Created in Canva
KATA PENGANTAR Puji dan syukur saya panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan karunia-Nya, buku cerita yang berjudul "Koin-Koin Kecilku Menjadi Istana" ini dapat diselesaikan dengan baik. Buku ini ditulis khusus untuk teman-teman semua agar dapat belajar tentang indahnya menabung dan hidup hemat sejak kecil. Melalui kisah elvaretta yang pantang menyerah dan selalu ingat pesan kakeknya, kita bisa belajar bahwa hal- hal besar seperti rumah impian selalu dimulai dari langkah-langkah kecil yang konsisten. Saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada kedua orang tua, guru, dan teman-teman yang selalu memberikan dukungan dan semangat dalam proses pembuatan cerita ini. Tanpa bantuan kalian semua, buku ini tidak akan bisa terwujud. Semoga cerita sederhana ini bisa memberikan inspirasi, hiburan, dan pelajaran berharga bagi siapa saja yang membacanya. Selamat membaca, dan mari mulai menabung impian kita dari sekarang! Salam hangat, Elvaretta
KOIN KOIN KECILKU MENJADI ISTANA Oleh ELVARETTA Editor : ELVARETTA Desain Cover : ELVARETTA Penerbit : Probolinggo – Jawa Timur ISBN : 0058965143 Cetakan ke-1, Agustus 2026 Hak cipta dilindungi oleh undang undang. Dilarang mempebanyak atau mengutip sebagian Atau seluruh isi buku ini tanpa izin tertulis dari penulis
DAFTAR ISI BAB 1 : Denting Pertama di Celengan Tanah Liat BAB 2 : Bisikan Ragu dan Rintangan Harga yang Mahal BAB 3 : memecahkan celengan dengan strategi BAB 4 : Terwujudnya Istana Impian dari Koin Kecil
Prolog Di sebuah desa kecil, elvaretta tumbuh sebagai anak yang berbeda dari teman-temannya. Saat anak-anak lain suka menghabiskan uang jajan untuk beli mainan dan makanan manis, elvaretta pilih menyisihkan uang koinnya ke dalam celengan tanah liat. Ia selalu ingat pesan almarhum kakeknya: "Hidup hemat lebih baik untuk masa depan." Nasihat itu terus ia pegang erat- erat sampai ia dewasa.
Denting Pertama di Celengan Tanah LiatBAGIAN 1
Setiap hari setelah bel sekolah berbunyi, elvaretta berjalan pulangSetiap hari setelah bel sekolah berbunyi, elvaretta berjalan pulang sambil menggenggam sisa uang jajannya. Sampai di kamar, ia langsungsambil menggenggam sisa uang jajannya. Sampai di kamar, ia langsung memasukkan koin demi koin ke dalam celengan tanah liat berbentukmemasukkan koin demi koin ke dalam celengan tanah liat berbentuk ayam. Kring! Kring! Suara koin yang beradu di dalam celengan menjadiayam. Kring! Kring! Suara koin yang beradu di dalam celengan menjadi musik paling indah bagi elvaretta. Ia merasa senang tiap kalimusik paling indah bagi elvaretta. Ia merasa senang tiap kali mendengarnya, karena itu artinya tabungannya makin bertambahmendengarnya, karena itu artinya tabungannya makin bertambah banyak.banyak. Setiap hari setelah bel sekolah berbunyi, elvaretta berjalan pulang sambil menggenggam sisa uang jajannya. Sampai di kamar, ia langsung memasukkan koin demi koin ke dalam celengan tanah liat berbentuk ayam. Kring! Kring! Suara koin yang beradu di dalam celengan menjadi musik paling indah bagi elvaretta. Ia merasa senang tiap kali mendengarnya, karena itu artinya tabungannya makin bertambah banyak.
