View 7. Prasta Aku dan Hobiku Putu Jati flipbook.
AKU DAN HOBIKU Oleh: I Komang Dasa Prasta Nadi Yasa Hai, namaku Prasta. Aku ingin menceritakan tentang hobiku. Suatu hari saat aku sedang latihan menari, aku mendengar berita kalau aku dan siswa lain akan pentas. Kenapa aku pentas? Karena sekolahku akan mengadakan acara perpisahan. Mengapa sekolahku mengadakan acara perpisahan? Karena sebentar lagi aku akan lulus tingkat menjadi kelas 1. Yang awalnya TK, aku menjadi SD. Setelah aku mendengar berita tersebut, aku menjadi sangat senang. Itu karena aku sangat suka menari. Awalnya, menari adalah pilihan kegiatan extrakurikulerku di sekolah. Setelah lama latihan menari, aku jadi sangat suka menari. Dan akhirnya menari menjadi hobiku. Aku adalah anak yang aktif, sepertinya tidak ada waktu untuk tidak menggerakkan kaki dan tanganku, sehingga aku menganggap menari itu suatu gerakan yang harus dihafal dan membuat gerakan aktifku teralihkan. Saat pertama kali mendengar berita pentas, aku menjadi lebih fokus menari. Aku ingin menampilkan yang terbaik di hadapan teman-teman yang lain. Hanya saja, aku juga sedikit pemalu. Aku tidak pernah latihan menari di rumah, karena takut ditertawakan oleh orang tuaku. Awalnya aku juga sering ditertawakan oleh teman-temanku saat aku menari, tanpa tahu alasan kenapa. Saat mereka menertawakanku, aku tidak marah. Aku selalu suka latihan menari, walaupun gerakanku masih banyak yang kurang. Saat latihan menari di sekolah, aku diajar dengan tegas oleh guru pengajar tari. Walaupun galak, aku tetap suka menari, karena guruku itu mengajarkan kedisiplinan, sehingga aku mampu menghapal gerakan dengan baik.
Guruku pun menjadi sayang padaku karena aku selalu belajar menari dengan gembira. Guruku juga sering mengomel, tapi aku selalu mendengar omelannya sebagai nasihat. Saat mulai latihan menari, aku menjadi lebih semangat. Hingga akhirnya, tibalah waktu pementasan dan aku mulai berias. Aku menjadi gugup karena ini pertama kali aku memakai make up. Setelahnya aku senang sekali melihat hasil riasannya. Aku juga sempat berfoto bersama ibu dan juga teman-teman penari lainnya. Ibuku sangat terkejut saat tahu aku ikut pentas menari dan mengetahui bahwa aku ada di barisan depan saat pementasan. Ternyata hasilnya tidak mengecewakan, bahkan suatu kejutan bagi ibuku. Karena hal itulah, ibu jadi melihat bakatku dalam menari. Selanjutnya ibu berusaha mencari tempat les menari untuk menyalurkan hobiku. Di sanggar menari, aku mulai belajar latihan dasar menari yang benar. Dan ternyata itu tidaklah mudah. Pengajar di sanggar juga sama galak seperti guruku di TK. Tapi aku tetap latihan dengan gembira. Senang juga aku mulai mendapatkan pelajaran tarian baru. Tidak terasa sudah hampir 1 tahun aku belajar menari di sanggar. Ibuku pun mengajak aku untuk mencoba ikut lomba untuk pertama kalinya. Aku sangat senang. Aku bersiap dengan riasan dan kostum tarian lengkap untuk menunjukkan bakatku diatas panggung yang besar. Hingga saat aku mendengar banyak tepuk tangan dukungan saat aku akan mulai tampil, tiba-tiba aku jadi lupa gerakan, merasakan sakit perut sesaat. Ternyata inilah rasa grogi yang muncul. Aku tidak mau menyerah, aku melihat wajah ibuku yang duduk melihatku
dan membuatku tetap melakukan gerakan seadanya di atas panggung hingga waktu berakhir. Ya, itu menjadi pengalaman pertamaku pentas untuk mengikuti lomba. Aku tidak berhasil mendapatkan juara. Tapi ibuku memberi semangat, aku harus terus latihan dan membangun kepercayaan diriku lebih lagi. Ya, tentu saja lebih memantapkan gerakanku juga. Karena orang tuaku lah aku jadi lebih bersemangat lagi. Aku tidak ingin mengecewakan mereka yang sudah selalu mendukungku dalam menari. Sekarang, saat aku akan mulai pentas atau mengikuti lomba lagi aku akan menjadi lebih serius dan fokus. Semakin lama aku semakin tidak sabar untuk pentas. Biasanya aku akan bangun lebih pagi, sarapan, mandi dan sedikit latihan sebelum menuju tempat pentas atau perlombaan. Walaupun tarianku tidak selalu bagus tetapi itu bukan menjadi halangan untuk ku terus menari dan menari. Selain hobi, bagiku menari adalah suatu kegiatan yang bisa aku lakukan untuk ikut melestarikan seni budaya Bali. Aku sangat senang dan bangga bisa melakukannya. Aku juga berharap semakin banyak anak-anak sepertiku yang mau belajar menari atau seni lainnya untuk mempertahankan kebudayaan kita tetap ada. Jangan takut untuk mencoba ataupun mempelajari sesuatu yang baru. Awali dengan hati yang senang, jalani dengan senang dan berusaha semaksimalnya untuk mendapatkan hasil sebaik mungkin. Walaupun tidak sekali bahkan harus berkali-kali tetapi selama kita suka,kita pasti bisa. Karena semua pasti ada hasilnya.