberikan petunjuk kepada orang tua tentang cara membantu peserta didik mengisi Jurnal Membaca ini.
Panduan Khusus Bab IV Aku Bisa!141 106 Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) Jurnal Membaca Nama: ................................................. Judul Buku: ..................................................................... Nama Penulis: ................................................................. Nama Ilustrator: ............................................................ Ketika Naya menyapu kolong tempat tidurnya, ia menemukan benda miliknya yang sudah lama hilang. Benda apa itu? Gambarkan di sini. Contoh Surat kepada Orang Tua Bapak dan Ibu Orang Tua/Wali Peserta Didik Kelas Satu, Ananda … (diisi dengan nama peserta didik) telah menyelesaikan pembelajaran di Bab 4 pada Buku Siswa. Pada bulan ini, Ananda belajar Bahasa Indonesia sambil bermain dan bergerak. Diskusikan gerakan apa yang disukainya dan ajaklah ia melakukannya di rumah. Akan baik sekali apabila Ananda dapat berolahraga bersama keluarga secara rutin. Bersama ini, kami pinjamkan buku perpustakaan sekolah. Anda juga dapat membacakan buku-buku lain tentang binatang, olahraga, dan bermain. Salam hangat. Membaca Kata Minggu Ini Selain namanama binatang yang diawali dengan huruf ‘l’ yang telah dibahas pada bab ini, terdapat banyak kata yang diawali dengan huruf ‘l’ yang telah dikenali oleh peserta didik kelas satu. Tulislah katakata tersebut di kartu sehingga peserta didik dapat menghafal bentuknya. Mengakrabi kombinasi huruf dan suku kata meningkatkan kesadaran dan pengetahuan peserta didik terhadap huruf.
Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi)142 Berikut adalah contoh katakata yang perlu dihafalkan oleh peserta didik sepanjang pembelajaran Bab IV. Katakata ini ditempelkan pada kamus dinding dan dibaca bersamasama setiap hari. Apabila perlu, guru dapat membuat kartu dengan lima kata ini dan membaginya kepada peserta didik. Guru dapat menyampaikan kepada orang tua peserta didik untuk membaca katakata ini bersamasama dengan peserta didik di rumah. Guru dapat mengganti katakata ini dengan kata lain yang lebih dikenali peserta didik. lupa lidah lobak lari lega kuda kotak kaca kelapa kita G. Refleksi 1. Memetakan Kemampuan Berbahasa Peserta Didik a. Pada akhir Bab IV ini, guru telah memetakan peserta didik sesuai dengan kemampuan masingmasing melalui asesmen formatif dan sumatif dalam kegiatan sebagai berikut. 1) Menirukan gerakan dalam cerita yang dibacakan guru (menyimak). 2) Mengenali dan merangkai huruf ‘l’ dengan huruf vokal menjadi suku kata dan kata (membaca). 3) Menyampaikan pendapat terhadap gambar dengan baik (berbicara). 4) Menuliskan suku kata untuk melengkapi kata nama binatang (sumatif menulis).
Panduan Khusus Bab IV Aku Bisa!143 b. Catat kemampuan peserta didik dari setiap kegiatan tersebut pada tabel di bawah ini. Guru juga dapat mengubah catatan kemampuan peserta didik (mulai berkembang, sedang berkembang, berkembang sesuai harapan, dan sangat berkembang) menjadi skor angka 14 agar mudah dihitung jumlah totalnya selama periode tertentu. Tabel 4.7 Contoh Pemetaan Peserta Didik Berdasarkan Kompetensi yang Diajarkan di Bab IV No. Nama Peserta Didik Nilai Peserta Didik Menirukan Gerakan dalam Cerita yang Dibacakan Mengenali dan Merangkai Huruf Menjadi Suku Kata dan Kata Menyampaikan Pendapat Terhadap Gambar Menulis Suku Kata 1. Ahmad 2. Dayu 3. Doni 4. Made 5. Martin 6. Melisa 7. Kristina 8. Syifa 9. 10. 11. 12. dst. c. Merujuk pada tabel ini, guru merencanakan pendekatan pembelajaran pada bab berikutnya. Guru memetakan peserta didik untuk mendapatkan bimbingan secara individual atau bimbingan dalam kelompok kecil melalui kegiatan pendampingan atau perancah. Guru juga perlu merencanakan kegiatan pengayaan untuk peserta didik yang memiliki minat khusus atau kemampuan belajar di atas teman temannya. Dengan demikian, asesmen akhir bab ini membantu guru untuk merencanakan pembelajaran yang terdiferensiasi sesuai dengan kompetensi peserta didik.
Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi)144 2. Merefleksi Strategi Pembelajaran: Apa yang Sudah Baik dan Perlu Ditingkatkan Tabel 4.8 Contoh Refleksi Strategi Pembelajaran di Bab IV No. Pendekatan/Strategi Sudah Saya Lakukan Sudah Saya Lakukan, Tetapi Belum Efektif Masih Perlu Saya Tingkatkan Lagi 1. Saya sudah menyiapkan media dan alat peraga sebelum memulai pembelajaran. 2. Saya sudah melakukan kegiatan pendahuluan dan mengajak peserta didik berdiskusi, membuat prediksi terhadap tema yang akan dibahas. 3. Saya sudah meminta peserta didik mengamati gambar sampul cerita sebelum membacakan isi cerita. 4. Saya sudah mengelaborasi tanggapan seluruh peserta didik dalam kegiatan berdiskusi. 5. Saya sudah memberikan alternatif kegiatan pendampingan dan pengayaan sesuai dengan kompetensi peserta didik. 6. Saya telah melibatkan para peserta didik dengan kebutuhan khusus dalam semua kegiatan pembelajaran dengan memperhatikan kebutuhan dan keunikan mereka. 7. Saya sudah mengingatkan tentang cara berbicara yang baik.
Panduan Khusus Bab IV Aku Bisa!145 No. Pendekatan/Strategi Sudah Saya Lakukan Sudah Saya Lakukan, Tetapi Belum Efektif Masih Perlu Saya Tingkatkan Lagi 8. Saya sudah mempersiapkan ruang kelas agar nyaman digunakan untuk bergerak dan bermain. 9. Saya sudah memperhatikan reaksi peserta didik dan menyesuaikan strategi pembelajaran dengan rentang perhatian dan minat peserta didik. 10. Saya sudah memilih dan menggunakan media dan alat peraga pembelajaran yang relevan di luar yang disarankan Panduan Guru ini. 11. Saya telah menyesuaikan materi pembelajaran, penggunaan lagu, permainan, dengan materi yang tersedia di daerah saya. 12. Saya telah menggunakan pengetahuan peserta didik, termasuk bahasa daerah yang dikuasai, untuk menjembatani pemahaman peserta didik terhadap materi pembelajaran dan kosakata baru dalam bab ini. 13. Saya memanfaatkan alat peraga pada dinding kelas seperti kamus dinding dan kartu kata secara efektif dalam pembelajaran. 14. Saya telah mengumpulkan hasil pekerjaan peserta didik sebagai asesmen formatif peserta didik. 15. Saya telah mengajak para peserta didik merefleksi pemahaman dan keterampilan mereka pada akhir pembelajaran Bab IV.
Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi)146 Tabel 4.9 Contoh Refleksi Guru di Bab IV Keberhasilan yang saya rasakan dalam mengajarkan bab ini: ................................................................................................................................................ Kesulitan yang saya alami dan akan saya perbaiki untuk bab berikutnya: ................................................................................................................................................ Kegiatan yang paling disukai peserta didik: ................................................................................................................................................ Kegiatan yang paling sulit dilakukan peserta didik: ................................................................................................................................................ Buku atau sumber lain yang saya temukan untuk mengajar bab ini: ................................................................................................................................................ H. Sumber Belajar Utama 1. Buku Bacaan Berkualitas untuk Menguatkan Transisi PAUDSD yang Menyenangkan (Kemdikbudristek) https://buku.kemdikbud.go.id/katalog/buku-bacaan-berkualitas- untuk-menguatkan-transisi-paud-ke-sd-yang-menyenangkan 2. Memahami Murid: Proyek Peningkatan Literasi (Kemdikbudristek dan Inovasi) https://buku.kemdikbud.go.id/s/sbbi4
Bab VBab V Teman BaruTeman Baru KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI REPUBLIK INDONESIA, 2023 Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! (Edisi Revisi) untuk SD/MI Kelas 1 Penulis: Sofie Dewayani ISBN 978-623-118-510-5 (jil.1 PDF)
Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi)148 A. Pendahuluan Bapak dan Ibu Guru, kecakapan sosial menjadi faktor penentu keberhasilan peserta didik di masa depan. Tema “Teman Baru” ini tidak hanya mengajarkan peserta didik untuk memulai pertemanan, namun juga cara untuk memperlakukan teman dengan baik. Mengajarkan dan membiasakan peserta didik dengan etika pertemanan membantu mereka untuk menuntaskan kompetensi di Fase Fondasi. Peta Materi Tujuan Pembelajaran: Dengan menyimak dan menanggapi bacaan tentang sikap baik kepada teman, peserta didik dapat mengenali tanda titik pada akhir kalimat serta membaca dan menulis kata-kata yang diawali dengan huruf ‘m’. Mengenali dan membaca kata yang diawali dengan huruf ‘m’ secara berulang-ulang. Menyimak guru membaca kalimat berakhiran tanda (.) dan menirukan intonasinya. Melengkapi kata-kata dengan suku kata berawalan ‘m.’ Menemukan huruf m dan mengenali bunyi huruf ‘m’ pada kata- kata yang dibacakan guru. Menyimak guru merangkai bunyi huruf ‘m’ dan huruf vokal kemudian menirukannya. Gambar 5.1 Peta Materi Bab V Tujuan pembelajaran bab ini: Dengan menyimak dan menanggapi bacaan tentang sikap baik kepada teman, peserta didik dapat mengenali tanda titik pada akhir kalimat serta membaca dan menulis katakata yang diawali dengan huruf ‘m’. Tujuan pembelajaran ini dapat dicapai melalui rangkaian aktivitas pada skema di bawah ini. Skema ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik dan kondisi sekolah yang beragam. Selain kegiatan menyimak, membaca dan memirsa, berbicara, dan menulis sambil memperdalam pengetahuan huruf, meningkatkan kesadaran bunyi huruf ‹m,› dan berlatih merangkainya dengan bunyi huruf vokal, bab lima ini memperkenalkan peserta didik kepada cara berteman yang baik dan pentingnya mengucapkan katakata yang baik. Keseluruhan aktivitas di bab lima dijelaskan pada tabel skema pembelajaran berikut ini.