Teman-temannya di sekolah sering bingung dan heranTeman-temannya di sekolah sering bingung dan heran melihat kebiasaan elvaretta. "el, kok kamu cuma beli es lilinmelihat kebiasaan elvaretta. "el, kok kamu cuma beli es lilin satu sih? Uang jajanmu kurang ya?" tanya Doni sambilsatu sih? Uang jajanmu kurang ya?" tanya Doni sambil memakan jajannya yang menumpuk. elvaretta cumamemakan jajannya yang menumpuk. elvaretta cuma tersenyum manis lalu menjawab dengan tenang, "Enggaktersenyum manis lalu menjawab dengan tenang, "Enggak kok, uang sekolahku sama kayak kalian. Tapi aku mau tabungkok, uang sekolahku sama kayak kalian. Tapi aku mau tabung sisanya buat nanti.sisanya buat nanti. Teman-temannya di sekolah sering bingung dan heran melihat kebiasaan elvaretta. "el, kok kamu cuma beli es lilin satu sih? Uang jajanmu kurang ya?" tanya Doni sambil memakan jajannya yang menumpuk. elvaretta cuma tersenyum manis lalu menjawab dengan tenang, "Enggak kok, uang sekolahku sama kayak kalian. Tapi aku mau tabung sisanya buat nanti.
Meskipun sering diejek pelit oleh teman-temannya, elvarettaMeskipun sering diejek pelit oleh teman-temannya, elvaretta tidak pernah marah atau tersinggung. Bagi elvaretta,tidak pernah marah atau tersinggung. Bagi elvaretta, menahan diri untuk tidak beli jajan berlebihan bukanlah halmenahan diri untuk tidak beli jajan berlebihan bukanlah hal yang menyedihkan. Justru itu adalah langkah awal yangyang menyedihkan. Justru itu adalah langkah awal yang sangat berharga untuk meraih impian besarnya di masasangat berharga untuk meraih impian besarnya di masa depan. Setiap malam sebelum tidur, ia selalu memandangidepan. Setiap malam sebelum tidur, ia selalu memandangi celengannya sambil membayangkan hal-hal indah yang bisacelengannya sambil membayangkan hal-hal indah yang bisa ia wujudkan nantiia wujudkan nanti Meskipun sering diejek pelit oleh teman-temannya, elvaretta tidak pernah marah atau tersinggung. Bagi elvaretta, menahan diri untuk tidak beli jajan berlebihan bukanlah hal yang menyedihkan. Justru itu adalah langkah awal yang sangat berharga untuk meraih impian besarnya di masa depan. Setiap malam sebelum tidur, ia selalu memandangi celengannya sambil membayangkan hal-hal indah yang bisa ia wujudkan nanti
Bisikan Ragu dan Rintangan Harga yang MahalBAGIAN 2
Tujuh tahun berlalu dengan cepat, dan elvaretta kiniTujuh tahun berlalu dengan cepat, dan elvaretta kini tumbuh makin besar dan dewasa. Celengan tanah liat ditumbuh makin besar dan dewasa. Celengan tanah liat di kamarnya pun sudah bertambah banyak dan terasa makinkamarnya pun sudah bertambah banyak dan terasa makin berat saat diangkat. Namun, semakin besar elvaretta,berat saat diangkat. Namun, semakin besar elvaretta, semakin besar pula ujian yang harus ia hadapi. Teman-semakin besar pula ujian yang harus ia hadapi. Teman- teman sebaya yang sering nongkrong mulai mengejek gayateman sebaya yang sering nongkrong mulai mengejek gaya hidup hematnya yang tidak pernah berubah sejak kecil.hidup hematnya yang tidak pernah berubah sejak kecil. Tujuh tahun berlalu dengan cepat, dan elvaretta kini tumbuh makin besar dan dewasa. Celengan tanah liat di kamarnya pun sudah bertambah banyak dan terasa makin berat saat diangkat. Namun, semakin besar elvaretta, semakin besar pula ujian yang harus ia hadapi. Teman- teman sebaya yang sering nongkrong mulai mengejek gaya hidup hematnya yang tidak pernah berubah sejak kecil.
