5. I Gusti Agung Bagaskara Pranawa 4B Demi Adikku Pranawa Creative

View 5. I Gusti Agung Bagaskara Pranawa 4B Demi Adikku Pranawa Creative flipbook.

DEMI ADIKKU Oleh: I Gusti Agung Bagaskara Pranawa Namaku Gung Bagas. Aku adalah anak pertama dari dua bersaudara dan aku memiliki adik perempuan. Aku sangat sayang dengan adikku. Aku anak yang suka main hp main bareng teman dan menonton video. Hobiku berenang, ayahku pernah janji jika aku lebih giat belajar, mengurangi bermain dan sedikit bermain game di hp maka aku akan diajak jalan-jalan dan mengajariku berenang. Akupun berniat untuk belajar lebih giat lagi dan selalu mengerjakan tugas tugas sekolah tanpa disuruh. Pada akhirnya akupun dilihat lebih jarang bermain dan lebih sedikit bermain hp dari sebelumnya. Setelah beberapa minggu, aku berani untuk bertanya kepada ayahku; Ayah, kapan aku akan diajak jalan-jalan dan berenang?. Ayahku berkata “Gung Bagas, ayah lihat gung bagas sudah mandiri dan bisa ngerjain tugas rumah tanpa ayah suruh dan juga sudah selalu mempersiapkan buku pelajaran untuk dibawa kesekolah tanpa ditanya”. Trus aku pun menjawab, “trus bisa dong kita jalan-jalan dan berenang,??? Tanya ku kepada ayah. Ayah menjawab, “baik gung bagas, karena sudah janji, sabtu depan kita jalan jalan dan berenang sepuasnya ya”. Akupun sangat senang mendengar jawaban ayahku. Setiap hari aku selalu menunggu hari sabtu itu tiba dengan tidak sabar. Tak terasa, hari sabtu itupun tiba akhirnya aku jalan-jalan bersama adiku dan juga kedua orangtuaku. Sabtu pagi itu, saya bangun lebih awal karena aku sangat bersemangat. Setelah sarapan, aku ajak adiku untuk bersiap-siap. Ibuku berkemas dan ayahku menyiapkan kendaraannya. Kita sekeluarga diajak ke sebuah villa di ubud. Dalam perjalanan ke ubud aku dan adikku main tebak-tebakan dan main abc lima dasar dan melihat pemandangan indah di langit. Perjalanan ke ubud macet total. Karena merasa bosan akupun mengobrol bersama adikku di perjalanan, akhirnya aku dan adiku ketiduran.

Ternyata sampai diubud hari sudah sore, karena disana dingin, ayahku melarangku untuk berenang dan memintaku untuk berenang besok. Kita sekeluarga menginap disana. Keesokan harinya,setelah sarapan, aku bertanya; apa bisa untuk berenang?, ayahkupun meperbolehkan aku dan adiku untuk berenang. Akupun senang dan bergegas ganti baju. Akhirnya aku berenang bersama adikku. Saat itu, tiba-tiba adikku tengelam, aku berteriak harap ada bantuan dan ayahku datang langsung menolong adikku. Disinilah aku berpikir aku harus bisa berenang agar bisa menyelamatkan adikku. Sesudah berenang aku bertanya kepada ayahku, “ayah bisakah ayah membantu mengajari aku berenang agar jika adik tenggelam aku bisa menolongnya, ayah ku tersenyum dan bilang, oke gung bagas. Keesokan harinya jam 9 aku sarapan roti dan aku tanya ke ayahku, ‘ayah apakah jadi mengajari berenang? Tanya aku. Ayahkupun menjawab; okelah nak. Akhirnya akupun bergegas berenang, tetapi adikku tidak ikut karena takut tenggelam lagi, jadinya aku dan ayahku berenang. Disini aku diajari berbagai gaya seperti gaya dada, gaya mengapung dan masih banyak lagi. Disini aku berusaha agar bisa berenang dengan maksimal mungkin dan aku lelah jadinya aku bergegas ke kamar mandi. Sorenya, aku kembali mengajak ayahku berenang tetapi karena ayahku tidak mau karena dingin, jadinya aku sendiri yang berenang dan aku bergegas untuk ganti baju, setelah di kolam aku kembali melatih berenangku. Aku belajar yang di ajarkan ayahku, aku sudah bisa sedikit-sedikit walau begitu aku tidak akan menyerah aku terus latihan supaya bisa berenang dan bisa mengajak adiku lagi untuk berenang tanpa takut kalau dia tenggelam lagi. Saat malam tiba, aku mengobrol banyak dengan ayahku. Dia bercerita jika menjadi seorang kakak harus bisa menjaga adiknya, apa lagi aku hanya punya satu adik perempuan yang harus aku sayangi dan lindungi. Contohnya saat adiku tenggelam, aku hanya bisa teriak minta tolong melihat adiku. Menjadi kakak juga harus bisa memberikan contoh yang baik

buat adiknya. Mulai saat ini, aku mencoba membuat perubahan kecil. Aku mulai mengurangi bermain, hain hp dan mencoba untuk mengerjakan tugas rumah yang diberikan ayah dan ibuku seperti menyapu halaman dan merapikan tempat tidur dan pakain kotorku aku taruh di tempatnya. Aku harus bisa menjadi contoh yang baik buat adiku. Walapun sulit tapi, aku bertekad akan terus mencoba dan terkadang masih harus diingetin. Aku mulai berpikir, ternyata ini yang dimaksud ayahku kalau perubahan menjadi anak yang lebih baik itu tergantung dari kita, jika kita mau berubah lebih baik kita harus berusaha mengurangi bermain dan semangat untuk berlatih diri dan belajar. Jika saja aku tidak mau berlatih berenang dan berusaha bisa untuk berenang waktu itu, mungkin aku tidak akan berani lagi untuk mengajak adiku berenang bersama lagi nantinya.