Panduan Khusus Bab V Teman Baru149 Tabel 5.1 Skema Pembelajaran Bab V Alur Tujuan Pembelajaran Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran Pokok Materi Aktivitas Kosakata Sumber Belajar Menyimak Menyimak dengan saksama dan menyimpulkan informasi dalam teks yang dibacakan kepadanya. Peserta didik mampu menyimpulkan apa yang dialami dan dirasakan tokoh dalam cerita yang dibacakan kepadanya dengan baik. Cerita “Mimi Berani” Peserta didik menyimak cerita yang dibacakan guru, lalu mendiskusikannya. Sapa Ragu Malu Bantu Buku Siswa Membaca Mengenali dan mengeja kombinasi huruf pada suku kata dan kata yang sering ditemui. Peserta didik mampu merangkai bunyi huruf menjadi suku kata dan kata dengan lancar. Kata yang diawali dengan huruf ‘m’ Peserta didik menirukan guru membaca nama nama tokoh dalam cerita “Mimi Berani”. Peserta didik melafalkan bunyi huruf ‘m’. Peserta didik merangkai huruf ‘m’ dengan huruf vokal yang lain. Peserta didik bersamasama membaca suku kata yang diawali dengan huruf ‘m’. Peserta didik berlatih membaca kata yang memiliki suku kata diawali dengan huruf ‘m’. Komodo Ramarama Madu Mobil Kamera Cumicumi Buku Siswa Kartu kata Kartu suku kata Kartu huruf Membaca Mengenali dan memahami fungsi tanda baca titik pada kalimat pernyataan. Peserta didik mampu menirukan kalimat pernyataan yang dibacakan kepadanya dengan baik. Tanda baca titik Peserta didik menirukan membaca kalimat yang diakhiri tanda baca titik dengan intonasi yang tepat. main Buku Siswa
Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi)150 Alur Tujuan Pembelajaran Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran Pokok Materi Aktivitas Kosakata Sumber Belajar Menulis Menuliskan suku kata sederhana pada katakata yang sering ditemui sehari hari. Peserta didik mampu menuliskan nama kata benda dengan suku kata berawalan 'm' dengan baik. Suku kata yang diawali dengan huruf ‘m’ Peserta didik melengkapi nama benda dengan suku kata yang diawali huruf ‘m’. mobil mulut matahari melon meja merah bumi lemari Buku Siswa Kartu kata Kartu suku kata Kartu huruf Membaca Mengenali kalimat pernyataan. Melalui latihan menambahkan tanda titik pada akhir kalimat, peserta didik mampu mengenali kalimat pernyataan sebagai satu kesatuan makna dengan baik. Tanda baca titik Peserta didik melengkapi sebuah kalimat dengan tanda titik. Minum Main Buku Siswa Berbicara Berbicara dengan sopan menggunakan empat kata ajaib (maaf, tolong, terima kasih, permisi). Peserta didik mampu menjawab pertanyaan tentang tentang empat kata ajaib dan kapan menggunakannya dengan tepat. Teks nonfiksi “Apa yang Harus Mimi Katakan?” Peserta didik menyimak bacaan nonfiksi “Apa yang Harus Mimi Katakan?”, lalu mendiskusikan empat kata ajaib dan kapan menggunakannya. Maaf Tolong Terima kasih Permisi Buku Siswa Buku bacaan lain dengan materi yang sama Membaca Menemukan dan mengidentifikasi informasi pada gambar. Peserta didik mampu menjawab pertanyaan tentang gambar “Di Kelas Mimi” dengan baik. Gambar “Di Kelas Mimi” Peserta didik mengamati gambar, lalu menjawab pertanyaan guru tentang siapa, apa, dan mengapa terkait kejadian dalam gambar. Buku Siswa B. Konsep dan Keterampilan Prasyarat Keterampilan mengelola emosi dan menghargai orang lain merupakan fondasi bagi kecakapan berinteraksi. Keterampilan ini terus dilatih dan dibiasakan selama kelas satu. Sebelum mengajarkan bab ini, guru perlu memastikan peserta didik memiliki penguasaan emosi yang baik. Apabila pada bab dua peserta didik telah diajarkan untuk mengantre saat menggunakan peralatan bermain, kebiasaan tersebut perlu
Panduan Khusus Bab V Teman Baru151 dipertahankan. Keterampilan mengelola emosi juga perlu dibiasakan dalam interaksi peserta didik seharihari. C. Penyajian Materi Esensial Pada tema ini, peserta didik juga meningkatkan keterampilan berbahasanya dengan: ● Mempelajari fungsi tanda titik di akhir kalimat dan cara membacanya dengan intonasi yang benar. ● Belajar mengeja dan membaca katakata seharihari yang memiliki suku kata ‘ma’, ‘mi’, ‘mu’, ‘me’, ‘mo’ serta menuliskannya. ● Menyimak teks fiksi dan nonfiksi tentang berteman dan empat kata ajaib. ● Mengeja dan membaca suku kata ‘ma’, ‘mi’, ‘mu’, ‘me’, ‘mo’ dalam kata yang dikenali seharihari. ● Menuliskan tanda titik di akhir kalimat. ● Menulis suku kata ‘ma’, ‘mi’, ‘mu’, ‘me’, ‘mo’ dalam katakata yang dikenali seharihari. Mengemukakan pendapat dan mendiskusikan perkataan serta sikap yang baik dan tidak baik kepada teman. D. Apersepsi Untuk mempersiapkan peserta didik terhadap aktivitas di bab ini, guru dapat mengajak mereka untuk: ● Mengenali perasaannya saat memulai pertemanan dan mendiskusikan cara mengatasi perasaan malu saat berkenalan. ● Mengenali dan membiasakan diri mengucapkan empat kata ajaib, yaitu ‘tolong’, ‘terima kasih’, ‘maaf’, dan ‘permisi’ dalam interaksi seharihari. ● Meletakkan kartu kata yang diawali dengan suku kata ‘ma’, ‘mi’, ‘mu’, ‘me’, ‘mo’ pada kamus dinding. ● Menempelkan nama benda benda di dalam kelas yang mengandung suku kata ‘ma’, ‘mi’, ‘mu’, ‘me’, ‘mo’ (misalnya meja, lemari). ● Mencari katakata dengan suku kata ‘ma’, ‘mi’, ‘mu,’ ‘me’, ‘mo’ pada judul judul buku di pojok baca kelas. E. Penilaian Sebelum Pembelajaran Dalam kegiatan bermain dan aktivitas seharihari, tentunya guru telah mengamati peserta didik yang membutuhkan bantuan dalam mengelola emosinya. Guru dapat
Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi)152 memberikan perhatian khusus dan bimbingan kepada peserta didik tersebut. Mereka dapat diingatkan tentang pentingnya melatih ketenangan, kesabaran, dan diajarkan teknik sederhana untuk menahan emosi (menarik napas panjang atau meletakkan tangan pada bagian tubuh agar tidak dipukulkan ke orang lain). Guru juga dapat mengkomunikasikan perilaku peserta didik tersebut kepada orang tuanya. F. Panduan Pembelajaran Bab V: Teman Baru Tema: Bersikap Baik Terhadap Teman Saran Periode Waktu: 25 JP Media Pembelajaran Media pembelajaran yang dipakai adalah ⦁ Buku Siswa; kartu huruf; kartu kata; ⦁ kartu bergambar bendabenda yang memiliki suku kata ‘ma’, ‘mi’, ‘mu’, ‘me’, ‘mo’; ⦁ alat tulis dan alat warna; ⦁ bukubuku bacaan fiksi dan nonfiksi bertema pertemanan atau bertema lain yang sesuai untuk peserta didik kelas satu. Aktivitas Pembelajaran Bapak dan Ibu Guru, berteman bukan hal yang mudah bagi sebagian peserta didik kelas satu. Sebagian peserta didik harus mengalahkan rasa malu dan menumbuhkan keberanian untuk berbicara dengan teman baru. Bagi para peserta didik kelas satu, memulai pertemanan adalah proses yang terus mereka pelajari sepanjang tahun ajaran. Karena itu, meskipun tema ini tidak dipelajari pada awal tahun ajaran, pertemanan adalah keterampilan sosial yang penting untuk didiskusikan dengan peserta didik kelas satu.
Panduan Khusus Bab V Teman Baru153 Tip Pembelajaran: Apa yang Dilakukan Bersama Teman? Para peserta didik kelas satu tentunya telah mengenal kata ‘teman’ dan ‘berteman’. Namun, pemahaman mereka tentang istilah tersebut bisa jadi berbeda. Kegiatan pembuka pada bab ini dapat melatih peserta didik untuk berdiskusi tentang hal tersebut. Pada saat mengamati gambar pembuka, diskusikan dengan peserta didik. Apa yang dilakukan anak-anak pada gambar ini? Siapakah mereka? Kemudian, kembangkan diskusi dengan menanyakan kegiatan apa yang biasanya mereka lakukan dengan teman. Di mana mereka bermain bersama teman di sekolah? Samakah dengan yang dilakukan anak-anak pada gambar tersebut? Menyimak Cerita “Mimi Berani” menggambarkan perubahan sikap dan perasaan Mimi, seorang anak yang berusaha mengatasi rasa malunya. Guru dapat mengarahkan perhatian peserta didik kepada gestur dan raut muka Mimi dalam gambar. Oh, Maya sudah punya teman baru! Mimi ragu. Apakah Maya akan menyukai Mimi? Tip Pembelajaran: Berempati dengan tokoh cerita Ajukan pertanyaan kepada peserta didik sebagai berikut. ⦁ Apa kira-kira yang dipikirkan Mimi pada gambar ini? ⦁ Bagaimana perasaan Mimi pada gambar ini? ⦁ Mengapa Mimi merasa begitu? ⦁ Apakah kalian pernah merasa malu seperti Mimi? Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan membantu peserta didik untuk berempati kepada tokoh cerita, memahami alasan tindakannya, serta merefleksi apabila ia berada dalam posisi sang tokoh.
Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi)154 Tip Pembelajaran Mendiskusikan perasaan dan emosi adalah kegiatan yang sulit dilakukan dengan peserta didik SD kelas awal karena topik ini bersifat abstrak. Peserta didik belum tentu dapat menjawab pertanyaan ‘Apakah kamu pernah merasa malu seperti Mimi?’ sebagaimana yang diharapkan. Maka guru boleh menyederhanakan/mempermudah pertanyaan tersebut agar peserta didik paham. Misalnya dengan pertanyaan, ‘Kalau bertemu dengan orang baru, apakah kamu malu?’; ‘Kalau ada teman ibumu ke rumah dan kamu baru sekali melihatnya, apakah kamu akan menjawab pertanyaannya seandainya kamu ditanya?’. Setelah membacakan cerita “Mimi Berani”, tanyakan kepada para peserta didik apakah mereka menyukai cerita tersebut. Tanyakan juga, apakah peserta didik menyukai Mimi, Maya, atau Moko. Lalu, tanyakan alasannya. Kegiatan berdiskusi setelah menyimak cerita “Mimi Berani” ini melatih mengembangkan empati peserta didik kelas satu. Kegiatan ini tidak dinilai. Inspirasi Kegiatan Perancah Kegiatan mendiskusikan cerita sebaiknya tidak selalu dilaksanakan secara klasikal. Sebagian peserta didik mungkin tidak mudah mengemukakan pendapatnya dalam kelompok atau di depan teman-teman sekelasnya. Untuk para peserta didik yang tidak aktif berpendapat, guru perlu membacakan cerita dan bertanya secara individual untuk mengetahui pendapat mereka terhadap cerita. Kegiatan mendiskusikan cerita Mimi dapat dilakukan pada sekelompok peserta didik yang memiliki hambatan dengan menyimak. Tanyakan pertanyaan pada Buku Siswa kepada sekelompok peserta didik ini dan catat tanggapan mereka pada lembar amatan berikut. Tabel 5.2 Contoh Lembar Pengamatan Kemampuan Menyimak Kriteria Ketercapaian Kompetensi Mulai Berkembang Sedang Berkembang Berkembang Sesuai Harapan Sangat Berkembang Peserta didik mampu menyimpulkan apa yang dialami dan dirasakan tokoh dalam cerita yang dibacakan kepadanya dengan baik. Masih memerlukan bantuan untuk menyimak dengan penuh perhatian. Menunjukkan sikap menyimak dengan ekspresi wajah dan gestur tubuh yang penuh perhatian. Mampu menjawab pertanyaan guru dengan singkat dan tepat. Mampu menjawab semua pertanyaan guru dan menjelaskan alasannya. Nama Peserta Didik
Panduan Khusus Bab V Teman Baru155 Membaca Mo - koMa - ya Mi - mi 1. Tunjukkan gambar Mimi, Maya, dan Moko. Ingatkan peserta didik tentang ciriciri fisik ketiga tokoh tersebut dalam gambar. Lalu, gabungkan bunyi huruf itu dengan bunyi huruf yang lain. M m m i 2. Mengucapkan Bunyi Huruf ‘m’ Seperti pada huruf lain yang dikenalkan pada bab sebelumnya, guru sebaiknya memperkenalkan nama huruf dan bunyinya agar peserta didik dapat menggabungkan bunyi ini dengan bunyi huruf lain, terutama huruf vokal. Hal ini bertujuan membantu peserta didik menggabungkan kedua bunyi huruf tersebut menjadi bunyi suku kata. 3. Merangkai Huruf ‘m’ dengan Huruf Vokal Guru mengajak peserta didik membunyikan huruf ‘m’ dan merangkainya dengan huruf vokal ‘a’, ‘i’, ‘u’, ‘e’, ‘o’. Guru dapat melakukan kegiatan ini dalam kelompok kecil agar setiap peserta didik mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya. Selain Buku Siswa, guru dapat menggunakan alat peraga lain seperti kartu huruf dan kartu suku kata agar peserta didik dapat melihat hurufhuruf dipisah dan dirangkaikan.
Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi)156 4. Membaca Suku Kata Pada saat meminta peserta didik membaca suku kata ‘ma’, ‘mi’, ‘mu’, ‘me’, ‘mo’, upayakan peserta didik dapat melakukannya secara mandiri. Apabila peserta didik telah mampu membaca suku kata tersebut dengan lancar, ia dapat diberi kartu kata untuk kegiatan selanjutnya. 5. Membaca Kata dengan Suku Kata ‘ma’, ‘mi’, ‘mu’, ‘me’, ‘mo’ Guru sebaiknya melakukan kegiatan ini dengan sekelompok kecil peserta didik yang telah dikelompokkan menurut kemampuan membacanya. Akan lebih efektif apabila guru juga menyiapkan gambar benda dan binatang dalam kartu kata, dengan nama tertulis di balik kartu tersebut. Dengan kartu itu, kegiatan dapat berlangsung dengan lebih menyenangkan. Guru dapat meminta peserta didik untuk menebak gambar pada kartu, kemudian membalik gambar untuk mengetahui apakah peserta didik telah menyebutkan nama benda tersebut dengan benar. Setelah itu, mintalah peserta didik untuk menunjuk suku kata ‘ma’, ‘mi’, ‘mu’, ‘me’, ‘mo’ yang terdapat pada kata tersebut. Tabel 5.3 Contoh Rubrik Penilaian Mengenali dan Merangkai Huruf Menjadi Suku Kata dan Kata Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran Mulai Berkembang Sedang Berkembang Berkembang Sesuai Harapan Sangat Berkembang Peserta didik mampu merangkai bunyi huruf menjadi suku kata dan kata dengan lancar. Tidak Dapat Merangkai Bunyi Huruf ‘m’ dengan Vokal Sama Sekali Dapat Merangkai Bunyi Huruf ‘m’ dengan Beberapa atau Semua Huruf Vokal Peserta Didik Dapat Merangkai Beberapa Suku Kata yang Diawali dengan Huruf ‘m’ dengan Suku Kata Lain Sehingga Membentuk Nama Benda yang Dikenalinya (25 Kata) Peserta Didik Dapat Membaca Hampir Semua (Lebih dari 6 Kata) atau Bahkan Semua Kata yang Mengandung Suku Kata yang Diawali dengan Huruf ‘m’ Nama Peserta Didik Inspirasi Kegiatan Pengayaan Peserta didik yang telah dapat membaca suku kata dan kata secara mandiri perlu diperkenalkan dengan berbagai kombinasi suku kata. Berikan buku bergambar dan kartu kata kepadanya agar ia dapat mengenal beragam bentuk dan bunyi kata beserta maknanya dalam buku. Peserta didik seperti ini juga memerlukan pendampingan khusus agar kecakapannya dapat berkembang secara optimal.
Panduan Khusus Bab V Teman Baru157 Menulis Kegiatan ini pun sebaiknya dilakukan secara individual atau dalam kelompok kecil agar setiap peserta didik mendapatkan pendampingan yang optimal. a. Tunjukkan gambar pada Buku Siswa dan mintalah peserta didik menebak nama benda pada gambar tersebut. b. Dampingi peserta didik untuk membunyikan huruf awal benda tersebut, lalu mengejanya. c. Dampingi peserta didik untuk menuliskan suku kata yang hilang pada nama benda tersebut. Tabel 5.4 Contoh Rubrik Penilaian Menulis Suku Kata Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran Mulai Berkembang Sedang Berkembang Berkembang Sesuai Harapan Sangat Berkembang Peserta didik mampu menuliskan nama kata benda dengan suku kata berawalan 'm' dengan baik. Peserta Didik Menulis Suku Kata dengan Bantuan Penuh (Guru Mendiktekan Huruf yang Ditulis dan Memberikan Contoh Huruf untuk Ditiru) Peserta Didik Menulis Suku Kata dengan Bantuan Parsial (Misalnya Guru Mendiktekan Huruf Tersebut), Peserta Didik Menulis Sebagian Huruf Secara Mandiri dengan Beberapa Kesalahan Peserta Didik Dapat Menulis Suku Kata Secara Mandiri, Namun Terdapat Beberapa Dua Hingga Tiga Kesalahan Peserta Didik Dapat Menulis Suku Kata pada Delapan Kata yang Ditanyakan Secara Mandiri Secara Tepat Nama Peserta Didik ... - bil ... - lut ... - tahari ... - rah ... - lon bu - ... ... - ja le - ... - ri
Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi)158 Membaca Mimi suka main bola. Maya suka buah melon. Baju Moko merah. Mimi minum teh madu. Pengenalan tanda titik perlu dilakukan pada tahap awal peserta didik belajar membaca. Mengenali tanda baca membantu peserta didik mengenali konsep kalimat pernyataan. Pada saat membacakan buku, guru perlu menunjuk setiap kata dan tanda titik agar peserta didik memahami saat kalimat berakhir. Pada saat itu, peserta didik mencerna kalimat sebagai satu kesatuan makna yang utuh. Mengenali tanda baca titik membantu peserta didik memahami bacaan dan menanggapi kalimat pernyataan dengan tepat. Pengenalan tentang kalimat membantu peserta didik tak hanya ketika dibacakan cerita, namun juga ketika ia kelak dapat membaca. Pada kegiatan mengenali kalimat pernyataan, lakukan halhal sebagai berikut. a. Bacalah kalimat ‘Mimi suka main bola’. Lalu, tunjuk tanda titiknya. b. Mintalah peserta didik menirukan intonasi membaca Anda. c. Jelaskan bahwa tanda titik berfungsi mengakhiri kalimat. Bahas Bahasa Setelah membaca kalimat bertanda titik, ajak peserta didik untuk membaca kalimat ‘Mimi minum’ dan ‘Mimi main’ bersamasama. Kemudian, minta peserta didik untuk membubuhkan tanda titik untuk mengakhiri kalimat tersebut.
Panduan Khusus Bab V Teman Baru159 123Bab 5 | Teman Baru Tanda titik mengakhiri satu kalimat. Ikuti guru membaca kalimat ini. Lalu, tambahkan tanda titik (.) di belakangnya. Simaklah guru membacakan cerita ini. Lemari ini tinggi sekali. Mimi ingin kakak mengambil kue. Apa yang harus Mimi katakan? Bahas Bahasa Berbicara Tip Pembelajaran Guru perlu menunjukkan tanda titik setiap kali membacakan buku. Selain itu, tanda tanya dan tanda seru juga perlu ditunjukkan kepada peserta didik beserta intonasi membacanya. Ketiga tanda baca ini memiliki peran yang penting dalam membantu peserta didik memahami bacaan. Meskipun demikian, pada kelas satu kegiatan pengenalan tanda baca masih berupa kegiatan pembiasaan yang tidak dinilai. Berbicara 133Bab 5 | Teman Baru permisi terima kasih maaf tolong Bacaan “Empat Kata Ajaib” ditulis untuk dibacakan secara interaktif. Guru perlu menjeda membaca setelah mengajukan pertanyaan ‘Apa yang harus Mimi katakan?’, demi memberi kesempatan kepada peserta didik untuk menjawabnya. Ketika membuka halaman buku, minta para peserta didik untuk memeriksa apakah jawaban mereka benar. Setelah selesai membaca, ajukan pertanyaanpertanyaan kepada peserta didik untuk membantu mereka menyimpulkan bacaan. Tip Pembelajaran Pembelajaran telah mencapai pertengahan tahun saat Anda mengajarkan materi ini. Anda tentunya telah mengetahui peserta didik yang aktif berpendapat dan yang kurang aktif. Panggillah nama peserta didik yang kurang aktif untuk menyatakan pendapat. Mintalah peserta didik lain untuk mendengarkan pendapatnya.
Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi)160 133Bab 5 | Teman Baru permisi terima kasih maaf tolong 133Bab 5 | Teman Baru permisi terima kasih maaf tolong Setelah menjawab pertanyaan tentang bacaan, tanyakan kata ajaib apa yang perlu diucapkan Moko pada situasi yang dihadapinya pada gambar di atas. Kegiatan ini dapat dijadikan penilaian sumatif untuk mendata perkembangan pemahaman dan keterampilan membaca peserta didik. Tabel 5.5 Contoh Lembar Pengamatan Berbicara untuk Penilaian Sumatif Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran Mulai Berkembang Sedang Berkembang Berkembang Sesuai Harapan Sangat Berkembang Peserta didik mampu menjawab pertanyaan tentang tentang empat kata ajaib dan kapan menggunakannya dengan tepat. Tidak menjawab pertanyaan tentang kata ajaib sesuai gambar dengan tepat. Menjawab sebagian pertanyaan tentang kata ajaib sesuai gambar dengan tepat. Menjawab pertanyaan tentang kata ajaib sesuai gambar dengan tepat. Menjawab semua pertanyaan tentang kata ajaib sesuai gambar dengan tepat dan intonasi yang baik. Nama Peserta Didik Mengamati Mengamati Gambar “Di Kelas Mimi” Mengamati gambar merupakan kegiatan yang penting bagi peserta didik kelas satu. Peserta didik dapat berempati kepada tokoh dalam gambar dan menyimpulkan kejadian pada gambar. Pada saat meminta para peserta didik mengamati gambar, arahkan perhatian mereka kepada bagian perinci dari gambar seperti gestur dan raut wajah tokoh dalam gambar. Kemudian, diskusikan gambar menggunakan pertanyaanpertanyaan di bawah gambar.
Panduan Khusus Bab V Teman Baru161 Inspirasi Kegiatan Perancah Peserta didik yang telah lancar membaca bisa jadi tidak terlalu memperhatikan gambar karena fokus pada teks. Ingatkan peserta didik untuk mengamati gambar secara perinci dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan untuk mempertahankan konsentrasinya saat mengamati gambar. Jurnal Membaca Banyak buku cerita anak (buku pengayaan fiksi dan nonfiksi) yang mengangkat kisah pertemanan. Bacakan bukubuku ini kepada peserta didik kelas satu. Guru dapat memberikan rekomendasi bukubuku bacaan dalam bentuk cetak. Pinjamkan buku dari perpustakaan sekolah kepada peserta didik untuk dibacakan oleh orang tua/walinya di rumah. Bersama buku tersebut, sertakan beberapa contoh pertanyaan pemantik diskusi sebagai berikut. a. Siapa nama tokoh dalam cerita ini? b. Apa yang ingin dilakukannya? c. Apa yang kemudian dilakukannya? Selain itu, buku bacaan digital dapat menjadi alternatif. Salah satu sumbernya adalah laman SIBI: https://buku.kemdikbud.go.id/katalog/gambar-lucu-mika Tyas Widjati dan Faza Gambar Lucu MikaKak Gio suka berkirim pesan. Dia mengirim gambar lucu juga. Mika diam-diam ikut mencoba. Namun ... mengapa Kak Gio dimarahi gurunya? KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI REPUBLIK INDONESIA 2022 A HET Rp15.100 Kalian juga dapat memindai gambar berikut untuk membaca: Pesankan juga kepada orang tua/wali peserta didik untuk membantu peserta didik mengisi judul buku serta nama penulis dan ilustratornya, lalu menggambar hal menarik yang dilihat dalam buku.
Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi)162 136 Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) Jurnal Membaca Nama: ................................................. Judul Buku: ..................................................................... Nama Penulis: ................................................................. Nama Ilustrator: ............................................................ Mika suka gambar lucu. Nama gambar itu emotikon. Apakah gambar atau emotikon kesukaan kalian? Gambarkan di sini, ya. Tokoh dongeng kesukaanku: .................................................................. Inspirasi Kegiatan Bersama Orang Tua Bapak dan Ibu Guru, untuk mendukung pembelajaran di sekolah, libatkan orang tua dalam menumbuhkan kebiasaan baik di rumah. Sesuai dengan materi pada bab ini, orang tua dapat diajak untuk: ● mengingatkan peserta didik untuk selalu mengucapkan empat kata ajaib di rumah; mengingatkan peserta didik untuk memperlakukan orang di sekitarnya dengan baik dan santun; ● membacakan bukubuku tentang pertemanan, berbuat baik kepada teman, berbagi dengan teman, dan perilaku baik lainnya; ● membacakan buku cerita yang disukainya dan mengajaknya untuk mendiskusikan perasaan tokoh, serta perilaku baik dan tidak baik dalam cerita; ● membacakan buku cerita yang disukainya dan mengajaknya memperhatikan tanda titik yang menandai akhir kalimat dalam cerita; ● membacakan buku cerita yang disukainya dan mengajaknya memperhatikan kata kata yang memiliki suku kata ‘ma’, ‘mi’, ‘mu’, ‘me’, ‘mo’ dan membacanya.
Panduan Khusus Bab V Teman Baru163 Contoh Surat kepada Orang Tua Bapak dan Ibu Orang Tua/Wali Peserta Didik Kelas Satu, Pada bulan ini, Ananda … (diisi dengan nama peserta didik) belajar tentang kata ajaib dan cara memperlakukan orang lain dengan baik. Ingatkan Ananda untuk selalu mengucapkan kata-kata tersebut kepada orang lain di rumah. Berikan pujian dan penghargaan apabila ia mengucapkan kata-kata tersebut. Pada bulan ini, Ananda juga telah membaca cerita tentang berteman di sekolah. Bacakanlah cerita-cerita serupa kepadanya. Setelah membaca, ajak Ananda untuk mengenali perilaku baik dan tidak baik pada buku tersebut. Ajak juga untuk menilai perilaku yang Ananda sukai dan tidak Ananda sukai. Tanyakan juga alasannya. Mendiskusikan cerita dalam buku adalah kebiasaan yang selama ini ditumbuhkan di sekolah. Kami akan sangat berterima kasih apabila Bapak dan Ibu turut membiasakannya pula di rumah. Bersama ini, kami pinjamkan buku perpustakaan sekolah. Selamat menikmatinya bersama Ananda. Salam hangat. Membaca Kata Minggu Ini Peserta didik perlu terpajan dengan bentuk kata kata yang sering ditemui. Hal ini akan mempercepat prosesnya belajar membaca. Cetaklah katakata tersebut pada kartukartu. Anda juga dapat menulisnya di lembaran karton yang dipotong potong membentuk kartu. Tunjukkan katakata tersebut kepada para peserta didik setiap hari dan minta mereka membacanya. Guru kemudian dapat menyimpan kartukartu ini pada kamus dinding kelas. Apabila kondisinya memungkinkan, kartu kartu tersebut dapat diperbanyak dan diberikan kepada peserta didik yang belum lancar membaca untuk digunakan di rumah. Berikan panduan kepada orang tua/wali untuk menunjukkannya kepada peserta didik di rumah setiap hari. 137Bab 5 | Teman Baru Bisakah kalian membaca kata-kata di bawah ini? Ikuti guru membacanya, ya. madu makan merah mobil minum Membaca
Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi)164 G. Refleksi 1. Memetakan Kemampuan Peserta Didik a. Pada akhir Bab V ini, guru telah memetakan peserta didik sesuai dengan kemampuan masingmasing melalui asesmen formatif dalam kegiatan sebagai berikut. 1) Menyimpulkan apa yang dialami dan dirasakan tokoh cerita dalam cerita yang dibacakan (menyimak). 2) Melafalkan bunyi dan merangkai huruf ‘m’ dengan huruf vokal menjadi suku kata dan kata (membaca). 3) Menjawab pertanyaan tentang empat kata ajaib dan kapan menggunakannya (sumatif berbicara). 4) Menulis suku kata ‘ma’, ‘mi’, ‘mu’, ‘me’, ‘mo’ untuk melengkapi nama kata benda dan binatang (menulis). b. Catat kemampuan peserta didik dari setiap kegiatan tersebut pada tabel di bawah ini. Guru juga dapat mengubah catatan kemampuan peserta didik (mulai berkembang, sedang berkembang, berkembang sesuai harapan, dan sangat berkembang) menjadi skor angka 14 agar mudah dihitung jumlah totalnya selama periode tertentu. Tabel 5.6 Contoh Pemetaan Peserta Didik Berdasarkan Kompetensi yang Dipelajari di Bab V No. Nama Peserta Didik Nilai Peserta Didik Menyimpulkan apa yang dialami dan dirasakan tokoh cerita dalam cerita yang dibacakan. Merangkai Huruf 'm' Menjadi Suku Kata dan Kata. Menjawab pertanyaan tentang empat kata ajaib dan kapan menggunakannya. Menuliskan Suku Kata ‘ma-’, ‘mi-’, ‘mu-’, ‘me-’, ‘mo-’ untuk melengkapi kata benda dan binatang. 1. Ahmad 2. Dayu 3. Doni 4. Made
Panduan Khusus Bab V Teman Baru165 No. Nama Peserta Didik Nilai Peserta Didik Menyimpulkan apa yang dialami dan dirasakan tokoh cerita dalam cerita yang dibacakan. Merangkai Huruf 'm' Menjadi Suku Kata dan Kata. Menjawab pertanyaan tentang empat kata ajaib dan kapan menggunakannya. Menuliskan Suku Kata ‘ma-’, ‘mi-’, ‘mu-’, ‘me-’, ‘mo-’ untuk melengkapi kata benda dan binatang. 5. Martin 6. Melisa 7. Kristina 8. Syifa 9. 10. 11. 12. dst. 6. Merujuk pada tabel ini, guru merencanakan pendekatan pembelajaran pada bab berikutnya. Guru memetakan peserta didik untuk mendapatkan bimbingan secara individual atau bimbingan dalam kelompok kecil melalui kegiatan pendampingan atau perancah. Guru juga perlu merencanakan kegiatan pengayaan untuk peserta didik yang memiliki minat khusus atau kemampuan belajar di atas teman temannya. Dengan demikian, asesmen akhir bab ini membantu guru untuk merencanakan pembelajaran yang terdiferensiasi sesuai dengan kompetensi peserta didik.
Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi)166 2. Merefleksi Strategi Pembelajaran: Apa yang Sudah Baik dan Perlu Ditingkatkan Tabel 5.7 Contoh Refleksi Strategi Pembelajaran di Bab V No. Pendekatan/Strategi Sudah Saya Lakukan Sudah Saya Lakukan, Tetapi Belum Efektif Masih Perlu Saya Tingkatkan Lagi 1. Saya sudah menyiapkan media dan alat peraga sebelum memulai pembelajaran. 2. Saya sudah melakukan kegiatan pendahuluan dan mengajak peserta didik berdiskusi, membuat prediksi terhadap tema yang akan dibahas. 3. Saya sudah meminta peserta didik mengamati gambar sampul cerita sebelum membacakan isi cerita. 4. Saya sudah mengelaborasi tanggapan seluruh peserta didik dalam kegiatan berdiskusi. 5. Saya sudah memberikan alternatif kegiatan pendampingan dan pengayaan sesuai dengan kompetensi peserta didik. 6. Saya telah melibatkan para peserta didik dengan kebutuhan khusus dalam semua kegiatan pembelajaran dengan memperhatikan kebutuhan dan keunikan mereka.
Panduan Khusus Bab V Teman Baru167 No. Pendekatan/Strategi Sudah Saya Lakukan Sudah Saya Lakukan, Tetapi Belum Efektif Masih Perlu Saya Tingkatkan Lagi 7. Saya sudah memperhatikan reaksi peserta didik dan menyesuaikan strategi pembelajaran dengan rentang perhatian dan minat peserta didik. 8. Saya sudah memilih dan menggunakan media dan alat peraga pembelajaran yang relevan di luar yang disarankan Panduan Guru ini. 9. Saya telah menyesuaikan materi pembelajaran, penggunaan lagu, permainan, dengan materi yang tersedia di daerah saya. 10. Saya telah menggunakan pengetahuan peserta didik, termasuk bahasa daerah yang dikuasai, untuk menjembatani pemahaman peserta didik terhadap materi pembelajaran dan kosakata baru dalam bab ini. 11. Saya memanfaatkan alat peraga pada dinding kelas seperti kamus dinding dan kartu kata secara efektif dalam pembelajaran. 12. Saya telah mengumpulkan hasil pekerjaan peserta didik sebagai asesmen formatif peserta didik. 13. Saya telah mengajak para peserta didik merefleksi pemahaman dan keterampilan mereka pada akhir pembelajaran Bab V.
Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi)168 Tabel 5.8 Contoh Refleksi Guru di Bab V Keberhasilan yang saya rasakan dalam mengajarkan bab ini: ................................................................................................................................................ Kesulitan yang saya alami dan akan saya perbaiki untuk bab berikutnya: ................................................................................................................................................ Kegiatan yang paling disukai peserta didik: ................................................................................................................................................ Kegiatan yang paling sulit dilakukan peserta didik: ................................................................................................................................................ Buku atau sumber lain yang saya temukan untuk mengajar bab ini: ................................................................................................................................................ H. Sumber Belajar Utama 1. Keterampilan Membaca Dekoding dan Pemahaman https://buku.kemdikbud.go.id/s/sbbi5 2. Perangkat Ajar Fonik dan Kesadaran Fonemik: Huruf ‘m’ https://buku.kemdikbud.go.id/s/sbbi6
Bab VIBab VI TemankuTemanku BerbedaBerbeda KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI REPUBLIK INDONESIA, 2023 Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! (Edisi Revisi) untuk SD/MI Kelas 1 Penulis: Sofie Dewayani ISBN 978-623-118-510-5 (jil.1 PDF)
170Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) A. Pendahuluan Bapak dan Ibu Guru, di kelas satu peserta didik Anda memiliki teman yang lebih beragam dibandingkan ketika ia berada di TK atau PAUD. Bab VI ini mengajak peserta didik untuk mengenali keragaman di sekitarnya dan cara menyikapi keragaman tersebut. Selama belajar, guru dapat mengajak peserta didik untuk: ● mengenali perbedaan ciri fisik teman-temannya seperti bentuk rambut, kemampuan, tinggi tubuh, dan warna kulit; ● mengenali perbedaan sebagai anugerah untuk disyukuri sehingga meskipun berbeda, mereka tetap harus menghargai teman dan dapat melakukan banyak hal bersamasama. Pada tema ini peserta didik juga meningkatkan keterampilan berbahasanya dengan: ● mengenali lambang bilangan 110; ● membilang dan menulis bilangan 15; ● belajar mengeja dan membaca katakata seharihari yang memiliki suku kata ‘ga’, ‘gi’, ‘gu’, ‘ge’, ‘go’, ‘gem’, ‘gar’, ‘gim’ serta menuliskannya. Peta Materi Tujuan Pembelajaran: Dengan menyimak dan menanggapi bacaan tentang keragaman di sekitar, peserta didik dapat membaca dan menulis kata yang diawali dengan huruf ‘g’. Mengenali dan membaca kata yang diawali dengan huruf ‘g’ secara berulang-ulang. Menyimak guru membaca cerita yang dengan kata berawalan huruf ‘g.’ Menuliskan kata yang diawali dengan huruf ‘g.’ Menyimak guru melafalkan kata yang diawali dengan huruf ‘g’ dan menirukannya. Memainkan permainan ikatan dengan suku kata yang diawali dengan huruf ‘g.’ Gambar 6.1 Peta Materi Bab VI Tujuan Pembelajaran Bab Ini: Dengan menyimak dan menanggapi bacaan tentang keragaman di sekitar, peserta didik dapat membaca dan menulis kata yang diawali dengan huruf ‘g.’ Tujuan pembelajaran ini dicapai dengan rangkaian aktivitas sebagai berikut.
Panduan Khusus Bab VI Temanku Berbeda171 Selain kegiatan menyimak, membaca dan memirsa, berbicara, dan menulis sambil memperdalam pengetahuan huruf, meningkatkan kesadaran bunyi huruf ‹g,› dan berlatih merangkainya dengan bunyi huruf vokal, bab enam ini memperkenalkan peserta didik kepada perbedaan di sekitar mereka dan pentingnya menghargai perbedaan tersebut. Keseluruhan aktivitas di bab enam dijelaskan pada tabel skema pembelajaran berikut ini. Tabel 6.1 Skema Pembelajaran Bab VI Alur Tujuan Pembelajaran Indikator Ketercapaian Tujuan Pembelajaran Pokok Materi Aktivitas Kosakata Sumber Belajar Menyimak Menyimak dan menjelaskan perbedaan tokoh dalam teks yang dibacakan. Peserta didik dapat menjelaskan perbedaan dan persamaan tokoh dalam cerita “Kiki dan Gaga” dengan baik. Cerita “Kiki dan Gaga” Peserta didik menyimak cerita yang dibacakan guru, lalu mendiskusikan persamaan dan perbedaan tokoh cerita. memetik apel menyemprot berenang Buku Siswa Buku pengayaan lain tentang perbedaan Menulis Menulis atau menggambar simpulan dari bacaan pada pengatur grafis sederhana. Peserta didik mampu menuliskan atau menggambarkan persamaan dan perbedaan tokoh dalam cerita “Kiki dan Gaga” dengan baik. Cerita “Kiki dan Gaga” Menulis atau menggambar perbedaan dan persamaan Kiki dan Gaga. Buku Siswa Buku pengayaan lain dengan topik yang sama Membaca Mengenali dan mengeja kombinasi huruf pada suku kata yang sering ditemui. Peserta didik dapat merangkai huruf 'g' menjadi suku kata dengan lancar. Kata yang diawali dengan huruf ‘g’ Peserta didik mengeja dan membaca kalimat ‘Gaga merasa gembira’. Peserta didik melafalkan bunyi huruf ‘g’ dan merangkainya dengan huruf vokal lainnya. Peserta didik melafalkan bunyi huruf ‘g’ dan merangkainya dengan huruf vokal dan konsonan lainnya. Peserta didik berlatih membaca suku kata yang diawali dengan huruf ‘g’. Peserta didik menunjukkan suku kata yang diawali dengan huruf ‘g’ pada namanama benda dan binatang. gajah gurita gorila gigi garpu gagak Buku Siswa Kartu kata Kartu suku kata Kartu huruf
172Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) Alur Tujuan Pembelajaran Indikator Ketercapaian Tujuan Pembelajaran Pokok Materi Aktivitas Kosakata Sumber Belajar Membaca Mengenali dan mengeja kombinasi huruf pada suku kata yang sering ditemui. Peserta didik dapat membaca dan mengingat suku kata yang mengandung huruf ‘g’ dengan baik. Suku kata dan kata yang diawali dengan huruf ‘g’ Peserta didik memainkan permainan ingatan dengan suku kata dan kata yang diawali dengan huruf ‘g’. gagak garam gol gula Buku Siswa Kartu kata Kartu suku kata Menulis Menulis katakata yang sering ditemui seharihari. Peserta didik mampu menuliskan suku kata dengan baik. Kata yang diawali dengan huruf ‘g’ Peserta didik menulis kalimat “Gaga gajah gembira” dengan mengikuti alur menulis pada huruf bertitiktitik. Peserta didik melengkapi kalimat tidak lengkap dengan kata yang tepat. gembira Buku Siswa, Kartu kata Kartu suku kata Kartu huruf Menulis Menuliskan katakata yang sering ditemui seharihari. Peserta didik mampu menuliskan lambang bilangan dan menghubungkanya dengan jumlah secara tepat. Lambang bilangan dan gambar “Semua Berbeda” Peserta didik menulis lambang bilangan dan menghubungkannya dengan jumlah anak pada gambar. Tabel yang dibuat peserta didik dibantu oleh anggota keluarga Berbicara Berbicara dengan sopan dan menjawab pertanyaan tentang gambar yang diamatinya. Peserta didik mampu menyampaikan pendapat tentang perbedaan dan jumlah bilangan objek pada gambar dengan baik. Gambar “Semua Berbeda” Peserta didik mengamati gambar, lalu mendiskusikan perbedaan anak dalam gambar dan membilang objek dalam gambar. kantin lurus keriting berkerudung berkacamata Buku Siswa Buku bacaan lain dengan materi yang sama Menyimak Belajar menyimak, memahami, dan melakukan instruksi sederhana. Peserta didik mampu menyimak dan mengikuti instruksi yang mengandung bilangan secara tepat Instruksi dalam cerita yang disimaknya. Peserta didik membentuk kelompok dengan temannya mengikuti bilangan yang disebutkan dalam cerita yang disimaknya. siang panas jatuh banyak mengambilkan belalai Buku Siswa atau cerita yang dikarang sendiri oleh guru B. Konsep dan Keterampilan Prasyarat Setelah beraktivitas dalam lima bab pada buku ini, seharusnya peserta didik telah meningkatkan kemampuan menyimak, membaca, berbicara, dan menulisnya. Guru
Panduan Khusus Bab VI Temanku Berbeda173 sebaiknya selalu memastikan bahwa semua kompetensi pada Fase Fondasi peserta didik telah terpenuhi. Khususnya, sebelum beraktivitas dengan pembelajaran di bab ini, guru memastikan bahwa ● Peserta didik telah mampu menyimak dengan saksama, penuh perhatian, mampu memahami informasi dan melakukan instruksi pada teks yang disimaknya. ● Peserta didik mampu mengenali sebagian huruf dan membaca suku kata, terutama yang telah diajarkan pada lima bab sebelumnya. ● Peserta didik berbicara dengan percaya diri dan bersikap baik saat berbicara. ● Setidaknya peserta didik dapat menulis namanya sendiri dan beberapa suku kata, terutama suku kata yang telah diajarkan pada lima bab buku ini. Guru perlu memberikan bimbingan intensif kepada peserta didik yang belum memiliki sebagian atau seluruh kemampuan di atas. C. Penyajian Materi Esensial Tujuan pembelajaran pada bab ini diajarkan dengan mengajak peserta didik ● Menyimak dan mengakses informasi dalam teks fiksi, nonfiksi, dan gambar tentang teman yang berbeda. ● Mengeja dan membaca suku kata yang mengandung huruf ‘g’ dalam kata yang dikenali seharihari. ● Menulis suku kata yang mengandung huruf ‘g’ dalam katakata yang dikenali seharihari. ● Mengemukakan pendapat serta mendiskusikan perbedaan dan sikap menghargai perbedaan. D. Apersepsi Untuk menyiapkan pembelajaran pada bab ini, guru dapat ● Meletakkan kartu kata yang mengandung suku kata yang diawali dengan huruf ‘g’ pada kamus dinding. ● Menempelkan nama bendabenda di dalam kelas yang mengandung suku kata yang diawali dengan huruf ‘g’ (misalnya garuda). ● Mencari katakata dengan suku kata yang diawali dengan huruf ‘g’ pada judul judul buku di pojok baca kelas.
174Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) E. Penilaian Sebelum Pembelajaran Pada bab ini, guru disarankan melakukan asesmen sumatif menyimak. Agar peserta didik dapat melakukan asesmen tersebut dengan baik, guru memastikan untuk ● Telah berkomunikasi dengan orang tua (atau pakar yang relevan) apabila peserta didik menunjukkan kesulitan untuk berkonsentrasi mengikuti aktivitas. ● Memberikan perhatian dan pendampingan khusus kepada peserta didik yang belum percaya diri atau mengalami kesulitan untuk menyampaikan gagasannya secara lisan dengan jelas. ● Terkait dengan kemampuan membaca, guru juga perlu mencatat peserta didik yang belum mampu mengenali huruf dan suku kata yang diajarkan untuk diberikan bimbingan khusus. F. Panduan Pembelajaran Bab VI: Temanku Berbeda Tema: Menghargai Perbedaan Saran Periode Waktu: 25 JP Media Pembelajaran Media pembelajaran yang dipakai adalah ⦁ Buku Siswa; kartu huruf; kartu kata; ⦁ kartu bergambar bendabenda yang memiliki suku kata yang diawali dengan huruf ‘g’; ⦁ alat tulis dan alat warna; ⦁ bukubuku bacaan fiksi dan nonfiksi dengan tema keragaman yang sesuai untuk peserta didik kelas satu. Aktivitas Pembelajaran Bapak dan Ibu Guru, menerima dan bertoleransi terhadap keberagaman merupakan sikap yang perlu dilatih dan diajarkan. Perbedaan dikenalkan kepada para peserta didik kelas satu melalui sesuatu yang konkret dan dapat dilihat dalam keseharian mereka. Bentuk rambut, warna
Panduan Khusus Bab VI Temanku Berbeda175 kulit, ragam bekal makanan, dan permainan kesukaan merupakan beberapa hal yang dapat dengan mudah dikenali oleh peserta didik kelas satu. Guru perlu mengajarkan bahwa perbedaan itu baik dan semua ciri fisik yang dimiliki peserta didik adalah baik. Selama dibacakan cerita, guru dapat mengajak peserta didik berdiskusi tentang cara yang baik dalam menyikapi perbedaan. Menyimak Untuk menilai pemahaman peserta didik pada kegiatan menyimak, guru perlu mengajukan pertanyaan untuk menanggapi cerita “Kiki dan Gaga” dalam kelompok kecil atau perorangan. Saat membacakan cerita, guru perlu menunjuk setiap kata yang dibaca dengan telunjuk agar peserta didik memahami koneksi bunyi dan bentuk kata. Tip Pembelajaran: Berempati dengan tokoh cerita Sikap toleran dapat dikembangkan apabila peserta didik berempati kepada orang lain. Selama membacakan cerita, arahkan perhatian peserta didik kepada ekspresi Kiki dan Gaga serta sikap tubuh mereka. Lalu, ajukan pertanyaan sebagai berikut. ⦁ Bagaimana perasaan Gaga ketika tidak dapat masuk ke rumah Kiki? ⦁ Bagaimana perasaan Kiki ketika tidak dapat menyemprot air seperti Gaga? Kemudian, tanyakan kepada para peserta didik bagaimana perasaan mereka seandainya tak bisa melakukan sesuatu yang dapat dilakukan teman mereka. Atau sebaliknya, apabila mereka bermain dengan seorang teman yang tidak dapat melakukan gerakan kegiatan atau gerakan yang mereka lakukan; apa yang akan mereka katakan kepada teman tersebut?
176Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) Setelah membacakan cerita “Kiki dan Gaga”, tanyakan kepada para peserta didik apakah mereka menyukai cerita tersebut. Tanyakan juga, apakah peserta didik menyukai Kiki atau Gaga. Lalu, tanyakan alasannya. Tip Pembelajaran Kegiatan menyimak terdapat pada setiap bab di Buku Siswa untuk kelas satu. Untuk menilai kemampuan seluruh peserta didik dalam menyimak, guru perlu melakukannya secara bergantian. Penilaian terhadap kemampuan peserta didik dalam menjelaskan informasi dan menyampaikan pendapat terhadap cerita yang dibacakan dapat dilakukan dalam kelompok kecil. Catatlah tanggapan peserta didik dalam kelompok kecil ini pada lembar amatan berikut. Menulis Kemampuan menggambarkan ide adalah fondasi bagi perkembangan kemampuan menulis awal. Para peserta didik yang terbiasa menggambarkan ide dengan ekspresif akan mengembangkan rasa percaya diri untuk menuliskan idenya dengan kreatif, bahkan sebelum mereka mampu merangkai huruf dan suku kata dengan tepat. Tip Pembelajaran Tumbuhkan motivasi peserta didik untuk menggambar dengan penuh percaya diri. Peserta didik perlu dibiasakan bahwa sama halnya dengan menulis, menggambar adalah kegiatan untuk mengekspresikan ide secara perinci dan runtut melalui teks visual. Guru dapat memodelkan proses bercerita dan berpikir sambil menggambar. Dengan melihat guru menggambar, peserta didik akan memahami bahwa gambar objek tidak perlu menyerupai benda aslinya. 149Bab 6 | Temanku Berbeda Sekarang, gambarlah Gaga dan Kiki di sini. Gambarlah juga apa yang mereka bisa lakukan bersama-sama. Ikuti petunjuk guru. Ini Gaga Gaga bisa Gaga dan Kiki bisa Ini Kiki Kiki bisa Menulis
Panduan Khusus Bab VI Temanku Berbeda177 Inspirasi Kegiatan Perancah Keberanian dan kepercayaan diri peserta didik untuk menggambar tidak otomatis tumbuh. Berikan pertanyaan pemantik untuk mendorong peserta didik mengeksplorasi gambarnya. Misalnya, bagaimana bentuk badan gajah, lalu bagaimana bentuk kepalanya, ada di mana belalainya? Guru dapat menunjukkan gambar Gaga sebagai rujukan menggambar bentuk gajah. Guru juga dapat memodelkan menggambar gajah di papan tulis, kemudian menghapusnya. Jangan lupa untuk memberi apresiasi dan pujian kepada peserta didik agar kepercayaan dirinya tumbuh. Tunjukkan bagian dari gambarnya atau aspek tertentu pada gambarnya yang menarik dan sudah baik. Inspirasi Kegiatan Pengayaan Apabila peserta didik telah dapat menulis, berikan motivasi untuk melengkapi gambarnya tersebut dengan kata atau kalimat yang menjelaskan apa yang dilakukan Kiki dan Gaga. Kalimat ‘Gaga berenang dan Kiki melompat’ merupakan simpulan yang baik terhadap kamampuan gajah dan kelinci dalam cerita. Apabila para peserta didik telah mampu menuliskan lebih banyak kosakata, mereka pun dapat menceritakannya melalui tulisan. Membaca 1. Tunjukkan gambar “Gaga gajah gembira”. Berikan pertanyaan pemantik agar peserta didik mengamati gambar dengan saksama. Misalnya, ‘Apa yang dibawa gajah? Kirakira, mengapa ia gembira?’. 2. Mengucapkan Bunyi Huruf ‘g’ Seperti pada huruf lain, guru memperkenalkan nama huruf dan bunyinya agar peserta didik dapat menggabungkan bunyi ini dengan bunyi huruf lain, terutama
178Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) huruf vokal. Hal ini bertujuan membantu peserta didik menggabungkan kedua bunyi huruf tersebut menjadi bunyi suku kata. 3. Merangkai Huruf ‘g’ Menjadi Suku Kata Guru mengajak peserta didik membunyikan huruf ‘g’ dan merangkainya dengan huruf vokal dan konsonan lain. Guru dapat melakukan kegiatan ini dalam kelompok kecil agar setiap peserta didik mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya. Selain Buku Siswa, guru dapat menggunakan alat peraga lain seperti kartu huruf dan kartu suku kata agar peserta didik dapat melihat huruf huruf dipisah dan dirangkaikan. 4. Membaca Suku Kata Pada saat meminta peserta didik membaca suku kata ‘ga’, ‘gi’, ‘gu’, ‘ge’, ‘go’, ‘gem’, ‘gar’, ‘gim’ upayakan agar peserta didik dapat melakukannya secara mandiri. Apabila peserta didik telah dapat membaca suku kata ini dengan lancar, peserta didik dapat diberikan kartu kata pada kegiatan selanjutnya. 5. Membaca Kata dengan Suku Kata yang Diawali dengan Huruf ‘g’ Guru sebaiknya melakukan kegiatan ini dengan kelompok kecil peserta didik, yang telah dikelompokkan menurut kemampuan membacanya. Akan lebih efektif apabila guru juga menyiapkan gambar benda dan binatang ini dalam kartu kata, dengan nama tertulis di balik kartu tersebut. Minta peserta didik untuk menebak nama benda atau binatang pada gambar itu. Para peserta didik mungkin belum mengenali binatang tertentu (misalnya gorila, gurita, dan gagak). Maka mintalah mereka menebak dengan menghubungkannya dengan binatang lain yang serupa. Setelah itu, balik kartu, dan ajak mereka menebak nama binatang itu bersamasama. Tabel 6.2 Contoh Rubrik Penilaian Mengenali dan Merangkai Huruf Menjadi Suku Kata dan Kata Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran Mulai Berkembang Sedang Berkembang Berkembang Sesuai Harapan Sangat Berkembang Peserta didik dapat merangkai huruf 'g' menjadi suku kata dengan lancar. Tidak Dapat Merangkai Bunyi Huruf ‘g’ dengan Huruf Lain Sama Sekali. Dapat Merangkai Bunyi Huruf ‘g’ dengan Beberapa Huruf Lain. Peserta Didik Dapat Merangkai Beberapa Suku Kata yang Diawali dengan Huruf ‘g’ dengan Suku Kata Lain Sehingga Membentuk Nama Benda yang Dikenalinya (25 kata). Peserta Didik Dapat Membaca Hampir Semua atau Bahkan Semua Kata yang Mengandung Suku Kata yang Diawali dengan Huruf ‘g’. Nama Peserta Didik