Buat apa simpan uang koin banyak-banyak kalau tidakBuat apa simpan uang koin banyak-banyak kalau tidak dipakai bersenang-senang sekarang? Nanti rugi lho!"dipakai bersenang-senang sekarang? Nanti rugi lho!" cemooh salah satu temannya. Kata-kata itu sempatcemooh salah satu temannya. Kata-kata itu sempat membuat hati elvaretta ragu dan sedih. Iamembuat hati elvaretta ragu dan sedih. Ia mempertanyakan apakah usahanya menahan diri selamamempertanyakan apakah usahanya menahan diri selama bertahun-tahun ini memang hal yang sia-sia? Tapi setiapbertahun-tahun ini memang hal yang sia-sia? Tapi setiap kali rasa ragu itu datang, bayangan senyuman kakeknya dankali rasa ragu itu datang, bayangan senyuman kakeknya dan pesan bijaknya kembali menenangkan hatinyapesan bijaknya kembali menenangkan hatinya Buat apa simpan uang koin banyak-banyak kalau tidak dipakai bersenang-senang sekarang? Nanti rugi lho!" cemooh salah satu temannya. Kata-kata itu sempat membuat hati elvaretta ragu dan sedih. Ia mempertanyakan apakah usahanya menahan diri selama bertahun-tahun ini memang hal yang sia-sia? Tapi setiap kali rasa ragu itu datang, bayangan senyuman kakeknya dan pesan bijaknya kembali menenangkan hatinya
Masalah sesungguhnya datang ketika elvaretta mulai menghitung biayaMasalah sesungguhnya datang ketika elvaretta mulai menghitung biaya untuk membangun rumah impian keluarganya. Ternyata, harga batuuntuk membangun rumah impian keluarganya. Ternyata, harga batu bata, semen, pasir, dan kayu terus naik dan makin mahal dari tahun kebata, semen, pasir, dan kayu terus naik dan makin mahal dari tahun ke tahun. elvaretta sadar, kalau ia cuma mengandalkan uang koin yangtahun. elvaretta sadar, kalau ia cuma mengandalkan uang koin yang didiamkan saja di dalam celengan, jumlahnya tidak akan pernah cukupdidiamkan saja di dalam celengan, jumlahnya tidak akan pernah cukup untuk mengejar harga bahan bangunan yang makin melonjak tinggi.untuk mengejar harga bahan bangunan yang makin melonjak tinggi. elvaretta harus mencari cara lain agar tabungannya tidak kalah denganelvaretta harus mencari cara lain agar tabungannya tidak kalah dengan harga-harga yang makin mahalharga-harga yang makin mahal Masalah sesungguhnya datang ketika elvaretta mulai menghitung biaya untuk membangun rumah impian keluarganya. Ternyata, harga batu bata, semen, pasir, dan kayu terus naik dan makin mahal dari tahun ke tahun. elvaretta sadar, kalau ia cuma mengandalkan uang koin yang didiamkan saja di dalam celengan, jumlahnya tidak akan pernah cukup untuk mengejar harga bahan bangunan yang makin melonjak tinggi. elvaretta harus mencari cara lain agar tabungannya tidak kalah dengan harga-harga yang makin mahal
Memecahkan Celengan dan StrategiBAGIAN 3
Dengan tekad yang mantap dan bulat, elvaretta akhirnyaDengan tekad yang mantap dan bulat, elvaretta akhirnya memutuskan untuk memecahkan celengan-celengan tanah liat yangmemutuskan untuk memecahkan celengan-celengan tanah liat yang sudah ia kumpulkan sejak kecil. Bunyi Prak! nyaring terdengar disudah ia kumpulkan sejak kecil. Bunyi Prak! nyaring terdengar di seluruh ruangan saat celengan itu dipecahkan. Ribuan koin pecahanseluruh ruangan saat celengan itu dipecahkan. Ribuan koin pecahan rupiah memenuhi lantai kamarnya, berkilau diterpa cahaya lampu.rupiah memenuhi lantai kamarnya, berkilau diterpa cahaya lampu. elvaretta tersenyum haru melihat hasil kesabarannya selamaelvaretta tersenyum haru melihat hasil kesabarannya selama bertahun-tahunbertahun-tahun Dengan tekad yang mantap dan bulat, elvaretta akhirnya memutuskan untuk memecahkan celengan-celengan tanah liat yang sudah ia kumpulkan sejak kecil. Bunyi Prak! nyaring terdengar di seluruh ruangan saat celengan itu dipecahkan. Ribuan koin pecahan rupiah memenuhi lantai kamarnya, berkilau diterpa cahaya lampu. elvaretta tersenyum haru melihat hasil kesabarannya selama bertahun-tahun
Namun, elvaretta tidak menggunakan uang itu untuk membeli pakaianNamun, elvaretta tidak menggunakan uang itu untuk membeli pakaian bermerek, barang elektronik mewah, atau sekadar jalan-jalan. Ia tahubermerek, barang elektronik mewah, atau sekadar jalan-jalan. Ia tahu betul uang itu harus diputar agar nilainya makin berkembang.betul uang itu harus diputar agar nilainya makin berkembang. elvaretta menggunakan seluruh tabungan koinnya sebagai modalelvaretta menggunakan seluruh tabungan koinnya sebagai modal awal untuk belajar berdagang dan membuka usaha toko kelontongawal untuk belajar berdagang dan membuka usaha toko kelontong kecil-kecilan di depan rumahnyakecil-kecilan di depan rumahnya Namun, elvaretta tidak menggunakan uang itu untuk membeli pakaian bermerek, barang elektronik mewah, atau sekadar jalan-jalan. Ia tahu betul uang itu harus diputar agar nilainya makin berkembang. elvaretta menggunakan seluruh tabungan koinnya sebagai modal awal untuk belajar berdagang dan membuka usaha toko kelontong kecil-kecilan di depan rumahnya
Awalnya tidak mudah, elvaretta harus belajar membagi waktu,Awalnya tidak mudah, elvaretta harus belajar membagi waktu, mencatat keuangan dengan teliti, dan melayani pembeli denganmencatat keuangan dengan teliti, dan melayani pembeli dengan ramah. Tapi berkat ketekunannya, usaha elvaretta berkembang pesat.ramah. Tapi berkat ketekunannya, usaha elvaretta berkembang pesat. Dari keuntungan berjualan bahan pokok setiap hari, uang koin yangDari keuntungan berjualan bahan pokok setiap hari, uang koin yang dulu cuma berdiam diri di celengan kini terus berputar dandulu cuma berdiam diri di celengan kini terus berputar dan bertambah banyak. elvaretta sangat bersyukur karena beranibertambah banyak. elvaretta sangat bersyukur karena berani mengambil keputusan besar ini demi masa depannyamengambil keputusan besar ini demi masa depannya Awalnya tidak mudah, elvaretta harus belajar membagi waktu, mencatat keuangan dengan teliti, dan melayani pembeli dengan ramah. Tapi berkat ketekunannya, usaha elvaretta berkembang pesat. Dari keuntungan berjualan bahan pokok setiap hari, uang koin yang dulu cuma berdiam diri di celengan kini terus berputar dan bertambah banyak. elvaretta sangat bersyukur karena berani mengambil keputusan besar ini demi masa depannya
Terwujudnya Istana Impian dari Koin KecilBAGIAN 4
Setelah beberapa tahun bekerja keras dan mengelola usahanyaSetelah beberapa tahun bekerja keras dan mengelola usahanya dengan sangat bijak, hari yang ditunggu-tunggu pun akhirnya tiba.dengan sangat bijak, hari yang ditunggu-tunggu pun akhirnya tiba. Tabungan elvaretta sudah lebih dari cukup untuk membeli sebidangTabungan elvaretta sudah lebih dari cukup untuk membeli sebidang tanah dan membayar para tukang bangunan. elvaretta berdiri terharutanah dan membayar para tukang bangunan. elvaretta berdiri terharu di atas tanah miliknya sendiri sambil menyaksikan batu bata demidi atas tanah miliknya sendiri sambil menyaksikan batu bata demi batu bata mulai disusun rapi membentuk dinding rumahnyabatu bata mulai disusun rapi membentuk dinding rumahnya Setelah beberapa tahun bekerja keras dan mengelola usahanya dengan sangat bijak, hari yang ditunggu-tunggu pun akhirnya tiba. Tabungan elvaretta sudah lebih dari cukup untuk membeli sebidang tanah dan membayar para tukang bangunan. elvaretta berdiri terharu di atas tanah miliknya sendiri sambil menyaksikan batu bata demi batu bata mulai disusun rapi membentuk dinding rumahnya