Panduan Khusus Bab VI Temanku Berbeda179 Inspirasi Kegiatan Pengayaan Peserta didik yang telah dapat membaca suku kata dan kata secara mandiri perlu diperkenalkan dengan berbagai kombinasi suku kata. Berikan buku bergambar dan kartu kata kepadanya agar ia dapat mengenal beragam bentuk dan bunyi kata beserta maknanya dalam buku. Peserta didik seperti ini juga memerlukan pendampingan khusus agar kecakapannya dapat berkembang secara optimal. 6. Permainan Ingatan dengan Kartu Suku Kata dan Kata Cara memainkannya sebagai berikut. a. Perbanyak suku kata pada Buku Siswa, lalu tempelkan pada kertas yang agak tebal. b. Gunting setiap kolom yang berisi satu suku kata sehingga menjadi kartu suku kata. c. Susun semua kartu seperti gambar dan balikkan sehingga suku katanya tidak terlihat. d. Secara bergiliran, setiap peserta didik akan membuka dua kartu sehingga menemukan suku kata yang sama. e. Apabila berhasil membuka dua kartu yang sama, peserta didik dapat menyimpan sepasang kartu kata itu. f. Peserta didik yang menyimpan kartu suku kata paling banyak menjadi pemenangnya. Catatan: a. Permainan ini sebaiknya dimainkan dalam kelompok kecil agar semua peserta didik mendapat kesempatan untuk bermain. Oleh karena itu, guru perlu menyiapkan beberapa set kartu suku kata untuk dimainkan beberapa kelompok. b. Kelompokkan peserta didik menurut kemampuannya. Peserta didik yang belum lancar mengenal huruf dan membaca suku kata dapat bermain dengan lebih sedikit pasang kartu kata (misalnya 4 atau 6 pasang). Peserta didik yang telah lancar membaca dapat memainkan 8 pasang kartu suku kata (16 kartu). c. Guru dapat menambah kartu dengan suku kata lain yang diawali dengan huruf ‘g’ atau hurufhuruf lain yang telah dipelajari di bab sebelumnya. d. Peserta didik yang telah lancar membaca dapat bermain dengan kartu kata yang disesuaikan jumlahnya. 151Bab 6 | Temanku Berbeda 3. Bagaimana dengan ini? Ikuti guru membacanya. ge go ga gi gu gem gar gim 4. Lalu, bacalah beberapa suku kata berikut. Ikuti guru membacanya. g o g a g u g e m
180Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) Menulis Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi)154 1. Sekarang, tuliskan kalimat di bawah ini. Gaga gajah gembira. 1. Peserta didik perlu dilatih untuk menulis dengan arah yang benar. Sebelum mendampingi peserta didik menulis, guru dapat mengajak peserta didik mengamati gambar Gaga gajah yang sedang bergembira di Buku Siswa. Ajukan pertanyaan seperti, “Mengapa Gaga bergembira? Apa yang sedang dilakukannya?” Kegiatan menulis dapat membantu pencapaian kompetensi peserta didik secara efektif apabila diberikan sesuai dengan kemampuan peserta didik yang bersangkutan. Menebalkan huruf bertitiktitik merupakan latihan yang baik bagi kemampuan motorik halus peserta didik. Namun demikian, kegiatan ini bisa jadi membosankan bagi peserta didik yang telah lancar menulis. Karena itu, guru sebaiknya mengenali kemampuan menulis para peserta didik agar dapat memberikan kegiatan menulis yang tepat bagi masingmasing. a. Kelompokkan peserta didik menurut kemampuan menulisnya. b. Perbanyak tulisan ‘Gaga gajah bergembira’ untuk ditebalkan oleh kelompok peserta didik yang belum lancar menulis rangkaian suku kata dan kata. c. Kelompok peserta didik yang telah lancar menulis dapat diberi kegiatan lanjutan, yaitu menulis alasan atau sebab Gaga gajah bergembira.
Panduan Khusus Bab VI Temanku Berbeda181 Tabel 6.3 Contoh Rubrik Penilaian Menulis Kata dengan Arah yang Benar Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran Mulai Berkembang Sedang Berkembang Berkembang Sesuai Harapan Sangat Berkembang Peserta didik mampu menuliskan suku kata dengan baik. Tidak Menebalkan Tulisan ‘Gaga gajah gembira’ Sama Sekali. Menebalkan Tulisan ‘Gaga gajah gembira’, Namun dengan Banyak Kesalahan Arah Tulis dan Tulisan Peserta Didik Keluar Garis. Menebalkan Tulisan ‘Gaga gajah gembira’ dengan Beberapa Kesalahan Arah tulis dan Beberapa Penulisan di Luar Garis Putus Putus. Menebalkan Tulisan ‘Gaga gajah gembira’ dengan Rapi dan Sesuai Arah yang Benar Serta Menulis kalimat ‘Gaga gajah gembira’ dengan Benar. Nama Peserta Didik 2. Kegiatan menulis lambang bilangan ini didahului dengan kegiatan mengamati gambar. Pada saat mengamati gambar, ajak peserta didik mendiskusikan pertanyaanpertanyaan seperti berikut. a. Sedang apa anakanak ini? b. Ada di mana mereka? c. Mengapa anak ini duduk di kursi roda? d. Bagaimana rambut anakanak ini? e. Adakah rambut yang sama? f. Bagaimana bentuk rambut kalian dan temanteman kalian, adakah yang sama? Setelah mengamati gambar, bacakan pertanyaanpertanyaan di bawah gambar dan tunjuk peserta didik satu per satu untuk menjawabnya. Untuk kegiatan mencocokkan gambar anak dengan lambang bilangan, guru dapat menggandakan tabel pada Buku Siswa untuk dapat diisi langsung oleh peserta didik. Berbicara Untuk kegiatan berbicara dan mendiskusikan gambar “Semua Berbeda”, guru memastikan peningkatan kemampuan berbicara dan berdiskusi para peserta didik dengan cara membagi mereka ke dalam kelompok. Kegiatan diskusi kelompok ini
182Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) bertujuan memberikan rasa nyaman bagi peserta didik yang pemalu atau kurang aktif berbicara. Komposisi kelompok dapat berupa: a. kelompok yang beranggotakan peserta didik yang samasama sudah mampu berbicara dan berdiskusi dengan baik, b. kelompok yang semua anggotanya belum mampu berbicara dan berdiskusi dengan baik, atau c. kelompok yang sebagian anggotanya sudah mampu berbicara dan berdiskusi dengan baik serta sebagian anggotanya masih belajar melakukannya. Catatan ● Pertanyaan nomor 1–4 dijawab oleh setiap peserta didik dalam kelompok. ● Peserta didik diminta mencocokkan jawaban nomor 4 dengan temannya. Apabila terdapat beberapa kelompok, guru mendampingi salah satu kelompok dan mengamati apakah semua anggota kelompok telah dapat menjawab pertanyaan dengan tepat dan santun sesuai dengan kesepakatan tentang diskusi. Tuliskan nama peserta didik pada lembar berikut. Tabel 6.4 Contoh Lembar Pengamatan Berbicara Indikator Ketercapaian Kompetensi Mulai Berkembang Sedang Berkembang Berkembang Sesuai Harapan Sangat Berkembang Peserta didik mampu menyampaikan pendapat tentang perbedaan dan jumlah bilangan objek pada gambar dengan baik. Belum mampu menjawab satu pun pertanyaan dengan tepat. Menjawab sebagian pertanyaan tentang gambar dengan tepat, namun masih perlu berlatih untuk menyampaikan pendapat dengan santun. Menjawab dengan santun, namun sebagian jawaban masih belum tepat. Menjawab semua pertanyaan tentang gambar dengan tepat dan santun sesuai dengan kesepakatan berdiskusi. Nama Peserta Didik Terhadap kelompok yang didampingi, guru mungkin mengamati sekilas atau dari kejauhan. Suara gaduh, gestur tubuh yang diamati dari jarak jauh dapat menjadi catatan tentang peserta didik yang memiliki penguasaan diri yang baik, terlihat dari 157Bab 6 | Temanku Berbeda Saat kalian menulis angka, tulislah dengan benar. Sekarang, jawablah pertanyaan-pertanyaan ini. 1. Sedang apa anak-anak pada gambar di halaman 153? 2. Ada di mana mereka? 3. Berapa anak yang duduk di kursi roda? 4. Teman-teman kalian di kelas pasti juga berbeda-beda. Adakah teman kalian yang berkacamata? Adakah yang berambut lurus? Adakah yang berambut keriting? Hitung jumlahnya, lalu cocokkan dengan teman, ya. Berbicara
Panduan Khusus Bab VI Temanku Berbeda183 kemampuannya untuk berdiskusi atau bekerja kelompok tanpa pengawasan guru. Apabila memungkinkan, guru dapat menuliskan namanama peserta didik dari pengamatan sekilas tersebut dalam lembar amatan berikut. Tabel 6.5 Contoh Lembar Pengamatan Berdiskusi Perilaku yang Diamati Nama Peserta Didik Mampu berdiskusi dengan mandiri. Belum mampu berdiskusi dengan mandiri. Menyimak Bermain dengan Bilangan Tujuan dari permainan ini, selain melatih kemampuan menyimak peserta didik, adalah meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap konsep bilangan. Peserta didik diminta untuk segera membuat kelompok bersama teman sesuai dengan jumlah bilangan yang disebutkan oleh guru selama membacakan cerita. Kemampuan peserta didik mengikuti instruksi terlihat dari spontanitas dan ketangkasannya bergerak sesuai bilangan yang disebutkan dalam instruksi. Sebagian peserta didik bahkan memandu temannya untuk berkelompok sesuai instruksi.
184Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) Tip Pembelajaran Sebelum mulai bermain, sepakati aturan bermain bersama peserta didik. Misalnya, peserta didik harus berjalan dengan hati-hati dan berusaha tidak menabrak atau mendorong teman. Catatan ● Guru tentu dapat mengembangkan cerita lain yang menggunakan bilangan apabila peserta didik masih ingin memainkan permainan ini. ● Kegiatan bercerita pada permainan ini dapat diganti dengan menyanyikan lagu. Guru dapat menyanyikan lagu yang mengandung bilangan, misalnya ‘SatuSatu’ dan peserta didik bergerak membentuk kelompok setiap kali mendengar bilangan disebutkan dalam lagu. ● Kegiatan ini dapat dijadikan penilaian sumatif bagi perkembangan kemampuan menyimak peserta didik selama beraktivitas dengan enam bab ini. Tabel 6.6 Contoh Lembar Penilaian Sumatif Kemampuan Menyimak Kriteria Ketercapaian Kompetensi Mulai Berkembang Sedang Berkembang Berkembang Sesuai Harapan Sangat Berkembang Peserta didik mampu menyimak dan mengikuti instruksi yang mengandung bilangan secara tepat. Bergerak tanpa arah mengikuti teman. Bergerak dengan tangkas berusaha memenuhi instruksi, namun melakukan kesalahan. Bergerak secara spontan, namun memerlukan panduan teman untuk dapat membentuk kelompok sesuai instruksi. Bergerak secara spontan dan tangkas mengikuti instruksi dan memandu teman untuk membuat kelompok. Nama Peserta Didik Kreativitas Guru memperbanyak salinan tabel pencatatan makanan kesukaan anggota keluarga dari Buku Siswa, untuk dibagikan kepada peserta didik disertai surat pengantar untuk orang tua/walinya. Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi)160 Setiap orang berbeda. Makanan kesukaan mereka juga berbeda. Cobalah tanyakan makanan kesukaan keluarga kalian. Gambarlah makanan itu di tabel yang tersedia. Kalian dapat mengisi tabel dengan makanan kesukaan ayah, ibu, kakak, adik, atau anggota keluarga yang lain. Mintalah ayah, ibu, atau kakak untuk membantu menulis nama makanan itu. Nama Anggota Keluarga MakananNomor 1 ................ 2 ................ 3 ................ 4 ................ 5 ................ 6 ................ Kreativitas
Panduan Khusus Bab VI Temanku Berbeda185 Jurnal Membaca Banyak cerita tentang keragaman telah ditulis dalam buku buku pengayaan fiksi dan nonfiksi untuk peserta didik. Pajanglah buku-buku tersebut di pojok baca kelas. Kemudian, pinjamkan buku dari perpustakaan sekolah kepada peserta didik untuk dibacakan oleh orang tua/walinya di rumah. Bersama buku tersebut, sertakan beberapa contoh pertanyaan pemantik diskusi. Contohnya sebagai berikut. a. Siapa nama tokoh dalam cerita ini? b. Bagaimana ciri fisiknya? c. Mengapa ia berbeda? d. Bagaimana perasaannya? Selain itu, buku bacaan digital dapat menjadi alternatif. Salah satunya adalah buku Apa Itu? yang dapat diakses dari laman SIBI https://buku.kemdikbud.go.id/katalog/apa- itu dan selanjutnya dapat disimpan luring. Kalian juga dapat memindai gambar berikut untuk membaca: KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI REPUBLIK INDONESIA 2022 B1 Buku ini menceritakan seekor tupai yang mengumpulkan kacang untuk persediaan makanannya. Setelah kerepotan hilirmudik mengumpulkan kacang, ia menemukan cara yang tepat untuk menyimpan makanan dalam waktu yang lama. Menampilkan tokoh binatang, buku ini menjelaskan tentang konsep menabung.
186Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi)162 Jurnal Membaca Nama: ................................................. Judul Buku: ..................................................................... Nama Penulis: ................................................................. Nama Ilustrator: ............................................................ Dalam buku ini, Tia diganggu oleh seekor binatang. Binatang apakah itu? Gambarlah binatang itu di sini. Inspirasi Kegiatan Bersama Orang Tua Bapak dan Ibu Guru, ajak orang tua/wali peserta didik untuk mengenali materi pembelajaran pada bulan ini. Sesuai dengan materi pada bab ini, ajak orang tua/ wali peserta didik untuk: ● mengajak peserta didik mengenali perbedaan di rumah, misalnya yang terkait ciri fisik dan makanan kesukaan anggota keluarga; ● mengingatkan peserta didik agar selalu menghargai perbedaan di dalam dan di sekitar rumah, serta memperlakukan orang lain dengan baik meskipun berbeda; ● melibatkan peserta didik dalam kegiatan seharihari di rumah, seperti menyiapkan bahan masakan dan menyiapkan makanan dengan jumlah dan takaran yang berbeda (misalnya 3 wortel atau 4 siung bawang putih); ● membacakan bukubuku tentang perbedaan, menghargai keunikan diri, serta hidup berdampingan dalam lingkungan teman dan orang yang memiliki kebiasaan yang berbeda; ● membacakan buku cerita tentang perbedaan dan mengajak peserta didik untuk mengenali dan menganalisis perbedaan dalam gambar; ● mengenali dan menemukan huruf ‘g’ dan suku kata yang mengandung huruf ‘g’ dalam buku.
Panduan Khusus Bab VI Temanku Berbeda187 Contoh Surat kepada Orang Tua Bapak dan Ibu Orang Tua/Wali Peserta Didik Kelas Satu, Pada bulan ini, Ananda … (diisi dengan nama peserta didik) telah belajar tentang keragaman. Ananda juga belajar untuk memperlakukan teman-temannya dengan baik meskipun berbeda-beda. Ajaklah Ananda untuk menghargai pula keragaman di rumah dan di sekitar rumah. Pada bulan ini, Ananda juga diminta untuk mengenali dan menuliskan/menggambarkan makanan kesukaan anggota keluarga di rumah, yang tentunya berbeda-beda. Berikan pujian dan penghargaan setelah Ananda menyelesaikannya. Bersama ini, kami pinjamkan buku perpustakaan sekolah. Selama membacakannya, Anda dapat mendiskusikan perbedaan dan persamaan antara satu tokoh dengan tokoh yang lainnya. Selamat menikmati buku ini bersama Ananda! Salam hangat. Membaca Kata Minggu Ini Peserta didik perlu terpajan dengan bentuk katakata yang sering ditemui. Hal ini akan mempercepat prosesnya belajar membaca. Cetaklah katakata tersebut pada kartukartu. Anda juga dapat menulisnya di lembaran karton yang dipotongpotong membentuk kartu. Tunjukkan katakata tersebut kepada para peserta didik setiap hari dan minta mereka membacanya. Guru kemudian dapat menyimpan kartu kartu ini pada kamus dinding kelas. Apabila kondisinya memungkinkan, kartukartu tersebut dapat diperbanyak dan diberikan kepada peserta didik yang belum lancar membaca untuk digunakan di rumah. Berikan panduan kepada orang tua/wali untuk menunjukkannya kepada peserta didik di rumah setiap hari. gajah gigi gol garpu guru
188Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) G. Refleksi 1. Memetakan Kemampuan Peserta Didik a. Pada akhir Bab VI ini, guru telah memetakan peserta didik sesuai dengan kemampuannya melalui asesmen formatif dalam kegiatan sebagai berikut. 1) Menjelaskan persamaan dan perbedaan pada teks yang disimak dengan tepat (menyimak). 2) Merangkai bunyi huruf ‘g’ dengan bunyi huruf lain menjadi suku kata dan katakata yang dikenali (membaca). 3) Menjelaskan perbedaan pada gambar secara tepat dan santun (berbicara). 4) Menebalkan tulisan dan menulis kalimat ‘Gaga gajah gembira’ (menulis). b. Catat kemampuan peserta didik dari setiap kegiatan tersebut pada tabel di bawah ini. Guru juga dapat mengubah catatan kemampuan peserta didik (mulai berkembang, sedang berkembang, berkembang sesuai harapan, dan sangat berkembang) menjadi skor angka 14 agar mudah dihitung jumlah totalnya selama periode tertentu. Tabel 6.7 Contoh Pemetaan Peserta Didik Berdasarkan Kompetensi yang Diajarkan di Bab VI No. Nama Peserta Didik Nilai Peserta Didik Menjelaskan persamaan dan perbedaan pada teks yang disimak dengan tepat. Menulis Suku Kata Berawalan ‘g’. Menebalkan Tulisan dan Menulis Kalimat ‘Gaga gajah gembira’. Menjelaskan perbedaan pada gambar secara tepat dan santun. 1. Ahmad 2. Dayu 3. Doni 4. Made