Melihat rumah elvaretta mulai berdiri tegak dan megah, orang-orangMelihat rumah elvaretta mulai berdiri tegak dan megah, orang-orang di desa yang dulu sering meremehkannya kini berubah kagum. Merekadi desa yang dulu sering meremehkannya kini berubah kagum. Mereka tidak menyangka anak kecil yang dulu dikatai pelit kini bisatidak menyangka anak kecil yang dulu dikatai pelit kini bisa membangun rumah sendiri tanpa merepotkan orang tua. elvarettamembangun rumah sendiri tanpa merepotkan orang tua. elvaretta tetap menjadi sosok yang membumi, tidak sombong, dan terustetap menjadi sosok yang membumi, tidak sombong, dan terus menerapkan gaya hidup hematmenerapkan gaya hidup hemat Melihat rumah elvaretta mulai berdiri tegak dan megah, orang-orang di desa yang dulu sering meremehkannya kini berubah kagum. Mereka tidak menyangka anak kecil yang dulu dikatai pelit kini bisa membangun rumah sendiri tanpa merepotkan orang tua. elvaretta tetap menjadi sosok yang membumi, tidak sombong, dan terus menerapkan gaya hidup hemat
Beberapa bulan kemudian, rumah yang sangat indah dan kokoh ituBeberapa bulan kemudian, rumah yang sangat indah dan kokoh itu selesai dibangun. Cat temboknya bersih, halamannya asri, danselesai dibangun. Cat temboknya bersih, halamannya asri, dan dindingnya begitu kuat seperti istana. Saat berdiri di teras rumahdindingnya begitu kuat seperti istana. Saat berdiri di teras rumah barunya, elvaretta menatap langit sambil mengucap syukur. Dari koin-barunya, elvaretta menatap langit sambil mengucap syukur. Dari koin- koin kecil yang dulu dipandang sebelah mata, kini telah menjelmakoin kecil yang dulu dipandang sebelah mata, kini telah menjelma menjadi istana impian yang berdiri megah, menjadi bukti nyata atasmenjadi istana impian yang berdiri megah, menjadi bukti nyata atas kesabaran, kerja keras, dan nasihat bijak dari sang kakekkesabaran, kerja keras, dan nasihat bijak dari sang kakek Beberapa bulan kemudian, rumah yang sangat indah dan kokoh itu selesai dibangun. Cat temboknya bersih, halamannya asri, dan dindingnya begitu kuat seperti istana. Saat berdiri di teras rumah barunya, elvaretta menatap langit sambil mengucap syukur. Dari koin- koin kecil yang dulu dipandang sebelah mata, kini telah menjelma menjadi istana impian yang berdiri megah, menjadi bukti nyata atas kesabaran, kerja keras, dan nasihat bijak dari sang kakek
TAMAT
TENTANG PENULISBiodata Penulis Nama Lengkap : Elvaretta A. M. Nama Pena : Elvaretta Tempat, Tanggal Lahir : Kota Probolinggo, 21 Juli 2015 Pendidikan : SDN Mangunharjo 1 Hobi : Main Musik Karya : Koin Koin Kecil Ku Menjadi Istana Media Sosial / Kontak : -- TENTANG PENULIS Elvaretta Afsheen Myesha, atau yang akrab dipanggil Elva, adalah seorang siswi berbakat yang lahir di Probolinggo pada tanggal 21 Juli 2015. Saat ini, Elva menimba ilmu di SDN Mangunharjo 1. Di luar kesibukan sekolahnya, Elva sangat menyukai dunia seni dan memiliki hobi bermain musik. Kegemarannya mengasah kreativitas inilah yang memicu semangatnya untuk melahirkan sebuah karya cerita anak yang menginspirasi berjudul "Koin-Koin Kecilku Menjadi Istana". Melalui karya pertamanya ini, Elva berharap dapat mengajak teman- teman sebaya untuk belajar tentang pentingnya menabung, bersabar, dan bekerja keras demi meraih cita-cita di masa depan.